CAMPUR ADUK

Tuesday, November 12, 2019

CIUNG WANARA

Dahulu berdirilah sebuah kerajaan besar di pulau Jawa  yang disebut Kerjaan Galuh, ibukotanya terletak di Galuh dekat Ciamis sekarang. Dipercaya bahwa pada saat itu kerajaan Galuh membentang dari Hujung Kulon, ujung Barat Jawa, sampai ke Hujung Galuh, yang saat ini adalah muara dari Sungai Brantas di dekat Surabaya sekarang. Kerajaan ini diperintah oleh Raja Prabu Permana Di Kusuma. Setelah memerintah dalam waktu yang lama Raja memutuskan untuk menjadi seorang pertapa dan karena itu ia memanggil menteri Aria Kebonan ke istana. Selain itu, Aria Kebonan ke istana. Selain itu Aira Kebonan juga telah datang kepada raja untuk membawa laporan tentang kerajaan. Sementara ia menunggu di depan pendopo, ia melihat pelayan sibuk mondar-mandir, mengatur segalanya untuk raja. Menteri itu berpikir betapa senangnya akan menjadi raja. Setiap perintah dipatuhi, setiap keinginan terpenuhi. Karena itu ia pun ingin menjadi raja. Saat ia sedang melamun di sana, raja memanggilnya.

“Aria Kebonan, apakah benar bahwa Engkau ingin menjadi raja?” Raja tahu itu karena ia berkelahi dengan kekuatan supranatural.

“Tidak, Yang Mulia, aku tidak akan bisa.”

“Jangan berbohong, Aria kebonan, aku tahu itu.”

“Maaf, Yang Mulia, Saya baru saja memikirkannya.” “Yah, Aku akan membuat engkau menjadi raja selama Aku pergi untuk bermeditasi, Engkau akan menjadi raja dan memerintah dengan benar. Engkau tidak akan memperlakukan (tidur dengan) kedua istriku, Dewi Pangrenyep dan Dewi Naganngrum sebagai istrimu.”

“Baiklah, Yang Mulia.”

“Aku akan mengubah penampilanmu menjadi seorang pria tampan. Nama Anda akan Prabu Barma Wijaya. Beritahulah pada orang-orang bahwa raja telah menjadi muda dan Aku sendiri akan pergi ke suatu tempat rahasia. Dengan demikian engkau akan menjadi raja!”

Pada saat penampilan Aria Kebonan menyerupai Prabu Permana di kusumah itu, tetapi tampak sepuluh tahun lebih muda. Orang percaya pengumuman bahwa ia adalah Raja prabu Permana Di Kusumah yang telah menjadi sepuluh tahun lebih muda dan mengubah namanya menjadi Prabu Barma Wijaya. Hanya satu orang tidak percaya ceritanya. Ia adalah Uwa Bantara lengser yang mengetahui perjanjian antara raja dan menteri tersebut. Prabu Barma Wijaya menjadi bangga dan memperlakukan Uwa Bantara lengser yang tidak dapat melakukan apa-apa. Dia juga memperlakukan kedua ratu dengan kasar. Keduanya menghindarinya, kecuali di depan umu ketika mereka berperilaku seolah-olah mereka istri Prabu Barma Wijaya.

***
Suatu malam kedua ratu bermimpi bahwa bulan jatuh di atas mereka. Mereka melaporkan hal itu kepada raja yang membutnya ketakutan, karena mimpi tersebut biasanya peringatan bagi wanita yang akan hamil. Hal ini tidak mungkin karena ia tidak bersalah memperlakukan kedua ratu sebagai istri-istrinya. Uwa Bantara lengser muncul dan mengusulkan untuk mengundang seorang pertapa baru, yang sebut Ajar Sukaresi- yang tidak lain adalah Raja Prabu Permana Di Kusumah – untuk menjelaskan mimpi yang aneh tersebut. Prabu Barma Wijaya setuju, dan begitu pertapa tiba di istana ia ditanya oleh raja tentang arti mimpi itu.

“Kedua ratu berharapkan seorang anak, Yang Mulia.” Meskipun terkejut dengan jawabannya, Prabu Brama Wijaya masih bisa mengendalikan diri. Ingin tahu seberapa jauh pertapa berani berbohong kepada dia, dia mengajukan pertanyaan lain. “Apakah mereka dan anak perempuan atau anak laki-laki?”

“Keduanya anak laki-laki, Yang Mulia.” Pada hal ini raja tidak bisa lagi menahan diri, mengambil kerisnya dan menusuk Ajar Sukaresi agar dia mati namun Dia gagal. Keris itu bengkok.

“Apakah Raja berkehendak aku mati? Bila begitu, saya akan mati.” Kemudian petapa itu jatuh. Raja menendang mayatnya begitu hebat sehingga terlempar ke dalam hutan di mana ia berubah menjadi seekor naga besar, yang disebut Nagawiru. Di keraton, sesuatu yang aneh terjadi. Kedua ratu memang hamil. Setelah beberapa waktu Dewi Pangrenyep melahirkan seorang putra yang bernama Hariang Banga.

Suatu hari ketika Prabu Barma Wijaya mengunjungi Dewi Naganingrum, secara ajaib janin dalam kandungan Naganingrum yang belum lahir tersebut berbicara: “Barma Wijaya, Engaku telah melupakan banyak janjimu. Semakin banyak Anda melakukan hal-hal kejam, kekuasaan Anda akan semakin pendek..”

***
Peristiwa aneh janin yang dapat berbicara tersebut membuat Raja sangat marah dan takut terhadap ancaman janin tersebut. Dia ingin menyingkirkan janin itu dan segera menemukan cara untuk melakukannya. Dia meminta bantuan Dewi Pangrenyep untuk dapat terlepas dari bayi Dewi Naganingrum yang akan lahir sebagai bajingan menurut impiannya. Dia tidak akan cocok untuk menjadi penguasa negeri ini bersama-sama dengan Hariang Banga, putra Dewi Pangrenyep. Ratu percaya  hal tersebut dan setuju, tetapi apa yang harus dilakukan? “ Kita aakan menukar bayi tersebut dengan anjing dan melemparkannya ke sungai Citanduy.”

Sebelum melahirkan, Dewi Pangrenyep menghimbau Dewi Naganingrum untuk menutupi matanya Naganingrum yang akan lahir sebagai bajingan menurut impiannya. Dia tidak akan cocok untuk menjadi penguasa negeri ini bersama-sama dengan Hariang Banga, putra Dewi Pangrenyep. Ratu percaya  hal tersebut dan setuju, tetapi apa yang harus dilakukan? “ Kita aakan menukar bayi tersebut dengan anjing dan melemparkannya ke sungai Citanduy.”

Sebelum melahirkan, Dewi Pangrenyep menghimbau Dewi Naganingrum untuk menutupi matanya dengan malam (lili) yang biasanya digunakan untuk membatik. Dia berpendapat  bahwa perlakuan ini adalah untuk menghindari Ibu yang sedang melahirkan agar tidak melihat terlalu banyak darah  agar tidak melihat terlalu banyak darah yang mungkin dapat membuat dia pingsan. Naganingrum setuju dan Paum setuju dan Pangrenyep pun menutup mata Dewi Naganingrum dengan lilin, berpura-pura membantu ratu malang tersebut.grenyep pun menutup mata Dewi Naganingrum dengan lilin, berpura-pura membantu ratu malang tersebut. Naganingrum tidak menyadari apa yang terjadi, bayi yang baru lahir itu dimaksukkan ke dalam  keranjang dan dilemparkan ke dalam Sungai Citanduy, setelah ditukar dengan bayi anjing yang dibaringkan di pangkuan sang Ibu yang tidak curiga akan perbuatan jahat tersebut.

Ratu Naganingrum segera menyadari bahwa ia tengah menggendong seekor bayi anjing, ia sangat terkejut dan jatuh sedih. Kedua pelaku kejahatan berusaha menyingkirkan Dewi Naganingrum dari istana dengan mengatakan kebohongan kepada rakyat, tetapi tidak ada yang percaya kepada mereka. Bahkan Uwa Bantara lengser tak dapat melakukan apa-apa karena Raja serta Ratu Dewi Pangrenyep sangat berkuasa. Barma Wijaya bahkan memerintahkan hukuman mati atas Dewi Naganingrum karena dia telah melahirkan seekor anjing, yang dianggap sebagai kutukan dari para dewa dan aib bagi kerajaan. Uwa Bantara lenser mendapat perintah untuk melaksanakan eksekusi tersebut. Dia membawa ratu yang malang ke hutan, namun dia tak sampai hati membunuhnya, ia bahkan membangunkan sebuah gubuk yang baik untuknya. Untuk meyakinkan Raja dan Ratu Pangrenyep bahwa ia telah melakukan perintah mereka, ia menunjukkan kepada mereka, ia menunjukkan kepada mereka pakaian Dewi Naganingrum yang berlumuran darah.

