CAMPUR ADUK

Thursday, March 12, 2026

BALA

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap- kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus FTV di chenel SCTV, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus.

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dibuka di Kanpur pada tahun 2005, di mana siswa berusia 14 tahun menggoda seorang guru botak. Balmukund "Bala" Shukla, seorang anak populer yang sangat bangga dengan gaya rambutnya, memimpin ejekan terhadap guru tersebut. Bala meminjam catatan dari Latika Trivedi yang rajin belajar dan berkulit gelap yang pandai dalam pelajaran dan memberikannya sebagai miliknya sendiri kepada Shruti yang berkulit putih untuk membuatnya terkesan dengan menempelkan stiker baru bertuliskan namanya di atas buku catatan Latika. Ketika Latika memanggilnya dan membuka stiker di depan Shruti, Bala memarahinya karena berkulit gelap. Narator menggambarkan bagaimana masyarakat menghargai kecantikan dan kulit putih di atas prestasi lainnya, terutama dalam pernikahan.

14 tahun kemudian, Bala adalah seorang pria botak berusia akhir dua puluhan yang berjuang dengan kebotakan dini. Dia adalah seorang penjual krim pencerah pada siang hari dan pelawak klub malam pada malam hari. Suatu hari, Bala dengan marah menyerang ayahnya yang botak, Hari, yang merupakan seorang ghar jamal, bahwa gen kebotakan sang ayah telah membunuh prospek putranya. Hari memberinya wig dan menjelaskan bahwa kebotakan adalah sesuatu yang eksternal dan tidak perlu ada hubungannya dengan prestasi seseorang. Bala mengenakan wig dan melanjutkan pekerjaannya dengan semangat baru. Dia akhirnya bertemu dengan pujaannya, seorang model cantik berkulit putih, Pari Mishra, dan mendekatinya. Mereka memutuskan untuk menikah. Beberapa hari sebelum pernikahan, Bala dilanda hati nurani dan mengiriminya sebuah teks yang mengungkapkan kebotakannya. Tanpa sepengetahuannya, teks itu secara tidak sengaja masuk ke orang lain dan Pari tidak melihatnya. Bala berasumsi dia telah menerima kebotakannya dan mereka menikah.

Latika punya banyak masalah. Banyak anak laki-laki dan keluarga yang datang menemuinya tetapi menolaknya karena kulitnya yang gelap. Di antara calon pelamar ini adalah Rohan, seorang NRI yang menetap di Australia yang tertarik pada Latika tetapi pertemuan itu berakhir ketika ibunya menyebutkan warna kulit Latika dan Latika pergi dengan marah. Rohan meminta untuk bertemu dengannya dan mereka berbaikan sampai dia menyebutkan bahwa dia awalnya tertarik padanya karena profil Instagram-nya. Latika mengungkapkan bahwa dia tidak menggunakan Instagram, dan terungkap bahwa Bala telah membuat profil palsu dengan foto-foto dirinya yang diedit atas perintah bibinya.

Latika yang marah menyerbu rumah Bala sehari setelah pernikahannya dan membentaknya. Ia berkata bahwa ia tidak malu dengan kulitnya dan memperingatkan Bala untuk tidak ikut campur dalam hidupnya lagi. Pari mendengar ini, menemukan kebotakan Bala, dan meninggalkannya. Bala merasa sedih. Bala mengunjunginya untuk membicarakannya. Pari mengungkapkan bahwa ia dikaruniai paras yang rupawan tetapi tidak lebih dari itu. Ia tahu bahwa ia adalah seorang pelajar di bawah rata-rata dan karenanya tidak dapat menekuni profesi lain selain modeling. Parasnya adalah satu-satunya yang dimilikinya: parasnya adalah sumber perhatian yang ia terima sepanjang hidupnya dan sumber penghidupannya. Bala kemudian menerima surat pengadilan: Pari ingin pernikahannya dibatalkan.

Latika meminta maaf kepada Bala, karena kemarahannya telah merusak pernikahan Bala. Bala menunjuknya sebagai pengacara dan kasus pengadilan pun dimulai. Latika memeriksa silang Pari, yang menerima bahwa dia menikahi Bala karena kecerdasan dan pesonanya. Dia juga menerima bahwa Bala tidak menyesatkan atau menipunya, tetapi menunjukkan bahwa Bala tidak berterus terang tentang kebotakannya, dengan mengklaim bahwa jika dia tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, dia tidak dapat mempertahankan orang lain. Pengacara Pari berpendapat bahwa Pari memiliki hak untuk ingin membatalkan pernikahan itu. Bala menyela persidangan dan setuju bahwa Pari memang memiliki hak itu dan hakim memerintahkan demikian. Ketika Latika menanyainya kemudian, Bala menjelaskan bahwa hukum tidak dapat memaksa seseorang untuk mencintai orang lain, dan pernikahan yang setengah hati tidak akan berhasil.

