CAMPUR ADUK

Friday, December 26, 2025

GETTYSBURG

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA7 Kemenangan di chenel Indosiar gitu, ya seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu.

"Baca cerpen saja!" kata Budi.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dimulai dengan peta yang dinarasikan yang menunjukkan Tentara Konfederasi Virginia Utara, yang dipimpin oleh Robert E. Lee menyeberangi Sungai Potomac untuk menyerbu Utara pada bulan Juni 1863, berbaris melintasi Maryland dan ke Pennsylvania. Pada tanggal 30 Juni, mata-mata Konfederasi Henry Thomas Harrison melaporkan kepada Letnan Jenderal James Longstreet, komandan Korps Pertama, bahwa Tentara Union Potomac bergerak ke arah mereka, dan bahwa komandan Union Joseph Hooker telah digantikan oleh George Meade. Longstreet melaporkan informasi tersebut kepada Jenderal Lee, yang khawatir bahwa tentara tersebut bergerak "berdasarkan perkataan seorang aktor", bukan dari kepala kavalerinya, JEB Stuart. Meskipun demikian, Lee memerintahkan tentara untuk berkonsentrasi di dekat kota Gettysburg. Di perkemahan Union dekat Union Mills, Maryland, Kolonel Joshua Lawrence Chamberlain dari Maine ke-20 diperintahkan untuk menerima 120 orang dari Maine ke-2 yang dibubarkan yang telah mengundurkan diri sebagai protes, dengan izin untuk menembak siapa pun yang menolak untuk berperang. Chamberlain berbicara kepada orang-orang itu, dan berhasil membujuk semuanya kecuali enam orang untuk mengangkat senjata.

Di Gettysburg, Brigjen Jhon Buford dan divisi kavalerinya melihat elemen divisi Henry Heth dari Korps Ketiga AP Hill mendekati kota dan menyadari bahwa pasukan utama Konfederasi sedang mendekat. Buford menyadari bahwa, dengan preseden dari pertempuran sebelumnya, Konfederasi akan tiba di Gettysburg terlebih dahulu dan membuat pertahanan di posisi yang kuat, memaksa Union untuk menyerang mereka dan menderita banyak korban. Untuk mencegah hal ini, ia memilih untuk berdiri dan bertempur di tempatnya, menilai medan itu sebagai "tanah yang indah" untuk memperlambat gerak maju Konfederasi. Buford mengirim pesan kepada komandan Korps I Mayjen John F. Reynods untuk membawa bala bantuan. Pasukan Heth menyerang kavaleri Buford keesokan paginya, 1 Juli, dengan Korps Kedua Richard S. Ewell bergerak untuk mengapit mereka. Reynolds membawa korpsnya maju, tetapi dibunuh oleh penembak jitu Konfederasi. Pasukan Union didorong keluar dari Gettysburg ke Cemetery Ridge, dan Lee—menolak saran Longstreet untuk mengerahkan kembali pasukannya ke selatan Gettysburg dan bertahan—memerintahkan Ewell untuk mengambil posisi Union "jika memungkinkan". Namun, Ewell ragu-ragu dan tidak menyerang. Pasukan berkonsentrasi pada posisi yang mereka pilih selama sisa hari pertama. Di markas besar Konfederasi di Seminary Ridge, Mayjen Isaac R. Trimble dengan marah mencela kelambanan Ewell kepada Lee, dan meminta penugasan lain.

