CAMPUR ADUK

Tuesday, January 22, 2019

SUTING FILM

Seorang pemuda yang bernama Nobita sedang memandangi langit dari atas bukit. Datanglah sesosok yang turun dari langit. Nobita langsung menghindar sambil memegang pedang dan siap untuk bertarung. Wujut dari makluk tersebut tersibak dengan jelas dan berkata"Apa kamu pendekar di daerah ini?" 
"Iya... Siapa kamu? tanya Nobita.

"Saya Jaiyen.... Sang raja iblis."

"Jaiyen sang raja iblis. Mau apa dengan saya?" 

"Jadi kamu yang telah menghancurkan Suneo anak buah saya."

"Iya," jawab Nobita.

"Kalau begitu kamu harus hancur," kata Jaiyen.

Jaiyen berlari dan langsung menyerang Nobita dengan tinjuan yang sangat kuat. Nobita langsung menghindar dengan cepat. Jaiyen terus menyerang lagi.

"Cut..cut..cut," kata Doraemon.

"Kenapa di cut?" tanya Jaiyen yang sudah serius.

"Doraemon kenapa di cut?" tanya Nobita.

"Hari sudah mulai sore. Nanti di cari Ibu...Nobita. Jadi kita lanjutkan buat filmnya," kata Doraemon.

"Jaiyen..besok kita menyelesaikan sutingnya," kata Nobita.

"Ya...sudahlah. Ibu saya juga mencari saya," kata Jaiyen.

Doraemon membereskan alat-alat untuk membuat film. Nobita dan Jaiyen berganti pakaian dengan baju sehari-hari. Doraemon, Nobita, dan Jaiyen berjalan pulang menuruni bukit belakang sekolah. Sampai di persimpangan Jaiyen berpisah dengan Doraemon dan Nobita. 

"Sampai besok," teriak Jaiyen.

"Iya....sampai besok," teriak Nobita.

Doraemon dan Nobita berjalan sampai ke rumah. Lalu sampai di persimpangan gang melihat seorang cewek cantik berpapasan dengan Doraemon dan Nobita.

"Sakura," kata Nobita.

"Bukan Sakura...tapi Putri," kata Doraemon.

"Putri," saut Nobita.

Nobita mulai mencoba melihat dengan jelas siapa cewek yang di lihatnya? 

"Astaga..ternyata Putri. Anak siapa?" kata Nobita.

"Anak......Bapak dan Ibunya," jawab Doraemon.

Sampai di rumah. Nobita dan Doraemon langsung mandi bersama. Setelah itu baru makan malam bersama Ibu dan Bapak sambil menonton Tv.

"Acaranya bagus ya?" kata Nobita.

"Iya," saut Doraemon.

"Musik...Indonesia...dangdut gitu. Padahal  kita ini orang Jepang. Suka juga dengan dangdut," kata Nobita.

"Acaranya menarik," saut Bapak.

"Iya..bener kata Bapak acaranya bagus..menghibur," kata Ibu menambahkan omongan Bapak.

"Saya selesai makan," kata Nobita.

"Nobita..kerjakan PR kamu," suruh Ibu.

" Iya," jawab Nobita bergerak masuk kamar.

"Saya juga," kata Doraemon.

"Dasar anak-anak," saut Ibu.

"Masa pertumbuhan Ibu," kata Bapak.

"Iya," jawab Ibu.

Nobita di dalam kamarnya langsung mengerjakan PRnya. Sedang Doraemon sibuk baca komik. Lama-lama kelamaan mulai rasa kantuk. Nobita pun membereskan buku-bukunya dan segera untuk tidur. Ternyata Doraemon sudah tidur. Keesokan harinya. Doraemon dan Nobita melanjutkan suting pembuatan film setelah pulang sekolah. 

Di bukit belakang sekolah Jaiyen sudah menunggu Nobita dan Doraemon. Ternyata ada Soneo dan Sakura dan di tambah seorang lagi yaitu Putri. Doraemon mulai mengeluarkan alat untuk pengambilan gambar dan kostum. Adegan kemarin pun di lanjutkan. Doraemon menjadi sutradara yang mengarahkan adegan dengan baik.

Nobita di serang oleh Jaiyen dengan pukulan yang dasyat. Nobita mencabut pedangnya. Terjadilah pertarungan yang hebat antara Nobita dan Jaiyen. Ternyata Nobita kalah sampai terpental jauh. Datenglah Sakura untuk menolong Nobita. Ternyata Soneo dateng untuk menangkap Sakura. Nobita pun bangkit dari keadaannya melawan Jaiyen.

Tinjuan Jaiyen mengarah ke bagian tubuh Nobita yang tidak berdaya. Dateng Putri dan menahannya dengan sebuah tameng. 

"Bangkit Nobita," kata Putri.

"Iya," jawab Nobita.