Kemudian, selama salah satu acara penjualan krim kecantikannya, Bala menyadari bahwa kecantikan hanya sebatas kulit. Ia secara terbuka melepaskan wignya untuk menunjukkan bahwa mencintai diri sendiri itu penting, apa pun penampilan. Ia juga menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Latika dan berlari untuk melamarnya, tetapi melihat bahwa Rohan dan keluarganya datang untuk meresmikan pernikahan. Ia melamar Latika, tetapi patah hati ketika Latika menolak lamarannya, meskipun mereka dapat melanjutkan persahabatan mereka. Cerita diakhiri dengan Bala, yang kini sudah berdamai dengan kebotakannya, melakukan rutinitas komedi baru tentang kecantikan kulit dan makna kehidupan.

***

Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu.

"Emmm," kata Budi.

"Langsung saja....main permainan Monopoli!" kata Eko.

"Oke....main permainan Monopoli," kata Budi.

Budi mengambil permainan Monopoli di bawah meja, ya permainan Monopoli di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Monopoli dengan baik gitu.

"Emmm," kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"April tinggal dengan baik di Jakarta Selatan dengan kedua orang tuanya. Valen dan Mila adalah orang tua April gitu. April memang punya abang sih yang bernama Arbil. Ya Arbil bukan anak kandung Valen dan Mila gitu. Valen dan Mila mengangkat anak….Arbil dari bayi gitu. Arbil di temukan di depan rumah Valen dan Mila gitu. Memang sih Valen dan Mila mencari orang tua kandung Arbil, ya tidak ada hasilnya gitu. Valen dan Mila mendidik dan menyayangi Arbil dengan baik dari kecil sampai dewasa gitu, ya memang Arbil berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik gitu. Arbil tidak tinggal di Jakarta Selatan, ya Arbil tinggal di Batam dan memang sih Arbil kerja di perusahaan PT. MAJU gitu. Valen, Mila, dan April senang banget sih….Arbil yang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Batam gitu. Memang sih…Arbil di Batam tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah adalah Gilang. Ya Gilang punya istri yang bernama Wika dan anak bernama Zahra gitu. Zahra menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Arbil memang berteman baik sih dengan Zahra gitu. Zahra memang cantik dan perilakunya baik sih, ya Arbil suka dengan Zahra gitu. Arbil hanya bisa suka saja sih sama Zahra karena Zahra di jodohkan sama orang tuanya dengan cowok yang bernama Eby gitu. Eby anaknya Saiful dan Dewi. Saiful pemilik hotel Horison gitu. Eby memang kerja dengan baik di hotel Horison sebagai bos gitu. Memang Eby dan Zahra sudah pertemuan dengan baik gitu, ya Eby dan Zahra…saling suka gitu. Perjodohan Eby dan Zahra berhasil sih, ya orang tua Eby dan orang tua Zahra senang gitu karena perjodohan berhasil gitu.  Pernikahan Eby akan di laksanakan sih setelah Zahra selesai kuliah gitu. Eby dan Zahra memang memesan dengan baik pakaian pernikahan sih di butiknya Ivan gitu. Ya Ivan memang punya istri sih yang bernama Keyla gitu. Rumah tangga yang di jalankan Ivan dan Keyla baik dan bahagia dengan anak bernama Sandra. Ya Sandra menjalankan sekolah SMA yang ada di Batam gitu. Memang Sandra berpacaran dengan Kenzo gitu. Ya Kenzo memang satu kelas dengan Sandra gitu. Mutiara dan Devan adalah orang tua Kenzo gitu. Devan kerjaannya pengacara gitu. Valen tetap seperti biasa sih…menjalankan usaha bengkel mobil dan motor gitu. Mila memang masih dengan baik sih kegiatannya dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumah gitu…urusan pengajian gitu. April menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta Selatan gitu. Arbil yang tinggal dengan baik di Batam dan kerja dengan baik di perusahaan gitu. Arbil berteman baik…teman kerja sih yang bernama Afan gitu. Afan masih jomlo sih begitu juga dengan Arbil sih. Sebenarnya sih Afan pernah sih berpacaran pada masa kuliah di Batam sih dengan cewek yang bernama Molly Lee gitu. Memang Molly Lee keturunan China gitu. Tony Lee dan Mei Chan adalah orang tua Molly gitu. Tony Lee dan Mei Chan menjalankan usaha Seafood gitu. Hubungan kisah cinta Arbil dan Molly putus sih karena perbedaan agama sih. Afan agama Islam dan Molly Lee agama Buddha gitu. Orang tua Molly Lee sebenarnya