Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus.......sinetron tema cinta di chenel SCTV, yaaa Budi duduk santai di rumahnya, ya sambil menikmati minum kopi dan makan keripik labu.
"Baca cerpen saja ah!" kata Budi.
Budi mengambil buku bawah di meja, ya buku di buka dengan baik, ya di pilih - pilih dengan baik cerpen yang ingin di baca. Terpilihlah salah satu cerpen yang di baca dengan baik sama Budi gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Lord Godless, seorang panglima perang Jepang yang jahat, bertujuan untuk menaklukkan Tiongkok sehingga ia menangkap kaisar Tiongkok, meracuni banyak guru di wulin, dan mengeluarkan ultimatum untuk bergabung dengannya atau mati. Nameless, seorang ahli bela diri terkenal, berhasil membebaskan diri dan memberikan penawar racun kepada para guru yang ditangkap. Terlepas dari upaya gabungan mereka, Godless tetap tidak terpengaruh oleh serangan mereka dan membunuh mereka.
Nameless, Cloud, Wind, dan Chuchu berhasil melarikan diri dengan bantuan para ahli bela diri lainnya. Namun, Nameless terluka parah dan tidak dapat pulih dengan cepat.
Dia mengirim Cloud dan Wind untuk mencari Lord Wicked, satu-satunya orang yang mampu mengalahkan Godless. Wicked, yang telah meninggalkan cara-cara kekerasannya, dengan enggan setuju untuk membantu setelah kekasih Wind, Second Dream, membujuknya.
Sementara itu, Cloud berlatih di bawah bimbingan Nameless yang menyamar di Kuil Linyi. Nameless mengenali potensi Cloud dan menciptakan gerakan pedang baru. Godless menemukan lokasi mereka dan mengirimkan letnannya, Earth dan Sky, untuk membunuh Nameless. Cloud dengan mudah mengalahkan mereka, tetapi Wind mengganggu latihannya untuk menyelamatkan Second Dream, yang terluka. Kepergian Wind menghentikan latihannya sebelum waktunya.
Cloud berangkat untuk menghadapi Godless, yang telah menyandera kaisar untuk mencari Makam Naga, yang berisi rahasia yang terkait dengan takdir Tiongkok. Cloud bertarung melawan Heartless, putra Godless, dan kemudian terlibat dalam pertempuran dengan Godless sendiri. Terlepas dari kemampuan Cloud, baju besi Godless membuatnya hampir tak terkalahkan. Namun, sebuah pintu masuk tersembunyi ke Makam Naga terungkap selama pertarungan mereka.
Wind, dalam keadaan zouhuorumo, tiba dan bertarung dengan Godless, Cloud, dan akhirnya keduanya. Dia membunuh Godless dan mengambil Tulang Naga dari makam. Cloud mengejar Wind, sementara kaisar mendesaknya untuk mengambil kembali Tulang Naga demi nasib Tiongkok.
Wind mencapai tempat rahasia yang disebutkan dalam surat dari Second Dream, tetapi dia tetap tidak merespons. Para pengawal kaisar berusaha merebut kembali Tulang Naga, yang mengakibatkan perkelahian antara Jenderal dan Heartless. Saat tulang itu patah, Wind sepenuhnya menyerah pada keadaan zouhuorumo-nya, berubah menjadi jahat. Cloud tiba dan melawan Wind dalam upaya untuk menyelamatkannya tetapi gagal, yang mengakibatkan konsekuensi tragis.
Sebagai pengorbanan terakhir, Cloud mendorong Wind dan Second Dream ke tempat aman tetapi dirinya sendiri terjun ke kedalaman. Wind menyesal karena Cloud tidak membunuhnya lebih awal ketika ia memiliki kesempatan. Cerita berakhir tiba-tiba, meninggalkan nasib Cloud yang tidak pasti dan Wind berduka atas pilihan yang telah dibuatnya.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan keripik labu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Sederhana," kata Eko.
"Sederhana keadaan aku dan Eko," kata Budi.
"Ngomong-ngomong Budi....gimana keadaan teman Budi, ya Agus Salim yang rumahnya dekat dengan mesjid LDII di jalan Sam Ratulangi?" kata Eko.
"Agus Salim. Keadaannya baik sih!" kata Budi.
"Baik toh...keadaan Agus Salim!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Cerita di lingkungan sosial masyarakat sekitar rumah Agus Salim...gimana Budi?" kata Eko.
"Keadaannya....lingkungan sosial masyarakat....sekitar rumah Agus Salim, yaaa biasa sih....antara paham agama dan tidak paham agama. Jika paham agama dengan baik membentuk kepribadian baik demi diri, keluarga, dan juga orang lain. Jika tidak paham agama.....bisa saja melakukan hal-hal buruk yang merugikan diri, keluarga, dan juga orang lain," kata Budi.
"Jadi keadaannya...antara paham agama dan tidak paham agama," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Ada persoalan agama...Budi?" kata Eko.
"Persoalan agama. Paling perdebatan agama yang satu dengan agama yang lain....atau perdebatan tentang organisasi agama yang satu dengan organisasi agama yang lain," kata Budi.
