CAMPUR ADUK

Tuesday, April 27, 2021

NAMA JUGA MANUSIA

Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv dengan acara kartun SpongeBob SquarePants yang lucu tingkahnya bersama teman-temannya, ya cerita jadi bagus gitu. Kasino selesai urusan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino duduk sambil berkata "Acara Tv-nya SpongeBob?"

"Iya," kata Indro.

"Indro kaya anak kecil. Nonton acara Tv SpongeBob," kata Kasino.

"Masa?" kata Indro.

"Merasa atau tidak Indro?" kata Kasino.

"Aku pikir dengan baik sih, ya iya sih. Jadi anak kecil itu menyenangkan tidak ada beban. Beda jadi orang dewasa jadi beban, ya harus tanggungjawab untuk menjalankan hidup ini dengan baik banget," kata Indro.

"Bener sih omongan Indro," kata Kasino.

"Hidup di negara Indonesia ini menyenangkan ya Kasino?" kata Indro.

"Kok jadinya ngomong begitu?" kata Kasino yang agak bingung dengan omongan Indro.

"Jika suatu negara Pemimpinnya tidak baik. Maka rakyatnya akan menderitakan," kata Indro.

"Pemimpin yang tidak baik. Ya seperti contohnya negara yang sedang masalah atau konflik di dalam negerinya karena perang. Maka yang akan menderita rakyatnya," kata Kasino.

"Untung saja. Pemimpin di Indonesia paham agama. Jadi mengerti bagaimana membangun negeri dengan baik dengan aturan-aturan yang di sepakatin bersama. Rakyatnya puas dengan kepemimpinannya contoh Presiden," kata Indro.

"Ya pentingnya ilmu Agama untuk membentuk akhlak manusia dengan baik banget," kata Kasino.

"Tetap saja. Pemimpin yang buruk harus di hukum berdasarkan Undang Undang yang telah di sepakatin bersama," kata Indro.

"Ya iyalah. Keputusan memang begitu. Demi jalan pemerintahan baik. Nama juga manusia. Kalau kita terjun ke masyarakat saja. Ada sebuah cerita tentang seorang pemuda yang kerja di sebuah usaha orang. Pemuda itu berteman dengan orang di lingkungan tempat kerja. Ternyata orang yang di temanin pemuda itu adalah orang-orang yang merusak usaha tempat kerjanya pemuda itu dengan permainan tipu muslihat. Pemuda itu harus menutupi kerugian dengan gajinya, ya di potong oleh bosnya gitu. Maka pemuda itu melaporkan ke polisi tentang ulah teman-temannya yang merusak usaha tempat kerjanya. Polisi menangkap orang-orang bermasalah di lingkungan tempat kerja pemuda itu. Semenjak para pembuat ulah di penjara, ya keadaan pemuda itu baik banget gitu," kata Kasino.

"Orang-orang yang bermasalah itu. Memang kerjaannya merusak tatanan yang ada. Kacau. Makanya acara Tv tentang polisi, ya ada bagusnya sih. Polisi menangkap orang-orang yang bikin ulah itu. Sampai pemimpin yang buruk pun di tangkap polisi, ya berdasarkan data laporan tentang pemimpin yang buruk," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh.Yang terpenting hidup di negeri Indonesia menyenangkan karena Pemimpinnya paham Agama contohnya Presiden!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv yang bagus banget gitu. Sedangkan Dono di kamarnya sedang asik main catur di leptopnya dengan baik banget.

RENCANA BUKA PUASA

Dono selesai sholat asar di kamarnya, ya duduk di ruang tamu untuk mengetik di leptopnya. Yunus pun dateng ke rumah Dono mengucap salam "Asalamualaikum".

Dono pun menjawab salam "Waalaikumsalam".

Dono pun keluar dari rumah dan melihat Yunus duduk di kursi di teras rumah.

"Ada apa Yunus main ke rumah aku?" tanya Dono.

"Biasa Mas Dono, kerjaan pengurus mesjid," kata Yunus.

"Aku paham. Zakat. Aku belum menyiapkan. Bisa nunggu  sebentar ya!" kata Dono.

"Iya...Mas aku tunggu," kata Yunus.

Dono pun masuk rumah dan menyiapkan zakat tiga orang yang harus di serahkan ke mesjid, baru setelah itu di berikan pada Yunus.

"Ini zakatnya," kata Dono.

"Iya, Mas. Aku bawa zakatnya ke mesjid. Permisi Mas. Asalamualaikum," kata Yunus.

"Waalaikumsalam," jawab Dono.

Yunus segera ke mesjid. Dono, ya masuk rumah. Indro dan Kasino pulang setelah urusan kerjaannya selesai. Ketiganya duduk di ruang tamu.

"Don, Yunus ke sini ngapa in?" tanya Indro.

"Biasa zakat," kata Dono.

"Zakatnya sudah di setor toh," kata Indro.

"Yo,...i," kata Dono.

"Aman...zakat udah di setor ke pengurus mesjid," kata Kasino.

"Kewajiban di jalankan dengan baik," kata Indro.

"Oh...iya, Kasino...bagaimana keadaan di lingkungan pasar saat ini?" tanya Dono.

"Ya, biasa sih. Sama aja dengan berita yang kamu baca di jaringan apa pun dan kamu tonton di Tv," kata Kasino.

"Oooooo begitu toh. Kalau begitu aku ngetik lagi ah," kata Dono.

"Aku, mau nonton Tv aja!!!" kata Indro.

"Aku main game di Hp, aja ah!!!" kata Kasino.

Dono, ya mengetik di leptopnya melanjutkan cerita yang ia ketik. Indro, ya nonton Tv di ruang tengah. Kasino, ya main game di Hpnya dengan asik banget. Saat nonton Tv, salah satu chenel yang di pilih Indro Metro Tv.

"Beritanya masih seputar ini dan itu," kata Indro.

Indro pun mengganti chenel Tv untuk nonton sinetron dengan santai, ya nonton acara Tv yang bagus.

Kasino, ya menghentikan main game di Hp-nya dan berkata ke Dono "Dono!".

"Iya," kata Dono sambil menghentikan mengetik di leptopnya.

"Buka puasa di rumah apa di luar aja ya?!" kata Kasino.

"Di luar aja, enak suasananya," kata Dono.

"Ok tidak ada masalah. Jadi buka puasa ya di kafe milik teman ku," kata Kasino.

"Ok...setuju," kata Dono.

Indro, ya mendengar gitu suara samar omongan Dono dan Kasino yang buka puasa di luar gitu jadi berkata keras "Aku setuju buka puasa di luar, bosen di rumah terus".

Dono dan Kasino yang mendengar omongan Indro yang keras dan berkata bersamaan "Iya".

Dono, ya melanjutkan mengetik lagi di leptopnya dan Kasino pun, ya main game di Hp-nya. Indro asik nonton acara Tv yang sinetron Bismillah Cinta di chenel Indosiar.

TANAH

Dono duduk di ruang tamu sedang memegang sekepel tanah liat yang di ambil dari tanah di halaman belakang, ya tanah sekepel itu buat jadi bulat sih. Tanah yang bulat di taruh di meja. 

"Asal muasal manusia berdasarkan cerita di kitab Al-Qur'an. Tanah," kata Dono. 

Roh muncul di kiri dan kanan. 

"Memang sih asal muasal manusia berasal dari unsur tanah," kata Roh atau Setan. 

"Apa yang di omongin Setan itu benar sih," kata Roh atau Malaikat. 

"Suci tanah itu," kata Dono. 

"Memang suci tanah itu," kata Roh atau Setan. 

"Ya memang suci tanah," kata Roh atau Malaikat. 

"Perjalan manusia banyak berbuat kesalahan yang ini dan itu," kata Dono. 

"Aku Setan yang menyesatkan manusia agar jatuh pada dosa kecil sampai dosa besar," kata Roh atau Setan. 

"Aku Malaikat yang selalu membimbing manusia agar patuh perintah Tuhan, ya menjauhi larangan Tuhan," kata Roh atau Malaikat. 

"Kalau begitu aku mau baca Al-Qur'ah," kata Dono, ya sambil kitab Al-Qur'an di meja. 

"Pilihan yang baik," kata Roh atau Malaikat. 

"Tidak peduli urusan itu. Aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang. 

"Setan pergi. Kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang. 

Kedua Roh menghilang. Dono baca Al-Qur'an dengan baik banget. Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv. 

"Kasino...kadang hidup ini banyak sia-sia nya," kata Indro. 

"Memang sih. Maka itu di isi dengan hal yang ada maknanya agar hidup itu ada artinya," kata Kasino. 

"Lagu yang sering di nyanyikan artis di Tv, ya Sarang Dosa. Mengingatkan kebiasaan manusia yang kerjaan berbuat dosa," kata Indro. 

"Di ingetin saja kadang masih di abaikan manusia," kata Kasino. 

"Itu sih namanya susah di didik sih," kata Indro. 

