CAMPUR ADUK
Wednesday, April 6, 2022
TAKJIL
Tuesday, April 5, 2022
CINTA SAMPAI MATI
Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan baik dengan judul ‘Cinta Sampai Mati’ :
“Duhai engkau, sang Belahan Jiwa
Namamu terukir dalam pusara
Di setiap langkah, ku s'lalu berdoa
Semoga kita bersama
Duhai engkau, tambatan hatiku
Labuhkanlah cintamu di hidupku
Ku ingin kau tahu betapa merindu
Hiduplah engkau denganku
Dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Bersujud dan lalu aku meminta
Semoga kita bersama
Dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Cintaku untukmu s'lalu terjaga
Dan aku pasti setia
Ho-oh-oh
Ho-wo-oh-ho-oh-wo-wo-ho-oh
Ho-wo-uh-wo-oh-uh
Duhai engkau, tambatan hatiku
Labuhkanlah cintamu di hidupku
Ku ingin kau tahu betapa merindu
Hiduplah engkau denganku
Dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Bersujud dan lalu aku meminta
Semoga kita bersama
Dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Cintaku untukmu s'lalu terjaga
Dan aku pasti setia
dengarkanlah
(Di sepanjang malam, aku berdoa)
Ku berdoa (bersujud dan lalu aku meminta)
Dan meminta (semoga kita bersama)
Wo-oh, dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Cintaku untukmu s'lalu terjaga
Dan aku pasti setia
Ku setia”
***
Budi pun selesai main gitarnya dan bernyanyi, ya gitar di taruh di kursi yang kosong. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko pun dateng ke rumah Budi. Seperti biasa motor di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama Budi lah. Ya Budi menaruh gelas berisi kopi di meja dengan baik.
“Malam di bulan Ramadhan,” kata Eko.
Eko mengambil bakwan gorengan di piring dan di makan dengan baik bakwan gorengan lah.
“Memang malam di bulan Ramadhan,” kata Budi.
“Tenang banget,” kata Eko.
“Ya…begini keadaan daerah sini,” kata Budi.
Budi mengambil bakwan gorengan di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Eko selesai makan bakwan satu buah, ya membuat kopi lah.
“Cinta sampai mati…harus apa tidak?” kata Budi.
Eko selesai buat kopinya, ya di minum dengan baik kopinya.
“Cinta sampai mati….harus apa tidak? Ya sebenarnya…tergantung siapa orang yang cintai itu? Ya pantes mendapatkan cinta dengan sepenuh hati, ya sampai mati….tidak masalah sih,” kata Eko.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
“Orang yang di cintai itu membuat kesan yang baik. Tidak masalah….cinta sampai mati,” kata Budi.
Budi selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
“Kaya cerita tentang Dono dan Wulan, ya cinta sampai mati,” kata Eko
Gelas berisi kopi di taruh di meja sama Budi.
“Iya cerita tentang Dono dan Wulan, ya cinta sampai mati,” kata Budi menegaskan omongan Eko.
“Setiap kenangan bersama orang yang di cintai, ya membuat luka terbuka kembali,” kata Eko.
“Memang kenangan yang berkesan susah untuk di lupakan,” kata Budi.
“Obatnya sih. Ya……penggantinya Wulan,” kata Eko.
“Memang sih. Obatnya itu adalah orang yang di sukai, ya penggantinya Wulan, ya bisa menghilangkan kenangan masa lalu dan berusaha berjalan di masa depan dengan baik, ya bersama orang yang di sukai,” kata Budi.
“Jika orang yang di sukai tidak bisa di harapkan. Kenyataan putus karena ada masalah,ya Rara menikah dengan orang pilihan orang tua Rara. Ya obatnya…cuma berserah diri pada Tuhan. Ya menjalankan ibadah dengan baik. Apalagi di bulan Ramadhan. Lebih baik lagi di tekunin ibadahnya. Ketenangan di dapatkan dengan baik,” kata Eko.
“Berserah diri pada Tuhan. Jalan yang terbaik. Obat yang terbaik. Ibadah dengan baik. Ketenangan yang di dapatkan. Keikhlasan hati di dapatkan dengan baik,” kata Budi.
“Sudah ngomongin urusan cinta. Lebih baik main catur!” kata Eko.
“Ok…main catur!” kata Budi.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Budi dan Eko menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik. Sedangkan Abdul, ya di rumahnya, ya tepatnya di kamarnya. Abdul sedang baca al-qur’an dengan baik dengan tujuannya khatam baca al-qur’an di bulan Ramadhan.
