CAMPUR ADUK

Friday, January 19, 2018

MENOLONG TEMAN BAIK

Sore hari yang tenang di kediaman Kasino. Saat itu Kasino sedang memperbaiki mobil kesayangannya di bengkelnya. Lagi sibuk-sibuknya memperbaiki mobil kesayangannya dateng dua orang  menghampiri Kasino. 

"Kasino.......sibuk gak?" tanya Indro.

"Bisa liatkan......," jawab Kasino.

"Apa yang bisa saya bantu untuk menyelesaikan memperbaiki mobil kamu?," tanya Indro.

"Oh.......saya butuh kunci inggris.....di dalam kotak peralatan," kata Kasino memperbaiki mesin mobil," kata Kasino.

"Beres itu...," saut Indro.

Segeralah Indro mengambil kunci ingris di sebuah kotak peralatan. Sedangkan Dono lagi menyusun cangkir kosong di meja. Lalu teko yang berisi minuman di tuangkan ke dalam cangkir satu persatu. Segeralah Dono mengambil minuman tersebut dengan asik. Kunci ingris di temukan Indro lalu di berikan kepada Kasino.

"Nii....kuncinya," kata Indro.

"Iya.....terima kasih Indro," saut Kasino.

Segeralah Kasino memperbaikin mobil kesayangannya. Lalu Indro duduk di samping Dono.

"Enak Dono ...minumannya.........?," tanya Indro.

"Enakkkkkk," jawab Dono.

"Saya cobainlah...minuman Kasino," kata Indro.

"Gimana..........enak....kan," kata Dono.

"Emmmmm.....enak...banget....," saut Indro sambil menikmati minuman.

"Dasar bocah...belum di suruh...minum udah minum duluan," kata Kasino selesai memperbaiki mobilnya.

"Kasino...jangan pelitlah....kita teman," kata Dono.

"Iya..itu..benar," saut Indro.

"Ya.....udah....kalian berdua dateng ke bengkel saya mau apa?," tanya Kasino dengan tegas.

"Biasa....Dono.......minta kerjaan....abis dia penganguran," kata Indro.

"Iya.....Kasino....bener saya lagi ngangur....gak punya kerjaan," ujar Dono.

"Loh....bukannya...Dono punya kerjaan buat blog dan youtobe," kata Kasino.

"Susah.......Kasino.......... untuk menaikin reting penjualan segala cara tetap nihil," kata Dono.

"Itu...benar....Kasino....., karena banyak competetor yang hebat di bidang IT. Sedangkan Dono....kan amatiran....jadi....ya pekerjaaan itu iseng-iseng berhadiah," kata Indro.

"100% bener.......apa yang bilang Indro tentang persoalan saya," saut Dono.

Kasino mengambil minuman di meja. Setelah itu duduk santai meminumnya. 

"Enak...," kata Kasino.

"Bener.....kan...enak," saut Dono.

"Ya...jelas..enak......orang dia tuan rumah yang nyajiin miunan ini," kata Indro.

Kasino menaruh cangkir minuman di meja.

"Gak usah.......bahas panjang lebar urusan minuman...cuma white koffie saja," kata Kasino.

"Jadi....minuman ini namanya Kopi putih.....sejak kapan kopi hitam jadi putih?," kata Dono.

"Sejak saat ini...kopi hitam jadi putih.....jadi Top kan......," saut Indro.

"Ohhhhhh...begitu..........," saut Dono.

"Jadi.......apa yang saya bisa bantu?," tanya Kasino.

"Yang...tadi...nolong Dono....cariin kerjaan," kata Indro.

"Iya......saya tahu......, tapi kalian bahasnya malah kopi bukannya pekerjaan. Itu namanya pengalihan pembicaraan. Kaya iklan di televisi dan berbagai media.....untuk mempromosikan semua jenis produk," kata Kasino.

"Iya...Kasino.....kita berdua yang mengalihkan pembicaraan," kata Indro meluruskan suasana.

"Jangan marah gitu dong Kasino.......saya cuma iseng," saut Dono.

"Siapa yang marah?...., ya udah kamu Dono...saya beri kerjaan di bengkel saya. Tapi ingat jangan malas kerja.......karena saya juga membangun benkel mobil juga bersaing dengan bengkel yang lebih bonafit," kata Kasino.

"Ok.....siap Bos.....," kata Dono.

"Oh.....iya sedang kamu Indro.......kamu ada kerjaan gak.....?," tanya Kasino.

"Kalau saya.........emmmmmm...tidak kerjaan......Pengacara ( Penganguran Banyak Acara)," kata Indro sedikit nyeleneh.

"Itu..sih..sama aja..dengan saya....," saut Dono.

"Ya.......iya....lah...pekerjaan zaman sekarang susah. Pedagang aja berkompetisi demi mengais rezeki. Ya otomatis nyari geseran yang lain. Demi dapur ngebul......," kata Indro.