"Mungkin susah didik," kata Kasino. 

"Di sesatkan Setan," kata Indro. 

"Mungkin juga sih di sesatkan Setan," kata Kasino. 

"Pada akhirnya. Kematian yang menghentikan perjalan manusia," kata Indro. 

"Mati. Memang yang menghentikan perjalanan manusia....mati. Kembali ke unsur tanah," kata Kasino. 

"Mempung masih hidup berbuat kebaikkan. Salah satu memuji orang yang kita sukai gitu," kata Indro. 

"Memuji. Ya boleh sih. Kalau cewek belum punya pasangan di puji cantik, pinter dan baik....ya dapet pahala. Kalau memuji cewek ada cowok ya masalah sih jadinya dosa gitu," kata Kasino. 

"Kalau gitu berbuat baiknya. Sedekah saja. Kaya di Tv itu menceritakan orang-orang yang bersedekah gitu," kata Indro. 

"Itu lebih baik lagi berbuat baik. Bersedekah. Apalagi masih di bulan Ramadhan. Umat Islam berlomba-lomba berbuat kebaikan," kata Kasino. 

"Bulan Ramadhan ini. Menyadarkan diri ku. Banyak kesalahan ku dari tidak sengaja dan sengaja. Nama juga manusia. Jadi aku tobat dengan baik, ya tidak mengulang lagi kesalahan ku," kata Indro. 

"Sadar. Itulah manusia yang paham bahwa cahaya kebaikan membimbing dirinya untuk berjalan di jalan kebenaran dan menjatuhkan dari jalan yang buruk yang di sesatkan Setan," kata Kasino. 

"Malaikat membimbing aku," kata Indro. 

"Amin," kata Kasino. 

"Ya amin juga. Doa!" kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv yang acaranya memang bagus banget gitu. Dono tetap baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

IMPIAN COWOK

Setelah sholat tarawih di mesjid. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah nonton Tv dengan acara Tv yang bagus gitu. Dono, ya duduk di ruang tamu lagi baca buku dengan baik banget. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Aku ingin ngomongin sesuatu gitu," kata Indro. 

"Ngomong saja!" kata Indro. 

"Yang di omongin urusan cewek gitu," kata Kasino. 

"Cewek lagi. Masih di bulan Ramadhan. Topik yang lain saja!" kata Kasino. 

"Topik lain, ya sama saja berita di Tv. Dari urusan kapal selam yang tenggelam sampai sepak bola kan di bahas dengan baik di Tv," kata Indro. 

"Ok. Sedikit saja!" kata Kasino. 

"Ada sebuah cerita sih. Ceritanya sih fantasi, ya kerajaan gitu. Ada seorang cowok yang pinter gitu. Cowok itu di sukai cewek, ya putri raja karena berhasil menyembuhkan raja yang sakit. Ya putri raja itu suka dengan cowok itu jadi di terima sama raja jadi menantunya. Cowok itu di sukai 3 cewek lagi dan putri raja itu memperbolehkan calon suaminya untuk menikahi 3 cewek itu," kata Indro. 

"Impian cowok. Poligami gitu," kata Kasino. 

"Memang sih jadinya poligami," kata Indro. 

"Jadi cewek yang di omongin ini cuma karakter cerita fantasi saja!" kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

"Aku kirain. Artis gitu," kata Kasino. 

"Paling artis yang aku sukai jadi obrolan, ya artis Naura," kata Indro. 

"Artis Naura yang mana ya? Aku periksa dulu di jaringan internet di Hp ku!" kata Kasino. 

Kasino membuka jaringan internet di Hp-nya. Ya Indro menunggu dengan baik. Artikel menunjukkan siapa artis Naura, ya Kasino membaca dengan baik toh sampai Naura bekerja sama dalam artis Devano, ya anaknya artis terkenal penyanyi dangdut Iis Dahlia gitu. Kasino menghentikan baca artikel di Hp-nya. 

"Gimana tanggapan Kasino dengan artis Naura gitu?" kata Indro. 

"Artis Naura. Cantik, pinter dan juga lagunya juga bagus gitu," kata Kasino. 

"Berarti sama dong penilainya dengan aku. Artis Naura cantik, pinter dan juga lagunya bagus gitu," kata Indro. 

"Bagaimana dengan cerita poligami?!" kata Kasino. 

"Dunia cerita sih di buat cerita poligami, ya seru saja ceritanya. Kalau dunia kenyataan. Poligami, ya serem gitu. Mana ada cewek berbagi suami. Cewek sekarang pinter semuanya," kata Indro. 

"Mau di kata apa? Kenyataannya cewek sekarang sudah banyak yang pinter-pinter," kata Kasino. 

"Ya sudahlah Kasino. Tidak perlu di bahas lebih jauh. Kan sedikit saja!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono menghentikan baca bukunya dan buku di taruh di meja dengan baik, ya Dono segera main game di Hp-nya dengan baik banget.

CENDERUNG OPINI

Kasino di ruang tamu, ya selesai baca Al-Quran dan kitab Al-Qur'an di taruh di meja dengan baik. Kasino main game di Hp-nya. Game yang di mainkan Kasino Motral Kombat, ya karena berita di Tv tentang film Montral Kombat yang terbaru dan karakter yang di mainkan Sub Ziro.

Indro di ruang tengah berhenti nonton Tv jadi ke ruang tamu. Indro duduk di sebelah Kasino dan berkata "Kasino." 

"Apa?" kata Kasino dan menghentikan main game di Hp-nya. 

"Entah kenapa aku berpikir dengan kata wabah, ya kaitkan dengan pokok masalah sekarang sih yang masih di tanggulangi dengan baik covid-19?" kata Indro. 

"Memang dapet pikiran wabah itu dari nonton apa?" kata Kasino. 

"Nonton Tv. Tentang penyakit ini dan itu sih," kata Indro. 

"Nonton acara Tv bidang kedokteran yang menjelaskan ini dan itu dengan tujuannya menanggulangi penyakit yang berkembang yang dapat menyebabkan manusia sakit dan juga hewan sakit," kata Kasino. 

"Iya Kasino. Penyakit berkembang pesat dan menyebabkan manusia sakit dan juga hewan juga. Wabah gitu," kata Indro. 

"Zaman dulu sih banyak penyakit yang menghancurkan peradabaan manusia. Itu semua karena manusia kurang sekali menjaga lingkungan dengan baik," kata Kasino. 

"Maka itu banyak program Kesehatan yang ini dan itu tujuannya mencegah wabah penyakit yang akan menghancurkan peradabaan," kata Indro. 

"Ya begitulah," kata Kasino. 

"Tapi kan ada yang memanfaatkan keadaan untuk keuntungan gitu," kata Indro. 

"Nama juga manusia," kata Kasino. 

"Aku paham Kasino. Oiya Kasino main game apa?" kata Indro. 

"Game Motral Kombat," kata Kasino sambil menunjukkan game yang di mainkan di Hp-nya. 

"Game Motral Kombat. Jangan-jangan ada kaitannya dengan film terbaru Motral Kombat?" kata Indro. 

"Ya begitulah," Kasino. 

"Kalau cerita ini di tulis di Blog Dono sama saja bentuk promosi kan Kasino?!" kata Indro. 

"Bisa jadi sih. Tapi ini kan cuma sekedar cerita saja. Beda dengan vidio dan artikel- artikel yang mempromosiin game Motral Kombat dan juga film terbaru Motral Kombat," kata Kasino. 

"Ini cuma cerpen. Sekedar cerita saja. Cenderung di perkirakan pembaca cuma opini saja," kata Indro. 

"Kenyataannya seperti itu," kata Kasino. 

"Kalau gitu sih aku main game ah!" kata Indro. 

"Motral Kombat juga?!" kata Kasino. 

"Game Takken," kata Indro. 

"Ooooo Tekken toh," Kasino. 

Kasino melanjutkan main game Montral Kombat di Hp-nya dengan baik banget. Indro main game Tekken dengan baik banget dan karakter yang di mainkan Jin. Keduanya asik main game di Hp masing-masing. Sedangkan Dono sedang ada urusan kerjaan di tempat kerjaannya. Ya keadaan lingkungan sama aja yang beritain di Tv yang begini dan begitu tetap masih di bulan Ramadhan. 

Monday, April 26, 2021

MUSIK

Indro di ruang tamu, ya baca Al-Qur'an biasa bulan Ramadan harus khatam baca Al-Qur'an. Kasino, ya nonton Tv di ruang tengah dengan asik banget karena acara musik gitu. Dono selesai baca buku, ya buku di taruh di meja dengan baik. Dono ke ruang tengah, ya meninggalkan Indro yang baca Al-Qur'an dengan baik banget gitu. 

