CAMPUR ADUK

Thursday, September 16, 2021

DIINGATKAN

Selesai sholat jum'at di mesjid. Indro dan Kasino, ya memang pulang ke rumah dan duduk di halaman belakang. Indro main gitar dengan baik dan menyanyikan lagu, ya Kasino ikutannya nyanyi sih.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino dengan judul 'Sebujur Bangkai' :

Badan pun tak berharga
Sesaat ditinggal nyawa
Anak istri tercinta
Tak sudi lagi bersama
Secepatnya jasad dipendam
Secepatnya jasad dipendam
Karena tak lagi dibutuhkan
Diri yang semula dipuja
Kini bangkai tak berguna
Dari kamar yang indah
Kasur empuk tilam putih
Kini harus berpindah
Terkubur dalam perut bumi
Kalau selama ini
Diri berhiaskan
Emas intan permata
Bermandi cahaya
Tetapi kali ini
Di dalam kuburan
Gelap pekat mencekam
Tanpa seorang teman
Terputuslah
Pergaulan
Terbujurlah sendirian
Diri terbungkus kain kafan
Wajah dan tubuh indah
Yang dulu dipuja-puja
Kini tiada lagi
Orang sudi menyentuhnya
Jadi santapan cacing tanah
Jadi santapan cacing tanah
Sampai yang tersisa kerangka
Begitulah suratan badan
Ke bumi dikembalikan
Kebanyakan manusia
Terlena sehingga lupa
Bahwa maut 'kan datang menjelang

***

Sampai lagu selesai di nyanyikan Indro dan Kasino, ya Indro selesai main gitar.

"Indro kenapa nyanyikan lagu 'Sebujur Bangkai'...?!" kata Kasino.

"Aku nonton Youtobe di Hp ku. Ada banyak artis menyanyikan lagu 'Sebujur Bangkai' , ya dingatkan dengan akhir dari perjalanan manusia," kata Indro.

"Oooooo karena nonton Youtobe di Hp. Ada bayak artis menyanyikan lagu 'Sebujur Bangkai'....," kata Kasino.

"Semua orang pasti mati, ya Kasino?!" kata Indro.

"Iyalah!" kata Kasino.

"Nyanyi lagi Kasino!" kata Indro.

"Ok!" kata Kasino.

Kasino dan Indro menyanyikan lagu dengan baik, ya Indro bermain gitar dengan baik pula.

Lirik lagu yang dinyanyikan Kasino dan Indro yang berjudul 'Dunia Sementara Akhirat Selamanya' :

Wahai manusia, jangan engkau tertipu daya
Oleh dunia yang fana sebagai tempat ujian bagi kita
Dunia sementara, akhirat selama-lamanya
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Semua pergi menghadap Ilahi
Dunia yang dicari, tak ada yang berarti
Wahai manusia, jangan engkau tertipu daya
Oleh dunia yang fana sebagai tempat ujian bagi kita
Dunia sementara, akhirat selama-lamanya
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Semua pergi menghadap Ilahi
Dunia yang dicari, tak ada yang berarti
Dunia yang dicari, takkan dibawa mati

***

Kasino dan Indro selesai menyanyikan lagu, ya Indro selesai main gitarnya.

"Lagu yang baru kita nyanyikan, ya menjelaskan semuanya kan Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Lagu yang baru kita nyanyikan menjelaskan semuanya. Semua orang pasti mati. Dunia ini tempatnya ujiannya manusia, ya antara baik dan buruk," kata Kasino.

"Maka itu hidup ini pilihan kan Kasino?!" kata Indro.

"Memang hidup ini pilihan," kata Kasino.

"Jalan yang kita di jalan kebaikan, ya menciptakan kebaikan di sekitar kita kan?!" kata Indro.

"Iyalah," kata Kasino.

"Ooooo iya Kasino. Apa pendapat mu dengan acara Gus Mitfah, ya acara Tv sih Kasino?!" kata Indro.

"Acara Gus Mitfah. Secara umum saja lah menilainya. Bagus!" kata Kasino.

"Cuma bagus saja?!" kata Indro.

"Ya kan aku sebatas penonton saja. Beda dengan orang-orang kerjaannya jadi wartawan ini dan itu yang bisa menaikkan nama sampai acara Tv dengan baik," kata Kasino.

"Aku dan Kasino sekedar penonton saja. Jadi menilainya sekedar saja. Bagus. Cukup!" kata Indro.

"Main catur saja Indro!" kata Kasino.

"Nyanyi lagi Kasino lagi!" kata Indro.

"Nyanyi masih kaitan dengan urusan kematian lagi. Lebih baik main catur saja!" kata Kasino.

"Ok lebih baik main catur!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja dengan baik. Indro dan Kasino main catur dengan baik.

PERNYATAAN

Indro dan Kasino berada di atas gedung, ya melihat keadaan semuanya dengan baik.

"Kota ini terlihat maju ya Kasino," kata Indro.

"Dari bagunannya kan Indro?!" kata Kasino.

"Iya sih dari bangunannya yang tinggi sih," kata Indro.

"Manusia membangun kan mengikuti perkembangan zaman," kata Kasino.

"Tiada Tuhan Selain Allah," kata Indro.

"Ada apa ngomong itu Indro?!" kata Kasino.

"Kata-kata itu sebuah pernyataan bahwa Tuhan itu Allah......kan Kasino!" kata Indro.

"Memang kata-kata itu menyatakan Tuhan itu Allah. Untuk umat Islam sih sudah jelas. Untuk umat agama lain menjelaskan dengan baik....Tiada Tuhan Selain Allah. Baru kelanjutannya Muhammad utusan Allah," kata Kasino.

"Dono yang mendengarkan suara Roh, ya di jelaskan dengan baik. Dari dulu sampai sekarang dan terus sampai masa depan, ya Tuhan itu Allah," kata Indro.

"Roh menjelaskan Tuhan itu Allah," kata Kasino.

"Apa ada yang percaya cerita kita tentang Roh menjelaskan Tuhan itu Allah, ya Kasino?!" kata Indro.

"Sebagai teman sih percaya sih dengan omongan Dono bahwa Roh menjelaskan Tuhan itu Allah. Ya beda dengan orang lain," kata Kasino.

"Kalau orang lain itu percaya dengan cerita Dono. Berarti menunjukkan kebenaran pada agama yang di yakini kan Kasino?!" kata Indro.

"Mungkin sih?!" kata Kasino.

"Antara iya dan tidak, ya Kasino?!" kata Indro.

"Begitulah!" kata Kasino.

"Bisa dengan dasar keimanan pada agama yang di yakini berarti percaya dengan cerita Dono, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya bisa sih!" kata Kasino.

"Ilmu Dono memang beda. Dari mustahil menjadi tidak mustahil," kata Indro.

"Nama juga kelebihannya Dono," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus melihat keadaan dengan baik, ya indah gitu.

"Apakah orang yang agama lain percaya dengan cerita kita tentang Dono mendengarkan suara Roh. Ya Roh menjelaskan dengan baik Tuhan itu Allah?!" kata Indro.

"Kalau itu sih. Susah di omongin. Karena orang agama lain kan percaya dengan agama yang di jalaninnya dan juga menyembah Tuhan yang di ajarkan agama dengan baik," kata Kasino.

"Iya juga susah untuk di omongin, ya beda keyakinan sih," kata Indro.

"Indro udahan kita melihat keadaan lingkungan dari atas gedung!" kata Kasino.

"Ok lah Kasino udahan melihat keadaan lingkungan dari atas gedung!" kata Indro.

Indro dan Kasino sepakat udahan melihat keadaan lingkungan, ya turun dari gedung lah. Sampai di bawah gedung, ya Kasino dan Indro segera meninggalkan gedung tersebut dengan menggunakan motorlah. Indro membawa motor dengan baik menuju arah rumah, ya Kasino di gonceng dengan baik.

CEWEK NGETES COWOK

Malam yang gelap bertabur bintang di langit. Indro duduk di halaman belakang sama Saskia, ya menjalin kisah cinta yang romantis gitu. Sebenarnya itu khayalan Indro saja sih, ya Indro duduk sendiri di halaman belakang sambil menikmati minum teh dan juga makan keripik singkong. Indro lebih baik tidak duduk bersama dengan Saskia, ya beduaan gitu, ya takutnya jatuh pada godaan setan sih karena belum menikah walau sebenarnya menikah itu mudah sih, ya tinggal lamar saja sih Saskianya. Saskia kan orangnya biasa-biasa saja, ya jadi mudah dalam urusan menjalankan pernikahan. Beda dengan cewek yang lain, ya ribet gitu. Menikah harus ini dan itu. 

Kasino duduk di halaman belakang, ya menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan segera di minum dengan baik teh. Indro menaruh cangkir berisi teh di meja sih. Teh yang di minum ada, ya beda dengan cerita komedi di acara Tv sih. Kan tidak ada teh yang di minum. Akting gitu. Bohong-bohongan minum teh. Kecuali mengiklankan produk teh yang enak banget.