Pada hari kedua, 2 Juli, brigade Kolonel Strong Vincent dari Union V Corps dikerahkan ke Little Round Top, dan Vincent menempatkan Maine ke-20 di ujung garis, memperingatkan Chamberlain bahwa ia dan resimennya adalah sayap, dan bahwa jika mereka mundur, tentara Konfederasi dapat berputar di belakang mereka dan mengalahkan pasukan Union. Chamberlain berbicara kepada enam orang yang tersisa dari Maine ke-2, dan tiga dari mereka memutuskan untuk bertarung. Lee memerintahkan Longstreet untuk mengerahkan dua divisinya yang tersedia untuk mengambil Little Round Top dan Big Round Top yang berdekatan. Ketika korps Longstreet dikerahkan, Mayjen Jhon Bell Hood , yang memimpin salah satu divisi, memprotes ke Longstreet; dengan Union memegang dataran tinggi, ia akan kehilangan setengah pasukannya jika ia menyerang seperti yang diperintahkan. Longstreet, meskipun protesnya sendiri kepada Lee, memerintahkan Hood untuk menyerang; Hood kemudian terluka saat bertempur di Devil's Den. Di puncak Little Round Top, Chamberlain dan Maine ke-20 melawan gelombang demi gelombang pasukan Konfederasi yang maju, dan mulai kehabisan amunisi. Kolonel Vincent terluka parah, dan tidak ada dari tiga resimen lain di brigadenya yang mampu memberikan dukungan. Chamberlain memerintahkan anak buahnya untuk memasang bayonet, dan menyerang dengan roda kanan menuruni lereng melawan pasukan Konfederasi yang menyerang, yang digambarkan Chamberlain sebagai "kami akan mengayunkannya ke bawah; kami mengayunkannya seperti pintu." Serangan itu berhasil memukul mundur serangan Konfederasi, dan sisi Union bertahan. Malam itu, Stuart akhirnya tiba, dan Lee menegurnya karena tidak dapat dihubungi. Pada saat yang sama, divisi Longstreet yang tersisa, di bawah Mayor Jenderal George Pickett, tiba di lapangan.

Untuk hari ketiga, 3 Juli, Lee memutuskan untuk mengirim tiga divisi—Pickett, Trimble, dan J. Johnston Pettigrew —untuk menyerang pusat garis Union di Cemetery Ridge. Longstreet menyatakan keyakinannya kepada Lee bahwa serangan itu akan gagal, karena pergerakannya satu mil di atas tanah terbuka, dan bahwa Korps Union II di bawah Mayor Jenderal Winfield Scott Hancock dikerahkan di balik tembok batu, sama seperti pasukan Longstreet di Frederickburg. Lee tetap memerintahkan serangan untuk dilanjutkan. Longstreet kemudian bertemu dengan tiga komandan divisi dan merinci rencananya, dimulai dengan artileri Kolonel Edward Porter Alexander membersihkan senjata Union dari punggung bukit, sebelum mengerahkan pasukan ke depan. Meskipun ada tembakan Konfederasi yang gencar, Alexander tidak dapat membuat dampak pada senjata Union. Ketika Pickett meminta untuk bergerak maju, Longstreet hanya mengangguk. Divisi Konfederasi berbaris melintasi lapangan terbuka, dan Hancock terluka saat ia memimpin dari garis depan. Salah satu brigade Pickett, yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Lewis Armistead, berhasil melewati tembok batu, tetapi Armistead terluka dan ditangkap oleh pasukan Union. Pasukan Konfederasi mundur karena banyaknya korban. Melihat Jenderal Pickett yang putus asa, Jenderal Lee memohon padanya untuk "melihat ke divisi Anda," yang dijawab Pickett "Jenderal Lee, saya tidak punya divisi." Serangan Pickett akhirnya gagal. Bertemu dengan Longstreet malam itu, Lee akhirnya memutuskan bahwa mereka akan mundur. Cerita berakhir dengan nasib tokoh-tokoh utama pertempuran tersebut.

***

Budi selesai baca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi gitu.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan ular tangga saja Budi!" kata Eko.

"Okey. Main permainan ular tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu. 

"Emmm," kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi. 

"Budi mau cerita toh. Yaaa silakan Budi bercerita dengan baik gitu!" kata Eko. 

