CAMPUR ADUK

Friday, August 13, 2021

GOSIP SAJA!

Selesai mengerjakan kerjaan, ya Kasino keluar dari kamarnya.

"Nonton Tv apa main gitar, ya menyanyi gitu?" kata Kasino berpikir dengan baik.

Sampai di ruang tengah.

"Kayanya lebih baik aku main gitar dan bernyanyi saja, ya menghibur diri gitu!" kata Kasino.

Kasino bergerak ke ruang tamu. Duduk Kasino di sofa, ya mengambil gitar di meja dan segera menyanyikan lagu dangdut yang berjudul Bidadari Cinta. Indro selesai mengerjakan kerjaannya, ya ke ruang tamu untuk main gitar gitu.

Lirik lagu yang dinyanyikan Kasino :

Bersyukur kepada Allah
'Ku telah dipertemukan
Kekasih baik hati sepertimu
Apa pun adanya engkau
Kurela dan menerima
Segenap jiwa ragaku untukmu
Sampai ajal menjemputku
'Ku selalu mencintamu
Menyayangmu
Engkau tulang rusukku
Hingga di syurga-Nya Allah
Kuingin bersamamu
Dan menjadi bidadari cintamu
Apa pun adanya engkau
Kurela dan menerima
Segenap jiwa ragaku untukmu
Sampai ajal menjemputku
'Ku selalu mencintamu
Menyayangmu
Engkau tulang rusukku
Hingga di syurga-Nya Allah
Kuingin bersamamu
Dan menjadi bidadari cintamu
Sampai ajal menjemputku
'Ku selalu mencintamu
Menyayangmu
Engkau tulang rusukku
Hingga di syurga-Nya Allah
Kuingin bersamamu
Dan menjadi bidadari cintamu
Dan menjadi bidadari cintaku
Dan menjadi bidadari cintamu

***

Kasino selesai menyanyikan lagunya dan main gitarnya. Indro, ya duduk di sofa dan berkata "Bagus Kasino menyanyinya."

"Terima kasih atas pujiannya. Tapi masih banyak yang lebih baik dari aku, menyanyi gitu. Contohnya : artis dan para peserta dalam perlombaan menyanyi gitu," kata Kasino.

"Aku mengerti omongan Kasino," kata Indro.

"Indro mau main gitar dan juga menyanyi?" tanya Kasino.

"Ya mau sih. Tapi. Nanti dulu. Kenapa Kasino menyanyikan lagu Bidadari Cinta. Apa ada kaitan dengan artis Selfi yang menyanyikan dengan peserta LIDA yang ganteng dan keren gitu?" kata Indro.

"Kebiasaan Indro. Selalu di kaitkan dengan artis Selfi. Sekedar menyanyi saja!" kata Kasino.

"Ya artis Selfi itu cantik. Kalau di idamkan bagaikan Bidadari kan tidak masalah," kata Indro.

"Memang artis Selfi itu cantik. Siapa sih yang tidak mau bersama dengannya?!" kata Kasino yang mengikuti maunya Indro dalam pola pembicaraan gitu.

"Kasino mulai kelain hati. Gimana dengan kekasih hati Kasino?!" kata Indro.

"Jadi obrolannya menjebak toh!" kata Kasino dengan tegas.

"Sekedar orbrolan saja. Lagian ke kasih hati Kasino kan tidak tahu. Urusan cowok gitu!" kata Indro.

"Sudahlah Indro tidak perlu di perpanjang omongan itu. Bisa jadi gosip ini dan itu!" kata Kasino.

"Gosip itu menariklah. Obrolan di Tv, ya banyak gosip ini dan itu," kata Indro.

"Lama-lama kaya cewek. Ngobrolin gosip," kata Kasino.

"Ok. Tidak gosip lagi. Sini gitarnya!" kata Indro.

"Nie...gitarnya," kata Kasino memberikan gitar ke Indro.

Indro mengambil gitar dan segera memainkan gitar dengan baik dan menyanyikan lagu dengan judul Arjun. Kasino ikut bernyanyi juga sih.

Lirik yang dinyanyikan Indro dan Kasino :

Mengapa dalam perjalanan cintaku
Selalu ada yang merintangi
Pada diriku yang hina
Takkan lagi ada satu
Runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Oo manis, biarkanlah aku
Aku ini orang kecil
Harus hitung-hitung kecil
Pagi sore aku selalu menimbang diri
Memang tak pantas bersanding denganmu
Kucinta padamu kasih
Pria idaman kucari
Jangan pergi tinggalkanku sendiri
Sekuat apa pun tulang di punggungmu
Tak mungkin mampu membuntutiku
Kita tak berdaya walau saling cinta
Berpisah itu jalan yang utama
Jubah hitam ini tongkat panjang ini
Menjadi teman sependeritaanku
Kerudungmu yang cantik bersulam bermanik
Tak mungkin bersatu dalam koperku
Hai lelaki pengembara
Biarkan kuikut serta
Mati pun aku rela bagai Rama dan Shinta
Seiya dan sekata
Takkan lagi ada satu
Runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Sekuat apa pun tulang di punggungmu
Tak mungkin mampu membuntutiku
Kita tak berdaya walau saling cinta
Berpisah itu jalan yang utama

*** 

Indro selesai menyanyikan lagu dan main gitarnya, ya Kasino berhenti menyanyi juga.

"Indro kenapa menyanyikan lagu Arjun?" tanya Kasino.

"Pinginnya menyanyikan lagu Arjun!" kata Indro yang tegas.

"Ooooo begitu. Atau ada kaitannya dengan peserta LIDA yang menyanyikan lagu Arjun bersama artis yang nama terkenalnya Rara, ya nama aslinya Tiara Rahmadani?!" kata Kasino.

"Kasino. Cuma sekedar menyanyi saja!" kata Indro yang tegas.

"Ok aku paham. Padahal artis Rara itu pesona kecantikan luar biasa," kata Kasino.

"Kalau cowok menilai cewek sih, ya hal biasa sih. Pesona kecantikan artis Rara itu luar biasa," kata Indro.

"Ada yang marah apa enggak ya?!" kata Kasino.

"Ceritanya kan artis Rara, ya dekat dengan artis Gunawan gitu. Pasti marah gitu. Ada yang suka sama artis Rara, ya bisa di bilang artis Gunawan cemburu gitu," kata Indro mengikuti permainan Kasino.

"Hal seperti itu bisa terjadi sih. Cemburu tanda cinta gitu!" kata Indro.

"Gosip yang seru!" kata Kasino.

"Kaya acara Tv yang ngomongin urusan cinta para artis yang ini dan itu. Antara benar atau tidak. Seru sih!" kata Indro.

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh. Aku mau nonton Tv saja!" kata Kasino.

"Ok. Aku juga ingin main game di Hp-ku!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di meja dan segera main game di Hp-nya dengan baik. Kasino ke ruang tengah. Dono selesai urusan kerjaannya, ya ke ruang tengah dan telah menghidupkan Tv dengan baik. Kasino duduk si sebelah Dono. Keduanya menonton acara Tv yang bagus gitu, ya berita seputar ini dan itu. 

Thursday, August 12, 2021

BERNYANYI

Malam hari. Indro duduk di halaman belakang, ya sambil main gitar dan menyanyikan lagu dengan judul Kopi Dangdut.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro : 

Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana
Sayup kudengar melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Irama kopi dangdut yang ceria
Menyengat hati menjadi gairah
Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Dag-dig-dug, detak jantungku
Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku
Dag-dug-dug-dig-dug, detak jantungku
Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku
Na-na-na, mengapa kamu da-datang lagi menggodaku
Dulu hatiku membeku bagaikan segumpal salju
Ku tak mau peduli biar hitam, biar putih
Melangkah berhati-hati, asal jangan nyebur ke kali
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Irama kopi dangdut yang ceria
Menyengat hati menjadi gairah
Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu
Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana
Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

***

Indro selesai menyanyikan lagu Kopi Dangdut dan juga main gitar. Dono selesai urusan kerjaanya, ya ke halaman belakang. 

"Indro bagus menyanyi lagu Dangdut," kata Pujian Dono.

Dono duduk sih dengan baik.

"Ah...Don biasa aku menyanyi lagu Dangdut. Masih banyak yang lebih baik dari aku," kata Indro.

"Aku paham omongan mu Indro. Memang banyak yang pinter menyanyi lagu dangdut. Contohnya : artis yang mempopulerkan lagu yang Indro nyanyikan itu," kata Dono.

"Generasi muda mudi yang ikut lomba menyanyi, ya pada akhirnya menunjukkan kualitas dan kuantitas diri mereka menjadi sosok bintang luar biasa yang pantas di puja penggemarnya," kata Indro.

"Tujuannya tetaplah sama. Perubahan ekonomi keluarga. Kaya dan terkenal," kata Dono.

"Mengejar kelayakan hidup. Ya jauh dari kemiskinan. Miskin kan menderita kekurangan ini dan itu," kata Indro.

"Acara di Tv itu kebanyakkan menggerakkan sektor ekonomi dengan baik," kata Dono.

"Kenyataannya memang begitu sih Don. Acara Tv menggerakkan sektor ekonomi dengan baik!" kata Indro yang menegaskan omongan Dono.

"Indro aku pinjam gitarnya. Aku ingin menyanyikan lagu yang aku sukai!" kata Dono.

"Nei Don!" kata Indro menyerahkan gitar pada Dono.

Dono mengambil gitar dan segera memainkan gitar dengan baik dan menyanyikan lagu yang berjudul Lebih Baik Sakit Gigi. Indro ikut menyanyi juga dengan baik. 

Lirik lagu yang di nyannyikan Dono :

Putus lagi cintaku
Putus lagi jalinan kasih sayangku dengannya
Cuma karena rupiah
Lalu engkau berpaling muka
Tak mau menatap lagi
Kecewa kecewa hatiku
Terluka karena cinta
Kalau terbakar api
Kalau tertusuk duri mungkin
Masih dapat kutahan
Tapi ini sakit lebih sakit
Kecewa karena cinta
Jangankan diriku
Semut pun 'kan marah
Bila terlalu sakit begini
Daripada sakit hati
Lebih baik sakit gigi ini
Biar tak mengapa
Rela rela rela aku relakan
Rela rela rela aku rela
Kalau terbakar api
Kalau tertusuk duri mungkin
Masih dapat kutahan
Tapi ini sakit lebih sakit
Kecewa karena cinta
Jangankan diriku
Semut pun kan marah
Bila terlalu sakit begini
Daripada sakit hati
Lebih baik sakit gigi ini
Biar tak mengapa
Rela rela rela aku relakan
Rela rela rela aku rela
Kalau terbakar api
Kalau tertusuk duri mungkin
Masih dapat kutahan
Tapi ini sakit lebih sakit
Kecewa karena cinta
Kecewa karena cinta
Kecewa, karena cinta

***

Sampai lagu selesai di nyannyikan Dono, ya gitar berhenti di mainkan. Indro juga berhenti menyanyi.

"Kita ini generasi yang mengikuti perubahan zaman dengan baik ya kan Don?" kata Indro.

"Bisa di bilang begitu sih," kata Dono.

"Don aku ingin tanya sesuatu," kata Indro.

"Tentang apa?" kata Dono.

