Malam hari yang gelap, ya bintang berkelap-kelip di langit dan bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus seni dan kebudayaan suku Pakpak di chenel TVRI, ya Budi duduk santai sih di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Sangraal, putra raja Ator, yang kerajaan dan orang-orangnya dihancurkan oleh panglima perang Nantuk yang jahat. Sangraal dan orang-orangnya yang lain melarikan diri dari amarahnya dan mulai mencari rumah baru. Setelah mempertahankan beberapa penduduk desa dari serangan pasukan Nantuk, penduduk desa dengan senang hati menerima para pendatang sebagai bagian dari komunitas mereka. Pemimpin mereka, Belem, bahkan menawarkan kepemimpinan bersama Sangraal. Sementara itu, panglima perang - yang telah mengambil alih kerajaan setelah kejatuhan Ator - telah membuat marah Dewi Api dan Kematian, kepada siapa dia berhutang kekuatannya dan yang kultusnya dia pimpin. Dia menuntut agar Sangraal dikorbankan atau Nantuk akan kehilangan kekuasaannya, kerajaannya, dan nyawanya.
Nantuk mengirim lebih banyak orang untuk menghancurkan desa yang melindungi Sangraal, dan menyuruh pasukannya membunuh semua orang sementara protagonis yang ditangkap dan disalib harus menonton. Dia menyaksikan kematian istrinya di tangan Dewi Api dan Kematian dan jatuh pingsan sebelum dibebaskan oleh putri Belem, Ati, dan Li Wo Twan, seorang pemanah keliling.
Setelah Ati dan Li Wo Twan memperbaiki orang barbar itu, Sangraal memutuskan untuk mengunjungi penyihir kuat Rudak, yang mungkin memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali istrinya. Sementara itu, Nantuk berjanji kepada Dewi untuk menyiksa Sangraal dan melemparkannya ke altar yang berapi-api dengan tangannya sendiri.
Ketiganya berhasil lolos dari beberapa penyergapan dan akhirnya berhasil mencapai gunung tempat tinggal Rudak. Rudak, bagaimanapun, meyakinkan Sangraal untuk akhirnya melepaskan istrinya yang telah meninggal, karena tidak ada yang memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali yang mati. Sebaliknya, Sangraal harus menghadapi takdirnya dan melawan kejahatan: dia harus mencari tempat suci yang berisi semua yang dia butuhkan untuk memenangkan pertempuran ini.
Perjalanan ke depan berbahaya, meski tanpa pelayan Nantuk dan penyergapan mereka, namun ketiganya mampu mengatasi semua rintangan dan lolos dari jebakan yang disiapkan untuk mereka. Meski ditangkap beberapa kali, Sangraal akhirnya berhasil menemukan kuil yang disebutkan Rudak, yang berisi panah ajaib yang kuat. Namun, Ati dan Li Wo Twan disergap sekali lagi, menyebabkan pemanah tewas dan Ati ditangkap.
Sangraal kemudian mengejar Ati dan penangkapnya sampai ke markas Nantuk, yang berisi altar Dewi. Dia menantang raja jahat untuk berduel, dan mengalahkannya, menusuknya dengan belatinya sendiri.
Setelah itu, sang protagonis kembali ke gua mendiang raja, untuk menemukan Ati ditinggalkan oleh para pelayan Nantuk. Sebelum mereka bisa pergi, Dewi muncul kembali dan mengancam akan mengambil nyawa Sangraal dan Ati, menertawakan pedang yang dianggap Sangraal diayunkan ke arahnya dan membakarnya, tetapi tawanya berakhir ketika orang barbar itu memuat panah ajaibnya dan membunuhnya dengan tembakan di usus. Ya cerita diakhiri dengan bidikan Sangraal dan Ati menuju kebebasan.
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dengan baik dan buku di taruh di bawah meja gitu.
“Emmmmm,” kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motor Eko di depan rumah Budi gitu. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Main permainan Donkey Kong saja Budi!!!!!” kata Eko.
“Oke…main permainan Donkey Kong!!!!!” kata Budi.
Budi mengambil permainan Donkey Kong di bawah meja, ya permainan Donkey Kong di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Donkey Kong dengan baik gitu.
“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.
“Silakan Budi bercerita dengan baik!” kata Eko.