"Itu bener...kata Indro....zaman sekarang tidak pintar-pintar membaca  situasi, kita semua tidak bisa makan. Kalau ke jepit keadaan pastinya ya........nyolong pun jadi di setiap tetangga. Contoh kejadiannya ada di sekitar kita," kata Kasino.

"Itu....sih..gak usah di omongin......orang kecolongan saya. Tahu-tahu di usut malah lingkungan yang gak sehat. Alasan utama di lingkungan saya sih. Warganya miskin dan sekaligus penganguran. Sedangkan Warga yang kaya malah nyolongnya di sistem kerja baik pemerintahan maupun swasta. Demi memperkaya diri mereka," kata Dono mengungkap keadaan.

"Kacau...banget...ya....Dono............... keadaan kamu," saut Indro.

"Udah...gak..usah...di perpanjang...yang kehilangan di ikhlaskan saja..........namanya manusia tidak luput dari dosa," kata Kasino yang bijak.

"Sip.............lahhhhhhhhh," Dono dan Indro menjawab.

"Ayo...kita ke bengkel.......," ajakan Kasino.

"Beres......jalan...," saut Dono dan Indro.

Kasino membereskan semua minuman di meja di taruh di dalam rumah. Setelah itu Kasino beserta Dono dan Indro masuk ke dalam mobil. Dengan segeralah Kasino membawa mobil kesayanganya pergi tempat kerjaannya tidak jauh dari rumahnya. Dono dan Indro senang karena dapet pekerjaan dari sahabat baiknya.

SARAN TEMAN BAIK

Hari itu Dono terlihat murung di depan teras rumahnya. Indro melihatnya saat melintas di depan rumah Dono. Karena khawatir dengan keadaan Dono, maka bertamulah  Indro. 

"Permisi..........saya ingin bertamu, " kata Indro.

Karena terkejutnya Dono dengan perkataan Indro. Sontak Dono bangun dari tempat duduknya dan melihat siap yang bicara aneh.

"Oh...kamu..Indro.......kalau bertamu biasanya pake asalamualikum...dong.. ," kata Dono.

"Itukan ...yang biasa...yang inikan luar biasa," kata Indro.

"Luar biasa apaan? nyeleneh gitu..............kaya acara televisi yang selalu di buat-buat seapik mungkin orang berkesan. Antara bohong dan jujur mana yang tahu....saya cuma nonton," kata Dono.

"Kok.....tahu.........," saut Indro.

"Ya...tahulah..........kaya manusia bertelur ayam kampung atau ayam ras.....itu mah kebohongan belaka. Udah tahu...bohong di terusin oleh artis Irfan Hakim..............di tekan bahwa itu kejujuran," kata Dono.

"Tapi...itukan......benar..Dono.........vidionya.........unikkan," kata Indro.

"Unik vidionya ....kebodohan manusia, ......oh ia saya lupa...silakan duduk Indro," kata Dono.

"Ya......saya duduk di sofa yang empuk ini...," kata Indro.

"Sofa..apaan? cuma kursi kayu....," kata Dono.

"Biasa Dono.......majas perumpamaan," kata Indro.

"Oh.....iya...Bahasa Indonesia," saut Dono.

"Iya...ngomong-ngomong..........kenapa.....terlihat murung?" tanya Indro.

"Ini...saya buat video.....youtobe........tetap...saja..........penontonya sedikit...udah ngabisin uang lagi," kata Dono.

"Ya...jelas aja......Dono..............kamu penganguran...pingin dapet kerjaan yang intelek. Tapi bukan persoalan jaman sekarang yang pasti kompetisi pasarnya Dono. Banyak orang terkenal dari jenis bakat atau talenta yang masuk video di youtobe. Ada juga yang plagiat atau istilah copy video di edit ulang dengan segala cara..................tapi itu semua udah trennya...................di dunia saiber. Ya jelas saja kamu kalah.............penontonnya..........orang banyak yang berlomba-lomba dengan segala cara.....," penjelasan Indro  yang ribet.

"Jadi.....bagaimana selanjutnya agar saya cepat berhasil di youtobe?," tanya Dono.

"Sabar....sabar....sabar....dan usaha terus........menciptakan video yang menarik.... . Kadang yang baguspun kalah saing........Kaya itu perlombaan acara televisi di beberapa stasiun televisi. Kaya orang gila..........kan,"kata Indro.

"Gila...apaan...? cuma ngari makan," kata Dono.

"Ya...itu...maksudnya..............," sautnya Indro.

"Memang gila...sih........sama kerjanya..........harus kita mengatur pekerjaan..eh malah pekerjaan yang membuat kita lupa segalanya......," kata Dono.

"Seperti apa?," tanya Indro.

"Sholat........," jawab Dono.

"Itulah...jelas.......sekali.  Orang...islam, tapi tidak menegak peraturan agama........bagaimana?," kata Indro.

"Ya...Dosa...masing-masing," kata Dono.

"Maka hidup lebih banyak sia-siakan," kata Indro.

"Bener...juga...kaya .......manusia bertelur........ayam...bodoh banget....," kata Dono.

