Malam hari. Bulan bersinar dengan baik di langit. Keadaan lingkungan sekitar rumah Budi baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sambil minum kopi dan makan keripik sukun.
"Baca cerpen saja!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.
Isi cerita yang di baca Budi :
Radha, yang masih mencintai Krishna, tidak mampu mengungkapkan perasaannya kepada Gopal. Keadaan berpihak pada Gopal dan ia berhasil menikahi Radha; tak lama kemudian, Radha melahirkan seorang bayi perempuan bernama Shanti (anak kandung Krishna). Karena merasa bersalah, Radha meninggalkan Shanti dalam asuhan Gopal—yang mengira Shanti adalah putri kandungnya sendiri—lalu kembali ke rumah ayahnya. Belakangan, Radha mencoba bunuh diri dengan melompat ke sungai namun gagal; ia diamankan oleh polisi dan berada dalam pengawasan mereka. Gopal mengetahui keberadaan Radha dan datang menemuinya.
Radha pun berterus terang bahwa ia mencintai Krishna dan Shanti adalah anak Krishna. Gopal sangat terpukul namun berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia membuat surat wasiat dan menyerahkan Shanti kepada Krishna—ayah kandungnya—disertai surat yang menyatakan bahwa ia akan pergi jauh. Gopal juga memutuskan untuk mewariskan seluruh hartanya kepada Shanti serta menyerahkan surat perceraian, sehingga Radha bebas dari ikatan pernikahan itu dan bisa menjalani hidup sesuai keinginannya.
Gopal kemudian pergi menaiki kapal. Kembali ke masa kini, Gopal yang sudah tua dan terbaring di tempat tidur bertemu dengan Krishna; ia berkata ingin bertemu Krishna untuk terakhir kalinya karena ajalnya sudah dekat. Gopal pun meninggal dunia. Krishna kemudian mengungkapkan kepada putrinya bahwa bertahun-tahun silam, pada malam Gopal pergi, Radha meninggalkan segalanya dan pergi ke sebuah Ashram untuk menghabiskan sisa hidupnya di sana; surat yang diterima Krishna beberapa waktu lalu mengabarkan bahwa Radha telah meninggal dunia.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan keripik sukun.
"Eko belum datang. Kalau begitu sih baca koran saja!" kata Budi.
Budi mengambil koran di bawah meja, ya koran di baca dengan baik sama Budi sih. Berita di koran ceritanya bagus-bagus sih, ya dari berita pemerintahan luar negeri, pemerintahan dalam negeri, berita ekonomi, berita sosial, berita budaya, berita olahraga, ya dan sampai berita artis dalam negeri dan luar negeri gitu. Cukup lama Budi membaca koran. Eko datang juga ke rumah Budi gitu. Budi selesai membaca koran dan koran di taruh di bawah meja gitu. Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.
"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.
"Hidup ini tetap sama sih Eko!" kata Budi.
"Keadaan kita sederhana," kata Eko.
"Memang keadaan kita sederhana," kata Budi.
"Hidup ini tetap membimbing diri dengan baik dengan tujuannya tetap berjalan di jalan baik," kata Eko.
"Ya memang hidup ini tetap membimbing diri dengan baik dengan tujuannya tetap berjalan di jalan baik," kata Budi.
"Ujiannnya," kata Eko.
"Nama juga hidup ini. Ada ujiannya," kata Budi.
"Lingkungan sosial masyarakat," kata Eko.
"Di lingkungan sosial masyarakat sih...antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Budi.
"Contohnya, ya orang tua yang kelakuannya buruk di tutupi dengan citra baik dari agama," kata Eko.
"Contoh Eko bener sih," kata Budi.
"Kegelapan hati...orang tua itu," kata Eko.
"Memang sih Eko...kegelapan hati orang tua itu," kata Budi.
"Kalau tidak di bentengin dengan pemahaman agama, ya maka akan kena penyakit dari orang tua yang punya kegelapan hati," kata Eko.
"Berdasarkan pengumpulan data sih di lingkungan sosial masyarakat, ya memang bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Lebih baik itu menjauh dari orang tua yang punya kegelapan hati," kata Eko.
"Memang sih lebih baik menjauh dari kegelapan hati," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.
"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Ngomong-ngomong Budi tentang orang-orang di organisasi agama ini dan itu.....tetap masih ada yang begini dan begitu?" kata Eko.
"Masih sih Eko!" kata Budi.
"Masih kena ujian kegelapan hati," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Kalau orang-orang itu sadar, ya memperbaiki diri dengan baik," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Sedangkan urusan pemerintaahan. Masih kan Budi....orang-orang pemerintahan di Lampung ini, ya menjalankan kerjaan berdasarkan prosedur yang di tetapkan?" kata Eko.
"Berdasarkan proses penelitian dan di tetapkan dengan baik. Memang sih Eko...orang-orang pemerintahan di Lampung ini, ya menjalankan kerjaan berdasarkan prosedur yang di tetapkan!" kata Budi.
"Nama juga manusia, ya ada baik dan buruk perilakunya. Ya masalahnya pasti ada orang yang tidak mengikuti prosedur yang ada kan Budi?" kata Eko.
"Kalau itu sih memang ada sih. Makanya pemimpin memeriksa dengan baik kerjaan dari anak buahnya," kata Budi.
"Yang melanggar pasti di hukum!" kata Eko.
"Bener omongan Eko!" kata Budi.
"Harus berhati-hati di lingkungan sosial masyarakat karena ada oknum pemerintahan," kata Eko.
"Omongan Eko...bener sih!" kata Budi.
"Memang urusan oknum ini...harus di tangkap dan di masukkan ke penjara sama polisi karena meresahkan masyarakat," kata Eko.
"Bener omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Budi main permainan James Bond!" kata Eko.
"Oke main permainan James Bond!" kata Budi.
Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan James Bond dengan baik gitu.
"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Joko tinggal dengan baik di Jakarta, ya Joko tinggal di rumah yang ia beli dari hasil kerja di perusahaan PT. JAYA. Pemilik perusahaan PT. JAYA adalah Ardian gitu. Ya Ardian menjalankan dengan baik sih rumah tangga dengan Jasmin. Ardian memang menjalin kisah cinta dengan kupu-kupu malam yang bernama Anggi gitu. Jasmin tidak tahu sih Ardian menjalin kupu-kupu malam gitu. Joko memang mengetahui dengan baik sih bosnya Ardian menjalin hubungan dengan kupu-kupu malam, ya Joko tidak mau ikut campur sih urusan bos Ardian gitu. Joko yang beragama Hindu, ya Joko menjalankan dengan baik ibadah gitu. Joko berhasil beli rumah dan mobil karena Dewa mengabulkan doa Joko gitu. Joko berteman baik sih sama Juno. Ya Juno kerja dengan baik di perusahaan PT. JAYA gitu. Juno hidup sendiri sih di rumah yang di wariskan kedua orang tua gitu. Romi dan Lia adalah orang tua Juno. Memang sih kedua orang tua Juno telah lama meninggal gitu. Juno suka membaca buku komik Extreme Job, komik G.I. Joe: A Real American Hero, komik Kimi ni Todoke: From Me to You, komik Fist of Fury 1991, dan komik Dear Nathan: Thank You Salma. Pendapat Juno tentang komik Extreme Job, komik G.I. Joe: A Real American Hero, komik Kimi ni Todoke: From Me to You, komik Fist of Fury 1991, dan komik Dear Nathan: Thank You Salma, yaaa ceritanya bagus, karakter tokoh-tokohnya bagus, dan gambarnya bagus gitu. Juno memang beragama Kristen gitu. Memang Juno ibadah dengan baik sih di gereja gitu. Juno senang sih Tuhan mengabulkan doa Juno gitu, ya Juno bisa beli mobil dari hasil kerja di perusahaan PT. JAYA gitu. Joko dan Juno yang berteman baik, ya keduanya biasa sih ke kafe. Pemilik kafe adalah Lisa. Yaaa Lisa masih jomlo sih. Joko dan Juno berteman baik sih sama Lisa gitu. Lisa anaknya Tono dan Jelita. Lisa beragama Kristen karena kedua orang tuanya gitu. Lisa menjalankan dengan baik sih ibadah di gereja gitu. Joko dan Juno di kafe, ya ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan gitu. Memang Joko dan Juno ngobrol dengan baik sih tentang sepak bola dan musik yang di tayangkan di Tv gitu. Juno suka sih sama Lisa. Sebenarnya Juno sudah punya pacar yang bernama Eca Aura. Ya Eca Aura kerjaannya model sih. Eca Aura tinggal dengan baik sih di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Juminten. Ya Juminten status janda gitu. Eca Aura beragama Kristen gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Juno dan Eca Aura baik sih. Keinginan Joko dan Juno sih ingin ngobrol dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan keamanan gitu. Joko dan Juno di kafe sekedar obrolan saja seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Joko dan Juno kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA gitu. Joko memang berpacaran dengan baik sih dengan cewek yang bernama Ajeng. Ya Ajeng kerja di perusahaan PT. MAKMUR. Pemilik perusahaan PT. MAKMUR adalah Tomi. Ya Tomi masih jomlo gitu. Aditiya dan Rinati adalah orang tuanya Tomi. Kedua orang tua Tomi telah lama meninggal gitu. Tomi memang beragama Kristen, ya tidak pernah ke gereja semenjak kedua orang tua Tomi meninggal dunia. Tomi memang merasa kesepian tidak ada kedua orang tua gitu. Tomi butuh cinta, ya Tomi kekasih hati gitu dengan tujuannya sih Tomi tidak kesepian gitu. Ajeng tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Lily. Ya Lily statusnya janda gitu. Agama Ajeng adalah Hindu gitu. Joko