CAMPUR ADUK

Wednesday, May 27, 2026

MANN

Malam yang gelap, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus.....sinetron tema cinta di chenel SCTV, ya seperti biasa sih....Budi duduk santai di depan rumahnya sedang baca cerpen yang cerita menarik dan bagus, ya sambil menikmati minum kopi dan makan keripik pisang. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Dev Karan Singh seorang Cassanova dan pelukis ambisius yang terlilit hutang, setuju untuk menikahi Anita, ya putri Singhania, ya seorang taipan kaya. Priya, seorang guru musik untuk anak-anak, bertunangan dengan Raj, ya yang telah dia setujui untuk dinikahi karena dia telah membantunya ketika dia membutuhkan. Priya dan Dev bertemu di kapal pesiar. Dev menjadi menyukai Priya. Dev adalah cassanova flamboyan yang suka bersenang-senang. Dia mencoba mendekati Priya. Awalnya, dia tidak terkesan dengan Dev, tetapi kemudian jatuh cinta padanya. Namun, karena mereka sudah bertunangan dengan orang lain, mereka setuju untuk menyelesaikan semuanya dan bertemu dalam 6 bulan di Hari Valentine untuk menikah.

Selama 6 bulan, Dev memutuskan pertunangannya dengan Anita dan mulai bekerja keras. Didorong oleh cintanya, ia menciptakan dan melelang lukisan-lukisan indah, dan menjadi sangat sukses dengan dukungan dari temannya Natu (Neeraj Vora). Di sisi lain, Priya menyadari bahwa meninggalkan Raj akan salah dan dengan sedih menulis surat kepada Dev, menjelaskan semuanya. Ketika Raj mendapatkan surat itu, dia mendukung Priya dan meyakinkannya untuk pergi ke Dev. Keadaan berubah menjadi buruk ketika, dalam perjalanannya untuk menemuinya, Priya tertabrak mobil dan kakinya diamputasi. Dev, yang menunggu sepanjang malam untuk Priya, percaya bahwa dia telah menolaknya, karena dia tidak tahu tentang kecelakaannya. Priya melarang Raj untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Dev, karena tidak ingin menjadi beban baginya. Sekarang, Priya menghabiskan waktunya menjalankan akademi musik untuk anak-anak kecil.

Meski patah hati, Dev melanjutkan karirnya dan menjadi pelukis terkenal. Suatu hari, Priya menghadiri pameran seninya dan ingin membeli lukisan miliknya, sebuah gambar sentimental saat Priya berbicara dengan nenek tercintanya, yang telah diperkenalkan Dev kepadanya selama pelayaran. Dev mengatakan bahwa dia tidak akan menjual lukisan itu karena itu hanya untuk Priya, tetapi setelah mendengar bahwa gadis yang menginginkannya memahami emosi di balik gambar itu dan cacat, dia memberi tahu tuan rumah pameran untuk memberikan lukisan itu kepadanya. Gratis.

Suatu hari, dia bertemu Priya lagi dengan Raj di sebuah pertemuan teater tetapi sekali lagi Priya melarang Raj untuk mengatakan yang sebenarnya. Dia mengunjungi Priya untuk memberinya gelang kaki yang diinginkan oleh neneknya, yang baru saja meninggal, untuk dimiliki Priya saat dia menjadi pengantin Dev. Awalnya tidak menyadari kondisi Priya, Dev menyadari kebenaran ketika dia ingat memberikan lukisan itu kepada seorang gadis cacat dan menemukan lukisan yang sama di ruangan lain. Keduanya berpelukan sambil menangis dan dia meyakinkan Priya bahwa dia akan mencintainya apa pun yang terjadi. Dev dan Priya kemudian dinikahkan oleh Raj, di mana Dev membawa Priya ke ronde pernikahan di hadapan Nattu dan anak-anak dari akademi Musik.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan keripik pisang. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.

"Emmm," kata Budi.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Ya hidup ini tetap sama sih....Eko!" kata Budi.

"Orang-orang yang menyakini ajaran agama Islam, ya tetap menjalankan dengan baik qurban di hari raya Idul Adha," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Orang-orang miskin, ya mendapatkan daging qurban di hari raya Idul Adha," kata Eko.

"Ya realitanya memang begitu," kata Budi.

"Di syukurin dengan baik sama orang-orang miskin dapat daging qurban di hari raya Idul Adha," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Lebih bersyukur lagi....orang-orang miskin dapat daging qurban dari Presiden dan Wakil Presiden," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Tuhan," kata Eko.

"Ya Tuhan," kata Budi.

"Orang-orang yang menyakini agama lain, ya menghormati dengan baik umat Islam yang menjalankan dengan baik hari raya Idul Adha," kata Eko.

"Memang sih orang-orang yang menyakini agama lain....menghormati dengan baik umat Islam yang menjalankan dengan baik hari raya Idul Adha, ya jadi Toleransi....berjalan dengan baik untuk kebaikkan bersama," kata Budi.

"Toleransi," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Sama dan tetap sama," kata Eko.

"Ya realitanya tetap sama!" kata Budi.

"Apa yang beda ya?" kata Eko.

