Malam yang gelap bertabur bintang di langit, ya bulan memang bersinar dengan baik sih. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus sih....seni dan kebudayaan suku Madura di chenel TVRI, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai sih sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus.
"Baca cerpen saja!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik sih dan cerpen di baca dengan baik sih.
Isi cerita yang di baca Budi :
Cerita ini dimulai dengan seorang profesional muda yang tiba-tiba menjadi buta di dalam mobilnya saat berada di persimpangan jalan, dan pandangannya menjadi putih. Seorang pejalan kaki yang tampak baik hati menawarkan untuk mengantarnya pulang. Namun, ia kemudian mencuri mobil orang buta itu. Ketika istri orang buta itu kembali ke rumah, ia membawanya ke dokter mata yang tidak dapat mengidentifikasi adanya masalah dan merujuknya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Keesokan harinya, dokter tersebut menjadi buta, dan menyadari bahwa kebutaannya pasti disebabkan oleh penyakit menular. Di seluruh kota, semakin banyak warga yang menjadi buta, menyebabkan kepanikan yang meluas, dan pemerintah menyelenggarakan karantina bagi para tuna netra di rumah sakit jiwa yang terbengkalai. Ketika kru hazmat datang untuk menjemput dokter tersebut, istrinya berbohong bahwa dia juga menjadi buta agar dapat menemaninya.
Di rumah sakit jiwa itu, dokter dan istrinya adalah orang pertama yang tiba dan sepakat untuk merahasiakan penglihatannya. Mereka bergabung dengan beberapa orang lain, termasuk pengemudi, pencuri, dan pasien dokter lainnya. Pada titik ini, "penyakit kulit putih" telah menjadi masalah internasional, dengan ratusan kasus dilaporkan setiap hari. Pemerintah menggunakan tindakan yang semakin kejam untuk mencoba menangani epidemi tersebut, termasuk menolak memberikan bantuan kepada orang buta.
Karena semakin banyak orang tunanetra yang dijejalkan ke dalam apa yang telah menjadi kamp konsentrasi, kepadatan penghuni dan kurangnya dukungan dari luar menyebabkan kondisi kebersihan dan kehidupan memburuk dengan cepat. Dokter bertindak sebagai perwakilan bangsalnya, dan istrinya yang dapat melihat melakukan apa pun yang ia bisa untuk membantu sesama narapidana tanpa memperlihatkan kemampuannya. Kecemasan akan ketersediaan makanan merusak moral dan menimbulkan konflik di antara bangsal penjara, karena para prajurit yang menjaga kamp menjadi semakin bermusuhan.
Seorang pria bersenjata mengangkat dirinya sendiri sebagai "raja" di lingkungannya, dan mengambil alih pengiriman makanan, pertama-tama meminta barang-barang berharga milik lingkungan lain, dan kemudian meminta para wanita berhubungan seks dengan para pria mereka. Dalam upaya untuk mendapatkan kebutuhan pokok, beberapa wanita dengan enggan menyerah untuk diperkosa. Salah satu wanita dibunuh oleh penyerangnya, dan istri dokter membalas, membunuh "raja" dengan gunting. Secara terpisah, wanita-wanita lain yang diperkosa menyelinap ke lingkungan raja yang telah meninggal dan membakarnya, yang dengan cepat melahap gedung tersebut, dengan banyak narapidana meninggal dalam kekacauan yang terjadi. Para korban selamat yang melarikan diri dari gedung tersebut menemukan bahwa para penjaga telah meninggalkan pos mereka, dan mereka memberanikan diri keluar ke kota.
Masyarakat telah runtuh, dengan populasi kota yang terpuruk menjadi perjuangan tanpa tujuan, seperti zombi untuk bertahan hidup. Istri dokter tersebut menuntun suaminya dan beberapa orang lainnya dari bangsal mereka untuk mencari makanan dan tempat berteduh. Ia menemukan gudang bawah tanah yang penuh dengan persediaan di bawah toko kelontong, nyaris lolos dengan bantuan suaminya ketika kerumunan di sekitarnya mencium bau makanan segar yang dibawanya.
Dokter dan istrinya mengundang "keluarga" baru mereka ke apartemen mereka, tempat mereka membangun rumah jangka panjang yang saling mendukung. Kemudian, sama tiba-tibanya dengan hilangnya penglihatannya, pengemudi – orang pertama yang kehilangan penglihatan mereka – mendapatkan kembali penglihatannya, yang menunjukkan bahwa tubuh telah melawan penyakit tersebut, dan bahwa kebutaan itu pada akhirnya bersifat sementara. Mereka merayakan dan harapan mereka pun pulih.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
“Emmm,” kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi gitu. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.
