CAMPUR ADUK

Saturday, July 19, 2025

GANAPATH : A HERO IS BORN

Malam hari, ya keadaan lingkungan sekitar rumah Budi baik. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus di chenel MAXStream, ya seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik, ya sambil menikmati minum teh dan makan singkong rebus. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Pada tahun 2070, yaaa perang yang dahsyat menyebabkan dunia terbagi oleh tembok yang menjulang tinggi, dengan orang-orang kaya tinggal di kota bernama Silver City yang dipimpin oleh Dalini, sementara orang-orang miskin bertahan hidup di kota yang hancur dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar karena kota itu dikuasai oleh Silver City.

Sementara itu, Guddu tinggal di Silver City dan bekerja untuk antek Dalini, John, yang menyelenggarakan pertandingan tinju dan mendapatkan uang melalui taruhan yang dipasang oleh orang-orang kaya. Suatu hari, John memberi tahu Guddu untuk mengajak Dimple, pacar John, ke kelab malam karena ia sedang sibuk menghadiri rapat. Dimple melakukan kekerasan fisik terhadap Guddu, di mana John memergoki mereka dan mengubur mereka hidup-hidup. Guddu secara ajaib selamat dan Kaizad memintanya untuk pindah ke kota orang miskin dan bertemu Shiva, seorang pelatih tempur.

Guddu mengetahui bahwa dia sebenarnya adalah Ganapath, seorang penyelamat legendaris bagi orang-orang miskin, seperti yang diramalkan oleh Maharishi Dalapathi. Guddu menerima pelatihan tempur di bawah bimbingan Shiva dan Jassi yang percaya diri, di mana dia akhirnya mengakui dirinya sebagai Ganapath dan menipu John, Dalini, dan antek-antek mereka agar percaya bahwa dia ada di pihak mereka. Dilatih sebagai petarung ulung, Guddu memenangkan pertandingan untuk mereka, sambil berpura-pura kepada Jassi dan Shiva bahwa dia tidak tertarik dengan tujuan mereka.

Setelah mengamankan kemenangan di sebagian besar pertandingannya, Guddu membujuk John dan rekan Dalini untuk mempertaruhkan uang mereka pada lawannya di pertandingan final karena Guddu berencana untuk kalah dengan sengaja dalam pertandingan tersebut. Guddu juga meyakinkan mereka untuk mengizinkan orang miskin mempertaruhkan tabungan mereka pada pertandingan ini, di mana John dan rekan-rekannya mendapatkan keuntungan lebih lanjut dengan merampas uang dari orang-orang miskin, meninggalkan mereka dalam keadaan yang menyedihkan. Namun, ini adalah cara Guddu untuk membalas dendam karena ia bermaksud untuk mengikuti jalan yang berbeda.

Saat melepaskan Jassi dari kurungannya, Guddu diam-diam memerintahkannya untuk mendorong orang-orang miskin agar menaruh tabungan mereka pada pertandingan tersebut. Guddu menjalankan rencana yang ia bagikan dengan John, dengan mudah mendominasi lawannya di dua ronde pertama. Di ronde ketiga, Guddu berpura-pura kalah, tetapi menyadari bahwa John telah menaruh uangnya dan Dalini pada lawannya. Guddu melakukan serangan balik dan mengalahkan lawannya, menyebabkan kerugian besar bagi John dan Dalini. Guddu kemudian mengungkapkan tindakannya di televisi, yang ditonton oleh orang-orang miskin dan kaya, dan mengakui bahwa Shiva adalah ayah kandungnya.

Guddu mengatakan bahwa ia telah memberikan kesempatan kepada orang miskin untuk menantang orang kaya dengan kemenangan mereka, sambil mengenakan jubah Ganapath. Guddu juga menantang Dalini untuk mengungkapkan dirinya, di mana Dalini mengungkapkan dirinya sebagai doppelganger Guddu dan terungkap bahwa Dalini sebenarnya adalah bentuk AI. Guddu menantang Dalini untuk bertarung.

***

Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum teh dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan ular tangga saja Budi!" kata Eko.

"Okey main permainan ular tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan ular tangga di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu.

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Victoria yang kerja dengan baik sebagai sekertaris di perusahaan PT. ANDROMEDA, ya pemilik perusahaan adalah Adit gitu. Ya Adit sebagai bos yang baik...menjalankan perusahaan PT. ANDROMEDA dengan baik gitu. Victoria suka dengan bosnya, ya Adit gitu, rasa suka Victoria di simpan dengan baik di dalam hati gitu. Gema dan Gibran bekerja sama dengan baik menjalankan usaha kafe yang ada live musik gitu, ya penyanyi di kafe adalah Kiara gitu. Gema dan Kiara menjalin hubungan kisah cinta yang baik gitu. Victoria berteman baik dengan Gema dan Gibran dari masa SMA sampai sekarang gitu. Ya Victoria sering ke kafe Gema dan Gibran tujuannya untuk ngobrol ini dan itu, ya pastinya Victoria happy-happy di kafe Gema dan Gibran gitu. Adit menyukai Victoria gitu. Hubungan Adit dan Victoria baik gitu, ya karena rasa suka gitu jadi Adit menyatakan cinta sama Victoria gitu. Ya yang di harapkan Victoria adalah jadian sama Adit gitu, ya jadi Victoria menerima Adit dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Adit dan Victoria gitu. Victoria bercerita juga pada Gema dan Gibran tentang kebahagian Victoria jadian sama Adit gitu. Gema dan Gibran senang sih...Victoria jadian sama Adit gitu. Hubungan kisah cinta Victoria dan Adit, ya berjalan baik gitu. Ceritanya di buat, ya Adit dan Victoria menikah gitu dan menjalankan rumah tangga dengan baik sampai punya anak bernama Naura gitu. Victoria kebiasaan arisan dengan Ibu-Ibu komplek perumahan elit gitu. Gema memang sudah menikah dengan Kiara, ya Gema menjalankan rumah tangga dengan baik gitu. Gibran menjalankan pacaran dengan Adara gitu. Ya Adara tetangga sebelah rumah Gibran dan kerjaannya Adara pengacara gitu. Victoria merasa keganjilan dan keganjilan gitu dengan Adit gitu. Sampai Victoria membicarakan dengan baik sama Gema dan Gibran tentang Adit yang kemungkinan selingkuh gitu. Adit memang menjalankan kisah cinta dengan cewek yang bernama Vio gitu. Ya Vio menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Ya Vio punya mantan pacar yang bernama Ardian, ya memang Ardian berengsek sih....menjual narkoba di kampus dan akhirnya Ardian di tangkap polisi kepolisian Lapor Pak! gitu. Ardian di penjara sama polisi. Di penjara Ardian meratap dengan baik, ya kesalahannya menjual narkoba gitu. Karena pacaran dengan Adit, ya Vio bisa tinggal di apartemen gitu. Kehidupan Vio lebih baik gitu karena pacaran dengan Adit...pemilik perusahaan PT. ANDROMEDA gitu. Memang sih...pacaran Adit dan Vio kucing-kucingan takut ketahuan Victoria gitu. Victoria tetap curiga sih dengan Adit selingkuh gitu. Untuk menutupi perselingkuhan Adit sama Vio, ya Adit selalu membelikan apa yang di sukai Victoria? Ya tujuannya Victoria senang gitu. Victoria senang sih di beliin sama Adit..apa yang di sukai Victoria gitu?. Rumah tangga Adit dan Victoria tetap baik. Hubungan kisah cinta Adit dan Vio tetap baik gitu. Vio menjalankan hubungan kisah cinta sama Adit tujuannya harta Adit gitu. Ya yang diimpikan Vio mau jadi istri kedua Adit demi harta gitu. Ceritanya Victoria sampai tahu sih, ya bahwa Adit selingkuh dengan cewek bernama Vio gitu. Victoria dan Adit bertengkar gitu. Rumah tangga Adit dan Victoria kacau karena Vio gitu. Adit stres karena bertengkar terus sama Victoria gitu, ya Adit sering ke klab malam untuk mabuk-mabukan gitu. Vio berusaha dengan baik membuat Adit meninggalkan minuman beralkohol karena tidak baik untuk Adit gitu. Ceritanya sampai Adit kecelakaan mobil karena keadaan mabuk gitu. Adit meninggal gitu. Victoria bersedih dengan baik gitu karena Adit meninggal gitu. Vio bersedih karena Adit yang di cintai Vio meninggal gitu. Vio gagal mencegah Adit untuk tidak minum-minum beralkohol gitu, ya penyebab Adit meninggal karena Adit mabuk dalam mengendarai mobil gitu. Victoria menyesal bertengkar dengan Adit karena Vio, ya kalau Victoria bisa menerima Vio jadi istri kedua Adit...maka ceritanya Adit tetap masih hidup gitu, ya Adit tetap bisa bersama Victoria karena anak, ya Naura gitu. Adit sudah meninggal gitu, ya jadi Adit di makam dengan baik gitu. Victoria menjalankan hidupnya dengan baik demi Naura gitu, ya perusahaan PT. ANDROMEDA di jalankan sama Victoria dengan baik gitu. Vio yang tinggal di apartemen, ya memang apartemen di beliin Adit untuk Vio gitu, ya moment kebersamaan Vio dan Adit di apartemen...membuat sedih Vio karena Vio memang benar-benar cinta Adit gitu, ya Vio kehilangan Adit banget karena Adit meninggal gitu. Vio tidak tinggal di apartemen, ya apartemen sama Vio di jual karena Vio selalu teringat Adit terus membuat Vio sedih gitu. Vio kembali ke rumah orang tuanya dan Vio tetap menjalankan kuliah dengan baik gitu. Gema dan Gibran sebagai teman baik Victoria, ya Gema dan Gibran selalu ada untuk Victoria tujuannya sih Victoria bisa menghilangkan kesedihannya karena Adit meninggal gitu. Seperti biasa sih Victoria ke kafe Gema dan Gibran tujuannya happy-happy gitu. Gibran dan Adara yang saling mencintai, ya keduanya menikah gitu. Gema dan Kiara yang menjalankan rumah tangga dengan baik, ya ternyata Kiara tidak bisa punya anak gitu. Gema tetap cinta sama Kiara dengan baik, ya menerima dengan baik sih keadaan Kiara yang tidak bisa punya anak gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus!" kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah persahabatan tokoh Gema, tokoh Gibran, dan tokoh Victoria," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Diantara dua pilihan, ya tokoh Adit dengan tokoh Victoria dan tokoh Vio," kata Eko.

"Kisah cinta...diantara dua pilihan," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, ya asik main permainan ular tangga gitu.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Hidup ini tetap sama sih...Eko!" kata Budi.

"Agama yang berkembang dengan baik di Indonesia, ya 6 ajaran agama," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"6 agama, ya kerajaan-kerajaan Tuhan," kata Eko.

"Memang sih...Eko, ya 6 agama.... kerajaan-kerajaan Tuhan," kata Budi.

"6 agama, ya berkaitan dengan ekonomi jadi ekonomi di gerakan dengan baik demi hidup ini," kata Eko.

"Roda ekonomi berkaitan dengan...6 ajaran agama," kata Budi.

"Hasil dari usaha-usaha yang di jalankan berkaitan 6 agama, ya...rezeki masing-masing," kata Eko.

"Omongan Eko benar sekali sih!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan ular tangga gitu.

ONCE UPON A TIME IN MUMBAI DOBAARA!

"Bulan bersinar dengan baik...malam ini," kata Budi.

Seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dimulai di mana pendahulunya berakhir, yaaa dengan sultan yang berkuasa Shoaib Khan mendapatkan rasa hormat setelah mentornya, Sultan Mirza menyerahkan kekuasaannya kepada Shoaib pada tahun 1975, hanya untuk dibunuh olehnya sebagai balas dendam atas penghinaan publik segera setelahnya.

Dua belas tahun kemudian, pada tahun 1987, Khan masih seorang penggoda wanita yang karismatik dan ramah, yang telah memperluas kekuasaannya ke Timur Tengah. Teman-temannya hanyalah Javed (yang mengawasi pekerjaan ilegalnya), mantan kekasihnya Mumtaz, dan Aslam, seorang remaja yang ditemui Khan saat berkunjung ke daerah kumuh tempat ia dibesarkan.

Khan yang lebih tua kembali ke Bombay untuk membunuh Rawal, yang menentang ambisinya untuk mengambil alih kendali di Bombay. Meskipun kota itu adalah cinta pertamanya, bintang muda Jasmine memenangkan hatinya. Khan memajukan karier Jasmine dengan mengatur penghargaan, dan menghujaninya dengan hadiah; dia menjadi terobsesi dengannya. Dia mengirim Aslam dan ajudan terpercaya lainnya, Jimmy, untuk membunuh Rawal. Jimmy gagal, secara tidak sengaja membunuh pacarnya, Mona, dan melarikan diri. Dia segera ditangkap oleh polisi, mengejar Khan setelah mengetahui kedatangannya di Bombay. Jimmy, yang setia kepada Khan, tidak menyerah selama interogasinya dan dibebaskan karena kurangnya bukti. Polisi bermaksud untuk menarik Khan keluar dari persembunyian; dia telah menghindari mereka selama dua belas tahun, dan ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk menangkapnya di tanah India.