Nobita pun bangkit dengan cepat menyerang Jaiyen dengan pedangnya. Di tebaslah Jaiyen berkali-kali sampai tidak bisa bangkit lagi.

"Jaiyen.....raja iblis," teriak  Soneo.

Soneo mendekati Jaiyen dan berusaha membawanya pergi dari area pertarungan. Sakura pun terbebas dari cengkeraman Soneo dan mendekati Nobita dan Putri.

"Cut. Sip....bagus..," teriak Doraemon.

Pengambilan adegan selesai. Lalu Nobita dan kawan-kawan menonton hasil dari kerja Doraemon. 

"Bagus...Doraemon," kata Nobita dan kawan-kawannya.

"Ok....kalau begitu acara pembuatan film selesai. Kita beres-beres," kata Doraemon.

"Iya..," jawab Nobita dan kawan-kawannya.

Doraemon membereskan semua alat pembuatan film dan Nobita dan kawan-kawannya berganti kostum. Setelah itu mereka semua pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan senang karena pembuatan film selesai.


Karya: No

APA YANG SALAH APA YANG BENAR

Dono yang duduk santai sambil mengetik dan sambil menonton Tv. Indro baru dateng duduk bersama Dono setelah baru pulang dari kerjaan. 

"Dono sibuk ngetik?" tanya Indro.

"Iya," jawab Dono.

Indro melihat tulisan Dono di leptop dan membaca dengan seksama "Apa yang salah apa yang benar?" Indro pun geleng-geleng dengan tulisan yang di angkat Dono. Lalu Indro pun bertanya pada Dono "Maksudnya Dono tulisan kamu?"

"Sekedar beranalisa tentang permasalahan yang ada di sekeliling kita," sedikit penjelasan Dono.

"Jadi...hanya sekedar analisa saja toh. Ya sudah saya mau mandi dulu. Panas," kata Indro.

"Sana..sudah mambu kecut," kata Dono.

Indro ke kamar mandi tidak lupa membawa anduk yang di taruh di atas pintu kamar Indro. Dono terus menerus sampai selesai dan langsung mematikan leptopnya yang di taruh di meja. Dono bergerak dari duduk untuk mengambil minum di kulkas. Saat minum Dono berpikir " Apa ada yang salah ketik ya."

Dono pun jojong minum sampai kembung. Lalu Dono kembali duduk nonton Tv. Acara yang di tonton Tv bagus banget. Pikiran Dono pun mulai meningkatkan daya khayalnya sampai mengucap "Seandainya saya duduk jadi penonton di acara itu."

Dono melihat Tv dengan seksama dan memperhatikan dengan sekeliling dari acara yang di tonton dan tidak memperdulikan dari tokoh utama yang sedang aktrasi menunjukkan diri. 

"Benar...jadi penonton di acara tersebut dan di rumah dari sudut pandang sama aja. Cuma nilai suasananya aja." celoteh Dono.

Indro yang telah selesai mandi dan berganti pakaian langsung duduk bersama Dono. 

"Dono....kaya orang bingung. Ada masalah?" tanya Indro.

"Ya..gak ada sih cuma. Mikirin apa ada yang salah dalam tulisan saya itu saja," kata Dono.

"Kalau itu sih gak ada masalah. Saya tinggal dulu untuk membeli makan di daerah sini" kata Indro.

"Ya..," jawab Dono.

Indro keluar rumah dan langsung berjalan menuju warung terdekat. Dono tetap masih menonton dan akhirnya memutuskan untuk memeriksa ketikannya dengan mengambil leptop dan di hidupkan. Dengan seksama Dono membaca ketikannya.

"Iya.....ada beberapa kekeliruan dari beberapa kalimat yang tidak sesuai saat di satukan satu paragraf," celoteh Dono.

Dono langsung memperbaiki ketikan dan hasil tulisannya pun jadi baik. 

"Ini yang ku mau," celoteh Dono.

Indro pun pulang dengan membawa makanan.

"Dono makan yuk," ajak Indro.

"Iya," jawab Dono.

Indro pun membagi satu bungkus makannya dan langsung Dono menyambutnya.

"Nasi putih dengan lauk ikan lele," kata Dono.

"Yo.i...cuma ada itu," saut Indro yang sudah menyantap nasi bungkusnya.

Dono mematikan leptopnya dan di taruh di meja segera menyantap makanannya. Indro yang asik makan sambil nonton Tv dan di ganti acaranya dengan tema berita.

"Tema beritanya tentang maju mundur kebebasan Ba'asyir..," kata Indro.

"Iya..sudah dari kemarin berita itu simpang siur. Kaya iya dan gak," saut Dono.

"Sebenarnya..kalau di analisa sih  tidak terlalu pengaruh amat dari tingkat sosial kita. Orang urusan yang paling rentan sekarang masalah urusan perut saja," kata Indro.