"Kasino," kata Indro.

Kasino menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Apa?!" kata Kasino.

"Ada sebuah cerita sih Kasino," kata Indro.

"Cerita apa?!" kata Kasino.

"Cerita saja!" kata Indro.

"Cerita tidak penting dong," kata Kasino.

"Penting enggak tidak penting yang penting jadi bahan obrolan saja kan Kasino!" kata Indro.

"Oooo bahan obrolan," kata Indro.

"Ada seorang cewek cantik. Cewek itu hamil dan meminta pertanggungjawabkan sama pacarnya. Tapi ternyata pacarnya tidak ingin bertanggung jawab. Cewek itu, ya tidak masalah putus dengan pacarnya. Cewek itu tetap menjalankan rencananya dengan keadaan dirinya hamil itu. Sampai cewek itu bertemu dengan cowok yang baik, ya menerima keadaannya itu," kata Indro.

"Cerita cewek hamil dulu sebelum nikah. Kaya berita di Tv saja," kata Kasino.

"Memang sih dari berita di Tv sih Kasino. Seorang cewek di bilang hamil sebelum menikah. Cowoknya membuat pernyataan bahwa dirinya dengan ceweknya didik dari orang tua yang di jalan baik-baik, ya tidak melanggar ini dan itu," kata Indro.

"Gosip atau fakta jadinya?!" kata Kasino.

"Gosip. Biasalah kontrafersinya berita yang ini dan itu untuk menaikkan nama dan acara Tv gitu," kata Indro.

"Ooooooo kontrafersi," kata Kasino.

"Gimana dengan tanggapan cerita aku tadi?!" kata Indro.

"Kalau ada Dono. Pasti bilang begini. Aku sih bisa menerima cewek yang hamil itu, ya aku nikahin jadi istri. Aku bisa menjadi cowok yang lugu dan bodoh dengan keputusan aku, ya demi melindungi cewek yang hamil itu," kata Kasino.

"Memang sih Dono bisa bicara seperti itu sih. Sekarang Kasino gimana?!" kata Indro.

"Kalau itu sih. Aku bisa bertengkar dengan Selfi kalau aku menerima tuh cewek yang hamil. Urusan cinta ku dengan Selfi, ya bisa putus sih," kata Kasino.

"Drama cinta itu mah Kasino!" kata Indro.

"Kan cerita Indro memang drama cinta," kata Kasino.

"Memang sih. Drama cinta!" kata Indro.

"Kalau pikir dengan baik sih. Ok lah bisalah menerima cewek yang hamil itu. Jadi aku sama dengan Dono," kata Kasino.

"Dono dan Kasino bisa menerima cewek yang hamil itu berarti Kasino dan Dono, ya cowok yang baik bisa menerima cewek apa adanya gitu," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Kelanjutan ceritanya, ya Kasino. Cewek itu sebenarnya tidak hamil. Cuma ngetes cowoknya saja sih," kata Indro.

"Oooo cuma ngetes toh," kata Kasino.

"Kasino termasuk cowok yang baik sih memilih cewek yang pinter itu," kata Indro.

"Tetap saja aku putus dari Selfi demi cewek pinter itu," kata Kasino.

"Kan Kasino sendiri yang menghubungkan urusan pribadi di kaitkan dengan urusan cerita," kata Indro.

"Iya juga ya. Aku sendiri yang mengkaitkan cerita. Berarti aku tetap jadian sama Selfi. Drama cinta," kata Kasino.

"Ya iyalah Kasino!" kata Indro.

"Kalau begitu kita main kartu remi saja!" kata Kasino.

"Ok. Main kartu remi!" kata Indro.

Indro mengambil kartu remi yang ada di bawa meja di atas papan catur. Kartu remi di kocok dengan baik sama Indro dan di bagikan dengan baik. Indro dan Kasino main kartu remi dengan baik, ya main cangkulan gitu.

Wednesday, September 15, 2021

KEPUTUSAN

Indro di halaman belakang, ya sedang main gitar dan bernyanyi dengan baik.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro yang berjudul 'Surat Cinta Untuk Starla' :

Teruntuk kamu, hidup dan matiku
Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya
Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya
Karena untuk keberkian kalinya
Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta
Dan benar, bahwa cinta masih berkuasa di atas segalanya
Ketika hati yang mudah rapuh ini
Diuji oleh duniawi, diuji oleh materi untuk kesekian kali
Lagi, lagi, dan lagi
Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi
'Tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Aku pernah berfikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini?
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Untukmu hidup dan matiku
Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
'Ku 'kan tetap di sini
Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)
Tak lagi berpijak pada dunia (Sampai waktu berhenti)
Telah aku habiskan (Walau dunia membenci)
Sisa hidupku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Telah habis sudah cinta ini (Bila musim berganti)
Tak lagi tersisa untuk dunia (Sampai waktu terhenti)
Karena telah kuhabiskan (Walau dunia membenci)
Sisa cintaku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

***

Indro selesai main gitar dan menyanyi. Kasino baru duduk di halaman belakang.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Gimana lagu yang baru aku nyanyikan dengan baik?!" kata Indro.

"Kan aku baru duduk Kasino sudah bertanya tentang lagu yang di nyanyikan Indro," kata Kasino.

"Kasino kan mendengarkan aku menyanyi kan?!" kata Indro.

"Iya sih mendengar sih. Saat aku berjalan menuju halaman belakang. Sampai duduk di halaman belakang. Ya Indro selesai menyanyi dan main gitarnya. Ok lah. Lagu yang di nyanyikan Indro bagus sih," kata Kasino.

"Aku ingin ku habiskan sisa cintaku hanya untuk bersamanya," kata Indro.

"Drama cinta itu mah Indro!" kata Kasino.

"Memang sih drama cinta. Tapi aku suka sih. Menarik gitu," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Ooooo iya Kasino. Apa tanggapan Kasino, ya bisa pendapat Kasino sih. Ada orang yang tidak menggunakan ijazah pendidikan tingginya, ya untuk kerja di pemerintahan atau perusahaan gitu?!" kata Indro.

"Tanggapan aku dengan orang yang tidak menggunakan ijazah pendidikan tingginya, ya untuk kerja di pemerintahan atau perusahanan, ya keputusan orang itu yang menjalankan hidup. Bisa di bilang pilihan orang itu sih," kata Kasino.

"Padahal dengan ijazah pendidikan tinggi, ya bisa kerja di pemerintahan atau perusahaan," kata Indro.

"Memang sih dengan ijazah pendidikan tinggi, ya bisa kerja di pemerintahan atau perusahaan. Tapi kadang tidak sesuai dengan bidang sih. Contoh : Lulusan Dokter, ya kerjaannya jadi penyanyi," kata Kasino.

"Memang sih Kasino tidak sesuai dengan bidang, ya jadinya kurang profesional gitu. Tapi kan kalau Dokter jadinya kerjaannya jadi penyanyi berarti tujuannya gelarnya Dokternya hanya status saja, ya strategi promosiin untuk dirinya pendidikan Dokter dan mampu bidang lain untuk kerja...menyanyi gitu," kata Indro.

"Ya memang mempromosiin gelar saja untuk dirinya punya kualitas dan tujuannya bisa menang dalam lomba menyanyi. Kalau kalah dalam lomba menyanyi dengan status gelar, ya malu-maluin sih," kata Kasino.

"Resiko kan harus di jalankan Kasino. Tapi kan kenyataannya menang," kata Indro.

"Karena ada gejala sih jadinya menang," kata Kasino.

"Ooooo ada gejala ini dan itu toh!" kata Indro.

"Jadi orang yang tidak menggunakan ijazah pendidikan itu kerjaannya apa?!" kata Kasino.

"Kerjaannya Wirausaha, ya Swasta juga si bilang sih. Ya dalam kehidupan sehari-hari, ya biasa-biasa saja orangnya tidak menunjukkan diri pendidikan tinggi. Ijazah di simpan dengan baik. Sebenarnya orang itu menyelesai pendidikan tingginya karena keinginan orang tua saja sih," kata Indro.

"Ternyata kerjaannya Swasta. Ya pilihannya baik," kata Kasino.

"Berarti orang itu memahami ilmunya, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah orang itu memahami ilmu. Tanpa ijazah ada yang bisa kerja dengan baik, ya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh : pedagang somay sajalah!" kata Kasino.

"Kalau itu sih. SD saja tidak lulus karena keadaan. Yang penting membantu orang tua. Ya dengan belajar keadaan, ya kerja jadi penjual ini dan itu sampai dewasa menetapkan jadi penjual somay saja," kata Indro.

"Indro main catur saja!" kata Kasino.

"Ok!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino, ya mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja dengan baik papan catur. Kasino dan Indro main catur dengan baik.