“Begini ceritanya!!!” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Valen dan Mila menjalankan rumah tangganya dengan baik. Arbil anak pertama Valen dan Mila. April anak keduanya Valen dan Mila. Arbil tidak tinggal di Batam, ya Arbil tinggal dengan baik di Jakarta. Di Jakarta Arbil tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Fildan dan Selfi gitu. Rumah tangga yang di jalankan Fildan dan Selfi baik, ya bahagia dengan anak bernama Zahra gitu. Zahra kerjaannya wartawati di surat kabar Suara Rakyat. Memang sih banyak artikel yang telah di buat Zahra, ya salah satu artikel yang di buat Zahra bercerita tentang pengedar narkoba yang bernama Burhan, ya mati tertembak pistol polisi karena Burhan melawan polisi dengan cara menembakkan pistol ke arah polisi gitu. Eby tetangga depan rumah Zahra. Rara dan Ridwan adalah orang tuanya Eby. Ridwan menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Eby kerjaannya tentara. Hubungan pertemanan Eby dan Zahra baik sih, ya keduanya saling suka dan jadian gitu. Memang Eby dan Zahra merencanakan menikah gitu. Eby yang kerjaannya tentara, ya Eby mendapatkan tugas dari pimpinan gitu untuk menjaga daerah Papua gitu. Zahra menunggu dengan baik Eby pulang dari tugas dari Papua, ya jadi Zahra menjalankan dengan baik kerjaannya sebagai wartawati gitu. Janji Eby pada Zahra…setelah urusan tugas di Papua selesai, ya Eby pulang ke Jakarta dan menikahi Zahra gitu. Eby yang bertugas di Papua menjaga keamanan daerah Papua, ya memang daerah Papua masih banyak masalah karena serangan dari KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Eby dengan teman-teman kerja dengan baik sebagai tentara memberantas KKB dengan tujuannya keadaan Papua baik dan aman gitu. Arbil yang tinggal dengan baik di Jakarta, ya Arbil kerja dengan baik di perusahaan PT. JAYA gitu. Valen, Mila, dan April senang sih Arbil tinggal dan kerja dengan baik di Jakarta gitu. Valen menjalankan dengan baik usaha bengkel mobil. Mila membantu kerjaannya Valen, ya bagian keuangan gitu. Ya Mila masih ngumpul dengan baik dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumah…urusan pengajian gitu. April memang menjalankan dengan baik sekolah SMA gitu. April memang berteman baik dengan teman satu kelas yang bernama Lisa. Ya Lisa anaknya Gilang dan Rina. Gilang menjalankan usaha dealer motor gitu. Pertemanan yang baik April dan Lisa, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Arbil yang kerja di perusahaan dengan baik, ya Arbil berteman baik dengan teman kerja yang bernama Afan. Ya Afan anak keduanya Saiful dan Dewi. Anak pertama Saiful dan Dewi adalah Lesti. Saiful kerjaannya menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Lesti tidak tinggal di Jakarta, ya Lesti tinggal dengan baik di Arab dengan suami yang bernama Rizki dan anak bernama Mohan. Ya Mohan…balita gitu. Rizki memang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Arab gitu. Rizki dan Lesti memang tinggal di rumah kontrakan di lingkungan komunitas orang-orang Indonesia yang tinggal dan kerja dengan baik di Arab gitu. Rizki dan Lesti memang berteman dengan baik dengan orang-orang asli Arab di lingkungan sekitar rumah dan tempat kerja Rizki gitu. Lesti beradaptasi dengan keadaan gitu karena berteman dengan orang-orang asli Arab gitu, ya jadi Lesti sering membuat makanan untuk suami tercinta…makan khas Arab yang enak gitu. Rizki, Lesti, dan Mohan…jalan-jalan dengan baik ke tempat-tempat yang baik yang ada di Arab dengan tujuanya happy-happy gitu. Polisi Arab tetap dengan baik sih menjaga lingkungan sosial masyarakat dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat….baik dan aman. Polisi Arab memang bertindak tegas menangkap dan memenjarakan dengan baik…orang-orang yang berperilaku buruk demi lingkungan sosial masyarakat..baik dan aman gitu. Pertemanan yang baik Arbil dan Afan, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Afan adalah kafe gitu. Kafe pemiliknya adalah Yusuf dan Mutia. Ya Yusuf dan Mutia adalah suami istri gitu. Cerita di buat dengan baik sih, ya Arbil dan Afan di kafe...menunggu berbuka puasa gitu. Arbil dan Afan di kafe ngobrol dengan baik sih tentang sinetron Lorong Waktu yang cerita baru gitu. Pendapat Arbil dan Afan tentang sinetron Lorong Waktu…bagus sih ceritanya gitu, ya Arbil dan Afan mendapatkan ilmu-ilmu dengan baik tentang ajaran Islam gitu. Arbil dan Afan memang ngobrol sih tentang perusahaan-perusahaan Arab yang cabangnya ada di Jakarta jadi berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Jakarta gitu. Yaaa keinginan Arbil dan Afan sih ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang Hubungan Bilateral Indonesia dan Arab berkaitan dengan baik sih pertumbuhan ekonomi di Jakarta gitu. Memang sih obrolan Arbil dan Afan di kafe sekedar obrolan saja seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Adzan