"100 % persen kamu yang benar Indro," pujian Dono.

"Terima kasih Dono. Tapi sama aja dengan tulisan kamu Dono....apa yang salah apa yang benar. Toh akhirnya tanda tanya besar. Kalau di selesaikan secara cepat kan tidak jadi masalah," kata Indro.

"Itu jawaban yang paling benar. Dari tadi saya pikirkan. Ternyata gak ada masalah... selesaikan aja," saut Dono.

Indro pun menyelesaikan makannya dan langsung bergerak mengambil minum di kulkas. Sedangkan Dono asik makan. Indro pun mulai ngecek jadwal kerjaannya di Hpnya. Ternyata masih ada satu kerjaan lagi. 

"Dono..bantu saya hari ini," ajak Indro.

"Iya..saya selesai makan dulu," kata Dono.

Dono dengan cepat menyelesaikan makannya dan langsung bergerak mengambil minum di kulkas. Setelah itu baru bergerak keluar rumah bersama Indro menuju tempat kerjaan yang lumayan jauh dari rumah.


Karya: No

SURGA ATAU NERAKA

Hari berganti malam. Aku dateng ke mesjid mengikuti pengajian. Sampai di mesjid Aku melihat semua orang aneh dan Aku diam membisu semuanya. Mulai pengajian yang memberikan pemahaman dengan baik. Tetap Aku kesepian di antara yang lain. Hati ku bicara menunjukkan kebenaran seperti demensi waktu di antara orang yang tekun mengikuti pengajian.

"Apa salah ku. Mungki salah ku yang kemarin. Padahal kata -kata menggerutu ku di tengah pengajian pada waktu menunjukkan kebenaran yang asli. Bahwa Aku hanya di cekokin untuk terus di jalan ini benar terus menerus. Tapi jika di tanya mereka tidak bisa menjawab. Karena sebenarnya perpecahan di buat manusia dan berharap Alloh SWT dateng memberi petunjuk. Apakah mereka ini yang dateng golongan yang jujur atau pembohong. Karena terlihat kepura-puraan mereka. Mereka mengejar surga pada akhirnya yang sebenarnya neraka."

Aku pun berhenti bicara dalam hati ku. Azan pun di kumandangkan, lalu Aku menjalankan sholat Isya. Tapi di saat Aku mau melakukan sholat Isya dan berdiri di tengah-tengah mereka. Tetap Aku melihatnya dan hatiku bicara "Apakah ini salah ku lagi. Kalau ini salah ku. Aku tobat pun di terima Alloh SWT. Tapi kalau manusia sampai Aku mati pun belum di terima tobatnya di antara manusia. Padahal alasannya mereka adalah jalan mereka benar Aku yang salah. Padahal jalan mereka tetap ada yang salah sama dengan ku. Masih ingin terbebas dari siksa api neraka."

Imampun memandu sholat dengan baik sampai selesai. Setelah sholat Aku melihat keanehan lagi dan hati ku bicara lagi "Ternyata benar  mereka ini menutupi kepura-puraan dalam diri mereka. Tetap terlihat oleh mata ku bahwa jiwa mereka yang bersih ternoda dengan satu titik gelapan yang Aku buat kemarin. Yaitu mereka ini masih golongan bohong bukan jujur. Karena tujuan yang awal terlihat sampai akhirnya. Aku pun sadar dengan kesalahan ku. Lebih baik diam dan meninggalkan jalan ini. Karena telah rusak lagi karena kebodohan mereka. Yaitu kegelapan hati mereka. Pada hal Alloh SWT telah melihatnya dengan baik. Jalan mereka masih tersesat karena selalu meminta petunjuk Alloh SWT."

Aku terus mendengarkan acara pengajian dengan selesai. Dan pulan bersama yang lain dan ikutan bersalaman dengan imamnya. Lagi-lagi Aku melihat kegelapan dari imamnya yang tidak suka dengan ku tetap Aku mengabaikan. Aku pulang ke rumah dengan berjalan kaki dan kata hati ku bicara "Benar-benar .....jauh di dalam di seorang pemimpin atau imam masih di penuhi kegelapan jiwa. Ternyata benar apa yang Aku lihat. Kesalahan ku kemarin menunjukkan kebenaran. Bahwa mereka berpura-pura menutupi kebenaran mereka yang asli. Yaitu ahli neraka di dalam ahli surga."

Sampa di rumah Aku pun melupakan semuanya dan menyetel Tv untuk menghilangkan kejenuhan ku. Lalu teringat dengan isi dari pengajian tadi.

"Harus terus mengikuti pengajian ini dan harus di sempat-sempatkan. Jangan terpengaruh dengan tontonan yang ada di Tv," celoteh Aku sedirian di dalam rumah.

Aku mengabaikan semuanya dengan tetap nonton Tv dengan seksama. Lalu Aku teringat sesuatu.

