CAMPUR ADUK

Saturday, January 27, 2018

KEBERHASILAN YANG MEMUASKAN

Hari minggu Pak Sudin dan putranya pergi ke peternakan Puyuh yang telah lama berdiri dan sukses besar. Babon yang dibeli benar-benar telah dipilih dan disortir oleh pemiliknya. Babon betina sebanyak 100 ekor dan jantannya sebanyak 10 ekor.

"Apakah yakin anak-anak Puyuh ini semuanya sehat?" tanya Pak Sudin sambil mengamati babon-babon yang baru saja dibelinya tersebut.

"Dijamin Pak! Kami sebagai peternak, tidak ingin mengecewakan konsumen. Sebab jika kami menjual babon yang kurang baik atau sakit, para pembeli akan kapok. Dengan demikian, kami sebagai peternak harus memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para pembeli. Ini bukan propaganda, Pak! Perhatikan saja anak-anak Puyuh ini! Kalau Puyuh ini sakit, gerakannya menjadi lamban tak bergairah!" kata pemilik peternakan Puyuh tersebut sambil memperhatikan babon-babon dalam kandang penetasan.

"Terimakasih kalau begitu! Mudah-mudahan saja saya bisa mengikuti jejak Bapak dalam menjalankan usaha peternakan ini," ujar Pak Sudin sambil tersenyum cerah.

"Oh, tentu saja! Bajak harus percaya, saya selalu berniat baik kepala para pelanggan. Walau kami orang Cina, akan tetapi jika kami telah berbaur menjadi satu dengan orang Indonesia. Kami ingin turut berjuang dalam bidang peternakan sesuai dengan keahlian kami selama ini. Kami hendak ikut mensukseskan program pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas hewan ternak," papar si pemilik peternakan dengan penuh keyakinan.

Pak Sudin dan Berkah tersenyum puas. Hatinya merasa lega mendengar pengakuan Babah pemilik peternakan tersebut.

"Maaf ya, kalau saya bicara di luar bidang ini!" kata si pemilik peternakan menyambung ucapannya.

"Maksud Babah?" tanya Pak Sudin heran.

"Nenek moyang kami dulu turut berjuang waktu mengusir penjajah Belanda dari tanah air kita tercinta ini. Kami masih keturunan Putri Cina yang dinikahi oleh Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah yang dimakamkan di Gunung Sembung Cirebon. Kami berdarah pahlawan, tak mungkin akan mengecewakan bangsa sendiri. Walau kami orang Cina, kami hidup dan lahir di sini, jadi kami telah sepenuhnya menjadi orang Indonesia. Kami warga negara Indonesia sejati," tutur si Babah dengan nada harus dihiasi perasaan bangga. Nampak matanya basah seperti menahan tangis.

"Saya benar-benar kagum serta bangga berkenalan dengan orang Cina yang berjiwa patriot seperti Babah ! Marilah kita hidup berdampingan dalam mengisi kemerdekaan ini. Hanya manusia-manusia seperti kitalah yang rela berkorban untuk kepentingan nusa, bangsa, dan negara," ujar Pak Sudin memancing keteguhan hati pemilik peternakan tersebut.

"Oh....., Bapak jangan berkata begitu! Orang yang berjiwa patriot bukan hanya kita! Masih banyak orang yang baik di dunia ini. Kita hanya sebagian kecil saja. Jangan merasa diri paling benar. Hidup ini harus banyak berpikir agar jiwa kita menjadi halus dan lebih dekat kepada Tuhan," papar si Babah.

Pak Sudin yang memiliki jiwa yang baik, turut merasa bangga atas keteguhan hati pemilik peternakan tersebut. Ia tak mengira sedikit pun bahwa pemilik peternakan tersebut berjiwa pahlawan seperti di Babah ini.

"Alhamdulillah, kami merasa puas dan bangga punya sahabat baru seperti Babah! Mudah-mudahan hubungan kita tidak akan terputus sampai di sini," kata Pak Sudin sambil menjabat tangan pemilik peternakan itu erat-erat.

"Itulah yang kita harapkan! Jangan lupa beli makanannya ya!," si Babah mengingatkan Pak Sudin agar membeli makanan untuk babon-babon Puyuh yang baru dibelinya tersebut.

"Oh ya, hampir saja lupa!" sahut Pak Sudin lalu membeli makanan untuk anak-anak Puyuh tersebut beberapa bungkus.

"Jangan lupa memperhatikan lampu pemanasannya Pak!. Minuman dan makanan harus tetap tersedia, agar babon-babon ini cepat besar dan tumbuh sehat," ujar si Babah mengingatkan.

"Terimakasih," Bah! Mudah-mudahan saja anak-anak Puyuh ini akan hidup sehat," kata Pak Sudin sambil terus pamitan hendak pulang.

Setibanya di rumah, anak-anak Puyuh tersebut langsung di masukkan ke dalam kandang yang telah diberi penerangan. Lampu yang dipasang adalah 60 watt.

"Anak-anak Puyuh, hidupkan kalian di kandang baru ini Kami akan memperhatikan makan minum kalian dengan sebaik-baiknya. Hanya kami minta agar kalian cepat besar dan sehat!" gumam Pak Sudin sambil memberikan makan dan air minum ke tempat yang telah disediakan.

"Ayah ini, binatang saja diajak bicara seperti kepada manusia saja," timpal Berkah sambil tertawa.

"Anakku, binatang pun bisa bicara hanya dalam bahasa yang berbeda! Tetapi dengan ucapan yang lemah lembut banyak binatang yang jadi jinak kepada pemiliknya. Ini suatu tanda bahwa binatang pun mengerti maskud baik manusia." papar Pak Sudin kepada putranya.

Berkah hanya menatap wajah ayahnya "Kita oleh Tuhan diwajibkan menyayangi makluk lain. Jika kita telah mampu membagikan perhatian serta kasih sayang terhadap sesama makluk hidup, maka kebahagiaan akan merata di muka bumi ini. Salah satu di antaranya jika kita punya binatang peliharaan, perhatikanlah dengan sebaik-baiknya. Umpamanya ayam, akan memberikan telur  jika kita pelihara dengan baik. Namun kalau kita abaikan begitu saja, mungkin ayam itu akan sakit lalu mati," papar Pak Sudin.

"Saya berjanji akan memelihara Puyuh ini sebaik-baiknya," sahut Berkah mantap.

"Bagus! Ayah merasa bangga punya anak sepertimu!" ujar Pak Sudin sambil menepuk bahu putranya.

Setiap hari sebelum dan sepulang sekolah, Lestari dan Berkah bergantian memberi makan dan minum untuk Puyuh. Dari hari ke hari Puyuh-Puyuh itu semakin bertambah besar dan sehat. Mereka berlari kian kemari, mengitari luas kandang yang senantiasa terpelihara baik.
Pak Sudin sekeluarga selalu mengamati perkembangan binatang pemeliharaannya tersebut dengan cermat. Kini bulu-bulunya sudah kelihatan semakin rapi. Setelah 7 minggu Puuh-Puyuh itu mulai kawin. Suaranya kini mulai berisik, akan tetapi tidak begitu kedengaran sebab kandangnya agak jauh dari rumah.