DRAMA CINTA

Cerita tentang kota Batam, ya sesuai dengan berita di Tv. Dono berada di rumahnya, ya tepatnya di dalam kamar sih. Dono sedang mengetik di leptopnya, ya bisa di bilang kerjalah. Cerita tentang kota Jakarta, ya sesuai dengan berita di Tv. Indro dan Kasino duduk ruko di lantai dua, ya ruko milik temannya Kasino. Kasino dan Indro melihat keadaan pasar dengan baik dari balik kaca di lantai dua ruko. Hendri teman Kasino, ya ada urusan jadi Kasino dan Indro di biarkan duduk santai di lantai dua ruko.

"Kasino keadaan lingkungan pasar, ya seperti biasanya," kata Indro.

"Nama juga manusia menjalankan hidup ini dengan baik," kata Kasino.

"Tetap pake masker," kata Indro.

"Aturan kan harus di patuhin," kata Kasino.

Kasino mengambil cangkir berisi teh di meja, ya di minum dengan baik. Indro mau nelpon Dono yang berada di Batam, ya vidio call lah. Dono yang lagi sibuk mengetik di leptopnya, ya berhenti dan mengangkat Hp yang berbunyi yang berada di meja. Setelah tombol di tekan di layar telpon, ya muncul wajah Indro.

"Assalamualaikum. Indro ada apa nelpon?" tanya Dono.

"Waalaikumsalam. Kangen sih Dono," kata Indro.

"Kaya orang pacaraan aja kangenan," kata Dono.

"Indro vidio call dengan siapa?" kata Kasino sambil menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Sama Dono!" kata Indro.

Indro menunjukkan Hp, ya vidio call dengan Dono gitu.

"Dono. Betah di Batam," kata Dono.

"Ya begitulah. Kasino," kata Dono.

"Ooooooo. Iya Dono sudah bisa melupakan Rara apa belum?!" kata Indro.

"Husss...Indro. Membuat luka itu terbuka lagi!" saut Kasino.

"Ahhhh. Urusan cinta sih. Tidak sebanding dengan rasa sakit jantung," kata Dono.

"Di dramain ya Don," kata Indro.

"Di dramain. Emangnya kaya lagu cinta....drama cinta gitu," kata Kasino.

"Kali aja Kasino," kata Indro.

"Ah hal begituan di bahas panjang lebar!" kata Dono.

"Gimana kuliah Dono?!" tanya Indro.

"Ya baik sih kuliah..online," kata Dono.

"Dono kuliah itu karena cinta apa karena keadaan memang mengharuskan Dono kuliah. Gejala sekarang ini kan kebanyakan kuliah online?" kata Kasino.

"Kok Kasino ngomongnya gitu?!" kata Indro.

"Aku kuliah karena aku ingin melanjutkan kuliah saja. Kalau ada umur kan terus belajar dengan baik dan juga keuangan ku mendukung," kata Dono.

"Ujung-ujungnya tidak ada kaitannya dengan urusan cinta, ya lupakan cinta Rara," kata Indro.

"Penting enggak di bahas lagi!" kata Kasino.

"Ya enggak penting di bahas lagi. Rara jadi milik orang, maksudnya suaminya!" kata Indro.

"Seperti biasanya Indro dan Kasino," kata Dono.

"Yo,....i," kata Kasino dan Indro bersamaan.

"Ngobrol udahan, ya aku masih ada kerjaan!" kata Dono.

"Ok Dono. Assalamualaikum," kata Indro dan Kasino bersamaan.

"Waalaikumsalam," kata Dono.

Hubungan telponan, ya vidio call berakhir. Dono melanjutkan mengetik di leptopnya dengan baik. 

"Wah aku lupa nanya sesuatu?!" kata Indro.

"Emangnya penting ya Indro?" kata Kasino.

"Ya enggak penting banget sih. Cuma obrolan biasa saja sih," kata Indro.

"Aku kirain Indro mau ngomongin drama cinta Dono, ya tentang hubungan Dono dengan Ratna," kata Kasino.

"Kalau urusan Dono dan Ratna. Aku tidak ikut campur!" kata Indro.

Indro mengambil cangkir berisi teh, ya di minumlah.

"Ooooo begitu toh," kata Kasino.

Indro menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Darma itu apa Kasino?!" kata Indro.

"Drama?!" kata Kasino.

"Kasino...darma, ya bukan drama!" kata Indro.

"Bahan obrolan tapi ngomongin ajaran hindu. Darma, ya kewajiban, aturan dan kebenaran," kata Kasino.

"Hindu itu ajaran yang baik ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Ajaran hindu ajaran yang baik. Umat hindu di bimbing untuk menjalankan kewajibannya dengan baik. Umat hindu di bimbing dengan baik untuk mematuhi aturan yang ada di ajarannya dengan baik karena ajarannya menunjukkan kebenaran untuk umat hindu. Orang yang percaya dengan ajaran hindu, ya boleh jadi umat hindu," kata Kasino.

"Acara umat hindu itu bener-bener sakral banget, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya begitulah," kata Kasino.

"Kenapa ajaran hindu di terapkan sama orang umat islam?!" kata Indro.

"Masa?!" kata Kasino.

"Ya memang sih. Prosesnya kaya dukun sih sebenarnya," kata Indro.

"Oooo campur aduk jadinya," kata Kasino.

"Memang jadinya campur aduk," kata Indro.

"Berarti orang itu tidak memahami ilmunya," kata Kasino.

"Kaya sih memang begitu. Kurang memahami ilmu. Kan banyak orang yang tersesat karena keadaan, ya ekonomi," kata Indro.

"Ujian manusia hidup di muka bumi ini!" kata Kasino.

"Memang ujian manusia di muka bumi ini!" kata Indro.

"Yang pinter bisa menanggulangi masalah ekomomi dengan baik. Yang tidak bisa, ya tidak bisa menanggulangi ekonominya dengan baik," kata Kasino.

"Jadi pinter saja. Seperti keadaan di lingkungan sini. Banyak orang berdagang untuk menangulangi masalah ekonomi keluarga dengan baik, ya beradaptasi dengan keadaan sih....covid-19," kata Indro.

"Masih mendinding sih ujian di sini, ya masalahnya covid-19. Sedang di daerah lain, ya masih menanggulangi urusan peralihan dari perang atau sebenarnya masih perang," kata Kasino.

"Iya juga sih Kasino. Masih mending sih urusan covid-19 dari pada perang kenyataan," kata Indro.

"Indro main catur saja!" kata Kasino.

"Memang lebih baik main catur saja!" kata Indro.

Indro mengeluarkan papan catur dari dalam tas dan di taruh di meja. Indro dan Kasino main catur dengan baik, ya nunggu Hendri selesai urusan kerjaannya.

Tuesday, September 14, 2021

SADAR DIRI

Indro duduk di ruang tamu, ya main gitar dan bernyanyi dengan baik.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dengan judul 'Memandangmu' :

Mencari apa yang aku cari
Merangkai rindunya hatiku
Memandangmu walau selalu
Tak akan pernah beri jemu di hatiku
Menyapamu walau selalu
Masih terasa merdu bagai di awal jumpa
Mencari apa yang aku cari
Merangkai rindunya hatiku
Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)
Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)
Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya
Haa-aa, haa-aa
Memelukmu walau selalu
Tak akan pernah sanggup aku melepasnya
Membelaimu walau selalu
Masih terasa harum lembut di hatiku
Mencari apa yang aku cari
Merangkai rindunya hatiku
Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)
Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)
Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya
Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)
Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu
Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)
Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya

***

Indro selesai menyanyi dan bermain gitar. Kasino ke ruang tamu dan duduk dengan baik.

"Indro lagu yang dinyanyikan bagus," kata Kasino.

"Aku sadar diri Kasino. Lagu memang bagus. Suara ku pas-pasan," kata Indro.

"Kok ngomongnya begitu?!" kata Kasino.

"Kasino memuji lagunya bagus yang aku nyanyikan!" kata Indro.

"Kan satu paket dengan suaranya Indro," kata Kasino.

"Aku kirain kan cuma lagunya saja sih," kata Indro.

"Kalau namanya menyanyi sih. Jika di latih dengan baik, ya pastinya suara yang pas-pasan jadinya bangus juga kan," kata Kasino

"Iya sih Kasino," kata Indro.

"Boleh request!" kata Kasino.

"Request...Kasino. Kaya acara di radio dan juga di kafe saja," kata Indro.

"Kan kebiasaannya begitu kalau urusan lagu," kata Kasino.

"Oklah.....Kasino. Lagu apa?!" kata Indro.

"1 jam!" kata Kasino.

"Ok. Tidak ada masalah," kata Indro.