tidak suka dengan Afan gitu, ya orang tua Molly Lee inginnya Molly Lee…dengan orang keturunan suku China gitu. Andy Law yang menjalankan usaha dealer mobil gitu. Orang tua Molly Lee kenal dengan baik sama Andy Law dan orang tua Molly Lee menjodohkan Molly Lee dengan Andy Law gitu. Andy Law dan Molly Lee bertemu dengan baik dan saling suka sih jadi segera menikah gitu. Afan sekarang sih memang telah melupakan dengan baik sih Molly Lee karena untuk kebaikkan Afan gitu. Arbil memang pernah sih pacaran sih masa kuliah di Jakarta Selatan gitu dengan cewek yang bernama Tasya gitu. Tasya mengalami kecelakan motor dan akhirnya meninggal dunia gitu. Arbil memang bersedih dengan baik karena Tasya meninggal gitu. Arbil menerima dengan baik Tasya meninggal gitu. Sekarang ini, ya Arbil cukup mengenang saja Tasya gitu. Arbil dan Afan yang berteman baik gitu, ya keduanya sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Afan sih….kafe gitu. Kafe pemiliknya Dimitri dan Diandra gitu. Memang sih Dimitri dan Diandra…suami istri gitu. Arbil dan Afan memang berpendapat dengan baik sih….makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Di kafe, ya Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih…tentang pergaulan muda dan mudi gitu antara baik dan buruk gitu. Memang sih Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih…tentang orang-orang suku China yang tinggal dengan baik di Batam dan juga orang-orang suku China yang menjalankan usaha ini dan itu gitu berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi Batam gitu….jika orang-orang suku China membuat citra baik di Batam akan berdampak dengan baik sih dengan Investasi yang di tanamkan di Batam oleh pengusaha dari negara ini dan itu…orang-orang suku China gitu. Di Batam memang sih…ada orang-orang suku China yang berasal dari Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Tiongkok gitu. Keinginan Arbil dan Afan sih ngobrol dengan Walikota Batam tentang Sistem Perbandingan Politik gitu. Obrolan Arbil dan Afan di kafe sih sekedar obrolan saja sih…seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik sih di Batam gitu. Arbil dan Afan tetap dengan baik sih kerja di perusahaan gitu. April memang menjalankan kuliah dengan baik sih. Ya April memang berteman baik….dengan teman kuliah yang bernama Dinda gitu. Dinda anaknya Fildan dan Selfi gitu. Ya Fildan dan Selfi menjalankan dengan baik toko Hp gitu. April dan Dinda yang berteman baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Dinda sih…Warkop gitu. Pemilik Warkop adalah Della dan Yusuf gitu. Memang Della dan Yusuf…suami istri gitu. April dan Dinda memang berpendapat dengan baik sih…makanan dan minuman di Warkop…enak sih. April dan Dinda…sih ngobrol dengan baik sih di kafe tentang Politik Masa Lalu sih. Keinginan April dan Dinda sih…ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang Pendidikan Politik gitu. Memang sih obrolan April dan Dinda sekedar obrolan saja sih di Warkop sih seperti obrolan muda dan mudi yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. April dan Dinda memang tetap dengan baik sih menjalankan kuliah dengan baik gitu. Dinda memang berpacaran sih dengan Ferdi gitu. Ya Ferdi satu fakultas satu tempat kuliah dengan Dinda gitu. Ferdi anaknya Trian dan Adila gitu. Trian menjalankan usaha dealer motor gitu. April memang pernah berpacaran sih pada masa SMA dengan Fattah gitu. Hubungan kisah cinta April dengan Fattah putus sih karena Aqella gitu. April melupakan dengan baik Fattah demi kebaikkan April gitu. April biasa sih nginep di rumah nenek Soimah gitu. Kakek Ramzi telah lama meninggal dunia gitu. Nenek Soimah tinggal bersama Melati gitu. Melati adiknya Mila gitu. Melati statusnya janda sih dengan anak satu yang bernama Rakha gitu. Jhon suami Melati telah lama meninggal dunia gitu. Rakha tentara sih, ya Rakha sekarang ini sedang bertugas dengan baik di Papua dengan tujuan menjaga keamanan di Papua gitu. April memang kalau tinggal di rumah nenek Soimah sih, ya April membantu beres-beres di rumah nenek Soimah gitu. Mila memang mengajarkan dengan baik April untuk beres-beres di rumah agar April tidak menjadi cewek pemalas gitu. April yang