"Ya...itulah...maka urusan kamu......juga banyak sia-sia jua....buat video...itu," kata Indro.

"Astafirohulazim........iya juga......cuma iseng-iseng berhadiah," kata Dono.

"Jadi jelaskan.....," kata Indro.

"Ya...saya..gak galau lagi... Ooh iya  mau minum apa?," ujar Dono.

"Gak usah repot-repot lebih baik....kita main ke tempat Kasino...siapa tahu ada kerjaan?," kata Indro.

"Itu benar sekali..............tunggu sebentar saya ganti pakaian," kata Dono.

"Iya saya tunggu," jawab Indro.

Selang berapa saat Dono telah rapi dengan pakaian yang bagus. Berangkatlah dua sahabat ke rumah Kasino.

MEMINTA SARAN DARI TEMAN

Siang yang begitu cerah di pingiran jalan depan rumahnya. Kasino sedang duduk diam menunggu dagangan rambutan. Setiap warga yang lewat Kasino mulai menjajakan dagangannya. Dengan sabar Kasino menunggu daganganya. Sampai ketika Dono dateng menghampiri Kasino.

"Kasino.......kamu lagi sibuk gak?" tanya Dono.

"Engak..........juga sih.......cuma dagang biasa setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dapur di rumah," jawab Kasino.

"Oh...begitu, tapi saya isin mau ngomongnya..saat kamu lagi menjajakan dagangan kamu," kata Dono.

"Ah......isin-isin.......sama temen...ngomong aja....kalau saya sanggup nolong........ya saya tolong," kata Kasino.

"Ia...deh.......sebenarnya saya ingin main youtobe........bagaimana pendapat kamu?," kata Dono meminta saran.

"Bagus.....banget., tapi bagaimana dengan main blog kamu Dono," kata Kasino.

"Itu sih...bisa saya atasi dalam pembagian waktunya. Saya tertarik ingin main youtobe.....bisa eksis di tampil vidio saja," kata Dono.

"Kalau narsis-narsis san sih ok...ok ....lah Don, tapi kalau mencari keuntungan dari youtobe. Kamu harus belajar membuat vidio yang menarik supaya reting penonton banyak baru bisa di terima oleh adsens," kata Kasino.

"Oh...begitu.....jadi kalau bisa di terima adsens berapa banyak tontonan?," tanya Dono.

"10.000 ferifikasi selanjutnya 4000 jam di perhitungkan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak 1000 orang," kata Kasino.

"Itu...mah kaya tv cenel.....," kata Dono.

"Ya.....emang iya.......kemungkinan kamu terkenal dan dapat uang cepat dengan percepatan teknologi lah," kata Kasino.

"Benar juga...kan gak ngabisin uang...cuma sambilan. Kalau berhasilkan saya terkenal dan banyak uang," kata  Dono.

"Tapi ingat......semuanya bukan instan.....belaka kerja keras," saran Kasino.

"Saya cobalah....main youtobe......, oh ya kas saya coba rambutannya," kata Dono.

"Iya...silakan," kata Kasino.

Dono mengambil satu ikat di meja. Dengan santai menyantap rambutan yang manis. Indro pun dateng menghampiri Kasino dan Dono..

"Kasino....jualan mu masih banyak ya.....?" tanya Indro.

"Iya...nie ....minat warga di sini......sedikit banget....., tapi beda dengan dono udah abis dua iket," kata Kasino.

"Kalau Dono masalah makan sebakul juga kurang. Ya udah saya borong semua jualan kamu beserta apa yang di makan Dono," kata Indro.

"Banyak....uang kamu ......Indro.  sampe-sampe....makan geratis  mau kamu beli juga," kata Dono.

"Iya..bukan gitu.....namanya orang jualankan....ingin dapet untung bukan rugi," kata Kasino.

"Eh.....kalau urusan Dono......mah sudah sodakoh saya hari ini....," kata Kasino.

"Tuuuuuu......orang baikkan...panjang umur dan panjang rezekinya dunia dan akherat.......," kata Dono.

"Iya...deh..saya ngerah...kalau urusan dalam siar agama.........yang tua menang dan yang muda mengalah.... demi kebesaran.............. Allohhu Akbar," kata Indro.

"Amin.......................," jawab Dono dan Kasino.

Kasino segeram memasukan buah rambutan ke dalam kresek hitam. Lalu Indro segera mengeluarkan uang sesuai perjanjian jual beli. Kasino seneng sekali jualannya laku semuanya. Indro berpamitan dengan Dono dan Kasino pulang ke rumah. Sedangkan Dono membantu membereskan lapaknya Kasino. Setelah semua beres semuanya. Dono berpamitan pulang untuk main youtobe. Sedangkan Kasino beristirahat di dalam rumahnya menghilangkan segala keletihannya berjualan hari ini. Dengan segelas kopi untuk menghilangkan rasa hausnya dan duduk santai di depan rumah.

