CAMPUR ADUK

Wednesday, January 24, 2018

SEDIKIT PEMAHAMAN

Malam hari yang dingin sekali. Dono baru pulang dari mengaji dan segera menaruh tas berisi Al Qur'an dan Hadis. Dengan santainya Dono duduk di ruang tamu menyetel TV. Dengan remot TV, Dono mencari chenel yang menarik ia tonton. Lalu Dono berhenti di satu chenel yang lagi asik perbincangan.

"Seru..niii...obrolan malam hari ini tentang 100 hari Bapak Anies memimpin Kota Jakarta," celoteh Dono.

Dono pun asik menonton acara perbicangan tersebut. Indro pun dateng langsung duduk bersama Dono.

"Nonton...apa dono?" tanya Indro.

"Nonton 100 hari Bapak Anies memimpin Kota Jakarta," kata Dono.

"Oh.......kepemimpinan seumur jagung," kata Indro sambil menonton juga.

"Bagaimana pendapatmu tentang kepemimpinan seumur jagung Bapak Anies........?" tanya Dono.

"Ya.....pendapat...saya...belum....kelihatanlah...kalau seumur jagung....orang baru nanam. Proses untuk pembenahan Kota Jakarta kan......5 tahun. Jadi ya..sabarin aja.....dalam menjalan tugas," kata Indro.

"5 tahun pembangunan Kota Jakarta....itu sih waktu yang tidak pendek. Tapi panjang banget....butuh pemikiran yang mateng dalam menjalan proyek jangka panjang dan jangka pendek. Agar tidak kacu dalam menangani prosedur," kata Dono.

"Presedur....yang di maksut adalah peraturan...kan?," tanya Indro.

"Ia...lah peraturan..lah.....seorang pemimpin itu menegak peraturan dan juga terjebak oleh peraturan yang di sepakatin oleh segala pihak. Pada akhirnya jadilah sistem pemerintahan untuk keseimbangan, keteraturan, keamanan dan kesejahteran," kata Dono.

"Itu bener...sekali.........., maka harus bisa membaca sistuasi dan kondisi pekerjaan yang di tanganinya," kata Indro.

Lagi asik ngombrol sambil nonton TV, Kasino dateng duduk bersama Dono dan Indro. Lalu Kasino mengambil remot yang di pegang Dono. Dengan cepat di ganti chanel acara perbicangan dengan acara film.

"Kok...di...ganti...Kasino.....acaranya perbicangannya?," tanya Dono.

"Boring...saya..ingin nonton  film...biar nambah wawasan," kata Kasino.

"Bukannya...tadi acara perbicangan tersebut wawasannya banyak," kata Indro.

"Ia..bener...acara tadi wawasannya banyak," kata Dono.

"Wawasan...........tentang pemerintahan .........berat untuk di pikirkan. Karena persoalannya.......mudah di awal proses proposal kerjaan, tapi sulit di tindakan atau prosedur prakteknya. Banyak benturan di segala pihak. Kalau di pihak pendukung sih enak alias Pro, sedangkan kalau Kontra.....jadi runyem," kata Kasino.

"Bener..juga..........paling susahnya kan.... Kontra..... Konflik berkepanjangan......," kata Dono.

"Ya....iyalah..Kontra lebih baik, karena nilai jualnya tinggi.......contohnya E-KTP......pemberitaannya...terus-menerus sampai penjahatnya masuk buih," kata Indro.

"Jadi...semua..itu sasaran target orang media...semuanya?," tanya Dono.

"Ya........kerjaan media..lah.........untuk mencari berita yang heboh......kan nyari makannya di sana," kata Kasino.

"Kalau begitu...sih lebih baik ikut Kasino...aja deh nonton......film...biar gak pusing," kata Indro.

"Setuju.......saya nonton film aja......," saut Dono.

Dono, Kasino dan Indro memutuskan nonton film di salah satu chanel favorit mereka bertiga. Dengan asik mereka menonton setiap alur cerita film sampai waktu tidur. 

CUMA MIMPI BURUK

Malam hari yang tenang di sebuah rumah tua. Dono bangun dari tidurnya hendak ke ruang dapur untuk minum air putih. Dengan keadaan masih mengantuk Dono berjalan tertatih-tatih. Tiba-tiba melihat sesosok di ruang tamu. Dono pun mengucek-ngucek matanya untuk melihat dengan jelas. 

"Oh...Indro," gerutu Dono.

Tapi tiba-tiba kepala botak berputar 180 derajat.

"Haaaaaaa," terkejut Dono.

Si kepala botak memuntahkan darah dari mulutnya.

"Setannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.........................," teriak Dono.

Dono pun berlari ke kamar Kasino dan masuk ke dalam selimut.