Khan, yang curiga bahwa Jimmy telah menjadi informan polisi, memutuskan untuk membunuhnya, tetapi Aslam menawarkan diri untuk melakukan perbuatan itu demi mengalihkan perhatian polisi. Dia, Dedh Tang, dan beberapa penjahat menyamar sebagai geng motor saingan dan melakukan perkelahian. Polisi berpakaian preman mencoba mengendalikan kekacauan saat Aslam memojokkan Jimmy. Saat seorang polisi menghentikan Aslam, Khan muncul entah dari mana, membunuh Jimmy, dan melukai polisi itu. Pengejaran pun terjadi; polisi gagal menangkap keduanya, yang melarikan diri dengan Mercedes milik Khan.

Meskipun Khan telah membelikan Jasmine sebuah rumah, Jasmine menolak tawaran Khan, dengan mengatakan bahwa ia tidak pernah melihatnya lebih dari sekadar teman. Marah dan kecewa, Khan menamparnya dan menyuruhnya pergi. Ia dengan marah menghancurkan set film yang dibintangi Jasmine, meninggalkan Jasmine dengan tenggat waktu dua puluh empat jam untuk menerima lamarannya. Jasmine kembali ke rumah dan melihat Khan telah memenuhi rumahnya dengan hadiah-hadiah mahal. Ibunya terkejut ketika Jasmine menjelaskan bahwa Khan adalah seorang gangster yang tidak ingin ia ajak bergaul. Keluarganya mempertanyakan kewarasan dalam menolak pria sekuat dan seberbahaya Khan.

Malam harinya, Jasmine bertemu Aslam di restoran pamannya. Aslam mencoba menjelaskan cintanya kepada Jasmine, tetapi malah diganggu dan diberi tahu bahwa Jasmine sudah bertunangan dan mereka berdua harus berhenti bertemu. Putus asa dan kecewa, Aslam bertemu dengan Khan, yang tampak sangat termenung. Keduanya menyesali hubungan mereka, tidak tahu bahwa mereka berdua mencintai wanita yang sama. Tepat sebelum Khan akan mengungkapkan nama wanita yang disukainya, telepon berdering – Khan, gembira, mengumumkan bahwa lamarannya telah diterima dan memerintahkan Aslam untuk menjemput "bhabhi" atau saudara iparnya yang baru.

Aslam tiba di alamat yang diberikan Khan dan, yang membuatnya sangat terkejut, melihat Jasmine berjalan menuju mobilnya. Awalnya mereka marah karena Khan masih mengikutinya, namun keduanya menyadari bahwa mereka telah terjebak dalam urusan yang rumit – bahwa Aslam, tanpa sepengetahuan Jasmine, bekerja untuk Khan, dan bahwa Jasmine adalah orang yang harus dijemputnya. Sebelum keduanya dapat berbicara, sebuah mobil yang berisi Rawal dan antek-anteknya tiba di kejauhan. Rawal menembak Jasmine, setelah mengetahui hubungannya dengan Khan dan berharap bahwa dengan menyakitinya, gangster itu akan terpancing ke posisi yang rentan.

Jasmine tetap tak sadarkan diri di rumah sakit saat Khan tiba. Ia menuduh Aslam jatuh cinta pada tunangannya – tuduhan yang dibantah Aslam saat Khan mengungkapkan dalam upaya menenangkan Aslam bahwa ia telah mendalangi rencana untuk membunuh Rawal dan memastikan dominasinya sendiri atas dunia bawah Mumbai. Khan bermaksud mengarang cerita tentang perseteruannya dengan Aslam untuk menggoda Rawal dan para pesaingnya agar menghubungi Aslam. "Berita" itu sampai ke Rawal, yang tampak senang dengan prospek bisa mengubah tangan kanan Khan untuk melawannya.

Ketika Rawal menelepon Aslam di rumah sakit, Aslam, yang kini sepenuhnya menyadari perasaan Khan terhadap Jasmine, tampak ragu apakah akan mematuhi rencana Khan. Dengan berat hati, ia memberikan alamat kepada Rawal, dan mengakhiri panggilan telepon dengan menyuruhnya untuk "membunuh bajingan itu." Khan, yang menunggu di luar alamat tersebut dengan senapan runduk, membunuh Rawal dan antek-anteknya ketika mereka tiba. Khan, yang telah mengonsolidasikan kekuasaannya, menikmati kemenangannya dan berjalan ke kantor polisi tanpa gentar untuk mengejek penegak hukum. Namun, Dedh Tang secara tidak sengaja mengungkapkan perasaan Aslam terhadap Jasmine di tengah perayaan. Khan, yang marah, mengalihkan mobil ke rumah sakit untuk menghadapi Aslam, yang terus menemani Jasmine saat ia pulih dari tembakan Rawal. Mengetahui bahwa temannya dalam bahaya, Dedh Tang membunyikan klakson mobil berulang kali setelah Shoaib dan antek-anteknya memasuki gedung, memberi tahu Aslam tentang bahaya tersebut dan memberinya waktu untuk melarikan diri. Ketika masuk dan melihat tempat tidur kosong tempat Jasmine sebelumnya berbaring, Khan menyadari bahwa Dedh Tang telah mengkhianatinya.

Khan mengirim ajudannya, Akbar, untuk membunuh Aslam setelah ia dan Jasmine melarikan diri ke restoran paman Aslam di Dongri. Aslam meyakinkan Jasmine bahwa Khan, meskipun kasar, tidak akan pernah menyakitinya. Percakapan mereka terputus oleh klakson mobil – berlari keluar, Aslam disergap oleh Akbar setelah menemukan mayat Dedh Tang, yang telah dibunuh oleh Shoaib karena membantu pasangan itu melarikan diri. Aslam, meskipun terluka dan awalnya kalah dalam pertarungan, membunuh Akbar dengan sekop. Ia menelepon Khan untuk memberitahunya bahwa pembunuhan Dedh Tang, pada dasarnya, telah menghapus kesetiaannya yang mendalam kepada mantan bosnya. Khan menanggapi dengan memberi tahu Aslam bahwa mengirim Akbar adalah sebuah kesalahan, karena ia harus menjadi orang yang membunuh pria yang ia anggap juga telah mengkhianatinya dengan "mencuri" Jasmine.

Aslam dan Khan berhadapan satu sama lain saat polisi, setelah diberitahu lokasi Khan oleh seorang penjaga toko, mendatangi Dongri. Shoaib menghujani Aslam dengan pukulan dan hinaan, mendesaknya untuk membela diri di depan Jasmine. Meskipun demikian, Aslam, yang masih merasa berutang budi dan terikat pada Khan, tidak melawan sampai Inspektur Sawant muncul di antara kerumunan yang berkumpul – bahkan saat itu, Aslam hanya mendorong Khan agar Khan tidak ditembak oleh petugas. Bereaksi cepat, Khan mengeluarkan pistolnya sendiri dan menembak Sawant sebelum mengarahkan senjatanya ke Jasmine dan Aslam. Jasmine, sambil menangis dan sambil memegangi Aslam yang berdarah, memberi tahu Khan bahwa dia benar-benar jahat dan tidak akan pernah mendapatkan cintanya. Khan tampaknya menyadari kebenaran dalam kata-katanya saat dia menjatuhkan senjatanya dan menatap pasangan itu. Tepat saat itu, lebih banyak petugas polisi tiba di tempat kejadian dan menembaki Khan, yang sekarang terluka, diseret oleh Javed. Dia dan Aslam, keduanya hidup tetapi berlumuran darah, saling menatap dan meraih yang lain, setelah akhirnya mengesampingkan perbedaan mereka.

Pada adegan terakhir, Khan yang penuh luka tembak dan putus asa membaca surat dalam bahasa Urdu yang tidak dapat ia berikan kepada Jasmine di ruang kargo sebuah kapal yang meninggalkan kota itu selamanya.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu. Memang di meja ada anglo kecil di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa berisi air panas gitu, ya dan ada piring yang ada singkong rebus gitu.

"Langsung saja....Budi....main permainan monopoli saja Budi!" kata Eko.

"Okey main permainan monopoli!" kata Budi.

Budi mengambil permainan monopoli di bawah meja, ya permainan monopoli di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main monopoli dengan baik gitu.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Budi mau cerita toh," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Gema dan Gibran berteman baik, ya keduanya kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA, ya pemilik perusahaan adalah Surya gitu. Ya Surya menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Bulan gitu. Gema dan Gibran memang berasal dari Bandung, ya karena keduanya kerja di Jakarta jadi tinggal di rumah kontrakan gitu, ya pemilik rumah kontrakan adalah Andhika. Ya Adhika menjalankan rumah tangga dengan baik sama Amanda gitu. Kiara adiknya Gibran gitu. Ya Kiara tinggal bersama Gibran gitu di rumah kontrakan dan Kiara menjalankan kuliah di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Gema suka sih dengan Kiara, ya Gema bersikap biasa saja pada Kiara jadi hubungan Gema dan Kiara seperti teman baik gitu. Gibran senang saja sih hubungan pertemanan Gema dan Kiara gitu. Hidup ini memang di nikmatin dengan baik, ya Gema dan Gibran ke acara musik gitu. Gibran memang mengajak Kiara ke acara musik, ya tapi Kiara ada tugas kuliah jadi Kiara tidak ke acara musik gitu. Ceritanya Gema dan Gibran berada di sebuah gedung yang ada acara musik gitu. Semua orang-orang yang suka dengan musik, ya happy-happy gitu. Memang acara musik di liput dengan baik sama stasiun TV gitu. Yang mengisi acara musik seperti biasa sih...artis terkenal, ya yang pastinya cantik dan ganteng gitu. Acara musik berlangsung dengan baik, ya sampai selesai gitu. Gema dan Gibran pulang ke rumah kontrakan masing-masing gitu. Seperti biasa sih, ya Gema dan Gibran kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA gitu. Victoria teman kerja Gema gitu, ya memang Victoria berteman dengan Gibran juga gitu. Ya Victoria suka dengan Gema, ya pertemanan Victoria dan Gema baik gitu. Karena Victoria suka dengan Gema, ya Victoria ingin jadiannya sama Gema gitu. Kiara sampai tahu sih kedekatan Gema dan Victoria gitu, ya Kiara memang suka dengan Gema gitu, ya Kiara tidak suka dengan kedekatan Gema dengan Victoria gitu. Ya Kiara memutuskan biasa saja sikapnya mengenai urusan kedekatan Gema dengan Victoria gitu. Hubungan pertemanan Gema dan Kiara tetap baik gitu. Noel teman kuliah Kiara gitu. Ya Noel suka dengan Kiara gitu, ya karena Kiara cantik dan perilaku baik gitu. Noel menjalankan pendekatan dengan baik untuk jadian sama Kiara gitu. Adit teman kuliah Kiara gitu. Ya Adit suka dengan Kiara, ya jadi Adit memang berteman baik sama Kiara, ya Adit menjalankan pendekatan dengan baik dengan tujuan jadian sama Kiara gitu. Di hati Kiara tetap suka Gema, ya Adit dan Noel bersaing dengan baik untuk jadian sama Kiara gitu. Gema mengetahui dengan baik...Kiara sedang di perebutkan Noel dan Adit tujuan jadian gitu. Ya Gema memang dekat banget sama Victoria gitu. Di hati memang Gema menyimpan dengan baik rasa suka pada Kiara gitu. Ya dari pada Kiara jadian sama Noel atau Adit, ya jadi Gema bertidak gitu untuk menyatakan cinta sama Kiara gitu. Yang di harapkan akhirnya Gema menyatakan cinta pada Kiara gitu. Kiara suka dengan Gema, ya jadi Kiara menerima cinta Gema gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Gema dan Kiara gitu. Adit dan Noel tidak berhasil jadian dengan Kiara, ya jadi Adit dan Noel fokus kuliah saja gitu. Gibran senang sih...hubungan kisah cinta Gema dan Kiara gitu. Victoria yang tidak bisa jadian sama Gema karena Gema memilih jadian sama Kiara gitu. Ya Victoria memutuskan dengan baik untuk jadian dengan Fattah gitu. Ya Fattah kerjaannya menjalankan usaha kafe gitu. Gibran dan Gema tetap kerja dengan baik di perusahaan PT. CAKRA gitu. Suatu hari, ya Gibran bertemu dengan teman masa SMA yang bernama Naura gitu, ya pertemuan tidak sengaja di Mall gitu. Naura kerja di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu dan Naura menikah dengan baik sama Rakha. Ya Rakha kerjaannya dokter di sebuah rumah sakit gitu. Pertemanan Gibran dan Naura baik gitu. Naura punya adik yang bernama Adara gitu. Ya Adara menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Gibran tertarik dengan Adara karena Adara cantik sih. Ya Adara masih fokus kuliah gitu. Gibran suka dengan Adara jadi Gibran menjalankan pendekatan dengan baik gitu...pada Adara gitu. Adara yang tidak ingin pacaran, ya jadinya luluh juga pendirian karena Gibran gitu. Gibran dan Adara jadian dengan baik gitu. Naura senang saja sih...Adara jadian sama Gibran gitu. Gema dan Kiara senang sih....Gibran jadian sama Adara gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah persahabatan tokoh Gema dan Gibran dan juga kisah cinta," kata Eko.

"Begitulah ceritanya," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, ya asik main permainan monopoli gitu. Abdul datang ke rumah Budi gitu, ya motor Abdul di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi gitu. Ya Abdul duduk dengan baik dekat Budi dan Eko, ya Abdul menaruh plastik kresek di meja gitu.

"Abdul apa isi plastik kresek?" kata Budi.

"Isi plastik kresek....Pop Mie!" kata Abdul, ya Abdul mengeluarkan tiga buah Pop Mie dari plastik kresek gitu.