Sunday, April 3, 2022
APA KURANGNYA AKU?
“Apa kurangnya aku?” kata Budi.
Eko merasa aneh dengan omongan Budi. Eko berkata “Budi….omongan tadi maksudnya apa?”
“Omongan aku tadi, ya tentang cewek yang belum mendapatkan cowok,” kata Budi.
“Cewek toh!” kata Eko.
“Cerita…Eko,” kata Budi.
“Oooooo cerita toh. Ceritanya seperti apa?,” kata Eko.
“Begini ceritanya,” kata Budi.
Eko mendengarkan dengan baik cerita Budi lah.
Isi cerita yang di ceritakan Budi :
Nama tokohnya siapa ya? Ini saja…….Vita. Vita kuliah di Jakarta. Dengan baik, ya Vita menjalankan kehidupan mahasiswi dengan baik. Vita telah berpikir dengan baik, ya ingin menikah dengan cowok yang baik yang menyukainya. Apalagi Vita sudah semester trakhir, ya belum juga punya cowok. Sedangkan Tina temannya Vita, ya teman kuliah yang paling dekat banget. Tina sudah berganti pacar sampai tiga kali karena cowoknya, ya tukang selingkuh sih. Tina berharap cowok yang ketiga, ya terakhir menurut Tina, ya tidak jadi cowok selingkuh sih. Vita banyak belajar dari Tina, ya tetang cowok karena pengalaman Tina yang pacaran dan juga telah pernah sakit hati karena cowok juga sih.
Vita tetap belum mendapatkan cowok yang di jadikan pacar. Vita hatinya berkata di saat Vita di depan cermin “Kenapa ya cowok tidak tertarik pada aku? Padahal aku ini cantik. Apa kurangnya aku?”. Vita tidak mau berlarut-larut dengan dirinya yang belum punya pacar, ya masih jomlo lah. Vita menjalankan aktivitasnya seperti biasa saja. Sampai urusan skripsi pun selesai, ya berarti Vita telah selesai menyesaikan pendidikannya, ya tinggal wisuda saja.
“Keberhasilan aku dalam pendidikan karena aku fokus kuliah dengan baik,” kata Vita.
Tina yang kerjaannya pacar, ya belum menyelesaikan pendidikannya. Wisuda Tina di tunda tahun depan. Vita pun menjalankan wisudanya dengan baik, ya bersama teman-teman satu angkatan. Vita telah wisuda, ya berpikir untuk bekerja di perusahaan. Pikiran yang lain, ya Vita ingin santai dulu gitu. Vita ingin menghilang kepenatan dirinya karena fokus kuliah sampai selesai. Vita pun pulang kampung di Sidoharjo. Ya di kampung, ya Vita tinggal dengan kakek dan nenek lah. Vita menjalankan kehidupannya dengan baik sebagai gadis desa yang baik, ya tapi sudah punya gelar pendidikan S1, berarti Vita tidak bisa dianggap enteng dari segi kepintaran gitu.
Vita bertemu dengan cowok yang menyebalkan bernama Ivan. Ya Ivan anak orang kaya sih dan pendidikannya tinggi S1. Vita tidak tahu siapa Ivan itu ? Vita tidak suka dengan Ivan gitu. Ya Ivan suka dengan Vita. Rasa suka Ivan dengan Vita, ya suka-suka banget gitu. Karena rasa suka Ivan sama Vita, ya jadinya Ivan terus berusaha bertemu dengan Vita. Ya Vita merasa jengkel banget terus-terusan bertemu dengan Ivan. Sampai Ivan bertemu dengan kakek dan nenek di rumah sih. Ivan menyatakan untuk menikah dengan Vita. Ya kakek dan nenek setuju sih Ivan menikah dengan Vita. Tetap saja Vita menolaknya Ivan. Vita yang liburan di kampung kacau karena ada cowok yang menyukainya sampai ingin menikahinya. Vita memutuskan untuk kembali ke Jakarta, ya untuk kerja lah.
Di perjalan menuju Jakarta, ya Vita berpikir dengan baik tentang Ivan. Vita merasa dirinya suka dengan Ivan karena Ivan berusaha dengan baik untuk mendapatkan Vita dengan caranya yang dapat menyenangkan Vita. Vita menyembunyikan rasa suka sama Ivan dan yang di tunjukkan rasa jengkel saja di depan Ivan . Vita membuang pikiran itu, ya berusaha fokus dengan keinginannya untuk bekerja di perusahaan, ya di Jakarta. Ivan tahu Vita ke Jakarta. Ivan memutuskan untuk mengejar cintanya ke Jakarta.
