CAMPUR ADUK

Thursday, July 22, 2021

HARTA TERPENDAM

Adit selesai bermain dengan Sofo, ya main sepedah keliling komplek perumahan di lingkungan tepat tinggal keduanya. Adit duduk santai di ruang tamu. Adit mengambil buku di meja dan di baca dengan baik.

Isi buku yang di baca Adit :

Sore ini, Signor Bruno pergi mengunjungi rumah kawannya, Gianni. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu. Mereka pun membicarakan banyak hal, mulai dari cuaca, pangan, hingga keluarga. Mereka saling tertawa dengan riang. Namun, tiba-tiba wajah Signor Bruno terlihat cemas. Gianni menjadi penasaran.

“Signor Bruno, ada apa? Sepertinya kau mengkhawatirkan sesuatu,” tanya Gianni.

“Aku memikirkan cucuku, Mario. Dia anak yang baik, tapi pemalas. Sepanjang hari, ia hanya berbaring di ranjang gantungnya dan tidak mau bekerja sama sekali. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kepadanya,” ujar Signor.

Gianni berpikir sejenak. Ia lalu memiliki sebuah ide. Ia pun membisikkan idenya ke Signor. Seketika, wajah Signor berubah senang. Ia setuju dengan ide tersebut. Keesokan harinya, Gianni pergi menemui Mario yang sedang tiduran di ranjang gantungnya. Ia menyapa Mario dan memberikan sebuah kertas kusut kepadanya.

“Aku menemukan peta tua ini, tapi sulit untuk dibaca. Sepertinya peta ini menunjukkan bahwa ada 50 keping emas yang terkubur di ladang gersang sebelah sana,” kata Gianni.

Mendengar hal itu, Mario langsung beranjak dari ranjangnya. Ia pergi ke ladang yang gersang dan penuh dengan rumput liar. Gianni lalu menyuruhnya untuk menyingkirkan semua rumput liar, agar bisa menemukan harta itu. Mario pun bergegas ke rumah untuk mengambil peralatan pertanian. Ia membersihkan semua rumput liar itu. Kemudian mencangkuli tanahnya.

Tanah itu menjadi berdebu saat dicangkul. Mario pun menyirami tanah itu dengan air. Melihat ada pupuk kandang, Mario mendapat ide. Ia menyebarkan pupuk kandang itu di ladang, agar tidak ada orang yang bisa mengambil hartanya. Mario sudah menggali seluruh ladang, namun ia sama sekali tidak menemukan emas. Karena kelelahan, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah.

“Mungkin aku tidak membaca peta itu dengan benar. Aku akan pergi selama beberapa hari untuk mencari orang yang dapat membaca peta ini. Jadi, kau tunggulah kabar dariku,” kata Gianni tiba-tiba.

Mario pun menunggu untuk waktu yang cukup lama. Hampir satu bulan lebih ia menunggu. Akhirnya, Gianni datang. Ia meminta Mario untuk ke ladang bersama dengan kakeknya, Signor. Alangkah terkejutnya Mario ketika melihat ladangnya sudah tertutup oleh deretan daun selada.

“Ini semua berkat kerja kerasmu yang telah membersihkan, menyiram, memupuk, dan menggali. Aku hanya menaburkan benih saja bersama kakekmu,” kata Gianni.

“Harga semua selada ini adalah 50 keping emas,” timpal Signor sambil tertawa.

Mario pun baru menyadari, bahwa 50 keping emas itu ternyata bisa ia dapatkan jika ia mau bekerja keras. Sejak saat itu, ia tidak malas lagi.

***

Adit berhenti baca bukunya.

"Cerita yang bagus asal dari Italia, ya di tulis di buku," kata Adit.

Adit membaca pesan moral yang di tulis di buku "Jangan menjadi anak yang malas, ya. Bekerja keraslah dan belajar yang rajin agar kamu memperoleh apa yang kamu inginkan."

Adit memahami pesan moral yang di tulis di buku. Adit menutup bukunya dan buku di taruh di meja.

"Belajar ah!" kata Adit. 

Adit masuk ke kamarnya untuk belajar, ya mengulang pelajaran yang di berikan guru di bangku sekolah agar diri Adit jadi pintar berkat dari usahanya.

LAKSAMANA HANG TUAH

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv. Acara Tv yang di tonton Kasino dan Indro, ya film yang bagus banget......film Upin dan Ipin. Dono selesai dengan kerjaanya, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Dono duduk dengan baik di ruang tamu dan mengambil bukunya dan membuka bukunya.

"Hari ini aku membaca cerita tentang Laksamana Hang Tuah. Asal cerita dari Malaysia," kata Dono.

Dono membaca bukunya dengan baik.

Isi buku yang di baca Dono :

Pada zaman dahulu kala, di kenal seorang kesatria bernama Hang Tuah. Keti­ka masih anak-anak, ia be­­ser­ta ke­­dua orangtuanya, Hang Mah­mud dan Dang Merdu, menetap di Pu­lau Bintan. Pulau ini berada di perairan Riau. Rajanya ada­lah Sang Maniaka, putra Sang Sapurba raja besar yang bermahligai di Bukit Siguntang. Hang Mahmud berfirasat bahwa kelak anaknya akan menjadi seorang tokoh yang ter­kemuka. Saat berumur sepuluh tahun, Hang Tuah pergi berlayar ke Laut Cina Sela­tan disertai empat sahabatnya, yaitu Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Le­kir, dan Hang Lekiu. Dalam per­jalanan, me­reka ber­­­kali-kali diganggu oleh ge­rom­­bol­­­­an lanun. Dengan segala ke­­­be­ranian­nya, Hang Tuah beserta para sa­ha­­bat­nya mam­­­­­­­­­­pu me­ngalahkan ge­­­rom­­­bolan itu. Ka­­bar terse­but terdengar sam­pai ke te­linga Bendahara Pa­duka Raja Bintan, yang sangat kagum ter­hadap ke­beranian mereka.

Suatu ketika, Hang Tuah dan keempat sahabatnya berhasil mengalahkan empat pe­­ngamuk yang menyerang Tuan Ben­da­­­­hara. Tuan Bendahara kemudian meng­­ang­kat mereka sebagai anak angkatnya. Tuan Ben­­­dahara kemudian melaporkan tentang ke­­­­he­­­­­­bat­­­­­an mereka kepada Baginda Raja Syah Alam. Baginda Raja pun ikut merasa ka­gum dan juga mengangkat mereka se­­­ba­gai anak angkatnya. Beberapa tahun kemudian, Ba­ginda Ra­ja berencana mencari tempat baru seba­gai pusat kerajaan. Ia beserta pung­gawa ke­rajaan, termasuk Hang Tuah dan para sa­­habat­nya, melan­cong ke seki­tar Selat Me­­­laka dan Selat Singapura. Rom­­bong­an akhir­­­nya sing­gah di Pu­lau Ledang. Di sana rom­­bong­­an me­­lihat seekor pelanduk (kancil) pu­tih yang ternyata sulit untuk ditangkap.

Menurut petuah orang tua-tua, jika me­­­­nemui pelanduk putih di hutan maka tem­pat itu bagus di buat negeri. Akhirnya di sana di bangun sebuah negeri dan dinama­kan Melaka, se­suai nama pohon Melaka yang ditemukan di tempat itu. Setelah beberapa lama memerintah, Ba­gin­da Raja berniat meminang seorang putri cantik bernama Tun Teja, putri tung­gal Bendahara Seri Benua di Kerajaan Indrapura. Namun, sayangnya putri itu me­­no­lak pinangan Bagin­da Raja. Akhir­nya, Baginda Raja meminang Raden Galuh Mas Ayu putri tunggal Seri Betara Maja­pahit, raja besar di tanah Jawa.

Sehari menjelang pernikahan, di ista­na Majapahit terjadi sebuah kegaduhan. Ta­ming Sari, prajurit Majapahit yang su­dah tua tapi amat tangguh, tiba-tiba meng­­­­­­amuk. Mengetahui keadaan itu, Hang Tuah kemu­dian menghadang Taming Sari. Hang Tuah mempunyai siasat cerdik de­ngan cara menukarkan kerisnya dengan keris Taming Sari. Setelah keris ber­tukar, Hang Tuah ke­mu­­dian berkali-kali me­­nye­rang Taming Sari. Taming Sari baru ka­lah setelah keris sakti yang dipegang Hang Tuah ter­tikam ke tubuhnya. Hang Tuah ke­mu­dian diberi gelar Laksamana dan dihadiahi keris Taming Sari.

Baginda Raja bersama istri dan rom­­­­­­bong­annya kemudian kembali ke Melaka. Selama bertahun-tahun negeri ini aman dan tenteram. Hang Tuah menjadi laksa­mana yang amat setia kepada raja Melaka dan amat disayang serta dipercaya raja. Hal itu menimbulkan rasa iri dan dengki prajurit dan pegawai istana. Suatu ketika tersebar fitnah yang menyebutkan bahwa Hang Tuah telah berbuat tidak sopan de­­ngan seorang dayang istana. Pe­­nyebar fitnah itu adalah Patih Kerma Wijaya yang merasa iri terhadap Hang Tuah. Bagin­da Raja marah mendengar kabar itu. Ia me­me­­­rintahkan Bendahara Paduka Raja agar mengusir Hang Tuah. Tuan Benda­ha­ra sebenarnya enggan melaksana­­­kan pe­­rintah Baginda Raja karena ia menge­ta­hui Hang Tuah tidak bersalah. Tuan Ben­da­hara menyarankan agar Hang Tuah cepat-cepat meninggalkan Melaka dan pergi ke Indrapura.

Di Indrapura, Hang Tuah mengenal se­­­orang perempuan tua bernama Dang Ratna, inang Tun Teja. Dang Ratna kemu­dian menjadi ibu angkatnya. Hang Tuah me­­minta Dang Ratna untuk menyampai­­kan pesan kepada Tun Teja agar mau me­­nya­yangi dirinya. Berkat upaya Dang Ratna, Tun Teja mau menyayangi Hang Tuah. Hu­­­­­­­­­bung­­an keduanya kemudian menjadi sangat akrab. Suatu waktu, Indrapura kedatangan pe­rahu Melaka yang dipimpin oleh Tun Ratna Diraja dan Tun Bija Sura. Mereka me­­minta Hang Tuah agar mau kembali ke Melaka. Tun Teja dan Dang Ratna juga ikut bersama rombongan.

Sesampainya di Melaka, Hang Tuah ke­mu­­­dian bertemu dengan Baginda Raja. Hang Tuah berkata, “Mohon maaf, Tuanku, se­lama ini hamba tinggal di Indrapura. Ham­ba kembali untuk tetap mengabdi se­­­tia ke­pada Baginda.” 

Tun Ratna Diraja me­la­por­­­­kan kepada Baginda Raja bahwa Hang Tuah da­tang bersama Tun Teja, putri yang dulu diidam-idamkan Baginda Raja.

Sing­­kat ceri­ta, Tun Teja akhirnya ber­­­­sedia men­­jadi istri ke­dua Baginda Raja meski­pun se­benarnya ia menya­yangi Hang Tuah. Hang Tuah ke­mu­di­an menjabat lagi se­­bagai Laksamana Mela­ka, yang sangat setia dan disayang raja. Hang Tuah kembali kena fitnah se­te­­lah bertahun-tahun menetap di Melaka. Mende­­­­ngar fitnah itu, kali ini Baginda Ra­­ja sa­­ngat marah dan memerintahkan Tuan Ben­­dahara agar membunuh Hang Tuah. Tuan Ben­­dahara tidak tega mem­bu­­­­­nuh Hang Tuah dan memintanya agar me­­­ng­­­ungsi ke Hulu Melaka.

Hang Tuah me­nitipkan keris Ta­ming Sari ke Tuan Ben­­da­­­­­hara agar di­­se­rahkan pada Baginda Raja. Hang Jebat kemudian menggantikan Hang Tuah seba­gai Laksamana Melaka. Oleh Baginda Raja keris Taming Sari diserahkan kepada Hang Jebat. Sepeninggal Hang Tuah, Hang Jebat lupa diri dan menjadi mabuk kekuasaan. Ia ber­tindak sewenang-wenang. Jebat juga se­­ring bertindak tidak sopan ter­hadap para pem­besar kerajaan dan dayang-dayang. Banyak orang telah menasihati­nya. Na­mun, Hang Jebat tetap keras kepala, tidak mau berubah.

Baginda Raja men­jadi gusar melihat kelakuan Hang Jebat. Tak seorang pun prajurit yang mam­pu mengalahkan Hang Jebat. Baginda lalu ter­ingat kepada Hang Tuah. Tuan Ben­­da­hara memberitahu kepada Baginda Raja, “Maaf Baginda, se­­­be­­na­r­nya Hang Tuah masih hidup. Ia me­­ngungsi ke Hulu Melaka.” Atas perintah Ba­­gin­­­da Ra­ja, Hang Tuah bersedia ke Melaka.