Minggu berikutnya Puyuh betina mulai bertelur. Melihat hal ini bukan main gembiranya hati Lestari dan Berkah. Kini mereka lebih rajin dan telaten dalam memperhatikan makan dan minumnya.

"Perhatikan makanan dan minumannya, jangan sampai kekurangan. Jangan dijatah supaya bertelurnya tidak terhambat," papar Pak Sudin sambil mengamati telur Puyuh.

"Sekarang kandang semakin sempit, apalagi nanti kalau telah menetas. Kita harus membuat kandang lagi secepatnya," kata Berkah.

"Baiklah besok kita buat kandang lain, kebetulan papan dan bambunya masih ada. Kita buat yang lebih besar agar Puyuh-Puyuh lebih leluasa bergerak. Jika lebih leluasa bergerak, maka pertumbuhannya juga jadi lebih baik. Selain itu udara yang ada dalam kandang jadi lebih segar," kata Pak Sudin.

Telur-telur tersebut oleh Pak Sudin dipindahkan ke tempat penetasan. Pada hari-hari tertentu, telur-telur itu di bolak-balik serta diputar-putar, agar anak Puyuh tidak lahir pengkor. Dengan penuh perhatian keluarga Pak Sudin terus mengamati perkembangan telur tersebut. Dan pada hari yang ke 17 semua telur Puyuh tersebut telah menetas. Berkah dan Lestari bersorak gembira melihat anak-anak Puyuh tersebut.

"Alhamdulillah, semua telur ini menetas. Anak Puyuh lahir tanpa ada yang cacat seekor pun. Ini semua berkat kerja keras kita selama ini," sorak Lestari penuh kegembiraan.

"Sekarang rencana kita berhasil, Kak!" sorak Berkah sambil menari-menari dekat kandang Puyuh. Kedua orangtuanya hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua anaknya.

"Untuk tahap penetasan ini, kita telah berhasil cukup memuaskan. Sekarang kita meningkat ke tahap pemeliharaan kutuk-kutuk Puyuh ini. Kalau kita telah punya Puyuh yang cukup banyak, untuk sementara tak perlu menetaskan lagi. Sebab tahap berikutnya Puyuh-Puyuh ini telah bertelur," kata Pak Sudin kepada Lestari.

"Mengapa begitu, Yah?" tanya Lestari.

"Kemarin sudah datang beberapa orang dari kota hendak membeli telur-telur Puyuh untuk restoran. Ini suatu kesempatan baik bagi kita untuk menarik keuntungan dari peternakan ini," sambung Pak Sudin penuh harapan.

"Kalian baca sendiri dalam buku petunjuk beternak Puyuh itu, Jika kita benar-benar telaten memeliharanya, dalam setahun Puyuh bisa menghasilkan telur sebanyak 250 bahkan sampai 300 butir. Suatu prestasi telur yang luar biasa jika dibandingkan dengan unggas lain," lanjut Pak Sudin.

Lestari dan Berkah menganggukkan kepala.
Kini keluarga Pak Sudin lebih meningkatkan lagi pemeliharaan serta perhatikannya kepada Puyuh tersebut. Tak terasa lagi Puyuhnya telah berjumlah 500 ekor. Berarti dalam sehari paling sedikit mereka bisa menjual telur sebanyak 450 bahkan sampai 500 butir. Keuntungan demi keuntungan dikantongi setiap hari oleh keluarga Pak Sudin.

"Alhamdulillah, jerih payah kita selama ini dalam memelihara Puyuh sudah bisa kita nikmati. Telur-telur Puyuh menjamin kita setiap hari. Tetapi kini yang jadi bahan pemikiran kita adalah bagaimana jika telur-telur tersebut banyak yang tersisa. Walau bagimanapun restoran terbatas dalam penerimaannnya," gumam Pak Sudin sambil menatap telur-telur yang siap diantarkan ke restoran.

"Bagaimana jalan keluarnya, ya? Dulu takut hasilnya sedikit, eh........sekarang malah menjadi bingung karena telur Puyuhnya berlebihan. Kalau terlalu lama disimpan bisa busuk," kata Lestari.

Berkah berpikir sejenak. Ia teringat kepada Mak Usnah penjual telur asin dari Babakan Kanyere. Berkah jadi berpikir, bagaimana seandainya telur Puyuh tersebut diasinkan seperti telur bebek.

"Bagaimana kalau telur Puyuh yang berlebihan ini kita awetkan untuk dibuat telur asin? Hanya bedanya telur bebek lebih besar dari telur Puyuh," pikir Berkah dalam hati.

"Coba bagaimana cara mengatasi kelebihan telur Puyuh ini?" tanya Bu Nisa kepada anaknya.

"Bagaimana kalau kita buat telur asin?" saran Berkah. Bu Nisa berpikir sejenak, kemudian menjawab.

"Ide yang bagus sekali! Ibu kira hanya dengan cara dibuat telur asinlah, kita bisa mengawetkan telur Puyuh. Selain itu mudah-mudahan saja akan banyak peminatnya."

Pak Sudin menganggukkan kepala menyetujui usul istri dan anaknya.

"Bapak setuju sekali dengan saranmu ini, Kah!" ujar Pak Sudin tanpa mengalihkan perhatikan dari buku keterampilan yang sedang dibacanya.

"Beginilah gambar telur yang baik mutunya untuk ditetaskan maupun buat diawetkan," kata Pak Sudin sambil memperhatikan gambar kepada istrinya.

Baiklah mulai besok kita memproduksi telur asin burung Puyuh," Pak Sudin menutupkan buku tersebut, sebab suara adzan terdengar dari mesjid terdekat.

SEORANG PETANI

Kakek Ardi, orang tua Bu Nisa tinggal di Kampung Sirnamanah. Kakek dan Nenek Ardi tubuhnya masih sehat dan segar walaupun usia mereka sudah lanjut. Tetangga mereka merasa kagum melihat kondisi tubuh ke dua orang tua tersebut. Ketika ditanya mengenai rahasia awet mudanya, Kakek Ardi menjawab.

"Rahasia awet muda sebenarnya mudah saja. Pertama, kita harus selalu berolah raga, walaupun olahraga ringan sekalipun. Kedua, hidup dan makan secukupnya, jangan berlebihan. Jangan makan atau minum ketika masih panas. Makan pun jangan tergesa-gesa. Usahakan selalu hidup tentram serta penuh percaya diri."

"Kita harus yakin sepenuh hati bahwa hidup sehat merupakan kunci kebahagiaan yang utama," tambah Kakek Ardi.