Dono duduk di sebelah Kasino yang asik nonton Tv yang acara musik gitu. Dono pun mengambil remot di meja dan menggantikan chenel Tv saat iklan di Tv. Memang Dono mengganti chenel Tv sampai 900 chenel gitu bisa hiperbola dalam cerita padahal 20 chenel Tv tapi kalau indihome mungkin sih 900 chenel. Pada akhirnya Dono berhenti pada satu chenel yang membuat tertarik, ya film Kamen Rider biasalah kebiasaan kesukaan dari kecil terbawa sampai dewasa gitu....jadi penggemar film Kamen Rider gitu. 

"Don....Kamen Rider," kata Kasino. 

"Bagus...film Kamen Rider," kata Dono. 

"Bagus-bagus, tapi aku lagi nonton acara musik gitu," kata Kasino. 

"Ok. Aku ganti dengan baik," kata Dono. 

Dono mengganti chenel Tv yang menayangkan acara musik. 

"Tuh acara musiknya," kata Dono. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino dan Dono menonton acara musik dengan baik banget karena memang perlombaan menyanyi gitu. 

"Generasi menyanyi terus saja menunjukkan kebolehan dalam menyanyinya," kata Dono. 

"Hasil dari jebolan dari perlombaan menyanyi kan terbukti dengan baik," kata Kasino. 

"Yang pinter itu mendidik para generasi menyanyi dengan komentar dari juri baik pro dan kontra tujuannya baik untuk membangun diri penyanyi jadi kualitas dan kuantitas," kata Dono. 

"Dono. Kualitas dan kuantitas itu berarti di teliti dengan baik. Padahal sekedar saja," kata Kasino. 

"Aku lupa. Kebiasaan bangku perkuliahan," kata Dono. 

"Aku maklumin sebagai teman yang baik," kata Kasino. 

"Kalau aku teliti dengan baik. Maka aku sarjana bidang kesenian dong?!" kata Dono. 

"Kalau Dono meneliti dengan baik, maka jadi sarjana kesenian. Tapi kenyataan kan!" kata Kasino. 

"Kenyataannya. Aku sekedar penonton yang baik saja," kata Dono. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino dan Dono, ya fokus nonton Tv yang acara musik yang bagus banget gitu. Indro masih baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

SEKEDAR OBROLAN

Sepulang dari mesjid, ya setelah sholat tarawih gitu. Dono duduk di ruang tamu, ya baca buku dengan baik. Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv di ruang tengah.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Boleh ngomongin cewek nggak ya?" kata Indro.

"Masih di bulan Ramadhan. Kurangin ngomongin orang, apa lagi cewek jadi bahan omongan!" kata Kasino.

"Susah juga ya. Kebiasaan ngomongin cewek jadinya harus hentikan. Padahal kan cuma hal biasa saja gitu," kata Indro.

"Lebih baik sih ngomongin game saja!" kata Kasino.

"Game. Yang lagi mencuat banget di beritakan Motral Kombat, ya di angkat film terbaru gitu," kata Indro.

"Dari alur cerita dan laga pertarungan bagus banget kan," kata Kasino.

"Memang sih. Terlihat brutality gitu kaya di gamenya, ya menghabisi lawan-lawan dari pertarungan gitu," kata Indro.

"Liu Kang hebat mengeluarkan ilmu apinya dan berubah jadi ular besar, ya sebesar naga gitu," kata Kasino.

"Sub Zero juga hebat mengeluarkan ilmu esnya. Ya membekukan lawan-lawannya," kata Indro.

"Scorpion juga hebat teknik bertarungnya. Sampai mengeluarkan api neraka dari mulutnya. Waaaw gitu jadinya," kata Kasino.

"Sudahlah ngomongin tentang film Motral Kombatnya!" kata Indro.

"Pasti ingin ngomongin cewek kan?!" kata Kasino.

"Iya sih," kata Indro.

"Sedikit aja ngomongin ceweknya!" kata Kasino.

"Iya sedikit aja. Banyak ya tidak mungkin lah. Yang di omongin juga artis gitu. Aku baca artikel sih tentang Luna Maya yang terbaru yang ini dan itu. Pertanyaan ku kenapa Luna Maya itu belum menikah ya. Padahal sudah berumur gitu?" kata Indro.

"Kalau nanya tentang artis Luna Maya belum nikah sih bukan urusan aku. Emangnya aku ini Bapaknya Luna Maya!" kata Kasino.

"Iseng saja Kasino," kata Indro.

"Kebiasaan tidak penting. Yang lain saja!" kata Kasino.

"Yang lain ya. Oooo ini saja. Artis Mahalini saja. Gimana tanggapan Kasino?" kata Indro.

"Artis Mahalini. Cantik sih," kata Kasino.

"Cuma gitu saja," kata Indro.

"Emangnya aku ini artis Billy yang kerjaannya menggoda cewek gitu agar jadian gitu," kata Kasino.

"Yang lebih gitu Kasino," kata Indro.

"Artis Mahalini. Cantik, pinter, suara bagus karena memang penyanyi dan juga lagunya bagus," kata Kasino.

"Kalau itu aku setuju banget. Sama gitu penilainya," kata Indro.

"Jangan-jangan Indro naksir dengan dengan artis Mahalini," kata Kasino.

"Mulai permainan gosipannya itu tidak baik masih bulan Ramadhan," kata Indro.

"Suka aja boleh. Yang tidak boleh itu mendapatkannya karena hal tidak mungkin terjadi. Siapa Indro siapa artis Mahalini?" kata Kasino.

"Aduh!!! Obrolan jadinya ngaur ngidul tidak jelas. Yang pastinya sekedar saja, ya suka gitu. Sama hal artis cewek lain di sukai gitu dan jadi bahan obrolan gitu," kata Indro.

"Indro meluruskan omongan. Ok. Sekedar saja!" kata Kasino.

"Sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lagi. Cuma sedikit saja kan!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino. 

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv karena memang acara Tv bagus banget. Dono masih baca buku dengan baik banget. 

Sunday, April 25, 2021

BERBUAT BAIK ITU PAHALA

Dono menemukan kucing kecil, ya kucing kampung mati di belakang di dapur gitu. 

"Innalilahiwainalilahi rojiun," kata Dono.

Roh muncul di kanan Dono.

"Kematian seekor kucing," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Yang hidup itu pasti akan mati. Karena Takdir Tuhan," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Sama halnya manusia juga. Yang hidup itu kematian yang datang pada dirinya dengan segala bentuk kematian," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Manusia di takdirkan untuk mengisi dunia ini. Manusia yang membuat peradaban awal sampai sekarang dengan ilmu-ilmu. Tuhan membantu manusia," kata Roh atau Malaikat.

"Seperti halnya ilmu agama. Tujuan agama di bentuk untuk membimbing manusia di jalan yang benar dengan cara mengirimkan Roh atau Malaikat membawa firman Tuhan untuk orang terpilih yang mampu mendengarkan suara Roh atau Malaikat. Orang terpilih itu mengajarkan kepada manusia lain. Dari dulu sampai sekarang," kata Dono.

"Seperti itulah agama terbentuk dengan tujuan membimbing manusia di jalan yang benar," kata Roh atau Malaikat.

"Setan ikut campur juga dengan tujuannya menyesatkan manusia," kata Dono.

Roh muncul di sebelah kiri Dono.

"Iya. Aku Setan. Kerjaannya menyesatkan manusia. Tugas ku memang begitu untuk menguji manusia. Apakah manusia itu iman kuat atau kah lemah," kata Roh atau Setan.

"Memang tugas Setan begitu. Menyesatkan manusia," kata Roh atau Malaikat.

"Kucing mati toh. Ah urusan tidak terlalu penting," kata Roh atau Setan.

"Aku ingin menguburkan kucing kecil ini dengan layak. Karena Kasino sayang sama kucing ini di beri makan dengan baik. Tapi ternyata umur kucing ini pendek. Takdir," kata Dono.

"Kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang.

"Pemuda yang baik. Kalau begitu aku juga pergi juga!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

Dono mengangkat mayat kucing kecil dengan baik dan di bawa ke halaman belakang. Dono mencangkul lubang cukup dalam dan segera memasukkan kucing di dalam lubang, ya di timbun dengan baik.

"Aku menguburkan kucing kecil dengan baik," kata Dono.

Dono mengambil bunga, ya tanaman Kasino untuk di taruh di makam kucing kecil gitu.

"Istirahat yang tenang kucing kecil," kata Dono.

Setelah urusan beres, ya Dono ke dalam rumah untuk nonton Tv di ruang tengah. Kasino setelah urusan kerjaan selesai, ya keluar dari kamarnya langsung ruang tengah untuk nonton Tv.

"Kasino. Kucing kecilnya mati dan sudah aku kubur di halaman belakang," kata Dono.

"Innalilahiwainalilahi rojiun. Umur binatang memang pendek," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Kalau dongeng tentang berbuat kebaikan. Di makamnya kucing kecil tumbuh pohon emas," kata Kasino.

"Kaya dong," kata Dono.

"Ya kaya sih. Tapi orang lain pasti pada iri gitu," kata Kasino.

"Nama juga manusia," kata Dono.

"Itu cuma dongeng saja. Kenyataannya tidak lah. Berbuat baik itu pahala," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

Dono dan Kasino, ya fokus nonton Tv. Indro di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

Saturday, April 24, 2021

MENGUJI MANUSIA

Malam di bulan Ramadhan. Indro  di ruang tengah sedang asik nonton Tv yang acaranya musik. Dono di ruang tamu sedang santai baca buku dengan baik banget gitu. Para artis bernyanyi dengan bagusnya di acara Tv. Indro terbawa suasana dengan acara Tv tersebut, ya kadang bernyanyi juga gitu. Kasino yang sibuk mengerjakan kerjaannya di kamarnya, ya selesai juga dan keluar dari kamarnya langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro. Sebentar saja Kasino telah terbawa suasana dengan acara tontonan di Tv, ya ikut bernyanyi seperti Indro gitu.

Dono menyelesaikan baca bukunya dengan baik.Ya seperti biasanya buku di taruh di meja. Dono nonton film di Hp dengan baik banget. Indro dan Kasino masih asik nonton Tv. Terkadang acara di Tv ada lawaknya yang mengisi artis-artis terkenal gitu, ya kawakan dalam hal melucu gitu. Indro dan Kasino terbawa suasana tontonan di Tv jadinya tertawa terbahak-bahak karena memang lucu baget gitu.

Dono merasa haus jadi menghentikan nonton film di Hp-nya, ya bergerak menuju dapur. Di dapur Dono membuka kulkas dan mengambil minuman botol air mineral gitu dan segera di minum dengan baik sama Dono.

"Segernya," kata Dono.

Dono membawa botol air mineral ke ruang makan dan di taruh meja. Dono duduk dengan baik dan segera melanjutkan nonton film di Hp-nya dengan baik banget. Kasino dan Indro masih asik nonton Tv karena memang acara Tv bagus banget sih.

Roh muncul di sebelah kiri Dono, ya biasa Setan gitu.

"Asik banget nonton film," kata Roh atau Setan.

"Iya," kata Dono.

"Film anak-anak yang di tonton. Tidak asik. Seharusnya film dewasa gitu," kata Roh atau Setan.

"Film dewasa tidak menyenangkan," kata Dono.

"Padahal film dewasa sensasi luar biasa loe bisa menciptakan kegairahan," kata Roh atau Setan yang ingin mengarahkan Dono untuk beralih nonton film dewasa gitu.

"Astagfirullahalazdim," kata Dono.

Roh muncul di sebelah kanan Dono, ya biasa Malaikat gitu.

"Kebiasaan Setan mengarahkan ke hal-hal yang mengacaukan pikiran agar hawa nafsu naik keubun-ubun," kata Roh  atau Malaikat.

"Menguji manusia adalah tugas ku," kata Roh atau Setan.

"Aku paham dengan tugas mu itu Setan. Aku juga punya tugas juga untuk mengarahkan manusia di jalan kebaikan," kata Roh atau Malaikat.

"Bulan Ramadhan masih aja aku di gangu Setan. Kalau begitu aku ganti baca Al-Qur'an di di Hp aku, aplikasi," kata Dono langsung melaksanakan apa yang di omonginnya dengan baik.

"Aku kalah deh. Aku pergi saja," kata Roh atau Setan, ya menghilang gitu.

"Pemuda yang pinter dalam memegang teguh keimanannya untuk jalan kebaikan dengan baik. Kalau begitu aku pergi ah!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

Dono serius baca Al-Qur'an di Hp-nya, aplikasi.

Acara Tv pun iklan gitu. Indro dan Kasino tetap masih di ruang tengah.

"Acara musik bagus, ya Kasino," tanya Indro.

"Iya. Artisnya pinter-pinter dalam menyanyi dan juga pinter melucu gitu. Jadi suasana acara Tv, ya heboh gitu. Aku terhibur dengan baik," kata Kasino.

"Kerja keras artis yang mengisi acara Tv itu patut di acungin jempol," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Iklan di Tv pun selesai juga. Acara Tv lanjut lagi dengan baik banget. Kasino dan Indro menonton dengan baik acara Tv yang bagus banget gitu. Dono masih di ruang makan, ya baca Al-Qur'an. Tiba-tiba ada telpon dari Rara, ya vidio call gitu. Jadi Dono berhenti baca Al-Qur'an di Hp-nya. Ternyata Rara minta di jemput Dono, ya sedang ada urusan di rumah temannya Rara gitu. Dono mengiyakan permintaan Rara. Vidio call antara Dono dan Rara selesai. Dono beneran berhenti baca Al-Qur'an. Dono ke kamarnya untuk memakai jaket. Saat melewati ruang tengah. Indro bertanya "Mau kemana Don malam-malam gini?"

"Urusan dengan Rara," kata Dono.

"Rara toh," kata Indro.

"Nama juga kekasih hatinya Dono," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Hati-hati di jalan Don," kata Indro.

"Iya. Assalamualaikum," kata Dono.

"Waalaikumsalam," kata Indro dan Kasino bersamaan.

Indro dan Kasino fokus nonton Tv. Dono, ya keluar rumah dan membawa motornya dengan baik ke tempat temannya Rara. Sampai di rumah teman Rara. Segera Rara naik motornya Dono. Dengan baik Dono membawa motornya sampai di rumah Rara. Di rumah Rara. Dono ngobrol dengan Rara di ruang tamu gitu, ya di bicarakan hal yang biasa-biasa saja sekedar basa-basi obrolan gitu. Sampai waktunya, ya Dono pamit pulang sama Rara.  Dono membawa motornya dengan baik sampai rumah. Rara di rumahnya, ya tidur dengan tenang di kamarnya dengan baik, ya mimpi indah gitu. Dono sampai di rumah, ya istirahat dengan tenang lah di kamarnya. Kasino dan Indro, ya istirahat juga di kamarnya setelah nonton Tv gitu.

MEDAN PERANG

Kasino sedang asik merawat tanamannya di potnya di halaman belakang. Indro duduk di halaman belakang nonton vidio musik religi di Hp-nya yang pertama di tonton artis Putri dengan lagunya 'Doaku' sampai lagu berikutnya, ya artis yang bawa lagu religinya gitu lagi puasa di bulan Ramadhan.....santai gitu tapi ada nilai ibadah gitu dengan mendengar lagu religi sama aja memberikan masukan baik gitu, ya nasehat setiap kata-kata lirik lagu tersebut jadi lebih dekat pada kebaikan dan kebenaran dengan agama Islam.

Dono masih di kamarnya masih menonton vidio Youtobe anime dengan baik di leptopnya. Dono terkesan dengan tokoh ceweknya yang sifatnya kasar kaya barbar, ya otomatis gampang memukul gitu pada tokoh cowoknya. 

"Terkesan dengan pergolakan ceritanya," kata Dono.

Dono paham apa yang di tontonnya cuma animasi tujuannya sekedar tontonan yang menghibur gitu. Dono terus menonton vidio tersebut sampai berlanjut ke vidio selanjutnya karena memang ceritanya berseri gitu. Kasino merasa senang tanaman di potnya tumbuh dengan bagus banget karena di rawat dengan baik. Pada akhirnya Kasino sudah selesai gitu merawat tanaman di potnya, jadi mencuci tangannya dengan sabun dan air mengalir dari kran. Setelah itu duduk di sebelah Indro yang sedang asik menonton vidio religi di Hp-nya. 

Biasanya saat istirahat setelah merawat tanaman di pot Kasino menikmati minum teh dan makan keripik atau gorengan karena di puasa di bulan Ramadhan kebiasan itu tidak ada sih, ya Kasino tetap puasa dengan baik gitu. Indro berhenti nonton vidionya di Hp-nya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Apa bener media sosial penggugur amalan puasa gitu?" kata Indro.

"Kok hal begituan tanya ke aku. Ya aku kan bukan Ustad lah!" kata Kasino.

"Sekedar sebuah pendapat saja. Tidak perlu status Ustad. Yang penting paham ilmu agama Islam gitu," kata Indro.

"Ok lah. Sekedar pendapat saja. Ya bisa di bilang sih menggugur amalan puasa gitu tergantung dari tema yang di angkat dan di publikasikan di media sosial," kata Kasino.

"Memang sih banyak vidio di media sosial yang kacau balau-balau gitu. Sampai hal yang enggak penting saja di publikasikan di buat vidionya salah satu contohnya saja kaya curhatan gitu," kata Indro.

"Masalah pribadi atau sebenarnya cuma setingan saja yang membuat kehebohan di dunia maya," kata Kasino.

"Setelah vidio ini dan itu di publikasikan di media sosial, ya jadi pokok masalah yang harus di bahas dengan baik agar di selesaikan lewat media sosial juga. Ahli di bidang keilmuan muncul semua untuk menyelesaikan masalah dengan memberikan masukan yang baik. Pada akhirnya media sosial medan perangnya antara kebaikan dan keburukan. Di pikir dengan baik sih kaya game saja jadinya," kata Indro.