Indro menyanyikan lagu dan main gitar dengan baik. Kasino juga menyanyi lah.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino yang berjudul '1 jam' :

Aku sayang, jantungku deg-degan
Waktu kamu peluk diriku
Aku sayang badanku gemetaran
Waktu kamu kecup keningku
Satu jam saja, bercumbu denganmu
Satu jam saja, ku di manjakanmu
Satu jam saja, ku bercumbu rayu
Satu jam saja, berdua denganmu
Aku di peluknya, aku di manjanya
Aku di rayunya, aku di buainya
Aku di sayangnya, aku di ciumnya
Satu jam saja, oh mesranya
Aku sayang, jantungku deg-degan
Waktu kamu peluk diriku
Aku sayang badanku gemetaran
Waktu kamu kecup keningku
Satu jam saja, bercumbu denganmu
Satu jam saja, ku di manjakanmu
Satu jam saja, ku dibelai kamu
Satu jam saja, berdua denganmu
Aku di peluknya, aku di manjanya
Aku di rayunya, aku di buainya
Aku di sayangnya, aku di ciumnya
Satu jam saja, oh mesranya
Aku sayang, jantungku deg-degan
Waktu kamu peluk diriku
Aku sayang badanku gemetaran
Waktu kamu kecup keningku
Satu jam saja, bercumbu denganmu
Satu jam saja, ku di manjakanmu
Satu jam saja, ku di belai kamu
Satu jam saja, berdua denganmu
Aku di peluknya, aku di manjanya
Aku di rayunya, aku di buainya
Aku di sayangnya, aku di ciumnya
Satu jam saja, oh mesranya

***

Indro dan Kasino selesai menyanyi, ya Indro selesai main gitar lah.

"Kasino. Kenapa request lagunya Zaskia '1 jam'....?!" kata Indro.

"Kenapa Indro menyanyikan lagu Ikke Nurjanah 'Memandangmu'...?!" kata Kasino.

"Di tanya balik nanya. Ah Kasino kebiasaan," kata Indro.

"Ok...ok...ok....jawabannya. Ya suka. Cukup kan!" kata Kasino.

"Ooooo begitu," kata Indro.

"Sedang Indro kenapa menyanyikan lagu 'Memandangmu'...?!" kata Kasino mengulang pertanyaan.

"Ya aku lagi kepikiran Saskia, ya terbayang wajahnya yang cantik sih. Jadi aku menyanyikan lagu 'Memandangmu'...." kata Indro.

"Karena Saskia. Kan kebiasaan Indro. Menyanyikan lagu karena banyak menyanyikan lagu itu di jaringan Youtobe, ya artis gitu!" kata Kasino.

"Iya deh. Omongan Kasino bener. Aku menyanyikan lagu karena banyak menyanyikan lagu itu di jaringan Youtobe, artis gitu. Lagu itu jadi populer lagi deh!" kata Indro.

"Artis kalau menyanyikan lagu orang. Jadi populer lagi," kata Kasino.

"Kalau artis sih menyanyikan lagu orang jadi populer. Kalau kita menyanyikan orang, ya tidak populer. Jadi sekedar saja menyanyi kan Kasino?!" kata Indro.

"Ya sekedar saja!" kata Kasino.

"Oooo iya Kasino. Ada cewek yang berkata seperti ini 'Apakah cowoknya mau sama aku?'....." kata Indro.

"Ceweknya cantik apa enggak?!" kata Kasino.

"Ceweknya cantik, pinter dan baik sih," kata Indro.

"Berarti ceweknya sadar dirilah. Kan ada cerita tentang cewek yang menyukai cowok, ya harapannya jadian gitu. Tapi kenyataannya cowoknya tidak menggubris tuh cewek itu," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek sekarang lebih banyak sadar diri, ya kalau menyukai cowok. Karena cowok tidak menyukai cewek yang menyukainya. Biasa alasannya....bukan tipenya atau karena urusan orang tua sih, ya di jodohkan orang tua," kata Indro.

"Kalau begitu tidak perlu di bahas lebih jauh ah. Aku mau nonton vidio di Youtobe di Hp ku!" kata Kasino.

"Aku mau main game juga di Hp ku!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di meja dan segera main game di Hp-nya. Kasino, ya sudah asik nonton vidio musik di Hp-nya.

SETAN VS MALAIKAT

Indro duduk di halaman belakang dengan santai banget, ya sambil nonton Youtobe dengan baik di Hp-nya.

Isi cerita yang di tonton vidio Youtobe Indro :

Sebuah daerah berbentuk kerajaan. Penduduk menjalankan kehidupan seperti biasanya dengan baik. Ekonomi berjalan dengan baik. Muncullah para Setan yang wujudnya mengerikan kaya monster sih, ya Setan sih. Para Setan menghancurkan kerajaan itu. Penduduk ketakutan sekali dengan Setan yang menghancurkan segalanya. Banyak penduduk yang mati di tangan Setan. Para Satria dengan gagah beraninya bertarung untuk mengalahkan para Setan. Ada yang berhasil mengalahkan Setan ada juga yang mati di tangan Setan. Penduduk berharap pertolongan dari langit untuk mengalahkan para Setan.

Penduduk yakin dengan ajarannya yang di ajarkan nenek moyangnya, ya berdoa di sebuah tempat di sakeralkan, ya rumah ibadah bisa di bilang sih gereja sih. Doa para penduduk yakin pada ajarannya, ya terkabul. Turunlah dari langit Malaikat. 

"Para Setan telah bertindak lebih jauh. Menghancurkan keadaan seperti neraka kehidupan," kata Malaikat.

Malaikat pun bergerak cepat bertarung dengan para Setan. Satu persatu Setan di hancurkan sama Malaikat demi menolong penduduk yang menderika karena keganasan para Setan menghancurkan segalanya. Sampai Malaikat berhadapan dengan pemimpin para Setan. Pertarungan jauh lebih sengit banget antara Malaikat dengan pemimpin Setan. Malaikat sampai putus sayapnya di potong sama pemimpin Setan. Malaikat berhasil membinasakan pemimpin Setan.

"Aku telah mengalahkan pemimpin Setan," kata Malaikat.

Malaikat dengan keadaanya, ya penuh luka dari pertarungan dan akhirnya pingsan. Penduduk telah berbebas dari Setan. Penduduk menolong Malaikat dengan baik, ya di berikan tempat terbaik di dalam gereja. Malaikat pun di rawat dengan baik sama penduduk. Ternyata di antara penduduk ada Setan yang menyamar jadi manusia, ya memang keahliannya untuk menghancurkan manusia dengan menghasut segalanya agar manusia bertikai dari hal kecil sampai hal besar. Setan yang menyamar jadi manusia, ya ingin membunuh Malaikat dengan memasukin gereja. Di dalam gereja, ya Malaikat terbaring dengan keadaannya. Setan yang menyamar jadi manusia, ya menunjukkan wujud aslinya jadi Setan dan membunuh para manusia yang menjaga Malaikat yang sedang terbaring dari keadaannya.

"Kau harus mati!" kata Setan.

Setan pun menyerang untuk membunuh Malaikat ternyata di halangin sama Satria pemberani. Pertarungan sengit antara Setan dan Satria. Dengan gigihnya, ya Satria berhasil mengalahkan Setan. Malaikat selamat, ya tidak di jadi di bunuh Setan. Setelah Malaikat cukup istirahat dan keadaan tubuhnya kembali semula. Malaikat meninggalkan gereja dan terbang ke langit. Penduduk berterima kasih dengan pertolongan Malaikat. Setelah peperangan selesai, ya penduduk membangun semuanya bersama para Satria kerajaan dengan baik. Penduduk yang menyakini ajaran yang di ajarkan nenek moyang terus berdoa dengan baik di gereja.

***

Indro selesai menonton vidio Youtobe di Hp-nya. Kasino memang ada di halaman belakang, ya main gitar dan menyanyi dari tadi sih. 

"Vidio yang bagus," kata Indro.

Kasino memang mendengar omongannya Indro, ya memang Kasino masih genjreng gitar sih. Kasino berhenti dari genjreng gitarnya dan berkata "Apa yang bagus Indro?"

"Vidio yang baru aku nonton Kasino," kata Indro.

"Vidio apa?" kata Kasino.

"Vidio tentang pertarungan antara Setan dan Malaikat, ya nolong penduduk yang yakin pada ajaran yang di ajarkan nenek moyang sih," kata Indro.

"Islam apa Kristen?!" kata Kasino.

"Kristen kan ada dua kan Kasino yang berkembang di Indonesia!" kata Indro.

"Sama saja lah. Kan aku bukan ngurusin siapa yang benar dan siapa yang salah? Jadi tetap Kristen saja!' kata Kasino.

"Iya deh Kasino. Kristen saja!" kata Indro.

"Jadi. Kristen apa Islam?!" kata Kasino.

"Kristen lah. Kasino. Ada gereja menunjukkan dari cerita yang di buat," kata Indro.