Thursday, January 18, 2018

BERBAGI DENGAN SAHABAT

Siang hari di pinggiran sungai. Dono sedang asik memacing. Dengan santai Dono menunggu umpan di makan ikan. Dono tetap membaca komik untuk menghilangkan kejenuhan dari memancing. Beberapa jam Dono menunggu di pinggiran sungai. Umpan pun belum juga di makan ikan. Padahal buku yang di baca Dono udah banyak.

"Jenuh amat........ya......," celoteh Dono.

Tiba-tiba datang Kasino menghampiri Dono dalam yang sedang sabar menunggu.

"Hai .....Dono.......udah dapet ikan?" tanya Kasino.

"Belum...........Kasino........," jawab Indro.

Kasino pun duduk di samping Dono dan mengambil beberapa buku komik. 

"Banyak komik yang kamu baca Dono.......," kata Kasino.

"Ia..........untuk menghilangkan kejenuhan dalam memancing," kata Dono.

"Oh...iya bagaimana dengan pekerjaan kamu menulis blog.....?," tanya Kasino.

"Itu...cuma.....iseng.........ya.... kalau bener dapat uang dari blog di alhamdulilahin," kata Dono.

"Saya lihat hasil tulisan kamu tidak begitu menjual," ujar Kasino.

"Itu sih....bener...sekali.....nama juga amatiran. Untuk meluangkan waktu kosong aja," kata Dono.

"Apa semua tulisan itu karya kamu?," tanya Kasino.

"Ya........engaklah.....kadang di adaptasikan dari karya orang lain. Kadang juga nama penulisnya tidak di masukan. Sengaja untuk mengetes aja apa reting penjualan  menguntung di pihak karya orang lain atau di pihak saya?," kata Dono.

"Berhasil......reting penjulan tulisan blognya...?," tanya Kasino.

"Enggak juga lah.....di komentarin baik dan buruk juga enggak. Dari pihak penulis karyanya di pakai saja lewat email.....saja enggak..........istilah kata di ambaikan...," kata Dono.

"Jadi selama ini...blog kamu tidak menghasilkan uang...........?," tanya Kasino.

"Nolllllllllllllllllllllllll................rupiah atau pun dolar. Saya sih sadar dengan kompetisi di bidang penulisan blog. Banyak tulisan orang lebih baik sampai di bukukan. Apalagi kalau ngocek di sosial media yang lain.........lebih gila...........gak pikir pake otak kalau nulis," kata Dono.

"Itu sih bener banget.......sosial media....penghubung untuk berinteraksi lebih jauh lagi tapi di persempit lewat teknologi. Tetap saja ada batasan hukum yang menaungi hak dalam memberikan infomasi yang baik. Untuk mencegah dari kontrafesi yang dapat mempengaruhi masyarakat. Pada akhirnya konflik makin banyak dan berkepanjangan," kata Kasino.

"Itu sih bener banget...........konflik di buat untuk meningkatkan reting penjualan di media apapun. Karena banyak cerita antara jujur dan bohong. Kaya sinetron tiap hari di tayangkan......... Banyak cerita yang masuk akal dan tidak masuk akal," kata Dono.

"Nama juga nyari uang................segala cara di gunakan untuk meningkat diri maupun kelompok," kata Kasino.

Asik dalam pembicaraan datenglah Indro dengan membawa sesuatu di dalam plastik kresek berwarna hitam.

"Woy...kalian berdua udah makan belum?," tanya Indro.

"Belum.......lagi nunggu dapet ikan........," jawab Dono.

"Saya juga belum jugalah," Jawab Kasino.

"Kebetulan nie....ada sedikit makan dari hasil penjulan saya......yang belum laku...lebih baik sa
ya sodakohin pada orang miskin seperti kalian," kata Indro.

"Ia...sih yang kaya.....ada kerjaan....kita berdua lagi ngangur gak ada kerjaan," kata Dono.

"Bener banget.....Indro...kaya.........ilmunya," saut Kasino.

Dono dan Kasino mengambil makan yang di suguhin Indro. Dengan segera Dono dan Kasino membuka bungkusan.

"Emmmmm...enak banget.......ikat bakar," kata Dono.

"Dono ......lebih enak ini...dari pada ikan di kali yang kamu pancing seharian," kata Kasino.

"Iya...lah.....kan udah di masak..., kalau ikan itu sih....masih diusahakan," kata Dono.

"Jangan...banyak ngomong.....kalau urusan makan...nanti keselek......ya udah saya tinggal dulu saya banyak urusan," saut Indro.

"Ia sekali lagi..terima kasih atas sodakohnya....," kata Kasino.

"Terima kasih banyak," saut Dono.

"Iya...sama-sama," jawab Indro.

Indro meninggalkan Dono dan Kasino yang sedang asik makan. Saat lagi asiknya dono menyantap makannya. Umpannya di makan ikan. Dono dengan sergap menaruh makanannya di rerumputan, lalu mengangkat pancingannya di tancap di tanah. Dengan sekuat tenaga Dono menarik tali pancingan sampai dapet ikan. Tapi tiba-tiba ikan makin berontak dengan sangat kuat. Dono mulai kewalahan.