menjalin hubungan dengan Ajeng baik sih. Juno yang suka dengan Lisa, ya Juno memikirkan dengan baik sih Lisa gitu. Hubungan kisah cinta Juno dan Eca Aura baik sih. Ada acara dangdutan gitu. Joko dan Juno ke acara dangdutan gitu. Penyanyi dangdut di acara dangdutan adalah Alam, Arlida Putri, dan Indy Gunawan gitu. Joko, Juno, dan semua orang suka sih dengan penyanyi dangdut Alam, Arlida Putri, dan Indy Gunawan gitu. Joko dan Juno menikmati dengan baik sih acara dangdutan yang bagus, ya serta semua orang suka dengan musik dangdut gitu. Acara dangdutan berjalan dengan baik sih. Sampai acara dangdutan selesai, ya semua orang pulang ke rumah masing-masing gitu. Joko dan Juno kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA gitu. Tomi suka dengan Ajeng gitu. Tomi mengatur dengan baik sih agar Ajeng dekat dengan Tomi. Ajeng di buat menjadi sekertarisnya Tomi. Ajeng selalu bersama Tomi gitu. Hubungan pacaran Joko dan Ajeng jarang pertemuan gitu karena Ajeng sibuk dengan kerjaannya gitu. Tomi yang suka dengan Ajeng, ya Tomi membuat alasan ada kerjaan di Singapura dan Ajeng harus ikut menemani Tomi. Ajeng mengikuti mau bosnya...Tomi sih. Di Singapura, ya Tomi mengajak Ajeng jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Singapura dengan tujuannya happy-happy gitu. Ajeng senang sih bersama Tomi. Ajeng luluh sih sama Tomi. Ya jadi Tomi dan Ajeng jadian dengan baik sih. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Tomi dan Ajeng sih penuh dengan hasrat sih, ya sampai keduanya menjalin hubungan intim di hotel gitu. Urusan di Singapura selesai, ya Tomi dan Ajeng kembali ke Jakarta. Seperti biasa sih Tomi dan Ajeng kerja dengan baik di perusahaan gitu. Tomi menjadi bos yang baik di perusahaan PT. MAKMUR. Ajeng menjadi sekertaris yang baik buat Tomi. Hubungan kisah cinta Tomi dan Ajeng baik sih. Tomi yang cinta sama Ajeng, ya Tomi mau menikahi Ajeng. Ya Ajeng yang beragama Hindu, ya Ajeng keluar dari agama Hindu dan masuk agama Kristen gitu karena Tomi agama Kristen gitu. Ya Tomi dan Ajeng merencanakan menikah gitu. Tomi dan Ajeng beragama Kristen, ya mau menikah dengan tata cara agama Kristen gitu. Urusan Ajeng dengan Joko putus cinta gitu. Joko memang sakit hati sama Ajeng sih karena Ajeng menjalin kisah cinta dengan Tomi gitu. Juno mengerti dengan baik sih Joko yang putus sama Ajeng karena Ajeng menjalin kisah cinta dengan Tomi. Ya Tomi menikah dengan baik sih sama Ajeng, ya sesuai dengan rencana dengan tata cara agama Kristen gitu. Rumah tangga yang di jalankan Tomi dan Ajeng....bahagia gitu. Joko memutuskan meninggalkan dengan baik Jakarta, ya Joko keluar dari kerjaan di perusahaan dan Joko telah menjual rumah dan mobil gitu. Joko pulang ke Bali gitu. Juno tetap sih kerja di perusahaan PT. JAYA. Hubungan kisah cinta Juno dan Eca Aura baik, ya keduanya merencanakan menikah demi kebaikkan keduanya gitu. Joko tinggal dengan baik di Bali, ya tinggal di pinggir pantai gitu. Rumah orang tua Joko memang di pinggir pantai gitu. Rama dan Shinta adalah orang tua Joko. Rama kerjaannya nelayan gitu. Joko jadinya kerja jadi nelayan dengan baik sih. Joko bisa melupakan dengan baik Ajeng, ya Joko bisa menyembuhkan rasa sakitnya karena Ajeng gitu. Joko tenang dengan baik sih, ya kerjaan nelayan di jalankan dengan baik sama Joko gitu. Diva anaknya Andre dan Ayu. Ya Diva kerjaannya guru tari gitu. Diva dan kedua orang tuanya beragama Hindu. Diva dan kedua orang tuanya menjalankan dengan baik ibadah sesuai ajaran Hindu gitu. Joko dan Diva berteman baik sih dari masa SMA sampai sekarang gitu. Joko dan Diva saling suka gitu, ya jadi keduanya memutuskan dengan baik sih menjalin kisah cinta gitu. Juno yang ingin tahu kabar Joko, ya Juno menghubungi Joko pake Hp gitu. Joko memberitahukan Juno sih bahwa diri Joko baik dan Joko menjalin kisah cinta dengan Diva. Juno senang sih Joko baik di Bali dan Joko menjalin kisah cinta dengan Diva. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Joko dan Diva baik, ya keduanya merencanakan menikah demi kebaikkan keduanya gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Cerita Cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik tokoh Joko dan tokoh Juno," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan James Bond gitu.