"Begini ceritanya!" kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Valen dan Robi memang bersaudara gitu. Valen adalah kakak dan Robi adalah adik gitu. Orang tua Valen dan Robi adalah Epy dan Wulan gitu. Wulan memang telah lama meninggal dunia gitu. Epy yang menjalankan usaha rumah kontrakan 20 pintu, ya terisi semuanya gitu. Memang sih Valen, Robi, dan Epy tinggal dengan baik sih di Jakarta gitu. Epy sekarang ini dekat dengan baik sih dengan cewek yang bernama Jihan gitu. Ya Jihan seorang janda gitu dengan anak satu yang bernama Mawar gitu. Ya suami Jihan yang bernama Ardian, ya ceritanya berdasarkan Jihan sih…meninggalnya Ardian sih karena serangan jantung gitu. Valen dan Robi sebenarnya tidak suka sih kedekatan Epy dengan Jihan gitu. Mawar suka dengan Valen gitu. Ya Valen tidak suka dengan Mawar, ya jadi Valen menjauh sih dari Mawar gitu. Ya memang Valen kerjaannya cuma kerja di bengkel motornya Tono dan Toto gitu. Tono dan Toto teman baiknya Valen dari masa kecil sampai sekarang gitu. Epy memang tidak suka dengan kerjaannya Valen yang cuma kerja di bengkel motor gitu, ya pada hal Valen lulusan Universitas gitu. Robi kerjaannya melukis gitu. Memang sih lukisan yang di buat Robi di jual dengan baik sih. Mila yang kedua orang tuanya meninggal gitu, ya jadi Mila tidak punya siapa-siapa lagi gitu…sebatang kara tidak enak gitu. Mila memang mengenal dengan baik sih teman baik Ayahnya yang bernama Epy gitu, ya jadi Mila ke rumah Epy saja gitu. Ceritanya Epy senang bertemu dengan Mila gitu. Ya Epy mengerti dengan baik sih Mila sudah tidak punya orang tua gitu. Memang hubungan pertemanan Epy dengan Ayahnya Mila yang bernama Fattah…..baik sih. Mila tinggal dengan baik sih di rumahnya Epy gitu. Valen dan Robi sepakat dengan baik sih ngerjain Mila dengan cara Valen dan Robi jadi hantu gitu. Mila awalnya takut sih dengan hantu gitu. Usaha Valen dan Robi ngerjain Mila dengan di takutin dengan hantu, ya berhasil gitu. Mila memberanikan diri sih untuk melawan ketakutannya dan menghadapi hantu gitu. Mila mengetahui kalau hantu bohongan gitu. Mila di kerjai sama Valen dan Robi gitu, ya jadi Mila menghajar hantu dengan pukulan dengan tendangan gitu. Valen dan Robi yang jadi hantu kesakitan karena di hajar Mila gitu. Valen dan Robi kapok nakutin Mila gitu. Memang sih Valen dan Robi meminta maaf sih sama Mila karena sudah menakutin dengan hantu bohongan gitu. Mila memaafkan Valen dan Robi, ya ketiganya berteman baik gitu. Robi memang punya pacar sih yang bernama April gitu. Memang sih hubungan pacaran Robi dan April baik sih. Ya Robi yang kerjaannya membuat melukis berusaha dengan baik membuat lukisan dengan baik gitu. Mila yang tertarik dengan melukis, ya jadi belajar melukis sama Robi. Mila dan Robi dekat sih, ya keduanya sering bersama sih dan jalan bareng gitu. April yang memergokin Robi dan Mila bersama di sebuah kafe gitu. April marah sih karena Robi dekat sama Mila gitu. Kesalahpahaman terjadi dengan baik sih…April dengan Robi dan Mila gitu. Ya April berkata putus sama Robi gitu. Ya Robi membiarkan saja April gitu yang berkata putus dan meninggalkan Robi dan Mila gitu. Mila jadi tidak enak dengan hubungan Robi dan April buruk gitu. Robi dan Mila masih urusan melukis sih. Robi berhasil sih membuat lukisan yang mau di jual gitu. Mila membuat lukisan yang bagus, ya karena di ajarkan dengan baik sama Robi gitu. Epy tetap tidak suka dengan kerjaannya Valen yang cuma kerja di bengkel motor Toto dan Tono gitu. Mila yang berteman