"Kasino....tolongin.....nie..kayanya saya dapet ikan besar," kata  Dono.

"Iya....iya saya bantu," kata Kasino.

Kasino mulai menaruh makannya di rerumputan. Kasino memegang pancingan bersama Dono. Dengan sekuat tenaga berusaha menarik pancingan. Akhirnya dapet ikan yang sangat besar sekali.

"Hore...hore....saya dapet lele dumbo," kata Dono.

"Ikan lelenya besar banget. Sebesar paha Dono. Monster Ikan di daerah sini," kata Kasino.

"Saya seneng banget....yoooo....Kasino kita pulang hari juga sudang sore," kata Dono.

"Iya kita pulang......toh hasil kerja hari ini dapet ikan lele dumbo yang besar banget," kata Kasino.

"Iya Kasino tolong bantuan masukin buku-buku komik ke dalam kantong plastik," kata Dono.

"Beres...deh saya bantuin....dan juga sekalian makan saya juga belum abis di makan. Kalau di buang mubasir pemberian teman kita yang baik," kata Kasino.

"Itu....bener banget sekalian saja punya saya Kasino," kata Dono.

"Beres....," jawab Kasino.

Dono membawa ikan lelenya dengan di pangul. Kasino menyertai Dono dalam perjalan menuju pulang ke rumah. Sampai di pinggir jalan besar bertemu lagi dengan Indro dengan mengendarai motor.

"Kalian berdua...mau pulang saya anterin. Donnnnnn...ikan hasil tangkapan mu luar bias," kata Indro.

"Jelas..aja...saya sabar menunggunya," kata Dono.

"Itu sudah rezeki Dono....hari ini," saut Kasino.

Dono dan Kasino naik motor bututnya Indro. 

"Ayo jalan tukang..ojek pangkalan," kata Dono.

"Bukan tukang ojek pangkalan......Indro, tapi tukang ojek online," saut Kasino.

"Jadi kecepatan saiber lagi...," kata Dono.

"Jelaslah.......teknologi dan informasi mendukung untuk memudahkan mendapatkan pekerjaan jika berpikir positif," kata Indro.

"Ya..udah...jalan tukang ojek online...," kata Kasino.

"Beres........saya anter sampai tujuan dengan jaminan keselamatan," kata Indro.

"Sipppppppppppppp......," jawab Dono dan Kasino.

Indro mengendari motornya dengan hati-hati karena bonceng Dono dan Kasino di belakang. Terlihat mereka kaya tiga pentol korek api berjalan di jalan raya. Pingir jalan ada Ibu dan anak memandang mereka bertiga. 

"Itu...cacean.......," kata anak kecil berteriak pinggir jalan.

"Mana............mana? ," ujar Ibunya.

"Itu... yang lagi berjalan," kata anak kecil kembali.

"Iya...cabe-cabeannnnnnn...tapi udah uzur.....," saut Ibunya.

Ibu dan anak berjalan cepat menuju rumahnya dan mengabaikan Dono, Kasino dan Indro di atas satu motor. 

KEBODOHAN SESAAT

Waktu itu Awin sedang duduk di sofa depan ruang tamu. Dengan santainya Awin belajar buku tentang novel.  Hari makin panas sekali. Dilihat oleh Awin jam di dinding menunjukkan  13.00 WIB . Awin bergerak dari tempat duduknya lalu menaruh buku novelnya di meja ruang tamu. Masuk Awin ke ruang makan dan membuka lemari es. Mengambillah Awin sebotol air dingin lalu bergerak menuju ke rak mengambil piring untuk mengambil gelas.

Di atas meja makan Awin menuangkan air dingin di sebuah cangkir gelas. Dengan perlahan botol air dingin di taruh kembali ke lemari es. Diminumlah air es yang ada di dalam gelas. 

"Segernya air es ini...," kata Awin.

Kembali Awin ke ruang tamu, langsung duduk di sofa sambil membaca buku novel. Ketika hendak membaca terdengar suara di halaman depan 2 orang sedang berbincang. Awin mulai tertarik pembicaraan  tersebut. Mengupinglah Awin dengan tenang dari balik tembok. 

"Dono lebih baik kita mainan super admob aja di aplikasi kita.  Siapa tahu berhasil....meningkatkan keuangan kita,"  kata  Kasino.

"Jangan ah ...mainan tersebut. Apalagi klik iklan di jaringan nanti aplikasi saya di benet," kata Dono.

"Coba....dulu......siapa tahu bantu keuangan kita dalam permainan aplikasi?," kata tegas Kasino.

"Emmmmmm...gimana ya.........khawatir di benet sih.....," celoteh Dono berpikir panjang.

Datanglah Indro dalam perbincangan tersebut. Sedangkan Awin tetap saja menguping di balik tembok rumahnya.

"Kalian berdua......sedang membicarakan apa?," tanya Indro.

"Ini.......Kasino ..ngajak main super admob. Agar reting keungannya naik," kata Dono.