"Kasino.....ada setan.....," kata Dono.

Tiba-tiba Kasino pun bangun dan berdiri tegak di hadapan Dono masih merungkel di kasur. Kasino pun mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Dono pun melihat keadaan Kasino yang berdiri tegak di pinggir kasur.

"Haaaaa.....Kasino....juga.......setannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn...," teriak Dono.

Dono bangun dari tempat tidur, lalu tidak sengaja terpeleset.

"Aduhhhh.......lagi ketakutan begini...............masih aja sialnya di tambah," celoteh Dono.

Dono bangun dari jatuh di lantai dan melirik Kasino yang memuntahkan darah.

"Haaaaaaa......setaaannnnnn...benarannnnn...setannnnn," kata ketakutan Dono.

Dono berreaksi cepat dengan membalik pandangan ke depan, tapi Dono lupa membuka pintu. Jadinya Dono menambrak pintu  kamar.

"Aduhhhhh...sakit...., lagi kacau tetap saja ...sial," kata Dono.

Dono pun pelan-pelan membuka pintu kamar. Lalu segera berlari cepat ke ruang tamu.

"Setan.......," gerutu Dono.

Dono mencoba membuka pintu ruang tamu.

"Kok...gak bisa di buka............saya lupa  kuncinya di mana ya," kata Dono.

Dono mencari kunci di ruang tamu dengan grasak grusuk. Sedangkan Setan Indro dan Kasino mendatengin Dono.

"Sialll...itu...setan ngejar....saya...lagi," kata Dono.

Dono terus mencari kunci pintu depan. Akhirnya usahanya membuahkan hasil.

"Ini kuncinya," kata Dono.

Dono cepat-cepat membuka pintu ruang tamu. Tiba-tiba sesosok berbaju putih, berambut panjang dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Setaaaaan.............tapi...jangan Wulan demennan saya.....," kata Dono yang ketakutan.

Dono pun pingsan di ruang tamu. Selang berapa saat Dono terbangun dari tidurnya di kamar.

"Haaaaa...... saya masih di kamar...apa yang terjadi ya?," kata Dono yang bingung.

Dono pun keluar dari kamar dan melihat Indro dan Kasino lagi asik masin game di ruang tengah.

"Kenapa  kamu Dono?," tanya Indro.

"Saya...bingung...aja," kata Dono sambil duduk bersama Indro dan Kasino di ruang tengah.

"Bingung..kenapa?," tanya Kasino.

"Saya melihat kalian berdua muntah darah....," sedikit cerita Dono.

"Ya.......mimpi buruk...di siang bolong......," kata Indro.

"Makanya...jangan bangun siang-siang Dono...," kata Kasino.

"Astafirohullazim......ternyata mimpi," kata Dono yang sadar.

"Kalau gak percaya mimpi......coba pegang pipi kiri...masih ada iler tahu.........jorok cuci muka sana," kata Indro.

Dono langsung memegang pipi kirinya " astafirohulazimmmmm....ternyata mimpi buruk...."

"Baru....sadarkan............," kata Indro.

"Ya....baru..sadarlah...nyawanya masih ngumpul......," kata Kasino.

Dono beranjak dari duduknya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu berganti pakaian yang rapih.

"Mau...ke mana dono rapih......?," tanya Indro.

"Mau..ngepel salah ngapel...........," jawab Dono.

"Hati-hati jalan...jangan ketemu setan lagi...ya," kata Kasino menakuti Dono.

"Ya.....semoga tidak ketemu setan lagi...seremmmmm..ah," kata Dono.

Dono pun pergi meninggalkan teman-temannya yang lagi asik main game. Dengan mengendarai motor bututnya Dono bergerak cepat ke warung kopi di mana Wulan berada.

PATAH HATI

Sore hari yang diliputi dengan hujan rintik-rintik. Kasino lagi santai di sofa yang empuk di ruang tamu sambil nonton acara TV. Selang berapa saat Indro  dateng ikut juga duduk bersama Kasino menikmati acara TV dengan membawa supermi rebus dan segelas air putih di taruh di atas meja. Dengan santai Indro menikmati makan supermi yang masih panas. 

"Emmmm..enak...sekali...dan pedasnya pas," kata Indro.

Kasino mulai rasa ingin mencobain superminya Indro. Tiba-tiba. terdengar suara Hp berbunyi. Indro menaruh superminya di meja, lalu bergerak ke dapur untuk mengambil Hpnya.

"Kebetulan ini Indro....lagi ngambil Hpnya di dapur," celoteh Kasino.

Kasino melaksanakan niatnya untuk mencicipi supermi Indro. Dengan ligat Kasino memakan supermi yang masih panas.