beres-beres di rumah nenek sih, ya April menemukan sebuah koper tua di bawah tempat tidur di kamar Mila gitu. April membuka dengan baik koper tua gitu, ya isi koper sih foto-foto Mila bersama Valen gitu. April berkata “Ayah dan Ibu…romantis banget hubungan kisah cintanya sampai di abadin di foto-foto”. Ada kliping sih di dalam koper tua, ya April membaca kliping dengan baik sih…semua kliping di baca dengan baik sama April gitu. April berkata “Ayah membuat cerpen di muat di koran berdasarkan inspirasi kisah cinta Ayah dan Ibu. Valen dan Mila memang terkenal di masanya karena ceritanya di muat di koran. Ibu menyimpan dengan baik hasil karya Ayah karena cinta Ibu pada Ayah”. April menaruh kliping dan foto-foto di koper tua gitu. April berkata “Aku senang dengan baik sih kisah cinta Ayah dan Ibu, ya karena dasarnya cinta aku lahir dunia ini melengkapi kebahagian Ayah dan Ibu”. April selesai juga memberes-beres rumah nenek Soimah gitu. Nenek Soimah memang biasa sih ngasih uang jajan untuk April gitu dari masih kecil sampai dewasa gitu. April senang sih di kasih uang jajan sama nenek Soimah tanda nenek Soimah cinta dengan baik sama April gitu. Hubungan Ibu April dengan nenek Soimah baik sih. April memang berteman dengan baik sama Robi gitu. Robi tinggalnya di depan rumah nenek Soimah gitu. Robi memang kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta Selatan gitu. Robi dan April memang beda tempat kuliah gitu. Robi anaknya Galaksi dan Aluna gitu. Galaksi dan Aluna menjalankan usaha pakaian gitu. Robi berteman baik sih dengan teman kuliah yang bernama Tono gitu. Tono anaknya Andre dan Ayu gitu. Andre memang kerjaannya polisi kepolisian Lapor Pak!. Robi dan Tono yang berteman baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Robi dan Tono sih…kafe gitu. Ya kafe pemiliknya Langit dan Renata gitu. Memang sih Langit dan Renata…suami istri gitu. Pendapat yang baik Robi dan Tono sih…tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Memang sih di kafe…Robi dan Tono ngobrol dengan baik tentang Partai Politik yang ada di Indonesia gitu. Keinginan Robi dan Tono sih…ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang Edukasi Politik gitu. Memang sih obrolan di kafe…Robi dan Tono sekedar obrolan saja gitu. Robi dan Tono tetap dengan baik sih menjalankan dengan baik sih kuliah gitu. Tono memang berpacaran dengan Mutia gitu. Mutia anaknya Mohan dan Raisa gitu. Mohan menjalankan bengkel motor gitu. Mutia satu fakultas satu tempat kuliah dengan Tono gitu. Sedangkan Robi pernah berpacaran dengan Jihan pada masa SMA gitu. Robi putus hubungan dengan Jihan karena Jihan menjalin cinta dengan Ardian gitu. Sekarang ini, ya Robi telah melupakan dengan baik Jihan demi kebaikan Robi gitu. Robi yang berteman baik sama April, ya Robi ada rasa gitu. April ada rasa sih sama Robi gitu. Arbil dan Afan yang biasa ke kafe gitu, ya Afan bertemu dengan teman masa SMA yang bernama Sridevi gitu. Sridevi bersama dengan Melly gitu. Kerjaannya Sridevi dan Melly…model sih karena memang sih body Sridevi dan Melly bagus gitu. Hubungan pertemanan Afan dan Sridevi baik gitu. Karena Afan dan Sridevi gitu Arbil berteman dengan Melly gitu. Sridevi anaknya Rara dan Aladul gitu. Aladul dan Rara menjalankan usaha butik gitu. Melly anaknya Ridwan dan Aulia gitu. Ridwan kerjaanya guru SMP gitu. Afan yang berteman dengan baik sama Sridevi, ya keduanya ada rasa jadinya jadian gitu. Arbil yang berteman dengan Melly, ya Arbil jadian dengan Melly gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Afan dan Sridevi…baik gitu. Hubungan kisah cinta Arbil dan Melly…baik gitu. Cerita pertemanan April dan Robi baik sih, ya nyaman gitu seperti syair lagu gitu…jadi April dan Robi jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Tono senang dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Dinda senang sih dengan kisah cinta April dan Robi gitu. Robi dan April yang menjalankan kisah cinta yang baik, ya keduanya jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Robi sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Dinda," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko....asik sih main permainan Monopoli gitu.

