Malam yang gelap, ya bintang bertaburan di langit dan bulan bersinar dengan baik di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus sinetron tema cinta di chenel SCTV gitu, ya seperti biasa sih...Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu, yaaa sambil minum kopi dan makan singkong rebus.
Isi cerita yang baca Budi :
Ceritanya berlatar di Pakistan pada tahun 1977, enam tahun setelah Perang Pembebasan Bangladesh tahun 1971. Tahanan perang India dari perang tahun 1971 ditahan di kamp penjara bersama dengan beberapa tahanan dari perang tahun 1965. Tahanan perang tahun 1971 tetap sehat, tetapi tahanan perang tahun 1965 menjadi gila karena putus asa. Mayor Suraj Singh dari 18th Rajputana Rifles, Kapten Kabir, Kapten Jacob dan Subedar Ahmed membahas fasilitas kamp yang bagus. Mereka telah dipindahkan ke kamp dari beberapa penjara Pakistan. Keesokan paginya, sebuah truk tentara melaju menuju kamp dengan beberapa tahanan perang India lagi. Kelompok ini termasuk Letnan Penerbang Ram, Letnan Penerbang Gurtu dan Kolonel Puri. Mereka mencuri dompet penjaga dan mendapatkan kartu identitas tentara Pakistan di jalan. Para tahanan perang menyadari bahwa mereka berada di tempat yang berjarak kurang dari 200 km dari perbatasan Indo-Pakistan. Tempat itu, terungkap kemudian, adalah Chaklana. Ketika Kolonel Puri diberi tahu tentang hal ini dan ide pelarian diajukan, ia menolaknya. Alasannya adalah bahwa mungkin mereka akhirnya akan dipulangkan dan bahwa upaya yang gagal dapat mengakibatkan mereka semua terbunuh. Kolonel Pakistan Shakoor tiba di kamp Chaklala; ia memberi tahu Kolonel Puri dan Mayor Singh bahwa semua tawanan perang akan dipulangkan. Kolonel Pakistan Shakoor juga mengizinkan tawanan perang India untuk menonton film apa pun. Pada hari pemutaran film, Ahmed mencuri koran dan menemukan bahwa ini adalah kebohongan yang dibuat untuk menutupi keberadaan tahanan India kepada Palang Merah, dan rencana untuk melarikan diri pun dimulai. Sebagai perayaan untuk tanggal 14 Agustus, seorang penyanyi Ghazal diundang ke kamp. Para prajurit, setelah berhasil memalsukan identitas palsu dan memperoleh seragam Pakistan, berencana untuk menggunakan acara tersebut sebagai kedok untuk melarikan diri mereka. Ahmed mengorbankan dirinya untuk meledakkan ruang amunisi dan ruang listrik, dan tewas dalam ledakan itu. Lima lainnya melarikan diri bersama penyanyi itu, yang mereka lepaskan. Orang-orang Pakistan mengetahui pelarian itu. Setelah memindahkan paksa semua tawanan perang India kembali ke penjara Pakistan, mereka memulai perburuan besar-besaran terhadap lima tahanan, yang dipimpin oleh Shakoor. Mereka menyembunyikan identitas para tahanan sebagai tawanan perang India dan mengklaim bahwa mereka adalah penjahat biasa. Penyanyi itu sebenarnya adalah bagian dari komisi hak asasi manusia Pakistan dan melaporkan kepada pemimpin komisi bahwa pemerintah mereka menahan tawanan perang India secara ilegal. Pemimpin itu marah atas penipuan itu dan berjanji untuk memberi tahu Palang Merah. Jacob menembak dirinya sendiri karena tidak dapat menahan rasa sakit setelah ia terluka selama mereka tinggal di tempat persembunyian. Ram menembak Shakoor lalu menghancurkan banyak kendaraan regu pencari dengan meledakkan granat pada dirinya sendiri, membantu rekan-rekannya untuk menghindari penangkapan. Pemimpin hak asasi manusia dan Palang Merah tiba dan menanyai militer Pakistan tentang tawanan perang yang hilang, tetapi mereka dihalangi untuk menemukan hasil yang serius. Kaki Kabir hancur saat mengendarai sepeda motor yang ditangkap selama pelarian mereka, lalu mengalami radang dingin karena kecelakaan. Ia meninggal dengan tenang dalam tidurnya saat mereka mencapai sangat dekat dengan perbatasan India. Suraj ditembak dan dibunuh oleh orang Pakistan saat ia hendak menyeberang ke wilayah India dan jasadnya dibawa pergi oleh orang Pakistan. Gurtu menyaksikan kematian Suraj dan ditangkap kembali oleh orang Pakistan di luar layar.
Sekarang tahun 2007. Tempat itu adalah Penjara Multan di Pakistan. Kita melihat seorang lelaki tua berjalan di kompleks penjara. Ia telah membuat lima gundukan tanah kecil dan menaruh beberapa bunga di atasnya. Ia duduk di tanah di samping gundukan tanah itu dan membuka-buka buku harian penjara Mayor Suraj Singh. Lelaki tua ini adalah Gurtu. Ia berkata bahwa mustahil untuk hidup tanpa harapan, dan bahwa ia hidup karena harapan. Terungkap bahwa masih ada 54 tawanan perang India dari tahun 1971 di penjara Pakistan, dan mereka terakhir terlihat hidup pada tahun 1988.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmmmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motor Eko di depan rumah Budi gitu. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Main permainan Donkey Kong saja Budi!!!!!” kata Eko.
“Oke…main permainan Donkey Kong!!!!!” kata Budi.
Budi mengambil permainan Donkey Kong di bawah meja, ya permainan Donkey Kong di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Donkey Kong dengan baik gitu.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Budi mau cerita apa tidak?” kata Eko.
“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.
“Silakan Budi bercerita dengan baik! Ya aku mendengarkan dengan baik sih cerita Budi sih seperti mendengarkan sandiwara radio!” kata Eko.
“Begini ceritanya!!!!!” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Valen dan Mila menjalankan dengan baik rumah tangga. April anak keduanya Valen dan Mila. Arbil anak pertamanya Valen dan Mila. Arbil tidak tinggal di Batam, ya Arbil tinggal dengan baik di Jakarta. Di Jakarta Arbil tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Saiful dan Dewi. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Saiful dan Dewi, ya anak dua gitu. Anak pertama Saiful dan Dewi adalah Lesti. Anak keduanya Saiful dan Dewi adalah Eby. Lesti tidak tinggal di Jakarta, ya Lesti tinggal di Macau dengan suami yang bernama Rizki dan anak bernama Raisa. Ya Raisa…balita gitu. Rizki memang kerja dengan baik sih di perusahaan yang ada di Macau gitu. Rizki anaknya Ridwan dan Rara gitu. Ridwan menjalankan usaha bengkel mobil dengan baik gitu. Ridwan dan Rara memang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Rizki, Lesti, dan Raisa…memang tinggal dengan baik di rumah kontrakan di daerah komunitas orang-orang Indonesia yang tinggal dan kerja dengan baik di Macau gitu. Orang-orang China di Macau tetap menjalankan dengan baik sih tradisi dan budaya dari leluhur gitu dengan tujuannya tetap lestari demi diri, keluarga, dan orang lain gitu. Ya Orang-orang China di Macau memang mengerti dengan baik perbedaan dari agama yang di yakini gitu, ya jadi orang-orang China menghargai dan menghormati perbedaan dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat di Macau…rukun gitu. Polisi Macau memang bertindak dengan tegas dengan menangkap dan memenjarakan orang-orang yang berperilaku buruk di lingkungan sosial masyarakat dengan tujuannya sih lingkungan sosial masyarakat jadi baik dan aman gitu. Rizki dan Lesti memang merasakan dengan baik kompetisi dari usaha-usaha yang di jalankan orang-orang yang tinggal dengan baik di Macau, ya bagi yang memahami ilmu agama sih…hasil adalah rezeki masing-masing gitu. Memang sih Rizki dan Lesti berbaur dengan baik di lingkungan di sekitar rumah dan tempat kerja Rizki di perusahaan gitu, ya jadi Rizki dan Lesti berteman dengan orang-orang China yang tinggal dengan baik di Macau gitu. Rizki, Lesti, dan Raisa jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Macau tujuannya happy-happy gitu. Eby kerjaannya tentara gitu. Zahra menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Zahra anaknya Fildan dan Selfi. Fildan menjalankan usaha dealer motor gitu. Eby berteman baik sama Zahra gitu. Pertemuan pertama Eby dan Zahra di warkop gitu. Burhan kerjaannya memang preman gitu. Burhan belajar ilmu hitam dengan dukun gitu dengan tujuannya Burhan kebal dan kuat jadi lawan-lawannya tunduk pada Burhan gitu. Burhan memang suka main pelacuran dengan cewek yang bernama Mawar gitu. Ketika Burhan selesai urusan dengan Toto. Ya Toto di buat tidak berdaya di gang gitu karena di hajar Burhan gitu. Burhan melihat cewek cantik yang keluar dari warkop gitu. Burhan ingin mendapatkan cewek tersebut. Memang Burhan mencari tahu sih nama cewek adalah Zahra gitu. Burhan tergila-gila dengan kecantikan Zahra, ya Burhan ingin Zahra jadi milik Burhan gitu. Burhan bertemu dengan Zahra gitu. Burhan memang menggunakan ilmu dari dukun, ya jadi Zahra terhipnotis gitu. Eby memang janjian bertemu dengan Zahra, ya Eby melihat Zahra di bawa orang tidak di kenal gitu. Eby menghampiri orang yang membawa Zahra. Burhan menyerang Eby gitu. Ya Eby menghidari serangan Burhan gitu. Eby memang melancarkan serangan berupa tinjuan ke muka Burhan gitu. Burhan tidak merasa sakit karena ilmunya kebal gitu. Burhan pun meninju Eby gitu dan kena bagian perut gitu. Eby merasa kesakitan karena tinjuan dari Burhan gitu. Burhan menunjukkan dengan baik kekuatannya dari ilmu yang di dapatkan dari dukun gitu. Eby yang menyadari bahwa lawannya menggunakan ilmu hitam, ya jadi Eby membaca doa gitu yang di ajarkan dengan baik sama guru ngajinya yang bernama Andre gitu. Eby menyerang dengan baik Burhan. Ya Burhan terkena serangan tinjuan dari pukulan Eby di bagian perut, ya Burhan kesakitan gitu. Ilmu kebalnya Burhan menghilang gitu. Eby menyadari dengan baik lawannya kehilangan ilmu kebal gitu. Eby dan Burhan bertarung dengan sengit sih. Eby bisa mengalahkan dengan baik Burhan gitu. Ya Burhan terkapar di jalan gitu. Zahra keadaan sadar sih dari hipnotis Burhan gitu. Ya Zahra berterima kasih di tolong sama Eby gitu. Burhan di bawa sama Eby ke kantor polisi. Ya polisi langsung memasukkan Burhan ke penjara gitu. Polisi bergerak semua untuk menangkap semua preman yang berkaitan dengan Burhan gitu. Semua preman di lingkungan sosial masyarakat di tangkap polisi dan preman di penjara dengan baik gitu. Eby dan Zahra pertemanannya baik dan keduanya jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Eby dan Zahra gitu, ya keduanya merencanakan menikah gitu. Kerjaan Eby tentara….baik dan kuliah Zahra juga….baik gitu. Arbil yang tinggal dengan baik di rumah kontrakan, ya Arbil memang kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAKRA gitu. Valen, Mila, dan April senang sih Arbil kerja dan tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Valen memang menjalankan dengan baik sih usaha bengkel mobil gitu. Mila memang membantu dengan baik sih usaha bengkel mobil yang di jalankan Valen, ya Mila bagian keuangan gitu. Mila tetap sih ngumpul dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumah gitu….urusan pengajian. April menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Batam gitu. Arbil yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Arbil memang berteman baik sih sama teman kerja yang bernama Afan gitu. Ya Afan anaknya Samsul dan Aliya gitu. Samsul menjalankan usaha toko pakaian gitu. Pertemanan Arbil dan Afan yang baik, ya keduanya memang jalan-jalan sih ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Afan adalah kafe gitu. Kafe pemiliknya adalah Yusuf dan Della gitu. Memang sih…Yusuf dan Della…suami istri gitu. Di kafe, ya Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang pembangunan politik pada masa Refomasi gitu. Pendapat Arbil dan Afan tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Keinginan Arbil dan Afan ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi gitu. Memang sih obrolan Arbil dan Afan di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Arbil dan Afan seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan gitu. Afan sedang dekat dengan cewek yang bernama Sridevi, ya panggilannya Devi. Pertemuan pertama Afan dan Devi di kafe, ya Afan jatuh hati pada Devi jadinya keduanya berteman baik gitu. Devi anaknya Kenzo dan Sandra. Kenzo menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Kerjaannya Devi adalah wartawati di surat kabar Suara Rakyat gitu. Salah satu artikel yang di buat Devi sih tentang cewek yang bernama Juleha yang di bunuh suaminya sendiri yang bernama Jono gitu. Ya Jono memang kerjaannya preman, ya minum arak dan pengedar narkoba gitu. Memang Jono di tangkap polisi dan di penjara gitu. Berdasarkan kesaksian Jono, ya kenapa Jono membunuh istri Juleha? Karena Jono kesambet roh jahat gitu, ya Jono memang menyimpan jimat dari dukun gitu. Afan yang berteman baik sama Devi, ya Afan ingin jadian dengan Devi gitu. Usaha yang di jalankan Afan yang ingin jadian dengan Devi, ya Afan berhasil jadian dengan Devi gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Afan dan Devi gitu. Arbil senang sih dengan kisah cinta Afan dan Devi gitu. Arbil sekarang ini dekat dengan dua cewek gitu, ya Tasya dan Melly gitu. Tasya kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU. Pertemuan pertama Tasya dan Arbil di kafe, ya keduanya berteman baik gitu. Tasya anaknya Ferdi dan Syakirah gitu. Ferdi menjalankan usaha toko Hp gitu. Melly tetangga depan rumah kontrakan Arbil gitu. Melly anaknya Faul dan Rani. Faul menjalankan usaha rumah makan Nusantara gitu. Melly memang kerja dengan baik di rumah makan orang tuanya gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Melly baik gitu. Nama juga Arbil cowok gitu, ya Arbil dalam khayalannya sih mendapatkan Tasya dan Melly…bahagia gitu. Kenyataannya sih Arbil harus memilih antara Tasya dan Melly gitu. Arbil ingin menyatakan cinta sama Tasya, ya tetapi Arbil telat gitu Tasya telah jadian dengan teman kerja yang bernama Redy gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Redy dan Tasya gitu. Arbil memutuskan dengan baik menyatakan cinta sama Melly saja. Melly memang suka sama Arbil gitu. Melly menerima cinta Arbil gitu. Arbil senang cintanya di terima Melly gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Arbil dan Melly gitu. Afan senang sih dengan kisah cinta Arbil dan Melly gitu. April yang menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Batam, ya April berteman dengan baik dengan teman kuliah yang bernama Lisa gitu. Lisa anak Fattah dan Zahra gitu. Fattah menjalankan usaha minimarket gitu. Pertemanan yang baik April dan Lisa memang keduanya jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Lisa memang berpacaran dengan Jhon gitu. Ya Jhon memang satu fakultas dengan Lisa dan April gitu. Jhon anaknya Aditiya dan Cintya gitu. Aditiya kerjaannya pengacara gitu. Hubungan kisah cinta Jhon dan Lisa baik gitu. Robi tetangga depan rumah April gitu. Robi kerjaannya polisi gitu. Ya Robi anaknya Alfa dan Jenny gitu. Alfa menjalankan usaha toko kain gitu. Robi memang berteman baik sih sama April gitu. Robi yang kerjaannya polisi menjalankan dengan baik kerjaannya gitu. Di lingkungan sosial masyarakat di Batam…memang ada orang-orang yang berperilaku buruk gitu. Robi bertindak tegas sih menangkap dan memenjarakan orang-orang yang berperilaku buruk di lingkungan sosial masyarakat dengan tujuan sih lingkungan sosial masyarakat jadi baik dan aman gitu. April memang suka dengan Robi. Ya Robi yang suka dengan April, ya Robi berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan April gitu. Usaha Robi berhasil jadian dengan April gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Lisa senang sih dengan kisah cinta Robi dan April yang baik gitu. Begitulah ceritanya!” kata Budi.
“Cerita yang bagus,” kata Eko.
“Sekedar cerita saja! Yaaa dunia ini ada yang lebih baik bercerita dari pada aku sih, ya paling baik bercerita adalah sinetron dan film….produksi dalam negeri dan luar negeri….berkaitan dengan ekonomi gitu!” kata Budi.
“Aku paham omongan Budi!!!!” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Kisah cinta,” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Lisa,” kata Eko.
“Ya begitulah ceritanya!!!!!” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
Eko dan Budi tetap asik sih main permainan Donkey Kong gitu.