"Emmmmm...enak banget........pedasnya pas..banget...pinter tu...anak buat mie instan yang enak," kata Kasino.

Kasino dengan posisi nyantai menonton acara TV. Indro pun kembali duduk di sofa dan tidak lupa menikmati superminya yang masih hangat.

"Eeeeeeeemmmmm...enak banget," kata Indro.

"Indro..ngomong-ngomong ..kok menerima telponnya nyumput-nyumput, kaya ada masalah yang tidak bisa di atasi. Sebagai teman saya membuka diri .....supaya bisa memberi solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah kamu," kata saran Kasino.

Indro langsung menaruh mangkok mienya di meja.

"Oh....sebenarnya tidak ada masalah besar...hanya urusan cewek saja," kata Indro.

Lalu Indro mengambil gelas di meja, langsung meminum airnya untuk menghilangkan rasa seret di tengorokannya.

"Oh.....cewek..., anak mana?," tanya Kasino.

Indro menaruh gelas berisi air di meja.

"Oh...tetangga sebelah....," kata Indro.

"Saskia...........," saut Kasino.

"Iya...Saskia...," kata Indro.

Tiba-tiba dateng Dono yang baru pulang bekerja, langsung duduk di sofa. 

"Wah...mie..........," kata Dono.

Dono langsung mengambil mangkok mie yang mengangur di meja. Lalu memakannya dengan cepat.

"Dasar anak gak di ajarkan aturan........ Punya saya tahu....buat sendiri di dapur sana," kata Indro langsung mengambil mangkok mienya.

"Ya....namanya juga laper...Indro........jadi maaf kan daku," kata Dono.

"Tiada maaf bagi mu.....karena mie saya tinggal dikit," kata Indro.

Dono langsung bangun pergi ke dapur untuk membuat supermie.

"Dasar...Indro..pelit...," celoteh Dono.

"Bodok.....memang saya....pelit....," saut Indro.

"Oh...ya...I, sejauh mana hubungan Indro dengan Saskia?," tanya Kasino.

"Sejauh...........mata memandang," jawab Indro.

"Berarti dekat banget.......," kata Kasino.

Supermi yang enak pun habis di makan Indro, lalu mangkok di taruh di meja. Indro pun mengambil gelas meja  dan langsung meminumnya.

"Alhamdulilahhirobil alamin...atas nikmat Alloh berikan hari ini,"  puji syukur Indro.

"Amin.......," jawab Kasino.

Gelas kosong di taruh meja. Lalu Dono dateng dengan semangkuk supermi yang enak. Dengan santainya Dono menikmati mie buatannya.

"Enakkkkkkk...enakkkkkk...enakkkk," celoteh Dono.

"Pelan-pelan..makannya Dono...nanti keselek," kata Indro.

"Iya......bener..kata Indro itu," saut Kasino.

"Iya...tahu...," jawab Dono sambil menikmati supermi yang panas.

Saat lagi asik makan Dono tercengang dengan adegan Saskia Gotik dengan Sesar di televisi.

"Berani bener Sesar mencium tangannya Saskia Gotik..pacarnya gak marah," kata Dono.

"Ya...marahlah...Dono.....," kata Kasino.

"Emang...beneran marah,  mana-mana? ," tanya Indro.

"Iya........Kasino.......pacar Saskia Gotik marah. Dari tadi di tonton acaranya pacarnya  gak muncul tuh," kata Dono sambil menikmati makan supermienya.

"Iya..Kasino...loe..lagi ngelantur...ya...," kata Indro.

"Ya..iyalah...saya lagi ngelantur....yang marah kan....kamu Indro.....bukannya namanya sama  dengan orang lagi kamu dekati," kata Kasino.

"Saskia anak tetangga sebelah.................. , saya juga juga suka sama Saskia ....jadi Indro rifal saya," kata Dono.

"Saya...kira in...........beneran......ternyata saya tertipu. Kalau urusan rifal sama Dono.....males.... ah..., kalau kamu mau ambil aja Saskia anak sebelah," kata Indro.

"Wah...belum...apa-apa  udah pasrah. Gak jadi mainan dengan Indro," kata Dono.

"Ya...iyalah siapa yang mau meladenin nyeleneh kamu....Dono, orang kami tahu........selera kamu yang sebenarnya...Wulan..kan," kata Kasino.

"Betul sekali," jawab Dono dengan tegas.

Dono selesai makan superminya, lalu bergerak membawa mangkok kosong ke dapur sekalian minum. Terdengar pintu depan pun terdengar suara "Tok...tok" lalu dilanjuti dengan salam "asalamualaikum." 

"Indro buka pintu sana....kayanya ada tamu," suruh Kasino.

"Males ah...," saut Indro.

"Biar...saya.....saja...siapa tahu Dek Wulan dateng kesini," teriak Dono.

"Terserah kamulah..........Dono...," kata Kasino.

"Ya..terserah kamu...Dono..saya mau nyantai nonton TV....acaranya lagi bagus banget," kata Indro.

Dono bergerak ke ruang tamu untuk membuka pintu. 

"Saskia........... Gotik....artis dangdut dateng ke sini," kata Dono dengan suara keras.

Kasino dan Indro beranjak dari tempat duduknya, langsung bergerak ke ruang tamu untuk melihat Saskia Gotik.

"Eeeeee........saya...kiraan Saskia Gotik......," kata Kasino.

"Iya...bener.....kan...Saskia... Gotik.," kata Dono.

"Bener...dari..mana.......ini Saskia..anak tetangga sebelah..demenannya Indro," kata Kasino.

"Salah kaprah....gak apa-apa...kan?" kata Dono.

"Nyelenehnya gak ke tulungan........," kata Kasino.

"Biarin yang penting kalian berdua kena," kata Dono.

"Diam...kalian berdua..urusan orang dewasa...sekarang...anak-anak masuk ke dalam nonton TV di dalam," perintah Indro.

"Iya...Papah," jawab Dono dan Kasino.

Dono dan Kasino segera kembali ke ruang tengah untuk nonton TV. 

"Silakan masuk Adek Saskia.....," kata Indro dengan penuh kelembutan.

"Oh..ya terima kasih  lebih enak di sini aja. Maaf Kak Indro... Saskia gak bisa...lama-lama ngobrolnya....cuma mau ngasih tahu...bahwa Saskia sudah balikan dengan pacar yang lama," kata Saskia dengan tenang.

"Maksudnya............?" tanya Indro.

"Maksudnya.....di tolak..........," teriak Dono dan Kasino.

"Cuma...itu....saja ..yang Saskia mau beritahu...Kak Indro," kata Saskia.

"Patah..hati..saya....... deh," kata Indro.

Saskia pun pergi meningalkan Indro yang terdiam di depan pintu dengan penuh ratapan sedih. 

Tuesday, January 23, 2018

REZEKI NOMPLOK

Siang hari cukup panas di sebuah warung kopi. Dono lagi asik nonton youtube dengan asiknya. Sedangkan Indro lagi asik dengan makan gorengan pake cuka. Kasino lagi asik baca koran sambil minum kopi panas. Selesai menikmati gorengan yang enak Indro mulai bersantai dengan minum kopi buatan Wulan yang enak banget.

"Dono...asik banget...kaya gak bisa di gangu?," tanya Indro.

"Itu..bener...Indro...saya memang gak bisa....di gangu...masalahnya lagi asik.........menonton jalan cerita sinetron," kata Dono.

Kasino menaruh korannya di meja dan melihat ulah Dono.

"Ya...pantes...lagi sibuk nonton Infan Gunawan sama Ayu Ting-Ting di Hpnya yang baru," kata Kasino lalu duduk kembali sambil minum kopi.

"Ya......saya...kirain......nonton sinetron beneran..., malah gosip yang gak jelas," kata Indro.

"Bukan..gosip tapi beneran...., jalan ceritanya asik kalau di tonton," kata Dono.

"Ya...Dono...kamu tidak menghabiskan uang nonton yutube terus?," tanya Kasino.

"Tenang.......saja saya pake kuota....., dan juga saya baru dapet rezeki nomplok yaitu berhasil jualin tanah temen saya," kata Dono.

"Jadi...usaha sampingan kamu ....makelar tanah," kata Indro.

"Iya....bener...sekali.......," kata Dono.

"Pantes....kita semua di teraktir makan dan minum di warung Ibu Minah," kata Kasino.

"Namanya juga....bagi-bagi rezeki...nomplok...kan Indro dan Kasino," kata Dono.

"Bagaimana dengan saya Kakang Dono?" saut Wulan yang ikut dalam obrolan.

"Untuk Wulan............apa..ya?" kata Dono sambil berpikir.

"Kasih...aja..uang...Dono," kata Indro.

"Ya..uang..aja jangan barang....zaman sekarang uang lebih banyak manfaatnya dari pada barang Dono," kata Kasino.

"Wah......ini ngomporin saya...dapet cuma sedikit.........tapi pengeluarannya banyak. Tapi gak masalah untuk Siti Badriah," kata Dono.

"Salah.......Dono...bukan Siti Badriah tapi Wulan tahu," sontak Kasino dan Indro.

"Iya...saya..kan cuma nyeleneh..........tahu. Gitu aja marah.......namanya Wulan bukan Siti Badriah," kata Dono.