Vita melamar kerjaan di perusahaan bonafit di Jakarta. Wawancara pun berhasil dengan baik, ya Vita pun masuk kerjaan di perusahaan yang bonafit. Vita menjalankan dengan baik, ya kerja di perusahaan sih. Sampai akhirnya Vita bertemu dengan Ivan juga di perusahaan. Vita memang terkejut bertemu dengan Ivan di satu perusahaan dan juga Vita tidak menyangka kalau Ivan itu pinter, ya bergelar S1. Vita mengingat dengan baik di kampung, ya Ivan itu kelakuannya selayaknya orang kampung dan tidak terlihat pendidikan tinggi gitu. Ivan yang suka dengan Vita, ya Ivan terus dekat Vita dengan tujuan sih, ya menikahi Vita. Vita membuka hati untuk Ivan, ya urusan tetap saja masih sebatas teman. Lisa teman kerja Vita di perusahaan, ya menyukai Ivan sih. Lisa terus berusaha dekat dengan Ivan. Vita makin jengkel banget dengan kedekatan Ivan dan Lisa.
Lisa berusaha dengan baik agar Ivan menerima cinta Lisa. Ivan dengan baik, ya menolak Lisa dan menerima Lisa sebagai teman baik saja. Ivan terus menjalankan rencananya ingin menikahi Vita, ya cewek yang benar-benar di sukai Ivan. Ivan bertemu dengan orangtua Vita di rumah. Ya orang tua Vita setuju Ivan jadian dengan Vita, ya menikah gitu. Sebenar sih Vita tetap jengkel dengan Ivan, ya hanya di depan Ivan saja. Di dalam hati Vita, ya Vita telah menyukai Ivan sih. Pergolakan terjadi di dalam diri Vita. Ivan tahu banget tentang Vita masih menolaknya. Ivan pun memutuskan untuk tidak memaksakan dirinya untuk menikahin dengan Vita.
Vita telah mengecewakan Ivan sekian kalinya. Ivan ingin bersikap biasa-biasa saja dengan Vita. Akhirnya Vita memutuskan menerima menikah dengan Ivan. Vita telah setuju menikah dengan Ivan, ya jadinya di segerakan menikah dengan Ivan. Pernikahaan pun di jalankan dengan baik banget, ya teman dekat Vita…..si Tina, ya di undang di pernikahan Vita dengan Ivan. Tina tetap bersama cowoknya ketiga, ya urusan pacaran langgeng sih. Acara pernikahan di jalankan dengan baik sampai selesai. Bulan madu pun, ya Vita dan Ivan memilih untuk di kampung, ya Sidoharjo sih. Di kampung, ya Ivan pun bercerita dengan baik siapa dirinya pada Vita. Ivan ternyata teman baik Vita semasa SD, ya berjanji dengan baik ingin menikahi Vita karena permintaan Vita yang masih kekanak-kanakan pada masa SD sih. Vita merasa senang banget menikah dengan Ivan karena Ivan adalah cowok yang baik yang dapat memenuhi janji masa kecil di masa SD, ya janji kekanak-kanakan banget sih. Ivan dan Vita hidup bahagia.
***
Cerita pun selesai di ceritakan Budi.
“Begitulah ceritanya,” kata Budi.
“Cewek yang belum dapet pacar, ya memang sih merasa dirinya kurang apa. Kok belum dapet pacar gitu? Padahal diri cewek itu cantik,” kata Eko.
“Emmmm,” kata Budi.
“Kalau belum waktunya bertemu dengan jodoh, ya biasanya sih….cewek masih sendiri gitu,” kata Eko.
“Realita kehidupan ini,” kata Budi.
“Memang,” kata Eko.
Abdul sampai di rumah Budi, ya memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi. Abdul duduk dengan baik bersama Eko dan Budi.
“Puasa di jalankan dengan baik. Sholat tarawih di jalankan dengan baik,” kata Abdul.
“Sebagai muslim yang baik, ya menjalankan aturan agama dengan baik,” kata Eko.
“Memang muslim yang baik menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik,” kata Budi.
“Kalau begitu main kartu remi saja,” kata Eko.
“Apa lebih baik kita baca al-qur’an?” saran Abdul.
“Di mesjid kan sudah,” kata Budi.
“Aku juga sudah sih baca al-qur’an di mesjid,” kata Eko.
“Ya…aku juga sudah sih baca al-qur’an di mesjid. Di bulan Ramadhan ini lebih baik khatam baca al-qur’an. Jadi baca al-qur’an lagi,” kata Abdul.