***
Di desa Geser Sunten, tepian sungai Citanduy, hiduplah sepasang suami istri tua yang biasa memasang bubu keramba perangkap ikan yang terbuat dari bambu di sungai untuk menangkap ikan. Suatu pagi mereka pergi ke sungai untuk mengambil ikan yang terperangkap di dalam bubu, dan sangat terkejut bukannya menemukan ikan melainkan keranjang yang tersangkut pada bubu tersebut. Setelah membukanya, mereka menemukan bayi yang menggemaskan. Mereka membawa pulang bayi tersebut, merawatnya dan menyayanginya seperti anak mereka sendiri.

Dengan belalunya waktu bayi tumbuh menjadi seorang pemuda rupawan yang menemani berburu orang tua dalam hutan. Suatu hari mereka melihat seekor burung dan monyet.

“Burung dan monyet apakah itu, Ayah?”

“Burung itu disebut Ciung dan monyet itu adalah Wanara, anakku.”

“Kalau begitu, panggilan aku Ciung Wanara.” Orang tua itu menyetujui karena arti kedua kata tersebut cocok dengan karakter anak itu.

Suatu hari ia bertanya pada orang tuanya mengapa dia berbeda dengan anak laki-laki dari desa tersebut dan mengapa mereka sangat menghormatinya. Kemudian orang tua itu mengatakan kepadanya bahwa ia telah terbawa arus sungai ke desa tersebut dalam sebuah keranjang dan bukan anak dari desa tersebut.

“Orangtuamu pasti bangsawan dari Galuh.”

“Kalau begitu, aku harus pergi ke sana di mencari orang tua kandungku, Ayah.”

“Itu benar, tetapi kamu harus pergi dengan seorang teman. Di keranjang itu ada telur. Ambillah, pergilah ke hutan dan carilah unggas untuk menetaskan telur itu.”

Ciung Wanara mengambil telur itu, pergi ke hutan seperti yang diperintahkan oleh sang orang tua, tetapi ia tidak dapat menemukan unggas. Ia menemukan Nagawiru yang baik kepada dia dan yang menawarkan dia untuk menetas telur. Dia meletakkan telur di bawah naga itu dan taklama setelah menetas, anak ayam tumbuh dengan cepat. Ciung Wanara memasukkannya ke dalam keranjang, meninggalkan orang tua dan istrinya dan memulai perjalannya ke Galuh.

Di ibukota Galuh, sabung ayam adalah sebuah acara olahraga besar, baik raja dan rakyatnya menyukainya. Raja Barma Wijaya memiliki ayam jago yang besar dan tak terkalahkan bernama Si Jeling. Dalam kesombongannya, ia menyatakan bahwa ia akan mengabulkan keinginan apapun kepada pemilik ayam yang bisa mengalahkan ayam juaranya.

Saat tiba, anak ayam Ciung Wanara sudah tumbuh menjadi ayam petarung yang kuat. Sementara Ciung Wanara sedang mencari pemilik keranjang, ia ikut ambil bagian dalam turnamen adu ayam kerajaan. Ayamnya tidak pernah kalah. Kabar tentang anak muda yang ayam jantannya selalu menang dii sabung ayam akhirnya mencapai telinga Prabu Barma Wijaya yang kemudian memerintahkan Uwa Bantara lengser untuk menemukan pemuda itu. Orang tua itu segera menyadari bahwa pemuda pemilik ayam itu adalah putra Dewi Naganingrum yang telah lama hilang, terutama ketika Ciung Wanara menunjukkan padanya keranjang di mana ia telah dihanyutkan ke sungai. Uwa Bantara lengser mengatakan pada Ciung Wanara bahwa raja telah memerintahkan hal tersebut selain menuduh Ibunya telah melahirkan seekor anjing.

“Jika ayam kamu menang melawan ayam raja, mintalah saja kepadanya setengah dari kerajaan sebagai hadiah kemenangan kamu.”

Keesokan paginya Ciung Wanara muncul di depan Prabu Barma Wijaya dan menceritakan apa yang telah diusulkan Lengser. Raja setuju karena dia yakin akan kemenangan ayam jantannya yang disebut Si Jeling. Si Jeling sedikit lebih besar dari ayam jago Ciung Wanara, namun ayam Ciung Wanara lebih kuat karena dierami oleh naga Nagawiru. Dalam pertarungan berdarah ini, ayam sang Raja kehilangan nyawanya dalam pertarungan dan raja terpaksa memenuhi janjinya untuk memberikan Ciung Wanara setengah dari kerajaannya.

***
Ciung Wanara menjadi raja dari setengah kerajaan dan membangun penjara besi yang dibangun untuk mengurung orang-orang jahat. Ciung Wanara merencanakan siasat untuk menghukum Prabu Barma Jaya dan Dewi Pangrenyep. Suatu hari  Prabu Barma Jaya dan Dewi Pangrenyep di undang oleh Ciung Wanara untuk datang dan memeriksa penjara yang baru di bangun. Ketika mereka berada di dalam, Ciung Wanara menutup pintu dan mengunci mereka di dalam. Dia kemudian memberitahu orang-orang di kerajaan tentang perbuatan jahat Barma dan Pangrenyep, orang-orang pun bersorak.

Namun, Hariang Banga, putera Dewi Pangrenyep, menjadi sedih mengetahui tentang penangkapan Ibunya. Ia menyusun rencana pemberontakan, mengumpulkan banyak tentara dan memimpin perang melawan adiknya. Dalam pertempuran, ia menyerang Ciung Wanara dan para pengikutnya. Ciung Wanara dan Hariang Banga adalah pangeran yang kuat dan berkeahlian tinggi dalam seni bela diri pencak silat. Namun Ciung Wanara berhasil mendorong Hariang Banga ke tepian Sungai Brebes. Pertempuran terus berlangsung tanpa ada yang menang. Tiba-tiba muncullah Raja prabu Permana Di Kusumah di dampingi oleh Ratu Dewi Naganingrum dan Uwa Bantara lengser.

“Hariang Banga dan Ciung Wanara!” kata Raja, “Hentikan pertempuran ini adalah pamali berperang melawan saudara sendiri. Kalian adalah sauara, kalian berdua adalah anak-anakku yang akan memerintah di negeri ini, Ciung Wanara di Galuh dan Hariang Banga di timur sungai Brebes, negara baru. Semoga sungai ini menjadi batas dan mengubah namanya dari Sungai Brebes menjadi Sungai pamali untuk mengingatkan kalian berdua bahwa adalah pamali untuk memerangi saudara sendiri. Biarlah Dewi Pangreyep dan Brama Wijaya yang dahulu adalah Aria Kebonan di penjara karena dosa mereka.”

Hariang Banga pindah ke timur dan dikenal dengan Jaka Susuruh. Dia menderikan kerajaan Jawa dan menjadi raja Jawa, sedangkan pengikutnya setia menjadi nenek moyang orang Jawa. Ciung Wanara memerintah kerajaan Galuh dengan adil, rakyatnya adalah orang Sunda, sejak itu Galuh dan Jawa makmur lagi seperti zaman Prabu Permana Di Kusumah.

CINDELARAS


Dahulu kala hiduplah seorang raja bernama Raden Putra yang memiliki dua orang istri. Raden Putra memimpin Kerajaan Jenggala. Istri muda Raden Putra merasa iri kepada istri tua (sang permaisuri) karena menurutnya dialah yang leebih layak menjadi permaisuri. Istri muda mendapat ide untuk mengambil posisi permaisuri dari istri tua Raden Putra. Ia bekerja sama dengan dukun untuk menjatuhkan istri tua dari posisi permaisuri. Istri muda berpura-pura jatuh sakit. Mengetahui hal ini, Raden Putra mencari dukun yang dapat menyembuhkan penyakit istri mudanya. Dukun yang dicari pun tiba di istana. Atas perintah istri muda, si dukun membuat pernyataan palsu tentang penyebab sakit yang di derita istri muda tersebut.

Dukun mengatakan bahwa istri muda sakit karena tidak disukai oleh seseorang dan orang itu telah meracuni makanannya. Orang yang di tuduh itu adalah sang permaisuri. Mendengar itu Raden Putra marah lalu menyuruh patih untuk membawa permaisuri ke hutan dan membunuhnya di sana. Namun, patih percaya bahwa permaisuri tidak melakukan tindakan yang dituduhkan itu dan ia juga kelicikan dari istri muda. Patih tidak membunuh permaisuri agar bertahan hidup di hutan. Permaisuri yang sedang mengandung itu pun berterima kasih atas kebaikan hati sang patih dan mengikuti sarannya untuk bertahan hidup di hutan. Beberapa waktu kemudian permaisuri pun melahirkan seorang putra yang diberinya nama Cindelaras. Ia adalah anak laki-laki yang cerdas dan pandai bergaul. Cindelaras bahkan berteman dengan para penghuni hutan. Suatu hari ketika Cindelaras sedang bermain di hutan, tiba-tiba seekor elang menjatuhkan sebutir telur. Telur tersebut pecah dan keluarlah seekor ayang dengan suara aneh. Anak ayam mengatakan bahwa Cindelaras adalah anak Raden Putra. Cindelaras menceritakan kejadian tersebut kepada Ibunya. Namun, Ibunya mengatakan bahwa Cinderalas adalah orang biasa dan bukan keturunan raja.

Permaisuri berusaha agar Cindelaras tidak mengetahui hal sebenarnya. Namun, pada akhirnya permaisuri pun memberitahukan kebenaran tersebut kepada Cindelaras. Setelah mengetahui kebenaran itu, Cinderalas berangkat menuju Kerajaan Jenggala. Di tengah perjalanan, Cindelaras bertemu dengan orang-orang yang sedang menyaksikan sabung ayam. Cindelaras menantang para pemilik ayam yang sedang bertaruh di sana dan mereka menerima tantangan Cindelaras. Rupanya tidak satu pun ayam yang bisa mengalahkan ayam Cindelaras. Ayam Cindelaras pun terkenal sebagai ayam yang tidak terkalahkan. Berita ini terdengar sampai ke istana Raden Putra. Raden Putra menundang Cinderlaras untuk datang ke istana serta menantang ayam Cindelaras. Raden Putra bertaruh bahwa jika ayamnya kalah maka ia akan menyerahkan seluruh kekayaannya. Akan tetapi, jika ayam Cindelaras yang kalah maka Cindelaras harus rela kepalanya dipenggal. Cindelaras pun menyetujui hal itu. Pertarungan antara ayam Cindelaras dan ayam Raden Putra pun berlangsung. Ayam Cindelaras memenangkan pertandingan tersebut. Ayam itu kemudian mengeluarkan suara aneh yang mengatakan bahwa Cindelaras adalah anak Raden Putra. Raden Putra pun kaget mendengar hal itu. Ketika Raden Putra bertanya, Cindelaras membenarkan hal itu. Tidak lama kemudian, istri tua Raden Putra datang dan menjelaskan bahwa Cindelaras adalah anak Raden Putra. Raden Putra pun menyesal atas keputusan yang pernah dibuatnya. Akhirnya, Raden Putra pun menghukum istri muda serta dukun yang telah memfitnah permaisuri.

SUNGGUH KU MERASA RESAH

Dono santai di ruang tamu sambil baca buku dan minum teh anget. Indro asik nonton sinetron drama kesukaannya. Kasino tetap biasa sibuk dengan urusan kerjaannya yang harus di susun rapih di leptopnya. Indro pun beranjak dari duduknya menuju ruang tamu dan duduk bersama Dono.

Indro pun berkata "Sungguh ku merasah resah."

Dono pun mendengar omongan Indro yang sedikit aneh dan berkata "Apa yang membuat mu resah Indro?"

"Cinta," jawab Indro.

Dono menutup bukunya dan di taruh di meja, lalu menikmati tehnya setelah itu berkata "Cinta, males aku membicarakannya."

"Kenapa Don?" tanya Indro.

"Ya mungkin aku terlalu jenuh menulis tentang cinta. Karena aku mengerti makna kata cinta itu sampai di jalankan," penjelasan Dono.

"Tapi..kan..cinta. Membuat bahagia bagi dua orang yang mencintai sampai ada lagu judulnya cinta," kata Indro.

"Iya bener kamu Indro. Cinta memang membuat bahagia dua orang yang mencintai. Tapi juga bisa jadi menyakiti karena pengkhiatan dari salah satu pihak yang saling mencintai," tambahan Dono.

"Ya...sih. Jika salah satu ingkar janji dari ikatan setia pada akhirnya menyakitkan cinta itu," kata Indro yang tegas.

"Sudahlah jangan membahas cinta!" kata Dono.

"Iya, kalau begitu aku menonton Tv lagi," saut Indro.

Indro beranjak dari duduk bersama Dono kembali nonton Tv di ruang tengah. Dono melanjutkan baca bukunya sambil menikmati teh buatannya. Kasino selesai juga urusan kerjaannya dan menyimpannya dengan baik, baru leptop di matikan. Kasino keluar dari kamarnya dan langsung ke dapur untuk membuat kopi. Setelah kopi jadi, langsung ke ruang tengah untuk menonton Tv.

Indro pun berkata "Sungguh ku merasa resah."

Kasino kaget mendengar omongan Indro dan berkata "Sungguh aku merasa resah. Kaya syair lagu aja."

"Ya memang syair lagu. Tapi bukan syair lagunya, tapi makna gitu...Kasino," kata Indro.

"Makna apa Indro?" tanya Kasino.

"Cinta," jawab Indro.

"Cinta. Emangnya kamu ada masalah dengan cinta...Indro?" tanya Kasino.

"Enggak ada. Urusan cinta ku baik-baik saja," jawab Indro.

"Kalau begitu nonton Tv aja fokusin. Kan acaranya lagi bagus. Yang tonton juga drama lagi. Kisah cintanya kadang lurus sesuai rencana, eee tahu-tahu jadi kusut lagi dan nanti lurus lagi," kata Kasino.

"Nama juga drama. Kalau begitu fokus nonton ah," tegas Indro.

Indro pun fokus lagi nonton Tv, begitu juga Kasino. Dono pun menyelesainkan baca bukunya dan juga teh juga sudah habis. Dono langsung bergerak ke belakang untuk mencuci gelas teh sampai bersih setelah itu di taruh di rak piring. Dono pun ke kamarnya dan menghidupkan leptopnya dan segera mengetik cerita yang di dapatkan dari lingkungan.

BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH

Zaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama Bawang Putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski Ayah Bawang Putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari Ibu Bawang Putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih sangat berduka demikian pula Ayahnya.

Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak Bawang Merah. Semenjak Ibu Bawang Putih meninggal, Ibu Bawang Merah sering berkunjung ke rumah Bawang Putih. Dia sering membawa makanan, membantu Bawang Putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan Ayahnya mengobrol. Akhirnya Ayah Bawang Putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikahi saja dengan Ibu Bawang Merah, supaya Bawang Putih tidak kesepian lagi.

Dengan pertimbangan dari Bawang Putih, maka Ayah Bawang Putih menikah dengann Ibu Bawang Merah. Awalnya Ibu Bawang Merah dan Bawang Merah sangat baik kepada Bawang Putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi Bawang Putih dan memberinya pekerjaan berat jika Ayah Bawah Putih sedang pergi berdagang. Bawang Putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang Merah dan Ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja Ayah Bawang Putih tidak mengetahuinya, karena Bawang Putih tidak pernah menceritakannya.

Suatu hari Ayah Bawang Putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang Merah dan Ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang Putih. Bawang Putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan Ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang Putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat Ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.

Pagi ini seperti biasa Bawang Putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang Putih segera mencuci semua pakaian kotor yang di bawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang Putih tidak menyadari bawasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan Ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju Ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang Putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada Ibunya.

“Dasar ceroboh!” bentak Ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”

Bawang putih terpaksa menuruti keinginan Ibu tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang Putih belum juga menemukan Baju Ibunya. Dia  memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju Ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang Putih melihat seorang pengembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang Putih bertanya: “Wahai Paman yang baik, apakah Paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawa pulang.”

“Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata Paman itu.

“Baiklah Paman, terima kasih!” kata Bawang Putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang Putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang Putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang Putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.

“Permisi….!” Kata Bawang Putih.

Seorang perempuan tua membuka pintu.

“Siapa kamu nak?” tanya Nenek itu.

“Saya Bawang Putih nek. Tadi saya sedang mencari baju Ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Boleh saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang Putih.

“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya Nenek.

“Ya Nek. Apa….Nenek menemukannya?” tanya Bawang Putih.

“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata Nenek.

“Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta Nenek.

Bawang Putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang Putih pun merasa iba.

“Baiklah Nek, saya akan menemani Nenek selama seminggu, asal Nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang Putih dengan tersenyum.

Selama seminggu Bawang Putih tinggal dengan Nenek tersebut. Setiap hari Bawang Putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah Nenek. Tentu saja Nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, Nenek pun memanggil Bawang Putih.

“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju Ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata Nenek.

Mulanya Bawang Putih menolak diberi hadiah tapi Nenek tetap memaksanya. Akhhirnya Bawang Putih milih labu yang paling kecil.

“Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya.

Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang Putih hingga depan rumah.

Sesampainya di rumah, Bawang Putih menyerahkan baju merah milik Ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya Bawang Putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke Ibu tirinya dan Bawang Merah yang serakah langsung merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa Bawang Putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang Putih pun menceritakan dengan sejujurnya.

Mendengar cerita Bawang Putih, Bawah Merah dan Ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini Barang Merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya Bawang Merah sampai di rumah Nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti Bawang Putih, Bawang Merah pun di minta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti Bawang Putih yang rajin, selama seminggu itu Bawang Merah bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu Nenek itu membolehkan Bawang Merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya Nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya Bawang Merah.

Nenek itu terpaksa menyuruh Bawang Merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat Bawang Merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.

Sesampainya di rumah Bawang Merah segera menemui Ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut Bawang Putih akan meminta bagian, mereka menyuruh Bawang Putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Bintang-bintang itu langsung menyerang Bawang Merah dan Ibunya hingga tewas. Itulah balasan begi orang yang serakah.

TERPISAH JARAK DAN WAKTU

Dono lagi santai di ruang tamu sambil mendengarkan musik dari Hpnya. Indro yang selesai masak di dapur dan makan yang di masak Indro di bawa ke ruang tamu, langsung di taruh di meja.

"Don silakan makan pisang gorengnya!" kata Indro.

"Iya," saut Dono.

Dono pun mengambil pisang goreng di piring dan segera memakannya.

"Emmm....enak....Indro," pujian Dono.

"Aku tahu enak. Yang buat koki handal," tambahan Indro memuji dirinya.

Indro pun juga menikmati pisang gorengnya. Indro memang mendengarkan musik dari Hpnya Dono, lalu bertanya "Don. Tumben dengerin musik anime Jepang?"

"Aku lagi suasana yang lain aja," jawab Dono.

"Oh begitu. Tapi memang bagus sih musik anime Jepang," pujian Indro lagi.

Dono terus menikmati pisang gorengannya. Indro pun beranjak dari duduknya untuk mengambil di kulkas. Kasino menyelesaikan pekerjaan mengetik di kamarnya dan langsung menuju ruang tamu. Melihat pisang goreng di meja Kasino segera memakan pisang goreng.

"Enak....nie pisang gorengnya," pujian Kasino.

Dono yang merasa seret di kerongkongan karena makan pisang goreng, mengambil minuman aqua gelas di bawah meja. Segera Dono meminum aqua gelas untuk menghilangkan rasa seret di tenggorokannya.

"Plong rasanya," kata Dono.

Indro membawa minuman kaleng yang di ambil dari kulkas dan di taruh di meja. Indro pun segera meminum minuman kaleng.

"Segernya," kata Indro.

Kasino mengambil Hpnya Dono, lalu buka You tobe untuk mencari musik lain untuk di dengarkan. Eeee ternyata Kasino mendapatkan lagu yang di nyanyikan Sule yang judulnya "Terpisah jarak dan waktu". Hp pun di taruh di meja kembali oleh Kasino.

"Kasino kenapa dengerin musik yang di nyanyikan Sule? Padahal tadi lagi asik dengerin musik anime Jepang!" kata Indro.

"Aku ingin dengerin saja," kata Kasino.

"Dengerin aja atau jangan-jangan ada kaitannya dengan kamu Kasino, terpisah jarak dan waktu?" kata Indro.

"Bisa jadi sih. Nama juga suasana hati. Aku di sini dia di sana," kata Kasino.

"Bener-bener dilema cinta," kata Indro.

"Kasino itu sih di bikin mudah aja. Telpon aja kekasih kamu. Rasa kangen kan terbayar juga nantinya," saran Dono.

"Kalau itu sih sudah di lakukan. Ya tetap saja ingin bertemu langsung berpegangan tangan dan jalan bareng deh. Menikmati kisah cinta antara aku dan dia, sang kekasih pujaan hati," kata Kasino.

"Aku pengen juga. Sama kaya Kasino," kata Indro.

"Kebiasaan kamu Indro ikutan saja," kata Dono.

Dono mengambil Hpnya di meja dan mengganti musik di You tobe dengan musik lain yang dinyanyikan Rara yang berjudul "Ditikam asmara". Hp pun di taruh di meja kembali.

"Don. Kenapa dengerin musik yang di nyanyikan oleh Rara yang judul lagunya 'Ditikam asmara'?" tanya Indro.

"Cuma ingin mendengarkan saja," kata Dono.

"Pastinya kamu Dono, lagi mempelajari syair lagunya untuk jadi bahan tulisan kamu di Blog lagi kan," kata Indro.

"Ya...bisa jadi," kata Dono.

Kasino mengambil Hpnya Dono di meja dan memutar kembali lagu yang di nyanyikan Rara "Ditikam asmara". Kasino mengamati penampilan Rara di vidio tersebut, lalu Kasino berkata "Cantik juga pembawaannya Rara di vidio ini".

"Mana-mana aku lihat," kata Indro langsung dekat Kasino untuk melihat vidio.

"Cantik kan," pujian Kasino.

"Iya....cantik pembawaannya," pujian Indro juga.

Dono mengambil Hpnya di tangan Kasino.

"Udahan lihat dan mendengarkan You tobe musiknya. Ayo ke mesjid. Azan udah di kumandangkan!" kata Dono.

"Ayo ke mesjid!" kata Indro.

"Ok mesjid," kata Kasino.

Dono, Kasino dan Indro segera berbenah-benah, setelah itu ke luar dari rumah menuju mesjid untuk menjalankan kewajiban sebagai muslim yang baik.

PRESIDEN SOEHARTO

MAAFKAN tapi JANGAN LUPAKAN 


"Manusia menjalankan garis hidupnya, sesuai ketentuan Sang Maha Pencipta Skenario hidup telah ditulis, seperti sebuah rel panjang yang harus diikuti."

UNTUK ITU setiap manusia menjalani takdirinya. Berbuat salah atau berprilaku bajik adalah bagian dari takdir itu sendiri. Yang menjadi masalah adalah apakah suatu perbutan itu berhubungan dengan hajat hidup orang banyak atau tidak. Misalnya Fulan yang terjual tempe itu-karena harga keledai menjadi mahal- beralih profesi menjadi maling. Dan dia, mencuri jemuran tangganya. Maka dia hanya merugikan satu orang saja.

Tapi bayangkan bila si Fulan itu adalah pejabat publik. Katakanlah dia menjadi seorang presiden. Ketika dia berprilaku maling, maka yang dirugikan bukan hanya satu dua orang, tapi jutaan orang yang kena imbasnya. Inilah yang diributkan masyarakat Indonesia, akhir-akhir ini saat Pak Harto (Presiden Soeharto) sakit keras, hingga dilarikan ke RSPP Pertamina.

Pak Harto adalah pejabat publik, bukan si Fulan yang penjual tempe itu. Selama 32 tahun memerintah Indonesia. Tak seluruh kebijakannya benar ataupun seluruh kebijakannya salah. Wajar. Tak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah yang bijak di negeri ini. Pak Harto menyadari benar, pepatah itu. Ketika dia lengser keprabon dari jabatannya pada 1997, di depan para menteri dan tokoh-tokoh nasional, dia meminta maaf dengan apa yang telah dilakukannya. 

Maaf. Untuk konteks sebuah keputusan yang melibatkan begitu banyak orang, kata itu sebenarnya tak cukup. Tapi, apakah ada sesuatu kata yang lebih mulia dari maaf, untuk mewakili suatu kesalahan. Islam mengenal taubatan nasukha, permintaan maaf kepada Alloh agar tak mengulangi suatu kekejian terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain. Apakah orang yang bersalah, lalu meminta maaf atau taubat, telah bisa lepas tanggung jawab? Bahwa dosanya diampuni atau permintaan maafnya diterima Alloh, itu memang benar. Tapi dia tak lepas dari kewajibannya untuk mengembalikan sesuatu dalam keadaan normal, seperti sediakala.

Inilah rumitnya. Pak Harto telah meminta maaf, dan rakyat Indonesia harus mau tak mau merima kata itu. Meski pada akhirnya apa proses hukum yang akan membuktikan-sampai saat ini pemeritah belum biasa membuktikan korupsi Pak Harto. Masalahnya hukum manusia sangat berbeda dengan hukum Tuhan. Hukum manusia membutuhkan pembuktian, sedangkan Alloh Maha Tahu, pembuktian menjadi sangat tidak perlu.

Alhasil, ketika proses hukum berjalan dan segala bukti tidak kuat, puas tidak puas manusia harus mengakuinya sebagai suatu kebenaran. Hanya saja, manusia tidak bisa lari dari hukum Alloh.

Menjadi orang nomor satu di sebuah negeri adalah pengorbanan. Dia menjadi pelayan rakyat, makmur, bukan seorang raja yang titahnya adalah hukum. Dengan demikian segala perbuatan dan amar keputusannya selalu diamati, ditunggu, disoroti semua orang. Kadangkala keputusannya mengorbankan banyak orang, untuk meraih tujuan negara yang diidealkannya - yang dia harapkan mampu mensejahterakan rakyatnya dan sekaligus mellanggengkan kekuasannya. Tapi itulah semi menjadi menjaga proses menjadi ideal itu tak terganggu, karena dialah yang punya visi sesuatu yang ideal itu.

Maka demikianlah orang-orang besar. Selalu dipuja juga dihujat. Mengenai Pak Harto, kita tahu jasa-jasanya sebagai pemimpin. Kita juga tahu dia pernah  berbuat salah, sebagai manusia juga pemimpin. Namun pada akhirnya, di usia yang senja dengan berbagai penyakit yang menyiksa tubuh, hukuman (itupun kalau terbukti Pak Harto salah) menjadi sesuatu yang mubazir. Di usia itu, hukuman tak pernah membuat efek jera atau mengembalikan sesuatu menjadi normal.

Maka memaafkan adalah yang paling tepat, tapi jangan melupakan. Pak Harto orang besar, sebagaimana mereka yang pernah memerintah negari ini. Pak Harto dan orang-orang besar itu adalah bagian dari sejarah, yang membentuk negeri ini. Suatu  proses selalu melibatkan salah dan benar, mengorbankan atau dikorbankan.

Bila semua orang ingin meghukum, artinya Indonesia akan menjadi negara yang terus menghukum pemimpinnya usai pemerintahannya berakhir. Lantaran presiden juga manusia, pernah berprilaku salah dengan konsekuensi menyengsarakan yang lain. Inilah resiko menjadi pemimpin. Nah untuk ibu, proses pengadilan  memang tetap harus berjalan untuk memutuskan benar atau salah, setelah itu maafkan. Jasa Pak Harto juga luar biasa terhadap rakyat Indonesia. Toh hukuman bagi Pak Harto tak pernah mengembalikan Indonesia seperti dulu lagi.

Karya: Rully Kuswahyudi, S.Sos

JANGAN AJARI ANAK BERBOHONG

"Masih kecil sudah bohong? Jangan keburu panik jika hal itu terjadi pada anak, cucu, atau keponakan Anda. Pahami perilaku itu dan Anda akan menemukan solusi agar berbohong tidak menjadi kebiasannya hingga kebiasaannya hingga dewasa. Dan yang paling penting, Anda pun jangan pula berbohong."

KETIKA ditanya ayahnya siapa yang mengobok-obok akuraium hingga beberapa ikan di dalamnya mati, Tony menjawab, "Nggak tahu." Anak berusia lima tahun itu, malah bilang, "Embak' kali Pa, Tony nggak tahu." Dia mencoba mengarahkan perhatian ayahnya kepada pembantu yang sehari-hari mengasuhnya.

Tentu saja sang ayah tahu bahwa Tony telah berbohong. Apalagi di rumah itu tidak ada orang lain kecuali anak keduanya yang baru berusia 2 tahun dan pembantu rumah tangga mereka. Yang membuat pasangan muda itu resah adalah kenapa anak mereka yang masih kecil sudah bisa berbohong, belajarnya dari mana, apakah hal itu merupakan pertanda bahwa anak akan menjadi bahwa anak  akan menjadi orang jahat kalau dewasa, dan seterusnya. "Masih kecil sudah mulai berbohong, bagaimana nanti kalau benar?" tanya ayah Tony dengan nada khawatir. 

"Tidak usah terlalu khawatir, belum tentu itu merupakan pertanda perilaku yang menyimpang," ujar M. Nilam Widyarini, MSi., kandidat doktor bidang psikologi dari Universitas Gadjah Mada. Namun, bisa dimengerti, menghadapi anak berbohong, orangtua maupun guru di sekolah menjadi khawatir. Jangan-jangan hal itu merupakan kebiasaan  yang akan memburuk jika anak semakin besar.

Harus diakui, anak belajar berbohong dari lingkungan terdekatnya. Seringkali tanda sadar, bahkan orangtua sendiri yang "mengajarkan" berbohong kepada anak-anak. Ambilah contoh, ketika Anda sedang tidak ingin menerima telepon atau tidak ingin menerima tamu, Anda berkata apa? "Tolong bilang saya sedang tidak ada di rumah!" atau mungkin Anda berpesan,"Bilang saja saya lagi tidur, tidak bisa digangu."

Dari situ, diam-diam anak Anda belajar bahwa kalau sedang tidak ingin menghadapi sesuatu, kita bisa memberikan penjelasan lain yang tidak sesuai dengan kenyataan. Bahkan kadang anak justru "menegur", mungkin dengan berkata, "Papa 'kan ada di rumah, kok bilang nggak ada di rumah?" atau "Mama nggak tidur, kok bilangnya tidru?" Bermacam-macam cara orangtua berkelit jika mendapat "teguran" semacam itu.

Menurut DR. Magda Stouthamer-Loeber dari Universitas Pittsburg, AS, dalam Clinical Psychology Review, sejumlah studi memang menunjukkan bahwa kita tidak perlu terlalu khawatir jika mempunyai anak berbohong. Kita baru perlu khawatir bahwa berbohong akan menjadi pertanda problem perilaku di masa depan kalau berbohong itu dibarengi dengan perilaku negatif lain seperti mencuri, berkelahi, dan kabur dari rumah.

Sebuah riset menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga anak perempuan berusia 3,5-6 tahun berbohong. Namun, setelah usia 6 tahun, kurang dari sepertiga yang berbohong. Begitu juga pada anak laki-laki. Sepertiga dari anak laki-laki berusia 3,5-8 tahun berbohong, tapi setelah berusia 8 tahun kurang dari sepertiga yang berbohong. 

Itu berarti bahwa peerilaku berbohong itu berlanjut hanya pada lebih sedikit anak. Bahwa semakin bertambah usia anak dan semakin matang kepribadian itu tidak lagi dilakukan.

Menurut Stouthamer Loerber, sebanyak 19 persen orangtuanya berbohong, dan ada 14 persen guru yang menyatakan muridnya berbohong. Dan ternyata hanya 3 persen anak yang tergolong sebagai pembohong kronis dan betul-betul memerlukan suatu terapi.

Seorang anak melakukan kebohongan biasanya bukan tanpa maksud atau tujuan  tertentu. Dalam buku Changing Children's Behavior karya Helen & John Krumbolta antara lain dinyatakan bahwa seorang anak belajar berkata benar atau belajar berkata bohong itu tergantung pada konsekuensi yang akan timbul setelah ia melakukannya.

Bila konsekuensi yang ia dapatkan dari berkata bohong adalah sebuah reward  (ganjaran atau hadiah), dapat dipastikan bahwa anak tersebut akan mengulangi berkata bohong lagi. Sebaliknya, jika konsekuensi dari berkata bohong adalah mendapatkan suatu punishment (hukuman), anak akan cenderung untuk berhenti berbohong. 

Dengan kata lain, seorang anak berkata bohong karena ia memiliki salah satu dari dua tujuan, yaitu untuk mendapatkan ganjaran, atau untuk menghindari hukuman.

Pada kasus Tony, ia berbohong kepada ayahnya bahwa bukan dirinya yang mengolok-olok akuarium,  dengan maksud menghindari hukuman. Anak kadang juga berbohong dengan menegaskan bahwa susu di gelas yang disediakan untuknya sudah dihabiskan, padahal susu tersebut diberikannya kepada kucing. Kebohongan diucapkannya karena tidak mau menerima hukuman.

Adapun ganjaran yang paling umum diharapkan oleh anak-anak yang berbohong adalah supaya mendapatkan perhatian dari orangtua atau dari teman bermainnya. Mungkin Anda pernah mendengar seorang anak berkata kepada temannya bahwa ayahnya punya pesawat terbang, padahal tidak. Ia berbohong supaya menarik perhatian teman-temannya.

Contoh lain adalah anak yang berbohong dengan mengatakan bahwa yang membersihkan tempat tidur adalah dia sendiri, padahal bukan. Ia melakukan kebohongan itu karena ingin mendapat perhatian dari orangtuanya. 

Berbohong untuk mendapatkan ganjaran maupun menghindari hukuman, menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, Jakarta, Nilam Widyarini, Msi., tak dapat dibiarkan. Meski demikian, kita tidak perlu terlalu mencemaskannya bahwa hal itu merupakan suatu penyimpangan perilaku.

Jika anak, cucu, atau keponakan Anda berbohong, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu (1) tetapkan konsekunsi yang jelas jika kebohongan dilakukan; dan (2) tunjukkan atau berikan konsekuensi dengan sedikit kata-kata. Misalnya dengan berkata,"Ibu merasa bahwa kamu tidak menyatakan yang sebenarnya, maka seminggu ini kamu tidak boleh nonton teve."

Jika ternyata Anda keliru bahwa sebenarnya anak Anda tidak berbohong, Nilam menyarankan untuk meminta maaf kepadanya. Setelah itu perbaiki perasaannya dengan melakukan sesuatu yang disepakati bersama.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah, sebaliknya Anda tidak membahas kebohongan itu panjang lebar dengan anak pada saat ia berbohong. Salah-salah, hal itu akan membuat anak bingung dan mengira bahwa ia justru mendapatkan perhatian dengan berbohong, sehingga lain kali mungkin malah akan mengulangi berbohong.

Jika Anda merasa perlu memberikan nasihat kepadanya, lakukan beberapa saat kemudian. Dan supaya anak-anak mengulangi berkata jujur, berikanlah pujian ketika ia berkata jujur. Jangan lupa, sesuatu yang menyenangkan cenderung untuk diulangi.//**

DIA SUDAH MINTA MAAF

Matahari sudah agak jauh condong ke barat. Akan tetapi, udara tetap terasa amat panas. Barangkali karena gumpalan-gumpalan awan yang memenuhi kaki langit ikut menjerang bumi dengan memantulkan ke bawah sinar matahari yang diterimanya; panas dan lembab.

Ketika itu, sebuah bus antarkota sedang melaju ke arah timur. Penumpangnya penuh. Hampir semua penumpang merasa gerah karena kendaraan yang besar itu tidak dilengkapi penyeduk udara (Air Conditioning (AC). Banyak penumpang yang menggunakan koran sebagai kipas. Banyak pula penumpang yang mengantuk dengan keringat membasahi wajah. Akan tetapi, ada seorang di antara mereka yang kelihatan masih segar. Dia seorang laki-laki yang sejak lama asyik dengan teka-teki silang. Demikian asyiknya sehingga dia tidak menyadari situasi di sekelilingnya. Bahkan, mungkin dia tidak sadar di manakah bus yang ditumpanginya itu sedang berada.

Lelaki itu tetap asyik. Tanpa mengangkat muka, dia mengambil rokok dari sakunya. Lalu, korek api dinyalakan dan anak korek api yang masih menyala itu dilempar keluar jendela. Tetapi, lelaki itu terperanjat ketika ada suara membentak dengan kasarnya. "Kamu mau mampus? Kamu tak punya mata? Kamu tak mengerti di sini pompa bensin?" dengus pelayan pompa bensin.

Kebakaran memang tidak terjadi. Akan tetapi, karena sadar akan kelengahannya, lelaki itu diam seribu bahasa. Wajahnya pucat. Sementara itu, pelayan pompa bensin terus memberondongnya dengan kata-kata pedas, bahkan bernada menghina. Para penumpang lain serta awak bus ikut terpengaruh oleh suasana yang panas. Mereka pun berganti-ganti mencurahkan kekesalan mereka kepada lelaki yang lengah itu.

"Kamu tahu, kita semua bisa menjadi arang bila bus ini terbakar?"

"Kamu mau menanggung anak-istri kami andalkan kami mati terbakar di sini?"

"Ini bus, Bung! Bukan gerobak. Jalannya pakai minyak yang mudah terbakar! Bung orang kampung, ya?"

Barangkali dalam upaya menghentikan kata-kata pedas yang terus mengalir, lelaki yang merasa bersalah itu bangun. Wajahnya masih pucat. Dengan bibir gemetar dia membuka suara.

"Bapak, Ibu, Saudara sekalian, saya minta maaf. Saya memang bersalah dan sekarang tak bisa lain kecuali minta maaf kepada Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian."

Boleh jadi lelaki itu ingin menambah kata-katanya. Akan tetapi, sebuah suara yang keras menghentikan lidahnya.

"Enak saja kamu minta maaf! Apakah kalau benar-benar terjadi kebakaran kamu juga akan minta maaf kepada kami yang mungkin sudah menjadi mayat?"

Cacian lain masih datang beruntun. Lelaki itu memandang sekeliling dan dilihatnya wajah-wajah yang tidak bersahabat. Kemudian, dengan tenang dia mengemasi barang-barangnya. Dia turun di pompa bensin itu juga, boleh jadi karena tidak tahan mendengar ocehan yang menyakitkan dan terus berkepanjangan. Di pintu bus dia masih sempat menoleh ke dalam untuk sekali lagi minta maaf kepada para penumpang yang lain.

BAYI DOMBA DARI KANDUNGAN BUATAN

Ini cerita sukses lain para peneliti. Tiga domba diberitakan berhasil dilahirkan dari kandungan buatan. Hasil penelitian ini dianggap terobosan Ilmiah  besar. Akan tetapi, seperti kebanyakan penemuan revolusioner lainnya, penemuan tersebut juga membangkitkan kontroversi etis.

Sukses ini dikhawatirkan akan membuka jalan menuju peternakan bayi. Teknologi itu pun dapat mendorong para wanita membebaskan diri dari kehamilan demi bentuk tubuh atau karier. Begitu kata surat kabar Daily Mail.

Kandungan buatan ini sesungguhnya adalah tangki aklirik yang diisi semacam cairan yang disesuaikan dengan suhu darah dan meniru cairan amniotik kandungan sesungguhnya. Plasenta diganti dengan sejenis mesin yang dapat menukarkan gas, memompa oksigen, dan mentranfer nutrisi ke dalam darah embrio.

Sebenarnya, tim riset Jepang yang diketuai Prof. Yoshinori Kuwabara, guru besar obstetri Universitas Juntendo di Tokyo, telah lebih dulu berhasil melahirkan bayi domba dari kandungan buatan 1992 lalu. Hanya, saat itu bayi-bayi domba ini masih lahir prematur.

"Kalau saja saya punya cukup waktu dan uang, dalam sepuluh tahun mendatang mungkin saya akan bisa melakukannya pada manusia," kata Prof. Kuwabara pada AFP.

Daily Mail menyebutkan bahwa orang-orang mulai memperingatkan kemungkinan diwujudkannya skenario peternakan bayi untuk keperluan eksperimen. Teknologi itu dikatakan bisa membawa manusia satu langkah lebih dekat ke gambaran masa depan mengerikan dalam novel Brave New World-nya Aldous Huxley terbitan 1932. Novel itu menggambarkan bayi-bayi diciptakan di laboratorium steril dan ditumbuhkan di botol-botol raksasa.

Tentu saja temuan itu mengandung sisi baik di samping sisi buruk. Tujuan akhir temuan seperti itu untuk menemukan cara bagaimanakah bayi prematur bisa bertahan hidup dalam kandungan buatan, untuk riset obat, atau untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi bila orang diubah secara genetik.

Sisi positif temuan ini adalah ditawarkannya prospek kehidupan bagi diselamatkan ilmu kedokteran saat ini. Prof. Kuwabara menyebutkan bahwa jika kandungan buatan ini dimanfaatkan atas manusia, temuan itu paling bermanfaat bagi janin 22 minggu yang terlalu lemah untuk bisa bernafas sendiri.

Akan tetapi, sejumlah pakar lain ternyata langsung mengungkapkan setumpuk sisi negatif temuan ini. Dr. John Wyatt mengkhawatirkan bayi yang dipisahkan dari ritme dan suara kehidupan alamiah dalam kandungan ibunya bisa mengalami problema psikologis anak dalam jangka panjang. Ibu juga akan menderita. "Wanita yang melahirkan dengan cara tak biasa akan merasa aneh, merasa tidak seperti ibu biasa, dan ibu lain menanggapinya secara negatif pula," kata Sheila Rossan, dosen psikologi Universitas Brunel.

ROBOT-ROBOT DUNIA

Teknologi robot makin canggih. Para ilmuwan belomba-lomba menciptakan robot pintar. Lihat saja robot-robot ini. Semua robot memiliki keahlian dan kepintaran berbeda-beda.

Robot Ikan, Penyelamat Lingkungan

Bukan hanya bentuknya yang menyerupai ikan sungguhan. Namun, gerakan berenangnya juga persis ikan asli. Hebatnya lagi, robot ikan ini bisa berenang sendiri, tanpa menggunakan remote. Robot ikan ini berasal dari Inggris. Keunggulan utama robot ini adalah dapat menangani masalah pencemaran air. Sekarang, robot ikan  ini sudah dilepaskan di laut wilayah Spanyol untuk uji coba. Ternyata, penelitiannya sukses! Hasilnya robot ikan ini mampu melacak polusi air lewat sensornya. Apabila ada sesuatu yang membahayakan perairan, robot ikan akan mengetahuinya. Setelah itu, dia akan mengirimkan tanda-tanda pencemaran dengan menggunakan teknologi w-fi. Waw.....canggih sekali, ya.

Cosmobot, Si Pemotong Rumput

Kresss...kresss.... rumput-rumput yang tebal dan tinggi pun dipangkasnya dengan mudah dan cepat. Lapangan rumput dan taman pun jadi rapi. Hebatnya lagi, cosmobot cukup dikendalikan dengan pengontrol nintendo wii, yaitu wiimote.

Wiimote berhubungan dengan robot pemotong rumput lewat bluetooth. Jika wiimote diarahkan ke depan, cosmobot akan bergerak ke arah depan! Bahkan cosmobot juga bisa diatur secara otomatis untuk bergerak sendiri. Hebat, kan?

Nimomiya-Kun Bisa Membaca

Kehebatan robot buatan Jepang ini adalah bisa membaca! Nimomiya-kun, nama robot ini, memiliki berat 25 kg dan terbuat dari alumininium. Di punggungnya terdapat program yang bisa menerjemahkan tulisan menjadi bentuk cerita yang keluar melalui suaranya. Sayangnya suara yang keluar masih belum bagus. Masih seperti suara robot. Para perancang robot pun kini terus mengembangkan Nimomuya-kun agar bisa bersuara seperti manusia. Selain itu, mereka juga akan mengganti kamera yang ada di matanya agar bisa membaca bacaan yang lebih sulit. Robot ini diharapkan bisa membacakan koran untuk orang lanjut usia dan dongeng anak-anak. Waw, robot pun bisa mendongeng.

Robot Jast, Si Pembaca Pikiran

Robot ini dikembangkan oleh ilmuwan Eropa. Robot JAST merupakan robot pintar membaca pikiran manusia. Dia bisa mengetahui keinginan kita sebelum kita memerintahkan sesuatu padanya. Hebat, kan? Ya, robot JAST dengan cermat mengamati tingkah laku manusia dan mempelajari tugas yang akan diberikan. Selain itu, robot ini juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kesalahan secepatnya. Tim ilmuwan Eropa berharap robot JAST bisa menjadi robot pekerja sahabat manusia yang bisa menjawab pertanyaan dan diajak berdiskusi.

Robot Guru "Saya"

Setelah menghabiskan waktu selama 15 tahun, akhirnya Profesor Hiroshi Kobayashi dari Tokyo's University berhasil menciptakan sebuah robot guru pertama di dunia! Awalnya robot yang diberi nama 'Saya' ini dirancang untuk menjadi resepsionis di perusahaan. Professor Kobayashi melihat kebutuhan di bidang lain, akhirnya terciptalah robot guru 'Saya'. Robot guru 'Saya' sangat mirip dengan penampilan guru wanita di jepang. Ada yang bilang, robot 'Saya', tidak seperti robot, dan cantik. Dia juga dapat melakukan beberapa kegiatan guru seperti mengabsen dan memberikan tugas kepada siswa. 'Saya' juga bisa menampilkan ekspresi takut, marah, sedih, dan jijik. Kalau murid berisik, dengan lantang 'Saya' akan berteriak, "Diam" sambil menunjukkan ekspresi marah kepada siswa. Wah, lucu, ya.

Robot Dokter Berjalan

Menurut data dari Touch Technologies, sebuah perusahaan pembuat robot, konon ada sekitar 120 robot kedokteran bertugas di rumah sakit di seluruh dunia. Misalnya, robot Dokter Robbie dan robot Suster Mary yang bertugas di rumah sakit London. Juga ada robot I See You yang bertugas di rumah sakit Kanada. Robot-robot  tersebut mendapat tugas memeriksa pasien. Namun, robot-robot ini tidak sepenuhnya menggantikan tugas dokter, lo. Robot setinggi 1,5 meter ini sebenarnya adalah robot videoconference yang membantu dokter dalam memantau kesehatan pasien. Robot ini dikendalikan dengan alat pengendali jarak jauh oleh seorang dokter. Dokter dapat melihat pasien berkat sebuah kamera yang di pasang di bagian atas robot itu. Sedangkan pasien bisa melihat dokter melalui sebuah layar di "wajah" robot  tersebut. Kehadiran robot dokter ini diharapkan bisa menggantikan keterbatasan tenaga dokter spesialis di daerah pedesaan.


Karya: Arum dan Rindy

PENCEMARAN UDARA

"Kota kita adalah tempat yang indah untuk ditempati. Di mana lagi Anda dapat melihat udara yang Anda hirup?

Udara yang penuh asap dalam bayang-bayang kuning, cokelat atau abu-abu yang menjemukan merupakan hal yang lazim terdapat di beberapa kota besar dunia. Gas-gas dan partikel yang membuat suramnya pemandangan juga merusak pohon-pohonan, merusak pakaian, dan benda-benda lain, membuat mata Anda pedih dan menambah kemungkinan Anda menderita penyakit pernafasan. 

Kenyataannya memang ada jenis-jenis pencemaran udara lain yang bahkan lebih berbahaya lagi. Setiap hari mobil kita, kota kita, dan industri kita mengeluarkan sejumlah zat yang tak tampak ke udara. Hal itu mungkin tidak memberikan akibat yang cepat dirasakan. Akan tetapi, selama bertahun-tahun menghirup udara semacam itu dapat membuat Anda sakit parah dan bahkan mungkin membuat Anda mati.

Zat-zat Pencemar

Apakah yang disebut pencemaran itu? Pencemaran adalah keberadaan zat-zat yang mestinya bukan bagian dari komposisi atmosfer. Terdapat banyak jenis zat pencemar: asap, debu, abu, serbuk, berbagai gas, dan zat-zat lain. Banyak di antaranya yang tidak berasal dari manusia dan kegiatannya. Zat-zat ini selalu terdapat di atmosfir. Zat pencemar jenis ini berasal dari tanah, dari kegiatan tanaman dan hewan, dan bahkan dari angkasa luar (debu meteorit). Zat pencemar jenis ini jarang berbahaya, malahan sering bermanfaat. Tanpa debu zat atmosfir, misalnya, hujan dan salju tidak akan pernah turun.

Alam dapat dengan mudah menanggulangi bentuk pencermaran udaranya sendiri. Pencemaran yang lebih berat segera lenyap dari udara. Hujan, salah satu alat "anti pencemaran" alami yang paling efektif, dapat membersihkan debu dan pencemaran lainnya dari atmosfir. Partikel dan gas yang lebih halus mungkin masih tetap berada di udara secara tak terbatas, yang jauh menyebar luas melalui atmosfir.

Kegiatan-kegiatan manusia mengancam system keseimbangan alam tersebut. Cerobong asap, tempat pembakaran, pabrik, pesawat udara, dan mobil semuanya mengeluarkan zat pencemar keudara dalam tingkat yang selalu meningkat. Banyak ilmuwan khawatir bahwa daur bumi dan atmosfir mungkin tidak mampu menanggulangi masalah pencemaran yang meningkat ini.

Pencemaran yang diakibatkan oleh ulah manusia telah mencapai konsentrasi yang berbahaya di banyak wilayah di dunia. Pencemaran udara ini telah memberikan ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia dan kelangsungan hidup makhluk lain di bumi.

Sumber-sumber Pencemaran Udara

Salah satu sumber utama pencemaran udara adalah mesin pembakaran. Mesin ini yang dipakai pada hampir semua kendaraan bermotor, tidak membakar semua bahan bakarnya. Mesin, di samping mengeluarkan air, karbon dioksida, dan bermacam-macam oksida nitrogen, hidrokarbon, menyebarkan juga sejumlah limbah yang terbakar tidak sempurna. Benda-benda ini meliputi jelaga (karbon), karbon monoksida, hidrokarbon, dan aldehida. Mesin-mesin mobil juga dapat mengeluarkan partikel timbal, yang berasal dari bahan antiknock dalam bensin.

Pesawat jet juga mengeluarkan banyak zat pencemar ke atmosfer. Anda mungkin melihat jalur panjang asap hitam di belakang pesawat jet yang sedang menanjak naik. Asap tersebut mengandung berbagai zat karbon dioksida yang mencemari udara. Banyak zat pencemar dari pesawat udara sama dengan zat pencemar yang dikeluarkan oleh mobil dan truk.

Buangan dari kereta api dan kapal juga mencemarkan atmosfer. Akan tetapi, transportasi bukanlah satu-satunya sumber pencemaran udara yang serius. Industri dan pusat pembangkit tenaga listrik merupakan penyumbang utama pencemaran udara. Pembakaran di pertanian, kebakaran sisa pertambangan, dan kebakaran hutan juga mengotori atmosfer.
Akibatnya terhadap Kesehatan
Dapatkah pencemaran udara membunuh Anda? Tidak diragukan bahwa sedikit-dikitnya pencemaran udara merupakan faktor penyumbang terhadap kematian yang disebabkan oleh penyakit seperti emfisema dan kanker paru-paru. Bukti juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pencemaran udara dengan kematian kardiovaskuler, bronchitis, dan semua jenis kanker. Angka kematian di antara orang lanjut usia atau orang yang telah menderita penyakit pernafasan jantung meningkat dengan tajamnya selama masa meningkatnya derajat pencemaran udara.....

(Buku Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 4, halm 69 s.d. 70)

Merokok Mengganggu Kesehatan

Kita telah lama menggunakan tembakau, tetapi baru akhir-akhir inilah pengaruh merokok tembakau telah dipelajari secara mendalam. Orang telah lama percaya bahwa tembakau itu tidak merugikan kesehatan dan perokok yang sudah mendarah daging bahkan memandangnya sebagai sesuatu yang dapat memberi ketenangan. Sekarang ada bukti yang sangat kuat bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Merokok mengganggu tenggorokan dan saluran-saluran pernapasan serta kadang-kadang dikaitkan dengan hilangnya nafsu makan, rasa mual, napas pendek, dan ketidakteraturan detak jantung. Namun, yang lebih penting lagi, merokok-terutama merokok sigaret dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan kronis dan seringkali membawa kematian. Banyak sekali bukti statistik yang menunjukkan bahwa perokok mempunyai kemungkinan lebih besar terkena kangker paru-paru, tenggorokan, lidah, dan rahang daripada orang yang tidak merokok. Liereka juga mempunyai kemungkinan yang lebih besar terkena emfisema dan bronkitis-2 dan penyakit pernapasan yang serius lainnya. Bukti itu begitu meyakinkan sehingga di banyak negara diadakan kampanye pendidikan umum yang intensif untuk memperingatkan orang akan bahaya merokok. Di Amerika Serikat, Indonesia dan beberapa negara melakukan kampanye yang meliputi pencantuman pernyataan peringatan pada setiap bungkus rokok, "Kepada Jawatan Kesehatan telah menetapkan bahwa merokok sigaret berbahaya pada kesehatan Anda"

Kandungan Tembakau

Tembakau dapat dirokok, dikunyah, dan dihirup. Nikotin keluar dari tembakau dalam proses itu. Pada daun yang masih asli, nikotin itu terikat pada asam organik dan tetap terikat pada asam itu  bila daun itu dikeringkan perlahan-lahan. Di samping nikotin, asap rokok mengandung senyawa piridin, amoniak, karbondioksida, karbon monoksida, asam organik, keton, dan aldehida. Asap rokok juga mengandung getah tembakau (ter), Pada tingkat-tingkat yang berbeda, semua zat tadi bersifat mengganggu membran berlendir yang terdapat pada mulut dan saluran pernapasan.

Kecuali getah tembakau yang terdapat dalam asap tembakau, pengaruh tembakau hampir seluruhnya bergantung pada kadar nikotinnya. Nikotin adalah cairan bening yang menjadi kecokelatan kalau terpanjan pada udara. Ia merasuk ke dalam tubuh dari asap melalui paru-paru. Nikotin juga masuk ke dalam jaringan melalui saluran pencernaan jika ia tercampur air liur selama tembakau itu dirokok, dihirup, atau dikunyah dan kemudian bersama air liur itu ikut tertelan.

Dari 5-15% nikotin yang masuk ke dalam tubuh, keluar lagi bersama air seni tanpa mengalami perubahan. Sisanya diubah di dalam tubuh menjadi senyawa-senyawa sederhana, atau menjadi senyawa-senyawa yang ada kaitannya dengan nikotin, dan mungkin sekali kemudian mengalami dekomposisi di dalam hati. Jika kita menghirup asap rokok dalam-dalam, jumlah nikotin yang terisap dan kemudian dikeluarkan bersama air seni meningkat dengan cara itu.

Efek Nikotin

Nikotin masuk ke dalam tubuh melalui mulut, yaitu dengan jalan seseorang merokok, atau dengan disuntikkan, efeknya terhadap otak dan urat saraf tulang belakang. Dosisi kecil mempunyai efek merangsang pada berbagai pusat yang terdapat di daerah medulla oblongata di otak. Dosis nikotin itu mempengaruhi pusat pernafasan di daerah ini melalui aksi refleks. Artinya, nikotin itu mempengaruhi proses-proses ini yang pada gilirannya mempengaruhi pusat pernapasan di otak itu. Nikotin secara langsung mempengaruhi pusat-pusat yang lain, kemudian memperlambat pacu jantung, menyempit arteri, dan menyebabkan muntah-muntah. Dosis kecil biasa membawa pengaruh yang sedikit menenangkan dan menentramkan pada pusat-pusat otak paling atas.

Dosis besar menekan pusat-pusat medulla. Keadalan ini selalu berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Nikotin yang terdapat dalam asap tembakau tidak mungkin menyebabkan tekanan seperti itu. Untuk menimbulkan tekanan itu, nikotin harus dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara lain-misalnya, karena terisap lewat kulit atau dengan suntikan. Apabila dalam hal demikian terjadi kematian, kematian itu bukanlah akibat kelumpuhan jantung melainkan akibat pernapasan yang tersumbat. Jelasnya, hal itu disebabkan oleh lumpuhnya ujung-ujung saraf yang terdapat pada otot-otot pernapasan.

Nikotin mengganggu pembuatan air seni dengan mempengaruhi kelenjar hipofisa. Nikotin menyebabkan kelenjar ini mengeluarkan hormon antidiuretik, yang menghalangi aliran air seni. Bila seseorang minum banyak air dan mendapat suntikan nikotin, ia akan menahan banyak cairan itu selama waktu tertentu. Efek yang sama mungkin akan timbul dengan merokok 1 atau 2 cerutu keras.

Nikotin mempengaruhi berbagai ganglia (atau "stasiun penyambung") saraf yang membentuk sistem saraf yang otonom itu. Saraf-saraf ini menyebabkan terjadinya aksi yang mandiri lepas dari kehendak kita. Ada 2 perangkat saraf dalam sistem itu simpatetik yang menghasilkan efeketek yang saling berlawanan. Saraf simpatetik pada umumnya merangsang aktivitas tubuh, sedangkan saraf parasimpatetik menghalanginya. Kadang-kadang peranan saraf-saraf itu terbalik.

Ganglia kedua perangkat saraf otonom yang menuju jantung dirangsang oleh nikotin. Biasanya kecepatan detak jantung mula-mula turun dan kemudian naik. Di bawah pengaruh nikotin tekanan darah naik. Kadang-kadang tekanannya mula-mula turun dan kemudian naik. Nikotin menyebabkan kurangnya darah yang beredar di dalam kulit. Menurunnya suhu kulit dapat dilihat dengan jelas.

Toksisitas

Dalam dosis yang besar, nikotin menekan semua stasiun penyambung saraf simpatetik dan parasimatetik. Dalam hal ini,  nikotin berfungsi seperti obat yang dipakai untuk menurunkan tekanan darah. Garis batas keamanan di antara dosis nikotin yang bersifat depresan dan dosis yang menyebabkan kematian itu sangat sempit. Inilah alasannya mengapa nikotin tidak dipakai dokter untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Kasus keracunan nikotin yang fatal tidak jarang terjadi apabila infusi tembakau, yang berisi nikotin itu, dipakai sebagai insektisida. Hal ini adalah karena nikotin dapat diisap secara efektif melalui kulit. Pada waktu terjadi keracunan nikotin, air liur banyak sekali dikeluarkan. Keringat dingin keluar clan rasa muak timbul.Tekanan darah naik. Detak jantung lambat clan tidak teratur. Menjelang akhir, tekanan darah turun dengan cepat. Denyut nadi menjadi lemah. Otot-otot mengejang clan bergetar. Getaran otot itu sering berubah menjadi sawan. Pernapasan menjadi semakin sukar. Bila napas terhenti, penderitaannya akan meninggal. 

Keracunan nikotin itu sukar sekali diobati. Tidak ada antidot khusus untuk melawan efeknya, terutama efek depresannya. Bergetarnya urat karena nikotin dapat dihentikan dengan menggunakan obat tertentu. Pada kasus yang ekstrem, nyawa penderita mungkin dapat ditolong dengan pernapasan buatan atau dengan perlahan-lahan menyuntikan melalui pembuluh darahnya obat yang dapat menaikkan tekanan darah.

Beberapa orang sebagian kecil pemakai tembakau sangat sensitif terhadap nikotin, bahkan dalam jumlah yang relatif kecil yang terdapat dalam asap tembakau. Hak ini terutama terjadi pada orang yang menderita kelainan pada sirkulasi darah. Misalnya, merokok memperburuk gejala-gejala penyakit Buerger, yaitu penyakit yang menyebabkan saluran-saluran darah di dalam anggota bahan menjadi sempit clan sakit. Pengaruh merokok, dalam hal ini, adalah bahwa saluran-saluran darah itu makin menyempit. Penderita penyakit Buerger biasanya adalah perokok kronis. Kalau mereka berhenti merokok, keadaan mereka akan membaik. Kalau mereka tidak berhenti merokok, sirkulasi yang buruk dapat menyebabkan kematian jaringan. Kelemayuh dapat masuk dan bagian tubuh yang terkena mungkin harus dipotong....


Karya: Henry Lansford

CAMPUR ADUK

MAINE PYAAR KYUN KIYA?

Malam hari. Bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di channel TVRI World, ya seperti biasa sih Budi d...

CAMPUR ADUK