"Nah....itu yang bener...," saut Kasino.

"Kang namanya Siti Badriah, kalau di dalam cerita sinetron namanya Wulan," kata Wulan mencoba nyeleneh.

"Iya........Siti Badriah yang cantik dan gelis," pujian Dono yang menghanyutkan.

"Tunggu...dulu...bukan Siti Badriah sudah menikahkan....," kata Indro.

"Kaya....nya begitu................di film-film," kata Kasino.

"Itu mah gak usah di perpanjang deh...yang ini belum menikah namanya Wulan," kata Dono.

"Setuju," jawab Kasino dan Indro.

"Jadi Kakang...mau mengasih..Wulan kecipratan rezeki berapa?," tanya Wulan dengan lembut sekali.

Ibu Minah keluar dari dapur ikutan dalam perbicangan.

"Sedang Ibu gimana Dono?," tanya Ibu Minah.

"Wah...saya.....amsiong ini...mah," kata Dono.

"Nama..juga suka sama anaknya...... ya otomatis..........orang yang membesarkan dia...ya.... minta hitungan juga Dono," saut Indro.

"Ya...jelas...aja............. gak bisa denger nama uang. Ibu Minah langsung bereaksi cepat," kata Kasino.

"Betul....sekali," jawab Ibu Minah.

"Kalau...Wulan gak...gitu...deh...biasa aja kali," kata Wulan dengan menunduk malu.

Dono mengeluarkan dompetnya dari saku celana belakangnya.

"Ibu Minah saya bayar makan dan minuman hari ini tidak hutang tapi kontan dan saya lebih kan Rp 200.000,- . yang Rp 100.000 untuk Ibu Minah dan Rp 100. 000  untuk Wulan," kata Dono.

"Wah..bener-bener royal.....sekali kamu Dono," kata Indro.

"Pantes jadi mantu yang baik....tidak pelit dengan materi," kata Kasino.

"Ya...terima kasih..atas.....royalitasnya Nak Dono," saut Ibu Minah.

"Iya...Kakang...saya ucapkan terima kasih...semoga rezekinya tambah lancar," ujar Wulan.

"Amin....," jawab Dono, Kasino, Indro dan Ibu Minah.

Ibu Minah kembali ke dapur mengelesaikan urusan masakannya yang di tinggal. Wulan beres-beres piring dan gelas yang dipakai untuk makan dan minum. Dono, Kasino dan Indro keluar dari warung Ibu Minah untuk melanjutkan urusan pekerjaan mereka bertiga sebagai tukang ojek pangkalan.

OBROLAN TUKANG OJEK

Pagi yang cerah sekali di kota metropolitan. Dono berangkat kerja ke kantor dengan motor butut. Selang beberapa menit sampailah Dono di kantornya di pinggiran jalan. Dono langsung memarkirkan motor bututnya. Bergerak Dono ke tempat teman-temannya yang lagi asik duduk di sebuah gardu siskamling. 

"Pagi...semuanya.....," sapa Dono.

"Pagi...Dono........," jawab Kasino.

"Pagi Dono, tapi...kaya kamu telat...jadi gaji..mu di potong hari ini," kata Indro.

"Maaf Pak....saya tidak bermasuk kesiangan....tapi kota Jakarta identik dengan kemacetan,"sedikit penjelasan Dono.

"Macet.........macet...macet....itu bukan jadi alasan lagi............, karena Presiden yang sekarang lagi wacana in...pembangunan jalan raya untuk mengatasi macet," kata Indro.

"Ya.....itu...bener, tapi tetap macet..kok," saut Kasino.

"Benerkan kata..teman baik saya," kata Dono.

"Kalau saya analisa yang benar.. ada dua faktor. Yang pertama karena warganya pemalas dari segi adat kebiasaan sehari-hari. Yang kedua ini yang ribet sekali menimbulkan kemacetan. Jalan di buat selebar apa pun pasti akan macet. Pabrik mobil dan motor tutup aja jadi supaya tidak bertambahnya kendaraan. Jadi tidak macet lagi," kata Indro.

"Setuju......," saut Dono dan Kasino.

"Kok jadi sepakat begini...........," kata Indro yang bingung.

"Gak usah bingung Pak. Kalau di tutup pabrik motor dan mobil maka ekonomi mati lagi, Penganguran tambah banyak. Jadi gak ada solusinya...ya..dibiarkan...saja.........agar tidak krisis ekonomi. Proses yang baik, ya...gak salah lah kebijakan di ambil Presiden adalah pembangunan tol baru dan meningkatkan armada bus dan kereta api cepat....." kata Dono samping duduk di samping Kasino.