"Bener...mereka masih golongan pembohong belum golongan jujur. Toh mereka masih mengejar dunia dari pada akherat. Karena Hp, motor, mobil, yang mereka bawa ke mesjid sebagai sarana menjalankan hidup terlihat jelas di mataku. Sampai-sampai sendal yang di pakai mereka jadi saksi bahwa mereka tetap mengejar dunia dari pada akherat. Dan terkadang Aku pun bergaul dengan mereka selayaknya kawan. Ternyata mereka masih membohongi dirinya. Akherat dan akherat. Toh yang sebenarnya mereka masih terjebak oleh urusan dunia sampai di mesjid pun tidak bisa membebaskan pikiran dan hatinya. Maka jiwa mereka penuh dengan kegelapan. Maka pertanyaan ku adalah apakah mereka ini berhasil mendapatkan surga akherat atau sebenarnya neraka yang sebenarnya yaitu kesusahan, keresahan, kebimbangan, kebodohan, kegilaan dan akhirnya hancur sendiri tanpa di pengaruhi siapa pun," celoteh Aku.

Aku lagi-lagi mengabaikan semuanya dan tidak mau di ambil pusing. Aku tetap nonton Tv dengan baik toh bisa menghibur ku.

"Surga dunia yang benar itu adalah menikmati setiap waktu yang ada. Ketika mati apakah bisa Aku menikmati ini semua yaitu nonton Tv," celoteh Aku.

Aku pun beranjak dari duduk dan membuat makan malam di dapur dan mengambil mie yang di simpan di lemari makan.

"Cuma satu bungkus ini rezeki aku malam ini. Ternyata hanya segini nikmat surga dunia Aku. Mereka bercerita tentang surga akherat di mesjid, tapi surga kenyataannya adalah mie yang akan Aku masak untuk menghilangkan rasa lapar Aku," celoteh Aku.

Aku pun memasaknya mie tersebut dengan baik sampai jadi dan siap untuk di santap. Di depan Tv Aku menyantap makan mie yang masih panas.

"Enak..mie ini. Walau pun Aku...tahu nikmat ku hari ini hanya segini. Besok Aku harus mencarinya. Surga dunia telah Aku lewati dengan sebenarnya. Sedangkan surga akherat ...Aku serahkan pada Tuhan yang memutuskan yang paling baik. Bukan seperti mereka yang di dalam mesjid surga akherat yang memutuskan adalah para pemimpin mereka. Maka hancurlahn mereka dengan kesesatan. Karena yang di puja Tuhan adalah Alloh SWT malah manusia yaitu pemimpin di antara mereka. Gugur amalan mereka yang mereka bina. Yang terlihat benar di mataku. Salah Aku.....yang bikin ulah gak sengaja dan tidak Aku perhitungkan di antara mereka. Malah mereka terjebak oleh kata-kata ku yang mencari jawaban dari jalan hidup. Akhirnya Aku tahu sebenarnya hati mereka masih dalam kegelapan dunia. Surga tidak dapat malah nerakalah yang mereka jalani." celoteh Aku.

Aku pun tertawa melihat lawakan yang lucu dan melupakan keresahan dari dalam diri ku. Aku menikmati waktu yang sejenak ini makan mie sampai habis. Lalu Aku menaruh mangkuk mie dapur dan kembali untuk nonton. Ternyata penyakit lamaku kambuh. Aku mengalami serangan jantung. Dengan susah payah Aku menahan sakitnya dan sampai jatuh di lantai. Tidak ada yang menolong Aku di saat paling sulit. Aku pun mengikhlaskan keadaanku dan mengucap sebuah kata yang paling baik dan berusaha sadar "Allohhu Akbar."

Aku pun memejamkan mata selamanya.


Karya: No

SEANDAINYA SAYA JADI YESUS ATAU ISA

Siang hari yang cerah Muhammmad duduk di pinggir gereja yang terletak di tengah pasar. Muhammad melihat semua dengan baik kehidupan orang-orang yang sebenarnya. Sampai dateng bapak-bapak yang jadi umat di dalam gereja pada Muhammad dan duduk bersama Muhammad di pinggir gereja.

"Kenapa kamu termenung sendiri?" tanya bapak-bapak.

"Saya hanya lagi sedikit masalah, tapi tidak ada guna di bicarakan. Tapi sebenarnya siapa bapak ini?." kata Aku.

"Saya salah satu jamaah dari gereja ini dan nama saya Lukas."

"Saya....Muhammad."

"Kamu..muslim atau kristiani?" tanya bapak Lukas.

"Saya muslim," jawab Muhammad.

"Jadi kamu muslim," kata bapak Lukas.

"Iya. Tapi buat saya manusia sama di hadapan Tuhan yang membedakan iman dan takwanya," penjelasan Muhammad.

"Iya," jawab bapak Lukas dengan menunduk.

