CAMPUR ADUK

Sunday, April 25, 2021

BERBUAT BAIK ITU PAHALA

Dono menemukan kucing kecil, ya kucing kampung mati di belakang di dapur gitu. 

"Innalilahiwainalilahi rojiun," kata Dono.

Roh muncul di kanan Dono.

"Kematian seekor kucing," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Yang hidup itu pasti akan mati. Karena Takdir Tuhan," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Sama halnya manusia juga. Yang hidup itu kematian yang datang pada dirinya dengan segala bentuk kematian," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Manusia di takdirkan untuk mengisi dunia ini. Manusia yang membuat peradaban awal sampai sekarang dengan ilmu-ilmu. Tuhan membantu manusia," kata Roh atau Malaikat.

"Seperti halnya ilmu agama. Tujuan agama di bentuk untuk membimbing manusia di jalan yang benar dengan cara mengirimkan Roh atau Malaikat membawa firman Tuhan untuk orang terpilih yang mampu mendengarkan suara Roh atau Malaikat. Orang terpilih itu mengajarkan kepada manusia lain. Dari dulu sampai sekarang," kata Dono.

"Seperti itulah agama terbentuk dengan tujuan membimbing manusia di jalan yang benar," kata Roh atau Malaikat.

"Setan ikut campur juga dengan tujuannya menyesatkan manusia," kata Dono.

Roh muncul di sebelah kiri Dono.

"Iya. Aku Setan. Kerjaannya menyesatkan manusia. Tugas ku memang begitu untuk menguji manusia. Apakah manusia itu iman kuat atau kah lemah," kata Roh atau Setan.

"Memang tugas Setan begitu. Menyesatkan manusia," kata Roh atau Malaikat.

"Kucing mati toh. Ah urusan tidak terlalu penting," kata Roh atau Setan.

"Aku ingin menguburkan kucing kecil ini dengan layak. Karena Kasino sayang sama kucing ini di beri makan dengan baik. Tapi ternyata umur kucing ini pendek. Takdir," kata Dono.

"Kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang.

"Pemuda yang baik. Kalau begitu aku juga pergi juga!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

Dono mengangkat mayat kucing kecil dengan baik dan di bawa ke halaman belakang. Dono mencangkul lubang cukup dalam dan segera memasukkan kucing di dalam lubang, ya di timbun dengan baik.

"Aku menguburkan kucing kecil dengan baik," kata Dono.

Dono mengambil bunga, ya tanaman Kasino untuk di taruh di makam kucing kecil gitu.

"Istirahat yang tenang kucing kecil," kata Dono.

Setelah urusan beres, ya Dono ke dalam rumah untuk nonton Tv di ruang tengah. Kasino setelah urusan kerjaan selesai, ya keluar dari kamarnya langsung ruang tengah untuk nonton Tv.

"Kasino. Kucing kecilnya mati dan sudah aku kubur di halaman belakang," kata Dono.

"Innalilahiwainalilahi rojiun. Umur binatang memang pendek," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Kalau dongeng tentang berbuat kebaikan. Di makamnya kucing kecil tumbuh pohon emas," kata Kasino.

"Kaya dong," kata Dono.

"Ya kaya sih. Tapi orang lain pasti pada iri gitu," kata Kasino.

"Nama juga manusia," kata Dono.

"Itu cuma dongeng saja. Kenyataannya tidak lah. Berbuat baik itu pahala," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

Dono dan Kasino, ya fokus nonton Tv. Indro di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

Saturday, April 24, 2021

MENGUJI MANUSIA

Malam di bulan Ramadhan. Indro  di ruang tengah sedang asik nonton Tv yang acaranya musik. Dono di ruang tamu sedang santai baca buku dengan baik banget gitu. Para artis bernyanyi dengan bagusnya di acara Tv. Indro terbawa suasana dengan acara Tv tersebut, ya kadang bernyanyi juga gitu. Kasino yang sibuk mengerjakan kerjaannya di kamarnya, ya selesai juga dan keluar dari kamarnya langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro. Sebentar saja Kasino telah terbawa suasana dengan acara tontonan di Tv, ya ikut bernyanyi seperti Indro gitu.

Dono menyelesaikan baca bukunya dengan baik.Ya seperti biasanya buku di taruh di meja. Dono nonton film di Hp dengan baik banget. Indro dan Kasino masih asik nonton Tv. Terkadang acara di Tv ada lawaknya yang mengisi artis-artis terkenal gitu, ya kawakan dalam hal melucu gitu. Indro dan Kasino terbawa suasana tontonan di Tv jadinya tertawa terbahak-bahak karena memang lucu baget gitu.

Dono merasa haus jadi menghentikan nonton film di Hp-nya, ya bergerak menuju dapur. Di dapur Dono membuka kulkas dan mengambil minuman botol air mineral gitu dan segera di minum dengan baik sama Dono.

"Segernya," kata Dono.

Dono membawa botol air mineral ke ruang makan dan di taruh meja. Dono duduk dengan baik dan segera melanjutkan nonton film di Hp-nya dengan baik banget. Kasino dan Indro masih asik nonton Tv karena memang acara Tv bagus banget sih.

Roh muncul di sebelah kiri Dono, ya biasa Setan gitu.

"Asik banget nonton film," kata Roh atau Setan.

"Iya," kata Dono.

"Film anak-anak yang di tonton. Tidak asik. Seharusnya film dewasa gitu," kata Roh atau Setan.

"Film dewasa tidak menyenangkan," kata Dono.

"Padahal film dewasa sensasi luar biasa loe bisa menciptakan kegairahan," kata Roh atau Setan yang ingin mengarahkan Dono untuk beralih nonton film dewasa gitu.

"Astagfirullahalazdim," kata Dono.

Roh muncul di sebelah kanan Dono, ya biasa Malaikat gitu.

"Kebiasaan Setan mengarahkan ke hal-hal yang mengacaukan pikiran agar hawa nafsu naik keubun-ubun," kata Roh  atau Malaikat.

"Menguji manusia adalah tugas ku," kata Roh atau Setan.

"Aku paham dengan tugas mu itu Setan. Aku juga punya tugas juga untuk mengarahkan manusia di jalan kebaikan," kata Roh atau Malaikat.

"Bulan Ramadhan masih aja aku di gangu Setan. Kalau begitu aku ganti baca Al-Qur'an di di Hp aku, aplikasi," kata Dono langsung melaksanakan apa yang di omonginnya dengan baik.

"Aku kalah deh. Aku pergi saja," kata Roh atau Setan, ya menghilang gitu.

"Pemuda yang pinter dalam memegang teguh keimanannya untuk jalan kebaikan dengan baik. Kalau begitu aku pergi ah!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

Dono serius baca Al-Qur'an di Hp-nya, aplikasi.

Acara Tv pun iklan gitu. Indro dan Kasino tetap masih di ruang tengah.

"Acara musik bagus, ya Kasino," tanya Indro.

"Iya. Artisnya pinter-pinter dalam menyanyi dan juga pinter melucu gitu. Jadi suasana acara Tv, ya heboh gitu. Aku terhibur dengan baik," kata Kasino.

"Kerja keras artis yang mengisi acara Tv itu patut di acungin jempol," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Iklan di Tv pun selesai juga. Acara Tv lanjut lagi dengan baik banget. Kasino dan Indro menonton dengan baik acara Tv yang bagus banget gitu. Dono masih di ruang makan, ya baca Al-Qur'an. Tiba-tiba ada telpon dari Rara, ya vidio call gitu. Jadi Dono berhenti baca Al-Qur'an di Hp-nya. Ternyata Rara minta di jemput Dono, ya sedang ada urusan di rumah temannya Rara gitu. Dono mengiyakan permintaan Rara. Vidio call antara Dono dan Rara selesai. Dono beneran berhenti baca Al-Qur'an. Dono ke kamarnya untuk memakai jaket. Saat melewati ruang tengah. Indro bertanya "Mau kemana Don malam-malam gini?"

"Urusan dengan Rara," kata Dono.

"Rara toh," kata Indro.

"Nama juga kekasih hatinya Dono," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Hati-hati di jalan Don," kata Indro.

"Iya. Assalamualaikum," kata Dono.

"Waalaikumsalam," kata Indro dan Kasino bersamaan.

Indro dan Kasino fokus nonton Tv. Dono, ya keluar rumah dan membawa motornya dengan baik ke tempat temannya Rara. Sampai di rumah teman Rara. Segera Rara naik motornya Dono. Dengan baik Dono membawa motornya sampai di rumah Rara. Di rumah Rara. Dono ngobrol dengan Rara di ruang tamu gitu, ya di bicarakan hal yang biasa-biasa saja sekedar basa-basi obrolan gitu. Sampai waktunya, ya Dono pamit pulang sama Rara.  Dono membawa motornya dengan baik sampai rumah. Rara di rumahnya, ya tidur dengan tenang di kamarnya dengan baik, ya mimpi indah gitu. Dono sampai di rumah, ya istirahat dengan tenang lah di kamarnya. Kasino dan Indro, ya istirahat juga di kamarnya setelah nonton Tv gitu.

MEDAN PERANG

Kasino sedang asik merawat tanamannya di potnya di halaman belakang. Indro duduk di halaman belakang nonton vidio musik religi di Hp-nya yang pertama di tonton artis Putri dengan lagunya 'Doaku' sampai lagu berikutnya, ya artis yang bawa lagu religinya gitu lagi puasa di bulan Ramadhan.....santai gitu tapi ada nilai ibadah gitu dengan mendengar lagu religi sama aja memberikan masukan baik gitu, ya nasehat setiap kata-kata lirik lagu tersebut jadi lebih dekat pada kebaikan dan kebenaran dengan agama Islam.

Dono masih di kamarnya masih menonton vidio Youtobe anime dengan baik di leptopnya. Dono terkesan dengan tokoh ceweknya yang sifatnya kasar kaya barbar, ya otomatis gampang memukul gitu pada tokoh cowoknya. 

"Terkesan dengan pergolakan ceritanya," kata Dono.