"Zaman sudah seperti ini. Mau di kata apa?" kata Kasino.

"Kalau di pikir dengan baik lebih baik nonton vidio musik religi jadi dapat mengarahkan manusia makna dari lagu tersebut," kata Indro.

"Benerlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Dan juga di tambah dengan vidio-vidio ceramahnya para Ustad, ya artis terkenal gitu. Banyak arahan yang baik untuk manusia itu berjalan di jalan kebaikan, ya dekat dengan Sang Pencipta Allah SWT," kata Indro.

"Bener omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Ya sudahlah. Aku main game saja!" kata Indro.

"Ya, aku juga. Santai gitu," kata Kasino.

Kasino dan Indro main game di Hp-nya dengan penuh keasikan gitu. Dono menyelesaikan nonton vidio anime dan segera mengetik di leptopnya untuk membuat cerita yang baik gitu.

Friday, April 23, 2021

PATUH PADA ATURAN

Kasino di ruang tamu sedang asik main game di Hp-nya. Indro ke luar dari kamarnya sambil membaca artikel di Hp-nya dengan baik dari berita seputar artis, olah raga sampai pemerintahan yang ini dan itu baik di dalam negeri sampai luar negeri. Dono di ruang tengah, ya nonton Tv  dengan acaranya sih sinetron yang di bintangi artis Nabila. 

Indro duduk di ruang tamu, ya di sebelah Kasino. 

"Kasino," kata Indro. 

Kasino berhenti main game di Hp-nya dan berkata "Apa?"

"Ada berita nie yang aku baca di Hp. Katanya sih. Sebaiknya sholat Idul Fitri di rumah saja dengan alasan sih mencegah ini dan itu masih kaitkan dengan covid-19," kata Indro. 

"Sholat Idul Fitri di rumah saja. Sama saja kaya tahun kemarin dong," kata Kasino. 

"Memang sama jadinya seperti tahun kemarin," kata Indro. 

"Sebenarnya sholat Idul Fitri di rumah saja tidak ada masalah sih buat kita. Entah orang lain?" kata Kasino. 

"Memang sholat Idul Fitri di rumah saja, ya tidak ada masalah untuk kita. Kalau orang lain yang ingin sholat Idul Fitri di lapangan sama di mesjid berkumpul gitu merayakan hari kemenangan gitu seperti biasanya dan saling bersalam-salaman tujuannya ikatan silaturami terjalin dengan baik banget," kata Indro. 

"Sebaiknya rakyat yang baik dan umat Islam yang baik patuh pada undang-undang yang di tetap kan tujuannya menciptakan keamanan dan keteraturan gitu," kata Kasino. 

"Itu sih bentuk nasehat. Memberikan masukan yang baik. Aku yang paham sih. Pastinya aku patuh pada aturan toh untuk kebaikan gitu," kata Indro. 

"Tidak perlu di bahas lebih jauh. Toh Idul Fitri masih jauh. Yang terpenting itu puasa di bulan Ramadan di usahakan tidak ada yang bolong jadi puasa sebulan penuh berhasil gitu," kata Kasino. 

"Ya aku paham omongan mu Kasino. Termasuk khatam baca Al-Qur'an...kan!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

"Kalau begitu aku baca Al-Qur'an di Hp aku saja. Aplikasi gitu!" kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino berhenti beneran main game di Hp-nya dan segera mengambil kitab Al-Qur'an di meja, ya segera di baca dengan baik. Indro baca Al-Qur'an dengan baik di Hp-nya, ya aplikasi gitu. Dono masih asik nonton Tv, ya memang sinetronnya bagus banget gitu. 

NIATNYA

Sepulang dari tarawih. Indro dan Kasino, ya duduk di ruang tengah untuk menonton Tv. Dono masuk kamarnyan. Di dalam kamarnya Dono membuka sebuah majalah lama yang isinya berkaitan dengan pemerintahan yang ini dan itu.

"Apa aku buat cerita dari majalah ini...idenya?" kata Dono.

Dono membuka lembar majalah dengan baik sampai menemukan selembar kertas yang berisi cerpen buatan Dono sendiri.

"Niatnya...judul cerpen ini," kata Dono.

Dono berpikir dengan baik banget.

"Ini cerpen aku masukan dalam Blog saja," kata Dono.

Dono pun membuka leptopnya dan mulai mengetik dengan baik, ya menyalin tuh cerpen gitu..

Isi cerpen yang di ketik Dono :

Dono masuk rumah, ya ucap salam "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," jawab Indro yang sedang duduk di ruang tamu lagi baca buku.

"Waalaikumsalam," jawab Kasino juga tapi telat, ya biasa sih sibuk main game di Hp.

Dono, ya duduk sambil menaruh dua bungkus nasi meja.

"Makanan," kata Indro yang seneng gitu.

"Oh....makanan," saut Kasino yang asik main game di Hpnya.

Indro mau mengambil satu bungkus nasi tersebut.

"Tunggu dulu Indro. Ini nasi ada makna," kata Dono.

"Maksudnya Don?" tanya Indro.

"Ini nasi bungkus ini satu pemberian dari orang miskin. Sedangkan satu bungkus nasi....ini pemberian orang kaya yang punya jabatan di kota ini, ya bisa di bilang Walikota. Dari dua bungkus nasi ini...mana yang lebih niatnya?" kata Dono.

"Sebenarnya dua bungkus nasi itu baik niatnya. Tapi kalau di pikir sih lebih baik sih. Nasi bungkus dari orang miskin," kata Indro.

"Gimana menurut mu Kasino?" tanya Dono.

"Ya.....orang miskinlah lebih baik dengan alasan nilai rasa syukur karena punya rezeki lebih di berikan kepada siapa pun tak mengenal orang itu dari golongan apapun?!" penjelasan Kasino sambil main game di Hp.

"Emang bener omongan kalian berdua. Yang baik orang miskin yang memberikan nasi bungkus pada saya, karena mengucap syukur kelahiran anaknya. Sedangkan nasi bungkus satu lagi....niat memang baik tapi ada niat tersembunyi dari pejabat kota ini. Ya biasa sih ingin di pilih lagi," kata Dono.

"Itu...sih biasa. Dengan cara apapun untuk bisa menarik simpatik masyarakat untuk memilihnya," kata Indro.

"Iya...biasa sih. Cuma....kalau gak jadi....kan sering dumel kaya orang frustasi. Berarti kurang ilmu Ikhlas dalam menyodahkohkan sesuatu," kata Dono.

"Kurang ....ilmu Ikhlasnya," kata Indro.

"Iya, kurang ilmu ikhlasnya," saut Kasino yang sambil main game di Hp.

"Ya...sudahlah. Aku ambil nasi bungkus dari orang miskin," kata Indro.

"Aku ambil...yang ada saja," kata Kasino dan menghentikan main game di Hpnya.

Indro dan Kasino membuka nasi bungkus bersamaan. 

"Ayam goreng...lauknya," kata Indro.

"Ayam goreng...juga lauknya," kata Kasino.

"Jadi....sama-sama kedudukannya dalam memberi sodakoh yang beda tetap niatnya," kata Dono.

"Bener...omongan..mu...Don," saut Indro.

"Indem," saut Kasino.

Dono pun memberikan amplop berisi uang ke Kasino.

"Gajian," saut Indro.

"Hus bukan...itu. Ini uang sodakoh Dono...ke mesjid," kata penjelasan Kasino.

"Jadi...ada rezeki lebih," kata Indro.

"Ya...lumayan. Niat baik," kata Dono.

Dono pun meninggalkan Indro dan Kasino, ya biasa sih ke kamar untuk mengetik di leptopnya. Kasino dan Indro, ya menikmati nasi bungkus tersebut. Setelah itu baru deh melanjutkan kegiatan hari ini di hari minggu yang tenang sekali.

***

Dono pun selesai mengetik cerpen dengan baik di leptopnya dan telah menyimpan hasil ketikan dengan  baik pula. Kertas bertuliskan cerpen itu tetap di taruh di majalah lama. Dono membuka lembaran majalah lagi sampai menemukan dua foto.

"Foto Wulan dan foto Rara. Kisah perjalan hidup. Penuh dengan cinta yang pernuh makna," kata Dono.

Dono menaruh dua foto di majalah lama tersebut dan juga mematikan leptop dengan baik. Dono keluar dari kamarnya langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro dan Kasino. Acara yang di tonton ketiganya masih berkaitan dengan bulan Ramadhan.....pokoknya seru deng acara Tv-nya.

Thursday, April 22, 2021

MENILAI

Dono ke luar dari rumah, ya untuk melaksanakan sholat jum'at di mesjid. Indro dan Kasino, ya sudah duluan ke mesjid gitu. Dono sampai di mesjid dan berada di barisan paling belakang. Kasino dan Indro ada di barisan paling depan. Keadaan di dalam mesjid, ya seperti di berita Tv yang menjalankan protokol Kesehatan gitu, ya regang gitu shafnya.

