CAMPUR ADUK

Wednesday, April 6, 2022

TAKJIL

Dono selesai sholat magrib di mesjid, ya salah satu mesjid yang ada di kota Batam. Dono sudah buka puasa dengan makan kurma saja yang ia bawa sih. Dono memutuskan pulang ke rumahnya, ya dengan berjalan kaki. Sebenarnya sih Dono, ya bisa pake motor kemana-mana....jadinya mudah dan cepat gitu. Dono memilih jalan kaki, ya tujuannya sehat dan menikmati keadaan lingkungan dengan baik.

Dono melihat seorang anak jalanan yang ada di jalanaan. Anak jalanannya, ya kerjaannya apa ya? Ooooo ini saja....penjual koran. Ya koran banyak memberikan infomasi ini dan itu, ya jadi wawasan tentang ini dan itu....bertambah dengan baik banget. Ternyata masih ada penjual takjil dan juga gorengan di depan toko gitu, ya bisa di bilang di pinggir jalan. Dono memutuskan untuk membeli takjil dan juga gorengan pada pedagang yang berjualan takjil dan gorengan.

Setelah Dono membeli takjil dan gorengan, ya Dono menghampiri anak jalanan yang berjualan koran. Dono membeli koran dan memberikan takjil sama anak jalanan. Ya anak jalanan senang dagangan korannya di beli dan juga di beri makanan takjil. Dono pun meninggalkan anak jalanan, ya Dono bergerak menuju rumahnya, ya sambil makan gorengan lah, ya bisa di bilang menikmati hidup apa adanya...surga dunia, surga kehidupan ini.

"Di bulan Ramadhan berbuat kebaikan dengan memberikan makanan pada anak jalanan, ya berupa makan takjil, ya nilai kebaikan. Ya biasanya anak jalanan, ya anak orang miskin. Anak jalanan miskin tetap berusaha dengan baik mencari rezeki dengan cara yang baik dengan berjualan koran," celoteh Dono. 

Dono terus berjalan, ya sambil menikmati makan gorengan. Sedangkan Indro dan Kasino, ya berada di rumah di kota Jakarta. Indro menikmati makan takjil, ya setelah sholat magrib lah. Ya Kasino, ya sama menikmati makan takjil. 

"Nikmat makan dan minuman itu harus di syukuri dengan baik," kata Indro. 

"Ya omongan Indro bener lah," kata Kasino, ya menegaskan omongan Indro. 

"Cerita di buat Dono di Blog-nya, ya dapat menyinggung pembaca karena...di buat Exrim, ya melebihi dari takaran yang biasanya. Gimana Kasino?" kata Indro. 

"Ya..tulis saja maaf. Kan sekedar cerita. Manusia yang memahami ilmu agama dengan baik, ya pasti bisa memaafkan. Apalagi sekarang ini bulan Ramadhan. Ya pastinya pintu maaf itu di buka selebar-lebarnya," kata Kasino. 

"Manusia yang memahami ilmu agama dengan baik, ya pasti di maafkan. Ya perkara kecil, ya cuma cerita saja," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

"Padahal...cerita tentang mendengarkan suara Roh, ya beneran. Karena di ambil dari kisah dari seorang pemuda, ya kisah nyata banget," kata Indro. 

"Misterinya kehidupan ini," kata Kasino. 

Kasino dan Indro terus menikmati makan takjilnya, ya sampai kenyang. Setelah itu, ya Kasino dan Indro melaksanakan sholat isya dan tarawih di mesjid. Sedangkan Dono, ya belum sampai rumah sih. Dono mampir di mesjid untuk sholat isya dan juga tarawih. 

Tuesday, April 5, 2022

CINTA SAMPAI MATI

Malam hari, ya di bulan Ramadhan. Budi duduk di depan rumahnya, ya setelah baca al qur’an di ruang tamu, ya biasa sih di usahakan untuk khatam baca al qur’an di bulan Ramadhan. Budi yang telah memegang gitarnya segera di mainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu dengan baik.

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan baik dengan judul ‘Cinta Sampai Mati’ : 

“Duhai engkau, sang Belahan Jiwa

Namamu terukir dalam pusara

Di setiap langkah, ku s'lalu berdoa

Semoga kita bersama

Duhai engkau, tambatan hatiku

Labuhkanlah cintamu di hidupku

Ku ingin kau tahu betapa merindu

Hiduplah engkau denganku

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Bersujud dan lalu aku meminta

Semoga kita bersama

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Cintaku untukmu s'lalu terjaga

Dan aku pasti setia

Ho-oh-oh

Ho-wo-oh-ho-oh-wo-wo-ho-oh

Ho-wo-uh-wo-oh-uh

Duhai engkau, tambatan hatiku

Labuhkanlah cintamu di hidupku

Ku ingin kau tahu betapa merindu

Hiduplah engkau denganku

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Bersujud dan lalu aku meminta

Semoga kita bersama

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Cintaku untukmu s'lalu terjaga

Dan aku pasti setia

dengarkanlah

(Di sepanjang malam, aku berdoa)

Ku berdoa (bersujud dan lalu aku meminta)

Dan meminta (semoga kita bersama)

Wo-oh, dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Cintaku untukmu s'lalu terjaga

Dan aku pasti setia

Ku setia”

***

Budi pun selesai main gitarnya dan bernyanyi, ya gitar di taruh di kursi yang kosong. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko pun dateng ke rumah Budi. Seperti biasa motor di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama Budi lah. Ya Budi menaruh gelas berisi kopi di meja dengan baik.

“Malam di bulan Ramadhan,” kata Eko.

Eko mengambil bakwan gorengan di piring dan di makan dengan baik bakwan gorengan lah.

“Memang malam di bulan Ramadhan,” kata Budi.

“Tenang banget,” kata Eko.

“Ya…begini keadaan daerah sini,” kata Budi.

Budi mengambil bakwan gorengan di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Eko selesai makan bakwan satu buah, ya membuat kopi lah.

“Cinta sampai mati…harus apa tidak?” kata Budi.

Eko selesai buat kopinya, ya di minum dengan baik kopinya.

“Cinta sampai mati….harus apa tidak? Ya sebenarnya…tergantung siapa orang yang cintai itu? Ya pantes mendapatkan cinta dengan sepenuh hati, ya sampai mati….tidak masalah sih,” kata Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.

“Orang yang di cintai itu membuat kesan yang baik. Tidak masalah….cinta sampai mati,” kata Budi.

Budi selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

“Kaya cerita tentang Dono dan Wulan, ya cinta sampai mati,” kata Eko

Gelas berisi kopi di taruh di meja sama Budi.

“Iya cerita tentang Dono dan Wulan, ya cinta sampai mati,” kata Budi menegaskan omongan Eko.

“Setiap kenangan bersama orang yang di cintai, ya membuat luka terbuka kembali,” kata Eko.

“Memang kenangan yang berkesan susah untuk di lupakan,” kata Budi.

“Obatnya sih. Ya……penggantinya Wulan,” kata Eko.

“Memang sih. Obatnya itu adalah orang yang di sukai, ya penggantinya Wulan, ya bisa menghilangkan kenangan masa lalu dan berusaha berjalan di masa depan dengan baik, ya bersama orang yang di sukai,” kata Budi.

“Jika orang yang di sukai tidak bisa di harapkan. Kenyataan putus karena ada masalah,ya Rara menikah dengan orang pilihan orang tua Rara. Ya obatnya…cuma berserah diri pada Tuhan. Ya menjalankan ibadah dengan baik. Apalagi di bulan Ramadhan. Lebih baik lagi di tekunin ibadahnya. Ketenangan di dapatkan dengan baik,” kata Eko.

“Berserah diri pada Tuhan. Jalan yang terbaik. Obat yang terbaik. Ibadah dengan baik. Ketenangan yang di dapatkan. Keikhlasan hati di dapatkan dengan baik,” kata Budi.

“Sudah ngomongin urusan cinta. Lebih baik main catur!” kata Eko.

“Ok…main catur!”  kata Budi.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Budi dan Eko menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik. Sedangkan Abdul, ya di rumahnya, ya tepatnya di kamarnya. Abdul sedang baca al-qur’an dengan baik dengan tujuannya khatam baca al-qur’an di bulan Ramadhan.

Sunday, April 3, 2022

APA KURANGNYA AKU?

Malam yang tenang bulan Ramadhan. Eko dan Budi, ya telah selesai sholat tarawih di mesjid. Eko dan Budi duduk di depan rumah Budi, ya sambil menikmati makan gorengan dan juga minum kopi lah.

“Apa kurangnya aku?” kata Budi.

Eko merasa aneh dengan omongan Budi. Eko berkata “Budi….omongan tadi maksudnya apa?”

“Omongan aku tadi, ya tentang cewek yang belum mendapatkan cowok,” kata Budi.

“Cewek toh!” kata Eko.

“Cerita…Eko,” kata Budi.

“Oooooo cerita toh. Ceritanya seperti apa?,” kata Eko.

“Begini ceritanya,” kata Budi.

Eko mendengarkan dengan baik cerita Budi lah.

Isi cerita yang di ceritakan Budi :

Nama tokohnya siapa ya? Ini saja…….Vita. Vita kuliah di Jakarta. Dengan baik, ya Vita menjalankan kehidupan mahasiswi dengan baik. Vita telah berpikir dengan baik, ya ingin menikah dengan cowok yang baik yang menyukainya. Apalagi Vita sudah semester trakhir, ya belum juga punya cowok. Sedangkan Tina temannya Vita, ya teman kuliah yang paling dekat banget. Tina sudah berganti pacar sampai tiga kali karena cowoknya, ya tukang selingkuh sih. Tina berharap cowok yang ketiga, ya terakhir menurut Tina, ya tidak jadi cowok selingkuh sih. Vita banyak belajar dari Tina, ya tetang cowok karena pengalaman Tina yang pacaran dan juga telah pernah sakit hati karena cowok juga sih.

Vita tetap belum mendapatkan cowok yang di jadikan pacar. Vita hatinya berkata di saat Vita di depan cermin “Kenapa ya cowok tidak tertarik pada aku? Padahal aku ini cantik. Apa kurangnya aku?”. Vita  tidak mau berlarut-larut dengan dirinya yang belum punya pacar, ya masih jomlo lah. Vita menjalankan aktivitasnya seperti biasa saja. Sampai urusan skripsi pun selesai, ya berarti Vita telah selesai menyesaikan pendidikannya, ya tinggal wisuda saja.

“Keberhasilan aku dalam pendidikan karena aku fokus kuliah dengan baik,” kata Vita.

Tina yang kerjaannya pacar, ya belum menyelesaikan pendidikannya. Wisuda Tina di tunda tahun depan. Vita pun menjalankan wisudanya dengan baik, ya bersama teman-teman satu angkatan. Vita telah wisuda, ya berpikir untuk bekerja di perusahaan. Pikiran yang lain, ya Vita ingin santai dulu gitu. Vita ingin menghilang kepenatan dirinya karena fokus kuliah sampai selesai. Vita pun pulang kampung di Sidoharjo. Ya di kampung, ya Vita tinggal dengan kakek dan nenek lah. Vita menjalankan kehidupannya dengan baik sebagai gadis desa yang baik, ya tapi sudah punya gelar pendidikan S1, berarti Vita tidak bisa dianggap enteng dari segi kepintaran gitu.

Vita bertemu dengan cowok yang menyebalkan bernama Ivan. Ya Ivan anak orang kaya sih dan pendidikannya tinggi S1. Vita tidak tahu siapa Ivan itu ? Vita tidak suka dengan Ivan gitu. Ya Ivan suka dengan Vita. Rasa suka Ivan dengan Vita, ya suka-suka banget gitu. Karena rasa suka Ivan sama Vita, ya jadinya Ivan terus berusaha bertemu dengan Vita. Ya Vita merasa jengkel banget terus-terusan bertemu dengan Ivan. Sampai Ivan bertemu dengan kakek dan nenek di rumah sih. Ivan menyatakan untuk menikah dengan Vita. Ya kakek dan nenek setuju sih Ivan menikah dengan Vita. Tetap saja Vita menolaknya Ivan. Vita yang liburan di kampung kacau karena ada cowok yang menyukainya sampai ingin menikahinya. Vita memutuskan untuk kembali ke Jakarta, ya untuk kerja lah.

Di perjalan menuju Jakarta, ya Vita berpikir dengan baik tentang Ivan. Vita merasa dirinya suka dengan Ivan karena Ivan berusaha dengan baik untuk mendapatkan Vita dengan caranya yang dapat menyenangkan Vita. Vita menyembunyikan rasa suka sama Ivan dan yang di tunjukkan rasa jengkel saja di depan Ivan . Vita membuang pikiran itu, ya berusaha fokus dengan keinginannya untuk bekerja di perusahaan, ya di Jakarta. Ivan tahu Vita ke Jakarta. Ivan memutuskan untuk mengejar cintanya ke Jakarta.

Vita melamar kerjaan di perusahaan bonafit di Jakarta. Wawancara pun berhasil dengan baik, ya Vita pun masuk kerjaan di perusahaan yang bonafit. Vita menjalankan dengan baik, ya kerja di perusahaan sih. Sampai akhirnya Vita bertemu dengan Ivan juga di perusahaan. Vita memang terkejut bertemu dengan Ivan di satu perusahaan dan juga Vita tidak menyangka kalau Ivan itu pinter, ya bergelar S1. Vita mengingat dengan baik di kampung, ya Ivan itu kelakuannya selayaknya orang kampung dan tidak terlihat pendidikan tinggi gitu. Ivan yang suka dengan Vita, ya Ivan terus dekat Vita dengan tujuan sih, ya menikahi Vita. Vita membuka hati untuk Ivan, ya urusan tetap saja masih sebatas teman. Lisa teman kerja Vita di perusahaan, ya menyukai Ivan sih. Lisa terus berusaha dekat dengan Ivan. Vita makin jengkel banget dengan kedekatan Ivan dan Lisa.

Lisa berusaha dengan baik agar Ivan menerima cinta Lisa. Ivan dengan baik, ya menolak Lisa dan menerima Lisa sebagai teman baik saja. Ivan terus menjalankan rencananya ingin menikahi Vita, ya cewek yang benar-benar di sukai Ivan. Ivan bertemu dengan orangtua Vita di rumah. Ya orang tua Vita setuju Ivan jadian dengan Vita, ya menikah gitu. Sebenar sih Vita tetap jengkel dengan Ivan, ya hanya di depan Ivan saja. Di dalam hati Vita, ya Vita telah menyukai Ivan sih. Pergolakan terjadi di dalam diri Vita. Ivan tahu banget tentang Vita masih menolaknya. Ivan pun memutuskan untuk tidak memaksakan dirinya untuk menikahin dengan Vita.

Vita telah mengecewakan Ivan sekian kalinya. Ivan ingin bersikap biasa-biasa saja dengan Vita. Akhirnya Vita memutuskan menerima menikah dengan Ivan. Vita telah setuju menikah dengan Ivan, ya jadinya di segerakan menikah dengan Ivan. Pernikahaan pun di jalankan dengan baik banget, ya teman dekat Vita…..si Tina, ya di undang di pernikahan Vita dengan Ivan. Tina tetap bersama cowoknya ketiga, ya urusan pacaran langgeng sih. Acara pernikahan di jalankan dengan baik sampai selesai. Bulan madu pun, ya Vita dan Ivan memilih untuk di kampung, ya Sidoharjo sih. Di kampung, ya Ivan pun bercerita dengan baik siapa dirinya pada Vita. Ivan ternyata teman baik Vita semasa SD, ya berjanji dengan baik ingin menikahi Vita karena permintaan Vita yang masih kekanak-kanakan pada masa SD sih. Vita merasa senang banget menikah dengan Ivan karena Ivan adalah cowok yang baik yang dapat memenuhi janji masa kecil di masa SD, ya janji kekanak-kanakan banget sih. Ivan dan Vita hidup bahagia.