Hang Tuah menghadap Bagin­da Raja dan menyata­­­kan kesiapannya me­lawan Hang Jebat. Hang Tuah ke­mu­dian diberi keris Purung Sari. Terjadi pertempuran yang sangat hebat antara dua sahabat yang sangat setia dan yang mendurhaka. Suatu ketika Hang Tuah berhasil merebut keris Taming Sari dan dengan keris itu, Hang Tuah dapat me­nga­­lah­kan Hang Jebat. Ia mati di pangkuan Hang Tuah. Hang Tuah kembali diangkat sebagai Lak­sa­mana Melaka. Sete­lah itu, Melaka kem­bali tenteram.

Laksamana Hang Tuah sering melawat ke luar negeri hingga ke negeri Judah dan Rum untuk memperluas pengaruh kera­jaan Me­laka di seluruh dunia. Suatu saat Baginda Raja mengirim utus­an dagang ke Kerajaan Bijaya Naga­ram di India, yang dipimpin oleh Hang Tuah. Setelah sampai di India, rombongan me­­­­­­­lanjut­­­­kan pelayaran ke negeri Cina. Di pe­­labuh­­an Cina, rombongan Hang Tuah berselisih de­ngan orang-orang Portugis, karena mereka sangat sombong, tidak te­rima Hang Tuah melabuhkan kapalnya di sam­ping kapal Portugis.

Setelah mengha­­dap Raja Cina, rombongan Hang Tuah ke­­­­­­­­mu­­­­di­­an me­lanjut­­kan perjalan­an­nya kemba­li ke Me­laka. Di tengah per­jalanan, me­­­re­­ka di­se­rang oleh perahu-perahu Por­­­tu­­gis. Hang Tuah mampu meng­­­atasi se­­rang­­­an me­re­­ka. Kap­ten dan se­o­rang pe­r­­wi­­ra Por­­­tu­gis melari­kan diri ke Ma­nila, Fili­­pi­­na. Rom­­bong­­an Hang Tuah akhir­­nya tiba di Melaka dengan selamat.

Suatu hari raja Melaka beserta ke­lu­arga­nya berwisata ke Singapura diiringi Lak­sa­mana Hang Tuah dan Bendahara Pa­­du­­ka Raja dengan berbagai perahu ke­­be­sar­­an. Ketika sampai di Selat Si­ngapu­ra Raja Syah Alam melihat seekor ikan ber­si­sik emas ber­­­matakan mutu manikam di se­kitar pe­­­­ra­hu Syah Alam. Ketika mene­ngok ke per­­­mukaan air, mahkota Raja ter­jatuh ke dalam laut.

Hang Tuah langsung menyelam ke dasar laut sambil menghunus keris Taming Sari untuk mengambil mahkota tersebut. Ia ber­­hasil mengambil mahkota itu tetapi ketika hampir tiba di perahu, seekor buaya putih besar menyambarnya sehingga mah­ko­­ta beserta kerisnya terjatuh lagi ke laut. Hang Tuah kembali menyelam ke dasar la­ut­­­an mengejar buaya tersebut. Tetapi ter­­­­­nyata mah­kota beserta kerisnya tetap ti­dak di­te­mu­kan. Sejak kehilangan mah­ko­ta dan keris­­ Taming Sari, Raja dan Hang Tuah men­jadi pe­murung dan sering sakit-sakitan.

Sementara itu, Gubernur Portugis di Ma­nila sangat marah mendengar laporan ke­­kalahan dari perwiranya yang berhasil me­­­lari­kan diri. Setelah beberapa bulan me­­l­aku­kan persiapan, angkatan perang Por­tugis berangkat menuju Selat Melaka. Di tempat ini, mereka memulai serangan ter­hadap Me­­­laka yang menyebabkan ba­nyak prajurit Melaka kewalahan. Pada saat itu, Hang Tuah sedang sakit keras.

Baginda Raja memerintahkan Tuan Ben­da­­hara untuk meminta bantuan Hang Tuah. Meski sakit, Hang Tuah tetap ber­se­­­dia ikut memimpin pasukan me­lawan Por­­t­ugis. Kata Hang Tuah kepada Bagin­­da Raja, “Apa yang kita tunggu? Kita se­cepat­nya harus mengusir mereka dari sini.”

Dengan keteguhannya, Hang Tuah ma­­sih mampu menyerang musuh, baik de­ngan pedang maupun meriam. Namun, se­­­buah peluru mesiu Portugis berhasil meng­­­­hantam Hang Tuah. Ia terlempar se­jauh 7 meter dan terjatuh ke laut. Hang Tuah berhasil diselamatkan dan kemudian di­bawa de­ngan perahu Mendam Birahi kem­bali ke Melaka. Seluruh perahu pe­tinggi dan pasukan Mela­ka juga kembali ke keraja­an. Demikian pula halnya pasukan Portugis kembali ke Manila karena banyak pe­mim­pinnya yang terluka. Peperangan ber­akhir tanpa ada yang menang dan yang kalah.

Setelah sembuh, Hang Tuah tidak lagi men­­­­­jabat sebagai Laksamana Melaka kare­na sudah semakin tua. Ia menjalani hidup­nya dengan menyepi di puncak bukit Jugara di Melaka. Baginda Raja juga sudah tidak lagi memimpin, ia diganti­kan oleh anaknya, Putri Gunung Ledang.

***

Dono selesai membaca bukunya.

"Bagus cerita asal dari Malaysia," kata Dono.

Dono menutup bukunya dan menaruh buku di meja. Dono beranjak duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino dan Indro. Ya Kasino dan Indro masih asik nonton film Upin dan Ipin karena memang bagus sih. Dono duduk bersama Kasino dan Indro, ya asik nonton film Upin dan Ipin.

FAKTA ATAU MITOS

Dono di ruang tamu sedang baca bukunya. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah, ya nonton Tv. Acara Tv yang di tonton, ya berita.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"PPKM di perpanjang untuk menanggulangi covid-19," kata Indro.

"Beritanya seperti itukan yang kita tonton di Tv," kata Kasino.

"Sebenarnya benar enggak sih....covid-19 itu ada?" kata Indro berpikir dengan panjang.

"Meragukan tentang pemberitaan ini dan itu di Tv?" kata Kasino.

"Iya sih. Nama juga aku cuma penonton yang baik. Tidak menemukan bukti tentang covid-19," kata Indro.

"Kalau Indro menemukan tentang itu penyakit covid-19....berarti Indro kerjaannya Dokter," kata Kasino.

"Aku memang kerjaannya bukan Dokter sih. Ya sudahlah. Aku akui saja....covid-19 itu ada, ya mewabah di mana-mana. Maka itu perlu di tanggulangi dengan baik. Dengan cara manusia harus di vaksin semuanya!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menonton Tv dengan baik.

"Acara Tv tentang kesehatan, ya ada Dokternya sih. Selalu membahas tentang Fakta dan Mitos," kata Indro.

"Di Youtobe juga sama, ya membahas tentang Fakta dan Mitos," kata Kasino.

"Trennya sekarang ini ternyata membahas tentang Fakta dan Mitos," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menonton Tv dengan baik.

"Kalau pake kemampuan Dono yang bisa mendengarkan Roh. Maka bisa tahu tentang kebenaran....tentang penyakit covid-19, ya ada atau tidak gitu. Gimana Kasino?!" kata Indro.

"Dono kan males membahas tentang Roh. Jadi tidak boleh di bahas!" kata Kasino.

"Kalau begitu aku hanya harus mengikuti keadaan saja. Sebagai penonton yang baik saja!" kata Indro.

"Lebih baik begitu kan. Ya sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Fokus nonton Tv!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro dan Kasino fokus nonton Tv. Acara Tv yang di tonton tetap masih berita ini dan itu...pokoknya menarik di tonton gitu. Dono masih asik baca bukunya.

KUCING BERSEPATU BOT

Amar di ruang tengah, ya selesai nonton film kartun di Tv. Amar mengambil buku di meja, ya buku yang Amar pinjam dari temannya Irwan. Amar membaca buku tersebut dengan baik.

Isi buku yang di baca Amar :

Di sebuah tempat bernama Provence, tinggalah seorang pemilik penggilingan padi. Ia memiliki tiga anak laki-laki. Sebelum ia meninggal, ia mewariskan penggilingannya untuk putra sulungnya, seekor keledai untuk putra kedua, dan seekor kucing untuk putra bungsunya.

“Kedua kakakku akan hidup enak dengan warisan itu,sedangkan aku? Aku pasti akan hidup susah dengan seekor kucing yang tak berguna ini,” gerutu si bungsu, kesal.

“Oh tuanku, janganlah kau bersedih. Aku janji, aku akan berguna untukmu. Percayalah kepadaku,” kata si kucing, menghibur si bungsu.

“Terserah kau saja, yang pasti jangan sampai kau menyusahkanku!” seru si bungsu, memperingatkan kucingnya.

“Tentu saja, tuanku. Aku akan berguna jika kau mau memberiku sebuah karung dan sepasang sepatu bot. Kau pasti akan senang nantinya,” ujar Si kucing.

“Baiklah, aku akan menuruti keinginan konyolmu itu,” gerutu si bungsu, lalu pergi untuk membeli sepatu bot dan sebuah karung.

Beberapa saat kemudian, si kucing sudah mengenakan sepatu botnya sambil membawa karung. Setelah pamit dengan tuannya, ia menuju ke sebuah bukit rumput. Dia meletakkan dedaunan segar di dalam karung dan membiarkan karung itu terbuka. Ia lalu bersembunyi di sebuah semak-semak. Tak lama kemudian, seekor kelinci muncul. Olala, kelinci itu masuk ke dalam karung rumput itu. Dengan perasaan gembira, kucing itu segera mengikat karung itu, kemudian pergi membawanya ke istana.

“Yang Mulia, saya membawakan sebuah hadiah dari tuanku, Marquis de Carabas. Semoga engkau menyukainya,” ucap si kucing sambil memberikan hasil tangkapannya.

Raja pun sangat senang mendapatkan hadiah itu. Hal tersebut berlangsung selama satu minggu. Kucing itu selalu membawa hasil tangkapan untuk raja. Ia juga selalu mengatakan bahwa hadiah itu adalah pemberian tuannya yang bernama Marquis de Carabas. Tentu saja raja merasa gembira.

“Izinkan aku untuk menemui tuanmu besok. Aku sangat penasaran dengan tuanmu yang bernama Marquis de Carabas itu. Aku pun ingin mengucapkan terima kasih atas hadiahnya. Aku akan mengajak putriku ikut denganku,” ujar raja kepada kucing.

Si kucing pun sangat senang. Ia tak menyangka jika rencananya akan berhasil. Ia sudah tidak sabar menunggu esok hari. Ia ingin segera melihat wajah bahagia tuannya. Wah, ia kucing yang baik, bukan?. Keesokan paginya, si kucing membangunkan si bungsu. Namun, si bungsu masih tidur dengan pulas. Ia juga masih enggan membuka matanya,

“Ayolah, tuanku! Cepat bangun! Kalau tidak, kau pasti akan terlambat!” seru si kucing.

Si bungsu tetap tidak mau membuka matanya. Rupanya, hari ini raja akan datang mengunjungi tuan si kucing. Si kucing pun tidak menyerah begitu saja untuk membawa tuannya. Dengan susah payah, ia menyeret tuannya keluar. Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di tepi danau. Si bungsu terkejut mendapati kucingnya membawanya ke tepi danau. Tak hanya itu, si kucing juga menyuruhnya untuk melepaskan pakaiannya dan melompat ke dalam air.

“Bila kau mendengar suara kereta kuda, berteriaklah dan mencepuk-cepuk. Berpura-puralah kau tidak bisa berenang,” perintah si kucing.

Si bungsu pun melakukan semuanya, meskipun ia sendiri masih sangat bingung.

“Tolong, tuanku Marquis de Carabas tenggelam!” seru si kucing.

Raja yang mendengar teriakan si kucing, langsung memerintahkan pelayannya untuk menolong si bungsu. Kemudian, si bungsu mendapatkan baju ganti yang sangat bagus. Raja pun mempersilakannya untuk naik ke kereta kuda. Olala, raja terlihat sangat senang karena akhirnya ia bertemu dengan Marquis de Cara-bas.

Putri raja pun tak kalah senang. Sepertinya ia terpesona dengan Marquis de Carabas. Setelah lama berbincang-bincang, raja memutuskan untuk membawa Marquis de Carabas ke istananya. Ia lalu menceritakan semua perbuatan si kucing.

“Kucingku sengaja merencanakan semuanya agar aku bisa tinggal di istana. Sungguh, ia sangat baik,” batin si bungsu.

Beberapa hari kemudian, raja menikahkan putrinya dengan si bungsu. Alangkah bahagianya si bungsu. Ia pun sangat berterima kasih kepada si kucing. Sementara itu, kedua kakak si bungsu turut berbahagia atas kesuksesan adik mereka menjadi seorang pangeran.

***

Amar berhenti membaca bukunya.

"Cerita yang bagus, ya asal cerita asalnya dari Prancis di tulis di buku," kata Amar.