"Saya.. setuju, tapi kalau saya pikir lebih baik zaman dulu....tidak mobil dan motor.....cuma gerobak sapi yang banyak di jalan raya. Kadang masa lalu lebih baik dari masa depan yang ruet dengan permasalahan yang dateng sendiri atau di ciptakan," kata Kasino.

"Bener...bener paham dengan keadaan di lingkungan kota," kata Indro.

"Jelas...lah nyari makan di kota..., ya...gampang-gampang susah," ujar Dono.

"Betul sekali penuh dengan persaingan dengan modal kecil dan modal besar," saut Kasino.

"Tapi...saya..tetap kamu Dono...saya potong gajinya hari ini...," kata Indro.

"Terserahlah...Bapak pimpinan...anak buah nurut aja.......besar atau kecil kesalahan anak buat tetap saja melanggar peraturan. Jadi yang benar ya Bosnya," kata Dono.

"Ceritanya..lama-lama..nambah panjang...kaya........Bos yang diktaktor saja....susah memberi kata maaf walau kesalahan sedikit. Kaya  Film Stupid Bos," kata Kasino.

"Sebenarnya..sih ...cuma mainan peran saja. Tapi kalau di pikir sih Stupit Bos atau Idiot Bos," kata Indro.

"Ya...Indro...sama aja......maksud dan tujuan.........," kata Dono.

"Ya..iyalah....sama-sama .....Bodoh...kan," kata Indro.

"Ya...Bodoh...," saut Kasino.

"Ya......udah gak usah bahas itu lagi. Ngomong-ngomong kalian berdua udah narik hari ini?," tanya Dono.

"Belumlah...Dono...loe lihat kami lagi asik main catur.........," kata Kasino.

"Bener..Dono..susah...nyari pelanggan.... kalah dengan ojek on line," kata Indro.

"Gimana nasip tukang ojek pangkalan?" gerutu Dono sambi rebahan di pos siskambling.

"Jangan..yang bicarin Dono...itu sinetron Top (Tukang Ojek Pangkalan)," kata Indro.

"Bukan tapi minuman kopi sasetan yaitu Top Kopi namanya," saut Kasino.

"Ya....itu..sih nyeleneh kalian berdua...," kata Dono.

"Ya..iya...lah...Dono..lebih baik kita guyon dari pada stres mikirin masalah pendapatan kita hari ini. Ya namanya usaha........sabarnya..... dan berdoa....bukan gerutu," kata Indro yang bijak.

"Betul...betul....betulllll," saut Kasino.

"Iya...deh....kalian bener...........saya lebih banyak sabar dan ikhlas dalam menjalankan hidup deh," kata  Dono.

Saat Dono, Kasino dan Indro lagi asik ngobrol tiba-tiba bumi bergetar. 

"Gemmpa....," teriak Dono yang terkejut dengan keadaan.

"Bukan tahu..............Gozilla dateng ke kota Jakarta...ingin menghancurkan kota yang bobrok ini," kata Indro.

"Bukan...Gozilla ......Indro....., tap Hulk jatuh dari langit...jadi gempar semuanya," kata Kasino.

"Salah...semuanya.......meteor jatuh ke bumi....., maka bumi bergetar," kata Dono.

"Ya..sama..aja nyelenehnya....tentang film," kata Indro.

"Yang duluan siapa?," tanya Kasino.

"Ya...kamu duluan Indro...dari...tadi, padahal saya cari adalah orang lagi memperbaikin jalan di sana. Makanya bumi bergetar," kata Dono.

"Kalau tahu gak....usah..nambahin deh...," saut Indro.

"Ya..udah..gak perlu...di bahas..lagi...gak penting," kata Kasino.

"Kalau begitu...saya mau pergi dulu ada..kerjaan lain," kata Dono.

"Kerjaan ..apaan Dono......bagi-bagi rezeki dengan teman dong?," tanya Indro.

"Ya......godain Wulan sambil minum kopi," kata Dono.

"Kalau itu saya..ikut," kata Kasino.

"Ya..ikutan..," saut Indro.

Dono, Kasino, Dan Indro beranjak dari pos siskambling, lalu naik motor masing-masing. Dan bergerak ke Warung Ibu Minah untuk menikmati kopi dan gorengan yang enak.

TEMAN JIN CENTIL

Hari begitu larut sekali. Dono mondar-mandir di depan rumahnya. Dono terpikiran dengan botol cantik yang di pinggir jalan yang tidak jadi bawa pulang. Karena penasaran Dono bergerak menuju dimana botol cantik tergeletak.

"Kayanya....sekitar sini," gerutu Dono.

Dono terus mencari-cari botol cantik tersebut sampai mengaduk-aduk timbunan sampah. 