Bapak Lukas pun malah memilih meninggalkan Muhammad begitu saja. Tampa bicara lagi. Lalu Muhammad memanggilnya "Bapak Lukas..kenapa pergi?" 

Bapak Lukas lalu berhenti dan membalikkan tubuhnya.

"Maaf..saya tersentuh dengan omongan kamu. Karena saya pun punya masalah dan punya keraguan dalam agama yang di jalan saya," kata bapak Lukas.

"Setiap manusia awalnya ragu-ragu menjalankan agamanya barulah pasti. Akan saya contoh kan," kata Muhammad.

"Contoh apa?" tanya bapak Lukas.

"Hal yang sederhana pasti anda mengerti," kata Muhammad.

Aku pun bangun dari duduk di pinggir gereja. Lalu Aku berjalan bersama bapak Lukas mendatangi salah satu pengemis yang kakinya tidak satu di pinggir jalan. Muhammad pun meminjam uang sebesar Rp 2000  pada bapak Lukas. Pak Lukas memberikan dengan baik dan mengikuti mau Muhammad . 

Lalu Muhammad pun mendatangi pengemis itu dan memberikan uang  sebagai tanda iba. Sang pengemis pun senang dan Muhammad pun pergi begitu saja meninggalkan pengemis itu.

"Gimana bapak Lukas apa yang kamu pahami dari jalan saya lakukan itu," kata Muhammad.

"Ya...cuma iba dan menolong orang tersebut," kata bapak Lukas

"Itu..benar. Tetapi yang sebenarnya pengemis itu tidak tahu bahwa uang itu dari bapak orang kristiani," kata Muhammad.

"Saya mengerti. Bahwa di mata Tuhan sama aja yang membedakan iman dan takwanya," kata bapak Lukas.

"Itu..lah yang saya ajarkan. Apa yang bapak yakini jalani menjadi kristiani itu keputusan bapak. Dan saya pulangkan uang Rp 2000...ini," kata Muhammad.

"Tidak usah ganti saya ridho uang itu diberikan pengemis dan saya mengerti jadi kaum kristiani yang baik," kata bapak Lukas.

"Akhirnya anda mengerti. Jalan kita berbeda tapi tujuan tetap sama yaitu jalan kebaikan," kata Muhammad.

"Jadi ini jalan yang diajarkan Yesus yang sebenarnya pada saya bahwa jalan yang terbaik adalah menanam kebaikkan dan tidak pilih-pilih siapa yang akan di tolong," kata bapak Lukas.

"Itu jawabannya. Sama dengan niat bapak menolong saya. Tidak membedakan antara kaum muslim dan kristiani. Urusan manusia kita harus tolong menolong. Yang memutuskan mana yang benar antara jalan muslim dan kristiani bukan manusia tapi Tuhan," kata Muhammad.

"Iya..saya mengerti sebagai umat kristiani saya  banyak belajar dari anda dan mendapatkan makna dari kristus yang sebenarnya. Jadi saya permisi dulu ada sedikit pekerjaan," kata bapak Lukas.

"Iya....silakan," jawab Muhammad.

Bapak Lukas senang di dalam hatinya dan terlihat dari wajahnya. Muhammad kembali ke gereja dan langsung membereskan pekerjaan yang di tinggal di samping gereja. Muhammad mengangkat sapu di lantai. Dan Muhammad pun melanjutkan menyapunya di bagian kotor sampai bersih semuanya.

"Jalan saya seorang muslim tapi untuk hidup saya berjalan di mana pun yang penting halal. Walau hanya sebagai tukang pembersih salah satu gereja," celoteh Muhammad.

Muhammad pun meneruskan pekerjaan sampai selesai. Hari pun mulai sore dan Muhammad dibayar oleh pengurus gereja dengan upah yang setimpal hasil kerja hari ini.


Karya: No

Monday, January 21, 2019

BEN JAGON SUPER

Malam begitu larut sekali. Ben keluar dari tenda untuk buang air kecil. Dengan terburu-buru ke sana dan ke sini akhirnya Ben pipis di bawah pohon rindang. Setelah itu Ben kembali ke tenda  untuk tidur. Saat mau masuk tenda Ben melihat  ke langit terlihat bola api yang melesat cepat dan jatuh di dalam hutan. Ben pun mengejarnya sampai bertemu dengan benda yang jatuh tersebut.
Di sebuah lubang yang cukup dalam. Ben memberanikan diri untuk mendekati sebuah logam yang berbentuk seperti telur. Kapsul pun terbuka.

"Hanya sebuah jam isinya," kata Ben.

Ben pun mengambilnya. Ternyata jam itu hidup dan langsung terpakai di tangan kiri Ben.

"Lepaskan ini benda," kata Ben sambil berusaha keras melepaskan jam tersebut dari tangan kirinya.