"Bisa di bilang berdakwa dengan vidio yang di buat kan Indro?!" kata Kasino.

"Iya juga ya. Berdakwa lewat cerita yang di buat di vidio. Agar umat yang menyakini ajaran agama Kristen jadi yakin dengan ajaran yang di jalanin dengan baik," kata Indro.

"Apa bedanya dengan Dono yang membuat cerita dengan menceritakan Roh itu adalah Malaikat dan Setan?!" kata Kasino.

"Memang sih sama-sama dakwah tapi Dono selalu menjaga-jaga dalam cerita yang di buatnya agar tidak jadi masalah karena Dono bisa saja membuat pemikiran yang ekstrim dalam ceritanya. Padahal tetap sekedar cerita saja di buat abstrak," kata Indro.

"Urusan Dono tidak ada masalah kan!" kata Kasino.

"Memang tidak ada masalah," kata Indro.

"Banyak orang yang senangkan menonton vidio yang di buat untuk orang yang berkaitan dengan ajaran agama agar umat jadi yakin dari agama yang di yakini kan Indro?!" kata Kasino.

"Ya iyalah Kasino!" kata Indro.

"Kalau begitu lebih baik. Main catur saja Indro!" kata Kasino.

"Ok. Main catur!" kata Indro.

Indro mengambil papan catur di meja dan papan catur di taruh di atas meja. Kasino telah menaruh gitar di samping kursi. Kasino dan Indro main catur dengan baik.

Monday, September 13, 2021

DI BANTAH

Kasino di ruang tamu sedang nonton vidio di Hp-nya, ya Youtobe musik sih dangdut yang menyanyi Tasya. Indro memang duduk di ruang tamu sedang main game fi Hp-nya. Indro ingin bicara dengan Kasino, ya berhenti main game di Hp-nya.

"Kasino," kata Indro.

Kasino mendengar omongan Indro, ya berhentilah Kasino dari nonton vidio di Hp-nya.

"Apa?" kata Kasino.

"Ahli agama itu takutnya pada ahli pemikir, ya ilmu moderen kan Kasino?!" kata Indro.

"Ahli agama takut dengan para ahli ilmu moderen? Ya mungkin kali!" kata Kasino.

"Yang pasti Kasino. Biar enak ngobrolnya!" kata Indro.

"Ok. Iya. Ahli agama takut dengan para ahli ilmu moderen yang berpikir secara logika dengan baik," kata Kasino.

"Berarti. Setan dan Malaikat itu tidak ada, ya kan Kasino?!" kata Indro.

"Kalau ahli ilmu moderen, ya membatah dengan baik bahwa Setan dan Malaikat. Maka ilmu agama akan runtuh dengan baik. Contoh : salah satu menunjukkan Setan dan Malaikat itu tidak ada, ya pandemi covid-19. Wabah penyakit ini, ya mengubah tata cara ibadah agama berkembang di Indonesia, ya seluruh dunia," kata Kasino.

"Kalau begitu. Ahli agama itu ahli pembohong dong karena ilmu mereka di bantah oleh ahli ilmu moderen. Gelar ahli agama itu tidak ada gunakan di pakai kalau sudah di bantah oleh ahli ilmu moderen yang sering menggunakan logika," kata Indro.

"Iya ilah. Gelar ahli agama itu tidak ada gunanya. Walau sebenarnya sih yang jujurnya, ya tujuan ilmu agama sih membimbing manusia berjalan kebaikan berdasarkan aturan yang di tetapkan di ajaran agama di dalam kitab atau sebenarnya buku juga bisa di bilang begitu sih. Aturan-aturan di dalam agama, ya dengan perjanjian tidak boleh di ubah. Tapi sayangnya ada yang berubah karena covid-19, ya jadi ajaran agama di runtuh kan dengan baik sama ilmu moderen dengan alasan wabah penyakit," kata Kasino.

"Kacau jadinya," kata Indro.

"Memang jadi kacau. Realitanya jadinya seperti itu," kata Kasino.

"Maka itu. Undang-Undang menegaskan dengan baik untuk mengatur manusia dengan baik. Jadi jika hukum tentang penjahat yang di hukum mati, ya halal di lakukan seperti cerita pada masa lampau tentang hukum mati yang di tetapkan sama Raja pada penjahat yang telah membunuh banyak orang," kata Indro.

"Kalau itu berdasarkan banyak tuntutan sih, ya hukum mati bisa di jalankan. Tapi orang yang di suruh membunuh penjahat, ya bukan di sebut orang baiklah. Nama juga mencabut nyawa manusia dengan paksa, ya tetap di sebut membunuh," kata Kasino.

"Benar-benar jadi realita semuanya," kata Indro.

"Kenyataan demi kenyatan dari cerita masa lalu sampai sekarang, ya kenyataan banget," kata Kasino.

"Benar kata Dono. Jika Roh itu Malaikat dan Setan, ya diam tidak melakukan kewajibannya. Maka manusia menjalankan sesuai dengan intuisinya dalam menjalankan hidup ini. Semuanya adalah keputusan manusia yang menjalankan hidup ini," kata Indro.

"Dono ngomong gitu, ya Indro?!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

"Pada akhirnya. Semua manusia yang memiliki ilmu moderen, ya membatah tentang ilmu agama ini dan itu," kata Kasino.

"Memang jadinya begitu di batah. Maka itu. Lebih banyak orang yang tidak ibadah dari pada ibadah. Manusia percaya dengan ilmu moderen," kata Indro.

"Ya sudah. Kacau semuanya!" kata Kasino.

"Apa boleh buat telah terjadi!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Ya sudah ah Kasino ngobrolnya. Aku lanjut main game di Hp ku!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino melanjutkan nonton vidio musik di Youtobe, ya menyanyi Tasya. Indro asik lagi main game di Hp-nya.

URUSAN CINTA

Malam gelap bertabur bintang di langit. Indro dan Kasino duduk di halaman belakang sedang bernyanyi dengan baik sih, ya yang main gitar Indro.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino yang berjudul 'Mendung Tanpa Udan' :

Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kuwi sing diarani perjalanan (perjalanan)
Awakdewe tau duwe bayangan
Besok yen wis wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran (belonjo dasteran)
Nanging saiki wis dadi kenangan
Aku karo kowe wis pisahan
Aku kiri kowe kanan
Wis bedo dalan
Mlaku bebarengan
Bendino sayang-sayangan
Sedih lan kebahagiaan
Dilewati tahun-tahunan
Padu meneng-menengan
Bar kuwi kangen-kangenan
Kadang bedo pilihan
Nganti pedot balikan (medot balikan)
Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kuwi sing diarani perjalanan
Awakdewe tau duwe bayangan
Besok yen wis wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Nanging saiki wis dadi kenangan
Aku karo kowe wis pisahan
Aku kiri kowe kanan
Wis bedo dalan
Mendung tanpo udan
Ketemu lan kelangan
Kabeh kuwi sing diarani perjalanan
Awakdewe tau duwe bayangan
Besok yen wis wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Nanging saiki wis dadi kenangan
Aku karo kowe wis pisahan
Aku kiri kowe kanan
Wis bedo dalan
Awakdewe tau duwe bayangan
Besok yen wis wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
Nanging saiki wis dadi kenangan
Aku karo kowe wis pisahan
Aku kiri kowe kanan
Wis bedo dalan
Aku kiri kowe kanan
Wis bedo dalan (dalan)

***

Indro dan Kasino selesai menyanyi, ya Indro selesai main gitar.

"Urusan cinta di jalankan dengan baik, ya menikah. Maka jalan berumah tangga, ya yang cowok kerjaannya baca koran, ya sarungan. Yang cewek belanja, ya dasteran gitu. Sampai punya anak, ya saling menjaga anak atau saling bergantian karena repot ngurusin kerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar hidup sejahtera gitu," kata Indro.

"Itu sih urusan jalan cintanya di jalankan dengan baik sampai pernikahan. Kalau tidak sampai di pernikahan, ya putus sih," kata Kasino.

"Urusan cinta putus, ya cowok kiri dan cewek kanan," kata Indro.

"Perasaan enak kanan. Jadi cowok kanan dan cewek kiri," kata Kasino.

"Kok di ubah Kasino?" tanya Indro.

"Terserah aku kan!" kata Kasino.

"Iya deh terserah Kasino," kata Indro.

"Demi cinta itu. Ya harus cinta itu di pertahankan dengan baik, ya sampai menikah dan punya anak. Hidup bahagia dengan baik, ya tidak putus karena cerailah," kata Kasino.

"Iya juga ya Kasino. Menikah kan bisa putus nama lainnya cerai. Alasannya tidak penting ah di bicarakan," kata Indro.

"Memang tidak penting di bicarakan alasannya karena cerai itu!" kata Kasino.