Pagi itu seperti biasa Kakek dan Nenek Ardi tengah menyiangi kebun sayurannya. Bermacam-macam jenis sayuran ditanaman oleh kedua orang tua tersebut. Di antaranya ada bayam, andewi, kol, kacang buncis dan sebagainya.

"Kehidupan kita dari hasil sayuran, jadi sudah semestinya kita memelihara kebun ini dengan sebaik-baiknya. Jika kebun sayuran ini tidak dipelihara dengan baik, berarti sama saja dengan bunuh diri," gumam Kakek Ardi sambil mencabuti rumput di sekitar tanaman andewi.

Kakek Ardi bergumam seperti sedang menghapalkan jenis sayuran yang ditanamnya.
Andewi atau kata latinnya Cichorium endivia. Jenisnya ada 2, yaitu : 

1. Breedblad volhart.

2. Krulandijvi ( daunnya keriting ).

Jenis sayuran macam ini masih belum banyak disukai orang, sebab kalau tidak tahu cara memasaknya akan terasa pahit. Tetapi mengingat akan tingginya kadar vitamin A dan C dari tiap 100 gram bahan mentah, maka jenis sayuran andewi banyak artinya bagi tubuh manusia. Bibitnya harus senantiasa didatangkan dari luar negeri. Tapi itu dulu, sekarang di negara kita pun tanaman semacam ini sudah  banyak dikenal dan dimakan orang.

Selain bisa dimakan mentah, andewi pun jika dimasak dengan mie campur udang serta penyedap masakan rasanya enak. Vitamin yang terkandung dalam sayuran andewi bisa menambah vitalitas kita. Tumbuh-tumbuhan yang hijau warnanya sangat baik bagi tubuh. Andewi dapat ditanam setiap waktu dengan mudah. Selain itu tanaman andewi dapat hidup dan ditanam di daerah panas atau dingin. ini sangat menguntungkan bagi para petani andewi.

Cara menanam dan memelihara andewi tidak berbeda dengan menanam dan memelihara sawi. Jarak tanaman sekitar 25-40 cm. Supaya daunnya agak putih, setiap 2 minggu sekali dipetik hasilnya. Daun-daunnya diikat sedemikian rupa seperti mengikat sawi atau kangkung. Pada umur dua setengah sampai tiga bulan sudah bisa dipergunakan  untuk berbagai macam masakan. Jika pandai memasaknya, rasa andewi enak serta menyehatkan.

Seperti halnya dengan tanaman lain, sayuran ini pun ada penyakitnya. Hama andewi tidak begitu banyak. Kadang-kadang ada urat tanah atau kutu daun, yang tetap di antara pelepah-pelepah daun. Untuk mengatasi masalah hama tersebut telah ditemukan obat semprot yang mematikan. Jadi sebaiknya jika kita hendak makan andewi mentah, harus dicuci bersih agar bersih dari pestisida.

"Wah........, Kakek hapal sekali ciri dan bentuk andewi," kata Nenek Ardi sambil membuang ulat yang menempel pada tanaman andewi.

"Ini harus dihapalkan di luar kepala agar hasilnya memuaskan. Segala sesuatu itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, agar hasilnya baik," sahut Kakek Ardi.

"Sekarang tanaman kol! Dengarkan, kakek akan menghapal di luar kepala," ujar Kakek Ardi.

Nenek Ardi memaksakan diri untuk tertawa. Giginya yang ompong nampak putih sebab Nenek Ardi rajin menggosok gigi.

"Semua jenis kol tersebut merupakan suatu sayuran yang bermutu tinggi dan merupakan suatu bahan sayuran yang banyak diperdagangkan. Kadar A, B, dan C. Sebagai sayuran, kol dapat dimakan mentah. Direbus maupun di masak dalam rupa-rupa masakan dan dapat pula dibuat acar. Akan tetapi di dapur bangsa Indonesia jenis kol merah jarang dipergunakan. Di Indonesia hanya dikenal kol putih, sebagai makan mentah maupun untuk dimasak."

Cara memperbanyak kol :

1. Kol jenis RVE Brunswijker, Savoye, dan kol merah ditanam dari biji. Biji tersebut harus didatangkan dari luar negeri. Karena ditanam dari biji, maka kol tersebut disebut juga kol biji.

2. Kol Argalingga dan Wonosobo diperbanyak dengan stek. Oleh karena itu disebut juga kol stek.

Tempat dan iklim :

1. Pada umumnya kol ditanam dan tumbuh di daerah dingin. Jenis RVE dapat tumbuh baik di daratan yang tingginya hanya 100-200 meter di atas permukaan laut.

2. Semua jenis kol menghendaki banyak air. Akan tetapi tanaman kol tidak menyukai air yang menggenang sebab bisa busuk.

3. Untuk mendapat hasil yang memuaskan, kol harus ditanam pada awal penghujan dan pada hampir akhir musim hujan.

4. Di dataran tinggi, penanaman di musim kemarau tidak menjadi halangan, asalkan ada pengairan yang cukup. Jika musim kemarau kita harus rajin menyiram tanaman kol, begitu juga untuk tanaman lain.

Di saat Nenek dan Kakek tersebut sedang asyik memelihara kebun, Lestari dan Berkah datang menghampiri. Kedatangan mereka tidak diketahui oleh Kakek Neneknya.

"Assalamualaikum!"

"Wah'alaikumssalam!" sahut Nenek Ardi sambil menoleh ke belakang. Ketika ia melihat kedatangan cucunya bukan main gembiranya.

"Alhamdulillah! Kapan kalian datang cucuku yang manis?" seru Kakek dan Nenek mereka sambil mendekap ke dua cucunya.

"Sudah lama sekali kalian tidak kemari, cucuku! Bagaimana keadaan kedua orangtuamu?" tanya Nenek Ardi sambil mengelus kepala Lestari dengan penuh kasih sayang.

"Ayah dan Ibu dalam keadaan sehat wal afiat! Bagaimana keadaan Kakek dan Nenek di sini?" tanya Lestari sambil mencium tangan neneknya.

"Alhamdulillah keadaan Kakek Nenek Baik-baik saja." sahut Nenek.

"Ke mana saja kalian selama ini? Sudah lama sekali tidak menengok Nenek dan Kakek," kata Kakek Ardi sambil mencuci tangan.

"Baru  juga sebulan yang lalu kami kemari,Kek? Masa Kakek lupa?" ujar Lestari sambil menikmati rebus ubi dan rebus pisang.

"Aduh manis sekali rebus pisangnya, Kek! ujar Berkah sambil mengambil kembali rebus pisang.

"Ciri seorang petani yang berhasil, yaitu jika menanam tanaman hasilnya akan memuaskan. Pisang yang seharusnya manis rasanya harus tetap manis, bukan asam. Tomat yang rasanya asam sari manis akan tetap asam sari manis," kata Kakek Ardi sambil tertawa lebar.

