CAMPUR ADUK

Tuesday, March 31, 2026

LINGAA

Malam hari....bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti biasa sih....Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus....sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.

Isi cerita yang di baca Budi :

Di desa kecil Solaiyur, ya Bendungan Solaiyur merupakan simbol harapan dan kemakmuran bagi penduduk desa. Namun, anggota parlemen yang korup, Nagabooshan, ingin menghancurkan bendungan tersebut dan membangun yang baru untuk mendapatkan jutaan dolar dari kontrak pembangunan. Ketika seorang inspektur bendungan yang berdedikasi menolak untuk melaporkannya sebagai tidak layak, Nagabooshan membunuh inspektur tersebut. Di saat-saat terakhirnya, inspektur tersebut berhasil menyembunyikan sebuah flashdisk berisi laporan inspeksi di dalam sebuah kuil yang terbengkalai dan memperingatkan kepala desa, Karunakara, untuk membuka kuil tersebut. Karunakara sangat yakin bahwa hanya keturunan Raja Lingeswaran, pembangun bendungan yang mulia, yang dapat membuka kuil tersebut. Karena itu, ia memulai misi untuk menemukan keturunan tersebut. Lakshmi, cucu perempuan Karunakara dan seorang jurnalis, mengambil tanggung jawab untuk menemukan keturunan tersebut.

Pencarian Lakshmi membawanya pada Lingaa, seorang pencuri yang cerdik dan licik; ​​ia membenci kakeknya karena meninggalkan keluarganya tanpa uang sepeser pun. Lingaa awalnya menolak untuk terlibat, tetapi ia dijebak oleh Lakshmi untuk menemaninya ke Solaiyur. Yang mengejutkannya, penduduk desa menyambut Lingaa dengan penuh kegembiraan dan perayaan. Karunakara mengungkap rahasia tentang lingam kuil tersebut – lingam tersebut terbuat dari batu zamrud yang sangat berharga. Tergoda oleh kekayaan yang dimilikinya, Lingaa menyusun rencana untuk mencurinya. Namun, rencananya digagalkan ketika ia tertangkap oleh seorang penjaga keamanan yang tekun. Dalam sebuah pemikiran cepat, Lingaa berpura-pura melakukan ritual keagamaan untuk menipu penduduk desa.

Karunakara mengungkap kisah nyata Raja Lingeswaran, yang dengan gagah berani melawan Inggris untuk membangun bendungan demi kepentingan Solaiyur. Karena keserakahan Inggris, Lingeswaran dituduh secara palsu setelah menyelesaikan bendungan dan diusir dari desa. Ketika penduduk desa mengetahui kebenarannya, mereka mencoba membawa Lingeswaran pulang, tetapi ia menolak, dengan mengatakan bahwa ia merasa puas bahwa pekerjaannya di bendungan akan berlangsung selamanya. Ayah Karunakara bersumpah bahwa sampai Lingeswaran kembali ke desa, kuil yang dibangun Lingeswaran akan ditutup; Karunakara menepati janjinya.

Mengetahui kebenaran tentang kakeknya, Lingaa memutuskan untuk memperbaiki jalan hidupnya, dan setuju untuk membantu Karunakara menyelamatkan bendungan. Nagabooshan mencoba melaksanakan rencananya dengan menyuap inspektur lain, tetapi Lingaa, Karunakara, dan Lakshmi menghalangi jalannya. Lingaa mengungkap pen drive yang disembunyikan inspektur sebelumnya di kuil, setelah menemukannya saat ia membobolnya. Nagabooshan mencoba menghapus berkas itu, tetapi rekan-rekan Lingaa telah menerbitkannya secara daring untuk memastikan laporan itu tidak hilang. Lingaa juga mengungkap rencana Nagabooshan, setelah mencurigainya dan meminta Lakshmi mendapatkan bukti; Nagabooshan terbongkar, menyebabkan kejatuhannya.

Sekarang putus asa, Nagabooshan menculik Lakshmi dan terbang dengan balon udara yang dipasangi bom untuk menghancurkan bendungan. Lingaa berhasil naik ke balon dan menendang Nagabooshan keluar, membunuhnya. Dia juga menendang bom ke waduk , menyelamatkan bendungan dari kehancuran. Lingaa bersiap untuk meninggalkan desa, ingin menjadi terhormat seperti kakeknya. Namun, polisi menangkapnya, bermaksud untuk menangkapnya atas kejahatan masa lalunya. Secara mengejutkan, polisi melepaskannya karena tindakan heroiknya. Lakshmi bergabung dengan Lingaa, dan mereka memulai babak baru.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di dapan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi. 

"Emmm," kata Budi.

"Hidup ini," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Orang-orang yang tinggal dengan baik di Bandar Lampung menjalankan dengan baik hidup ini, ya menjalankan kerjaan ini dan itu demi hidup ini," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Hidup ini tetap harus berhati-hati dengan orang-orang yang punya penyakit kejiwaan karena di pengaruhi permasalahan ini dan itu......karena yang di takutin dengan baik sih orang-orang itu bisa menyalahkan orang lain yang tidak punya kaitan masalah gitu," kata Eko.

"Memang harus berhati-hati di lingkungan manapun yang ada di Bandar Lampung.......karena ada orang-orang yang punya penyakit kejiwaan karena permasalahan ini dan itu bisa menyalahkan orang lain yang tidak punya kaitan masalah," kata Budi.

"Orang-orang yang dekat dengan agama pun, ya 6 ajaran agama yang berkembang dengan baik di Indonseia....tetap sih kena penyakit kejiwaan," kata Eko.

"Realita memang begitu," kata Budi.

"Penyakit kejiwaan di turunkan sama orang tua ke anak, ya jadi seperti kutukan," kata Eko.

"Ujian hidup ini....penyakit kejiwaan di turunkan sama orang tua ke anak, ya seperti kutukan," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Di daerah lain pun mungkin ada juga orang-orang yang punya penyakit kejiwaan," kata Eko.

"Ya mungkin sih Eko!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm, " kata Budi.

"Main permainan kartu Domino saja Budi!" kata Eko.

"Oke....main permainan kartu Domino!" kata Budi.

Budi mengambil kartu Domino di bawah meja, ya kartu Domino di kocok dengan baik dan kartu Domino di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main kartu Domino dengan baik.

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Adam dan Syifa menjalankan rumah tangganya dengan baik. Anaknya Adam dan Syifa ada dua. Anak pertama Adam dan Syifa adalah Valen. Anak keduanya Adam dan Syifa adalah Mentari. Adam memang menjalankan dengan baik sih usaha toko kelontongan gitu, ya Syifa membantu dengan baik sih kerjaan Adam gitu. Mentari memang menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. Valen tidak tinggal di Palembang, ya Valen tinggal dengan baik di Jakarta. Di Jakarta Valen memang tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Ridwan dan Rara. Rumah tangga yang di jalankan Ridwan dan Rara baik, ya bahagia dengan anak bernama April. Ya April menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Robi anaknya Trian dan Adila. Trian menjalankan usaha toko pakaian. Robi kerjaannya tentara gitu. Rumah April dekat sih dengan rumah Robi gitu. Robi memang berpacaran dengan April. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Robi dan April baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Valen berusaha dengan baik sih kerja di perusahaan. Usaha Valen berhasil kerja di perusahaan PT. JAYA. Pemilik perusahaan PT. JAYA adalah Fattah. Ya Fattah menjalankan dengan baik sih rumah tangganya dengan Aqella, ya bahagia dengan anak bernama Tony. Ya Tony menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Valen kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA. Adam, Syifa, dan Mentari...senang sih dengan Valen yang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta. Valen berteman baik dengan teman kerja yang bernama Tono. Ya Tono memang hidup sendiri di rumah yang di wariskan orang tuanya. Rangga dan Cinta adalah orang tua Tono. Memang Rangga dan Cinta telah lama meninggal gitu. Tono sampai sekarang sih masih mencintai Melati. Putusnya kisah cinta Tono dengan Melati, ya karena Irfan. Memang sih Melati menjalankan rumah tangga dengan baik sama Irfan gitu. Ya Irfan menjalankan usaha dealer mobil gitu. Melati bisa menikah dengan Irfan karena perjodohan orang tua gitu. Melati sekarang sedang mengandung anaknya Irfan gitu. Tono yang masih mencintai Melati, ya ada keinginanTono sih mendapatkan Melati dan menyingkirkan Irfan gitu. Karena iman agama yang di yakini...agama Islam, ya jadi Tono selalu sadar dengan baik sih...mengambil Melati dengan cara buruk adalah perbuatan yang tidak baik gitu. Tono berusaha dengan baik untuk menghapuskan cintanya pada Melati. Pertemanan yang baik Valen dan Tono, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta. Tempat favoritnya Valen dan Tono adalah Warkop. Pemilik Warkop adalah Jojon. Ya Jojon duda sih, ya anak bernama Basuki. Ya Basuki menjalankan sekolah SMP gitu. Nunung istrinya Jojon telah lama meninggal gitu. Valen dan Tono memang ngobrol dengan baik sih di Warkop sih, ya sambil menikmati makan dan minum gitu. Pendapat Valen dan Tono tentang makanan dan minuman di Warkop...enak sih. Valen dan Tono memang ngobrol dengan baik sih urusan kerjaan di perusahaan dan juga berita tentang perang dengan permasalahan ini dan itu. Keinginan Valen dan Tono sih ngobrol dengan baik sih dengan menteri pertahanan tentang politik hukum, sosial, budaya, agama, dan ekonomi. Memang sih orolan Valen dan Tono di Warkop sekedar obrolan saja seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Valen dan Tono seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan. Mila anaknya Dimitri dan Diandra. Dimitri menjalankan usaha dealer motor. Mila menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Rumah kontrakan Valen dekat dengan rumahnya Mila gitu, ya makanya Valen dan Mila berteman gitu. Valen suka sih dengan Mila karena Mila cantik dan baik perilakunya. Valen sadar sih cukup suka sama Mila, ya karena Mila berpacaran sih dengan Afan gitu. Ya Afan satu fakultas dengan Mila gitu. Afan anaknya Hary dan Aulia gitu. Hary pemilik hotel Horison gitu. Di tempat kerja, ya Valen dekat sih dengan cewek yang bernama Sandra gitu. Sandra memang cantik menurut Valen sih tapi kelakuan Sandra sih ada yang tidak di sukai Valen sih, ya Sandra sering sih klub malam dengan tujuannya happy-happy gitu. Valen memang berpikir dua kali sih jika Valen jadian sama Sandra, ya Valen bisa mengubah Sandra apa tidak? Atau Valen yang terpengaruh dengan baik ikut dengan kebiasaan Sandra ke klub malam dengan tujuan happy-happy gitu. Valen dengan Sandra cukup berteman saja gitu. Valen dan Tono tetap sih biasa sih ke Warkop. Di Warkop, ya Valen dan Tono ngobrol dengan baik sih tentang tata lingkungan yang ada di Jakarta gitu, ya baik dan buruk pengaturan ini dan itu yang ada di Jakarta. Keinginan Valen dan Tono tetap seperti biasa sih ngobrol menteri pertahanan tentang politik hubungan internasional. Memang sih obrolan Valen dan Tono di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Valen dan Tono seperti biasa kerja dengan baik di perusahaan. Tono bertemu dengan teman masa kuliahnya yang bernama Mawar gitu, ya pertemuan tidak sengaja di jalan gitu. Ya Mawar kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA gitu. Faul dan Nia adalah orang tuanya Mawar. Faul menjalankan usaha bengkel motor gitu. Tono senang sih pertemanan dengan Mawar tetap baik sih. Tono merasa bisa menghapuskan rasa cinta pada Melati ketika bersama Mawar gitu. Tono dan Mawar jadi sering sih jalan bareng sih dan ke tempat-tempat yang baik sih tujuannya happy-happy gitu. Rasa suka Tono pada Mawar adalah cinta. Tono yang benar-benar suka Mawar, ya Tono berusaha dengan baik untuk jadian dengan Mawar gitu. Mawar suka sama Tono. Ya Tono dan Mawar saling suka jadinya jadian dengan baik. Tono dan Mawar menjalankan hubungan kisah cinta yang baik. Tono bahagia menjalin kisah cinta dengan Mawar gitu, ya Tono benar-benar bisa menghapuskan rasa cintanya pada Melati. Valen teman baiknya Tono, ya Valen senang sih dengan kisah cinta Tono dan Mawar gitu. Valen memang masih sih berteman baik sama Mila gitu. Rasa suka Valen sama Mila, ya sampai-sampai Valen berkata sih "Janda atau perawan....aku terima dengan baik". Ada sih obrolan Valen dengan Tono tentang Mila, ya Tono sampai berkata seperti ini "Jika Mila di uji dengan keadaan yang tidak diinginkan cewek, ya pemerkosaan gitu. Apa Valen masih suka Mila?". Valen memang berkata pada Tono "Aku yang suka dengan Mila dengan baik sih, ya aku menerima keadaan Mila jika ujian Mila di perkosa gitu. Dengan cinta ku yang baik, ya aku berusaha menghapuskan dengan baik rasa sakit Mila dengan tujuannya Mila kembali dengan keadaannya baik dan bahagia bersama aku". Tono berkata dengan baik pada Valen "Valen benar-benar cinta Mila!". Valen sadar sih dengan keadaan sih bahwa Mila masih berpacaran dengan Afan gitu. Afan selama ini di depan Mila, ya Afan menjadi cowok yang baik untuk Mila. Sebenarnya di belakang Mila sih...Afan menjalin kisah cinta dengan Sridevi. Ya Sridevi beda tempat kuliah dengan Afan gitu. Afan memang pandai menutupi hubungannya dengan Sridevi, ya agar Mila tidak tahu gitu. Mila pada akhirnya tahu hubungan Afan dan Sridevi ketika Afan dan Sridevi kepergok Mila di sebuah kafe gitu. Mila meminta Afan memilih dengan baik antara Mila apa Sridevi?. Afan memilih dengan baik...memilih Sridevi. Mila dan Afan putus hubungan gitu. Mila menjauh dari Afan karena sakit hatinya. Afan tetap sih menjalin pacaran dengan Sridevi. Mila tetap dengan baik sih kuliah di Universitas gitu dan berteman baik dengan teman-teman yang baik di Universitas dengan tujuannya Mila menghilang rasa sakitnya karena Afan. Seiring waktu rasa sakit hati Mila karena Afan, ya Mila sembuh dengan baik gitu. Valen yang berteman baik sama Mila, ya memang Valen tahu sih bahwa Mila telah putus dengan Afan gitu. Valen berusaha dengan baik untuk jadian sama Mila gitu. Mila suka sih dengan Valen gitu. Usaha Valen berhasil jadian dengan Mila. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Valen dan Mila. Tono senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila. Ya Valen dan Mila jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta tokoh Valen," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, yaaa asik sih main permainan kartu Domino.