Budi dan Eko melihat Pop Mie, ya keduanya berkata bersamaan "Pop Mie!"

"Emmm," kata Abdul.

"Oh...iya Abdul...gimana kerjaan Abdul?" kata Eko.

"Kerjaan aku baik, ya dagang di pasar," kata Abdul.

"Baik toh...kerjaan Abdul!" kata Eko.

"Ekonomi. Kompetisi tetap terjadi dengan baik di pasar," kata Budi.

"Persaingan memang sengit sih...urusan ekonomi di pasar," kata Abdul.

"Hasil...rezeki masing-masing!" kata Eko.

"Bener sih omongan Eko!" kata Abdul.

"Keadaan lingkungan sosial masyarakat di pasar, ya Abdul?" kata Budi.

"Lingkungan sosial masyarakat di pasar sih...secara umum saja kan Budi?" kata Abdul.

"Umum boleh! Khusus juga boleh!" kata Budi.

"Ok.....umumnya!, ya lingkungan sosial masyarakat pasar....antara baik dan buruk perilaku manusia, ya antara paham agama dan tidak paham agama, ya 6 ajaran agama gitu," kata Abdul.

"Contohnya, ya orang-orang yang perilaku buruk?" kata Budi.

"Contohnya toh, ya seperti tukang parkir, ya ada sisi buruknya....pencuri gitu, pembeli yang mencuri barang pedagang, ya karena pembelinya bekerja sama dengan teman-teman yang ada di lingkungan pasar gitu, pembeli yang bekerja sama dengan teman-temannya...dengan membeli barang pake uang palsu gitu, pedagang menjual barang yang tidak bagus sama pembeli gitu, ya dan ada pedagang yang kelakuan buruk, ya menjatuhkan pedagang lain gitu dengan cara begini dan begitu," kata Abdul.

"Kelakuan manusia yang buruk," kata Budi.

"Manusia yang jauh dari pemahaman agama, ya kelakuannya buruk," kata Eko.

"Di pasar itu, ya harus berhati-hati!" kata Abdul.

"Memang harus berhati-hati di pasar," kata Budi.

"Hati-hati," kata Eko.

"Makan Pop Mie...Budi dan Eko!" kata Abdul.

"Oke...makan Pop Mie!" kata Budi.

"Makan Pop Mie!" kata Eko.

Budi dan Eko berhenti main monopoli, ya Budi, Eko, dan Abdul....membuat Pop Mie gitu. Singkat waktu Pop Mie jadi, ya ketiganya makan Pop Mie dengan baik gitu.

Friday, July 18, 2025

LUKA CHUPPI

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus di chenel MAXStream, ya seperti biasa Budi duduk santai di depan rumah sambil menikmati minum kopi dan makan mantang goreng gitu.

"Baca cerpen saja!" kata Budi.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik gitu, ya di pilih-pilih cerpen yang ingin di baca dengan baik gitu, ya dan terpilih salah satu cerpen gitu......cerpen di baca dengan baik.

Isi cerita yang di baca Budi :

Vishnu Trivedi, seorang politikus yang gagal di kota kecil Mathura, yaaa berkampanye untuk melarang hubungan kumpul kebo, karena dianggap sebagai aib bagi budaya konservatif India. Pada saat yang sama, partainya mulai memimpin kampanye habis-habisan terhadap bintang film Nazeem Khan, yang diduga menjalin hubungan kumpul kebo dengan pacarnya, yang menjadi penyebab dendamnya terhadap hubungan kumpul kebo.

Putri Vishnu, Rashmi, magang di saluran berita lokal, dan mulai bekerja dengan reporter bintang saluran tersebut, Vinod "Guddu" Shukla, dan sahabatnya, juru kamera, Abbas Sheikh. Guddu dan Rashmi jatuh cinta dan Guddu melamarnya. Karena belum siap menikah, ia menyarankan hubungan kumpul kebo, tetapi Guddu, yang lebih tradisional dan agak takut pada Vishnu, tidak setuju. Sebagai kompromi, Abbas menyarankan untuk mencoba hubungan kumpul kebo selama perjalanan bisnis mereka selama 20 hari ke Gwalior. Pasangan itu setuju.

Mereka menyewa sebuah apartemen di daerah konservatif dengan berpura-pura menjadi pasangan suami istri. Akhirnya, mereka semakin dekat dan berhubungan seks beberapa kali. Tetangga mereka yang usil, Ny. Srivastava, melihat mereka selama salah satu tindakan tersebut dan menjadi curiga dengan status perkawinan mereka. Untuk lebih memperumit masalah, mereka mencampuradukkan jawaban mereka ketika ditanya tentang tanggal pernikahan mereka. Dia berencana untuk mengumpulkan lingkungan sekitar untuk mengusir pasangan itu keesokan paginya, tetapi Guddu dan Rashmi datang dengan foto-foto palsu dan kenang-kenangan pernikahan dalam semalam, meninggalkan rencananya yang terombang-ambing. Pada akhir dua puluh hari, dia menegaskan kembali cintanya dan dia menerima lamaran pernikahannya. Sebelum mereka dapat meninggalkan Gwalior, kerabat Guddu, Babulal, melihat keduanya bersama, mengikuti mereka, melihat foto-foto pernikahan, dan berasumsi bahwa mereka kawin lari.

Keesokan paginya, Babulal membawa seluruh keluarga Guddu ke rumah mereka dan mereka menegurnya karena kawin lari. Guddu dan Rashmi, menyadari bahwa keluarga itu akan dengan senang hati menerima pernikahan tetapi tidak hidup bersama, tidak mengakui kebenarannya. Mereka semua kembali ke Mathura untuk bertemu keluarga Rashmi dan memberi tahu mereka tentang hal itu. Namun, Vishnu senang mendengar bahwa putrinya memutuskan untuk menikah daripada hidup bersama. Dia bahkan merinci konsekuensi yang mematikan, jika mereka hidup bersama. Karena takut, pasangan itu gagal mengakui kebenarannya.

Meskipun mereka mulai hidup seperti pasangan suami istri, mereka merasa kesal karena tidak menikah secara resmi. Mereka mencoba berkali-kali untuk menikah secara diam-diam, tetapi selalu saja diganggu; dalam upaya terakhir, mereka mencoba menikah dalam acara pernikahan massal. Namun, Vishnu, sebagai tamu utama, memergoki mereka. Karena jengkel, mereka mengakui bahwa mereka telah hidup bersama.

Begitu keluarganya juga menyusul, Guddu mengungkapkan kepada Vishnu bahwa alasan utama kekalahannya dalam pemilihan adalah keengganannya untuk berubah; karena mayoritas kelompok pemilih adalah generasi muda, yang percaya pada modernitas, menentang metode kaum muda sama saja dengan kurangnya dukungan dari mereka. Dia berhasil meyakinkan Vishnu untuk berhenti menentang hubungan kumpul kebo dan akhirnya menikahi Rashmi dengan restunya.

Cerita berakhir dengan Guddu dan Rashmi meliput rapat umum yang dipimpin oleh Vishnu, yang ditunjukkan telah bergandengan tangan dengan Nazeem untuk kampanye pemilihannya.

***

Budi selesai baca cerpen, ya baca cerpen yang lain yang berjudul Putri Salju, ya sambil menikmati minum kopi dan makan mantang goreng gitu.

Isi cerita yang di baca Budi :

Setelah kehilangan kedua orang tuanya di usia muda, Putri Salju adalah seorang putri yang tinggal bersama Ibu tirinya yang jahat dan berhati dingin, sang Ratu. Khawatir kecantikan Putri Salju akan melebihi kecantikannya, Ratu memaksanya bekerja sebagai pelayan dapur dan bertanya kepada Cermin Ajaibnya setiap hari "siapa yang tercantik di antara semuanya?". Bertahun-tahun, Cermin Ajaib selalu menjawab bahwa Ratu menyenangkan hatinya.

Suatu hari, Putri Salju bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pangeran yang mendengar nyanyiannya. Pada hari yang sama, Cermin Ajaib memberi tahu Ratu bahwa Putri Salju sekarang adalah yang tercantik di seluruh negeri. Marah, Ratu memerintahkan Pemburunya untuk membawa Putri Salju ke hutan, membunuhnya, dan membawa kembali hatinya ke dalam kotak permata sebagai bukti. Pemburu tidak sanggup membunuh Putri Salju dan mengungkapkan kepadanya rencana Ratu. Dia kemudian mendesaknya untuk melarikan diri ke hutan dan tidak pernah kembali.

Tersesat dan ketakutan, Putri Salju berteman dengan binatang hutan yang membawanya ke sebuah pondok jauh di dalam hutan. Menemukan tujuh kursi kecil di ruang makan pondok, Putri Salju berasumsi pondok itu adalah rumah tujuh orang yatim piatu yang berantakan. Dengan bantuan para hewan, dia mulai membersihkan tempat itu dan memasak makanan. Putri Salju segera mengetahui bahwa pondok itu adalah rumah dari tujuh kurcaci yang tertulis di papan di depan rumah. Sule, Andika, Andre, Surya, Wendy, Raffi, dan Billy, ya setelah mencari makan dengan berburu hewan, memancing, ya mengumpulkan buah dan juga jamur gitu. Sekembalinya ke rumah, ya tujuh kurcaci terkejut karena pondok mereka bersih, dan curiga ada penyusup yang menyerbu rumah mereka. Putri Salju memperkenalkan dirinya, dan tujuh kurcaci gitu, ya menyambutnya setelah dia menawarkan untuk membersihkan dan juga memasak gitu. Putri Salju menjaga rumah bagi para tujuh kurcaci sementara mereka mengumpulkan makanan gitu di siang hari dan pada malam hari, mereka semua bernyanyi, bermain musik, dan menari.

Kembali ke kastil, Cermin Ajaib mengungkapkan bahwa Putri Salju masih hidup, dan bersama tujuh kurcaci. Marah karena Pemburu menipunya, Ratu menciptakan apel beracun yang akan membuat siapa pun yang memakannya tertidur seperti kematian. Dia mengetahui kutukan itu bisa dipatahkan dengan "ciuman pertama cinta", namun dia yakin Putri Salju akan di kubur hidup-hidup sebelum hal ini bisa terjadi. Menggunakan ramuan untuk menyamarkan dirinya sebagai wanita tua, Ratu pergi ke pondok sementara tujuh kurcaci pergi. Ratu membodohi Putri Salju dengan menggigit apel, dan dia tertidur seperti kematian.

Tujuh kurcaci kembali ke pondoknya setelah mengumpul bahan makan gitu. Ratu telah kembali ke istananya gitu. Tujuh kurcaci, ya menemukan Putri Salju tertidur karena racun gitu. Karena tidak ingin menguburnya di dalam tanah, mereka malah menempatkannya di peti mati kaca di hutan, ya di jaga dengan baik.

Musim semi berikutnya, sang pangeran mengetahui tidur abadi Putri Salju dan mengunjungi peti matinya. Sedih dengan kematiannya, dia menciumnya, yang mematahkan mantranya dan membangunkannya. Tujuh kurcaci bersukacita saat sang pangeran membawa Putri Salju ke istananya.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan mantang goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu.

"Emmm," kata Eko.

"Hidup ini tetap sama kan Eko?" kata Budi.

"Ya hidup ini tetap sama sih Budi?" kata Eko.

"Hidup dan mati," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Orang-orang yang hidup di dunia ini, ya keinginannya sih...hidup sampai tua gitu. Pada waktunya, ya tua meninggalkan dunia ini. Yaaa nama takdir kehidupan yang di tetapkan Tuhan, ya ada orang yang meninggal di usia muda," kata Budi.

"Realita hidup ini toh....tentang tua meninggal dan muda meninggal toh," kata Eko.

"Waktu terasa berhenti dengan baik jika yang muda meninggal," kata Budi.

"Bisa di bilang begitu sih....waktu terasa berhenti dengan baik karena yang muda meninggal," kata Eko.

"Orang tua berharap anaknya tidak meninggal dunia di usia muda karena orang tua menaruh harapan dengan baik pada anaknya, ya tujuannya perubahan hidup. Tuhan dan Tuhan yang memutuskan takdir kematian manusia. Ya orang tua menerima dengan baik kematian anaknya di usia muda," kata Budi.

"Memang harus di terima dengan baik takdir dari Tuhan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA kan Budi?" kata Eko.

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Ngomong-ngomong Budi....masih ada kan cewek-cewek di kota Bandar Lampung ini...yang perilaku buruk ini dan itu?" kata Eko.

"Berdasarkan pengumpulan data ini dan itu....di lapisan sosial masyarakat, ya masih ada sih....Eko.....cewek yang perilaku buruk ini dan itu," kata Budi.

"Masih ada toh," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Cewek yang perilaku buruk ini dan itu....berlatar belakang dari keluarga begini dan begitu," kata Eko.

"Keragaman suku yang tinggal di kota Bandar Lampung, ya cewek yang perilaku buruk ini dan itu...berlatar belakang dari keluarga begini dan begitu," kata Budi.

"Nyari hidup baik, ya jadi lebih baik menjauhkan diri....dari cewek yang perilaku buruk ini dan itu...kan Budi?" kata Eko.

"Memang lebih baik sih...menjauhkan diri dari cewek yang perilaku buruk ini dan itu," kata Budi.

"Berarti kota-kota lain yang ada di Indonesia juga ada cewek yang berperilaku buruk ini dan itu," kata Eko.