"Bulan Ramadhan," kata Eko.

"Realitanya memang masih sih bulan Ramadhan," kata Budi.

"Keinginan," kata Eko.

"Keinginan. Setiap manusia yang hidup di dunia ini....punya keinginan," kata Budi.

"Keinginan...sih sederhana sih....buka puasa di mesjid dengan Wakil Presiden Indonesia, ya gimana Budi?" kata Eko.

"Aku setuju dengan keinginan seperti itu....buka puasa di mesjid dengan Wakil Presiden Indonesia," kata Budi.

"Bersama dengan anak-anak miskin dan yatim piatu," kata Eko.

"Oke sih Eko...di mesjid....ngumpul bareng dengan anak-anak miskin dan yatim piatu," kata Budi.

"Melaksanakan sholat Magrib gitu....iman sholatnya....Wakil Presiden Indonesia," kata Eko.

"Aku setuju banget...iman sholatnya Wakil Presiden Indonesia," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Ekot tetap asik main permainan Monopoli gitu.

THE DIRTY PICTURE

Malam hari....bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....FTV di chenel SCTV, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai sih di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu sambil menikmati dengan baik minum kopi dan makan singkong goreng.

Isi cerita yang di baca Budi.

Pada awal 1980-an, sehari sebelum pernikahannya, Reshma, seorang gadis muda melarikan diri dari desanya di pedesaan Tamil Nadu dan mencapai Madras, yaaa berharap menjadi bintang di sinema Tamil. Dia mulai tinggal di sebuah rumah yang terletak di daerah miskin dekat seorang wanita lajang bernama Ratnamma yang mengelola restoran tempat Reshma berjalan. Karena Reshma dibesarkan sebagai tomboi, yaaa banyak orang mencarinya karena pesonanya. Meskipun dia terus mengikuti audisi untuk peran, dia gagal mendapatkan kesempatan. Seorang direktur casting menghinanya karena tidak menarik, dan memberinya uang untuk makan melihat kondisinya yang kelaparan. Malam itu, dia diundang oleh tetangganya untuk pergi ke bioskop bersamanya untuk menonton idola masa kecilnya Suryakanth beraksi. Di sana, pria itu menyentuhnya dengan tidak pantas & menawarkan 20 rupee untuk tidur dengannya. Meskipun dia keluar dari teater sambil menangis, dia kemudian merenungkannya dan bertekad untuk mendapatkan peran, mengunjungi lokasi syuting lagi. Dia secara spontan mengikuti audisi untuk posisi penari latar. Namun, ia menari dengan cara yang sensual, menggunakan gerakan erotis yang menurut asisten sutradara menarik. Namun, ketika sutradara film, Abraham kembali ke lokasi syuting hari itu dan melihat rekaman tarian, ia sangat jijik melihat tarian erotisnya. Ia menyunting seluruh adegan tarian Reshma. Reshma dan Ratnamma dengan bersemangat pergi menonton film tersebut, tetapi kecewa karena tariannya tidak ditampilkan dalam film. Film tersebut gagal di box office meskipun mendapat banyak pujian dari para kritikus, yang membuat produser Selva Ganeshan kecewa, yang kemudian mengingat rekaman pertunjukan Reshma dan memasukkan lagu itu dalam perilisan ulang di pusat-pusat B dan C. Film tersebut terus menarik banyak penonton karena gerakan tarian Reshma, meskipun mendapat banyak kritik dari para pengulas. Saat Reshma, yang kecewa karena lagunya disunting, memutuskan untuk berkemas dan kembali ke desanya, produser Selva Ganeshan menemukan tempat tinggalnya dan menawarinya peran dalam sebuah lagu dalam filmnya yang akan datang. Selva juga menyarankan agar ia sekarang dipanggil sebagai "Silk", yang terdengar lebih eksotis dan menawan.

Pada syuting pertama, Silk berdansa dengan aktor Suryakanth, idola masa kecilnya. Karena terpikat padanya, Silk mendapatkan kasih sayang dan perhatiannya dengan menawarkan hubungan seksual jangka panjang. Sementara itu, Abraham mengusulkan film baru kepada Selva Ganeshan dan sangat ingin memilih Suryakanth. Namun, saran Suryakanth untuk menambahkan seks dan erotisme di samping tarian yang menampilkan Silk, untuk membuat film tersebut lebih layak secara komersial, membuat Abraham marah, menyebabkan dia berpisah dengan Silk. Silk perlahan membangun namanya di industri ini dengan gerakan tarian erotisnya dan terus membuat lebih banyak film bermuatan seksual dengan Suryakanth, yang melambungkannya menjadi bintang. Dia mendapatkan banyak penggemar pria yang membeli tiket film hanya untuk menikmati tariannya dan, dalam waktu singkat, menjadi sangat kaya dan populer sebagai simbol seks. 