Dono paham apa yang di tontonnya cuma animasi tujuannya sekedar tontonan yang menghibur gitu. Dono terus menonton vidio tersebut sampai berlanjut ke vidio selanjutnya karena memang ceritanya berseri gitu. Kasino merasa senang tanaman di potnya tumbuh dengan bagus banget karena di rawat dengan baik. Pada akhirnya Kasino sudah selesai gitu merawat tanaman di potnya, jadi mencuci tangannya dengan sabun dan air mengalir dari kran. Setelah itu duduk di sebelah Indro yang sedang asik menonton vidio religi di Hp-nya. 

Biasanya saat istirahat setelah merawat tanaman di pot Kasino menikmati minum teh dan makan keripik atau gorengan karena di puasa di bulan Ramadhan kebiasan itu tidak ada sih, ya Kasino tetap puasa dengan baik gitu. Indro berhenti nonton vidionya di Hp-nya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Apa bener media sosial penggugur amalan puasa gitu?" kata Indro.

"Kok hal begituan tanya ke aku. Ya aku kan bukan Ustad lah!" kata Kasino.

"Sekedar sebuah pendapat saja. Tidak perlu status Ustad. Yang penting paham ilmu agama Islam gitu," kata Indro.

"Ok lah. Sekedar pendapat saja. Ya bisa di bilang sih menggugur amalan puasa gitu tergantung dari tema yang di angkat dan di publikasikan di media sosial," kata Kasino.

"Memang sih banyak vidio di media sosial yang kacau balau-balau gitu. Sampai hal yang enggak penting saja di publikasikan di buat vidionya salah satu contohnya saja kaya curhatan gitu," kata Indro.

"Masalah pribadi atau sebenarnya cuma setingan saja yang membuat kehebohan di dunia maya," kata Kasino.

"Setelah vidio ini dan itu di publikasikan di media sosial, ya jadi pokok masalah yang harus di bahas dengan baik agar di selesaikan lewat media sosial juga. Ahli di bidang keilmuan muncul semua untuk menyelesaikan masalah dengan memberikan masukan yang baik. Pada akhirnya media sosial medan perangnya antara kebaikan dan keburukan. Di pikir dengan baik sih kaya game saja jadinya," kata Indro.

"Zaman sudah seperti ini. Mau di kata apa?" kata Kasino.

"Kalau di pikir dengan baik lebih baik nonton vidio musik religi jadi dapat mengarahkan manusia makna dari lagu tersebut," kata Indro.

"Benerlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Dan juga di tambah dengan vidio-vidio ceramahnya para Ustad, ya artis terkenal gitu. Banyak arahan yang baik untuk manusia itu berjalan di jalan kebaikan, ya dekat dengan Sang Pencipta Allah SWT," kata Indro.

"Bener omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Ya sudahlah. Aku main game saja!" kata Indro.

"Ya, aku juga. Santai gitu," kata Kasino.

Kasino dan Indro main game di Hp-nya dengan penuh keasikan gitu. Dono menyelesaikan nonton vidio anime dan segera mengetik di leptopnya untuk membuat cerita yang baik gitu.

Friday, April 23, 2021

PATUH PADA ATURAN

Kasino di ruang tamu sedang asik main game di Hp-nya. Indro ke luar dari kamarnya sambil membaca artikel di Hp-nya dengan baik dari berita seputar artis, olah raga sampai pemerintahan yang ini dan itu baik di dalam negeri sampai luar negeri. Dono di ruang tengah, ya nonton Tv  dengan acaranya sih sinetron yang di bintangi artis Nabila. 

Indro duduk di ruang tamu, ya di sebelah Kasino. 

"Kasino," kata Indro. 

Kasino berhenti main game di Hp-nya dan berkata "Apa?"

"Ada berita nie yang aku baca di Hp. Katanya sih. Sebaiknya sholat Idul Fitri di rumah saja dengan alasan sih mencegah ini dan itu masih kaitkan dengan covid-19," kata Indro. 

"Sholat Idul Fitri di rumah saja. Sama saja kaya tahun kemarin dong," kata Kasino. 

"Memang sama jadinya seperti tahun kemarin," kata Indro. 

"Sebenarnya sholat Idul Fitri di rumah saja tidak ada masalah sih buat kita. Entah orang lain?" kata Kasino. 

"Memang sholat Idul Fitri di rumah saja, ya tidak ada masalah untuk kita. Kalau orang lain yang ingin sholat Idul Fitri di lapangan sama di mesjid berkumpul gitu merayakan hari kemenangan gitu seperti biasanya dan saling bersalam-salaman tujuannya ikatan silaturami terjalin dengan baik banget," kata Indro. 

"Sebaiknya rakyat yang baik dan umat Islam yang baik patuh pada undang-undang yang di tetap kan tujuannya menciptakan keamanan dan keteraturan gitu," kata Kasino. 

"Itu sih bentuk nasehat. Memberikan masukan yang baik. Aku yang paham sih. Pastinya aku patuh pada aturan toh untuk kebaikan gitu," kata Indro. 

"Tidak perlu di bahas lebih jauh. Toh Idul Fitri masih jauh. Yang terpenting itu puasa di bulan Ramadan di usahakan tidak ada yang bolong jadi puasa sebulan penuh berhasil gitu," kata Kasino. 

"Ya aku paham omongan mu Kasino. Termasuk khatam baca Al-Qur'an...kan!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

"Kalau begitu aku baca Al-Qur'an di Hp aku saja. Aplikasi gitu!" kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino berhenti beneran main game di Hp-nya dan segera mengambil kitab Al-Qur'an di meja, ya segera di baca dengan baik. Indro baca Al-Qur'an dengan baik di Hp-nya, ya aplikasi gitu. Dono masih asik nonton Tv, ya memang sinetronnya bagus banget gitu. 

NIATNYA

Sepulang dari tarawih. Indro dan Kasino, ya duduk di ruang tengah untuk menonton Tv. Dono masuk kamarnyan. Di dalam kamarnya Dono membuka sebuah majalah lama yang isinya berkaitan dengan pemerintahan yang ini dan itu.

"Apa aku buat cerita dari majalah ini...idenya?" kata Dono.

Dono membuka lembar majalah dengan baik sampai menemukan selembar kertas yang berisi cerpen buatan Dono sendiri.

"Niatnya...judul cerpen ini," kata Dono.

Dono berpikir dengan baik banget.

"Ini cerpen aku masukan dalam Blog saja," kata Dono.

Dono pun membuka leptopnya dan mulai mengetik dengan baik, ya menyalin tuh cerpen gitu..

Isi cerpen yang di ketik Dono :

Dono masuk rumah, ya ucap salam "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," jawab Indro yang sedang duduk di ruang tamu lagi baca buku.

"Waalaikumsalam," jawab Kasino juga tapi telat, ya biasa sih sibuk main game di Hp.

Dono, ya duduk sambil menaruh dua bungkus nasi meja.

"Makanan," kata Indro yang seneng gitu.

"Oh....makanan," saut Kasino yang asik main game di Hpnya.

Indro mau mengambil satu bungkus nasi tersebut.

"Tunggu dulu Indro. Ini nasi ada makna," kata Dono.

"Maksudnya Don?" tanya Indro.

"Ini nasi bungkus ini satu pemberian dari orang miskin. Sedangkan satu bungkus nasi....ini pemberian orang kaya yang punya jabatan di kota ini, ya bisa di bilang Walikota. Dari dua bungkus nasi ini...mana yang lebih niatnya?" kata Dono.

"Sebenarnya dua bungkus nasi itu baik niatnya. Tapi kalau di pikir sih lebih baik sih. Nasi bungkus dari orang miskin," kata Indro.

"Gimana menurut mu Kasino?" tanya Dono.

"Ya.....orang miskinlah lebih baik dengan alasan nilai rasa syukur karena punya rezeki lebih di berikan kepada siapa pun tak mengenal orang itu dari golongan apapun?!" penjelasan Kasino sambil main game di Hp.

"Emang bener omongan kalian berdua. Yang baik orang miskin yang memberikan nasi bungkus pada saya, karena mengucap syukur kelahiran anaknya. Sedangkan nasi bungkus satu lagi....niat memang baik tapi ada niat tersembunyi dari pejabat kota ini. Ya biasa sih ingin di pilih lagi," kata Dono.

"Itu...sih biasa. Dengan cara apapun untuk bisa menarik simpatik masyarakat untuk memilihnya," kata Indro.

"Iya...biasa sih. Cuma....kalau gak jadi....kan sering dumel kaya orang frustasi. Berarti kurang ilmu Ikhlas dalam menyodahkohkan sesuatu," kata Dono.

"Kurang ....ilmu Ikhlasnya," kata Indro.

"Iya, kurang ilmu ikhlasnya," saut Kasino yang sambil main game di Hp.

"Ya...sudahlah. Aku ambil nasi bungkus dari orang miskin," kata Indro.

"Aku ambil...yang ada saja," kata Kasino dan menghentikan main game di Hpnya.

Indro dan Kasino membuka nasi bungkus bersamaan. 

"Ayam goreng...lauknya," kata Indro.

"Ayam goreng...juga lauknya," kata Kasino.

"Jadi....sama-sama kedudukannya dalam memberi sodakoh yang beda tetap niatnya," kata Dono.

"Bener...omongan..mu...Don," saut Indro.

"Indem," saut Kasino.

Dono pun memberikan amplop berisi uang ke Kasino.

"Gajian," saut Indro.

"Hus bukan...itu. Ini uang sodakoh Dono...ke mesjid," kata penjelasan Kasino.

"Jadi...ada rezeki lebih," kata Indro.

"Ya...lumayan. Niat baik," kata Dono.

Dono pun meninggalkan Indro dan Kasino, ya biasa sih ke kamar untuk mengetik di leptopnya. Kasino dan Indro, ya menikmati nasi bungkus tersebut. Setelah itu baru deh melanjutkan kegiatan hari ini di hari minggu yang tenang sekali.

***

Dono pun selesai mengetik cerpen dengan baik di leptopnya dan telah menyimpan hasil ketikan dengan  baik pula. Kertas bertuliskan cerpen itu tetap di taruh di majalah lama. Dono membuka lembaran majalah lagi sampai menemukan dua foto.