Ben pun mencoba untuk mengotak-atik jam. Ternyata jam pun meresponnya dengan baik. Kemudian Ben pun menekan jam dengan tangan kanan. Seketika Ben berubah menjadi Flash.

"Kenapa saya jadi Flash? Warna merah dan berlambang di dada petir. Padahal saya lebih suka Gundala Putra Petir," teriak Ben.

Ben pun menerima perubahan yang di berikan oleh jam. Ben pun berlari sangat dengan cepat sekali sampai di puncak gunung.

"Hebat..benar," kata Ben.

Ben pun kembali ke tempat kempingnya dengan berlari cepat sekali.

"Hebat...sekali," kata Ben.

Ternyata jam menunjukkan waktunya di depan Ben berbentuk firtual dan bicara "Waktu pemakaian hanya 3 menit."

"Haaa......singkat apa jadi super dalam 3 menit. Dasar jam pelit," kata Ben yang protes.

"Waktu..habis," kata suara yang mengontrol perubahan Ben.

"Bener..benar..pelit jam ini....," gerutu Ben.

Ben pun bergerak ke tendanya untuk tidurnya. Tiba-tiba pundak Ben di pegang oleh kakeknya.

"Ben dari mana?" 

"Haaa. Kakek...jangan mengagetkan begitu," kata Ben.

"Abis..kamu pergi ke mana?" tanya kakek Ben.

"Dari buah air kecil dan menemukan jam ini," kata Ben sambil menunjukkan jam di tangannya.  Sepupunya pun bangun karena obrolan Ben dan kakek. Gwuen pun mendekati Ben sambil memegang bajunya.

"Ben...," kata Gwuen.

"Haaa....Gwuen....kamu ini bikin menakuti," kata Ben.

"Nakuti ..apa?" tanya Gwuen.

"Apa yang kamu pake di wajah mu itu?" tanya Ben.

"Masker perawatan wajah," kata Gwuen.

"Kenapa di pake di saat kita mengadakan kemping  bukannya di rumah aja?" tanya Ben.

"Kaya..gak tahu cewek aja. Yang dimana pun dan kapan pun  harus ada perawatan wajah deh. Agar cantik," penjelasan Gwuen.

"Dasar..cewek. Bikin repot," kata Ben.

"Sudah jangan di bahas lagi. Ayo kita tidur!" kata kakek Ben.

"Iya...kekek," jawab ke dua cucunya.

Ketiganya masuk ke dalam tenda. Tapi ternyata ada sebuah benda turun dari langit dan jatuh tidak jauh dari tempat kemping Ben.

"Berlindung, " kata kakek melindungi ke dua cucunya.

Ben dan Gwuen selamat dengan perlindungan kakek Ben. Dari tempat benda jatuh dari langit berbentuk sebuah logam bulat dan besar keluar sesosok yang sangat menakutkan sekali. 

"Takutlah dengan kekuatan bangsa saiya.....Bejita," katanya.

"Haaaaa....," kata kaget Ben, Gwuen, dan kakek Ben.

Bejita mendekati ketiga manusia dengan cepat sekali sudah di hadapan kakek Ben.

"Serahkan ..jam super itu," kata Bejita meminta dengan kasar pada kakek Ben, Ben, dan Gwuen.

"Iya...yang di pakei anak itu," kata Bejita dengan sangat marah sekali.

"Tidak saya berikan," kata Ben.

"Dasar anak nakal," kata Bejita.

Bejita marah menunjukkan kekuatan bangsa terkuat saiya dan menyerang cepat untuk mengambil jam di tangan Ben, tapi di halangi oleh kakek Ben. Bejita langsung menghempas kakek Ben dengan tangan kanannya dan jatuh ke tanah.

"Kakek," panggilan Ben.

Ben pun langsung mengotak-atik jam lagi. Jam pun terkoneksi dengan baik dan tekan dengan tangan kanan.

"Berubah," kata Ben.

Jam mengubah Ben menjadi Ironman.

"Kenapa Ironman...bukannya tadi Flash?" kata Ben.

"Jadi kamu sudah bisa menguasai jam super itu yang bisa berubah menjadi jagoan super," kata Bejita.

"Jadi jam yang saya pakai ini bisa menjadi jagoan super. Kaya jagoan neon aja," kata Ben.

"Hus....itu....jagon permen. Tapi jagoan beneran tahu," kata Bejita membenarkan omongan Ben.

"Kalau begitu saya coba kekuatan Ironman," kata Ben.

"Ayo..kita bertarung," kata Bejita.

Bejita langsung meledakkan kekuatan tenaga dalamnya dan langsung menyerang Ben dengan tinjuan dengan cepat. Ben yang menjadi Ironman pun berusaha untuk menghadapi Bejita dengan kekuatan penuh dengan tembakan yang luar biasa dari tangan dan sambil terbang ke langit. Terjadi pertarungan yang luar biasa di antara ke duanya tidak mengalah. Tapi kekuatan Ironman tidak bisa mengimbangi kekuatan Bejita sampai di pukul dan mental menabrak pepohonan.

