CAMPUR ADUK

Sunday, June 21, 2020

INUYASHA

Kasino sedang santai ya istirahat dari ia bekerja gitu, jadi nonton Youtobe di Hp-nya kartun Inuyasha. Di mulailah kartun Inuyasha.

Inuyasha bergerak cepat ke kulil. Penduduk desa menyerang Inuyasha dengan panah untuk menghentikan pergerakan Inuyasha. Keinginan Inuyasha yang kuat untuk mendapatkan Shikon no Tama terus  menuju kuil dan di dobrak pintu kuil. Inuyasha mencari Shikon no tama di dalam kuil. Shikon no Tama di temukan segera di bawa kabur oleh Inuyasha. Kikiyo, pendeta kuil...ya memanah Inuyasha tepat di jantungnya sampai ke pohon untuk menyegel pergerakan Inuyasha yang setengah Siluman. Kikiyo yang terluka di serang Siluman. Para penduduk dan Kaide, adik Kikiyo mendatengin Kikiyo yang terluka.

"Kaide, bakar Shikon no Tama dengan jasadku!" kata Kikiyo yang sekarat.

Kaide mengikuti perintah Kakaknya. Segera lah Kikiyo di bakar bersama Shikon no Tama.

"Shikon no Tama, akan ku bawa ke dunia lain," kata hati Kikiyo.

Kikiyo musnah bersama Shikon no Tama karena di bakar.

***

Kakek Kagome membuat Shikon no Tama untuk di jual. Kagome malah berkata "Ada-ada Kakek menjual Shikon no Tama. Zaman sekarang masih percaya dengan cerita tahayul."

"Shikon no Tama ini bisa melindungi manusia," kata Kakek Kagome yang meyakinkan Kagome.

"Sudahlah Kakek," kata Kagome.

Kagome pun sarapan pagi dengan keluarga. Saat mau berangkat sekolah. Kagome mencari Sota, adik Kagome yang mencari kucing di kuil kecil. Kagome menemukan kucing dan juga Sota dengan membawa mangkuk berisi makan kucing. Tiba-tiba dari sumur tua yang ada di kuil kecil muncul siluman menarik Kagome ke dalam sumur.

"Akhirnya aku menemukan Shikon no Tama," kata Siluman Kelabang.

Kagome menggunakan tangan kirinya untuk menjauh diri dari Siluman Kelabang, ya terpentallah Siluman Kelabang karena kekuatan yang keluar dari tangan kiri Kagome sampai satu tangan Siluman Kelabang terputus.

Kagome pun sampai di dasar sumur dan berusaha keluar dari sumur. Terlihat oleh Kagome hutan belantara. Kagome pun berjalan dan melihat manusia berbaju merah di pohon. Penduduk desa memanah Kagome, untung tidak kena dan segera menangkap Kagome. Kaide, pendeta kuil pengganti Kakaknya segera melemparkan bubuk penghusir makluk jahat. Saat memperhatikan wajah gadis tersebut ternyata mirip Kikiyo, Kakaknya Kaide. Maka itu Kaide membebaskan Kagome dan di jamu di rumahnya, makan malam gitu. Siluman Kelabang menyerang desa. Kaide dan Kagome keluar dari rumah. Siluman Kelabang menghancurkan desa. Siluman Kelabang mengejar Kagome. Ya Kagome berlari dengan sekuat tenaga menjauh dari Siluman Kelabang.

"Tolong aku," teriak Kagome.

Inuyasha bangun dari tidur panjangnya dan mencium bau orang yang menyegelnya. Kagome sampai di tempat Inuyasha di segel. Siluman Kelabang dateng menyerang Kagome. Penduduk desa bersama Kaide memanah Siluman Kelabang. Kagome selamat dari serangan Siluman Kelabang. Ternyata Siluman Kelabang mengamuk jadi menyerang Kagome sampai melukai Kagome dan keluarlah Shikon no Tama dari tubuh Kagome. Siluman Kelabang menelan Shikon no Tama dan meningkatkan kekuatannya jadi Siluman Kelabang berubah jadi buas banget.

Inuyasha meminta Kagome untuk melepaskan panah yang berada di dada Inuyasha untuk melepaskan dari penyegelan. Kagome mengikuti perintah Inuyasha untuk mencabut panah yang ada di dada Inuyasha. Kaide berusaha mencegah Kagome untuk tidak mencabut panah yang menyegel Inuyasha tapi tidak bisa karena di halangin Siluman Kelabang. Siluman Kelabang menyerang Kagome. Kagome pun berusaha mencabut panah di dada Inuyasha. Panah yang menyegel Inuyasha pun hancur. Inuyasha pun terbebas dari menyegel dirinya selama 5O tahun. Dengan cakarnya yang kuat langsung menyerang Siluman Kelabang, jadi Siluman Kelabang tercabik-cabik.

Kaide menyuruh Kagome melihat di mana Shikon no Tama berada pada potongan tubuh Siluman Kelabang, karena Siluman Kelabang mau menyatukan tubuhnya lagi.

"Di sana!" kata Kagome.

Kaide segera mengambil Shikon no Tama dari potongan tubuh Siluman Kelabang. Ya Siluman Kelabang pun musnah. Penduduk desa membereskan kerusakan yang di akibatkan Siluman Kelabang. Kagome, ya menginap di rumah Kaide. Inuyasha menikmati kebebasannya.

***

Kasino selesai nonton Youtobe di Hp-nya, kartun Inuyasha.

"Waktunya bekerja lagi," kata Kasino.

Kasino pun mematikan Youtobe-nya di Hp-nya dan segera melakukan pekerjaannya.

DORAEMON

Dono sedang santai di ruang tamu, ya nonton kartun di Hp-nya, Youtobe. Kartun Doraemon di mulai.

Nobita sedang santai tidur-tiduran di kamarnya di lantai dua. Doraemon bertemu dengan tikus, ya ketakutan gitu jadinya Doraemon berlari ke lantai dua dan masuk kamar Nobita. Doraemon mengeluarkan alat-alat dari kantung ajaibnya untuk mengusir tikus.

"Aku akan hancur kan rumah ini," kata Doraemon mengeluarkan bom.

"Doraemon kan ada cara untuk mengusir tikus tidak harus menghancurkan," kata Nobita.

"Ada sih caranya," kata Doraemon.

Doraemon mengeluarkan sebuah terompet dari kantung ajaibnya dan terompet di berikan kepada Nobita. Doraemon dan Nobita ke ruang tengah di mana ada tikus bersembunyi. Nobita meniup terompet, jadinya tikus keluar. Doraemon melihat tikus sangat ketakutan dan menyuruh Nobita mengusir tikus.

"Tikus pergi ke belakang gunung!" kata Nobita.

Nobita meniup terompetnya, jadinya tikus terhipnotis dan berjalan menuju belakang gunung. Tikus sudah pergi, jadinya Doraemon sudah tenang. Nobita dan Doraemon ke lantai dua, ya kamarnya Nobita. Di keluarkan hasil ulangan Nobita yang nilai nol.

"Banyak juga hasil nilai ulangan yang nol," kata Doraemon.

"Aku akan membuangnya ke belakang gunung, biar tidak di marahin Ibu. Kertas ulangan ke belakang gunung!" kata Nobita.

Nobita meniup terompetnya dan kertas ulangan pun berjalan menuju ke belakang gunung. Anak-anak saat melintas rumah Nobita jadi  melihat nilai ulangan Nobita yang nol. Nobita berusaha keras untuk mengejar kertas ulangannya sampai ke belakang gunung. Setelah urusan Nobita selesai dengan kertas ulangannya, ya segera pulang ke rumah dan masuk kamarnya.

"Kalau melakukan sesuatu pikir dulu," kata Doraemon.

"Iya," kata Nobita.

Nobita ingin memulangkan buku yang ia pinjam sama Shizuka.

"Buku-buku pulang ke rumah Shizuka!" kata Nobita.

Nobita meniup terompetnya. Buku-buku pun bergerak dan berjalan menuju rumah Shizuka dengan panduan Nobita yang meniup terompet, ya Doraemon ikutlah. Sampai di rumah Shizuka. Nobita dan Doraemon mengetuk pintu jadi di bukakan pintu sama Shizuka.

"Aku memulangkan buku yang aku pinjam," kata Nobita.

Nobita meniup terompetnya, ya buku-buku berjalan masuk rumah Shizuka.

"Lucunya," kata Shizuka melihat buku-buku yang berjalan menuju kamar Shizuka dan langsung ke rak buku Shizuka. Nobita dan Doraemon ya berjalan menuju rumah setelah memulangkan buku ke Shizuka. Di tengah jalan bertemu dengan Suneo yang murung durja.

"Suneo kenapa kamu?" tanya Nobita.

"Gaint mengambil mainan ku," kata Suneo.

"Komik ku yang di pinjam Gaint belum di pulang kan juga. Ayo ke rumah Gaint!" kata Nobita.

"Ayo!" kata Suneo dan Doraemon bersamaan.

Nobita, Suneo dan Doraemon ke rumah Gaint. Sampai di rumah Gaint. Nobita, Suneo dan Doraemon masuk kamar Gaint lewat jendela dengan diam-diam.

"Semua barang-barang kembali ke rumah masing-masing!" kata Nobita.

Nobita meniup terompetnya. Barang-barang yang di pinjam Gaint.....ya bergerak menuju rumah masing-masing. Gaint melihat semua barang-barang yang di pinjamnya berjalan gitu, jadi di kejar Gaint. Nobita, Suneo dan Doraemon melihat Gaint mengejar barang-barang tersebut. Nobita dan Doraemon pulang ke rumah. Sampai di rumah. Halaman samping kotor dengan daun-daun.

"Daun-daun ke belakang gunung!" kata Doraemon.

Doraemon meniup terompetnya. Daun-daun bergerak dan berjalan menuju belakang rumah. Doraemon bertemu dengan Kucing yang cantik, Mii-chan pacarnya Doraemon....jadi mau jalan-jalan gitu. Terompet mau di masukkan ke dalam kantung ajaib, tapi Nobita meminjamnya sama Doraemon. Ya Doraemon memberikan terompet itu ke Nobita. Doraemon, ya pergi dengan pacarnya. Nobita ke dalam rumah menemui Ibunya. Sang Ibu sedang asik makan ubi di ruang makan, ya Nobita menemuinya.

"Ibu ada yang harus di bereskan," kata Nobita.

"Ada sih, barang-barang bekas di gudang," kata Ibu.

Ibu dan Nobita ke gudang. Ibu mengeluarkan barang-barang bekas dari gudang.

"Semua barang bekas ke belakang gunung!" kata Nobita.

Nobita meniup terompetnya. Barang-barang bekas bergerak menuju belakang gunung. Gaint dan Suneo melihat barang-barang bekas ke belakang gunung, jadi dengan gerobak membawa barang bekas ke rumah Nobita.

"Nobita tolong buang barang bekas ini ke belakang gunung!" kata Gaint.

"Punya aku juga!" kata Suneo.

"Baiklah. Semua orang yang membuang barang bekas ke rumah aku!" kata Nobita dengan suara lantang.

Semua orang mendengarkan omongan Nobita. Jadi setelah meniup terompet untuk membuang barang bekasnya Gaint dan Suneo. Warga sekitar berbondong-bondong ke rumah Nobita dengan membawa barang bekas. Nobita pun membuang barang bekas dengan di meniup terompet.

"Akhirnya selesai juga," kata Nobita yang kelelahan meniup terompet.

Terompet pun di ambil anak kecil dan berkata "Kebelakang gunung".

Anak kecil meniup terompet. Nobita pun bergerak atas perintah terompet yang di tiup anak kecil, walau sudah melawannya untuk mengambil terompet dari anak kecil. Ternyata pengaruh dari terompet besar banget, jadi Nobita bergerak ke belakang gunung. Hari berganti malam. Doraemon pulang dari kencannya. Ibu mencari Nobita, karena belum pulang gitu. Doraemon mencari Nobita. Saat di depan rumah. Doraemon menemukan terompet di depan rumah.