"Foto Wulan dan foto Rara. Kisah perjalan hidup. Penuh dengan cinta yang pernuh makna," kata Dono.

Dono menaruh dua foto di majalah lama tersebut dan juga mematikan leptop dengan baik. Dono keluar dari kamarnya langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro dan Kasino. Acara yang di tonton ketiganya masih berkaitan dengan bulan Ramadhan.....pokoknya seru deng acara Tv-nya.

Thursday, April 22, 2021

MENILAI

Dono ke luar dari rumah, ya untuk melaksanakan sholat jum'at di mesjid. Indro dan Kasino, ya sudah duluan ke mesjid gitu. Dono sampai di mesjid dan berada di barisan paling belakang. Kasino dan Indro ada di barisan paling depan. Keadaan di dalam mesjid, ya seperti di berita Tv yang menjalankan protokol Kesehatan gitu, ya regang gitu shafnya.

Umat Islam di dalam mesjid, ya diam saja dan mendengarkan khotbah dari imam. Dono diam juga. Roh muncul di atas kepala Dono, ya kecil ukurannya. Khotbah pun selesai, ya segera di laksanakan sholat jum'at. Dengan khusuk sholat jum'at di jalankan dengan baik. 

Roh tetap memperhatikan sholatnya Dono dengan baik banget. Sampai sholat jum'at selesai dengan baik. Ya Dono meninggalkan mesjid bersama umat Islam yang lainnya. Roh tetap berbicara banyak hal pada Dono.

"Jika aku mati urusan ku dengan Roh selesai. Karena aku masih hidup urusan dengan Roh belum selesai. Roh masih menilai sholat ku dan bacaannya dengan baik," kata Dono.

Roh pun urusannya selesai, ya menghilang alias pergilah. Kasino dan Indro sudah sampai di rumah duluan gitu. Dono, ya belakangan sampai di rumah. 

"Gerah hari ini," kata Dono sambil duduk di ruang tamu. 

Memang suasananya agak panas gitu. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah, ya nonton Tv dengan acara berita gitu. Di meja ada buku dan kitab Al-Qur'an.

"Baca apa ya? Buku apa kitab Al-Qur'an?" kata Dono berpikir.

Dono akhirnya memutuskan dengan baik karena masih urusan bulan Ramadhan, ya puasa gitu untuk pahala jadinya mengambil kitab Al-Qur'an di meja. Dono segera membaca Al-Qur'an dengan baik banget. 

"Buka puasa nanti. Enaknya makan dan minum apa ya?" kata Indro.

"Enaknya sederhana tapi mewah," kata Kasino.

"Tempe dan tahu saja sederhana kalau di olah dengan baik saja jadi mewah gitu," kata Indro.

"Itu juga boleh. Untuk buka puasa. Tempe dan tahu," kata Kasino.

"Ok. Tempe dan tahu saja. Minumnya, ya es jeruk saja," kata Indro.

"Es jeruk minum untuk buka puasa. Sirup atau perasan jeruk...Indro?" kata Kasino.

"Enaknya sih perasan jeruk gitu. Jadi ya  perasan jeruk saja deh," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv masih acara Tv-nya berita yang ini dan itu. Pokoknya berita Tv bagus gitu, karena pembawa acara berita Tv......ganteng dan juga cantik gitu.

ANDAI ADA SUPERHERO

Selesai sholat di tarawih di mesjid, ya Dono, Kasino dan Indro segera pulang ke rumah. Sampai di rumah. Kasino dan Indro nonton Tv di ruang tengah dengan acara Tv, ya berita gitu. Dono di ruang tamu  sedang diam saja. Roh muncul kiri dan kanan, ya bicara tentang banyak hal. 

"Berita tentang kapal selam sedang mengalami masalah gitu. Ya kita cuma berdoa saja agar selamat semua awak kapal selam," kata Kasino. 

"Cuma bisa berdoa saja tidak bisa bertindak apa-apa? Cuma rakyat kecil dan juga jauh lagi," kata Indro. 

"Andai saja ada Superman. Pasti masalah kapal selam yang mengalami masalah di dalam laut, ya bisa di selamatkan dengan baik gitu," kata Kasino. 

"Superhero. Kasino suka Superman. Kalau aku suka siapa ya? Oooo Magneto. Dengan kekuatan Magneto bisa mengangkat kapal selam di dalam lautan kaya di film X-Man gitu," kata Indro. 

"Bisa juga dengan Ironman. Ya kapal selam yang mengalami masalah bisa segera terselamatkan, teknologi Ironman canggih kaya di film Ironman gitu," kata Kasino. 

"Bisa juga dengan superhero ini. Aquman menolong kapal selam mengalami masalah dengan bantuan para hewan laut, ya sampe monster laut kaya di film Aquman gitu," kata Indro. 

"Gatot kaca, ya superhero Indonesia. Jadi menolong kapal selam yang mengalami masalah di dalam laut," kata Kasino. 

"Dunia superhero cuma dunia cerita yang penuh dengan imajinasi yang tinggi banget dapet menyenangkan yang menontonnya. Dunia kenyataan. Usaha dari Pemerintah dalam menyelesaikan masalah, agar kapal selam yang mengalami masalah di dalam lautan bisa di tolong semua awak kapal selam itu," kata Indro. 

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv sampai acara Tv berganti dengan acara lain gitu tetap bagus sih. Dono di ruang tamu masih mendengarkan Roh yang bicara banyak hal sampai akhirnya Roh menghilang gitu alias pergi. Dono segera mengambil buku di mejanya dan segera di bacanya dengan baik banget. 

"Indro saur nanti buat makan apa?" kata Kasino. 

"Buat apa ya?" kata Indro berpikir. 

"Yang sederhana tapi cepat gitu," kata Kasino. 

"Sederhana dan cepat sih. Mie rebus atau mie goreng. Ini saja ayam goreng pake bumbu yang gurik kaya bumbu di iklan Tv saja," kata Indro. 

"Tepung bumbu Sasa," kata Kasino. 

"Tepung bumbu Sasa saja," kata Indro yang tegas. 

"Jadi cuma ayam goreng saja," kata Kasino. 

"Iya cuma ayam goreng saja. Sayur dan sambel masih ada," kata Indro. 

"Ooooo begitu," kata Kasino. 

"Hubungan artis Arsy dengan artis Tiara apa pendapat mu sebatas penonton yang baik gitu yang sering nonton Tv, ya acara rumah seleb gitu di chenel Tv MNCTV gitu?" kata Indro. 

"Ya gimana ya. Sesuai alur cerita yang di buat artis Arsy dan artis Tiara gitu," kata Kasino. 

"Sesuai alur cerita saja kaya lagu yang di nyanyikan artis Arsy dan artis Tiara. Jadi seru gitu ceritanya. Gimana dengan artis Sule yang beritanya luar biasa heboh gitu dengan istrinya Nathalie katanya ada masalah gitu?" kata Indro. 

"Alur permainan toh. Kan cuma penonton yang baik," kata Kasino. 

"Alur permainan toh. Sama aja alur cerita itu mah," kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv acaranya memang bagus banget gitu. Dono tetap asik baca buku.

MENIKMATI MAKAN ENAK

Dono yang duduk di ruang tamu, ya sedang asik baca Al-Qur'an dengan baik banget. Indro memasak di dapur jadi mengeluarkan daging ayam dari kulkas dan mie instan dari lemari.

"Aku buat mie ayam aja!" kata Indro.

Indro pun mulai mengolah daging ayam pun di cincang dengan pisau dan segera di masak dengan bumbu yang sudah di haluskan. Setelah itu daging ayam cincang masak, baru deh Indro memasak mie instan sampai matang. Lalu mie yang matang di taruh di mangkok oleh Indro. Mie di satukan dengan daging ayam cincang satu mangkok. 

"Masakan mie ayam ku jadi. Siap untuk di makan," kata Indro.

Adzan dari mesjid terdengar dengan baik. 

"Alhamdulillah puasa ku pol hari ini," kata Indro. 

Indro berdoa buka puasa dengan baik banget dan setelah itu segera minum air untuk membuka puasa. Indro pun membawa mangkok berisi mie ayam ke ruang tengah, ya sambil nonton Tv gitu. Acara Tv yang di tonton Indro ya menayangkan acara buka puasa dengan baik. 

Dengan asiknya Indro, ya makan mie ayam pake sumpit kaya orang Jepang apa China atau yang benar Korea...ya...tetap sama aja cara makan pake sumpit juga. Dono telah menghentikan baca Al-Qur'an, ya segera berdoa dengan baik dan buka puasa di ruang tamu dengan air botol mineral dan juga kurma. 

Dono mencium bau enak gitu jadi beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang tengah, ya mendekati Indro yang sedang asik makan mie ayam di ruang tengah. 

"Bagi dong mie ayamnya!" kata Dono yang menggotek kaya anak kecil gitu. 

"Dono mie ayamnya ada di dapur," kata Indro.

"Ooooo di dapur mie ayamnya," kata Dono.

Dono ke dapur. Mangkok di isi mie dan juga daging ayam cincang. 

"Mie ayam buatan Indro. Pasti enak," kata Indro. 

Dono pun membawa mangkok berisi mie ayam ke ruang tengah, ya duduk bersama Indro untuk menonton Tv. Dono pun makan mie ayam pake sumpit gitu. 

"Emmm...enak!!" kata Dono.

Dono dan Indro asik makan mie ayam. Kasino sampai di rumah, ya pulang dari urusan kerjaannya. 

"Assalamualaikum," kata Kasino. 

"Waalaikumsalam," kata Indro dan Dono bersamaan. 

Dono menaruh mangkok mie ayam di meja, ya beranjak dari duduknya menuju ruang tamu untuk membuka pintu. Di buka pintu sama Dono dan terlihat Kasino. Ya Kasino masuk rumah, ya segera ke dapur untuk menyalin makan yang ia beli jalan. Dono ke ruang tengah, ya kembali makan mie ayam sambil nonton Tv. Mangkok berisi cuka dan pempek di bawa ke ruang tengah sama Kasino. Ya Kasino duduk dan segera menikmati makan pempek gitu. 

"Kasino tumben beli pempek?" kata Indro. 