"Ooooo iya Kasino. Banyak orang bicara dengan baik ketika ada orang muda dan orang tua. Orang tua berkata seperti ini "Kalian yang masih muda belum tentu umur kalian seperti saya". Orang muda berpikir dengan baik dan berkata "Iya sih"...," kata Indro.

"Kita ini kan orang muda. Tegasnya pemuda. Ya memang sih. Kalau tidak bisa menjaga diri, ya mati muda gitu dan tidak bisa mencapai umur tua seperti umur kakek-kakek," kata Kasino.

"Takdir mati muda kan Kasino?!" kata Indro.

"Memang takdir mati muda. Banyak kisah nyata mati muda," kata Indro.

"Maka itu orang yang umurnya mencapai umur tua, ya sampai kakek nenek, ya bersyukur dengan baik di berikan umur panjang sama Tuhan. Bisa menikmati lebih lama hidup ini dengan baik," kata Kasino.

"Kalau Dono ada mungkin berkata seperti ini "Aku sih telah mencapai apa yang aku cari dengan baik. Mati muda pun tidak masalah"...." kata Indro.

"Dono kan. Punya ilmu yang bisa mendengarkan Roh, ya pencapaian dari ilmu akherat dengan baik," kata Kasino.

"Tidak semua orang bisa mencapai seperti Dono kan, ya Kasino?!" kata Indro.

"Tidak semua orang bisa mencapai seperti Dono. Hanya Dono yang punya ilmunya yang bisa mencapainya dengan baik," kata Kasino.

"Kasino. Nyanyi lagi nggak?!" tanya Indro.

"Nyanyi lagi!" kata Kasino.

"Lagu apa yang kita nyanyikan?!" kata Indro.

"Gimana Di Reject!" saran Kasino.

"Di Reject. Boleh lah!" kata Indro.

Indro mulai main gitarnya dan bernyanyi. Ya Kasino bernyanyilah.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dan Kasino dengan judul 'Di Reject' :

Di-reject, di-reject, di-reject, di-reject
Di-reject, di-reject, di-reject, di-reject
Kamu calling-calling, aku lagi pusing
Kamu misscall aku, aku lagi dongkol
Please deh kamu sudah, sudah nggak penting
Sudah bau kambing
Kamu calling-calling, aku lagi pusing
Kamu misscall aku, aku lagi dongkol
Please deh, aku jenuh dengar omongmu
Please deh, aku jenuh
Ku jenuh mendengar suaramu
Ku jenuh dengar celotehmu
Jungkir balik mencintaimu
Tiada lagi maaf bagimu
Pacar yang tak setia usah ditanggapin
Dimaafin malah nyakitin
Dengan nomer baru kau hubungi aku
Tak tertipu suara palsumu
Di-reject, di-reject, di-reject, di-reject
Di-reject, di-reject, di-reject, di-reject
Kamu calling-calling, aku lagi pusing
Kamu misscall aku, aku lagi dongkol
Please deh kamu sudah, sudah nggak penting
Sudah bau kambing
Kamu calling-calling, aku lagi pusing
Kamu misscall aku, aku lagi dongkol
Please deh, aku jenuh dengar omongmu
Please deh, aku jenuh
Ku jenuh mendengar suaramu
Ku jenuh dengar celotehmu
Jungkir balik mencintaimu
Tiada lagi maaf bagimu
Pacar yang tak setia usah ditanggapin
Dimaafin malah nyakitin
Dengan nomer baru kau hubungi aku
Tak tertipu suara palsumu
Pacar yang tak setia usah ditanggapin
Dimaafin malah nyakitin
Dengan nomer baru kau hubungi aku
Tak tertipu suara palsumu (di-reject, ject, ject, ject, ject, ject)

***

Indro dan Kasino selesai menyanyi, ya Indro selesai main gitarnya.

"Kasino. Ngomong-ngomong. Emangnya Kasino pernah Di Riject kalau nelpon Selfi?!" kata Indro.

"Namanya urusan cinta. Cewek kan kalau lagi dapet, ya susah untuk di mengerti. Di telpon dengan baik, ya Di Riject," kata Kasino.

"Cewek memang sih kalau lagi dapet, ya males hubungan telponan, ya Di Riject," kata Indro.

"Kalau ada maunya. Bujuk ini dan itu, ya telpon terus sampai tujuannya tercapai!" kata Kasino.

"Memang sih Kasino. Kalau cewek ada maunya, ya bujuk ini dan itu, ya telpon terus sampai tujuan tercapai!" kata Indro.

"Kalau kita yang Me Riject telpon. Pasti kita di hakimi, ya selingkuh ini dan itu!" kata Kasino.

"Nasif jadi cowok. Me Riject telpon cewek, ya di kirain selingkuh. Padahal lagi asik ngobrol dengan teman-teman kaya kita gini Kasino. Ngopi-ngopi lah!" kata Indro.

"Tidak perlu di bahas lebih jauh. Lebih baik main catur!" kata Kasino.

"Ok main catur!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan papan catur di taruh atas meja. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget.

Sunday, September 12, 2021

KUTUKAN

Kasino dan Indro duduk di ruang tamu. Kasino yang asik nonton Youtobe di Hp-nya. Indro berhenti dari main game di Hp-nya dan berkata "Kasino."

Kasino mendengarkan omongan Indro, ya berhentilah Kasino dari nonton Youtobe di Hp-nya.

"Apa...Indro?!" kata Kasino.

"Kutukan yang di turunkan suku masih berjalan dengan baik atau tidak?!" kata Indro.

"Kutukan pola bicara dan tingkah laku manusia yang di warisan suku yang ada di Indonesia dan seluruh dunia yang bentuknya mau menunjukkan paling benar sendiri dan tidak ingin menyadarkan dirinya menjadi makluk sosial yang baik?!" kata Kasino.

"Itu maksudnya Kasino!" kata Indro.

"Ya masih lah. Contohnya : peperangan di satu wilayah, ya ada suku kan di dalam peperangan itu. Jadi menunjukkan kebenaran dari pola bicara dan tingkah laku yang ingin menunjukkan dirinya paling benar sendiri," kata Kasino.

"Jadi manusia itu masih susah untuk didik menjadi makluk sosial yang baik, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya susahlah. Kalau gampang kan, ya penjara kosong dan polisi dan tentara tidak ada kerjaan karena semua orang itu baik," kata Kasino.

"Kenyataannya. Penjahat masih ada. Polisi dan tentara terus menjaga keamanan dengan baik," kata Indro.

"Apalagi berita tentang penjara yang kebakaran saja, ya hebohnya luar biasa. Yang ini dan itu," kata Kasino.

"Memang sih berita tentang penjara yang kebakaran, ya heboh sih. Penjahat banyak di dalam penjara, ya ada yang kena korban kebakaran juga, ya kata beritanya sih," kata Indro.

"Pada akhirnya sekedar berita saja kan bagi kita menanggapi berita yang kita baca dan kita tonton dengan baik kan?!" kata Kasino.

"Memang sih Kasino, ya sekedar berita saja!" kata Indro.

"Dari pada bergaul ini dan itu, ya sekarang ini. Lebih baik di rumah saja!" kata Kasino.

"Gara-gara masih ada covid-19, ya Kasino?!" kata Indro.

"Salah satunya covid-19 sih!" kata Kasino.

"Memang sih lebih baik di rumah saja. Nanti ketemu sama petugas yang menanggulangi covid-19. Kita di suruh pulang. Kaya cerita di berita tentang tempat-tempat yang di segel sama petugas covid-19," kata Indro.

"Padahal kita cuma sebentar saja. Ya ingin tahu saja kehidupan dunia ini yang ini dan itu, ya jadi bahan perbandingan saja. Mana yang enak dan mana yang tidak enak?!" kata Kasino.

"Ternyata yang di pilih. Yang paling enak, ya ngobrol di rumah. Seperti saat ini, ya kan Kasino?!" kata Indro.

"Paling enak ngobrol di rumah!" kata Kasino.

"Banyak acara Tv, ya ceritanya ngobrol ini dan itu dengan membahas ini dan itu. Kaya ngobrol di rumah saja kan!" kata Indro.

"Tujuannya acara Tv, ya menjual ini dan itu sebagai daya tarik ini dan itu," kata Kasino.

"Keuntungan dan keuntungan," kata Indro.

"Namanya manusia. Pastinya keuntungan dan keuntungan dan tidak ingin rugi dalam usaha yang di jalankan. Demi hidup. Kerja dengan baik, ya menghasilkan sesuatu yang baik. Uang yang di dapatkan bisa membeli makan dan minuman untuk keluarga," kata Kasino.

"Semuanya demi keluarga," kata Indro.

"Sudah ah ngobrolnya aku lanjut nonton Youtobe ku lagi!" kata Kasino.

"Iya Kasino!" kata Indro.

Indro melanjutkan main game di Hp-nya. Kasino telah asik nonton Youtobe di Hp-nya.