"Kemana Nobita," kata Doraemon.

Doraemon pun bergerak ke belakang gunung. Nobita berteriak keras sekali memanggil "Doraemon".

Doraemon melihat Nobita di kumpulan barang bekas. Jadi Doraemon pun menolong Nobita dengan cara meniup terbalik terompet. Barang-barang bekas bergerak bersama Nobita dan Doraemon menuju rumah. Tikus pun muncul juga, ya Doraemon ketakutan dengan tikus jadinya paniklah Doraemon dan akhirnya pingsan.

***

Dono selesai nonton kartun Doraemon di Hp-nya, ya Youtobe jadi di matikan gitu.

"Nostalgia saat masih SD...aku sering nonton Doraemon di Tv. Setiap hari minggu pagi di tayangkan RCTI," kata Dono.

Dono pun bergerak ke kamarnya untuk tidur karena hari sudah larut malam.

PSBB

Kasino menaruh buah-buah di atas meja untuk jadi objek yang di lukis. Dono dan Indro sudah di depan kanfas masing-masing untuk melukis. Kasino, ya mulai juga di depan kanfas untuk melukis buah-buahan.

Melukis berjalan dengan baik gitu. Maria Vania, ya mampir ke rumahnya Dono, Kasino dan Indro untuk sekedar bertamu saja karena teman gitu. Setelah itu. Dono, Kasino dan Indro kembali melukis lagi. Selang berapa saat jadi lukisan ketiganya.

"Kasino, lukisan tidak sesuai dengan objek yang kamu lukis," kata Dono.

"Don, kamu juga tuh objek yang di lukis....luar biasa beda," kata Kasino.

"Don, Kasino. Salfok, dua-dua nya," kata Indro.

"Salfok...emang apa Don?" tanya Kasino.

"Tahu...Salfok. Aku bukan anak gaul, anak biasa-biasa aja!" Indro tuh tahu Salfok apaan?" kata Dono.

"Indro...apaan?" tanya Kasino.

"Ini...nie. Anak kurang gaul. Salfok itu, Salah Fokus," kata Indro menjelaskan.

"Salah fokus sih memang benar sih. Aku akui. Di di lukis apa jadi apa?!" kata Dono.

"Iya, aku salah fokus. Ini...gara-gara Maria Vania bertamu ke rumah kita, cuma sekedar ngobrol. Jadi begini. Melukis Maria Vania," kata Kasino.

"Maria Vania itu cantik, body waaaw gitu," kata Indro.

Dono dan Kasino  melihat lukisan Indro.

"Indro, sama aja kamu ini Salfok juga," kata Kasino tegas.

"Salfok juga," kata Dono yang tegas.

"Iya deh, aku Salfok juga. Abisnya dipikiran ku kebayang Maria Vania yang gimana gitu, jadinya yang di lukis Maria Vania. Padahal objek buah-buahan," kata Indro.

"Dasar PSBB," kata Dono yang kesal.

"PSBB, Don. Maksudnya Don, PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar)," kata Kasino.

"Pembatasan Sosial Bersekala Besar, Don. Kan gak nyambung...Don," kata Indro.

"Bukan itu PSBB yang di jalanan pemerintahan dan juga bukan PSBB yang di bahas Sule dan Maria Vania. Tapi PSBB (Perumpaan Seputar Buah-Buahan," kata Dono yang tegas.

"Perumpaan Seputar Buah-Buahan. Maksudnya Don?" tanya Indro.

"Indro lihat lukisan kamu itu!" kata Dono.

"Lukisan aku," kata Indro memperhatikan lukisan yang di buatnya.

"Waduh Indro lukisan mu itu bener omongan Dono. PSBB!" kata Kasino yang tegas banget.

"Aku akui sih. Emang PSBB sih lukisan Aku. Maklum fokusnya berlebihan di bagian dada jadinya gede banget gitu," kata Indro.

"Dasar...pikiran Indro," kata Kasino.

"Lain kali kalau belajar melukis jangan ada cewek bertamu ke rumah. Nanti Salfok lagi!" kata Dono.

"Iya, bener deh omongan Dono. Ini semuanya gara-gara cewek," kata Kasino menegaskan omongan Dono.

"Ya, sudah terjadi sudah terjadi. Tapi aku sukai lukisan yang aku buat. Khusus untuk laki-laki dewasa," kata Indro.

Indro, Kasino dan Dono....ya membereskan semua alat-alat lukisan. Hasil lukisan di pajang di kamar Dono, Kasino dan Indro untuk menghargai diri sendiri dalam hal melukis. Buah-buahan yang jadi objek lukisan di makan Dono, Kasino dan Indro sambil nonton Tv di ruang tengah.

Saturday, June 20, 2020

PERUMPAMAAN BUAH-BUAHAN

Dono lagi asik duduk di halaman belakang sambil nonton Youtobe di Hp-nya. Kasino lagi asik mengurus tanaman di potnya. Ya Indro lagi asik baca komik.

"Seru juga obrolan Maria Vania dan Sule," celoteh Dono. 

Indro mendengarkan omongan Dono, jadi menghentikan baca komiknya dan komik di taruh di meja dan berkata "Don, lagi nonton apa?" 

"Aku lagi nonton Youtobe, Chanel Sule. Obrolan Sule dengan Maria Vania...ya seru aja gitu," kata Dono. 

"Coba aku lihat Don!" kata Indro. 

"Niee, tonton sendiri," kata Dono sambil menyerahkan Hp-nya ke Indro. 

Indro, ya nonton Youtobe, Chanel Sule dengan seksama sampai selesai. 

"Iya, Don seru obrolan Sule dengan Maria Vania. Polanya lucu dan serius tetap nilai kedewasaan gitu," kata Indro. 

Indro pun menyerahkan Hp ke Dono, ya segera di ambil Dono dan tontonan Youtobe di matikan dan Hp di taruh di meja. 

"Serukan. Maria Vania itu cantik dan body ya waaaw gitu," kata Dono. 

"Maria Vania itu cantik dan  bodynya waaaw. Maria Vania nyari tipe cowok setia gitu," kata Indro. 

"Semua cewek kalau bicara, ya nyari cowok tipe setia lah mana mau di duain. Sakit hati itu bisa bunuh diri," kata Dono. 

"Beneran omongan mu Don. Aku tertarik juga sama Maria Vania. Adai aku jadian gitu. Aku bimbinglah menjadi seorang istri yang baik. Kan kewajiban seorang suami membimbing istri agar jadi baik. Tentang masa lalunya cewek yang ini dan itu....lupakan lah. Aku cinta otomatis menerima kekurangan dan kelebihan cewek," kata Indro. 

"Sudah main suami istri, andainya serius banget. Boleh juga seadainya....kamu Indro. Sebagai teman sih, ya benar lah omongan mu Indro. Cowok yang baik bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya dasar cinta penuh dengan kesetiaan, ya mau ya cewek kaya Maria Vania," kata Dono. 

"Obrolan Sule dan Maria Vania....agak nyerempet gitu ke hal yang kurang lazim gitu lebih cenderung sifat kedewasaan," kata Indro. 

"Ah, itu biasa. Aku menanggapin positif, ya lucu aja. Seperti cowok suka buah melon dan cewek buah pisang," kata Dono. 

"Buah melon dan buah pisang, maksudnya Don?!" kata Indro. 

"Perumpaan aja. Pikirkan kalau negatif!" kata Dono. 

"Pikiran negatif ya Don. Bener Don. Cowok itu suka buah melon lebih besar semangka lah jadi ngiler gitu. Kalau cewek malu-malu tapi mau jadi milih buah pisang yang besar gitu, pisang tanduk," kata Indro. 

"Benerkan. Obrolan dewasa banget," kata Dono. 

"Dewasa banget. Jadi Youtobe yang di tonton sih temanya ya bener sih 'Maria Vania Panas Ngobrol Sama Sule?!'," kata Indro.

Kasino, ya selesai ngurus tanaman di potnya sudah cucu tangan dengan sabun dan air mengalir gitu, baru duduk bersama Dono dan Indro.

"Ngobrol apa Don, Indro? Kayanya asik banget!" kata Kasino.

"Biasa ngobrol cewek," kata Dono.

"Cewek Kasino. Maria Vania," kata Indro yang tegas.

"Maria Vania. Cantik sih Maria Vania, ya bodynya...waaaw gitu. Siapa sih cowok yang tidak tertarik dengan cewek cantik. Tetap saja cewek punya selera dan memilih pasangannya, begitu juga dengan cowok punya selera memilih cewek," kata Kasino.

"Selera, kaya makan ya," kata Indro.

"Bener omongan Kasino. Selera!!!" kata Dono menegaskan omongan Kasino.

Kasino, ya mengambil Hp-nya di meja dan segera main game di Hp-nya.

"Jadi....selera aku, ya Maria Vania lah. Oke juga. Dono dan Kasino, juga setuju gitu. Maria Vania itu cantik dan bodynya waaaw gitu. Jujur lebih baik dari pada bohong. Jujur tujuannya menyenangkan orang yang di sukai," kata Indro.

"Setuju!" kata Dono yang tegas.

"Setuju!" kata Kasino sambil main game di Hp-nya.

"Aku baca komik ah!" kata Indro sambil ngambil komik di meja langsung di baca Indro.

"Aku mau main game di Hp...ah!" kata Dono sambil mengambil Hp di meja dan segera main game di Hp.

Dono, ya asik main game di Hp-nya. Kasino, ya asik main game di Hp-nya. Indro, ya asik baca komik. Keadaan lingkungan tenang banget di hari minggu yang tenang.

SUARA HATI ISTRI

Indro pun duduk di ruang tengah untuk nonton Tv, jadi pilih chanel Indosiar...ya nonton 'Suara Hati Istri'. Dono, ya sibuk mengetik di leptopnya ya di kamarnya. Kasino, ya sibuk di ruang tamu membuat pembukuan gitu. Di mulai sinetron 'Suara Hati Istri', yang di tonton Indro di Tv.

Setelah kepergian Ayah, Amanda berjuang keras membantu Ibu untuk memenuhi kebutuhan rumah. Toni menyukai Amanda terus-terusan menemui Amanda di rumah sampai di tempat kerjaan. Sebenarnya Amanda tidak ingin bersama Toni, tapi omongan orang-orang membuat resah banget....akhirnya Amanda menerima cinta Toni. Pernikahan pun terjadi antara Toni dan Amanda yang cukup mewah tapi sederhana banget, ya Ibu Amanda senang anak gadisnya bahagia. Sampai-sampai dalam hati Ibu Amanda berkata "Ayah kau telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa, anak mu Ayah....sekarang bahagia di pelaminan dengan suaminya yang mencintainya".

Acara pernikahan berlangsung dengan penuh kebahagian. Setelah itu, jalan rumah tangga Amanda pun berjalan dengan baik. Amanda di suruh di rumah saja, maka itu Amanda mengikuti mau ya Toni, suami Amanda. Amanda tidak bekerja lagi, jadi setiap hari menyibukkan diri ngurus rumah dan sering ke rumah Ibu. Suatu ketika Amanda dapet kiriman vidio dari Lestari tentang Toni yang selingkuh. Amanda sakit hati di khianati Toni.

"Tuhan, cobaan yang kau berikan padaku," kata hati Amanda.

Amanda pun tegar mengikuti ujian dari biduk rumah tangganya, sampai Ibu pun terus menasehatin Amanda untuk menjadi istri penyabar. Toni yang sudah ketahuan selingkuh oleh Amanda, bukannya sadar tapi malah menjadi-jadi ya...ingin menikahi Mita. Sontak hati Amanda sebagai istri terpukul banget "Tuhan ujian mu terlalu berat".