Amar membaca hikmah dari cerita Kucing Bersepatu Bot "Sayangilah binatang. Agar binatang itu juga menyayangi kita. Membuat teman selalu bahagia itu menyenangkan. Jadi berbuatlah kebaikan dengan agar temanmu senang!"

Amar memahami hikmah dari cerita yang baru ia baca. Amar menutup buku.

"Belajar ah. Dengan belajar aku menjadi anak yang pintar," kata Amar.

Amar membawa beranjak dari duduknya di ruang tengah, ya membawa bukunya. Amar ke kamarnya untuk belajarlah, ya mengulas pelajaran yang telah di berikan padanya di bangku sekolah sama guru.

MARSA DAN BERUANG

Ziva ingin main ke rumah Lyodra. Ziva pun izin sama Ibu.

"Ibu. Ziva main ke rumah Lyodra," kata Ziva.

"Pulang jangan ke malaman ya!" kata Ibu.

"Iya Ibu," kata Ziva.

Ziva telah dapet izin main, ya segera keluar dari rumah. Ziva berjalan menuju rumah Lyodra. Selang berapa saat. Ziva sampai di rumah Lyodra. Ya Lyodra ada di rumah sih, jadi menyuruh Ziva masuk di rumah. Keduanya pun sepakat untuk bermain bonekaan sampai belajar bernyanyi dengan karokean gitu karena cita-cita keduanya ingin menjadi penyanyi terkenal gitu yang di puja-puja banyak penggemar. Sampai waktunya istirahat dari bernyanyi di karokean. Ziva mengambil buku di meja dan segera di baca dengan baik.

Isi buku yang di baca Ziva :

Di sebuah desa, ada seorang kakek yang tinggal bersama cucunya. Cucunya bernama Masha. Suatu hari, Masha ingin pergi ke hutan untuk mencari jamur. 

“Jangan pergi terlalu lama. Cepatlah pulang,” pesan si kakek.

Masha terus berlari ke hutan tanpa mempedulikan ucapan si kakek. Sesampainya di hutan, Masha memetik jamur. Karena terlalu asyik berjalan memetik jamur, Masha tersesat. Ketika sedang mencari jalan pulang, Masha melihat sebuah gubuk. Dia pun segera membuka pintu gubuk itu. Karena kelelahan, Masha pun tertidur. Pondok itu sebenarnya milik beruang. Ketika beruang pulang, dia terkejut melihat ada manusia di rumahnya.

“Sejak hari ini kau harus bekerja untukku. Kau harus membersihkan rumah, memasak, dan mencuci,” kata beruang. 

Masha pun menurut. Suatu hari, Masha membuat sebuah kue. 

“Beruang yang baik, aku ingin sekali memberikan kue ini untuk kakekku,” kata Masha.

“Kau tidak boleh pergi. Biar aku saja yang akan mengantarkannya,” kata beruang.

“Baiklah, tapi kau harus janji tidak akan memakan kue ini. Aku akan mengawasimu dari atas pohon,” kata Masha.

Akhirnya, beruang pergi ke desa. Diam-diam, Masha bersembunyi di dalam keranjang kue. Di tengah perjalanan, beruang merasa lapar. Dia berencana untuk memakan sedikit kue yang dibawanya. 

Ketika akan membuka keranjang, Masha langsung berteriak, “Kau tidak boleh makan kuenya! Aku mengawasimu, Beruang!”

Beruang pun tidak jadi memakan kue itu. Dia melanjutkan perjalanan ke desa. Sesampainya di depan rumah Masha, seekor anjing menyerang beruang itu. Mendengar keributan, kakek Masha segera keluar rumah. Melihat hal itu, Masha pun segera keluar dari keranjang. Dia berlari memeluk kakeknya. Masha menangis  sambil meminta maaf karena tidak mendengarkan nasihat kakek.

“Syukurlah kamu sudah kembali," kata kakek sambil memeluk Masha.

Sejak saat itu, Masha menuruti nasihat kakeknya dan lebih berhati-hati lagi kalau mencari jamur di hutan.

***

Ziva berhenti baca bukunya.

"Cerita yang bagus. Di tulis di buku dari Rusia," kata Ziva.

Ziva terus membaca pesan moral yang di tulis di buku "Patuh Nasihat Orangtua. Patuhilah nasihat orangtua. Saat bermain, jangan pergi terlalu jauh. Jika sudah waktunya pulang, maka kalian harus cepat pulang."

Ziva memahami buku yang ia baca dengan baik dan buku di taruh di meja. Hari sudah sore, ya menjelang magrib.

"Aku keasikan main. Aku pulang ke rumah bisa kemalaman ini mah," kata Ziva.

Ziva pamitan sama Lyodra untuk pulang. Ya di persilakan sama Lyodra. Ziva segera berjalan cepat menuju rumahnya. Sedang Lyodra membereskan semuanya setelah bermain agar ibu tidak marah. Ziva berhenti berjalan. Dono yang berada di atas motor melihat Ziva dan menghampirinya.

"Ziva naik motor. Mas anter pulang ke rumah!" kata Dono menawarkan dirinya jadi ojek untuk Ziva.

"Iya. Mas Dono," kata Ziva.

Ziva naik motor, ya duduk di belakanglah. Dono membawa motor dengan baik. Selang beberapa saat sampai di rumah Ziva.

"Terimakasih Mas Dono," kata Ziva.

"Iya," kata Dono.

Dono segera meninggalkan tempat tersebut, ya membawa motornya dengan baik menuju arah pulang ke rumah. Ziva, ya masuk rumah dan segera berbenah diri dengan baik. Setelah itu. Nonton Tv bersama ibu di ruang tengah. Ayah masih sibuk dengan kerjaanya di ruang kerja.

Wednesday, July 21, 2021

KISAH MAYRAH, ANGIN YANG MENGUSIR MUSIM DINGIN

Selesai olahraga di depan rumah, ya Tyson duduk santailah.

"Tubuhku rasanya bugar setelah olahraga," kata Tyson.

Tyson minum-minuman berenergi.

"Seger minuman berenergi ini. Stamina ku kembali," kata Tyson.

Tyson mengambil buku di meja dan di bacanya dengan baik.

Isi buku di baca Tyson :

Saat musim dingin, semua hewan bersembunyi di sarangnya masing-masing. Iguana bersembunyi di dalam pasir. Ular bersembunyi di celah batu. Elang bersembunyi di dalam tebing. Mereka semua tetap di tempat persembunyiannya sampai Mayrah datang.

Mayrah adalah angin yang tugasnya mengusir musim dingin. Kedatangan Mayrah selalu ditemani hujan deras, petir, dan angin ribut. Jika ada hujan deras petir, dan angin ribut, iguana tahu kalau sebentar lagi musim dingin akan berakhir.

Meskipun begitu, iguana tetap tidak akan keluar dari pasir. Dia baru akan keluar jika sudah terdengar kicauan burung kutilang. Jika burung kutilang sudah ramai berkicau, itu tandanya musim dingin benar-benar sudah pergi. Maka, iguana akan mulai membuka mata dan keluar dari pasir.

Dari atas tebing, elang melihat iguana sudah keluar dari pasir. Inilah tandanya musim dingin sudah pergi. Kini, saatnya untuk keluar dari sarang dan pergi berburu lagi. Mayrah terus berhembus pelan. Dia melewati gunung, sungai, padang rumput, dan hutan.

Mayrah mencairkan air sungai yang membeku. Satu per satu bunga-bunga mulai mekar. Lebah pun juga keluar untuk menghisap sari bunga. Setelah Mayrah mengusir musim dingin, datanglah Yhi si matahari. Kedatangan Yhi menandakan musim semi dan musim panas telah tiba. Mayrah baru akan datang lagi jika musim dingin akan berlalu. Begitulah kegiatan mereka setiap tahun.

***

Tyson berhenti baca bukunya.

"Bagus cerita yang berasal dari Australia," kata Tyson.

Tyson membaca pesan moral yang di tulis di buku "Hidup teratur lakukan kegiatanmu secara teratur, sesuai jadwal agar hidupmu mudah dan terencana dengan baik."

Tyson memahami pesan moral yang di tulis di buku tersebut, ya buku pun di tutup dan di taruh di meja. Tryon beranjak dari duduknya di depan rumah ke dalam rumah untuk berbenah diri. Setelah berbenah diri. Tyson nonton Tv di ruang tengah.

"Apa yang di tulis di buku tentang hidup teratur....benar juga. Hidupku mudah dan terencana dengan baik. Pinter yang membuat cerita di buku," kata Tyson.

Tyson terus nonton Tv dengan acara yang di tonton berita yang menayangkan keadaan negara Australia.

PETANI DAN BOGGART

Surya selesai main game di PlayStation dengan adiknya Dika di ruang tengah. Surya ke ruang tamu, ya duduk di ruang tamu, ya sambil makan kue dan minum air aqua gelas. Dika masih di ruang tengah, ya main robot-robotan transformer. Surya mengambil buku di bawah meja dan segera di baca dengan baik. 

Isi baca buku yang di baca Surya :

Dahulu, ada seorang petani yang memiliki sebidang tanah. Tanah itu dipenuhi Boggart. Boggart adalah makhluk pendek, gemuk, berbulu, dan bau. Ketika petani hendak membajak tanah, Boggart marah. Boggart telah menghuni tanah itu selama ratusan tahun. Setelah berunding, akhirnya petani dan Boggart sepakat membajak tanah bersama-sama. Hasilnya pun nanti akan dibagi dua. Petani itu ternyata serakah. Dia ingin mendapat hasil panen lebih banyak. Petani pun mencari cara untuk berbuat curang pada Boggart.

“Kau ingin hasil panen yang mana? Bagian atas atau bagian bawah?” tanya petani.

“Aku ingin bagian bawah,” jawab Boggart.

Petani lalu menanam gandum. Saat panen tiba, petani mendapatkan biji gandum. Sementara itu, Boggart hanya mendapat batang dan akarnya. Boggart tentu saja marah karena tidak mendapat hasil panen.

“Lain kali, aku ingin hasil bagian atas,” kata Boggart.

Petani itu tidak kehilangan akal. Kali ini, dia menanam kentang. Ketika musim panen tiba, petani mendapat umbi kentang. Sedangkan Boggart hanya mendapat batang dan daun kentang yang tidak berguna. Petani tertawa senang melihat tipuannya berhasil. Boggart yang sangat marah akhirnya pergi ke hutan. Dia tidak pernah kembali lagi. Boggart masih kesal dengan petani dan keturunannya. Kadang kala, dia muncul di rumah petani di Inggris. Boggart muncul di malam hari dan mencuri barang-barang si petani. Boggart juga sering membuat kuda dan hewan ternak lainnya menjadi lumpuh.

***

Surya berhenti baca bukunya.

"Cerita yang bagus berasal dari Inggris di tulis di buku," kata Surya.

Surya makan kuenya dan juga minum air aqua gelas. Surya membaca pesan moral yang di tulis di buku "Jangan Curang. Jangan suka berbuat curang. Curang itu tidak baik karena membuat orang lain marah dan susah."

Surya memahami pesan moral yang di tulis di buku, ya segera menutup bukunya dan di taruh di meja. 

"Belajarlah. Agar aku pintar. Kalau ada ujian sekolah aku bisa menyelesaikan semua soal-soal yang di berikan. Aku tidak akan berbuat curang dengan cara menyontek gitu karena tidak menjawab soal-soal yang sulit yang di berikan pada ujian sekolah," kata Surya.

Surya pun beranjak dari duduknya di ruang tamu ke kamarnya untuk belajar. Dika tetap masih main robot-robotan transformer.

MENAKUT-NAKUTI

Indro tiba-tiba tidak merasa enak pada tubuhnya. Indro hanya duduk diam di ruang tamu. Dono dan Kasino selesai dengan urusan kerjaanya, ya keluar dari kamarnya. Dono dan Kasino ke ruang tamu, ya melihat Indro yang terlihat pucat gitu.

"Indro sakit?" tanya Kasino.

"Badan ku tidak enak," kata Indro.

"Indro cuma masuk angin aja," kata Dono.

"Bisa jadi sih Don," kata Indro.

"Jangan-jangan Indro terkena penyakit yang lagi hits saat ini. Covid-19 varian delta gitu," kata Kasino menakut-nakuti saja.

Indro terkejut dengan omongan Kasino dan berkata "Kasino jangan ngomong begitu. Aku terkena covid-19 varian delta. Ini cuma masuk angin aja kok."

"Kebiasaan Kasino cuma nakutin aja kok," kata Dono.

"Aku paham sih. Cuma menakut-nakutin aja kena penyakit covid-19 varian delta," kata Indro.

"Maaf deh cuma sedikit mainan saja kok," kata Kasino.

"Aku maaf deh...Kasino," kata Indro.

"Indro mau di rawat di rumah apa di rumah sakit?" tanya Dono.

"Cuma masuk angin, ya di rumah saja sih Don!" kata Indro.

"Kalau cuma masuk angin saja sih di rumah saja," kata Dono.

Dono memeriksa Indro dengan baik untuk memastikan sesuatu.