“Emmm,” kata Budi.
“Hidup ini,” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
“Rahasia hati yang tahu adalah Tuhan,” kata Eko.
“Yaaa memang sih rahasia hati yang tahu adalah Tuhan,” kata Budi.
“Makanya sandal jepit bisa hilang di mesjid,” kata Eko.
“Emangnya sandal jepit…Eko hilang ketika berada di mesjid?” kata Budi.
“Sendal jepit aku tidak hilang sih…ketika aku berada di mesjid untuk ibadah!” kata Eko.
“Sedal jepit Eko…tidak hilang. Jadi sedal jepit siapa yang hilang ketika berada di mesjid?” kata Budi.
“Tung-Tung,” kata Eko.
“Becanda kan Eko?” kata Budi.
“Yaaa…becanda lah Budi!” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
“Cerita orang yang sandal jepitnya hilang ketika berada di mesjid,” kata Eko.
“Cerita orang toh!. Realita!!!” kata Budi.
“Realita dan cerita media ini dan itu,” kata Eko.
“Cerita yang populer…tentang orang yang sendal jepitnya hilang ketika berada di mesjid,” kata Budi.
“Motif kebencian atau apalah…tentang orang yang mengambil sendal jepit di mesjid?” kata Eko.
“Hanya Tuhan yang tahu tentang orang yang mengambil sendal jepit di mesjid?” kata Budi.
“Hidup ini…perilaku manusia…antara baik dan buruk, ya antara paham agama dan tidak paham agama,” kata Eko.
“Realitanya memang begitu sih,” kata Budi.
“Orang tua pernah berbuat kesalahan, ya dosa. Pemuda dan pemudi pernah berbuat kesalahan, ya dosa. Anak-anak pernah berbuat kesalahan, ya dosa,’ kata Eko.
“Realitanya memang begitu sih,” kata Budi.
“Tobat…coy!!!” kata Eko.
“Bagi yang sadar sih…tobat!. Bagi yang tidak sadar sih…tetap sih melakukan kerjaan buruk ini dan itu,” kata Budi.
“Keburukan parah sih, yaaa lebih baik…..di tangkap polisi dan di masukkan ke penjara!” kata Eko.
“Aku setuju dengan omongan Eko!” kata Budi.
“Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!” kata Eko.
“Memang sih…sekedar bahan obrolan lulusan SMA!” kata Budi.
“Emmm,” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
“Budi biasa bercerita….daerah Batam,” kata Eko.
“Memang sih…aku biasa bercerita….daerah Batam gitu!” kata Budi.
“Keadaan Batam tentang lingkungan sosial masyarakatnya Budi?” kata Eko.
“Berdasarkan informan sih…lingkungan sosial masyarakat sih…antara baik dan buruk perilaku manusia, ya antara paham agama dan tidak paham agama…6 ajaran agama yang berkembang di Indonesia,” kata Budi.
“Berarti sama aja sih…dengan keadaan lingkungan sosial masyarakat di Lampung gitu,” kata Eko.
“Ya sama sih!!!” kata Budi.
“Informan,” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
“Budi masih dengan keinginannya kerja di pemerintahan dan tidak selamanya jadi buruh….makanya Budi punya informan terpercaya,” kata Eko.
“Omongan Eko benar sekali!” kata Budi.
“Emmm,” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
“Main permainan ular tangga saja Budi!” kata Eko.
“Oke…main permainan ular tangga!” kata Budi.
Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan ular tangga di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik.
“Emmm,” kata Eko.
“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.
“Budi mau cerita toh! Silakan Budi bercerita dengan baik!” kata Eko.
“Begini ceritanya!” kata Budi.
“Emmm,” kata Eko.