Umat Islam di dalam mesjid, ya diam saja dan mendengarkan khotbah dari imam. Dono diam juga. Roh muncul di atas kepala Dono, ya kecil ukurannya. Khotbah pun selesai, ya segera di laksanakan sholat jum'at. Dengan khusuk sholat jum'at di jalankan dengan baik. 

Roh tetap memperhatikan sholatnya Dono dengan baik banget. Sampai sholat jum'at selesai dengan baik. Ya Dono meninggalkan mesjid bersama umat Islam yang lainnya. Roh tetap berbicara banyak hal pada Dono.

"Jika aku mati urusan ku dengan Roh selesai. Karena aku masih hidup urusan dengan Roh belum selesai. Roh masih menilai sholat ku dan bacaannya dengan baik," kata Dono.

Roh pun urusannya selesai, ya menghilang alias pergilah. Kasino dan Indro sudah sampai di rumah duluan gitu. Dono, ya belakangan sampai di rumah. 

"Gerah hari ini," kata Dono sambil duduk di ruang tamu. 

Memang suasananya agak panas gitu. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah, ya nonton Tv dengan acara berita gitu. Di meja ada buku dan kitab Al-Qur'an.

"Baca apa ya? Buku apa kitab Al-Qur'an?" kata Dono berpikir.

Dono akhirnya memutuskan dengan baik karena masih urusan bulan Ramadhan, ya puasa gitu untuk pahala jadinya mengambil kitab Al-Qur'an di meja. Dono segera membaca Al-Qur'an dengan baik banget. 

"Buka puasa nanti. Enaknya makan dan minum apa ya?" kata Indro.

"Enaknya sederhana tapi mewah," kata Kasino.

"Tempe dan tahu saja sederhana kalau di olah dengan baik saja jadi mewah gitu," kata Indro.

"Itu juga boleh. Untuk buka puasa. Tempe dan tahu," kata Kasino.

"Ok. Tempe dan tahu saja. Minumnya, ya es jeruk saja," kata Indro.

"Es jeruk minum untuk buka puasa. Sirup atau perasan jeruk...Indro?" kata Kasino.

"Enaknya sih perasan jeruk gitu. Jadi ya  perasan jeruk saja deh," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv masih acara Tv-nya berita yang ini dan itu. Pokoknya berita Tv bagus gitu, karena pembawa acara berita Tv......ganteng dan juga cantik gitu.

ANDAI ADA SUPERHERO

Selesai sholat di tarawih di mesjid, ya Dono, Kasino dan Indro segera pulang ke rumah. Sampai di rumah. Kasino dan Indro nonton Tv di ruang tengah dengan acara Tv, ya berita gitu. Dono di ruang tamu  sedang diam saja. Roh muncul kiri dan kanan, ya bicara tentang banyak hal. 

"Berita tentang kapal selam sedang mengalami masalah gitu. Ya kita cuma berdoa saja agar selamat semua awak kapal selam," kata Kasino. 

"Cuma bisa berdoa saja tidak bisa bertindak apa-apa? Cuma rakyat kecil dan juga jauh lagi," kata Indro. 

"Andai saja ada Superman. Pasti masalah kapal selam yang mengalami masalah di dalam laut, ya bisa di selamatkan dengan baik gitu," kata Kasino. 

"Superhero. Kasino suka Superman. Kalau aku suka siapa ya? Oooo Magneto. Dengan kekuatan Magneto bisa mengangkat kapal selam di dalam lautan kaya di film X-Man gitu," kata Indro. 

"Bisa juga dengan Ironman. Ya kapal selam yang mengalami masalah bisa segera terselamatkan, teknologi Ironman canggih kaya di film Ironman gitu," kata Kasino. 

"Bisa juga dengan superhero ini. Aquman menolong kapal selam mengalami masalah dengan bantuan para hewan laut, ya sampe monster laut kaya di film Aquman gitu," kata Indro. 

"Gatot kaca, ya superhero Indonesia. Jadi menolong kapal selam yang mengalami masalah di dalam laut," kata Kasino. 

"Dunia superhero cuma dunia cerita yang penuh dengan imajinasi yang tinggi banget dapet menyenangkan yang menontonnya. Dunia kenyataan. Usaha dari Pemerintah dalam menyelesaikan masalah, agar kapal selam yang mengalami masalah di dalam lautan bisa di tolong semua awak kapal selam itu," kata Indro. 

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv sampai acara Tv berganti dengan acara lain gitu tetap bagus sih. Dono di ruang tamu masih mendengarkan Roh yang bicara banyak hal sampai akhirnya Roh menghilang gitu alias pergi. Dono segera mengambil buku di mejanya dan segera di bacanya dengan baik banget. 

"Indro saur nanti buat makan apa?" kata Kasino. 

"Buat apa ya?" kata Indro berpikir. 

"Yang sederhana tapi cepat gitu," kata Kasino. 

"Sederhana dan cepat sih. Mie rebus atau mie goreng. Ini saja ayam goreng pake bumbu yang gurik kaya bumbu di iklan Tv saja," kata Indro. 

"Tepung bumbu Sasa," kata Kasino. 

"Tepung bumbu Sasa saja," kata Indro yang tegas. 

"Jadi cuma ayam goreng saja," kata Kasino. 

"Iya cuma ayam goreng saja. Sayur dan sambel masih ada," kata Indro. 

"Ooooo begitu," kata Kasino. 

"Hubungan artis Arsy dengan artis Tiara apa pendapat mu sebatas penonton yang baik gitu yang sering nonton Tv, ya acara rumah seleb gitu di chenel Tv MNCTV gitu?" kata Indro. 

"Ya gimana ya. Sesuai alur cerita yang di buat artis Arsy dan artis Tiara gitu," kata Kasino. 

"Sesuai alur cerita saja kaya lagu yang di nyanyikan artis Arsy dan artis Tiara. Jadi seru gitu ceritanya. Gimana dengan artis Sule yang beritanya luar biasa heboh gitu dengan istrinya Nathalie katanya ada masalah gitu?" kata Indro. 

"Alur permainan toh. Kan cuma penonton yang baik," kata Kasino. 

"Alur permainan toh. Sama aja alur cerita itu mah," kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv acaranya memang bagus banget gitu. Dono tetap asik baca buku.

MENIKMATI MAKAN ENAK

Dono yang duduk di ruang tamu, ya sedang asik baca Al-Qur'an dengan baik banget. Indro memasak di dapur jadi mengeluarkan daging ayam dari kulkas dan mie instan dari lemari.

"Aku buat mie ayam aja!" kata Indro.

Indro pun mulai mengolah daging ayam pun di cincang dengan pisau dan segera di masak dengan bumbu yang sudah di haluskan. Setelah itu daging ayam cincang masak, baru deh Indro memasak mie instan sampai matang. Lalu mie yang matang di taruh di mangkok oleh Indro. Mie di satukan dengan daging ayam cincang satu mangkok. 

"Masakan mie ayam ku jadi. Siap untuk di makan," kata Indro.

Adzan dari mesjid terdengar dengan baik. 

"Alhamdulillah puasa ku pol hari ini," kata Indro. 

Indro berdoa buka puasa dengan baik banget dan setelah itu segera minum air untuk membuka puasa. Indro pun membawa mangkok berisi mie ayam ke ruang tengah, ya sambil nonton Tv gitu. Acara Tv yang di tonton Indro ya menayangkan acara buka puasa dengan baik. 

Dengan asiknya Indro, ya makan mie ayam pake sumpit kaya orang Jepang apa China atau yang benar Korea...ya...tetap sama aja cara makan pake sumpit juga. Dono telah menghentikan baca Al-Qur'an, ya segera berdoa dengan baik dan buka puasa di ruang tamu dengan air botol mineral dan juga kurma. 

Dono mencium bau enak gitu jadi beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang tengah, ya mendekati Indro yang sedang asik makan mie ayam di ruang tengah. 

"Bagi dong mie ayamnya!" kata Dono yang menggotek kaya anak kecil gitu. 

"Dono mie ayamnya ada di dapur," kata Indro.

"Ooooo di dapur mie ayamnya," kata Dono.

Dono ke dapur. Mangkok di isi mie dan juga daging ayam cincang. 

"Mie ayam buatan Indro. Pasti enak," kata Indro. 

Dono pun membawa mangkok berisi mie ayam ke ruang tengah, ya duduk bersama Indro untuk menonton Tv. Dono pun makan mie ayam pake sumpit gitu. 

"Emmm...enak!!" kata Dono.

Dono dan Indro asik makan mie ayam. Kasino sampai di rumah, ya pulang dari urusan kerjaannya. 

"Assalamualaikum," kata Kasino. 

"Waalaikumsalam," kata Indro dan Dono bersamaan. 