"Ada berita tentang kapal selem. Jadi aku beli pempek kapal selem di jalan," kata Kasino. 

"Ooo ada kaitannya dengan berita Tv di toh tentang kapal selem. Jadinya Kasino beli pempek kapal selem," kata Dono. 

"Yang penting pempek kapal selem enak banget," kata Kasino. 

Kasino asik makan pempek selem. Dono dan Indro, ya asik makan mie ayam. Sampai perut ketiganya kenyang, ya beres-bereslah mencuci mangkok dan gelas yang di pakai di belakang dan sekalian wudu untuk sholat magrib. 

Ketiga masuk ke dalam kamar. Seperti biasa hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat? Yang kalah Dono. Jadi Dono jadi imam sholat. Ya sholat magrib di jalankan khusuk banget sampe selesai. Ya ketiganya berzikir dan berdoa dengan baik. 

"Hari ini kita sholat tarawih di mesjid," kata Dono. 

"Ayo sholat tarawih di mesjid," kata Indro. 

"Idem," kata Kasino. 

Ketiga sepakat sholat tarawih di mesjid, ya keluar dari rumah dan berjalan dengan baik menuju mesjid. Sampai di mesjid. Segera ketiganya melaksanakan sholat tarawih bersama umat yang lainnya. 

Wednesday, April 21, 2021

SAMA AJA

Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah. Acara di Tv menceritakan orang-orang suku pedalaman yang hidup dengan penuh keharmonisan dengan alam, ya dengan baik. Orang-orang suku pedalaman mengadakan acara yang sifatnya ritual gitu untuk ucap syukur pada Tuhan dengan acara kurban kambing, ya penyembelihan gitu yang di pimpin oleh pendeta yang mampu mendengarkan suara Roh. Daging kambing kurban tersebut pun di masak dengan baik, ya sampai mantang dan di makan sama orang-orang suku pedalaman. Acara berjalan dengan baik banget dengan penuh kegembiraan gitu. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Cerita orang suku pedalaman bagus ya Kasino," kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

"Pendeta yang bisa mendengarkan Roh. Sama di sebut utusan Tuhan kan?!" kata Indro. 

"Iya memang sih. Pendeta itu sama di sebut utusan Tuhan. Pendetanya kan membimbing orang-orang untuk menyembah Tuhan, ya berdasarkan arahan dari Roh yang di dengar sama Pendeta," kata Kasino. 

"Bisa saja di bilang Pendeta itu Nabinya untuk orang-orang suku pedalaman," kata Indro. 

"Ya bener omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Jadi bentuk dari agamanya orang-orang suku pedalaman dong," kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

 "Jadi orang terpilih jadi Pendeta atau Utusan Tuhan atau Nabi, ya harus mampu mendengarkan suara Roh," kata Indro. 

"Benerlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Bagaimana dengan Dono yang bisa mendengarkan suara Roh?" kata Indro. 

"Di bilang sama jadi keruh. Di bilang tidak sama bingung juga. Ya sudahlah. Sama aja. Cuma obrolan saja kan," kata Kasino. 

"Berarti kedudukannya sama toh," kata Indro. 

Indro dan Kasino terus nonton Tv dengan baik sampai filmnya habis dan di ganti acara berita. Dono di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget. Di luar rumah, ya lingkungan gitu. Terdengar suara anak-anak sedang main petasan. Meledak sana meledak sini. Dono tetap jojong baca Al-Qur'an dengan baik banget. Kasino dan Indro, ya tetap asik nonton Tv. 

KAYA WAYANG

Kasino dan Indro nonton Tv di ruang tengah, ya acara LIDA 2021 di chenel Indosiar. 

"Acara musiknya tetap heboh," kata Indro. 

"Ya seperti biasanya. Pinter orang-orang yang mengisi acara Tv. Jadi heboh," kata Kasino. 

"Sesuai karakter penokohan. Kaya wayang gitu. Ada yang bagian protagonis dan juga lawannya antagonis," kata Indro. 

"Di bawa suasana serius dan juga tidak serius....maksudnya lawak gitu," kata Kasino. 

"Ooooo iya Kasino tentang agama. Ya benturan agama itu bisa terjadi di karena kurangnya pemahaman ilmu kan?!" kata Indro. 

"Memang iya. Benturan agama itu terjadi karena kurangnya pemahaman ilmu. Bisa di bilang tersesat-tersesatnya orang-orang di jalan agama. Contohnya : ngaku Nabi. Berita di Tv masih membahasnya," kata Kasino. 

"Maka itu. Hukum di buat untuk menyelesaikan benturan yang terjadi pada agama," kata Indro. 

"Memang begitulah kerja hukum untuk mengatasi masalah yang ini dan itu. Contohnya : seperti orang melanggar lampu merah. Jadi harus di tegakkan hukumnya dengan baik. Karena undang-undangnya telah di sepakati. Kalau mau lebih jelasnya sih belajar ilmu hukum. Kenapa undang-undang di buat begini dan begitu?" kata Kasino. 

"Urusan kebencian ini dan itu yang masih kaittannya dengan agama. Ya langsung di tindak berdasarkan undang-undang yang telah di sepakatin bersama," kata Indro. 

"Jelas banget. Hukum akan bertindak dengan baik," kata Kasino. 

"Ya sudah tidak perlu di bahas lebih jauh. Karena aku bukan bidang hukum," kata Indro. 

"Sama. Aku bukan bidang hukum. Cuma sifat umum saja!" kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv yang acaranya bagus banget. Dono selesai mengetik di leptopnya, ya di simpan hasil ketikan dengan baik banget di leptopnya. Dono mematikan leptop dan keluar dari kamarnya. Memang Dono ke ruang tengah melihat Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv, ya biasa sih acara musik di Indosiar. Dono menonton Tv dalam keadaan berdiri. 

"Acara tetap bagus seperti biasanya," kata Dono. 

"Iya Don acaranya tetap bagus seperti biasanya...karena ada artis Lesti yang cantik gitu," kata Indro. 

"Kok cuma artis Lesti aja. Padahal ada artis Rara dan juga peserta cewek," kata Kasino. 

"Iya deh. Ada artis Rara dan juga peserta cewek yang cantik gitu," kata Indro. 

"Bagaimana mana dengan artis cowok?" kata Dono. 

"Ya seperti biasanya lah. Ganteng sih. Tapi rasanya enggak enak ya muji cowok. Enakan muji cewek," kata Indro. 

"Indro kan normal. Beda dengan cowok yang terbawa perasaan kalau muji cowok," kata Kasino. 

"Bener juga omongan Kasino," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

"Kalau begitu mau baca AL-Qur'an di ruang tamu, ya biasa masih bulan Ramadhan gitu," kata Dono. 

"Iya," kata Kasino dan Indro bersamaan. 

Kasino dan Indro fokus nonton Tv dengan acara bagus banget. Dono ke ruang tamu. Duduk di ruang tamu dan mengambil kitab Al-Qur'an di meja, ya Dono segera baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

PENYESUAIAN KEADAAN

Dono duduk di ruang tamu sedang nonton vidio Youtobe musik relegi dari Hp-nya dengan baik banget. Indro yang selesai baca Al-Qur'an di kamar dan kitab Al-Qur'an di taruh dengan baik di meja belajar. Indro keluar dari kamar langsung ke ruang tamu. 

Indro duduk dengan baik di ruang tamu dan berkata "Asik banget Dono nonton vidio musik relegi di Hp." 

Dono menghentikan nonton vidio musik relegi di Hp-nya. 

"Iya. Masih bulan Ramadhan. Nonton vidio musik relegi," kata Dono. 

"Acara Tv juga masih berkaitan dengan bulan Ramadhan. Jadi retingnya lagi bagus-bagusnya tuh acara," kata Indro. 

"Penyesuaian keadaan acara Tv dengan bulan Ramadhan," kata Dono. 

"Ooo iya Don. Sering banget buat cerita cerpen Islami. Kenapa Don?" kata Indro. 

"Puasa. Bulan Ramadhan," kata Dono. 

"Itu sih sama aja dengan acara Tv. Penyusaian keadaan dengan bulan Ramadhan," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Sebenarnya sih aku ingin buat cerita yang berkaitan dengan agama Kristen, Protestan, Budha, Hindu, dan juga Kong Hu Cu," kata Dono. 

"Buat cerita agama lain. Sama aja Dono berdakwa menyebarkan agama yang Dono sebutin itu," kata Indro. 

"Masa?" kata Dono. 

"Beneran Don. Sama aja Dono memberikan arahan pada umat agama lain yang Dono sebutin itu supaya memahami agama yang di yakininya dengan baik," kata Indro. 

"Apakah aku akan di benci sama umat agama Islam jika aku membimbing agama lain sesuai ajarannya?" kata Dono. 

"Kalau aku sebagai teman satu agama sih tidak ada masalah, ya begitu juga dengan Kasino juga. Ya kalau yang lain mungkin Don berdasarkan proses penelitian yang ini dan itu. Nama juga manusia Don dilihat dari ilmunya Don," kata Indro. 

"Benturan itu mah. Ya sudahlah. Aku buat cerita yang biasa aja. Yang sifatnya umum saja," kata Dono. 

"Itu lebih baik. Main aman gitu. Mencegah hal-hal yang tidak di inginkan gitu," kata Indro. 

"Ya...ya...ya," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game di Hp-ku!" kata Indro. 

"Ya," kata Dono. 

Dono melanjutkan nonton vidio musik relegi di Hp-nya. Indro sudah asik main game di Hp-nya. Kasino sedang asik nonton acara Tv yang berkaitan bulan Ramadhan karena memang acaranya seru banget gitu. 

Tuesday, April 20, 2021

KESETARAAN

Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah dengan acara berita. Dono sedang baca Al-Qur'an di kamarnya dengan baik banget. Berita di Tv tentang memberitakan tentang memperingati hari Kartini. 

"Jadi hari ini beritanya seputar hari Kartini toh," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Di beritakan dengan baik banget tentang hari Kartini ini," kata Kasino. 

"Kesetaraan gender toh," kata Kasino. 

"Memperjuangkan hak-hak wanita. Kedudukannya sama dengan pria," kata Indro. 