“Khatam baca al-qur’an di bulan Ramadhan. Ok baca al-qur’an. Main kartu reminya lain kali saja!” kata Eko.
“Memang lebih baik….baca al-qur’an,” kata Budi.
“Baik..kan baca al-qur’an di bulan Ramdhan, ya sampai khatam, ya di usahakan dengan baik,” kata Abdul.
Abdul, Budi dan Eko yang sepakat untuk baca al-qur’an. Ya Budi mengambil kitab al-qur’an, di meja di dalam rumah. Kitab al-quran, ya diberikan sama Budi ke Eko dan Abdul untuk di baca dengan baik. Ketiganya pun baca al-qur’an dengan baik banget.
Friday, April 1, 2022
ASMARA
Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :
"Bila tak ada lagi cintamu
Yang indah untukku
Harusnya kau tahu betapa hidupku
Sepi tak sempurna
Bila tak ada lagi sayangmu
Yang tulus untukku
Harusnya kau tahu betapa hidupku
Sakit dan kuterluka
Hingga aku terjatuh tersiksa batinku
Sudah tak sempurna
Rusaklah harapanku dan lalu kau pergi
Kini terbang jauh hilang
Asmara ini telah menyakitkanku
Cinta menusuk jantungku
Dan merusak hidupku
Oh
Asmara kurang apa ku padamu
Sampai kau tak kenal aku
Hingga kuterluka
Oh
Oh hingga aku terjatuh tersiksa batinku
Sudah tak sempurna
Rusaklah harapanku terlalu kau pergi
Kini terbang jauh hilang
Asmara ini telah menyakitkanku
Cinta menusuk jantungku
Dan merusak hidupku
Oh
Asmara kurang apa ku padamu
Sampai kau tak kenal aku
Hingga kuterluka
Asmara ini telah menyakitkanku
Cinta menusuk jantungku
Dan merusak hidupku
Oh
Asmara kurang apa ku padamu
Sampai kau tak kenal aku
Oh hingga kuterluka"
***
Budi selesai menyanyikan lagunya dengan baik, ya menaruh gitar di kursi yang kosong lah. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.
"Nikmatnya minum kopi enak," kata Budi.
Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Emmmm baca koran ah," kata Budi.
Budi mengambil koran di bawah meja dan di baca dengan baik koran lah.
"Oooooooo berita tentang agama, ya penetapan puasa bulan Ramadhan, ya telah di tetapkan dengan sidang Isbad. Ok. Puasa Ramadhan di jalankan dengan baik. Karena aku beragama Islam. Selayaknya menyakini agama Islam dengan baik, ya menjalankan aturan-aturan agama Islam dengan baik lah," kata Budi.
Budi terus membaca berita di koran dengan baik dari berita dalam negeri, ya urusan pemerintahan, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga, hiburan, ya sampai dengan berita kriminalitas. Sedang berita luar negeri, ya dari urusan pemerintahan negara lain yang ini dan itu. Eko pun sampai di rumah Budi, ya memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama dengan Budi lah.
"Suasana keadaan lingkungan sini tenang," kata Eko.
Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Budi berhenti membaca korannya, ya koran di taruh di atas meja lah.
"Sidang Isbad telah menetapkan puasa Ramadhan," kata Eko.
"Beritanya aku baca dengan baik di koran," kata Budi.
"Ya...seperti biasanya aku menjalankan puasa di bulan Ramadhan," kata Eko.
Eko selesai makan bakwan satu buah, ya Eko membuat kopi dengan baik.
"Aku juga menjalankan puasa di bulan Ramadhan," kata Budi.
Budi mengambil bakwan di piring, ya di makan dengan baik bakwan lah. Eko selesai membuat kopi, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Berkumpul dengan orang-orang sholeh di mesjid, ya menjalankan sholat tarawih, ya memperkuat tali persaudaraan dan juga keimanan jadi kuat," kata Eko.
"Memang berkumpul dengan orang-orang sholeh di mesjid, ya menjalankan sholat tarawih, ya memperkuat tali persaudaraan dan juga keimanan semakin kuat," kata Budi, ya menegaskan omongan Eko.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Acara Tv, ya seperti biasa menyuguhkan acara-acara Ramadhan dengan baik," kata Eko.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
"Realitanya kan seperti itu, ya acara Tv di bulan Ramadhan," kata Budi.
Eko melihat gitar di kursi, ya Eko berkata "Budi abis main gitar ya?"
"Iya aku abis main gitar," kata Budi.
"Lagu apa yang di nyanyikan Budi?" kata Eko.
"Lagu...dengan judul 'Asmara'....," kata Budi.