"Tentang Roh," kata Indro.

"Indro. Roh lagi Roh lagi," kata Dono.

"Sekedar saja sih Don. Obrolan saja!" kata Indro.

"Ok," kata Dono.

"Roh itu pinter bernyanyi apa enggak?" tanya Indro.

"Roh pinter bernyanyi sama seperti manusia yang pinter bernyanyi. Roh juga pinter membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Merdu pokoknya!" kata Dono.

"Roh pinter bernyanyi dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Kenapa aku tidak bisa mendengarkan suara Roh sama dengan manusia lain. Kecuali Dono bisa mendengarkannya!" kata Indro.

"Masih aja Indro. Ingin mendengarkan suara Roh. Nanti juga bisa mendengarkan Roh!" kata Dono.

"Jadi aku bisa mendengarkan suara Roh Don. Kapan Don?!" kata Indro yang antusias banget.

"Ketika Indro di ambang kematian. Di tanya sama Roh amal baik dan buruknya dengan baik," kata Dono dengan tegas.

"Kalau itu mah, ya tidak perlu di omongin Don. Aku ingin umur panjang. Masih ingin menikmati hidup," kata Indro.

"Indro sendiri yang bertanya tentang Roh pada aku. Ya aku jawab dengan sebenarnya," kata Dono.

"Ya sudahlah Don tidak perlu di bahas lebih jauh. Lebih baik kita nonton Tv!" kata Indro.

"Ok nonton Tv!" kata Dono.

Dono dan Indro beranjak dari duduknya di halaman belakang, ya masuk ke dalam rumah. Kasino di ruang tengah, ya sedang asik nonton Tv yang acara lomba menyanyi yang populer gitu. Dono menaruh gitar di meja makan. Indro dan Dono ke ruang tengah, ya duduk bersama Kasino menonton Tv yang acaranya bagus banget gitu.

"Apa pendapat Dono dan Kasino dengan penampilan bintang malam ini di perlombaan menyanyi?" tanya Indro.

"Menurut ku bagus sih," kata Dono.

"Aku juga sama pendapatnya dengan Dono. Ya bagus sih!" kata Kasino.

"Memang bagus. Bintang cowoknya ganteng dan keren banget, ya bisa menggoda peserta cewek yang cantik. Apa mungkin jadi jatuh hati ya?" kata Indro.

"Kemungkinan itu ada," kata Dono.

"Omongan Dono benar. Kemungkinan itu ada," kata Kasino menegaskan omongan Dono.

"Kemungkinan ada sih," kata Indro.

Indro, Kasino dan Dono terus menonton acara Tv yang bagus itu, ya menghibur banget gitu.

ASAL MULA BAHASA JEPANG

Heru selesai bermain dengan teman-temannya di lapangan. Heru duduk santai di ruang tengah di rumahnya lah. 

"Baca buku ah!" kata Heru.

Heru mengambil buku di meja, ya buku yang ia pinjam dari perpustakaan sih. Heru membuka buku dan di baca dengan baik buku cerita yang asalnya dari Jepang, ya tertulis dengan baik di buku sih.

Isi buku yang di baca Heru :

Konon dahulu kala sebelum alam semesta ini tercipta, tinggallah para dewa dan dewi di kahyangan Takamanohara. Di kahyangan inilah lahir semua dewa dan dewi. Mereka hidup damai, bersenang-senang dengan segala kemewahan yang ada. Dewa pencipta Kunitokotachi dan Amenominakanushi merasa ada yang kurang dalam tatanan alam semesta. Keindahan alam semesta ini belumlah sempurna tanpa adanya bumi yang bisa dihuni oleh manusia. Maka diciptakanlah sepasang dewa-dewi terakhir kakak beradik yang bernama Izanagi dan Izanami.  Kedua dewa-dewi kakak beradik itu pun  mendapat tugas suci untuk menciptakan bumi dan menurunkan keturunannya disana.

“Turunlah kalian berdua ke Yomitsu kuni  (dunia bawah)! Ciptakanlah bumi yang bisa dihuni oleh manusia dan makhluk hidup lainnya, dan sebarkanlah keturunanmu disana!” perintah dewa  Kunitokotachi.

“Dan, ini kuberikan tombak surga bertahtakan intan berlian yang bernama Ame no nuboko, yang akan membantu kalian mewujudkan semua itu,” kata dewa Amenominakanushi.

“Baik, Yang Mulia. Hamba laksanakan perintah paduka,” jawab Izanagi dan Izanami bersamaan.

Lalu  dewa Izanagi dan dewi Izanami pun turun dari kahyangan. Mereka menaiki tangga langit yang bernama Ame no ukihashi yang menghubungkan negeri kahyangan dengan dunia bawah. Mereka melayang-layang di angkasa mencari letak bumi yang akan menjadi tempat tinggal mereka kelak. Setelah beberapa lama mencari kesana-sini  kian kemari, mereka melihat ke bawah ada sebuah rawa lumpur yang sangat luas. Izanagi pun mencelupkan tombak yang dibawanya ke dalam rawa lumpur itu. Lalu mengaduk-aduknya  dengan cepat. Ketika tombak diangkat ke atas, dari ujung mata tombak itu jatuhlah tetesan-tetesan air rawa. Tetesan air rawa tersebut  lama kelamaan menjadi gumpalan yang mengeras, maka jadilah bumi. Dan, dari tetesan terakhirnya jadilah sebuah pulau pertama yang bernama Onogoroshima.

Izanagi dan Izanami lalu turun ke bumi dan mendarat di pulau Onogoroshima. Mereka lalu mendirikan  sebuah pilar langit yang diberinama Ame no mihashira dan membangun sebuah istana di dekatnya sebagai tempat tinggal mereka yang diberi nama Yahiro dono.

Mereka lalu melangsungkan pernikahan setelah terlebih dahulu harus mengelilingi pulau tersebut dengan arah yang berlawanan, dan di tempat mereka bertemu itu nanti akan menjadi tempat mereka melangsungkan upacara pernikahan. Izanagi pun berjalan berputar ke arah kiri dan Izanami berputar ke arah kanan. Setelah beberapa waktu lamanya berjalan mengelilingi pulau dengan mengambil arah yang berlawanan, akhirnya mereka pun bertemu juga. Lalu berkatalah Izanami,”Oh, alangkah tampannya kakakku ini.”

“Oh, alangkah cantiknya adikku ini,” jawab Izanagi.

Maka resmilah mereka berdua menjadi suami istri. Setelah itu Izanami beberapa kali hamil namun selalu keguguran.  Dan pada kehamilan berikutnya Izanami pun berhasil melahirkan dua orang anak yang diberi nama Hiruko dan Awashima. Namun kedua anak tersebut tidak diakui sebagai dewa karena terlahir dalam keadaan cacat. Karena malu, akhirnya Hiruko dan Awashima ditaruh dalam sebuah perahu dan dihanyutkan ke laut.

Lalu Izanagi dan Izanami naik ke lagi kekahyangan mengadukan peristiwa yang mereka alami kepada Kunitokotachi dan Amenominakanushi. Mereka pun menceritakan secara berurutan semua yang mereka lakukan ketika pertama kali tiba di bumi dan melangsungkan pernikahan di waktu itu. Akhirnya diketahuilah penyebab semua itu. Hal itu dikarenakan Izanami melakukan kesalahan sewaktu melangsungkan upacara pernikahan. Seharusnya ketika mereka bertemu setelah mengelilingi pulau maka yang harus menyapa terlebih dahulu adalah sang kakak sebagai suami, baru dijawab oleh sang adik sebagai istri. Maka mereka pun diharuskan melakukan pernikahan ulang.

Izanagi dan Izanami turun lagi ke bumi. Mereka pun mengelilingi pulau Onogoroshima dengan mengambil arah yang berlawanan. Setelah mereka bertemu kembali, menyapalah Izanagi,”Oh, alangkah cantiknya adikku ini.”

“Oh, alangkah tampannya kakakku ini,” jawab Izanami.

Maka resmilah mereka menjadi suami istri. Dari pernikahan ini lahirlah delapan buah pulau besar yang dikenal dengan nama Oyashima yaitu pulau Awaji, Iyo, Ogi, Tsukusi, Iki, Tsushima, Sado dan Yamato. Beberapa waktu berikutnya Izanami masih  melahirkan beberapa pulau dan juga dewa-dewa. Namun ketika Izanami melahirkan Kagu-tsuchi si dewa api, Izanami mati karena terbakar.

Izanagi merasa sangat sedih ditinggal mati istri yang sangat dicintainya itu. Dia sangat marah kepada Kagu-tsuci yang menyebabkan kematian Izanami. Lalu dia menghunus pedang langit miliknya yang bernama Ame no Ohabari, dengan secepat kilat Izanagi menebas kepala Kagu-tsuchi dan memotong-motong tubuhnya menjadi delapan bagian. Delapan bagian tubuh Kagu-tsuki itu lalu berubah menjadi delapan gunung berapi yang ada di Jepang. Darah yang menetes dari pedang Izanagi pun melahirkan beberapa dewa diantaranya  Watatsumi si dewa laut dan Kuraokami si dewa hujan. Kelahiran Kagu-tsuchi merupakan akhir dari proses penciptaan dunia sekaligus merupakan awal dari adanya kematian.

Izanami dimakamkan di gunung Hiba. Izanagi setiap hari terus-menerus meratapi kepergian istrinya. Karena tak sanggup hidup di dunia seorang diri dan tak tahan menanggung kesedihan yang begitu mendalam akhirnya Izanagi memutuskan untuk menyusul Izanami di negeri kematian (Yomi). Setelah menempuh perjalanan yang sulit dan melelahkan, akhirnya sampailah Izanagi di depan pintu goa negeri kematian. Izanagi langsung masuk dan mencari Izanami. Namun Izanagi hanya bisa bertemu dengan bayangan  hitam Izanami. Meskipun begitu Izanagi terus merayu Izanami agar mau diajak pulang ke dunia.

“Istriku, ayolah ikut aku pulang ke dunia sekarang!” pinta Izanagi.

“Maafkan aku, suamiku. Aku tidak bisa pulang lagi ke dunia karena semuanya sudah terlambat,” jawab Izanami,”Aku sudah terlanjur makan makanan negeri kematian ini. Siapa pun yang sudah makan makanan negeri kematian ini, maka dia tak akan pernah bisa keluar dari tempat ini. Sekarang jasadku sudah menyatu dengan tanah negeri kematian ini.”

“Ini tidak mungkin, Izanami. Ayolah pulang ke dunia bersamaku!” pinta Izanagi lagi.

“Baiklah, suamiku. Aku akan menemui dewa kematian terlebih dahulu. Aku akan memohon kepadanya agar diijinkan kembali ke dunia bersamamu. Tolong tunggulah aku di mulut goa sampai diriku menemuimu lagi. Jangan sekali-kali masuk mencariku!”

“Baiklah, istriku,” jawab Izanagi dengan perasaan senang.

