Malam yang gelap, ya bulan purnama bersinar dengan baik gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....sinetron tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Drew Baylor adalah perancang sepatu untuk Mercury, sebuah perusahaan pakaian olahraga global. Ketika sepatu terbarunya, yang seharusnya menjadi pencapaian terbesar dalam hidupnya, ditemukan cacat, perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya sebesar $972 juta, dan Drew dipermalukan oleh bosnya, Phil, sebelum ia diminta untuk berbicara kepada pers—masa depannya tidak diketahui dan kemungkinan besar berakhir di Mercury.
Kecewa dengan kegagalannya, dan putus dengan pacar kantornya yang hanya bisa menemaninya di saat senang, Ellen, Drew menumpuk pakaian mahal dan barang berharga lainnya di jalan untuk diambil pemulung, lalu bersiap bunuh diri. Dia berhenti di saat-saat terakhir untuk menjawab panggilan telepon yang terus-menerus, yang ternyata adalah saudara perempuannya, Heather, yang memberi tahu bahwa ayahnya, Mitch, telah meninggal saat mengunjungi keluarga di Elizabethtown, Kentucky. Ketika ibunya, Hollie, menolak untuk pergi karena perselisihan lama antara dirinya dan Kentucky Baylors, yang kesal karena Hollie dan Mitch pindah ke Pantai Barat, Drew mengajukan diri untuk mengambil jenazah ayahnya dan berencana untuk melanjutkan bunuh diri setelah dia kembali.
Dalam penerbangan ke Kentucky, Drew bertemu dengan pramugari Claire, yang mengelola 747 yang hampir sepenuhnya kosong. Untuk mempermudah tugasnya, dia memulai percakapan dengan Drew dan mengundangnya untuk pindah ke tempat duduk kelas satu. Depresi tentang kegagalan pekerjaannya, dia mencoba mengabaikan Claire yang periang dan unik yang tidak memiliki apa pun untuk dilakukan dalam penerbangan kecuali berbicara kepadanya tanpa henti tentang Kentucky dan menyinggung pacarnya, "Ben", yang merupakan seorang pekerja keras. Di akhir perjalanan, Claire memberinya kertas dengan petunjuk arah, tips bermanfaat, dan nomor teleponnya untuk membantunya mencapai tujuannya sebelum mereka berpisah. Drew memecat Claire, yang tampaknya mencoba untuk mendapatkan perhatian terakhirnya saat dia mencari pintu keluar bandara.
Sesampainya di Elizabethtown, Drew bertemu dengan keluarganya. Ia mengatur kremasi atas permintaan ibunya, meskipun ada keberatan dari keluarga. Saat menginap di sebuah hotel, tempat pesta bujangan dan resepsi pernikahan yang riuh sedang diadakan, Drew menelepon ibu dan saudara perempuannya, lalu mantannya, Ellen, saat ia berjuang melawan kebosanan dan depresi. Akhirnya, ia menelepon Claire, yang juga sendirian karena Ben sedang bekerja, dan mereka mengobrol selama berjam-jam. Claire secara impulsif menyarankan mereka bertemu saat matahari terbit, sebelum ia harus berangkat dengan pesawat ke Hawaii. Mereka memiliki momen platonis yang tenang, dan kemudian mereka berpisah saat Claire berangkat untuk perjalanannya.
Drew berjuang melawan anggota keluarga dan tuntutan ibunya terkait pengaturan pemakaman. Ibunya berusaha keras memperbaiki diri untuk menebus kehilangan suaminya. Claire tiba-tiba muncul di hotel, mengklaim bahwa kebutuhan Drew akan bantuan lebih besar daripada kebutuhannya untuk liburan tropis. Mereka menjelajahi berbagai bagian Kentucky dan Claire membantu Drew di rumah duka, memilih guci, dan menjaga Drew tetap tenang secara emosional.
Selama diskusi setelah makan malam dengan keluarga yang lebih tua, Drew melihat api kompor dan panik tentang kremasi. Bergegas ke rumah duka, ia terlambat untuk menghentikan kremasi ayahnya. Dengan serius, ia membawa guci itu kembali ke hotel, tempat Claire datang tanpa diundang ke pesta lajang. Segalanya berakhir di kamar hotelnya, tetapi Drew masih sibuk dengan pekerjaannya dan mengasihani diri sendiri dan mereka berpisah dengan terpaksa.