Dono menaruh mangkok mie ayam di meja, ya beranjak dari duduknya menuju ruang tamu untuk membuka pintu. Di buka pintu sama Dono dan terlihat Kasino. Ya Kasino masuk rumah, ya segera ke dapur untuk menyalin makan yang ia beli jalan. Dono ke ruang tengah, ya kembali makan mie ayam sambil nonton Tv. Mangkok berisi cuka dan pempek di bawa ke ruang tengah sama Kasino. Ya Kasino duduk dan segera menikmati makan pempek gitu. 

"Kasino tumben beli pempek?" kata Indro. 

"Ada berita tentang kapal selem. Jadi aku beli pempek kapal selem di jalan," kata Kasino. 

"Ooo ada kaitannya dengan berita Tv di toh tentang kapal selem. Jadinya Kasino beli pempek kapal selem," kata Dono. 

"Yang penting pempek kapal selem enak banget," kata Kasino. 

Kasino asik makan pempek selem. Dono dan Indro, ya asik makan mie ayam. Sampai perut ketiganya kenyang, ya beres-bereslah mencuci mangkok dan gelas yang di pakai di belakang dan sekalian wudu untuk sholat magrib. 

Ketiga masuk ke dalam kamar. Seperti biasa hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat? Yang kalah Dono. Jadi Dono jadi imam sholat. Ya sholat magrib di jalankan khusuk banget sampe selesai. Ya ketiganya berzikir dan berdoa dengan baik. 

"Hari ini kita sholat tarawih di mesjid," kata Dono. 

"Ayo sholat tarawih di mesjid," kata Indro. 

"Idem," kata Kasino. 

Ketiga sepakat sholat tarawih di mesjid, ya keluar dari rumah dan berjalan dengan baik menuju mesjid. Sampai di mesjid. Segera ketiganya melaksanakan sholat tarawih bersama umat yang lainnya. 

Wednesday, April 21, 2021

SAMA AJA

Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah. Acara di Tv menceritakan orang-orang suku pedalaman yang hidup dengan penuh keharmonisan dengan alam, ya dengan baik. Orang-orang suku pedalaman mengadakan acara yang sifatnya ritual gitu untuk ucap syukur pada Tuhan dengan acara kurban kambing, ya penyembelihan gitu yang di pimpin oleh pendeta yang mampu mendengarkan suara Roh. Daging kambing kurban tersebut pun di masak dengan baik, ya sampai mantang dan di makan sama orang-orang suku pedalaman. Acara berjalan dengan baik banget dengan penuh kegembiraan gitu. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Cerita orang suku pedalaman bagus ya Kasino," kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

"Pendeta yang bisa mendengarkan Roh. Sama di sebut utusan Tuhan kan?!" kata Indro. 

"Iya memang sih. Pendeta itu sama di sebut utusan Tuhan. Pendetanya kan membimbing orang-orang untuk menyembah Tuhan, ya berdasarkan arahan dari Roh yang di dengar sama Pendeta," kata Kasino. 

"Bisa saja di bilang Pendeta itu Nabinya untuk orang-orang suku pedalaman," kata Indro. 

"Ya bener omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Jadi bentuk dari agamanya orang-orang suku pedalaman dong," kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

 "Jadi orang terpilih jadi Pendeta atau Utusan Tuhan atau Nabi, ya harus mampu mendengarkan suara Roh," kata Indro. 

"Benerlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Bagaimana dengan Dono yang bisa mendengarkan suara Roh?" kata Indro. 

"Di bilang sama jadi keruh. Di bilang tidak sama bingung juga. Ya sudahlah. Sama aja. Cuma obrolan saja kan," kata Kasino. 

"Berarti kedudukannya sama toh," kata Indro. 

Indro dan Kasino terus nonton Tv dengan baik sampai filmnya habis dan di ganti acara berita. Dono di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget. Di luar rumah, ya lingkungan gitu. Terdengar suara anak-anak sedang main petasan. Meledak sana meledak sini. Dono tetap jojong baca Al-Qur'an dengan baik banget. Kasino dan Indro, ya tetap asik nonton Tv. 

KAYA WAYANG

Kasino dan Indro nonton Tv di ruang tengah, ya acara LIDA 2021 di chenel Indosiar. 

"Acara musiknya tetap heboh," kata Indro. 

"Ya seperti biasanya. Pinter orang-orang yang mengisi acara Tv. Jadi heboh," kata Kasino. 

"Sesuai karakter penokohan. Kaya wayang gitu. Ada yang bagian protagonis dan juga lawannya antagonis," kata Indro. 

"Di bawa suasana serius dan juga tidak serius....maksudnya lawak gitu," kata Kasino. 

"Ooooo iya Kasino tentang agama. Ya benturan agama itu bisa terjadi di karena kurangnya pemahaman ilmu kan?!" kata Indro. 

"Memang iya. Benturan agama itu terjadi karena kurangnya pemahaman ilmu. Bisa di bilang tersesat-tersesatnya orang-orang di jalan agama. Contohnya : ngaku Nabi. Berita di Tv masih membahasnya," kata Kasino. 

"Maka itu. Hukum di buat untuk menyelesaikan benturan yang terjadi pada agama," kata Indro. 

"Memang begitulah kerja hukum untuk mengatasi masalah yang ini dan itu. Contohnya : seperti orang melanggar lampu merah. Jadi harus di tegakkan hukumnya dengan baik. Karena undang-undangnya telah di sepakati. Kalau mau lebih jelasnya sih belajar ilmu hukum. Kenapa undang-undang di buat begini dan begitu?" kata Kasino. 

"Urusan kebencian ini dan itu yang masih kaittannya dengan agama. Ya langsung di tindak berdasarkan undang-undang yang telah di sepakatin bersama," kata Indro. 

"Jelas banget. Hukum akan bertindak dengan baik," kata Kasino. 

"Ya sudah tidak perlu di bahas lebih jauh. Karena aku bukan bidang hukum," kata Indro. 

"Sama. Aku bukan bidang hukum. Cuma sifat umum saja!" kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv yang acaranya bagus banget. Dono selesai mengetik di leptopnya, ya di simpan hasil ketikan dengan baik banget di leptopnya. Dono mematikan leptop dan keluar dari kamarnya. Memang Dono ke ruang tengah melihat Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv, ya biasa sih acara musik di Indosiar. Dono menonton Tv dalam keadaan berdiri. 

"Acara tetap bagus seperti biasanya," kata Dono. 

"Iya Don acaranya tetap bagus seperti biasanya...karena ada artis Lesti yang cantik gitu," kata Indro. 

"Kok cuma artis Lesti aja. Padahal ada artis Rara dan juga peserta cewek," kata Kasino. 

"Iya deh. Ada artis Rara dan juga peserta cewek yang cantik gitu," kata Indro. 

"Bagaimana mana dengan artis cowok?" kata Dono. 

"Ya seperti biasanya lah. Ganteng sih. Tapi rasanya enggak enak ya muji cowok. Enakan muji cewek," kata Indro. 

"Indro kan normal. Beda dengan cowok yang terbawa perasaan kalau muji cowok," kata Kasino. 

"Bener juga omongan Kasino," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

"Kalau begitu mau baca AL-Qur'an di ruang tamu, ya biasa masih bulan Ramadhan gitu," kata Dono. 

"Iya," kata Kasino dan Indro bersamaan. 

Kasino dan Indro fokus nonton Tv dengan acara bagus banget. Dono ke ruang tamu. Duduk di ruang tamu dan mengambil kitab Al-Qur'an di meja, ya Dono segera baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

PENYESUAIAN KEADAAN

Dono duduk di ruang tamu sedang nonton vidio Youtobe musik relegi dari Hp-nya dengan baik banget. Indro yang selesai baca Al-Qur'an di kamar dan kitab Al-Qur'an di taruh dengan baik di meja belajar. Indro keluar dari kamar langsung ke ruang tamu. 

Indro duduk dengan baik di ruang tamu dan berkata "Asik banget Dono nonton vidio musik relegi di Hp." 

Dono menghentikan nonton vidio musik relegi di Hp-nya. 

"Iya. Masih bulan Ramadhan. Nonton vidio musik relegi," kata Dono. 

"Acara Tv juga masih berkaitan dengan bulan Ramadhan. Jadi retingnya lagi bagus-bagusnya tuh acara," kata Indro. 

"Penyesuaian keadaan acara Tv dengan bulan Ramadhan," kata Dono. 

"Ooo iya Don. Sering banget buat cerita cerpen Islami. Kenapa Don?" kata Indro. 

"Puasa. Bulan Ramadhan," kata Dono. 

"Itu sih sama aja dengan acara Tv. Penyusaian keadaan dengan bulan Ramadhan," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Sebenarnya sih aku ingin buat cerita yang berkaitan dengan agama Kristen, Protestan, Budha, Hindu, dan juga Kong Hu Cu," kata Dono. 

"Buat cerita agama lain. Sama aja Dono berdakwa menyebarkan agama yang Dono sebutin itu," kata Indro. 

"Masa?" kata Dono. 