"Ini...ke temu," celoteh Dono.

Botol cantik yang di temukan Dono langsung di bawa ke rumah Dono. Orang tua Dono khawatir dengan ulah anaknya yang keluar malam-malam.

"Dari mana kamu Dono?" tanya Ayah Dono.

"Iya.....anak...malam-malam bikin khawatir Ibu saja," saut Ibu Dono

"Dari luar.......cari botol ini," kata Dono sambil menunjukkan bendanya.

"Malam.-malam cuma nyari botol yang gak penting...........," kata Ayah Dono.

"Ya...udah sekarang cuci tangan ke belakang, sekalian bersihkan botol itu juga dan setelah itu masuk ke kamar langsung tidur," kata Ibu Dono.

"Baik Bu," jawab Dono.

Dono masuk ke kamar mandi dan mencuci tangan dan sekalian membersihkan botol yang di carinya. Ayah dan Ibu Dono duduk sofa ruang tamu untuk menonton acara ludruk. Selang berapa saat botol bersih di cuci Dono. Lalu Dono pun masuk ke dalam kamarnya dengan membawa botol cantik tersebut di taruh meja belajarnya.

"Ini...botol ...untuk apa....ya?" gerutu Dono.

Dono terus melihat botol cantik tersebut di atas meja belajar  sambil tiduran di kasur. 

"Kayanya...saya isi...aja dengan air dan saya beli ikan emas koki atau cupang," kata Dono.

Lama-lama berpikir Dono pun tertidur lelap. Sang Ibu Dono masuk dalam kamar anak untuk melihat keadaan Dono.

"Emmmm...dasar..anak...nakal...," kata sang Ibu Dono.

Lalu Ibu Dono membenarkan pola tidur anak semata wayangnya. Dengan penuh kasih sang Ibu Dono mengambil selimut di lemari baju untuk Dono supaya tidak kedinginan. Setelah itu Ibu Dono keluar dari kamar anaknya dan menutup rapat pintu kamarnya. Ibu Dono kembali menemani Ayah Dono di ruang tamu.

"Gimana Dono?" tanya Ayah Dono.

"Sudah...tidur....kayanya kecapean main seharian," kata sang Ibu Dono.

"Oh..ya...udah," saut Ayah Dono.

Ayah dan Ibu Dono kembali asik menonton ludruk sampai selesai. Di dalam kamar Dono sang Jin kecil bernama Jinny bangun dari tidurnya.

"Jadi...benar...itu anak tadi.....jadi tuan baru saya.....ini mah nama sudah jodoh," celoteh Jinny.

Jinny pun kembali tidur lagi. Keesokan paginya Dono menyiapkan acara untuk main game bersama Kasino. Dengan penuh kesabaran Dono menunggu Kasino di ruang tamu sampai pintu di buka selebar-lebarnya. Sampai siang tetap Kasino pun tidak dateng juga. Dono pun masuk ke kamar untuk tidur siang. Lagi-lagi Dono penasaran dengan botol cantik yang di taruh di meja belajarnya.

"Ini botol.......saya apain..ya?" celoteh Dono.

Dono terus membolak-balikkan botol. Jinny pun terbangun. 

"Wah..bener tuan baru saya," celoteh Jinny.

"Ini botol  ada tutupnya......," kata Dono.

"Tuan...buka...saja...., oh saya lupa dia mana bisa mendengarkan saya," kata Jinny.

Dono pun akhirnya memutuskan membuka tutup botol cantik tersebut. Keluarlah asap dari botol cantik itu.

"Kebakaran niiiiii.......botol," kata Dono.

Botol cantik tersebut di jatuhkan Dono ke lantai.Dengan sekejab asap yang keluar dari botol menjelma menjadi gadis cantik yang centil, langsung memegang botol cantik tersebut.

"Hati-hati dong tuan dengan botol ini.......kalau pecah saya gak punya rumah lagi kan," kata Jinny.

"Haaaaaaa........kamu...ini...makluk apaaaaa?," terkejut Dono.

"Jin..............," kata Jinny yang centil.

"Jin.......masa..... Alloh...kebesaran iilahi...," kata Dono.

"Amin.......," saut Jinny.

"Kok di aminin......?" tanya Dono.

"Ya...tuan niatnya kan berdoa," kata Jinny.

"Iya...juga...bener, eh ngomong-ngomong..kamu  jin baik atau jahat?," tanya Dono.

"Jin....nakal...makanya saya di kurung ini selama 1000 tahun, kalau ada yang membebaskan ya..selesai hukuman saya," sedikit cerita Jinny.

"Jadi saya telah menolong....kamu?" tanya Dono.

"ya jelas..lah.....," kata Dono.