"Kemungkinan dan kemungkinan ada lah!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Kalau begitu sih....main permainan kartu Domino saja!" kata Budi.

"Okey main permainan kartu Domino!" kata Eko.

Budi mengambil kartu Domino di bawah meja, ya kartu Domino di kocok dengan baik dan kartu Domino di bagikan dengan baik gitu.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Budi mau cerita toh. Ya Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Gema dan Gibran berteman baik, ya keduanya kerja dengan baik di perusahaan PT. CAHAYA gitu, ya pemilik perusahaan adalah Noel gitu. Ya Noel menjalankan rumah tangga dengan baik sama Vio gitu. Gema menjalin pacaran dengan Victoria gitu. Ya Victoria menjalankan kuliah dengan baik di Universitas gitu. Gibran dan Gema sering ke karokean tujuannya happy-happy gitu, ya pemilik karokean adalah Happy Asmara gitu. Ya Happy Asmara menjalankan rumah tangga dengan baik sama Devan gitu. Victoria dekat dengan cowok yang bernama Adit gitu. Ya Adit pemilik hotel Horison gitu. Hubungan Victoria dengan Adit saling suka gitu, ya jadi keduanya jatuh cinta gitu. Gema yang setia pada Victoria, ya jadi Gema mendapatkan kenyataan Victoria menjalin cinta dengan Adit gitu. Hubungan Gema dan Victoria putus gitu. Gema sakit banget di hatinya karena Victoria gitu. Hubungan Victoria dengan Adit tetap berjalan baik gitu. Gibran sebagai teman baik Gema, ya Gibran mengerti keadaan Gema yang putus dengan Victoria karena Victoria menjalin cinta sama Adit. Gibran memberikan masukan baik sama Gema untuk keadaan Gema baik gitu. Ya Gema yang ingin menghilangkan rasa sakit di hatinya, ya jadi Gema memutuskan untuk liburan ke Bandung gitu. Gibran ikut juga gitu liburan di Bandung gitu. Ceritanya Gema dan Gibran telah berada di Bandung, ya keduanya liburan di Bandung dengan baik, ya keduanya memang menginap di hotel MELATI gitu. Gema merasa tenang gitu liburan di Bandung gitu. Gibran liburan di Bandung, ya happy-happy karena dapat kenalan cewek-cewek cantik orang Bandung asli gitu. Gema berkata "Luka Cinta karena Victoria, ya sudahlah lupakan saja!". Ya Gema liburan di Bandung, ya happy-happy dengan baik gitu. Gibran suka sih dengan cewek yang bernama Aqeela. Ya Aqeela kerja dengan baik di hotel MELATI gitu. Setelah di pikirkan dengan baik sih, ya Gibran lebih baik berteman baik sama Aqeela dari pada jadian gitu. Gibran dan Gema tetap liburan dengan baik di Bandung gitu. Gibran membaca dengan baik berita tentang Bandung yang begini dan begitu....dari media ini dan itu...di Hp gitu. Cerita liburan di Bandung selesai, ya Gema dan Gibran pulang ke Jakarta gitu. Ya ceritanya Gema dan Gibran telah di Jakarta dengan baik. Seperti biasa sih...Gema dan Gibran kerja dengan baik di perusahaan PT. CAHAYA gitu. Gema....luka cinta karena Victoria sudah sembuh gitu, ya Gema melupakan Victoria gitu. Gibran bertemu dengan teman masa SMA yang bernama Adara gitu, ya pertemuan tidak sengaja di jalan gitu. Ya Adara kerjaannya dokter di sebuah rumah sakit gitu. Hubungan pertemanan Gibran dan Adara baik gitu. Seperti sih Gema dan Gibran ke tempat karokean tujuannya happy-happy gitu. Di tempat karokean ada pegawai baru yang bernama Kiara gitu. Gema tertarik dengan Kiara, ya jadi Gema berteman baik sama Kiara gitu. Gibran dan Adara saling suka, ya keduanya jadian gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Gibran dan Adara gitu. Gema dan Kiara saling suka, ya keduanya jadian dengan baik gitu. Ya Gema dan Kiara menjalankan kisah cinta dengan baik gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah persahabatan tokoh Gema dan tokoh Gibran," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Luka cinta tokoh Gema karena tokoh Victoria yang jadian sama tokoh Adit," kata Eko.

"Memang luka cinta," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main kartu Domino gitu.

Thursday, July 17, 2025

HOUSEFULL 4

"Malam hari, ya bulan sabit di langit," kata Budi.

Seperti biasa sih...Budi duduk santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Baca cerpen saja!" kata Budi.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.

Isi cerita yang baca Budi :

Kisah cerita ini berdasarkan reinkarnasi dan mencakup periode 600 tahun dari 1419 hingga 2019.

Harry, Max, dan Roy adalah tiga bersaudara yang tinggal di London. Harry, seorang tukang cukur, yaaa sering kali mendapat kilasan aneh dari masa lalu. Sifatnya yang pelupa menyebabkan dia kehilangan tas Don Michael yang berisi 5 juta pound yang anteknya menuntut mereka untuk mengembalikan uang itu. Untuk memenuhinya, Harry, Roy, dan Max bertunangan dengan Pooja, Neha, dan Kriti, 3 putri pengusaha kaya Manraj Thakral. Namun, tak lama kemudian ketiganya jatuh cinta, dan persiapan pernikahan mereka pun dimulai.

Tak lama kemudian, keadaan membuat pernikahan itu diadakan di Sitamgarh. Di sana, mereka semua bertemu Aakhri Pasta, seorang pelayan hotel yang mengenali mereka sebagai orang-orang yang bereinkarnasi dari 600 tahun lalu pada tahun 1419. Harry menyadari bahwa kilasannya ada hubungannya dengan pernyataan Pasta, dan mengenal masa lalu darinya di Madhavgarh. 

Pada tahun 1419, Rajkumar Bala dari Madhavgarh diusir oleh ayahnya Maharaj Parikshitap karena mencoba membunuhnya untuk menjadi raja. Pelayannya Pehla Pasta membawanya ke Sitamgarh (saat itu sebuah kerajaan) yang rajanya Surya Singh Rana menginginkan pengantin pria untuk putri-putrinya. Bala berencana untuk menikahi Madhu tertua untuk menjadi Maharaj dan bertemu Bangdu, seorang guru tari banci yang berkencan dengan putri kedua Mala. Meena, yang termuda mencintai pengawalnya yang pemberani Dharamputra. Bala membantu mereka untuk bersama dan juga menyatukannya dan Madhu. Rencananya berhasil saat Surya mengumumkan pernikahan mereka, tetapi keponakannya Suryabhan yang menginginkan tahta membunuh pemimpin klan musuh Sitamgarh dan menjebak pasangan itu untuk itu. Saudara pemimpin itu, Gama berjuang untuk membalas dendam. Bala menyadari bahwa dia benar-benar mencintai Madhu. Mandap pernikahan runtuh dan membunuh pasangan dan Gama.

Kembali ke masa sekarang, Harry menyadari bahwa para mempelai pria akan menikahi para mempelai wanita yang salah. Pasta membantu Harry mengingatkan Roy dan Max tentang kehidupan mereka sebelumnya. Pappu Rangeela, seorang penyanyi gawwali dan reinkarnasi Gama, masuk tetapi tidak ingat masa lalunya. Pasta menemukan lukisan hari pernikahan kehidupan masa lalu mereka, yang menunjukkan Madhu-Bala, Mala-Bangdu dan Meena-Dharamputra untuk membuat para gadis mengingat masa lalu mereka. Sebelum mereka dapat menunjukkan lukisan itu kepada para gadis, lukisan itu ditangkap oleh Pappu, yang mengingat hidupnya sebagai Gama dan mengacaukan pernikahan, membuat Pooja dan Neha mengingat semuanya. Michael, yang sebenarnya adalah reinkarnasi Suryabhan, muncul di pernikahan untuk meminta uangnya dan menembak Gama.

Kriti mengingat semuanya saat ia melihat Michael dan juga mengungkapkan bahwa mandap itu tidak runtuh - Suryabhan menghancurkannya untuk membunuh semua orang agar ia bisa menjadi Maharaj. Michael menceritakan masa lalunya dan membanggakan bagaimana ia membunuh saudara Gama. Pappu mendengar ini dan mendorong Michael ke dalam mandap yang runtuh, sehingga ia membalas dendam. Cerita berakhir dengan bahagia saat Harry-Kriti, Roy-Pooja dan Max-Neha menikah, sehingga melengkapi kisah cinta mereka yang berusia 600 tahun.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus gitu, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Ya Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi gitu. Memang sih Eko melihat dengan baik di meja ada anglo kecil di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa berisi air panas, ya ada piring yang ada singkong rebus, ya ada mainan senjata yang terbuat dari kardus, ya dan buku gambar gitu.

"Buku gambar," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko mengambil buku gambar di meja gitu.

"Budi buat gambar apa di buku gambar?" kata Eko.

"Buka saja buku gambar! Ya Eko akan tahu sendiri....gambar apa yang aku buat?" kata Budi.

Eko membuka buku gambar dengan baik gitu, ya di lihat dengan baik gambar-gambar yang di buat Budi.

"Budi membuat gambar-gambar Kiko dan kawan-kawan," kata Eko.

"Memang aku membuat gambar-gambar Kiko dan kawan-kawan gitu," kata Budi.

"Budi membuat gambar-gambar Kiko dan kawan-kawan karena Budi menyukai dengan baik....animasi Kiko kan Budi?" kata Eko.

"Iya sih....Eko....aku suka dengan animasi Kiko dan kawan-kawan karena ceritanya bagus," kata Budi.

"Cerita animasi Kiko dan kawan-kawan bagus sih. Yang menonton animasi Kiko dan kawan-kawan...terhibur menontonnya," kata Eko.

"Memang terhibur sih....menonton animasi Kiko dan kawan-kawan," kata Budi.

"Ekonomi," kata Eko.

"Animasi Kiko dan kawan-kawan berkaitan dengan ekonomi gitu. Orang-orang yang kerja dengan baik....di animasi Kiko dan kawan-kawan....tujuannya di gaji, ya uang. Uang di gunakan dengan baik dalam menjalankan kehidupan ini," kata Budi.

"Uang memang di gunakan dengan baik dalam menjalankan hidup ini," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Bagi yang punya keahlian di bidangnya, ya bisa saja kerja di tempat pembuatan animasi Kiko dan kawan-kawan gitu," kata Eko.

"Animasi Kiko dan kawan-kawan...maju dengan baik, ya untuk kebaikan bersama," kata Budi.

"Bener sih...omongan Budi, ya animasi Kiko dan kawan-kawan...maju...untuk kebaikan bersama gitu," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Animasi lain juga ada, ya dalam negeri dan luar negeri. Jadi terjadi persaingan sengit antara pembuat animasi yang satu dengan lainnya," kata Eko.

"Realita hidup ini. Orang-orang menjalankan usaha-usahanya dengan baik. Memang terjadi persaingan sih...animasi yang satu dengan lain. Bagi yang memahami ajaran agama yang di yakini, ya....hasil dari usaha-usaha yang di jalankan...rezeki-rezeki masing-masing. Bagi yang tidak memahami ajaran agama yang di yakini, ya tidak usah di omongin lah karena tidak mengerti gitu," kata Budi.

"Memang hasil dari usaha-usaha orang-orang yang berkaitan pembuatan animasi-animasi....rezeki-rezeki masing-masing bagi yang memahami ajaran agama yang di yakini," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Gambar-gambar yang buat Budi bagus!" kata Eko.

"Terima kasih Eko pujiannya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Aku membuat gambar-gambar animasi Kiko dan kawan-kawan...sekedar hoby saja dengan nilai kebaikan untuk aku sih. Dunia ini ada yang lebih baik...sih, ya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini dan itu....nilainya berkaitan dengan ekonomi jadi roda ekonomi di gerakan dengan baik demi kebaikan ini dan itu," kata Budi.

"Aku paham omongan Budi!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko menutup buku gambar dan buku gambar di taruh di meja dengan baik gitu, ya Eko mengambil senjata gitu.

"Budi buat mainan senjata serbu," kata Eko.

"Aku memang membuat mainan senjata serbu HK416 yang terbuat dari kardus, ya seperti biasa sih...nilai kreatifitas aku saja buat mainan senjata," kata Budi.

"Mainan senjata serbu HK416 yang di buat Budi dari kardus...bagus!" kata Eko.

"Terima kasih Eko...pujiannya!" kata Budi.

Eko memainkan senjata serbu HK416 gitu.

"Mainan senjata ini...bagus!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Bagi anak-anak yang suka dengan senjata mainan...pasti senang memainkan senjata serbu HK416," kata Eko.

"Nama juga anak-anak pastinya senang main senjata serbu HK416. Mainan senjata tujuannya happy-happy gitu," kata Budi.

"Budi buat mainan senjata serbu HK416 yang terbuat dari kardus, ya dasarnya dari berita Tv berkaitan militer di dalam negeri dan luar negeri kan Budi?" kata Eko.

"Ya memang sih....Eko....dasarnya aku membuat mainan senjata serbu HK416...karena berita di Tv yang menceritan militer di dalam negeri dan luar negeri," kata Budi.

"Berita militer bagus," kata Eko.

"Memang berita militer bagus sih. Yang tidak bagus itu...urusan perang saja karena dampak perang....penderitaan manusia yang ini dan itu....jadinya kasihan gitu," kata Budi.

