CAMPUR ADUK

Tuesday, January 6, 2026

PANIPAT

"Malam hari. Bulan setengah bersinar dengan baik di langit," kata Budi.

Memang seperti biasa sih...Budi duduk santai di depan rumahnya sambil minum kopi dan makan singkong goreng gitu.

"Baca cerpen saja!" kata Eko.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu.

Isi cerita yang baca Budi :

Bahasa Indonesia: Pada tahun 1758, Kekaisaran Maratha telah mencapai puncaknya di bawah pimpinan Peshwa Balajj Baji Rao alias Nana Saheb. Komandan Maratha Raghunath Rao, saudara Peshwa, Shamsher Bahadur, yaaa saudara tiri Peshwa, dan Sadashiv Rao Bhau, yaaa sepupu Peshwa, mengalahkan Nizam dari Hyderabad dan komandan artileri Ibrahim Khan Gardi. Sadashiv memasukkannya ke dalam Tentara Maratha sebagai komandan artileri mereka. Mereka pulang ke ibu kota Kekaisaran di Pure. Karena tekanan dari istrinya Gopika Bai, yaaa Peshwa menunjuk Sadashiv sebagai menteri keuangan Kekaisaran untuk mendukung putra Peshwa, Vishwas Rao, yaaa yang diterimanya dengan enggan.

Sadashiv membuat daftar orang-orang yang gagal membayar Chauth kepada Kekaisaran Maratha tepat waktu, dan mencatat bahwa Kepala DPR Rohillakhand Najib ad-Dawlah memiliki jumlah pajak terutang terbesar. Najib, yang takut pada Maratha, mengundang Ahmad Shah Abdali ke Delhi. Berita tentang aliansi ini sampai ke Pune, bersamaan dengan berita tentang pembunuhan jenderal Maratha Dattaji Shinde oleh Najib ketika ia datang untuk menagih Chauth darinya.

Peshwa menunjuk Raghunath Rao sebagai komandan pasukan Maratha untuk melawan Abdali dan mempertahankan Delhi. Raghunath meminta sejumlah besar uang, yang ditolak Sadashiv, dengan alasan kondisi keuangan setelah pertempuran berturut-turut. Oleh karena itu, Raghunath menolak untuk maju ke utara, yang menyebabkan Peshwa menunjuk Sadashiv sebagai panglima tertinggi pasukan Maratha, di bawah pimpinan Vishwas Rao. Pasukan tersebut, bersama sejumlah besar wanita, anak-anak, dan peziarah memulai perjalanan panjang dan sulit mereka ke utara.

Mereka mulai membuat aliansi dengan kerajaan lain, termasuk Maharaja Suraj Mal dan Nawab Shuja-ud-Daulah, dan berhasil, dengan ukuran pasukan mereka tumbuh menjadi 50.000 orang. Abdali juga membuat aliansi, mengambil keuntungan dari kebencian raja Rajput terhadap Maratha. Sadashiv dan para komandan menerima intelijen bahwa Abdali telah berkemah di sisi lain Yamuna dan melihat bendera Shuja bersama dengan bendera Abdali, mengungkapkan bahwa Nawab telah beralih kesetiaan. Karena hujan lebat, Maratha tidak dapat membangun jembatan untuk menyeberangi Yamuna. Sadashiv memutuskan untuk berbaris ke utara dan merebut Delhi dan kemudian menyeberangi Yamuna untuk mengalahkan Abdali.

Najib menerima intelijen bahwa Maratha telah mundur, dari mana Abdali menyimpulkan bahwa mereka berbaris ke utara ke Delhi. Dia menyarankan agar mereka juga berbaris ke utara dan menyeberangi Yamuna. Sementara itu, Maratha merebut Delhi. Setelah mengetahui orang-orang Afghanistan mengejar Maratha, Sadashiv memutuskan untuk secara strategis merebut Benteng Kunjpura dan akhirnya melakukan pembantaian di sana terhadap orang-orang Afghanistan yang tak berdaya yang berangkat dari kolom utama mereka, yang membuat Abdali marah sedemikian rupa sehingga dia segera bereaksi dengan menyeberangi Yamuna yang membengkak di tengah hujan lebat. Hal ini membuat Maharaja Patiala, Ala Singh, yaaa tidak dapat mengirim tentaranya. Makanan mulai berkurang, dan tentara Maratha serta warga sipil terpaksa tidak makan. Meskipun kedatangan Raja Aradhak Singh memberikan sedikit kelegaan bagi kamp Maratha, tetapi segera setelah berkemah di Panipat, yaaa Abdali menyusul Maratha dan berhadapan langsung. Namun, setelah mendengar kemungkinan kudeta di ibu kotanya di Kandahar, yaaa Abdali mengatur gencatan senjata dengan Sadashiv tetapi membatalkannya setelah Sadashiv tidak setuju dengan persyaratan Abdali. Setelah kedua belah pihak memutuskan strategi dan formasi, mereka bersiap untuk konfrontasi terakhir.