"Beneran Don. Sama aja Dono memberikan arahan pada umat agama lain yang Dono sebutin itu supaya memahami agama yang di yakininya dengan baik," kata Indro. 

"Apakah aku akan di benci sama umat agama Islam jika aku membimbing agama lain sesuai ajarannya?" kata Dono. 

"Kalau aku sebagai teman satu agama sih tidak ada masalah, ya begitu juga dengan Kasino juga. Ya kalau yang lain mungkin Don berdasarkan proses penelitian yang ini dan itu. Nama juga manusia Don dilihat dari ilmunya Don," kata Indro. 

"Benturan itu mah. Ya sudahlah. Aku buat cerita yang biasa aja. Yang sifatnya umum saja," kata Dono. 

"Itu lebih baik. Main aman gitu. Mencegah hal-hal yang tidak di inginkan gitu," kata Indro. 

"Ya...ya...ya," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game di Hp-ku!" kata Indro. 

"Ya," kata Dono. 

Dono melanjutkan nonton vidio musik relegi di Hp-nya. Indro sudah asik main game di Hp-nya. Kasino sedang asik nonton acara Tv yang berkaitan bulan Ramadhan karena memang acaranya seru banget gitu. 

Tuesday, April 20, 2021

KESETARAAN

Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah dengan acara berita. Dono sedang baca Al-Qur'an di kamarnya dengan baik banget. Berita di Tv tentang memberitakan tentang memperingati hari Kartini. 

"Jadi hari ini beritanya seputar hari Kartini toh," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Di beritakan dengan baik banget tentang hari Kartini ini," kata Kasino. 

"Kesetaraan gender toh," kata Kasino. 

"Memperjuangkan hak-hak wanita. Kedudukannya sama dengan pria," kata Indro. 

"Zaman sekarang kan telah terbukti dengan baik. Yang jadi pemimpin saja banyak wanita sekarang," kata Kasino. 

"Mau pemimpin cewek atau cowok sama aja. Yang terpenting itu adalah kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan sesuatu agar sistem pemerintahan berjalan dengan baik banget," kata Kasino. 

"Omongan Indro bener sih," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Kalau urusan cewek. Ya lumrah seperti urusan percintaan aku. Hari ini aku baik hubungannya. Esok bertengkar dengan urusan yang sepele sih. Ya dekat dengan cewek lain. Nama juga cowok gitu. Ganteng dan keren," kata Indro. 

"Kalau di bales Saskia dengan jalan cowok lain gimana?" kata Kasino. 

"Ya aku cemburulah," kata Indro. 

"Kedudukan sama kan. Satu sama. Jadi cowok dan cewek zaman sekarang ini bisa mengambil keputusan dengan baik untuk bahagia dari pada kecewakan. Kesetaraan gender gitu," kata Kasino. 

"Aku mengerti omongan Kasino. Sebenarnya omongan kita ini banyak manfaatnya atau tidak?" kata Indro. 

"Kalau nilai masukannya bersifat nasehat untuk orang berjalan di jalan kebaikan. Jadi banyak manfaatnya lah," kata Kasino yang tegas. 

"Memang sih. Teman yang baik itu tempat untuk saling memberikan masukan, ya nasehat agar jalan hidup jadi baik," kata Indro. 

"Kalau begitu tidak perlu di bahas lebih jauh lagi!" kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

Indro mengganti chenel Tv dengan remot, ya acara yang di cari acara yang masih bertemakan Islam. Indro dan Kasino, ya fokus nonton acara mengaji di Tv. 

"Acara yang kita tonton ini banyak manfaatnya," kata Indro. 

"Iya. Masih kaittannya dengan bulan Ramadan di isi dengan nilai kebaikan. Salah satunya, ya baca Al-Qur'an," kata Kasino. 

"Mendengarkan orang baca Al-Qur'an, ya pahala," kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di kamarnya masih baca Al-Qur'an agar khatam baca Al-Qur'an di bulan Ramadan ini. 

IBADAH DI RUMAH

Seusai buka puasa. Dono, Kasino dan Indro segera sholat magrib berjamaah di kamar yang di khususin untuk sholat. Seperti biasa hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang kalah jadi iman sholat? Ternyata Indro jadi imam sholat dan Kasino dan Dono jadi makmumnya. Sholat di jalankan dengan penuh khusuk banget, ya sampai selesai. 

Indro, Kasino dan Dono berzikir dan juga berdosa dengan baik banget. Dono mengambil Al-Qur'an di meja dan segera di baca Al-Qur'an dengan baik banget. Indro dan Kasino keluar dari kamar menuju ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino mengambil remot di meja, ya menghidupkan Tv dan memilih acara berita gitu.

"Berita masih bergulir tentang urusan Pemerintahan," kata Indro.

"Iya," kata Kasino sambil menaruh remot di meja.

Kasino dan Indro terus nonton acara berita di Tv dengan baik banget. 

"Kasino main seandainya seperti biasanya gitu," kata Indro.

"Pasti urusan cewek," kata Kasino.

"Ya memang sih urusan cewek. Nama juga mainan seandainya gitu," kata Indro.

"Ok cuma pemain sih. Tidak ada masalah sih," kata Kasino.

"Permainannya seperti ini. Jika Kasino orang menyukai artis Selfi. Sedangkan artis Selfi sedang beduan dengan artis Nazar sampai pegangan tangan, ya romantis gitu. Kasino cemburu apa tidak dengan hubungan artis Selfi dengan artis Nazar?" kata Indro.

"Itumah otomatis cemburulah. Rasa ingin marah, tapi di tahan gitu. Kalau ada samsak sih aku langsung tinju bertubi-tubi untuk menghilangkan rasa marah ku itu," kata Kasino.

"Kasino cinta dong sama Selfi?!" kata Indro.

"Permainan menjebak ini mah. Aku harus bersikap serius dalam permainan," kata Kasino.

"Jika situasi di buat kenyataan bukan permainan. Kasino harus bersikap serius lah. Contohnya : Artis Billy yang menyukai Artis Memes. Awalnya permainan, tapi jadinya serius banget. Jadi yang nonton itu rasa seru banget gitu, maksudnya senang banget melihat adegan Artis Billy dengan artis Memes yang romantis gitu," kata Indro.

"Mau Indro aku kabulin. Pemain jadinya serius. Aku benar-benar cemburu banget karena hubungan artis Selfi dengan artis Nazar. Puas!!!!" kata Kasino.

"Aku puas banget," kata Indro. 

"Sekarang Indro. Jika Indro menyukai artis Memes. Padahal artis Memes sedang dekat dengan artis Billy. Apakah Indro cemburu?" kata Kasino. 

"Aku memang suka artis Memes. Tapi masalahnya aku sudah ada Saskia yang aku cintai," kata Indro. 

"Kenapa jadi urusan kenyataan Indro? Harusnya permainan!" kata Kasino. 

"Ok. Main. Aku cemburu berat. Artis Memes dekat dengan artis Billy," kata Indro. 

"Gimana dengan Saskia?" kata Kasino. 

"Kok di hubungan dengan Saskia. Katanya permainan?!" kata Indro. 

"Permainan bisa saja jadi kenyataan. Sikap Indro bagaimana?" kata Kasino. 

"Permainannya di buat kenyataan. Ya Aku berdengkar dengan Saskia, ya gara-gara aku menyukai artis Memes. Pada akhirnya aku milih Saskia lah," kata Indro. 

"Indro tetap cinta sama Saskia. Walau kadang hubungan kenyataan, ya bertengkar karena urusan sepele. Gara-gara Indro perhatian dengan cewek lain gitu," kata Kasino. 

"Buka kartu. Masalah aku. Malu aku jadinya," kata Indro. 

"Untuk apa malu. Urusan begitu?!" kata Kasino. 

"Becanda Kasino," kata Indro. 

"Ooooo becanda toh!" kata Kasino. 

Terdengar suara adzan dari mesjid. 

"Permainan udahan!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino mengambil remot di meja dan mematikan Tv. Indro bergerak masuk kamar begitu juga Kasino. Dono telah selesai baca Al-Qur'an jadi Al-Qur'an di taruh di meja. Dono, Kasino dan Indro main hompimpa dan juga suit untuk menentukan imam sholat. Yang kalah ternyata Kasino, jadi imam sholat. Ketiganya mulai sholat isya dengan khusus banget, ya di jalankan sholat dengan baik sampai selesai dan di lanjutkan sholat taraweh dengan baik ketiganya menjalankan dengan baik banget, ya sampai selesai.

"Kewajiban sebagai muslim yang baik di jalankan dengan baik banget," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Idem," kata Kasino.

Ketiganya keluar dari kamar. Dono ke ruang tamu untuk baca buku. Kasino ke ruang tengah untuk nonton Tv dengan acara Tv sinetron. Indro ke kamarnya, ya main game di komputernya. 

CAMPUR ADUK

SANGDIL SANAM

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di channel ANTV, ya Budi duduk dengan santai di depan rumahnya seda...

CAMPUR ADUK