ILMUNYA BEDA

Kasino dan Indro duduk di halaman belakang sambil menikmati minum teh dan makan keripik singkong yang enak banget.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?!" kata Kasino.

"Jangan-jangan ahli agama itu cuma pinter ngomong saja, tapi tidak bisa membuktikan hal yang di sebut mitos di dalam ajaran agama. Contohnya : Burok!" kata Indro.

"Tujuan agama di buat dengan baik. Menasehati manusia agar berjalan di jalan yang baik, ya sesuai dengan ajaran yang di yakininya. Tegas sih perjanjiannya. Siapa Tuhan yang di sembah dan siapa nabi yang yang membimbing manusia?" kata Kasino.

"Tujuannya agama sih aku mengerti Kasino. Kan yang aku maksud kan mitosnya?!" kata Indro.

"Kalau itu sih tanya Dono saja yang telah berhasil membuktikan mitos ini dan itu dengan ilmu mendengarkan suara Roh!" kata Kasino.

"Dono di Batam. Repot!!!" kata Indro.

"Kan bisa di telpon!" kata Kasino.

"Aku pernah bertanya sih sama Dono tentang pertanyaan aku itu. Kata Dono "Lebih baik misteri dari pada aku beritahu kebenarannya. Kalau aku benar maka akulah orang terpilih itu"....," kata Indro.

"Dono bilang "Misteri" ?!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

"Lebih baik misterilah, ya tidak perlu di bahas," kata Kasino.

"Misteri lagi!" kata Indro.

"Kadang misteri itu lebih baik. Jadi manusia akan penasaran dengan ilmu yang ia pelajari antara iya atau tidak," kata Kasino.

"Benar apa tidak ajaran yang di jalanin? Pada akhirnya tetap saja di jalankan dengan baik. Karena perjanjian dalam ajaran agama yang di yakini!" kata Indro.

"Ilmunya kan beda. Dono dengan ahli agama yang ini dan itu. Maka itu Dono bisa membuktikan mitos ini dan itu, ya dengan mendengarkan suara Roh yang membimbing Dono dengan baik," kata Kasino.

"Oooo iya Kasino. Kenapa orang yang tekun ibadah, ya ujian berat ya Kasino?!" kata Indro.

"Maksudnya menjadi orang soleh, ya Indro?!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

"Karena dirinya lebih baik dari pada orang yang tidak menjalankan ibadah," kata Kasino.

"Iya Kasino. Itu maksud ujiannya," kata Indro.

"Kalau itu sih. Jalan sendiri sendiri sesuai dengan ilmu yang di pelajari. Contohnya : Dono, ya bisa mendengarkan suara Roh. Padahal Dono itu belum pergi Mekkah untuk mendapatkan gelar Haji sesuai dengan agama yang di pelajari dan di yakininya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Jalan sendiri sendiri saja sesuai dengan ilmu. Yang pergi ke Mekkah pun belum bisa mendengarkan suara Roh. Yang belum pergi seperti Dono, ya sudah bisa mendengarkan suara Roh. Jadi ilmunya yang beda!" kata Indro.

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh. Main catur saja!" kata Kasino.

"Ok main catur!" kata Indro.

Indro mengambil papan catur di bawah meja dan papan catur di taruh di atas meja. Indro dan Kasino main catur dengan baik.

Saturday, September 11, 2021

KONSEP YANG DI JALANKAN

Indro dan Kasino duduk di taman sambil melihat keadaan lingkungan dengan baik dan juga sambil minum es dugan.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Pancasila dan Gotong Royong selalu di gaungkan sama pemimpin negeri ini kan Kasino?!" kata Indro.

"Kenyataannya begitu. Selalu pemimpin negeri ini menggaungkan Pancasila dan Gotong Royong. Konsep sistem pemerintahan yang di jalankan dengan baik," kata Kasino.

"Kalau konsep Pancasila itu tidak ada. Gimana Kasino?!" kata Indro.

"Kalau konsep Pancasila tidak ada, ya menggunakan konsep yang lain. Mungkin konsep burung emprit kali," kata Kasino.

"Iya juga ya konsep burung emprit. Sekedar obrolan saja kan Kasino!" kata Indro.

"Iyalah sekedar obrolan saja. Kalau tidak di jelaskan. Nanti kita jadi target sama orang-orang pemerintahan yang tegas dalam menjalankan pemerintahan berdasarkan Undang Undang di tetapkan. Bahwa kita di anggap anggota ini dan itu yang ingin menggantikan lambang negara. Pada akhirnya berbenturan dengan Undang Undang yang bebas berpendapat dan ada wadahnya yang baik, ya salah satunya Blog saja itu juga cukup," kata Kasino.

"Nama juga manusia Kasino, " kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Ada yang memahami ilmu dan ada yang tidak memahami ilmu. Kalau sudah memahami ilmu dengan baik, ya selalu ingin jadi pemimpin negeri ini sampai ahli agama pun," kata Indro.

"Maka itu, ya ahli agama ikut andillah untuk jadi pemimpin negeri ini dengan alasan demi mensejahterakan rakyat dengan membawa konsep agama untuk menjalankan sistem pemerintahan. Kalau pemimpinnya agama islam, ya menjalankan konsep pemerintahan agama islam. Kalau pemimpinnya agama kristen, ya menjalankan konsep pemerintahan agama kristen lah terlihat jelas dengan gaya bicara dan tingkah laku. Begitu dengan agama lainnya," kata Kasino.

"Konsep agama selalu berkaitan dengan baik," kata Indro.

"Konsep Pancasila, ya berdasar cerita sih masih kaitan dengan agama yang tertua katanya sih. Padahal ada agama paling tua, ya agama pribumi tidak di omongin," kata Kasino.

"Agama pribumi, ya konsepnya kan lebih di bilang budaya saja dan di Undang Undang tidak di tetapkan. Yang di tetapkan Undang Undang 6 agama, ya ada sih kontribusinya dalam membangun negeri ini," kata Indro.

"Sebagai rakyat kecil, ya hanya mengikuti aturan yang telah di tetapkan. Agar jalan pemerintahan berjalan dengan baik," kata Kasino.

"Tujuannya sih membangun negeri ini. Tapi nama juga manusia. Ketika sudah berhasil dan kaya dengan kerja di dalam sistem pemerintahan. Ada yang jadi sombong. Dasar manusia yang lupa dasar ilmu," kata Indro.

"Semakin padi berisi, ya makin merunduk. Semakin kamu sudah mengerti tentang ilmu, ya lebih baik kamu menundukkan kepala. Bersudut pada Tuhan yang menciptakan langit seisinya dan jangan kamu bersudut pada manusia, ya tidak ada gunanya," kata Kasino.

"Sudah ah ngobrol di sini. Lebih baik kita pulang Kasino!" kata Indro.

"Ok. Kita pulang!" kata Kasino.

Kasino dan Indro beranjak dari duduknya di taman. Keduanya berjalan dengan baik menuju rumah.

KONSEP

Kasino di halaman belakang sedang merawat tanaman di potnya dengan baik banget. Indro di ruang tamu sedang main gitar dan bernyanyi.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dengan judul 'Pergilah Kasih' :

Tak pernah kusangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lamanya kita berdua
Tak kusangka begitu cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu (Pergilah kasih)
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Tak kusangka begitu cepat berlalu
'Tuk mencari kesombongan diri
Lupa segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu (Pergilah kasih)
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu (Pergilah kasih)
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu

***

Indro selesai menyanyi dan main gitarnya.

"Pergilah Kasih! Iya juga ya. Kalau cewek tidak bisa menjaga komitmen kesetiaan. Maka di lepaskanlah. Pergilah Kasih!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di meja, ya Indro beranjak dari duduknya ke dapur untuk membuat kopi. Kopi di buat dengan baik, ya sampai jadi. Indro meminum kopinya.

"Enak kopi yang aku buat," kata Indro.

Indro pun membawa gelas berisi kopi ke halaman belakang. Sampai di halaman belakang, ya Indro duduk dengan baik dan gelas berisi kopi di taruh di meja. 

"Keadaan di rumah tenang di hari miinggu yang baik," kata Indro.

Indro main game di Hp-nya. Kasino masih merawat tanaman di potnya dengan baik. Beberapa saat kemudian, ya Kasino selesai merawat tanaman di potnya. Kasino seperti biasa membersihkan tangannya dengan sabun dan air mengalir dari kran. Setelah itu. Kasino duduk dengan dengan baik dan menuangkan tekok berisi teh di cangkir, ya segera di minum dengan baik. Indro berhenti bermain game di Hp-nya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino sambil menaruh cangkir berisi teh ke meja.

"Boleh bicara yang masih kaitannya dengan pemerintahan?!" kata Indro.

"Indro. Aku kan bukan bidangnya pemerintahan. Sebenarnya males ngomongin tentang urusan yang kaitannya dengan pemerintahan!" kata Kasino.