Kakek Ardi memang termasuk orang tua yang suka bergurau, jadi ia tetap nampak awet muda. Waktu Berkah berjalan ke belakang rumah, disana ada sebuah kandang. Nampaknya kandang tersebut belum lama dibuat oleh Kakek Ardi. Dengan rasa penasaran ke dua kakak beradik tersebut kemudian bertanya kepada kakeknya.

"Kek, itu kandang apa?" tanya Berkah.

"Itu bukan kandang, tapi sangkar," jawab Kakek Ardi menahan tawa.

"Sangkar? Sangkar apa?" tanya Lestari keheranan.

"Itu sangkar Burung Puyuh, Cucuku! Sekarang Puyuhnya masih di pasar burung," jawab Kakek Ardi.

"Jadi Kakek akan memelihara Burung Puyuh?" tanya Berkah.

" Betul! Kakek berminat untuk menjadi peternak Burung Puyuh. Sekarang, Puyuh yang dulu hanya hidup di hutan-hutan mulai diternakan orang. Bahkan kegunaan telur Puyuh pun terus diamati. Selain digunakan untuk obat tradisional, telur Puyuh juga dipergunakan untuk campuran makanan.  Umpamanya untuk bakso, mie telur Puyuh, sambal goreng telur Puyuh, sop telur Puyuh, dan sebagainya. Hasiat dari telur Puyuh bisa dirasakan oleh mereka yang sering memakannya," tutur Kakek Ardi.

"Oh...., begitu ya Kek! Dari mana Kakek bisa mendapatkan burung Puyuhnya?" tanya Lestari.

"Si Kamad tetangga Kakek akan menjual sepasang Puyuh Gonggong, sebab suaranya mirip gong kecil. Mudah-mudahan peternakan Kakek nanti akan berkembang. Yang penting kita harus memelihara ternak kita dengan sebaik-baiknya," papar Kakek Ardi.

"Kalau nanti Puyuh Kakek sudah banyak, Berkah minta ya, Kek?" Berkah memohon kepada kakeknya.

"Tentu! Tentu saja! Asalkan kamu mau berjanji!" jawab Kakeknya.

"Kalian harus rajin belajar agar tidak mengecewakan ke dua orangtua. Jika kalian pandai, keuntungannya akan kalian nikmati sendiri. Kalianlah yang akan memetik hasil jerih payah selama sekolah," kata Kakek Ardi menasehati ke dua cucunya.

"Jadilah kalian tunas bangsa yang hidupnya berguna untuk kepentingan orang banyak. Nusa bangsa membutuhkan warga negaranya yang baik serta berbakti. Agama memerlukan manusia takwa, beriman dan bersedia berkorban demi negaranya. Nenek dan Kakekmu dahulu adalah pahlawan yang gigih menentang penjajah. Hampir seluruh Tanah Jawa ini telah kami jajaki, pada waktu zaman penjajahan dulu," timpal Nenek Ardi mengenang masa mudanya.

"Kalau demikian, Kakek dan Nenek termasuk veterannya ya?" tanya Lestari.

"Semua manusia yang terjajah akan bangkit untuk melawan penjajah. Pada waktu itu kami tidak mengharapkan balas jasa. Kami berjuang tanpa pamrih. Yang penting kami berjuang untuk mempertahankan harga diri sebagai bangsa yang ingin merdeka. Tujuan kami hanya satu, yaitu berjuang untuk merdeka! Kini setelah merdeka, kalian sebagai generasi penerus harus bisa memelihara hasil kemerdekaan ini. Kemerdekaan diperoleh dengan tetesan darah serta linangan air mata. Jagalah negara kita tercinta ini dari tangan-tangan orang jahil," papar Nenek Ardi dengan penuh semangat.

"Dalam era globalisasi ini kita dituntut untuk berkarya nyata. Sumber daya manusia harus menyatu dengan lingkungan hidup, agar misteri yang selama ini tersimpan rapat akan tersingkap. Walaupun Kakek sudah tua, akan tetapi asih bersemangat untuk membangun negara. Kakek ingin selalu berusaha untuk menjadi manusia yang mampu berkarya. Umpamanya saja di akhir usia ini, Kakek ingin menjadi peternak Puyuh. Mudah-mudahan saja harapan ini akan menjadi kenyataan," ujar Kakek Ardi bersemangat.

Lestari dan Berkah terpukau mendengar semangat Kakek Ardi. Walaupun usia mereka sudah diambang senja, akan tetapi semangat juangnya tetap berkobar. Itu suatu itikad mulia yang mesti diikuti.

"Saya benar-benar kagum atas semangat Kakek dan Nenek. Saya berjanji akan mengingat semua nasihat ini," jawab Lestari.

"Bukan hanya mengingatnya saja, cucuku! Yang paling utama adalah melaksanakan apa yang kalian dengar ini. Sebab yang sukar dalam hidup ini adalah mempraktekkan yang telah didapat. Untuk sekedar berteori saja tidak begitu sukar. Jadi belajarlah berteori disertai praktek. Sebab hidup ini bukan hanya sekedar teori atau perhitungan," papar Nenek Ardi sambil tersenyum.

Setelah cukup lama berkunjung ke rumah Kakek dan Nenek, kedua kakak beradik tersebut pulang dengan hati puas. Mereka mengakui bahwa Kakek dan Neneknya berjuang tanpa pamrih, yang banyak jasanya terhadap nusa, bangsa, dan negara. Berkah berpikir, orang-orang semacam itulah yang pantas mendapat penghargaan serta tanda jasa.

Friday, January 26, 2018

PROSES BELAJAR MENGAJAR

Pagi itu Bu Atik sedang mengajar IPA. Bu Atik tengah mengajarkan pelajaran yang berhubungan dengan kehidupan burung. Murid-murid termasuk Lestari menyimaknya dengan sungguh-sungguh. Selama Bu Atik menerangkan, murid-murid memperhatikan dengan seksama. Selain sabar, cara mengajarnya juga baik. Tidak mengherankan jika maka pelajaran IPA di sukai oleh murid kelas 1.

"Siapa yang bisa menyebutkan macam-macam burung yang hidup di Negara kita?." tanya Bu Atik sambil menatap muridnya satu-persatu.

Hampir semua murid-murid mengacungkan tangannya. "Saya Bu !" "Saya Bu !" "Saya Bu !"

"Coba Jaja ! Sebutkan satu persatu burung yang hidup di Indonesia ! 1"

"Burung pipit, Burung Merpati, Burung Elang, Burung Cendrawasih,"

"Burung Cendrawasih hidup di pulau apa?" tanya Bu Atik.

Jaja termenung. Ia melirik ke kiri dan kanan minta di beritahu oleh kawan sebangkunya.

"Lihat ke depan ! Burung dan jawaban ada pada otakmu bukan di sampingmu ! ujar Bu Atik.

Murid-murid yang lain menahan tawa.

"Ini menandakan bahwa kamu jarang menghapal mata pelajaran IPA," kata Bu Atik sambil mendekati tempat duduk Jaja.