Toni pun memenuhi niatnya, jadi Amanda pun di cerai dan segera menikahi Mita, ya selingkuhan Toni. Amanda menerima keadaannya dengan penuh keikhlaskan banget. Ibu Amanda pun terus menasehatin Amanda tetap sabar dalam menjalani hidup dan berkata tegas banget "Orang berbuat jahat pada mu nak pasti kena karma".

Amanda berjuang kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari, ya dengan melamar pekerjaan di sebuah restoran mewah. Usaha Amanda pun berhasil, ya di terima di restoran sebagai pelayan. Setiap hari Amanda bekerja dengan baik untuk melayanin pelanggan restoran sampai pemilik restoran senang dengan kerjaan Amanda.

Suatu hari, Toni dan Mita makan di restoran di tempat Amanda bekerja. Dengan sabar dan penuh keikhlasan tetap melayanin pelanggan restorannya sebenarnya mantan suami Amanda dengan istri barunya. Seusai kerja dari restoran, ya biasa Amanda langsung pulang ke rumah. Tahu-tahu Amanda menemukan Ibu terkapar di lantai dan tidak bernyawa.

"Ibu," kata Amanda dengan air mata yang mengalir di pipi.

Ibu yang telah meninggal dunia, ya segera di makam dengan baik. Amanda terus menjalankan hidupnya walau tidak ada orang tua lagi. Billy pemilik restoran senang dengan kerja Amanda, jadi di angkat jadi orang kepercayaannya untuk mengelola restoran karena Billy sibuk ngurus Abangnya yang terbelakang mental. Usaha restoran pun berjalan baik di kelola Amanda, maka itu niat Billy pun di jalankan untuk menikahi Amanda.

Sebenarnya Amanda, ya mau menolak permintaan Billy karena alasan dirinya seorang janda. Ternyata Billy sungguh-sungguh cinta sama Amanda dan tidak peduli status janda. Jadi Amanda menerima niat baik Billy yang menikahinya. Acara pernikahan pun di buat secara sederhana banget. Abangnya Billy, Yoga senang dengan pernikahan Billy dan Amanda.

Setelah itu. Amanda pun tinggal di rumah mewahnya Billy, ya bersama Abangnya Billy yang keterbelakangan mental. Biduk rumah tangga di jalanin Amanda bersama Billy berjalan dengan baik banget. Abangnya Billy, Yoga suka dengan Amanda yang selalu baik dengannya. Amanda terus membimbing dirinya menjadi istri yang baik dan adik yang baik juga.

***

Toni mengalami kebangkrutan usahanya, jadi rumahnya di sita bank untuk membayar hutang. Mita, ya kecewa jadi miskin karena kebangkrutan Toni dalam usaha. Toni pun keluar dari rumah mewahnya bersama Mita, ya kontrakanlah. Mita tetap kesal dengan keadaannya. Sampai ingin ke mall dan berkumpul bersama teman-temannya yang kaya, ya minder dengan keadaannya. Toni pun masih berusaha untuk membangun usaha lagi dari nol. Mita, ya pada akhirnya melamar kerjaan ke sebuah restoran dan di terima jadi pelayan restoran.

Saat Amanda ke restoran untuk memeriksa kerja para karyawan, ternyata ia mengenal pelayan baru...ya Mita. Dengan baiknya Amanda mencari tahu tentang Mita dari Mita sendiri. Mita pun menceritakan keadaan dirinya bahwa Toni telah bangkrut dari usahanya jadi Mita kerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Amanda pun mengerti keadaan Mita sebenarnya. Padahal niat Mita, ya ingin menggaet suaminya Amanda yang kaya raya.

Mita pun berhasil mendapat kepercayaannya Billy. Suatu ketika, ya Mita pulang kerja dengan membawa belanjaan yang banyak dan juga mahal. Toni, ya curiga dengan tingkahnya Mita. Tapi Mita terus terang kepada Toni dengan berkata "Kerjalah aku mendapatkan semua barang yang aku ingin kan. Emangnya aku ngarepin dari kamu, Bang."

Toni yang di remehkan Mita, jadi kalap dan di pukul lah Mita.

"Kamu jahat," kata Mita.

"Maafkan aku khilaf Mita," kata Toni.

Mita yang kecewa banget dengan perlakuan kasar dari Toni, ya masuk kamarnya. Esok harinya. Mita tetap bekerja di restoran dengan luka memar di pipinya. Billy ingin menolong Mita dengan keadaan urusan rumah tangganya, jadi Mita di suruh tinggal di rumahnya. Amanda yang tahu, bahwa Mita tinggal di rumah atas permintaan Billy...ya sudah khawatir sih. Amanda membiarkan Mita tinggal di rumahnya.

Mita pun dateng ke rumah Billy yang megah dan melihat sekeliling rumah.

"Aku akan mendapat semua kemewahan ini dengan cara mengambil hatinya Billy," kata hati Mita.

Mita pun bertemu dengan Abangnya Billy yang keterbelakangan mental. Yoga pun memperhatikan Mita dan berkata "Wanita jahat."

Amanda pun mendengar omongan Yoga "Wanita jahat", Amanda pun memahami omongan Yoga, jadi tidak perhitungkan dulu jadi di terima Mita tinggal di rumahnya. Dalam hati Mita kesal dirinya di bilang "Wanita jahat", tapi apa boleh buat dirinya Mita...ya numpang di rumah Amanda.

Mita mulai rencana untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari Billy dengan cara memasak gitu, ya untuk sarapan. Billy ya memuji masakan Mita di hadapan Amanda. Ya Amanda pun paham gitu dengan suami sekedar pujian saja. Mita, ya rencana berhasil untuk mendapatkan perhatian Billy. Saat Amanda sibuk dengan urusan restoran. Mita, ya mulai pendekatan ini dan itu dengan Billy. Tetap saja Billy seperti biasa menganggap Mita biasa aja. Mita pun benar-benar jadi wanita jahat untuk memenuhi ambisinya jadi mencelakai Amanda dengan menyerempetnya dengan motor, karena Amanda pernah menyinggung Mita dengan kata "Jangan-jangan kamu ingin mengaet suami aku. Kaya gak mungkin".

Amanda yang mengalami tabrak lari, ya di rawat di rumah sakit. Ya Billy khawatir dengan keadaan Amanda ya di jenguklah, tapi setelah itu yang di khwatirkan Amanda sebenarnya Billy satu rumah dengan Mita yang ingin mendapatkan Billy.

"Tuhan, ujian apalagi kau berikan padaku?!" kata hati Amanda resah.

Billy memang dekat banget dengan Mita, tetapi Billy lebih meninggalkan Mita di rumah dan menemani Amanda di rumah sakit, jadi Amanda senang dengan kehadiran Billy menemaninya. Mita pun gagal untuk mendapatkan Billy, pada sudah terus terang mau jadi istri keduanya. Billy menolak Mita mentah-mentah. Mita pun tiba-tiba mual gitu, jadi di periksalah ke rumah sakit ternyata Mita hamil. Rencana jebakan di buat Mita untuk mendapatkan Billy dengan kehamilannya.

Mita pun memberikan surat hasil kehamilan pada Amanda dan berkata "Anaknya Pak Billy".

Amanda sebenarnya tidak percaya omongan Mita, tapi keadaan yang sebenarnya Mita di rumah Amanda. Ya Amanda pun kecewa dengan Billy, jadi menangis di kamarnya. Billy pun mendatangi istrinya, Amanda untuk mengetahui keadaan istrinya. Amanda pun menceritakan kehamilan Mita, ya Billy menyangkalnya tentang kehamilan Mita. Amanda tetap rasa di dirinya sakit di bohongan Billy.

Billy pun telah berkata jujur, tapi tidak bisa membalikkan keadaan yang mulai keruh urusan rumah tangganya. Billy, ya bersabar menjalankan biduk rumah tangganya yang riak.

***

Toni pun tahu kehamilan Mita, jadi di samperin Mita di rumah Billy tetapi Mita tidak mau pulang ke kontrakan. Amanda mengetahui pertengkaran Toni dan Mita, jadi sampai terjadi kecelakaan gitu Mita terpeleset saat melangkah dan jadi keguguran dan di bawa ke rumah sakit. Toni, yang gak habis pikir dengan tingkah Mita, jadi di cerailah Mita. Amanda mengetahui kebenaran tentang Mita yang sebenarnya, jadi di biarkan saja Mita dengan penderitaannya.

Amanda pun menemui Billy dan menceritakan kebenaran tentang Mita dengan suaminya yang ini dan itu. Hubungan Amanda dan Billy kembali seperti biasanya bahagia. Yoga pun senang dengan kebahagian Billy dan Amanda.

Tamat

***

Indro pun senang dengan tontonan Tv yang ia tonton 'Suara Hati Istri'. Dono, ya selesai buat susu setelah selesai mengetik dan duduk bersama Indro di ruang tengah untuk nonton Tv.

"Indro gimana dengan sinetron 'Suara Hati Istri'?" tanya Dono.

"Bagus Don, alur ceritanya di buat penulisnya. Para aktor yang memerankan karakter benar - benar menjiwai perannya. Sutradaranya pandai," kata Indro.

"Bagus toh," saut Dono.

Dono pun mimum susunya, ya sambil menonton Tv 'Suara Hati Istri'. Indro pun fokus dengan tontonan Tv yang bagus banget. Kasino sedang sibuk di ruang tamu ya mengatur pembukuan gitu.

Thursday, June 18, 2020

NETIZEN

 Dono lagi asik nonton Tv, chanel TVRI sambil minum teh dengan harumnya teh melati. Kasino dan Indro sedang asik main catur di ruang tamu. Setiap langkah catur yang di jalankan Indro, selalu di terbaca dengan baik oleh Kasino. Indro pun salah langkah gitu, jadi Kasino langsung melangkahkan caturnya dan berkata tegas banget "Skak".

"Aku, mati langkah," kata Indro kacau banget.

"Aku menang lagi," kata Kasino yang senang.

"Aku...kalah. Berhentilah main caturnya!" kata Indro yang kesal.

"Iya, berhenti main catur...tidak ada masalah," kata Kasino.

Catur, ya di beresin oleh Indro dengan baik. Kasino mengambil Hp-nya di meja dan segera memainkan game di Hp-nya. Indro pindah duduknya dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono sedang santai nonton Tv sambil minum teh.

"Don," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menaruh gelas berisi teh ke meja.

"Kita ini termasuk 'Netizen' atau tidak?" kata Indro.

"Termasuk sih. Kita selalu sering menggunakan jaringan sosial media untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," kata Dono.

"Jadi termasuk ya. Berarti...jika obrolan kita ini di tulis kamu Don, maksudnya...di tulis di Blog....maka semua orang jadi tahu dong.....baik dan buruknya," kata Indro.

"Iya. Semua orang tahu...baik dan buruknya. Berarti acara di Tv di chanel Kompas TV membahas tentang seputar tanggapan warga net yang ini dan itu. Menarik juga!" kata Indro.

"Jelaslah menarik lah. Semua orang itu butuh tanggapan orang lain. Contohnya...apa yang di buat di acara Tv, ya di tonton warga net...jadi respon warga net ada yang positif dan negatif. Bergolaklah pendapat itu di jaringan media sosial," kata Dono.

"Sama halnya kalau ada perlombaan menyanyi. Juara satu di elu-elu kan karena menang tetap ada yang pendapat negatifnya yang ini dan itu. Sedangkan Juara dua dan tiga....ya ada pendapat negatifnya yang ini dan itu luar biasa parah gitu di jaringan internet,"  kata Indro.

"Seperti itulah 'Netizen'. Aku berusaha di tengah kalau menulis di Blog, jadi netral cuma sekedar cerita saja, walau kadang...negatif juga sih aku akui dengan alasan yang telah aku perhitungkan dengan baik," kata Dono.

"Aku mengerti Don. Tujuan tulisan mu di Blog...untuk merespon pembaca. Jadi mereka akan komentarin tulisan mu...yang ini dan itu. Jika telah terkumpul komentar ini dan itu, maka kamu olah jadi tulisan yang baru," kata Indro.

"Tepat sekali," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Maka itu Don, kamu sering mengangkat juara dua dalam perlombaan menyanyi untuk jadi tokoh utama di tulisan Blog hanya memberi semangat pada juara dua tersebut...bahwa masih banyak jalan untuk jadi terbaik dan mendiamkan omongan negatif yang ini dan itu di media sosial saja," kata Indro.

"Tepat sekali omongan mu Indro," kata Dono menegaskan omongan Indro yang benar.

Dono pun mengambil gelas berisi teh di meja untuk di minumnya....ya kembali asik nonton acara TVRI yang bagus gitu dan Indro pun, ya kembali diam untuk fokus nonton Tv. Kasino tetap asik di ruang tamu, ya main game di Hp-nya.

MUSIK KERONCONG

Kasino sibuk mengetik di leptopnya, ya di kamar. Indro lagi masak bakwan goreng di dapur. Dono, ya sedang asik minum susu sambil mendengarkan musik dari Hp-nya dan musik yang di dengarkan....ya lagu-lagu keroncong.

"Tulisan ku sudah selesai," celoteh Kasino.

Kasino segera menyimpan hasil ketikannya baru di matikan leptopnya. Kasino keluar dari kamarnya dengan membawa Hp ke ruang tamu. Terdengar lagu-lagu keroncong dari Hp-nya Dono, jadi Kasino pun berkata "Don, tumben dengerin lagu-lagu keroncong."

Dono, ya menaruh gelas berisi susu di meja dan berkata "Suasana hati, Kasino."

"Cuma suasana hati, kaya ganjil...Don," kata Kasino.

"Iya, deh aku cerita. Sebenarnya, Ibu ku pernah cerita tentang Kakek ku yang suka musik keroncong. Jadi aku...menyukainya sih, sama dengan Ibu ku," kata Dono yang terus terang.

"Oh, begitu. Kalau...Ayah mu Don, suka musik keroncong juga?" kata Kasino.

"Suka sih musik keroncong. Ya paling Ayah sukai...musik campursari," kata Dono.

"Ya...ya...ya!" kata Kasino sambil nganguk tanda mengerti dan memahami  musik yang disukai keluarga Dono.

Kasino, pun main game di Hp-nya. Dono, ya mengambil gelas berisi susu di meja untuk di minum sambil asik mendengarkan musik keroncong. Indro, ya selesai masak bakwan goreng...jadi segera di bawa ke ruang tamu dan di taruh meja satu piring dan satu pairing masih di pegang Indro.

"Don, Kasino....gorengannya di makan!" kata Indro.

"Iya," saut Dono dan Kasino bersamaan.

Indro mendengarkan musik keroncong dari Hp-nya Dono.

"Tumben Dono, dengerin musik keroncong," kata Dono.

"Suasana hati aja," kata Dono.

"Cuma...suasana hati aja toh," kata Indro.

"Iya," saut Dono.

"Aku mau nonton Tv ah," kata Indro.

Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono menikmati makanan bakwan goreng buatan Indro. Kasino, menghentikan main gamenya untuk menikmati makanan bakwan goreng buatan Indro. Indro memilih chenel Tv, TVRI dengan acara musik gitu biasanya tapi terkejut banget musik yang di tayangkan adalah mudik keroncong.

"Apakah hari ini jadwal musik keroncong ya?" kata Indro.

Indro tetap saja asik nonton acara musik keroncong dan juga sambil makan bakwan goreng buatannya yang enak banget. Kasino, ya kembali main game di Hp-nya. Susu di gelas sudah habis di minum Dono, jadi gelas di taruh di meja. Dono ke ruang tengah untuk nonton Tv, ya Hpnya di matikan jadi tidak mendengarkan musik lagi dari Hp lagi.

Dono mengikuti maunya Indro sedang asik nonton acara musik keroncong di TVRI dan kebetulan Dono senang juga musik keroncong....keadaan jadinya menikmati musik keroncong gitu. Kadang Dono pun bernyanyi mengikuti penyanyi yang menyanyikan lagu keroncong. Indro tetap santai nonton musik keroncong yang bagus sambil menikmati makanan bakwan goreng buatannya yang enak banget. Kasino tetap di ruang tamu dengan asiknya main game di Hp-nya.

Wednesday, June 17, 2020

BERKESAN SAJA!

Dono sedang asik minum teh anget sambil dengerin musik di Hpnya....ya lagunya Rara. Kasino, lagi asik nonton Tv di ruang tengah....ya drama korea. Indro lagi asik makan malam yang enak di beliin Kasino yaitu lobster saus padang.

"Bener enak banget....banget...lobster yang aku makan ini. Sausnya itu....gimana jelasinnya...ya. Sippplah!!!" kata Indro yang antusias banget.

Indro terus makan malamnya sampai selesai. Baru setelah itu di bereskan dengan baik. Indro, ya ke ruang tengah ingin nonton Tv. Drama korea bagus banget memperlihatkan adegan demi adegan yang membuat terkesan yang menontonnya. Saat iklan, ya Indro bergerak ke ruang tamu, ya duduk bersama Dono. Terdengar lagu dari Hpnya Dono, ya lagunya Rara.

"Don, tumben dengen lagu Rara?" tanya Indro.

Dono pun menaruh gelas berisi teh di meja dan berkata "Suasana hati aja...agak sedikit resah gitu."

"Suasana hati yang resah memikirkan Rara, ya!" kata Indro.

"Bisa...jadi-jadi," kata Dono.

"Serius...Don!" kata Indro.

"1000...serius, ya enggaklah mikiran Rara....cuma suasana hati aja!" kata Dono yang tegas tapi sedikit becanda.

"Kebiasaan becandaan," kata Indro.

"Yo, i," saut Dono.

Dono, ya mengambil gelas berisi teh di meja untuk diminumnya. Indro, ya membuka Hp untuk melihat Blog-nya Dono, ya membacanya. Dengan seksama Indro membaca Blog-nya Dono.

"Ada yang baru toh yang di tulis Dono. Konsepnya tetap sama. Ada yang ngacok sampai yang serius. Bener-bener suasana hatinya Dono....sebenarnya suasananya penulislah," celoteh Indro.

Indro, ya terus membaca tulisan Blog-nya Dono sampai selesai. Setelah itu Blog di tutup dan Hp di taruh di meja sama Indro.

"Oh, ya Don...kenapa kamu menulis daerah...kota Bandar Lampung di Blog mu Don....atau ada kaitannya dengan Andika Maesa?" tanya Indro.

Dono, ya menaruh gelas berisi teh di meja.

"Cuma cerita aja! Tidak ada kaitannya dengannya Andika Maesa, cuma kamu yang mengkaitkan," kata Dono.

"Maksudnya?" tanya Indro.

"Maksudnya! Aku tetap menulis aja sesuai keinginan aku. Seperti ini, kita berdua lagi ngobrol....nanti di tulis," kata Dono.

"Kebiasaan. Tetap aja di kaitan ini dan itu," kata Indro.

"Yo,..i...adanya itu," kata Dono.

"Berarti benar Don, kamu tahu data Andika Maesa?" tanya Indro.

"Kaya wartawan aja nanya gitu," kata Dono.

"Cuma nanya Don, siapa tahu tahu beneran gitu..berdasarkan informan kamu Don?" kata Indro.

"Rahasialah!!!!" kata Dono yang tegas.

"Kebiasaan, penuh rahasia. Sampai-sampai Pak Herman HM, Wali kota Bandar Lampung di tulis," kata Indro.

"Kalau masalah itu sih hal biasa-biasa Indro. Pak Joko Widodo, Presiden sering juga di tulis," kata Dono.

"Iya, aku tahu. Oh, Iya Don...kamu nulis tentang Billy, Amanda Manopo dan Amanda Casea...tujuannya apa Don?" kata Indro.

"Tujuannya sih seperti biasa...berkesan aja yang di tonton Tv, jadi aku tulis aja...cerita cinta yang aku ingin kan," kata Dono.

"Berkesan langsung di tulis. Berarti sama dong dengan cerita Rara...gitu," kata Indro.

"Iya, sama aja!" kata Dono yang tegas.

"Kenapa kamu tidak nulis cerita Rara lagi?" tanya Indro.

"Lagi males membuatnya," kata Dono.

"Males toh!!! Positif kapan-kapan di buatlah?!" kata Indro.

"Yo,...i," kata Dono.

"Padahal kemungkinan sih, kalau menceritakan keadaan kita ngobrol membicarakan Rara, pasti di tulis juga. Itu sih tandanya sudah berjalan," kata Indro.

"Itu...tahu," saut Dono.

"Ya, sudah lah aku nonton Tv aja. Drama koreanya bagus," kata  Indro.

"Iya," saut Dono.

Indro, ya beranjak dari duduk ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Kasino, ya nonton drama korea yang bagus. Dono mengambil gelas berisi di meja untuk di minumnya sambil mendengarkan lagu di Hp-nya...ya lagunya Rara.

"Suasana hati ku tenang banget," celoteh Dono.

KEPUTUSAN CINTA

Rafa terdiam seribu bahasa saat melihat Amanda Manopo bersama Billy di lokasi suting film. Rini pun mendekati Rafa dan berkata "Kayanya Amanda Manopo merespon Billy, jadi jalan cerita cinta jadi hidup gitu."

"Iya, benar," kata Rafa menegaskan omongan Rini.

Rafa dan Rini terus menyaksikan suting film dengan baik. Datang Amanda Caesa untuk beradu akting dengan Billy dan Amanda Manopo. Pergolakan konfik percintaan antara Billy, Amanda Manopo dan Amanda Caesa...jadi jauh lebih menarik lagi.

"Rafa, gimana pendapatmu dengan Amanda Caesa, yang kamu sukai sedang beradu akting dengan Billy..terlihat mesra untuk menghidupkan suasana?" tanya Reni.

"Bagus," jawab Rafa dengan tegas.

"Adakah diri mu, Rafa cemburu karena Amanda Caesa dekat dengan Billy?" kata Reni.

"Ada, tetapi sedikit," kata Rafa.

Reni pun memperhatikan ekspresi Rafa terlihat kesal gitu tapi tertahan karena keadaan.

"Rafa. Kamu, bohong ya. Aku bisa membaca ekspresi di wajah mu. Rasa api cemburu itu mulai meledak-meledak..kan," kata Reni.

"Diamlah," kata Rafa yang agak kasar sama Reni.

"Jadi Rafa. Kamu marah padaku?" tanya Reni.

Rafa mulai menyadari dirinya dengan baik untuk menyadari kesalahan dirinya bertindak kasar pada Reni, teman baliknya.

"Maaf tidak bermaksud kasar," kata Rafa.

"Aku mengerti keadaanmu Rafa," kata Reni.

Suting film pun selesai. Billy dan Amanda Manopo pulang bareng. Rafa mendekati Amanda Caesa.

"Amanda," kata Rafa.

"Rafa, kenapa kamu ada di sini?" kata Amanda Caesa.

Amanda Caesa memegang tangan Rafa dan bergerak menuju tempat yang baik untuk bicara, ya di parkirkan gitu.

"Rafa, sudah aku bilang...jangan ke lokasi suting film. Aku tidak ingin media tahu hubungan kita," kata Amanda Caesa.

"Aku, hanya menonton saja," kata Rafa.

"Iya, aku mengerti," kata Amanda Caesa.