"Gimana caranya bisa mengalahkan makluk asing itu," kata Ben yang menjadi Ironman.

Ben pun bangkit dari keadaannya. Tapi ternyata keinginan Ben di terima oleh jam super. Ben pun berubah menjadi Superman.

"Wa.......saya berubah menjadi Superman...luar biasa. Kalau berubah jadi Superman bisa mengalahkan Bejita," kata Ben yang antusias.

Ben yang menjadi Superman bergerak dengan cepat sekali dan Bejita pun mengimbangi kekuatan Superman. Pertarungan pun terjadi antara Superman dan Bejita. Superman mampu mengalahkan setiap serangan Bejita dan menjatuhkan saat pertarungan di atas langit. 

Bejita pun terkapar di tanah dan hendak bangun kembali. Superman mengeluarkan sinar matanya dengan kekuatan penuh ke arah Bejita. Ternyata Bejita tidak sempat untuk menghadang serangan itu dengan tenaga dalamnya. Sinar mata dari Superman di terima Bejita. Sambai baju perang jebol dan menembus bagian dada.

"Aaaahhh," teriak Bejita.

Superman menghentikan serangan dari sinar matanya. Superman langsung menyerang dengan tendangan maut dari langit. Ternyata Bejita dengan gesit bisa menghindar. Superman menghancurkan tanah dengan sangat kuat dan keluar dari tanah dengan gerak cepat memegang tubuh Bejita dan di lemparkan Bejita ke pohon-ponon. Bejita menabrak pohon dan pohon sampai tersungkur di tanah.

"Ternyata kekuatan  jam super  itu hebat banget," kata Bejita. 

Bejita pun berusaha bangun dan  menuju kapal luar angkasanya dan langsung pergi meninggalkan pertarungan. Ben yang berubah menjadi Superman pun ada batas waktu dan kembali semula. 

"Akhirnya saya bisa mengalahkan makluk asing yang ingin mengambil jam ini," kata Ben.

Ben pun bergerak menuju kakeknya.

"Kakek..," teriak Ben.

"Ben..hebat kamu," kata kakek sambi memegang kepalanya Ben.

"Hebat kamu Ben bisa mengalahkan penjahat super itu," pujian dari Gwuen sambil menepuk punggungnya.

"Iya..ini..semua karena jam super ini," kata Ben sambil menunjukkan pada kakek Ben dan sepupunya Gwuen.

"Ya...sudah kalau begitu. Kita pulang saja dan bereskan kemping ini," kata kakek Ben.

"Iya..kakek," jawab dua cucunya dengan baik.

Ben dan Gwuen bekerja sama untuk membereskan semua perlengkapan kemping di masukkan ke dalam mobil. Setelah itu barulah semuanya masuk ke dalam mobil. Kakek pun membawa mobil dengan baik menuju ke rumahnya Ben di kota.


Karya: No

Sunday, January 20, 2019

LOVE DREAMS

A quiet night at all Dono sat relaxed while typing on his leptop with the title "Is there an answer to love". Dono really typed until the door was knocked.

"Excuse me," said a girl in Dono's view.

"Oh ... Princess ... what's going on to go to Mas Dono's house?"

"Please invite to sit so new ... just nice talking."

"Oh ... yeah ... Dono forgot. Please sit down. Sorry, the problem is, Dono is busy finishing work."

"It's okay, bro. Putri knows that Dono is busy. Putri here just wants to give rice, thanks for just Dono,"

"Thank you, rice, thanks. What's this event, Putri?" asked the curious Dono.

"Thank you for the nephew. Understandably, people don't have enough."

"Oh, it's okay, what matters is that a healthy baby is the most important thing."

"Thank God ...  mas Dono."

"Amen."

"Then excuse me first?"

"Yes, please ... Putri!"

Putri moves out of the house. Dono starts thinking after Putri leaves.

"Do I have to speak up with my feelings?" Dono's heart.

Dono then finished his mind and moved, then called Putri. Hearing the call Dono immediately stopped and turned his body.

"Putri, sorry, Dono. But there is something you want to prove, Don Don. But don't be angry, Putri."

"Why does the Putri have to be angry? Do you, Dono, not hurt the Putri with talk and behavior, mas Dono."

"It's true. It hasn't hurt you. Maybe time travel can hurt you."

"Mas Dono is more frank. Than many secrets that are hidden?"

"Mas Dono likes Putri but hasn't loved Putri yet."

"Putri also likes mas Dono but doesn't love mas Dono."

"So ... Putri wants to be the life partner of mas Dono."

"Want to," answered the Putri innocently.

Dono was pleased with Putri's answer, which accepted the purpose and purpose of love being received. Indro brought a bag filled with water and flushed it in front of Dono.