"Oh....begitu....tapi kalau di pikir sih bisa mnguntungkan jika benar main super admob," kata Indro.

"Tuuu....Indro aja ada pemikiran yang baik........," kata Kasino.

"Ok...lah saya ikut sajalah mainan aplikasi pake sistem super admob. Siapa tahu berhasil jadi jutawan," kata  Dono.

"Ayo...kita kerjakan......," saut Kasino.

"Tapi........kemungkinan di benet besarkan...kalau main iklan di satu sistem aplikasi. Kalau gak salah baca di satu situs terpercaya.......sih main klik pada ilkan rawan di teksi oleh adsens......pada akhirnya .......," kata Indro.

"Akhirnya...apa.....? tanya  Dono dan Indro.

"Di beri peringatan dulu selama 14 hari karena pelanggaran tersebut..............ya kalau selanjutnya kebijakan adsens itu sendiri yang pulihkan. Kemungkinan pelanggaran tidak sengajakan. Tapi kenapa mereka menciptakan sistem super admob...dengan sistem aplikasi lain untuk meningkatkan reting keuangan.........ini jebakan atau kah membantu?," kata Indro.

"Wah ...saya jadi bingung....nie.....gimana ya.........," kata Dono.

"Ya...coba..dulu.....siapa tahu menguntungkan?  kalau untungkan mainan kita di aplikasi tidak sia-sia. Jadi pekerjaan kita ada hasilkan," kata Kasino.

"Ya...udahlah saya coba. Dan juga cari pekerjaan juga susah...ya sudahlah coba dulu siapa tahu menguntungkan," kata Dono.

"Ya.....juga......siapa tahu?............kalau main rapih dan bersih berhasil mendapatkan keuntungan," kata Indro.

"Jadi...setujukan...semuanya?," tanya Kasino.

"Setuju.........," jawab Dono dan Indro.

Ketiga sahabat itu beranjak dari dari tempat diskusi ke rumah Dono. Sedang Awin pun kembali duduk di sofa sambil berpikir.

"Bener gak ya.......menguntungkan.........coba...lah siapa tahu?," celoteh Awin.

Awin bergegas ke kamarnya untuk mengambil leptop kesayangannya. Mulai menghidupkan leptopnya dan melakukan pekerjaan main aplikasi di meja makan. Dengan cepat Awin  mengejakan sistem yang di bicarakan ke tiga sahabat berbincang di luar. Awn terus antusias main aplikasinya berhari-hari dengan sistem admob. 

"Eh....bener....reting uangnya naik," celoteh Awin.

Awin  seneng dengan reting keuangannya.  Selang seminggu Awin mendengar kembali pembicaraan ke tiga sahabat di depan rumahnya.

"Benerkan......aplikasinya di berikan peringatan oleh adsens..karena main klik," kata Dono.

"Iya......ternyata situs yang saya baca...bener," kata Indro.

"Ya...nama juga usaha. dan juga untuk mengetahui situs yang benar zaman sekarang susah........," kata Kasino.

"Itu...benar...sekali.......karena banyak...bohongnya dari pada jujurnya....," kata Indro.

"Ia...sih....karena percepatan saiber.....mau apalagi......antara jujur dan bohong..lebih susah di dunia saiber....," kata Dono.

"Ya...udahlah...yang penting jadi pelajaran...aja...," kata  Kasino.

"Bener...jadi pelajaran aja....," saut Dono.

"Bener itu....jadi pelajaran aja.........," saut juga Indro.

Ke tiga sahabat tersebut pergi menjauh dari ke diaman Awin. Lalu Awin kembali memeriksanya di jaringan aplikasinya.

"Siallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll...............................saya di benet......................," terkejut Awin.

Semenjak itu Awin belajar dari kesalahanya. Dengan santai mulai merapihkan pekerjaannya di leptop ke sayangannya.

"Kali......ini saya main aman.....cuma ngetik dan  membuat gambar sendiri. Lebih aman dari pada ngambil dari situs lain. Hasilnya juga sama aja.....kan cuma hoby. Kalau layak di baca dan gambarnya ya menguntungkan. Walaupun hasilnya.....minim banget......Jadi saya berjanji tidak main-main lagi klik...klikkan.........lebih baik saya mainan sebentar...sesudah itu cara pekerjaan yang lebih menguntungkan. Mimpi....terlalu tinggi.....kalau bisa menggapainya............enak....bener............Kalau tidak lupakan saja........namanya mimpi di siang bolong........ kaya gak...miskin juga bisa jadikan," celotehan Awin.

Awin  menjalan kehidupan sehari-harinya dengan bertani.  Waktu senggangnya bermain aplikasi.

Monday, December 18, 2017

RAYUAN MAUT

Hujan kelihatannya mulai bersahabat, memberi kesempatan pada Tono dan Tinu untuk berkeliling menikmati indahnya pemandangan taman bunga. Sebagai saudara kembar yang akrab, mereka sama-sama mengenakan kaos oblong berwarna biru tua, jeans hitam, topi hitam dan mengenakan sepatu hitam blasteran putih. Nyaris tak dapat dibedakan. Namun hanya 1 hal yang dapat membedakan ke dua saudara kembar tersebut, yaitu sifat mereka. Jika tono bersifat ramah tamah dan banyak bicara, maka berbeda dengan Tinu yang sangat pendiam dan jarang sekali berbicara.

Asyik menikmati pemandangan di tengah taman, Tono melihat seorang gadis yang sedang duduk santai di bangku-bangku taman sambil bersetandar di sebuah pohon yang besar.

"Tinu ada gadis tu Tinu, mangsa baru. Yuk deketin," kata Tono mengajak Tinu untuk mendekati gadis yang duduk di tengah taman itu.

Gadis yang memakai selendang merah muda, bergaun coklat dan berambut diikat satu rapi sekali.

"Aduhai, dilihat dari belakang saja anggun banget, apa lagi dari depan?" Tono menyangkalnya.

Tono pun memaksa saudara kembarnya untuk langsung menemui gadis itu. Tono menyuruh Tinu untuk membuat puisi romantis untuk di persembahkan pada gadis itu.

"Mohlah Tono, Saya males. Sudahlah gak usah gombal. Nanti kamu nyesel kalau di tolak sama demenanmu itu. Saya juga bener-bener males buatin puisi yang menggugah perasaan itu. Jadi Saya tegaskan jangan menggombal. " kata Tinu dengan terus terang.

Namun Tono tetap memaksa. Akhirnya Tinu pun membuat puisi yang dapat meluluhkan hati  sang gadis itu.

"Oh gadis yang menyandarkan tubuhmu di sebelah pohon. Engkau  sangat anggun menawan hati. Tubuhmu yang wangi, rambutmu yang indah meningkat pesona aura dari dalam diri mu duhai gadis yang cantik. Ingin Saya bisa memiliki mu, oh gadis pujaan hati. Maukah kau berkenalan dengan Saya dengan pesona karismatik yang menggugah adinda memandang," Tono membaca puisi untuk gadis yang di sukainya.

Gadis itu pun langsung membalikkan tubuhnya, dan apa yang terjadi? alangkah kagetnya Tono ketika melihat gadis itu berbalik. Ternyata yang di dapati adalah seorang Banci kaleng yang mencari mangsa. Dan tersenyum-senyum pada Tono.

"Bang ganteng romantis banget. Saya terkesan banget dengan lantunan puisi tadi yang Abang bacakan." kata Banci itu.

"Busyettt banget niiiiiiiii........bidadarinya yang Saya incer jadi setan alas gini. Ampun deh Saya kapok merayu gadis pinggir jalan," kaget  Tono setengah pingsan.

"Rasain tu To, akibatnya kebanyakan gombal," ejek Tinu.

Sunday, December 17, 2017

DASAR KONFLIK

Malam yang indah di mana perayaan untuk  penyatuan kerjasama antara blok barat dan blok timur. Kedua bos menikmati acara dengan santai. Para penari menari dengan cantik dan gemulai menghibur semua undangan yang baru datang. Lina terburu-buru datang dalam perayaan. Langsung duduk diantara para undangan.

“Tuan Lie katanya anak mu penari pedang yang bagus,” kata Tuan Maa dari blok timur.

“Itu mah enggak seberapa biasa aja,” kata Tuan Lie dengan rendah hati.

“Ayolah anak Tuan Lie menari dalam perayaan ini,” kata Tuan Maa membujuk.

“Ayolah  Tuan Lie,” kata para tamu yang hadir.

Lina dengan tenang mendengarkan pembicaraan tersebut. terlihat mimik para wajah tamu yang ingin melihat kebolehannya. Kemudian Lina melihat wajah ayahnya.

“Ya bolehlah,” kata Ayahnya Lina menyuruhnya menari.

Tanpa terucap sepatah kata pun Lina  mengiyakan permintaan para tamu. Lina ke panggung kemudian di berikan sebuah pedang yang cantik yang di suguhkan oleh pelayan. Lina mengambil pedangnya mulailah menari dengan  alunan musik yang merdu. Para tamu terhibur dengan tontonan yang di berikan oleh Lina. Setiap gerakan pedang Lina menunjukkan pesona kecantikan dari seorang putri Lie.  Terlihat sorang pemuda dari pihak anak buah Tuan Maa melemparkan sebuah paku ayung di panggung.  Pijakan Lina menginjaknya paku tersebut.  Lina berusaha bertahan dengan hinaan itu. para tamu yang membenci Lina mengejeknya dengan tawa kecil yang tersembunyi. Lina yang tahu gerak-gerik dia di kerjain tetap menyelesaikan tarian pedangnya yang cantik dengan kaki yang terluka. Lantai panggung terlihat darah Lina. 

Setelah menyelesaikan tariannya. Lina mulai beratraksi melompat dan bersalto kemudian menusuk tangan pemuda yang mengerjai Lina. Kemudian semuanya bangun dengan sok dan marah dengan ulah Lina. Para tamu bangkit dari duduknya dengan mengeluarkan sebuah senjata pedang dan siap untuk bertarung. Sedangkan pimpinan mereka sudah siap dengan pistol di tangannya. Tuan Lie bangun dari duduknya.