dengan baik sama Valen, ya Mila memberikan masukkan baik sih pada Valen untuk tidak kerja di bengkel motor Toto dan Tono gitu. Masukkan dari Mila di terima dengan baik sama Valen gitu, ya Valen tidak kerja lagi di bengkel motor Toto dan Tono gitu. Valen berusaha dengan baik kerja di perusahaan dengan melamar kerjaan gitu, ya memang di bantuin Mila gitu. Hubungan kedekatan Valen dan Mila, ya ada rasa cinta gitu. Valen berhasil sih kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU gitu. Mila senang sih Valen kerja di perusahaan. Epy senang sih Valen kerja di perusahaan gitu. Valen kerja dengan baik di perusahaan gitu. Memang di perusahaan ada teman masa kuliah yang bernama Tasya gitu. Tasya senang Valen kerja di perusahaan gitu. Hubungan pertemanan Tasya dan Valen baik sih. Valen suka dengan Mila sih, ya Mila suka dengan baik sama Valen gitu. Robi memang sering bersama Mila gitu, ya urusan melukis gitu. Valen mengerti dengan baik sih kedekatan Robi dan Mila gitu. Valen menganggap sih…Robi punya rasa sama Mila dan Mila punya rasa sama Robi gitu. Lukisan yang di buat Robi dan di jual dengan baik, ya lakunya mahal banget gitu. Lukisan yang di buat Mila hasilnya bagus di simpan dengan baik gitu. Robi masih cinta sama April, ya Robi berusaha dengan baik untuk hubungan kisah cintanya dengan April kembali baik seperti biasanya gitu dengan bantuan Mila gitu. Usaha Robi dan Mila berhasil sih membuat April mengerti hubungan Robi dan Mila hanya teman saja gitu. Robi dan April balikan, ya jadi kisah cinta di jalankan dengan baik keduanya gitu. Mila senang sih dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Tasya suka dengan Valen, ya Tasya inginnya jadian sama Valen gitu. Hubungan pertemanan Valen dan Tasya baik sih. Memang sih Valen menganggap kedekatan Robi dan Mila, ya urusan cinta gitu. Valen memang lebih baik temanan saja sama Mila, ya jadi Valen memutuskan dengan baik sih untuk jadian saja sama Tasya gitu. Ketika Valen tahu bahwa hubungan Robi dan April kembali baik sih, ya jadi Robi tidak ada hubungan kisah cinta sama Mila gitu. Ya Valen tidak jadi jadian sama Tasya, ya Valen berusaha dengan baik sih jadian sama Mila gitu. Usaha Valen berhasil sih jadian sama Mila gitu. Tasya mengerti dengan baik sih bahwa Valen jadian sama Mila gitu. Tasya tidak berharap lagi sama Valen gitu. Budi yang kerja dengan baik di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu, ya Budi memang berteman baik sama Tasya gitu. Ya memang Budi suka dengan Tasya gitu, ya jadi Budi berusaha dengan baik sih jadian sama Tasya gitu. Usaha Budi berhasil sih jadian dengan Tasya gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Budi dan Tasya gitu. Valen yang mengetahui dengan baik Tasya menjalin kisah cinta sama Budi, ya Valen senang gitu. Hubungan kisah cinta Valen dan Mila baik sih. Robi dan April hubungan kisah cintanya baik gitu. Mila yang menekunin dengan baik melukis gitu, ya lukisan Mila di jual dengan baik dan laku gitu. Robi senang sih mengajarkan melukis sama Mila dan hasilnya lukisan Mila bagus, ya laku di pasaran gitu. Epy yang dekat dengan Jihan, ya Epy kecewa sih dengan kelakukan Jihan yang ternyata membunuh suaminya Ardian dengan cara di racun demi harta gitu. Jihan di tangkap polisi kepolisian Lapor Pak! gitu. Polisi memasukkan Jihan ke penjara gitu. Mawar menikah dengan Tony Lee dan keduanya meninggalkan Jakarta, ya Indonesia dan tinggal dengan baik di Singapura gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko. 