***

Cerita pun selesai di ceritakan Budi.

“Begitulah ceritanya,” kata Budi.

“Cewek yang belum dapet pacar, ya memang sih merasa dirinya kurang apa. Kok belum dapet pacar gitu? Padahal diri cewek itu cantik,” kata Eko.

“Emmmm,” kata Budi.

“Kalau belum waktunya bertemu dengan jodoh, ya biasanya sih….cewek masih sendiri gitu,” kata Eko.

“Realita kehidupan ini,” kata Budi.

“Memang,” kata Eko.

Abdul sampai di rumah Budi, ya memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi. Abdul duduk dengan baik bersama Eko dan Budi.

“Puasa di jalankan dengan baik. Sholat tarawih di jalankan dengan baik,” kata Abdul.

“Sebagai muslim yang baik, ya menjalankan aturan agama dengan baik,” kata Eko.

“Memang muslim yang baik menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik,” kata Budi.

“Kalau begitu main kartu remi saja,” kata Eko.

“Apa lebih baik kita baca al-qur’an?” saran Abdul.

“Di mesjid kan sudah,” kata Budi.

“Aku juga sudah sih baca al-qur’an di mesjid,” kata Eko.

“Ya…aku juga sudah sih baca al-qur’an di mesjid. Di bulan Ramadhan ini lebih baik khatam baca al-qur’an. Jadi baca al-qur’an lagi,” kata Abdul.

“Khatam baca al-qur’an di bulan Ramadhan. Ok baca al-qur’an. Main kartu reminya lain kali saja!” kata Eko.

“Memang lebih baik….baca al-qur’an,” kata Budi.

“Baik..kan baca al-qur’an di bulan Ramdhan, ya sampai khatam, ya di usahakan dengan baik,” kata Abdul.

Abdul, Budi dan Eko yang sepakat untuk baca al-qur’an. Ya Budi mengambil kitab al-qur’an, di meja di dalam rumah. Kitab al-quran, ya diberikan sama Budi ke Eko dan Abdul untuk di baca dengan baik. Ketiganya pun baca al-qur’an dengan baik banget.

Friday, April 1, 2022

ASMARA

Budi duduk santai di depan rumahnya. Budi sedang memegang gitar, ya di memainkanlah gitarnya dengan baik dan juga menyanyikan sebuah lagu dengan judul 'Asmara'.

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"Bila tak ada lagi cintamu

Yang indah untukku

Harusnya kau tahu betapa hidupku

Sepi tak sempurna

Bila tak ada lagi sayangmu

Yang tulus untukku

Harusnya kau tahu betapa hidupku

Sakit dan kuterluka

Hingga aku terjatuh tersiksa batinku

Sudah tak sempurna

Rusaklah harapanku dan lalu kau pergi

Kini terbang jauh hilang

Asmara ini telah menyakitkanku

Cinta menusuk jantungku

Dan merusak hidupku

Oh

Asmara kurang apa ku padamu

Sampai kau tak kenal aku

Hingga kuterluka

Oh

Oh hingga aku terjatuh tersiksa batinku

Sudah tak sempurna

Rusaklah harapanku terlalu kau pergi

Kini terbang jauh hilang

Asmara ini telah menyakitkanku

Cinta menusuk jantungku

Dan merusak hidupku

Oh

Asmara kurang apa ku padamu

Sampai kau tak kenal aku

Hingga kuterluka

Asmara ini telah menyakitkanku

Cinta menusuk jantungku

Dan merusak hidupku

Oh

Asmara kurang apa ku padamu

Sampai kau tak kenal aku

Oh hingga kuterluka"

***

Budi selesai menyanyikan lagunya dengan baik, ya menaruh gitar di kursi yang kosong lah. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.

"Nikmatnya minum kopi enak," kata Budi.

Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja. 

"Emmmm baca koran ah," kata Budi.

Budi mengambil koran di bawah meja dan di baca dengan baik koran lah.

"Oooooooo berita tentang agama, ya penetapan puasa bulan Ramadhan, ya telah di tetapkan dengan sidang Isbad. Ok. Puasa Ramadhan di jalankan dengan baik. Karena aku beragama Islam. Selayaknya menyakini agama Islam dengan baik, ya menjalankan aturan-aturan agama Islam dengan baik lah," kata Budi.

Budi terus membaca berita di koran dengan baik dari berita dalam negeri, ya urusan pemerintahan, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga, hiburan, ya sampai dengan berita kriminalitas. Sedang berita luar negeri, ya dari urusan pemerintahan negara lain yang ini dan itu. Eko pun sampai di rumah Budi, ya memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama dengan Budi lah.

"Suasana keadaan lingkungan sini tenang," kata Eko.

Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Budi berhenti membaca korannya, ya koran di taruh di atas meja lah. 

"Sidang Isbad telah menetapkan puasa Ramadhan," kata Eko.

"Beritanya aku baca dengan baik di koran," kata Budi.

"Ya...seperti biasanya aku menjalankan puasa di bulan Ramadhan," kata Eko.

Eko selesai makan bakwan satu buah, ya Eko membuat kopi dengan baik. 

"Aku juga menjalankan puasa di bulan Ramadhan," kata Budi.

Budi mengambil bakwan di piring, ya di makan dengan baik bakwan lah. Eko selesai membuat kopi, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Berkumpul dengan orang-orang sholeh di mesjid, ya menjalankan sholat tarawih, ya memperkuat tali persaudaraan dan juga keimanan jadi kuat," kata Eko.

"Memang berkumpul dengan orang-orang sholeh di mesjid, ya menjalankan sholat tarawih, ya memperkuat tali persaudaraan dan juga keimanan semakin kuat," kata Budi, ya menegaskan omongan Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Acara Tv, ya seperti biasa menyuguhkan acara-acara Ramadhan dengan baik," kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

"Realitanya kan seperti itu, ya acara Tv di bulan Ramadhan," kata Budi.

Eko melihat gitar di kursi, ya Eko berkata "Budi abis main gitar ya?"

"Iya aku abis main gitar," kata Budi.

"Lagu apa yang di nyanyikan Budi?" kata Eko.

"Lagu...dengan judul 'Asmara'....," kata Budi.

"Asmara toh. Kisah cinta," kata Eko.

"Emmmm," kata Budi.

"Jangan-jangan Budi menyanyikan lagu asmara, ya merasani cewek yang Budi sukai, ya sesuai dengan alur cerita dari lagu yang di nyanyikan Budi lah?" kata Eko, ya niatnya becanda gitu.

"Sekedar menyanyi saja Eko. Hiburan gitu," kata Budi.

"Aku paham sekedar hiburan, ya menyanyi dan bermain gitar. Kalau begitu main catur saja!" kata Eko.

"Ok...main catur!" kata Budi.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya papan catur di atas meja lah. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. 

"Kisah cinta itu ada yang bahagia, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya memang sih kisah cinta......ada yang bahagia. Contohnya : artis saja, yang kisah cintanya bahagia sampai pernikahan dan di karuniai buah cinta yang baik dan juga lucu. Jadinya menjalankan kehidupan rumah tangganya dengan baik, ya agama yang di yakini dengan baik, ya di jalankan juga baik," kata Eko.

"Ada pun kisah cinta.....tidak bahagia, ya bisa di bilang patah hati, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya memang sih kisah cinta.....ada yang tidak bahagia, ya patah hati. Contohnya : artis saja, yang kisah cintanya putus atau cerai dengan persoalan yang ini dan itu," kata Eko.

"Asmara," kata Budi.

"Asmirandah," kata Eko niatnya becanda.

"Kalau Asmirandah, ya nama artis itu mah Eko," kata Budi.

"Ya memang Asmirandah nama artis. Aku cuma becanda. Abisnya Budi....ngomong Asmara," kata Eko.

"Ya...ya....ya. Sekedar obrolan saja," kata Budi.

"Emmmmm," kata Eko.

Keduanya main catur dengan baik banget, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.