Parto, Ayahnya Amanda melihat  Amanda sedang bicara dengan Rafa. Amanda Caesa dan Rafa pun melihat Parto, Ayah Amanda Caesa. Parto, bergerak menuju tempat Amanda Casea dan Rafa.

"Ada Ayah. Jangan Ayah tahu hubungan kita!" kata Amanda Caesa.

"Biar, Ayahmu tahu tentang hubungan kita," kata Rafa.

"Ayahku tahu hubungan kita, maka mempengaruhi keadaan karir aku di dunia hiburan. Sebaiknya hubungan kita di akhir di sini saja!" kata Amanda Caesa.

"Amanda, jangan sepihak begitu memutuskan hubungan kita, putus," kata Rafa.

"Lebih baik aku akhiri hubungan ini selamanya karena demi karir aku," kata Amanda Caesa yang tegas.

Amanda pun meninggalkan Rafa menuju Ayahnya. Rafa berusaha untuk memanggil Amanda Caesa, tetap tidak di gubris. Amanda Caesa pun pergi bersama Ayahnya menuju pulang ke rumah karena suting film sudah selesai.

Rafa kesal dengan keadaannya yang di putusin Amanda Casea. Reni melihat Rafa yang kesal di parkirkan, ya mendekatinya.

"Kenapa kamu Rafa?" kata Reni.

"Aku di putusin oleh Amanda," kata Rafa.

"Apa alasannya Rafa, kamu di putusin sama Amanda Caesa," tanya Reni.

"Aku, akan mengganggu karirnya di dunia hiburan," kata Rafa.

"Yang sabar Rafa. Mungkin jalan ini terbaik untuk Amanda Caesa, karena karirnya makin bagus di dunia hiburan," kata Reni.

"Aku mengerti. Sebenarnya aku merasa ada yang aneh dengan Amanda Caesa. Ada yang berubah pada dirinya....jangan-jangan ia ada rasa sama Billy. Jadinya aku diputusin," kata Rafa menceritakan kegelisahaannya.

"Ironis juga keadaan mu Rafa," kata Reni.

"Sudahlah. Aku lupakan Amanda Caesa," kata Rafa.

Rafa pun meninggalkan parkirkan bersama Reni, ya untuk pulang ke rumah. Sebulan berlalu. Amanda Caesa terus baik jalan karirnya di dunia hiburan bersama Billy dan Amanda Manopo. Rafa pun benar-benar melupakan Amanda Caesa. Reni sebagai teman baik selalu ada untuk Rafa untuk menghilangkan keresahan hati Rafa, jadi pada akhirnya...ya Reni dan Rafa jadikan gitu.

Tuesday, June 16, 2020

PERTEMANAN

Langit sangat cerah sekali. Yunus duduk di teras mesjid sambil baca buku. Joni keluar dari rumahnya, ya ke mesjid untuk mengambil sarung yang ketinggalan di mesjid.

Joni, ya melihat Yunus yang baca buku dengan serius banget...jadi di dekatin Yunus.

"Yunus serius amat baca bukunya?" tanya Joni.

Yunus berhenti baca bukunya.

"Iya, aku serius baca buku...Joni. Aku ingin pintar.....karena harapan Ibu ku, setelah aku selesai SMA...segera mendapatkan pekerjaan. Maklum, Ayah ku sudah tidak ada...jadi aku harus cepat dapet kerjaan untuk bantu Ibu," kata Yunus.

"Aku mengerti keadaanmu, Yunus. ..jadi anak yatim. Di kota Bandar Lampung ini tidak cukup pintar memahami buku pelajaran saja, untuk bekerja harus punya keahlian. Persaingan ketat di kota ini. Aku saja, setelah lulus SMA, daftar kerja sana-sana sini dengan keahlian pas-pasan...ya dapet kerjaan sih. Hasilnya lumayan, walau kecillah gajinya," cerita Joni.

"Yang pentingkan, Joni...bisa bantu orang tua yang paling utama dari pada urusan pribadi kita," kata Yunus

"Iya, sih. Karena kita didik untuk jadi anak yang sholeh kan. Oh Iya aku ingin mengambil sarung ku yang ketinggalan," kata Joni.

Joni mengambil sarungnya di dalam mesjid. Yunus kembali baca buku. Sarung sudah di ambil Joni yang tergeletak di lantai, ya segera keluar dari dalam mesjid.

"Yunus!" kata Joni.

"Apa?" saut Yunus dan menghentikan baca bukunya.

"Ayo main ke rumah aku biasa main PS gitu!" ajakan Joni.

"OK, aku mau main PS," kata Yunus yang antusias.

Yunus memasukan bukunya ke dalam tasnya, lalu berjalan bersama dengan Joni...ya menuju rumah Joni.

"Joni, masalah corona di kota ini...sebenarnya ada atau tidak sih?" tanya Yunus.

"Aku, tidak tahu. Ada atau tidaknya...corona di kota ini. Selogannya Pak Herman di mana-mana memberitahukannya tentang masalah corona. Ya di anggap benar aja, jadi ada gitu. Kita cuma remaja yang baik saja mengikuti aturan yang di buat pemerintahan. Walau kita selalu kecewa dengan perkembangan ekonomi kota ini. Aku yang merasakan sendiri, kenyataan hidup," penjelasan Joni.

"Kita cuma remaja. Joni, kamu enak sudah kerja. Aku harus menyelesaikan sekolah, ya setelah itu mencari pekerjaan di kota ini. Tapi kalau gagal di kota ini, ya tidak dapet kerjaan...terpaksa merantau ke kota lain untuk mendapatkan kerja. Masalahnya...Ibu ku, sendirian di rumah kalau aku tinggal merantau. Bimbang jadinya," kata Yunus.

"Jangan bimbang dalam mengambil keputusan demi masa depan baik, walau itu penuh dengan resiko. Berusahalah dengan baik, pasti mendapatkan hasil yang kamu inginkan Yunus," nasehat Joni.

"Kalau ada lowongan pekerjaan di tempat mu bekerja Joni, segera hubungan aku. Walau gaji kecil tidak apa-apa? Yang terpenting langsung menolong ekonomi keluarga," kata Yunus.

"Iya, kalau ada lowongan kerjaan di tempat aku. Segera memberitahu kamu, Yunus," kata Joni.

"Sip!! Aku senang banget mendengarnya. Ya tinggal aku berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan keahlian aku," kata Yunus.

Yunus dan Joni, ya sampai di rumah Joni. Keduanya segera main PS di ruang tengah dengan penuh keasikan.

SANTAI

Dono lagi asik santai di ruang tamu sambil minum teh dan juga dengerin musik di Hp ya lagunya Tasya Rosmala. Indro lagi asik nonton Tv bersama Kasino di ruang tengah dan acara Tv yang di tonton 'Ok Boss'.

"Nagita cantiknya Indro!" pujian Kasino.

"Iya, cantiklah. Raffi beruntung dapetin Nagita, jadi istri," kata Indro.

"Apa pendapatmu dengan acara Raffi, ya 'Ok Boss'?" tanya Kasino.

"Bagus sih karena di bawa santai sama Raffi jadi alur jalan cerita setiap topik yang di angkat," pendapat Indro yang jujur.

"Kalau aku amatin dengan baik. Aku setujui dengan mu Indro berkenaan Raffi membawa acara 'Ok Boss' santai gitu," kata Kasino yang menegaskan pendapat Indro.

Saat iklan, Indro pindah duduknya di ruang tengah ke ruang tamu untuk duduk bersama Dono. Kasino, ya tetap santai nonton Tv.

"Don, tumben dengerin lagu Tasya Rosmala?" tanya Indro.

Dono menaruh gelas berisi teh di meja.

"Suasana hati aja!" jawab Dono.

"Suasana hati atau ada kaitan dengan Jawa Timur. Kan Tasya Rosmala dari Jawa Timur. Maksud masih satu daerah gitu?" kata Indro.

"Mungkin iya mungkin juga tidak," kata Dono.

"Ya, ampun Don....pastinya!" kata Indro.

"Pastinya. Cuma suasana hati aja!" kata Dono yang tegas.

"Seharusnya bukan suasana hati Don. Harusnya lagunya bagus dan suara Tasya Rosmala merdu...gitu," kata Indro yang memuji dengan terus terang.

"Kalau menurut mu Indro seperti itu. Aku ikut saja," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Aku mau nonton Tv lagi!" kata Indro.

"Ya," saut Dono.

Indro, ya pindah duduk dari ruang tamu ke ruang tengah dan duduk bersama Kasino lagi untuk nonton Tv. Dono mengambil gelas berisi teh di meja untuk di minum sambil mendengarkan lagu-lagunya Tasya Rosmala.

"Kasino, kalau memuji cewek apakah kita di anggap untuk mengambil hatinya tuh cewek?" tanya Indro.

"Sebenarnya sih di anggap gitu. Tapi kalau di pikir positif...ya enggaklah. Cuma sekedar memuji saja. Ceweknya Geer aja!" kata Kasino.

"Kalau tuh cewek ada cowoknya gimana Kasino?" tanya Indro lagi.

"Paling cowoknya kesel aja sih. Ceweknya...ya malu sih, tapi di dalam hati ya senenglah di puji cantik. Apalagi cowok yang memuji!" kata Kasino.

"Jadi, cewek seneng di puji cowok tuh selain pasangannya," kata Indro menegaskan omongan Kasino.

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv yang acara ya bagus. Dono tetap santai minum teh sambil mendengarkan lagu-lagu Tasya Rosmala dari Hp.

Monday, June 15, 2020

TARGET PASAR

Indro lagi asik nonton Tv di ruang tengah. Kasino masih sibuk masak mie goreng di dapur. Dono selesai juga mengetik di leptopnya jadi hasil ketikan di simpan baik-baik baru leptop di matikan. Dono pun beranjak dari tempat duduknya, ya bawa leptopnya menuju ruang tengah.

Leptop di taruh di meja oleh Dono dan segera duduk bersama Indro nonton Tv.

"Indro, tumben nonton acara Diary The Onsu?" tanya Dono.

"Iya, aku cuma ingin tahu sejauh mana acara yang aku tonton. Setelah aku amati dengan baik, jadi kesimpulannya Target Pasar," kata Indro.

"Kenapa Indro, kamu menyimpulkan Target Pasar? Diary The Onsu....cuma cerita tentang seputar keluarga bahagia aja!" kata Dono.

"Sarwendah ini kan...keturunan China kan," kata Indro.

"Iya, Sarwendah keturunan China," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Jadi Target Pasarnya...Don, itu orang-orang China," kata Indro.

"Kalau aku yang pernah bergaul dengan lingkungan keluarga China sih, ya memang sih keturunan China di sukai oleh sukunya sendiri alias di idolakan. Ya benar lah Target Pasar," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Berarti benar...Don, Target Pasar," kata Indro.

"Iya, Target Pasar," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Berarti banyak acara di Tv itu menyesuaikan dari Target Pasar mana paling bisa meningkatkan reting tontonan," kata Indro.

"Emang Iya, Aku sendiri aja pernah mencobain tulisan ku untuk menyesuai Target Pasar tujuan ke negara yang aku tentukan. Ketika waktunya, ya terbukti semuanya," penjelasan Dono yang pernah di buktikan.

"Berarti...pandai-pantai dalam berkarya dan menentukan Target Pasar yang di tentukan untuk naikin reting ya..Don!" kata Indro.

"Iya," kata Dono yang tegas.

Indro, ya asik nonton Tv lagi. Dono pun ke dapur untuk buat mie goreng. Ternyata di meja makan Kasino lagi menikmati mie goreng. Dono segera ke dapur membuat mie goreng. Selang berapa saat. Mie goreng buatan Dono telah jadi dan segera di makanlah di meja makan.

"Meem enak mie goreng ini," kata Dono.