"Perang berdampak penderitaan manusia yang ini dan itu. Kasihan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko menaruh mainan senjata serbu HK416 di meja gitu.

"Main kartu remi saja!" kata Eko.

"Okey main kartu remi!" kata Budi.

Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan kartu remi di bagikan dengan baik gitu.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Budi mau cerita toh!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Gema yang kerja di perusahaan PT. CAKRA, ya pemilik perusahaan adalah Fattah gitu. Ya Fattah menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Aqeela gitu. Ya Gema hidup mandiri dengan baik...tinggal di rumah susun gitu. Tetangga sebelah rumah Gema di rumah susun gitu adalah Vior gitu. Ya Vior memang menjalankan rumah tangga dengan baik dengan Vincent gitu. Kerjaan Vincent tukang ojek online gitu dan Vior kerjaannya jualan pakaian...online gitu. Hubungan pertemanan Gema dengan Vior dan Vincent baik gitu. Gibran teman kerja Gema di perusahaan gitu. Ya Gema dan Gibran seperti biasa sih....untuk hiburan tujuan happy-happy ke karokean gitu. Pemilik karokean adalah Happy Asmara gitu. Ya Happy Asmara seorang janda anak satu, ya anak Happy Asmara bernama Adit gitu. Ya Adit menjalankan sekolah SD gitu. Suami Happy Asmara yang bernama Devan, ya Devan memang menjalankan rumah tangga dengan Aliya gitu. Kenapa Happy Asmara cerai sama Devan? Ya karena Aliya gitu. Di tempat karokean ada pegawai yang di sukai Gibran, ya nama pegawai karokean adalah Adara gitu. Hubungan pertemanan Gibran dan Adara baik gitu. Keinginan Gibran sih, ya jadian sama Adara tapi Adara berpacaran dengan Rakha gitu. Rakha menjalankan usaha bengkel mobil gitu. Gibran tetap berteman baik sama Adara gitu. Suatu hari, ya Gema bertemu dengan teman masa kuliah yang bernama Kiara gitu, ya pertemuan tidak sengaja di mall gitu. Kiara kerja dengan baik di perusahaan PT. CAHAYA gitu. Hubungan pertemanan Gema dan Kiara...baik gitu. Vior yang sedang hamil, ya anak Vincent gitu. Vior menjaga kandungannya dengan baik gitu, ya Vincent giat kerja tukang ojek online gitu demi Vior dan juga anak yang di kandung Vior gitu. Musibah terjadi, ya motor Vincent di tabrak mobil truk yang remnya blong gitu. Vincent meninggal di tempat gitu, ya sopir mobil truk di tangkap polisi karena kelalaian sopir truk yang tidak memeriksa mobil truk dengan baik gitu. Sopir truk di penjara dengan baik sama polisi gitu. Vior bersedih karena Vincent meninggal gitu. Memang Vincent di makamkan dengan baik gitu. Demi hidup ini, ya Vior berjuang dengan baik jualan pakaian...online gitu. Gema tetangga sebelah rumah Vior, ya Gema berteman baik sama Vior dan Gema mengerti keadaan Vior yang kehilangan Vincent gitu. Gema sering membantu Vior jika mengalami kesulitan gitu. Gema merasa suka sama Vior dan Vior merasa nyaman berteman dengan Gema gitu. Gema dan Gibran tetap kerja dengan baik di perusahaan gitu. Kebiasaan Gema dan Gibran yang kekarokean tujuan happy-happy gitu. Adara putus cinta karena Rakha menjalin hubungan dengan Naura gitu. Gibran yang tahu Adara sudah putus dari pacarnya. Ya Gibran yang berteman baik sama Adara, ya Gibran segera menyatakan cinta pada Adara gitu. Adara yang tidak mau berlarut-larut sakit hati karena Rakha, ya Adara jadian sama Gibran gitu. Ya Gibran menjalankan hubungan kisah cinta dengan baik sama Adara. Gema senang dengan hubungan kisah cinta Gibran dan Adara gitu. Ceritanya, ya Vior melahirkan anak juga dan anak di berinama Eca Aura gitu. Gema yang berteman baik sama Vior, ya Gema suka sih sama Vior gitu, ya sebenarnya sih....Gema juga suka sama Kiara gitu. Ya Gema berkata "Janda, Vior apa perawan, Kiara?". Ya Gema berpikir dua kali sih mau jadian sama Vior apa tidak?. Setelah di pikirkan dengan baik, ya lebih baik Gema temanan saja dari pada jadian sama Vior, ya karena Gema mengetahui dengan baik sih....Vior masih cinta banget Vincent gitu. Vior bersama anaknya, ya meninggalkan rumah susun gitu, ya jadi Vior dan anaknya tinggal dengan orang tua Vior gitu. Gema memutuskan dengan baik jadian sama Kiara gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Gema dan Kiara gitu. Gibran senang sekali dengan kisah cinta Gema dan Kiara gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah persahabatan tokoh Gema dan tokoh Gibran dan juga kisah cinta," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main kartu remi gitu.

AASHIQUI 2

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang di langit berkelap-kelip gitu. Ya setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di chenel MAXStream, ya seperti biasa sih....Budi duduk santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Baca cerpen saja!" kata Budi. 

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dibuka dengan menunjukkan kerumunan besar yang menunggu Rahul Jaykar, seorang penyanyi dan musisi sukses yang kariernya memudar karena kecanduan alkoholnya – untuk tampil di sebuah pertunjukan panggung di Goa. Setelah hampir menyelesaikan sebuah lagu, ia tiba-tiba diganggu oleh seorang artis, Aryan, yang kehilangan kariernya karena Rahul, selama penampilannya. Rahul melawannya, menghentikan penampilannya, dan pergi ke bar lokal. Ia bertemu Aarohi Keshav Shirke, seorang penyanyi bar yang mengidolakan Rahul. Setelah memperhatikan Aarohi melihat foto Lata Mangeshkar di bar, ia berasumsi bahwa ia ingin menjadi seorang penyanyi. Terkesan oleh kesederhanaan dan suaranya, Rahul berjanji untuk mengubahnya menjadi sensasi bernyanyi dan memintanya untuk tidak pernah tampil lagi di bar. Karena jaminannya, Aarohi meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke Mumbai bersama Rahul, yang meyakinkan produser rekaman Saigal untuk menemuinya. Ketika Aarohi menelepon Rahul, ia diserang dan dilukai oleh beberapa preman, dan tidak dapat menerima panggilannya. Teman sekaligus manajernya, Vivek, memutuskan bahwa berita penyerangan terhadap Rahul tidak boleh dibocorkan ke media, dan malah menyebarkan cerita palsu bahwa Rahul telah meninggalkan negara itu untuk berpartisipasi dalam pertunjukan panggung. Ketika Aarohi mencoba menghubungi Rahul lagi, Vivek mengabaikan panggilan tersebut. Setelah dua bulan mencoba menghubungi Rahul dengan sia-sia, Aarohi yang patah hati terpaksa bernyanyi di bar lagi karena masalah keluarganya.

Sementara itu, Rahul pulih dari luka-lukanya dan kembali memulai pencarian Aarohi. Dia mengetahui bahwa Aarohi bekerja di bar lagi dan bahwa Vivek telah mengabaikan panggilannya tanpa memberitahunya. Rahul meminta maaf kepada Aarohi dan memecat Vivek, dan mereka bertemu dengan Saigal untuk perjanjian rekaman. Rahul mulai melatih Aarohi, yang menandatangani kontrak musik untuk bernyanyi dalam film dan menjadi penyanyi playback yang sukses. Keluarganya dan Rahul bahagia, tetapi ketika orang-orang mulai bergosip bahwa Rahul menggunakannya sebagai pembantu, dia kambuh menjadi kecanduan alkohol. Aarohi, yang mencintai Rahul lebih dari kariernya, menghiburnya dan mereka akhirnya bercinta. Meskipun ibu Aarohi, Subhadra, tidak setuju, Aarohi pindah dengan Rahul dan semuanya berjalan baik sampai kecanduan Rahul memburuk, menyebabkan dia menjadi agresif dan kasar.

Aarohi mencoba merehabilitasi Rahul, mengorbankan karier menyanyinya untuk melakukannya. Setelah Saigal mengingatkan mereka tentang impian mereka agar Aarohi menjadi penyanyi yang sukses, Rahul memerintahkannya untuk fokus pada pekerjaannya. Selama pertunjukan panggung Aarohi, Rahul bertemu Kunal Basu, seorang jurnalis, di belakang panggung, di mana Kunal menuduhnya menggunakan Aarohi untuk kesenangan dan uang. Marah, Rahul memukuli Kunal dan mulai minum. Dia berakhir di penjara, dan Aarohi datang untuk menyelamatkannya. Rahul tidak sengaja mendengar Aarohi memberi tahu Saigal bahwa dia akan meninggalkan kariernya untuknya dan siap melepaskan status selebritasnya karena Rahul lebih penting baginya. Rahul mengerti bahwa dia telah menjadi beban dalam hidup Saigal, dan meninggalkannya adalah satu-satunya pilihannya untuk menyelamatkannya. Keesokan harinya, dia meyakinkannya bahwa dia akan mengubah gaya hidupnya, tetapi sedikit yang dia sadari bahwa dia sebenarnya bermaksud bunuh diri, yang dia lakukan dengan melompat dari jembatan. Kematiannya menyakitkan bagi banyak orang, termasuk Saigal, yang sebelumnya bersikeras, seperti Rahul, agar Aarohi terus maju dalam kariernya.

Merasa terpukul dengan kematian Rahul, Aarohi memutuskan untuk meninggalkan kariernya, tetapi Vivek membujuknya untuk tetap bertahan. Vivek mengingatkannya bahwa Rahul ingin Aarohi menjadi penyanyi yang sukses dan bunuh diri karena tidak ingin membebani Aarohi dan menghalangi kesuksesannya. Aarohi setuju dan kembali bernyanyi. Kemudian, ia menandatangani namanya sebagai "Aarohi Rahul Jaykar" di buku pegangan penggemar sebagai penghormatan kepada Rahul dan keinginannya yang terpendam untuk menikahinya. Saat hujan mulai turun, ia melihat pasangan yang meminta tanda tangannya berbagi momen romantis di balik jaket seperti yang pernah dilakukannya bersama Rahul.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Budi. Memang sih...Eko melihat dengan baik sih di meja ada anglo kecil di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasanya berisi air panas, ada piring yang ada singkong rebus, ya ada mainan yang terbuat dari kardus gitu.

"Mainan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko mengambil mainan gitu.

"Budi buat mainan dari kardus...mainan Biawak," kata Eko.

"Nilai kreatifitas aku saja...buat mainan dari kardus....mainan Biawak," kata Budi.

Mainan Biawak di taruh di lantai gitu sama Eko, ya Eko memainkan dengan baik mainan Biawak gitu.

"Mainan Biawak...mainan tradisional," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Mainan Biawak yang di mainkan Eko, ya bisa jalan sendiri sih jika tali yang terikat pada gagang bambu di tarik sama Eko gitu.

"Anak-anak main mainan tradisional...Biawak pasti happy-happy," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko mengambil mainan Biawak di lantai gitu, ya mainan Biawak di taruh di meja gitu.

"Mainan Biawak yang di buat Budi...bagus!" kata Eko.

"Terimakasih Eko...pujiannya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa hidup ini tetap sama sih....Eko!" kata Budi.

"Orang-orang yang kerja dengan baik di perusahaan dan pemerintahan....sudah enak gitu, ya karena sistem kerja di atur dengan baik dan di gaji dengan baik," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Jika tidak puas dengan gaji di kota ini, ya bisa kerja di perusahaan lain di kota lain dan negara lain," kata Eko.

"Orang-orang yang tidak puas dengan gaji kota ini, ya karena....ingin perubahan yang luar biasa gitu," kata Budi.

"Perubahan luar biasa," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Hal yang lumrah...ingin perubahan yang luar biasa, ya karena kaya itu enak dan jauh dari kemiskinan," kata Eko.

"Memang kaya itu...enak," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Jumanji saja Budi!" kata Eko.

"Okey....main permainan Jumanji!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Jumanji di bawah meja, ya permainan Jumanji di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan Jumanji dengan baik gitu.

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Budi mau cerita toh!" kata Eko.