di kumandangkan dengan baik, ya tanda berbuka puasa. Arbil dan Afan berbuka puasa dengan baik di kafe, ya pendapat baiknya Arbil dan Afan tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Setelah berbuka puasa, ya Arbil dan Afan ke mesjid untuk ibadah sholat Magrib gitu. Memang kafe dekat dengan mesjid gitu. Cerita di buat dengan baik sih Arbil dan Afan menjalankan sholat isya dan tarawih di mesjid gitu. April dengan kedua orang tuanya menjalankan puasa dengan baik, ya April dan kedua orang tuanya menjalankan sholat magrib di rumah dan sholat isya dan tarawih berada di mesjid gitu. Arbil dan Afan menjalankan dengan baik kerja di perusahaan gitu. Afan sebenarnya suka dengan cewek yang bernama Novia. Ya Novia teman kerja Afan di perusahaan gitu. Afan di jodohkan dengan cewek yang bernama Sridevi, ya panggilannya Devi gitu. Ya Sridevi anaknya Hari dan Aulia gitu. Hari menjalankan usaha dealer mobil gitu. Devi menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Saiful dan Hari berteman baik, ya jadi keduanya memang sepakat menjodohkan Afan dan Devi gitu. Afan yang bertemu dengan Devi, ya Afan jatuh hati sama Devi jadi Afan setuju dengan perjodohan dengan Devi gitu. Devi suka sama Afan, ya jadi Devi setuju dengan perjodohan dengan Afan gitu. Perjodohan berhasil, ya rencana menikah Afan dan Devi di rencanakan dengan baik gitu. Arbil senang sih Afan dan Devi merencankan pernikahan dengan baik gitu. Devi yang punya teman baik yang bernama Melly gitu. Ya Melly memang satu fakultas dengan Devi. Melly anaknya Faul dan Rani gitu. Faul menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Arbil berteman dengan Melly karena Afan dan Devi gitu. Pertemanan Arbil dan Melly baik, ya keduanya ada rasa dan nyaman dengan baik pertemanan gitu. Arbil dan Melly jadian dengan baik gitu. Afan dan Devi senang sih dengan kisah cinta Arbil dan Melly gitu. Arbil dan Melly kisah cintanya baik, ya keduanya merencanakan menikah demi kebaikkan keduanya gitu. April memang menjalankan dengan baik sekolah SMA dan juga berteman baik dengan Lisa gitu. Robi menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Batam gitu. Robi anaknya Trian dan Adila gitu. Trian menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Robi memang membantu dengan baik sih usaha yang di jalankan dengan baik Ayahnya gitu. Robi berteman baik dengan teman satu fakultas yang bernama Fattah gitu. Fattah anaknya William dan Violet gitu. William kerjaannya menjalankan usaha toko pakaian gitu. Robi memang suka dengan cewek cantik tetangga depan rumahnya yang bernama April gitu. Ya pertemanan Robi dan April baik sih. Sebenarnya April suka dengan Robi gitu, ya April malu lah kalau cewek yang menyatakan cinta duluan sama cowok gitu. Robi suka dengan April. Robi sadar dengan keadaannya sih jadi memutuskan dengan baik sih Robi memendam rasa saja pada April, ya Robi fokus kuliah dengan baik sampai selesai kuliah dan kerja gitu, ya baru Robi menyatakan cinta sama April gitu. Robi tetap berteman baik sama April gitu. Memang sih pertemanan Robi dan April baik, ada rasa dan nyaman gitu. Arbil dan Afan tetap seperti biasa sih ke kafe gitu. Cerita memang di buat dengan baik sih…Arbil dan Afan di kafe sedang menunggu berbuka puasa gitu. Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang sinetron Petualangan Rahasia Queena gitu. Pendapat Arbil dan Afan sih tentang sinetron Petualangan Rahasia Queena…ceritanya bagus gitu, yaaa paling penting sih cerita tentang pertemanan…oke ceritanya gitu. Memang sih Arbi dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang Hubungan Bilateral Indonesia dengan Yordania berdasarkan berita media ini dan itu. Keinginan Arbil dan Afan sih tetap sih ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang perusahaan-perusahaan Yordania yang cabangnya ada di Jakarta berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Jakarta gitu. Obrolan Arbil dan Afan di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Adzan di kumandangkan, ya tanda Arbil dan Afan berbuka puasa gitu. Arbil dan Afan berbuka puasa dengan baik gitu. Setelah berbuka puasa, ya Arbil dan Afan ke mesjid untuk menjalankan ibadah sholat magrib gitu. Cerita di buat dengan baik sih, ya Arbil dan Afan menjalankan sholat isya dan tarawih di mesjid gitu. Valen dan Mila senang sih dengan April yang menjalankan puasa dengan baik gitu. Ya Valen, Mila, dan April ibadah sholat magrib di rumah dan sholat isya dan tarawih di mesjid gitu. Begitulah ceritanya!” kata Budi.
“Cerita yang bagus,” kata Eko.
“Sekedar cerita saja,” kata Budi.
“Kisah cinta,” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Lisa,” kata Eko.
“Begitulah ceritanya!!!!!” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
Eko dan Budi tetap asik main permainan Donkey Kong gitu.
No comments:
Post a Comment