"Penyakitnya Indro penyakit biasa aja. Aku kirain ada yang bangun dari tidurnya," kata Dono.

"Bangun dari tidurnya apa itu Don?" tanya Kasino.

"Yang bangun dari tidurnya itu?" tanya Indro.

"Rohlah. Kalau Roh bangun. Orang yang sehat bisa jadi sakit. Yang sakit bisa tambah sakit dan pada akhirnya meninggal dunia," kata Dono.

"Menakut-nakutin...ya Don?" tanya Indro.

"Bisa di bilang begitu sih," kata Dono.

"Malaikat maut. Bisa jadikan. Dono sering bercerita tentang malaikat maut," kata Kasino.

"Aku kan rajin ibadah dengan tujuan berdoa untuk Aku panjang umur," kata Indro.

"Amin," kata Dono.

"Amin. Indro panjang umur," kata Kasino.

"Penyakit Indro cuma masuk angin saja. Ya udahlah di beri obat masuk angin saja," kata Dono.

Dono mengambil obat masuk angin di tempat obat yang di taruh di ruang makan. Dono membawa obat itu ke ruang tamu. 

"Indro minum obat ini. Pasti sembuh. Kata iklan di Tv," kata Dono memberikan obat masuk angin pada Indro.

"Iya," kata Indro sambil mengambil obat masuk angin di tangan Dono.

Indro minum obat masuk angin tersebut.

"Gimana rasanya?" tanya Dono.

"Gimana rasanya?" tanya Kasino.

"Agak mendingan sih Dono, Kasino," kata Indro.

"Indro kaya sembuh dari penyakitnya," kata Dono.

"Kalau begitu aku nonton Tv saja di ruang tengah. Indro baik-baik istirahat di situ!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro tidur-tiduran di sofa. Dono duduk di sofa dan segera mengambil bukunya di meja untuk di baca dengan baik. Kasino sudah ke ruang tengah dan menghidupkan Tv. Kasino asik nonton acara Tv yang bagus gitu.

PERSAHABATAN NINA DAN POHON TUA

Nabila merawat tanaman di potnya dengan baik, ya tanaman itu mawar putih. Selesai merawat tanamannya, ya Nabila istirahat di ruang tamu. Buku di meja pun di ambil Nabila, ya segera baca dengan baik.

Isi buku yang di baca Nabila :

Di sebuah kota pelabuhan yang ramai, ada anak perempuan yatim piatu bernama Nina. Ayah dan ibunya meninggal dunia ketika ia masih kecil. Sejak itu, Nina tinggal bersama bibinya yang galak. Walaupun bibinya galak, Nina selalu rajin bekerja. Salah satu tugasnya adalah mengambil air dari sumur. Letak sumur itu sangat jauh dari rumah bibinya. Untunglah di tengah jalan ada sebatang pohon tua yang rimbun. Nina sering singgah di bawah pohon itu untuk melepas lelah.

Kadang-kadang, Nina menangis sedih di bawah pohon itu. la merasa sendirian di dunia ini. Anehnya, setiap kali ia menangis, pohon itu selalu mengembangkan ranting-rantingnya. Daun-daunnya bergerak dengan lembut dan berirama. Nina terpesona sehingga ia lupa pada kesedihannya. Bahkan, tak jarang Nina sampai tertidur. Bila ia tertidur, pohon itu menundukkan ranting-ranting daunnya agar Nina terlindung dari panas matahari.

Hari demi hari pun berlalu. Suatu hari, Raja Portugal berencana membuat sebuah kapal yang besar. Pohon-pohon tua yang ada di seluruh negeri akan di tebang untuk membuat kapal. Nina gelisah, ia cemas pohon tuanya akan turut di tebang. Siang itu, sepulang mengambil air dari sumur, Nina melihat tanda silang putih pada batang pohon kesayangannya itu. Berarti pohon itu akan di tebang. Hati Nina sedih sekali. la menangis sambil memeluk pohon yang dikasihinya.

“Pohonku, mungkin hari ini adalah hari terakhir perjumpaan kita. Aku akan kehilangan satu-satunya teman yang ku miliki. Aku tak dapat mencegahnya,” isak Nina.

“Jangan sedih,” tiba-tiba pohon itu berkata.

“Kapal itu tak akan berlayar tanpa kehendakmu. Naiklah dan ikutlah berlayar bersama kapal itu. Maka kita akan bersama-sama lagi,” katanya lagi.

Esok paginya, pohon itu ditebang. Beberapa bulan kemudian, selesailah kapal yang diinginkan Raja. Namun, ketika akan diluncurkan, kapal itu sedikit pun tak mau bergerak walaupun sudah di dorong. Raja menjadi kecewa dan marah. Berita mengenai kapal yang tak mau bergerak itu akhirnya terdengar oleh Nina. la teringat pesan terakhir pohon tuanya. Tanpa pikir panjang, Nina pergi ke pelabuhan. Dengan susah payah ia berhasil menemui raja di atas kapal baru itu.

Nina minta izin agar diperbolehkan melayarkan kapal tersebut. Raja semula tak percaya, tapi akhirnya memberi izin. Nina pun pergi keanjungan kapal dan mulai mengusapnya. 

“Pohonku, tolonglah aku. Bergeraklah! berlayarlah! Seluruh penduduk kota ini ingin menyaksikan engkau berlayar ke lautan lepas,” kata Nina.

Semua orang berdebar menanti apa yang akan terjadi. Tiba-tiba, kapal itu bergerak sedikit demi sedikit. Lalu, lepaslah ia dari sandarannya. Dengan tenang kapal itu melaju ke taut. Penduduk kota bersorak gembira. Raja yang gembira memeluk Nina dengan erat.

“Bagaimana engkau bisa membuat kapal ini berlayar?” tanya raja keheranan.

“Kebetutan kapal ini terbuat dari kayu pohon tua sahabat saya,” jawab Nina dengan santun.

Kemudian, Nina menceritakan seluruh kisah hidupnya kepada raja. Hati raja tersentuh. Sejak itu, Nina tinggal di istana dan menjadi anak angkat sang raja

***

Nabila berhenti membaca bukunya.

"Bagus cerita yang baru aku baca asal dari Portugal," kata Nabila.

Nabila melanjutkan baca bukunya, ya pesan moral yang di tulis di buku "Jadilah anak yang baik dan suka bekerja keras. Sayangilah sesama makhluk Tuhan. Jika kamu sayang makhluk Tuhan maka Tuhan akan sayang kepadamu."

Nabila memahami pesan moral tersebut. Nabila menutup bukunya dan di taruh di meja. Nabila ke ruang tengah di mana adiknya cowok yang masih balita bermain di jagain Ibu. Nabila bermain dengan adiknya dengan penuh kegembiraan karena Nabila sayang banget dengan adiknya. Ibu memperhatikan kedua anaknya yang bermain dengan gembira. Ibu sayang dengan kedua anaknya. Ayah sedang sibuk dengan urusan kerjaanya di ruang kerjanya.

Tuesday, July 20, 2021

PUTRI DUYUNG BERNAMA SIRENA

Bilqis di ruang tengah sedang asik melihat ikan-ikan di akuarium. 

"Ikan-ikan yang cantik," kata Bilqis.

Bilqis mengambil kotak berisi makan ikan yang ada di samping akuarium. Bilqis memberikan makan pada ikan di akuarium. Ikan memakan makan itu dengan baik. Bilqis senang senang melihatnya. Kotak berisi makan ikan di taruh kembali di samping akuarium. Bilgis duduk di sofa dan mengambil buku di meja. Di baca buku tersebut sama Bilqis.

Isi buku yang di baca Bilqis :

Dahulu kala, di Kota Agana, Amerika Serikat, hiduplah seorang anak perempuan bernama Sirena. Ia adalah anak yang cantik dan periang. la suka sekali berenang di Sungai Minondo. Setiap hari, ia menyempatkan diri untuk berenang walaupun sebentar. Suatu hari, Sirena disuruh ibunya mencari batok kelapa di ladang untuk bahan bakar. Sirena menuruti permintaan ibunya dan pergi ke ladang. 

“Cepat ya, Sirena. Ibu butuh batok kelapa secepatnya,” pesan ibu.

Di tengah perjalanan, ia melewati Sungai Minondo. Melihat air yang begitu jernih, Sirena ingin sekali mandi. 

“Ah, segarnya kalau aku bisa berenang sebentar saja,” pikir Sirena.

“Tapi ibu menyuruhku cepat-cepat. Bagaimana ya? Mandi tidak ya?” pikirnya lagi

Sirena berjalan pelan di pinggir sungai sambil berpikir, “Ah, aku mau berenang sebentar saja.”

Akhirnya, Sirena berenang di Sungai Minondo. Kesegaran air membuatnya lupa waktu. la pun berenang dan melupakan tugasnya mencari batok kelapa. Sementara di rumah, Ibu Sirena mulai tidak sabar menunggu. 

“Sirena lama sekali. Pasti ia berenang dulu di sungai. Dasar anak nakal,” kata ibunya.

Ibu Sirena berjalan keluar masuk rumah, tapi belum juga melihat Sirena kembali. la semakin kesal dan mengutuk, “Karena Sirena senang sekali berenang, biarlah separuh badannya menjadi ikan. Biarlah ia selamanya hidup di air.”

Di sungai itu, Sirena kaget sekali mendapati tubuhnya berubah. Dari pinggang ke bawah, tubuhnya berubah seperti tubuh ikan dan kakinya berubah menjadi seperti ekor ikan. Sirena tidak bisa lagi berjalan di daratan dan hanya bisa berenang di sungai. 

Sore harinya, ibu Sirena mencari Sirena ke sungai. la sangat kaget saat melihat anaknya telah berubah menjadi separuh manusia dan separuh ikan. la menyesal telah gegabah mengucapkan kutukan.

"Sudahlah, Ibu. Ini mungkin sudah nasibku. Aku akan pergi sekarang,” kata Sirena.

“Maafkan ibu,” kata sang ibu sambil menangis.

Sirena berenang sampai ke muara dan akhirnya menuju lautan lepas. Sejak itu, banyak pelaut yang bercerita bahwa mereka pernah bertemu dengan gadis berekor ikan di lautan lepas. Dialah Sirena, si putri duyung.

***

Bilqis berhenti baca bukunya.

"Cerita yang bagus dari Amerika Serikat di tulis di buku," kata Bilqis.

Bilqis melanjutkan baca bukunya yang di baca pesan moral yang di tulis di buku "Ingat dan taati nasihat orangtuamu, jangan sekali-kali membantahnya dengan kasar. Jika pesan orang tuamu salah, jelaskan dengan baik-baik. Anak yang suka melanggar nasihat orang tua akan mendapat celaka."

Bilqis memahami pesan moral yang di tulis buku.

"Aku harus patuh pada orangtua," kata Bilqis.

Bilqis menutup bukunya dan buku di taruh di meja. Ibu Ayu baru pulang dari kerjanya sebagai penyanyi dangdut gitu. Ibu Ayu duduk di sofa sambil memanggil Bilqis dengan suara keras. Bilqis mendengar panggilan ibunya, ya segera Bilqis menghampiri ibunya. Bilqis memeluk ibunya.

"Ini anak kenapa memeluk aku? Aku memanggilnya sebenarnya kangen juga pada anak ku. Kerja seharian jadi penyanyi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada niatku untuk memarahinya. Apa Bilqis salah menanggapi panggilan ku yang agak keras suaranya?" kata hati Ibu Ayu.

Bilqis lama memeluk ibu Ayu karena sayang banget sama ibunya. 

"Bilqis sayang ibu," katanya.

Ibu Ayu pun berkata pada anaknya dengan baik "Ibu sayang Bilqis."

Bilqis melepaskan pelukan pada ibunya. Ibu Ayu ke kamarnya untuk berbenah diri. Bilqis juga ke kamarnya, ya belajarlah.

Monday, July 19, 2021

MOTONG HEWAN QURBAN

Dono, Kasino dan Indro selesai melaksanakan sholat Idul Adha. Ketiga segera melaksanakan memotong hewan qurban bersama dengan pengurus mesjid. Kambing di sembelih duluan dan di ambil dagingnya dengan baik untuk di khususkan di konsumsi pengurus mesjid yang menjalankan tugasnya dalam pemotongan hewan qurban. Ibu-ibu dan remaja cewek yang masak daging kambing dengan baik. Sapi di sembeling dengan baik, ya sama pengurus mesjid. Dengan bekerja sama dengan baik, ya perkerjaan jadi mudah banget.

"Dono....keadaan motong hewan qurban, ya seperti biasanya," kata Indro sedang motong daging sapi dengan golok gitu.

"Iya," kata Dono sambil motong daging sapi.

Kasino dengan pengurus mesjid, ya sedang ngulitin daging kambing dengan baik. Keadaan sibuk banget dengan tanggung jawab masing-masing dengan bagian kerjaan masing-masing. Sampai waktu dhuzur ternyata kerjaan motong hewan qurban  di mesjid selesai. Dono, Kasino dan Indro menjalankan sholat dhuzur di mesjid, ya setelah bersih-bersihlah. Pengurus lain, ada asik makan daging kambing buatan ibu-ibu dan juga remaja cewek.