"Acara Tv," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Acara Tv di chenel Indosiar....DA7 Mega Konser BOYBAND X GIRLBAND.....baguskan kan Eko?" kata Budi

"Aku menonton dengan baik sih acara Tv...DA7 Mega Konser BOYBAND X GIRLBAND...jadi penilaian aku sih bagus," kata Eko.

"Pendapat Eko...bagus acara Tv, ya aku juga bagus sih!" kata Budi.

"Penonton di rumah terhibur dengan baik dengan acara Tv yang bagus," kata Eko.

"Terhibur dengan baik," kata Budi.

"Suasana keadaan happy-happy," kata Eko.

"Memang suasana keadaan happy-happy," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan kartu Domino gitu.

Monday, March 30, 2026

BATLA HOUSE

Malam hari yang gelap, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton acara Tv yang menarik dan bagus...Indonesian Idol di chenel RCTI, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.

Isi cerita yang di baca Budi :

Wakil Komisaris Polisi Sanjeev Kumar Yadav diberitahu bahwa timnya telah menyudutkan 5 mahasiswa di L-18, BATLA House, yaaa yang mungkin terlibat dalam pengeboman Delhi pada 13 September 2008, yang tanggung jawabnya diklaim oleh organisasi teroris "Mujahidin India" (IM). Sanjeev memerintahkan untuk tidak terlibat sampai dia tiba, tetapi Inspektur Mohan Chand Sharma alias MC yang gigih , melanjutkan dengan beberapa petugas. Sanjeev tiba dan, setelah mendengar suara tembakan, memutuskan untuk terlibat. Bangunan itu dikosongkan, dan MC ditemukan tertembak. Sanjeev memasuki ruangan, dan terjadi lagi penembakan, yang mengakibatkan dua mahasiswa, Adil Ameen & Sadiq Khan, tewas, dan Tufail Khan ditangkap hidup-hidup. Dilshad Ahmed dan Javed Ali melarikan diri dan Sanjeev sekarang mulai menghadapi tekanan dari media dan politisi, yaaa yang mulai menagih pertemuan itu sebagai pertemuan palsu. Mereka bergabung dengan seluruh bangsa dalam mengutuk Kepolisian Dehli, yaaa dan semua orang mulai menuntut keadilan bagi para pelajar yang diduga tewas untuk mempertanggungjawabkan pengeboman tersebut. Istri Sanjeev, Shobhna Yadav, seorang pembawa berita, yaaa tidak mau menerima hal ini dan memutuskan untuk tinggal bersama Sanjeev, yang segera didiagnosis dengan gangguan stres pascatrauma, yaaa sering berhalusinasi tentang ditembak oleh para teroris. Shobhna entah bagaimana menghentikannya setiap kali dia ingin bunuh diri. 

Sanjeev kini mulai mencari Dilshad dan Javed yang hilang dan menemukan salah satu dari mereka bersembunyi di Nizampur, Uttar Pradesh. Ia diberi tahu oleh komisaris polisi bahwa ia akan diberi penghargaan atas pertemuan itu dan ia harus merayakannya. Menyadari bahwa ia tidak diberi tahu di mana harus merayakannya, ia menuju ke Nizampur, di mana ia berhasil menemukan Dilshad. Semua orang mencoba menghentikan Sanjeev, yang mengejar, memukuli, dan hampir menangkap Dilshad, tetapi ia justru terpojok oleh para politisi dan masyarakat yang membiarkannya melarikan diri tetapi tanpa Dilshad.

Setelah dianugerahi Medali Presiden, Sanjeev memulai perburuannya lagi dan kali ini, melalui pacar Dilshad, Victoria alias "Huma", menipunya agar datang ke Nepal. Dia bekerja sama dengan petugasnya sekali lagi dan mengirim sebuah mobil van untuk menjemput Dilshad, sebagai bagian dari rencananya. Namun, yang terakhir mengirim orang lain untuk memeriksa sesuatu yang mencurigakan. Sanjeev berlari untuk menghentikan petugasnya agar tidak terlibat setelah menyadari Dilshad tidak ada di dalam mobil van dan membiarkannya melarikan diri. Mengetahui tidak ada yang mencurigakan, Dilshad memberi tahu pengemudi mobil van bahwa dia akan berangkat keesokan harinya, dan setelah mendarat di Nepal, dihentikan, dipukuli, dan ditangkap oleh Sanjeev dan timnya.

Proses pengadilan dimulai, di mana pengacara lawan, Shailesh Arya, mengemukakan argumen untuk membantah kebenaran Sanjeev dan cerita paralel tentang pertemuan palsu, seperti yang terjadi pada MC dan anak buahnya yang membawa para siswa di L-18 dalam keadaan disiksa, dan memutuskan untuk membunuh mereka ketika mereka diperintahkan untuk tidak melakukannya, setelah itu MC ditembak oleh salah satu petugasnya. Namun, Sanjeev mengungkapkan kebenaran bahwa sebenarnya, petugasnya telah mengawasi para siswa dengan seksama dan menyadari bahwa mereka adalah anggota IM. Baku tembak yang sebenarnya kemudian terjadi, menampilkan MC dan timnya terlibat selama penembakan para siswa, dan fakta bahwa MC meninggal saat memberikan argumen Sanjeev dukungan yang kuat ketika dia memberi tahu semua orang bahwa tidak ada petugas yang pernah meninggal dalam pertemuan palsu. Argumennya meyakinkan pengadilan untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 2 teroris, sementara yang terakhir entah bagaimana melarikan diri dari negara itu.

Sementara sebagian media masih menentang putusan tersebut dan meyakini polisi sebagai pelakunya, sebuah klip video yang muncul pada tahun 2016 menampilkan pengakuan dari teroris Javed yang berhasil lolos dari pertemuan tersebut, tentang bagaimana ia berhasil melakukannya dan kemudian bergabung dengan ISIS, yang selanjutnya menegaskan kredibilitas pertemuan tersebut.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Ular Tangga...Budi!" kata Eko.

"Oke...main permainan Ular Tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Ular Tangga di bawah meja, ya permainan Ular Tangga di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Ular Tangga dengan baik gitu.

"Emmm," kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik! Aku mendengarkan dengan baik cerita Budi seperti mendengarkan sandiwara radio!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Valen tinggal dengan baik di rumah yang di wariskan padanya. Selfi dan Randa adalah orang tuanya Valen gitu. Orang tua Valen telah lama meninggal gitu. Valen demi hidup ini kerja dengan baik sih sopir angkot gitu. Pemilik mobil angkot adalah Ridwan. Ya Ridwan menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Rara gitu. Syifa anaknya Ridwan dan Rara. Ya Syifa menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Adam yang rumahnya tidak jauh dari rumah Syifa gitu. Adam dan Syifa menjalin hubungan pacaran gitu. Ya kerjaannya Adam tentara. Hary dan Aulia adalah orang tua Adam. Hary menjalankan usaha bengkel motor gitu. Valen menjalankan dengan baik sopir angkot. Hasil dari supir angkot di syukurin dengan baik sama Valen gitu. Valen suka dengan musik dangdut, ya memang Valen bisa bernyanyi dan main alat musik gitar. Valen berteman baik dengan Tono yang memiliki usaha orgen tunggal gitu. Melati kerja dengan Tono, ya Melati jadi penyanyi di orgen tunggal Tono gitu. Tono dan Melati saling suka sih, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Valen dan Tono yang berteman baik banget gitu. Valen terkadang ikut Tono ketika Tono dapat kerjaan mengisi acara di pernikahaan gitu. Valen bernyanyi dengan baik di panggung untuk menyalurkan hobynya gitu. Tono senang sih Valen yang pinter bernyanyi dan main musik gitar gitu. Kerjaannya Valen sopir angkot tetap di jalankan dengan baik gitu. Suatu hari, ya Valen menolong cewek yang di ganggu preman gitu. Memang preman di hajar Valen dan teman-teman Valen yang kerjaannya sopir angkot gitu. Preman di serahkan pada polisi dan polisi memasukkan preman ke penjara gitu. Cewek yang di tolong Valen, ya ceweknya berterima kasih gitu. Valen memang berkenalan dengan cewek yang di tolongnya, ya nama cewek adalah Mila gitu. Pertemanan Valen dan Mila baik sih. Mila kerja di Apotik gitu. Faul dan Nia adalah orang tua Mila. Faul kerjaannya tukang bangunan gitu. Valen suka sih dengan Mila gitu. Sebenarnya ada cowok yang suka dengan Mila, ya cowok itu bernama Jhon gitu. Ya Jhon kerjaannya menjalankan usaha dealer motor gitu. Jhon yang suka dengan Mila, ya Jhon berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Mila gitu. Mila tidak suka dengan Jhon gitu. Jhon punya pacar sih yang bernama Sandra gitu. Sandra sangat mencintai Jhon gitu. Ya Sandra menjalankan usaha butik gitu. Ketika Sandra tahu bahwa Jhon menyukai cewek bernama Mila, ya jadinya Sandra tidak suka dengan Mila gitu. Jhon berusaha untuk jadian dengan Mila, ya Sandra berusaha dengan baik menggagalkan usaha Jhon untuk jadian dengan Mila gitu. Jhon tidak berhasil jadian dengan Mila, ya karena Sandra gitu. Mau tidak mau sih...Jhon bersama Sandra saja gitu. Hubungan Jhon dan Sandra kembali baik gitu. Valen yang berteman baik sama Mila, ya keduanya saling suka gitu. Tono memang membuat dengan baik vidio Valen ketika bernyanyi dari panggung satu ke panggung yang lainnya, ya ternyata vidionya viral gitu. Valen jadi terkenal sih karena vidionya viral gitu. Valen dapat banyak kerjaan untuk menyanyi di acara ini dan itu, ya Tono senang sik kerjaan orgen tunggalnya laris manis gitu. Valen terus terkenal dengan kerjaannya menyanyi gitu dan bekerja sama dengan produses musik yang bernama Rizky. Ya Rizky menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Lesti gitu. Aqella adalah anaknya Rizky dan Lesti. Aqella menjalankan sekolah SMA yang ada di Jakarta gitu. Memang sih Aqella berpacaran dengan Fattah gitu. Ya Fattah anaknya Trian dan Adila. Trian pemilik perusahaan PT. CAHAYA. Fattah dan Aqella urusah kisah cinta berjalan dengan baik dan urusan sekolah SMA keduanya juaga baik gitu. Valen yang bekerja sama dengan Rizky, ya jadinya Valen mengeluarkan lagu sendiri gitu. Tono senang sih dengan Valen yang benar-benar jadi penyanyi terkenal gitu dan Valen tidak kerja sopir angkot gitu. Terkenalnya Valen dengan kerjanya penyanyi dangdut, ya sampai-sampai Valen di undang di acara Radio dan acara Tv gitu. Tasya menjalankan dengan baik kerjaan penyanyi dangdut gitu. Tasya memang berpacaran dengan Budi. Ya Budi kerjaannya dosen di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Tasya ada kerjaan untuk mengisi acara dangdutan gitu, ya Tasya berkolaborasi dengan penyanyi baru yang lagi naik daun...Valen gitu. Valen senang bekerja sama dengan Tasya gitu. Tasya memang mengakui dengan baik sih Valen ganteng, ya banyak penggemar cewek suka dengan Valen dan Tasya juga suka dengan Valen karena perilaku Valen yang baik gitu. Acara dangdutan Tasya dan Valen berjalan dengan baik, ya semua orang senang termasuk penggemar Tasya dan Valen gitu. Budi yang melihat vidio di Hp, ya Budi tidak suka dengan kedekatan Tasya dan Valen gitu. Budi cemburu dengan kedekatan Tasya dan Valen. Urusan kerjaan Tasya dan Valen tetap berjalan dengan baik, ya keduanya sering sih mengisi acara dangdutan gitu. Budi memang ngobrol dengan baik sih sama Tasya urusan Valen gitu. Tasya senang sih sama Budi yang cemburu karena kedekatan Tasya dengan Valen gitu tandanya Budi cinta sama Tasya, ya Budi takut kehilangan Tasya gitu. Budi dan Tasya yang ngobrol dari hati ke hati, ya jadi hubungan kisah cinta keduanya tetap baik gitu. Tasya tetap profesional sih urusan kerja sama dengan Valen gitu. Valen memang suka sih dengan Tasya karena cantik dan perilakunya baik gitu. Ya Valen sadar sih dengan baik bahwa Tasya punya pacar gitu. Pertemanan Valen dan Tasya tetap baik, ya urusan kerjaan sih Valen profesional dengan Tasya gitu. Valen yang berteman baik sama Mila, ya keduanya saling suka jadinya jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Valen dan Mila. Tono senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila. Dari hasil kerja jadi penyanyi dangdut...Valen membeli mobil angkot Ridwan karena Valen awalnya sopir angkot gitu jadi Valen menghargai dengan baik awal dirinya kerja gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja! Dunia ini ada yang lebih baik bercerita dari pada aku, ya lebih baik bercerita adalah sinetron dan fim!" kata Budi.