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta tokoh Valen dan tokoh Robi," kata Eko.

"Yaaa begitulah ceritanya," kata Budi.

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan ular tangga gitu.

"Emmm," kata Eko.

"Ngomongin acara Tv," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Acara Tv....DA7 Kemenangan....bagus kan Eko?" kata Budi.

"Acara Tv....DA7 Kemenangan....bagus sih Budi!" kata Eko.

"Pemenang adalah yang terbaik sih dan penggemar banyak," kata Budi.

"Aku setuju sih dengan omongan Budi!" kata Eko.

"DA7 tetap menghibur dengan baik penonton di rumah," kata Budi.

"Hiburan memang tetap menghibur dengan baik sih penonton di rumah acara DA7," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko dan Budi tetap asik sih....permainan ular tangga gitu.

POPI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus sinetron tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu.

"Baca cerpen saja!" kata Budi.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu.

Isi cerita yang di baca Budi :

Abraham Rodriguez, yang dikenal sebagai Popi oleh kedua putranya Luis dan Junior, menghidupi mereka dengan bekerja di tiga pekerjaan, sehingga hanya menyisakan sedikit waktu untuk mengawasi mereka. Ia berharap untuk mendapatkan cukup uang untuk menikahi pacarnya Lupe dan memindahkan keluarganya ke rumah yang lebih baik di Brooklyn. Kemudian kenyataan menghantam ketika anak laki-laki itu melihat geng-geng melakukan kekerasan di lingkungan itu dan bahkan menjadi korban ketika pakaian mereka dicuri. 

Ketika bekerja di sebuah perjamuan di New York untuk para pengungsi Kuba, ia menetas sebuah ide. Menyadari anak laki-lakinya memiliki peluang yang lebih baik untuk menjadi pengungsi politik yang baik daripada produk-produk ghetto tempat ia membesarkan mereka, ia berencana untuk membiarkan mereka hanyut dalam perahu dayung di lepas pantai Miami Beach dengan harapan mereka akan disangka sebagai pelarian dari Kuba dan ditawari suaka. Setelah mengajari mereka cara mendayung perahu di danau di Central Park dan cara menangani perahu motor di East River, ya mereka berangkat ke Florida.

Popi mencuri perahu di Pantai Miami dan menyuruh anak-anak itu untuk membawanya keluar sampai mereka kehabisan bahan bakar, lalu melepas motor tempel dan mulai mendayung kembali ke pantai. Ketika ia tidak dapat meyakinkan Penjaga Pantai bahwa anak-anak itu ada di luar sana, ia khawatir mereka tersesat sampai ia mendengar laporan radio tentang penyelamatan heroik dua anak laki-laki "Kuba". Luis dan Junior, menderita dehidrasi dan sengatan matahari yang parah. 

Anak-anak itu dirawat di rumah sakit, dan segera mendapati diri mereka dibanjiri bunga dan mainan dari ribuan simpatisan, banyak di antaranya yang menawarkan untuk mengadopsi mereka. Dengan menyamar, Popi menyelinap ke kamar rumah sakit mereka dan mencoba meyakinkan mereka bahwa mereka lebih baik dibesarkan oleh orang tua yang kaya. Ketiganya mulai berdebat keras dalam bahasa Inggris, memberi tahu staf dan mendorong Popi untuk melarikan diri, diikuti oleh putra-putranya. Sangat melegakan bagi anak-anak itu, tipuan mereka terbongkar, dan mereka dengan senang hati kembali ke kehidupan mereka yang miskin di barrio bersama ayah mereka yang penyayang.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

“Emmm,” kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Ya Eko duduk dengan baik sih dekat Budi. Memang sih Eko melihat dengan baik di meja ada kliping.