Izanagi pun menunggu Izanami di mulut goa negeri kematian. Hari demi hari berlalu, musim demi musim pun silih berganti, bilangan tahun pun terus bertambah, namun tak kunjung muncul juga sang istri tercinta untuk datang kembali menemuinya. Dan, kesabaran Izanagi pun habis sudah. Izanagi pun memutuskan masuk ke dalam negeri kematian mencari istri tercintanya. Dia lalu membakar sebuah bulu untuk menerangi ruangan. Namun betapa terkejutnya  Izanagi ketika dijumpainya jasad istrinya yang dulu cantik dan anggun sudah rusak membusuk. Izanagi menjerit-jerit ketakutan teramat sangat dan segera melarikan diri kembali pulang ke dunia. Mendengar jeritan Izanagi, Izanami pun terbangun dari tidurnya. Dia merasa sangat marah dan malu atas kelakuan suaminya yang tidak sabar menunggu.

“Izanagi... Jangan lari! Kau telah menghancurkan meditasiku! Kenapa kau tak sabar menunggu?” teriak Izanami,”Izanagi, kau harus mempertanggung jawabkan ulahmu ini! Karena ulah cerobohmu itu, sekarang aku harus jadi penghuni negeri kematian selamanya. Izanagi... Jangan lari! ”

Namun Izanagi yang ketakutan tidak menggubris teriakan Izanami. Dia terus berlari sekencang-kencangnya meninggalkan negeri kematian. Izanami semakin marah melihat Izanagi yang terus melarikan diri. Izanami pun memerintahkan Yomotsu Shikome (setan-setan penghuni negeri kematian yang berupa jasad perempuan yang sudah membusuk) untuk mengejar dan menangkap Izanagi.

Terjadilah kejar-kejaran antara Izanagi dan Izanami. Di sepanjang perjalanan menuju ke dunia banyak tumbuh pohon buah persik yang berbuah lebat. Izanagi menebas dahan buah-buahan yang lebat tersebut dengan pedangnya, maka berjatuhanlah buahnya dan segera dimakan oleh para penghuni negeri kematian yang mengejarnya. Izanagi terus berlari, namun begitu dilihatnya para penghuni negeri kematian sudah semakin dekat mengejarnya, maka dia pun menebas dahan buah yang lebat di dekatnya lagi. Begitu seterusnya hingga Izanagi berhasil mencapai pintu dunia.

Setelah masuk ke pintu dunia, Izanagi segera menutup dan menyegel yomotsuhirasaka, pintu yang menuju negeri kematian itu dengan sebuah batu yang sangat besar hingga para penghuni negeri kematian tidak bisa masuk ke dunia. Izanami menjadi sangat marah melihat pintu masuk ke dunia sudah tertutup. Dia pun mengutuk Izanagi,”Izanagi! Aku bersumpah mulai hari ini aku akan membunuh 1000 orang keturunanmu setiap hari!”

Izanagi pun menjawab,”Baiklah, aku terima kutukanmu itu karena memang dirikulah yang bersalah. Dan mulai hari ini juga aku bersumpah akan melahirkan 1500 orang setiap harinya.”

Dan mulai saat itulah di dunia selalu terjadi kematian dan kelahiran di setiap harinya. Izanagi merasa sangat bersalah dan berdosa besar kepada istrinya. Dia merasa telah menjadi makhluk yang  kotor dan ternoda. Dia pun bermaksud  membersihkan kotoran dan noda-noda tersebut dengan mandi di sungai. Dari setiap gerakan Izanagi melahirkan satu orang dewa. 

Ketika membersihkan mata kiri lahirlah AmaterasuOmikami si dewa matahari sebagai penguasa kahyangan Takamagahara, ketika membersihkan mata kanan lahirlah Tsukuyomi si dewi bulan sebagai penguasa malam, dan ketika membersihkan hidung lahirlah Susanoo si dewa lautan dan badai. Lalu masing-masing menjadi penguasa siang, malam dan samudera. Ketiga dewa ini dikenal dengan nama Mihashira no Uzu no Miko. Mereka diperintah Izanagi untuk menguasai dunia. Di antara ketiga dewa itu Amaterasu menempati posisi paling tinggi, karena itu Izanagi memberikan kalung sakti miliknya pada Amaterasu. Namun si bungsu Susanoo menolak perintah ayahnya untuk menjadi penguasa samudera. Dia ingin tinggal di Yomi (negeri kematian) bersama ibunya ‘Izanami’. Susanoo sangat merindukan sang ibu.

“Ayahanda, aku tidak menginginkan kekuasaan. Hanya satu yang kuinginkan yaitu bertemu dengan ibu. Karena itu aku akan menyusul ibu ke yomi,” kata Susanoo.

“Itu tidak mungkin Susanoo. Kau tidak boleh pergi kesana!” kata Izanagi.

“Tapi aku sangat merindukan ibu. Aku ingin bertemu ibu!” kata Susanoo lagi.

Susanoo pun menangis sejadi-jadinya hingga menimbulkan huru-hara di bumi. Kilat menyambar-nyambar, angin badai dan puting beliung bergemuruh menghempas segala yang ada, ombak lautan bergejolak menimbulkan gelombang tsunami meluluh lantakkan bumi. Tanpa sepengetahuan Izanagi, Susanoo segera bersiap-siap untuk menyusul ibunya ke negeri kematian. Dia berniat mampir ke istana kakaknya si Amaterasu terlebih dahulu untuk berpamitan. Amaterasu sudah mendengar kekacauan di bumi akibat ulah si Susanoo. Begitu mengetahui kedatangan Susanoo ke istananya, Amaterasu mengira Susanoo akan membuat kekacauan di kahyangan dan merebut Takamagahara  darinya. Oleh karena itu Amaterasu pun menghadang Susanoo di tengah jalan.

“Hentikan langkahmu, Susanoo!” kata Ameterasu.

“Oh, kakak! Kebetulan sekali kau ada disini. Aku ingin mengunjungi istanamu,” kata Susanoo.

“Tidak boleh! Aku tahu apa yang telah kau lakukan di bumi. Dan sekarang kau pasti ingin membuat kekacauan di kahyangan dan merebut singgasanaku.”

“Singgasanamu?” kata Susanoo,”Buat apa singgasana? Aku tidak butuh! Aku datang kesini bukan untuk merebut kekuasaanmu, aku cuma ingin mampir berpamitan sebelum melanjutkan perjalanan ke Yomi untuk bertemu ibu.”

“Aku tidak percaya! Aku tahu, kau menolak dijadikan penguasa samudera oleh ayahanda, karena sebenarnya kau ingin menjadi penguasa Takamagahara, kan?”

“Sungguh, aku tak pernah mempunyai maksud demikian,” sanggah Susanoo,”Baiklah, sekarang apa yang kakak inginkan agar kakak percaya dengan apa yang kukatakan tadi?”

“Hmm... Baiklah, sekarang kita adu kesaktian. Barang siapa yang bisa menciptakan dewa-dewi paling banyak berarti dia yang menang. Bila kau berhasil mencipta dewa-dewi lebih banyak berarti semua yang kau katakan tadi adalah benar. Bagaimana?”

“Baiklah, aku terima tantanganmu,” jawab Susanoo.

Kedua kakak beradik itu pun beradu kekuatan dan kesaktian. Amaterasu berhasil merebut pedang Susanoo. Lalu mematahkannya menjadi tiga bagian, kemudian menelannya dan ketika dikeluarkan lagi patahan pedang tadi telah berubah wujud menjadi tiga orang dewi yang cantik-cantik. Namun kiranya Susanoo juga berhasil merebut kalung sakti Amaterasu. Dia melebur kalung sakti itu, lalu muncul lima orang dewa dari leburan kalung itu.

“Hahahaaa... Akulah pemenangnya! Akulah pemenangnya!” teriak Susanoo sambil tertawa terbahak-bahak.

“Tidak bisa!” sanggah Amaterasu.

“Kakak, bukankah kau menyaksikan sendiri? Akulah yang telah berhasil mencipta lebih banyak dewa?”

“Tapi kalung itu adalah milikku! Kelima dewa itu terlahir dari kalungku, jadi pemenangnya adalah aku!” Amaterasu mendebat  tak mau kalah.

“Tidak bisa! Akulah pemenangnya!” debat  Susanoo lagi.

“Tidak bisa! Akulah pemenangnya! Semua dewa-dewi pasti akan mengatakan kalau akulah pemenangnya, karena kalung itu adalah milikku. Sudahlah Susanoo, kau sudah kalah! Kembali saja kamu ke bumi!” kata Amaterasu, lalu bergegasmasuk ke dalam istananya meninggalkan Susanoo.

Karena tidak terima Susanoo kemudian mengejar kakaknya,  menyusul masuk ke dalam istana Amaterasu. Dia mengamuk mengobrak-abrik seluruh isi istana. Membuat kekacauan yang tiada taranya. Mencari Amaterasu yang menurutnya sudah mengingkari janjinya. Melihat Susanoo yang mengamuk membabi buta, akhirnya Amaterasu menjadi ketakutan, lalu melarikan diri dan bersembunyi di dalam goa Amano Iwato. Dia segera menutup rapat-rapat  pintu goa itu dengan sebuah batu besar. Menghilangnya Amaterasu membuat seisi dunia menjadi geger. Terjadi gerhana matahari! Dunia tiba-tiba gelap gulita, dunia menjadi kacau balau dicekam kengerian yang tiada taranya. Roh-roh jahat pun keluar dari negeri kegelapan. Bergentayangan mencari mangsa, menebarkan pagebluk dan malapetaka. Berbagai penyakit merajalela hingga orang-orang pun banyak yang mati sia-sia.

Semua dewa-dewi di kahyangan menjadi bingung tidak tahu harus berbuat apa. Sudah berkali-kali mereka berusaha merayu dan membujuk Amaterasu untuk keluar goa agar dunia menjadi terang kembali. Namun Amaterasu tetap tidak mau keluar goa. Maka bersidanglah semua dewa-dewi di kahyangan untuk mencari cara memancing Amaterasu agar mau keluar dari dalam goa hingga kekacauan di dunia bisa diatasi dan kembali tenteram seperti sediakala. Akhirnya diputuskanlah untuk membuat panggung gembira di depan goa persembunyian Amaterasu.  Ame no Uzeme si dewi fajar dan keceriaan mendapat tugas untuk menyanyi dan menari di atas panggung gembira tersebut. Dewa-dewi yang lain akan mengiringi dengan berbagai alat musik. Selain itu dipilih juga seorang dewa yang bertubuh tinggi besar dan bertenaga sangat kuat yang diberi tugas untuk mendorong batu yang menutup mulut goa persembunyian Amaterasu.

Pada hari yang sudah ditentukan, mereka pun berpesta ria dengan membuat panggung gembira di depan goa persembunyian Amaterasu. Ame no Uzeme pun segera naik ke atas panggung menyanyikan lagu dengan sangat merdu, dia melenggak-lenggok menari dengan lemah gemulai sambil memegang sebuah cermin di tangan. Semarak iringan musik terdengar bertalu-talu merdu menggugah semangat jiwa orang-orang yang mendengarnya. Sorak-sorai dan canda ria dewa-dewi yang berpesta ria mengusik hati Amaterasu yang murung di dalam goa.

“Hmm... Ada apakah gerangan di luar sana? Kok ramai sekali? Sepertinya ada pesta besar di luar sana,” pikir Amaterasu,”Seharusnya mereka kan bersedih hati karena dunia jadi gelap gulita? Tapi kenapa mereka malah bergembira ria?”