"Zaman sekarang kan telah terbukti dengan baik. Yang jadi pemimpin saja banyak wanita sekarang," kata Kasino. 

"Mau pemimpin cewek atau cowok sama aja. Yang terpenting itu adalah kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan sesuatu agar sistem pemerintahan berjalan dengan baik banget," kata Kasino. 

"Omongan Indro bener sih," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Kalau urusan cewek. Ya lumrah seperti urusan percintaan aku. Hari ini aku baik hubungannya. Esok bertengkar dengan urusan yang sepele sih. Ya dekat dengan cewek lain. Nama juga cowok gitu. Ganteng dan keren," kata Indro. 

"Kalau di bales Saskia dengan jalan cowok lain gimana?" kata Kasino. 

"Ya aku cemburulah," kata Indro. 

"Kedudukan sama kan. Satu sama. Jadi cowok dan cewek zaman sekarang ini bisa mengambil keputusan dengan baik untuk bahagia dari pada kecewakan. Kesetaraan gender gitu," kata Kasino. 

"Aku mengerti omongan Kasino. Sebenarnya omongan kita ini banyak manfaatnya atau tidak?" kata Indro. 

"Kalau nilai masukannya bersifat nasehat untuk orang berjalan di jalan kebaikan. Jadi banyak manfaatnya lah," kata Kasino yang tegas. 

"Memang sih. Teman yang baik itu tempat untuk saling memberikan masukan, ya nasehat agar jalan hidup jadi baik," kata Indro. 

"Kalau begitu tidak perlu di bahas lebih jauh lagi!" kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

Indro mengganti chenel Tv dengan remot, ya acara yang di cari acara yang masih bertemakan Islam. Indro dan Kasino, ya fokus nonton acara mengaji di Tv. 

"Acara yang kita tonton ini banyak manfaatnya," kata Indro. 

"Iya. Masih kaittannya dengan bulan Ramadan di isi dengan nilai kebaikan. Salah satunya, ya baca Al-Qur'an," kata Kasino. 

"Mendengarkan orang baca Al-Qur'an, ya pahala," kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di kamarnya masih baca Al-Qur'an agar khatam baca Al-Qur'an di bulan Ramadan ini. 

IBADAH DI RUMAH

Seusai buka puasa. Dono, Kasino dan Indro segera sholat magrib berjamaah di kamar yang di khususin untuk sholat. Seperti biasa hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang kalah jadi iman sholat? Ternyata Indro jadi imam sholat dan Kasino dan Dono jadi makmumnya. Sholat di jalankan dengan penuh khusuk banget, ya sampai selesai. 

Indro, Kasino dan Dono berzikir dan juga berdosa dengan baik banget. Dono mengambil Al-Qur'an di meja dan segera di baca Al-Qur'an dengan baik banget. Indro dan Kasino keluar dari kamar menuju ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino mengambil remot di meja, ya menghidupkan Tv dan memilih acara berita gitu.

"Berita masih bergulir tentang urusan Pemerintahan," kata Indro.

"Iya," kata Kasino sambil menaruh remot di meja.

Kasino dan Indro terus nonton acara berita di Tv dengan baik banget. 

"Kasino main seandainya seperti biasanya gitu," kata Indro.

"Pasti urusan cewek," kata Kasino.

"Ya memang sih urusan cewek. Nama juga mainan seandainya gitu," kata Indro.

"Ok cuma pemain sih. Tidak ada masalah sih," kata Kasino.

"Permainannya seperti ini. Jika Kasino orang menyukai artis Selfi. Sedangkan artis Selfi sedang beduan dengan artis Nazar sampai pegangan tangan, ya romantis gitu. Kasino cemburu apa tidak dengan hubungan artis Selfi dengan artis Nazar?" kata Indro.

"Itumah otomatis cemburulah. Rasa ingin marah, tapi di tahan gitu. Kalau ada samsak sih aku langsung tinju bertubi-tubi untuk menghilangkan rasa marah ku itu," kata Kasino.

"Kasino cinta dong sama Selfi?!" kata Indro.

"Permainan menjebak ini mah. Aku harus bersikap serius dalam permainan," kata Kasino.

"Jika situasi di buat kenyataan bukan permainan. Kasino harus bersikap serius lah. Contohnya : Artis Billy yang menyukai Artis Memes. Awalnya permainan, tapi jadinya serius banget. Jadi yang nonton itu rasa seru banget gitu, maksudnya senang banget melihat adegan Artis Billy dengan artis Memes yang romantis gitu," kata Indro.

"Mau Indro aku kabulin. Pemain jadinya serius. Aku benar-benar cemburu banget karena hubungan artis Selfi dengan artis Nazar. Puas!!!!" kata Kasino.

"Aku puas banget," kata Indro. 

"Sekarang Indro. Jika Indro menyukai artis Memes. Padahal artis Memes sedang dekat dengan artis Billy. Apakah Indro cemburu?" kata Kasino. 

"Aku memang suka artis Memes. Tapi masalahnya aku sudah ada Saskia yang aku cintai," kata Indro. 

"Kenapa jadi urusan kenyataan Indro? Harusnya permainan!" kata Kasino. 

"Ok. Main. Aku cemburu berat. Artis Memes dekat dengan artis Billy," kata Indro. 

"Gimana dengan Saskia?" kata Kasino. 

"Kok di hubungan dengan Saskia. Katanya permainan?!" kata Indro. 

"Permainan bisa saja jadi kenyataan. Sikap Indro bagaimana?" kata Kasino. 

"Permainannya di buat kenyataan. Ya Aku berdengkar dengan Saskia, ya gara-gara aku menyukai artis Memes. Pada akhirnya aku milih Saskia lah," kata Indro. 

"Indro tetap cinta sama Saskia. Walau kadang hubungan kenyataan, ya bertengkar karena urusan sepele. Gara-gara Indro perhatian dengan cewek lain gitu," kata Kasino. 

"Buka kartu. Masalah aku. Malu aku jadinya," kata Indro. 

"Untuk apa malu. Urusan begitu?!" kata Kasino. 

"Becanda Kasino," kata Indro. 

"Ooooo becanda toh!" kata Kasino. 

Terdengar suara adzan dari mesjid. 

"Permainan udahan!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino mengambil remot di meja dan mematikan Tv. Indro bergerak masuk kamar begitu juga Kasino. Dono telah selesai baca Al-Qur'an jadi Al-Qur'an di taruh di meja. Dono, Kasino dan Indro main hompimpa dan juga suit untuk menentukan imam sholat. Yang kalah ternyata Kasino, jadi imam sholat. Ketiganya mulai sholat isya dengan khusus banget, ya di jalankan sholat dengan baik sampai selesai dan di lanjutkan sholat taraweh dengan baik ketiganya menjalankan dengan baik banget, ya sampai selesai.

"Kewajiban sebagai muslim yang baik di jalankan dengan baik banget," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Idem," kata Kasino.

Ketiganya keluar dari kamar. Dono ke ruang tamu untuk baca buku. Kasino ke ruang tengah untuk nonton Tv dengan acara Tv sinetron. Indro ke kamarnya, ya main game di komputernya. 

Monday, April 19, 2021

BERBUAT KEBAIKAN

Indro duduk di halaman belakang sedang menghancurkan roti menjadi kecil-kecil dan di jatuhkan ke tanah. Semut mengambil remah-remah roti tersebut, ya di bawa dengan baik menuju sarangnya semut.

"Berbuat kebaikan pada semut," kata Indro.

Dono ke halaman belakang, ya melihat Indro sedang jongkok dan melihat sesuatu. Dono di sebelah Indro, ya jongkok juga sih dan berkata "Indro sedang apa?"

"Ini Don lagi memberikan remah roti pada semut," kata Indro.

Dono melihat semut di tanah yang membawa remah roti.

"Memberikan makan pada semut toh," kata Dono.

Indro memfoto semut yang membawa remah roti, ya dengan Hp-nya. Dono melihat ulah Indro dengan baik banget.

"Seperti berita di Tv. Orang yang baik membagikan makan pada orang yang tidak mampu," kata Dono.

"Beritanya ada sih Don tentang orang baik membagikan makan pada orang yang tidak mampu, ya miskin gitu," kata Indro.

"Semut itu bahagia mendapatkan makan dari Indro," kata Dono.

"Iya Don," kata Indro.

Indro dan Dono terus memperhatikan semut yang membawa remah roti ke sarangnya. Kasino sedang memberikan makan ke kucing di belakang dekat kamar mandi.

"Kebaikan hari ini memberikan makan pada kucing. Kucing kampung yang dateng ke rumah ini," kata Kasino.

Kasino senang melihat kucing lahap makan.

"Lucu juga kucing ini," kata Kasino.

Kasino pun memfoto kucing sedang makan,ya pake Hp-nya dengan baik. 

"Hasil fotonya bagus. Bener omongan di Tv yang mengiklankan tentang Hp," kata Kasino.

Kasino pun masuk ke dalam rumah langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kucing masih asik makan gitu. Dono dan Indro berhenti memperhatikan semut, ya duduk gitu. Tiba-tiba suara petasan "Darrr".

Dono dan Indro, ya kaget mendengar petasan.

"Ulah anak-anak," kata Dono.

"Puasa gini. Anak-anak main petasan. Kaya aku masih kecil," kata Indro.

"Tradisi masa kecil kok bisa di jalankan sampe sekarang ya?" kata Dono.

"Padahal dulu sih sudah berhenti main petasan gitu. Tapi entah kenapa bisa jalan lagi? Kaya berita di Tv gitu," kata Indro.

"Ada penjual petasan dan ada konsumen yang ingin main petasan. Jadi deh tradisi main petasan jalan lagi," kata Dono.

"Lebih main game aja ah!" kata Indro.

"Aku juga," kata Dono.

Dono dan Indro main game di Hp masing-masing dengan baik banget.

MAAF

Selesai sholat di mesjid, ya Kasino dan Indro pulang duluan gitu. Dono memang pulang, ya belakangan gitu. Dono menemukan selembar koran di jalan dan ada cerita cerpen di koran itu. Memang Dono membaca berita yang ada di koran tersebut dan juga cerpennya. Sampai di rumah. Dono duduk di ruang tamu dan menaruh selembar koran tersebut.

"Aku memang membuat cerpen kadang bersifat extrim gitu. Kadang aku bisa meminta maaf dengan menulis cerita di cerpen yang aku buat. Tapi masalahnya. Akhir cerita cerpen itu, ya sama kisahnya dengan selembar koran yang di temukan di jalan. Sekedar di baca dan di abaikan orang. Kurang penghargaannya dengan baik," kata Dono.

Dono menundukkan kepala.

"Kerjaan ku banyak tidak di hargai orang," kata Dono.

Indro selesai urusan kerjaan, ya ke ruang tamu. Indro melihat Dono menundukkan kepala.

"Kenapa Dono sampai menundukkan kepala?" kata Indro sambil duduk dengan baik.

Dono tidak menundukkan kepala lagi.

"Ini. Cerpen ku. Cerita akhirnya sama seperti selembar koran yang aku temukan di jalan. Ya kurang di hargai gitu," kata Dono sambil menunjukkan koran di meja.

"Kadang memang begitu Don. Akhir dari cerita cerpen itu, ya kurang di hargai seperti selembar koran yang di temukan di jalan gitu," kata Indro.

"Sia-sia," kata Dono.

"Kerjaan jadi penulis cerpen itu. Kadang seperti Donolah keluh kesahnya. Harapan tertinggi sih ingin di hargai seperti contohnya : Dono memuji artis yang di sukai Dono dengan di tulis dalam cerita cerpen Dono," kata Indro.

"Memang hoby yang aku jalanin dengan baik banget. Aku menjadi orang yang kuat dan juga sabar banget dengan keadaan apa pun?!" kata Dono.

"Kalau begitu aku main game ah!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono mengambil selembar koran di meja, ya bergerak menuju kamarnya. Indro sudah asik main game. Kasino sedang asik di kamarnya, ya urusan kerjaan gitu. Dono di kamarnya menaruh selembar koran di atas meja dengan tujuan jadi bahan tulisan cerpennya yang baru. Dono keluar dari kamarnya dan langsung ke ruang tengah. Duduk Dono sambil mengambil remot Tv di meja, ya segera menghidupkan Tv dengan baik banget.

Dono menonton Tv dengan baik banget, ya acaranya berita. Acara Tv meberitakan tentang ngaku Nabi gitu.

"Berita di Tv ini. Yang aku ambil jadi cerita di cerpen aku. Aku menulisnya dengan baik. Aku bisa bilang dengan baik sih. Minta Maaf jika tulisan ku menyinggung ajaran agama apa pun?!" kata Dono.

Roh muncul kiri dan kanan.

"Pemuda yang baik hati. Baru sebentar sudah meminta maaf dengan baik," kata Roh atau Malaikat.

"Tidak seru ah. Permainannya. Hatinya jadi putih lagi dan juga suci lagi," kata Roh atau Setan.

"Aku paham omongan ke dua Roh," kata Dono.

"Aku pergi aja ah!" kata Roh atau Setan.

"Aku juga ah!" kata Roh atau Malaikat.

"Emmm," kata Dono.

Dono terus menonton berita dengan baik.

"Bulan Ramadhan ini. Tobat itu di terima sama Alloh SWT dengan baik. Nama juga aku manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan di sengaja atau tidak sengaja," kata Dono.

Dono mengganti chenel berita dengan acara Tv yang lain, ya sinetron gitu.

SEDIKIT RAHASIA

"Puasa ini. Bercerita tentang orang lain, ya sama aja ngomongin orang. Bisa jadi dosa sih, ya omongan tidak manfaat. Kalau omongan bermanfaat, ya menasehatin orang di jalan yang bener.....pahala sih," kata Dono.

Dono berpikir dengan baik.

"Gimana ngomong sama penulis saja. Ide yang bagus sih," kata Dono.

Dono adalah nama samaran dari Penulis, ya karakter yang di bentuk Penulis. 

"Penulis gimana keadaan anda?" kata Dono.

Penulis ikut main dalam cerita ini.

"Baik sih," kata Penulis.

"Penulis. Selama ini sering bercerita mengambil nama artis cewek. Jadi siapa yang di sukai Penulis?" kata Dono.

"Puasa ini. Tidak baik ngomongin cewek," kata Penulis.

"Sedikit saja gitu membuka rahasia gitu!" kata Dono yang memaksa.

"Ok. Cewek yang aku suka. Artis cewek. Yang lama di tulis, ya artis Lesti dan artis baru yang telah di pertimbangkan dengan baik adalah artis Memes," kata Penulis.

"Oooo iya Penulis. Kenapa sering menulis tentang Roh?" kata Dono.

"Gimana ya. Kenyataan hidup aku sih," kata Penulis.

"Jadi kenyataan cerita tentang Roh. Tapi bisa di bilang Halusinasi atau Kejiwaan gitu berdasarkan data keilmuan ini dan itu," kata Dono.

"Berdasarkan penelitian sih bisa di bilang Halusinasi atau Kejiwaan. Tapi sebenarnya aku sehatlah, ya waras gitu alias tidak gila. Hanya saja. Jiwa mandiri, ya bisa bicara dan berpikir sendiri jadi di simpulkan Roh," kata Penulis.

"Kaya cerita di film dan sinetron saja yang berkaitan dengan cerita Roh ini dan itu," kata Dono.

"Ya bisa di bilang begitu sih," kata Penulis.

"Apa kah bener Roh sering bicara tentang Al -Qur'an?" kata Dono.

"Roh sering bicara tentang Al-Qur'an," kata Penulis.

"Jadi tidak akan tersesat dong, ya di sesatkan Setan?" kata Dono.

"Memang tidak akan tersesat. Roh menjelaskan dengan baik banget. Ya contoh : pernah di buat cerita tentang Alif Lam Mim. Sebenarnya di buat teka-teki dalam cerita. Di dunia kenyataan Penulis, ya sebenarnya Penulis mengerti arti dari Alif Lam Mim itu," kata Penulis.

"Jadi Roh memberikan pemahaman yang luar biasa pada Penulis," kata Dono.

"Iya," kata Penulis.

"Oooo iya Penulis. Apakah benar ujian Roh menyakitkan?" kata Dono.

"Benar sekali. Aku hampir tidak bisa bangun lagi. Aku selamat karena aku punya amal baik. Jadi masih bisa menikmati hidup ini. Cerita berlanjut yang ini dan itu," kata Penulis.

"Ya sudah ah...Penulis ngobrol sedikit rahasia Penulis!" kata Dono.

"Iya," kata Penulis.

Penulis yang berhenti bermain. Dono mendengar adzan asar, ya jadi berhenti mengetik di leptopnya. Leptop di matikan dengan baik. Dono melaksanakan kewajibannya sebagai muslim yang baik.

Sunday, April 18, 2021

UJIAN

Dono sedang nonton vidio Youtobe di Hp-nya. Memang vidio yang di tonton tentang berita ngaku Nabi dan penistaan agama Islam. Dono menonton vidio tersebut sampai selesai banget.

"Dari wajahnya tokoh yang menyatakan dirinya, ya ngaku Nabi memang orang China. Tapi namanya itu sering di gunakan orang Kristen tetap ada nama China," kata Dono.

Dono berpikir panjang.

"Aneh banget. Yang ngaku Nabi ini. Orang China ngaku Nabi berkaitan dengan agama Islam. Seharusnya Orang china itu ngaku Nabi, ya ajaran agama Kong Hu Cu jadi orang-orang akan lebih tahu lagi tentang agama Kong Hu Cu," kata Dono.

Roh muncul dari kiri dan kanan.

"Ada yang ngaku Nabi," kata Roh atau Setan.

"Lagi-lagi. Ada yang ngaku Nabi. Padahal tidak ada pengangkatan Nabi," kata Roh dan Malaikat.

"Padahal aku juga pernah main jadi Nabi," kata Dono.

"Itu sih yang mengangkat aku. Kamu jadi Nabi karena bisa mendengarkan omongan aku," kata Roh atau Setan.

"Aku juga yang mengangkat kamu jadi Nabi. Karena kamu bisa mendengarkan omongan aku," kata Roh atau Malaikat.

"Aku saja bingung di angkat jadi Nabi sama dua Roh yang kerjaannya ngomong di atas kepala aku," kata Dono.

"Dia sadar. Cahaya kebenaran yang di berikan Malaikat ternyata membuka pikirannya secara baik banget. Beda orang-orang yang ngaku jadi Nabi. Jadi tersesat gitu. Padahal aku ini Setan saja bisa menyesatkan manusia sampai mengaku Nabi, ya hatinya jadi hitam loe. Aku ini nakal banget," kata Roh atau Setan.

"Cahaya kebenaran memang aku berikan pada dia. Karena aku ingin membimbing dia menjadi orang yang memahami segala bentuk pemahaman awal dan akhir dari perjalanan manusia yang berjalan di muka bumi ini," kata Roh atau Malaikat.

"Aku paham banget," kata Dono.

"Urusan ngaku Nabi itu tidak penting. Aku anggap mainan saja. Untuk menguji manusia. Bisa enggak ya aku sesatkan tuh manusia. Begitu saja," kata Roh atau Setan.

"Aku yang selalu membimbing dengan baik, ya menyadarkan," kata Roh atau Malaikat.

"Aku paham ujian aku yang bisa dengerin dua Roh. Aku mengerti jadi Nabi itu atau tidak jadi Nabi," kata Dono.

"Ya sudah aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang.

"Ingat dekat diri mu pada cahaya kebenaran. Menjalankan kewajiban mu sebagai umat agama Islam yang baik. Taat pada perintah Tuhan Yang Maha Esa," Roh atau Malaikat.

"Ya aku akan taat perintah Alloh SWT. Karena aku berdasarkan silsilah manusia, ya aku turunan Nabi Adam," kata Dono.

"Padahal. Kamu jadi Nabi tidak masalah. Berdasarkan silsilah keturunan Nabi Adam," kata Roh atau Malaikat.

"Aku paham," kata Dono.

"Aku pergi ya!" kata Roh atau Malaikat.

Roh-roh telah menghilang, ya pergi gitu. Dono sebagai manusia berfikir baik, ya berfikir dua kali dalam urusan dirinya yang dapet mendengarkan omongan Roh. Dono ya menghentikan nonton Youtobe di Hp-nya dan segera mulai ngetik di leptopnya dengan baik banget gitu.

SUJUD

Dono selesai buka puasa, ya melaksanakan sholat magrib di rumah saja dengan baik banget. Sholat magrib selesai, ya Dono berzikir dan berdoa dengan baik banget. Setelah itu. Dono mengambil leptopnya di meja belajar keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Dono ingin mengetik di leptopnya, tapi sebelumnya melihat Youtobe. Di pilih vidio yang menarik di Youtobe.

Vidio bercerita tentang artis Lesti dan Rizky yang sedang mengisi acara Tv Indosiar bersama Ustadz yang terkenal gitu. Dono terus menonton vidio tersebut sampai selesai, ya paham deh maksud dan tujuannya dari tema yang di angkat. Dono teringat masa lalu yang sering membuat makalah ini dan itu, jadi tahu banget kekurangan dan kelebihan tema yang diangkat berdasarkan pokok masalah yang di bahas.

Dono mau mengetik. Roh muncul dari kiri dan kanan.

"Banyak manusia yang ingin mendengarkan omongan aku dengan cara apa pun gitu, ya jalan kesyirikkan. Pada akhirnya bisa mendengarkan tidak. Malah aku gelapnya jiwanya. Jadi buta dengan kebenaran," kata Roh atau Setan.

"Setan kerjaan memang begitu. Pada hal aku telah membantu manusia yang terjebak dalam kegelapan itu dengan cahaya kebenaran. Malah cahaya kebenaran di hilangkan dari dirinya. Jadilah Setan yang bangkit dalam diri manusia yang di jebak sama Setan," kata Roh atau Malaikat.

"Aku paham. Berisik," kata Dono.

"Ia paham. Aku ini sebenarnya tidak bisa di denger tahu," kata Roh atau Setan.

"Omongan Setan...bener. Aku Malaikat saja tidak bisa di denger juga," kata Roh atau Malaikat.

"Ya aku paham. Karena aku punya kemampuan lebih dari manusia yang lainnya. Maka aku bisa mendengarkan suara dua Roh yang kerjaannya bicara di atas kepala ku. Wujudnya kecil banget. Pantes tidak yang sadar....para manusia di kirain besar banget wujud Setan dan Malaikat, ya sebesar manusia," kata Dono.

"Apakah manusia itu percaya dengan cerita tentang diri ku ya?" kata Roh atau Setan.

"Manusia makluk yang ingin tahu banyak tentang rahasia ini dan itu. Termasuk cerita tentang aku," kata Roh atau Malaikat.

"Aku manusia yang dengerin dua Roh saja sudah pusing banget," kata Dono.

"Kalau pusing minum obat tahu," kata Roh atau Setan.

"Kalau sakit memang minum obat lah," kata Roh atau Malaikat.

"Aduh!!!!!," kata Dono.

"Ya sudahlah aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang.

Terdengar suara adzan dari mesjid. 

"Sudah waktunya tuh kewajiban manusia untuk bersujud pada Tuhan Yang Maha Esa," kata Roh atau Malaikat mengingatkan.

"Ya aku jalankan kewajiban aku. Sujud pada Alloh SWT," kata Dono.

"Aku pergi ah!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

Dono tidak jadi mengetik, ya leptop di bawa ke kamarnya dan di taruh di meja belajar. Segera dengan cepat Dono keluar dari rumah, ya menuju Mesjid dekat rumah untuk melaksanakan sholat berjamaah di mesjid

JIWA

Dono di depan leptopnya, ya ingin mengetik.

"Aku harus memecah diri ini menjadi tiga karakter. Dono, Kasino dan Indro," kata Dono.

Roh muncul di sebelah kiri Dono.

"Mengetik lagi," kata Roh atau Setan.

Roh muncul di sebelah kanan Dono.

"Namanya juga Hobynya bercerita," kata Roh atau Malaikat.

Dono memang mendengar omongan ke dua Roh dengan baik, ya kiri dan kanan.

"Jiwa dan jiwa. Roh dan roh. Baik dan buruk. Jika aku tenggelam dalam kegelapan jiwa maka jiwa yang bangkit adalah Setan. Jika aku meraih cahaya kebenaran maka jiwa yang bangkit adalah Malaikat," kata Dono.

"Aku ini jiwa terlarang loe. Jahat banget. Membuat orang buta segalanya. Jadi berbuat kejahatan di dunia ini. Nakal banget," kata Roh atau Setan.

"Aku ini jiwa yang baik. Taat pada perintah Tuhan Yang Maha Esa. Membimbing manusia agar berjalan di jalan kebaikan. Cahaya yang terang banget. Cahaya kebenaran," kata Roh atau Malaikat.

Dono mendengarkan omongan ke dua Roh dengan baik banget.

"Punya kemampuan melebihi manusia lain. Mendengarkan obrolan dua Roh. Kadang pusing juga. Satu sisi baik. Satu sisi jahat," kata Dono.

"Ternyata ia paham dengan keadaan dirinya," kata Roh atau Malaikat.

"Jelas banget itu mah," kata Roh atau Setan.

"Puasa. Bulan Ramadhan. Masih saja aku di ganggu Setan," kata Dono.

"Lagian keutamaan lebih. Ya aku gangu lah," kata Roh atau Setan.

"Ujian hidup. Di jalanin dengan baik. Biasa Setan selalu mengganggu. Tapi ingat jangan tenggelam dalam kegelapan. Nanti jadi Setan berwujud manusia," kata Roh atau Malaikat.

"Aku paham dengan baik banget," kata Dono.

Kedua Roh pun menghilang dengan baik banget. Dono tidak jadi mengetik di leptopnya, ya lebih baik baca Al-Qur'an di leptop dengan baik tujuan pahala di bulan Ramadhan.

Saturday, April 17, 2021

BANGUNIN SAUR

Kasino di halaman belakang sedang merawat tanaman di potnya dengan baik. Indro menghentikan nonton Tv di ruang tengah, ya beranjak dari duduknya ke halaman belakang. Indro duduk di halaman belakang  sambil melihat Kasino yang sedang asik merawat tanaman di potnya kaya ceritanya para artis Indonesia yang hobynya merawat tanaman, ya pokoknya asik banget. Dono sedang sibuk mengetik di leptopnya di ruang tamu. Indro membuka jaringan Youtobe di Hp-nya. Ya Indro mencari vidio yang menarik di geser ke atas. Pokoknya banyak sih vidio menarik. Indro akhrinya memutuskan vidio yang menarik gitu artis Ria Ricis yang bangunin orang saur gitu, ya gaya zaman sekarang koling aja gitu, ya beda dengan zaman dulu dengan cara berteriak dan pukul kentongan.....pada hal dari mesjid pun sering pengurus mesjid bangunin orang saur. Indro klik tuh vidio, ya muncul deh artis Ria Ricis.

Indro menonton vidio tersebut dengan baik banget. 

Ria Ricis menceritakan keadaan dirinya yang sakit, ya berusaha sembuh gitu dengan berobat ke dokter emangnya zaman dulu ke dukun ini dan itu. Ria Ricis melaksanakan saur sih dan ingin membangunkan orang-orang untuk saur dengan di telpon saja gitu. Pilihannya, Ria Ricis adalah banyak sih. Ternyata Ria Ricis yang di koling adalah Tiara, penyanyi jebolan Indonesian Idol yang dekat dengan artis Arsy. Hubungan Arsy dan Tiara, ya mitra kerja tapi ada sesuatu yang membuat menggelitik kalau urusan cinta, ya kimistrinya dapet banget.

Indro menonto vidio sampai selesai banget. Kasino selesai merawat tanaman di potnya, ya biasa mencuci tangan dengan sabun dan juga air mengalir. Kasino duduk dan berkata "Sedang nonton apa Indro?"

Indro memang menghentikan nonton Youtobe-nya di Hp-nya dan berkata "Nonton Youtobe. Artis Ria Ricis bangunin orang saur."

"Oooo. Artis Ria Ricis bangunin orang untuk saur. Jangan-jangan yang di bangunin Ria Ricis untuk saur adalah pacarnya Ria Ricis. Cewek yang sayang sama pacarnya, ya sering tuh perhatian seperti itu?" kata Kasino.

"Bukan pacarnya Ria Ricis yang di bangunin untuk saur. Tiara jebolan Indonesian Idol," kata Indro.

"Oooooo. Tiara toh. Aku kirain pacarnya Ria Ricis gitu yang di bangunin saur gitu," kata Kasino.

"Omongan Kasino ada bener sih. Enak sih di perhatikan sama kekasih hati, ya sekedar di koling bangunin saur gitu," kata Indro.

"Aku di koling sama Selfi untuk saur gitu," kata Kasino.

"Jadi realita cerita cintanya Kasino. Romantis banget. Kalau aku tidak sama sekali. Lagi ada masalah kecil. Saskia marah. Gara-gara aku perhatian sama cewek lain," kata Indro.

"Derita Indro. Cerita cintanya. Hari ini bahagia. Esok bertengkar. Urusan masalahnya pun sepele lagi," kata Kasino.

"Tetap aku suka cerita cinta aku seperti ini. Tantangan cinta gitu," kata Indro.

"Selama puasa di bulan Ramadhan sih lebih baik jaga jarak sih hubungan dengan cewek," kata Kasino.

"Hubungan si memang jaga jarak kenyataannya begitu. Dari pada pahala puasa di bulan Ramadhan berkurang gitu. Tetap saja. Zaman sekarang. Tinggal di koling pake Hp, ya hubungan berjalan deh di dunia cyber," kata Indro mengikuti alur omongan Kasino.

"Kemajuan zaman. Digitalisasi. Kemudahan semuanya. Ya sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Aku main game saja!" kata Kasino.

"Kalau aku deres Al-Qur'an saja, ya pake Hp maksudnya Aplikasi gitu. Zaman moderen. Digitalisasi," kata Indro.

