Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....sinetron tema cinta di chenel SCTV, ya Budi duduk santai di depan rumahnya.....sambil menikmati minum kopi dan makan singkong goreng.
"Baca cerpen saja!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.
Isi cerita yang di baca Budi :
Ageb FBI Joe Devine sedang menyamar, mencoba menyusup ke mafia. Saat sedang menjalankan tugas, ia kehilangan jarinya, dan saat kembali ke rumah ia diberi tahu bahwa anjingnya bunuh diri karena kesepian. Dipindahtugaskan ke Rhode Island, Devine telah membuat rencana rumit untuk menjatuhkan bos mafia terkenal John Gotti. Ia berperan sebagai produser Hollywood dan menceritakan semua kebohongan yang tepat untuk meminta bantuan orang lain dalam menjalankan operasinya.
Ketika seorang wanita, putus asa karena gonggongan tak henti-hentinya dari kandang anjing di sebelah apartemen yang ia tempati bersama pacarnya Steven Schats, hendak menyakiti seekor anjing pomeranian, Devine turun tangan. Ia memperkenalkan dirinya kepada calon penulis skenario/sutradara yang tidak curiga, yang bekerja di bioskop dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kesempatan menyutradarai sebuah film layar lebar. Schats terpikat dengan tawaran itu, tetapi yang tidak dikatakan Devine kepadanya adalah bahwa film itu tidak akan pernah dibuat.
Meskipun skenario Schats berjudul Arizona, dan karakter utamanya seharusnya bunuh diri di sebuah gua Hopi di akhir film, ia begitu putus asa untuk membuat film tersebut sehingga Devine meyakinkannya untuk memfilmkannya di Rhode Island. Fannie Nash, seorang produser mapan, diajak bicara untuk membantu memastikan keasliannya. Ketika dibawa berkeliling ke lokasi potensial untuk berbagai adegan, Schats jelas tidak senang. Namun, begitu dia diberi kamar hotel mewah, dia lebih mudah menerima lokasi tersebut. Saat mengadakan pertemuan dengan kota, mereka diberi tahu bahwa mereka harus menggunakan Teamsters yang tergabung dalam serikat pekerja.
Sasaran Devine di Rhode Island adalah Tommy Sanz, yang mendengar dan menyusup ke dalam produksi. Devine merekam Sanz menerima suap agar Teamsters menyetujui produksi tersebut. Alih-alih mengakhiri penyelidikan pada saat itu seperti yang diharapkan FBI, Devine meyakinkan biro tersebut untuk bertahan seminggu lebih lama guna menangkap pelaku pemerasan lainnya. Mereka terus maju dengan produksi film, karena Devine telah jatuh cinta dengan bisnis film. Saat menyelidiki pemilihan pemain, seorang aktris Hollywood ternama muncul. Menjelaskan bahwa kecanduan narkoba sebelumnya yang membuatnya masuk rehabilitasi menyebabkan dia dikucilkan di Hollywood, dia mencari cara untuk kembali masuk.
Ketika pacar Devine, Val, mendengar bahwa seorang bintang besar mendapat peran utama, ia membuat keributan hingga sang bintang menawarinya peran lain. Setelah artikel tentang film tersebut diterbitkan, aktor terkenal lainnya seperti Pat Morita menyatakan minatnya. Baik agen FBI maupun Sanz tertarik pada detail alur ceritanya. Kegilaan Devine membuat atasannya di FBI mendukung kesepakatan tiga film. Ia yakin dapat menjerat lebih banyak mafia dengan skema serupa, sambil tetap memproduksi film sungguhan. Devine mengerahkan seluruh kemampuannya dalam produksi. Tepat saat syuting dimulai, FBI menangkap Gotti dan menghentikan produksi. Mereka menggunakannya sebagai umpan, menentang keinginan Devine dan merahasiakannya.