Thursday, March 31, 2022

APA ADANYA

Malam yang tenang di kediaman Eko. Budi dan Eko duduk di depan rumah Eko.

“Cewek,” kata Budi.

Eko terkejut dengan omongan Budi tentang cewek gitu.

“Ada apa dengan cewek?” kata Eko.

“Cewek itu selalu berpenampilan cantik di muka umum,” kata Budi.

“Yang di omongin ini cewek yang mana?” kata Eko.

“Artis,” kata Budi.

“Artis toh. Ya jelaslah. Cewek selalu berpenampilan cantik di muka umum karena di nilai dengan baik sama masyarakat dan juga mungkin tuh cewek, ya lagi promosiin kosmetik yang di pakainya maka penampilannya cantik sempurna seperti bulan purnama bersinar di malam hari, ya sinarnya itu membuat takjub semua orang,” kata Eko.

“Emmmm. Eko membuat perumpaan yang baik untuk cewek cantik, ya seperti bulan purnama bersinar di malam hari, ya sinarnya membuat takjub semua orang. Kalau di lihat dengan kenyataan sih, ya aura kecantikan cewek begitu beriak banget, ya tanda cantiknya bersinar terang,” kata Budi.

“Emmmm,” kata Eko.

Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.

“Cewek berakting jadi jelek, ya tetap terlihat kecantikannya dengan baik,” kata Budi.

Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.

“Cewek berakting jadi jelek?” kata Eko.

“Film atau sinetron. Artis yang dapet peranan menjadi cewek jelek gitu,” kata Budi.

“Oooooo….film atau sinetron toh,” kata Eko.

Eko telah habis makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi.

“Demi kerjaan. Ya jadi apa pun di lakonin….artis cewek yang berperan jadi jelek dalam cerita film atau sinetron,” kata Budi.

Budi telah habis makan bakwan gorengnya, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

“Dapet kerjaannya begitu, ya mau di kata apa? Tetap saja bagus di mata orang-orang yang menonton film atau sinetron. Terkadang kata-kata yang baik itu dari orang yang dewasa banget menyikapi kecantikan cewek “Apa adanya saja kecantikan cewek itu”…..” kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.

“Iya….apa adanya saja kecantikan cewek itu. Nama juga cewek, ya tetap cantiklah,” kata Budi.

“Emmmm,” kata Eko.

“Puasa,” kata Budi.

“Memang mau menjalankan puasa di bulan Ramadhan,” kata Eko.

“Orang Islam yang baik, ya pasti menjalankan aturan agama dengan baik pula, ya puasa di bulan Ramadhan. Sedangkan orang Islam yang bisa di bilang Islam KTP, ya tetap tanda tanya lah….menjalankan puasa di bulan Ramadhan atau tidak,” kata Budi.

“Ya realita kehidupan ini. Kata ahli agama sih “Iman itu naik dan turun”. Iman naik, ya tetap menjalankan aturan agama dengan baik. Sedangkan iman yang turun, ya bisa saja tidak menjalankan aturan agama….sampai lepas,” kata Eko.

“Benar omongan Eko. Iman itu naik dan turun. Ya jadi kembalikan pada orang-orang yang menyakini agamanya. Mau di jalankan aturan agama dengan baik atau tidak menjalankan,” kata Budi, ya menegaskan omongan Eko.

“Hidup ini penuh ujian bagi yang menjalankan keyakinan agama yang di yakini….agama Islam. Yang berat itu omongan dari orang-orang yang agama lain, ya data di ambil dari obrolan di masyarakat dari masyarakat yang tidak memahami tentang arti toleransi beragama,” kata Budi.

“Omongan-omongan agama lain. Ujian hidup. Nama juga orang-orang itu tidak memahami tentang ilmu agama dan juga nilai-nilai dari toleransi beragama,” kata Eko.

“Bener kata ahli agama “Lebih baik ngumpul dengan satu agama, ya jadi menjalankan agama lebih mudah dan juga baik. Iman jadi kuat”….,” kata Budi.

“Ngumpul dengan orang sholeh lebih baik karena paham agama dan juga tahu nilai-nilai dari toleransi beragama,” kata Eko.

“Omongan-omongan di masyarakat tentang agama ini dan itu, ya seperti permainan anak kecil yang menyudutkan agama satu dengan lainnya,” kata Budi.

“Ya…memang seperti permainan anak kecil saja. Maka itu kalau sudah dewasa, ya bersikap dewasa dalam menyikapi masalah di masyarakat. Omongan ini dan itu,” kata Eko menegaskan omongan Budi.

“Semua ini sekedar obrolan lulusan SMA,” kata Budi.

“Ya memang sekedar obrolan lulusan SMA saja. Beda dengan obrolan lulusan Universitas di acara Tv. Ya membahas ini dan itu, ya pokok masalah yang terjadi di masyarakat. Cerita kehidupan di negeri ini,” kata Eko.

“Kalau begitu…main catur saja!” kata Budi.

“Ok…main catur saja!” kata Eko.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas mejalah papan catur. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur.

“Menyukai cewek itu. Harus apa adanya,” kata Budi.

“Memang harus bisa menerima baik dan buruknya tuh cewek, ya jadinya apa adanya,” kata Eko.

Eko dan Budi main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.

Wednesday, March 30, 2022

PAWANG HUJAN

Budi dan Eko duduk di depan rumah Budi, ya menikmati keadaan sambil minum kopi dan juga makan gorenganlah. Tiba-tiba hujan.

“Andai ada pawang hujan,” kata Budi.

“Pawang hujan untuk apa?” kata Eko.

Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

“Pawang hujan untuk menolak hujan yang turun dari langit. Keadaan yang tadinya hujan jadi cerah lagi,” kata Budi.

Budi mengambil gelas berisi kopi, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.

“Tujuannya pawang hujan ada untuk nolak hujan toh. Emmmm. Kalau aku ingat banget, ya ada sih pawang hujan di daerah sini. Tapi tetap tidak bisa menolak hujan. Ya keadaan tetap hujan, ya berarti ilmu gagal gitu,” kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.

“Pawang hujannya tidak bisa nolak hujan. Keadaan tetap hujan,” kata Budi.

“Emmmmm,” kata Eko.

“Ilmu pawang hujannya sama apa enggak Eko…..dengan pawang hujan yang di beritakan di Tv?” kata Budi.

“Pawang hujan yang di beritakan di Tv. Ilmu, ya beda sih dengan pawang hujan yang ada di sini,” kata Eko.

Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.

“Ooooo ilmunya beda toh,” kata Budi.

“Kalau aku ingat sih….cerita film atau sinetron Monkey King, ya Sun Go Kong tentang pertandingan menurunkan hujan antara Biksu Tong dan juga Pendeta Siluman. Ya Pendeta Siluman, ya sakti sih. Pendeta Siluman bisa mengatur cuaca dengan baik dengan ilmunya, ya jadi bisa menurunkan hujan dengan ritual yang di jalankannya dengan baik. Berarti Pendeta Siluman, ya bisa menolak hujan, ya Pendeta Siluman di sebut pawang hujan juga sih. Sedang Biksu Tong, ya di bantu Sun Go Kong untuk menurunkan hujan dengan bantuan para Dewa pengatur cuaca. Ketika pertandingan di jalankan di hadapan raja. Sun Go Kong, ya mengatur permainan dengan ilmunya dengan bantuan para Dewa pengatur cuaca, ya agar Pendeta Siluman….gagal dalam menurunkan hujan. Biksu tong, ya berhasil menurunkan hujan dengan baik. Jadinya Biksu Tong menang dalam pertandingan menurunkan hujan, ya bantuan Sun Go Kong dan juga para Dewa pengatur cuaca,” kata Eko.

“Cerita menurunkan hujan. Antara Biksu Tong dan Pendeta Siluman. Cerita yang bagus sih,” kata Budi.

“Memang cerita Sun Go Kong bangus,” kata Eko.

Eko selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

“Mutan yang bisa mengatur cuaca. Strom. Film X-Man,” kata Budi.

Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

“Memang sih. Film X-Man. Mutan yang bisa mengatur cuaca, ya Strom,” kata Eko.

“Strom yang mampu mengatur cuaca, ya berarti bisa menurunkan hujan dan juga, ya bisa menolak hujan…..di sebut pawang hujan,” kata Budi.

Budi selesai makan bakwannya, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopinya lah.

“Pawang hujan,” kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

“Aku punya cerita tentang pawang hujan,” kata Budi.

“Budi punya cerita tentang pawang hujan. Ya silakan Budi bercerita. Aku siap menjadi pendengar yang baik!” kata Eko.

“Baiklah aku cerita. Seorang cewek yang belajar dengan baik ilmu-ilmu ritual ini dan itu dari gurunya yang katanya gurunya hebat ilmu ritual ini dan itu. Cewek itu tetap menjalankan kehidupannya, ya seperti biasanya sih kerjaannya pedagang. Kadang ada orang-orang yang percaya dengan ilmu yang di pelajarin cewek itu. Maka itu cewek itu pun dapet kerjaan untuk membuat ritual-ritual ini dan itu, ya sampai dengan menolak hujan saat acara besar sih di lapangan sih. Cewek itu menjalankan kerjaan di acara pernikahan dan juga ada acara kuda lumping di lapangan gitu. Cewek itu mengatur ritual-ritual agar tidak hujan gitu. Cewek itu dengan baik menjalankan ritualnya. Ternyata hujan pun tidak bisa di tolak sih. Cewek itu gagal menolak hujan, ya membuat keadaan cuaca tidak cerah lah. Cewek itu murung karena gagal dengan ilmunya untuk menolak hujan. Cewek itu akhirnya tidak ingin menjalankan kerjaannya lagi jadi pawang hujan. Cewek itu, ya menjalankan kerjaannya seperti biasa dagang demi hidup ini. Ada orang-orang yang masih percaya dengan kemampuan tuh cewek sebagai pawang hujan yang hebat. Cewek itu mendapatkan kerjaan lagi untuk menolak hujan di acara konser musik yang di adakan di lapangan. Cewek itu sebenarnya tidak ingin menjalankan kerjaannya jadi pawang hujan, tapi karena keadaan butuh uang untuk hidup ini. Cewek itu menerima kerjaan jadi pawang hujan lagi. Cewek itu menjalankan kerjaanya dengan baik, ya ritual-ritual di jalankan dengan baik untuk menolak hujan di acara konser musik di lapangan gitu. Acara musik berjalan dengan baik. Tiba-tiba awan hitam telah ngumpul dan mau hujan. Cewek itu berusaha dengan baik dengan ritual-ritualnya agar hujan di tolak dan keadaan cuaca cerah  lagi gitu. Air hujan mulai turun rintik-rintik. Ada seorang pemuda di tengah penonton yang sedang nonton konser musik di lapangan. Memang pemuda itu punya ilmu menolak hujan, ya bisa di bilang pawang hujan yang tidak menjalankan ritual ini dan itu. Pemuda itu membaca doa dengan baik untuk hujan di tolak dan keadaan cuaca jadi cerah lagi. Pemuda itu berhasil dengan doanya untuk menolak hujan. Cewek yang kerjaannya pawang hujan yang di bayar sama peyelenggara konser musik, ya merasa dirinya berhasil menolak hujan, ya keadaan cuaca menjadi cerah lagi. Penyelenggara konser musik seneng dengan kerja cewek yang kerjaannya pawang hujan tersebut….berhasil menolak hujan dan keadaan cuaca cerah gitu. Acara konser berjalan dengan baik, ya sampai selesai. Cewek itu berkata “Keberuntungan aku hari ini bisa menolak hujan. Entah esok hari…apa aku bisa menolak hujan di saat acara yang di adakan di lapangan?”. Setelah acara konser musik. Cewek itu menjalankan kehidupannya seperti biasa sebagai pedagang dan ia terkenal karena berhasil dengan ilmunya menolak hujan, ya di sebut pawang hujan gitu. Sampai cewek itu mendapatkan kerjaan lagi di acara pernikahan saja sih di lapangan gitu karena memang rumahnya yang punya hajat dekat dengan lapangan. Cewek itu menjalankan ritual-ritualnya dengan baik, ya untuk menolak hujan. Ternyata cewek itu gagal menolak hujan, ya keadaan cuaca tidak cerah lah. Cewek itu berkata “Kemarin-kemarin aku berhasil menolak hujan karena keberuntungan aku saja. Sekarang aku gagal menolak hujan”. Cewek itu menerima keadaan tidak bisa menolak hujan. Sampai acara pernikahan selesai. Cewek itu, ya seperti biasa menjalankan kehidupannya sebagai pedagang untuk hidup ini. Sedangkan jadi pawang hujan, ya cewek itu…..jadi jenuh dengan kegagalannya yang gagal menolak hujan. Begitu lah ceritanya,” kata Budi.

Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

“Cerita yang bagus. Tentang pawang hujan,” kata Eko.

“Emmmm,” kata Budi.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

“Main catur saja!” kata Eko.

“Ok main catur!” kata Budi.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas mejalah papan catur. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan gorengan lah. Ya keadaan masih hujan sih.

PECEL ENAK

Budi duduk di depan rumah, ya sedang makan pecel yang di beli sih. Sebenarnya Budi beli pecel tiga bungkus. Satu bungkus, ya Budi makan lah. Dua bungkus makanan di taruh di piring, ya untuk Eko dan Abdul......main ke rumah Budi seperti biasanya. 

"Emmm rasa pecel ini enak," kata Budi.

Budi terus makan pecel tersebut sampai habis sih, ya jadinya kenyang gitu. Kertas pembungkus pecel, ya di buang sama Budi ke tempat sampah lah. Budi pun mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Yang buat pecel. Orang cantik. Nama bagus lagi....Yeni, ya kaya nama penyanyi gitu," kata Budi.

Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi mengambil gitar yang di taruh di kursi. Budi segera memainkan gitarnya dan bernyanyi.

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan judul 'Jika Cinta Dia' :

"Terlampau sering kau buang air mataku

Tak pernah kau tahu dalamnya rasa cintaku

Tak banyak inginku, jangan kau ulangi

Menyakiti aku sesuka kelakuanmu

Ku bukan manusia yang tidak berfikir

Berulang kali kau lakukan itu padaku

Jika cinta dia, jujurlah padaku

Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu

Jika cinta dia, kucoba mengerti

Teramat sering kau membuat patah hatiku (patah hatiku)

Kau datang padanya, tak pernah ku tahu

Kau tinggalkan aku di saat kubutuhkanmu

Cinta tak begini, selama ku tahu

Tetapi ku lemah kar'na cintaku padamu

Jika cinta dia, jujurlah padaku

Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu

Jika cinta dia, kucoba mengerti

Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku

Jika cinta dia, jujurlah padaku

Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu

Jika cinta dia, kucoba mengerti

Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku

Jika cinta dia, kucoba mengerti

oh-oh-ho-oh

(Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu) ho-uh-uh

Jika cinta dia, kucoba mengerti

Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku"

***

Budi selesai menyanyikan lagu dan main gitarnya, ya gitar di taruh di kursi yang kosong. Budi mengambil gelas berisi kopi, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko sampai di rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko duduk bersama Budi. Ya Budi menaruh gelas berisi kopi di meja. Eko melihat gitar di kursi yang kosong, ya Eko berkata "Budi...abis main gitas dan juga bernyanyi ya?"

"Iya," kata Budi.

"Lagu apa di nyanyikan?" kata Eko.

"Jika cinta dia," kata Budi.

"Jika cinta dia.....toh. Jangan-jangan Budi lagi....suka pada cewek cantik gitu, ya maka itu menyanyikan lagu jika cinta dia?" kata Eko, ya niatnya becanda gitu.

"Ah...Eko. Kan cuma sekedar menyanyi saja. Jangan terlalu di kaitkan dengan urusan suka sama cewek," kata Budi.

"Ooooo sekedar saja toh," kata Eko.

Eko melihat makanan di piring, ya bau makanan itu seperti bau bumbu kacang gitu. Eko pun berkata "Budi jangan-jangan makanan yang di piring itu pecel?" 

"Kok tahu. Dua bungkus makanan di piring itu pecel?" kata Budi.

"Bau...bumbu kacangnya itu," kata Eko.

"Ooooo karena bumbu kacang toh, ya memang sih tercium baunya sih bumbu kacang," kata Budi.

"Makanan pecel itu beli apa buat?" kata Eko.

"Beli lah," kata Budi.

"Ooooo beli. Penjualnya ibu-ibu apa gadis?" kata Eko.

"Nanyanya sampe segitunya. Mau tahu banget siapa penjual pecelnya? Ya gadis sih. Namanya Yeni," kata Budi.

"Oooooo gadis toh penjual pecelnya," kata Eko.

Eko pun mengambil satu bungkus pecel di piring, ya di makan dengan baik pecel lah. 

"Gimana rasa pecelnya Eko?" kata Budi.

"Enak banget...pecelnya. Pinter yang buat pecelnya," kata Eko.

"Syukurlah...pecelnya enak," kata Budi.

"Budi....ada ketertarikan dengan penjual pecelnya. Ya Yeni itu?" kata Eko.

Eko masih asik makan pecel.

"Gimana ya?" Budi berpikir panjang banget.

Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Jujur saja lah ...Budi!" kata Eko.

"Ya....ada sih ketertarikan dengan Yeni, karena Yeni cantik dan juga baik perilakunya. Nama juga aku cowok, ya biasa terkesan dengan cewek yang cantik, baik, ya pekerja keras. Urusan kerja, ya tidak milih-milih sih. Yang penting mau usaha dengan baik. Jualan pecel saja termasuk jenis usaha yang baik," kata Budi.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja. 

"Budi tertarik dengan Yeni toh. Hal yang wajar. Nama juga Budi....jomlo," kata Eko.

Eko terus menikmati makan pecelnya. 

"Memang aku jomlo," kata Budi.

Abdul pun sampai di rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi. Abdul pun duduk bersama Budi dan Eko. Ya memang Abdul melihat Eko yang lagi asik makan pecel dan juga di meja di piring ada satu bungkus makan gitu.

"Makan pecel Eko," kata Abdul.

"Budi yang beli pecel," kata Eko.

Eko masih terus makan pecelnya.

"Aku ada rezeki lebih, ya beli pecel gitu," kata Budi.

"Jadi satu bungkus di piring. Untuk aku?" kata Abdul.

"Iya," kata Budi.

Abdul mengambil satu bungkus makanan pecel di piring, ya segera di makan pecelnya dengan baik sama Abdul. Eko selesai makan pecelnya, ya kenyang jadiny. Bungkus pecel, ya Eko buang ke tempat sampah. Eko pun minum aqua gelas lah.

"Pecelnya enak," kata Abdul.

Abdul terus makan pecel tersebut.

"Memang pecelnya enak. Yang buat....cewek cantik bernama Yeni," kata Eko.

"Yang buat cewek cantik. Pantes ulekan bumbu kacangnya mantep banget," kata Abdul.

"Nama juga usaha jualan pecel, ya Yeni," kata Budi.

"Di mana ada kemauan, ya pasti ada jalan. Usaha pecel pun, ya kalau di tekunin dengan baik....pasti menghasilkan keuntungan dari usaha yang di jalankan dengan baik," kata Abdul.

Abdul masih terus makan pecel.

"Ya...Abdul ngomong begitu kan. Karena Abdul....usaha juga kerjaannya," kata Budi.

"Emmmm," kata Abdul.

"Hidup di keadaan sekarang, ya harus pinter-pinter dalam memutuskan jalan hidup. Mau usaha, ya harus di jalankan dengan baik agar berhasil dari usahanya," kata Eko.

"Omongan Eko bener lah," kata Budi.

"Ya...Eko benerlah," kata Abdul.

Abdul terus makan pecel, ya sampai habis tuh pecel di makan Abdul, ya jadinya kenyang deh. Abdul membuang bungkus ke tempat sampah. Abdul pun minum aqua gelas. 

"Kalau begitu kita main kartu remi saja!" kata Eko.

"Ok main kartu remi!" kata Budi.

"Main kartu remi!" kata Abdul.

Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya di kocok dengan baik kartu remi lah. Budi membagikan kartu remi dengan baik. Ketiganya main kartu remi dengan baik, ya dengan permainan kartu remi seperti biasanya cangkulan.

Monday, March 28, 2022

ANTARA BAIK DAN BURUK

Budi duduk bersama dengan Eko, ya di depan rumah Budi lah.

"Eko," kata Budi.

Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. 

"Apa?" kata Eko.

Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya kopi di minum dengan baik lah.

"Aku ingin tanggapan Eko tentang sesuatu," kata Budi.

Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Sesuatu apa?" kata Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Hidup ini penuh orang baik apa orang buruk?" kata Budi.

"Gimana ya? Di bilang banyak baik, tapi kejahatan masih ada. Kalau di bilang buruk, ya yang menjalankan agama dengan baik dengan tujuan baik, ya ada," kata Eko.

"Pastinya Eko!" kata Budi.

"Pastinya. Lebih baik sih baik saja!" kata Eko.

"Baik. Karena kita ini termasuk orang-orang baik, ya kan Eko?" kata Budi.

"Realitanya memang begitu. Kita ini orang-orang baik," kata Eko.

Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan bakwan goreng.

"Orang buruk tetap saja ada di antara kita, ya hidup di lingkungan bermasyarakat," kata Budi.

Budi mengambil tahu isi di piring dan di makan dengan baik.

"Ya realitanya memang begitu. Tapi kita di ajarkan ilmu agama. Ya tidak boleh berburuk sangka sama orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat," kata Eko.

"Memang kita di ajarkan ilmu agama tidak boleh berburuk sangka pada orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat. Tapi kalau kenyataannya seperti contoh : tong sampah saja di taruh di depan rumah, ya bisa hilang," kata Budi.

"Tong sampah di taruh di depan rumah bisa hilang. Berarti ada pencuri dong," kata Eko.

"Ya di lingkungan masyarakat, ya ada pencuri. Ahli pembohong untuk menutupi kelakukannya di hadapan masyarakat," kata Budi.

Budi selesai makan tahu isi satu buah, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.

"Hal kecil saja bisa hilang gimana hal yang besar. Kaya berita Tv tentang korupsi ini dan itu. Susah hidup di dunia ini, ya hidup di antara ahli-ahli pembohong menutupi kelakukannya di hadapan masyarakat," kata Eko.

Eko selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik. Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

"Hidup antara baik dan buruk. Mau di kata apa lagi?" kata Budi.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

"Memang hidup ini antara baik dan buruk," kata Eko menegaskan omongan Budi.

"Banyak cerita-cerita tentang keburukan manusia yang hidup di muka bumi ini. Maka itu kita yang di ajarkan dengan baik ilmu agama, ya tetap harus berjalan di muka bumi ini dengan jalan kebaikkan," kata Budi.

"Terus berjalan di jalan kebaikkan di muka bumi ini dengan tujuan demi kebaikan bersama," kata Eko.

"Emmmmm," kata Budi.

"Ngomong-ngomong. RT daerah sini. Masih mencari info ini dan itu dengan tujuannya mengikuti perintah orang-orang pejabat pemerintahan yang ini dan itu. Dengan tujuan ini dan itu?" kata Eko.

"Kaya masih sih," kata Budi.

"Kalau begitu sistem masih berjalan dengan baik demi masyarakat dan juga kepentingan orang-orang yang duduk di pemerintahan, ya pejabat," kata Eko.

"Ya...begitu lah," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA saja," kata Eko.

"Memang sekedar obrolan lulusan SMA," Budi.

"Main catur saja!" kata Eko.

"Ok...main catur saja!" kata Budi.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur lah. Budi dan Eko menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan lah.