"Yaaa aku paham omongan Budi. Memang film dan sinetron...ceritanya bagus dan berkaitan dengan baik sih dengan urusan ekonomi!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Kisah cinta Valen," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi.

"Tokoh Budi...cemburu dengan baik tokoh Tasya dekat dengan tokoh Valen," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Ular Tangga gitu.

Sunday, March 29, 2026

ALL IS WELL

Malam hari yang gelap, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dimulai dengan Inder Bhalla, yaaa seorang calon komposer lagu yang diusir dari rumahnya oleh ayahnya, Bhajanglal. Bhajanglal menjalankan toko roti yang tidak benar-benar "berjalan". Dia ingin Inder bekerja di toko roti itu, tetapi karena ambisi Inder untuk menjadi komposer lagu yang sukses, dia dengan jelas menolaknya. Bhajanglal menganggap ini sebagai penghinaan dan mengusir Inder dari rumahnya dengan berpikir bahwa dia sombong dan egois. Hal ini membuat Inder membenci ayahnya selamanya tetapi di suatu tempat di dalam jiwanya, Bhajanglal masih memiliki cinta untuk putranya. Inder melakukan perjalanan ke Thailand bersama temannya Ronny yang juga seorang komposer lagu yang ambisius. Inder merindukan ibunya, Pammi Bhalla tetapi tidak berbicara dengannya selama bertahun-tahun. Tiba-tiba, Inder mendapat panggilan telepon dari Cheema. 

Cheema berbohong kepada Inder bahwa ayahnya telah menjual toko rotinya dan ingin dia mendapatkan bagiannya. Tanpa mengetahui kebohongan ini, Inder meninggalkan semuanya dan terbang kembali ke India. Di bandara dia memeluk pacarnya Nimmi selamat tinggal, sedikit mengetahui bahwa dia juga bepergian ke India dengan penerbangan yang sama. Ketika Inder dan Nimmi tiba di India, mereka naik taksi yang sama karena Nimmi ingin mengunjungi tempat Inder. Inder mengantar Nimmi ke tempatnya dan kemudian pergi mengunjungi Cheema. Di sana dia melihat ayahnya telah diculik oleh Cheema dan para penjahatnya. Inder mengetahui bahwa selama bertahun-tahun ayahnya meminjam banyak uang dari Cheema karena kebutuhan rumah tetapi tidak dapat membayarnya kembali. Cheema memperingatkan bahwa jika dia ingin dirinya dan ayahnya tetap hidup maka dia perlu mengatur uang. Inder dan Bhajanglal pulang untuk memikirkan sesuatu. Di sana, Inder mengetahui bahwa ibunya menderita penyakit Alzheimer dan Bhajanglal mengirimnya ke ashram. Inder berpikir bahwa ayahnya sangat egois tetapi dia belum mengetahui kebenarannya.

Inder, Bhajanglal, Pammi, dan Nimmi melakukan perjalanan darat untuk mencoba melarikan diri dari Cheema. Mereka pergi ke bank dalam perjalanan mereka dan ingin mengambil uang saudara laki-laki Pammi, yang sebenarnya merupakan hak Pammi. Bhajanglal dipaksa menandatangani formulir karena kehilangan ingatan Pammi. Di sana, Inder mengetahui bahwa ayahnya telah menceraikan ibunya. Hal ini membuat kebenciannya terhadap ayahnya meningkat. Bhalanglal memberi tahu Inder bahwa itu bukan salahnya dan kebenaran gelap ada di balik perceraiannya dan Pammi. Setelah mengembalikan apa yang telah dipelajarinya, Inder menyadari bahwa ayahnya selalu tidak bersalah dan mulai mencintainya lagi. Inder menjual semua lagunya yang telah ia buat untuk membayar kembali Cheema, menikahkan orang tuanya lagi, menikahi Nimmi, dan merenovasi toko roti ayahnya. Film berakhir dengan Inder, Nimmy, Bhajanglal, dan Cheema (sekarang teman mereka) bekerja di toko roti yang sekarang menguntungkan.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati dengan baik minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Monopoli...Budi!" kata Eko.

"Ya oke...main permainan Monopoli!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Monopoli di bawah meja, ya permainan Monopoli di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Monopoli dengan baik.

"Budi mau cerita?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Adam dan Syifa menjalankan dengan baik rumah tangganya. Anak Adam dan Syifa punya ada dua sih. Anak pertama Adam dan Syifa adalah Valen dan anak kedua Adam dan Syifa adalah Mentari. Adam menjalankan dengan baik usaha bengkel motornya, ya memang sih Syifa membantu dengan baik sih usaha bengkel motornya Adam dan kerjaannya Syifa bagian keuangan. Mentari menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Palembang. Valen tidak tinggal di Palembang, ya Valen tinggal di Jakarta gitu. Alasan Valen ke Jakarta sih untuk pengalaman hidup ini. Memang Valen punya bekal ilmu gitu, ya Valen memang lulusan Universitas yang ada di Palembang gitu. Memang Valen di Jakarta...tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Randa dan Nia. Rumah tangga yang di jalankan Randa dan Nia baik. Selfi adalah anaknya Randa dan Nia. Selfi memang menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Setiap cewek punya keinginan punya pacar atau suami, ya Selfi ingin punya pacar sih. Cewek yang berpendidikan seperti biasa membuat dengan baik standar cowok yang pantas dengan diri cewek gitu. Selfi memang membuat dengan baik sih standar cowok yang jadi pacar atau suami gitu. Selfi yang punya teman baik yang bernama Rara. Ya Rara memang satu fakultas dengan Selfi. Rara anaknya Trian dan Adila. Trian menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Rara tidak punya standar sih untuk cowok yang jadi pacar atau suami. Rara mengambil nilai kebiasaan seperti cewek pada umumnya gitu, ya cowok yang jadi pacar atau suami...cukup baik saja gitu. Selfi dan Rara pertemanannya memang baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy. Valen yang berusaha dengan baik kerja di perusahaan, ya memang kompetisi sengit sih jadi Valen belum mendapatkan kerja di perusahaan gitu. Demi hidup di Jakarta, ya Valen harus kerja gitu jadi Valen kerja di rumah makan Nusantara gitu. Pemilik rumah makan Nusantara adalah Dimitri. Rumah tangga yang di jalankan Dimitri dan Diandra baik, ya bahagia dengan anak bernama Aqella. Ya Aqella menjalankan sekolah SMP yang ada di Jakarta. Valen kerja dengan baik di rumah makan Nusantara gitu. Rara yang dekat dengan teman kuliah yang bernama Aladul. Rara menilai Aladul baik sih. Rara suka dengan Aladul. Hubungan pertemanan Rara dan Aladul baik, ya keduanya jadian gitu. Irfan dan Bunga adalah orang tuanya Aladul. Irfan menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Selfi belajar dengan baik kisah cinta Rara dan Aladul. Jika Selfi masih urusan standar cowok yang jadi pacar, ya kemungkinan sih Selfi bisa jadi perawan tua gitu. Selfi mengikuti dengan baik sih seperti Rara atau cewek pada umumnya...untuk cowok jadi pacar....cukup baik saja gitu. Valen yang kerja dengan baik di rumah makan Nusantara. Ya Valen memang suka sih dengan cewek yang bernama Sandra yang biasa ke rumah makan Nusantara bersama kedua orang tuanya. Fattah dan Rose adalah orang tuanya Sandra. Fattah pemilik perusahaan PT. CAKRA gitu. Valen memang mencari tahu dengan baik sih tentang Sandra. Ya Sandra memang berpacaran dengan cowok yang bernama Kenzo. Ya Kenzo kerjaannya pengacara gitu. Valen yang tahu bahwa Sandra sudah punya pacar sih, ya Valen cukup suka saja dengan Sandra gitu. Sebenarnya sih Valen ada pikiran sih untuk mendapatkan Sandra dengan cara ke dukun, ya pake ilmu pelet dari dukun gitu. Valen yang masih punya iman karena beragama Islam jadi Valen menghapus pikiran ke dukun gitu. Valen kerja dengan baik di rumah makan Nusantara. Selfi yang dekat dengan cowok teman kuliah yang bernama Jhon gitu. Ya Jhon memang suka Selfi gitu. Jhon anaknya Raja dan Indah. Raja menjalankan usaha toko pakaian gitu. Pertemanan yang baik Jhon dan Selfi jadinya keduanya jadian dengan baik. Rara senang sih dengan hubungan kisah cinta Selfi dan Jhon. Selfi memang senang sih mengikuti cara Rara seperti cewek pada umumnya urusan cowok jadi pacar...cukup baik gitu. Penilaian Selfi tentang Jhon...baik perilakunya gitu. Hubungan kisah cinta Selfi dan Jhon berjalan dengan baik gitu. Ceritanya sih Valen cukup lama kerja di rumah makan Nusantara gitu. Usaha Valen yang ingin kerja di perusahaan....akhirnya berhasil juga gitu, ya Valen kerja di perusahaan PT. MAJU. Pemilik perusahaan PT. MAJU adalah Robi. Rumah tangga yang di jalankan dengan baik Robi dan April baik, ya bahagia dengan anak bernama Zahra. Ya Zahra menjalankan dengan baik kuliah di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Memang Zahra berpacaran dengan Eby. Ya Eby kerjaannya menjalankan usaha dealer mobil gitu. Valen kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU. Adam, Syifa, dan Mentari senang sih...Valen kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta gitu. Valen berteman baik dengan teman kerja yang bernama Tono. Ya Tono anaknya Rangga dan Cinta. Rangga menjalankan toko mainan gitu. Pertemanan yang baik Valen dan Tono, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik ke tempat-tempat yang baik tujuannya happy-happy gitu. Valen dan Tono pernah sih ke acara musik dangdut, yaaa acara Tv chenel TVRI, MNCTV, dan juga INDOSIAR gitu. Pendapat Valen dan Tono tentang musik dangdut acara Tv chenel TVRI, MNCTV, dan INDOSIAR...bagus sih jadi suasana keadaan happy-happy gitu. Valen dan Tono biasa sih ke Warkop gitu. Pemilik Warkop adalah Ateng gitu. Ateng duda sih, ya anak bernama Paul gitu. Istri Ateng yang bernama Juminten telah lama meninggal gitu. Paul menjalankan sekolah SMP gitu. Di Warkop, ya Valen dan Tono biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang tata lingkungan yang ada di Jakarta, ya memang sih banyak permasalahan yang harus di selesaikan sama orang-orang yang kerja di pemerintahan tentang tata lingkungan yang kurang bagus dikarenakan faktor ini dan itu sih. Valen dan Tono memang berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop, ya enak gitu. Keinginan Valen dan Tono sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan menteri pertahanan tentang politik dinasti dan juga tentang perusahaan-perusahaan yang membuat persenjataan militer karena berkaitan dengan baik urusan ekonomi...zaman sekarang yang penuh dengan kompetisi dengan tujuannya keuntungan perusahaan dan memikirkan dengan baik karyawan yang kerja di perusahaan. Memang sih obrolan Valen dan Tono di Warkop sekedar saja seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Valen dan Tono kerja dengan baik di perusahaan. Tono memang sedang suka dengan cewek yang bernama Keyla gitu. Keyla anaknya Surya dan Amanda. Surya menjalankan usaha toko elektronik gitu. Keyla kerja di perusahaan PT. CAKRA gitu. Memang rumah Tono dekat rumah Keyla gitu. Hubungan pertemanan Tono dan Keyla baik sih. Keyla memang punya adik yang bernama Mila. Ya Mila kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakara gitu. Keyla pernah cinta bertepuk sebelah tangan pada cowok yang bernama Adit. Ya Adit kerja di perusahaan PT. CAKRA. Memang Adit berpacaran dengan baik sama Victoria. Ya Victoria kerjaannya model gitu. Tono yang suka dengan Keyla, ya Tono berusaha dengan baik untuk jadian dengan Keyla. Valen yang berteman dengan Keyla karena Tono, ya Valen jatuh hati dengan Mila gitu. Valen yang suka dengan Mila, ya Valen berusaha dengan baik jadian dengan Mila. Pertemanan memang baik sih Valen dan Mila gitu. Tono berhasil jadian dengan Keyla karena Keyla suka Tono. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Tono dan Keyla gitu. Valen senang sih dengan Tono menjalin kisah cinta dengan Keyla. Urusan Valen dengan Mila, ya keduanya jadian dengan baik karena keduanya saling suka gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Valen dan Mila. Tono dan Keyla senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta Valen," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko...asik sih main permainan Monopoli gitu.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Ya hidup ini tetap sama sih...Eko!" kata Budi.