Film ini melompat maju dua tahun ke pemutaran perdana sebuah film berdasarkan operasi penyamaran yang disebut Leaving Arizona. Schats kembali bekerja sebagai manajer di sebuah gedung bioskop. Devine mengunjunginya dan meminta maaf. Sambil membawakan cuplikan adegan pembuka yang telah mereka rekam, ia kemudian mengungkapkan bahwa ia telah mengerjakan sebuah skenario, dan Schats menjadi bersemangat dengan tawaran tersebut. Dalam bagian kredit, Schats memiliki pacar baru, yang tidak menjadi masalah karena kedekatan apartemennya karena pacarnya tuli.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong goreng. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan motor dengan baik di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu remi saja!" kata Eko.
"Okey main permainan kartu remi!" kata Budi.
Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan kartu remi di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main kartu remi dengan baik.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silahkan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"April tinggal dengan baik di Batam dengan kedua orang tuanya. Valen dan Mila adalah orang tuanya April gitu. Ya April dengan kedua orang tuanya beragama Hindu gitu. Valen kerjaannya menjalankan usaha bengkel motor gitu. Abangnya April yang bernama Arbil tidak tinggal di Batam gitu, ya Arbil tinggal dengan baik sih di Jakarta gitu. Valen dan Mila memang mendidik dengan baik Arbil sih…makanya Arbil berhasil dengan baik kerja di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu. Orang tua Arbil beragama Hindu, ya Arbil beragama Hindu gitu. Memang sih Arbil di Jakarta tinggal dengan baik di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Lesti dan Rizky. Ya memang sih…Rizky dan Lesti….suami istri gitu. Agama yang di yakini Rizky dan Lesti adalah agama Islam gitu. Lesti memang seperti cewek pada umumnya ingin punya anak gitu ternyata rahimnya bermasalah jadi Lesti tidak bisa punya anak gitu. Rizky yang mengerti keadaan Lesti, ya jadi Rizky memutuskan dengan baik mengangkat anak saja demi Lesti karena cinta Rizky pada Lesti gitu. Rizky dan Lesti mengambil anak dari panti asuhan gitu, ya anak bernama Fattah gitu. Ya Fattah bayi gitu. Orang tua Fattah….tidak di ketahui sih. Rizky dan Lesti mencintai dengan baik Fattah seperti anak sendiri gitu. April memang menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Teman baik April…teman kuliah yang bernama Mutia gitu. Mutia anaknya Gilang dan Cinta gitu. Ya Gilang menjalankan usaha toko pakaian gitu. Mutia dan Cinta membantu dengan baik sih usaha toko pakaian yang di jalankan dengan baik sama Gilang gitu. Mutia dengan orang tuanya beragama Hindu gitu. April yang berteman baik sama Mutia dari masa SMA sampai sekarang gitu, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Mutia sih ke kafe gitu. Ya kafe pemiliknya Tristan dan Adila gitu. Memang sih Tristan dan Adila…suami istri, ya keduanya beragama Islam gitu. Memang sih pendapat April dan Mutia tentang makanan dan minuman di kafe….enak gitu. Di kafe sih, ya April dan Mutia biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang ini dan itu…berdasarkan media ini dan itu gitu. Memang sih keinginan dari April dan Mutia sih…..ingin ngobrol dengan Walikota Batam tentang Investasi gitu. Ya obrolan April dan Mutia, ya sekedar obrolan saja…seperti obrolan masyarakat pada umumnya yang berpendidikan tinggi gitu. Seperti biasa sih April dan Mutia menjalankan kuliah dengan baik gitu. Arbil yang tinggal