Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...DMD Panggung Rezeki di chenel MNCTV....seperti biasa Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya sambil minum kopi dan makan keripik singkong.
Isi cerita yang di baca Budi :
Seorang naxalite bernama Beera Munda dan gengnya sibuk mengalihkan perhatian polisi, membakar kendaraan polisi dan memikat wanita untuk merayu polisi ke dalam perangkap di mana antek Beera menyerang dan membunuh mereka secara brutal. Saat dalam perjalanan berperahu, Raagini Sharma diculik oleh Beera, di mana suaminya SP Dev Pratap Sharma, diberitahu tentang kejadian tersebut. Terungkap bahwa Beera adalah pahlawan lokal di desanya, yang menjalankan pemerintahan paralel di daerah pedesaan dengan saudara-saudaranya – Mangal dan Hariya. Meskipun dianggap sebagai naxalite oleh polisi setempat, Beera dihormati oleh penduduk desa. Dia benar-benar menculik Raagini dengan harapan untuk membalas kematian saudara perempuannya Jamunia, di mana dia membawanya ke tebing untuk membunuhnya. Dia menolak untuk mati di tangannya dan melompat dari tebing ke air jauh di bawah, berharap untuk bunuh diri, tetapi tidak berhasil.
Hal ini menyebabkan Beera menunda pembunuhan, karena tidak mampu membunuh seseorang yang tidak takut mati. Dev dan timnya memasuki hutan dengan bantuan Sanjeevani Kumar, seorang penjara hutan setempat. Meskipun mencari jauh di dalam hutan, Dev tidak dapat memburu Beera. Sementara itu, Raagini (yang sebenarnya menderita Sindrom Stockholm) mengetahui bahwa Dev telah memimpin pertemuan melawan Beera selama pernikahan Jamunia, di mana tembakannya menyerempet Beera di leher. Berjuang untuk hidupnya, Beera tidak dapat melindungi saudara perempuannya dan dibawa keluar dari kegagalan itu oleh gengnya. Polisi menekan Jamunia untuk mengungkapkan tempat persembunyian Veera. Ketika dia menolak, dia menjadi sasaran penyiksaan dan diserang secara fisik oleh polisi. Beera kembali ke rumah untuk menemukan Jamunia tertekan dan trauma. Keesokan harinya, Jamunia bunuh diri dengan menenggelamkan diri di sumur terdekat. Tidak senang dengan cara memimpin perang yang menyebabkan tekanan pada gengnya, Hariya menawarkan gencatan senjata kepada Dev, yang awalnya tampaknya setuju.
Ketika Hariya tiba dari tempat persembunyiannya, Dev menembaknya hingga tewas dan mengungkapkan bahwa ia menganggap kehancuran Beera lebih penting daripada menyelamatkan Raagini. Beera dan Mangal marah dan menyerang perkemahan Dev yang kemudian mereka hancurkan sepenuhnya. Konfrontasi terakhir terjadi antara Beera dan Dev di sebuah jembatan reyot, di mana Beera menang atas Dev, tetapi meninggalkannya karena Dev diberi tahu bahwa ia membiarkannya hidup karena Raagini. Dev berhasil melepaskan diri dan menemukan Raagini terikat dan Veera meninggalkannya. Ketika kembali ke kampung halaman mereka, Dev menuduh Raagini berselingkuh dan memberitahunya bahwa Beera sebenarnya memberitahunya. Marah, Raagini meninggalkan Dev untuk menemui Beera melalui Mangal, di mana ia berhasil menemuinya dan bertanya kepadanya tentang tuduhan tersebut. Beera menyangkal tuduhan tersebut, di mana keduanya dengan cepat menyadari bahwa Dev berbohong, berharap Raagini akan membawanya ke tempat persembunyiannya. Dev muncul dengan tim polisi dan menghadapi Beera. Raagini mencoba menyelamatkan Beera, tetapi dia mendorongnya keluar dari garis tembak, dan tertembak beberapa kali, di mana Beera terjatuh hingga tewas sambil tersenyum sementara Ragini putus asa.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan keripik singkong. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu Remi!" kata Eko.
"Oke....main permainan kartu Remi!" kata Budi.
Budi mengambil kartu Remi di bawah meja, ya kartu Remi di kocok dengan baik dan kartu Remi di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main kartu Remi dengan baik.
"Aku mau cerita Eko!" kata Eko.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Budi.