Adik Suryakanth, Ramakanth, seorang penulis naskah, adalah penggemar berat Silk dan mulai berteman dengannya. Silk diam-diam menjauh dari Suryakanth & mulai menyukai Ramakanth setelah Silk menyadari bahwa Ramakanth adalah pria pertama yang mencintainya lebih dari sekadar tubuh dan daya tarik seksualnya & bahwa Suryakanth tidak akan pernah meninggalkan istrinya untuk menikahinya. Silk mengunjungi kampung halamannya bersama Ramakanth dan senang melihat orang-orang berkumpul untuk melihatnya, tetapi patah hati ketika ibunya membanting pintu tepat di wajahnya tanpa menyapanya. Pada sebuah upacara penghargaan, Silk dihina oleh Suryakanth yang berbisik kepadanya bahwa dia tidak lebih dari sekadar "rahasia kotor" semua orang. Terluka oleh ucapannya, Silk menyampaikan pidato penerimaan penghargaannya di mana dia mengkritik standar ganda misoginis masyarakat yang menyebut & mempermalukan wanita yang berakting dalam film-film bermuatan erotis tetapi tidak pria yang memproduksi, mendistribusikan, mengonsumsi & menyebarkan materi yang sama. Dia menyatakan bahwa dia akan terus membuat "film-film kotor" sampai masyarakat mengubah pandangannya. Hubungan Silk dengan Ramakanth terungkap ke publik setelah jurnalis ternama Naila mengkritiknya karena memiliki hubungan romantis dengan kedua saudara laki-laki itu. Untuk membalas dendam, Suryakanth mengeluarkan Silk dari film-filmnya yang akan datang, memaksanya untuk bekerja dengan pembuat film lain, yang berulang kali menganggapnya sebagai penggoda, yang menyebabkannya kehilangan minat pada pekerjaannya & berselisih dengan para sutradara. Sekarang di tahun 90-an, para sutradara mulai membuat aktris utama melakukan tarian yang menggoda alih-alih mempekerjakan penari seperti Silk yang mengkhususkan diri dalam gerakan tari tersebut, yang menyebabkan penyusutan dalam kemampuannya untuk bekerja. Pada saat ini, Silk juga telah menambah berat badan, kehilangan statusnya sebagai simbol seks & mulai merasa terancam oleh seorang aktris muda yang bercita-cita tinggi, Shakeela. Selama tantangan menari di sebuah pesta, dia mencoba untuk mengalahkan Shakeela dengan menari semakin erotis dan akhirnya dengan sengaja menjegal Shakeela, yang membuat Ramakanth malu yang telah berencana untuk memperkenalkan Silk kepada orang tuanya sebagai calon pengantin di pesta itu. Silk & Ramakanth berdebat tentang insiden ini, dan selama itu Silk mengatakan bahwa dia tidak malu menyembunyikan citranya yang menggoda di luar layar, yang menyebabkan Ramakanth memutuskan hubungan dengannya. Untuk meredakan patah hatinya, Silk yang sebelumnya sudah minum dan merokok, beralih ke kecanduan alkohol dan merokok berantai dan akibatnya mulai menunjukkan gejala depresi. 

Silk kini mendekati Selva Ganeshan dengan tawaran untuk memproduksi sebuah film bersama yang dibintanginya dalam tiga peran sebagai seorang penggoda. Pada saat yang sama Abraham juga menyutradarai sebuah film yang dibintanginya sendiri dalam tiga peran, yang mengandung erotisme komersial dengan Ramakanth sebagai penulis naskahnya. Kedua film tersebut dirilis pada hari yang sama, & sementara film Abraham menjadi sukses secara komersial, film Silk gagal total di box office. Ia merasa bahwa ia akhirnya membuktikan kepada Silk (dan dirinya sendiri) bahwa ia telah mengalahkan Silk. Namun Abraham mulai menyukai Silk meskipun ia mengaku membencinya.

Setelah kehilangan ketenaran dan kekayaannya, Silk telah mengumpulkan begitu banyak hutang (karena kecanduannya memasang taruhan pada kuda balap) sehingga dia berada di ambang tuna wisma. Karena putus asa, dia mendekati seorang pembuat film kecil, yang bersedia mengambil peran apa pun. Dia memabukkannya dengan alkohol dan mulai memfilmkannya dalam film porno hardcore tanpa izinnya. Tempat itu digerebek oleh polisi & Silk berhasil melarikan diri. Dalam keadaan mabuknya, dia memiliki beberapa penglihatan tentang masa lalunya, bertemu dengan toko Ratnamma di jalan dan mencoba bersembunyi agar tidak terlihat olehnya karena malu, menyadari bahwa dia telah kembali ke posisi yang sama (sebagai objek nafsu) seperti sebelum karir filmnya dimulai. Benar-benar patah hati dan dibanjiri dengan penyalahgunaan zat, dia sampai di rumahnya dan menangis dengan sedih.

Abraham jatuh cinta pada Silk, meskipun awalnya ia menyangkalnya, karena ia berjuang dengan dilema moral ini. Setelah mengetahui tentang kesepian Silk & kehidupan pribadinya yang tanpa cinta, ia pergi ke kampung halaman Silk dan meyakinkan ibunya untuk menemaninya mengunjunginya di Madras. Ia mencoba menelepon Silk untuk mengejutkannya tetapi tidak diangkat. Ketika akhirnya ia berhasil menghubungi Silk lewat telepon, Abraham menjadi khawatir ketika Silk memintanya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang. Ia bergegas ke rumah Silk dan menemukannya terbaring di tempat tidur, berpakaian sederhana dengan sari merah seperti seorang ibu rumah tangga (peran yang tidak pernah ia dapatkan semasa hidupnya), meninggal karena overdosis pil tidur, bersama dengan catatan bunuh diri yang ditulis olehnya.

Abraham dan ibu Silk yang menangis mengkremasi jenazah Silk. Film berakhir dengan narasi Abraham, yang meneliti kehidupan yang dijalani Silk, dan ia mempertanyakan apakah kehidupan Silk yang benar atau salah. Ia juga berpikir bahwa Silk saat ini pasti sedang membuat kegemparan di dunia lain juga, karena memang begitulah sifatnya.

***

Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik gitu, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati mimum kopi dan makan singkong goreng. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Emmm," kata Budi.

"Langsung saja....Budi...main permainan iii ada hantu!" kata Eko. 

"Oke. Main permainan iii ada hantu!" kata Budi. 

Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan iii ada hantu dengan baik gitu. 