Semarak panggung gembira semakin membahana, sorak sorai para penonton pun semakin gegap gembita. Amaterasu pun semakin terusik keingintahuannya. Dia pun mulai mengintip dengan menggeser sedikit batu yang menutup mulut goa. Dilihatnya ada sebersit pantulan cahaya di depan mulut goa itu. Sementara itu Ame no Uzeme terus menari dan dengan lincahnya memainkan cermin yang dipegangnya. Dipantul-pantulkannya kembali sebersit cahaya yang keluar dari tubuh Amaterasu ke arah mulut goa.

“Hmm... Cahaya apakah itu? Terang sekali? Aku seperti melihat bayangan diriku sendiri?” tanya Amaterasu pada dirinya sendiri.

 Amaterasu merasa semakin penasaran. Tetapi karena belum terlalu jelas, maka dia pun menggeser batu itu lebih lebar lagi. Begitu wajah Amaterasu sudah nongol di mulut goa, dengan sigap seorang dewa tinggi besar yang sedari tadi sudah bersiap-siap di dekat mulut goa dengan sekuat tenaga segera mendorong keluar batu yang menutup mulut goa hingga goa pun terbuka lebar. Dan, muncullah sinar yang terang benderang dari dalam goa. Akhirnya dewa matahari pun keluar  ikut berpesta ria, dan dia juga telah memaafkan kenakalan adiknya Susanoo si dewa samudera. Setelah itu dunia  menjadi terang benderang kembali. Roh-roh jahat lari tunggang langgang kembali ke alam kegelapan karena takut terbakar sinar matahari. Dunia pun kembali tenteram dan damai.

Susanoo pun turun kembali ke bumi. Dia turun di negeri Izumo. Negeri itu sedang diserang seekor monster naga raksasa yang bernama Yamata no Orochi . Sudah banyak penderitaan dan kerusakan yang diderita penduduk akibat amukan monster naga raksasa itu. Susanoo pun berniat membunuh naga raksasa itu. Maka mereka pun terlibat dalam sebuah perkelahian yang sengit. Saling adu kekuatan dan kesaktian. Setelah beberapa waktu lamanya bertarung, akhirnya sang naga raksasa bisa ditakhlukkan oleh Susanoo. Yamata no Orochi tewas bersimbah darah.

Setelah itu Susanoo dinikahkan dengan puteri negeri Izumo yang bernama Kunitsukami. Akhirnya cucu Susanoo yang bernama Ookuninushi (Oonamuchi) mendirikan kerajaan Sukunahikona dan Ashihara no Nakatsukuni (Izumo). Amaterasu menginginkan keturunannyalah yang berkuasa di bumi. Amaterasu menginginkan kerajaan Ashihara no Nakatsukuni harus diperintah oleh Amatsukami (keturunan Amaterasu). Sejumlah kami (dewa-dewi) pun segera diutus turun ke bumi menemui Ookuninushi untuk meminta kerajaan Ashihara no Nakatsukuni.

Ookuninushi bersedia memberikan Asihara no Nakatsukuni dengan syarat setelah kedua anaknya yang bernama Kotoshironushi dan Takeminakata bisa menitis ke Amatsukami. Dia juga minta  dibangunkan sebuah istana yang megah. Istana itu diberi nama Izumo Taisha. Setelah kedua syarat itu terpenuhi, Ookuninushi pun menyerahkan Ashihara no Nakatsukuni kepada Amatsukami. Amaterasu segera mengutus cucunya yang bernama Ninigiuntuk turun ke bumi. Dia pun memerintah di Ashihara no Nakatsukuni. Lalu turun ke negeri Hyuga dan menikah dengan puteri Konohanasakuya. Dari pernikahan itu mereka mempunyai dua orang putera yang bernama Hoori dan Hideri.

Suatu hari ketika Hoori dan Hideri sedang mancing di laut bersama-sama, mata pancing Hideri dihilangkan Hoori sehingga mereka pun bertengkar. Akhirnya Hoori pergi mencari mata pancing itu. Dia pergi ke dasar laut dan tiba di istana Kaijin si dewa laut. Di situ Hoori berhasil menemukan mata pancing Hoderi yang dia cari. Selama tinggal di istana Kaijin, Hoori telah dinikahkan dengan puteri dewa laut. Dari pernikahan ini lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Ugaya Fukiaezu. 

Putra keturunan dari Ugaya Fukiaezu yang bernama Kamuyamato Iwarehiko ingin menguasai kerajaan Yamato. Maka terjadilah pertempuran sengit antara penduduk yang sejak dari dahulu mendiami wilayah Yamato dengan pasukan yang dipimpin oleh Kamuyamato Iwarehiko. Kesaktian Kamuyamato Iwarehiko yang masih keturunan dewa bukanlah lawan tanding penduduk Yamato. Penduduk Yamato pun akhirnya menyerah kalah, takhluk pada kekuasaan Kamuyamato Iwarehiko. Lalu Kamuyamato Iwarehiko dinobatkan menjadi Kaisar Jepang yang pertama dengan gelar Kaisar Jimmu (Jimmu Tenno) di kaki gunung Unebikashihara no Miya.

Ketika diangkat menjadi Kaisar, Kaisar Jimmu dihadiahi dua orang gadis kakak beradik untuk dinikahinya. Sang kakak berwajah buruk rupa sedangkan sang adik berwajah sangat cantik rupawan. Kaisar Jimmu memilih menikahi sang adik yang cantik rupawan, dan mengembalikan sang kakak yang buruk rupa kepada orang tuanya. Lalu datanglah orang tua kakak beradik itu ke istana untuk bertanya kepada Kaisar.

“Kaisar, mengapa baginda hanya memilih si adik, kok bukan kedua-duanya?” tanya si orang tua kepada Kaisar Jimmu,”Saya memberikan hadiah dua orang kakak beradik ini kepada Kaisar bukanlah tanpa suatu maksud.Yah, walaupun anak sulung saya ini buruk rupa tapi dia sangatlah kuat dan kokoh dengan harapan agar kelak kekuasaan Kaisar selalu kokoh tak tergoyahkan. Dan tubuhnya yang tinggi semampai melambangkan umur yang panjang untuk Kaisar. Tetapi maksud yang baik itu telah Kaisar tolak. Kaisar hanya memilih si adik yang cantik rupawan, dan memang kelak Kaisar akan mendapatkan keharuman nama seperti indahnya bunga yang sedang mekar namun itu tidak akan berumur panjang karena ia akan segera layu.”

Sejak saat itulah tidak ada kekuasaan yang kekal abadi di dunia ini. Selalu silih berganti seperti roda cakra kehidupan yang terus berputar. 

***

Heru selesai membaca bukunya dan berkata "Bagus ceritanya." 

Heru menutup bukunya dan di taruh di meja.

"Aku akan memulangkan buku itu ke perpustakaan sekolah, ya besok saat sekolah lah. Agar buku cerita yang bagus itu di baca anak yang lainnya," kata Heru.

Heru pun beranjak dari duduknya di ruang tengah, ya ke dapur untuk membantu ibu yang sedang memasak di dapur sih.

HIDUNG BESAR PANGERAN ANDRE

Sintia selesai bermain dengan adiknya Mimi di ruang tengah. Sintia duduk santai sambil membaca bukunya dengan baik yang ia pinjam di perpustakaan sekolah.

Isi buku yang di baca Sintia :

Dahulu kala, ada seorang penyihir yang berhidung besar. Suatu ketika, penyihir itu bertemu dengan Raja. Raja tertawa melihat hidung penyihir itu. Sungguh, hidung itu tak seperti hidung pada umumnya. Ditertawakan oleh Raja, si penyihir pun tersinggung.

“Kau telah mengejekku. Suatu saat nanti, kau akan memiliki seorang anak yang berhidung besar,” ucap Penyihir. Raja menyadari kesalahannya. Namun, hal itu tak membuat penyihir mau mencabut kutukannya.

Beberapa bulan kemudian, permaisuri melahirkan seorang putra. Olala… benar saja, putra raja itu memiliki hidung yang besar. Raja memberi nama bayi itu Pangeran Andre. Raja mengajarkan kepada Pangeran Andre bahwa hidung yang besar itu bagus. Ia meyakinkan Pangeran Andre bahwa sebenarnya hidung besar merupakan hidung yang normal, sedangkan hidung kecil merupakan hidung yang tak normal.

Pangeran Andre pun jadi percaya diri. Ia menganggap bahwa hidungnyalah yang normal, sedangkan hidung orang lain merupakan hidung yang jelek. Pelayan kerajaan dan rakyatnya tak berani menertawakan Pangeran Andre. Suatu hari, Raja menjodohkan Pangeran Andre dengan seorang putri dari kerajaan tetangga. Kerajaan tetangga mengundang Pangeran Andre untuk datang ke sana. Dengan senang hati Pangeran Andre bersedia memenuhi undangan itu.

Pangeran Andre sudah berdandan dan mengenakan jubah terbaiknya. Ia pun langsung pergi ke negeri tetangga. Namun, sesampainya di kerajaan tetangga, ada yang aneh. Semua prajurit di sana ketika melihat Pangeran Andre jadi tertawa.

“Itu karena mereka iri melihat hidung besar Pangeran,” bisik salah satu prajurit.

Begitu seterusnya. Hingga ia bertemu dengan Raja. Bahkan, Raja juga tertawa melihat hidung besar Pangeran Andre. Hal itu membuat Pangeran Andre menjadi bingung. Namun, lagi-lagi prajurit meyakinkan Pangeran Andre bahwa hidungnyalah yang normal. Mereka hanya iri dengan Pangeran Andre. Begitu yang selalu dikatakan oleh para prajurit kepada Pangeran Andre.

Hingga sang putn datang menemui Pangeran Andre. Putri itu tertawa melihat hidung Pangeran Andre. Sang Pangeran tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat hendak mencium tangan sang Putri sebagai ungkapan salam, Pangeran Andre tak bisa melakukannya, sebab hidungya menghalanginya.

Barulah Pangeran Andre sadar bahwa rupanya hidungnyalah yang aneh, ia pun menjadi malu karenanya.

”Ternyata hidungkulah yang aneh, bukan hidung kalian,” ucap Pangeran Andre.

Tiba-tiba hidung Pangeran Andre mengecil. Rupanya kutukan itu hilang saat Pangeran Andre mengakui dengan ikhlas bahwa hidungnyalah yang aneh_ Akhirnya, Pangeran Andre dan sang Putri pun menikah. Mereka hidup dengan bahagia sepanjang sisa usia.

***
Sintia terus membaca bukunya dengan baik sampai hikmah dari cerita yang ia baca yaitu Seperti apa pun kondisi fisikmu, itu adalah pemberian Tuhan. Pasti ada sesuatu yang istimewa yang belum kau ketahui dan itu baik untukmu. Sintia selesai membaca bukunya dan  memahami buku yang ia baca dengan baik. Buku di tutup, ya di taruh di meja sama Sintia.

Wednesday, August 11, 2021

ASAL KUCING MENGEJAR TIKUS

Reni di ruang tengah di rumahnya sih. Reni sedang membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah.