"Judul cerita...'Ketika Hati Memilih'....," kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Victoria yang berasal dari Solo, ya tinggal di Jakarta karena memang Victoria kerja dengan baik di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu, ya pemilik perusahaan adalah Fattah gitu. Ya Fattah status duda gitu, ya dan punya anak cantik yang bernama Aqeela. Ya Aqeela masih SD gitu. Reina istri tercinta Fattah telah lama meninggal karena penyakit kanker gitu. Di Jakarta Victoria tinggal di rumah Paman Andre dan Bibi Wulan gitu. Gema dan Gibran menjalankan usaha bengkel motor dan mobil gitu, ya asal keduanya dari Solo gitu. Victoria memang berteman baik sama Gema dan Gibran, ya pada masa SMA di Solo gitu dan sekarang sih....ketiganya tetap berteman baik gitu. Jika motor Victoria rusak, ya di perbaikinya di bengkel Gema dan Gibran gitu. Gema dan Gibran suka sepakbola gitu, ya jika ada pertandingan sepakbola...nonton dengan baik di stadion gitu. Gema berpacaran dengan cewek cantik yang bernama Kiara gitu. Ya Kiara kerja dengan baik di bank gitu. Ya Gibran masih jomblo sih, ya sebenarnya ada cewek cantik yang di sukai Gibran, ya hubungan masih berteman baik gitu dengan cewek cantik yang bernama Adara gitu. Ya Adara kerja di kafe gitu. Victoria berteman baik dengan teman kerja yang bernama Pipit gitu. Ya Pipit menjalankan pacaran dengan Irsyad gitu, ya kerjaan Irsyad polisi dari kepolisian Lapor Pak!. Irsyad berhasil menangkap Adrian yang mengedarkan narkoba gitu, ya Ardian di penjara sama Irsyad gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Irsyad dan Pipit tetap berjalan baik, ya keduanya ada rencana untuk menikah gitu. Victoria dan Pipit sering ke karokean tujuan happy-happy gitu, ya pemilik karokean adalah Yeni gitu. Yeni menjalankan rumah tangga dengan baik sama Erwin gitu. Ya Erwin kerjanya pengacara gitu. Fattah baik ke semua anak buahnya termasuk Victoria gitu. Ya Fattah suka sih dengan Victoria gitu, ya karena Victoria cantik, perilaku baik gitu, dan Aqeela senang dengan Victoria gitu. Victoria suka sih dengan Fattah karena Fattah bos yang baik, ya dan ganteng gitu. Stevani yang kerjaannya model gitu. Ibu Rose, ya Ibunya Stevani gitu. Ibu Rose dan Ibu Ayu berteman baik gitu. Ibu Ayu, ya Ibunya Fattah mau menjodohkan Fattah dengan Stevani tujuannya Fattah ada ngurus, ya Stevani sebagai istri ngurus Fattah dengan baik gitu dan Aqeela punya Ibu gitu. Fattah dan Stevani menjalankan proses gitu, ya keduanya sering jalan-jalan ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta gitu...tujuan happy-happy gitu. Rakha yang kerjaannya Jaksa gitu. Ya Rakha kenal dengan Victoria gitu, ya jadi keduanya berteman baik gitu. Fattah sampai tahu kedekatan Victoria dengan Rakha gitu gitu. Rakha inginnya jadian sama Victoria gitu, ya jadi Rakha usahakan gitu untuk jadian sama Victoria gitu. Fattah berusaha dengan baik untuk jadian sama Victoria karena mengikuti rasa di hati jadi Fattah mengabaikan Stevani gitu. Stevani yang suka dengan Fattah, ya berusaha dengan baik untuk perjodohan Stevani dan Fattah berhasil gitu. Rakha dan Fattah bersaing sih untuk jadian sama Victoria gitu. Victoria memang suka sama Rakha dan Fattah gitu. Victoria berkata dalam hatinya "Ketika hati memilih". Victoria memilih dengan baik dengan rasa di hati antara Fattah dan Rakha? Ya dipilih Victoria adalah Fattah gitu. Ya Fattah dan Victoria jadian gitu. Rakha yang tidak bisa bersama Victoria gitu, ya tidak ada masalah gitu. Rakha menjalin kisah cinta dengan Naura gitu, ya Naura menjalankan usaha butik gitu. Stevani tidak suka hubungan Fattah dengan Victoria gitu. Fattah tetap kekeh dengan baik sama Victoria gitu jadi perjodohan Fattah dan Stevani batal gitu. Ya Stevani menerima juga batal perjodohan dengan Fattah gitu, ya ceritanya Stevani menjalin kisah cinta dengan Adit gitu. Ya Adit kerjaannya menjalankan usaha dealer motor gitu. Fattah dan Victoria menjalin kisah cinta dengan baik, ya Ayu merestui hubungan Fattah dan Victoria gitu. Gema dan Gibran senang sih...hubungan kisah cinta yang di jalankan dengan baik Fattah dan Victoria gitu. Ya Victoria dan Fattah menikah dengan baik gitu. Rumah tangga di jalan dengan baik Victoria dan Fattah gitu. Aqeela senang punya Ibu seperti Victoria yang baik gitu. Gema yang menjalankan pacaran sama Kiara, ya keduanya menikah dengan baik gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik Gema dan Kiara gitu. Gibran yang berteman baik sama Adara, ya keduanya jadian gitu dan ada rencana menikah gitu. Fattah, Victoria, dan Aqeela liburan ke negara Belgia gitu. Ceritanya sih liburan Fattah, Victoria, dan Aqeela berjalan dengan baik, ya pastinya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah persahabatan tokoh Victoria, tokoh Gema, dan tokoh Gibran, yaaa dan juga kisah cinta," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Ketika hati memilih, ya tokoh Victoria memilih dengan baik tokoh Fattah apa tokoh Rakha? Ya terpilih tokoh Fattah," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan Jumanji gitu.

"Ngomong-ngomong Budi....tentang orang-orang yang ini dan itu di lapisan sosial masyarakat...masih ada apa sudah tidak ada?" kata Eko.

"Ya masih ada orang-orang ini dan itu....lapisan sosial masyarakat," kata Budi.

"Masih toh," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Orang-orang yang harus di jauhi dengan baik, ya karena kerabat masih di dalam struktur ini dan itu...kan Budi?" kata Eko.

"Memang harus di jauhi! Karena kerabat masih di dalam struktur in dan itu," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan Jumanji gitu.

Wednesday, July 16, 2025

MERE BROTHER KI DULHAN

Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus chenel MAXStream, ya Budi duduk santai di depan rumahnya gitu, ya keadaan sih...malam yang gelap bertabur bintang di langit, ya Budi melihat dengan baik gitu dan Budi sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Baca cerpen saja!" kata Budi. 

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Setelah putus dengan pacarnya, Piyali Patel di London, Luv Agnihotri mendesak adiknya Kush, seorang asisten sutradara film dan fotografer di Mumbai, untuk mencarikannya seorang istri. Kush tiba di rumah untuk bertemu ayahnya yang seorang veteran tentara, Kolonel (Purn.) Swarnik Agnihotri dan ibu rumah tangga, Kanak dan bepergian bersama mereka ke seluruh India untuk menemukan seorang istri yang cocok untuk Luv tetapi sia-sia. Teman-temannya punya ide untuk mengiklankannya di surat kabar. Seorang pria bernama Dilip Dixit menanggapi iklan tersebut, dengan menyatakan bahwa ia sedang mencari seorang pria yang cocok untuk putrinya. Namun, ketika Kush bepergian dengan orang tuanya ke Delhi untuk bertemu keluarga Dixit, ia terkejut mengetahui bahwa calon istri tersebut tidak lain adalah Dimple "D" Dixit, yang sebelumnya ia temui dalam pertemuan tak sengaja di acara tamasya kampus lima tahun lalu.

Menjengkelkan dan berisik, Dimple adalah segalanya yang tidak dimiliki Kush, tetapi dia memohon untuk tidak membuat keributan dan memintanya untuk mempertimbangkan aliansi tersebut. Setelah bertemu Luv, Dimple setuju untuk menikah dengannya. Kakaknya Ajay ingin mereka menikah di suatu tempat di Agra dari mana Taj Mahal terlihat. Namun, selama persiapan pernikahan, Kush menyadari bahwa dia memiliki perasaan untuk Dimple, dan dia awalnya menanggapi dengan menamparnya mengapa dia tidak memberitahunya sebelumnya. Kemudian, mereka mencoba kawin lari, tetapi tidak berhasil dan mereka kembali, berencana untuk mengalihkan perhatian Luv. Akhirnya, pada malam pernikahan, Dimple membawa Piyali, seorang teman bersama, ke Agra. Luv, mengetahui bahwa dia masih memiliki perasaan untuk Piyali, keduanya kawin lari keesokan harinya dan menikah. Luv kemudian mengirim surat kepada keluarga Agnihotri dan Dixit menjelaskan alasan di balik kawin larinya.

Setelah membaca surat-surat itu, Dilip dan Swarnik bertengkar sengit tetapi menyadari bahwa satu-satunya cara untuk melindungi rasa hormat dan harga diri mereka adalah dengan menikahkan Kush dan Dimple. Namun, Kush mengajukan syarat bahwa ia akan menikahi Dimple hanya jika Luv dan Piyali diterima. Keluarga itu setuju, dengan kedua pasangan menikmati pernikahan yang layak dan mewah. Mereka hidup bahagia selamanya bersama.

***

Budi selesai baca cerpen, ya baca cerpen yang lain dengan judul Cinta Bunga, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu.

Isi cerita yang di baca Budi :

Bunga gadis yang adun dan sebetulnya cantik, hanya saja penampilannya sekedarnya, bajunya kumal, kerena hidupnya paling sederhana. Bunga adalah anak ke dua dari empat bersaudara, abangnya yang bandel dan tukang penjudi, Jefri, saudara kandung yang lebih mudanya yang paling manja dan malas melakukan pekerjaan Mona dan terakhir saudara kandung yang lebih muda lelakinya yang paling adun dan sayang dengan Bunga adalah Dede. 

Bunga menjadi tulang punggung keluarganya dengan melakukan pekerjaan sebagai pedagang asongan di perempatan perlintasan, terminal atau pom bensin karena ayahnya Jamal yang berkerja sebagai tukang parkir kerap kali mabuk. Uang hasil kerjanya bahkan nyaris selalu bubar untuk membeli minuman.

Mereka semuanya tinggal di rumah kontrakan, di daerah perkampungan padat di pinggir kota, tetangga Bunga adalah, Mpok Yanti, pedagang nasi uduk di pinggir perlintasan perkampungan, yang paling adun pada Bunga, ia sering membantu Bunga. Heni adalah sahabat Bunga. Joko pemilik toko kelontong yang sering memberikan hutang dagangannya untuk Bunga. Retno (40 tahun) wanita judes, pemilik kontrakan paling galak pada Bunga saking bosannya menagih uang kontrakan karena Bunga selalu menunggak bayar.

Di belahan kehidupan lain, Reno adalah pria tampan yang paling ramah dan adun terhadap siapa saja, namun sifatnya menjadi berubah semenjak kematian Lena tunangannya dalam kecelakaan mobil, kini berubah menjadi paling terpukul dan pendiam. Reno menjahui wanita. Aldo sahabat adun Reno tak mampu membuatnya ceria lagi. Sherly mantan pacar Reno di SMU kembali gencar mendekati Reno. Namun Reno belum mampu melupakan Lena.

Arman adalah paman Reno, masih muda dan tampan namun sakit kanker paru-paru dan hidupnya tidak lama lagi, asisten pribadinya adalah Lukman. Arman paling kaya raya, pemilik rumah dimana Reno tinggal dengan Ratih Ibunya dan saudara kandung yang lebih muda perempuannya Rasti. 

Ratih paling berkeinginan warisan dari Arman jatuh ke tangannya, namun Arman paling membenci Ratih dan menganggapnya mata duitan. Kehidupan mereka tidak pernah akur di rumah itu.

Nina (wanita penyanyi dangdut di kafe pojok terminal yang merangkap wanita penghibur) datang ke toko Joko, dan memandang sinis pada Bunga yang ketahuan berhutang. Nina menyuruh Bunga melakukan pekerjaan seperti dirinya, paling tidak punya cukup uang. Bunga tersinggung. Joko membela Bunga. Nina cemburu (Nina sudah lama suka pada Joko).

Tante Tika (Ibu Nina, mantan pelacur tapi hatinya adun, ia sayang pada Bunga) kebetulan lewat dan melihat Retno. Tika mengeluarkan uang dan membayarkannya pada Retno. Bunga paling terkejut. Tika mengatakan ia senang membantu Bunga dan Bunga boleh mengembalikan uang itu kapan saja. Bunga paling berterimakasih.

Tika membeli makanan di warung Mpok Yati, mereka membicarakan Bunga. Tika mengungkap mengenai Dahlia (Ibu Bunga), yang pergi dari rumah. Mpok Yati juga mengingat peristiwa itu. (flashback Dahlia bertengkar dengan Jamal dan pergi dari rumah, Tika dan Mpok Yati melihatnya, Jefri, Bunga, Mona dan Andre masih kecil-kecil.)

Tiba-tiba saja Dahlia muncul kembali, kini namanya di tahu sebagai Lia Atmadi, istri Atmadi pengusaha ternama yang baru kembali dari Singapura. Lia memiliki seorang anak laki-laki, Rey. Lia merasa paling berbuat salah telah menelantarkan anak-anaknya dulu. Lia kerap kali menyuruh supirnya mengantarkan ke daerah perkampungan di pinggir kota tempat dimana Lia dulu masih menjadi istri Jamal dan memiliki empat anak yang masih kecil-kecil yang dengan tega ia campakkan. Akhir-akhirnya Lia menemukan Bunga, ia paling terharu. Lia jumlah membantu masalah Bunga, walaupun ia harus berpura-pura tidak mengenal latar belakang Bunga.

Sementara Bunga akhir-akhirnya bertambah tidak jauh dengan Reno setelah akhir-akhirnya Reno mengetahui argumen sebenarnya mengapa Bunga menikah dengan Arman. Reno mulanya menyetujui pernikahan dirinya dengan Bunga demi Ratih yang selalu membujuknya supaya harta warisan keluarga tidak dipunyai oleh orang lain. Ratih mengusulkan supaya Reno sesudah sebagian lama menikah mampu menceraikan Bunga. Namun lama kelaman Reno jatuh cinta sungguhan pada Bunga dan tak mau lagi kehilangan Bunga.

***

Budi selesai baca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Budi.

