Malam hari yang gelap, ya bintang berkelap-kelip di langit dan bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus.....seni dan kebudayaan suku Singkil di chenel TVRI, ya Budi duduk santai sih di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus....sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Seorang janda muda, Sandhya, dan mertuanya sedang berduka atas kehilangan suaminya, Astik, yang meninggal setelah lima bulan menikah. Orang tua Astik, Usha dan Shivendra, sangat sedih atas kehilangan mendadak putra sulung mereka, yang selama ini menjadi tanggungan mereka secara finansial. Keluarga itu semakin menderita ketika kerabat mereka datang ke rumah dan membuat kekacauan. Di tengah rumah yang penuh dengan kerabat yang berduka, Sandhya menguap saat membaca unggahan belasungkawa di media sosial dan komentar "salin-tempel" untuk Astik. Sikapnya membuat beberapa orang bingung dan yang lainnya jengkel. Seorang kerabat, Ghanashyam, mengatakan bahwa dia menderita PTSD . Ketika sahabat Sandhya, Nazia, datang untuk mendukungnya, Sandhya mengaku kepadanya bahwa dia tidak merasakan apa pun atas kehilangan suaminya. Untuk menjauh dari keluarga yang berduka, dia menyelinap pergi bersama Nazia untuk pesta 'golgappe', bahkan saat adik laki-laki Astik, Alok, melakukan ritual pemakaman yang diperlukan di sungai.
Sandhya dan Astik tidak pernah benar-benar menjadi pasangan dekat dalam beberapa bulan yang mereka lalui bersama. Saat mencari dokumen Astik untuk klaim bank, Sandhya menemukan foto seorang gadis di lemari. Sandhya merasa marah terhadap mendiang suaminya yang mengira dia selingkuh. Ketika rekan kerja Astik mengunjunginya untuk menyampaikan belasungkawa, dia menemukan gadis dari foto itu, Aakanksha. Sandhya mengonfrontasinya secara pribadi tentang perselingkuhannya. Aakanksha menyatakan bahwa dia dan Astik sangat mencintai sejak kuliah dan mereka berdua bekerja di perusahaan yang sama. Tetapi dia tidak pernah mengkhianati istrinya, dan bahwa mereka bersama sampai Astik menikahi Sandhya. Mereka tidak dapat menikah karena orang tua Sandhya tidak menyetujui pernikahan mereka. Sandhya merasa sulit untuk mempercayai ini. Namun, keduanya menjadi dekat saat dia mencoba untuk mempelajari lebih lanjut tentang Astik dari Aakanksha.
Sementara itu, anggota keluarga bereaksi keras ketika terungkap bahwa Astik telah menandatangani polis asuransi senilai 50 lakh INR, yang mana Sandhya adalah satu-satunya yang ditunjuk. Saudara-saudara Shivendra, Tarun, Ghanshyam, dan Pappu, meyakinkannya untuk menggunakan uang asuransi untuk membayar kembali pinjaman banknya sendiri, dan dia dengan enggan mencoba mengganti Sandhya dengan dirinya dan Usha sebagai orang yang ditunjuk. Shivendra dan Usha, yang masih berduka atas kehilangan putra mereka, mencoba untuk menerima usulan keluarga agar Sandhya dinikahkan dengan sepupu dari pihak ayah Astik, putra Tarun, Aditya, yang sedang menganggur dan gagal mengelola uang untuk bisnis hotelnya.
Sandhya bertanya kepada Aditya mengapa dia ingin menikahinya. Aditya berkata bahwa dia mencintainya, yang menyentuh hatinya dan Sandhya menerima lamaran itu. Hal ini membuat orang tuanya dan Alok, yang juga mencintainya, marah. Pada hari ke-13 pemakaman Astik, Aditya pergi dengan tergesa-gesa. Orang tuanya memberi tahu semua orang bahwa Sandhya mengatakan kepadanya bahwa dia hamil anak Astik. Kakak Aditya, Aditi, mengungkapkan bahwa Sandhya berbohong tentang kehamilannya untuk menguji cinta Aditya padanya. Sandhya menghilang dari rumah setelah pemakaman.