Isi buku yang di baca Reni :

Konon dahulu kala ketika kehidupan manusia belum tercipta. Tinggallah Mahadewa dalam istananya yang terletak di puncak suatu gunung. Mahadewa bermaksud mengundang semua binatang untuk datang ke istananya pada perayaan tahun baru. Lalu Mahadewa pun memerintahkan angin untuk menyebarkan undangan itu kepada semua binatang yang ada. Keesokan paginya, sehari sebelum tahun baru undangan itu pun sudah sampai ke semua binatang. Para binatang pun berkasak-kusuk membicarakannya. Isi undangan itu sebagai berikut: 

“Pada tahun baru besok tepatnya di pagi hari tanggal 1, Mahadewa bermaksud memilih 12 ekor binatang yang menghadap paling cepat ke istananya. Sebagai hadiahnya, di setiap tahunnya Mahadewa akan menobatkan mereka sebagai ‘Jenderal’ secara bergiliran sesuai urutan kedatangannya. Salam kasih sayang. Tertanda Mahadewa.”

Semua binatang menyambut kabar itu dengan gembira. Mereka pun berlomba-lomba ingin menjadi binatang yang paling awal datang menghadap Mahadewa di istananya. Namun, ternyata ada seekor binatang yang belum mendengar kabar itu yaitu si kucing yang sukanya tidur bermalas-malasan. Ketika si tikus tetangganya sedang memberitahukan kabar itu kepada keluarganya tanpa sengaja si kucing mendengarnya, namun dia kurang begitu jelas mendengar tentang tanggal berapa harus datang ke istana Mahadewa. Maka Kucing pun bergegas menemui si tikus. 

“Ngeong... Hai, tikus. Ngomong-ngomong undangan ke istana Mahadewa itu tahun baru tanggal berapa, ya? Aku juga ingin menjadi salah satu jenderalnya,” kata kucing.

Tikus yang sudah terkenal karena kelicikannya itu pun berbohong kepada kucing,“Oh, itu? Kita harus datang pada pagi hari di tanggal 2 tahun baru besok.”

“Terima kasih tikus. Kamu memang teman yang baik. Ngeong...” kata si kucing.

”Kalau begitu aku akan berangkat pada tanggal satu malam saja.” 

Lalu si kucing meninggalkan tikus kembali pulang dan tidur lagi di rumahnya. 

“Hihihiii... Dasar kucing bodoh! Dikibulin kok gak tahu!” kata tikus dalam hati. 

Sementara itu para binatang lainnya masih sibuk membicarakan kabar itu dengan bersemangat. Semua ingin menjadi jenderal. Karena hari itu tanggal 31 Desember, maka malam itu mereka semua tidur lebih cepat dari biasanya. Mereka ingin besok bangun pagi lebih awal agar bisa segera berangkat ke istana Mahadewa dan menjadi binatang yang pertama kali datang. Namun karena merasa jalannya lambat, si sapi memutuskan untuk tidak tidur dan berjalan perlahan-lahan berangkat ke istana Mahadewa di malam itu juga. 

“Mungkin dengan begini besok pagi aku akan jadi yang nomor satu. Moo... moo...” begitu pikir si sapi sambil terus berjalan perlahan-lahan. 

Si tikus yang mengetahui rencana si sapi, dengan liciknya segera meloncat ke atas punggung sapi tanpa sepengetahuan si sapi. 

“Hmm... Alangkah enaknya tanpa harus capek berjalan dan bersusah-payah, besok pagi aku bisa sampai di istana Mahadewa paling awal. Hihihiii...” kata tikus dalam hati sambil tiduran di atas punggung si sapi. 

Sementara itu saat menjelang subuh, para binatang yang lain sudah mulai terbangun dari tidurnya. Mereka pun segera berangkat menuju ke istana Mahadewa. Ada si anjing, monyet, harimau, ular, kelinci, ayam, domba, kuda dan binatang-binatang lainnya. Mereka semua berlarian berusaha menjadi yang paling awal datangnya. Akhirnya pagi hari di awal tahun pun tiba. Semburat merah sinar matahari menghias langit di ufuk timur. Dari kejauhan terlihat bayangan siluet hitam besar membelakangi cahaya matahari. Semakin lama bayangan itu semakin jelas terlihat mendekati istana Mahadewa. Dan ternyata itu adalah bayangan dari si sapi. Maka Mahadewa pun memutuskan yang datang paling awal adalah... “Tikus!” kata Mahadewa. 

Si sapi terperanjat karena satu langkah sebelum masuk ke istana Mahadewa tiba-tiba si tikus terlebih dulu meloncat mendahuluinya. Si sapi sangat marah kepada si tikus karena merasa telah dicurangi. Sapi merasa sangat kecewa dan menangis. Lalu beberapa saat kemudian muncullah binatang-binatang lainnya datang susul-menyusul menghadap Mahadewa. Dan, tibalah waktu diumumkannya siapa saja binatang yang termasuk dalam daftar 12 besar. 

“Baiklah, sekarang waktunya aku umumkan siapa saja yang berhak menjadi jenderal di setiap tahunnya,” kata Mahadewa dengan tersenyum bahagia,”Untuk nomor satu dimenangkan oleh tikus. Selanjutnya sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing dan babi hutan.

Demikian keputusan ini ditetapkan dengan seadil-adilnya. Selamat tahun baru dan semoga keberkahan selalu menaungi kalian semua.” 

“Selamat tahun baru juga Mahadewa,” jawab semua binatang yang hadir. 

Kemudian, mereka pun merayakan tahun baru bersama-sama. Mereka dijamu dengan berbagai makanan dan minuman yang lezat-lezat. Mereka berpesta ria sambil menyanyi dan menari. Kucing yang baru menyadari kalau dirinya telah ditipu oleh si tikus segera menyusul ke istana Mahadewa. Dan, betapa kecewanya si kucing begitu mengetahui 12 jenderal itu sudah diputuskan dan tidak bisa diganggu gugat. Apalagi mengetahui kalau urutan nomor satu diduduki oleh si tikus. 

“Tikuuusss...!!! Dimana kamu? Ngeooonnnggg...!!!” teriak kucing dengan wajah memerah marah,”Aku akan menangkapmu! Aku akan memakanmu! Ngeooonnnggg...!!!”

Si tikus pun lari terbirit-birit dikejar oleh si kucing yang marah besar karena telah dibohonginya. Sejak saat itu sampai sekarang dendam si kucing terhadap si tikus tidak pernah padam. Setiap kali melihat si tikus, kucing selalu mengejar dan berusaha menangkapnya. Dan sejak saat itu pula di setiap tahunnya dimulailah penanggalan dengan era 12 shio binatang yaitu shio tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing dan babi hutan. 

***

Reni selesai baca bukunya.

"Ini buku ceritanya memang bagus sih. Di tulis dari buku, ya asal cerita dari Jepang, ya Asal Kucing Mengejar Tikus. Tapi cerita tentang 12 shio binatang kayanya asalnya dari China. Jadi mana yang benar ya?" kata Reni.

Reni terus berpikir dengan baik dan berkata "Aku cuma pembaca yang baik. Mana tahu asal usulnya cerita yang paling bener," kata Reni.

Reni menutup bukunya dan di taruh di meja dengan baik. Tiba-tiba Reni teringat dengan omongan gurunya yang mengajarkan Bahasa Indonesia "Ada kesamaan dalam cerita."

Reni paham dengan cerita yang di bacanya dengan baik yaitu ada kesamaan dalam cerita.

MOMOTAROO

Nunung memasak di dapur, ya membantu ibu. Maklum dapur yang di gunakan masih tradisional, ya pake tungku sih.....tetap hasilnya bagus sih masakannya. Nunung pun menikmati masakan enak buatan ibu dan dirinya....bersama ayah juga sih. Setelah kenyang, ya Nunung mencuci piring dan gelas di belakang dengan baik. Ayah dan ibu duduk dengan baik, ya nonton Tv....maklum orang miskin, ya Tv-nya Tv tua yang terpenting gambar dan suaranya masih bagus sih.

Nunung duduk dengan baik di luar, ya sambil melihat keadaan. Nunung memang memegang buku cerita yang ia pinjam dari perpustakaan keliling, ya sama ceritanya dengan beritakan di Tv lah tentang perpustakaan keliling dengan tujuan anak-anak gemar membaca jadinya pintar gitu. Nunung membuka bukunya dengan baik dan segera membaca buku ceritanya dengan baik.

Isi buku yang di baca Nunung :

Pada zaman dahulu hiduplah seorang kakek dan nenek yang tidak memiliki anak. Suatu hari ketika nenek saya sedang mencuci di sungai, dia melihat buah persik (momo) yang sangat besar hanyut oleh arus di sungai. Nenek kemudian mengambil buah persik itu dan membawanya pulang untuk dimakan bersama kakek. Ketika persik memotong terbuka, mereka menemukan s e anak kecil di persik. Anak tersebut kemudian diberi nama Momotaroo yang artinya anak laki-laki yang berasal dari buah persik (momo = peach, taroo = nama anak laki-laki di Jepang). Nenek dan kakek sangat senang memiliki anak. Mereka merawatnya dengan baik seperti anak mereka sendiri. Tahun demi tahun berlalu, Momotaroo telah tumbuh menjadi seorang anak laki - laki yang kuat. Saat itu di desa mereka sering muncul raksasa yang suka mengganggu dan mengganggu warga. Banyak ternak yang dicuri. Hasil panen juga sering disita. Bahkan, seringkali ada warga desa yang hilang karena diculik oleh raksasa. Suatu hari Momotaroo menyatakan niatnya kepada kakek dan neneknya untuk memusnahkan monster itu. 

"Ayah, ibu... aku ingin membasmi para raksasa yang sering mengganggu dan menyusahkan penduduk desa." 

"Niatmu sangat tinggi, anakku. Ayahku memberkatimu,” kata kakekku. 

“Bawalah kue kibidango ini untuk dibawa dalam perjalanan. Hati-hati, Momotaroo. Jaga dirimu baik-baik,” kata nenek sambil memberikan sekantong kue kibidango buatannya. 

Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Momotaroo segera berangkat ke pulau tempat tinggal para raksasa. Di perjalanan Momotaroo bertemu dengan seekor anjing. 

“Hai, Momotaro. Ke mana kamu mau pergi? " tanya anjing itu. 

"Pergi ke pulau raksasa. Saya ingin membasmi raksasa jahat itu." 

"Ah seperti itu. Jika Anda memberi saya kue kibidango Anda membawanya, saya akan ikut dengan Anda," kata anjing itu lagi. 

Kemudian Momotaroo memberikan kue kibidango kepada anjing itu. Setelah itu, anjing itu menjadi teman Momotaroo. Mereka melanjutkan perjalanan ke pulau raksasa. Selanjutnya mereka bertemu monyet. 

“Hai, Momotaro. Ke mana kamu mau pergi? " tanya monyet. 

"Pergi ke pulau raksasa. Saya ingin membasmi raksasa jahat itu." 

"Oh, begitu? Jika Anda memberi saya kue kibidangomu Anda. Aku ingin ikut denganmu ke pulau raksasa itu,” kata kera. 

Momotaroo juga memberikan kue kibidangonya kepada kera. Monyet itu juga menjadi teman Momotaroo. Mereka melanjutkan perjalanan lagi. Selanjutnya mereka bertemu dengan seekor burung pegar. “Hai, Momotaro. Ke mana kamu mau pergi?" tanya burung pegar. 