"Orang-orang yang kerja jadi anggota DPRD dan DPR...tetap menjalankan dengan baik kerjaan sesuai dengan program kerja di buat dengan baik dan di gaji dengan baik," kata Eko.

"Realitanya memang begitu sih!" kata Budi.

"Hidup di negeri ini...berdemokrasi," kata Eko.

"Realitanya memang begitu!" kata Budi.

"Orang-orang tetap mengkritik dengan baik kerja dari anggota DPRD dan DPR dengan tujuannya ini dan itu," kata Eko.

"Realitanya memang begitu!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Orang-orang yang kerja jadi anggota DPRD dan DPR...enak hidupnya dari pada orang-orang miskin yang susah hidupnya gitu, ya contohnya sih : orang-orang miskin yang di jalan ini dan itu," kata Budi.

"Memang hidup orang-orang miskin di jalanan hidupnya susah dan hidup orang-orang kerja jadi anggota DPRD dan DPR...enak hidupnya," kata Eko.

"Orang-orang miskin di jalanan memang antara baik dan buruk perilakunya. Tetap sih orang-orang pemerintahan harus mengurus dengan baik orang-orang miskin di jalanan yang perilaku buruk di bereskan karena membuat lingkungan sosial masyarakat jadi buruk," kata Budi.

"Demi kebaikan lingkungan sosial masyarakat, ya memang harus sih orang-orang pemerintahan mengurus dengan baik orang-orang miskin di jalanan yang perilaku buruk di tangkap dan di buat efek jera agar tidak melakukan perbuatan buruk lagi," kata Eko

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko dan Budi tetap asik sih main permainan Monopoli gitu.

Friday, March 27, 2026

ANTHA MANA MANCHIKE

Malam hari, ya bulan purnama bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...PSSI AWARDS di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai sih depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik dan bagus, ya sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dimulai dengan malam pernikahan di mana seorang wanita muda yang menawan, Jagapati, jatuh cinta pada seorang wanita mewah, Urmila, yang membayangkan dunia yang mewah. Jagapati berusaha untuk mendapatkan cintanya dan mendapatkan rincian bahwa dia adalah seorang dosen di sebuah perguruan tinggi. Secara kebetulan, Jagapati mengalami kecelakaan ketika Balu, seorang dosen yang baru diangkat di sana, dirawat di rumah sakit dan jatuh pingsan selama beberapa hari. Jadi, Jagapati mendaftar di jabatannya dan memimpin jalannya dengan bantuan pembantunya Babji, tetapi Urmila yang rakus mengabaikannya, menganggapnya seorang borjuis. Di tengah-tengah, Balu pulih ketika Jagapati & Babji berselingkuh dengan mencuci otaknya menjadi seorang pesuruh dan keluar dari koma setelah sepuluh tahun. Babji tinggal bersama istrinya yang cerewet, Sujikutti, yang terus-menerus bertengkar karena tindakan bodohnya, dan keduanya tetap menganggur.

Sementara itu, kebenaran terungkap di kampus saat Urmila memenjarakan Jagapati. Tak lama kemudian, ia mengetahui bahwa Jagapati adalah putra seorang taipan, Pichiswara Rao, menerima cintanya pada kapak dan meyakinkannya untuk menikah agar orang tuanya tidak menghentikannya. Namun, Pichiswara Rao menyadari karakternya, dan ia mengabaikan mereka. Jagapati mengambil pekerjaan di sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Nisha yang menawan dan menyewa sebagian kompleks bersama. Bagaimanapun, ia terus-menerus menagih biaya yang dikeluarkannya melebihi penghasilannya. Sekilas, Abu, seorang pencuri, tetangga Jagapati, melakukan pencurian dan menyembunyikan harta karun di Urmila sebelum Polisi memenjarakannya. Urmila mencoba membujuk suaminya untuk memperbaiki hubungan dengan ayahnya saat ia membuat Jagapati terlilit utang yang sangat besar. Karena itu, pasangan itu bertengkar hebat, yang berujung pada perceraian. Di pengadilan, ia mengakui dirinya serakah karena kehidupan ibunya, yang meninggal karena kemiskinan sebagai putri seorang jutawan karena menikahi seorang yang melarat. Di sini, hakim menolak gugatannya; mereka harus menunggu satu tahun untuk mengajukan gugatan cerai karena mereka baru menikah. Ia membuat mereka tinggal di bawah satu atap di bawah pengawasan Aaya Mandhara, beserta tujuh perintah. Akhirnya, Babji & Sujikutti menemani mereka.

Tak lama kemudian, Urmila mengambil kembali harta kakeknya sebesar ₹1 crore melalui kaki tangannya Tirupati & putranya Pasupati, dengan syarat dia & suaminya menandatangani dokumen tersebut. Urmila mencoba menjinakkan Jagapati, tetapi sia-sia, jadi dia memalsukan Babji sebagai suaminya. Drama membingungkan dimulai yang melibatkan banyak karakter: Abu mendukung barang-barangnya ketika Urmila memintanya untuk bertahan sampai dia mendapatkan asetnya. Permainan peran itu memalsukan Sujikutti sebagai saudara perempuan Jagapati dan Nisha sebagai istrinya. Pasupati mencoba menggoda Sujikutti, dan semua ini berakhir dengan lucu. Akhirnya, Urmila menang dalam permainannya. Yang mengejutkan, Tirupati menyatakan bahwa dia awalnya memiliki wahyu tentang hal itu, tetapi dia terus menyatukan pasangan itu. Selangkah demi selangkah, dia menerima kebencian dari semua orang ketika sebuah transformasi terjadi dalam dirinya setelah pencarian jiwa. Segera, dia bergegas menolak permohonannya, tetapi sudah terlambat karena Jagapati yang kesal menerima tuntutan itu dan hendak merajut Nisha. Maka, dalam keadaan putus asa, Urmila menyumbangkan hartanya dan meminta maaf kepada Jagapati yang telah meminum racun. Akhirnya, Jagapati menyelamatkannya, dengan menyatakan bahwa itu adalah sebuah tindakan. Akhirnya, film berakhir secara lucu dengan anak perempuan mereka yang lahir dengan pola pikir Urmila yang mewah, dan permainan Jagapati kembali dimulai.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati dengan baik minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Monopoli...Budi!" kata Eko.

"Oke....main permainan Monopoli!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Monopoli di bawah meja, ya permainan Monopoli di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Monopoli dengan baik.

"Lampung, ya tepatnya Bandar Lampung?" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Cerita tentang lingkungan sosial masyarakat, ya antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Eko.

"Realita dan cerita media ini dan itu tentang lingkungan sosial masyarakat," kata Budi.

"Antara paham agama dan tidak paham agama, ya 6 ajaran agama yang berkembang dengan baik di Indonesia dan masih terjadi dengan baik perdebatan agama ini dan itu," kata Eko.

"Realita dan cerita media ini dan itu," kata Budi.

"Agama. Orang-orang yang mengajarkan ilmu agama pada muridnya. Orang-orang mendapatkan rezeki dari mengajarkan ilmu agama. Rasa syukur mendapatkan rezeki dari agama," kata Eko.

"Tuhan yang mengatur rezeki manusia. Ya memang harus di syukurin dengan baik mendapatkan rezeki dari agama," kata Budi.

"Agama berjaya, ya ekonomi baik sih bagi orang-orang yang mengajarkan ilmu agama," kata Eko.

"Omongan Eko benar sih," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA," kata Eko.