Kasino, ya selesai  makan mie goreng....segera mengambil Hpnya untuk main game di Hp. Dono terus menikmati makan mie gorengnya. Ya...Indro pun masih asik nonton Tv...acaranya bagus banget.

Sunday, June 14, 2020

TUHAN ITU WUJUDNYA MANUSIA

Indro menemukan patung kecil di pinggir jalan, ya dibawa pulang ke rumah. Sampai di rumah Indro pun duduk di ruang tamu bersama Dono yang sibuk mengetik di leptopnya. Patung pun di taruh Indro di meja.

"Dewi Kwan Im," kata Dono melihat patung di atas meja dan menghentikan mengetiknya di leptop.

"Bunda Maria," kata Indro.

Dono mengambil patung di atas meja dan mulai mengamati patung kecil yang ia pegang.

"Patung Bunda Maria......toh," kata Dono.

"Patung Bunda Maria," kata Indro yang tegas.

"Dapat di mana Indro patung Bunda Maria?" tanya Dono.

"Di temukan di pinggir jalan," jawab Indro.

"Di pinggir jalan. Kalau diamati ini patung kaya Dewi Kwan Im. Dulunya ini patung adalah manusia...ceritanya," kata Dono.

"Ceritanya memang dulunya patung itu manusia, maka itu di puja-puja sama manusia...jadilah Tuhannya manusia," kata Indro.

"Berhala...yang di puja manusia berwujud manusia. Tetap saja ini....Tuhan manusia, jadi Tuhan itu manusia, Indro," kata Dono.

"Tuhan....itu wujudnya manusia, jadi Tuhan itu manusia, karena di puja-puja berarti sama dengan patung Wisnu, Siwa, Brahma, Budha....dan masih banyak lagi," kata Indro.

"Ya....Tuhan itu wujudnya manusia...kan," tegas Dono.

"Semua orang yang percaya dengan ajaran ketuhanan dan Tuhannya berwujud manusia...ya benarlah Tuhan itu wujudnya manusia, malahan ada Tuhan berwujud binatang dan juga Tuhan berwujud setengah manusia dan hewan," kata Indro.

"Tetap saja Tuhan-Tuhannya manusia yang di sembah manusia dari dulu sampai sekarang," kata Dono yang tegas banget.

Dono pun menaruh patung di meja dan Indro, ya mengambil patung tersebut.

"Indro, patung itu mau di bawa kemana Indro?" tanya Dono.

"Di simpan aja!" kata Indro.

"Oh, begitu," saut Dono.

Indro pun beranjak duduk bersama Dono, ya ke kamarnya dan menaruh patung di meja belajar baru deh berbenah diri. Dono, ya melanjutkan mengetiknya di leptopnya.

OBROLAN

Dono sedang santai di ruang tamu sambil minum susu. Kasino seperti biasa main game di Hp-nya. Saat acara Tv ke iklan, ya Indro pindah duduknya dari ruang tengah ke ruang tamu untuk bersama Dono.

"Don, liburan ke pantai hari ini menyenangkan tapi sayang tidak ada Mermaid," kata Indro.

"Putri Duyung," kata Dono sambil menaruh gelas berisi susu di meja.

"Mermaid," kata Indro.

"Dugong," kata Dono.

"Putri Duyung," kata Indro.

"Sapi laut," kata Dono.

"Putri Duyung, Don," kata Indro yang tegas.

"Oh, Siren," kata Dono.

"Pokoknya...Putri Duyung," tegas Indro.

"Iya, deh Putri Duyung," kata Dono.

"Becandaan anak kecil," saut Kasino yang asik main game di Hp-nya.

"Asik juga ya kalau ke pantai bisa bertemu Putri Duyung," kata Indro.

"Putri Duyung, ya Indro tonton di Tv aja tuh ada cerita tentang Putri Duyung. Kalau tidak salah artis yang memerankan Putri Duyung, namanya Amanda. Itu pun sudah cukupkan," kata Dono.

"Iya sih sudah cukup sih, malahan ada Putri Duyung...ya film Korea juga," kata Indro.

Dono, ya mengambil gelas yang berisi susu di meja untuk di minumnya.

"Don!" kata Indro.

"Emm," saut Dono, ya masih minum susu.

"Don, kapan berakhirnya pandemi covid - 19?" tanya Indro.

"Kok nanya kapan berakhirnya pandemi covid - 19 ke aku? Nanya ke pemerintahan tuh yang membuat program penanggulangan covid - 19, sampai kapan tuh program kerja mau di main kan?" kata Dono.

"Aku baca di artikel....tetap tidak jelas," kata Indro.

"Kalau begitu sih ikutin aja program permainan pemerintahan," kata Dono.

"Bisa - bisa positif lama deh," kata Indro.

"Mana aku tahu lah!" saut Dono sambil menaruh gelas kosong di meja.

"Obrolan gak penting," saut Kasino sambil main game di Hp-nya.

"Obrolannya gak penting tuh Indro, ganti topik yang menarik gitu," kata Dono.

"Obrolannya gak penting toh. Apa ya? Ini aja! Aurel mau dinikahin sama Atta Halilintar, apa tanggapanmu Don?" kata Indro.

"Tanggapan ku, jalan cerita cinta... Aurel dan Atta Halilintar sama aja seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavia....kaya program acara 'Janji Suci'," kata Dono.

"Kalau begitu positif jalan cerita cinta Aurel dan Atta Halilintar bisa panjang banget," kata Indro.

"Mungkin!" tegas Dono.

"Masih obrolan yang gak penting di obrolin," saut Kasino, ya tetap asik main game di Hp-nya.

"Ya, sudah lah aku mau nonton Tv," kata Indro yang tegas.

"Iya," saut Dono.

Indro, ya pindah duduknya bersama Dono dan Kasino di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono, ya mengambil Hp di meja dan segera membuka jaringan internet untuk membaca komik. Kasino, ya tetap asik main game di Hp-nya.

Friday, June 12, 2020

A DAN B

Dono, asik duduk di halaman belakang sambil menikmati minum teh anget. Indro, ya duduk bersama Dono, asik baca artikel di Hp-nya.

"Artis Indonesia banyak topik yang di angkat untuk di publikasikan ke media apapun?!" kata Indro.

"Indro, jadi lagi asik baca tentang seputar artis Indonesia yang di beritakan ini dan itu?" kata Dono.

"Iya, abisnya menarik gitu topik yang di angkat dari masalah diri sendiri, keluarga, orang lain sampai.....pekerjaan gitu," kata Indro.

"Berarti kaya sinetron aja. Kehidupan artis di Indonesia itu kalau bicara di media ini dan itu pasti  'A' dulu, esok hari pasti 'B' dan pada akhirnya balik lagi ke 'A'," kata Dono.

"A dan B, bener sih Don...omongan kamu tentang artis di Indonesia kalau di beritakan di media apapun?!" kata Indro yang mengatakan omongan Dono.

"Karena di buat A dan B, ya pada akhirnya menarik untuk di baca kan Indro!" kata Dono.

"Iya, menarik di baca," kata Indro yang tegas.

Dono pun menikmati minum tehnya. Indro tetap membaca artikel artis ini dan itu di Hp-nya. Kasino, ya selesai mengurus tanaman di potnya. Setelah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir baru deh Kasino duduk bersama Dono dan Indro, ya segera deh Kasino menuangkan tekok kecil berisi teh anget ke gelas dan segera gelas berisi teh anget di minum Kasino.

"Nikmatnya teh anget ini dan juga harum baunya....melati," kata Kasino.

Kasino menaruh gelas yang berisi teh di meja dan segera mengambil Hp-nya di meja untuk membuka jaringan internet untuk membaca berita terbaru gitu.

"Berita hari ini masih seputar ini dan itu saja!" kata Kasino.

Indro pun berhenti membaca artikel di Hp-nya dan mulai ngomong sama Kasino "Kasino, hari minggu kita ke pantai yuk! Mempung sudah di bolehkan ke pantai tidak di tutup lagi...gara-gara pandemi covid - 19".

"Gimana menurut mu Don, kita liburan ke pantai...ya minggu ini?" kata Kasino.

Dono, ya menaruh gelas berisi teh anget di meja dan berkata "Boleh juga liburan ke pantai."

"Indro, dengarkan omongan Dono, jadi aku sepakat liburan ke pantai," kata Kasino.

"Sip!!!!" saut Indro.

Indro pun menonton Youtobe gitu dan yang di tonton acara konser 40 hari Didi Kempot. Dono, ya asik minum teh angetnya dan Kasino, ya tidak lagi baca artikel seputar berita ini dan itu....seperti biasa main game di Hp-nya. Indro, ya menikmati tontonan di Youtobe.

"Bagus konser 40 hari Didi Kempot," pujian Indro.

Dono yang mendengarkan omongan Indro tentang konser 40 hari Didi Kempot begitu juga dengan Kasino yang sibuk main game di Hp.

"Don, Rara terlihat cantik di konser 40 hari Didi Kempot," kata Indro.

"Tumben, kamu memuji Rara?" tanya Dono.

"Tumben ya, kalau begitu....Lesti aja deh...terlihat cantik gitu di konser 40 hari Didi Kempot," kata Indro.

"Waduh, malah Lesti. Kenapa tidak sekalian semuanya di puji artis cewek yang nyanyi di konser 40 hari Didi Kempot?!" kata Dono.

"Iya, deh semuanya cewek. Puas...!!!" kata Indro yang tegas.

"Puas deh!!!!" kata Dono.

Dono menaruh gelas berisi teh anget di meja dan mengambil Hp-nya untuk membaca komik. Indro, ya asik nonton Youtobe di Hp-nya masih konser 40 hari Didi Kempot. Kasino, ya tetap asik main game di Hp-nya.

ANALISA KEADAAN

Dono lagi asik duduk di pinggir toko setelah sholat Jum'at di mesjid di kawasan pasar tradisional...ya dengan mengikuti prosedur kesehatan gitu.  Indro, ya menghampiri Dono setelah beli teh botol dan satu botol di berikan pada Dono untuk segera di minum.

"Seger," kata Dono yang meminum teh botol.

"Seger, teh botol ini," kata Indro.

Dono, tetap mengamati lingkungan pasar yang hiruk pikuk dengan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Don, katanya di artikel ada pedagang tradisional terjangkit virus corona," kata Indro.

"Iya, aku baca juga artikel tersebut. Ya aku sih kasihan juga nasif pedagang terkena virus corona," kata Dono.

"Sebenarnya, virus corona itu menular atau tidak sih...Don?" tanya Indro.

"Kenyataan di berita gimana!" kata Dono.

"Ya...yang benar ada juga, yang salah kalau berita kita tinjau kelapangan," kata Indro.

"Ya, sudah anggap saja benar. Kaya flu burung dan flu babi," kata Dono yang tegas banget.

"Sebenarnya sih aku akui virus corona itu benar kalau keadaan di lingkungan di pasar ini aja pake masker tujuannya agar tidak ke virus corona. Jika terkena virus corona dan berusaha sembuh dengan cara rehabilitasi mandiri, ya otomatis bisa sembuh. Di lihat dari proses metabolism manusia itu sendiri. Tapi jika gagal berarti kalah dengan penyakit yang menjangkit pada manusia dan akhirnya mati gitu. Karena satu spesies maksudnya satu keluarga kecil atau besar, ya bisa terkena virus corona tersebut, jika salah satu sakit terkena virus corona....otomatis satu keluarga kena semuanya," penjelasan Indro yang rumit.

"Berarti beritanya benar dong. Kaya flu burung dan flu babi. Satu spesies mati semua karena terjangkit penyakit. Kalau kena manusia jadinya beradaptasi dengan inang yang baru, ya tergantung sistem metabolisme manusia kuat atau lemah...kalau lemah pasti mati," penjelasan Dono menegaskan omongan Indro.