"Emmm," kata Budi.

"Budi mau bercerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau bercerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"April tinggal dengan baik di Batam dengan kedua orang tuanya gitu. Valen dan Mila adalah orang tua April gitu. Abangnya April yang bernama Abril tidak tinggal di Batam, ya Abril tinggal dengan baik sih Jerman gitu. Arbil memang bukan anak kandung Valen dan Mila gitu. Arbil anaknya Gilang dan Cinta gitu. Gilang dan Cinta teman baiknya Valen gitu. Orang tua Arbil meninggal karena kecelakaan mobil, ya makanya Arbil di angkat anak sama Valen dan Mila gitu. Valen dan Mila mencintai dan mendidik dengan baik Arbil, ya makanya Arbil berhasil kerja di perusahaan yang ada di Jerman gitu. Motivasi Arbil sih dari masa SD sih…ingin seperti Presiden B.J. Habibie gitu. Arbil yang tinggal dengan baik di Jerman, ya Arbil berhasil menikahi teman kuliahnya yang bernama Melly gitu. Melly anaknya Fildan dan Selfi. Fildan kerjaannya pengacara gitu. Rumah tangga yang di jalankan Arbil dan Melly baik dan bahagia dengan anak bernama Aqella gitu. Ya Aqella…balita gitu. Keadaan di Jerman sih…ceritanya sesuai dengan cerita media ini dan itu…sih…tetap terjadi dengan baik kompetisi sih dari usaha-usaha yang di jalankan dengan baik sih…orang-orang yang tinggal dengan baik di Jerman gitu….dan hasil…sih…bagi yang memahami ilmu agama gitu….rezeki masing-masing gitu. Arbil, Melly, dan Aqella…biasa sih jalan-jalan dengan baik ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jerman dengan tujuannya happy-happy gitu. Valen, Mila, April…senang dan bangga sih dengan Arbil yang bisa kerja dengan baik di Jerman gitu. Valen yang tinggal di Batam, ya Valen masih menjalankan dengan baik sih usaha bengkel mobil gitu. Mila memang membantu kerjaannya Valen, ya kerjaannya Mila...bagiannya keuangan gitu. Ya Mila masih sih ngumpul-ngumpul dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumh urusan pengajian gitu. April menjalankan dengan baik sih kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Ya April ada sih keinginan sih…untuk kerja di Jerman karena Arbil gitu. Ya April punya teman baik…teman kuliah yang bernama Mutia gitu. April dan Mutia biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Mutia sih…kafe sih, ya pemilik kafe Yusuf dan Della gitu. Memang sih…Yusuf dan Della suami istri gitu. Memang pendapat April dan Mutia sih…tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Di kafe, ya biasa sih…April dan Mutia ngobrol dengan baik sih tentang ini dan itu sih berdasarkan media ini dan itu gitu. Ya memang sih keinginan April dan Mutia sih ingin ngobrol dengan baik sama Walikota Batam sih…urusan pemerintahan gitu…tentang permasalahan ini dan itu yang ada di Batam gitu. Memang sih obrolan di kafe, ya sekedar obrolan April dan Mutia gitu. Ya seperti biasa sih April dan Mutia kuliah dengan baik sih. Arbil yang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jerman gitu, ya Arbil berteman baik dengan teman kerja yang bernama Kenzo gitu. Kenzo memang punya istri yang bernama Mutiara gitu. Ya Mutiara adalah istri kedua Kenzo gitu. Istri pertama Kenzo adalah Sandra gitu. Sandra meninggal karena kecelakaan mobil gitu. Kenzo tidak dapat anak dari Sandra gitu. Kenzo dengan Mutiara, ya dapat anak sih…yang bernama Fattah gitu. Fattah…balita gitu. Rumah tangga yang di jalankan Kenzo dan Mutiara baik dan bahagia dengan Fattah gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Kenzo baik sih, ya keduanya biasa sih ke kafe gitu. Di kafe, ya memang Arbil dan Kenzo ngobrol dengan baik sambil menikmati makanan dan minuman yang enak gitu. Yang di obrolin Arbil dan Kenzo di kafe, ya tentang cerita di media ini dan itu sih. Keinginan Arbil dan Kenzo sih ngobrol dengan baik sih…sama Wakil Presiden Indonesia…urusan pemerintahan sih…tentang permasalahan ini dan itu yang terjadi di negeri Indonesia gitu. Obrolan Arbil dan Kenzo di kafe sih, ya sekedar obrolan saja sih. April dan Mutia…menyukai dengan baik sih cowok yang bernama Rian gitu. Ya Rian kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Rangga dan Cinta adalah orang tua Rian gitu. Rian kaya sih karena Rangga pemilik perusahaan PT. MAJU gitu. April dan Mutia…pertemanannya baik sih dengan Rian gitu. Rian tidak menaruh hati sih sama April dan Mutia sih, ya Rian cukup berteman saja sih dengan April dan Mutia gitu. April dan Mutia tetap berusaha sih untuk bisa bersama Rian gitu karena April dan Mutia suka dengan Rian gitu. Rian jatuh hatinya sama teman kuliah yang bernama Adila gitu. Ya Adila anaknya Rara dan Ridwan gitu. Ya Ridwan menjalankan usaha dealer mobil gitu. Rian berusaha dengan baik sih jadian sama Adila gitu. Usaha Rian sih berhasil sih jadian sama Adila gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Rian dan Adila. Ya Rian dan Adila yang menjalankan pacar dengan baik gitu, ya keduanya sering jalan sih dengan mobil Rian sih…..ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. April dan Mutia yang tahu Rian menjalin cinta dengan Adila, ya April dan Mutia kesal sih. Setelah di pikirkan dengan baik sih…April dan Mutia lebih baik sih melupakan saja rasa suka sama Rian karena tidak ada harapan bersama karena Adila gitu. April dan Mutia seperti biasa dengan baik sih kuliah gitu. Di kafe, ya April dan Mutia bertemu dengan teman masa SMA Mutia yang bernama Gibran gitu. Ya Gibran memang kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Gibran beda tempat kuliah sama April dan Mutia gitu. Hubungan pertemanan Gibran dengan Mutia baik sih, ya Gibran berteman dengan April baik gitu. April dan Mutia yang masih jomlo, ya keduanya suka dengan Gibran gitu. Ya Gibran sih suka sama Mutia karena Gibran dan Mutia teman masa SMA sampai sekarang gitu. Sebenarnya Gibran pernah pacaran dengan Adara sih. Ya Adara meninggal sih karena kecelakaan mobil gitu. Ya Gibran cuma bisa mengenang dengan baik Adara saja gitu. April yang suka dengan Gibran, ya rencana April sih pendekatan dengan baik sih agar Gibran jatuh hati sama April gitu. April yang bertemu dengan teman masa SMA yang bernama Robi gitu. Ya Robi tidak kuliah sih, ya Robi menjalankan usaha rumah makan Rasa Nusantara dengan baik gitu. Memang sih rumah makan Rasa Nusantara warisan dari kakeknya Robi yang bernama Andre gitu. Ya Andre telah meninggal lah. Pertemanan Robi dan April baik sih. Robi suka dengan April, ya Robi ingin jadian sama April gitu. April yang suka dengan Gibran, ya mendapatkan kenyataan sih...Gibran jadian sama Mutia gitu. April yang tidak bisa bersama Gibran dan April tidak mau merusak hubungan pertemanan dengan Mutia jadi April berusaha dengan baik sih…menerima dengan baik hubungan kisah cinta Gibran dengan Mutia gitu. April pun senang sih dengan kisah cinta yang di jalankan dengan baik sih Gibran dan Mutia. Hubungan kisah cinta yang di jalankan April dan Mutia baik gitu. Robi yang suka April, ya Robi menyatakan cinta dengan baik sama April. Ya April yang masih jomlo, ya April menerima dengan baik sih cinta Robi gitu. Robi senang cintanya di terima April gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Mutia senang sih dengan kisah cinta yang di jalankan April dan Robi baik gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Mutia," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, yaaa asik sih main permainan iii ada hantu gitu.