Parvati Bai dan warga sipil serta peziarah tinggal di kamp kecil di belakang, dan Vishwas berjanji kepada Sadashiv bahwa ia tidak akan pernah turun dari gajahnya selama pertempuran demi perlindungannya sendiri. Tembakan artileri dimulai oleh kedua belah pihak, dengan kerusakan besar yang terjadi pada pasukan Abdali karena kepemimpinan Ibrahim Khan. Para penembak juga mulai menyerang. Infanteri kemudian memulai serangan utama, dengan Maratha yang berhasil. Dilanda rasa takut, banyak prajurit pasukan Abdali mundur, tetapi Abdali mengancam mereka dengan hukuman berat dan memaksa mereka untuk kembali berperang. Sementara itu, saat melihat Shamsher terluka, Vishwas turun dari gajahnya untuk melindunginya. Sadashiv menangkis orang-orang Afghanistan yang menyerang pangeran muda itu, tetapi Vishwas tertembak hingga tewas. Ini merupakan pukulan besar bagi moral Maratha, yang mulai kehilangan pijakan sejak saat itu. Satu per satu, kepala suku Maratha terluka atau terbunuh. Araadhak Singh tiba-tiba mundur dari pertempuran. Kemudian terungkap bahwa ia marah dengan Maratha karena pajak tinggi yang dikenakan kepada mereka, jadi ia diam-diam bersekutu dengan Abdali. Melihat gelombang pertempuran berubah, Malhar Rao mundur dari medan perang dan mengawal para warga sipil ke tempat yang aman, seperti yang dijanjikan kepada Sadashiv pada malam pertempuran. Tentara Abdali mendekati Sadashiv tetapi ia dengan berani melawan, menderita luka serius. Ia akhirnya menyerah pada luka-lukanya dan meninggal.

Kembali di Pune, Parvati Bai meninggal karena kesedihan. Abdali mengirim surat kepada Peshwa, memuji keberanian dan kejantanan Sadashiv. Epilog mengungkapkan bahwa meskipun menang, Abdali tidak pernah kembali ke India. Di bawah kepemimpinan Peshwa Madhav Rao, yaaa para jenderal Mahadaji Shinde dan Tukoji Rao Holkar merebut kembali Delhi sepuluh tahun kemudian, menjadikan Maratha sebagai kekuatan dominan sekali lagi.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

“Emmmmm,” kata Budi.

Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.

“Emmmmm,” kata Budi.

“Main permainan Zahtura saja Budi!” kata Eko.

“Oke….main permainan Zahtura!” kata Budi.

Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Zahtura dengan baik gitu.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.

“Silakan Budi bercerita dengan baik!” kata Eko.