"Tidak tahu apa yang beda?" kata Budi.

"Mungkin...cerita di media ini dan itu, ya di buat beda dengan tujuannya ceritanya menarik sih," kata Eko.

"Mungkin sih," kata Budi.

"Main permainan Ular Tangga saja...Budi!" kata Eko.

"Oke...main permainan Ular Tangga...saja!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Ular Tangga di bawah meja, ya permainan Ular Tangga di taruh di atas meja. Eko dan Budi main dengan baik sih permainan Ular Tangga gitu.

"Ngobrolin seseorang bolehkan Eko?" kata Budi.

"Ya boleh sih Budi. Kan cuma sekedar obrolan!" kata Eko.

"Ada orang yang gelarnya profesor di bidang ilmu agama Islam, ya orang itu menjelaskan dengan baik ilmu agama Islam dengan tujuannya ini dan itu," kata Budi.

"Orang-orang yang menyakini ajaran Islam yang tidak punya gelar sampai punya gelar....profesor, ya biasa sih...menjelaskan dengan baik ilmu agam Islam dengan tujuannya ini dan itu," kata Eko.

"Yaaa memang hal biasa sih," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Aku yang mempelajari dengan baik...6 ajaran agama yang berkembang dengan baik di negeri Indonesia....jadi aku mendengarkan dengan baik omongan orang yang gelar profesor yang menjelaskan ilmu agama Islam gitu," kata Budi.

"Budi pake ilmu padi," kata Eko.

"Ya memang aku pake ilmu...padi!' kata Budi.

"Ilmu padi itu baik," kata Eko.

"Memang ilmu...padi baik!" kata Budi.

"Di hormati dengan baik orang yang gelarnya profesor, ya kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa memang di hormati dengan baik orang yang gelar profesor," kata Budi.

"Orang yang bergelar profesor, ya menjalankan hidupnya seperti itu demi hidup ini yang sementara," kata Eko.

"Ya bener sih omongan Eko!" kata Budi.

"Dari kerjaannya mengajarkan ilmu agama Islam, ya orang yang gelar profesor...mendapatkan rezeki. Yaaa rezeki di dapatkan demi hidup ini," kata Eko.

"Memang omongan Eko...bener!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Orang-orang yang beragama lain, ya sama aja sih menjalankan kerjaan seperti profesor yang mengajarkan ilmu agama Islam," kata Budi.

"Yaaa jadi 6 ajaran agama tetap di ajarkan dengan baik demi hidup ini yang sementara," kata Eko.

"Omongan Eko bener sih!" kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA kan Budi?" kata Eko.

"Ya memang sekedar obrolan lulusan SMA!. Ya lebih baik kan obrolan orang yang gelarnya profesor, ya kan Eko?" kata Budi.

"Memang yang lebih baik omongan orang yang gelar profesor!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Orang-orang yang gelar ini dan itu, ya masih kan Budi...mengincar kedudukan di pemerintahan?" kata Eko.

"Masih sih...Eko!" kata Budi.

"Jadi orang-orang yang telah duduk dengan baik di pemerintahan tetap mempertahankan kedudukannya dengan membuat ini dan itu...agar rakyat masih percaya gitu dan tidak tersingkirkan sama orang-orang yang gelar ini dan itu yang mengincar kedudukan di pemerintahan," kata Eko.

"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko dan Budi...masih....asik sih main permainan Ular Tangga gitu.

"Ngobrolin...acara Tv," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Acara Tv...ini dan itu tetap bagus...kan Eko?" kata Budi.

"Ya memang sih Budi...acara Tv ini dan itu tetap bagus," kata Eko.

"Menghibur dengan baik," kata Budi.

"Ya memang menghibur dengan baik, ya acara Tv ini dan itu!" kata Eko.

"Jadi keadaan orang-orang yang menonton Tv...happy-happy!" kata Budi.

"Ya happy-happy!" kata Eko.

"Ekonomi," kata Budi.

"Acara Tv ini dan itu...memang berkaitan dengan ekonomi," kata Eko.

"Orang-orang yang kerja di Tv ini dan itu, ya mendapatkan rezeki dengan baik," kata Budi.

"Ya realitanya memang begitu!" kata Eko.

"Orang-orang yang kerja di Tv....yang menyakini ajaran agama Islam, ya berqurban di hari raya Idul Adha," kata Budi.

"Yaaa realitanya memang begitu," kata Eko.

"Hari raya Idul Adha di jalankan dengan baik!" kata Budi.

"Realitanya memang begitu," kata Eko.

"Hidup ini masih ujian ini dan itu kan Eko?" kata Budi.

"Ya memang sih Budi....hidup ini masih ujian ini dan itu," kata Eko.

"Berarti masih ada cerita tentang orang-orang yang di uji ini dan itu," kata Budi.

"Ya realitanya memang begitu," kata Eko.

"Tuhan," kata Budi.

"Ya Tuhan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko dan Budi tetap asik sih main permainan Ular Tangga gitu.

CAMPUR ADUK

MANN

Malam yang gelap, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus.....sinetron tema cinta di chenel SCTV, y...

CAMPUR ADUK