SURGA DUNIA

Budi duduk di depan rumahnya, ya sambil memandangi langit malam yang bertabur bintang di langit. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik lah kopi. Eko pun sampai di rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama dengan Budi di depan rumah Budi.

"Langit malam ini begitu indah, ya kan Eko," kata Budi.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja. 

"Ya memang langit malam ini, ya indah banget. Bintangnya berkelap kelip," kata Eko.

"Sejauh apa umur manusia. Hidup di muka bumi ini. Ya menikmati keindahan di dunia ini?" kata Budi.

"Ya sejauh manusia bisa menjaga dirinya dengan baik, ya menjauhin masalah yang berdampak fatal pada dirinya yang dapat menyebabkan kematian. Tetap saja yang paling utama adalah kesehatannya yang paling utama," kata Eko.

"Kesehatan paling utama toh. Maka program kerja pemerintahan menanggulangi kesehatan manusia, ya di jalankan dengan baik dan penuh dengan kesabaran dalam menangani masalah kesehatan manusia. Agar manusia bisa menikmati lebih lama lagi dunia ini dengan cara kebaikkan," kata Budi.

"Dunia ini surga dunia. Di nikmati dengan baik hidup ini. Dengan cara yang baik," kata Eko.

Eko pun membuat kopi lah. Ya kopi pun jadi, ya Eko menikmati minum kopi dengan baik.

"Enaknya kopi ini. Salah satu kenikmatan surga dunia ini," kata Eko.

"Memang salah satu kenikmatan surga dunia ini, ya kopi yang enak," kata Budi.

Eko pun menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya bakwan goreng di makan dengan baik. Eko mengambil tahu isi di piring dan di makan dengan baik, ya tahu isi lah.

"Enak tahu isinya. Beli apa buat Budi?" kata Eko.

"Beli Eko. Sama langganan aku lah," kata Budi.

"Ooooo beli toh," kata Eko.

"Berita Tv masih urusan tentang minyak goreng," kata Budi.

"Ya namanya berita Tv tentang minyak goreng. Ya jadinya di goreng terus tuh berita Tv sampai, ya ceritanya panjang sih," kata Eko.

"Orang miskin. Memang keadaan miskin, ya berharap sih mendapatkan bantuan untuk menanggulangi kemiskinannya. Dapet minyak goreng bersyukur banget," kata Budi.

"Memang bersyukur banget, ya orang miskin," kata Eko.

"Karena kemiskinan. Ya orang miskin, ya bisa bertindak bodoh dengan cara mencuri dan menipu," kata Budi.

Budi selesai makan bakwan gorengnya, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Itu sih orang miskin yang jauh dari ilmu agama," kata Eko.

Eko selesai makan tahu isi, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik lah kopi lah. Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Orang miskin yang paham ilmu agama, ya tidak mau melakukan tindakan mencuri dan menipu. Orang miskin paham agama, ya terus berusaha dengan baik, ya dengan usahanya agar hidupnya berubah gitu. Jadinya tidak miskin lagi," kata Budi.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Orang miskin jadinya antara yang baik dan buruk. Begitu juga dengan orang kaya, ya antara baik dan buruk," kata Eko.

"Memang hidup ini antara baik dan buruk......perilaku-perilaku manusia," kata Budi menegaskan omongan Eko.

"Main catur saja...Eko!" kata Budi.

"Ok...main catur!" kata Eko.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh papan catur di atas meja dengan baik lah. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur.

"Main catur. Apa bisa di sebut salah satu kenikmatan surga dunia, ya permainan gitu?" kata Budi.

"Ya bisa saja sih. Di bilang permainan catur, ya salah satu kenikmatan surga dunia, ya permainan," kata Eko.

"Bersama dengan orang yang di cintai. Ya termasuk dalam surga dunia ini, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya omongan Budi benar lah. Mencintai orang yang di sukai, ya termasuk dalam surga dunia ini. Maka itu hubungan dengan orang yang di sukai, ya di jaga dengan baik agar urusan kisah cintanya berjalan dengan baik," kata Eko.

"Tetap saja. Waktu yang memutuskan siapa duluan yang akan meninggal?" kata Budi.

"Kalau urusan dengan kematian sih. Itu sih sudah Takdir. Hidup ini sejenak kok. Maka surga dunia ini di nikmati dengan baik bersama orang yang di sukai," kata Eko.

"Emmmm," kata Budi.

Budi dan Eko, ya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.

KISAH CINTA

Indro yang berada di salah satu taman di kota Jakarta. Ya Indro duduk di taman, ya sambil menikmati minum es cendol. Ya Indro melihat keadaan lingkungan dengan baik. Kasino menghampiri Indro yang asik duduk di taman. 

"Indro," kata Kasino.

Kasino duduk di sebelah Indro.

"Oooo Kasino," kata Indro.

Indro masih menikmati minum es cendolnya. Kasino membuka minuman botolnya yang rasa jeruk gitu. Indro melihat cowok dan cewek, ya jalan bareng di taman gitu.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Rasanya aku ingin bersama dengan Saskia. Ya karena melihat cowok dan cewek yang jalan bareng di sana!" kata Indro, ya sambil menunjukkan ke arah yang di omongkan.

"Indro. Kaya anak SMA saja," kata Kasino.

"Sinetron anak-anak SMA?" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Memang menarik sih sinetron anak-anak SMA sih," kata Indro.

"Ya begitulah cerita sinetron anak-anak SMA, ya di kemas dengan baik," kata Kasino.

"Kalau di zaman aku sekolah SMA sih. Boro-boro mikirin pacaran. Fokus sekolah dengan baik. Memang sih ada yang pacaran. Nama juga kisah cinta semasa SMA," kata Indro.

"Di zaman aku sekolah SMA. Aku, ya fokus sekolah. Pendidikan lebih nomor satu dari pada urusan kisah cinta," kata Kasino.

"Ketika aku kuliah. Ya mulailah menyukai cewek yang aku sukai," kata Indro.

"Penuh dengan pergolakan kisah cinta di masa kuliah kan Indro?" kata Kasino.

"Memang sih penuh dengan pergolakan kisah cinta sih. Aku berusaha mendapatkan cinta Saskia dengan baik. Setelah aku mendapatkan cinta Saskia, ya jadian. Hubungan kisah cinta itu berlangsung lama. Aku merasa boring dengan hubungan ku dengan Saskia, ya monoton gitu. Tidak rasa gereget lagi. Ternyata Saskia pun merasa boring juga. Jadi aku dan Saskia memutuskan satu permainan dengan baik, yaitu siapa yang merasa sakit duluan ketika orang di cintai, ya di sukai sama orang lain?. Aku bermain dengan baik, ya jalan bareng dengan cewek dan Saskia tahu itu. Begitu juga Saskia jalan bareng dengan cowok, ya aku pun tahu. Permainan itu berlangsung cukup lama sih. Sampai akhirnya hubungan aku dan Saskia putus. Yang sakit duluan ternyata Saskia memang, ya tapi dia diam selama ini. Membiarkan rasa sakit itu. Aku biasa saja sih. Mungkin karena aku....cowok, ya kurang sensitif dari pada cewek. Saskia mulai menjauh dari aku karena hubungan kita putus. Aku sadar dengan baik, ya kehilangan sosok orang yang aku cintai dengan baik. Aku pun memutuskan untuk kembali menyatukan kisah cinta ku kembali dengan Saskia. Ya pastinya bantuan Kasino dan Dono lah. Hubungan akhirnya kembali baik dengan Saskia," kata Indro.

"Indro benar-benar menetapkan satu cinta di hati, ya Saskia seorang di hati Indro. Begitu juga Saskia, ya menetapkan satu cinta di hati, ya Indro seorang di hati Saskia," kata Kasino.

"Sedangkan kisah cinta Kasino. Ya tetap biasa-biasa saja," kata Indro.

"Aku tidak tertarik menjalankan permainan apa pun. Ya jadinya kisah cinta ku dengan Selfi, ya biasa saja," kata Kasino.

