Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Keadaan sekitar lingkungan rumah Budi...baik sih. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....film horor di chenel ANTV, ya seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik dan bagus, ya sambil menikmati minum kopi dan makan keripik talas.
Isi cerita yang di baca Budi :
Menceritakan kisah petinju kelas menengah Rubin "The Hurricane" Carter, yang secara salah dihukum karena melakukan pembunuhan tiga kali di sebuah bar di Paterson, New Jersey. Hukumannya dikesampingkan setelah dia menghabiskan hampir 20 tahun di penjara. Cerita ini berkonsentrasi pada kehidupan Rubin Carter antara 1966 dan 1985. Ini menggambarkan perjuangannya melawan hukuman atas pembunuhan tiga kali dan bagaimana ia mengatasi hampir 20 tahun penjara.
Plot paralel mengikuti Lesra Martin, seorang pemuda Afro-Amerika yang kurang mampu dari Brooklyn, sekarang tinggal di Toronto. Pada 1980-an, anak menjadi tertarik dengan kehidupan dan keadaan Carter setelah membaca otobiografi Carter. Dia meyakinkan keluarga angkat Kanada-nya untuk berkomitmen pada kasus Carter. Cerita memuncak dengan permohonan sukses tim hukum Carter kepada Hakim H. Lee Sarokin dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik New Jersey.
Pada tahun 1966, Rubin "The Hurricane" Carter adalah petinju kelas menengah peringkat atas, yang diharapkan oleh banyak penggemar untuk menjadi juara tinju terbesar di dunia. Ketika tiga korban, khususnya bartender klub, dan seorang pelanggan pria dan wanita, ditembak mati di sebuah bar di Paterson, New Jersey, Carter dan temannya John Artis, dalam perjalanan pulang dari klub lain di Paterson, dihentikan dan diinterogasi oleh polisi.
Meskipun polisi menyatakan bahwa Carter dan Artis tidak bersalah dan dengan demikian, "tidak pernah menjadi tersangka", seorang pria bernama Alfred Bello, tersangka sendiri dalam pembunuhan, mengklaim bahwa Carter dan Artis hadir pada saat pembunuhan. Berdasarkan kesaksian Bello, Carter dan Artis dihukum karena pembunuhan tiga kali di klub, dan Carter diberikan tiga hukuman seumur hidup berturut-turut.
Sepanjang persidangan, Carter menyatakan tidak bersalah, mengklaim bahwa rasnya, karir dan status tinjunya, dan pekerjaannya sebagai aktivis hak-hak sipil adalah alasan sebenarnya untuk keyakinannya. Delapan tahun kemudian, Bello dan seorang tersangka lainnya, Arthur Bradley, yang juga mengklaim bahwa Carter hadir di tempat kejadian, melepaskan dan menarik kembali kesaksian mereka. Namun, Carter dan Artis dihukum sekali lagi.
Setelah itu, plot kembali ke Lesra Martin, yang bekerja dengan trio aktivis Kanada untuk mendorong Negara Bagian New Jersey untuk memeriksa kembali kasus Carter.
Pada tahun 1985, Pengadilan Distrik Federal memutuskan bahwa penuntutan dalam persidangan kedua Carter melakukan "pelanggaran konstitusional yang berat" dan bahwa hukumannya didasarkan pada rasisme daripada fakta. Akibatnya, Carter dan kemudian Artis akhirnya dibebaskan. Di luar setelah vonis, Carter menyimpulkan ceritanya dengan mengatakan, "Kebencian membawa saya ke tempat ini, cinta membuat saya keluar."
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan keripik talas. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Budi di parkirkan dengan baik sih di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan Monopoli saja Budi!" kata Eko.
"Oke...main permainan Monopoli!" kata Budi.
Budi mengambil permainan Monopoli di bawah meja, ya permainan Monopoli di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Monopoli dengan baik sih.
"Aku mau cerita sih Eko!" kata Eko.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Budi.