Hollie dan Heather tiba untuk menghadiri upacara tersebut, dan Hollie, dengan kepercayaan diri yang baru ditemukan, membuat terobosan dengan keluarga tersebut dengan rutinitas komedi tunggal dan tap dance perpisahan untuk Mitch. Claire tiba, dan memberi tahu Drew untuk melakukan perjalanan terakhir dengan ayahnya, memberinya kotak binder dengan rencana perjalanan yang disesuaikan dan CD campuran untuk perjalanan darat tersebut. Drew mengikuti peta Claire pulang, menyebarkan abu ayahnya di tempat-tempat yang berkesan di sepanjang jalan hingga ia mencapai "Pasar Petani Terbesar Kedua di Dunia" di Nebraska. Di sana, serangkaian catatan dan petunjuk memberinya pilihan: mengikuti peta pulang atau pergi ke arah baru, mencari "gadis bertopi merah." Ia menemukan Claire, mereka berciuman, dan Drew menyadari bahwa ia mencintainya.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi gitu. Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu gaplek saja Budi!" kata Eko.
"Oke...main permainan kartu gaplek!" kata Budi.
Budi mengambil kartu gaplek di bawah meja, ya kartu gaplek di kocok dengan baik dan kartu gaplek di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main kartu gaplek dengan baik gitu.
"Emmm," kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Budi mau cerita toh!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Silahkan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"April tinggal dengan baik di Batam dengan kedua orang tuanya. Valen dan Mila adalah orang tua April dan Arbil gitu. Ya Arbil tidak tinggal di Batam, ya Arbil tinggal di Singapura dengan istri tercinta adalah Zahra gitu. Memang Arbil kerja di perusahaan yang ada di Singapura gitu. Rumah tangga yang di jalankan Arbil dan Zahra baik dan bahagia dengan anak bernama Aqella gitu. Ya Aqella balita gitu. Tinggal di Singapura, ya biasa sih Arbil, Zahra, dan Aqella jalan-jalan dengan baik ke tempat-tempat yang ada di Singapura gitu dengan tujuannya happy-happy gitu. Berdasarkan realita dan berita media ini dan itu sih…di Singapura tetap terjadi dengan baik sih kompetisi ini dan itu, ya dari usaha-usaha yang di jalankan orang-orang yang tinggal dengan baik sih di Singapura gitu, ya dan bagi yang memahami ilmu agama sih….hasil adalah….rezeki masing-masing gitu. Arbil memang punya teman baik sih yang bernama Eby gitu. Ya Eby kerja dengan baik sih di perusahaan yang ada di Singapura gitu. Memang Arbil dan Eby satu tempat kerja gitu. Ya Eby memang berpacaran dengan Aurel yang kerjaannya model gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Eby baik, ya jadi keduanya sering sih ke kafe gitu. Di kafe biasa sih Arbil dan Eby menikmati makanan dan minuman yang enak gitu. Arbil dan Eby ngobrol dengan baik di kafe sih tentang permasalahan dalam negeri Indonesia yang ini dan itu sih, ya namanya obrolan keduanya ingin sih ngobrol pemimpin Indonesia yang ini dan itu gitu. Yang di kagumi Arbil dan Eby sih berdasarkan nonton YouTobe sih…tentang artis lawak yang berani mengkritik dengan baik pemimpin negeri Indonesia urusan pemerintahan gitu berdasarkan data ini dan itu gitu. Nama juga obrolan di kafe, ya sekedar obrolan Arbil dan Eby saja gitu. Arbil dan Eby menjalankan kerjaannya di perusahaan dengan baik gitu. Valen menjalankan dengan baik sih usaha rumah makan Rasa Nusantara gitu, ya Mila dan April membantu dengan baik sih usaha rumah makan yang di jalankan Valen gitu. April menjalankan dengan kuliahnya di Universitas yang ada di Batam gitu. Adik Valen bernama Tasya tinggal dengan baik sih di Jakarta gitu. Tasya menjalankan rumah makan Rasa Nusantara, ya bisa di bilang sih cabang kedua gitu. Tasya yang statusnya janda sih dengan anak satu yang bernama Fattah gitu. Ya Fattah menjalankan sekolah SMP dengan baik yang ada di Jakarta gitu. Suami Tasya yang bernama Rangga telah lama meninggal gitu, ya takdir gitu. Janda memang status sih…Tasya, ya penampilan Tasya cantik sih…makanya ada cowok yang menyukai