"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Randa dan Selfi adalah orang tuanya Adam. Orang tua Adam meninggal gitu karena kecelakaan mobil bus gitu. Memang Adam menerima sih orang tuanya meninggal gitu. Adam yang hidup sendiri, ya Adam harus membiayai dengan baik hidupnya gitu jadi Adam kerjaanya sopir angkot. Pemilik sopir angkot adalah Ridwan. Ya Ridwan menjalankan rumah tangganya baik dengan Rara, ya anak bernama Melly. Ya Melly menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Arbil anaknya Trian dan Adila. Trian menjalankan usaha dealer mobil gitu. Arbil memang kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta. Memang Arbil dan Melly satu fakulas gitu. Hubungan pertemanan yang baik Arbil dan Melly, ya keduanya jadinya menjalin kisah cinta yang baik gitu. Melly senang dengan baik sih berpacaran dengan Arbil karena perlakuan Arbil pada Melly baik gitu. Arbil sering jalan bareng dengan Melly. Ya Melly senang sih dengan Arbil yang selalu membeliin sesuatu yang di sukai Melly gitu. Melly senang punya pacar yang baik, ya sama aja sih cerita tentang cewek-cewek yang senang punya pacar yang baik gitu. Adam menjalankan dengan baik sih kerjaan sopir angkot gitu. Adam sebenarnya suka dengan cewek yang bernama Syifa. Yaaa Syifa rumah tidak jauh dari rumah Adam gitu. Devan dan Aliya adalah orang tua Syifa gitu. Devan menjalankan usaha restoran Nusantara gitu. Syifa menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Adam memang berteman baik dengan Syifa. Adam yang suka dengan Syifa, ya Adam ingin bersama Syifa gitu. Adam sadar sih bahwa keadaan dirinya termasuk orang yang tidak mampu gitu, ya tidak bisa bersanding dengan Syifa yang kaya gitu. Hubungan pertemanan Adam dan Syifa tetap baik gitu. Syifa di jodohkan sama orang tuanya dengan cowok yang bernama Tono. Ya Tono anaknya Dimitri dan Diandra gitu. Dimitri pemilik perusahaan PT. CAHAYA gitu. Perjodohan Syifa dan Tono, ya kedua saling suka gitu dan rencana menikah mau di segerakan dengan baik gitu. Adam yang tahu bahwa Syifa di jodohkan dengan cowok yang bernama Tono gitu. Adam tidak ingin kehilangan Syifa gitu. Adam memutuskan dengan baik mendapatkan Syifa gitu. Adam membaca koran tentang cerita dukun sakti yang bernama Suzzana yang berhasil mengalahkan penjahat yang bernama Burhan karena Burhan menghancurkan keluarga Suzzana dan juga Burhan memperkosa Suzzana gitu. Suzzana memang membunuh Burhan dengan anak buahnya dengan ilmu santet gitu. Adam ingin belajar ilmu dukun dengan tujuannya mendapatkan Syifa gitu. Usaha yang keras Adam, ya akhirnya mendapatkan dengan baik guru yang mengajarkan ilmu dukun, ya nama guru adalah Black gitu. Black mengajarkan Adam ilmu dukun dengan baik gitu. Ilmu yang di dapatkan Adam dari Black, ya cukup sih menurut Adam gitu, ya jadi Adam menjalankan niatnya gitu untuk mendapatkan Syifa gitu. Ketika hari pernikahaan Syifa dan Tono. Adam menculik Syifa dan Adam menghapus ingatan Syifa dengan ilmu dukunnya gitu. Syifa yang kehilangan semua ingatannya gitu, ya jadi Adam memberikan nama baru sama Syifa adalah Mentari. Adam dan Mentari meninggalkan Jakarta dan tinggal dengan baik di Bandung gitu, ya di rumah kontrakan gitu. Pemilik kontrakan adalah Asmuni gitu. Asmuni duda, ya istri dan anaknya telah lama meninggal gitu. Tono dan kedua orang tua Syifa memang mencari Syifa gitu. Kehidupan Adam dan Mentari di Bandung berjalan dengan baik, ya kisah cinta keduanya di jalankan dengan baik gitu. Adam memang kerjaanya sopir angkot di Bandung gitu. Pemilik sopir angkot adalah Ivan. Rumah tangga yang di jalankan Ivan dan Sandra baik, ya bahagia dengan anak bernama Dilan gitu. Dilan menjalankan sekolah SMP yang ada di Bandung gitu. Adam ingin menikahi Mentari. Ya Adam kerja dengan baik sopir angkot gitu. Hubungan kisah cinta keduanya baik gitu. Terkadang Mentari, ya mengingat dirinya adalah Syifa gitu. Adam memang selalu berusaha dengan baik agar ingatan masa lalu Mentari tetap terhapus dengan baik gitu. Tono memang mencari dengan baik Syifa dengan baik gitu. Usaha Tono menemukan cewek yang bernama Mentari yang tinggal dengan baik di Bandung gitu. Adam yang cukup mengumpulkan biaya pernikahan, ya Adam segera ingin menikahi Mentari gitu. Tono memanggap Mentari adalah Syifa. Tono mencari tahu tentang Mentari dengan baik. Tono pun menyakini dengan baik bahwa Mentari adalah Syifa gitu. Tono berusaha dengan baik memberitahukan Mentari adalah Syifa gitu. Mentari menyangkal sih pemberitahuan Tono tentang diri Mentari adalah Syifa gitu. Mentari mulai mengingat dirinya adalah Syifa, ya jadi Syifa menemui dengan baik Tono. Ya Tono senang sih bertemu dengan Syifa gitu. Syifa pun di bawa Tono ke Jakarta gitu. Adam tidak bisa mencegah Syifa pergi dengan Tono, ya jadi rencana pernikahan Tono dan Syifa kandas gitu. Syifa senang bertemu dengan orang tuanya gitu. Syifa menjalankan kembali kehidupannya seperti biasanya, ya kuliah pun di jalankan dengan baik sama Syifa dan Syifa memang mau menikah dengan Tono. Syifa mengingat dirinya yang menjadi Mentari, ya Mentari bahagia dengan Adam gitu karena Adam mencintai dengan baik Mentari gitu. Syifa memutuskan untuk menemui Adam di Bandung gitu. Ya memang Adam menjalankan hidupnya dengan baik di Bandung, ya kerjaan sopir angkot pun baik gitu. Syifa bertemu dengan Adam. Ya Syifa ngobrol dengan baik dengan Adam dan Syifa ingin tahu kenapa Adam merubah Syifa menjadi Mentari? Adam menjelaskan dengan baik sama Syifa tentang Adam merubah Syifa menjadi Mentari karena dasarnya Adam cinta Syifa. Syifa mengerti dengan baik cinta Adam sama Syifa karena selama Syifa menjadi Mentari, ya Adam memperlakukan Syifa dengan baik gitu. Syifa mengerti hidup ini pilihan ada di tangan Syifa, ya jadi Syifa tidak bisa bersama Adam karena Tono dan juga orang tua Syifa gitu. Adam menerima dengan baik sih Syifa memilih Tono gitu. Syifa kembali ke Jakarta dan Syifa menikah dengan Tono gitu. Pernikahan di jalankan dengan baik Tono dan Syifa, ya bahagia gitu. Adam tinggal dengan baik di Bandung, ya kerjaan sopir angkot baik sih. Adam menemukan pengganti Syifa, ya ceweknya bernama Bulan. Ya Bulan mirip sih dengan Syifa gitu. Bulan anaknya Hary dan Nia gitu. Hary kerjaannya menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Bulan kerja Apotik gitu. Hubungan pertemanan Adam dan Bulan baik, ya keduanya saling suka dan pacaran gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Adam dan Bulan, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta tokoh Adam," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi..

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko dan Budi tetap asik sih main permainan Monopoli gitu.

"Berita di Tv," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Berita Tv...masih menceritakan dengan baik sih tentang perang negara ini dan itu dengan permasalahan ini dan itu," kata Budi.

"Nama juga berita, ya memberitakan dengan baik cerita perang," kata Eko.

"Keinginan," kata Budi.

"Setiap manusia...punya keinginan," kata Eko.

"Keinginan aku sih ngobrol dengan menteri pertahanan sih tentang politik militer dan strategi militer dalam menanggulangi masalah jika terjadi perang di dalam negeri maupun di luar negeri," kata Budi.

"Aku ikutan saja dengan keinginan Budi yang ingin ngobrol dengan menteri pertahanan. Kalau aku sih ingin ngobrol dengan menteri pertahanan tentang politik ekonomi, sosial, budaya, dan agama," kata Eko.

"Cerita obrolan seperti obrolan di acara Tv dan acara Radio......obrolan tingkat pendidikan tinggi, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya iya sih Budi...cerita obrolan seperti obrolan di acara Tv dan acara Radio....obrolan orang-orang yang lulusan Universitas gitu," kata Eko.

"Keinginan sekedar keinginan saja," kata Budi.

"Omongan Budi benar sih!" kata Eko.

"Acara Tv dan acara Radio...tetap berkaitan dengan ekonomi, ya jadi roda ekonomi tetap di jalankan dengan baik demi hidup ini," kata Budi.

"Orang-orang yang kerja dengan baik di acara Tv dan acara Radio...mendapatkan hasil demi hidup ini. Memang harus roda ekonomi di gerakkan dengan baik demi hidup ini," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Monopoli gitu.

Thursday, March 26, 2026

MOHABBATEIN

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....musik dangdut di chenel Indosiar, yaaa Budi duduk di depan rumah sedang baca cerpen yang ceritanya menarik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Narayan telah menjadi kepala sekolah yang ketat di Gurukul, sebuah perguruan tinggi khusus laki-laki yang bergengsi, selama 25 tahun. Narayan percaya bahwa hal terbaik dari para siswanya harus ditekankan pada kehormatan, tradisi, dan disiplin. Ia membenci kesenangan dan sangat tidak toleran terhadap percintaan dan mengancam akan mengeluarkan siswa mana pun yang ketahuan berselingkuh. Meskipun ada peraturan ini, tiga siswa Gurukul—Sameer, Vicky, dan Karan—jatuh cinta. Sameer jatuh cinta pada Sanjana, teman masa kecilnya; Vicky tertarik pada Ishika, seorang siswa di perguruan tinggi khusus perempuan di dekatnya; dan Karan tergila-gila pada Kiran, seorang janda muda yang ditemui Karan sendirian suatu malam di stasiun kereta.

Narayan mempekerjakan Raj Aryan sebagai guru musik baru Gurukul. Raj percaya pada kekuatan cinta dan memutuskan untuk menyebarkan cinta di seluruh Gurukul. Dia bersimpati dengan kesulitan Sameer, Vicky, dan Karan, dan mendorong mereka untuk bertahan dan tetap setia pada cinta mereka. Raj berhasil membantu ketiga anak laki-laki itu menjangkau orang-orang yang mereka cintai dengan: memberi Sameer pekerjaan paruh waktu di sebuah kafe di pasar di luar Gurukul agar lebih dekat dengan Sanjana yang tinggal di sana, mengizinkan Vicky menghadiri sesi dansa dengan Ishika di perguruan tinggi khusus perempuan, dan memberikan pelajaran piano privat kepada Karan untuk membuat Kiran dan keluarganya terkesan. Raj memberi tahu ketiga siswa itu bahwa dia memiliki cinta khusus untuk dirinya sendiri dan bahwa meskipun dia sudah meninggal, dia menemaninya setiap hari, sebagai hantu. Suatu hari, sebagai bagian dari rencananya, Raj mengadakan pesta, yang mengundang para siswa dari perguruan tinggi khusus perempuan itu. Narayan mengetahui pesta itu dan mengancam akan memecat Raj. Pada titik ini, Raj mengungkapkan bahwa ia pernah menjadi mahasiswa di Gurukul lebih dari satu dekade sebelumnya dan bahwa ia telah jatuh cinta pada Megha, putri tunggal Narayan. Narayan telah mengeluarkan Raj dari kampus dan Megha yang putus asa telah bunuh diri. Raj kembali ke Gurukul untuk menghormati kenangan Megha dengan membalikkan kebijakan kampus yang tidak menoleransi percintaan; ia berjanji akan memenuhi sekolah dengan cinta dan Narayan tidak akan mampu menghentikannya. Narayan terkejut; ia menganggap ini sebagai tantangan dan mengizinkan Raj untuk tetap tinggal.

Sameer, Vicky, dan Karan berhasil mengalahkan Sanjana, Ishika, dan Kiran, tetapi Narayan membalas dengan memperketat peraturan kampus setelah ia memergoki Vicky datang larut malam tetapi diselamatkan oleh Raj. Namun, para siswa, yang didorong oleh Raj, terus menentang peraturan dan dalam upaya terakhir untuk mempertahankan suasana sekolah yang telah ia bangun selama 25 tahun, Narayan mengeluarkan ketiga siswa tersebut. Raj berbicara atas nama mereka, menyatakan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan dengan jatuh cinta dan menuduh Narayan menyebabkan kematian putrinya sendiri dengan ketidaktoleransiannya terhadap cinta. Raj mengatakan bahwa ia merasa Narayan kalah dalam tantangan tersebut karena putrinya meninggalkannya dan sekarang Raj, yang menganggap Narayan lebih tua, juga meninggalkannya. Kata-kata Raj menyakiti Narayan, yang menyadari bahwa kebijakannya yang ketat terhadap hubungan asmara adalah salah arah. Narayan meminta maaf kepada para siswa, mengundurkan diri sebagai kepala sekolah Gurukul, dan mencalonkan Raj sebagai penggantinya. Raj menerima dan berdamai dengan Narayan.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi. Memang Eko melihat dengan baik di meja ada anglo di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa sih berisi air panas gitu, ya dan juga toples-toples yang berisi kue-kue lebaran gitu.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Ular Tangga...Budi!" kata Eko.

"Oke...main permainan Ular Tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Ular Tangga di bawah meja, ya permainan Ular Tangga di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Ular Tangga dengan baik gitu. 

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Ya hidup ini tetap sama sih Eko!" kata Budi.

"Orang-orang yang kerja di pemerintahan sudah enak kerjanya karena kerjaannya di program dengan baik sama orang-orang pemerintahan dan juga gaji juga baik gitu," kata Eko.

"Omongan Eko bener sih, ya sama sih seperti omongan orang-orang pemerintahan yang kerjaannya ngobrol di mana pun gitu sambil makan dan minum gitu," kata Budi.

"Cerita pedagang di pasar tetap sih ceritanya keluh kesah karena...hasil dari usahanya yang pasang surut seperti air laut karena kompetisi dengan jenis usaha yang sama dan beda," kata Eko.

"Omongan Eko benar sih, ya berdasarkan realita kehidupan orang-orang yang tinggal dengan baik di Lampung yang kerjaannya pedagang," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Randa dan Selfi menjalankan rumah tangganya dengan baik dasarnya cinta. Anaknya Randa dan Selfi ada dua sih. Anak pertama Randa dan Selfi adalah Adam. Anak keduanya Randa dan Selfi adalah Mentari. Hidup di Palembang penuh dengan kompetisi urusan usaha yang di jalankan orang-orang. Randa yang menjalankan usaha kelontongan demi hidup dan demi istri dan anak, ya Randa merasakan dengan baik sih dari kompetisi urusan usaha orang-orang yang tinggal dengan baik di Palembang gitu. Cerita tentang orang-orang pemerintahan di Palembang sama saja dengan cerita orang-orang pemerintahan yang tinggal di daerah lain gitu, yaaa gaji di atur dengan baik dan program kerja di buat dengan baik gitu. Tetap sih namanya masyarakat mengkritik kerja orang-orang pemerintahaan ini dan itu dengan tujuannya agar masalah yang terjadi gitu harus di selesaikan dengan baik gitu. Randa dan Selfi bersyukur dengan baik dari kerja keras usaha toko kelontongan...bisa membiayai Adam sampai selesai kuliah gitu. Memang sih Mentari masih menjalankan sekolah SMA gitu. Adam memanng berusaha dengan baik kerja di pemerintahan dan perusahaan gitu, ya memang kompetisi sih dengan orang-orang yang ingin kerja di pemerintahan dan perusahaan gitu. Inginnya Adam kerja di Palembang karena bisa bersama orang tua dan adik gitu. Namanya rezeki ternyata Adam mendapatkan kerja di Jakarta Selatan gitu. Ceritanya Adam yang berada di Jakarta Selatan, ya Adam kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU yang ada di Jakarta Selatan gitu. Randa, Selfi, dan Mentari senang sih Adam kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan gitu. Memang Adam tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Trian dan Adila. Rumah tangga yang di jalankan Trian dan Adila baik gitu, ya bahagia dengan anak bernama Eby. Ya Eby memang kerjaannya tentara gitu. Zahra yang kerja di surat kabar Suara Rakyat. Ya Eby dan Zahra memang berpacaran sih. Rumah Zahra tidak jauh dari rumah Eby gitu. Hary dan Aulia adalah orang tuanya Zahra gitu. Hary menjalankan usaha toko pakaian gitu. Zahra memang banyak membuat artikel sih, ya salah satu artikel yang di buat Zahra bercerita tentang penjahat yang menculik anak yang bernama Tony dan penjahat meminta tebusan pada orang tua Tony gitu. Dimitri dan Diandra adalah orang tuanya Tony. Memang Dimitri kaya karena pengusaha gitu. Dimitri bersama polisi untuk menyelesaikan masalah penculikan Tony. Usaha polisi berhasil membebaskan Tony dan penjahat di tangkap di masukkan ke penjara sama polisi gitu. Hubungan kisah cinta Eby dan Zahra baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Adam kerja dengan baik sih di perusahaan gitu demi dirinya dan juga demi kedua orang tua dan adik gitu. Gaji dari kerja di perusahaan, ya Adam mengirim sih untuk orang tua sih karena Adam mengerti dengan baik keadaan orang tua yang usahanya toko kelontongan gitu...hasilnya...pasang surut seperti air laut karena kompetisi dengan usaha lain yang sama atau beda gitu. Mentari yang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik dengan teman sekolah yang bernama Bulan. Ya Bulan anaknya Faul dan Nia gitu. Faul menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Pertemanan Mentari dan Bulan yang baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Adam yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Adam berteman baik dengan teman kerja yang bernama Tono. Ya Tono anaknya Ayu dan Ivan gitu. Ivan menjalankan usaha toko mainan gitu. Pertemanan Adam dan Tono yang baik, ya keduanya biasa sih ke Warkop gitu. Pemilik Warkop sih bernama Tessy gitu. Ya Tessy menjalankan hidupnya dengan baik dan sudah tobat dari kelakuannya pada masa lalu yang jadi banci gitu. Tessy menjalankan dengan baik usaha Warkop gitu. Tessy memang punya istri sih yang bernama Juminten dan anak bernama Toto gitu. Toto menjalankan sekolah SD gitu. Adam dan Tono berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop...enak gitu. Di Warkop, ya Adam dan Tono ngobrol dengan baik sih tentang orang-orang yang masuk kerja di pemerintahan pake orang dalem dan uang gitu berdasarkan cerita orang-orang dan juga media ini dan itu sih. Keinginan Adam dan Tono sih ngobrol dengan baik sih dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang organisasi-organisasi agama berkaitan dengan orang-orang politik tujuannya kedudukan di pemerintahan gitu. Memang sih obrolan Adam dan Tono di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono seperti biasa sih kerja dengan baik sih di perusahaan gitu. Mentari dan Bulan tetap berteman baik dan sekolah SMA dengan baik. Mentari suka sih dengan cowok yang bernama Joko gitu. Ya Joko memang satu kelas dengan Mentari dan Bulan gitu. Joko anaknya Rani dan Jhon gitu. Jhon menjalankan usaha dealer mobil gitu. Joko memang punya mantan yang bernama Sandra gitu. Sandra anaknya Devan dan Aliya gitu. Devan menjalankan usaha dealer motor gitu. Sandra satu kelas dengan Joko gitu. Putusnya hubungan Joko dan Sandra? Karena Joko capek dengan sifat Sandra yang mengatur Joko jadi Joko tidak punya kebabasan gitu. Joko yang berteman baik sama Mentari, ya Joko suka dengan Mentari. Sandra masih cinta Joko, ya Sandra berusaha untuk balikan dengan Joko gitu. Adam dan Tono tetap seperti biasa sih ke Warkop gitu. Di Warkop, ya Adam dan Tono ngobrol dengan baik sih urusan kerjaan di perusahaan dan juga tentang orang-orang yang kerja di pemerintahan dengan statusnya sih masih PPPK (Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja) berdasarkan berita di media ini dan itu......dan juga cerita orang-orang yang pensiunan pegawai negeri dan orang yang biasa-biasa saja gitu. Keinginan Adam dan Tono sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang perusahaan-perusahaan asing yang cabangnya di Jakarta berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Jakarta karena kebaikan dari pertumbuhan ekonomi sih yang nganggur bisa kerja gitu. Memang sih obrolan Adam dan Tono di Warkop sekedar obrolan saja seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono tetap seperti biasa sih kerja di perusahaan gitu. Joko berusaha dengan baik untuk jadian dengan Mentari, ya karena Joko suka dengan Mentari gitu. Sandra yang ingin balikan dengan Joko, ya Sandra tidak suka jika Joko jadian dengan Mentari jadi Sandra berusaha menggagalkan usaha Joko yang jadian dengan Mentari gitu. Joko tetap jadian dengan Mentari karena keduanya saling suka gitu. Sandra gagal sih balikan dengan Joko karena Mentari gitu. Sandra memutuskan fokus sekolah SMA saja gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Joko dan Mentari. Bulan senang saja sih dengan kisah cinta Joko dan Mentari gitu. Joko dan Mentari jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Adam yang kerja dengan baik di perusahaan, ya sebenarnya Adam suka dengan teman kerja yang bernama Syifa gitu. Ya Syifa anaknya Kenzo dan Mutiara gitu. Kenzo menjalankan usaha toko pakaian gitu. Adam yang suka dengan Syifa, ya Adam berusaha dengan baik untuk jadian dengan Syifa sih. Memang sih Adam dan Syifa sering sih ke kafe sih dengan tujuannya pendekatan Adam dengan Syifa baik gitu. Usaha Adam sih berhasil sih jadian dengan Syifa gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Adam dan Syifa gitu. Tono senang sih hubungan kisah cinta Adam dan Syifa gitu. Ya Adam dan Syifa jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus!" kata Eko.

"Sekedar cerita saja," kata Budi.

"Kisah cinta," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pertemanan yang baik sih tokoh Mentari dan tokoh Bulan," kata Eko.

"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, ya asik sih main permainan Ular Tangga gitu.

"Ngomong-ngomong Eko....perdebatan tentang agama ini dan itu....masih kan?" kata Budi.

"Berdasarkan media ini dan itu....dan juga realita sih tetap sih perdebatan agama," kata Eko.

"Para pemimpin agama ini dan itu....kemungkinan...masih ingin sih mencapai kemampuan sih seperti pemuda yang dapat melampaui batasannya mendengarkan Roh," kata Budi.

"Demi untuk kemajuan kelompok agama dengan baik dengan tujuan hidup ini, ya kemungkinannya sih...para pemimpin agama ini dan itu...ingin mencapai kemampuan seperti pemuda yang dapat melampaui batasan manusia mendengarkan Roh," kata Eko.

"Kejayaan agama yang di yakini," kata Budi.

"Memang sih urusan dunia ini penting sih kejayaan agama," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Ular Tangga gitu.

LOOTERA

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...musik dangdut di chenel Indosiar, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik gitu sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.

Isi cerita yang di baca Budi :

Di kota Manikpur yang indah, Benggala Barat pada tahun 1953, seorang tuan tanah Soumitra Roy Chaudhary pergi menonton jatra bersama putrinya, Pakhi Roy Chaudhary, yaaa seorang penulis yang bercita-cita tinggi. Setelah Pakhi mengalami serangan asma akibat kegembiraan yang terjadi, ia dilarikan ke kamarnya dan diberi obat. Saat ia pulih, ayahnya menghiburnya dan menceritakan kisah raja suku Bhil yang tak terkalahkan yang jiwanya bersemayam di dalam seekor burung beo, mengatakan kepadanya bahwa ia adalah burung beo yang di dalamnya kehidupan sang raja bersemayam.

Suatu hari, setelah mengancam sopir keluarga agar mengizinkannya menyetir mobil keluarga, Pakhi secara tidak sengaja menabrak sepeda motor di jalan, yang menyebabkan pemuda di belakang sepeda motor itu terluka ringan. Beberapa hari kemudian, pria yang sama muncul di pintu, memperkenalkan dirinya kepada pemilik rumah sebagai Varun Shrivastav, seorang arkeolog yang ingin mempelajari tanah di sekitar kuil yang dimiliki pemilik rumah. Selama beberapa minggu berikutnya, Varun memikat pemilik rumah dan putrinya dengan pengetahuan dan kepribadiannya dan diundang, bersama dengan asisten dan temannya Devdas "Dev" Mukherjee, untuk tinggal di rumah besar mereka yang luas.

Tak lama kemudian, cinta bersemi di antara Varun dan Pakhi saat mereka terikat oleh seni dan sastra. Pakhi menyatakan aspirasinya untuk menjadi seorang penulis, sementara Varun mengungkapkan keinginannya untuk melukis sebuah mahakarya. Cinta mereka segera memuncak menjadi hubungan yang penuh gairah. Sementara itu, sebuah undang-undang yang disahkan oleh pemerintah India membatasi kekuasaan tuan tanah, yang menyebabkan ketegangan di rumah tangga Ray Chaudhary. Artefak kuno yang di miliki keluarga tersebut harus dijual, dan Varun membantu mengatur pembeliannya.

Ketika masa tinggal Varun berakhir, ia meminta Ray Chaudhury untuk menikahi putrinya, Pakhi, dan persiapan pernikahan mereka pun dimulai. Sebelum pernikahan, paman Varun, AK Bajpai, yang membesarkannya, datang dan mencegah Varun untuk menikah, dengan menyatakan bahwa Varun hanya akan membuat Pakhi menderita karena bahaya dari apa yang sebenarnya ia lakukan untuk mencari nafkah—orang-orang seperti mereka tidak ditakdirkan untuk jatuh cinta dan menjalani kehidupan yang normal. Varun merasa bimbang tetapi setuju dan membuat pilihannya: ia dan Dev melarikan diri malam itu juga, bersama dengan semua barang berharga yang mereka curi dari tuan tanah. Pada hari pernikahan, Varun tidak ditemukan di mana pun, dan diketahui bahwa berhala-berhala dari kuil telah dicuri dan uang kertas dari pembelian artefak keluarga yang diatur Varun semuanya palsu.