"Begini ceritanya!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Di Jakarta, ya Temon tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Sopo. Rumah tangga yang di jalankan Sopo dengan Anggi baik sih. Lisa anaknya Sopo dan Anggi. Lisa menjalankan dengan baik sih kuliah di Univeristas yang ada di Jakarta. Temon berteman sama Lisa. Ya Lisa memang cantik dan perilakunya baik, ya Temon yang berteman dengan Lisa gitu. Temon suka dengan Lisa. Temon cukup berteman dengan Lisa karena Lisa berpacaran dengan Adit. Ya Adit kerjaannya sih wartawan di surat kabar Suara Rakyat. Jarwo dan Lily adalah orang tuanya Adit. Jarwo menjalankan usaha toko mainan gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Adit dan Lisa berjalan dengan baik sih. Adit kerjanya wartawan, ya Adit sudah banyak membuat artikel sih, ya dan salah satu artikel yang di buat Adit sih bercerita dengan baik sih tentang kebakaran rumah Romi gitu. Setelah di periksa dengan baik sih sama polisi, ya ternyata Romi memang punya musuh yang bernama Burhan. Permasalahan Romi dan Burhan adalah bisnis gitu. Ya Burhan dengan bantuan teman-temannya membuat rumah Romi kebakaran gitu. Polisi menangkap Burhan dan teman-temannya. Polisi memasukkan Burhan dan teman-temannya ke penjara gitu. Kisah cinta yang di jalankan Adit dan Lisa memang ada rencana menikah gitu. Temon kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA. Pemilik perusahaan PT. CAKRA adalah Doyok. Rumah tangga yang di jalankan Doyok dan Mili...baik sih. Temon suka membaca buku komik Partners for Justice, komik Falcon, komik Ultraman Max, dan komik Kesempatan dalam Kesempitan. Pendapat baik Temon tentang komik Partners for Justice, komik Falcon, komik Ultraman Max, dan komik Kesempatan dalam Kesempitan, yaaa ceritanya bagus, gambarnya bagus, dan karakter tokoh-tokohnya...bagus. Temon berteman baik sama Dodo. Ya Dodo kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAKRA. Dodo tinggal bersama Ayahnya yang bernama Ateng. Ibu Dodo yang bernama Lila sudah lama meninggal gitu. Ateng kerjaannya sih menjalankan usaha toko elektronik gitu. Dodo mengajak Temon ke club malam, ya tujuannya happy-happy gitu. Di club malam, ya ada DJ cantik yang bernama Ajeng. Dodo dan Temon suka sih dengan DJ Ajeng. Dodo dan Temon berteman baik sih sama Ajeng gitu. Dodo dan Temon sepakat sih untuk urusan jadian dengan Ajeng gitu. Persaingan sengit sih Dodo dan Temon urusan jadian dengan Ajeng. Ya Ajeng senang berteman dengan Dodo dan Temon. Ajeng senang sih di sukai sama Dodo dan Temon. Persaingan Dodo dan Temon urusan jadian dengan Ajeng di hentikan gitu karena Dodo dan Temon mengetahui dengan baik bahwa Ajeng menjalin hubungan dengan Ardian. Ya hubungan Ardian dan Ajeng sih sampai melakukan hubungan intim sih di hotel gitu. Ardian pemilik perusahaan PT. JAYA. Ardian memang punya istri yang bernama Melisa. Ya Ardian dan Melisa memang punya anak bernama Mimi. Ya Mimi menjalankan sekolah SD gitu. Melisa memang tidak tahu sih hubungan Ardian dengan Ajeng gitu. Ajeng mau sama Ardian karena kekayaan Ardian gitu. Ajeng juga mau jadi istri keduanya Ardian gitu. Ardian menikmati dengan baik sih hubungan kisah cinta dengan Ajeng. Temon dan Dodo yang berteman baik keduanya biasa ke kafe. Pemilik kafe adalah Toto. Ya Toto jomlo, ya masih nyaman dengan kejomloannya gitu. Temon dan Dodo di kafe, ya ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga sepak bola yang di tayangkan di Tv gitu. Temon dan Dodo keinginannya sih ingin ngobrol dengan baik sih sama Menteri Pertahanan tentang kinerja anggota DPRD di Jakarta berkaitan dengan baik sih pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan juga keamanannya gitu. Jika ada anggota DPRD di Jakarta...bermasalah lebih baik di gantikan dengan lebih baik gitu. Memang sih obrolan Temon dan Dodo di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Temon dan Dodo kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAKRA. Temon berteman baik sih dengan cewek yang bernama Jasmin. Ya Jasmin rumahnya dekat dengan rumah kontrakan Temon. Jasmin kerja dengan baik di Apotik. Jojon dan Mia adalah orang tuanya Jasmin. Jojon kerjaannya jualan bakso gitu. Temon yang berteman dengan Jasmin, ya Temon suka dengan Jasmin. Temon pernah sih suka dengan cewek yang bernama Eca Aura, ya Temon di tolak Eca Aura gitu. Eca Aura menolak Temon karena Eca Aura jadian dengan Alex. Ya Alex menjalankan usaha dealer motor. Eca Aura memang menjalankan toko roti gitu. Aksa dan Diana adalah orang tuanya Eca Aura. Aksa pemilik toko roti gitu. Temon yang suka dengan Jasmin, ya Temon ingin jadian sama Jasmin. Temon mengetahui dengan baik sih bahwa Eca Aura putus sama Alex karena Alex menjalin hubungan kisah cinta sama Tina gitu. Temon berpikir dengan baik sih untuk jadian dengan Jasmin apa Eca Aura?. Dodo dan Temon yang biasa ke kafe gitu. Di kafe ada pegawai baru yang bernama Diva. Temon dan Dodo suka dengan Diva. Dodo dan Temon berteman baik sama Diva. Ya Diva anaknya Tono dan Devi. Tono menjalankan kerjaan bangunan rumah gitu. Dodo dan Temon membuat kesepakatan sih urusan jadian dengan Diva. Persaingan sengit sih Dodo dan Temon urusan jadian dengan Diva. Temon sebenarnya sih pura-pura bersaing dengan Dodo urusan jadian dengan Diva karena Temon yang menyukai dengan baik Jasmin dan Eca Aura, ya Temon masih berpikir dengan baik sih untuk memilih Jasmin apa Eca Aura?. Dodo berhasil jadian dengan Diva. Temon senang saja sih Dodo jadian dengan Diva. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Dodo dan Diva. Temon mengikuti rasa di hati sih, ya Temon memilih Eca Aura. Temon berusaha dengan baik untuk jadian dengan Eca Aura. Temon menyatakan cinta yang kedua kali sama Eca Aura dan Eca Aura menerima cinta Temon. Ya Temon senang sih cintanya di terima Eca Aura. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Temon dan Eca Aura. Dodo dan Diva senang sih dengan kisah cinta Temon dan Eca Aura gitu. Temon dan Jasmin tetap berteman baik sih. Temon dan Dodo tetap kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAKRA.Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik sih tokoh Temon dan tokoh Dodo," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan kartu Remi gitu.