"Suka suka menghapal kok, Bu! " sanggah Jaja.

"Kalau begitu jawablah pertanyaan tadi! Di mana Burung Cendrawasih hidup? "

Jaja berpikir keras sehingga keningnya nampak berkerut. "Di Sumatera!" jawabnya pasti. Murid-murid yang lain tidak dapat lagi menahan tawanya. Namun Bu Atik segera mengetuk meja sehingga suasana menjadi hening kembali. 

"Diaam! Kalian jangan menertawakan kawanmu yang salah! Tetapi kalian sekarang tahu,  bahwa Jaja jarang menghapalkan IPA." kata Bu Atik.

"Baik, siapa di antara kalian yang tahu ? Coba Mimim!"

"Di Irian Jaya!" jawab Mimin.

"Bagus! Resahkan baik-baik, Jaja! Burung Cendrawasih hidupnya di Irian Jaya. Menurut cerita, burung Cendrawasih karena cantiknya disebut juga burung penjelmaan dewata dan sampai sekarang ada yang menyebutnya Burung Dewata. Asal usulnya dari Benua Australia, bukan dari Sumatera" kata Bu Atik sambil menatap Jaja.

"Nah, coba perhatikan gambar ini! Burung yang ada di gambar ini, namanya burung Cendrawasih." kata Bu guru sambil menunjuk gambar Burung Cendrawasih." kata Bu guru sambil menunjuk gambar Burung Cendrawasih.

"Coba burung apa lagi yang  hidup di Indonesia?"

"Burung Unta, Burung Perkutut, Burung Kuntil, Burung hantu, Burung manyar." jawab Lestari.

"Bagus! Sekarang perhatikan ke papan tulis! Ibu akan menerangkan mengenai anatomi burung! 1" ujar Ba Atik sambil menggambarkan anatomi burung.

"Marilah kita amati sistem percernaan pada burung. Gambar ini adalah gambar burung unta dan burung merpati. Coba perhatikan dengan cermati!"

"Saluran pencernaan burung merpati berupa mulut, kerongkongan,  lambung, usus halus dan usus besar. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Perhatikan gambar ini baik-baik!" ujar Bu Atik sambil menunjukkan pencernaan pada gambar burung merpati.

"Mulut burung mempunyai paruh yang terbuat dari zat tanduk. Lidahnya kecil dan meruncing di lapisi zat tanduk. Burung tidak mempunyai gigi. Kerongkongannya panjang, ujung bawahnya membesar membentuk kantung yang disebut tembolok. Tembolok berfungsi untuk menyimpan makanan buat sementara waktu. Dinding tembolok bersifat sebagai kelenjar. Sebagian dari sel-sel tembolok dapat mengelupas. Sel-sel yang terkelupas itu bersifat sebagai zat lemak, yang bila bercampur dengan makanan akan membentuk cairan pekat yang disebut susu merpati. Pada burung merpati yang mempunyai anak, susu tersebut sering disuapkan pada anaknya. Hampir tak berbeda dengan binatang lain yang menyusui.

Lambung merpati terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar dan lambung pengunyah. Lambung kelenjar menghasilkan enzim untuk mencernakan makanan. Lambung pengunyah disebut juga empedal. Dindingnya tersusun oleh sel-sel otot yang tebal dan kuat, berfungsi untuk mencernakan makanan secara mekanis.

Merpati sering menelan kerikil atau pasir untuk membantu pencernaan. Usus halus dimulai dengan usus 12 jari yang berbentuk huruf U. Pada lekukannya terdapat pankreas. Enzim dan pankreas dialirkan ke duodenum melalui tiga saluran yang disebut saluran pankreatikus. Dari semua kelompok Empedu yang dihasilkan oleh hati langsung dialirkan ke duodenum. Pencernaan berakhir di usus halus. Burung merpati mempunyai dua usus buntu, yang terletak pada perbatasan antara usus halus dan usus besar. Bagian usus besar disebut rektum dan bermuara pada kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran dari usus dan urine dari ginjal bersama-sama dikeluarkan melalui kloaka. Perhatikanlah gambar ke dua ini baik-baik. Dengan mengamati cara kerja pencernaan pada binatang,  kalian akan menyadari betapa kuasanya Tuhan menciptakan makhluknya," kata Bu Atik sambil menunjukkan satu persatu anatomi pada ke dua gambar burung tersebut.

"Burung merpati termasuk burung pemakan apa?" tanya Bu Atik. 

"Pemakan biji-bijian !" jawab Erni.

"Bagus!"

"Burung yaitu hewan yang bisa bergerak cepat. Oleh sebab itu burung harus mempunyai penglihatan yang tajam dan keseimbangan yang baik, sehingga dapat berubah arah dengan cepat. Bagian yang mengatur gerak dan keseimbangan adalah olah otak besar dan otak kecil yang berkembang dengan baik."

Otak kecil burung berlipat-lipat sehingga dapat menampung sel-sel saraf cukup banyak. Pusat penglihatannya juga besar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya alat penglihatan pada burung. Sebaiknya pusat pembau kecil, hal ini ada hubungannya dengan indera pembau burung yang kurang sempurna. Perlu diingat bahwa ukuran otak tidak ada kaitannya dengan kecerdasan.

Susunan mata burung sama dengan mata manusia. Sel-sel saraf penglihat ada dua macam, yaitu sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Sel batang peka terhadap cahaya yang lemah dan sel kerucut peka terhadap cahaya yang kuat. Burung malam seperti burung hantu lebih banyak memiliki sel batang sehingga dapat melihat jelas pada malam hari. Burung yang berkeliaran siang hari lebih banyak  sel kerucutnya. Mata burung berakomodasi dengan jalan mengubah bentuk lensa. Daya akomodasi lensa matanya sangat baik sehingga ada burung yang dapat melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya cukup jauh. Umpamanya saja burung elang. Burung elang bisa melihat mangsa walau jaraknya jauh dari atas. Inilah kelebihan burung elang dibandingkan dengan burung lain.

"Sekarang Ibu akan menjelaskan beberapa ekor burung yang mungkin belum kalian ketahui, " kata Bu Atik.

Murid-murid bersorak riang, sebab mata pelajaran seperti inilah yang mereka sukai.

"Burung Mahkota lebih besar dari pada bebek. Bentuk dan ukurannya lebih menonjol dari pada burung lainnya. Burung Mahkota bisa kita lihat di Taman Margasatwa di Negara kita. Burung Mahkota termasuk jenis burung langka. Oleh sebab itu harus dijaga kelestariannya.
Burung Mahkota terdapat di Irian Jaya dan di sekitarnya. Sedangkan jenis lainnya yaitu Goura victoria terdapat di pulau Kordo, Soek, dan Jabo di sekitar Irian. Burung tersebut memiliki mahkota dan kipas yang tipis.