Tasya yang bernama Yusuf gitu. Ya Yusuf kerja dengan baik sih di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu. Teman kerja Yusuf yang bernama Kenzo, ya Kenzo teman baik Yusuf dari masa kuliah sampai sekarang gitu. Kenzo menjalin pacaran dengan Mutiara yang kerjaannya model gitu. Hubungan pertemanan Yusuf dan Kenzo baik sih, ya keduanya sering jalan bareng sih dengan motor masing-masing ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta gitu. Tempat favorit Yusuf dan Kenzo sih….kafe gitu, ya pemilik kafe adalah Afan dan Sridevi gitu. Ya memang Afan dan Sridevi menjalankan rumah tangga dengan baik sih. Memang sih pendapat Yusuf dan Kenzo tentang makanan dan minuman di kafe enak sih. Di kafe biasa sih Yusuf dan Kenzo ngobrol ini dan itu sih, ya keinginan keduanya sih ingin ngobrol dengan baik sih sama Wakil Gubernur Jakarta tentang permasalahan di Jakarta ini dan itu sih. Nama juga obrolan Yusuf dan Kenzo di kafe, ya sekedar obrolan saja gitu. Yusuf dan Kenzo seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan gitu. Yusuf yang suka dengan Tasya, ya ingin sekali sih jadian dengan Tasya tapi Fattah masih belum bisa menerima Yusuf, yaaa kalau Yusuf jadi Ayah Fattah gitu. Hubungan Yusuf dengan Tasya teman baik saja sih, ya sampai Fattah bisa menerima Yusuf gitu. April yang menjalankan kuliah dengan baik sih, ya sebenarnya April suka sih dengan teman kuliah yang bernama Robi gitu. Ya Robi anaknya Selfi dan Fildan gitu. Ya Fildan menjalankan usaha dealer mobil gitu. Robi sebenarnya suka sama teman kuliah yang bernama Mutia gitu. Ya Mutia tidak suka dengan Robi, ya yang di sukai Mutia teman kuliah yang bernama Noel gitu. Mutia anaknya Rara dan Ridwan gitu. Ya Ridwan menjalankan usaha rumah makan Seafood gitu. Noel anaknya Gilang dan Cinta gitu. Ya Gilang menjalankan usaha bengkel mobil dan motor gitu. Noel sebenarnya suka dengan Mutia gitu. Robi dan Noel jadinya bersaing urusan Mutia gitu. April tetap suka dengan Robi gitu, ya khayalan April sih jadian dengan baik sama Robi gitu kisah cinta di jalankan dengan baik gitu. Robi yang berteman baik sama April, ya Robi merasa nyaman dengan April gitu. Ya Robi jadinya bimbang sih memilih antara April dan Mutia gitu. Suatu hari, ya Noel mengalami kecelakaan motor gitu. Noel memang di bawa ke rumah sakit gitu. Di rumah sakit di rawat dengan baik sih Noel gitu. Mutia yang suka dengan Noel, ya Mutia tahu kabar Noel kecelakaan motor gitu, ya Mutia khawatir dengan keadaan Noel gitu. Mutia ke rumah sakit sih dengan Robi gitu. Mutia yang bertemu dengan Noel, ya Mutia senang sih dengan keadaan Noel yang baik-baik saja gitu. Noel dan Mutia saling suka sih. Robi masih berjuang dengan baik sih untuk bisa bersama Mutia gitu. Hubungan pertemanan Robi dan Mutia baik sih. Robi memutuskan dengan baik bersama April karena Mutia sukanya Noel gitu. Robi menyatakan cinta sama April dan April menerima cinta Robi gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Mutia yang tahu Robi menjalin cinta sama April, ya sebenarnya Mutia merasa tidak enak di hatinya dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Mutia menyadari bahwa dirinya ada rasa sama Robi gitu, ya tapi sekarang Robi menjalin cinta dengan April gitu…jadi Mutia harus menerima dengan baik gitu…Robi menjalin cinta dengan April gitu. Hubungan pertemanan Noel dan Mutia baik sih, ya keduanya ada rasa jadinya memutuskan jadian dengan baik. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih….Noel dan Mutia gitu. Robi senang saja dengan kisah cinta Mutia dengan Noel gitu. Robi dan April yang berpacaran, ya keduanya jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Yusuf yang suka sama Tasya, ya Yusuf masih berusaha dengan baik sih….Fattah menerima Yusuf gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta tokoh April dengan tokoh Robi," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!!!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan kartu gaplek gitu.