CAMPUR ADUK

Tuesday, January 6, 2026

PANIPAT

"Malam hari. Bulan setengah bersinar dengan baik di langit," kata Budi.

Memang seperti biasa sih...Budi duduk santai di depan rumahnya sambil minum kopi dan makan singkong goreng gitu.

"Baca cerpen saja!" kata Eko.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu.

Isi cerita yang baca Budi :

Bahasa Indonesia: Pada tahun 1758, Kekaisaran Maratha telah mencapai puncaknya di bawah pimpinan Peshwa Balajj Baji Rao alias Nana Saheb. Komandan Maratha Raghunath Rao, saudara Peshwa, Shamsher Bahadur, yaaa saudara tiri Peshwa, dan Sadashiv Rao Bhau, yaaa sepupu Peshwa, mengalahkan Nizam dari Hyderabad dan komandan artileri Ibrahim Khan Gardi. Sadashiv memasukkannya ke dalam Tentara Maratha sebagai komandan artileri mereka. Mereka pulang ke ibu kota Kekaisaran di Pure. Karena tekanan dari istrinya Gopika Bai, yaaa Peshwa menunjuk Sadashiv sebagai menteri keuangan Kekaisaran untuk mendukung putra Peshwa, Vishwas Rao, yaaa yang diterimanya dengan enggan.

Sadashiv membuat daftar orang-orang yang gagal membayar Chauth kepada Kekaisaran Maratha tepat waktu, dan mencatat bahwa Kepala DPR Rohillakhand Najib ad-Dawlah memiliki jumlah pajak terutang terbesar. Najib, yang takut pada Maratha, mengundang Ahmad Shah Abdali ke Delhi. Berita tentang aliansi ini sampai ke Pune, bersamaan dengan berita tentang pembunuhan jenderal Maratha Dattaji Shinde oleh Najib ketika ia datang untuk menagih Chauth darinya.

Peshwa menunjuk Raghunath Rao sebagai komandan pasukan Maratha untuk melawan Abdali dan mempertahankan Delhi. Raghunath meminta sejumlah besar uang, yang ditolak Sadashiv, dengan alasan kondisi keuangan setelah pertempuran berturut-turut. Oleh karena itu, Raghunath menolak untuk maju ke utara, yang menyebabkan Peshwa menunjuk Sadashiv sebagai panglima tertinggi pasukan Maratha, di bawah pimpinan Vishwas Rao. Pasukan tersebut, bersama sejumlah besar wanita, anak-anak, dan peziarah memulai perjalanan panjang dan sulit mereka ke utara.

Mereka mulai membuat aliansi dengan kerajaan lain, termasuk Maharaja Suraj Mal dan Nawab Shuja-ud-Daulah, dan berhasil, dengan ukuran pasukan mereka tumbuh menjadi 50.000 orang. Abdali juga membuat aliansi, mengambil keuntungan dari kebencian raja Rajput terhadap Maratha. Sadashiv dan para komandan menerima intelijen bahwa Abdali telah berkemah di sisi lain Yamuna dan melihat bendera Shuja bersama dengan bendera Abdali, mengungkapkan bahwa Nawab telah beralih kesetiaan. Karena hujan lebat, Maratha tidak dapat membangun jembatan untuk menyeberangi Yamuna. Sadashiv memutuskan untuk berbaris ke utara dan merebut Delhi dan kemudian menyeberangi Yamuna untuk mengalahkan Abdali.