Selesai sholat dhuzur. Dono, Kasino dan Indro makanlah karena sudah di siapkan dengan baik sama ibu-ibu dan remaja cewek. Setelah kenyang, ya Dono, Kasino dan Indro mengantarkan ke warga yang telah di tetapkan mendapatkan daging hewan qurban begitu juga dengan pengurus mesjid. Yang di bagikan daging qurban, ya lumayan banyak sih. Sampai waktu sholat asar, ya membagikan daging hewan qurban telah selesai. 

Dono, Kasino dan Indro pulang ke rumah dengan membawa daging hewan qurban. Pengurus mesjid, ya pulanglah karena telah selesai kerjaanya. Sampai di rumah. Dono, Kasino dan Indro sepakat mengolah daging hewan qurban di buat sate. Singkat waktu. Jadilah sate. Dono, Kasino, Indro menyantap sate dengan baik di halaman belakang sambil menikmati keadaan yang tenang gitu.

"Sate buatan ku ini enak," kata Dono.

"Sate...orang Jawa Timur kan?!" kata Indro.

"Yang buat orang Jawa Timur, ya pastinya di sebut sate orang Jawa Timur," kata Indro.

"Sate buatan ku juga enak. Sate buatan orang Bengkulu," kata Kasino.

"Sate Bengkulu, yang buat Kasino," kata Indro.

"Kasino kan orang Bengkulu. Orang Sumatra," kata Dono.

"Sate buatanku sate Jakarta. Yang buat orang Jakarta karena tinggalnya di Jakartalah," kata Indro.

"Eeemmm," kata Dono.

"Eeeemmm," kata Kasino.

Indro, Kasino dan Dono terus menikmati makan sate tersebut sampai kenyang. 

"Aku puas makan sate buatan aku sendiri," kata Indro.

"Sama. Aku puas makan sate buatan aku sendiri," kata Kasino.

"Idem," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro membereskan semuanya dengan baik. Hari pun telah magrib. Ketiganya menjalankan sholat magrib di rumah dengan baik. Setelah itu. Nonton Tv lah Kasino dan Indro di ruang tengah. Dono di ruang tamu, ya biasa baca bukunya dengan baik.

TETAP IBADAH

Kasino dan Indro duduk di ruang tengah, ya asik nonton Tv. Acara yang di tonton keduanya, ya acara berita seputar ini dan itu.....pokoknya menarik di tonton lah. Dono di ruang tamu sedang baca buku dengan baik.

Isi cerita yang di baca Dono :

Toni bangun dari tidurnya, ya segera berbenah diri dengan baik dan menyiapkan perlengkapan untuk berburu. Toni keluar dari rumahnya dan melihat keadaan kampungnya. Semua warga kampung menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasa. Kakek mendekati Toni.

"Toni....hari ini berburu?" tanya Kakeknya Toni.

"Iya...Kakek," kata Toni.

"Hati-hati ya berburu di hutan," kata Kakek.

"Iya....Kakek," kata Toni.

Toni pun berjalan dengan baik menuju hutan. Selang berapa saat sampai di hutan. Toni mulai menggunakan panahnya untuk berburu binatang di hutan. Terlihatlah seekor rusa. Toni dengan pelan-pelan mengarahkan anak panahnya pada rusa. Ketika perhitungan Toni sudah tepat, ya anak panah di lepaskan dari busurnya. Panah melesat kearah rusah dan kena kebagian tubuh rusa. Ya Rusa pun jatuh ke tanah.

"Hore aku berhasil mendapatkan rusa," kata Toni.

Toni pun segera ke tempat rusa yang tergeletak di tanah yang berumput. Toni membawa hasil buruannya dengan baik, ya di bopong dengan baik. Terlihat di langit kepulan asap yang berasal dari kampung. Toni khawatir dengan keadaan kampungnya jadi Toni berlari menuju kampungnya. Sampai di kampung. Toni menggeletakan daging rusa di tanah, ya mencari kakeknya karena keadaan kampung terbakar dengan api dan juga banyak orang kampung yang mati, ya tergeletak di mana-mana dengan bekas luka yang parah dari pedang dan tombak.

Sampai di rumah. Toni mendapatkan Kakek meninggal yang terluka parah di tebas pedang. Toni menangis kehilangan Kakek dan semua warga kampungnya. Toni menguburkan Kakek dan juga semua warga kampungnya dengan baik. Setelah selesai semuanya.

"Semua ulahnya para penjahat yang menghabisi semua warga kampung dan juga kakek ku," kata Toni.

Toni masih bingung ingin bales dendam tapi cuma sendirian. Toni diam di kampungnya dengan baik. Toni terus menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasanya sampai menjalankan ibadah dengan baik. Perayaan agama pun di jalankan Toni sendirian. 

"Hidup sendirian penuh dengan kesepian. Ibadah tetap aku jalankan dengan baik dengan keadaan ku sendirian," kata Toni.

Toni akhirnya memutuskan untuk pergi dari kampungnya, ya tujuannya bales dendam pada penjahat telah menghancurkan kampungnya. Berhari-hari Toni berjalan menuju tujuan yang sebenarnya Toni tidak tahu. Sampai di sebuah perkampungan. Ternyata perkampungan itu telah hancur. Banyak orang yang meninggal. Karena tidak ada yang menguburkan mayatnya, ya jadinya tegeletak di mana-mana sampai menjadi tengkorak gitu. Toni pun menguburkan semua dengan baik. Setelah itu Toni duduk santai sambil melihat langit. 

"Aku harus menghancurkan para penjahat yang menghancurkan kampung ini," kata Toni.

Toni yang telah memantapkan dirinya. Berjalanlah Toni dengan baik menuju tujuannya. Berhari-hari Toni mencari perkampungan penjahat. Pada akhirnya. Toni melihat dua orang yang bertarung dengan menggunakan pedang. Keduanya bertarung dengan sengit sampai akhirnya salah satu mati tertusuk pedang. Toni mendekati orang tersebut.

"Kamu ini penjahat apa orang baik?" tanya Toni dengan polos.

"Sedangkan kamu?" tanya Heru.

"Aku orang yang baik," kata Toni yang polos.

Heru memperhatikan dengan baik.

"Ternyata aku bertemu dengan orang baik," kata Heru.

Heru yang kehilangan banyak darah karena terluka di perutnya, ya jatuh ke tanah. Toni ingin menolongnya, ya berusaha mengobati dari lukanya yang parah.

"Aku berhasil menghancurkan kampung penjahat dengan meracuni semuanya," kata Heru.

"Jadi kamu telah menghancurkan kampung penjahat?" kata Toni.

"Balas dendam ku berhasil," kata Heru.

Heru pun menutupkan mata, ya meninggal dunia. 

"Jadi orang ini menghancurkan kampung penjahat," kata Toni.

Toni menguburkan mayat orang yang telah menghancurkan kampung penjahat. Setelah itu. Toni ke tempat kampung penjahat untuk melihat keadaan kampung tersebut. Ternyata semua penjahat mati semuanya dengan di racuni dari air minum dan makanan.

"Kejahatan telah musnah," kata Toni.

Toni pun memutuskan pulang ke kampung. Berhari-hari berjalan dengan baik, ya pada akhirnya sampailah di kampungnya. Toni menjalankan kehidupan sehari-hari dengan baik dan juga ibadah dengan baik, ya menjalankan agamanya dengan baik. 

"Sendirian di kampung ini tetap ibadah, ya menegakkan agama dengan baik," kata Toni.

Toni terus menjalankan hidupnya dengan baik sampai bertemu dengan seorang gadis cantik di hutan. Toni menjalankan hubungan dengan baik dengan gadis tersebut. Lira menerima perteman dengan Toni. Keduanya pada akhirnya tumbuh rasa cinta dan memutuskan menikah. Toni pada akhirnya tidak hidup sendiri di kampungnya, ya ada Lira menemaninya. Toni dan Lira hidup dengan penuh bahagia dengan tetap menjalankan ibadah dengan baik, ya menegakkan agama dengan baiklah.

***

Dono selesai membaca bukunya.

"Keadaan apa pun terjadi sampai warga kampung meninggal semua. Tetap ibadah, ya menegakkan agama. Di jalankan dengan kesendirian," kata Dono.

Dono menutup bukunya.

"Kalau keadaan lingkungan di buat seperti cerita yang baru aku baca. Banyak warga masyarakat yang mati karena penyakit dan cuma aku yang hidup. Aku harus menjalankan ibadah dengan baik, ya menegakan agama dengan baik. Sampai perayaan hari raya agama, ya aku jalankan dengan baik....sendiri," kata Dono.

Dono pun menaruh buku di meja. Dono beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino dan Indro.

INGIN BERQURBAN

Kasino dan Indro di ruang tengah, ya sedang asik nonton Tv. Dono di ruang tamu sedang baca bukunya dengan baik.

Isi cerita yang di baca Dono :

Setelah kepergian Ayah karena sakit yang di deritanya, ya meninggal gitu. Orang-Orang bilang sih Ayah terkena penyakit Covid-19 makanya meninggal. Keadaan memang di masa pandemi covid-19, ya Toto menerima keadaan dirinya dengan penuh ikhlas. Hidup Toto sekarang sebatang kara karena Ayah telah meninggal. Ibu telah lama meninggal saat Toto di lahirkan di muka bumi ini. Toto harus menjalankan hidup dengan melanjutkan usaha Ayah berjualan gorengan.

Setiap hari Toto hanya bisa berjualan gorengan di rumah, ya tidak bisa berkeliling karena ada peraturan dari pemerintahan yang berkaitan menanggulanggi covid-19 di sebut PPKM Darurat. Toto masih bersyukur dengan hasilnya, ya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Toto pun dapet bantuan dari RT karena termasuk warga miskin untuk menanggulangi masalah ekonominya berupa beras dan juga obat. Pak RT hanya menjalankan tugas berdasarkan aturan pemerintahan yang sedang menjalankan PPKM Darurat untuk menanggulangi covid-19.

Toto terus menjalankan ibadahnya dengan baik di rumah tujuannya untuk diri Toto. Sampai waktu menjelang Idul Adha. Toto ingin sekali berqurban seperti orang-orang yang mampu tetangganya sih kaya terlihat dari bangunan rumahnya yang megah kaya istana. Toto memang berjuang tekun dengan usahanya tetap hanya bisa bertahan dengan keadaan saja.

"Nasif orang miskin. Hanya niat saja ingin berqurban. Kenyataan tidak bisa," kata Toto yang keluh kesal dengan keadaan.

Toto tetap menjalankan hidupnya dengan baik, ya tetap terus berusaha karena omongan Ayahnya "Lebih baik berjuang demi hidup dengan hasil seadaannya dari pada meminta-minta belas kasihan dari orang lain".

Toto mengikuti omongan Ayahnya yang bijak dalam menjalankan hidup. Sampai waktu sholat Idul Adha. Toto tetap sholat di rumah saja, ya mengikuti aturan di jalankan pemerintahan yang sedang menanggulangi covid-19, karen alasan Toto nyari aman saja nama juga orang kecil selalu mengikuti aturan gitu. Toto tetap tidak bisa berqurban karena tidak ada uangnya untuk membeli hewan qurban. Sampai waktu pemotongan hewan qurban di mesjid, ya pengurus mesjidlah yang melaksanakan kewajiban dengan baik sampai selesai. Pengurus mesjid mengantarkan daging qurban ke rumah Toto. Ya Toto menerima dengan baik. Pengurus mesjid mengantarkan daging qurban ke rumah orang miskin yang lainnya berdasarkan data kepengurusan mesjid siapa yang berhak mendapatkan daging qurban.

Toto bersyukur mendapatkan daging qurban karena dirinya tidak bisa ikut berqurban seperti orang mampu yang menegakkan agama demi kebaikan semua umat Islam. Saat mengolah daging qurban, ya Toto menangis karena hanya dirinya saja yang mengkonsumsi daging qurban dari mesjid karena tidak seperti biasanya seperti lebaran Idul Adha tahun lalu ada Ayah yang menemani Toto menikmati makan daging qurban. Toto menerima keadaannya dengan penuh ikhlas, ya mengolah daging qurban dengan baik sampai mateng gitu di buat sate aja. Toto makan daging qurban dengan penuh bahagia.

"Mungkin tahun depan aku bisa berqurban," kata Toto.

Toto terus menikmati makan sate daging qurban di rumah.

***

Dono selesai baca bukunya dengan baik.

"Orang yang menegakkan agama Islam pasti menjalankan tugasnya dengan baik dengan menjalankan ibadah dengan baik dan juga berqurban pada hari raya Idul Adha. Allah SWT menerima amal dan ibadah dengan baik umat Islam," kata Dono.

Dono menutup bukunya dengan baik dan menaruh buku di meja. Dono beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino dan Indro. Acara Tv yang di tonton dengan baik sama Dono, Kasino dan Indro...seputar berita ini dan itu.

Saturday, July 17, 2021

KEBIASAAN MASA ANAK-ANAK

"Hari minggu," kata Kasino.

Kasino ke halaman belakang untuk merawat tanamannya di potnya. Dono sedang membaca buku di ruang tamu. Indro di ruang tengah, ya sedang nonton Tv. Acara Tv yang di tonton Indro adalah film Ultraman Trigger.

Isi cerita film yang di tonton Indro di Tv.

Zaman ketika Mars dirintis sebagai pemukiman baru umat manusia. Pemuda yang lahir dan dibesarkan di Mars Kengo Manaka, ketika monster menyerang reruntuhan ultra-kuno, ia diperlihatkan kekuatan misterius. Menyaksikan orang-orang yang terluka karena monster, Kengo yang memiliki harapan besar untuk melindungi senyuman semua orang, diberikan GUTS Sparklens oleh Mitsukuni Shizuma, perwakilan dari Shizuma Foundation, dengan itu dia menyatu dengan raksasa cahaya Ultraman Trigger yang tertidur di ruang bawah tanah reruntuhan ultra-kuno. Kengo yang menolak monster dan raksasa gelap yang menggunakannya, diajak bergabung dalam unit anti-monster Bumi GUTS-SELECT oleh Mitsukuni.

***

Indro terus menonton film Ultraman Trigger dengan baik, ya santai gitu. Dono pada akhirnya menyelesaikan baca bukunya, ya buku di taruh di meja. 

"Nonton Tv ah," kata Dono.

Dono beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro.

"Film Ultraman terbaru, ya Indro?!" kata Dono.

"Film terbaru Ultraman. New Generation Ultraman Tiga. Ultraman Trigger," kata Indro.

"Ultraman Trigger. Bagus juga film Ultraman," kata Dono.

"Emmmm," kata Indro.

Indro dan Dono terus nonton film Ultraman sampai selesai. Acara Tv berganti ke acara lainnya, ya film Kamen Rider Saber. Kasino masih terus merawat tanaman di potnya dengan baik.

"Don....kita ini suka nonton film Ultraman dan Kamen Rider kan?!" kata Indro.

"Ya bisa di bilang begitu sih suka nonton film Ultraman, Kamen Rider dan di tambah Power Rangers," kata Dono.

"Kebiasaan masa anak-anak kalau suka nonton film yang kita tonton di Tv Don, maka sampai dewasa pasti masih suka," kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

Dono dan Indro terus nonton film Kamen Rider dengan baik.

Indro terpikir sesuatu jadi berkata "Don."

"Apa?" kata Dono.

"Di dalam kitab ajaran agama. Manusia harus mengikuti perintah Tuhan kan?!" kata Indro.

"Agama apa yang mau di bicarakan?" kata Dono.

"Di buat umum saja Don!" kata Indro.

"Umum saja toh. Ya memang sih. Di kitab ajaran agama. Manusia harus mengikuti perintah Tuhan," kata Dono.

"Maka itu manusia menjalankan ibadah dengan baik berdasarkan perintah Tuhan, ya menjauhkan dari larangan Tuhan," kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

"Yang aku ingin tahu adalah apakah benar perintah Tuhan yang di tulis di ajarkan agama?" kata Indro.

"Ragu-ragu itu mah Indro dalam menyakini agama yang di yakini," kata Dono.

"Dono kan bisa mendengarkan Roh. Jadi telah membuktikan kebenarannya," kata Indro.

"Aku sebenarnya malas membicarakan tentang Roh. Nanti urusannya Nabi lagi," kata Dono.

"Ayolah Don!" kata Indro.

"Gimana ya?" kata Dono masih berpikir panjang.

"Ayolah Don!" Indro.

"Aku tetap males ingin memberitahukan. Lebih baik...Indro meminta jawabannya sama para ahli agama yang bergelar ini dan itu!" kata Dono.

"Kalau meminta jawaban dari para ahli agama yang bergelar ini dan itu. Jawabannya tidak jauh dari....cukup menyakini dan menjalankan apa yang kami jalankan dengan baik seperti orang tua mu menyakini agama yang di jalankan dengan baik," kata Indro.

"Jawaban itu lebih baik kan," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Iyalah dari pada tidak. Dono tidak mau memberitahu sih kebenarannya," kata Indro.

"Emmmm" kata Dono.

Dono dan Indro terus menonton acara Tv dengan baik. Kasino selesai juga merawat tanaman di potnya. Kasino mencuci tangan pake sabun dan air mengalir gitu. Setelah itu. Kasino duduk dengan santai sambil menikmati minum teh dan makan keripik singkong.

"Cerita tentang acara Tv yang kita tonton ini dan itu, ya di tulis di Blog Dono kan?!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Jadi termasuk promosi atau kah sekedar suka saja dengan apa yang di tonton?!" kata Indro.

"Suka aja apa yang di tonton di Tv. Kalau di bilang mempromosikan acara Tv, ya tidak apa-apa sih.....tergantung pembacanya sih. Padahal masih banyak di jaringan Internet ini dan itu lebih baik dari aku mempromosikan acara Tv yang ini dan itu," Dono menjelaskan.

"Jadi bisa di bilang rezeki masing-masing. Apa yang di usahakan dan di doakan dengan baik, ya membuahkan hasil yang manis kan?!" kata Indro.

"Bisa di bilang begitu. Rezeki masing-masing. Walau kadang produknya sama yang beda adalah yang membuatnya....contohnya gorengan gitu," kata Dono.

"Iya juga ya. Seperti gorengan. Ya sudahlah Don...tidak perlu di bahas lebih jauh lagi!" kata Indro.

"Emmmmm," kata Dono.

Dono dan Indro fokus nonton Tv dengan baik. Kasino, ya memutuskan main game di Hp-nya dengan baiklah.

DON JUAN DAN PUTRI MARIA

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton acara Tv tentang lomba memasak yang di kenal dengan nama Master Chef Indonesia Season 8. 

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Acara Master Chef-nya bagus ya Kasino," kata Indro.

"Iya. Seperti biasanya sih," kata Kasino.

"Aku tertarik dengan satu karakter cewek di Master Chef  yang kita tonton ini," kata Indro.

"Kebiasaan Indro," kata Kasino.

"Menurutku cewek itu memang cantik dan ada keunikan sesuatu gitu," kata Indro.

"Penilaian dari pandangan cowok," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menonton acara Tv dengan baik gitu. Dono di ruang tamu sedang melihat vidio yang menarik di Youtobe di Hp-nya. Vidio yang di tonton, ya vidio Byoode yang menyannyikan lagu Jangan Coba-Coba. Dono memang menonton vidio itu sampai selesai. Dan Dono di teruskan dengan vidio lain, ya masih berkaitan dengan Byoode sih. Ya di tonton sampai selesai juga sih.

"Cewek kalau di berikan kesempatan....pasti berusaha sebaik mungkin untuk menunjukkan kemampuan. Ok lah. Bagus dan terus berusaha mencapai kesempurnaan," kata Dono.

Dono menghentikan nonton Youtobe di Hp-nya, ya Hp di taruh di meja. Dono mengambil buku di meja dan segera di baca dengan baik banget.

Isi buku yang di baca Dono :

Di sebuah istana yang sangat megah hiduplah seorang raja bersama ketiga putrinya. Mereka bernama Putri Clara, Putri Catalina, dan Putri Maria. Ketiga putrinya sangat menyayangi Sang Raja. Putri Maria, anak yang paling bungsu, sangat perhatian pada ayahnya. Ia selalu menemani ke mana pun Sang Raja pergi. Ia pun selalu mengingatkan Sang Raja untuk menjaga kesehatannya dengan baik. Suatu hari Sang Raja jatuh sakit. Putri Maria pun sangat sedih. Setiap hari ia merawat ayahnya dan berdoa agar ayahnya kembali sehat. Namun, rupanya sakitnya kali ini sangat berat. Dari hari ke hari kondisi Sang Raja semakin buruk. Semua tabib terbaik di seluruh negeri telah dipanggil ke istana untuk mengobatinya. Akan tetapi, tidak satu pun dari mereka yang berhasil menyembuhkan penyakit Sang Raja. Karena penyakit Sang Raja semakin parah, prajurit kepercayaannya pun mengumumkan kepada seluruh penduduk, barang siapa yang bisa menyembuhkan Sang Raja maka ia akan dinikahkan dengan salah satu dari putrinya. 

Berita itu dengan cepat tersebar ke seluruh negeri. Namun, hingga hari ketiga tidak ada satu pun orang yang datang untuk mengobati Sang Raja. Semua orang pun sangat sedih termasuk ketiga putrinya. Putri Maria yang menemani Sang Raja setiap hari berdoa agar ada seseorang yang mampu menyembuhkan Sang Raja. Ia telah berjanji, siapa pun orang yang bisa menyembuhkan ayahnya, ia akan bersedia untuk dinikahkan dengan orang tersebut. Akhirnya, pada hari keempat seorang prajurit membawa sebuah berita ke dalam istana. Ia menyampaikan bahwa ia telah menemukan tabib yang sangat hebat. 

“Lalu kenapa kamu tidak langsung membawa tabib tersebut?” Putri Maria bertanya kepada prajurit tersebut. 

“Akan tetapi, tabib tersebut adalah seekor naga raksasa. Ia tinggal di hutan dan berbicara kepadaku bahwa ia akan menyembuhkan penyakit Sang Raja,” jawab prajurit dengan terbata-bata. 

Mendengar jawaban itu, ketiga putri Sang Raja sangat terkejut. 

“Aku tidak mau menikahi seekor naga!” Putri Clara merasa tersinggung dengan perkataan prajurit itu.

“Meskipun ia sangat sakti dan bisa menyembuhkan Ayah, aku tidak mungkin menikahi seekor naga,” timpal Putri Catalina tidak mau kalah dengan kakaknya. 

“Untuk kesembuhan Ayah, aku akan melakukan apa saja. Jika naga itu berhasil menyembuhkan Ayah, aku akan menikah dengannya,” kata Putri Maria dengan sangat tulus kepada Sang Raja di hadapan kedua kakaknya. 

Prajurit pun segera membawa naga tersebut. Dan benar saja, naga itu berhasil menyembuhkan Sang Raja. Sang Raja kembali sehat seperti semula. Sesuai dengan janjinya, Putri Maria pun menikahi naga itu. Ia pun harus mengikuti Sang Naga untuk tinggal di hutan. Putri Maria pun menuruti semua permintaan Sang Naga. Putri Maria dan Sang Naga hidup di sebuah rumah di hutan. Keduanya hidup dengan bahagia. Namun Sang Naga menyadari bahwa Putri Maria menjadi semakin kurus dan ia sering melihatnya menangis. Ia menanyakan apa sebabnya pada Putri Maria. Akhirnya Putri Maria berkata jujur bahwa ia memang belum terbiasa hidup bersama seekor naga. Sang Naga bisa memahami perasaan Putri Maria. Ia kemudian menyuruh Sang Putri untuk menunggu sebentar di rumah. Tidak lama kemudian, seorang laki-laki tampan dan berpakaian sangat rapi masuk menemui Putri Maria.

Ternyata Sang Naga berubah menjadi seorang laki-laki tampan yang bernama Don Juan. Sejak saat itu Putri Maria merasa sangat bahagia. Keduanya menjalani hari demi hari dengan hati gembira. Tibalah saatnya festival yang akan diadakan di istana. Putri Maria di undang untuk datang ke sana. Ia sangat senang karena akan bertemu dengan Sang Raja dan kedua kakaknya. Namun, Don Juan menolak untuk ikut serta. Ia melarang Putri Maria untuk membuka identitas rahasianya. Ia memberikan sebuah cincin kepada istrinya dan memintanya untuk tidak memberi tahu keluarganya di istana mengenai siapa ia sebenarnya. 

“Jika kamu membuka identitas rahasiaku, maka kita tidak akan pernah bertemu lagi. Cincin ini yang akan menolongmu dalam keadaan sulit,”  kata Don Juan kepada istrinya. 

Putri Maria segera pergi ke istana seorang diri. Ia telah berjanji untuk tidak memberitahukan tentang identitas suaminya yang sebenarnya kepada keluarganya di istana. Sesampainya di istana, ia disambut dengan sangat meriah. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu. Setelah mengadakan acara makan bersama, tiba-tiba kedua kakaknya yaitu Putri Clara dan Putri Catalina memaksa Putri Maria untuk pergi ke halaman belakang bersama keduanya. Di halaman belakang, keduanya bertanya tentang siapakah sebenarnya Sang Naga yang ia nikahi. Keduanya merasa sangat curiga karena saudaranya itu betah tinggal di hutan bersama seekor naga. Karena telah berjanji kepada suaminya, Putri Maria menolak untuk membuka mulut. Keduanya terus mendesak Putri Maria agar mengatakan siapa sebenarnya suaminya. Merasa tidak tahan dengan siksaan kedua kakaknya, Putri Maria pun mengatakan hal yang sebenarnya.

Putri Maria segera keluar dari istana dan pulang menuju rumahnya di hutan. Namun sesampainya di rumah, ia tidak melihat Don Juan di sana. Ia teringat bahwa ia tidak menepati janjinya. Selama berhari-hari Putri Maria menunggu kepulangan Don Juan, tapi Don Juan tidak pernah kembali ke rumah mereka. Putri Maria pun meminta bantuan kepada cincin yang diberikan oleh Don Juan. Ia meminta makanan dan minuman untuk dapat bertahan hidup di hutan. Cincin itu pun menolongnya dengan memberikan makanan dan minuman yang cukup untuk Putri Maria. Puteri Maria akhirnya memutuskan untuk mencari Don Juan. Dalam perjalanan ia bertemu dengan makhluk raksasa. Makhluk raksasa itu bermaksud untuk menjadikannya mangsa. Namun, ketika ia mendengar bahwa Putri Maria adalah istri Don Juan, ia mengurungkan niatnya. Kemudian Putri Maria juga bertemu dengan seekor singa yang ingin memakannya. 

Ketika singa itu mengetahui bahwa dirinya adalah istri Don Juan, ia pun tidak berani. Bahkan kini seisi hutan mengetahui bahwa Putri Maria adalah istri Don Juan, sang penguasa hutan. Atas bantuan para penghuni hutan, Putri Maria mendapatkan sebuah petunjuk mengenai keberadaan suaminya. Makhluk raksasa yang ia temui mengantarnya ke sebuah kota tempat Don Juan berada. Setelah itu, Putri Maria mencari suaminya seorang diri. Putri Maria mendengar bahwa Don Juan tinggal di sebuah rumah bersama seseorang yang mengaku sebagai istrinya dan bernama Loriana. Rupanya Loriana pun mengetahui tentang keberadaan Putri Maria dan berniat menjadikannya seorang budak di rumahnya. Ia pun mengajak Putri Maria ke rumahnya. Di rumah tersebut Putri Maria harus bekerja layaknya seorang budak. 

Loriana memakaikan sebuah syal untuk menutupi kepala Putri Maria agar Don Juan tidak mengenalinya. Putri Maria membersihkan seluruh rumah seorang diri. Ia tidak keberatan untuk melakukan pekerjaan itu karena inilah kesempatan satu-satunya untuk bertemu dengan Don Juan. Suatu pagi, Putri Maria melihat Don Juan yang akan menuruni tangga. Ia baru saja hendak menyapanya, tapi kemudian muncul Loriana di belakangnya. 

Ia pun mengurungkan niatnya. Akhirnya ia meminta tolong kepada cincinnya untuk membantunya. Ia meminta cincin itu untuk memberikan sebuah boneka mainan. Setelah mendapatkan boneka tersebut, Putri Maria memberikannya kepada Loriana. Seharian penuh Loriana asyik bermain dengan boneka pemberian Putri Maria. Akhirnya karena merasa sangat lelah, Loriana tertidur. Putri Maria pun tidak menyia-nyiakan kesempatannya. Ia melihat Don Juan sudah pulang dan pergi tidur di kamarnya. Putri Maria segera membangunkan Don Juan. Ia mengguncang-guncang tubuh Don Juan yang tertidur lelap. Namun, Don Juan tidak bergeming. 

“Don Juan, bangun! Aku Maria, istrimu.” 

Don Juan membuka matanya dan menemukan istrinya ada di hadapannya. Ia melihat istrinya tersebut masih memakai cincin pemberiannya. Loriana mengetahui kejadian tersebut. Ia segera mengusir Putri Maria keluar dan menuduh Putri Maria berniat mencuri suaminya. Putri Maria tidak menyerah begitu saja. Ia tidak mau begitu saja menyerahkan Don Juan kepada Loriana. Ketiganya memutuskan untuk pergi ke pengadilan. Di sana Putri Maria mengatakan bahwa ia mempunyai sebuah cincin yang akan menunjukkan kebenarannya. Ia berkata bahwa cincin tersebut adalah milik Don Juan dan hanya akan menuruti perintah yang dikatakan oleh istri Don Juan yang asli. Akhirnya cincin itu pun menunjukkan kebenarannya. Ketika Loriana memberi perintah, tidak ada gerakan apa pun dari cincin tersebut. Cincin itu hanya menuruti perintah dari Putri Maria. Akhirnya Putri Maria berhasil mendapatkan suaminya kembali. Mereka pun kembali hidup di hutan dengan bahagia.

*** 

Dono selesai membaca bukunya.

"Cerita yang bagus asalnya dari Filipina di tulis di buku sih," kata Dono.

Dono menutup bukunya dan menaruh bukunya di meja. Dono beranjak duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino dan Indro, ya menonton acara Tv......Master Chef Indonesia Season 8.

Friday, July 16, 2021

PROFESIONAL

Kasino selesai mengerjakan kerjaanya, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tengah. Indro sedang asik nonton Tv di ruang tengah. Kasino duduklah di samping Indro untuk menonton Tv. Acara Tv yang di tonton Indro dan Kasino, ya berita seputar ini dan itu. Dono di ruang tamu sedang main game di Hp-nya.

"Berita tentang mobil terbang....bagus ya Kasino?" kata Indro.

"Iya...memang bagus. Perkembangan teknologi," kata Kasino.

Berita yang di tonton Kasino dan Indro di Tv tentang kemajuan teknologi terus berjalan dengan baik banget gitu. Sampai berita berganti ke berita selanjutnya, ya pokoknya menarik di tonton sih.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Orang-orang yang menangani covid-19. Ternyata kerjanya bertanggungjawab dengan baik," kata Indro.

"Dari berita sana sini.....baik dari Jakarta sampai kota-kota yang ada di Indonesia. Dan juga sampai kita tinjau di lapangan di daerah sini. Sesuai banget semuanya. Profesional dalam kerjaanlah mereka semua yang menanggulangi masalah covid-19," kata Kasino.

"Presiden saja turun tangan untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat kecil yang katanya menjalani isolasi mandiri," kata Indro.

"Presiden kan pemimpin. Memberikan contoh baik adalah cermin dari pemimpin yang baik. Kita termasuk dalam golongan masyarakat kalau di baca dari buku Antropologi. Kita ini menilai sepak terjangnya para pemimpin di Indonesia ini berdasarkan Demokrasi Pancasila yang terus di gaung kan ke antero jagat negeri sana sini," kata Kasino.

"Rakyat yang menilai dengan baik siapa sosok pemimpin di Indonesia ini. Sejarah menulisnya dengan baik," kata Indro.

"Generasi selanjutnya akan terlahir dari memahami sejarah perjalanan seorang pemimpin, ya Presiden. Pada akhirnya. Generasi jugalah akan menjadi pemimpin di negeri ini," kata Kasino.

"Lewat politikan...Kasino?!" kata Indro.

"Kebanyakkan lewat politiklah," kata Kasino menegaskan.

Acara Tv terus di tonton dengan baik sama Kasino dan Indro. Dono berhenti main game di Hp-nya. Dono beranjak dari duduk di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino dan Indro. Tiba-tiba hidung Indro gatel gitu, ya mau bersin tapi di tahan. Indro langsung bergerak ke luar rumah lewat pintu belakang. Indro di belakang beneran bersin.

"Apa aku ini pilek ya?" kata Indro berpikir panjang.

Indro diam di belakang cukup lama untuk membuktikan dirinya bersin lagi apa tidak?. Ternyata tidak bersin lagi, ya Indro masuk rumah.

"Minum obat ah," kata Indro.

Indro mengambil obat di tempat obat. Ya obat yang di ambil obat yang mengatasi pilek gitu. Setelah minum obat Indro agak mendingan gitu. Indro pun kembali ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino dan Indro.

"Indro....sakit?" tanya Kasino.

"Cuma pilek saja," kata Indro.

"Sudah minum obat?" tanya Dono.

"Sudah," kata Indro.

Indro, Kasino dan Dono terus nonton Tv dengan baik. Sampai acara Tv memberitakan tentang pernikahan yang unik gitu. 

"Bagus ya cerita tentang pernikahan," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Pernikahan itu sebenarnya di buat sederhana saja lebih baik kan Kasino, Dono?!" kata Indro.

"Sederhana. Cukup dengan ijab kabul dan doa bersama, ya selesai gitu. Tidak ada pesta yang meriah," kata Kasino.

"Memang sih cukup di buat sederhana," kata Dono.

"Orang punya rezeki lebih.....kaya orang kaya. Inginnya sih membuat acara pernikahan kaya para artis gitu....meriah banget," kata Indro.

"Rezeki memang boleh sih," kata Kasino.

"Sekali seumur hidup menjalankan pernikahan yang penuh cinta kasih, ya di buat meriah tidak ada masalah sih bagi orang-orang yang memiliki rezeki lebih," kata Dono.

"Di masa masih menanggulangi covid-19. Berarti pernikahan harus di jalankan dengan protokol kesehatan dong?!" kata Indro.

"Berita di Tv kan memberitakan proses pernikahan harus menjalankan dengan protokol kesehatan," kata Kasino.

"Benerlah Indro dan Kasino. Sesuai dengan berita," kata Dono menegaskan.

"Bagaimana dengan penyakit genetik yang di turunkan dari ayah dan ibu kepada anaknya?" kata Indro.

"Kalau urusan itu sih. Jangan tanya ke aku. Tanya ke Dokterlah!" kata Indro.

"Tanya ke Dokter urusan penyakit genetik. Maka akan di jelaskan dengan baik!" kata Dono.

"Sudah tidak perlu di bahas lagi. Aku cuma sekedar saja. Fokus nonton Tv !" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Emmmm," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro fokus nonton Tv dengan baik banget. Acara Tv yang di tonton tetap berita, ya memberitakan tentang ini dan itu dengan baik.

LEGENDA KUIL BA VU

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv, ya acara Tv yang di tonton berita seputar ini dan itu. Dono  di ruang tamu sedang baca bukunya.

Isi buku yang di baca Dono : 

Kuil Ba Vu adalah kuil yang terletak di Provinsi Ha Nam, Vietnam. Kuil ini adalah salah satu kuil terkenal di Vietnam. Pura ini di yakini sebagai pura yang dibangun oleh masyarakat sekitar untuk menghormati pengorbanan seorang wanita yang telah berkorban untuk melindungi keluarganya. Dahulu kala di provinsi Ha Nam hiduplah seorang wanita yang menikah dengan seorang pria dari keluarga Truong. Mereka hidup bahagia sebagai suami istri di rumah yang sangat sederhana. Pernikahan mereka menjadi lebih sempurna dengan lahirnya seorang putra. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Ketika bocah itu berusia satu bulan, ayahnya ditugaskan untuk bertarung. Dia juga meninggalkan anak laki-laki berusia satu bulan dan istrinya dengan enggan. Sejak suaminya pergi berperang, istri wajib menjaga keluarga kecilnya dengan baik. Jadi dia selalu merawat anaknya setiap hari dan tidak pernah sekali pun meninggalkan anaknya sendirian. 

Hari demi hari putranya tumbuh besar dan sehat. Ia pun sangat senang melihat perkembangan anaknya. Sekarang anak itu telah tumbuh menjadi anak kecil yang sangat lucu. Dia sudah bisa berbicara dan bermain dengan teman-teman seusianya. Sang ibu senang karena anaknya tumbuh sehat dan menjadi anak yang sangat pintar. Namun, meski begitu, dia berharap suaminya segera kembali dari perang sehingga dia bisa melihat putranya yang sudah dewasa. Suatu hari ketika ibu sedang memasak, anak laki-laki itu mendekatinya di dapur, terisak-isak. 

“Ibu, dimana ayahku? Semua temanku punya ayah, kenapa ayahku tidak ada?” Sang ibu tidak bisa menjawab pertanyaan anaknya. 

Ia bingung harus berkata apa kepada putranya. Ia hanya bisa menghibur anaknya agar tidak sedih lagi. Malam telah tiba. Saat ibu dan anaknya sedang makan bersama, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang hingga semua lampu padam. Anak itu berteriak ketakutan sambil memeluk ibunya. Sang ibu mencoba menenangkan anak itu dan meraih lampu mati. Dia kemudian menyalakan kembali lampu minyak agar rumah tidak benar-benar gelap. Saat itulah dia melihat bayangan dirinya di dinding. Dia memikirkan sesuatu dan memanggil putranya. 

"Lihat! Itu ayahmu di dinding. Mulai sekarang, kamu tidak perlu takut lagi karena ada ayah yang menjagamu,” kata Ibu sambil menunjuk bayangannya di dinding. 

Anak laki-laki itu bersorak gembira. Sekarang sudah punya ayah. Sebelum putranya pergi tidur, Ibu mengajarinya untuk membungkuk kepada ayahnya dan mengucapkan selamat malam. Sejak itu, setiap malam tiba, sang ibu selalu berada di sisi putranya sehingga bayangannya di dinding dapat dilihat oleh putranya. Ia rela begadang sampai tengah malam agar anaknya bisa terus melihat ayahnya. Hal ini ia lakukan agar anaknya tenang dan tidak merasa takut lagi. Suatu pagi ketika anak itu bangun. Dia mencari ibunya dan bertanya mengapa setiap kali dia bangun, ayahnya tidak ada lagi. 

Ibu saya juga mengatakan bahwa ayahnya berangkat kerja pagi-pagi sekali dan baru kembali pada malam hari. Putranya mengangguk, mengerti, dan berkata dia ingin tidur lebih nyenyak di malam hari agar bisa bermain lebih lama dengan ayahnya. Setiap malam Ibu selalu menyalakan lampu di kamarnya dan berdiri agar bayangannya bisa terlihat di dinding. Putranya kemudian akan mengajak bayangan itu untuk bermain. Setelah selesai bermain, putranya kemudian membungkuk dan mengucapkan selamat malam kepada bayangan. Ia juga tak lupa menginstruksikan bayangan untuk berhati-hati saat berangkat kerja besok. 

Ibunya hanya bisa tersenyum dalam hati saat melihat kejadian itu. Beberapa bulan kemudian ayah kembali dari perang. Ibu sangat senang dengan kembalinya ayah sehingga dia pergi ke pasar untuk membeli makanan. Dia ingin mempersembahkan makanan kepada para Dewa, yang telah melindungi suaminya. Ia pun pergi ke pasar dan meninggalkan anaknya yang masih tidur dengan ayah. Bocah itu terkejut ketika dia bangun dan melihat orang asing di rumahnya. 

"Kamu siapa?" dia berteriak ketakutan. 

Ayah mengerti mengapa putranya terlihat sangat ketakutan. Dia telah meninggalkan putranya untuk berjuang selama bertahun-tahun. Ia pun mencoba menjelaskannya kepada anak itu. Namun anaknya sudah menganggap bayangan ibunya sebagai seorang ayah. Dia tidak bisa menerima bahwa pria yang dilihatnya adalah ayah kandungnya. 

“Kamu bukan ayahku! Ayahku hanya datang pada malam hari. Dia berangkat kerja pagi-pagi sekali."

Sang ayah sangat terkejut. Ia tidak bisa menebak siapa yang di maksud ayah dengan anaknya. Dia juga berencana untuk bertanya kepada istrinya. Tapi dia sudah merasa marah sehingga dia menarik niatnya. Hari demi hari berlalu dengan cepat. Bocah itu masih tidak percaya jika pria yang dilihatnya ketika dia bangun adalah ayahnya. Ibunya juga lupa menjelaskan kepada suaminya tentang bayangannya yang katanya adalah ayah dari anak mereka. Sedangkan sikap suaminya semakin aneh. Setiap hari ia pergi meninggalkan rumah dan terkadang tidak kembali selama beberapa hari. Suaminya juga tidak pernah berbicara dengan ibu atau putranya. Suatu hari ibu ingin pergi ke pasar untuk membeli makanan. Dia meninggalkan putranya sendirian di rumah karena ayah belum kembali. 

Sepanjang jalan dia memikirkan perubahan sikap suaminya setelah kembali dari perang. Sang ibu terus melamun hingga tak sadar jika kakinya menginjak batu yang sangat licin saat hendak menyeberangi sungai. Ibu juga jatuh. Arus sungai yang sangat kuat membuatnya terseret dan menghilang. Dia tidak aman dan meninggal. Kabar meninggalnya ibu langsung sampai ke anak dan suaminya yang sudah tiba di rumah. Anak itu sangat sedih karena ibunya telah meninggal. Sedangkan suaminya tidak sedih sama sekali. Dia masih merasa dibohongi oleh istrinya karena putranya tidak menganggapnya sebagai ayah dan malah mendengar ayah lain. 

Setelah ibunya meninggal, anak itu berduka setiap hari. Dia tidak mau makan dan hanya duduk di kamarnya. Dia bahkan lebih sedih karena ayahnya, yang muncul dari bayang-bayang ibunya, tidak pernah melihatnya sejak ibu meninggal. Sekarang dia tidak memiliki ayah dan ibu. Dia juga harus tinggal dengan pria asing yang tidak dia kenal sama sekali. Suatu malam anak itu masih diam di kamarnya. Ayahnya segera menyalakan lampu minyak di kamarnya sambil memperhatikan ekspresi sedih di wajahnya. Namun saat lampu menyala, anak itu tiba-tiba berteriak dan terlihat berseri-seri. 

"Itu ayah... Itu dia, ayahku. Ayahku telah datang!” Putranya berteriak sambil menunjuk bayangan di dinding. 

Ayahnya terkejut. Dia segera menyadari kesalahannya, yang telah berpikir buruk tentang istrinya. Ternyata ayah yang dimaksud anaknya selama ini adalah bayangan istrinya. Dia sangat sedih dan menyesal atas semua prasangka buruk dan kemarahannya. Beberapa hari kemudian dia menceritakannya kepada tetangganya. Dia juga meminta mereka untuk membantunya membangun mezbah di depan rumah, sehingga dia bisa berdoa untuk arwah istrinya. Tetangga, tersentuh oleh ceritanya, membantunya membangun altar untuk mengenang wanita yang telah berkorban untuk merawat keluarganya. Altar selesai dalam beberapa hari. 

Di altar dia ingat dan berdoa untuk arwah istrinya. Dia membuat dan mempersembahkan altar kepada istrinya sebagai ungkapan penyesalan atas semua kesalahannya. Sejak saat itu dia berjanji untuk berkorban dan merawat anaknya, seperti yang dilakukan istrinya. Ia juga mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan baik. Sekarang altar itu dikenal sebagai Kuil Ba Vu.

***

Dono selesai membaca bukunya dengan baik.

"Cerita yang bagus asal dari Vietnam. Kesalahan seorang ayah pada istri dan anaknya. Sang ayah meminta maaf pada istrinya yang meninggal dengan membangun altar untuk istrinya dan tetap membimbing anaknya dengan baik," kata Dono.

Dono menutup bukunya dan di taruh di meja. Dono pun main game di Hp-nya dengan baik. Kasino dan Indro masih nonton Tv, ya karena acara Tv bagus gitu.

Wednesday, July 14, 2021

FAKTA ATAUKAH HOAX

Indro dan Kasino berjalan dengan baik menuju sebuah bukit. Sampai di puncak. Kasino dan Indro duduk di bawah pohon yang rindang. Indro membawa tropong untuk melihat keadaan lebih baik. Sampai Indro melihat seorang cewek cantik dan berkata "Kasino...cewek cantik."

"Mana," kata Kasino.

"Di sana!" kata Indro menunjuk ke arah pake tangan kanannya.

"Indro pake teropong. Aku tidak. Pantes aku tidak melihatnya. Jauh sih," kata Kasino.

"Ooooo iya aku lupa. Kalau aku pake teropong," kata Indro.

"Aku pinjem teropongnya!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro memberikan teropongnya kepada Kasino, ya Kasino mengambilnya dengan baik. Kasino meneropong dengan melihat dengan baik ke arah yang di tujukan Indro tadi. 

"Nenek," kata Kasino.

"Cewek cantik Kasino," kata Indro.

"Nenek. Indro," kata Kasino.

"Kok nenek sih," kata Indro.

"Kalau tidak percaya lihat sendiri!" kata Kasino sambil memberikan teropong pada Indro.

Indro mengambil teropong dari tangan Kasino dan segera menggunakan teropong dengan baik.

"Iya nenek. Tadi cewek cantik," kata Indro sambil tidak meneropong lagi.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menikmati keadan dengan baik, ya melihat lingkungan dari atas bukit gitu.

"Kasino. Berita di Tv ada yang heboh. Tentang Dokter yang tidak percaya bahwa covid-19 itu ada. Jadinya aneh kan?" kata Indro.

"Berita itu memang aneh," kata Kasino.

"Maka itu di sisi lain berita menyatakan covid-19 itu ada," kata Indro.

"Ada tidak percaya berarti menimbulkan Kontra. Ada yang percaya beranti Pro," kata Kasino.

"Apa mungkin sensasi saja ya?!" kata Indro berpikir panjang.

"Mungkin sih. Seperti contoh lain : Ibunya tidak pake hijab dan anak gadisnya telah berhijab. Kontra dan Pro," kata Kasino.

"Penilaian manusia. Ada baik dan ada yang buruk. Pada akhirnya di kembalikan pada orang yang menjalankannya. Paham agama Islam apakah tidak?" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Kadang lebih baik kita bilang begini saja di Sumatra ada orang yang terkena covid-19," kata Indro.

"Pasti jadinya jujur apa bohong...berita itu," kata Kasino.

"Kadang seru juga sih beritanya dan juga bisa di bilang beritanya Fakta ataukah Hoax " kata Indro.

"Obrolan saja kan!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro dan Kasino terus menikmati keadaan dengan baik.

"Kadang kasihan juga orang-orang miskin yang berjuang hidup di keadaan sekarang ini. Masih menangani covid-19," kata Indro.

"Untuk orang miskin jadinya kasihan sih. Tapi untuk orang kaya, ya tidak kasihan sih. Orang kaya mampu untuk untuk menanggulangi masalah ekonominya dengan baik," kata Kasino.

"Oooo iya Kasino. Berita di Tv. Sholat Idul Adhanya di anjurkan di rumah saja gimana Kasino?!" kata Indro.

"Mau gimana lagi. Jika masih menanggulangi covid-19, ya sholat Idul Adhanya di rumah saja juga tidak masalahkan," kata Kasino.

"Memang tidak ada masalah sih. Kita orang kecil gitu. Lebih baik ikut peraturan kan!" kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Kalau di jalankan sholat di mesjid dan juga di lapangan pasti harus di jalankan dengan protokol kesehatan," kata Indro.

"Peraturan juga begitu," kata Kasino.

"Yang penting masih bisa ibadah dari pada tidak ibadahkan," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Udahan yuk. Melihat keadaannya. Pulang!" kata Indro.

"Ayok!" kata Kasino.

Kasino dan Indro beranjak dari duduknya di bawah pohon yang rindang. Keduanya berjalan dengan baik menuju pulang ke rumah. Dono di rumah di ruang tamu sedang baca buku dengan baik, ya buku yang di baca Kebijakan Publik.

TERSESAT

Kasino dan Indro  di ruang tengah sedang menonton Tv. Acara Tv yang di tonton, ya ceramah para Ustad.

"Ceramahnya bagus ya Kasino," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Pinter...Ustadnya. Memberikan pemahaman ini dan itu dengan tujuan agar manusia bijak menjalankan hidup ini. Kemulian yang kita dapatkan kan Kasino?" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menonton acara ceramah di Tv.

"Kasino. Orang yang beragama Islam itu bisa jatuh pada kesesatan kan?!" kata Indro.

"Orang yang beragama Islam bisa jatuh pada kesesatan? Bisa. Ada ceritanya. Seorang pemuda yang awalnya belajar mengaji dari kecil sampai dewasa. Jatuhnya pada kesesatan karena bergaul dengan orang yang tersesat, ya main ilmu kesyirikan. Jadi dukun tapi terselubung dengan baik di sebut orang pinter," kata Kasino.

"Ilmu beneran apa tidak?" kata Indro.

"Ilmunya, ya kebohongan lah. Contohnya : batu ini memiliki kekuatan magis. Padahal, ya tidak sama sekali," kata Kasino.

"Jadi penipu dong," kata Indro.

"Ya keadaan sih. Ekonomi terdesak mau gimana lagi. Ilmu begitu di jalanin dengan baik," kata Kasino.

"Tersesat sejauh itu ya," kata Indro.

"Ujian orang yang menjalankan agama Islam. Maka itu para Ustad itu gencar-gencarnya menasehati umat Islam agar tetap menetapi di jalan yang benar. Ya untuk kebaikan diri, keluarga dan orang lain," kata Kasino.

"Seperti....ceramah yang kita tonton di Tv," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Ceramah yang di tonton Kasino dan Indro di Tv, ya terus di tonton dengan baik.

"Kita ini harus haus dengan ilmu agama Islam kan?" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Padahal kita ini sudah paham ilmu agama Islam," kata Indro.

"Tujuannya...terus belajar dengan baik. Agar pemahaman kita terus mantep dan tidak goyah. Kembali lagi pada contoh : pemuda yang beragama Islam yang tersesat karena pergaulannya," kata Kasino.

"Ujian manusia hidup di muka bumi ini untuk orang yang beragama Islam....tersesat," kata Indro.

"Maka itu bergaullah di kalangan orang yang sholeh!" kata Kasino.

"Aku paham Kasino," kata Indro.

Indro dan Kasino terus menonton ceramah di Tv dengan baik, ya sampai ceramah di Tv selesai. Acara Tv berganti dengan acara berita. Kasino dan Indro tetap asik nonton Tv dengan baik. Sedangkan Dono di kamarnya, ya sedang asik baca buku tentang Politik Islam.

CAMPUR ADUK

SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS

Malam hari. Bulan di langit, ya bulan sabit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus berita di channel TVRI, ya Budi duduk dengan ...

CAMPUR ADUK