"Berarti bisa beradaptasi dong virus corona, katanya dari kelelawar. Wah benar-benar Tuhan memberikan ujian pada manusia penyakit gitu.....kaya cerita Nabi Ayub," kata Indro.

"Kalau Tuhan berkehendak menguji seluruh manusia di dunia dengan penyakit. Harus di terimalah berarti Takdir," Kata Dono.

"Amin," kata Indro.

"Kok, di aminin...nanti di jabah Tuhan, omongan kamu Indro," kata Dono mengingatkan.

"Astaghfirullahaladzim, aku ralat tidak jadi di aminin," kata Indro.

"Ya sudahlah main di pasarnya, ayo pulang!" kata Dono.

"Ayo pulang," saut Indro.

Indro dan Dono, ya beranjak dari duduknya di pinggir toko dengan berjalan kaki menuju....motor di tempat parkir, ya yang bawa motor Indro dan Dono duduk di belakang. Motor pun di bawa dengan baik oleh Indro, ya menuju rumah.

Friday, June 5, 2020

TUHAN MAHA TAHU

Seusai sholat jumat. Dono duduk di ruang tamu, ya biasa baca artikel di Hp-nya. Indro, ya menghampiri Dono yang duduk di ruang tamu setelah iklan di Tv.

"Dono, kita sholat tidak pake masker kan," kata Indro memulai pembicaraan.

"Iya, kenapa?" kata Dono.

"Jadi kita tidak mengikuti aturan lagi," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Apa kita termasuk orang yang egois ya?" kata Indro.

"Egois, ya enggaklah. Aku tidak peduli dengan masker atau penyakit virus corona. Aku sendiri punya penyakit jantung, ya sewaktu-waktu meninggal dunia," kata Dono.

"Kematian itu lebih baik kita serahkan kepada Tuhan dari pada manusia yang merancanakan ini dan itu demi keuntungan ini dan itu..kan," kata Indro.

"Omongan mu benar Indro. Kematian itu lebih baik kita serahkan pada Tuhan," kata Dono.

"Ya, sudahlah aku nonton Tv lagi," kata Indro.

"Iya," saut Dono.

Indro, ya kembali nonton Tv di ruang tengah nonton acara Brownis. Dono, ya kembali asik baca artikel di Hp-nya tentang ini dan itu yang lagi trending topik.

Wednesday, June 3, 2020

TANGGAPAN SEBUAH ARTIKEL

Dono, asik baca artikel di Hp-nya di ruang tamu. Kasino keluar dari kamarnya langsung ke ruang tamu. Indro, ya sedang asik nonton Tv.

"Don, gimana keadaan diri mu?" tanya Kasino.

"Lumayan sih, bisa menstabilkan kerja jantung memang mengpengaruhi kerja pernapasan juga," kata Dono, ya menghentikan baca artikel ya di Hp-nya.

"Panjang umur...itu Don," kata Kasino.

"Amin," kata Dono.

"Oh, Iya Don...lagi baca apa?" tanya Kasino.

"Berita yang heboh di media. Ya berkaitan rasisme gitu di AS tentang kematian orang kulit hitam gitu," kata Dono.

"O...berita tentang Goerge Floyd. Aku membaca artikel dan juga nonton di Tv. Tapi paling seru sih Presiden Donald Trump, gaya kepemimpinan itu menarik juga di amati...yang ini dan itu," kata Kasino.

"Apa tanggapan mu tentang rasisme?" tanya Dono.

"Rasisme di negara AS sih banyak artikel yang aku baca, ya pusing juga kalau sampe terjadi demo yang anarkis sih, gara-gara kematian salah satu kulit hitam karena tindakan polisi AS, katanya. Sebenarnya kuncinya sih sederhana penting semboyan bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetap satu jua. Di Indonesia ini suku, bangsa, agama saling menghormati karena di naungi oleh pemerintahan di kukuhkan di UUD 1945. Semua manusia itu sama aja, tidak ada bedanya warna kulit, yang membedakan akhlak baik atau buruk. Akhlak baik menciptakan kebaikan di mana-mana sedang akhlak buruk menciptakan kehancuran dimana-mana. Penting di sini pemahaman agama, kunci dari nilai kerukunan antar suku, bangsa dan agama ," tanggapan Kasino.

"Sebenar sih aku sama aja dengan mu Kasino. Masalah di negara AS berbeda dengan masalah di Indonesia. Kunci di Indonesia menyelesaikan masalah rasisme sudah di atur di UUD 1945," kata Dono menegaskan omongan Kasino.

"Ya, sudah jangan di bahas lagi. Aku ingin main game di Hp...aku," kata Kasino.

"Iya," saut Dono.

Kasino, ya asik main game di Hp-nya. Dono, ya asik membaca artikel yang lainnya seputar selebritis di Indonesia dan negara lain, yang trading topik. Indro, ya asik nonton Tv...ya masih nonton drama Korea sih karena bagus sih.

Tuesday, June 2, 2020

TERKESAN

Dono, ya santai duduk diam sambil menonton Tv di ruang tengah.

"Senyuman dan kecantikan Tiara membuat aku terkesan," celoteh Dono.

Dono terus menonton Tv sampai acara Tv pun selesai juga.

"Ternyata aku terkesan senyuman dan kecantikan Tiara," celoteh Dono.

Dono menghentikan nonton Tv dengan mematikannya dengan remot.

"Terkesan itu lebih cenderung suka dan mendekati cinta. Ah cuma pandangan aku seorang cowok yang terkesan senyuman dan kecantikan cewek, Tiara," celoteh Dono.

Dono pun ke ruang tamu untuk mengetik di leptopnya. Tiba-tiba detak jantung terlalu cepat seperti marathon, Dono berusaha menormalkan keadaannya. Pikiran yang tenang akhirnya Dono mampu menyetabilkan detak jatungnya.

"Aku masih bisa menahan rasa sakit di jatung," celoteh Dono.

Dono pun memutuskan tidak mengetik karena membuat beban pikiran dan keadaan tubuhnya. Dono pun ke dapur membuat susu setelah itu duduk di halaman belakang, ya menikmati hidupnya.

"Tiara, kenapa di pikiran ku tepat nama ini masih di pikiran ku? Padahal aku hanya sekedar nonton Tv yang ada Tiara bernyanyi di acara Tv 'Dasyat 2020'. Terkesan inilah membuat aku aneh. Hanya penonton yang baik seperti biasa untuk menghibur diri saja. Di bilang penggemar pun bisa. Mungkin karena kebiasaan ku yang menulis nama cewek jadi tokoh dalam tulisan, ah sekedar hoby yang menunjukkan kebaikan saja. Aku cowok yang sekedar saja menyukai bunga yang cantik, tapi tidak ingin memetiknya lebih senang bunga itu menunjukkan lebih cantik lagi, karena terkesan itu....indah di lihat," kata Dono.

Dono menikmati minum susu dengan ke sendiriannya di halaman belakang. Indro dan Kasino, seperti biasa sibuk kerja di tempat kerjaan mereka masing-masing.

Sunday, May 24, 2020

RENUNGAN

Dono diam di ruang tamu, ya mendengar suara-suara gaib yang menjelaskan suluruh rahasia dunia ini.

"Aku seharusnya sudah tidur selamanya, kenapa masih melangkah di dunia ini yang penuh dengan kesemuan," kata Dono yang merenung mendengarkan suara-suara gaib.

Kasino selesai makan di ruang makan, ya ke ruang tamu dan duduk di sebelah Dono.

"Kenapa Don. Di hari lebaran ini, kamu masih seperti orang yang tidak punya semangat gini?" kata Kasino.

"Aku tetap masih mendengarkan suara-suara gaib yang menjelaskan rahasia isi dunia ini. Seharus aku telah tidur selamanya, kenapa aku masih hidup....walau kenyataannya aku jenuh sekali melihat seisi dunia ini cuma sekedar ini dan itu," kata Dono.

"Aku tidak seperti mu Don, yang bangun dari tidur mu yang panjang dan tiba-tiba kamu bisa mendengarkan suara-suara gaib. Tapi berusaha untuk memahami mu...Don," kata Kasino.

"Terima kasih Kasino, kamu mau memahami ku. Tapi masalah ku tidak kunjung selesai. Sudah berkali-kali lebaran suara-suara gaib terus saja menceritakan ini dan itu. Aku ingin tidak mendengar lagi rahasia ilahi di muka bumi. Yang di cari semua orang kebenarannya ini dan itu," kata Dono.

"Aku paham sebagai teman yang baik. Ada yang menjagai kamu Don begitu juga aku, tapi aku tidak bisa mendengar suara-suara gaib," kata Kasino.

"Malaikat terus saja mengikuti ku," kata Dono penuh kejujuran.

"Malaikat memang terus menjaga kita Don, sampai waktunya kita meninggal. Kamu tidak jadi mati mungkin ada makna untuk hidup di muka bumi ini. Menjelaskan kebenaran bahwa Tuhan satu dan para penjaga waktu yang di perintahkan Tuhan, Malaikat untuk menjaga ciptaan di dunia ini untuk waktunya di tidurkan selamanya," kata Kasino.

"Itulah kebenaran itu. Kematian itu yang baik keberuntungan di muka bumi ini karena terbebas dari urusan dunia yang tidak akan habisnya karena di but akan pikirkan yang bodoh saja," kata Dono.

"Aku paham Don. Sebaliknya kita tidak membahas masalah ini yang mungkin hanya orang paham ilmu agama yang mengerti kebenarannya. Jadi lebih baik kita bersenang-senang menikmati keadaan ini seperti biasanya," kata Kasino.

"Iya," kata Dono.

Dono pun tidak merenung lagi di ruang tamu, jadi ia ke ruang tengah untuk nonton Tv, ya Kasino juga. Indro ya asik nonton Tv sambil menikmati kue lebaran...ya cukil gigi.

Malaikat maut tetap menjagai Dono, untuk menunggu hari di mana Dono akan di tidurkan selama-lamanya.

Saturday, May 23, 2020

KEGELAPAN JIWA

Dodo terdiam ketika mendengar suara takbir yang di kumandangkan dari mesjid.

"Aku telah banyak berbuat salah. Aku teringat masa kecil ku. Kegembiraan ku merayakan hari lebaran. Ada waktu untuk berubah," kata Dodo.

Dodo pun segera ke belakang membersihkan diri untuk bersiap sholat Idul Fitri di rumah.

"Aku telah suci dan bersih," kata Dodo.

Dodo pun menyuruh teman-temannya masih terdiam saja memikirkan kehidupan diri mereka tidak berubah. Dodo membimbing teman-temannya yang kehilangan sesuatu karena penuh dengan kegelapan jiwa karena jauh dari Tuhan. Teman-teman Dodo pun mengerti nasehat Dodo dengan baik, maka semuanya berbenah diri ke belakang.

Dengan sabar Dodo menunggu teman-temannya. Kesabaran itu menjadi hal yang menyenangkan buat Dodo, ya melihat teman-temannya telah suci dan bersih. Mulai sholat Idul Fitri di rumah. Dodo yang masih mengingat ilmu agama, ya jadi imam sholat Idul Fitri.

Jalan sholat Idul Fitri penuh dengan baik banget. Dodo dan teman-temannya kembali ke jalan di penuh kebaikan karena tobat semua untuk tidak di jalan penuh dengan keburukan karena pergaulan ini dan itu yang menciptakan kesesatan dalam jiwa menjadi gelap. Setelah kembali semuanya cahaya itu terasa hangat membuat mengerti arti pentingnya dari perayaan lebaran kembali ke fitra, ya suci dan bersih.

Walau Sebenarnya di rumah tidak ada apa-apa untuk sebagai makan lebaran, tetap semuanya membawa suasana penuh kebahagiaan seperti masa kecil semuanya seperti lebaran Idul Fitri penuh dengan nilai kebaikan.