“Begini ceritanya!!!!!” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“April tinggal dengan baik di Batam dengan kedua orang tuanya. Valen dan Mila adalah kedua orang tuanya April dan Arbil. Ya Arbil adalah abangnya April gitu. Valen dan Mila menjalankan usaha rumah makan Seafood. April membantu sih usaha Valen dan Mila menjalankan usaha rumah makan Seafood gitu. Ya Valen dan Mila yang menjalankan usaha rumah makan Seafood ada kebanggaan gitu karena Walikota Batam pernah datang ke rumah makan Valen dan Mila, ya Walikota berpendapat sih…makanan dan minuman di rumah makan Valen dan Mila….enak gitu. Memang sih Valen dan Mila berfoto dengan baik sama Walikota Batam, ya dan foto di pajang di dinding yang ada di rumah makan gitu jadi semua orang yang ke rumah makan Valen dan Mila melihat dengan baik foto Valen dan Mila dengan Walikota Batam gitu. April memang membuat YouTobe tentang rumah makan orang tuanya…rumah makan Seafood tujuannya sih sama seperti orang-orang yang membuat YouTobe tentang rumah makan gitu….untuk mempromosiin dengan baik rumah makan dengan baik gitu, ya agar rumah makan banyak orang yang datang ke rumah makan untuk menikmati dengan baik makanan dan minuman yang enak gitu. Respon YouTobe yang di buat April bagus karena banyak penontonnya jadi April melanjutkan membuat YouTobe dengan ceritanya sih…April memasak makan ini dan itu dengan baik. Membuat YouTobe di usahakan dengan baik sama April sih, ya jadinya menghasilkan uang gitu. Memang sih April kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Uang yang di dapatkan dari YouTobe di gunakan dengan baik sama April sih untuk infak, sodakoh, zakat, dan membayar biaya kuliah dengan baik gitu. Valen punya adik sih yang bernama Tasya gitu. Tasya tinggal dengan baik di Singapura dengan suaminya bernama Budi. Ya Budi memang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Singapura gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Budi dan Tasya gitu, ya bahagia dengan anak yang bernama Aqella gitu. Ya Aqella kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Singapura gitu. Keadaan di Singapura, ya kompetisi dengan baik sih dari usaha-usaha orang-orang yang tinggal dengan baik di Singapura gitu, ya bagi yang memahami dengan baik ilmu agama sih…rezeki masing-masing gitu. Memang sih Tasya, Budi, dan Aqella tinggal dengan baik di kawasan komunitas orang Indonesia yang tinggal dengan baik di Singapura gitu. Pemerintahan Singapura menjalankan dengan baik sih sistem kerja demi rakyat Singapura dan juga untuk orang-orang pendatang yang tinggal dan kerja dengan baik di Singapura gitu. Tasya, Budi, dan Aqella jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Singapura dengan tujuannya happy-happy gitu. Cerita Arbil sih berhasil di pendidikan karena didikkan Ayah dan Ibu jadi Arbil tinggal dengan baik di Amerika dengan istri tercinta bernama Zahra gitu dan memang Arbil kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Amerika gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Arbil dan Zahra, ya bahagia gitu dengan anak bernama Fattah. Ya Fattah balita gitu. Memang sih Arbi, Zahra, dan Fattah tinggal di kawasan komunitas orang Indonesia yang tinggal dengan baik di Amerika gitu. Keadaan Amerika, ya kompetisi sih urusan usaha-usaha orang-orang yang tinggal dengan baik di Amerika gitu dan hasil sih….bagi yang memahami ilmu agama sih…..rezeki masing-masing gitu. Arbil, Zahra, dan Fattah…jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Amerika dengan tujuannya happy-happy gitu. April punya teman baik sih yang bernama Mutia gitu. Ya Mutia menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. April dan Mutia memang satu fakultas gitu. Fildan dan Melly adalah orang tuanya Mutia gitu. Fildan kerjaannya pengacara gitu. April dan Mutia biasa sih jalan-jalan dengan motornya Mutia gitu, ya ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Mutia adalah kafe gitu. Kafe pemilik adalah Gibran dan Adara. Ya Gibran dan Adara…suami istri. Di kafe, ya April dan Mutia ngobrol dengan baik sih tentang Politik Era Orde Baru gitu. Pendapat April dan Mutia tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Ya keinginan Mutia dan April sih ngobrol dengan Walikota Batam tentang Politik Perubahan Sosial Ekonomi gitu. Memang sih obrolan April dan Mutia sekedar obrolan saja sih di kafe, ya seperti obrolan orang-orang yang pendidikan tinggi dan tinggal dengan baik di Batam gitu. April dan Mutia seperti biasa sih kuliah dengan baik gitu. Mutia yang berteman baik sama Yusuf, ya Mutia suka dengan Yusuf. Ya Yusuf anaknya Ridho dan Lesti. Ridho menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Yusuf memang satu fakultas dengan Mutia gitu. Della yang berteman baik sama Yusuf, ya Della menyukai dengan baik Yusuf. Della satu fakultas dengan Yusuf gitu. Della anaknya Rara dan Ridwan gitu. Ya Ridwan menjalankan usaha toko Hp gitu. Yusuf berteman baik dengan Robi. Ya Robi satu fakultas dengan Yusuf gitu. Robi anaknya Afan dan Sridevi. Ya Afan menjalankan dengan baik sih usaha dealer motor gitu. Robi dan Yusuf yang berteman baik, ya keduanya biasa sih main basket gitu dengan tujuannya sih kebugaran tubuh, ya sehat gitu. Robi dan Yusuf biasa sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing gitu ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Yusuf dan Robi adalah kafe gitu. Kafe pemiliknya Ivan dan Sandra. Memang sih…Ivan dan Sandra…suami istri gitu. Di kafe, ya Yusuf dan Robi biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang  Politik Era Orde Lama gitu. Pendapat Yusuf dan Robi tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Keinginan Yusuf dan Robi sih…ingin ngobrol dengan Walikota Batam tentang Politik Perubahan Hukum gitu. Memang sih obrolan Yusuf dan Robi sekedar obrolan saja sih di kafe, ya seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi dan tinggal dengan baik di Batam. Yusuf dan Robi seperti biasa sih menjalankan kuliah dengan baik gitu. Yusuf yang berteman baik sama Mutia dan Della gitu. Yusuf sukanya Mutia gitu dari pada Della gitu. Yusuf menyatakan cinta dengan baik sih sama Mutia gitu. Mutia menerima Yusuf karena Mutia suka dengan Yusuf gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Mutia dan Yusuf gitu. Della yang tidak bisa jadian dengan Yusuf, ya Della memutuskan dengan baik fokus kuliah saja gitu. Robi senang sih dengan kisah cinta Yusuf dan Mutia gitu. April senang sih dengan kisah cinta Mutia dan Yusuf gitu. Ya Yusuf dan Mutia jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Yusuf ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Batam dengan tujuannya happy gitu. Robi dan April yang berteman baik karena memang keduanya satu fakultas gitu. Ya Robi dan April, ya ada rasa sih gitu. Yusuf dan Robi biasa sih ke kafe gitu. Di kafe, ya Yusuf dan Robi ngobrol dengan baik sih tentang Politik Era B.J. Habibie gitu. Tetap sih keinginan Yusuf dan Robi sih ingin ngobrol dengan Walikota Batam tentang  Kebijakan Politik yang berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia gitu. Memang sih obrolan Yusuf dan Robi di kafe sekedar obrolan saja sih, ya seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Batam gitu. Yusuf dan Robi seperti biasa sih menjalankan dengan baik kuliah gitu. Robi yang berteman baik sama April, ya keduanya nyaman gitu jadi keduanya memutuskan dengan baik sih jadian gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Yusuf senang sih dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Mutia senang sih dengan kisah cinta April dan Robi gitu. Robi dan April jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Robi sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitu ceritanya!” kata Budi.

“Cerita yang bagus,” kata Eko.

“Sekedar cerita saja!” kata Budi.

“Kisah cinta,” kata Eko.

“Emmmmm,” kata Budi.

“Kisah pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Mutia,” kata Eko.

“Ya begitulah ceritanya!!!!!” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Emmmmm,” kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Zahtura gitu.

JUBILEE

Malam yang gelap gitu, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...seni dan kebudayaan suku Semendo di chenel TVRI, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai sih di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu, yaaa sambil menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu.

Isi cerita yang baca Budi :

Tepat sebulan sebelum Kemerdekaan India dan Pakistan, yaaa produser bonafide, Shrikant Roy, yang memiliki studio, Roy Talkies, di Bombay, yaaa saat ini sedang mencari aktor baru untuk debut dan berakting dalam film terbarunya, Sunghursh, yaaa sebagai protagonis. Ia berharap untuk memberikan nama samaran, 'Madan Kumar', kepada orang yang terpilih. Seorang aktor teater, Jamshed Khan, dipilih. Namun, Jamshed saat ini terlibat dalam hubungan di luar nikah dengan Sumitra Kumari, seorang aktris Bollywood terkenal dan istri Roy. Mereka berdua berencana untuk melarikan diri ke Karachi. Binod Das, anak proyektor Roy Talkies dan tangan kanan Roy, dikirim ke Lucknow untuk membawa Jamshed dan Sumitra kembali ke studio.

Dalam perjalanan kereta ke Lucknow, Binod bertemu dengan penulis drama Jay Khanna, sahabat Jamshed, yang keluarganya memiliki perusahaan teater di Karachi. Binod mencoba meyakinkan Kumari untuk kembali ke Bombay bersamanya, tetapi dia tetap teguh pada keputusannya dan tidak bergeming. Binod bertemu dengan Jamshed, yang akan berakting dalam produksi teater Hamlet,. menggunakan alias yang berbeda. Dia secara tidak langsung mengancam Jamshed tentang akibat tidak berakting dalam film baru Roy. Namun, Jamshed diam-diam menyelinap keluar dari teater untuk pergi ke Karachi dengan kereta api. Saat kerusuhan pecah sebagai akibat dari pengumuman Pemisahan, Jamshed tidak dapat menemukan tumpangan ke stasiun kereta. Namun, Binod menawarinya tumpangan, tidak sebelum Jamshed secara keliru mengetahui identitas asli Binod. Jamshed menyerang Binod, menyebabkan mobilnya berbelok di luar kendali dan jatuh di jalan. Binod melepaskan diri dari bangkai kapal, meninggalkan Jamshed terperangkap di dalam.

Mengungkapkan rencananya untuk mengambil alih peran Madan Kumar untuk dirinya sendiri, Binod memukuli Jamshed hingga pingsan. Namun, sekelompok perusuh datang memergoki mereka, dan Binod berhasil melarikan diri sebelum ditemukan oleh Jay. Dengan Binod dan Jay yang menyaksikan dari gang di dekatnya, para perusuh menyerang Jamshed, memukulinya hingga tak sadarkan diri sebelum membawanya pergi dan membunuhnya. Saat kembali ke Bombay, Binod memberi tahu semua orang bahwa Jamshed pergi ke Karachi. Saat ditanyai oleh Roy, dia berhasil mengalihkan perhatiannya dengan mengikuti audisi di depannya. Karena sangat terkesan, Binod dipilih untuk peran tersebut dan diberi nama samaran 'Madan Kumar'. Namun Sumitra Kumari curiga padanya, dan gagal menyabotase tes layar Binod. Roy berhasil mengambil foto Binod yang memukuli Jamshed hingga pingsan di Lucknow, sebelum kematiannya, yang disimpannya. Sementara itu, Jay, yang keluarganya telah kehilangan perusahaan teater dan rumah mereka di Karachi, datang ke Bombay sebagai pengungsi. Ia bercita-cita menjadi sutradara terkenal lewat ceritanya, Taxi Driver, yang ingin ia ajak Jamshed bermain. Ia jatuh cinta pada tawaif, Niloufer.

Naskah Jay ditolak oleh Roy, semata-mata karena pahlawannya miskin. Dia kemudian mencoba untuk menceritakannya kepada pemodal Roy, Shamsher Walia, tetapi ditolak lagi, karena Walia tidak ingin memproduksi film. Setelah Roy dan dia berselisih, Jay menghadapi Walia karena ketidakmampuannya mengambil risiko. Walia setuju dan memproduksi film Jay, membantunya membuat studionya sendiri. Jay dan Walia akhirnya diadu melawan Roy dan Madan Kumar. Setelah Taxi Driver dirilis dengan sambutan hangat, Madan mencoba untuk mendapatkan Niloufer di pihaknya dengan menjadikannya pemain dalam film berikutnya, Raj Mahal. Dia lebih dari senang karena dia mengagumi Madan. Mereka memulai perselingkuhan, yang segera diketahui Jay. Dia kemudian bertengkar di depan umum dengan Madan, yang menjadi berita.

Jay kemudian mengambil Sumitra Kumari sebagai pahlawan wanita untuk film berikutnya, Baiju Awara. Film ini menjadi hit besar, karena koneksi instan dengan kelas menengah, yaaa sementara Raj Mahal gagal total, karena Roy mengubah cerita pada menit terakhir untuk menyesuaikan skandal kehidupan nyata Madan dan Niloufer. Jay menjadi bintang besar. Pratap Singh, seorang guru yang telah membantu Jay setelah pemisahan dan sekarang bekerja di studionya ingin menikahkannya dengan putrinya Kiran. Tapi Jay masih mencintai Niloufer dan menghiburnya setelah dia berpisah dari Madan. Dia juga terpesona oleh teknologi baru cinemascope yang akan diperkenalkan oleh Roy. Roy mengundangnya untuk bekerja dengannya tetapi Walia menentangnya karena film tersebut akan melibatkan teknologi Amerika dan Jay berada dalam perjanjian dengan pemerintah Soviet.

Madan bertemu dengan perwakilan Soviet, menjanjikan mereka bahwa adiknya Naren Das akan memainkan peran utama dalam film propaganda mereka di bawah naungannya. Untuk membebaskan diri dari Roy Talkies, Madan menggunakan surat pemerintah palsu untuk membujuk Roy (seorang penjudi yang sering berjudi) untuk menginvestasikan semua uang Roy Talkies ke dalam saham kapas, kemudian memberi tahu Departemen Pajak Penghasilan. Polisi kemudian menyerbu Roy Talkies dan menahan Roy. Bingung dengan pengkhianatan Madan, Roy bunuh diri, tetapi sebelum melakukannya menyiapkan sebuah amplop untuk Sumitra. Di dalam amplop itu, Sumitra menemukan foto-foto yang membuktikan bahwa Madan membunuh Jamshed. Madan didakwa dengan pembunuhan yang mencoreng citranya. Jay dipanggil ke pengadilan sebagai saksi, tetapi dia berbohong sebagai imbalan atas Madan yang menyelamatkannya selama kerusuhan dan persahabatan mereka sebelumnya, mengklaim bahwa Madan mencoba menyelamatkan Jamshed Khan dari mobil dan hanya memukulnya hingga pingsan sehingga dia tidak akan menderita kematian yang menyakitkan di tangan para perusuh. Sumitra yang putus asa bunuh diri.