di Jakarta dengan baik, ya kerja juga baik di perusahaan gitu. Memang sih Arbil…berteman baik sih sama teman kerja yang bernama Galaksi gitu. Ya Galaksi memang sudah menikah sih dengan cewek yang bernama Aluna gitu. Rumah tangga di jalankan Galaksi dan Aluna baik sih dan keduanya beragama Islam gitu. Sebenarnya Galaksi ingin cepat punya anak gitu tapi Aluna menunda punya anak gitu. Galaksi mengikuti saja mau Aluna, ya menunda punya anaknya…satu tahun gitu. Galaksi dan Aluna…cerita rumah tangganya seperti cerita pacaran gitu. Arbil senang sih dengan kisah rumah tangga Galaksi dan Aluna yang baik sih. Arbil masih jomlo sih. Pada masa SMA di Batam sih…Arbil pernah mencoba sih untuk jadian sama cewek yang bernama Tasya. Ya Tasya menolak Arbil gitu. Ya Tasya jadian dengan baik sama Rangga gitu. Sekarang ini, ya Arbil masih mengenang sih masa SMA gitu…bahwa Arbil pernah di tolak sama Tasya gitu. Pada masa kuliah di Batam sih, ya Arbil lebih fokus kuliah dari pada urusan dekat dengan cewek gitu karena nasehat Ayah Arbil gitu. Arbil dan Galaksi yang berteman baik sih, ya biasa sih…jalan-jalan dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Memang sih Arbil dan Galaksi…ke studio Indosiar untuk menonton acara sih…Mega Konser DA7 Romantis gitu. Arbil dan Galaksi yang berada di studio Indosiar di antara penonton gitu….menonton dengan baik Mega Konser DA7 Romantis gitu. Acara Mega Konser DA7 Romantis berjalan dengan baik gitu. Ceritanya sih di buat dengan baik sih…Mega Konser DA7 Romantis selesai gitu, ya Arbil dan Galaksi pulang ke rumah masing-masing gitu. Seperti biasa sih Arbil dan Galaksi kerja dengan baik di perusahaan gitu. April dan Mutia yang menjalankan kuliah dengan baik sih. Mutia suka dengan cowok…teman kuliah yang bernama Kenzi gitu. Ya Devan dan Aliya orang tuanya Kenzi gitu. Kenzi dengan orang tuanya memang beragama Hindu gitu. Devan kerjaannya menjalankan usaha rumah makan Rasa Nusantara gitu. Hubungan pertemanan Mutia dengan Kenzi baik sih. April mendukung saja sih Mutia yang suka dengan Kenzi gitu. Ya April sebenarnya pernah pacaran sih pada masa SMA dengan cowok yang bernama Rian gitu. Hubungan April dan Rian putus sih karena Amanda gitu. April melupakan Rian dan kisah cinta April dengan Rian menjadi pelajaran dengan baik buat April gitu. Mutia yang ingin jadian sama Kenzi, ya cinta Mutia tidak bertepuk sebelah tangan gitu. Kenzi suka dengan Mutia dan kedua jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih…Kenzi dan Mutia gitu. April senang sih dengan kisah cinta Mutia dengan Kenzi gitu. Memang sih April memberikan masukan baik sih tentang urusan cinta karena April belajar dari kegagalan kisah cinta dengan Rian di masa SMA gitu. Mutia menerima masukkan April dengan baik dengan tujuannya hubungan kisah cinta Mutia dan Kenzi baik dan baik…sampai menikah gitu. Mutia dan Kenzi yang menjalankan kisah cinta, ya keduanya jalan bareng sih dengan motor Kenzi gitu ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Arbil dan Galaksi biasa sih ke kafe gitu. Ya kafe pemiliknya adalah Mohan dan Raisa gitu. Ya Mohan dan Raisa…suami istri, ya dan keduanya beragama Islam gitu. Pendapat Arbil dan Galaksi sih…makanan dan minuman di kafe enak sih. Di kafe, ya Arbil dan Galaksi biasa sih ngobrol ini dan itu berdasarkan media ini dan itu sih. Keinginan Arbil dan Galaksi sih…ngobrol dengan Wakil Presiden Indonesia tentang Investasi gitu. Memang sih obrolan Arbil dan Galaksi…sekedar obrolan saja gitu. Sekarang ini…Arbil sedang dekat dengan cewek…teman kerja yang bernama Melly gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Melly baik banget, ya keduanya sering jalan bareng sih dengan motor Arbil sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Inginnya Arbil menyatakan cinta sama Melly tapi ternyata Melly di jodohkan sama orang tua Melly dengan cowok yang bernama Tono gitu. Melly anaknya Fildan dan Selfi gitu. Fildan kerjaannya pengacara gitu. Memang sih Melly dengan kedua orang tuanya beragama Hindu gitu. Andre dan Ayu orang tuanya Tono gitu. Andre menjalankan usaha dealer mobil gitu. Tono kerjaan pilot Super Air Jet gitu. Memang sih Tono dengan kedua orang tuanya beragama Hindu gitu. Perjodohan Tono dan Melly berhasil, ya jadi segera menikah gitu. Arbil hanya jadi teman baik Melly saja karena Melly mau menikah dengan Tono gitu. Robi anaknya Rara dan Ridwan gitu. Ridwan kerjaannya menjalankan usaha dealer motor gitu. Robi dengan kedua orang tuanya beragama Hindu gitu. Robi kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Suatu hari Robi bertemu dengan April gitu di kafe gitu. Robi kenal April sih karena teman dari masa SMP gitu. April yang awalnya bertemu Robi, ya April lupa gitu jadi Robi menceritakan dengan baik cerita masa SMP yang berkesan jadinya April mengingat Robi gitu. Robi dan April memang beda tempat kuliah gitu. Hubungan pertemanan Robi dan April baik sih. April sekarang cantik sih, ya beda pada masa SMP gitu…jadi Robi jatuh hati dengan April gitu. Hubungan pertemanan yang baik Robi dan April…nyaman sih, ya seperti syair lagu sih. Robi dan April saling suka jadinya keduanya memutuskan jadian gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Mutia senang dengan kisah cinta yang di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Robi dan April menjalankan pacaran, ya keduanya jalan-jalan dengan motor Robi sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Arbil yang biasa ke kafe dengan Galaksi, ya Arbil bertemu dengan Tasya gitu. Tasya tinggal dengan baik di Jakarta di rumah paman Eby dan bibi Zahra gitu. Eby menjalankan usaha toko eletronik dan juga rumah kontrakan 5 pintu gitu. Memang Tasya dengan paman dan bibinya beragama Hindu gitu. Ya orang tua Tasya…tinggal dengan baik di Batam gitu. Ya Farhan dan Jihan adalah orang tua Tasya gitu, ya orang tua Tasya memang beragama Hindu gitu. Farhan kerjaannya sih menjalankan usaha toko kain dan rumah kontrakan 10 pintu gitu. Tasya kerja di perusahaan PT. MAJU gitu. Arbil dan Tasya telah lama tidak bertemu…..senang saja gitu, ya jadi pertemanan terjalin dengan baik sih keduanya gitu. Tasya masih jomlo sih. Kisah masa SMA…kisah cinta Tasya dengan Rangga telah berakhir karena Rangga menjalin kisah cinta dengan Sandra gitu. Tasya sudah melupakan dengan baik sih…Rangga gitu. Arbil yang tahu Tasya masih jomlo karena Tasya yang memberitahukan pada Arbil gitu. Arbil yang masih suka dengan Tasya jadi Arbil mencoba lagi untuk menyatakan cinta yang kedua kali pada Tasya gitu. Tasya menerima cinta Arbil, ya Arbil senang banget cintanya di terima dengan baik sama Tasya gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Arbil dan Tasya gitu. Galaksi senang sih dengan kisah cinta yang di jalankan Arbil dan Tasya gitu. Arbil dan Tasya yang menjalankan kisah cinta gitu, ya jalan bareng sih dengan motor Arbil sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik...tokoh April dan tokoh Mutia," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!!!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik main permainan kartu remi gitu.