Warna Burung Mahkota adalah biru kelabu, sayapnya berwarna unggu  atau coklat. Pada bagian tengah sayap berwarna putih, seolah-olah sebagai pita penghias. Burung ini pernah diabaikan pada seri perangko di Indonesia. Nama lain dari burung ini adalah Goura coronata.

Hidupnya suka bergerombol di hutan-hutan dan pulau-pulau di sekitarnya Irian. Mereka mencari buah-buahan yang jatuh dari pohon. Tidurnya di cabang-cabang pohon yang rendah sehingga mudah ditangkap oleh pemburu. Para pemburu biasanya berburu pada malam hari. Telurnya sebesar telur ayam biasa. Telur tersebut ditaruhnya dalam sarang sebanyak satu atau dua butir. Mereka membuat sarang dari ranting-ranting kayu kecil. Sarang tersebut di buat oleh sang jantan dan juga betina. Selain makan bauh-buahan, burung mahkota pun makan biji-bijian. Nah, demikianlah kehidupan burung mahkota."

"Ceritakan lagi burung yang lain, Bu! " ujar Hamidah dan Titin serta Lesih. Bu Atik melihat jam tangannya kemudian berkata.

"Masih ada waktu sebentar, baiklah akan ibu bacakan kehidupan burung Kucica atau bahasa latinnya bernama Copsyhus saularis. Burung ini kalau di daerah Pasudan disebut Burung Haur, dan Kacer di daerah Jawa. Burung Kucica bermukim di kebun-kebun, tidak jauh dari rumah penduduk desa.

Burung Kucica memiliki suara merdu dan mulai bernyanyi ketika matahari terbit. Bila sang jantan bernyanyi  di batang-batang pohon yang tinggi, ekornya berdiri tegak sedangkan sayapnya mengarah ke bawah. Burung Kucica terdiri dari beberapa jenis.

Burung Kucica terdapat di Indonesia bagian barat seperti Jawa, Sumatera, Bangka, Belitung, dan Kalimantan. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Kalimantan terdapat Kucica jenis Copsychus amoenus. Di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi terdapat Kucica Buta atau Kicica Hitam. Nama latinnya Saxico Caprata.

Warna badan dan sayapnya berbulu hitam, bulu punggung dan badan bagian bawah berwarna putih. Bulu pada perut kucica Amoenus berwarna hitam.

Hidupnya berpasang-pasangan dan jarang berpindah-pindah tempat. Burung tersebut senantiasa menjaga sarangnya yang terbuat dari rumput-rumput dan ijuk yang diletakkan di antara cabang semak-semak berduri tidak terlalu tinggi dengan tanah. Sekali bertelur menghasilkan 3 butir yang berwarna biru.

Makanannya berupa serangga, cacing tanah, dan rayap yang dicarinya di tanah. Namun, sekali-sekali juga burung kucica suka makan buah-buahan. 

Mungkin karena hal itulah burung kucica tidak mudah dipelihara dalam sangkar. Kalau dipaksa dipelihara dalam sangkar, burung tersebut tidak akan hidup lama.

"Nah, karena waktunya sudah  habis, pelajaran IPA kita cukupkan hingga di sini dulu. Kalian harus belajar lebih rajin lagi, sebab mata pelajaran IPA termasuk mata pelajaran yang penting," kata Bu Atik sambil menutupkan buku.

"Selamat siang, anak-anak !"

"Selamat siang, Bu!" sahut murid-murid serempak.

KISAH KELUARGA TELADAN

Pak Sudin dan istrinya Bu Nisa, tinggal di Babakan Sukarajin. Keduanya menjadi guru di SLTP Negeri yang tak begitu jauh dari tempat tinggal mereka. Jarak dari rumah ke sekolah bisa di capai dengan jalan kaki selama setengah jam. Pak Sudin dan Bu Nisa di karunai dua orang anak. Anak suluhnya bernama Lestari, dan anak ke dua bernama Berkah. Lestari duduk di kelas 1 SLTP Negeri. Sedangkan Berkah duduk di Kelas 5 SD Negeri.

Mereka termasuk keluarga yang harmonis dan sejahtera. Walau gaji Pak Sudin dan Bu Nisa tidak begitu besar, akan tetapi cukup untuk menghidupi mereka sekeluarga. Bahkan setiap bulan, Bu Nisa selalu sempat menabung ke BANK walaupun jumlahnya tidak besar. Ini suatu ciri bahwa keluarga Pak Sudin termasuk keluarga hemat. Mereka senantiasa menerapkan prinsip hemat itu pangkal kaya. Dengan menghemat, kita di didik menjadi manusia yang mampu menghargai waktu dan uang.

Selain itu, mereka pun menerapkan prinsip hidup  sehat itu bahagia. Salah satu cara adalah mereka selalu makan-makanan yang baik dan bergizi. Makan-makanan yang baik dan bergizi tidak harus selalu yang mahal harganya.

Setiap makan Bu Nisa selalu menyediakan sayuran, goreng tempe atau tahu dan ikan. Daging disediakan paling tidak seminggu sekali. Sekali cuci mulut, Bu Nisa  selalu menyediakan pisang atau apel. Apel yang di beli tidak selalu apel luar negeri. Apel dalam negeri pun jadi, yang penting bisa makan untuk pencuci mulut atau makanan penutup.

Setiap minggu keluarga guru tersebut selalu berolahraga lari pagi. Dengan berlari pagi jantung menjadi lebih sehat begitu juga paru-paru. Udara kotor dari dalam paru-paru akan cepat terpompa keluar dan digantikan oleh udara bersih. Dengan demikian kesehatan tubuh pun akan selalu terjaga.

Hubungan antara orangtua dan anak sangat erat. Jika Lestari dan Berkah punya masalah yang sulit, selalu ditanyakan kepada orang tuanya. Dengan demikian tidak ada rahasia di antara anak dan orang tua.

Bu Nisa atau Pak Sudin jika hendak mengerjakan sesuatu yang sifatnya umum, selalu minta pendapat kedua anaknya. Hal ini dimaksudkan agar jiwa anak mereka tumbuh dewasa. Artinya segala tindakan yang mereka ambil selalu diperhitungkan dengan matang, tidak ceroboh.

Sepulang sekolah Lestari dan Berkah belajar mengaji kepada Kyai Mustafa, yang tak jauh dari rumahnya. Benih muda yang baru tumbuh mesti di siram oleh butiran nasihat dan agama, agar suatu saat nanti memiliki pribadi yang baik dan terpuji. Agama merupakan penerang bagi manusia di dunia ini. Sedangkan ilmu pengetahuan, bagaikan sebuah tongkat bagi seorang buta.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, maka manusia akan bisa hidup mandiri tanpa mengandalkan orang lain. Oleh sebab itu antara pendidikan agama dan pengetahuan umum, tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan searah, untuk menuju satu titik keridhoan Illahi Robbi. Sebab suatu keberhasilan tanpa keridhoan dari Tuhan tidak akan ada berkahnya.

" Dulu sebelum agama Islam diturunkan kepada Nabi Besar Muhammad saw, penduduk Arab hidup dalam kegelapan. Antara sesama manusia terjadi saling bunuh tanpa mengenal perikemanusiaan. Mereka membunuh hanya berdasarkan naluri ingin berkuasa. Masyarakat Arab saat  benar-benar hidup tanpa pijakan yang benar. Sebagian bangsawan Arab sampai hati membunuh atau mengubur hidup-hidup bayi perempuan. Mereka tidak berpikir bahwa mereka pun dilahirkan dari seorang wanita. Perbudakan merajalela di mana-mana. Harga budak tak lebih dari seekor binatang peliharaan yang bisa diperlakukan dengan semena-mena. Pokok masyarakat Arab waktu itu masih tenggelam dalam alam kegelapan yang menyesatkan. Perjudian, minum-minuman keras dan perbuatan buruk lainnya terjadi di mana-mana. Yang kuat memperbudak yang lemah. Maksiat seakan-akan menjadi  tujuan utama bagi masyarakat Arab waktu itu. Maha Tuhan menurunkan Nabi Muhammad saw untuk membenahi kehidupan yang tengah berada dalam kegelapan tersebut. Di usia 40 tahun beliau telah ditetapkan menjadi Rasulullah. Beliau di beri tugas untuk menyeru kepada manusia agar kembali ke jalan yang baik dan benar. Manusia dihimbau agar menyembah Allah Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Allah yang patut di sembah dan di puji. Oleh sebab itu kita yang hidup di zaman sekarang harus lebih mendalami agama dengan sebaik-baiknya. Sebab tanpa pendidikan agama, manusia hidupnya  akan sesat dan hidup dalam kegelapan. Jika manusia hidup tanpa bimbingan agama, maka langkahnya akan semau sendiri. Yang menurutnya baik akan dilakukan walau belum tentu kebenarannya. Sedangkan kebenaran menurut sendiri belum tentu benar menurut orang lain. Kebenaran yang betul adalah kebenaran yang diakui oleh umum serta dibenarkan juga oleh agama. Camkanlah ini semua agar kalian kelak menjadi manusia yang baik dan berguna bagi nusa bangsa serta agama," tutur Kyai Mustafa kepada Lestari dan Berkah.

" Insya Alloh Kyai, kami akan tetap ingat serta mematuhi semua nasihat ini. Doakanlah agar kami tidak terjerumus ke lembah yang salah," ujar Berkah.

" Selain doa guru, doa orangtua paling manjur jika kalian tetap mematuhi semua nasihatnya. Tuhan akan meridhoi serta mengabulkan doa kalian, jika orang tua kalian pun ikut mendo'akannya. Oleh sebab itu sebelum kalian mengerjakan sesuatu, mintalah dulu doa dan berkah dari orangtua. Aku sebagai guru hanya dapat mengajarkan bagaimana cara beribadah yang baik dan benar. Sedangkan doa yang dimakbul adalah, doa kalian yang mendapat keridhoan kedua orangtua. Jika orangtua ridho, maka Tuhan pun akan meridhoi pula. Akan tetapi jika orangtua marah, maka Tuhan pun akan murka. Oleh karena itu jagalah tata tertib serta kesopanan terdapat kedua orangtua, yang telah mengurus dan melahirkan kalian," sambung Kyai Mustafa.

Watak yang baik setiap  hari di siram oleh kasih sayang orangtua dan perhatian guru, maka tumbuhanlah menjadi anak yang baik dan terpuji. Sifat serta watak Lestari dan Berkah berkembang dan tumbuh sempurna. Rendah hati, sopan, baik budi bahasa dan selalu ingin menolong kesulitan orang lain.

Jika aka kawan mereka yang membutuhkan pertolongan, tanpa segan-segan keduanya akan segera memberikan bantuan. Apakah itu berupa uang maupun tenaga. Saran mereka selalu ditanggapi dan dapat di terima oleh kawan sekelas, maupun kawan sekampung. Begitulah watak dan sikap Lestari dan Berkah terhadap lingkungan sekitarnya, Lestari dan Berkah termasuk penyayang binatang terutama binatang peliharaan. Lingkungan yang berupa tanaman pun tak luput dari perhatian kaka beradik tersebut. Jika kebetulan mereka melihat ada seseorang yang sedang merusak tanaman, dengan segera ditegurnya dengan sopan.

" Kita hidup tidak dapat terpisah dari lingkungan. Binatang, tumbuh-tumbuhan merupakan sahabat kita yang patut mendapat perlakuan dengan baik. Tanpa lingkungan sekitar kita tak mungkin dapat hidup dengan tenang dan sehat. Umpamanya saja dengan tanaman. Kita mengadakan kerjasama yang baik. Tanaman membutuhkan karbondioksida sedangkan kita membutuhkan oksigen. Udara yang dikeluarkan dari tubuh kita diisap oleh tanaman. Sedangkan udara yang dikeluarkan oleh tanaman diisap oleh kita. Maka kehidupan ini akan tetap berlangsung sampai akhir zaman. Oleh sebab itu, betapa pentingnya penghijauan bagi hidup manusia. Tanda penghijauan,  alam ini akan kering dan gersang. Polusi terjadi di mana-mana, hal ini akan mengakibatkan penyakit bagi manusia. Maka sebaiknya lingkungan kita diperhatikan dan dipelihara dengan baik." Tutur Lestari.

"Bagaimana dengan binatang?" tanya seorang akan yang  merasa kagum atas penerangan Lestari.

"Binatang sudah jelas banyak membantu kebutuhan hidup manusia. Umpamanya saja kuda. Dengan bantuan tenaga kuda, kita bisa berolahraga pacuan. Para pengangkut andong atau keretek bisa hidup berkat bantuan kuda. Orang zaman dulu jika menyampaikan surat atau berita di bantu oleh kuda agar surat tersebut cepat sampai ke tempat tujuan. Kerbau membantu kita untuk membajak sawah atau ladang. Sapi perah, susunya kita minum untuk kesehatan bersama. Dengan tubuh sehat kita bisa berpikir dan bertindak yang positif".

"Apakah nyamuk juga bermanfaat bagi manusia?" tanya si anak yang merasa penasaran.
Mendengar pertanyaan ini, Lestari tersenyum.

"Nyamuk malaria sekalipun  berguna bagi manusia. Dengan berjangkinya penyakit malaria dan demam berdarah, maka para dokter berusaha keras untuk mencari dan membuat obatnya. Hal tersebut bisa di peroleh hanya dengan bantuan ilmu pengetahuan. Jadi jelaslah sudah bahwa pendidikan di sekolah adalah salah satu jalan  untuk memecahkan misteri di dunia ini. Kalau kita renungkan penyakit, itu pun ada manfaatnya bagi manusia. Tidak akan ada Dokter jika Tuhan tidak menciptakan penyakit. Namun tentu saja kita sebagai manusia harus berusaha untuk mencegah timbulnya penyakit. Sebab penyakit dapat menimbulkan kematian bagi manusia," tutur Lestari sambil membetulkan kembali pohon yang di cabut oleh anak nakal tersebut.

Sambil menundukan kepala, anak itu berkata. "Maafkan saya ! Saya menyesal telah merusak lingkungan yang sengaja di tanam oleh pemerintah. Saya tidak akan sekali-kali lagi mencabuti pohon atau mengganggu binatang," ujarnya penuh kesal.

Lestari tersenyum lega.

"Kalau sudah terjadi, biarkan berlalu. Yang penting mulai saat ini, kamu harus memperbaiki kelakuanmu yang salah ini. Penghijauan yang sengaja diterapkan oleh pemerintah, mesti kita jaga baik-baik," tambah Lestari.

Anak tersebut pergi dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan buruk seperti itu lagi. Lestari dan Berkah tersenyum puas. Hatinya merasa lega ternyata mereka mampu menyadarkan anak nakal tersebut.

TANDA PERSAHABATAN

Sabtu pagi yang tenang sekali. Dono  baru bangun dari tidurnya segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Indro serius memasak di dapur untuk sarapan pagi. Kasino sedang asik di depan TV bermain game PS 3. Pintu rumah pun berbunyi "Tok-tok". Kasino bangun dari duduk yang sedang asik main game PS 3 menuju ruang tamu. 

"Asalamualaikum,"  kata salam tamu.

"Walaikum salam," saut Kasino di depan pintu.

Kasino pun membuka pintu depan rumah. Terlihat sesosok gadis cantik di hadapan Kasino.

"Saskia.........," kata Kasino.

"Maaf Kang ....Kasino...pagi-pagi udah mengganggu," kata Kasino.

"Engak...menggangu kok....., kalau untuk Saskia..... Kang Kasino.......ada pelayan sepesial kok," kata Kasino yang sedikit merayu.

"Ya....udah ..., Saskia cuma mau kasih ini untuk Kang Dono...," kata Saskia menyerahkan sebuah kotak.

"Apa...isinya Saskia...?" tanya Kasino.

"Kue........ tanda persahabatan saja...... untuk Kang Dono," kata Saskia.

"Ini...anak....di pelet apa sama Dono? kok baik banget ?" gerutu Kasino.

"Kang Kasino...ada masalah........?" tanya Saskia.

"Eh..enggak...cuma.........heran.....saja...., setahu saya kamu adalah gadis yang di sukai Indro, tapi...kenapa Dono...dapetin pelayanan sepesial...dari kamu...," kata Kasino yang bingung.

"Kang...Kasino...hal..itu gak usah di bahas.....ya...., saya pamit pulang ada yang harus di kerjain di rumah," kata Saskia.

"Iya....," saut Kasino.

Saskia pun bergerak menuju pulang ke rumahnya. Kasino masuk ke dalam rumah tidak lupa menutup pintu. Selang berapa saat pintu pun di ketok "Tok-tok". 

"Asalamualaikum salam," kata salam tamu.

"Walaikum salam.......," jawab Kasino.

Kasino menaruh kotak berisi kue di atas meja ruang tamu. Lalu  segera membuka pintu depan rumahnya. Terlihat oleh mata Kasino dengan jelas Wulan berdiri dengan pesona kecantikannya.

"Pagi-pagi....begini tumben Wulan bertamu.......ada kencan sama Dono?" tanya Kasino.

"Gak ada...Kang Kasino..., Wulan ke sini........mau kasih ini..untuk Kang Dono," kata Wulan sambil memberikan kotak.

"Pasti..isinya..kue..," ujar Kasino.

"Iya...kue..., bikinan..saya....," kata Wulan dengan lembut.

"Kalau begitu saya...pamit dulu ...Kang Kasino," kata Wulan.

"Kok buru-buru....belum di ajak masuk?" tanya Kasino.

"Terima kasih..atas niat..baiknya....., masalahnya saya masih ada kerjaan di rumah," kata Wulan.

"Oh..iya....saya maklum," saut Kasino.

Wulan pun meninggalkan Kasino. Lalu Kasino masuk ke dalam membawa kotak kue. Pintu depan rumah di tutup rapat. Kasino membawa 2 kotak kue ke ruang makan. Sedangkan Dono lagi asik duduk di meja makan sarapan pagi.

"Dono...jam segini udah sarapan...biasanya siang...," kata Kasino yang nyeleneh.

"Laper...Kasino.., 2 kotak itu isinya apa Kasino?" tanya Dono.

"Kue.....dari 2 bidadari pagi ini..," kata Kasino.

Indro pun dateng dari dapur dengan membawa sepiring lauk pauk. Lalu Indro pun duduk di bersama Kasino dan Dono. 

"Makan..Kasino...hari..isi saya masak banyak........," kata Indro.

"Iya...," jawab Kasino.

"Dono.....kamu duluan makannya...gak barengan kita?" tanya Indro.

"Maaf ...saya lapar....," kata Dono.

"Dono...gak usah..........di omongin makan.... Dia perutnya...besar...makanya kelaparan," kata Kasino sambil mengisi piringnya dengan nasi dan lauk pauk. 

"Ngomong-ngomong ...Kasino... 2 kotak di meja ini isi apa?,"  tanya Indro.

"Oh...isinya..kue.... dari 2 bidadari cantik pagi...ini...untuk Dono...," kata Kasino sambil makan.

"Wah...pagi-pagi rezeki...nomplok......ini..namanya Dono," saut Indro.

"2 kotak ini untuk saya.......dari 2 bidadari cantik...siapa ya?," kata Dono yang bingung.

"Astafirohulazim...............kaya gitu saja gak tahu....Dono. Ya jelas dari Wulan dan Saskia," kata Kasino.

"Tunggu dulu ...kalau dari Wulan...saya..ngerti....., tapi dari Saskia anak tetangga sebelah.........wah saya cemburu...," kata Indro.

"Masa...bodo...dengan cemburumu Indro..........yang penting....kue ini tanda persahabatan," kata Dono.

Dono langsung membuka 2 kotak kue dan mencoba rasa kue buatan Wulan dan Saskia. 

"Enak......kue buatan dari Wulan dan Saskia," kata Dono.

"Dasar rakus...nasi di piring belum habis udah makan kue," kata Indro.

"Biarin..., kalau kamu suka ikutin...," saut Dono.

"Maleslah...Dono......... makan nasi dulu..kuenya entar siang aja deh," kata Indro.

"Bener sekali kata Indro.......yang penting makan pokok  dulu..kue..nanti," saut Kasino.

Dono, Kasino dan Indro asik bener menyantap sarapan pagi. Setelah sarapan mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke pemancingan umum dekat rumah.

CAMPUR ADUK

SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS

Malam hari. Bulan di langit, ya bulan sabit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus berita di channel TVRI, ya Budi duduk dengan ...

CAMPUR ADUK