"Perdebatan agama yang satu dengan perdebatan agama yang lain. Atau perdebatan tentang organisasi agama yang satu dengan organisasi agama yang lain. Hal biasa sih perdebatan kan Budi?" kata Eko.
"Memang hal biasa perdebatan," kata Budi.
"Apakah Agus Salim bertanya tentang kebenaran yang mana urusan perdebatan agama yang satu dengan agama yang lain atau perdebatan organisasi agama yang satu dengan organisasi agama yang lain?" kata Eko.
"Ya iyalah Eko...Agus Salim memang bertanya pada aku...tentang kebenaran yang mana urusan perdebatan agama yang satu dengan agama yang lain atau perdebatan organisasi agama satu dengan organisasi agama yang lain?. Jadi aku jawab dengan baik sih....Tuhan Yang Maha Tahu tentang kebenaran urusan yang di perdebatkan," kata Budi.
"Jawaban yang bagus untuk menyelesaikan masalah. Tuhan Yang Maha Tahu tentang kebenaran urusan yang di perdebatkan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain atau antara kelompok yang satu dan kelompok yang lain," kata Eko.
"Tuhan yang menciptakan manusia...jadi Tuhan Maha Tahu lah ulah ciptaannya," kata Budi.
"Benerlah omongan Budi!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Alternatif lain...Budi?" kata Eko.
"Alternatif lain. Jawaban aku. Ya aku ngomong dengan baik sama Agus Salim sih..dengan cara melampaui batasan manusia sampai mendengarkan Roh," kata Budi.
"Jadi alternatif lain jawaban Budi, ya...dengan cara melampaui batasan manusia sampai mendengarkan Roh," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Cara itu di jalankan...bisa saja gagal karena ujiannya," kata Eko.
"Memang sih...cara itu di jalankan...bisa saja gagal karena ujiannya. Setan selalu ikut campur urusan manusia. Ya manusia mati karena Setan," kata Budi.
"Mati karena Setan. Manusia diam dengan baik," kata Eko.
"Ya iya ilah Eko. Mati karena Setan. Manusia diam dengan baik karena tidak bisa membuktikan kebenaran," kata Budi.
"Perdebatan pun berakhir," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.
"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan monopoli saja Budi!" kata Eko.
"Oke main permainan monopoli!" kata Budi.
Budi mengambil permainan monopoli di bawah meja, ya permainan monopoli di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan monopoli dengan baik.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Di Jakarta, ya Dodo tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Jarwo. Rumah tangga yang di jalankan Jarwo dan Mimi baik. Temon anaknya Jarwo dan Mimi. Temon kerjaannya sopir mobil angkot. Ya mobil angkot memang punya Ayahnya Temon gitu. Dodo berteman dengan baik sama Temon. Kerjaannya Dodo sih tukang ojek pangkalan. Hasil kerja tukang ojek pangkalan sih di syukurin dengan baik sih sama Dodo. Ya Dodo suka sih baca komik Mourning Grave, komik Wolverine, komik Royal Tramp, komik Ultraman Orb, dan komik Kepompong. Pendapat baik Dodo tentang komik Mourning Grave, komik Wolverine, komik Royal Tramp, komik Ultraman Orb, dan komik Kepompong, yaaa ceritanya bagus, gambarnya bagus, dan karakter tokoh-tokohnya...bagus. Temon dan Dodo yang berteman baik, ya keduanya biasa sih ngobrol di depan rumah Temon sambil minum kopi, makan singkong rebus, dan main catur gitu. Yang di obrolin Temon dan Dodo sih tentang sepak bola yang di tayangkan di Tv. Keinginan Temon dan Dodo sih ingin ngobrol dengan baik sih sama Menteri Pertahanan tentang kinerja Kementerian Agama Republik Indonesia berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan keamanan. Obrolan Temon dan Dodo sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Temon kerja dengan baik sopir mobil angkot. Dodo kerja dengan baik tukang ojek pangkalan gitu. Temon berteman baik sih sama cewek yang bernama Jasmin. Ya pertemanan Jasmin dan Temon sih dari SMP gitu. Jasmin kerja di mall gitu. Sopo dan Lily adalah orang tuanya Jasmin gitu. Sopo kerjaannya penjual mie ayam gitu. Jasmin suka sih dengan Temon. Ya Temon suka sih sama Jasmin. Ibunya Jasmin tidak suka dengan Temon gitu. Ibunya Jasmin sukanya Romi. Ya Romi menjalankan usaha bengkel mobil gitu. Adit dan Lisa adalah orang tuanya Romi. Adit usahanya sih rumah kontrakan, penyewaan ruko, dan juga pertanian yang berada di desa gitu. Ibu Jasmin memang menjodohkan Jasmin dengan Romi. Ya Romi suka dengan Jasmin. Ya Jasmin tidak suka Romi, ya Jasmin sukanya Temon gitu. Temon berteman baik sih sama cewek yang bernama Eca Aura, ya pertemanan