Pada paruh kedua film, cerita beralih ke satu tahun setelah insiden di pesta pernikahan. Pakhi yang sakit sekarang tinggal di Dalhousie dengan pembantunya Shyama, sebagai satu-satunya teman dekatnya. Ayahnya telah meninggal, tidak mampu menahan keterkejutan atas pengkhianatan Varun, dan dia masih belum pulih dari patah hatinya. Ketika Inspektur Polisi KN Singh memintanya untuk membantunya menangkap Varun, dia menolak untuk melakukannya, hanya ingin melupakannya. Segera setelah itu, Varun dan Dev muncul di Dalhousie untuk perampokan berikutnya dan menginap di sebuah pondok di properti Pakhi. Keadaan menjadi buruk ketika polisi mengetahui keberadaan mereka dan pengejaran pun terjadi. Varun secara tidak sengaja membunuh Dev dan seorang polisi dan terluka dalam pertemuan itu. Dia mengeluarkan peluru dan kemudian pergi mencari perlindungan di rumah Pakhi.

Pakhi dan pembantunya mencoba menyerahkannya ke polisi, tetapi dia mengancam mereka. Pakhi menyerah, tetapi dia tetap marah dan menolak ajakan dan penjelasan Varun yang menenangkan. Dalam sebuah surat, dia menjelaskan kepadanya bahwa dia sedang sekarat karena TBC dan akan meninggal pada hari daun terakhir jatuh dari pohon yang layu di luar jendela. Pembantunya meninggalkan rumah sambil berjanji kepada Varun bahwa dia tidak akan dilaporkan ke polisi.

Varun berencana melarikan diri, tetapi ketika komplotannya datang, ia menolak untuk pergi dan malah tinggal untuk merawat Pakhi yang sakit. Ia memberi tahu nama aslinya, Atmanand Tripathi, dan mengaku menyesal telah membiarkan Pakhi pergi sejak hari ia melarikan diri. Tak lama kemudian, Pakhi mulai menyukai Varun dan kepercayaannya tetap utuh ketika setiap hari ia menemukan satu daun terakhir yang tersisa di pohon.

Pada akhirnya, melihat kondisi Pakhi membaik, Varun memutuskan sudah waktunya bagi Pakhi untuk pergi, dan dia pergi, hanya untuk berhadapan langsung dengan blokade polisi di jalan, yang kemudian menembak dan membunuhnya. Pakhi terbangun dan mendapati Varun pergi, tetapi pohon itu masih memiliki daun di atasnya. Dia menjadi curiga dan menemukan bahwa daun itu telah ditempelkan ke pohon oleh Varun. Setiap malam, Varun akan mengikatnya di cabang pohon agar Pakhi tidak putus asa. Itu adalah mahakaryanya. Pakhi menyadari kebenarannya setelah dia melihat daun itu dari dekat dan melihat bahwa itu telah dilukis, dan dia tersenyum dengan air mata di matanya.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi gitu. Memang Eko melihat dengan baik di meja ada anglo di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa sih berisi air panas gitu dan toples-toples yang berisi kue lebaran gitu.

"Emmmm," kata Budi.

"Langsung saja Budi main permainan kartu remi!" kata Eko.

"Oke...main permainan kartu remi!" kata Budi.

Budi mengambil permainan kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main kartu remi dengan baik, ya permainannya cangkulan gitu.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Randa dan Selfi menjalankan rumah tangganya dengan baik dasarnya cinta. Anaknya Randa dan Selfi ada dua gitu. Anak pertama Randa dan Selfi adalah Adam. Anak keduanya Randa dan Selfi adalah Mentari. Randa memang menjalankan dengan baik sih usaha bengkel motor gitu, ya Selfi membantu dengan baik usaha bengkel yang di jalankan Randa gitu bagian kerjaannya Selfi adalah keuangan gitu. Mentari menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Palembang gitu. Adam meninggalkan Palembang ke Jakarta Selatan. Alasan Adam meninggalkan Palembang? Karena Adam sakit hati pada Melati yang memutuskan menikah dengan Roy gitu dan juga Adam mencari pengalaman hidup di Jakarta Selatan. Roy memang kaya menjalankan usaha dealer mobil gitu. Memang Adam lulusan Universitas yang ada di Palembang gitu. Adam di Jakarta Selatan tinggal dengan baik di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Hary dan Rara. Rumah tangga yang di jalankan Hary dan Rara baik gitu. Anak Hary dan Rara ada dua gitu. Anak pertama Hary dan Rara adalah Eby. Anak keduanya Hary dan Rara adalah Syifa gitu. Eby memang kerja dengan baik  menjadi tentara gitu. Memang Eby punya kekasih hati yang bernama Zahra gitu. Zahra kerja dengan baik sih di surat kabar Suara Rakyat gitu. Memang sih Zahra banyak membuat artikel sih, ya salah satu artikel yang di buat Zahra tentang program kerja partai politik berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi gitu. Eby dan Zahra yang menjalankan kisah cinta dengan baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Syifa menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta Selatan gitu. Adam memang berteman baik sih dengan Eby dan Syifa gitu. Nama juga Adam cowok gitu, ya Adam suka sih dengan Syifa karena Syifa cantik dan baik sih perilakunya gitu. Adam yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan, ya Adam berusaha dengan baik untuk kerja di perusahaan gitu. Usaha Adam berhasil sih kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA gitu. Adam kerja dengan baik di perusahaan demi hidup Adam sih di Jakarta Selatan. Randa, Selfi, dan Mentari senang sih Adam kerja dengan baik sih di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan gitu. Kerjaan di perusahaan baik, ya Adam di gaji dengan baik gitu dan Adam sebagai anak yang berbakti pada orang tua mengirim uang pada orang tuanya gitu tujuannya untuk kebutuhan sehari-hari saja, ya nama usaha bengkel motor kan...hasilnya pasang surut air laut gitu. Mentari yang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik dengan teman sekolah yang bernama Bulan gitu. Ya Bulan anaknya Afan dan Sridevi. Afan menjalankan usaha toko mainan gitu. Pertemanan Mentari dan Bulan baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang gitu. Adam yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Adam berteman baik dengan teman kerja yang bernama Tono. Ya Tono anaknya Trian dan Adila gitu. Trian menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Tono memang sedang berpacaran dengan cewek cantik yang bernama Mawar gitu. Mawar menjalankan usaha toko pakaian gitu. Aulia dan Jhon adalah orang tuanya Mawar gitu. Hubungan kisah cinta Tono dan Mawar baik sih, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Adam dan Tono yang pertemanannya baik, ya keduanya sih biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan gitu. Tempat favoritnya Adam dan Tono adalah Warkop gitu. Pemilik Warkop adalah Tina. Ya Tina janda sih dengan anak satu bernama Rani gitu. Rani menjalankan sekolah SD gitu. Suami Tina yang bernama Samsul telah lama meninggal dunia gitu. Adam dan Tono berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop...enak gitu. Di Warkop, ya Adam dan Tono biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang urusan kerjaan gitu, ya dan juga tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) berdasarkan berita di media ini dan itu dan juga realitanya berdasarkan cerita orang-orang gitu. Keinginan Adam dan Tono sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang kinerja orang-orang pemerintahan dalam menyelesaikan persoalan ini dan itu. Memang sih obrolan Adam dan Tono sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan gitu. Mentari dan Bulan yang berteman baik dan sekolah SMA dengan baik gitu, ya keduanya suka sih dengan cowok keren yang bernama Agus Salim gitu. Ya Agus Salim tetangga depan rumah Bulan gitu. Kerjaannya Agus Salim tentara gitu. Mentari dan Bulan sadar sih menyukai Agus Salim karena Mentari dan Bulan masih menjalankan sekolah SMA gitu. Agus Salim menjalankan dengan baik kerjaannya jadi tentara gitu. Pimpinan memberikan tugas pada Agus Salim untuk menjaga keamanan di Aceh gitu. Agus Salim meninggalkan Palembang, ya ke Aceh gitu. Di Aceh Agus Salim menjalankan dengan baik sih tugasnya sebagai tentara menjaga keamanan gitu dengan teman-teman tentara semua gitu. Adam memang dekat sih dengan cewek depan rumah kontrakan, ya nama cewek adalah Sandra gitu. Ya Sandra anaknya Faul dan Nia gitu. Faul menjalankan usaha toko elektronik. Sandra kerja dengan baik sih di perusahaan PT. ANDROMEDA gitu. Adam yang berteman baik sama Sandra, ya Adam suka sih dengan Sandra. Pertemanan Adam dan Syifa baik sih. Adam suka dengan Syifa dan Sandra, ya jadi Adam harus memilih dengan baik gitu. Fajar teman sekelasnya Mentari dan Bulan gitu. Fajar anaknya Joko dan Lina gitu. Joko kerjaannya menjalankan usaha rumah makan Nusantara gitu. Fajar suka dengan Mentari gitu. Ya Fajar sadar dirinya cupu jadinya Fajar hanya memendam rasa saja dengan Mentari gitu. Pertemanan Fajar dan Mentari tetap baik gitu. Pertemanan Mentari dan Bulan tetap baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Adam dan Tono biasa sih ke Warkop, ya keduanya ngobrol dengan baik sih tentang lingkungan sosial masyarakat di Jakarta Selatan dan juga tentang orang-orang yang berkecimpung dengan baik di partai politik ini dan itu sih. Keinginan Adam dan Tono tetap sih ngobrol dengan baik sama Wakil Gubernur Jakarta tentang pertumbunhan ekonomi di Jakarta gitu dampak baiknya itu...orang miskin bisa mengubah nasifnya gitu. Memang sih obrolan Adam dan Tono di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono tetap seperti biasa sih kerja dengan baik sih di perusahaan gitu. Adam yang suka dengan Sandra gitu. Ya Adam cukup suka saja dengan Sandra karena Sandra jadian dengan Kenzo gitu. Kenzo yang menjalankan usaha dealer motor, ya status Kenzo duda dengan anak satu yang bernama Mutiara. Ya Mutiara menjalankan sekolah SD gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Sandra dan Kenzo baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Adam memutuskan dengan baik sih untuk jadian dengan Syifa. Ya Adam berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Syifa. Ya karena Syifa masih jomlo, ya Adam mudah sih jadian dengan Syifa gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Adam dan Syifa. Tono senang sih dengan kisah cinta Adam dan Syifa gitu. Adam dan Syifa jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pertemanan yang baik tokoh Mentari dan tokoh Bulan," kata Eko.

"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko masih asik sih main kartru remi gitu.

"Aku sebagai teman baiknya Budi...mengerti dengan baik cerita Budi ada di kaitkan dengan sebuah jabatan di pemerintahan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Ya kalau orang lain sih tidak tahu sih kenapa Budi bercerita di kaitkan dengan sebuah jabatan di pemerintahan? Jadi lebih baik Budi jelaskan saja gitu!" kata Eko.

"Kalau orang lain pasti aku jelaskan dengan baik kenapa aku bercerita di kaitkan dengan sebuah jabatan di pemerintahan? Karena aku ingin saja mengkaitkan saja sih dengan sebuah jabatan di pemerintahan dan tidak menyebutkan nama pejabatnya gitu," kata Budi.

"Kenapa Budi tidak menyebutkan nama pejabatnya?" kata Eko.

"Nama pejabat di sebutkan...berkaitan dengan citra orang tersebut jadi masih berkaitan dengan politik kepentingan gitu," kata Budi.

"Citra berkaitan dengan politik kepentingan," kata Eko.

"Contohnya pejabat di Lampung ini, ya politik kepentingan dengan membuat citra nama baiknya bagus kan ingin duduk di jabatan di pemeritahan lebih lama gitu," kata Budi.

"Kedudukan di pemerintahan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Urusan kedudukan di pemerintahan tetap kompetisi sengit," kata Eko.

"Memang urusan kedudukan di pemerintahan tetap kompetisi sengit," kata Budi.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Kemungkinan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Ya kalau Budi menyebutkan dan menulis nama pejabat pemerintahan di jaringan internet gitu, yaaa kemungkinan sih Budi bisa di cari orang-orang pemerintahan karena membuat citra baik pada nama pejabat pemeritahan tersebut," kata Eko.

"Kemungkinan sih Eko...aku di cari orang-orang pemerintahan karena membuat citra baik pejabat pemerintahan tersebut," kata Budi.