"Begini ceritanya!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Dodo tinggal dengan baik di Jakarta, ya Dodo tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Ivan. Istri Ivan adalah Sandra. Rumah tangga yang di jalankan Ivan dan Sandra baik sih. Fattah anaknya Ivan dan Sandra. Fattah menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Dodo berteman dengan Fattah. Dodo kerjaannya jualan mie ayam gitu. Dodo asalnya dari Semarang gitu. Dikta dan Aurel adalah orang tua Dodo. Dikta di Semarang menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Dodo memang beragama Kristen. Dodo menjalankan dengan baik sih ibadah di gereja, ya Dodo mendoakan dengan baik sih kedua orang tua dan Dodo mendoakan dengan baik sih usaha jualan mie ayamnya agar laris manis sih. Fattah memang suka membaca novel. Dari memahami novel, ya Fattah membuat cerpen. Memang sih cerpen Fattah di muat di koran gitu. Fattah senang sih karya cerpennya di baca banyak orang gitu. Fattah menyukai dengan baik sih cewek yang bernama Aqeela. Ya Aqeela memang satu fakultas satu Universitas dengan Fattah gitu. Pertemanan Fattah dan Aqeela baik sih. Aqeela memang punya saudari kembar yang bernama Calista. Aqeela dan Calista beda fakultas gitu. Trian dan Adila adalah orang tuanya Aqeela dan Calista. Aqeela dan Calista memang punya mbak yang bernama Keyla. Trian memang menyayangi dengan baik sih Keyla, Aqeela, dan Calista gitu. Keyla memang tidak tinggal di Jakarta, ya Keyla tinggal di Korea Selatan dengan suaminya yang bernama Marvel gitu. Keadaan Keyla memang sedang hamil. Marvel menjaga dengan baik Keyla agar kandungan Keyla baik sih. Marvel memang kerja dengan baik sih di perusahaan yang ada di Korea Selatan. Marvel dan Keyla merasakan dengan baik sih urusan ekonomi di Korea Selatan penuh dengan kompetisi sih. Fattah berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Aqeela. Fattah berteman dengan Harry. Rumah Harry dekat dengan rumah Fattah. Harry anaknya Axel dan Rose. Harry kerja perusahaan pembuat film. Pemilik perusahaan pembuat film adalah Anjasmara gitu. Fattah dan Harry sering sih beli mie ayam buatan Dodo yang enak gitu. Dodo berteman baik sih dengan Temon. Ya Temon kerjannya penjual es krim gitu. Tono dan Lisa adalah orang tua Temon. Kedua orang tua Temon telah lama meninggal gitu. Temon memang beragama Kristen. Temon mendoakan dengan baik sih kedua orang tua dan Temon mendoakan dengan baik sih usaha jualan es krimnya agar laris manis sih. Fattah dan Harry memang berteman dengan Temon. Ya Fattah dan Harry sering sih beli es krimnya Temon gitu. Fattah yang berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Aqeela. Ya Aqeela suka dengan Fattah gitu. Dodo dan Temon yang berteman baik sih biasa sih ngobrol di depan rumah Temon sih sambil main catur, minum kopi, dan makan singkong rebus gitu. Dodo dan Temon ngobrol dengan baik sih tentang sepak bola dan musik yang di tayangkan di Tv gitu. Memang sih Dodo dan Temon ngobrolin tentang FTV Kisah Nyata gitu yang di tayangkan di channel Indosiar gitu. Dodo dan Temon berpendapat baik sih bahwa FTV kisah Nyata, ya ceritanya bagus dan karakter tokoh-tokohnya bagus gitu. Obrolan Dodo dan Temon sekedar obrolan saja sih. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim gitu. Fattah yang berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Aqeela. Usaha Fattah berhasil jadian dengan Aqeela. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Fattah dan Aqeela. Calista senang sih Aqeela pacaran dengan Fattah gitu. Harry senang sih Fattah pacaran dengan Aqeela gitu. Fattah memang membuat cerpen dari kisah cintanya dengan Aqeela. Cerpen yang di buat Fattah sih di muat di koran gitu. Fattah tetap senang karya cerpennya di baca semua orang gitu. Aqeela dan Calista memang membaca cerpen Fattah di koran gitu. Pendapat baik Aqeela dan Calista tentang cerpen buatan Fattah, ya bagus gitu. Harry memang membaca koran membaca cerpen buatan Fattah, ya Harry berpendapat baik sih cerpen buatan Fattah bagus gitu. Harry memang bicara dengan baik sih sama Fattah, ya tentang cerpen buatan Fattah di kembangkan gitu menjadi skenario film gitu. Fattah mencoba sih untuk mengembangkan dengan baik cerpennya menjadi skenario film gitu. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik jualan es krim gitu. Temon berteman baik sih dengan cewek yang bernama Rani. Ya Rani anaknya Remon dan Tina. Rani kerja dengan baik sih jualan seblak gitu. Rani memang beragama Kristen. Rani memang menjalankan dengan baik sih ibadah di gereja, ya Rani mendoakan dengan baik sih kedua orang tua dan Rani mendokan dengan baik sih jualan seblaknya agar laris manis gitu. Temon berteman dengan Rani, ya Temon suka dengan Rani. Temon ingin jadian dengan Rani. Temon berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Rani gitu. Dodo berteman baik sih dengan cewek yang bernama Diva. Ya Diva anaknya Mohan dan Raisa. Diva kerjaannya jualan buah di pasar gitu. Diva memang beragama Kristen. Diva mendoakan dengan baik sih kedua orang tua dan Diva mendoakan dengan baik sih agar jualan buahnya laris manis gitu. Dodo yang berteman dengan Diva, ya Dodo suka dengan Diva. Dodo berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Diva. Dodo pernah di tolak Fia dan Eca Aura gitu, ya pada saat itu sih Dodo tinggal dengan baik di Semarang gitu. Dodo memang melupakan dengan baik sih Fia dan Eca Aura gitu. Dodo berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Diva gitu. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim gitu. Fattah memang berhasil membuat skenario film dari pengembangan cerpen Fattah gitu. Fattah memang membuat skenario film dua gitu. Skenario film yang pertama memang benar-benar sesuai dengan dengan cerpen. Skenario film yang kedua di buat dengan baik, ya agak berbeda dari cerpen aslinya gitu. Fattah memberikan dua skenario film ke Harry. Ya Harry membaca dengan baik dua skenario film buatan Fattah gitu. Harry menyukai dengan baik skenario film yang kedua gitu. Rencana sebenarnya Harry sih ingin mengajukan skenario film Fattah pada bosnya Anjasmara gitu. Makanya Fattah berjuang dengan baik sih membuat skenario film dengan baik agar di terima sama bos Anjasmara gitu. Harry menyerahkan dengan baik sih dua skenario film sama bos Anjasmara. Ya Anjasmara membaca dengan baik sih dua skenario film gitu buatan Fattah gitu yang berasal dari cerpen Fattah gitu. Anjarmara suka sih dengan skenario film buatan Fattah yang kedua gitu. Anjasmara menyuruh Harry untuk Fattah datang ke kantor tujuannya kontrak kerja gitu, ya skenario film Fattah mau di produksi sama Anjasmara gitu. Ceritnya sih Harry memang membawa Fattah ke kantor Anjasmara. Ya Anjasmara suka dengan skenario film Fattah dan Fattah tanda tangan kontrak kerja sama dengan Anjasmara gitu. Harry dan Fattah senang sih skenario film Fattah di produksi dengan baik sih. Fattah menjalankan dengan baik kuliah di Universitas. Fattah berpacaran dengan baik sih sama Aqeela. Harry kerja dengan baik sih perusahaan pembuatan film gitu. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim gitu. Ada acara musik dangdut. Dodo dan Temon ke acara musik dangdut. Penyanyi dangdut di acara musik dangdut adalah Selfi, Melly, dan Fildan. Semua orang suka dengan penyanyi dangdut Selfi, Melly, dan Fildan. Dodo dan Temon menikmati dengan baik sih acara musik dangdut yang bagus, ya serta semua orang sih suka dengan acara musik dangdut yang bagus gitu. Acara musik dangdut berjalan dengan baik sih sampai selesai gitu. Semua orang pulang ke rumah masing-masing sih karena acara musik dangdut selesai gitu. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim gitu. Dodo berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Diva. Usaha Dodo berhasil jadian dengan Diva karena Diva suka Dodo. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Dodo dan Diva gitu. Temon senang sih dengan kisah cinta Dodo dan Diva. Temon yang berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Rani, ya usaha Temon berhasil jadian dengan Rani karena Rani suka dengan Temon. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Temon dan Rani. Dodo senang sih dengan kisah cinta Temon dan Rani gitu. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim gitu. Ceritanya di buat dengan baik sih, ya film yang di produksi Anjasmara di tayangkan di bioskop gitu. Fattah dan Harry senang sih film di tayangkan di bioskop gitu. Anjasmara senang sih hasilnya penonton suka dengan film buatannya. Penonton memang ada yang berpendapat sih bahwa ceritanya film berasal dari pengembangan cerpen Fattah gitu. Anjasmara senang sih pendapat penonton itu benar tentang cerita film berasal dari pengembangan cerpen Fattah, ya berarti penonton membaca dengan baik cerpen Fattah di koran dan memang Fattah cerita cerpennya terkenal gitu makanya hasil film memuaskan gitu buat Anjasmara. Ya Anjasmara senang bekerja sama dengan Fattah gitu. Fattah kuliah baik sih di Universitas. Fattah tetap baik sih pacaran dengan Aqeela. Harry memang berteman dengan Calista karena Fattah dan Aqeela. Harry dan Calista saling suka dan keduanya jadian dengan baik sih. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Harry dan Calista. Fattah dan Aqeela senang sih dengan kisah cinta Harry dan Calista. Fattah mengambil ide dari kisah cinta Harry dan Calista, ya Fattah membuat cerpen dengan baik gitu. Cerpen yang di buat Fattah di muat di koran gitu. Fattah tetap senang semua orang membaca karya cerpen Fattah gitu. Dodo kerja dengan baik sih jualan mie ayam. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim gitu. Dodo dan Temon biasa sih ngobrol di depan rumah Temon sambil minum kopi, main catur, dan makan singkong rebus. Yang di obrolin Dodo dan Temon sih tentang sepak bola dan musik yang di tayangkan di Tv gitu. Keinginan Dodo dan Temon sih ingin ngobrol dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja orang-orang pemerintahan di Tegal berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan keamanan gitu. Obrolan Dodo dan Temon sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Dodo kerja dengan baik jualan mie ayam. Hubungan kisah cinta Dodo dengan Diva baik sih. Temon kerja dengan baik sih jualan es krim. Hubungan kisah cinta Temon dengan Rani baik sih. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Cerita Cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik sih tokoh Dodo dan tokoh Temon gitu," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan Monopoli gitu.