Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...musik dangdut di chenel Indosiar, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik gitu sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.
Isi cerita yang di baca Budi :
Di kota Manikpur yang indah, Benggala Barat pada tahun 1953, seorang tuan tanah Soumitra Roy Chaudhary pergi menonton jatra bersama putrinya, Pakhi Roy Chaudhary, yaaa seorang penulis yang bercita-cita tinggi. Setelah Pakhi mengalami serangan asma akibat kegembiraan yang terjadi, ia dilarikan ke kamarnya dan diberi obat. Saat ia pulih, ayahnya menghiburnya dan menceritakan kisah raja suku Bhil yang tak terkalahkan yang jiwanya bersemayam di dalam seekor burung beo, mengatakan kepadanya bahwa ia adalah burung beo yang di dalamnya kehidupan sang raja bersemayam.
Suatu hari, setelah mengancam sopir keluarga agar mengizinkannya menyetir mobil keluarga, Pakhi secara tidak sengaja menabrak sepeda motor di jalan, yang menyebabkan pemuda di belakang sepeda motor itu terluka ringan. Beberapa hari kemudian, pria yang sama muncul di pintu, memperkenalkan dirinya kepada pemilik rumah sebagai Varun Shrivastav, seorang arkeolog yang ingin mempelajari tanah di sekitar kuil yang dimiliki pemilik rumah. Selama beberapa minggu berikutnya, Varun memikat pemilik rumah dan putrinya dengan pengetahuan dan kepribadiannya dan diundang, bersama dengan asisten dan temannya Devdas "Dev" Mukherjee, untuk tinggal di rumah besar mereka yang luas.
Tak lama kemudian, cinta bersemi di antara Varun dan Pakhi saat mereka terikat oleh seni dan sastra. Pakhi menyatakan aspirasinya untuk menjadi seorang penulis, sementara Varun mengungkapkan keinginannya untuk melukis sebuah mahakarya. Cinta mereka segera memuncak menjadi hubungan yang penuh gairah. Sementara itu, sebuah undang-undang yang disahkan oleh pemerintah India membatasi kekuasaan tuan tanah, yang menyebabkan ketegangan di rumah tangga Ray Chaudhary. Artefak kuno yang di miliki keluarga tersebut harus dijual, dan Varun membantu mengatur pembeliannya.
Ketika masa tinggal Varun berakhir, ia meminta Ray Chaudhury untuk menikahi putrinya, Pakhi, dan persiapan pernikahan mereka pun dimulai. Sebelum pernikahan, paman Varun, AK Bajpai, yang membesarkannya, datang dan mencegah Varun untuk menikah, dengan menyatakan bahwa Varun hanya akan membuat Pakhi menderita karena bahaya dari apa yang sebenarnya ia lakukan untuk mencari nafkah—orang-orang seperti mereka tidak ditakdirkan untuk jatuh cinta dan menjalani kehidupan yang normal. Varun merasa bimbang tetapi setuju dan membuat pilihannya: ia dan Dev melarikan diri malam itu juga, bersama dengan semua barang berharga yang mereka curi dari tuan tanah. Pada hari pernikahan, Varun tidak ditemukan di mana pun, dan diketahui bahwa berhala-berhala dari kuil telah dicuri dan uang kertas dari pembelian artefak keluarga yang diatur Varun semuanya palsu.
Pada paruh kedua film, cerita beralih ke satu tahun setelah insiden di pesta pernikahan. Pakhi yang sakit sekarang tinggal di Dalhousie dengan pembantunya Shyama, sebagai satu-satunya teman dekatnya. Ayahnya telah meninggal, tidak mampu menahan keterkejutan atas pengkhianatan Varun, dan dia masih belum pulih dari patah hatinya. Ketika Inspektur Polisi KN Singh memintanya untuk membantunya menangkap Varun, dia menolak untuk melakukannya, hanya ingin melupakannya. Segera setelah itu, Varun dan Dev muncul di Dalhousie untuk perampokan berikutnya dan menginap di sebuah pondok di properti Pakhi. Keadaan menjadi buruk ketika polisi mengetahui keberadaan mereka dan pengejaran pun terjadi. Varun secara tidak sengaja membunuh Dev dan seorang polisi dan terluka dalam pertemuan itu. Dia mengeluarkan peluru dan kemudian pergi mencari perlindungan di rumah Pakhi.
Pakhi dan pembantunya mencoba menyerahkannya ke polisi, tetapi dia mengancam mereka. Pakhi menyerah, tetapi dia tetap marah dan menolak ajakan dan penjelasan Varun yang menenangkan. Dalam sebuah surat, dia menjelaskan kepadanya bahwa dia sedang sekarat karena TBC dan akan meninggal pada hari daun terakhir jatuh dari pohon yang layu di luar jendela. Pembantunya meninggalkan rumah sambil berjanji kepada Varun bahwa dia tidak akan dilaporkan ke polisi.
Varun berencana melarikan diri, tetapi ketika komplotannya datang, ia menolak untuk pergi dan malah tinggal untuk merawat Pakhi yang sakit. Ia memberi tahu nama aslinya, Atmanand Tripathi, dan mengaku menyesal telah membiarkan Pakhi pergi sejak hari ia melarikan diri. Tak lama kemudian, Pakhi mulai menyukai Varun dan kepercayaannya tetap utuh ketika setiap hari ia menemukan satu daun terakhir yang tersisa di pohon.
Pada akhirnya, melihat kondisi Pakhi membaik, Varun memutuskan sudah waktunya bagi Pakhi untuk pergi, dan dia pergi, hanya untuk berhadapan langsung dengan blokade polisi di jalan, yang kemudian menembak dan membunuhnya. Pakhi terbangun dan mendapati Varun pergi, tetapi pohon itu masih memiliki daun di atasnya. Dia menjadi curiga dan menemukan bahwa daun itu telah ditempelkan ke pohon oleh Varun. Setiap malam, Varun akan mengikatnya di cabang pohon agar Pakhi tidak putus asa. Itu adalah mahakaryanya. Pakhi menyadari kebenarannya setelah dia melihat daun itu dari dekat dan melihat bahwa itu telah dilukis, dan dia tersenyum dengan air mata di matanya.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi gitu. Memang Eko melihat dengan baik di meja ada anglo di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa sih berisi air panas gitu dan toples-toples yang berisi kue lebaran gitu.
"Emmmm," kata Budi.
"Langsung saja Budi main permainan kartu remi!" kata Eko.
"Oke...main permainan kartu remi!" kata Budi.
Budi mengambil permainan kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main kartu remi dengan baik, ya permainannya cangkulan gitu.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Randa dan Selfi menjalankan rumah tangganya dengan baik dasarnya cinta. Anaknya Randa dan Selfi ada dua gitu. Anak pertama Randa dan Selfi adalah Adam. Anak keduanya Randa dan Selfi adalah Mentari. Randa memang menjalankan dengan baik sih usaha bengkel motor gitu, ya Selfi membantu dengan baik usaha bengkel yang di jalankan Randa gitu bagian kerjaannya Selfi adalah keuangan gitu. Mentari menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Palembang gitu. Adam meninggalkan Palembang ke Jakarta Selatan. Alasan Adam meninggalkan Palembang? Karena Adam sakit hati pada Melati yang memutuskan menikah dengan Roy gitu dan juga Adam mencari pengalaman hidup di Jakarta Selatan. Roy memang kaya menjalankan usaha dealer mobil gitu. Memang Adam lulusan Universitas yang ada di Palembang gitu. Adam di Jakarta Selatan tinggal dengan baik di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Hary dan Rara. Rumah tangga yang di jalankan Hary dan Rara baik gitu. Anak Hary dan Rara ada dua gitu. Anak pertama Hary dan Rara adalah Eby. Anak keduanya Hary dan Rara adalah Syifa gitu. Eby memang kerja dengan baik menjadi tentara gitu. Memang Eby punya kekasih hati yang bernama Zahra gitu. Zahra kerja dengan baik sih di surat kabar Suara Rakyat gitu. Memang sih Zahra banyak membuat artikel sih, ya salah satu artikel yang di buat Zahra tentang program kerja partai politik berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi gitu. Eby dan Zahra yang menjalankan kisah cinta dengan baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Syifa menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta Selatan gitu. Adam memang berteman baik sih dengan Eby dan Syifa gitu. Nama juga Adam cowok