"Budi tipe orang biasa-biasa aja, ya jadi tidak ingin berkaitan dengan orang-orang pemerintahan karena tidak ingin terkenal, ya kan Budi?" kata Eko.

"Ya memang aku tipe biasa-biasa saja dan tidak ingin terkenal karena berkaitan dengan orang-orang pemerintahan!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko dan Budi tetap asik sih main permainan kartu remi gitu.

Tuesday, March 24, 2026

HIMMATWALA

"Malam yang tenang, ya keadaan lingkungan baik," kata Budi.

Setelah nonton Tv sinetron tema cinta di chenel SCTV, yaaa seperti biasa Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Berlatar tahun 1983, cerita dimulai dengan Ravi yang memenangkan kompetisi pertarungan di sebuah klub. Ia dikenal sebagai Himmatwala (pria pemberani). Ia kemudian pergi ke desa Ramnagar, di mana ia bertemu ibunya, Savitri, dan adik perempuannya, Padma, yang menjalani kehidupan yang menyedihkan.

Ibu Ravi, Savitri, memberi tahu Ravi bahwa ayah Ravi, Dharamurthy, adalah orang yang jujur ​​dan terhormat, dan dia adalah pendeta di kuil tersebut. Ayahnya dijebak oleh Sher Singh, zamindar (tuan tanah) yang kejam, karena merampok kuil tersebut sejak dia melihatnya melakukan pembunuhan. Karena muak, ayah Ravi bunuh diri. Sebagai balas dendam, Ravi muda mencoba membunuh Sher Singh tetapi gagal. Ketika rumah Ravi dibakar, Savitri menyuruhnya melarikan diri karena Sher Singh akan membunuhnya.

Dengan dendam di benaknya, Ravi menghajar Narayan Das, manajer dan saudara ipar Sher Singh, serta mengancam Sher Singh. Keesokan harinya, ia mempermalukan putri Sher Singh, Rekha, di depan umum karena ia menghajar sopirnya yang tidak bersalah. Sebagai balasan, Rekha melepaskan seekor harimau di desa di hadapan Ravi. Namun, rencananya tidak berhasil karena menjadi bumerang. Rekha jatuh dari teras dan hendak diserang oleh binatang itu ketika Ravi melompat dan menyelamatkan hidupnya. Rekha jatuh cinta pada Ravi, dan setelah itu, menyelamatkan hidup Ravi dari rencana ayahnya, Sher Singh.

Di sisi lain, Ravi mengetahui bahwa Padma jatuh cinta pada Shakti, putra Narayan Das. Ia keberatan, begitu pula Narayan. Namun, Sher Singh memberi tahu Narayan Das bahwa menikahkan Shakti dengan Padma akan memberi mereka keunggulan atas Ravi karena mereka dapat menganiaya Padma dan mengendalikan Ravi. Sementara itu, Padma sekarang tahu bahwa Ravi, yang tinggal bersamanya, bukanlah Ravi yang sebenarnya, dan Ravi meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Sebelum meninggal, Ravi yang asli memintanya untuk mengurus keluarganya. Padma awalnya kesal tetapi kemudian berbaikan setelah Ravi menyelamatkan hidupnya.

Tak lama setelah Padma dan Shakti menikah, baik ayah maupun anak mulai memperlakukan Padma dengan buruk. Sebagai balas dendam, Ravi menggunakan Rekha untuk melawan ayahnya sendiri, seperti yang Padma sarankan. Setelah Rekha memberi tahu ayahnya, Sher Singh, bahwa ia mengandung anak Ravi, Sher Singh memohon Ravi untuk menikahi Rekha. Akhirnya, Ravi menghukum Narayan Das dan Shakti dengan melakukan semua pekerjaan rumah tangga. Ia juga memenangkan pemilihan Sarpanch, dan Sher Singh akhirnya mengembalikan semua dokumen kepemilikan kepada penduduk desa, yang sebelumnya telah diambil secara ilegal oleh Sher Singh.

Namun, Shakti mendengar percakapan Rekha dan Ravi tentang kehamilan palsu dan bahwa dia bukanlah Ravi yang sebenarnya. Marah, Sher Singh mencoba membunuhnya dengan membawa 20 pejuang dari kota. Saat mereka memukuli Ravi, harimau (yang pernah dilawan Ravi) datang dan menyelamatkan hidupnya. Ravi kemudian memukuli Shakti dengan brutal dan hendak membunuh Sher Singh ketika ibunya menghentikannya. Pada akhirnya, Sher Singh, Narayan Das, dan Shakti meminta maaf kepada Ravi, Savitri, Padma, dan penduduk desa lainnya.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya bukunya di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi. Memang Eko melihat dengan baik sih di meja ada anglo di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa berisi air panas, dan toples-toples yang berisi kue-kue lebaran.

"Emmm," kata Budi.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Memang sih hidup ini tetap sama...Eko!" kata Budi.

"Kaya dan miskin," kata Eko.

"Ya realitanya memang sih kaya dan miskin," kata Budi.

"Ya yang miskin ini, ya frustasi dengan keadaannya yang miskin," kata Eko.

"Ya memang sih yang miskin frustasi dengan keadaannya yang miskin. Contohnya orang stres yang di jalanan ini dan itu," kata Budi.

"Yang kaya tetap ceritanya sombong ini dan itu," kata Eko.

"Manusia punya karena kekayaan ini dan itu jadi sombong gitu," kata Budi.

"Yang miskin ingin sekali merubah nasifnya dengan usaha ini dan itu," kata Eko.

"Memang sih yang miskin berusaha dengan baik untuk mengubah nasifnya," kata Budi.

"Karena hidup ini masih banyak orang-orang yang perilaku buruk di lingkungan jadinya, ya orang miskin yang ingin merubah nasif di jatuhkan dengan baik sama orang-orang yang berperilaku buruk," kata Eko.

"Kenyataan hidup ini memang pait banget, ya orang miskin yang ingin merubah nasifnya di jatuhkan dengan baik sama orang-orang yang berperilaku buruk," kata Budi.

"Harus kuat dan sabar menghadapi ujian hidup ini," kata Eko.

"Omongan Eko...benar lah!" kata Budi.

"Orang-orang yang berperilaku buruk lebih baik di masukkan penjara sama polisi dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat jadi baik," kata Eko.

"Aku setuju dengan omongan Eko!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Main permainan...Dam saja Budi!" kata Budi.

"Okey...main permainan Dam!" kata Eko.

Budi mengambil permainan Dam di bawah meja, ya permainan Dam di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Dam dengan baik.

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Ridwan dan Selfi menjalankan rumah tangganya dengan baik dengan dasarnya cinta gitu. Ridwan dan Selfi punya anak dua gitu. Anak pertama Ridwan dan Selfi adalah Adam. Anak keduanya Ridwan dan Selfi adalah Mentari. Adam tidak tinggal di Bandar Lampung, ya Adam tinggal di Jakarta Selatan gitu. Di Jakarta Selatan...Adam tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Rara dan Randa. Rumah tangga yang di jalankan Randa dan Rara bahagia dengan anak bernama Syifa. Ya Syifa menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta Selatan. Adam memang berteman sih dengan Syifa gitu. Adam memang berusaha dengan baik sih kerja di perusahaan gitu. Nama juga sudah rezeki Adam jadinya Adam berhasil kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA yang ada di Jakarta Selatan gitu. Adam kerja dengan baik di perusahaan. Ridwan, Selfi, dan Mentari senang sih dengan Adam yang berhasil sih kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan. Ridwan tetap dengan baik sih menjalankan usaha toko kelontongannya, ya Selfi dan Mentari membantu dengan baik usaha Ridwan gitu. Mentari menjalankan dengan baik sekolah SMA yang ada di Bandar Lampung gitu. Ridwan yang menjalankan usaha toko kelontongan demi hidup ini, ya Ridwan merasakan dengan baik sih kompetisi yang terjadi dengan jenis usaha yang sama dan beda gitu. Terkadang ada pikiran Ridwan sih untuk melariskan tokonya dengan cara ke dukun gitu. Ya Ridwan masih punya iman sih karena menjalankan ajaran agama Islam dengan baik gitu, ya Ridwan tidak menjalankan sih ke dukun gitu demi melariskan tokonya. Nama juga rezeki sih, ya usaha Ridwan tetap berjalan dengan baik sih dan memang hasil sih seperti air laut gitu kadang pasang gitu kadang surut gitu. Mentari yang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik sih dengan teman satu kelas yang bernama Bulan gitu. Bulan anaknya Aulia dan Faul gitu. Faul menjalankan usaha toko pakaian gitu. Pertemanan yang baik Mentari dan Bulan gitu, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik ke tempat yang baik yang ada di Bandar Lampung gitu. Memang sih pergaulan di Bandar Lampung....tua dan muda...antara baik dan buruk gitu karena ragam suku sih dan banyak agama yang di yakini manusia jadi Mentari dan Bulan tetap berhati-hati dalam pergaulan gitu. Ya pergaulan yang buruk sih di jauhkan dengan baik sama Mentari dan Bulan gitu. Lingkungan yang buruk yang ada di Bandar Lampung memang di jauhkan dengan baik sih sama Mentari dan Bulan gitu. Adam yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Adam dekat sih dengan teman kerja....Tono dan Melati gitu. Tono memang sudah punya istri yang bernama Mawar gitu. Rumah tangga yang di jalankan Tono dan Mawar baik, ya bahagia dengan anak bernama Lisa. Ya Lisa...balita gitu. Melati memang masih jomlo gitu. Ya Melati suka sih dengan Adam gitu. Pertemanan Adam, Melati, dan Tono baik sih, ya ketiganya biasa sih ke kafe gitu. Di kafe, ya Adam, Tono, dan Melati...ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga tentang politik ini dan itu berkaitan dengan kedudukan di pemerintahan gitu. Keinginan Adam, Melati, dan Tono...ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta...tentang program kerja pemerintahan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi gitu. Memang obrolan Adam, Melati, dan Tono di kafe sekedar obrolan saja sih. Adam, Melati, dan Tono seperti biasa kerja dengan baik di perusahaan gitu. Mentari dan Bulan memang tetap menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. Hary teman sekelasnya Mentari dan Bulan. Hary anaknya Rose dan Tony. Ya Tony menjalankan usaha toko elektronik gitu. Hary suka sih dengan Mentari gitu. Ya Hary berusaha dengan baik sih untuk bisa jadian dengan Mentari gitu. Bulan memang merasa sih gerak-gerik Hary menyukai dengan baik Mentari gitu. Bulan dan Mentari ngobrol dengan baik sih tentang Hary dan Mentari suka sih dengan Hary gitu. Bulan mendukung saja sih jika Mentari jadian dengan Hary gitu. Melati suka sih dengan Adam gitu. Adam sukanya sama Syifa gitu. Pertemanan Melati dan Adam baik. Pertemanan Adam dengan Syifa baik gitu. Adam berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Syifa. Memang sih Adam sering jalan bareng sih dengan Syifa gitu. Melati sampai tahu sih bahwa Adam suka dengan cewek yang bernama Syifa gitu. Melati memutuskan dengan baik sih jadian sama Daniel yang kerjaannya tentara gitu. Daniel rumahnya di depan rumah Melati. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih...Melati dan Daniel gitu. Hary yang berusaha dengan baik untuk jadian dengan Mentari, ya usaha Hary berhasil sih jadian dengan Mentari gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Hary dan Mentari gitu. Bulan senang sih dengan kisah cinta Mentari dan Hary gitu. Adam yang suka dengan Syifa, ya Adam berhasil jadian dengan Syifa gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Adam dan Syifa gitu. Memang sih Adam dan Syifa jalan bareng sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pertemanan yang baik tokoh Mentari dan tokoh Bulan," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko memang asik main permainan Dam gitu.

"Acara Tv," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Acara Tv...musik dangdut di chenel Indosiar...bagus kan Eko?" kata Budi.

"Memang sih acara Tv di chenel Indosiar....musik dangdut bagus!" kata Eko.

"Terhibur dengan baik menonton acara Tv musik dangdut," Budi.

"Omongan Budi...benar lah!" kata Eko.

"Keadaan happy-happy!" kata Budi.

"Happy-happy!" kata Eko.

Eko dan Budi tetap asik dengan baik sih main perminan Dam gitu.

CAMPUR ADUK

LINGAA

Malam hari....bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti bia...

CAMPUR ADUK