“April yang tinggal dengan baik sih di Batam dengan kedua orang tuanya gitu. Valen dan Mila adalah orang tua April gitu. Abangnya April yang bernama Arbil tidak tinggal di Batam, ya Arbil tinggal dengan baik sih di Jakarta gitu. Memang sih Arbil tinggal di Jakarta tinggal di rumah kontrakan sih. Pemilik rumah kontrakan adalah Gilang dan Cinta. Memang Gilang dan Cinta…suami istri sih. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Gilang dan Cinta gitu, ya bahagia dengan anak sih…Zahra dan Tasya gitu. Tasya kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Zahra menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. Arbil suka sih dengan Tasya dan Zahra gitu. Nama juga cowok Arbil sih…ada sih keinginan sih mendapatkan Tasya dan Zahra gitu. Keinginan sekedar keinginan Arbil yang ingin punya cewek dua, ya kakak dan adik gitu. Setelah di pikirkan dengan baik sih…Arbil suka dengan baik sama Tasya. Ya Tasya jomlo sih. Zahra berpacaran dengan Eby gitu. Ya Eby anaknya Kenzo dan Mutiara gitu. Kenzo kerjaannya pengacara gitu. Arbil memang kerja dengan baik sih di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu. Valen, Mila dan April senang sih…Arbil kerja di perusahaan yang ada di Jakarta gitu. Arbil yang suka dengan Tasya gitu, ya Arbil berteman baik sama Tasya gitu. Sebenarnya Arbil pernah berpacaran sih pada masa kuliah di Batam dengan cewek yang bernama Melly. Wendy dan Kiky adalah orang tua Melly gitu. Wendy kerjaannya menjalankan usaha dealer mobil gitu. Hubungan Arbil dan Melly putus sih karena Melly di jodohkan dengan Tono gitu. Tono anaknya Andre dan Ayu gitu. Andre pemilik hotel Horison dan Tono yang menjalankan dengan baik hotel Horison gitu. Melly menikah dengan Tono gitu. Sekarang ini Arbil telah melupakan dengan baik sih Melly gitu. Arbil yang berteman baik sama Tasya, ya Arbil ingin jadian dengan Tasya gitu. Valen tetap sih menjalankan usaha bengkel mobil gitu. April kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Batam gitu. Teman baik April…teman kuliah yang bernama Della gitu. Fattah dan Aqella adalah orang tua Della gitu. Fattah dan Aqella menjalankan usaha toko pakaian gitu. Hubungan pertemanan April dan Della baik sih, ya keduanya sering sih jalan-jalan sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Della adalah Warkop gitu. Ya Warkop sih pemiliknya adalah Yusuf gitu. Ya Fildan dan Selfi adalah orang tua Yusuf gitu. Fildan dan Selfi menjalankan usaha sih butik gitu. Della suka sih dengan Yusuf gitu. Ya Yusuf suka sih dengan Della gitu. Pendapat April dan Della sih…makanan dan minuman di Warkop…enak sih. Memang sih…April dan Della ngobrol dengan baik sih tentang pergaulan muda dan mudi yang tinggal dengan baik di Batam gitu, ya pergaulan antara baik dan buruk gitu….berdasarkan realita dan media ini dan itu gitu. Keinginan April dan Della sih ngobrol dengan Walikota Batam tentang Politik Islam dan Politik Kristen yang berkaitan dengan kedudukan di pemerintahan dan ekonomi gitu. Obrolan April dan Della sekedar obrolan sih, ya seperti obrolan muda dan mudi yang pendidikan tinggi gitu. Seperti biasa sih April dan Della menjalankan kuliah dengan baik gitu. April memang sih berpacaran dengan Robi gitu. Ya Robi anaknya Devan dan Aliya gitu. Devan menjalankan usaha dealer motor gitu. Robi memang kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Batam gitu. Robi dan April beda tempat kuliah gitu. Abril yang tinggal dengan baik di Jakarta dan kerja dengan baik di perusahaan gitu, ya Arbil berteman baik sih dengan…teman kerja yang bernama Raja gitu. Raja memang masih jomlo sih. Cewek yang di sukai Raja sih…bernama Indah gitu. Ya Indah kerjaannya model gitu. Hubungan pertemanan Raja dan Indah baik sih. Pertemanan Arbil dan Raja yang baik, ya keduanya jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Suatu tempat ada syuting sinetron gitu. Arbil dan Raja ke tempat syuting sinetron gitu. Sampai di tempat syuting sinetron gitu, ya Arbil dan Raja menonton dengan baik sih syuting sinetron. Memang sih…pemain sinetron Jejak Duka Diandra….ganteng-ganteng dan cantik-cantik gitu. Di rumah sih Arbil dan Raja sih menonton dengan baik sih sinetron Jejak Duka Diandra, ya memang ceritanya bagus sih. Arbil dan Raja berfoto dengan artis sinetron sih…..Michelle Ziudith Waselly dan Rio Dewanto. Foto di simpan dengan baik sih di Hp Arbil dan Raja gitu. Pendapat Arbil dan Raja sih…artis sinetron Jejak Duka Diandra…baik sih perilakunya gitu. Urusan nonton syuting selesai, ya Arbil dan Raja pulang ke rumah masing-masing gitu. Arbil dan Raja seperti biasa sih kerja di perusahaan gitu. Della jadian juga dengan Yusuf. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Della dan Yusuf gitu. April senang sih dengan kisah cinta Della dan Yusuf gitu. Mila bertemu tidak sengaja di jalan dengan mantannya yang bernama Gibran gitu. Gibran sekarang ini duda sih, ya dengan anak satu sih yang bernama Melati sih. Melati seorang dokter, ya Melati kerja dengan baik di rumah sakit yang ada di Batam gitu. Istri Gibran yang bernama Adara telah lama meninggal gitu. Mila dan Gibran hubungannya berteman baik sih. Karena pertemanan yang baik Mila dan Gibran, ya keduanya sering bertemu di kafe gitu. Valen yang awalnya tidak tahu sih Mila dekat dengan mantannya Gibran gitu. Ya akhirnya Valen tahu sih Mila dekat dengan Gibran gitu. Valen cemburu dengan kedekatan Mila dan Gibran gitu. Valen memang tahu sih Mila cinta Valen gitu. Di pikiran Valen sih…bisa saja sih Mila mau balikkan sama Gibran gitu. Valen memilih berpikir positif sih pada Mila, ya jadi Valen percaya pada Mila gitu. Mila pun cerita juga dengan Valen sih bahwa dirinya senang berteman dengan Gibran dan Mila tetap cinta Valen karena demi anak gitu…Abril dan April gitu. Valen senang sih bahwa Mila cinta dengan baik sama Valen gitu. Hubungan Valen dan Mila memang baik untuk Abril dan April gitu. Valen senang punya istri seperti Mila yang setia pada Valen, ya sama sih seperti cerita orang-orang tentang istri yang setia pada suaminya gitu. Arbil dan Raja biasa sih ke tempat favorit sih…sebuah kafe gitu. Ya kafe pemiliknya Trian dan Adila gitu. Memang Trian dan Adila….suami istri gitu. Di kafe memang sih Arbil dan Raja biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang permasalah lingkungan sosial masyarakat Jakarta gitu berdasarkan realita dan media ini dan itu. Pendapat Arbil dan Raja sih…makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Keinginan Arbil dan Raja sih…ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang Politik Bebas Aktif. Obrolan Arbil dan Raja di kafe sih sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi gitu. Seperti biasa sih Arbil dan Raja kerja dengan baik di perusahaan gitu. Raja yang suka dengan Indah, ya ceritanya sih Raja berhasil jadian dengan Indah gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Raja dan Indah gitu. Arbil senang sih dengan kisah cinta Raja dan Indah gitu. Raja dan Indah sering jalan bareng sih dengan motor Raja sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Arbil yang suka dengan Tasya gitu. Hubungan pertemanan Arbil dan Tasya baik sih, ya keduanya saling suka gitu. Arbil dan Tasya jadinya jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Arbil dan Tasya gitu. Raja senang sih dengan kisah cinta yang di jalankan dengan baik sih Arbil dan Tasya gitu. Arbil dan Tasya yang menjalankan pacaran dengan baik, ya keduanya jalan bareng sih dengan motor Arbil sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Robi bertemu tidak sengaja dengan mantannya yang bernam Jihan gitu. Ya Jihan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Robi dan Jihan beda tempat kuliah gitu. Hubungan Robi dan Jihan teman gitu. Karena pertemanan yang baik sih…Robi dan Jihan sering bertemu di kafe gitu. April awalnya tidak tahu sih bahwa Robi dekat dengan mantannya Jihan gitu, ya pada akhirnya April tahu sih bahwa Robi dekat dengan Jihan gitu. April bicara dengan baik sih dengan Robi urusan Jihan gitu. Robi yang cinta dengan baik sama April, ya Robi menjelaskan dengan baik sih pada April bahwa Robi tidak ada hubungan kisah cinta sama Jihan dan Robi hanya berteman saja sama Jihan gitu. April yang cemburu dengan kedekatan Robi dengan Jihan, ya April meminta Robi menjauh dari Jihan gitu. Demi kebaikan hubungan Robi dan April, ya Robi mengikuti dengan baik sih keinginan April gitu jadi Robi menjauh dari Jihan gitu. Jihan mengerti sih Robi menjauh dari Jihan karena April gitu. April senang sih Robi menjauh dari Jihan, ya jadi hubungan kisah cinta Robi dan April baik sih. Begitulah ceritanya!” kata Budi.
“Cerita yang bagus,” kata Eko.
“Sekedar cerita saja!” kata Budi.
“Kisah cinta,” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
“Pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Della,” kata Eko.
“Yaaa begitulah ceritanya!!!” kata Budi.
“Emmm,” kata Eko.
“Emmm,” kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik main permainan ular tangga gitu.