Najib menerima intelijen bahwa Maratha telah mundur, dari mana Abdali menyimpulkan bahwa mereka berbaris ke utara ke Delhi. Dia menyarankan agar mereka juga berbaris ke utara dan menyeberangi Yamuna. Sementara itu, Maratha merebut Delhi. Setelah mengetahui orang-orang Afghanistan mengejar Maratha, Sadashiv memutuskan untuk secara strategis merebut Benteng Kunjpura dan akhirnya melakukan pembantaian di sana terhadap orang-orang Afghanistan yang tak berdaya yang berangkat dari kolom utama mereka, yang membuat Abdali marah sedemikian rupa sehingga dia segera bereaksi dengan menyeberangi Yamuna yang membengkak di tengah hujan lebat. Hal ini membuat Maharaja Patiala, Ala Singh, yaaa tidak dapat mengirim tentaranya. Makanan mulai berkurang, dan tentara Maratha serta warga sipil terpaksa tidak makan. Meskipun kedatangan Raja Aradhak Singh memberikan sedikit kelegaan bagi kamp Maratha, tetapi segera setelah berkemah di Panipat, yaaa Abdali menyusul Maratha dan berhadapan langsung. Namun, setelah mendengar kemungkinan kudeta di ibu kotanya di Kandahar, yaaa Abdali mengatur gencatan senjata dengan Sadashiv tetapi membatalkannya setelah Sadashiv tidak setuju dengan persyaratan Abdali. Setelah kedua belah pihak memutuskan strategi dan formasi, mereka bersiap untuk konfrontasi terakhir.

Parvati Bai dan warga sipil serta peziarah tinggal di kamp kecil di belakang, dan Vishwas berjanji kepada Sadashiv bahwa ia tidak akan pernah turun dari gajahnya selama pertempuran demi perlindungannya sendiri. Tembakan artileri dimulai oleh kedua belah pihak, dengan kerusakan besar yang terjadi pada pasukan Abdali karena kepemimpinan Ibrahim Khan. Para penembak juga mulai menyerang. Infanteri kemudian memulai serangan utama, dengan Maratha yang berhasil. Dilanda rasa takut, banyak prajurit pasukan Abdali mundur, tetapi Abdali mengancam mereka dengan hukuman berat dan memaksa mereka untuk kembali berperang. Sementara itu, saat melihat Shamsher terluka, Vishwas turun dari gajahnya untuk melindunginya. Sadashiv menangkis orang-orang Afghanistan yang menyerang pangeran muda itu, tetapi Vishwas tertembak hingga tewas. Ini merupakan pukulan besar bagi moral Maratha, yang mulai kehilangan pijakan sejak saat itu. Satu per satu, kepala suku Maratha terluka atau terbunuh. Araadhak Singh tiba-tiba mundur dari pertempuran. Kemudian terungkap bahwa ia marah dengan Maratha karena pajak tinggi yang dikenakan kepada mereka, jadi ia diam-diam bersekutu dengan Abdali. Melihat gelombang pertempuran berubah, Malhar Rao mundur dari medan perang dan mengawal para warga sipil ke tempat yang aman, seperti yang dijanjikan kepada Sadashiv pada malam pertempuran. Tentara Abdali mendekati Sadashiv tetapi ia dengan berani melawan, menderita luka serius. Ia akhirnya menyerah pada luka-lukanya dan meninggal.

Kembali di Pune, Parvati Bai meninggal karena kesedihan. Abdali mengirim surat kepada Peshwa, memuji keberanian dan kejantanan Sadashiv. Epilog mengungkapkan bahwa meskipun menang, Abdali tidak pernah kembali ke India. Di bawah kepemimpinan Peshwa Madhav Rao, yaaa para jenderal Mahadaji Shinde dan Tukoji Rao Holkar merebut kembali Delhi sepuluh tahun kemudian, menjadikan Maratha sebagai kekuatan dominan sekali lagi.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

“Emmmmm,” kata Budi.

Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.

“Emmmmm,” kata Budi.

“Main permainan Zahtura saja Budi!” kata Eko.

“Oke….main permainan Zahtura!” kata Budi.

Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Zahtura dengan baik gitu.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Aku mau cerita Eko!” kata Budi.

“Silakan Budi bercerita dengan baik!” kata Eko.

“Begini ceritanya!!!!!” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“April tinggal dengan baik di Batam dengan kedua orang tuanya. Valen dan Mila adalah kedua orang tuanya April dan Arbil. Ya Arbil adalah abangnya April gitu. Valen dan Mila menjalankan usaha rumah makan Seafood. April membantu sih usaha Valen dan Mila menjalankan usaha rumah makan Seafood gitu. Ya Valen dan Mila yang menjalankan usaha rumah makan Seafood ada kebanggaan gitu karena Walikota Batam pernah datang ke rumah makan Valen dan Mila, ya Walikota berpendapat sih…makanan dan minuman di rumah makan Valen dan Mila….enak gitu. Memang sih Valen dan Mila berfoto dengan baik sama Walikota Batam, ya dan foto di pajang di dinding yang ada di rumah makan gitu jadi semua orang yang ke rumah makan Valen dan Mila melihat dengan baik foto Valen dan Mila dengan Walikota Batam gitu. April memang membuat YouTobe tentang rumah makan orang tuanya…rumah makan Seafood tujuannya sih sama seperti orang-orang yang membuat YouTobe tentang rumah makan gitu….untuk mempromosiin dengan baik rumah makan dengan baik gitu, ya agar rumah makan banyak orang yang datang ke rumah makan untuk menikmati dengan baik makanan dan minuman yang enak gitu. Respon YouTobe yang di buat April bagus karena banyak penontonnya jadi April melanjutkan membuat YouTobe dengan ceritanya sih…April memasak makan ini dan itu dengan baik. Membuat YouTobe di usahakan dengan baik sama April sih, ya jadinya menghasilkan uang gitu. Memang sih April kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Uang yang di dapatkan dari YouTobe di gunakan dengan baik sama April sih untuk infak, sodakoh, zakat, dan membayar biaya kuliah dengan baik gitu. Valen punya adik sih yang bernama Tasya gitu. Tasya tinggal dengan baik di Singapura dengan suaminya bernama Budi. Ya Budi memang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Singapura gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Budi dan Tasya gitu, ya bahagia dengan anak yang bernama Aqella gitu. Ya Aqella kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Singapura gitu. Keadaan di Singapura, ya kompetisi dengan baik sih dari usaha-usaha orang-orang yang tinggal dengan baik di Singapura gitu, ya bagi yang memahami dengan baik ilmu agama sih…rezeki masing-masing gitu. Memang sih Tasya, Budi, dan Aqella tinggal dengan baik di kawasan komunitas orang Indonesia yang tinggal dengan baik di Singapura gitu. Pemerintahan Singapura menjalankan dengan baik sih sistem kerja demi rakyat Singapura dan juga untuk orang-orang pendatang yang tinggal dan kerja dengan baik di Singapura gitu. Tasya, Budi, dan Aqella jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Singapura dengan tujuannya happy-happy gitu. Cerita Arbil sih berhasil di pendidikan karena didikkan Ayah dan Ibu jadi Arbil tinggal dengan baik di Amerika dengan istri tercinta bernama Zahra gitu dan memang Arbil kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Amerika gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Arbil dan Zahra, ya bahagia gitu dengan anak bernama Fattah. Ya Fattah balita gitu. Memang sih Arbi, Zahra, dan Fattah tinggal di kawasan komunitas orang Indonesia yang tinggal dengan baik di Amerika gitu. Keadaan Amerika, ya kompetisi sih urusan usaha-usaha orang-orang yang tinggal dengan baik di Amerika gitu dan hasil sih….bagi yang memahami ilmu agama sih…..rezeki masing-masing gitu. Arbil, Zahra, dan Fattah…jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Amerika dengan tujuannya happy-happy gitu. April punya teman baik sih yang bernama Mutia gitu. Ya Mutia menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. April dan Mutia memang satu fakultas gitu. Fildan dan Melly adalah orang tuanya Mutia gitu. Fildan kerjaannya pengacara gitu. April dan Mutia biasa sih jalan-jalan dengan motornya Mutia gitu, ya ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Mutia adalah kafe gitu. Kafe pemilik adalah Gibran dan Adara. Ya Gibran dan Adara…suami istri. Di kafe, ya April dan Mutia ngobrol dengan baik sih tentang Politik Era Orde Baru gitu. Pendapat April dan Mutia tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Ya keinginan Mutia dan April sih ngobrol dengan Walikota Batam tentang Politik Perubahan Sosial Ekonomi gitu. Memang sih obrolan April dan Mutia sekedar obrolan saja sih di kafe, ya seperti obrolan orang-orang yang pendidikan tinggi dan tinggal dengan baik di Batam gitu. April dan Mutia seperti biasa sih kuliah dengan baik gitu. Mutia yang berteman baik sama Yusuf, ya Mutia suka dengan Yusuf. Ya Yusuf anaknya Ridho dan Lesti. Ridho menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Yusuf memang satu fakultas dengan Mutia gitu. Della yang berteman baik sama Yusuf, ya Della menyukai dengan baik Yusuf. Della satu fakultas dengan Yusuf gitu. Della anaknya Rara dan Ridwan gitu. Ya Ridwan menjalankan usaha toko Hp gitu. Yusuf berteman baik dengan Robi. Ya Robi satu fakultas dengan Yusuf gitu. Robi anaknya Afan dan Sridevi. Ya Afan menjalankan dengan baik sih usaha dealer motor gitu. Robi dan Yusuf yang berteman baik, ya keduanya biasa sih main basket gitu dengan tujuannya sih kebugaran tubuh, ya sehat gitu. Robi dan Yusuf biasa sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing gitu ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Yusuf dan Robi adalah kafe gitu. Kafe pemiliknya Ivan dan Sandra. Memang sih…Ivan dan Sandra…suami istri gitu. Di kafe, ya Yusuf dan Robi biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang  Politik Era Orde Lama gitu. Pendapat Yusuf dan Robi tentang makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Keinginan Yusuf dan Robi sih…ingin ngobrol dengan Walikota Batam tentang Politik Perubahan Hukum gitu. Memang sih obrolan Yusuf dan Robi sekedar obrolan saja sih di kafe, ya seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi dan tinggal dengan baik di Batam. Yusuf dan Robi seperti biasa sih menjalankan kuliah dengan baik gitu. Yusuf yang berteman baik sama Mutia dan Della gitu. Yusuf sukanya Mutia gitu dari pada Della gitu. Yusuf menyatakan cinta dengan baik sih sama Mutia gitu. Mutia menerima Yusuf karena Mutia suka dengan Yusuf gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Mutia dan Yusuf gitu. Della yang tidak bisa jadian dengan Yusuf, ya Della memutuskan dengan baik fokus kuliah saja gitu. Robi senang sih dengan kisah cinta Yusuf dan Mutia gitu. April senang sih dengan kisah cinta Mutia dan Yusuf gitu. Ya Yusuf dan Mutia jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Yusuf ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Batam dengan tujuannya happy gitu. Robi dan April yang berteman baik karena memang keduanya satu fakultas gitu. Ya Robi dan April, ya ada rasa sih gitu. Yusuf dan Robi biasa sih ke kafe gitu. Di kafe, ya Yusuf dan Robi ngobrol dengan baik sih tentang Politik Era B.J. Habibie gitu. Tetap sih keinginan Yusuf dan Robi sih ingin ngobrol dengan Walikota Batam tentang  Kebijakan Politik yang berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia gitu. Memang sih obrolan Yusuf dan Robi di kafe sekedar obrolan saja sih, ya seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Batam gitu. Yusuf dan Robi seperti biasa sih menjalankan dengan baik kuliah gitu. Robi yang berteman baik sama April, ya keduanya nyaman gitu jadi keduanya memutuskan dengan baik sih jadian gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Robi dan April gitu. Yusuf senang sih dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Mutia senang sih dengan kisah cinta April dan Robi gitu. Robi dan April jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Robi sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitu ceritanya!” kata Budi.

“Cerita yang bagus,” kata Eko.

“Sekedar cerita saja!” kata Budi.

“Kisah cinta,” kata Eko.

“Emmmmm,” kata Budi.

“Kisah pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Mutia,” kata Eko.

“Ya begitulah ceritanya!!!!!” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Emmmmm,” kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Zahtura gitu.

No comments:

Post a Comment

CAMPUR ADUK

JUGJUGG JEEYO

Malam hari, ya bulan sabit bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus si...

CAMPUR ADUK