Sementara itu, Sandhya siap memulai hidup baru dengan pekerjaan baru di kota baru. Bahkan setelah menjadi juara kelas MA, keluarganya tidak pernah membiarkan dia puas dengan pekerjaan. Dia menceritakan bagaimana sejak kecil, fokus utama orang tuanya adalah menikahkannya, tanpa peduli dengan kemandiriannya. Melihat Aakanksha bekerja, dia menjadi termotivasi untuk bekerja, dan menjadi mandiri secara finansial. Dia menyadari bahwa jika dia tetap tinggal, dia tidak akan pernah bisa menjalani hidupnya sendiri; karena dalam masyarakat patriarki, orang lain membuat keputusan untuk perempuan.
Akhirnya, dalam tiga surat terpisah kepada Usha, ibunya, Alka, dan Alok, Sandhya mengucapkan selamat tinggal kepada mertuanya. Shivendra menemukan cek untuk uang asuransi penuh, yang ditinggalkan Sandhya untuknya karena dia yakin Sandhya lebih membutuhkannya daripada dirinya. Dia juga berjanji untuk mendukung mertuanya seperti yang dilakukan suaminya.
Sandhya bertemu dengan Aakanksha untuk terakhir kalinya dan meminta maaf atas kemarahannya sebelumnya, lalu memberinya foto yang disimpan Astik di bukunya. Pada akhirnya, dia naik bus, siap menghadapi hidup baru.
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dengan baik dan buku di taruh di bawah meja gitu.
“Emmmmm,” kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motor Eko di depan rumah Budi gitu. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Main permainan Donkey Kong saja Budi!!!!!” kata Eko.
“Oke…main permainan Donkey Kong!!!!!” kata Budi.
Budi mengambil permainan Donkey Kong di bawah meja, ya permainan Donkey Kong di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Donkey Kong dengan baik gitu.
“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.
“Silakan Budi bercerita dengan baik!” kata Eko.
“Begini ceritanya!!!” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Valen dan
Mila menjalankan rumah tangganya dengan baik. Arbil anak pertama Valen dan
Mila. April anak keduanya Valen dan Mila. Arbil tidak tinggal di Batam, ya
Arbil tinggal dengan baik di Jakarta. Di Jakarta Arbil tinggal dengan baik di
rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Fildan dan Selfi. Rumah tangga
di jalankan dengan baik sih Fildan dan Selfi, ya bahagia dengan anak bernama
Eby. Ya Eby memang berteman baik sih dengan Zahra. Ya Zahra memang rumahnya
tidak jauh dari rumah Eby gitu. Zahra anaknya Rara dan Ridwan gitu. Ridwan
menjalankan usaha bengkel mobil gitu. Zahra dan Eby memang berteman baik dari
masa SD gitu. Eby memang suka dengan baik main pesawat tempur, ya jadi
cita-cita Eby kalau dewasa ingin jadi pilot pesawat tempur gitu. Zahra memang
suka main jadi guru, ya dan muridnya….biasa sih Eby gitu. Cita-cita Zahra kalau
dewasa menjadi guru SD saja gitu karena Zahra suka dengan anak-anak gitu. Eby
yang dewasa dengan baik…memang sih kerjaannya TNI AU menjadi pilot pesawat
tempur gitu. Zahra yang dewasa dengan baik…memang sih kerjaannya guru SD karena
Zahra memang suka anak-anak gitu. Eby dan Zahra memang berusaha dengan baik sih
dari kecil sampai dewasa memenuhi cita-cita keduanya jadi kenyataan dengan baik
gitu. Eby yang berteman baik sama Zahra, ya keduanya ada rasa gitu jadinya
jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Eby
dan Zahra gitu, ya keduanya ada rencana menikah dengan baik gitu. Arbil yang
tinggal dengan baik di rumah kontrakan,
ya Arbil memang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta….PT. CAHAYA
gitu. Valen, Mila, April senang dengan baik sih Arbil tinggal dan kerja dengan
baik di Jakarta gitu. Valen memang menjalankan dengan baik sih bengkel mobil
