Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...DA7 Mega Konser Gen Z, ya seperti biasa sih....Budi duduk santai sih di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue kering.
"Baca cerpen ah!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik, ya di pilih-pilih dengan baik cerpen yang ingin di baca. Terpilihlah salah satu cerpen yang di baca Budi dengan baik gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Anak perempuannya, Ji-hye, sedang bersih-bersih di sekitar rumahnya ketika dia menemukan sebuah kotak berisi surat-surat lama dan buku harian yang merinci kisah ibunya, Joo-hee (yang juga diperankan oleh Son Ye Jin). Secara berkala dalam film tersebut, Ji-hye membaca salah satu surat ini, yang memulai adegan kilas balik di mana kisah sang ibu diceritakan. Kilas balik ini terjalin dengan kisah Ji-hye sendiri, di mana dia jatuh cinta pada sesama siswa, Sang-min, yang terlibat dengan teater sekolah.
Sang ibu, Joo-hee, mengunjungi pedesaan sebagai siswa pada suatu musim panas dan bertemu Joon-ha. Bersama-sama mereka menjelajahi pedesaan, bermain di dekat sungai yang akan selalu mereka ingat sebagai tempat spesial mereka. Ketika badai mulai mereka berlindung bersama di bawah pohon, tetapi tidak sebelum Joo-hee memutar pergelangan kakinya dan dibuat tak berdaya. Joon-ha menggendongnya dan mereka berjuang pulang, hanya untuk dihadapkan pada orang tuanya yang marah. Sebelum mereka berpisah, Joo-hee memberinya sebuah kalung, yang dia simpan dekat-dekat sebagai pengingat berharga akan waktu mereka bersama.
Sayangnya, seperti yang sering terjadi dalam urusan hati, pihak ketiga menghalangi pendalaman hubungan mereka. Joo-hee telah dijanjikan oleh orang tuanya sebagai pengantin untuk Tae-soo, teman Joon-ha. Tapi Tae-soo, seorang teman bangsawan, mengetahui tentang ketertarikan Joo-hee dan Joon-ha satu sama lain dan membantu keduanya berkomunikasi secara diam-diam dengan membiarkan mereka menggunakan namanya sendiri menggantikan Joon-ha dalam surat mereka. Namun, ketika ayah Tae-soo mengetahui hal ini, dia mengalahkan Tae-soo. Tae-soo gagal mencoba bunuh diri agar kedua temannya bisa bersama.
Sementara itu, di masa sekarang, Ji-hye jatuh cinta pada Sang-min yang juga sangat diminati oleh temannya Soo-kyeong, tapi sepertinya dia tidak menyadarinya. Kemudian, dalam adegan yang manis, mereka berteduh dari hujan bersama di bawah pohon yang sama. Dia menggunakan mantelnya untuk menutupi keduanya dan mengantarnya ke tempat yang dia tuju. Momen, meski ajaib, tidak pergi kemana-mana karena dia merasa bantuannya hanya karena sifatnya yang murah hati dan bukan dari perasaan apa pun padanya di pihaknya.
Kembali ke masa lalu, Joon-ha diliputi rasa bersalah atas percobaan bunuh diri temannya dan rasa bersalah Joo-hee sendiri. Bertekad untuk tidak menyakitinya lagi, Joon-ha bergabung dengan tentara dan pergi ke Vietnam. Di sana dia kehilangan penglihatannya saat dia mencoba mengambil kembali kalung yang diberikan Joo-hee padanya. Ketika dia kembali ke Korea, dia bertemu lagi dengan Joo-hee, dan, berusaha menyembunyikan kebutaannya, meyakinkan dia bahwa dia telah menikah dengan harapan dia akan melanjutkan hidupnya. Meskipun patah hati karena hubungan mereka tidak dapat dilanjutkan, dia melanjutkan dan akhirnya menikah dengan Tae-soo, teman baik Joon-ha. Setelah mereka menikah selama beberapa tahun dan memiliki seorang putri muda (Ji-hye), Joo-hee didekati oleh teman-teman Joon-ha, yang menceritakan keinginan terakhir Joon-ha: agar abunya disebar oleh Joo-hee di sungai. , sekarang menjadi reservoir, tempat mereka pertama kali bertemu. Dia kemudian mengetahui bahwa Joon-ha belum menikah, tetapi dia kemudian melakukannya setelah Tae-soo dan Joo-hee menikah. Dia diberitahu bahwa dia memiliki seorang putra juga. Patah hati terlalu banyak dan dia menangis.
Saat ini, kisah Ji-hye sendiri terungkap. Sang-min mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Ji-hye — perasaan yang mencerminkan perasaannya sendiri. Terungkap juga bahwa mereka berlindung bersama selama badai bukanlah kecelakaan: dia sengaja meninggalkan payungnya di toko agar dia bisa bergabung dengannya di bawah pohon. Kemudian, ketika Ji-hye termenung mengungkapkan cerita ibunya kepadanya, air mata mengalir di wajahnya. Diam-diam dia mengangkat kalung dari lehernya dan meletakkannya di sekitar miliknya. Itu adalah kalung yang diberikan ibu Ji-hye, Joo-hee, kepada Joon-ha saat mereka bertemu. Lingkaran selesai: putri Joo-hee dan putra Joon-ha telah jatuh cinta.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue kering. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu gaplek!" kata Eko.