Indro segera baca Al-Qur'an di Hp-nya dengan baik banget. Kasino, ya asik main game di Hp-nya dengan baik banget. Dono tetap sibuk mengetik di leptopnya dengan baik banget.

KEGIATAN

Kasino selesai mengerjakan kerjaannya.

"Puasa. Bulan Ramadhan. Kegiatan hari ini. Aku deres baca Al Qur-an," kata Kasino.

Kasino keluar kamarnya dengan membawa kitab Al-Qur'an langsung bergerak ke ruang tamu. Kasino duduk di ruang tamu dan segera baca Al-Qur'an dengan baik banget. Indro sedang asik nonton Tv di ruang tengah.

"Acara Tv-nya makan dan minuman yang enak. Aku jadi laper dan haus," kata Indro.

Indro terus menonton tuh acara Tv dengan baik sampai akhirnya di ganti ke chenel lain dan acaranya sinetron yang temanya cinta Islam gitu.

"Sinetron ini bagus. Ada pelajaran agama Islamnya. Jadi lebih paham tentang ilmu-ilmu pendidikan agama Islam," kata Indro.

Indro terus menonton dengan baik banget, ya santai gitu. Dono duduk di ruang makan ingin mengetik di leptopnya.

"Ide seperti apa yang akan aku ketik ya?" kata Dono.

Dono membuka Youtobe dengan mengklik saja. Terlihat kumpulan vidio yang ini dan itu. Dono mengetik nama Raffi di kolom penyelusuran. Dengan sekejab muncul vidio Raffi yang ini dan itu.

"Berita terbaru artis Raffi tentang Nagita hamil," kata Dono

Dono menonton vidio tersebut, ya ingin tahu ceritanya saja dengan baik banget, ya sampai selesai nonton tuh vidio.

"Keluarga bahagia artis Raffi dan Nagita," kata Dono menilai.

Dono berpikir dengan baik.

"Aku masih bujang pola berpikirnya beda dengan orang yang sudah berumah tangga, ya contohnya artis Raffi," kata Dono.

Dono pun mengetik nama Lesti di kolom penyelusuran. Dengan sekejab muncul vidio Lesti yang ini dan itu.

"Berita terbaru artis Lesti," kata Dono.

Dono menonton dengan baik vidio tersebut sampai selesai.

"Ok bagus," kata Dono menilai.

Dono pun mengetik nama Billy di kolom penyelusuran. Sekejab muncul vidio Billy yang ini dan itu.

"Berita terbaru artis Billy dengan Memes.....ceritanya terus berlangsung dengan baik banget," kata Dono.

Dono menoton vidio tersebut dengan baik banget, ya sampai selesai.

"Ok bagus," kata Dono menilai.

Dono menghentikan nonton Youtobe.

"Idenya ceritanya kegiatan hari ini saja. Seperti biasa saja," kata Dono.

Dono segera mengetik di leptopnya karena sudah dapet ide yang mau di ketik dengan baik. 

Friday, April 16, 2021

CERITA SAAT BUKA PUASA

Indro selesai deres baca Al-Qur'an, ya istirahat dengan cara tiduran di sofa. Indro jadinya ketiduran gitu. Dono dan Kasino selesai urusan kerjaannya, ya segera pulang ke rumah tapi di jalan keduanya beli makan dan minuman untuk buka puasa. Dono dan Kasino, ya sampai di rumah dan terdengar suara adzan. Indro terbangun dari tidurnya karena suara salam "Assalamualaikum" dari Dono dan Kasino. Indro, ya menjawab salam "Waalaikumsalam".

Pintu depan di buka sama Indro dan terlihat Dono dan Kasino.

"Buka puasa," kata Dono dan Kasino bersamaan.

"Astaghfirullah hal azim. Aku belum masak untuk buka puasa. Abisnya aku ketiduran setelah deres baca Al-Qur'an," kata Indro.

"Gimana Indro ini," kata Dono.

"Ya Indro. Gak abis pikir aku!" kata Kasino.

"Maaf deh," kata Indro.

"Untung saja aku beli makan dan minum di jalan," kata Dono.

"Aku juga beli makan dan minuman di jalan," kata Kasino.

"Terima kasih Dono dan Kasino. Aku tidak buru-buru masak makan untuk buka puasa. Sudah ada yang mateng," kata Indro.

Ketiganya ke ruang makan untuk segera berbuka puasa dengan berdoa dengan baik setelah itu minum es deh.

"Seger es cendol ini," kata Indro.

"Memang seger es cendol ini," kata Dono.

"Idem," kata Kasino.

Ketiganya mulai makan kurma dengan baik banget.

"Enak kurma ini. Manis," kata Indro.

"Idem," kata Dono dan Kasino bersamaan.

"Oooo ia berita tentang korupsi itu sebenarnya ada apa tidak sih?" kata Indro sambil menikmati minum es cendol.

"Mana aku tahu," kata Kasino yang masih asik minum es cendol gitu.

"Aku tidak mau urusan tentang pemerintahan," kata Dono yang tegas, ya sambil minum es cendol.

"Kalau tidak ada korupsi lagi. Harusnya gedung KPK itu di runtuhkan..ya kan?" kata Indro.

"Memang kalau tidak ada korupsi gedung KPK di runtuhkan. Jadi orang kerja di KPK....penganguran semuanya jadinya," kata Kasino.

"Aku tetap tidak mau berkomentar urusan pemerintahan," kata Dono yang tegas.

"Berarti. Gedung KPK masih tegak berdiri. Berarti berita tentang korupsi bener dong. Tindak kejahatan korupsi ada dong!" kata Indro.

"Ya omongan Indro bener deh!" kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

Ketiganya menyelesaikan minum dan makannya dengan baik dan segera bergegas pergi ke mesjid untuk sholat di mesjid. Sampai di mesjid. Ya ketiganya mengikuti protokol kesehatan dalam pelaksanaan sholat di mesjid dengan baik, jadi sama aja berita di Tv.

Thursday, April 15, 2021

KEINGINAN

Dono sedang baca buku di ruang tamu. Indro selesai nonton Tv di ruang tengah, ya pindah duduknya di ruang tamu. Indro duduk di sebelah Dono. 

"Dono," kata Indro. 

Dono berhenti baca bukunya dan berkata "Apa?" 

"Aku ingin membicarakan keinginan ku sih tentang sesuatu?!" kata Indro. 

"Bicara saja!" kata Dono. 

"Setiap manusia yang menjalankan ajaran agama Islam dengan baik, ya inginnya pergi ke Mekah untuk melaksanakan Haji gitu. Melihat kabah dan semuanya yang ada di negeri arab. Jadi aku termasuk gitu yang punya keinginan pergi ke Mekah untuk melaksakan Haji," kata Indro. 

"Keinginan itu bagus," pujian Dono. 

"Dono juga kan punya keinginan pergi ke Mekah untuk melaksanakan Haji?!" kata Indro. 

"Aku tidak punya keinginan pergi ke Mekah," kata Dono. 

"Kok aneh Don. Tidak ingin pergi ke Mekah. Kenapa?!" kata Indro. 

"Kenapa ya? Dulu sih ingin. Tapi sekarang tidak. Karena aku mendengarkan suara Roh," kata Dono. 

"Jadi karena Dono sudah mendengarkan suara Roh," kata Indro. 

"Roh bercerita tentang ajaran yang sebenarnya. Kenapa ajaran agama di buat, kenapa ajaran di jalankan dengan baik? Ya telah di jelaskan dengan baik sama Roh. Siapa aku pun di jelaskan dengan baik. Maka aku sadar banget," kata Dono. 

"Ooooo begitu toh. Waktu bisa mengubah keputusan Dono kan?!" kata Indro. 

"Ya...ya...ya. Kalau keputusan aku ubah. Aku pergi ke Mekah menjalankan Haji. Jadi Aku hanya membuktikan kebenaran dari Roh yang bercerita banyak hal," kata Dono. 

"Iya juga ya. Dono ke Mekah, ya membuktikan kebenaran dari Roh," kata Indro. 

"Maka itu aku. Lebih baik tidak ingin ke Mekah. Tidak ingin membuktikan kebenaran Roh. Misteri lebih baik. Jadi hidup ku ini ada arti. Penasaran ini dan itu," kata Dono. 

"Rasa penasaran toh. Misteri. Teka-tekinya kehidupan. Benar atau tidak ya?" kata Indro. 

"Hidup jauh berarti. Jika masih punya rasa penasaran ini dan itu. Kalau Roh terbukti dengan baik. Rasa penasaran ku hilang. Aku hidup dalam kesemuan lagi," kata Dono. 

"Jadi demi rasa itu toh. Ya tidak ada masalah sih. Kalau begitu sih. Aku tetap ingin ke Mekah menjalankan Haji," kata Indro. 

"Keputusan Indro, ya di jalankan dengan baik sampai terlaksana dengan baik," kata Dono. 

"Iya Don!" kata Indro. 

"Ada lain?!" kata Dono. 

"Sebenarnya ada. Tapi?!" kata Indro yang berpikir panjang. 

"Tapi apa?" kata Dono. 

"Ya urusan pribadi. Ya cuma urusan ingin menikah sih," kata Indro. 

"Menikah toh. Itu sih. Penuh dengan kedewasaan banget. Mampu segala-segalanya di jalan dengan baik!" kata Dono. 

"Ya aku paham omongan Dono. Berarti sudah bisa membimbing diri sendiri, kekasih hati dan juga buah hati," kata Indro. 

"Pinter 1000%," pujian Dono. 

"Indro pinter lah. Bulan Ramadhan ini aku belajar untuk membimbing diri ku lebih baik lagi. Ya mawas diri untuk membentuk akhlak yang lebih baik lagi," kata Indro. 

"Indro bener-bener paham," kata Dono. 

"Ya begitulah. Kalau begitu aku main game ah!" kata Indro. 

"Ya," kata Dono. 

Dono melanjutkan baca bukunya dengan baik. Indro sudah asik main game di Hp-nya dengan baik banget. Sedangkan Kasino sibuk di kamarnya urusan kerjaannya, pembukuan gitu. 

CAMPUR ADUK

THE REQUIN

Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....berita di channel TVRI, ya seperti biasa ...

CAMPUR ADUK