“Kliping,” kata Eko.

“Emmm,” kata Budi.

Eko mengambil kliping di meja gitu.

“Budi buat kliping lagi, ya kan Budi?” kata Eko.

“Ya aku memang membuat kliping lagi sih. Biasa sih…nilai kreatifitas aku dan nilai belajar aku,” kata Budi.

“Aku buka saja kliping!” kata Eko.

“Emmm,” kata Budi.

Eko membuka kliping dengan baik sih, ya di lihat dan di baca dengan baik sih…artikel-artikel koran di kliping gitu. Budi menunggu Eko selesai membaca artikel-artikel koran di kliping, ya Budi menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Ceritanya di buat dengan baik sih…Eko cukup lama sih membaca artikel-artikel koran di kliping gitu, ya pada akhirnya selesai gitu.

“Kliping yang di buat Budi bagus!” kata Eko.

“Terima kasih Eko…pujiannya!” kata Budi.

"Kliping yang di buat Budi....kumpulan artikel-artikel koran yang menceritakan dengan baik sih....tentang dinas-dinas di Batam," kata Eko.

"Yaaa memang sih...Eko...kliping yang aku buat sih....kumpulan artikel-artikel koran yang menceritakan tentang dinas-dinas di Batam karena berkaitan dengan ekonomi," kata Budi.

"Memang sih....dinas-dinas di Batam berkaitan dengan ekonomi," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Orang-orang yang kerja dengan baik di  dinas ini dan itu....di gaji dengan baik. Uang di gunakan dengan baik untuk ini dan itu. Roda ekonomi di gerakan dengan baik demi hidup ini," kata Eko.

"Realitanya begitu," kata Budi.

"Memang sih kerjaannya sih di program dengan baik sih dinas-dinas sih," kata Eko.

"Realitanya memang begitu sih," kata Budi.

"Tetap harus di kritik sih....dinas-dinas di Batam, ya karena kritik kan membangun," kata Eko.

"Memang harus di kritik....dinas-dinas di Batam. Manusia kan tidak luput dari kesalahan gitu, ya tujuan di kritik dengan baik untuk kerjaanya orang-orang yang kerja di dinas-dinas untuk lebih baik lagi karena untuk kebaikan bersama," kata Budi.

"Urusan fatal sih, ya orang-orang yang kerja di dinas-dinas di Batam di hukum dengan baik sesuai dengan kesalahannya yang fatal," kata Eko.

"Aku setuju dengan omongan Eko!" kata Budi.

"Urusan masuk kerja di dinas-dinas tetap kompetisi kan Budi?" kata Eko.

"Memang realitanya tetap sih Eko....urusan masuk kerja di dinas-dinas tetap kompetisi dengan baik," kata Budi.

"Persaingan sengit demi urusan kerja di dinas-dinas," kata Eko.

"Sengit banget persaingan sih, yaaa seperti perlombaan olahraga dan perlombaan menyanyi. Yang terbaik kerja dengan baik di dinas-dinas," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko menutup kliping dan kliping di taruh di meja dengan baik gitu.

"Main permainan kartu remi saja Budi!" kata Eko.

"Okey main permainan kartu remi!" kata Budi.

Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan kartu remi di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budii main kartu remi dengan baik gitu.