"Ngomongin pergaulan zaman sekarang," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pergaulan muda dan mudi tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Ya memang sih pergaulan muda dan mudi sekarang sih tetap sama sih," kata Budi.

"Ngobrol dengan baik di suatu tempat yang enak gitu," kata Eko.

"Omongan Eko benar sih!" kata Budi.

"Rokok," kata Eko.

"Dari teman ke teman jadinya merokok sih," kata Budi.

"Menikmati rokok dengan baik," kata Eko.

"Kata-kata orang-orang yang biasa ngerokok sih di nikmati dengan baik rokok," kata Budi.

"Rokok...bermacam merek," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Rokok berkaitan dengan urusan ekonomi, kesehatan, dan agama," kata Eko.

"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.

"Perdebatan tentang rokok...biarlah obrolan orang-orang kan Budi?" kata Eko.

"Memang di biarkan saja sih obrolan orang-orang perdebatan tentang rokok!" kata Budi.

"Hidup ini pilihan manusia yang menjalankan hidup ini," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Keputusan manusia itu sendiri....mau merokok atau tidak, ya kan Budi?" kata Eko.

"Iya...Eko...memang keputusan manusia itu sendiri...urusan mau merokok atau tidak!" kata Budi.

"Perkembangan zaman," kata Eko.

"Ya hidup ini kan memang mengikuti perkembangan zaman," kata Budi.

"Berdasarkan artis yang merokok rokok elektrik gitu jadi....muda dan mudi mengikuti dengan baik sih...merokok rokok elektrik," kata Eko.

"Realitanya memang begitu sih, ya muda dan mudi merokok rokok elektrik," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kaa Budi.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan iii ada hantu gitu. 

CAMPUR ADUK

LINGAA

Malam hari....bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti bia...

CAMPUR ADUK