"Langsung saja Budi...main permainan monopoli!" kata Budi.

"Okey....main permainan monopoli!" kata Eko.

Budi mengambil permainan monopoli di bawah meja, ya permainan monopoli di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan monopoli dengan baik gitu.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Budi mau cerita. Ya silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Gema anaknya Ayu, ya Andre...Ayahnya Gema telah lama meninggal gitu. Demi hidup ini yang penuh dengan kompetisi urusan usaha-usaha yang di jalankan manusia dengan tujuan kaya dan kaya...jauh dari kemiskinan gitu, ya Gema kerja dengan baik di bengkelnya Devan gitu. Gema memang jago bela diri karena di ajarkan ilmu silat sih sama Andre pada waktu Andre masih hidup gitu. Devan dan Gema hubungan seperti teman baik gitu. Ya usaha yang di jalankan Devan mengalami masalah gitu, ya jadi karena Devan mengunakan dengan baik uang modal usaha bengkel....untuk main judi online, ya tujuannya main judi online...kaya ternyata Devan jadi miskin karena kalah judi online gitu. Devan memang minjem uang juga sama Rangga, ya Rangga nagih hutangnya gitu. Ya Devan meminta waktu pada Rangga untuk membayar hutang gitu. Ya Rangga memberikan waktu pada Devan untuk membayar hutang gitu. Devan kapok judi online karena jadi miskin gitu, ya jadi Devan berusaha dengan baik menjalankan usaha bengkel motor dan mobilnya gitu. Dengan fokus menjalankan usaha gitu, ya Devan berhasil juga membayar hutang sama Rangga dan usaha bengkel Devan tetap berjalan dengan baik gitu. Kiara cewek cantik yang kerja dengan baik di sebuah kafe gitu. Devan suka dengan Kiara, ya Devan berteman baik sama Kiara gitu. Kiara punya masalah dengan Ardian gitu. Ardian suka sama Kiara tapi Kiara menolak Ardian karena kerjaannya Ardian penjual narkotika gitu. Kiara meminta perlindungan Devan gitu, ya karena Ardian terus menerus memaksa Kiara harus jadian sama Ardian gitu. Devan mau melindungi Kiara, ya tapi Devan tidak bisa bela diri gitu. Gema yang jago bela diri, ya Gema menolong Kiara gitu. Pertarungan sengit sih...Gema dengan Ardian dan dua temannya gitu. Pertarungan yang memenangkan Gema gitu. Ardian dan dua temannya babak belur sih keadaannya di hajar Gema gitu. Kiara senang di lindungi Gema, ya Kiara jatuh hati pada Gema gitu. Kiara tidak suka Devan karena Devan tidak bisa bertarung untuk menghadapi Ardian dan dua temannya. Ceritanya Ardian dan dua temannya di tangkap polisi kepolisian Lapor Pak!, ya karena Ardian dan dua temannya menjual narkotika gitu. Di penjara dengan baik Ardian dan dua temannya sama polisi gitu. Gema tidak peduli dengan rasa suka Kiara pada Gema gitu. Devan senang karena Gema tidak peduli dengan rasa suka Kiara pada Gema gitu, ya Devan masih ada harapan untuk jadian sama Kiara gitu. Ya Kiara tetap suka dengan Gema gitu, ya walau sikap Gema masih dingin pada Kiara gitu. Gibran pemilik perusahaan PT. ANDROMEDA gitu. Saudara tiri Gibran yang bernama Rangga, ya Rangga merencanakan untuk mengambil alih perusahaan PT. ANDROMEDA dengan cara menyingkirkan Gibran gitu. Rangga menyuruh anak buahnya untuk mencelakai Gibran gitu. Ya Gibran sedang dekat dengan cewek cantik yang bernama Adara gitu. Ya Adara menjalankan dengan baik kuliah di Universitas yang ada di Jakarta gitu, ya orang tua Adara adalah Fattah dan Aqeela gitu. Aqeela asli orang Indonesia dan Fattah asli orang Belarus gitu. Ya Fattah dan Aqeela bekerja sama dengan baik menjalankan usaha restoran gitu. Hubungan pertemanan Gibran dan Adara baik gitu. Setelah pulang dari rumah Adara, ya Gibran yang membawa mobil dengan baik menuju rumahnya. Dua penjahat menyetop mobil Gibran gitu. Terjadi pertarungan gitu, ya Gibran dengan dua penjahat gitu. Gibran kalah dengan dua penjahat gitu. Gema kebetulan lewat daerah terjadi kejadian gitu, ya Gema menolong yang tidak berdaya karena serangan dua penjahat gitu. Gema bertarung dengan dua penjahat. Pertarungan sengit banget gitu. Gema mengalahkan dua penjahat dengan baik, ya dua penjahat meninggal tempat tersebut dengan baik gitu. Gibran berterima kasih di tolong sama cowok yang baik gitu. Setelah berkenalan dengan baik Gibran jadi tahu siapa nama cowok yang menolong Gibran? Gema gitu. Gibran merasa keadaannya tidak aman gitu, ya jadi Gibran butuh pengawal pribadi yang melindungi Gibran gitu dari serangan orang-orang jahat gitu. Gibran pun memperkerjakan Gema untuk jadi pengawal pribadi Gibran gitu. Gema memang keluar dari kerjaan di bengkel Devan gitu. Gema kerja dengan baik jadi pengawal pribadi Gibran gitu. Ya Gibran menjalankan pertemanan dengan baik sama Adara gitu. Penjahat-penjahat suruhan Rangga, ya penjahat-penjahat tetap menyerang Gibran gitu. Gema berusaha melindungi dengan baik Gibran gitu. Gema bertarung dengan baik, ya mengalahkan penjahat-penjahat yang mau mencelakai Gibran gitu. Gibran memang bekerja sama dengan polisi dari kepolisian Lapor Pak! untuk mengusut sih....siapa dalang dari penjahat-penjahat yang menyerang Gibran gitu?. Polisi berhasil mengusut kasus Gibran gitu, ya jadi Polisi menangkap Rangga dan anak buahnya gitu. Rangga dan anak buahnya di penjara dengan baik sama polisi gitu. Devan yang suka sama Kiara, ya Kiara tetap tidak suka Devan gitu. Ya Kiara sukanya Gema gitu. Ya Gema luluh juga dengan kebaikan Kiara dan pesona kecantikan Kiara gitu, ya jadi Gema dan Kiara jadian gitu. Kiara berkata dalam hatinya karena jadian sama Gema "Kau ditakdirkan untukku". Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Gema dan Kiara gitu. Gema menyadari dengan baik sih bahwa hubungan kisah cinta yang di jalankan dengan Kiara baik dan baik, ya Gema berkata dalam hatinya "Kau ditakdirkan untukku". Devan yang tidak bisa bersama Kiara, ya Devan memutuskan bersama Aliya gitu. Ya Aliya kerjaannya penjual jamu gendong gitu. Aliya yang jadian sama Devan, ya Aliya berkata dalam hatinya "Kau ditakdirkan untukku". Ya Devan mulai sadar sih.... menjalankan hubungan kisah cinta yang baik sama Aliya, ya Devan berkata dalam hatinya "Kau ditakdirkan untukku". Hubungan kisah cinta yang di jalankan Devan dan Aliya baik dan baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Ceritanya....Adara yang selesai kuliah gitu, ya Adara ke negara Belarus gitu untuk liburan dan juga menemui kakek dan nenek dari pihak Ayah, ya Fattah gitu. Ceritanya Adara sudah berada di negara Belarus, ya Adara tinggal dengan baik sama kakek dan nenek gitu, ya Adara liburan dengan baik di negara Belarus gitu. Gibran yang suka sama Adara, ya Gibran ingin jadian sama Adara jadi Gibran ke negara Belarus gitu. Gema ikut Gibran ke negara Belarus gitu. Ceritanya Gibran dan Gema sudah berada di negara Belarus, ya keduanya tinggal di hotel gitu. Gibran bersama Gema ke rumah kakek dan nenek Adara gitu. Gibran bertemu dengan Adara gitu, ya keduanya jalan-jalan dengan baik gitu. Ya Gibran yang suka sama Adara, ya Gibran menyatakan cinta sama Adara gitu. Ya Adara yang suka sama Gibran, ya Adara menerima cinta Gibran dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik gitu Gibran dan Adara gitu. Gema senang dengan kisah cinta Gibran dan Adara baik dan baik gitu. Gibran berkata dalam hatinya tentang hubungan kisah cintanya dengan Adara "Kau ditakdirkan untukku". Adara berkata dalam hatinya tentang hubungan kisah cintanya dengan Gibran "Kau ditakdirkan untukku". Gibran, Adara, dan Gema....liburan di negara Belarus dengan baik gitu. Ya Gibran dan Adara merencanakan menikah gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta tokoh Gema dan tokoh Gibran," kata Eko.

"Begitulah ceritanya," kata Budi.

"Kau ditakdirkan untukku," kata Eko.

"Ceritanya sih...kau ditakdirkan untukku," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, yaaa asik main permainan monopoli gitu.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa hidup ini tetap sama Eko!" kata Budi.

"Cowok-cowok yang berperilaku buruk ini dan itu...masih ada di lapisan sosial masyarakat kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa nama hidup ini...di kota Bandar Lampung, ya keragaman suku gitu....jadi masih ada sih cowok-cowok perilaku buruk ini dan itu," kata Budi.

"Latar belakang keluarga begini dan begitu cowok-cowok berperilaku buruk ini dan itu," kata Eko.

"Begitulah latar belakang keluarga begini dan begitu....cowok-cowok perilaku buruk ini dan itu," kata Budi.

"Kota lain juga ada," kata Eko.

"Ya hidup ini...kemungkinan dan kemungkinan ada sih...tentang cowok-cowok perilaku buruk ini dan itu," kata Budi.

"Hidup ini nyari baik dan aman, ya jadi lebih baik menjauh dari cowok-cowok perilaku buruk ini dan itu," kata Eko.

"Memang lebih baik menjauh dari cowok-cowok perilaku buruk ini dan itu," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan monopoli gitu.

CHEENI KUM

Malam yang gelap, ya bintang bertaburan di langit dan bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di chenel Allplay Ent, yaaa seperti biasa sih...Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sambil menikmati minum teh dan makan singkong goreng gitu.

"Baca cerpen saja!" kata Budi.

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.

Isi cerita yang di baca Budi :

Buddhadev Gupta adalah pemilik dan koki eksekutif berusia 64 tahun dari Spice 6, restoran India ternama di London. Ia tinggal bersama ibunya yang berusia 85 tahun, yaaa dan satu-satunya teman dan orang kepercayaannya adalah tetangganya yang berusia 9 tahun, 'Sexy', yang didiagnosis menderita kanker. Buddha sombong dan egois, sering bersikap kasar kepada koki-kokinya dan sarkastik kepada orang-orang di sekitarnya. Kepercayaan dirinya hancur ketika selama layanan makan malam suatu malam di restorannya, seekor pulao Zafrani Hyderabadi dipulangkan karena dianggap 'manis', yang menyebabkan Buddha mempermalukan wanita yang memesan hidangan itu, dengan alasan bahwa restorannya adalah yang terbaik di London. Ketika wanita itu mengirim pulao miliknya sendiri ke restoran Buddha, yang bisa dibilang lebih enak daripada di Spice 6, Buddha akhirnya menemukan koki yang menyiapkan hidangan itu dengan tidak benar dan memecatnya.

Buddha bertemu wanita itu sekali lagi setelah dia memutuskan untuk kembali ke restorannya, Nina Verma berusia 34 tahun dari India, dan dia meminta maaf. Mereka perlahan jatuh cinta meskipun kontras mencolok di usia, karakter dan sikap mereka. Mereka memutuskan untuk menikah, dan Buddha pergi ke Delhi untuk bertemu ayah Nina, Omprakash Verma, yaaa dengan mudahnya menghilangkan detail bahwa Buddha lebih tua darinya. Dia segera mengetahuinya dan merasa ngeri, dan mencoba untuk menghalangi putrinya dari menikahi Buddha dengan melakukan mogok makan yang diilhami Gandhi sampai dia mengalah. Buddha dan Nina berdebat tentang hal ini terus-menerus, menjadi hambatan utama dalam hubungan mereka, dan Buddha meninggalkan rumah mereka dengan perasaan patah hati, hanya untuk mengetahui bahwa Sexy kini telah meninggal karena kanker. Sementara itu, Omprakash dengan enggan menyetujui hubungan Buddha dan Nina, di mana Nina yang sangat gembira datang untuk menemui Buddha di sebuah kuil setempat, di mana dia mengetahui tentang Sexy juga. Dia menghibur Buddha saat dia berduka atas sahabatnya, dan dengan lembut memberi tahu dia bahwa ayahnya telah berubah pikiran.

Adegan terakhir menunjukkan Buddha dan Nina membawa ibu Buddha dan ayah Nina ke Spice 6, dan Buddha menjalin keakraban dengan Omprakash saat menonton pertandingan kriket di dekat mereka.

***

Budi selesai baca cerpen, ya baca cerpen yang lain dengan judul Luv, ya sambil menikmati minum teh dan makan singkong goreng gitu.