"Pergi ke pulau raksasa. Saya ingin membasmi raksasa jahat itu." 

"Ah seperti itu. Jika Anda ingin memberi saya kue kibidang Anda, saya ingin pergi bersama Anda.” Kemudian Momotaroo memberikan kue kibidango kepada burung pegar. Akhirnya mereka berempat pergi ke pulau raksasa bersama-sama dengan menggunakan perahu. Sesampainya di pulau raksasa, mereka langsung menuju ke desa tempat tinggal raksasa jahat itu. Mereka diam-diam mengawasi gerakan raksasa itu. Setelah situasi memungkinkan mereka menyerang raksasa bersama-sama. 

“Ayo kawan, serbuuu…!!!” teriak Momotaroo memberi sinyal menyerang. 

Secara bersamaan mereka bergerak untuk menyerang monster tersebut. Monster itu sangat terkejut mendapatkan serangan mendadak. Para raksasa kewalahan menghadapi serangan mereka. Anjing itu segera menggigit pantat monster itu. Monyet itu mencakar punggung raksasa dengan cakarnya yang tajam. Burung pegar mematuk bola mata raksasa itu. Sementara itu, Momotaroo segera menghunus pedang tajamnya. Dengan membabi buta Momotaroo mengamuk, meruntuhkan desa tempat tinggal raksasa jahat itu.

“Aduh sakit!!! Sakiiiittt…!!! Tolonggg…!!! Maafkan aku ... A duh, maafkan saya “!!!” raksasa itu memohon belas kasihan. 

"Aku tidak akan memaafkanmu! Kamu harus dihukum!” kata Momotaroo.

"Tolong maafkan saya! Aku berjanji tidak akan mengganggu penduduk desa lagi. Sangat! Tolong maafkan saya!" 

Monster itu pun menyerah pada Momotaroo dan teman-temannya. Kemudian Momotaroo menyita semua barang milik raksasa itu dan membawanya kembali ke desanya dengan perahu. Sesampai di desanya, Momotaroo disambut oleh kakek-nenek dan semua penduduk desa. Mereka semua bersukacita karena raksasa jahat telah dikalahkan dan tidak akan mengganggu desa mereka lagi. Akhirnya mereka semua hidup damai dan bahagia selamanya.

***

Nunung selesai membaca bukunya dengan baik dan berkata "Bagus cerita dari asalnya Jepang." 

Nunung menutup bukunya dengan baik dan buku di taruh di meja, ya di dalam rumah sih. Buku akan di pulangkan ke perpustakaan keliling, ya agar itu buku di baca anak yang lain...tujuannya sama agar gemar membaca dan juga pintar. Nunung pamit dengan ayah dan ibu untuk bermain dengan teman-teman seumurannya, ya teman sekolahlah. Pokoknya ceritanya kaya cerita anak-anak yang senang bermain dengan teman-teman kaya acara Tv sih. 

PUTRI DUYUNG PRINCESS ARIEL

Diana selesai membantu membereskan rumah dengan baik. Diana duduk santai di ruang tengah sambil membaca bukunya dengan baik.

Isi buku yang di baca Diana :

Jauh di bawah laut tinggal seorang putri duyung kecil bernama Ariel. Dia suka sekali menjelajahi rumahnya di bawah air bersama temannya yang lucu bernama flounder. Ariel memiliki impian untuk tinggal di darat sebagai manusia. Ariel senang sekali mencari harta karun manusia yang tenggelam didasar laut. Ketika dia dan Flounder menemukan benda bercabang aneh, mereka berenang ke permukaan untuk bertanya pada Scuttle si burung camar.

“Ini adalah sebuah garfu!” ucap si burung camar

Ayah Ariel adalah Raja Triton, sang penguasa laut. Dia pikir manusia adalah makhluk yang sangat  berbahaya. Ketika sang raja tahu bahwa Ariel sering pergi ke permukaan, dia melarang ariel untuk pergi lagi! Sang raja memerintahkan kepiting Sebastian untuk mangawasi putrinya.

Namun ariel sering mengabaikan perintah ayahnya dan terus pergi ke permukaan. Suatu malam, badai yang mengerikan melanda laut. Ariel dan Flounder melihat seorang pangeran terjatuh dari sebuah kapal besar. “Aku harus menyelamatkannya!” Teriaknya.

Ariel menarik Pangeran Eric ke pantai dan bernyanyi untuknya sampai sang pangeran siuman. Lalu Ariel berenang menjauh. Pangeran Eric hanya bisa melihat sekilas wajah Ariel, tapi dia tahu dia akan mengingat suaranya yang indah itu selamanya. Putus asa ingin bertemu Pangeran Eric lagi, Ariel setuju untuk memberikan suaranya kepada penyihir laut jahat Ursula. Dengan rencana yang lebih besar dalam pikiran, Ursula megucapkan mantra …… dan mengubah Ariel menjadi manusia!

Namun jika Pangeran Eric tidak memeluk Ariel saat matahari terbenam di hari ketiga, Maka ariel akan menjadi putri duyung lagi. Bahkan Lebih buruk, Ariel akan menjadi penyihir laut selamanya! Terpesona oleh kecantikan ariel yang mempesona, Pangeran Eric menunjukkan Ariel kerajaannya. Ariel senang berada bersama sang pangeran di dunia manusia, namun keduanya belum berpelukan. Khawatir bahwa Pangeran Eric jatuh cinta pada Ariel, Ursula mengubah dirinya menjadi Vanessa yang cantik. Dia akan membuat sang pangeran jatuh cinta padanya agar ariel berubah menjadi penyihir laut yang jahat dibawah kekuasaanya.

Menyamar sebagai Vanessa dan menggunakan suara Ariel, penyihir laut itu memberi mantra pada Pangeran Eric. sehingga Pangeran Eric berpikir bahwa dia sedang jatuh cinta pada vanesa. Dia akan menikahi Vanessa! Ariel telah kehilangan cinta sejatinya. Tepat sebelum matahari terbenam pada hari ketiga, Scuttle mengetahui bahwa Vanessa adalah Ursula yang menyamar. Dia bergegas untuk memperingatkan Ariel. Saat Sebastian pergi menemui Raja Triton, Ariel dan Flounder berlari untuk mengejar kapal Eric.

Dengan bantuan teman-temannya, Ariel bisa menghentikan pernikahan mereka dan mendapatkan suaranya kembali. Tersadar dari mantra Ursula, Pangeran Eric menyadari bahwa Ariel adalah orang yang benar-benar dia cintai. Tapi sudah terlambat. Matahari terbenam sebelum Ariel dan sang pangeran berpelukan. Ariel kembali menjadi putri duyung, dan dia milik Ursula.

Untuk menyelamatkan putrinya, Raja Triton memberi Ursula kekuatan besarnya dan menjadi tawanan si penyihir laut jahat ursula. “Sekarang aku penguasa samudera!” Teriak Ursula.

Saat Ursula tumbuh menjadi raksasa dan menjulang tinggi di atas laut, Pangeran Eric melompat ke sebuah kapal tua. Dia mengarahkan busurnya yang bergerigi menembus hati Ursula. Dengan lolongan, penyihir laut menghilang dalam ombak. Dengan Ursula pergi, Raja Triton mendapatkan kembali kekuatannya. Melihat cinta Ariel untuk Pangeran Eric yang besar, sang raja mengabulkan permintaan putrinya untuk menjadi manusia! Ariel dan Pangeran Eric menikah dan hidup bahagia di sebuah kastil di tepi laut.

Demikian cerita ariel si putri duyung yang berubah menjadi manusia.

***
Diana selesai membaca bukunya dan berkata "Bagus ceritanya."

Diana menutup bukunya dan beranjak dari duduknya di ruang tengah dengan membawa bukunya, ya kemarlah. Diana menaruh bukunya di rak buku dengan baik dan mengambil buku di tasnya, ya mengerjakan PR-nya dengan baik lah.

PANGERAN KODOK DAN PUTRI BUNGSU

Nana selesai membantu ibu membereskan rumah. Duduk santailah Nana di ruang tengah sambil membaca buku cerita yang di sukainya.

Isi buku yang di baca Nana :

Pada suatu masa, hiduplah seorang raja dan putri-putrinya yang cantik jelita. Putri termuda paling cantik di antara putri-putri lainnya. Di dekat istana, terdapat hutan yang rimbun dengan pepohonan. Salah satu pohon di hutan itu memiliki daun berbentuk hati. Di bawah pohon tersebut, terdapat sumur yang jarang diketahui orang. Saat cuaca panas, hutan tersebut sering di datangi putri termuda. Dia sangat senang bermain di sana dengan bola emasnya. Biasanya, dia akan melempar-lemparkan bola ke atas, lalu ditangkapnya kembali. Suatu ketika, karena Putri kurang hati-hati, bola emas itu tergelincir tepat di tanah dekat sumur. Perlahan, bola emas itu bergulir dan jatuh tepat ke dalam sumur. Mengetahui hal itu, Putri sangat bersedih dan menangis. Namun, tiba-tiba sang putri mendengar suara aneh.

“Putri yang cantik jelita, mengapa kamu menangis?” tanya suara tersebut.

“Aku menangis karena bola emasku terjatuh ke dalam sumur saat aku memainkannya tadi,” jawab Putri sambil menangis tersedu-sedu.

Putri pun kebingungan. Siapa yang berbicara dengannya, padahal tak ada seorang pun di sana selain dirinya.

Putri terus melihat ke sekelilingnya. Namun. hanya ada seekor kodok di sana.

“Apakah kamu yang baru saja berbicara denganku?” tanya Putri dengan heran.

“Tenang saja, Putri. Aku akan mengambilkan bola emas itu untukmu. Tetapi, jika aku berhasil, apa yang akan kamu berikan padaku?” ucap si kodok.

“Aku akan berikan apa pun yang kamu inginkan. Mutiara, perhiasan, atau bahkan emas yang kupakai ini, dengan senang hati akan kuberikan padamu,” jawab Putri.

“Baiklah. Aku juga ingin kamu dengan senang hati menyukaiku sebagai teman bermain, dan memperbolehkanku untuk makan bersama denganmu. Tentunya dengan piring emasmu. Aku ingin minum dari satu gelas untuk kita berdua. Aku pun ingin bisa tidur di ranjang indahmu. Jika kamu berjanji akan mengabulkan semua keinginanku ini, aku akan mengambilkan bola emas itu untukmu,” kata si kodok.

“Baiklah. Aku berjanji akan melakukan semua hal yang kamu inginkan itu,” ujar Putri tanpa pikir panjang.

Setelah mendengar janji Putri, si kodok segera mengambilkan bola emas yang terjatuh. Beberapa saat kemudian, si kodok keluar dari sumur sambil membawa bola emas kesayangan Putri. Betapa gembiranya Putri. Tapi, Putri tampaknya lupa dengan janjinya kepada si kodok. Tanpa menghiraukan si kodok, ia meninggalkan sumur begitu saja.

Keesokan harinya, saat Putri sedang makan bersama dengan Raja. terdengar suara yang memanggil-manggil dari luar.

“Putri termuda, bukakan pintu untukku,” ucap suara tersebut.