dari masa kuliah sampai sekarang gitu. Eca Aura kerja di perusahaan PT. CAKRA. Pemilik perusahaan PT. CAKRA adalah Aditiya. Rumah tangga yang di jalankan Aditiya dan Rianti baik sih. Surya dan Amanda adalah orang tuanya Eca Aura. Surya menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Temon yang berteman baik sama Eca Aura, ya Temon suka dengan Eca Aura. Ya Eca Aura suka dengan Temon gitu. Roy kerjaannya pengacara. Roy suka dengan Eca Aura. Ya orang tua Eca Aura suka dengan Roy. Eca Aura tidak suka dengan Roy karena yang di sukai Eca Aura adalah Temon. Ya Temon suka sih sama Eca Aura gitu. Dodo dan Temon memang ngobrol dengan baik sih di depan rumah Temon. Yang di obrolin Dodo dan Temon sih, ya tentang Temon suka dengan Eca Aura dan juga Jasmin. Dodo memang memberikan masukkan baik sih sama Temon untuk memilih Eca Aura dan Jasmin dengan cara sih...rasa di hati Temon gitu. Temon menerima sih masukkan baik dari Dodo gitu. Temon memang bertanya pada Dodo, ya tentang cewek yang di sukai Dodo. Ya Dodo memberitahukan Temon sih, ya ada sih cewek yang di sukai Dodo sih teman masa kuliah di Palembang gitu dan namanya Ajeng gitu. Temon senang sih Dodo suka cewek yang bernama Ajeng gitu. Keinginan Temon dan Dodo sih ingin ngobrol dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan keamanan gitu. Obrolan Dodo dan Temon sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Dodo kerja dengan baik sih tukang ojek pangkalan. Temon kerja dengan baik sih sopir mobil angkot gitu. Dodo berteman dengan baik sama cewek yang bernama Diva. Ya Diva kerjaannya jualan soto ayam dengan Ayahnya yang bernama Andhika. Ya Ibunya Diva yang bernama Melati telah lama meninggal gitu. Dodo memang sering sih membeli soto ayamnya Diva. Pendapat baiknya Dodo sih...soto ayam Diva enak gitu. Pertemanan baik Dodo dan Diva baik, ya Dodo suka dengan Diva. Ya Dodo yang menyukai Ajeng, ya Dodo memang memikirkan Ajeng. Dodo ada sih keinginan untuk jadian dengan Diva gitu. Dodo dengan Diva cukup berteman saja karena Diva jadian dengan Jonatan. Ya Jonatan kerjaannya sih dokter di rumah sakit yang ada di Jakarta. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Jonatan dan Diva. Dodo senang saja sih dengan kisah cinta Jonatan dan Diva gitu. Dodo dan Temon ke acara dangdutan gitu. Yang mengisi acara sih artis cantik yang bernama Devi gitu. Dodo dan Temon menikmati dengan baik musik dangdut gitu, ya bersama semua orang yang suka dengan musik dangdut gitu. Pokoknya acara dangdutan meriah banget gitu. Dodo dan Temon yang berusaha dengan baik sih untuk kerja di perusahaan, ya akhirnya kerja di perusahaan PT. CAKRA. Dodo tidak kerja tukang ojek pangkalan, ya Dodo kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA. Temon tidak kerja sopir mobil angkot, ya Temon kerja di perusahaan PT. CAKRA. Mobil angkot yang bawa sih Ayahnya Temon gitu. Temon memang jadinya sering bertemu dengan Eca Aura di perusahaan PT. CAKRA gitu. Hubungan pertemanan Temon dan Eca Aura baik, ya keduanya saling suka jadi memutuskan jadian dengan baik. Dodo senang sih dengan kisah cinta Temon dan Eca Aura. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Temon dan Eca Aura gitu. Jasmin memang tidak suka dengan hubungan kisah cinta Temon dan Eca Aura. Jasmin terpaksa sih menerima Romi. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Romi dan Jasmin. Temon senang saja sih dengan kisah cinta Jasmin dan Romi gitu. Jasmin memang masih ada rasa tidak suka sama Romi. Waktu juga yang membuat Jasmin suka dengan baik sama Romi karena perhatian Romi dan kebaikkan Romi pada Jasmin gitu. Romi dan Jasmin segera menikah gitu. Dodo bertemu dengan Ajeng tidak sengaja di jalan jadi Dodo dan Ajeng ngobrol di kafe. Ajeng memang tinggal di Jakarta dengan bibi Mawar. Ajeng kerja di perusahaan PT. SENTOSA. Pemilik perusahaan PT. SENTOSA adalah Andre. Rumah tangga yang di jalankan Andre dan Ayu baik sih. Mawar menjalankan usaha toko pakaian gitu. Dodo dan Ajeng pertemanan baik sih. Dodo suka dengan Ajeng dan Ajeng suka dengan Dodo. Jadi Dodo dan Ajeng jadian dengan baik sih. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Dodo dan Ajeng. Temon suka sih dengan kisah cinta Dodo dan Ajeng gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja," kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik tokoh Dodo dan tokoh Temon," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan monopoli.