"Kisah cinta Kasino dan Selfi, ya terlalu dewasa banget. Komitmen tetap kesetiaan di utamakan. Ya permainan tidak ada," kata Indro.

"Hidup ini kan pilihan dalam menjalankan kisah cinta," kata Kasino.

"Memang sih hidup ini pilihan sih dalam menjalankan kisah cinta," kata Indro.

"Sedang kisah cinta Dono. Ya bisa di bilang patah hati sih. Rara menikah dengan cowok pilihan orang tuanya Rara," kata Indro.

"Patah hati itu rasanya seperti apa?" kata Kasino.

"Sakit banget pokoknya," kata Indro.

"Serangan jantung," kata Kasino.

"Ya bisa di bilang begitu sih. Serangan jantung ringan," kata Indro.

Indro selesai minum es cendol, ya plastik di buang ke tong sampah lah dan juga Kasino selesai minum minuman botol, ya di buanglah botol minuma ke tong sampah. 

"Pulang Kasino!" kata Indro.

"Ayo...pulang!" kata Kasino.

Kasino dan Indro beranjak dari duduknya di taman. Keduanya berjalan dengan baik menuju arah rumah, ya sambil melihat lingkungan dengan baik lah.

Sunday, March 27, 2022

JAGUNG BAKAR

Abdul seusai urusan kerja. Abdul membeli jagung pada pedagang jagung di pasar, ya mempung lagi musim jagung gitu. Jagung pun di bawa pulang sama Abdul. Sampai di rumahnya, ya Abdul memasak jagungnya dengan baik di depan rumah dengan cara di bakar. Budi selesai urusannya dengan temannya, ya ke rumah Abdul lah dengan mengendarai motor dengan baik lah. Abdul telah membakar jagung empat buah sih, ya hasilnya matang jagung di bakar Abdul. Jagung bakar pun di taruh di piring dengan baik sama Abdul. Dengan santai Abdul memakan satu buah jagung bakar deh. Singkat waktu, ya Budi sampai di rumah Abdul lah. Budi memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Abdul lah.

Budi segera duduk bersama Abdul di depan rumah. Memang Budi melihat Abdul yang sedang makan jagung bakar. Ya Budi melihat tungku untuk membakar jagung di lantai dan juga jagung mentah juga ada dalam plastik di lantai. Di meja, ya Budi melihat jagung bakar di piring sih, gelas berisi kopi lah dan juga benda-benda untuk membuat kopi lah. 

"Hari ini Abdul masak makanan jagung bakar," kata Budi.

"Ya ada rezeki, ya jadinya aku membeli jagung mentah dan di buat makanan jadi jagung bakar," kata Abdul.

Abdul masih menikmati makan jagung bakarnya dengan baik. Budi pun mengambil satu buah jagung bakar di makan dan di makan dengan baik lah.

"Emmmm. Enak jagung bakarnya," kata Budi.

"Memang jagung bakarnya enak," kata Abdul.

Abdul yang telah makan satu buah jagung bakar, ya menaruh bongkol di tong sampah lah. Abdul pun mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Satu jalan di jalanin manusia demi kehidupan ini di jalan kebaikan, ya jadi bisa di nikmati sama manusia lain. Jalan kebaikan tersebut benar-benar baik banget....petani jagung," kata Budi.

Budi masih menikmati makan jagung bakar. Gelas berisi kopi pun di taruh di atas meja lah.

"Pintu rezeki terbuka dengan baik, ya untuk para pedagang yang menjualkan jagung di pasar. Sampai di barang dagangan itu di beli sama pembeli. Hasil di nikmati dengan baik sama pembeli....jagung bakar. Sama halnya dengan kopi lah," kata Abdul.

Budi selesai makan jagung bakar satu buah dan bongkolnya di buang di tong sampah. Budi pun membuat kopi lah. Kopi jadi, ya Budi menikmati minum kopi lah.

"Emmmm enak kopinya," kata Budi.

"Bermacam-macam jenis kopi yang di jual di pasar dan di beli sama pembeli yang menyukai kopi. Pintu rezeki di terbuka dengan baik. Semua orang menikmatinya hasil dari usaha yang di jalankan manusia dengan baik," kata Abdul.

Budi menaruh gelas kopi di meja.

"Dari rezeki yang di dapatkan dari usaha, ya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari dengan baik. Jika lebih rezeki itu di sodakohin dengan baik. Manusia lain menikmati kebaikan dari orang lain dari usaha dan doa yang baik," kata Budi.

"Manusia yang memahami ilmu agama berjalan di jalan kebaikkan. Beda dengan manusia yang tidak memahami ilmu agama, ya bisa merugikan manusia lain. Contoh kenyatatan kehidupan ini, ya tentang manusia yang merugikan orang lain : manusia yang kerjaannya mencuri lah," kata Abdul.

"Hidup ini antara baik dan buruk," kata Budi.

Eko pun dateng ke rumah Abdul, ya Eko memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Abdul. Eko segera duduk bersama Abdul dan Budi. Melihat keadaan dengan baiklah Eko dan juga ada jagung bakar di piring di meja lah.

"Ada pesta jagung bakar," kata Eko.

"Ah...bukan pesta. Cuma menikmati makan jagung bakar saja," kata Abdul.

"Abdul ada rezeki lebih. Ya jadinya makan-makan jagung bakar deh. Aku telah menikmati jagung bakarnya," kata Budi.

"Ooooo bukan pesta. Rezeki lebih. Menikmati makan jagung bakar bersama teman-teman," kata Eko.

"Emmm," kata Abdul dan Budi bersamaan.

Eko mengambil jagung bakar di piring, ya di makan dengan baik.

"Enaknya jagung bakar ini," kata Eko.

"Kalau kemping. Enaknya makan jagung bakar. Kalau semasa SMA, ya berkumpul dengan teman-teman, ya menikmati makan jagung bakar gitu. Aku rindu masa itu," kata Budi.

"Masa SMA. Berkumpul dengan baik sama teman-teman dalam acara kemping dan menikmati makan jagung bakar. Kalau tidak salah ingatan ku, ya Abdul mau dekat dengan Putri. Di cuekin deh Abdul sama Putri," kata Eko.

Eko terus makan jagung bakarnya dengan baik.

"Cerita masa SMA, ya memang sih kemping, ya enaknya makan jagung bakar. Ya aku si memang di cuekin sama Putri. Susah banget menaklukin Putri," kata  Abdul.

"Putri itu cewek yang punya prinsip yang kuat. Ya jadinya susah untuk mendapatkan Putri," kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

"Yang penting kan aku tetap suka sama Putri. Walau belum jadian sih sama Putri sampai sekarang karena keadaan juga sih. Aku di Bandar Lampung dan Putri di Jakarta," kata Abdul.

"Realita kisah cinta Abdul dan Putri, ya begitu adanya," kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

"Kalau liburan kesuatu tempat, ya ada jualan jagung bakar. Rasa jagung bakarnya juga enak," kata Abdul.

"Banyak cerita tentang liburan ke suatu tempat, ya makan jagung bakar. Enak sih rasa jagung bakarnya," kata Eko.

"Cerita itu aku tahu tentang tempat liburan yang ada jualan jagung bakar. Ya memang jagung bakarnya enak gitu," kata Budi.

Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Abdul mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik lah. Eko selesai makan jagung bakarnya, ya bongkolnya di taruh di tong sampah lah. Eko membuat kopi lah. Budi dan Abdul menaruh gelas berisi kopi di meja lah. Eko menikmati kopi yang di buatnya.

"Main kartu remi saja!" kata Budi.

"Ok!" kata Abdul.

"Ok...main kartu remi!" kata Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah. Abdul mengambil kartu remi di bawah meja, ya di kocok dengan baiklah kartu remi dan di bagikan dengan baik. Ketiganya main kartu remi, ya permainan cangkulan lah, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan jagung bakar. Kalau jagung bakar habis, ya masak jagung bakar lagilah ketiganya.

CAMPUR ADUK

THE REQUIN

Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....berita di channel TVRI, ya seperti biasa ...

CAMPUR ADUK