Panggilan telepon Jay dan Niloufer direkam oleh Soviet, di mana Jay mengakui bahwa Madan tidak mencoba menyelamatkan Jamshed dan malah meninggalkannya untuk mati. Pratap Singh menggunakan panggilan tersebut untuk memeras Jay, dan untuk menyelamatkan studio dan kariernya, ia menikahi Kiran, meninggalkan Niloufer di Pune. Binod pensiun dari dunia akting dan meninggalkan Bombay bersama istrinya, sementara adik laki-lakinya Naren kabur dari rumah dan menjadi pengemis di jalanan Bombay. Setelah kedua pemiliknya meninggal, Roy Talkies ditutup. 

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja. 

“Emmmmm,” kata Budi.

Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi gitu, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.

“Emmmmm,” kata Budi.

“Langsung saja Budi….main permainan Monopoli!!!!!” kata Eko.

“Oke….main permainan Monopoli!!!!!” kata Budi.

Budi mengambil permainan Monopoli di bawah meja, ya permainan Monopoli di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main dengan baik sih main permainan Monopoli gitu.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.

“Silakan Budi bercerita dengan baik!” kata Eko.

“Begini ceritanya!!!!!” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Valen dan Mila menjalankan dengan baik sih rumah tangga. April anak keduanya Valen dan Mila. Arbil anak pertamanya Valen dan Mila. Ya Arbil tidak tinggal di Batam, ya Arbil tinggal dengan baik sih di Jakarta gitu. Memang sih Arbil di Jakarta tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Rara dan Ridwan. Rumah tangga yang di jalankan Ridwan dan Rara baik, ya bahagia dengan dua anak. Anak pertamanya Ridwan dan Rara adalah Mala. Anak keduanya Ridwan dan Rara adalah Adara. Mala memang kerjaanya pramugari pesawat Garuda gitu. Mala memang berpacaran dengan baik sih sama Rakha. Ya Rakha anaknya Saiful dan Dewi. Ya Saiful menjalankan usaha toko Hp. Rakha kerjaannya pilot pesawat Garuda gitu. Hubungan kisah cinta Rakha dan Mala baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Adara menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta. Memang sih Adara berpacaran sih dengan Gibran gitu. Ya Gibran satu fakultas satu tempat kuliah dengan Adara. Ya Gibran memang kaya karena orang tuanya sih kaya gitu. Gilang dan Rina adalah orang tuanya Gibran. Gilang menjalankan dengan baik sih perusahaan PT. SEJAHTERA gitu. Ya Gilang punya mainan asik sih, ya pacaran dengan Cinta gitu. Cinta adalah cewek program komputer yang ada di Hp Gilang gitu. Terkadang Rina cemburu dengan ulah Gilang yang pacaran dengan Hp yang ada program cewek Cinta gitu. Gilang tetap asik-asik saja sih dengan Cinta di Hp Gilang gitu, ya tidak peduli dengan cemburunya Rina gitu karena lawan Rina kan cuma cewek khayalan saja sih. Adara yang menjalankan pacaran dengan baik sama Gibran gitu. Gibran adalah cowok satu-satunya yang di cintai Adara gitu, ya Adara tidak punya mantan gitu. Gibran lumayan sih mantannya, ya ada tiga gitu. Adara selalu menyiapkan hatinya jika Gibran bertemu dengan tiga mantannya. Memang sih Gibran tetap berteman baik sama tiga mantannya, ya Tasya, Stefani, dan Novia gitu. Arbil kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA yang ada di Jakarta. Valen, Mila, dan April senang saja sih dengan Arbil yang tinggal dan kerja dengan baik di Jakarta gitu. Valen seperti biasa sih menjalankan usaha bengkel mobil. Mila seperti biasa sih ngumpul dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumah…urusan pengajian gitu. April menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Batam gitu. April berteman baik sih dengan teman satu kelas yang bernama Tasya. Ya Tasya anaknya Hari dan Aulia. Hari menjalankan usaha toko perhiasaan emas gitu. April dan Tasya yang berteman baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan motor April sih ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Arbil yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Arbil berteman baik sih dengan teman kerja yang bernama Afan gitu. Ya Afan anaknya Fildan dan Selfi gitu. Fildan menjalankan usaha toko pakaian gitu. Afan memang anak pertamanya Fildan dan Selfi. Zahra anak keduanya Fildan dan Selfi gitu. Zahra menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Arbil yang berteman baik dengan Afan, ya memang Arbil pernah ke rumah Afan gitu jadi Arbil bertemu dengan Zahra gitu. Arbil jatuh hati sih pada pandangan pertama sih dengan Zahra gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Zahra baik sih. Arbil dan Afan yang berteman baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Afan sih kafe. Ya kafe pemiliknya Ferdi dan Dinda. Memang sih Ferdi dan Dinda…suami istri. Di kafe, ya Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang Politik Budi Utomo gitu. Memang sih Arbil dan Afan berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Ya Arbil dan Afan keinginannya sih ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang Politik Nasional Indonesia gitu. Ya memang sih obrolan di Arbil dan Afan di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang tinggal dengan baik di Jakarta. Arbil dan Afan seperti biasa sih kerja dengan baik sih di perusahaan gitu. Afan sekarang ini sedang suka dengan cewek yang bernama Sridevi. Ya Sridevi memang penyanyi dangdut dari satu panggung ke panggung yang lain gitu. Ridho dan Lesti adalah orang tuanya Sridevi. Ridho menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Hubungan pertemanan Afan dan Sridevi baik sih. Afan pernah di tolak cewek sih pada masa SMA, ya ceweknya namanya Suci dan juga pada masa kuliah, ya namanya Lisa gitu. Sridevi yang kerjaannya penyanyi dangdut, ya memang Sridevi cantik dan bodynya bagus gitu….makanya Sridevi di sukai dengan baik sih banyak cowok gitu. Ivan yang kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA, ya Ivan suka dengan baik sama Sridevi. Ivan anaknya Kenzo dan Mutiara. Kenzo menjalankan usaha toko elektronik. Ivan menjalankan pendekatan dengan baik dengan Sridevi, ya pertemanan Ivan dan Sridevi baik gitu. Afan yang tahu sih bahwa Sridevi di dekatin sama Ivan jadi Afan bersaing dengan baik sama Ivan urusan Sridevi gitu. Arbil sebagai teman baiknya Afan sih, ya Arbil mendukung dengan baik sih Afan untuk jadian sama Sridevi karena Afan suka dengan baik sih sama Sridevi gitu. Arbil pada masa kuliah di Batam pernah di tolak sama cewek sih, ya nama cewek Jihan gitu. Sekarang ini…Arbil sedang suka dengan teman kerja yang bernama Melly gitu dan juga Zahra gitu. Melly anaknya Wika dan Rafi gitu. Rafi menjalankan usaha toko kain gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Melly baik gitu. April dan Tasya yang menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. Ya April dan Tasya suka dengan cowok yang ganteng dan keren yang bernama Devan gitu. Devan anaknya Fattah dan Rose gitu. Fattah menjalankan usaha dealer mobil gitu. Ya April dan Tasya bersaing dengan baik sih untuk bisa jadian dengan Devan gitu. Hubungan pertemanan Devan dengan April dan Tasya baik gitu. Arbil dan Afan yang berteman baik, ya keduanya biasa sih ke kafe. Ya di kafe…Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang Politik Devide et Impera. Keinginan Arbil dan Afan sih tetap sih ngobrol dengan baik Wakil Gubernur Jakarta tentang Pendidikan Politik dan Kekuasaan gitu. Memang sih obrolan Arbil dan Afan sekedar obrolan saja di kafe sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Arbil dan Afan seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan gitu. Afan yang bersaing dengan Ivan urusan Sridevi gitu. Usaha Afan berhasil sih jadian dengan Sridevi gitu. Ivan yang tidak berhasil jadian sama Sridevi karena Sridevi suka Afan gitu, ya jadi Ivan fokus saja kerja di perusahaan gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Afan dan Sridevi gitu. Arbil senang sih Afan menjalin kisah cinta dengan Sridevi. Setiap Sridevi manggung acara dangdut, ya Afan hadir menonton Sridevi. Ya Sridevi semangat sih dengan aksi panggungnya di acara dangdut karena di tonton dengan baik sama Afan gitu. Arbil yang suka dengan Zahra, ya Arbil cukup sekedar suka saja sama Zahra karena Zahra jadian dengan Eby gitu. Ya Eby satu fakultas satu tempat kuliah dengan Zahra gitu. Ya Eby anaknya Rizky dan Mutia gitu. Rizky menjalankan usaha rumah makan Rasa Nusantara gitu. Arbil dan Zahra tetap berteman baik gitu. Hubungan kisah cinta Zahra dan Eby baik sih. Arbil yang dekat dengan teman kerja…Melly gitu. Melly suka dengan Arbil gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Melly, ya nyaman gitu jadi keduanya jadian dengan baik sih. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Arbil dan Melly gitu. Afan senang sih dengan kisah cinta Arbil dan Melly gitu. April dan Tasya yang bersaing urusan Devan gitu. Devan suka dengan Tasya gitu. Ya Devan dan Tasya jadian dengan baik gitu. April yang tidak jadian dengan Devan karena Tasya, ya April tidak ada masalah sih. Hubungan kisah cinta Tasya dan Devan  di jalankan dengan baik sih. Robi memang berteman baik sih sama Mohan gitu, ya keduanya memang satu kelas satu tempat sekolah SMA gitu. Ya Robi anaknya Farhan dan Jihan. Farhan kerjaannya dokter di rumah sakit yang ada di Batam gitu. Mohan anaknya Jordan dan Victoria gitu. Victoria menjalankan usaha toko pakaian gitu. Jordan masih di penjara gitu. Kenapa Jordan di penjara? Ya Jordan adalah Bupati yang di tangkap dan di penjara sama KPK karena Jordan korupsi gitu. Semua asetnya Jordan di sita pemerintahan gitu. Mohan dan Victoria meninggalkan daerah Solok ke daerah Batam dengan tujuannya lembaran baru gitu. Robi yang berteman baik sama Mohan, ya Robi mengerti dengan baik sih keadaan Mohan yang Ayahnya di penjara karena kasus korupsi gitu. Robi dan Mohan yang berteman baik, ya keduanya biasa sih main basket dengan tujuannya sih kebugaran tubuh gitu…sehat gitu. Mohan suka sih dengan teman satu kelas yang bernama Raisa. Ya Raisa anaknya William dan Violet gitu. Ya William menjalankan usaha dealer motor gitu. Mohan sadar sih dengan keadaan dirinya bahwa Ayahnya di penjara karena kasus korupsi jadi Mohan memilih memendam rasa sama Raisa dan Mohan fokus sekolah SMA gitu. Robi memang berteman baik sih sama April. Memang sih Robi dan April beda kelas gitu. Hubungan pertemanan Robi dan April baik sih, ya keduanya ada rasa nyaman sih. Mohan mendukung saja Robi sih jika Robi ingin jadian dengan April gitu. April biasa sih nginep ke rumah kakek Ramzi dan nenek Soimah gitu. Kakek Ramzi dan nenek Soimah senang sih dengan cucunya April gitu. Di rumah kakek dan nenek, ya memang ada rak buku sih. April ingin membaca buku, ya April memang ke rak buku gitu. Di pilih dengan baik sih buku yang ingin di baca April gitu. Salah satu buku ternyata buatan Ayah April gitu. Valen membuat komik sih dengan baik gitu dengan judul cerita Valen Love Mila gitu. April membaca komik buatan ayah April gitu. Cerita yang di buat Ayah April bagus, ya April suka sih cerita dan gambarnya gitu. April berkata “Ayahku cinta Ibu ku. Ayah membuat dengan baik cerita cintanya dengan Ibu berbentuk cerita komik yang bagus”. April membaca komik sampai selesai dan buku komik di taruh di rak buku dengan baik gitu. Seperti biasa sih April menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. April dan Tasya pertemanannya baik. Robi yang suka dengan April, ya usaha Robi berhasil jadian dengan April gitu. Tasya senang sih dengan kisah cinta April dan Robi gitu. Mohan senang sih dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Urusan kisah cinta Tasya dengan Devan baik sih. Robi dan April memang jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Robi gitu ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!” kata Budi.

“Cerita yang bagus,” kata Eko.

“Sekedar cerita saja!” kata Budi.

“Kisah cinta,” kata Eko.

“Emmmmm,” kata Budi.

“Persahabatan yang baik tokoh April dan tokoh Tasya,” kata Eko.

“Yaaa begitulah ceritanya!!!!!” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Emmmmm,” kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Monopoli gitu.

CAMPUR ADUK

JUGJUGG JEEYO

Malam hari, ya bulan sabit bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus si...

CAMPUR ADUK