"Kalau...kamu sudah terbebas saya tidak ada sangkut paut dengan kamu. Karena guru ngaji bilang di larang memelihara jin," kata Dono.

"Ternyata tuan yang baik hati...yang tidak mau memperbudak bangsa kami," kata Jinny.

"Kalau begitu...kita teman saja," ujar Dono.

"Baiklah...," saut Jinny.

Dono dan Jinny pun bersalaman tanda awal dari persahabatan. 

"Oh...ya..ngomong-ngomong jangan panggil tuan.......tapi panggil saja Dono," kata Dono.

"Beres..kalau itu...mah.....Dono...kan," jawab Jinny.

Dono pun tidak jadi tidur kembali ke ruang tamu dan langsung main game PS. Jinny yang penasaran mengikuti Dono yang sedang asik main game.

"Dono...main apaain ini?" tanya Jinny.

"Oh..main game Ps..pertarungan robot gundam. Jinny mau coba....ayo main bersama," kata Dono.

"Boleh.....," saut Jinny.

Dono mengajarkan Jinny bermain game PS sampai bisa. 

"Gimana asik kan main game?" tanya Dono.

"Iya.......," jawab Jinny.

"Tapi...sebenarnya..lebih asik kalau teman baik saya ada di sini main bersama. Padahal sudah saya undang, tapi tidak dateng," gerutu Dono.

"Saya..bisa menolong Dono...dengan mendatang teman-teman Dono," kata Jinny.

"Dateng begitu saja...emangnya  Jinny penyihir," kata Dono.

"Iya......bisa...di bilang begitu sih......, tunggu sebentar...ya Jinny buktiin deh," katanya dengan yakin.

Jinny pun memetikkan jarinya. Seketika Kasino dateng di rumah Dono.

"Kasino...," terkejut Dono.

"Saya...dimana ini? padahal saya lagi sibuk belajar," kata Kasino.

"Di rumah saya,......pantes..gak dateng........, lagi belajar...walau hari libur...anak rajin belajar....entar besok gede jadi Profesor," kata Dono.

"Dono.....maaf saya lupa........acara main gamenya. Tapi kenapa secepat kilat saya ada di sini?" kata Kasino.

"Karena ada jin...," kata Dono yang jujur.

"Jin....astafirohullazimm.........jinnn," terkejut Kasino.

"Bener..jin...tuuuuu..jinnya," kata Dono sambil menunjuk Jinny.

"Mana.........mana..mana...gak..ada.....kok," Kasino.

"Ada...itu...di sebelah kamu," kata Dono.

"Gak ada.....Dono...kamu ini mau mempermainkan saya..ya," kata Kasino.

"Jinny...gimana ini .....?" tanya Dono.

"Teman...Dono tidak bisa melihat Jinny.......karena Jinny di kategorikan makluk gaib.......," penjelasan Jinny.

"Ohhhhh...begitu...solusinya," ujar Dono.

"Kamu ngomong sama siapa sih Dono?" tanya Kasino.

"Di bilangin...jin.....," kata Dono.

"Jin.....lagi...jin...lagi...kamu gak waras ya," saut Kasino.

"Oh ...iya..Jinny baru inget ada air ajaib yang bisa melihat jin," kata Jinny.

Jinny langsung memunculkan sebotol air ajaib. Lalu di serahkan ke Dono.

"Botol berisi air.....ini," kata Dono.

"Iya...suruh kasih minum Kasino....," ujar Jinny.

Dono memberikan botol  berisi air ajaib ke Kasino. 

"Botol ini untuk apa.......?" tanya Kasino.

"Minum airnya...nanti tahu sendiri kasihatnya," kata Dono.

"Ya..udah.........saya ikutin mau kamu Dono," ujar Kasino.

Kasino membuka tutup botol dan meminum air ajaib. Seketika terlihat wujud jin cantik di hadapan Kasino.

"Haaaaaaaaaa...jin...," terkejut Kasino.

"Udahlah.........jangan dramatisir gitu........biasa aja...," kata Dono.

"Ya...udah, kenalkan nama saya Kasino," katanya Kasino sambil mengulurkan tangan kanannya. Jinny pun mengulurkan tangan kanannya. Lalu berjabat tangan.

"Saya Jinny," jawabnya dengan lembut.

Setelah itu Kasino, Dono, dan Jinny bermain game. Sampai Indro pun dateng ikutan main game dan tidak lupa diberi juga air ajaib untuk bisa melihat Jinny. Acara main game Ps pun semakin asik karena berkumpulnya teman-teman.

CAMPUR ADUK

SANGDIL SANAM

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di channel ANTV, ya Budi duduk dengan santai di depan rumahnya seda...

CAMPUR ADUK