“Sudah-sudah jangan bertengkar kita sudahi urusan ini dengan damai,” kata Tuan Lie menenangkan suasana.

“Baiklah kalau begitu Tuan Lie,” kata Tuan Maa.

Kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang urusan ini. Lina mencabut pedangnya dari pemuda yang mengkerjainya. Segera pergi meninggalkan acara perayaan tersebut.

******
Seorang wanita cantik memakai topi dan berkaca hitam, lalu membuka payung merah berjalan di hari yang panas  di daerah pertokoan tengah kota menuju sebuah tempat. Sampai di tempat cukur rambut sang wanita menutup payung merahnya. Terlihat  sang tukang cukur rambut sedang mencukur jenggot langgananya. Dengan cepat sang wanita bertopi dan berkaca mata hitam menebas tengorokan langganan toko pangkas rambut. Sang wanita bergegas keluar dari toko dan membuka payung merahnya dan meninggalkan toko pangkas rambut. Sang tukang cukur ketakutan sekali melihat langganannya bersimbah darah di lehernya. Seorang pemuda yang melihat kejadian pun ketakutan dan berusaha menghindari masalah.

Selang beberapa saat datanglah pihak-pihak yang tahu selak beluk si mayat. Kemudian di bawa untuk di makamkan. Di acara pemakaman si botak pimpinan gengster datang untuk melihat terakhir kalinya Bosnya. Pihak keluarga yang berkabung karena kehilangan sosok kepala keluarga mereka menjadi sedih sekali. Pimpinan gengster bernama Aham untuk menenangkan mereka. Juga Aham mengurus semuanya untuk mencari pembunuh yang membunuh tuan Maa.

Pada akhirnya ketahuan yang membunuh Tuan Maa adalah Lina. Aham memburu Lina. Tuan Lie yang tahu tentang kejadian berdasarkan desas desur yang beredar di anggotnya kemudian menyuruh putrinya untuk pergi meninggalkan kota Jakarta. Tapi Lina punya rencana sendiri untuk mencari tempat terbaik untuk bersembunyi. Sang ayah menyetujuinya. 

******
Seorang bos lagi menghirup udara segar di atas gedung memanggil anak buah kepercayaanya untuk menghadap. Selang berapa menunggu sang anak buah bernama Akng datang menghadap bosnya bernama Tuan Bay.

“Permisi bos,” kata Akng dengan sopan.

“Akng.......besok kamu jemput seorang di bandara,” kata bos.

“Iya.......bos,” jawab Akng.

Akng beranjak dari pertemuan dengan bosnya. Segeralah menjembut seseorang di bandara  bersama dua orang anak buah Akng yang setia. 

“Sebenarnya kita menjemput cewek atau cowok,” tanya Bul.

“Mana saya tahu,” kata Akng.

“Loooo....gimana bos ini........,” kata Cul.

“Berisik kalian perhatikan saja nanti juga dia datang,” kata Akng.

Tiba-tiba seorang wanita cantik menghampiri mereka bertiga di bandara. Sang wanita bingung sekali karena melihat ke sana ke sini yang jemput tidak terlihat. Tak di sangka tak di duga ternyata yang menjembut sudah sebelahnya dengan memajang namanya dengan terbalik. Lina melihat marah dan mengambila kertas nama yang terbalik. Kemudian menyuruh mereka bertiga membawa  barang Lina. Sedangkan Akng kesal sekali karena di perintah oleh wanita begitu juga dengan anak buahnya. Segera mereka berempat meninggalkan bandara dengan naik mobil pribadi Akng. Segeralah Cul mengendarai mobilnya membawa mereka semua ke kediaman Akng.

Selang berapa saat mereka sampai di rumah. Dengan segera mereka berempat masuk ke dalam rumah. Akng segera masuk ke kamarnya untuk berbenah. Sedangkan Cul dan Bul mengangkat barang  Lina yang berat, lalu mereka menunjukkan kamar Lina. Dengan sikap Lina yang berani melihat sekeliling kamar. Tak sengaja ke kamar Bul dan Cul yang berantakan. Kemudian Lina  mencari kamar yang terbaik ternyata kamarnya Akng.

“Kenapa masuk kemar sini,” kata Akng. Sambil keluar dari kamar.

Lina kemudian masuk dan menutup pintu. Akng di usir dari kamarnya.

“Dasar wanita,” kata Akng.

“Gimana bos?” tanya Cul dan Bul.

“Ya udah bereskan semuanya,” jawab Akng.

Bul dan Cul langsung membenahi semuanya dengan cepat dan sigap. Lina pun istirahat dengan tenang begitu dengan Akng harus mengalah demi wanita dan tinggal di kamar yang kecil.

CAMPUR ADUK

ON THE BASIS OF SEX

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus di chenel TVRI World, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK