CAMPUR ADUK

Friday, May 7, 2021

JALAN HALAL

Tino seorang pemuda baik kerjaannya tukang rongsokan, jalan pekerjaan yang halal. Tino dengan berteriak "Rongsokan", ya berkeliling ke sana ke sini dengan motornya untuk mencari rongsokan dari orang-orang yang ingin menjual barang bekasnya. Sampai di sebuah gang, ya sebutkan gang pisang. Tino masih sih berteriak "Rongsokan", ya dengan tujuan orang-orang mau menjual barang rongsokannya.

Sebuah rumah sederhana, ya Janda bernama Misla. Demi menjalankan kehidupan di tinggal Suami tercinta, ya Ibu Misla ingin menjual barang bekas dari buku-buku yang telah lusuh banget, koran-koran lama ya lusuh, plastik gelas dan botol yang memang di kumpulkan dengan tujuan untuk di jual gitu dan terakhir kardus yang cukup banyak sih.

Ibu Misla mendengar teriakan tukang rongsokan, ya keluar dari rumahnya dan memanggil tukang rongsokan. Tino di panggil Ibu-ibu yang ingin menjual rongsokannya.

Dalam hati Tino "Rezeki ku hari ini. Ada Ibu-ibu mau jual rongsokan."

Ibu Misla, ya negoisasi Tino si tukang rongsokan dengan tujuan harga barang rongsokan yang ingin di jual Ibu Misla. Tino dengan jujur menentukan harga barang tersebut. Ibu Misla sepakat harga barang dengan Tino si tukang rongsokan. Ibu Misla mengeluarkan barang-barang rongsokan dari rumahnya. Saat itu Indro yang membawa motor, ya lewat depan rumah Ibu Misla yang menjual barang rongsokan ke tukang rongsokan. Tetap Indro membawa motornya dengan baik menuju rumahnya. 

Tino mulai menimbang berat barang dengan baik dan setelah itu Tino memberikan uang pada Ibu Misla. Ya Ibu Misla menerima uang dari Tino si tukang rongsokan.

Dalam hati Ibu Misla "Alhamdullillah rezeki hari ini. Bisa di gunakan untuk melanjutkan kehidupan ini dengan baik dengan jalan kebaikan".

Ibu Misla masuk rumahnya, ya biasa beres-beres rumah. Tino si tukang rongsokan membawa barang rongsokan dengan motor ke tempat penampung barang rongsokan. Sampai di tempat penampungan rongsokan, Tino bertemu Pak Abah. 

"Tino hari barang yang mau di jual banyak juga," kata Pak Abah. 

"Alhamdullillah rezeki hari ini," kata Tino. 

Tino seperti biasa sepakat harga barang dengan Pak Abah. Ya Pak Abah memberikan uang ke Tino. Ya Tino menerima uang dari Pak Abah dengan baik.

Dalam hati Tino "Rezeki hari ini." 

Tino pun pulang ke rumahnya. Sampai di rumah Tino, ya istirahat dengan baik tetap harapan Tino esok hari seperti biasanya ada orang ingin menjual barang rongsokannya ke dirinya tujuannya kelancaran dari pekerjaan yang di jalankan dengan baik pastinya halal banget. Sebenarnya sih Ibu Misla mau menjual dua mesin jait yang rusak pada Tino si tukang rongsokan, ya Tino mau membeli tuh barang esok karena bawaannya sudah banyak hari ini. 

***

Indro sampai di rumah. Duduk di ruang tengah dan ngobrol dengan Kasino sambil nonton Tv. Indro bercerita tentang kerjaan tukang rongsokan pada Kasino. Ya seperti biasa Kasino menanggapi dengan baik cerita Indro. 

"Jalan rezeki manusia. Pastinya halal jalan pekerjaan tukang rongsokan," kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

"Jika orang-orang punya barang bekas tidak berguna lagi, ya lebih baik di jual. Tujuannya melancarkan jalan rezeki tukang rongsokan. Saling menguntungkan," kata Kasino. 

"Jalan kehidupan manusia. Realitanya," kata Indro. 

"Ooooo...iya Kasino. Aku mengulas obrolan pembicaraan yang semalam," kata Indro. 

"Tentang apa?" kata Indro. 

"Artis Maria Vania," kata Kasino. 

"Ooooo artis Maria Vania," kata Indro. 

"Nama juga jalan artis. Setiap penampilan artis adalah nilai jual....iklan berjalan. Jalan kehidupan manusia itu dalam mencari rezeki bermacam-macam yang penting jalan halal. Saling menguntungkan. Yang tidak boleh itu merugikan, ya tidak baik itu mah, " kata Kasino. 

"Bener sih omongan Kasino. Artis Maria Vania itu rajin olah raga menjaga bentuk tubuhnya sih, jadi terlihat waaaw gitu," kata Indro. 

"Sama halnya dengan artis Deddy Corbuzier yang suka olah raga jadinya tubuhnya waaaw berotot. Cewek-cewek melihat tubuh Deddy Corbuzier yang berotot gimana gitu?" kata Kasino. 

"Pandangan cewek melihat cowok. Sama halnya pandangan cowok melihat cewek. Hal biasa jika berpikir dengan pikiran yang sehat, ya tidak kotor gitu," kata Indro. 

"Pikiran kotor, ya cuci aja!" kata Kasino yang becanda. 

"Emangnya baju," kata Indro yang mengikuti becandaan Kasino. 

"Emmm," kata Kasino. 

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh!" kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro fokus nonton Tv, ya acaranya bagus banget gitu. Dono di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget karena memang masih bulan Ramadhan. 

TINGKAHNYA

Dono, Kasino dan Indro di mesjid menjalankan i'tikaf di mesjid dengan baik seperti biasa sih acaranya baca Al-Qur'an bergantian. Sampai waktunya istirahat. Dono menikmati makan dan minum bersama remaja sih. Kasino di teras mesjid, ya sambil makan dan minum.

"Malam ini tenang banget ya Kasino," kata Indro.

"Memang malam ini malam yang tenang banget," kata Kasino.

Kucing berjalan di teras mesjid, ya melewati Kasino dan Indro. Kucing masuk ke dalam mesjid dan tiduran gitu, ya biasa ulah kucing gitu.

"Kucing," kata Indro.

"Kucing kampung, ya biasa main di mesjid," kata Kasino.

"Aku cuma teringat dengan film Batman sih," kata Indro.

"Film Batman. Ada apa dengan film Batman?" kata Kasino.

"Sebenarnya tidak ada urusan dengan karakter Batmannya. Cuma karakter Catwoman," kata Indro.

"Cewek lagi," kata Kasino.

"Cuma karakter dalam film saja Kasino," kata Indro.

"Aku paham," kata Kasino.

"Catwoman itu ada sebuah adegan merayu Batman. Kaya artis Maria Vania gitu tingkahnya," kata Indro.

"Jadi obrolan di kaitkan ke artis Maria Vania, ya sudahlah. Tingkahnya. Kalau aku pikir dengan baik, ya seperti Catwoman merayu Batman sih," kata Kasino.

"Kata-kata yang terucap dari mulut Maria Vania. Bikin gimana gitu. Susah untuk di omongin sih," kata Indro.

"Kalau dari data Dono yang pernah meneliti tentang tingkah cewek yang menggoda cowok. Kaya Maria Vania. Gimana ya susah banget untuk di omongin," kata Kasino.

"Ya bisa di bilang dengan baik sih...hot banget," kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

"Sekedar saja obrolan cewek tadi," kata Indro.

"Aku paham. Cuma sekedar saja," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya masuk ke dalam mesjid untuk berbaur dengan remaja yang lainnya sedang makan dan minum. Dono keluar dari mesjid untuk melihat keadaan lingkungan dengan baik. Ya memang sih terdengar suara orang baca Al-Qur'an pake toa dari mesjid yang lain gitu. 

"Malam yang tenang banget bertabur bintang," kata Dono yang melihat langit yang gelap bertabur bintang gitu.

Dono mengambil Hp di sakunya dan membuka jaringan di internet untuk membaca artikel berita. Dengan seksama Dono membaca berita satu persatu dengan baik, ya ingin tahu perkembangan berita yang ini dan itu baik dalam negeri maupun luar negeri. Sampai Dono membuka jaringan Blog di Hp-nya.

"Memang aku membuat cerita di rumah sih. Apa aku mempublikasikan satu cerita dari Hp-ku ya?" kata Dono berpikir panjang dengan baik.

Dono memutuskan.

"Ok telah terpublikasi," kata Dono.

Dono tidak membaca lagi artikel di jaringan internet di Hp-nya, ya segera Hp di masukan ke dalam saku Dono. Bergerak Dono masuk ke dalam mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf. Acara baca Al-Qur'an di lanjutkan dengan baik, ya seperti biasa sih bergantian gitu.

Thursday, May 6, 2021

MELANGKAHI

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv dengan acara berita, ya baik berita dalam negeri maupun berita luar negeri.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Boleh enggak ngomongin tentang cewek?!" kata Indro.

"Ya bolehlah ngomongin tentang cewek!" kata Kasino.

"Begini Kasino. Sebuah cerita saja yang aku buat dan kaitkan dengan nama artis cuma sekedar cerita saja gitu," kata Indro.

"Iya, aku paham," kata Kasino.

"Ceritanya. Sebuah keluarga bahagia dengan kehidupan yang sederhana gitu. Di dalam keluarga ada ayah dan Ibu. Ada tiga cewek yang cantik jelita, ya anaknya. Anak pertama bernama Lesti. Anak kedua bernama Putri. Dan terakhir, ya anak ketiga bernama Rara. Tiga cewek ini inginnya cepat menikah gitu. Memang zaman sekarang cewek lebih banyak pendekatan dengan cowok agar cowoknya bereaksi untuk menyatakan suka sama cewek. Tiga cewek ini mendapatkan pasangan masing-masing. Lesti dengan Rizky. Putri dengan Hari. Dan Rara dengan Gunawan. Ternyata hubungan Rara dan Gunawan sekedar saja. Ada cowok yang menyukai Rara dan memberikan kepastian suatu hubungan menikah gitu. Cowok itu namanya baik siapa ya?" kata Indro.

"Faul saja!" kata Kasino.

"Boleh juga Faul. Aku lanjut ceritanya. Faul memberikan kepastian pada Rara, ya dinikahi gitu dan juga kedua belah pihak orang tua setuju semuanya. Masalahnya konfliknya adalah kakaknya Rara, ya Lesti dan Putri tidak mau di langkahi oleh adiknya," kata Indro.

"Memang sih. Kalau urusan Kakak beradik biasanya sih. Kakak duluan yang menikah. Tapi di cerita Indro ini, ya adiknya yang menikah duluan," kata Kasino.

"Jadinya Rara sebagai adik ya ribet juga dengan urusan Kakaknya harus menikah duluan. Padahal Rara telah menunda pernikahannya gitu dengan waktu yang Rara buat komitmen dengan Kakaknya, ya tiga bulan. Ternyata tetap saja pacarnya Lesti dan Putri tidak memberikan kepastian gitu," kata Indro.

"Memang sih urusan pacaran itu belum tentu akan jadi ke jenjang pernikahan. Masalah di cowok tidak bisa memberikan kepastian menikah pada cewek. Alasan paling utama sih, ya menafkahi tuh cewek. Untuk diri sendiri masih kurang, eeee ini di tambah beban baru. Takutnya mengecewakan orang tua dari pihak cewek," kata Kasino.

"Bener sih omongan Kasino. Masalah cowok yang paling utama, ya menafkahi tuh cewek. Padahal Lesti dan Putri, ya siap bekerja agar rumah tangganya berjalan dengan baik. Tetap Rizky dan Hari tidak mau juga. Biasa harga diri cowok gitu, ya sukses dulu baru menikah," kata Indro.

"Kalau keputusan cowoknya seperti itu mau di kata apa? Pada akhirnya kan tidak akan menikah secepat mungkin. Lesti dan Putri harus mengikhlaskan Rara untuk menikahi duluan. Dilangkahi gitu," kata Kasino.

"Seharusnya seperti itu. Mengikhlaskan Rara menikah duluan," kata Indro.

"Kaya cerita  ini. Ada kesamaan cerita film apa sinetron ya?!" kata Kasino berpikir panjang.

"Ya, Kasino kesamaan dalam ceritakan hal biasa kan!" kata Indro.

"Iya biasa sih," kata Kasino.

"Ooooo..iya Kasino. Aku ingin pendapatmu tentang lagunya artis Amanda Caesa...gimana?" kata Indro.

"Lagunya artis Amanda Caesa. Ya bagus sih," kata pujian Kasino.

"Bagus toh. Artis itu kerjaanya membuat karya yang baik. Artis itu membesarkan namanya sendiri dulu dengan baik. Setelah itu baru para penggemarnya membesarkan namanya dengan mengidolakannya dengan baik," kata Indro.

"Realitanya kan memang begitu. Penggemarlah yang membesarkan nama tuh Artis ketika karyanya di kagumi dengan baik," kata Kasino.

"Ya sudahlah Kasino. Cukup lah. Ngobrol tentang cewek. Sekedar saja!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di ruang tamu, ya baca Al-Qur'an dengan baik banget. Sampai waktunya. Ketiga berbenah diri untuk pergi ke mesjid untuk menjalankan kewajiban sebagai muslim yang baik, ya sholat jum'at gitu.

I'TIKAF DI MESJID

Dono, Kasino dan Indro menjalankan i'tikaf di mesjid seperti biasanya. Acara i'tikaf seperti biasa baca Al-Qur'an dan juga ada istirahat juga sih dengan makan dan minum bersama di mesjid biasa sih kebiasaan kelompok remaja keakraban gitu. Dono ke kamar Ustad Irfan bersama Indro sih. Indro ngobrol dengan Ustad Irafan, yang di obrolin sebenarnya tidak terlalu penting sih untuk di ceritakan sih tapi adalah saling menasehati dalam menjalankan hidup agar hidup berjalan dengan baik gitu, jauh dari ujian kehidupan yang penuh penderitaan. Maksudnya sebagai umat muslim yang baik saling tolong menolong sesama saudara seiman.

Dono meminjam leptopnya Ustad Irfan, ya zaman sekarang Ustad Melenial gitu memahami ilmu agama dengan baik dan juga memahami ilmu lainnya maksudnya teknologi dan informasi. Sebenarnya Ustad Irfan kuliahlah, ya bidangnya rahasia sih nama juga cerita tidak perlu di ceritakan kongrit apa bidang keilmuan yang di jalankan dengan baik dengan tujuannya sih masa depan yang baik gitu. Dono mengetik cerita di Blognya keadaan di mesjid dengan baik banget. Dono pun teringat sebuah lagu berjudul 'Purnama'. Memang sih lagu yang di nyayikan seorang penyanyi terkenal bagus banget, ya menyentuh di hati Dono seperti biasa artis Lesti gitu. Karena ada kaitan dengan Bulan, ya Dono memutuskan membuat cerita tentang Bulan.

"Seandainya aku bertemu dengan Dewi Bulan. Rasanya gimana gitu. Cantik Dewi Bulan seperti bidadari," kata Dono.

Isi cerita di ketik Dono.

Seorang pemuda yang baik hati pekerjaannya seorang tabib. Pemuda itu mencari tanaman obat-obatan di hutan karena persedian telah habis. Di hutan, ya pemuda menemukan banyak tanaman obat. Sampai  pemuda melihat seekor kelinci yang terjebak pada perangkap. Pemuda menolong seekor kelinci tersebut, ya membebaskan dari perangkap tersebut sih. Tahu-tahu seorang mendatangi pemuda itu dan meminta kelinci tersebut. Pemuda memang sadar banget bahwa perangkap yang di buat di hutan itu untuk orang yang mencari rezekinya menangkap binatang liar.

Demi kelinci itu, ya pemuda membelinya pada orang yang membuat perangkap jebakan. Orang tersebut pergi setelah memegang uang dari pemuda. Kelinci itu terluka pada kakinya. Pemuda membawa kelinci ke rumahnya untuk di obatin. Sampai di rumah. Segera kelinci di obatin dengan baik dan setelah itu membereskan obat-obatan yang di dapatkan di hutan.

"Hari lelah," kata Pemuda.

Pemuda pun menikmati makan dan minumnya dengan baik banget, ya kelinci di beri makan dan juga minum juga sih. Pemuda telah kenyang. Karena kehidupan di desa. Pemuda langsung istirahat tidur. Esok harinya. Pemuda menjalankan aktivitasnya dengan baik banget, jadi tabib dengan baik mengobatin pasien yang datang ke tempatnya untuk berobat. Kadang pemuda mendatangi ke tempat orang-orang sakitnya sudah parah dan tidak bisa dateng ke rumahnya. Karena tempat yang di datengin jauh bisa memakan waktu satu hari kadang dua hari. Kadang pemuda menginap di rumah kepala desa. Sekarang kehidupan pemuda tidak kesepian seperti dulu karena ada kelinci yang jadi teman baiknya gitu.

Saat di kamar. Memang pemuda ingin istirahat. Kelinci memang sudah sembuh dari luka di kakinya. Pemuda itu berkata pada kelinci "Aku mencintai mu" dan mencium kelinci. Sebenarnya pemuda hanya main andai-andai saja tidak serius tapi tulus gitu.

Terjadilah keajaiban pada kelinci. Ya kelinci melayang di udara dan berubah jadi seorang wanita yang cantik banget seperti bidadari, ya kaya Dewi gitu. Sebenarnya Dewi Bulan pun berterima kasih karena telah membebaskan kutukannya dari iblis. Dewi Bulan kalah bertarung dengan iblis dan berubah menjadi kelinci.

Pemuda memahami cerita dari Dewi Bulan tentang dirinya kalah melawan iblis dan berubah jadi kelinci. Dewi Bulan pun berterima kasih pada pemuda tersebut dengan membawanya main ke istana bulan. Pemuda memang senang banget melihat keindahan dunia ini dari langit karena terbang di bawa Dewi Bulan ke istananya di bulan. Di istana bulan, ya pemuda itu seneng juga sih melihat keindahan dari istana bulan gitu. 

Pemuda itu masih ada kerjaan menolong manusia yang butuh bantuannya karena sakit. Jadi pemuda cuma sebentar di istana bulan. Dewi Bulan mengantarkan pemuda pulang ke rumahnya. Dewi Bulan kembali ke istananya di bulan. Iblis dateng lagi ke istana, ya ingin bertarung dengan Dewi Bulan. Pertarung Dewi Bulan dan iblis sangat sengit banget. Dewa Matahari pun dateng menolong Dewi Bulan untuk mengalahkan iblis. Ya iblis di kalahkan dengan baik sama Dewa Matahari. Jadi kehidupan Dewi Bulan kembali tenang. Pemuda setiap istirahat di kamarnya sambil melihat ke langit dari balik jendelanya dengan tujuan sih melihat Bulan yang indah.

***

Dono selesai mengetik di leptop.

"Sekedar cerita saja," kata Dono

Dono segera mempublikasikan dengan baik  di Blognya.

"Beres," kata Dono.

Dono pun mematikan leptop dan mengucapkan terima kasih pada Ustad Irfan telah di pinjamkan leptop dengan baik gitu. Dono, Indro dan Ustad Irfan, ya keluar dari kamarnya Ustad Irfan ke mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf baca Al-Qur'an. Seperti biasa acara baca Al-Qur'an bergantian dengan baik. Sampai acara i'tikaf selesai.

Wednesday, May 5, 2021

PATUH ATAU TIDAK

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv, ya berita sih. 

"Beritanya tentang larangan mudik," kata Indro. 

"Memang begitulah beritanya," kata Kasino. 

"Tujuannya di larang mudik masih kaitannya menanggulangi covid-19," kata Indro. 

"Memang beritanya seperti itu dan memang kenyataan lingkungan masih urusan covid-19. Kalau keluar rumah kan pake masker gitu mengikuti anjuran yang iklan di Tv tentang covid-19," kata Kasino. 

"Memang kenyataan lingkungan sih memang sih pake masker. Tetap saja ada yang patuh pada aturan yang di tetapkan pemerintah ada juga tidak. Nama juga masyarakat," kata Indro. 

"Seperti contohnya : saat lampu merah kendaraan harus berhenti. Ternyata ada yang tidak patuh pada aturan, ya tetap jalan terus kendaraan menerobos lampu merah. Jadi melanggar peraturan yang di tetapkan," kata Kasino. 

"Contoh Kasino bener lah kalau urusan masyarakat ada yang patuh pada peraturan dan ada yang tidak patuh pada peraturan," kata Indro. 

"Manusia banyak, ya repot untuk di atur harus patuh pada peraturan. Kalau manusia sedikit mudah di atur," kata Kasino. 

"Ooooo...iya Kasino. Ada artis cowok yang berpenampilan rambut gondrong gitu. Apa lagi tren rambut gondrong?" kata Indro. 

"Mungkin tren dan mungkin juga sih artis rambutnya gondrong tuntutan pekerjaannya mengharuskan tuh artis berpenampilan rambut gondrong contohnya : artis Randa dan artis Vincent," kata Kasino. 

"Kemungkinan tuntutan kerjaan, ya mungkin sih artis cowok di tuntut berpenampilan rambut gondrong. Sama hal seperti artis cewek di tuntut berpenampilan hijab layak muslimah yang baik atau artis cewek di tuntut berpenampilan hot yang membuat mata memandangnya jadi terkesan dan kata yang keluar dari mulut cowok, ya cantik dan seksi," kata Indro. 

"Nama juga artis," kata Kasino. 

"Memang bener omonga Kasino. Nama juga artis. Nilai jual di dalam diri tuh artis tinggi, ya iklan berjalan sih," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Berita di Tv terus memberitakan tentang pokok masalah yang terjadi di masyarakat yang ini dan itu. 

"Kasino aku nonton vidio di Youtobe sih. Ada ustad yang terkenal sama aja di bilang artis juga sih, ya ceramah di gereja gitu," kata Indro. 

"Ustad ceramah di gereja. Wah seru juga tuh vidionya. Jadi kalau pastur ceramah di mesjid, ya seru juga kali di buat vidionya," kata Kasino. 

"Vidio kontraversi gitu jadinya," kata Indro. 

"Vidio kontraversi, ya menarik saja sih. Seperti contohnya : vidio anak remaja atraksi motor di jalan raya gitu di berita pernah di tayangkan di Tv gitu terlihat jadinya kontraversi. Kalau di tinjau siapa yang menonton tuh vidio? Pasti yang nonton anak remaja dan di contoh tuh vidio tersebut sama anak remaja. Data kerjanya Dono meninju di lapangan," kata Kasino. 

"Vidio kontraversi ternyata ada dampak buruknya sesuai vidio yang di publikasikan jadi contoh gitu," kata Indro. 

"Kenyataan penelitian seperti itu adanya," kata Kasino. 

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Sedangkan Dono di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik karena masih bulan Ramadhan gitu. 

MERENUNG

Dono di dalam kamarnya duduk termenung setelah baca Al-Qur'an. 

"Aku tetap semu," kata Dono. 

Roh pun muncul kiri dan kanan di atas kepala Dono, ya ukurannya kecil banget. 

"Seperti biasa dirinya hampa lagi," kata Roh atau Setan. 

"Bagi anak manusia yang bisa mengetahui kebenaran dari rahasia yang di sembunyikan orang-orang terdahulu demi membangun agama dengan tujuan kebaikan untuk menikmati hidup di muka bumi ini. Pasti dirinya merasa hampa," kata Roh atau Malaikat. 

"Tujuan ku telah tercapai," kata Dono. 

"Dengan mendengarkan omongan ku. Tujuannya dia telah tercapai," kata Roh atau Setan. 

"Kebanyak manusia tidak bisa mendengarkan suara Roh," kata Roh atau Malaikat. 

"Memang sih kebanyakan manusia tidak bisa mendengarkan suara Roh. Ya Ilmu memang tinggi sampai mendapatkan gelar Profesor di bidang agama tetap tidak bisa mendengarkan suara Roh," kata Roh atau Setan. 

"Kebanyakan manusia tidak bisa mendengarkan suara Roh karena tidak bisa mengembangkan ilmu. Beda dengan dia yang mempelajari semua agama tujuannya ingin membuktikan kebenaran agama yang di yakini manusia," kata Roh atau Malaikat. 

"Kebanyakan manusia itu cukup satu agama saja di yakini agar tidak tersesat dalam menjalankan agama yang di yakini. Memang menyesatkan itu aku," kata Roh atau Setan. 

"Dari zaman dulu sampai sekarang menyesatkan manusia....tetap Setan. Tugasnya begitu!" kata Roh atau Malaikat. 

"Ujian apa lagi ya? Sakit sudah. Cewek sudah. Harta sudah. Pekerjaan sudah. Pokoknya neraka penderitaan sudah aku berikan padanya. Tetap dia berhasil keluar dari ujian tersebut dengan selamat dengan baik," kata Roh atau Setan. 

"Aku yang membimbingnya agar kuat menjalankan hidup ini," kata Roh atau Malaikat. 

"Malaikat selalu begitu memberikan pemahaman yang baik untuk berjalan di muka bumi ini di jalan kebaikan," kata Roh atau Setan. 

"Aku paham omongan ke dua Roh," kata Dono. 

"Kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh atau Setan. 

"Aku juga sama!" kata Roh atau Malaikat. 

Dono berhenti merenung dan segera mengetik di leptopnya, ya membuat cerita yang baik. Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah. 

"Kasino," kata Indro

"Apa?" kata Kasino. 

"Apa manusia percaya dengan cerita Roh?" kata Indro. 

"Ya tergantung manusia," kata Kasino. 

"Berarti kebanyakan manusia itu. Percaya dengan apa yang ia pelajari dengan baik dan hasilnya adalah kelayakan hidup dengan baik," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu," kata Kasino. 

"Seperti itu ilmu agama," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv karena memang acara Tv bagus gitu, ya menghibur gitu. Dono tetap mengetik di leptopnya dengan baik banget. 

Tuesday, May 4, 2021

PERMAINAN MASA KECIL

Indro di ruang tamu sedang main game di Hp-nya. Kasino yang selesai urusan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Duduklah Kasino di ruang tamu, ya di sebelah Indro. Ya Indro yang tadi asik main game jadi berhenti gitu dan berkata "Kasino."

"Apa?" kata Kasino.

"Aku i'tikaf di mesjid kan. Rasa-rasanya aku dapet lailatul qadar," kata Indro.

"Masa?" kata Kasino.

"Beneran Kasino. Aku merasa tenang banget pokoknya dapet lailatul qadar itu," kata Indro yang menyakinkan omongan ke Kasino dengan baik banget.

"Kalau begitu sih aku dapet juga lailatul qadar," kata Kasino mengikuti alur permainan Indro.

"Beneran Kasino. Bahwa Kasino dapet lailatul qadar?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Malaikat Jibril turun dengan membawa ayat-ayat Al Qur'an pada Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia di jalan kebaikan gitu. Jadi malam itu istimewa banget lebih baik dari seribu bulan," kata Kasino menjelaskan.

"Kasino. Aku tidak salahkan mendengarkan omongan itu?!' kata Indro.

"Memang tidak salah," kata Kasino menegaskan dengan baik.

"Kalau begitu sih. Al-Qur'an itu yang aku baca dengan baik," kata Indro.

"Ya iyalah. Aku juga sama baca Al-Qur'an juga dengan baik," kata Kasino.

"Kaya permainan masa kecil kita ya. Dapet lailatul qadar atau tidak," kata Indro.

"Sampai dewasa kan di mainkan. Tidak ada masalah kan!" kata Kasino.

"Memang sih. Nama juga permainan. Yang pastinya Dono yang mendapatkan lailatul qadar karena Dono punya kemampuan bisa mendengarkan suara Roh," kata Indro.

"Dono memang bisa mendengarkan suara Roh. Kemungkinan dapet lailatul qadar dengan baik," kata Kasino.

"Pastinya ceritanya Dono tentang Roh. Ya tidak jauh beda di dalam Al-Qur'an. Bahwa Roh membimbing manusia untuk di jalan kebaikan atas perintah Allah SWT," kata Indro.

"Ya begitulah adanya cerita," kata Kasino.

"Oooooiya Kasino. Kabarnya daerah sini. Yang mendapatkan vaksin, ya orang tua gitu. Dua kali vaksin gitu," kata Indro.

"Aku juga dapet kabar itu tentang orang tua di vaksin. Berarti kerja pemerintahan tentang penanggulangan covid-19 berjalan sesuai dengan rencana dengan baik banget," kata Kasino.

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh Kasino. Lebih baik main catur aja!" kata Indro.

"Ayo!" kata Kasino.

Kasino dan Indro sepakat main catur. Indro mengambil papan catur di bawah meja dan segera menyusun pion catur di papan bersama Kasino. Keduanya mulai main catur dengan baik banget. Dono di ruang tengah, ya sedang nonton Tv dengan acara berita dengan seputar puasa di bulan Ramadhan gitu. 

ASAL

Seusai i'tikaf di mesjid. Dono, Kasino dan Indro di rumahlah. Pengurus mesjid seperti biasa membangunkan orang-orang untuk sahur gitu, ya pake toa gitu. Dono duduk di ruang makan sambil nonton vidio Youtobe di Hp-nya dan juga makan dan minum, ya sahur gitu. Kasino dan Indro, ya nonton Tv di ruang tengah sambil makan dan minum, ya sahur gitu. Vidio yang di tonton Dono di Hp-nya, ya Bucin Story.

"Asal (Asli Atau Palsu)," kata Dono.

Dono menonton vidio dengan baik di Hp-nya.

"Artis Dimas mirip dengan artis Raffi, ya cenderung di sebut Asal (Asli Atau Palsu). Dimas main sinetron cinta. Artis Anneth main juga," kata Dono.

Dono terus menonton alur cerita sinetron dengan baik banget, ya sambil makan dan minum....sahur gitu. 

"Acara sahur seger....ya bagus banget," kata Indro.

"Ya menghibur gitu," kata Kasino.

"Artis Amanda Caesa  yang sering di panggil Caca gimana hubungan dengan Billy ya?" kata Indro.

"Tonton saja dengan baik tuh acara komedinya. Gimana hubungan Caca dengan Billy?" kata Kasino.

"Baik-baik saja sih," kata Indro.

"Kenyataan begitu," kata Kasino.

"Jadi sekarang ini yang dekat dengan Caca. Artis Anrez toh!" kata Indro.

"Ceritanya kan memang begitu," kata Kasino.

"Cerita remaja. Memang menarik banget!" kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

Kasino dan Indro tetap fokus nonton Tv yang acara bagus banget sambil makan dan minum. Dono selesai nonton vidio Youtobe.

"Ceritanya bagus. Artis Dimas ternyata Influencer bersama artis Anneth toh!" kata Dono.

Dono tidak melanjutkan nonton vidio Youtobe di Hp-nya, ya asik makan dan minum....sahur gitu. Sampai waktu imsak di beritahukan dari toa mesjid dan juga Tv sih. Dono, Kasino dan Indro berhenti makan dan minumnya. Seperti biasa sih hompimpa dan suit ketiganya untuk memutuskan siapa yang mencuci piring dan gelas? Ternyata yang kalah adalah Indro. Segera Indro mencuci piring dan gelas di belakang. Dono dan Kasino, ya bersiap-siap untuk sholat subuh, ya sudah wudu sih keduanya dan masuk kamar yang khusus untuk sholat.

Adzan subuh di kumandangkan dari mesjid. Indro selesai mencuci piring dan gelas, ya di taruh tuh piring dan gelas yang bersih ke rak piring. Indro mengambil wudu dengan baik di belakang. Setelah itu segera ke kamar untuk sholat subuh berjamaah dengan Dono dan Kasino. Seperti biasa ketiganya hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam? Ternyata yang kalah adalah Kasino.

Sholat subuh pun di jalankan dengan khusuk, ya sampai selesai sih. Setelah itu zikir dan doa dengan baik ketiganya. Kasino dan Indro, ya ke kamar masing-masing untuk istirahat. Dono di kamar masih duduk merenung dengan baik.

"Aku ini membuat cerita cerpen, ya sekedar hoby saja. Bisa di bilang isi dari cerita yang di buat....jujur dan bohong berdasarkan data yang di ambil dari mana pun. Aku sadar banget," kata Dono.

Dono pun keluar dari kamar tempat sholat ke kamarnya untuk istirahat dengan baik karena lelah semalaman tidak tidur, ya di mesjid menjalankan i'tikaf demi mendapatkan lailatul qadar.

Monday, May 3, 2021

KELUARGA BAHAGIA

Dono duduk di ruang makan, ya ingin mengetik di leptopnya seperti biasa sih ingin membuat cerita.

"Buat cerita apa?" kata Dono berpikir panjang.

Dono memutuskan untuk nonton vidio Youtobe untuk mendapatkan ide untuk cerita yang akan di ketiknya di leptopnya. Di pilihlah vidio yang menarik oleh Dono yaitu 'Keluarga Bahagia Di Jerman'. Dengan seksama Dono menonton vidio tersebut dengan ceritanya sih membuat makan yang enak gitu.

"Tokoh cewek ini yang sedang melakukan memasak di dapur. Masak bubur ketan merah dan bubur kacang ijo. Logat tokoh yang ceweknya, ya orang Papua sih," kata Dono.

Dono terus nonton vidio tersebut. Vidio terus menceritakan keadaan dengan baik banget, ya sampai masak di dapur selesai gitu dan makan yang matang itu di makan di ruang makan, ya bersama keluarga yang penuh kebahagian sesuai dengan konsep vidio yang di buat dengan baik banget.

"Tokoh cowoknya. Orang bule, ya logatnya sih jelas kaya orang Jerman," kata Dono.

Dono menonton vidio itu memang sampai selesai.

"Cerita tentang keluarga bahagia bagus banget. Ya membuat orang ingin punya keluarga bahagia gitu," kata Dono.

Dono masih berpikir panjang, ya belum menemukan ide yang tepat untuk cerita yang akan di ketik di leptopnya. 

"Artis Indonesia. Artis Raffi dan Nagita, ya menceritakan tentang kehidupan sehari-hari, ya keluarga bahagia di Indonesia sih. Kesamaan konsep ya, kalau aku berpikir dengan baik dengan keluarga bahagia di Jerman," kata Dono.

Dono memutuskan untuk nonton vidio Youtobe lagi yaitu 'Janji Suci'. Dono nonton dengan seksama vidio tersebut, ya cerita keluarga bahagianya artis Raffi dan Nagita. Seperti biasanya cerita terus berlanjut sesuai dari judul cerita yang menceritakan tentang tokoh utama dalam cerita dengan baik banget.

"Artis Nagita hamil. Raffi senang Nagita hamil, ya anak kedua," kata Dono.

Dono terus menonton vidio tersebut dengan baik.

"Cerita keluarga bahagia ini. Membuat orang ingin punya keluarga bahagia gitu," kata Dono.

Dono memang menonton vidio tersebut sampai selesai banget sih.

"Aku belum dapet ide untuk tulisan ku. Pusing. Buntu amat. Puasa gini makin di pikirkan makin laper. Sabar dan sabar dengan baik," kata Dono.

Dono ingin menonton vidio Youtobe yang di pilih, ya cerita artis Rizky dan Lesti gitu. Dono menonton vidio itu dengan seksama dengan baik.

"Artis Rizky dan Lesti ini. Seperti menceritakan tentang kisah cinta gitu," kata Dono.

Dono terus menonton vidio tersebut.

"Memang kisah cinta keduanya seperti cerita kehidupan sehari-hari. Konsepnya tidak jauh beda dengan vidio lain yang selesai aku tonton, ya tujuannya keluarga bahagia gitu," kata Dono.

Dono menonton vidio itu sampai selesai dengan baik.

"Aku belum dapet ide juga. Benar buntu. Pusing banget aku jadinya. Sabar dan sabar," kata Dono.

Dono tidak lagi nonton vidio lagi. Dengan diam dan melihat leptop dengan baik, ya Dono berpikir dengan panjang sih.

"Apa yang ku tonton, ya aku jadikan cerita saja. Idenya seperti itu saja. Keluarga bahagia," kata Dono.

Dono mulai mengetik cerita di leptopnya, ya menceritakan vidio yang Dono tonton dengan baik. Pada akhirnya cerita pun selesai di ketik dengan baik.

"Cerita seperti ini saja. Semua orang ingin punya keluarga bahagia. Tujuan hidup manusia di muka bumi ini, ya kebanyakkan sih ingin punya keluarga bahagia," kata Dono.

Dono pun menyimpan hasil ketikannya dengan baik banget. Dono segera main game di leptop-nya, ya catur sih. Sedangkan Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv, ya seperti biasanya berita ini dan itu baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tetap saja cerita berita masih menceritakan tentang puasa di bulan Ramadhan dengan keadaan masih menanggulangi Covid-19. Ceritanya jadi serba serbi gitu.

TERKESAN

Indro di ruang tamu sedang nonton vidio Youtobe di Hp-nya dengan baik banget. Kasino selesai urusan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya. Dono memang lagi asik nonton Tv di ruang tengah, ya acara musik dangdut salah satu artis mengisi acara untuk menyanyi adalah Happy Asmara gitu. Kasino memang ke ruang tengah sih, ya melihat Dono yang asik nonton Tv.

"Musik dangdut," kata Kasino dalam keadaan berdiri nonton Tv.

Dono pun berkata "Memang acara musik dangdut bagus."

"Artsi Happy Asmara bisanya menyanyi dengan Danny Caknan," kata Kasino.

"Biasanya sih," kata Dono.

Kasino pun bergerak ke ruang tamu. Dono tetap asik nonton Tv, ya musik dangdut gitu. Indro di ruang tamu masih asik nonton vidio di Hp-nya. Kasino duduk di sebelah Indro dan berkata "Nonton vidio apa Indro?"

Indro menunjukkan vidio di Hp-nya ke Kasino sambil berkata "Vidio artis Ayana."

Kasino melihat vidio itu dengan seksama, ya memang artis Ayana sih.

"Tumben nonton vidio artis Ayana biasanya main game?" kata Kasino.

Indro menghentikan nonton vidio di Hp-nya.

"Tertarik gitu," kata Indro.

"Tertarik. Karena artis Ayana cantik," kata Kasino.

"Cowok tertarik dengan cewek hal wajar sih," kata Indro.

"Memang wajar sih. Artis Ayana asalnya dari Korea dan juga muslimah gitu, ya terlihat dengan tata cara berpakaiannya sebagai seorang cewek muslimah yang paham agama Islam," kata Kasino.

"Kesannya jadinya berbeda gitu kalau menilai seorang cewek muslimah gitu. Baik, pinter dan juga paham agama Islam," kata Indro.

"Aku sama in saja penilaiannya dengan Indro," kata Kasino.

"Artis Ayana itu tertarik dengan Politik," kata Indro.

"Kalau urusan Politik sih. Ke Dono saja!" kata Kasino.

"Politik sih memang bidangnya Dono sih. Orang suka Politik itu, ya cenderung impiannya di masa depan ingin jadi seorang pemimpin gitu?!" kata Indro.

"Kebanyakan sih. Ya iya sih. Cenderung impiannya di masa depannya ingin jadi seorang pemimpin," kata Kasino.

"Berarti artis Ayana ingin jadi seorang pemimpin," kata Indro.

"Mungkin?!" kata Kasino.

"Kemungkinan itu ada toh. Maka artis Ayana itu kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah mengikuti gejala sekarang sih on line. Kebanyakan cewek yang berpikir maju, ya pasti sukses menggapai impiannya dengan baik," kata Indro.

"Memang kebanyakan seperti itu sih," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Ngomong-ngomong. Tumben, ya kita ngomongin cewek. Padahal masih bulan Ramadhan, ya biasanya sedikit saja?!" kata Indro.

"Kan asik nonton vidio artis Ayana karena alasannya mungkin cewek muslimah. Siapa?" kata Kasino.

"Memang sih aku akui sih," kata Indro.

"Aku kan mengikuti alur keadaan saja!" kata Kasino.

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh. Aku cuma terkesan saja dengan artis Ayana yang asalnya dari Korea, ya muslimah gitu penampilannya menarik banget!" kata Indro.

"Ya...ya..ya," kata Kasino.

Kasino mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera di bacanya dengan baik banget. Indro berhenti beneran tidak nonton vidio Youtobe di Hp-nya dan ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Dono. Ya Dono dan Indro asik nonton acara musik dangdut yang bagus banget gitu.

Sunday, May 2, 2021

BINATANG

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv yang acara Tv memang bagus banget gitu....sinetron religi yang banyak memberikan pemakaman agama gitu. 

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Jika tidak ada agama yang membimbing manusia apa yang terjadi?" kata Indro.

"Pemikiran Indro ada bagusnya. Jika tidak ada agama. Kehancuran total dunia manusia. Tidak tahu antara haram dan halal jadinya manusia, ya tidak di sebut manusia  yang sebenarnya binatang," kata Kasino.

"Binatang. Apa kah manusia akan sadar dengan kata-kata itu?" kata Indro.

"Kalau aku sadar. Kalau manusia yang lain belum tentu tuh," kata Kasino.

"Aku sih sadar juga sih. Kalau manusia yang lain belum tentu tuh," kata Indro.

"Jadi bintang itu. Tidak ibadah dan tidak berbuat kebaikan. Hidup buta segala-segalanya. Contohnya : kaya hidup Tarzan dengan para binatang di hutan," kata Kasino.

"Berarti tiori Darwin tentang manusia itu evolusi dari kera, ya binatang," kata Indro.

"Aku tidak mau mengakui tiori Darwin karena aku di sebut binatang. Aku punya agama yang mengajarkan aku untuk menjadi makhluk yang membimbing diri sendiri dan juga orang lain," kata Kasino. 

"Aku juga tidak ingin mengakui tiori Darwin, ya aku di sebut binatang. Aku punya agama. Menjadikan diri ku berbakti pada orang tua," kata Indro. 

"Manusia yang mengakui tiori Darwin, ya orang-orang barat, ya seperti di cerita di film yang ini dan itu. Contohnya : hubungan kumpul keboknya di tunjukkan seperti binatang. Berpakaian saja tidak menutupi tubuh dengan baik, ya bisa di sebut telanjang sih. Binatang kan tidak pake baju dan celana gitu," kata Kasino. 

"Ternyata. Kenyataannya. Kenapa manusia tidak ingin di bimbing dengan ilmu agama? Karena manusia yang lain mengakui tiori Darwin, ya jalan binatang maka di sebutlah mereka binatang," kata Indro. 

"Sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh lagi!" kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv karena acara Tv memang bagus banget. Dono di dalam kamarnya sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

KEMULIAAN

Kasino di halaman belakang, ya santai menikmati keadaan dan juga baca Al-Qur'an. Dono di ruang tamu sedang nonton vidio di Hp-nya, ya mencari ide cerita yang ingin di ketik di leptopnya gitu. Indro memang sedang memasak di dapur. Singkat waktu selesailah Indro masak di dapur gitu jadi makanan untuk berbuka puasa sudah siap untuk di santap. Indro ke ruang tamu dan duduk di sebelah Dono. 

Ya Dono berhenti dari nonton vidio di Hp-nya dan berkata "Masak makan apa Indro untuk berbuka puasa?" 

"Pindang ikan patin," kata Indro. 

"Patin itu bintang yang bersinar dengan terang yang di kagumin semua orang," kata Dono niat bercanda gitu. 

"Patin itu bintang bersinar masa iya? Padahal enak di makan gitu," kata Indro yang gak nyambung gitu. 

"Maksud ku artis Fatin!" kata Dono meluruskan omongannya. 

"Ooooo artis Fatin. Aku kirain masih urusan pindang ikan patin. Ya kalau artis Fatin sih bintang yang bersinar di kagumin semua orang," kata Indro. 

"Mau mempermainkan. Malah di permainkan. Dasar Indro," kata Dono. 

"Kartu permainan ketahuan dengan baik," kata Indro. 

"Iya deh aku akui," kata Dono. 

"Lagi asik nonton vidio apa Dono?" kata Indro

"Vidio tentang artis Raffi dan Nagita lagi bagi sembako," kata Dono. 

"Orang dermawan ya," kata Indro. 

"Sebutan untuk orang baik," kata Dono.

Terdengar adzan magrib dari mesjid. 

"Buka puasa," kata Dono.

"Iya," kata Indro.

Dono dan Indro beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang makan untuk berbuka puasa. Kasino  yang berhenti baca Al-Qur'an juga mendengar adzan dari mesjid. Kasino beranjak duduknya di halaman belakang menuju ke dalam rumah langsung ke kamar untuk menaruh kitab Al-Qur'an di meja belajar. Baru setelah itu Kasino ke ruang makan. Dono dan Indro menyantap makanan yang buat Indro. Kasino pun segera menyantap makanan yang di buat Indro. Ketiga menikmati makan dan minuman, ya sampai kenyang. Seperti biasa untuk menentukan siapa yang cuci piring dengan cara hompimpa dan juga suit? Yang mencuci piring adalah Dono karena kalah bermain hompimpa dan juga suit. Kasino dan Indro ke kamar yang khusus untuk sholat magrib, ya nunggu Dono selesai mencuci piring di belakang. Di tunggu dengan sabar sih. Dono ke kamar untuk sholat berjamaah bersama Kasino dan Indro.

Seperti biasanya untuk menentukan imam sholat dengan cara hompimpa dan suit? Yang kalah jadi ternyata Dono, ya Dono jadi imam sholat. Segera sholat magrib di jalankan dengan khusuk banget sampai selesai.

"Malam ini mulai i'tikaf di mesjid," kata Dono.

"Iya," kata Kasino.

"Di mesjid menjalankan i'tikaf demi mendapatkan lailatul qadar," kata Indro.

"Ayo berangkat ke mesjid. Untuk sholat tarawih dan langsung i'tikaf!" kata Kasino.

"Ayo!" kata Indro.

"Emmm," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro, ya keluar dari rumah menuju mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat tarawih di mesjid. Sampai di mesjid. Segera ketiga melaksanakan sholat bersama umat yang lainnya, ya di jalankan dengan penuh khusuk sampai sholat pun selesai. Acara i'tikaf pun di mulai dengan baca Al-Qur'an secara bergantian gitu.  Roh pun muncul di atas kepala Dono.

"Seperti biasanya menjalankan i'tikaf demi malam penuh dengan kemuliaan malam lailatul qadar," kata Roh atau Malaikat.

Dono mendengarkan omongan Roh dengan baik tetap Dono fokus mendengarkan baca Al-Qur'an dari Kasino dengan baik.

"Kemuliaan di berikan pada manusia yang mencari kebaikan di malam penuh rahmat ini," kata Roh atau Malaikat.

Dono tetap fokus mendengarkan bacaan Al-Qur'an Kasino.

Roh pun menghilang. Acara i'tikaf di mesjid berjalan dengan baik banget sampai selesai. Dono, Kasino dan Indro pulang ke rumah untuk sahur di rumah. Di rumah. Ya ketiganya menikmati makan sahur sambil nonton acara Tv yang bagus banget.

Saturday, May 1, 2021

MEMPROMOSIKAN

Dono duduk di ruang tamu sedang baca buku dengan baik banget. Indro memang sedang nonton Tv tapi saat iklan di Tv, ya Indro pindah duduk ke ruang tamu. Kasino tetap duduk santai di ruang tengah untuk menonton Tv. Indro duduk di sebelah Dono.

"Dono," kata Indro.

Dono berhenti baca bukunya dan berkata "Apa?"

"Aku baca Blog mu Don. Memberikan lokasi daerah. Sama saja menaikan nama daerah gitu. Sama hal seperti berita di Tv gitu menceritakan keadaan suatu daerah dengan kondisi seperti ini dan itu," kata Indro.

"Kalau mengangap seperti itu sih tidak masalah sih. Cuma nama daerah saja," kata Dono.

"Memang cuma nama daerah saja," kata Indro.

"Di Tv yang menaikin nama daerah itu jadi populer dan jadi target wisata karena artis yang promosin atau pejabat yang mempromosin daerah tersebut. Contohnya : acara perlombaan menyanyi yang memperkenalkan daerah masing-masing oleh peserta menyanyi," kata Dono.

"Omongan Dono ada bener juga. Beruntung jika suatu daerah punya artis terkenal, ya mempromosin daerah berdasarkan asalnya artis tersebut. Contohnya : Artis Lesti yang asalnya Bandung, Jawa Barat," kata Indro.

"Ya begitulah," kata Dono.

"Sama saja dengan artis yang ngetop di Indonesia asalnya dari Jepang. Ya mempromosin asal daerahnya dengan baik. Contohnya : artis Haruka dari Jepang," kata Indro.

"Kenyataannya begitu," kata Dono.

"Jika suatu daerah maju dengan baik, maka program kerja pemerintahan dalam memajukan daerah di katakan berhasil," kata Indro.

"Kan ada proses penelitian untuk menunjukkan apakah program kerja pemerintahan berhasil atau tidak dalam memajukan daerahnya?!" kata Dono.

"Ya sudah Don. Tidak perlu bahas lebih jauh!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan baca bukunya dengan baik banget. Indro ke ruang tengah untuk nonton Tv lagi, ya bersama Kasino. Terdengar suara dari mesjid, ya pengurus mesjid membangunkan warga sekitar untuk saur gitu karena memang lingkungan orang islam gitu, ya beda jika lingkungannya banyak orang kristen atau agama lain takutnya ganggu orang yang lagi asik tidur gitu.

"Waktunya sahur," kata Dono menghentikan baca bukunya dan menaruh buku di meja.

"Tidak terasa nonton Tv. Ternyata sudah waktu sahur," kata Kasino.

"Sahur toh. Besok minggu," kata Indro.

Indro, Kasino dan Dono segera mengambil makan di ruang makan, yang di tutup tudung saji. Ketiganya membawa makan di piring masing-masing ke ruang tengah untuk makan sambil nonton Tv.

"Acara sahur bagus ya," kata Indro.

"Memang bagus menghibur," kata Kasino.

"Emmmm," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro menikmati makan sahur dengan baik sambil nonton Tv dengan acara yang bagus banget. Sampai ketiganya kenyang gitu dan segera membereskan piring dan gelas untuk di cuci belakang.  Waktu imsak di beritahukan sama pengurus mesjid, ya terdengar baik sama Dono, Kasino dan Indro. Di Tv pun di beritahukan waktu imsak juga. Setelah itu terdengar suara adzan subuh. Dono, Kasino dan Indro segera melaksanakan sholat subuh di rumah. Seperti biasa untuk menentukan siapa imam sholat dengan cara main hompimpa dan suit? Ternyata yang jadi imam sholat adalah Kasino. Sholat subuh di jalankan dengan baik banget. Baru setelah selesai melaksanakan kewajiban, ya ketiganya tiduran di kamar masing-masing.

SUASANA PANTAI

Dono di kamarnya mau mengetik di leptopnya.

"Buat cerita apa ya?" kata Dono berpikir panjang.

Dono terus berpikir dengan baik dan akhirnya memutuskan "Cerita di pinggir pantai. Lokasinya di Bengkulu saja," kata Dono.

Dono mulai mengetik di leptopnya dengan baik.

Isi cerpen di ketik Dono :

Di pinggir pantai. Kasino duduk di atas perahu sambil menikmati minum kopi, ya di botol dan juga melihat keadaan pantai di malam hari. Bulan bersinar dengan terang banget, ya keadaan pantai jadi bangus banget. Indro menghampiri Kasino yang sedang duduk sendiri atas perahu, ya Dono pun ikut juga sih. Indro dan Dono duduk di perahu.

"Kasino menikmati pantai jangan sendirian dong," kata Indro.

"Siapa yang sendirian? Indro dan Dono ada nih sekarang!" kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Dasar Kasino," kata Indro.

"Urusan sholat taraweh sudah selesai. Aku ke pantailah cuma menikmati saja keadaan gitu," kata Kasino.

"Aku mengerti," kata Dono.

"Sebenarnya Kasino kalau sendirian itu lagi mikirkan sesuatu?" kata Indro.

"Membaca kebiasaan aku, ya Indro," kata Kasino.

"Sebagai teman tahulah kebiasaan Kasino," kata Indro.

"Aku juga mengerti juga kebiasaan Kasino. Sebagai teman baik," kata Dono.

"Ya aku akui dengan baik. Aku lagi memikirkan sesuatu sih," kata Kasino.

"Jangan-jangan mikirin cewek?" kata Indro.

"Husss! Bulan Ramadhan," kata Kasino.

"Iya aku tahu deh. Bulan Ramadhan. Agak di kurangin ngomonin ceweknya," kata Indro.

"Ya...ya...ya," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro menikmati keadaan pantai yang bagus banget gitu sambil minum kopi di botol masing-masing. 

"Kasino. Kakek buyut Kasino. Ulama kan?" kata Indro.

"Iya. Ulama. Sebenarnya sih. Asli dari Jawa Tengah lebih tepatnya Demak. Kakek buyut merantau ke Sumatra, ya tepatnya Bengkulu. Sampai sekarang tinggal di Bengkulu," kata Kasino sedikit bercerita.

"Jadi Kasino mewariskan dua darah Jawa Tengah dan juga Bengkulu," kata Indro.

"Ya begitu lah," kata Kasino.

"Zaman dulu untuk menyebarkan agama Islam ke penjuru negeri dengan di kirim kan orang-orang ahli agama. Ya pada akhirnya terjadi pernikahan beda suku. Berlangsung sampai sekarang sih," kata Dono.

"Seperti itulah zaman dulu. Generasi sekarang cuma melanjutkan perjuangan para Ulama yang membangun ajaran agama Islam di penjuru negeri," kata Kasino.

"Semua demi membimbing manusia di jalan kebaikan," kata Dono.

"Yang paham ilmu akan sama omongan dengan Dono," kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

Tiba-tiba Indro perutnya bunyi dan berkata "Laper kayanya aku."

"Pulang ke rumah saja. Udahan menikmati keadaan di pantai. Makan gitu!' kata Dono.

"Ok," kata Kasino.

Kasino, Dono dan Indro beranjak dari duduknya di atas perahu, ya berjalan menuju rumah Kasino. 

"Kasino urusan cinta dengan Selfi gimana?" kata Indro.

"Cewek yang di obrolin," kata Kasino.

"Sedikit saja!" kata Indro.

"Baik gitu," kata Kasino.

"Aku kirain urusan Kasino dengan Selfi kaya lagunya artis Selfi gitu yang judulnya 'Tak Pantas'...," kata Indro.

"Sedikit permainan gitu," kata Kasino.

Dono yang paham omongan Kasino langsung berkata "Aku sih merasa Tak Pantas dengan cewek sebaik Selfi karena aku sadar banyak kekurangannya."

"Banyak kekurangannya kapan lebihnya?!" kata Kasino.

"Biarkan Selfi menilai aku dengan baik. Apa kelebihan ku?!" kata Indro.

"Sudah permainannya. Jawabannya biarkan cewek yang menilai cowok!" kata Kasino.

"Ceweknya enggak ada," kata Indro.

"Memang ceweknya nggak ada. Cuma kita bertiga. Cowok tulen gitu," kata Dono.

"Tinggal telpon Selfinya," kata Kasino.

"Urusan Kasino dengan Selfi, ya selesai sih tidak ada kaitanyan dengan artis Selfi gitu," kata Indro.

"Ya," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro sampai di rumah. Ketiganya segera makan di ruang tamu sambil menikmati nonton Tv dengan acara yang bagus gitu.

***

Dono selesai mengetik di leptopnya.

"Seperti ini saja ceritanya. Suasana pantai di bulan Ramadhan," kata Dono.

Dono menyimpan hasil ketikannya dengan baik banget dan leptop di matikan. Dono keluar dari kamarnya langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino dan Indro lagi asik nonton Tv dengan acara musik religi karena masih kaitannya bulan Ramadhan gitu. Dono, ya asik juga nonton Tv yang acaranya bagus gitu.

Friday, April 30, 2021

MANIS CINTA TAPI TIDAK MENIKAH

Dono di kamarnya di depan leptopnya.

"Buat cerita apa?" kata Dono berpikir panjang.

Dono teringat dengan kenangan bersama Wulan. 

"Cerita kenangan saja ya!" kata Dono.

Dono pun mengetik di leptopnya dengan baik banget.

Isi cerpen yang di ketik Dono :

Dono menjalan hubungan dengan baik dengan Wulan, kisah kasih di bangku perkuliahan. Sampai  Dono dan Wulan lulus sarjana. Memang ada cerita ingin menikahi Wulan, tapi sayang Dono harus merelakan Wulan untuk pergi selamanya karena penyakit yang di derita Wulan. Dono berusaha melupakan kisah cintanya dengan Wulan dengan bantu Kasino dan Indro. Mulan adik Wulan memang di sukai Dono tapi karena janji dengan Wulan, ya Dono harus menjaga dengan baik Mulan selayaknya adik saja.

Suatu ketika Dono sedang sendiri di atas gedung sambil melihat pemandangan langit dan seisi kota yang terus berkembang dengan tujuan manusia yang sebenarnya kaya dan kaya. Dono mengenang kenangan kisah cintanya bersama Wulan. Kasino dan Indro seperti biasa menemani Dono, ya nungguin Dono agar tidak berbuat macam-macam. Maksudnya berpikir pendek, ya bunuh diri melompat dari gedung kaya cerita film gitu yang di tinggal pergi kekasihnya mati tidak bisa move on gitu. Seorang gadis cantik mendekati Dono.

"Mulan," kata Indro. 

"Suttt!" kata Kasino. 

Dono pun berkata "Wulan pergi untuk selamanya."

"Yang telah pergi, ikhlaskan kepergiannya untuk selamanya," kata Mulan yang tegar. 

"Adek...Mulan," kata Dono. 

"Mas...pulang yuk. Ngapain di sini!" kata Mulan membujuk Dono. 

"Iya," kata Dono. 

Mulan dan Dono, ya meninggalkan tempat tersebut, ya begitu juga dengan Kasino dan Indro meninggalkan tempat tersebut. Dono menjalankan kehidupan seperti biasanya bersama teman-temannya. Terkadang Dono jalan bareng dengan Mulan seperti lagu 'Kaktus (Kakak Adik Tanpa Status)'. Beberapa bulan kemudian. Mulan adiknya Wulan, ya menikah dengan Joni. 

Dono, Kasino dan Indro, ya dateng ke acara pernikahan Mulan. 

"Dono....beneran melepas Mulan, padahal bisa ganti kan kedudukanya Wulan," kata Indro. 

"Wajah memang sama, tapi kepribadian beda. Dono memilih melupakan Wulan dan telah berjanji menjaga Mulan. Masalah ya Mulan sudah jadian sama Joni, ya tidak baik mengambil jodoh orang lain demi memenuhi cinta sebatas cinta kembar parasnya," kata Kasino. 

"Iya juga...ya. Kata-kata yang tepat sih. Manis cinta tapi tidak menikah kisah Dono dengan Mulan," kata Indro.

"Boleh juga Indro. Kata-kata itu. Manisnya cinta tapi tidak menikah," kata Kasino.

"Obrolannya jangan di lanjutin. Kalau ketahuan Mulan tiba baik. Jadinya merusak pernikahan yang bahagia," kata Dono. 

"Ok," kata Indro dan Kasino bersamaan. 

Dono, Kasino dan Indro menikmati keadaan acara pernikahan yang penuh dengan kebahagiaan. Usai acara pernikahan seperti biasa ketiganya pulang ke rumah. Dono dapet telepon dari Ibunya segera pulang. Dono, ikutin mau Ibunya pulang ke Jawa Timur, ya Kasino dan Indro ikut Dono ke Jawa Timur dengan mobil. 

Di perjalanan. Saat makan di rumah makan Indro bertemu dengan cewek cantik, ya berusaha berkenalan dan akhirnya tahulah Indro nama gadis cantik, Saskia. Rencana perjalanan pun sedikit berubah, ya mengikuti maunya Indro yang mengejar cinta Saskia. 

Sampai-sampai Dono, Kasino dan Indro bertarung dengan preman yang mengganggu Saskia. Dono, Kasino dan Indro berhasil mengalahkan preman. Indro pun terus berusaha mendapatkan hatinya Saskia. Tapi ternyata Indro di tolak. Ya Indro menerima penolakan Saskia. Indro, Kasino dan Dono, ya melanjutkan perjalanan sampai ke di Jawa Timur, ya Bayuwangi gitu sampai di rumahnya Dono lah. Ternyata Dono di suruh pulang sama Ibunya untuk di jodohkan dengan gadis pilihan Ibu yang bernama Rara. Dono berpikir masa depan yang baik, jadi menerima perjodohan itu dengan baik.

Dono pun menikah dengan Rara. Dengan acara yang cukup meriah banget. Kasino dan Indro senang banget dengan pernikahan Dono dan Rara. Yang terpenting itu Dono bener melupakan Wulan demi masa depan yang baik. Indro pun jadian dengan Saskia hanya lewat telpon saja karena Indro terus menelpon Saskia, ya di teror gitu kebiasaan Indro yang bersifat kekanak-kanakan gitu. Dono, Kasino dan Indro menikmati acara dengan penuh kegembiraan gitu bersama Rara dan juga kerabatnya Dono.

***

Dono berhenti mengetik di leptopnya dengan baik.

"Buat ceritanya seperti ini saja. Sekedar kenangan cinta saja kan!" kata Dono.

Dono menyimpan hasil ketikannya dengan baik dan leptop di matikan dengan baik. Dono mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera di bacanya dengan baik. Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv yang acaranya berkaitan dengan bulan Ramadhan gitu, ya musik religi gitu.

IMPLEMENTASI

Seusai sholat tarawih di mesjid. Dono, Kasino dan Indro segera pulang ke rumah. Hujan pun turun sangat deras sekali, jadi sesuai dengan berita perkiraan cuaca hari ini akan hujan. Dono, Kasino dan Indro sudah di dalam rumah. Dono duduk santai di ruang tamu sambil nonton musik religi di Hp-nya. Kasino ada kerjaan, ya mengerjakan kerjaan di kamarnya. Indro memang di ruang tamu, ya main game di Hp-nya tapi ketika ingat sesuatu jadi Indro berhenti main di game di Hp-nya. 

"Dono," kata Indro. 

Dono berhenti nonton vidio musik di Hp-nya dan berkata "Apa Indro?" 

"Kenapa ya orang pemerintahan itu sering ngomong kata-kata yang sering di pakai orang pemerintahan untuk menegaskan program kerjanya. Contoh salah satunya 'Implementasi'....?" kata Indro. 

"Ya gimana ya? Memang realita di pendidikan, ya bangku kuliah pun sering gunakan. Jadi kebiasaan gitu," kata Dono. 

"Kalau tidak sadar sih di anggap biasa saja. Padahal kalau sadar, ya orang-orang di teliti dengan baik, maka program kerja pun di jalan dengan baik banget," kata Indro. 

"Kok bisa ngomong begitu?" kata Dono. 

"Aku kan berpendidikan. Jadi sadar lah. Keganjilan yang di buat orang-orang pemerintahan. Penelitian ini dan itu tujuannya program kerja berjalan dengan baik, ya kembali dengan kata 'Implementasi'....," kata Indro. 

"Sebenarnya sih bener. Maka orang-orang pemerintahan itu kan berpendidikan lulusan Universitas ternama. Maka kerjaannya ya meneliti ini dan itu, ya agar program kerjanya berjalan dengan baik," kata Dono. 

"Pantes. Terkendali dengan baik banget. Jika ada masalah segera cepat di proses dengan baik. Masalah pun selesai. Di analisa dengan baik," kata Indro. 

"Nama juga orang pinter di pemerintahan," kata Dono. 

"Kalau begitu aku nonton Tv aja ah!" kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

Dono melanjutkan nonton vidio musik di Hp dengan baik banget. Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Indro duduk dan mengambil remot di meja, ya Tv di hidupkan pake remot dan pilih chenel Tv yang menarik. 

"Ini saja. Lagu-lagu religi. Sabyan," kata Indro. 

Indro dengan santai nonton Tv, memang acara musik religi bagus gitu. 

"Implementasi," celoteh Indro karena Indro mengerti kata Implementasi itu. 

Indro fokus nonton Tv. beberapa saat kemudian. Kasino menyelesaikan kerjaan dengan baik. Keluarlah Kasino dari kamarnya ke ruang tengah untuk nonton Tv. 

"Lagu religi. Sabyan," kata Kasino sambil duduk di sebelah Indro. 

"Iya. Sabyan," kata Indro. 

"Bagus," pujian Kasino. 

"Memang bagus," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Kasino dan Indro fokus nonton Tv. Sedangkan Dono telah berhenti nonton vidio musik di Hp-nya. Dono mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera di baca dengan baik banget. 

NAMA JUGA CEWEK

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv. Acara Tv tentang membuat makan yang enak gitu dan juga minuman yang enak gitu. 

"Membuat makanan itu dari sayur mayur. Campur aduk di jadiin satu dan akhirnya jadi makan yang enak gitu dan di berinama pecel gitu. Begitu juga dengan mimuman di campur aduk jadi satu dan berinama es campur," kata Indro. 

"Omongan Indro benerlah. Campur aduk," kata Kasino. 

"Sama halnya buat anak ya?" kata Indro sambil berpikir panjang gitu. 

"Dari sel jantan dan sel betina. Jadi generasi baru di sebut anak. Campur aduk prosesnya," kata Kasino menjelaskan. 

"Nonton acara Tv tentang makanan dan minuman....jadi laper dan haus," kata Indro. 

"Ujian untuk orang yang puasa. Sabar!" kata Kasino. 

"Memang aku lagi belajar bersabar gitu. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan gitu. Oiya Kasino aku ingin ngomong sesuatu?!" kata Indro. 

"Cewek yang ingin di omongin gitu," kata Kasino. 

"Memang sih. Tentang cewek," kata Indro. 

"Ok apa itu?!" kata Kasino. 

"Baik aku mulai. Di ajarkan ajaran agama Islam. Cewek berpakaian menutup auratkan tujuannya untuk kebaikan cewek tersebut," kata Indro. 

"Memang. Malahan dari kecil anak cewek sudah di kenalkan untuk memakai pakaian menutup aurat," kata Kasino. 

"Kadang tergantung dari kepahaman cewek kan. Ada cerita cewek tadinya berpakaian menutup aurat. Karena ilmu kurang. Jadinya cewek itu melepaskan pakaian menutup aurat dan berpakaian biasa saja," kata Indro. 

"Benerlah omongan Indro. Kurang pemahaman ilmu agama," kata Kasino. 

"Masih mending dengan aturan dari ajaran agama Islam urusannya cuma memakai pakaian menutup aurat untuk cewek gitu," kata Indro. 

"Memang masih mending. Dari pada ajaran agama lain. Cewek jadi bikuni. Menjaga dirinya dengan baik dan membuang pesona kecantikanya," kata Kasino. 

"Mahkota cewek kan adalah rambutnya itu kan. Maka banyak cewek ke salon untuk mempercantik dirinya," kata Indro. 

"Realitanya begitu sih. Cewek untuk mempercantik dirinya ya ke salon gitu," kata Kasino. 

"Cewek pake pakaian penutup aurat saja tetap cantik di pandang dengan baik," kata Indro. 

"Nama juga cewek di tutup cantik di buka juga cantik," kata Kasino. 

"Sudah tidak perlu bahas lebih jauh. Fokus nonton Tv!" kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik. Acara Tv pun berganti ke acara lainnya, ya berita gitu. Seperti biasa berita di Tv memberitakan ini dan itu dengan baik banget seperti biasanya. Sedangkan Dono di ruang tamu sedang asik main game catur di leptopnya dengan baik banget. 

Thursday, April 29, 2021

CAMPUR ADUK

Indro duduk di ruang tamu sedang menundukkan kepala dan berkata "Bingung." 

Kasino yang selesai urusan kerjaan, ya keluar dari kamarnya langsung ke ruang tamu. Kasino melihat Indro yang sedang menundukkan kepala. Ya Kasino duduk di sebelah Indro dan berkata "Kenapa kamu Indro?" 

Indro pun tidak menundukkan kepala lagi, ya berkata "Bingung dengan sesuatu." 

"Urusan cewek ya?!" kata Kasino. 

"Bukan urusan cewek," kata Indro. 

"Tumben bukan urusan cewek," kata Kasino. 

"Tentang.....uang haram," kata Indro. 

"Uang haram," kata Kasino. 

"Uang haram....Kasino. Begini ceritanya. Ada orang kaya yang menaruh uang di mesjid. Setelah di usud dengan baik ternyata uang haram gitu. Hasil orang kaya itu berbuat keburukan dan orang kaya itu tobat. Jadinya aku bingung," kata Indro. 

"Indro jadi bingung," kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

"Uang haram itu. Uang kotor. Ya di cuci di londri jadinya bersih kan!" kata Kasino. 

"Iya juga ya tuh uang haram atau uang kotor di cuci di londri jadi bersih lagi. Itu mah Kasino bercanda kan!" kata Indro. 

"Ya iyalah aku becanda," kata Kasino. 

"Bagaimana menyelesaikan masalah uang haram ini ya?" kata Indro. 

"Zaman dulu ada ada cerita. Tentang seorang pendekar yang membela rakyat miskin dari penjajahan kolonial Belanda. Pendekar itu mencuri uang pejabat Belanda dan di bagikan ke rakyat miskin. Memang sih uang itu hasil dari pajak tinggi yang di ambil dari rakyat jadinya rakyat menderita gitu. Perputaran uang tadi dari halal jadi haram. Dari haram jadi halal. Campur Aduk," kata Kasino. 

"Iya sih Kasino. Uang itu jadinya Campur Aduk," kata Indro. 

"Cerita sekarang. Seorang pemuda kerjaannya mencopet pada seorang Ibu-ibu. Uang hasil copet di gunakan uang membeli makan ke penjual makan. Penjual makan tidak tahu tuh uang hasil dari mencopet. Jadi uang itu dari halal jadi haram. Dari haram jadi halal. Campur Aduk," kata Kasino. 

"Iya Kasino. Uang itu Campur Aduk," kata Indro. 

"Jadi gimana menyelesaikan masalah seperti ini. Berlarut-larut?" kata Kasino. 

"Bingung. Sama urusannya dengan uang haram," kata Indro. 

"Jika rakyat miskin dan penjual makan tidak tahu uang itu uang haram maka tidak akan jadi masalah karena pemikiran rakyat miskin dan penjual makan, ya uang itu uang halal. Jadi menanggung dosa hanyalah pendekar dan pemuda itu," kata Kasino. 

"Bener omongan Kasino. Jika tidak tahu uang itu uang haram, ya urusan jadi selesai. Masalahnya uang yang di taruh di mesjid ini ketahuan uang haram," kata Indro. 

"Ya pulangin saja tuh uang haram ke pemiliknya. Jadi urusan selesai. Tobatnya di tolak orang mesjid. Yang di terima di mesjid uang halal," kata Kasino. 

"Di pikir dengan baik. Bener omongan Kasino. Jadi masalah selesai gitu," kata Indro. 

"Masalah sudah selesai," kata Kasino. 

"Aku tidak bingung lagi," kata Indro. 

"Main game ah!" kata Kasino. 

"Baca Al-Qur'an saja!" kata Indro. 

Indro pun pindah duduknya ke ruang tengah untuk baca Al-Qur'an. Kasino asik main game di Hp-nya. Sedangkan Dono di kamarnya baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

CEWEK LAGI!

 

Seusai sholat tarawih di mesjid. Dono, Kasino dan Indro duduk santai di ruang tamu.

"Dono, Kasino," kata Indro.

"Pasti obrolan tentang cewek lagi," kata Dono.

"Kemungkinan besar begitu yang di obrolin pasti cewek lagi," kata Kasino.

"Sebenarnya iya sih. Yang di obrolin cewek lagi. Dari pada ngobrolin tentang babi berita di Tv," kata Indro.

"Ngobrolin babi lebih baik. Ya babi ngepet kan cenderung cerita misteri," kata Dono.

"Babi itu haram untuk di makan, kalau di bicarakan tidak. Babi ngepet cuma cerita misteri, tapi memang sih cerita menarik sih. Namanya manusia kan ada yang buta dengan kehidupan ini. Maka jalan di pilih untuk jadi kaya dengan menjadi babi ngepet," kata Kasino.

"Obrolan kaya orang desa," kata Indro.

"Lebih baik obrolan orang desa masih mendekati tahayul ini dan itu. Dari pada orang kota yang di obrolin tidak jauh dengan kemajuan teknologi yang ini dan itu. Fantasi orang kota itu......bagaimana cara tinggal di planet Mars?" kata Dono.

"Omongon Dono sih bener tuh. Fantasi orang kota, ya tinggal di luar angkasa dengan pesawat yang luar biasa besarnya," kata Kasino.

"Ya aku paham omongan Dono dan Kasino tentang orang kota. Fantasinya lebih cenderung kaya film Star Wars," kata Indro.

"Memang film Star Wars...bagus sih," kata Dono.

"Star Wars..bagus itu film. Fantasinya luar biasa banget gitu," kata Kasino.

"Ayolah. Dono, Kasino yang di omongin urusan cewek!" kata Indro.

"Ok," kata Dono.

"Ok. Ngomongin urusan cewek!" kata Kasino.

"Sip. Aku mulai dengan baik. Jika Dono dan Kasino di berikan ujian. Seperti ini. Ya cewek pelacur," kata Indro.

"Buset. Bulan Ramadhan begini masih ngomongin urusan cewek pelacur," kata Dono.

"Aku tidak abis pikir dengan pemikiran Indro. Cewek pelacur," kata Kasino.

"Janda, ya lumrahlah. Perawan, ya wajar lah. Kalau cewek pelacur luar biasa ujiannya," kata Indro.

"Memang sih. Cewek pelacur itu ujian luar bisa banget," kata Dono.

"Aku setuju dengan omongan Dono dan Indro. Cewek pelacur itu ujiannya luar biasa gitu," kata Kasino menegaskan omongan Dono.

"Cewek pelacur. Dono dan Kasino di berikan ujian. Ya menyukai cewek pelacur yang cantik luar biasa gitu kaya di cerita film gitu. Bagaimana Dono dan Kasino?" kata Indro.

"Permainan apa sungguh-sungguh?" kata Dono.

"Bener omongan Dono itu. Permainan apa sungguh-sungguh?" kata Kasino.

"Permainan boleh. Sungguh-sungguh juga boleh!" kata Indro.

"Baiklah. Aku bimbing cewek pelacur dengan baik banget di jalan kebaikan," kata Dono.

"Kalau aku, ya membimbing cewek pelacur agar berjalan di jalan kebaikan dan melupakan masa lalunya yang kelam," kata Kasino.

"Dono dan Kasino, ya sama aja tentang cewek palacur. Di bimbing untuk berjalan di jalan kebaikan. Padahal aku juga sama aja sih, ya bisalah membimbing cewek pelacur untuk berjalan di jalan kebaikan gitu," kata Indro.

"Maka itu lebih baik tidak usah ngomong tentang cewek. Lebih baik ngobrol tentang monster bertarung dengan robot gitu!" kata Dono.

"Itu sih ngobrolin tentang Power Rangers," kata Kasino.

"Ok. Memang sih lebih baik ngobrol tentang dunia film gitu. Seru gitu!" kata Indro.

"Itu tahu!" kata Dono.

"Sudahlah. Ngobrolnya. Lebih baik aku nonton Tv saja!" kata Kasino.

"Aku juga sama nonton Tv aja!," kata Indro.

"Ya.....ya...ya. Pada akhirnya sekedar obrolan saja. Permainannya Indro saja!" kata Dono.

Dono tetap di ruang tamu, ya mengambil buku di meja dan di bacanya dengan baik banget. Kasino dan Indro, ya ke ruang tengah. Kasino mengambil remot Tv di meja dan menghidupkan Tv dengan baik banget dan di pilihlah chenel yang menarik gitu dengan acara film gitu. Remot di taruh di meja sama Kasino. Indro dan Kasino, ya asik nonton Tv karena film-nya bagus banget gitu.

CEWEK LAGI!

Dono di ruang tamu sedang baca buku dengan baik banget. Kasino di ruang tengah, ya asik nonton Tv dengan acara Tv menghibur gitu....komedi yang masih kaitkannya di bulan Ramadhan. Indro yang selesai memasak makanan untuk berbuka  puasa dan juga minuman. Indro langsung ruang tamu untuk istirahat gitu.

Duduk Indro di sebelah Dono dan berkata "Dono."

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.

"Mau ngomong tentang cewek sih?" kata Indro. 

"Bulan Ramadhan gini masih ingin ngomongin cewek lagi. Ok lah. Apa?" kata Dono. 

"Sip boleh. Aku mulai ya. Cewek kalau menyukai cowok seumur hidup bisa satu cowok saja?!" kata Indro. 

"Memang ada datanya sih. Cewek menyukai cowok seumur hidupnya bisa satu aja," kata Dono. 

"Jadi beda dengan cowok ya? Bisa menyukai cewek lebih dari satu," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Jadi jangan jadi orang munafik. Bilang saja. Aku tidak bisa menyukai satu bunga tapi menyukai beberapa bunga," kata Dono. 

"Kadang cewek. Bisa menyukai cowok lebih dari satu kan?!" kata Indro. 

"Ya memang ada sih datanya. Contohnya : cewek itu jadian sama cowok. Setelah hubungan di jalanin satu tahun, ya hubungan putus. Ya cewek jadian lagi dengan cowok lain kan," kata Dono. 

"Memang yang bagus itu. Cewek yang hanya bisa menyukai satu cowok seumur hidupnya," kata Indro. 

"Memang cewek yang bagus itu. Cewek yang hanya bisa menyukai satu cowok seumur hidupnya. Di sebut....setia," kata Dono. 

"Kadang cewek itu berharap cowok yang ia sukai itu jadi calon suaminya. Tapi kenyataannya yang dateng bukan orang di sukai," kata Indro. 

"Memang ada data seperti itu. Pada akhirnya cewek itu belajar menerima cowok yang dateng itu. Jadi calon suaminya," kata Dono. 

"Berharap buah manis. Ternyata dapet buah asem, ya di makan juga," kata Indro. 

"Perumpamaan yang bagus," kata Dono yang memuji. 

"Sama halnya dengan cowok ya. Berharap cewek cantik yang luar biasa cantiknya kaya artis yang cantik jelita pesonanya. Eeeee dapetnya cewek biasa-biasa saja," kata Indro. 

"Sama maksud dengan perumpaan buah tadi," kata Dono. 

"Dono kalau di beri pilihan. Pilih jeruk asal dari Jawa Timur apa jeruk asal Palembang?!" kata Indro. 

"Permainan Indro ini mah. Ok. Jeruk asal Palembang," kata Dono memutuskan pilihan. 

"Jadi Dono milih jeruk asal Palembang. Kalau di ganti sih. Dono milih cewek asal Palembang," kata Indro. 

"Aku telah memilih dengan baik," kata Dono menegaskan. 

"Gimana jeruk asal Jawa Timur ya?!" kata Indro. 

"Berlanjut lagi permainan Indro. Ok. Jeruk asal Jawa Timur tinggal kenangan saja," kata Dono. 

"Jadi cewek asal Jawa Timur jadi kenangan toh. Kalau artis cewek...gimana Don?!" kata Indro. 

"Dikaitkan toh dengan artis cewek. Permainan Indro. Ok. Jawabannya. Aku suka jeruk asal Jawa Timur," kata Dono. 

"Ya Dono suka jeruk asal Jawa Timur. Maksudnya Dono suka artis cewek dari Jawa Timur. Alasan Don?!" kata Indro. 

"Sederhana suka saja," kata Dono. 

"Ooooo suka saja. Kalau begitu aku samain saja kedudukannya menyukai artis cewek asal Jawa Timur, ya sama dengan Dono gitu. Ya sudahlah cuma permainan saja. Aku nonton Tv saja!" kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

Dono melanjutkan baca bukunya dengan baik banget. Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino. Acara Tv....ya komedi gitu memang bagus banget. Indro dan Kasino terhibur dengan tontonan yang bagus banget. Sampai waktunya. Adzan di kumandangkan dari mesjid dengan baik. Dono, Kasino dan Indro menghentikan kegiatannya dan segera berbuka puasa di ruang makan. 

CAMPUR ADUK

THE HURRICANE

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Keadaan sekitar lingkungan rumah Budi...baik sih. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bag...

CAMPUR ADUK