"Oke main permainan kartu gaplek!" kata Budi.
Budi mengambil kartu gaplek di bawah meja, ya kartu gaplek di kocok dengan baik dan kartu gaplek di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main permainan kartu gaplek dengan baik.
"Emmm," kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Valen tinggal dengan baik di Jakarta, ya tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Fattan. Rumah tangga yang di jalankan Fattan dan Khanza baik, ya bahagia dengan anaknya bernama Mila. Ya Mila menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta. Valen memang berteman baik sih sama Mila. Valen memang berusaha dengan baik sih untuk kerja di perusahaan, ya hasilnya sih Valen belum berhasil kerja di perusahaan gitu. Valen memutuskan dengan baik kerjanya jadi dagang gitu, yaaa jualan mainan gitu. Kerjaan jualan mainan di jalankan dengan baik sama Valen gitu. Memang urusan kerja dagang sih...Valen merasakan dengan baik sih gampang-gampang tapi susah untuk melakukan barang dagangan karena faktor ini dan itu sih. Memang kalau sudah rezeki, ya usaha pasti ada hasil sih dan Valen mensyukurin dengan baik sih....usaha dagang mainan gitu. Cerita memang di buat dengan baik sih, ya Valen berhasil juga sih kerja di perusahaan PT. MAJU gitu. Urusan Valen kerja dagang jual mainan...berhenti dengan baik gitu. Valen kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU gitu. Pemilik perusahaan PT. MAJU adalah Afan. Ya Afan kaya sih, ya Afan punya istri dua sih. Istri pertama Afan adalah Novia. Istri kedua Afan adalah Sridevi. Afan memang berusaha dengan baik sih mengakurin istri pertama dan istri kedua sih. Rumah tangga yang di jalankan Afan dengan Novia dan Sridevi tetap baik sih. Afan memang sih ada kebiasan sih ke klub malam gitu. Di klub malam, ya DJ cantik yang bernama Jihan gitu. Cowok-cowok sih banyak yang tergila-gila dengan Jihan yang cantik gitu. Afan suka sih dengan Jihan. Ya Afan memang berteman dengan baik sih sama Jihan gitu. Karena pertemanan baik Afan dan Jihan, ya keduanya sering jalan bareng ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Jihan sih suka sih sama Afan yang ganteng, baik, dan kaya gitu jadi Jihan di jadikan istri ketiga sama Afan pun tidak ada masalah gitu. Novia dan Sridevi memang kesal sih dengan ulah Afan yang sering jalan bareng dengan Jihan yang kerjaannya DJ di klub malam gitu. Novia dan Sridevi memang tidak suka sih dengan Jihan jika Jihan di jadikan istri ketiganya Afan gitu. Memang Novia dan Sridevi ngobrol dengan baik sama Afan tentang Jihan gitu. Afan memberitahukan dengan baik sama Novia dan Sridevi bahwa Afan tidak ada keinginan sih menjadikan Jihan...istri ketiga karena Afan merasakan dengan baik sudah repot sih punya istri dua....Novia dan Sridevi gitu. Memang sih Novia dan Sridevi sedang mengandung anaknya Afan gitu. Novia dan Sridevi senang sih Afan tidak ada keinginan untuk menjadikan Jihan...istri ketiga Afan gitu. Pertemanan Afan dan Jihan tetap baik sih. Rumah tangga yang di jalankan Afan dengan Novia dan Sridevi tetap baik demi anak yang di kandung Novia dan Sridevi gitu. Valen yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Valen berteman baik dengan teman kerja yang bernama Robi. Ya Robi anaknya Eby dan Zahra. Ya Eby menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Robi memang berpacaran sih dengan cewek cantik yang bernama April. Ya April anaknya Trian dan Adila. Ya Trian menjalankan usaha toko elektronik gitu. April kerja di surat kabar Suara Rakyat. Memang April banyak membuat artikel sih, ya salah satu artikel yang di buat April bercerita tentang kebakaran di rumahnya Tono dan Sandra di sebabkan gas bocor gitu. Hubungan kisah cinta Robi dan April baik sih, ya keduanya merencanakan menikah gitu. Valen yang berteman baik sama Robi gitu, ya keduanya biasa sih ke Warkop. Pemilik Warkop adalah Dimitri. Ya rumah tangga yang di jalankan Dimitri dengan Diandra baik sih karena dasarnya cinta gitu. Pendapat Valen dan Robi tentang makanan dan minuman di Warkop...enak sih. Valen dan Robi di Warkop ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga ngobrol tentang game ini dan itu berkaitan dengan baik sih dengan urusan ekonomi gitu. Keinginan Valen dan Robi sih ingin ngobrol dengan baik sama Menteri Pertahanan tentang latihan militer...TNI gitu. Memang sih obrolan Valen dan Robi di Warkop...sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Valen dan Robi seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan gitu. Ya Valen memang biasa sih menggunakan Hp untuk menelpon orang tua dan adik yang tinggal di Palembang gitu, ya tujuannya keadaan orang tua dan adik gitu dan ternyata baik-baik saja keadaannya gitu. Adam dan Syifa orang tuanya Valen dan Mentari adiknya Valen. Adam menjalankan usaha toko perhiasan emas dengan baik, ya Syifa dan Mentari membantu dengan baik usaha toko perhiasan emas yang di jalankan dengan baik sama Adam gitu. Mentari menjalankan sekolah SMA dengan baik yang ada di Palembang gitu. Mentari berteman dengan baik sih sama teman sekelas yang bernama Fitri. Ya Fitri anak Dilan dan Milea gitu. Dilan menjalankan usaha bengkel motor gitu. Hubungan pertemanan yang baik Mentari dan Fitri, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Farel anaknya Fattah dan Aqella. Ya Fattah menjalankan usaha dealer mobil gitu. Farel memang satu kelas sih dengan Mentari dan Fitri. Ya memang sih Mentari dan Fitri suka dengan Farel karena Farel ganteng, pinter, dan juga baik perilakunya gitu. Farel sukanya dengan Fitri. Ceritanya di buat dengan baik sih...Farel jadian dengan Fitri. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Farel dan Fitri gitu. Mentari yang suka dengan Farel, ya Mentari memutuskan dengan baik menghapuskan rasa suka sama Farel karena Mentari ingin pertemanan dengan Fitri tetap baik gitu. Mentari senang sih dengan kisah cinta Fitri dan Farel gitu. Mentari dan Fitri sekolah SMA tetap baik sih. Valen memang dekat sih dengan teman kerja yang bernama Cantika gitu, ya kedekatan Valen dengan Cantika sekedar teman saja karena Cantika sudah punya pacar sih yang bernama Tono. Ya Tono memang kerjaannya pengacara gitu. Cantika sih hidupnya sekarang sendiri sih karena orang tua telah lama meninggal karena kebakaran rumah, ya Valen sebagai teman mengerti sih keadaannya Cantika hidup sendiri. Cantika memang bercerita pada Valen sih yang sebenarnya kenapa orang tua Cantika meninggal karena kebakaran rumah? Orang tua Cantika yang bernama Jhon dan Keyla memang belajar ilmu dari dukun dengan tujuannya kaya gitu, ya karena melanggar perjanjian dengan baik makhluk gaib jadi Jhon dan Keyla di buat mati sama makhluk gaib dan rumah pun terjadi kebakaran karena makhuk gaib gitu. Cantika hidupnya tenang karena menjalankan ibadah dengan baik, ya agama yang di yakini Cantika adalah agama Islam gitu. Hubungan kisah cinta Cantika dengan Tono baik, ya keduanya merencanakan menikah gitu. Valen yang berteman baik sama Robi, ya keduanya tetap sih biasa sih Warkop. Di Warkop, ya Valen dan Robi ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga ngobrol tentang acara Tv The Icon Indonesia gitu. Pendapat baik Valen dan Robi tentang acara Tv...The Icon Indonesia...bagus gitu. Keinginan Valen dan Robi tetap sih ngobrol dengan baik sama Menteri Pertahaan tentang politik perdagangan internasional senjata perang gitu. Memang obrolan Valen dan Robi di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Hubungan pertemanan Valen dan Mila baik sih. Valen memang suka sih dengan Mila, ya keinginan Valen sih ingin jadian dengan Mila gitu. Ya memang Valen pernah ngobrol sih dengan Robi tentang Mila, ya Robi memberikan masukan baik sih pada Valen seperti ini "Valen suka dengan Mila. Jangan tunggu lama-lama sih keburu Mila di ambil cowok lain yang suka dengan Mila. Valen segera di usahakan dengan baik jadian sama Mila!". Memang Valen menerima masukkan baik dari Robi. Ya Valen yang berteman baik sama Mila sih, ya memang Valen mengetahui dengan baik sih Mila dekat dengan teman satu fakultas yang bernama Rangga gitu. Rangga anaknya Toto dan Lisa. Toto menjalankan usaha dealer motor gitu. Valen berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Mila. Ya Mila memang suka Valen dari pada Rangga gitu. Usaha Valen berhasil sih jadian sama Mila. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik...Valen dan Mila gitu. Robi senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Jangan tunggu lama-lama," kata Eko.
"Masukan baik tokoh Robi pada tokoh Valen "Jangan tunggu lama-lama"......," kata Budi.
"Kisah cinta tokoh Valen dan toko Mila," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik main permainan kartu gaplek gitu.