gitu, ya Adam suka sih dengan Syifa karena Syifa cantik dan baik sih perilakunya gitu. Adam yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan, ya Adam berusaha dengan baik untuk kerja di perusahaan gitu. Usaha Adam berhasil sih kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA gitu. Adam kerja dengan baik di perusahaan demi hidup Adam sih di Jakarta Selatan. Randa, Selfi, dan Mentari senang sih Adam kerja dengan baik sih di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan gitu. Kerjaan di perusahaan baik, ya Adam di gaji dengan baik gitu dan Adam sebagai anak yang berbakti pada orang tua mengirim uang pada orang tuanya gitu tujuannya untuk kebutuhan sehari-hari saja, ya nama usaha bengkel motor kan...hasilnya pasang surut air laut gitu. Mentari yang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik dengan teman sekolah yang bernama Bulan gitu. Ya Bulan anaknya Afan dan Sridevi. Afan menjalankan usaha toko mainan gitu. Pertemanan Mentari dan Bulan baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang gitu. Adam yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Adam berteman baik dengan teman kerja yang bernama Tono. Ya Tono anaknya Trian dan Adila gitu. Trian menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Tono memang sedang berpacaran dengan cewek cantik yang bernama Mawar gitu. Mawar menjalankan usaha toko pakaian gitu. Aulia dan Jhon adalah orang tuanya Mawar gitu. Hubungan kisah cinta Tono dan Mawar baik sih, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Adam dan Tono yang pertemanannya baik, ya keduanya sih biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan gitu. Tempat favoritnya Adam dan Tono adalah Warkop gitu. Pemilik Warkop adalah Tina. Ya Tina janda sih dengan anak satu bernama Rani gitu. Rani menjalankan sekolah SD gitu. Suami Tina yang bernama Samsul telah lama meninggal dunia gitu. Adam dan Tono berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop...enak gitu. Di Warkop, ya Adam dan Tono biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang urusan kerjaan gitu, ya dan juga tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) berdasarkan berita di media ini dan itu dan juga realitanya berdasarkan cerita orang-orang gitu. Keinginan Adam dan Tono sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang kinerja orang-orang pemerintahan dalam menyelesaikan persoalan ini dan itu. Memang sih obrolan Adam dan Tono sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan gitu. Mentari dan Bulan yang berteman baik dan sekolah SMA dengan baik gitu, ya keduanya suka sih dengan cowok keren yang bernama Agus Salim gitu. Ya Agus Salim tetangga depan rumah Bulan gitu. Kerjaannya Agus Salim tentara gitu. Mentari dan Bulan sadar sih menyukai Agus Salim karena Mentari dan Bulan masih menjalankan sekolah SMA gitu. Agus Salim menjalankan dengan baik kerjaannya jadi tentara gitu. Pimpinan memberikan tugas pada Agus Salim untuk menjaga keamanan di Aceh gitu. Agus Salim meninggalkan Palembang, ya ke Aceh gitu. Di Aceh Agus Salim menjalankan dengan baik sih tugasnya sebagai tentara menjaga keamanan gitu dengan teman-teman tentara semua gitu. Adam memang dekat sih dengan cewek depan rumah kontrakan, ya nama cewek adalah Sandra gitu. Ya Sandra anaknya Faul dan Nia gitu. Faul menjalankan usaha toko elektronik. Sandra kerja dengan baik sih di perusahaan PT. ANDROMEDA gitu. Adam yang berteman baik sama Sandra, ya Adam suka sih dengan Sandra. Pertemanan Adam dan Syifa baik sih. Adam suka dengan Syifa dan Sandra, ya jadi Adam harus memilih dengan baik gitu. Fajar teman sekelasnya Mentari dan Bulan gitu. Fajar anaknya Joko dan Lina gitu. Joko kerjaannya menjalankan usaha rumah makan Nusantara gitu. Fajar suka dengan Mentari gitu. Ya Fajar sadar dirinya cupu jadinya Fajar hanya memendam rasa saja dengan Mentari gitu. Pertemanan Fajar dan Mentari tetap baik gitu. Pertemanan Mentari dan Bulan tetap baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Adam dan Tono biasa sih ke Warkop, ya keduanya ngobrol dengan baik sih tentang lingkungan sosial masyarakat di Jakarta Selatan dan juga tentang orang-orang yang berkecimpung dengan baik di partai politik ini dan itu sih. Keinginan Adam dan Tono tetap sih ngobrol dengan baik sama Wakil Gubernur Jakarta tentang pertumbunhan ekonomi di Jakarta gitu dampak baiknya itu...orang miskin bisa mengubah nasifnya gitu. Memang sih obrolan Adam dan Tono di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono tetap seperti biasa sih kerja dengan baik sih di perusahaan gitu. Adam yang suka dengan Sandra gitu. Ya Adam cukup suka saja dengan Sandra karena Sandra jadian dengan Kenzo gitu. Kenzo yang menjalankan usaha dealer motor, ya status Kenzo duda dengan anak satu yang bernama Mutiara. Ya Mutiara menjalankan sekolah SD gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Sandra dan Kenzo baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Adam memutuskan dengan baik sih untuk jadian dengan Syifa. Ya Adam berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Syifa. Ya karena Syifa masih jomlo, ya Adam mudah sih jadian dengan Syifa gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Adam dan Syifa. Tono senang sih dengan kisah cinta Adam dan Syifa gitu. Adam dan Syifa jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik tokoh Mentari dan tokoh Bulan," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko masih asik sih main kartru remi gitu.
"Aku sebagai teman baiknya Budi...mengerti dengan baik cerita Budi ada di kaitkan dengan sebuah jabatan di pemerintahan," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Ya kalau orang lain sih tidak tahu sih kenapa Budi bercerita di kaitkan dengan sebuah jabatan di pemerintahan? Jadi lebih baik Budi jelaskan saja gitu!" kata Eko.
"Kalau orang lain pasti aku jelaskan dengan baik kenapa aku bercerita di kaitkan dengan sebuah jabatan di pemerintahan? Karena aku ingin saja mengkaitkan saja sih dengan sebuah jabatan di pemerintahan dan tidak menyebutkan nama pejabatnya gitu," kata Budi.
"Kenapa Budi tidak menyebutkan nama pejabatnya?" kata Eko.
"Nama pejabat di sebutkan...berkaitan dengan citra orang tersebut jadi masih berkaitan dengan politik kepentingan gitu," kata Budi.
"Citra berkaitan dengan politik kepentingan," kata Eko.
"Contohnya pejabat di Lampung ini, ya politik kepentingan dengan membuat citra nama baiknya bagus kan ingin duduk di jabatan di pemeritahan lebih lama gitu," kata Budi.
"Kedudukan di pemerintahan," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Urusan kedudukan di pemerintahan tetap kompetisi sengit," kata Eko.
"Memang urusan kedudukan di pemerintahan tetap kompetisi sengit," kata Budi.
"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.
"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Kemungkinan," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Ya kalau Budi menyebutkan dan menulis nama pejabat pemerintahan di jaringan internet gitu, yaaa kemungkinan sih Budi bisa di cari orang-orang pemerintahan karena membuat citra baik pada nama pejabat pemeritahan tersebut," kata Eko.
"Kemungkinan sih Eko...aku di cari orang-orang pemerintahan karena membuat citra baik pejabat pemerintahan tersebut," kata Budi.
"Budi tipe orang biasa-biasa aja, ya jadi tidak ingin berkaitan dengan orang-orang pemerintahan karena tidak ingin terkenal, ya kan Budi?" kata Eko.
"Ya memang aku tipe biasa-biasa saja dan tidak ingin terkenal karena berkaitan dengan orang-orang pemerintahan!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Eko dan Budi tetap asik sih main permainan kartu remi gitu.