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Valen tinggal dengan baik sih di Batam dengan kedua orang tuanya gitu. Epy dan Wulan adalah orang tuanya Valen gitu. Epy menjalankan dengan baik usaha bengkel motor dan mobil gitu. Memang sih Valen membantu dengan baik sih usaha bengkel motor dan mobil yang di jalankan dengan baik sih sama Epy gitu. Valen kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Robi adalah teman baik Valen gitu. Ibunya Robi namanya sama sih dengan nama Ibunya Valen, ya Wulan gitu. Hidup ini wajar sih nama sama sih tapi beda orang gitu. Ayah Robi bernama Gery gitu. Ya Gery menjalankan dengan baik sih…usaha toko minimarket gitu. Memang sih Robi dan Wulan membantu dengan baik sih usaha minimarket yang di jalankan dengan baik sama Gery gitu. Robi memang menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Valen dan Robi satu fakultas gitu. Valen pernah berpacaran sih dengan cewek yang bernama Mila, ya pacaraannya pada masa SMA gitu. Putusnya Valen dan Mila sih, ya karena orang tua Mila gitu. Fildan dan Melly adalah orang tuanya Mila gitu. Fildan kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU. Sekarang ini sih…Valen sedang dekat sih dengan cewek yang bernama Tasya gitu. Ya Tasya anaknya Selfi dan Devan gitu. Ya Devan menjalankan usaha rumah makan Rasa Nusantara gitu. Tasya menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Batam gitu. Memang sih Valen dan Robi satu fakultas dengan Tasya gitu. Valen suka sih sama Tasya, ya inginnya sih jadian sama Tasya sih Valen tapi Valen masih cinta Mila gitu. Robi mendukung dengan baik sih Valen kalau ingin jadian sama Tasya karena memang Tasya…cantik dan baik perilakunya gitu. Robi memang suka sih sama Tasya tapi Robi sedang suka dengan cewek yang bernama Zahra gitu. Rara dan Aladul orang tuanya Zahra gitu. Aladul kerjaannya menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Memang Rara membantu usaha Aladul yang menjalankan usaha toko kelontongan dengan baik gitu. Ya Zahra tidak kuliah, ya Zahra kerja dengan baik di tempat makan yang bernama Mie Cekban yang berada di mall Nagoya gitu. Pertemanan Robi dan Zahra baik sih. Ya Robi inginnya jadian sih sama Zahra gitu karena Zahra cantik dan perilakunya baik sih. Setelah di pikirkan dengan baik sih…Valen ingin beneran sih jadian sama Tasya, ya makanya Valen menjalankan pendekatan dengan baik sama Tasya gitu. Valen ngajak jalan Tasya sih ke mall Orchard Park untuk nonton film di bioskop dan makan dan minum juga gitu. Tasya mau sih di ajak jalan sama Valen gitu. Ceritanya sih Valen dan Tasya sudah berada di mall Orchard Park, ya keduanya menikmati keadaan mall yang aman dan nyaman gitu. Sesuai dengan rencana sih….Valen dan Tasya mau nonton film di bioskop gitu, ya Valen bertemu tidak sengaja dengan baik sama Mila. Ya Mila memang kerja dengan baik di mall Orchard Park. Mila mengerti dengan keadaan sih bahwa Valen jalan bareng dengan cewek, ya nonton film di bioskop dan juga makan dan minum gitu. Ceritanya Valen dan Tasya selesai urusan di mall Orchard Park, ya keduanya pulang ke rumah masing-masing gitu. Sebenarnya Valen ngajak jalan Tasya….inginnya Valen menyatakan cinta sama Tasya gitu…..tapi karena Valen bertemu dengan Mila yang kerja dengan baik di mall Orchard Park jadinya Valen tidak jadi sih menyatakan cinta sama Tasya gitu. Valen yang dilema antara Mila dan Tasya, ya Valen meminta Robi sih untuk memberikan masukkan baik sih untuk menyelesaikan masalah dilema Valen gitu. Robi memang memberikan masukkan baik sih sama Valen urusan dilema sih….antara Mila dan Tasya gitu, ya masukan Robi itu “Valen harus mengikuti dengan baik rasa yang ada di hati Valen gitu!”