"Ayolah Kasino. Sekedar obrolan saja!" kata Indro.

"Ok lah!" kata Kasino.

"Gimana tanggapan Kasino tentang suatu negara yang pemimpin pemerintahannya yang sah, ya digulingkan sistem pemerintahannya dengan kekuatan militer yang kuat gitu?!" kata Indro.

"Gimana menanggapinya?!" kata Kasino yang berpikir panjang.

"Ayolah Kasino di tanggapi dengan pertanyaan ku itu!" kata Indro.

"Oklah. Makar atau Kudeta," kata Kasino.

"Ya bisa di bilang sih Kasino. Makar atau Kudeta," kata Indro.

"Seperti kosep A berganti menjadi konsep B," kata Kasino.

"Maksudnya Kasino. Konsep A dan B?" kata Indro.

"Konsep A, ya pemimpin yang sah menjalankan pemerintahan di negeri. Lalu di ganti dengan paksa dengan konsep B, ya dengan cara Makar atau Kudeta. Jadi pergantian kekuasaan dari pemimpin di pemerintahan suatu negara. Pertanyaannya. Apakah konsep B benar-benar di jalankan dengan baik tetap konsep B atau kosep A diadaptasikan saja sama konsep B?!" kata Kasino.

"Jadi berita di Tv tentang persoalan pergantian pemerintahan dengan cara ini. Seperti konsep A dan B," kata Indro.

"Konsep B yang telah berhasil mengalahkan kosep A. Maka segera mungkin mengatur stuktur pemerintahan dengan baik dari pemimpin negara sampai bawah sih. Untuk kelangsungan hidup rakyat mencapai tujuan dari kesejahteraan rakyat atau sebaliknya kalau tidak bisa, ya mensengsarakan rakyat," kata Kasino.

"Segalahal tujuannya tetap sama. Kekuasaan," kata Indro.

"Nama juga manusia. Kalau mampu, ya berkuasa dengan cara baik atau kah dengan cara buruk dengan menggulingkan pemimpin yang sah di gantikan pemimpin yang baru," kata Kasino.

"Ya Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh. Karena kita bukan bidangnya pemerintahan, ya sekedar obrolan saja!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Aku lanjut main game ah!" kata Indro.

"Aku main game juga!" kata Kasino.

Kasino main game di Hp-nya. Indro, ya main game lah dengan asik banget di Hp-nya.

NILAI KEPERCAYAAN

Malam gelap bertabur bintang. Indro duduk di halaman belakang, ya main gitar dan bernyanyi.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dengan judul 'Gara-Gara Dia'.

Mengapa kau gugat-gugat lagi
Kesalahan dulu yang telah kau maafkan
Bukankah semua baik-baik saja
Ada apakah dengan dirimu
Dan aku mencari-cari tahu
Ke mana langkahmu, di mana jejakmu
Terciduklah tabir rahasiamu
Itu yang menguji cintaku
Kau lupa, lupa, lupa siapa dirimu
Kau lupa, lupa, lupa siapa diriku
Kutahu dalang di balik topengmu
Hingga kau benci aku hu hu hu hu
Kau lupa, lupa, lupa siapa dirimu
Kau lupa, lupa, lupa siapa diriku
Kutahu sutradara sandiwaramu
Hingga kau gelap mata ha ha ha ha
Wo o ow wo ow
Wo o o ow wo ow
Wo o ow wo ow
Gara-gara dia
Wo o ow wo ow
Wo o o ow wo ow
Wo o ow wo ow
Gara-gara dia
Dan aku mencari-cari tahu
Ke mana langkahmu, di mana jejakmu
Terciduklah tabir rahasiamu
Itu yang menguji cintaku
Kau lupa, lupa, lupa siapa dirimu
Kau lupa, lupa, lupa siapa diriku
Kutahu dalang di balik topengmu
Hingga kau benci aku hu hu hu hu
Kau lupa, lupa, lupa siapa dirimu
Kau lupa, lupa, lupa siapa diriku
Kutahu sutradara sandiwaramu
Hingga kau gelap mata ha ha ha ha
Wo o ow wo ow
Wo o o ow wo ow
Wo o ow wo ow
Gara-gara dia
Wo o ow wo ow
Wo o o ow wo ow
Wo o ow wo ow
Gara-gara dia
Wo o ow wo ow
Wo o o ow wo ow
Wo o ow wo ow
Gara-gara dia
Wo o ow wo ow
Wo o o ow wo ow
Wo o ow wo ow
Gara-gara dia

***

Indro selesai menyanyikan lagu dan juga main gitar. Kasino, ya duduk di halaman belakang setelah membereskan kerjaannya.

"Gara-Gara Dia. Emangnya Indro ada masalah urusan cinta?!" kata Kasino.

"Ya gak ada sih Kasino. Aku cuma lagi ingin saja menyanyikan lagu bagus yang baru aku nyanyikan," kata Indro.

"Sekedar saja toh. Dan juga Indro memuji lagu yang baru di nyanyikan bagus," kata Kasino.

"Dengan rendah hati kan. Aku tidak bisa membuat lagu gitu Kasino. Jadi aku memuji lagu yang baru aku nyanyikan," kata Indro.

"Merendah sih boleh Indro. Tapi tidak boleh merendah banget. Kan Indro bisa belajar dengan baik, ya membuat lagu gitu!" kata Kasino.

"Memang sih Kasino. Belajar dengan baik, ya bisa membuat lagu. Tetap saja tidak akan populer gitu. Beda dengan lagu yang baru aku nyanyikan Kasino," kata Indro.

"Realitanya memang begitu. Susahnya untuk mempopulerkan lagu yang di buat sendiri. Beda dengan para artis yang mampu mempopulerkan lagu ini dan itu. Walau sudah menyanyikan lagu orang saja tetap jadi populer," kata Kasino.

"Artis kan sudah punya aura bintang yang luar biasa, ya bisa membuat daya tarik yang luar biasa. Jadi orang-orang tertarik dengan lagu yang di nyanyikan dengan baik," kata Indro.

"Omongan Indro benar. Karena aura bintang daya tariknya!" kata Kasino.

"Oiya Kasino. Jangan-jangan Kasino ada masalah dengan urusan cinta. Gara-gara Dia gitu?!" kata Indro.

"Mungkin?!" kata Kasino.

"Jadi benaran Kasino. Bahwa Kasino ada masalah urusan cinta, ya hubungan Kasino dengan Selfi ada masalah?!" kata Indro.

"Cerita enggak ya?!" kata Kasino.

"Cerita dong Kasino. Mungkin aku bisa membantu mencarikan jalan keluarnya agar urusannya Kasino dengan Selfi, ya tidak akan putus hubungan cinta!" kata Indro.

"Baiklah. Sebenarnya. Aku dengan Selfi, ya tidak ada masalah sih," kata Kasino.

"Kebiasaan Kasino. Permainan Kasino saja. Ternyata tidak ada masalah," kata Indro.

"Hubungan itu berdasarkan dari nilai kepercayaan saja sih. Bahwa aku percaya Selfi bisa menjaga komitmen dalam hubungan cinta dengan ku, ya setia gitu. Maka akan langgeng sih urusan cinta," kata Kasino.

"Iya sih. Kepercayaan sih. Tapi kan kalau Selfi jalan bareng dengan cowok lain dan bisa saja di ambil sama cowok itu dan jadian gitu dengan Selfi. Gimana Kasino?!" kata Indro.

"Ujian dari urusan cinta. Nilai kepercayaan di uji. Selfinya bisa jadi cewek yang bisa menjaga komitmen atau kah tidak?!" kata Kasino.

"Kalau tidak bisa menjaga komitmen gimana Kasino?!" kata Indro.

"Ya sebenarnya baru salah satu sih tidak masalah sih. Kalau salahnya sampai dua dan terus sampai tiga. Baru deh aku lepaskan Selfi. Aku mencari pengganti Selfi yang lebih baik, ya bisa menjaga dari nilai kepercayaan yang aku berikan dengan tujuan menjaga komitmen, ya setia," kata Kasino.

"Itu kan kalau dari sisi cewek yang berbuat salah. Gimana dengan cowok yang berbuat salah?!" kata Indro.

"Ada omongan Dono sih yang baik untuk urusan ini. Cowok dan cewek itu keseimbangan. Jadi kedudukannya sama aja. Memutuskan urusan cinta, ya sama aja sih!" kata Kasino.

"Omongan Dono benar sih," kata Indro menegaskan omongan Kasino.

"Ya sudahlah tidak perlu membahas lebih jauh. Lebih baik main catur saja!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan papan catur di taruh di atas meja. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget.

CAMPUR ADUK

LOVE IN NEPAL

Malam hari, ya keadaan lingkungan sekitar rumah Budi..baik gitu. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...musik di chenel TVRI gitu,...

CAMPUR ADUK