Masa-masa sulit dengan keadaan pademi corona tidak sebanding dengan keadaan Dodo yang hampir mati berkali-kali karena kebodohannya. Tapi di hari lebaran Idul Fitri, kesadaran itu mutlak bahwa hidup ini sekali lebih baik di jalanan dengan jalan kebaikan. Teman-teman Dodo pun banyak kebodohan mereka, ya ada yang masuk penjara karena kebodohan juga.

Rasa sadar itu tidak datang terlambat karena masih hidup. Di hari lebaran Idul Fitri, ya di rayakan dengan keadaan seadanya dengan baik di rumah saja. 

APA BENAR APA TIDAK?

Dono, ya asik mengetik di leptopnya... ya di ruang tamu. Kasino, ya asik main game di Hp-nya  di ruang tamu. Indro di ruang tengah, ya lagi asik baca artikel di Hp-nya tentang penyakit asma yang dapat di sembuh dengan mengkonsumsi daging kelelawar. Dono, ya menyelesaikan mengetik di leptopnya dan segera di simpan dengan baik baru leptop di matikan.

Dono pun mulai membuka jaringan internet lewat Hp-nya untuk membaca komik, ya di pilihlah komik yang di baca Dono...ternyata yang menarik di baca Dono adalah Dr. Stone. Dengan seksama Dono membaca komik. Indro, ya menyelesaikan baca artikel di Hp-nya, jadi pindah duduk dari ruang tengah ke ruang tamu.

Indro, ya duduk di sebelah Dono dan melihat ulah Dono yang membaca komik. 

"Dr. Stone," celoteh Indro.

"Iya," saut Dono.

"Don," kata Indro.

"Apa?" tanya Dono.

"Daging kelalawar, apakah benar obat untuk orang yang penyakit asma?" tanya Indro.

Dono pun berhenti baca komiknya dan berkata "Antara percaya atau tidak sih?!".

"Gimana denganmu Kasino. Daging kelelawar, apakah benar obat untuk orang penyakit asma?" tanya Indro.

Kasino berhenti main game di Hp-nya dan berkata "Mungkin, tapi kan. Kelelawar juga penyebab penyakit pernapasan yang berkembang saat ini".

"Virus Corona, maksudnya!" kata Indro menegaskan.

"Iya," saut Kasino.

"Kotoran kelelawar. Kalau berdasarkan cerita komik di Dr. Stone yang aku baca. Bahwa kotoran kelelawar mengandung asam nitrat. Dan asam nitrat itu berbahaya setelah aku cek ke artikel yang menjelaskan asam nitrat tersebut," kata Dono sedikit ngelantur pembicaraan. 

"Apa hubungan komik dengan daging kelelawar sebagai obat asma?" tanya Indro.

"Hubungan sama-sama kelelawar aja, ya kaitannya kotoran  kelelawar," kata Dono.

"Memang sama sih, kalau di pikir ada kaitannya. Penyakit asma pun sama juga penyakit pernapasan, apalagi dengan virus corona yang terdapat di kotoran kelelawar. Jadi...apakah benar kelelawar itu obat buat penyakit asma?" kata Indro.

"Ya, tidaklah. Ada data aku tentang orang yang mengkonsumsi daging kelelawar, tetap saja tidak sembuh juga penyakit asmanya. Masalahnya penyakit asma ini penyakit pernapasan. Apa yang menyebabkan penyakit pernapasan itu?" kata Dono.

"Penyakit pernapasan. Ya otomatis virus..kan," kata Kasino.

"Iya, virus. Kalau aku terkena flu saja sampai bersin-bersin. Itu penyebabnya, udara dingin dan debu. Berarti biasa saja makluk mikro organisme masuk lewat saluran pernapasan, jadinya penyempitan rongga pernafasan," kata Indro.

"Itu, tahu," kata Dono. 

"Itu, tahu," kata Kasino. 

"Ya, tahulah aku baca di artikel. Cuma apakah benar daging kelelawar obat asma. Padahal kotoran kelelawar pembawa penyakit virus corona?" kata Indro. 

"Kalau di baca di artikel sih. Ya memang kotoran kelelawar itu pembawa virus corona. Tapi kalau lebih lanjutnya, ya aku tidak pernah memeriksanya ke laboratorim," kata Dono. 

"Sama aku juga," kata Kasino. 

"Jangan-jangan sama aja dengan cerita komik. Bahwa kotoran kelelawar mengandung asam nitrat. Asam yang berbahaya," kata Indro. 

"Sekedar obrolan ngaur sana sini tidak ada masalahkan. Kita ini bukan dokter," kata Dono. 

"Bener omongan Dono. Kita ini bukan dokter. Kalau sakit ke dokter supaya minta di obatin," kata Kasino menegaskan omongan Dono. 

"Ya, kalau begitu sih. Lebih baik ke dokter kalau sakit dari pada mencari obat alternatif untuk sembuh. Sembuh kagak, eee malah sakit. Sudahlah jangan di bahas lagi," kata Indro. 

Indro pun pindah duduk dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino, ya kembali main game di Hp-nya. 

"Apa benar, kotoran kelelawar mengandung asam nitrat. Ah, cuma cerita di komik Dr. Stone," kata Dono. 

Dono, ya kembali baca komik di Hp-nya dengan santai. 

Friday, May 22, 2020

WAKTU HIDUP ITU SINGKAT

Indro pun menangis sedih. Dono dan Kasino ingin nonton Tv di ruang tengah, ya melihat Indro menangis.

"Indro kenapa...kamu menangis?" tanya Dono.

"Waktu hidup itu singkat ya," kata Indro.

"Maksudnya?" tanya Dono.

"Iya, maksudnya Indro?" tanya Kasino.

"Orang meninggal karena sakit. Sudah di rawat baik-baik  di rumah sakit agar di selamatkan...eeee meninggal dunia juga," penjelasan Indro.

Dono dan Kasino, ya melihat dengan baik tontonan yang di Tv di tonton Indro.

"Bener...Don. Sudah di rawat baik-baik di rumah sakit meninggal juga," kata Kasino.

"Kalau sudah meninggal mah. Inalilahi wainalilahi rojiun. Cuma tontonan aja. Hidup ini singkat tidak ada yang tahu kapan kita meninggal? Apalagi masih di bulan ramadhan lebih baik mengucapkan maaf  ke pada semua orang. Awal lebih baik dari pada akhir" kata Dono.

"Maksudnya Don, aku tidak mengerti?" tanya Indro.

"Maksudnya Dono itu. Untuk apa nunggu hari raya Idul Fitri meminta maaf, sekarang juga boleh. Kan kamu sendiri yang ngomong Indro. Waktu hidup itu singkat. Banyak orang yang tidak sampai Idul Fitri, ya sudah meninggal dunia," penjelasan Kasino.

"Bener omonganmu Dono, Kasino. Lebih baik awal mengucap maaf ya. Walau kadang kita tidak ada salah dan juga untuk apa di tunggu tepat waktu saat Idul Fitri, sekarang juga boleh. Karena waktu hidup itu singkat," kata Indro.

"Kalau begitu, ganti aja tontonannya. Jangan nonton acara Tv yang membuat mu menangis!" kata Dono.

"Iya," kata Indro.

Indro pun mengganti chanel Tv dengan tontonan yang tidak membuat dirinya sedih. Dono dan Kasino tidak jadi nonton Tv, ya jadinya ke ruang tamu untuk baca buku. Tiba-tiba, Kasino menangis dan Dono melihatnya.

"Kasino kenapa kamu menangis?" tanya Dono.

"Waktu hidup itu singkat...ya. Aku teringat kucing kesayanganku ku telah lama sih meninggal sih," kata Kasino.

"Ya...ampun, Kasino...ikhlasin aja....ya sudah pergi ya sudah pergi, jangan di inget jadi sedih," kata Dono.

"Iya," kata Kasino menghapus air matanya.

Dono, ya mau baca buku dan Kasino juga. Tiba-tiba terdengar suara toa dari mesjid pemberitahuan tentang Pak Mansur meninggal dunia. Dono, Kasino dan Indro langsung mengucap "Inalilahi wainalilahi rojiun".

"Waktu hidup itu singkat. Belum sampe Idul Fitri. Pak Mansur sudah meninggal. Semoga amal ibadahnya di terima Alloh SWT," kata Dono.

"Amin, Don," saut Kasino.

Dono, Kasino dan Indro, ya segera berbenah diri untuk melayat ke rumah Pak Mansur, yang baru meninggal dunia.

KESEPAKATAN

Indro pulang dari pasar langsung di beresin barang belanjaannya. Mulai Indro memasak ketupat dan masak ayam yang di buat opor. Singkat waktu. Masakan pun jadi semuanya. Indro mulai duduk santai di ruang tamu. Kasino sedang WA keluarga lewat Hpnya untuk mengucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin. Dono, ya WA juga sama keluarga untuk mengucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin.

Indro ikutan juga WA sama keluarga untuk mengucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin. Dono, ya selesai hubungan dengan keluarga lewat Hp-nya...ya segera melanjutkan ketikannya di leptopnya. Kasino juga selesai juga hubungan dengan keluarga dengan Hp-nya....ya melanjutkan kerjaanya baca buku.

Indro, ya selesai juga hubungan dengan keluarga lewat Hp-nya. Tiba-tiba Indro berpikir dengan sholat Idul Fitri jadi berkata pada Dono dan Kasino "Don, Kasino...sholat Idul Fitrinya di rumah aja, di mesjid, dan terakhir apa di lapangan?".

Dono menghentikan mengetik di leptopnya dan Kasino, ya menghentikan baca bukunya.

"Sholat Idul Fitri, ya lebih baik di mesjid..aja!" kata Dono.

"Sholat Idul Fitri, ya lebih baik di lapangan aja!" kata Kasino.

"Mesjid dan di lapangan. Tapi di berita di Tv...katanya lebih baik sholat di rumah aja!" kata Indro.

"Sebenarnya kalau di rumah sih...tidak ada masalah di jalankan, karena kita bisa jadi imam sholat semua...jadi menjalankan sholat Idul Fitri di rumah mudah di jalankan dengan baik. Beda dengan orang-orang tidak bisa...kan," kata Dono.

"Iya, bener omongan Dono. Kita mampu menjalankan sholat Idul Fitri di rumah, tapi masalahnya...rasanya kurang gitu..ibarat masakan tidak di kasih bumbu jadinya hambar suasana Idul Fitri tidak sholat di mesjid atau di lapangan.....alias kebiasaan sih," kata Kasino.

"Iya, juga ya...rasanya aneh gitu. Lebih baik sholat Idul Fitrinya di mesjid aja!" kata Indro.

"Sepakat," saut Dono dan Kasino bersamaan.

"Masalahnya, ya tentang virus corona ini yang bikin momok di masyarakat yang pertama. Yang kedua, jika sholat Idul Fitri di mesjid dan lapangan pasti masalahnya tidak berubah yaitu kemacetan," kata Indro.

"Iya, juga ya. Tapi kita tidak ada masalah ke dua-duanya. Jadi aman. Sholat ke mesjid kan...jalan kaki. Mesjid dekat dari rumah," kata Dono.

"Bener omongan Dono lah. Kita tidak ada masalah," kata Kasino menegaskan omongan Dono.

"Ya, sudah lah sholat Idul Fitrinya di mesjid aja. Aku pengurus mesjid. Tidak ada masalah," kata Indro yang tegas.

"Sip!!!" kata Dono dan Kasino sambil mengacungkan jempol masing-masing ke Indro.

Dono melanjutkan mengetik di leptopnya. Kasino, ya baca buku lagi. Indro, ya pindah duduk dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv, ya nonton berita.

CAMPUR ADUK

PHIR MILENGE

Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di channel TVRI World, ya seperti biasa sih ...

CAMPUR ADUK