. Valen menerima dengan baik sih masukkan baik dari Robi gitu, ya Valen mengikuti dengan baik sih rasa di hati Valen gitu. Rasa itu sih…Valen cinta Mila gitu. Ya Valen berusaha dengan baik sih balikan dengan Mila gitu. Ayahnya Mila sekarang hanya bisa duduk di kursi roda, ya karena kecelakaan motor gitu. Ayah Mila tidak kerja di perusahaan karena keadaannya gitu. Mila memutuskan lebih baik kerja di mall Orchard Park dari pada kuliah gitu. Hasil dari kerja di mall Orchard Park untuk kedua orang tua gitu. Valen berusaha dengan baik sih untuk balikan sama Mila. Orang tua Mila menerima Valen dengan baik sih, ya jadi Valen berhasil balikan dengan Mila gitu. Senang banget sih Valen balikan dengan Mila gitu. Robi senang sih Valen balikan sama Mila gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Valen dan Mila gitu. Tasya yang tahu Valen menjalin cinta sama Mila, ya Tasya mengerti dengan keadaan gitu. Budi yang kerjaannya guru SMA Negeri yang ada di Batam gitu, ya Budi suka dengan Tasya gitu. Rumah Budi dekat sih dengan rumah Tasya gitu. Dengan pendekatan yang baik sih, ya Budi berhasil jadian dengan Tasya. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Budi dan Tasya gitu. Memang sih Budi dan Tasya jalan-jalan sih dengan motor Budi, ya ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Di mall Orchard Park, ya Budi dan Tasya berada gitu…menikmati keadaan di mall sih…nonton film di bioskop, yaaa makan dan minum juga gitu sih. Setelah urusan dari mall selesai sih, ya Budi dan Tasya pulang ke rumah masing-masing gitu. Budi menjalankan kerjaannya dengan baik sih guru SMA Negeri gitu, ya Tasya menjalankan kuliah dengan baik sih. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Budi dan Tasya baik sih, ya keduanya merencanakan dengan baik menikah sih demi kebaikkan keduanya gitu. Robi yang ingin jadian sama Zahra, ya Robi gagal gitu karena Zahra di jodohkan sama Arbil gitu. Ya Arbil menjalankan usaha dealer motor gitu. Arbil dan Zahra memang ada rencana menikah gitu. Valen mengerti dengan baik sih keadaan Robi yang gagal jadian sama Zahra karena Zahra di jodohkan sama Arbil gitu. Valen memberikan masukan yang baik sama Robi, ya jadi Robi memutuskan dengan baik melupakan Zahra saja demi kebaikkan Robi gitu. Robi dan Valen menjalankan kuliah dengan baik sih gitu. Sampai suatu hari, ya Robi bertemu dengan teman masa SMA yang bernama April, ya pertemuan tidak sengaja di jalan gitu. April kerja dengan baik Alfamart gitu. Memang April memilih kerja dari pada kuliah karena keadaan keluarga April gitu. Hubungan pertemanan Robi dan April baik sih. Keinginannya Robi jadian sama April sih. Memang sih April suka dengan Robi dari masa SMA sampai sekarang gitu. Valen mendukung dengan baik sih…Robi jadian dengan April, ya cewek yang di sukai dengan baik sama Robi gitu. Pendekatan di jalankan dengan baik sih…Robi yang ingin jadian sama April gitu. Usaha Robi berhasil jadian sama April karena April suka sama Robi gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Valen dan Mila senang sih dengan kisah cinta yang di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus!" kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Kisah persahabatan yang baik sih tokoh Valen dan tokoh Robi," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!!!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainam kartu remi gitu.

CAMPUR ADUK

THE HOT SPOT

Malam hari, ya bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...FTV di chenel SCTV, ya seperti biasa ...

CAMPUR ADUK