CAMPUR ADUK

Tuesday, July 14, 2026

JAI HO! DEMOCRACY

Malam hari. Bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di chenel ANTV, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan keripik kentang.

Isi cerita yang yang di baca Budi :

Sebuah insiden aneh di kamp India di sepanjang LoC memicu perang kata-kata dengan rekan-rekan mereka dari Pakistan di sisi lain wilayah tak bertuan itu. Berita tentang kebuntuan antara kedua kamp ini bocor ke reporter berita yang sangat antusias dan dalam waktu singkat, berita menyebar di televisi nasional bahwa India dan Pakistan berada di ambang perang.

Pengungkapan sensasional ini, tanpa bukti konkret apa pun, mengejutkan publik dan pemerintah. Badan-badan internasional juga khawatir. Menteri Dalam Negeri, dalam upaya untuk mengulur waktu, membentuk rapat komite untuk membahas situasi tersebut, dengan menyatakan bahwa mereka akan memutuskan apakah India harus berperang atau tidak.

Dipimpin oleh mantan Hakim Mahkamah Agung, komite tersebut terdiri dari anggota parlemen, mantan tentara, dan pekerja LSM. Yang terjadi selanjutnya adalah serangkaian kejadian lucu dalam rapat komite, di mana para anggota, yang mengandalkan alasan konyol tentang apa yang disebut aturan dan etiket parlemen, saling serang dengan sekuat tenaga. Dalam waktu singkat, pokok bahasan yang sebenarnya hilang dalam kekacauan dan mereka terlibat dalam bentrokan ego yang sangat remeh dan pribadi. Semua ini… bahkan ketika tentara, pemerintah, publik, dan badan-badan dunia menunggu dengan napas tertahan untuk keputusan mereka. Hingga akhirnya, tempat rapat komite berubah menjadi medan perang, dengan para anggota saling berebut tenggorokan.

Cerita ini mengambil sudut pandang yang lucu tentang cara para penguasa suka menunda-nunda dan mempertahankan status quo, tidak terpengaruh oleh beratnya situasi yang ada. Cerita ini mengeksplorasi kelucuan dari tingkat-tingkat yang dapat ditempuh media untuk membesar-besarkan isu. Cerita ini juga memberikan pesan harapan bagi perdamaian melalui sekilas kemungkinan utopis, meskipun sesaat, antara pasukan kedua negara tetangga.

***

Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan keripik kentang. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi. Eko melihat dengan baik sih di meja ada topeng gitu, ya Eko mengambil topeng dengan baik.

"Budi membuat topeng yang terbuat dari kardus?" kata Eko.

"Aku memang membuat dengan baik topeng dari kardus...Eko, ya nilai kreatifitas aku saja gitu," kata Budi.

"Topeng....Gavan," kata Eko.

"Iya Eko...topeng Gavan!" kata Budi.

Eko memakai dengan baik topeng Gavan.

"Keren kan Budi.....aku pake topeng Gavan?" kata Eko.

"Keren Eko!" kata Budi.

Eko melepaskan topeng Gavan gitu.

"Suka dengan Gavan di buat dengan baik topengnya," kata Eko.

"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.

"Cerita Gavan...bagus kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa bagus sih cerita Gavan!" kata Budi.

Eko menaruh topeng Gavan di meja.

"Penonton terhibur dengan baik acara Tv yang bagus....Gavan," kata Eko.

"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.

"Topeng," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Hidup ini...masih kan Budi....tentang orang-orang berpura-pura di lingkungan sosial masyarakat di umpakan pake topeng gitu?" kata Eko.

"Ya iyalah Eko....hidup ini...masih sih tentang orang-orang berpura-pura di lingkungan sosial masyarakat di umpakan pake topeng. Ya make topeng mencerminkan citra baik, ya setelah topeng di lepas sih...buruk sih kelakuannya," kata Budi.

"Contoh orang yang pake topeng adalah pejabat pemerintahan yang citra baik di depan umum, ya ternyata permainan di belakang sih...korupsi," kata Eko.

"Bener sih contoh...Eko!" kata Budi.

"Contoh orang yang make topeng di lingkungan sosial masyarakat adalah tukang parkir yang ngatur urusan parkir motor dan mobil, ya ternyata tukang parkirnya pencuri motor," kata Eko.

"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.

"Hidup ini harus berhati-hati di lingkungan sosial masyarakat mana pun, ya termasuk di pergaulan remaja gitu," kata Eko.

"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.

"Penegak hukum harus bertindak dengan baik sih menangkap dan memenjarakan orang-orang yang berperilaku buruk dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat jadi baik," kata Eko.

"Omongan Eko....benar sekali!" kata Budi.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!. Karena dunia ini ada yang lebih baik sih dari obrolan aku dan Eko sih, ya yang lebih baik sih obrolan acara Tv dan Radio!" kata Budi.

"Memang obrolan acara Tv dan Radio...lebih baik!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan kartu Remi saja Budi!" kata Eko.

"Oke...main permainan kartu Remi saja!" kata Budi.

Budi mengambil topeng Gavan di meja, ya topeng Gavan di taruh di bawah meja dan mengambil kartu Remi, ya kartu Remi di kocok dengan baik dan kartu Remi di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main permainan kartu Remi dengan baik.

"Emmm," kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi. 

"Budi mau cerita. Yaaa silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko. 

"Begini ceritanya!" kata Budi. 

"Emmm," kata Eko.

"Di Jakarta, ya Azzam tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Temon. Rumah tangga yang di jalankan Temon dan Juminten...baik. Adit anaknya Temon dan Juminten. Adit menjalankan dengan baik kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Ya Adit memang suka membaca komik Six Flying Dragons, komik Ultraman Seven, komik Balada Dua Jagoan, dan komik Saya Duluan Dong. Pendapat baik Adit tentang komik Six Flying Dragons, komik Ultraman Seven, komik Balada Dua Jagoan, dan komik Saya Duluan Dong, ya ceritanya bagus, gambarnya bagus, dan karakter tokoh-tokohnya bagus gitu. Adit berpacaran dengan Lisa. Ya Lisa memang satu fakultas satu Universitas dengan Adit. Jarwo dan Juwita adalah orang tuanya Lisa. Jarwo kerjaannya dokter di rumah sakit yang ada di Jakarta. Lisa sukanya musik gitu. Adit yang berpacaran dengan baik sama Lisa, ya Adit menemani dengan baik Lisa ke acara musik ini dan itu dengan tujuannya happy-happy gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Adit dan Lisa baik sih. Ada cowok yang menyukai Lisa, ya nama cowok Angga. Ya Angga memanga satu fakultas satu Universitas dengan Lisa dan Adit. Memang sih Angga tidak suka sih hubungan Lisa dan Adit. Angga yang ingin bersama Lisa, ya Angga merencanakan untuk membuat hubungan Adit dan Lisa putus gitu. Azzam memang berteman baik sama Lisa dan Adit. Azzam kerja dengan baik sih di perusahaan PT. MAKMUR. Pemilik perusahaan PT. MAKMUR adalah Sopo. Ya Sopo menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Juleha gitu. Rencana Angga membuat Lisa dan Adit putus, ya gagal semua sih rencana Angga gitu dan hubungan kisah cinta Lisa dan Adit makin baik dan baik gitu. Angga pada akhirnya menyadari sesuatu sih ketika membaca artikel di jaringan internet...bahwa diri Angga terobsesi menyukai Lisa dan harus bersama Lisa gitu. Angga berusaha menyembuhkan diri dengan cara ibadah ke pada Tuhan gitu. Hasil dari ibadah pada Tuhan, ya Angga sembuh dari obsesinya menyukai Lisa gitu. Angga melupakan rasa sukanya pada Lisa gitu dan Angga fokus kuliah dengan baik demi masa depan yang baik gitu. Azzam memang sering menghubungi dengan baik orang tuanya yang tinggal di Menado, ya Sulawesi Utara, ya di hubunginya dengan Hp gitu. Aditiya dan Cintiya orang tuanya Azzam. Aditiya kerjaannya guru SMP gitu. Azzam senang sih keadaan kedua orang tuanya di Menado baik-baik saja. Kedua orang tua senang sih keadaan Azzam di Jakarta baik-baik saja. Azzam berteman baik sih dengan Dani. Rumah Dani dekat dengan rumah kontrakan Azzam gitu. Dani tinggal dengan baik sama Adiknya yang bernama Eca Aura. Orang tua Dani dan Eca Aura telah lama meninggal gitu. Dani kerjaannya sopir mobil Taxi dan Eca Aura kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Pertemanan Azzam dan Dani yang baik, ya keduanya biasa sih ngobrol dengan baik di Warkop. Pemilik Warkop adalah Doyok gitu. Ya Doyok statusnya duda sih. Istrinya Doyok yang bernama Melinda meninggalkan Doyok sih demi cowok kaya yang bernama Burhan. Ya Burhan menjalankan usaha dealer mobil gitu. Rumah tangga yang di jalankan Burhan dan Melinda baik sih. Azzam dan Dani ngobrol dengan baik sih di Warkop tentang sepak bola yang di tayangkan di Tv. Keinginan Azzam dan Dani sih ingin ngobrol dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja anggota DPRD...komisi ini dan itu sih...di Sumatra Barat berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat dan juga keamanannya gitu. Memang sih obrolan Azzam dan Dani di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Azzam kerja dengan baik di perusahaan PT. MAKMUR. Dani kerja dengan baik sopir mobil Taxi gitu. Azzam memikirkan dengan baik sih cewek yang di sukai Diva. Ya Diva teman kuliah Azzam di Menado sampai sekarang sih. Diva anaknya Ateng dan Alisa gitu. Ateng menjalankan usaha rumah makan gitu. Azzam ingin bertemu dengan Diva sih, ya Azzam ingin menyatakan cinta sama Diva gitu. Berdasarkan informasi sih dari teman-teman Azzam, ya Diva berada di Jakarta. Azzam memang mencari keberadaan Diva di Jakarta gitu. Diva memang di Jakarta, ya Diva tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Jojon. Ya Jojon menjalankan rumah tangga dengan baik sama Laras gitu. Jonatan adalah anaknya Jojon dan Laras. Jonatan kerjanya dokter di rumah sakit yang ada di Jakarta gitu. Diva kerja dengan baik di perusahaan PT. NIRWANA. Pemilik perusahaan PT. NIRWANA adalah Romi. Rumah tangga yang di jalankan Romi dengan Renata baik sih. Dani berteman baik sih dengan cewek yang bernama Jasmin. Ya Jasmin penjual gorengan. Udin dan Mawar adalah orang tuanya Jasmin. Ya Udin jualan gorengan gitu. Rumah Jasmin dekat sih dengan rumahnya Dani. Ajeng yang kerjaannya jualan jamu gendong. Ya Ajeng suka dengan Dani gitu. Rumah Ajeng dekat sih dengan rumah Dani gitu. Asrul dan Melati adalah orang tuanya Ajeng gitu. Asrul kerjaannya sih jualan somay gitu. Ajeng yang suka dengan Dani, ya Ajeng menjalankan pendekatan dengan baik sih sama Dani dengan tujuannya Ajeng jadian dengan Dani gitu. Dani yang suka dengan Jasmin, ya Dani berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Jasmin gitu. Ajeng memang tidak suka sih Dani dekat dengan Jasmin gitu. Ajeng lebih agresif lagi sih agar jadian dengan Dani gitu. Azzam dan Dani biasa sih ke Warkop. Di Warkop, ya Azzam dan Dani ngobrol dengan baik sih tentang artis Selfi, ya biasa di bilang sih Azzam dan Dani suka dengan artis Selfi karena penampilannya yang cantik dan juga lagunya bagus gitu. Obrolan Azzam dan Dani sih sampai urusan persaingan sehat sih jika ingin jadian sama artis Selfi gitu. Keputusnya sih ada pada artis Selfi sih, ya siapa yang di pilih gitu?. Memang sih obrolan Azzam dan Dani tentang artis Selfi....sekedar obrolan saja gitu. Keinginan Azzam dan Dani sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja orang-orang di dinas ini dan itu...di Sumatra Barat berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat dan keamanan gitu. Jika ada orang pemerintahan di dinas ini dan itu di Sumatra Barat bermasalah...lebih baik di pecat dan di gantikan dengan baik sama yang lebih baik gitu. Memang sih obrolan Azzam dan Dani di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Azzam kerja dengan baik di perusahaan PT. MAKMUR. Dani kerja dengan baik sopir mobil Taxi gitu. Azzam bertemu juga dengan Diva, ya pertemuan tidak sengaja di jalan gitu. Azzam memang ngobrol dengan baik sama Diva di kafe gitu. Diva sekarang ini berpacaran dengan Jonatan gitu. Azzam mengerti dengan baik sih keadaan bahwa Diva berpacaran dengan Jonatan gitu. Setiap manusia punya sisi baik dan sisi buruk. Sisi buruknya Azzam memang ada keinginan sih untuk mendapatkan Diva dengan cari ke dukun, ya Diva di pelet gitu. Sisi baiknya Azzam yang memahami ilmu agama, ya Azzam harus menerima keadaan sih Diva menjalankan pacaran dengan baik sama Jonatan gitu. Azzam dan Diva tetap berteman baik sih. Azzam menghapuskan saja sih rasa sukanya sama Diva gitu. Hubungan kisah cinta Diva dan Jonatan baik sih. Dani yang mendapat kabar sih bahwa Ajeng tidak jualan jamu gendong karena terpelet dan kakinya terkilir gtu. Dani khawatir dengan baik sih dengan keadaan Ajeng gitu. Dani menjenguk Ajeng di rumahnya gitu. Ajeng senang sih bertemu dengan Dani, ya Ajeng senang sih di jenguk Dani yang khawatir dengan keadaan Ajeng gitu. Dani baru menyadari dengan baik sih, ya yang di sukai Dani adalah Ajeng gitu. Dani dan Ajeng yang saling suka jadinya jadian dengan baik gitu. Dani cukup berteman saja dengan Jasmin gitu. Setelah sembuh dari kakinya terkilir, ya Ajeng jualan jamu gendong dengan baik sih. Hubungan kisah cinta Dani dan Ajeng baik sih. Azzam senang sih dengan kisah cinta Dani dan Ajeng gitu. Azzam dan Eca Aura memang berteman sih. Selama ini, ya Eca Aura suka dengan Azzam. Setelah menghapuskan rasa suka pada Diva, ya Azzam menyadari dengan baik sih bahwa dirinya suka dengan Eca Aura gitu. Azzam memang berusaha dengan baik untuk jadian dengan Eca Aura. Usaha Azzam berhasil jadian dengan Eca Aura karena Eca Aura suka dengan Azzam. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Azzam dan Eca Aura. Dani dan Ajeng senang sih dengan kisah cinta Azzam dan Eca Aura gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus!" kata Eko. 

"Sekedar cerita saja!" kata Budi. 

"Pertemanan yang baik sih tokoh Azzam dan tokoh Dani," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi.

"Kisah cinta tokoh Azzam dan tokoh Dani," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Eko dan Budi tetap asik main permainan kartu Remi gitu.

CAMPUR ADUK

JAI HO! DEMOCRACY

Malam hari. Bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di chenel ANTV, ya seperti bi...

CAMPUR ADUK