"Floods ... floods," Indro shouted.

Dono was surprised to wake up from his sleep.

"Floods ... floods ... floods. But how come I'm wet. Indro you're working on me ..."

"People are already at noon ... they haven't even woken up yet. The sustenance in the chicken paw knows. Pamali ... knows ... Dono."

"You Indro, I overslept the couch while reading the novel. I had a good time dreaming of meeting a beautiful girl in a dream in a gang, thankfully, the story was good."

"Which girl is Dono?" asked Indro.

"Secret," answered Dono leaving Indro just like that.

Dono went straight to the room to change clothes. Indro is cool watching TV in the living room. Dono came out of the room with a neat appearance.

"Where do you want to go Dono. Really and fragrant?" asked Indro.

"Want ... take care of work with friends."

"Oh ... that's it. Be careful on the road. Yes ... Dono."

"Yes."

Dono left the house. But pause outside the house.

"My dream is strange. What do you mean? How come the girl character is Princess. Don't tell me that there is a clue that my soul mate is Princess. Ah ... dreams are just sleeping flowers. What a dream is is a mystery that is hard to express, "Dono chattered.

Dono began to continue his intentions towards his friend's house.


Karya: No

Mi devoción

Fui al mercado a comprar fruta y conocí a una hermosa niña llamada María. También invité a María a conversar sobre ella y sobre mí. El resultado fue que María le ofreció un trabajo en su cafetería. Acepto bien. Después de eso, María y yo nos separamos por los asuntos del otro.

Me mudé a una frutería que vende mucha fruta fresca. Entonces pedí un kilo de fruta en el comerciante y pagué el dinero correcto. Fui a casa y mi madre estaba esperando mis compras de frutas.

Mi madre estaba muy feliz porque la fruta en su puerta estaba allí. Mientras que inmediatamente me despedí de mi madre porque conseguí un trabajo. Madre estaba muy feliz con la buena noticia de que conseguí un trabajo. La madre entra directamente a la casa para lavar las frutas en la cocina.

Caminé con calma al café de María. Llegar en frente de la cafetería. También recé por el buen funcionamiento de mi trabajo. Dentro de la cafetería. María me ha estado esperando. María inmediatamente me dijo que limpiara el café y lavara tazas y platos sucios. Porque el café se abre pronto.

Hasta que todo esté terminado. Estoy esperando a que vengan los clientes. María parece entusiasmada con recibir bien a sus clientes. Los cafés están llenos de clientes regulares. Y a veces trato de animar el ambiente en el café cantando.

El ambiente del café es aún más vibrante. Seguí intentando avanzar el café en mi lugar de trabajo hasta el momento en que el café cerró. Maria estaba feliz con mi trabajo.



Karya: No

SQUIRREL

Very bright daylight. Squirrel comes out of its nest to look for food. You can see a rambutan tree that starts to cook. Squirrel immediately headed to the rambutan tree. Arriving at the tree suddenly Squirrel was lunged by an evil Squirrel crested. Good-looking squirrel falls to the ground.

"Ahhh ... sick," said Squirrel who was lying on the ground.

"Don't take the rambutan that starts cooking. Because I take care of it from morning to night," said Squirrel evil.

"Damn ... it turns out that this rambutan tree is waiting for it," said Squirrel who was well-trained and walked away from where he fell.

Squirrel continued to walk with his pain. Then it was attacked by jet black cats. Squirrel tried to avoid the attack of the Evil Cat. Apparently Squirrel was hit with a claw that stuck to his skin on the face.

"Aaaa ... shouting Squirrel ......"

Squirrel tries to survive a cat attack.

"Why am I being attacked," Squirrel asked.

"Because you are in my territory. No one can enter my territory," said the evil cat.

"I accidentally entered your territory ... so I better avoid conflict that doesn't benefit me," Squirrel said.

Squirrel tried to get away from the evil cat.

"Go away ... you ... is a bully," said the evil cat.

Squirrel kept trying to stay away and in himself said "Why did I unlucky to meet 2 crazy creatures?"

Squirrel reaches a river to drink.

"The freshness of this water," said Squirrel.

Squirrel continued his journey and arrived at a series tree. On top of the series tree there is a bird that is cool to eat the fruit series after full of flying immediately away from the area. The new squirrel ventured near the series tree and ate the fruit that fell on the ground.

"Emmmm this fruit is sweet," Squirrel statement.

Squirrel has a series of fruits lying on the ground until the stomach is full. After that Squirrel breaks under the tree and sees the beauty of the bright sky today and forgets the chaos that is not made for good Squirrel but insane creatures to defend their respective territories.


Karya: No

CAMPUR ADUK

LOVE IN NEPAL

Malam hari, ya keadaan lingkungan sekitar rumah Budi..baik gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...musik di chenel TVRI gitu,...

CAMPUR ADUK