Putri pun bergegas membuka pintu. Saat dia melihat seekor kodok di hadapannya, dia langsung menutup pintu. Dengan perasaan gelisah, Putri kembali duduk di kursinya.

“Ada apa denganmu, anakku?” tanya Raja yang melihat kecemasan di wajah Putri.

“Tidak, aku tidak apa-apa. Tadi ada kodok yang berusaha masuk,” jawab Putri dengan gugup.

“Lalu, apa yang kodok itu inginkan?” tanya Raja kembali.

“Oh, Ayahanda… Saat aku bermain dengan bola emasku, tiba-tiba bola itu tergelincir dari tanganku dan jatuh ke dalam sumur. Saat aku menangis, si kodok datang dan berusaha menolongku. Tapi, dia mengajukan berbagai persyaratan. Kupikir dia tak akan datang kemari, karena tak mungkin kodok meninggalkan air,” jawab Putri dengan tertunduk sedih.

Untuk kedua kalinya, si kodok mengetuk pintu. “Putri Raja yang termuda, biarkan aku masuk! Apa yang pernah kamu janjikan kepadaku?” teriaknya.

“Biarkan dia masuk. Kamu harus penuhi janjimu,” ujar Raja kepada putrinya.

Dengan terpaksa, Putri membuka pintu. Ia membiarkan si kodok masuk. Kodok lalu melompat dan mengikuti Putri. Tibalah mereka di meja makan.

“Putri, bisakah kamu mengangkatku agar aku duduk bersamamu? Dan tolong piringmu dekatkan lagi denganku,” pinta si kodok. Dengan wajah murung, Putri menuruti permintaan si kodok.

“Terima kasih, Putri. Aku sangat senang. Tetapi, aku lelah. Tolong bawa aku ke kamarmu. Aku ingin beristirahat di ranjang indahmu,” kata si kodok.

Awalnya Putri merasa enggan. Dia hanya terdiam di kursinya. Namun, ayahnya terus mendesaknya untuk membawa si kodok ke kamar Putri. Dengan mata berkaca-kaca, Putri akhirnya membawa kodok itu. Ditaruhlah kodok itu di sudut kamar Putri. Karena Putri juga merasa lelah, ia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

“Putri, aku pun ingin tidur sepertimu. Angkatlah aku. Jika tidak. aku akan memberitahukan hal ini kepada ayahandamu,” celetuk si kodok.

“Diam kamu, kodok cerewet!” teriak Putri.

Dengan marah. Putri melemparkan kodok itu ke tembok hingga terjatuh ke Iantai. Tiba-tiba… Olala, ternyata kodok tersebut berubah menjadi pangeran yang amat tampan. Putri pun sangat kaget dibuatnya. Pangeran pun menceritakan semuanya. Rupanya, ia telah disihir oleh seorang penyihir menjadi seekor kodok. Putri yang melihat Pangeran, seketika jatuh hati kepada Pangeran.

Raja pun menikahkan putri termudanya itu dengan Pangeran. Sebuah kereta kencana sudah datang di istana, siap membawa Putri dan Pangeran ke kerajaan Pangeran. Tampak delapan ekor kuda menarik kereta tersebut, dan ada pula pelayan Pangeran yang bernama Henry. Di tengah perjalanan, Pangeran mendengar ada sesuatu yang patah pada keretanya.

“Henry, coba kamu lihat. Mungkin ada roda kereta yang patah,” perintah Pangeran.

“Bukan, Pangeran. Itu hanya sebuah ikatan rantai. Akhirnya, aku bisa terbebas dari ikatan itu yang sekian lama telah mengikat hatiku yang patah.” ujar Henry.

Ternyata selama Pangeran dikutuk, Henry telah mengikat hatinya dengan rantai. Ia melakukan hal itu agar ikut merasakan penderitaan Pangeran. Kini, kutukan itu telah hilang, sehingga rantai tersebut pun patah. Sungguh. Henry merasa amat bahagia.

***
Nana terus membaca pesan moral yang di tulis dengan baik di buku yaitu apa pun alasannya, janji harus ditepati, ya. Nana selesai membaca bukunya dengan baik dan di taruh di meja tuh buku dengan baik.

HANSEL DAN GRETEL

Novi duduk di dengan baik di dalam kamarnya sih sedang membaca buku cerita yang di sukailah.

Isi buku yang di baca Novi :

Dahulu kala di sebuah desa, hiduplah keluarga sederhana. Mereka memiliki dua anak yang masih kecil yaitu Hansel dan Gretel. Sayangnya, sang ibu meninggal karena sakit. Setiap hari, Hansel dan Gretel selalu bersedih mengenang ibu mereka. Karena tidak mau anak-anaknya terus bersedih, akhirnya sang ayah menikah lagi. Tapi, ternyata sang ibu tiri memiliki sifat yang kurang baik. Sejak saat itulah, kehidupan Hansel dan Gretel menjadi sangat buruk.

“Ayah. musim kemarau telah tiba. Sebaiknya Hansel dan Gretel kita bawa saja ke hutan, karena persediaan makanan telah habis. Aku tak mau kita semua mati kelaparan,” usul sang ibu tiri kepada suaminya suatu hari.

Rupanya sang ayah menyetujui perkataan istrinya. Tak sengaja, Hansel dan Gretel mendengar percakapan orangtuanya. Mereka pun ketakutan dan menangis. Namun, Hansel segera menenangkan adiknya agar tidak panik.

“Tenang saja, adikku. Semua akan baik-baik saja. Berdoalah kepada Tuhan agar kita selalu dilindungi oleh-Nya,” ujar Hansel kepada Gretel dengan penuh kasih.

Keesokan harinya. sang ibu tiri memberikan dua potong roti untuk Hansel dan Gretel. Ia mengajak kedua anak itu untuk ikut menebang kayu. Sambil berjalan dengan tanpa sepengetahuan ibu tiri, Hansel membuang batu putih satu per satu. Ia memang telah menyiapkan batu putih di dalam kantong celananya.

Sesampainya di hutan, sang ibu tiri segera meninggalkan Hansel dan Gretel. Setelah beberapa saat, senja datang menghampiri. Matahari tak lagi menampakkan sinarnya. hanya ada semilir angin malam yang menemani.

Kegelapan malam membuat Gretel menangis ketakutan. Tapi, Hansel menenangkan adiknya. “Kita akan sampai dengan selamat,” ucap Hansel.

Tanpa ragu-ragu, Hansel memegang tangan Gretel untuk menyusuri jalan bercahaya. Rupanya jalan bercahaya tersebut muncul dari batu putih itu. Mereka berdua berjalan dengan pelan hingga sampai di rumah dengan selamat.

Esok harinya, sang ibu tiri dan sang ayah kembali membawa Hansel dan Gretel ke dalam hutan. Tetapi, Hansel memiliki banyak akal. Ia membuat penunjuk jalan untuk pulang dengan menaburkan potongan roti di sepanjang jalan. Sesampainya di tengah hutan, sang ibu tiri dan sang ayah meninggalkan kedua anaknya itu. Gretel sangat ketakutan, tetapi Hansel selalu memberikan ketenangan untuk adiknya.

“Aaauuuuuuuumm.” terdengar suara lolongan harimau.

“Kak, suara apakah itu.” ujar Gretel dengan bergetar ketakutan.

“Tenang saja, adikku. Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita.” jawab Hansel

Sayangnya, potongan roti yang ditaburkan Hansel telah dimakan burung-burung. Hansel dan Gretel pun terpaksa berjalan tanpa arah. Karena kelelahan, akhirnya mereka tertidur di bawah pohon.

Esok paginya, mereka kembali berjalan. Tak lama kemudian, mereka melihat rumah kue. Rumah yang unik dengan dinding terbuat dari biskuit, atap dari tar, dan pintu seperti cokelat. Hmm… terlihat sangat lezat. Dengan cepat, Hansel dan Gretel segera memakan kue-kue yang ada di sana. Hansel dan Gretel tidak tahu bahwa rumah kue itu milik nenek sihir yang jahat. Alhasil, Hansel dan Gretel ditangkap untuk dijadikan santapan nenek sihir. Nenek sihir itu sudah tua dan matanya rabun.

Suatu hari, nenek sihir mendekati tempat di mana Hansel dikurung.

“Hari ini aku sangat lapar. Ulurkan tanganmu, agar aku tahu seberapa gemuk tubuhmu,” ujar si nenek sihir.

Hansel yang tak pernah kehabisan akal, segera memberikan tulang sisa makanan. Nenek sihir pun amat kecewa. Ia mengira bahwa Hansel masih kurus dan tak kunjung gemuk. Tiba-tiba, nenek sihir itu ingat dengan Gretel. Ia bisa menjadikan Gretel sebagai santapannya. Nenek sihir lalu menyuruh Gretel untuk membakar roti. Ia berniat mendorong Gretel agar anak itu masuk ke dalam api. Tetapi, Gretel sudah tahu maksud si nenek sihir. Dengan cepat, Gretel berbalik arah.

“Nenek yang cantik, aku tak bisa membuka tutup tungku.” ucap Gretel.

Nenek sihir tidak sadar bahwa ia sedang diperdaya Gretel. Tanpa berlama-lama, Gretel mendorong nenek sihir ke tungku hingga nenek sihir berteriak kepanasan. Betapa bahagianya Hansel dan Gretel karena berhasil selamat dari nenek sihir. Mereka pun berpelukan dan segera meninggalkan rumah kue itu.

Tapi, mereka bingung karena mereka harus melewati sungai. Tiba-tiba, datang burung-burung yang pernah memakan potongan roti mereka. Burung-burung itu pun mengantar Hansel dan Gretel kembali ke rumahnya. Sang ayah muncul dari kejauhan. Begitu melihat anak-anaknya pulang, ia segera menghampiri mereka dengan wajah cemas. Sang ayah kemudian mengatakan bahwa ibu tiri Hansel dan Gretel telah meninggal. Ia memeluk kedua anaknya sambil meminta maaf atas kesalahannya.

***

Novi terus membaca pesan moral yang di tulis buku dengan baik yaitu sayangilah saudaramu dan keluargamu. Hidupmu akan bahagia jika saling berkasih sayang.

"Cerita bagus sih," kata Novi.

Novi selesai membaca bukunya dengan baik, ya buku di tutup di taruh di meja. Novi melanjutkan dengan belajar, ya mengulas pelajaran yang di berikan guru di bangku sekolah dengan baik.

ADA RASA CEMBURU

Dono di dalam kamarnya sedang mengetik di leptopnya dengan baik. Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv, ya acaranya menyanyi gitu.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Kasino. Gimana penampilan  Selfi Yamma berduet romantis dengan cowok ganteng dan keren yang pinter dalam membaca ayat-ayat Al-Qur'an?" tanya Indro.

"Kok nanya begitu. Kaya permainan Dono yang di kaitkan dengan artis cantik urusan duet menyanyi yang romantis?" kata Kasino.

"Nama juga permainan. Obrolan saja gitu!" kata Indro.

"Ok. Aku jawab dengan baik. Sebenarnya penampilan Selfi cantik banget sih, pujian dari seorang cowok....aku Kasino. Kalau mengikuti seperti permainan Dono sih, ya ada rasa cemburu jika melihat seseorang yang di sukai bersama dengan cowok yang keren, ya memang cowok itu lebih baik dari aku sih," kata Kasino.