Isi cerita yang di baca Budi :

Ferry, Steffi, Imel, Wahyu & Tata adalah teman satu sekolah yang selalu tampil kompak dalam banyak hal, meski mereka berbeda sifat & golongan. Ferry sang pemimpin sangat bijaksana dalam menghadapi semua permasalahan. Steffi adalah cewek pindahan dari London yang logat bicaranya sok bule. Imel merupakan anak pungut dari keluarga kaya. Tata dari keluarga kurang mampu yang bisa masuk sekolah elit karena beasiswa. Sedangkan Wahyu karena telat mikir, ia selalu datang terakhir dari temannya. Mereka punya suatu benda bernama luv atau kaca pembesar ajaib yang bisa berpindah tempat hanya dengan mengarahkan pada sebuah foto. Dengan luv mereka berlima suka berpetualang & menghadapi masalah sekaligus menyelesaikannya. Luv itu adalah milik kakek Ferry yang juga diperebutkan oleh seorang bernama Daco. Daco punya cucu bernama Daniella yang datang dari Amerika & ingin merebut luv milik Ferry. Oleh sebab itu, kakeknya Ferry berpesan agar luv dijaga dengan baik agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Daniella ini merupakan saingannya Steffi dalam mendapatkan cinta dari Ferry.

Di sekolah yang sama muncul sebuah geng cewek usil bernama trio ember dengan anggotanya Rere, Dea & Via. Mereka selalu membuat onar & mengganggu keberadaan Ferry dkk. Rere adalah ketua gengnya yang selalu berada pada barisan terdepan semua masalah. Sementara Dea yang terkenal dengan senyum sinisnya suka sekali memprovokasi. Untuk Via sebetulnya anak yang baik tetapi ia punya pendirian labil. Ferry & Via sebenarnya sama-sama memendam rasa suka tetapi terhalang oleh gengsi. Bila sedang berduaan Ferry selalu sensitif dan Via menjadi salah tingkah.

***

Budi selesai baca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum teh dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu. Ya Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu. Memang sih Eko melihat dengan baik di meja ada tekok kaleng yang seperti biasa isinya teh, ada piring yang ada singkong goreng, ya ada topeng yang terbuat dari kardus, ya dan ada buku gambar gitu.

"Topeng," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko mengambil topeng di meja gitu.

"Budi buat topeng Kamen Rider...Buffa," kata Eko.

"Karena aku suka dengan Kamen Rider...Buffa, ya aku buat dengan baik topeng Kamen Rider...Buffa. Buat topeng seperti biasa sih....nilai kreatifitas aku saja!" kata Budi.

"Karena Budi...suka dengan Kamen Rider...Buffa, ya jadi Budi buat dengan baik topeng Kamen Rider...Buffa," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Cerita Kamen Rider...Buffa...bagus kan Budi?" kata Eko.

"Cerita Kamen Rider...Buffa...bagus!" kata Budi.

Eko memakai topeng gitu.

"Gimana Budi....keren kan aku pake topeng Kamen Rider...Buffa gitu," kata Eko.

"Keren sih....Eko...pake Kamen Rider...Buffa!" kata Budi.

Eko melepaskan topeng gitu.

"Mainan topeng...mainan anak-anak tujuannya happy-happy," kata Eko.

"Ya memang mainan topeng...mainan anak-anak tujuannya happy-happy!" kata Budi.

"Topeng Kamen Rider...Buffa yang di buat Budi......bagus!" kata Eko.

"Terima kasih Eko...pujiannya!" kata Budi.

Eko menaruh topeng di meja dengan baik gitu.

"Buku gambar," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko mengambil buku gambar gitu.

"Budi buat gambar apa di buku gambar?" kata Eko.

"Buka saja buku gambar! Eko akan tahu sendiri...apa yang aku gambar di buku gambar?" kata Budi.

Eko membuka buku gambar dengan baik gitu, ya Eko melihat dengan baik gambar-gambar yang di buat Budi gitu.

"Budi...buat gambar di buku gambar, ya tokoh Dono, Kasino, Indro...toh," kata Eko.

"Aku memang membuat gambar....tokoh Dono, Kasino, dan Indro," kata Budi.

"Karena suka dengan cerita film yang tokohnya...Dono, Kasino, dan Indro, ya Budi membuat gambarnya dengan baik di buku gambar," kata Eko.

"Bener omongan Eko!" kata Budi.

"Film yang tokohnya Dono, Kasino, dan Indro...bagus, ya terhibur yang menontonnya!" kata Eko.

"Terhibur dengan baik penonton yang menonton film yang tokohnya Dono, Kasino, dan Indro!" kata Budi.

"Gambar yang di buat Budi....bagus!" kata Eko.

"Terima kasih Eko....pujiannya!" kata Budi.

Eko menutup buku gambar, ya buku gambar di taruh di meja gitu.

"Main permainan monopoli saja!" kata Eko.

"Okey...main permainan monopoli!" kata Budi.

Budi mengambil permainan monopoli di bawah meja, ya permainan monopoli di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan monopoli dengan baik.

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Victoria tinggal di Bekasi dengan Ibunya Ayu gitu, ya Ayahnya Victoria yang bernama Wendy...telah lama meninggal gitu. Asal Victoria dari Solo gitu. Victoria kerja dengan baik di kafe gitu yang ada live musik gitu, ya pemilik kafe adalah Fattah gitu. Penyanyi kafe adalah Aqeela gitu, ya Aqeela berpacaran dengan Irsyad. Ya Irsyad kerja dengan baik menjalankan usaha toko pakaian gitu. Gema dan Gibran memang berasal dari Solo, ya keduanya tinggal di Bekasi dan keduanya kerja dengan baik di bengkel mobil gitu, ya pemilik bengkel adalah Adit gitu. Ya Adit menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Jolina gitu. Victoria kenal Gema dan Gibran gitu, ya jadi ketiganya memang berteman baik...dari masa SMA di Solo sampai sekarang gitu. Gema memang menyukai Victoria gitu, ya tapi Gema pernah di tolak Victoria dari masa SMA di Solo sampai sekarang gitu. Gema sekarang sih berpacaran dengan Kiara gitu. Kiara kerja dengan baik di Mall gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Gema dan Kiara baik gitu. Victoria suka dengan Fattah gitu. Ya Fattah sedang dekat dengan cewek yang bernama Vio gitu. Ya Vio menjalankan kuliah dengan baik di Universitas gitu. Hubungan pertemanan yang di jalankan Fattah dan Vio baik gitu, ya keduanya ada rasa suka jadinya berpacaran gitu, ya keduanya sering jalan-jalan sih ke tempat yang baik yang ada di Bekasi dengan tujuannya happy-happy gitu. Victoria hanya bisa memendam rasa sukanya gitu pada Fattah gitu, ya karena hubungan kisah cinta Fattah dan Vio baik gitu. Ada cowok yang suka dengan Vio, ya cowok itu bernama William gitu. Ya William memang anak orang kaya, ya memang William kuliah di Universitas tapi William kuliahnya tidak benar gitu, ya jarang masuk kuliah dan William lebih sering main dengan teman-temannya geng motor gitu. William memang berusaha dengan baik sih untuk mendapat Vio gitu, ya tapi Vio menolak William gitu. William juga kesal sih Vio berpacaran dengan Fattah gitu. William merencanakan dengan baik mendapatkan Vio dengan cara lain gitu. Gibran sedang dekat dengan cewek cantik bernama Adara gitu. Ya Adara menjalankan dengan baik usaha toko kelontong gitu. Hubungan pertemanan Gibran dan Adara baik gitu. Ya Adara pernah gagal menikah gitu, ya cowok yang di cintai Adara yang bernama Dhika...meninggal karena serangan jantung gitu. Adara memang sedih sih karena Dhika meninggal gitu. Demi hidup ini, ya Adara tidak berlarut-larut dengan kesedian karena tidak baik gitu. Adara tetap menjalankan hidupnya dengan baik, ya kerja dengan baik menjalankan usaha toko kelontong dengan baik gitu...demi hidup ini gitu. Ya memang Adara orang asli Bekasi, ya lahirnya di Bekasi gitu jadi Adara paham banget dengan keadaan lingkungan di Bekasi gitu, ya orang-orang menjalankan dengan baik usaha-usaha ini dan itu..dengan baik memang terjadi kompetisi dengan baik sih, ya bagi paham agama sih...hasil sih rezeki masing-masing gitu. Gibran dan Adara yang berteman baik, ya ada rasa gitu jadi keduanya memutuskan untuk jadian gitu. Gema dan Victoria senang sih...Gibran jadian dengan Adara gitu. William yang suka Vio, ya William merencanakan dengan baik gitu...untuk menjebak Vio untuk di tidurin gitu. Usaha William berhasil menidurin Vio gitu. Vio membenci William karena menidurin Vio gitu. Rasa suka William pada Vio, ya William mau bertanggung jawab jika Vio hamil gitu. Vio tidak sudi sih diri Vio hamil anak William gitu. Vio pun memang melaporkan William ke polisi kepolisian Lapor Pak! karena William memperkosa Vio gitu. William memang di penjara polisi gitu. Vio di periksa sama dokter, ya Vio benaran hamil anaknya William gitu. William tetap di penjara gitu karena kasus pemerkosaan pada Vio gitu. Vio ingin menggugurkan anak yang di kandungnya gitu. Fattah memang tahu sih masalah Vio yang di perkosa Wiliam dan Vio hamil anak William gitu. Fattah berusaha dengan baik mencegah Vio mengugurkan anaknya karena bisa berdampak pada Vio sendiri gitu. Fattah yang cinta sama Vio, ya Fattah menerima dengan baik keadaan Vio gitu. Ya Fattah segera menikahi Vio gitu. Victoria yang suka sama Fattah, ya Victoria tidak salah menyukai Fattah gitu karena demi cinta Fattah bisa menerima Vio yang keadaannya di perkosa William, ya sampai Vio mengandung anaknya William gitu. Pernikahan Fattah dan Vio di jalankan dengan baik gitu. Rumah tangga pun di jalankan dengan baik Fattah dan Vio gitu. Ceritanya sampai Vio melahirkan anak gitu, ya Vio menerima anaknya dengan baik begitu juga Fattah dan anak di berinama Noel gitu. Victoria tetap kerja dengan baik di kafenya Fattah, ya Gema dan Gibran tetap kerja dengan baik di bengkel...miliknya Adit gitu. Hubungan pertemanan Victoria, Gema, dan Gibran tetap baik gitu. Rasa suka Victoria sama Fattah tetap gitu, ya ada sih keinginan sih Victoria jadi istri keduanya Fattah gitu. Victoria bertemu cowok ganteng di kafe, ya cowok itu bernama Farhan gitu. Ya Farhan kerjaannya dokter sebuah rumah sakit gitu. Hubungan Victoria dengan Farhan baik gitu, ya berarti pertemanan keduanya baik gitu. Kisah cinta...Farhan gagal menikah sama Jihan gitu karena Jihan memutuskan lebih memilih menikah dengan Ardian gitu. Ardian pemilik perusahaan PT. SENTOSA gitu. Jihan yang jadi istri Ardian, ya Jihan tinggal di rumah mewahnya Ardian di Jakarta gitu. Hubungan pertemanan Farhan dan Victoria baik dan baik, ya keduanya ada rasa cinta gitu jadi keduanya jadian gitu. Victoria yang sudah berpacaran dengan baik sama Farhan, ya Victoria sudah melupakan sih keinginannya jadi istri kedua Fattah gitu. Gema dan Gibran senang sih dengan kisah cinta yang di jalankan Victoria dan Farhan baik gitu. Victoria inginnya cepat menikah, ya Farhan setuju jadi segera menikah gitu. Pernikahan terjadi Farhan dan Victoria, ya acara pernikahan berjalan dengan baik dan bahagia gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja," kata Budi.

"Kisah persahabatan tokoh Victoria, tokoh Gema, dan tokoh Gibran, ya dan juga kisah cinta," kata Eko.

"Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko, yaaa asik main permainan monopoli gitu.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa hidup ini tetap sama sih Eko!" kata Budi.

"Lingkungan sosial masyarakat...di Batam...tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Yaaa tetap sama sih...lingkungan sosial masyarakat di Batam. Antara baik dan buruk perilaku manusia. Antara paham agama dan tidak paham agama, ya 6 ajaran agama," kata Budi.

"Yang baik dan paham agama, ya tidak masalah," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Yang buruk dan tidak paham agama ini....yang jadi masalah," kata Eko.

"Memang yang jadi masalah sih....tetap yang buruk dan tidak paham agama," kata Budi.

"Usaha-usaha ini dan itu...di Batam, ya tetap terjadi kompetisi dengan baik gitu," kata Eko.

"Memang usaha ini dan itu...tetap terjadi persaingan dengan baik. Yang persaingan sehat sih, ya tidak ada masalah gitu. Yang bermasalah sih persaingan tidak sehat ini, ya yang bermasalah," kata Budi.

"Orang-orang yang tidak paham agama, ya tetap saja sih...demi usaha yang laris manis ke tempat orang pinter. Ya orang pinter sih, ya cerita tetap sama aja tiap daerah ceritanya gitu dengan cara...citra yang baik di depan seperti orang-orang yang ahli agama, ya di belakangnya sih memang kerjaannya seperti dukun gitu," kata Eko.

"Memang sih...orang pinter atau dukun pandai menutupi kerjaannya yang asli dengan cara seperti ahli agama," kata Budi.

"Manusia dan manusia di usahakan usaha ini dan itu...tujuannya uang dan uang demi hidup ini," kata Eko.

"Realitanya memang begitu," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan monopoli gitu.

CAMPUR ADUK

PHIR MILENGE

Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di channel TVRI World, ya seperti biasa sih ...

CAMPUR ADUK