gitu. Mila membantu kerjaan Valen, ya Mila bagian keuangan gitu. Mila tetap
seperti biasa sih masih ngumpul dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumah…urusan pengajian gitu. April
menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Batam gitu. Teman baik
April dari masa SD sampai masa sekarang adalah Lisa gitu. Lisa memang satu
kelas dengan April di sekolahan SMA gitu. Lisa anaknya Faul dan Rani gitu. Faul
menjalankan dengan baik toko perhiasan emas gitu. Pertemanan baik April dan
Lisa biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada
di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Arbil memang berteman baik dengan
teman kerja yang bernama Afan gitu. Afan anak keduanya Saiful dan Dewi. Anak pertama
Saiful dan Dewi adalah Lesti gitu. Lesti tidak tinggal di Jakarta, ya Lesti
tinggal dengan baik di Batam dengan suami yang bernama Rizki dan anak bernama
Aqella gitu. Ya Aqella….balita gitu. Rizki anaknya Samsul dan Aliya. Samsul
menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Samsul dan Aliya memang tinggal dengan
baik di Jakarta. Rizki memang kerja dengan baik di perusahaan PT. JAYA yang ada
di Batam gitu. Memang sih Rizki, Lesti, dan Aqella tinggal dengan baik di rumah
kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Trian dan Adila gitu. Rumah
tangga yang di jalankan dengan baik Trian dan Adila, ya bahagia dengan anak
bernama Fattah gitu. Fattah memang kerjaannya tentara gitu. Ya Fattah menjalin
kisah cinta dengan cewek yang bernama Zahra gitu. Ya Zahra kerjaannya dokter di
rumah sakit yang ada di Batam gitu. Zahra anaknya Aditiya dan Widuri gitu.
Aditiya menjalankan usaha toko pakaian gitu. Hubungan kisah cinta yang di
jalankan dengan baik Fattah dan Zahra, ya ada rencana menikah gitu. Rizki,
Lesti, dan Aqella…memang biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat
yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Rizki dan Lesti
memang merencanakan dengan baik sih untuk membeli rumah di perumahan yang ada
di Batam gitu. Memang sih keadaan Batam…antara baik dan buruk perilaku manusia
gitu antara paham agama dan tidak paham agama gitu, ya 6 ajaran gitu. Polisi
Batam memang bertindak tegas dengan baik menangkap dan memenjarakan orang-orang
yang berperilaku buruk dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat…baik dan
aman gitu. Arbil dan Afan yang berteman baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan
dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya
happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Afan adalah kafe gitu. Kafe
pemiliknya Yusuf dan Tasya. Memang sih…Yusuf dan Tasya…suami istri gitu. Di
kafe, ya Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang kasus ijazah Jokowi
berdasarkan media ini dan itu gitu. Pendapat Arbil dan Afan tentang makanan dan
minuman di kafe…enak sih. Keinginan Arbil dan Afan sih ingin ngobrol dengan
baik sih sama Wakil Gubernur Jakarta tentang Politik Bisnis gitu. Memang sih
obrolan Arbil dan Afan di kafe sekedar obrolan saja seperti obrolan orang-orang
yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Arbil dan
Afan kerja dengan baik di perusahaan gitu. Afan sedang dekat dengan cewek yang
bernama Sridevi, ya panggilannya Devi gitu. Rumah Devi dekat sih dengan
rumahnya Afan gitu. Devi anaknya Raja dan Indah. Raja menjalankan dengan baik
toko kain gitu. Memang Devi menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas
yang ada di Jakarta gitu. Devi memang anak keduanya Raja dan Indah. Anak
pertamanya Raja dan Indah adalah Ridho. Ya Ridho memang kerjaannya tentara sih.
Jelita anaknya Farhan dan Jihan gitu. Farhan menjalankan usaha toko elektronik
gitu. Jelita kerjaannya perawat di rumah sakit yang ada di Jakarta gitu. Ridho
memang berteman baik sama Jelita dari masa SMA gitu. Ridho dan Jelita yang
menjalankan pertemanan yang baik, ya keduanya ada rasa dan jadian gitu. Memang
sih Ridho ingin menikahi Jelita. Ridho yang kerjaannya jadi tentara bagus sih,
ya jadi pimpinan suka dengan kerja Ridho. Pimpinan memberikan tugas dengan baik
sih pada Ridho untuk mengawal Presiden Indonesia gitu. Ridho menjalankan dengan
baik tugasnya mengawal Presiden Indonesia gitu. Afan suka dengan Devi, ya usaha
Afan berhasil jadian dengan Devi karena Devi suka dengan Afan gitu. Kisah cinta
di jalankan dengan baik sih Afan dan Devi gitu. Arbil senang sih dengan kisah
cinta Afan dan Devi gitu. Arbil sedang dekat sih dengan cewek yang bernama
Melly gitu. Pertemuan pertama Arbil dan Melly di kafe gitu. Melly kerjaannya
adalah wartawati di surat kabar Suara Rakyat gitu. Memang sih banyak artikel
yang sudah di buat Melly, ya salah satu artikel yang di buat Melly sih….tentang
Jono yang kerjaannya tukang parkir di pertokoan gitu ternyata kerjaannya ada
satu lagi yaitu pengedar narkoba gitu. Polisi menangkap Jono dengan barang
bukti berupa narkoba yang ada di saku celananya gitu, ya Jono di masukkan ke
dalam penjara sama polisi gitu. Melly anaknya William dan Violet gitu. William
menjalankan usaha toko mainan gitu. Arbil yang berteman baik sama Melly, ya
keduanya memang saling suka dan jadinya keduanya jadian dengan baik gitu.
Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Arbil dan Melly gitu. Afan
senang sih dengan kisah cinta Arbil dan Melly gitu. April yang menjalankan
sekolah SMA dengan baik, ya pertemanan April dan Lisa baik gitu. Robi tetangga
depan rumah April. Robi memang beda sekolah SMA dengan April gitu. Robi tinggal
dengan paman Jhon dan bibi Mei gitu. Orang tua kandung Robi meninggal karena
kecelakaan motor gitu. Paman Jhon menjalankan dengan baik usaha rumah makan
Seafood, ya bibi Mei dan Robi membantu dengan baik sih usaha rumah makan yang
di jalankan dengan baik paman Jhon gitu. Robi yang suka dengan April, ya Robi
memang berteman baik sama April. Robi memutuskan dengan baik memendam rasa suka
saja pada April karena Robi sadar sih bahwa dirinya masih menjalankan sekolah
SMA gitu. April memang suka sih dengan Robi gitu. Robi berharap sih April belum
jadian sama cowok mana pun sampai Robi kuliah sih, ya dan Robi memberanikan
diri untuk menyatakan cinta sama April gitu. Dengan perteman baik Robi dan
April, ya tujuannya Robi selalu mengawasi April dengan baik gitu karena rasa
suka Robi pada April gitu. Begitulah ceritanya!” kata Budi.
“Cerita yang
bagus,” kata Eko.
“Sekedar
cerita saja!” kata Budi.
“Kisah cinta,”
kata Eko.
“Emmmmm,”
kata Budi.
“Pertemanan
yang baik tokoh April dan tokoh Lisa,” kata Eko.
“Begitulah
ceritanya!!!!!” kata Budi.
“Emmmmm,”
kata Eko.
“Emmmmm,” kata
Budi.
Eko dan Budi tetap asik main permainan Donkey Kong gitu.