"Sisi penonton yang baik. Ada rasa cemburu toh. Kenapa ada artis suka dengan Selfi...tidak merasa cemburu dengan duet romantisnya Selfi ya?" kata Indro.

"Ada cowok yang dulu mengemis cinta Selfi. Ceritanya. Sekarang tidak. Apakah rasa di dalam hati telah hilang? Berarti cintanya hanya sesat saja!" kata Kasino.

"Cinta sesaat saja!" kata Indro.

"Kebiasaan sifat cowok itu mah," kata Kasino.

"Kenyataanya begitu sih," kata Indro.

Acara Tv berjalan dengan baik, ya Kasino dan Indro menikmati acara Tv tersebut karena memang bagus sih perlombaan menyanyi.

"Obrolan ini, ya sekedar saja sih. Karena hal yang tidak mungkin terjadi. Siapa dia dan siapa Kasino....yang memiliki ada rasa cemburu dari sisi penonton?!" kata Indro.

"Iya cuma sekedar saja. Anggap seperti penggemar menyukai bintang yang di sukainya," kata Kasino.

"Inginnya bintang itu terus bersinar terang sampai bintang itu merasa puas di dalam dirinya," kata Indro.

"Benarlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

Indro dan Kasino terus menonton acara Tv itu dengan baik lah.

"Terkenal dan kaya raya!" kata Indro.

"Impian semua bintanglah," kata Kasino.

"Kalau menurutku hari ini penampilan para bintang yang mengisi acara Tv, ya lomba menyanyi. Bagus sih. Dari sisi penonton yang menyukai tontonan!" kata Indro.

"Kalau pendapat Indro....bagus, ya aku ikutan saja!" kata Kasino.

"Ya sudahlah. Kasino sekedar obrolan saja. Fokus nonton Tv aja!' kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton acara Tv yang bagus banget gitu. Dono masih serius mengetik di leptopnya dengan baik.

WARTAWAN PINTER

Indro duduk santai di taman menikmati keadaan lingkungan sekitar dengan baik dan juga sambil membaca berita di jaringan internet di Hp. 

"Berita ini dan itu," kata Indro.

Indro terus membaca berita satu persatu dengan baik, ya di pahami isinya.

"Wartawan terus memberitakan dari sisi ini dan itu dengan baik. Pinter orang-orang yang kerja jadi wartawan menggerakkan sektor ekonomi di bidang memberitakan ini dan itu," kata Indro.

Indro terus membaca berita dengan baik di Hp-nya. Dono selesai membeli gorengan dari anak-anak yang menjual gorengan karena keadaan ekonominya keluarganya, ya orang miskin dan juga Dono membeli es dugan dari pemuda yang terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, ya membantu orang tua lah karena orang miskin lah.

Dono ke tempatnya Indro yang asik banget dengan membaca berita di Hp-nya. Dono duduk di sebelah Indro dan berkata "Indro es dugan dan juga gorengan", Dono menaruh plastik es dugan di kursi dan plastik gorengan di kursi juga.

"Iya Don!" kata Indro berhenti baca berita di Hp-nya.

Indro mengambil plastik es dugan di kursi, ya di minumnya es dugan dengan baik.

"Seger," kata Indro

 Dono juga minum es dugannya dengan baik.

"Memang es dugan manis. Seger pokoknya!" kata Dono.

Dono mengambil gorengan di plastik dan segera di makan tuh gorengan. Indro, ya mengambil gorengan di plastik.

"Emmmm enak bener gorengan ini. Beli di mana Don?" kata Indro.

"Gorengan beli sama anak kecil. Tujuannya tuh anak kecil jualan gorengan, ya membantu orang tuanya. Maklum miskin," kata Dono.

"Pinter juga tuh anak kecil. Inisiatifnya berjualan gorengan untuk membantu orang tuanya yang miskin," kata Indro.

"Keadaan membuat seorang anak jadi pinter," kata Dono.

"Anak laki-laki jualan gorengan kaya berita yang baru aku baca di jaringan internet di Hp ku dan juga kaya sinetron baru yang judulnya Cinta Amara, ya anak cewek berjualan roti," kata Indro.

"Raffatar anaknya Raffi dan Gigi di vidio Youtobe...jualan kue juga," kata Dono.

"Raffatar...cerita lama Don jualan kue. Yang beli juga artis. Nama juga anak artis," kata Indro.

"Kan memang ceritanya di buat begitu kaya cerita sinetron kehidupan sehari-hari," kata Dono.

"Memang jalan rezekinya mereka yang jadi artis, ya kehidupan sehari-hari di buat cerita dengan baik kaya cerita film atau sinetron," kata Indro.

"Pada akhirnya mereka di sebut orang pinter yang menggerakkan sektor ekonomi dari bidang dunia hiburan dengan baik kan. Bintang!!!!!" kata Dono.

"Bintang. Terus bersinar terang, tak ingin redup dan bersinar terang sepanjang masa di kenal semua orang, ya di puja para penggemarnya," kata Indro.

Indro minum es duganya, ya begitu juga Dono.

"Berita hari ini tentang apa Indro?" tanya Dono.

"Berita yang aku baca hari ini di jaringan internet di Hp ku. Ya Don masih sama sih. Cerita berkelanjutan. Kalau ada yang baru sih. Kejadian yang tidak di sangka-sangka pada akhirnya di beritakan dengan baik sih," kata Indro.

"Pinter yang jadi wartawan. Memberitakan banyak hal untuk memberitahukan pada manusia yang lain yang ingin tahu sisi ini dan itu, ya baik dan buruknya," kata Dono.

"Wartawan kan lulusan dari perguruan tinggi Don. Otomatislah pinter!" kata Indro.

"Aku tahu itu," kata Dono.

Dono mengambil gorengan di plastik dan juga Indro, ya keduanya memakan gorengan tersebut.

"Keadaan lingkungan sama dengan di beritakan..kan Don?!" kata Dono.

"Ya sesuai dengan berita sih Don keadaan di lingkungan," kata Indro.

"Jadi kita ini menikmati keadaan dengan baik. Dengan kondisi apa pun," kata Dono.

"Iya sih Don. Maklum keadaan ini dan itu!" kata Indro.

Indro minum es dugannya begitu juga dengan Dono.

"Don. Kalau obrolan kita ini di tulis di Blog Dono. Jadinya bisa di bilang memberitakan keadaan gitu kan?!" kata Indro.

"Bisa di bilang gitu sih. Tetap saja cerpen tetap cerpen beda dan artikel," kata Indro.

"Walau sebenarnya Dono tidak menulis secara kongrit, ya di buat abstrak. Beda dengan berita yang di buat wartawan yang kualitas dan kuantitas dari tulisan yang di buat jadi berita ini dan itu....pokoknya wartawan itu pinter sih di bidangnya," kata Indro.

"Emmmmm," kata Dono.

"Pulang yuk Don. Menikmati keadaan di sini sudahan!" kata Indro.

"Ok!" kata Dono.

Dono mengambil plastik gorengan di kursi dan beranjak dari duduknya. Indro beranjak dari duduknya. Keduanya berjalan meninggalkan taman menuju arah pulang ke rumah. Sedangkan Kasino sedang sibuk kerja di tempat kerjaannya.

Tuesday, August 10, 2021

ALICE, PERI DAN IKAN AJAIB

Desi selesai membantu ibu memasak di dapur, ya sampai menikmati makanan di ruang makan. Desi duduk di ruang tengah sambil membaca buku cerita yang bagus banget sih.

Isi buku yang di baca Desi :

Alice adalah anak perempuan yang sangat baik hati. Ia hidup bersama dengan beberapa saudaranya. Setiap hari, Alice mencari ikan di sungai untuk lauk makan semua saudaranya. Ya! Alice selalu mengutamakan saudara-saudaranya, daripada dirinya sendiri. Alhasil, tubuhnya menjadi kurus. Meski demikian, Alice tak pernah mengeluh. Ia selalu riang gembira.

Suatu hari, Alice sedang mencari ikan di sungai. Tiba-tiba, ia melihat peri yang terperangkap. Tanpa membuang waktu, Alice langsung menolongnya.

“Aku tahu kamu anak yang baik, Alice,” ucap peri itu.

Alice merasa bingung, bagaimana peri itu bisa mengetahui namanya.

“Jangan bingung. Setiap hari, aku memperhatikanmu. Untuk hadiah kebaikanmu, aku akan memberikan seekor ikan. Kamu boleh memakan daging ikan itu.Tapi, kamu jangan memakan tulangnya.Tulang ikan itu bisa mengabulkan apa pun permintaanmu. Ingat, gunakan permintaan itu sebaik mungkin,” jelas peri itu.

Olala, dari dalam sungai, muncul seekor ikan yang besar. Alice pun langsung menangkapnya. Setelah menangkap ikan itu, Alice membawanya pulang. Alice memasak ikan itu, dan memakannya bersama saudara-saudaranya. Sesuai dengan perintah peri, Alice menyimpan tulang ikan itu. Ia berniat akan menggunakan tulang itu saat menghadapi masalah yang sulit.

Waktu terus berlalu. Rupanya, ada banyak masalah yang menimpa Alice. Tapi, Alice selalu berusaha untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia tak mau bergantung kepada seseorang, atau bahkan kepada tulang ikan ajaib. Suatu hari, ketika Alice sudah tumbuh menjadi gadis dewasa, ia menghadapi masalah yang teramat sulit. Dengan berat hati, akhirnya Alice mengeluarkan tulang ikan ajaib.

“Tulang ikan ajaib, aku membutuhkan bantuanmu,” pinta Alice.

Cling! Olala, tulang ikan itu berubah menjadi peri yang dulu ditemuinya di sungai.

“Kamu sudah tumbuh menjadi gadis dewasa, Alice. Aku senang, karena selama ini kamu bisa melewati masalahmu dengan baik dan tanpa membutuhkan bantuanku. Sekarang, apa yang bisa aku bantul?” ucap peri itu.

Alice pun menceritakan semua masalahnya. Seketika, sang peri mengabulkan semua permintaan Alice. Bahkan, sang peri mempertemukan Alice dengan seorang pemuda yang kaya raya. Itu sebagai hadiah, karena Alice bisa hidup mandiri tanpa bergantung kepada orang lain. Alice pun menikah dengan pemuda itu. Sejak saat itu, keluarga Alice tidak lagi hidup miskin. Mereka hidup bahagia bersama-sama.

***

Desi terus membaca pesan moral yang di tulis dengan baik di buku sih yaitu jika ada masalah, selesaikanlah dengan kemampuan diri sendiri dulu. Jika sudah tak mampu, baru meminta bantuan orang lain. Dengan begitu, kita akan menjadi anak yang bijak.

"Cerita yang bagus," kata Desi.

Desi telah selesai membaca bukunya, ya buku di tutup dan di taruh di meja. 

"Nonton Tv ah!" kata Desi.

Desi mengambil remot di meja dan di hidupkan dengan baik Tv. Acara Tv yang di tonton Desi, ya acara masakan sih karena memang Desi sangat suka memasak sih. Remot di taruh di meja sama Desi dan fokus nonton Tv dengan baik.

CAMPUR ADUK

ARRIETTY

Malam hari, ya bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di channel TVRI WORLD, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK