Abdul duduk di teras depan rumahnya.
"Nyanyi ah!" kata Abdul.
Abdul mengambil gitar di samping kursinya, ya di mainkan dengan baik gitar dan bernyanyi dengan baik gitu.
Lirik lagu yang dinyanyikan Abdul dengan judul 'Berita Kepada Kawan' :
Adegan diatur di London, selama depresi besar. Michael Banks tinggal di rumah masa kecilnya bersama ketiga anaknya, John, Annabel dan Georgie, setelah kematian istrinya, Kate, setahun sebelumnya. Michael telah mengambil pinjaman dari majikannya, Fidelity Fiduciary Bank, dan tiga bulan terlambat dalam pembayaran. Wilkins, ketua baru bank yang korup, mengirim rekanan untuk memperingatkan dia bahwa rumahnya akan diambil alih jika pinjaman tidak dilunasi secara penuh pada hari Jumat. Michael dan saudara perempuannya Jane ingat bahwa ayah mereka meninggalkan mereka saham di bank yang seharusnya menutupi pinjaman, dan mereka mencari sertifikat saham di rumah. Selama pencarian, Michael menemukan layang-layang masa kecilnya dan membuangnya.
Anak-anak mengunjungi taman lokal dan Georgie, yang telah menemukan layang-layang, menerbangkannya. Mary Poppins turun dari langit dengan layang-layang di tangannya. Dia membawa pulang anak-anak dan mengumumkan bahwa dia akan mengambil alih mereka sebagai pengasuh mereka. Dia menggambar mandi untuk tiga anak, yang mengarah ke petualangan bawah air ("Bisakah Anda Bayangkan Itu?").
Michael mengunjungi bank untuk mencari bukti sahamnya, tetapi Wilkins menyangkal bahwa ada catatan sebelum secara diam-diam menghancurkan halaman dari buku besar resmi. Annabel dan John memutuskan untuk menjual mangkuk 'tak ternilai' milik ibu mereka untuk melunasi utangnya. Georgie mencoba menghentikan mereka, dan mangkuk menjadi rusak saat ketiganya memperebutkannya. Jack, seorang pematik lampu dan mantan murid Bert, menyapa Mary Poppins dan bergabung dengannya dan anak-anak dalam perjalanan ke tempat menghias mangkuk. Selama kunjungan mereka ke Royal Dolton Music Hall ("A Cover is Not the Book"), Georgie diculik oleh serigala, musang, dan musang yang dapat berbicara yang mengambil kembali barang-barang mereka, dan Annabel dan John berangkat untuk menyelamatkannya. Mereka melakukannya dengan sukses, jatuh dari tepi mangkuk, dan bangun di tempat tidur mereka. Menyadari mereka terluka setelah kehilangan ibu mereka; Mary menyanyikan lagu pengantar tidur untuk mereka ("Tempat Kemana Hal-Hal yang Hilang Pergi").
Anak-anak mengunjungi sepupu Mary Poppins, Topsy, berharap mangkuk itu diperbaiki ("Turning Turtle") dan mengetahui bahwa mangkuk itu memiliki nilai uang yang kecil. Mereka membawa tas Michael kepadanya di bank, ya di mana mereka mendengar Wilkins mendiskusikan rencana pengambilalihan rumah mereka. Percaya bahwa dia dan rekan-rekannya adalah geng hewan yang sama yang menculiknya, Georgie menyela pertemuan itu. Michael marah pada anak-anak karena membahayakan rumah dan pekerjaannya. Mary Poppins membawa pulang anak-anak, dipandu oleh Jack dan rekan-rekan penyulut lampunya yang mengajari anak-anak bahasa gaul berima mereka ("Trip A Little Light Fantastic"). Anak-anak menghibur Michael yang putus asa, dan keempatnya berdamai.
Saat tengah malam pada hari Jumat mendekat, ya Bank bersiap untuk pindah dari rumah mereka. Saat memeriksa layang-layang lamanya, ya Michael menemukan bahwa Georgie telah menggunakan sertifikat saham yang hilang untuk memperbaikinya. Jane dan Michael bergegas ke bank sementara Mary Poppins dan anak-anak pergi bersama Jack dan pemantik lampu ke Big Ben untuk 'memutar kembali waktu'. Setelah memanjat menara jam, mereka memutar jam kembali lima menit, memberi Jane dan Michael cukup waktu untuk mencapai bank. Wilkins, bagaimanapun, ya tidak akan menerima sertifikat karena bagian darinya masih hilang. Paman tua Wilkins dan ketua bank sebelumnya, Mr. Dawes Jr., tiba dan memecat Wilkins di tempat karena praktik bisnisnya yang korup. Dia mengungkapkan bahwa Michael memiliki banyak aset untuk menutupi pinjaman, ya yaitu diinvestasikan dengan bijaksana tuppence yang dia simpan di bank bertahun-tahun sebelumnya.
Keesokan harinya, ya keluarga Bank mengunjungi taman, ya di mana sebuah pameran sedang berlangsung. Mereka membeli balon yang membawanya ke udara, di mana mereka bergabung dengan Jack dan banyak lainnya ("Nowhere to Go but Up"). Sekembalinya mereka ke rumah, Mary Poppins mengumumkan bahwa sudah waktunya baginya untuk pergi. Jane dan Michael berterima kasih padanya saat payungnya membawanya kembali ke langit dan pergi.
***
Abdul selesai baca buku dan buku di taruh di bawah meja. Abdu menikmati minum kopi dengan baik dan juga gorengan. Eko dan Budi, ya belum datang gitu. Abdul bersabar menunggu di rumahnya. Ya Abdul berkhayal tentang Putri. Mau khayalan Abdul jadian sama Putri, ya kisah cinta bisa di jalankan dengan baik gitu. Eko dateng ke rumah Abdul, ya memarkirkan motor dengan baik di depan rumah Abdul. Ya Abdul berhenti dari khayalannya yang menjalin kisah cinta dengan Putri gitu karena ada Eko gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Abdul.
"Abdul gimana kerjaan Abdul?" kata Eko.
"Baik. Kerjaan ku. Gimana dengan kerjaan Eko?" kata Abdul.
"Baik juga," kata Eko.
"Ngomong-ngomong. Budi masih keinginannya jadi pejabat pemerintahan?" kata Abdul.
"Masih keinginan Budi, ya ingin menjadi pejabat pemerintahan. Ya tidak selamanya jadi buruh. Ya mengubah nasif!" kata Eko.
"Keinginan Budi. Apa jadi kenyataan atau tidak? Ya tergantung dari usaha dan doa Budi," kata Abdul.
"Doa dan usaha," kata Eko.
"Yang aku tahu sih. Orang-orang Lampung, ya masih berkeinginan jadi pejabat pemerintahan. Lewat jalur ini dan itu, ya agar tujuannya tercapai," kata Abdul.
"Kalau urusan orang-orang Lampung, ya apa lagi suku asli. Ya biarin saja mereka mau mereka jadi pejabat pemerintahan. Ya mereka lahir di tanah Lampung ini, ya merasa penduduk asli, ya lebih berhak memimpin daerah Lampung gitu," kata Eko.
"Kebiasaan orang-orang Lampung, ya asli kelahiran gitu. Maka itu, ya aku tidak tertarik keinginan untuk jadi pejabat pemerintahan," kata Abdul.
"Aku juga tidak tertarik jadi pejabat pemerintahan," kata Eko.
"Sekedar obrolan, ya kan Eko?" kata Abdul.
"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Eko.
Budi dateng ke rumah Abdul memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Abdul. Ya Budi duduk dengan baik, ya dekat Abdul dan Eko. Ketiganya main kartu remi dengan baik. Sedangkan Erwin yang berada di Jakarta. Erwin bersama Putri di sebuah kafe, ya cuma minum dan makan sambil menikmati keadaan. Kafe ada acara musik gitu. Yang di obrolin Putri dan Erwin, ya sekedar urusan pendidikan perkuliahan gitu. Obrolan Putri dan Erwin, ya singkat gitu. Putri meninggalkan Erwin di kafe, ya Putri ada urusan dengan teman Putri lah. Biasalah urusan kelompok cewek, ya bestie gitu. Tak di sangka dan tak di duga. Tiara ke kafe. Erwin dan Tiara, ya ngobrol dengan baik, ya sebagai teman baik satu fakultas satu Universitas. Erwin berusaha dengan baik, ya mengabaikan perasaannya pada Tiara. Ya Tiara biasa saja perasaannya dengan Erwin, ya sebatas teman dan juga Tiara sudah punya pacar. Kenapa Tiara ke kafe? Ya janjian sama pacar lah.