"Asmara toh. Kisah cinta," kata Eko.
"Emmmm," kata Budi.
"Jangan-jangan Budi menyanyikan lagu asmara, ya merasani cewek yang Budi sukai, ya sesuai dengan alur cerita dari lagu yang di nyanyikan Budi lah?" kata Eko, ya niatnya becanda gitu.
"Sekedar menyanyi saja Eko. Hiburan gitu," kata Budi.
"Aku paham sekedar hiburan, ya menyanyi dan bermain gitar. Kalau begitu main catur saja!" kata Eko.
"Ok...main catur!" kata Budi.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya papan catur di atas meja lah. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur.
"Kisah cinta itu ada yang bahagia, ya kan Eko?" kata Budi.
"Ya memang sih kisah cinta......ada yang bahagia. Contohnya : artis saja, yang kisah cintanya bahagia sampai pernikahan dan di karuniai buah cinta yang baik dan juga lucu. Jadinya menjalankan kehidupan rumah tangganya dengan baik, ya agama yang di yakini dengan baik, ya di jalankan juga baik," kata Eko.
"Ada pun kisah cinta.....tidak bahagia, ya bisa di bilang patah hati, ya kan Eko?" kata Budi.
"Ya memang sih kisah cinta.....ada yang tidak bahagia, ya patah hati. Contohnya : artis saja, yang kisah cintanya putus atau cerai dengan persoalan yang ini dan itu," kata Eko.
"Asmara," kata Budi.
"Asmirandah," kata Eko niatnya becanda.
"Kalau Asmirandah, ya nama artis itu mah Eko," kata Budi.
"Ya memang Asmirandah nama artis. Aku cuma becanda. Abisnya Budi....ngomong Asmara," kata Eko.
"Ya...ya....ya. Sekedar obrolan saja," kata Budi.
"Emmmmm," kata Eko.
Keduanya main catur dengan baik banget, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.
Thursday, March 31, 2022
APA ADANYA
“Cewek,” kata Budi.
Eko terkejut dengan omongan Budi tentang cewek gitu.
“Ada apa dengan cewek?” kata Eko.
“Cewek itu selalu berpenampilan cantik di muka umum,” kata Budi.
“Yang di omongin ini cewek yang mana?” kata Eko.
“Artis,” kata Budi.
“Artis toh. Ya jelaslah. Cewek selalu berpenampilan cantik di muka umum karena di nilai dengan baik sama masyarakat dan juga mungkin tuh cewek, ya lagi promosiin kosmetik yang di pakainya maka penampilannya cantik sempurna seperti bulan purnama bersinar di malam hari, ya sinarnya itu membuat takjub semua orang,” kata Eko.
“Emmmm. Eko membuat perumpaan yang baik untuk cewek cantik, ya seperti bulan purnama bersinar di malam hari, ya sinarnya membuat takjub semua orang. Kalau di lihat dengan kenyataan sih, ya aura kecantikan cewek begitu beriak banget, ya tanda cantiknya bersinar terang,” kata Budi.
“Emmmm,” kata Eko.
Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.
“Cewek berakting jadi jelek, ya tetap terlihat kecantikannya dengan baik,” kata Budi.
Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.
“Cewek berakting jadi jelek?” kata Eko.
“Film atau sinetron. Artis yang dapet peranan menjadi cewek jelek gitu,” kata Budi.
“Oooooo….film atau sinetron toh,” kata Eko.
Eko telah habis makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi.
“Demi kerjaan. Ya jadi apa pun di lakonin….artis cewek yang berperan jadi jelek dalam cerita film atau sinetron,” kata Budi.
Budi telah habis makan bakwan gorengnya, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
“Dapet kerjaannya begitu, ya mau di kata apa? Tetap saja bagus di mata orang-orang yang menonton film atau sinetron. Terkadang kata-kata yang baik itu dari orang yang dewasa banget menyikapi kecantikan cewek “Apa adanya saja kecantikan cewek itu”…..” kata Eko.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
“Iya….apa adanya saja kecantikan cewek itu. Nama juga cewek, ya tetap cantiklah,” kata Budi.
“Emmmm,” kata Eko.
“Puasa,” kata Budi.
“Memang mau menjalankan puasa di bulan Ramadhan,” kata Eko.
“Orang Islam yang baik, ya pasti menjalankan aturan agama dengan baik pula, ya puasa di bulan Ramadhan. Sedangkan orang Islam yang bisa di bilang Islam KTP, ya tetap tanda tanya lah….menjalankan puasa di bulan Ramadhan atau tidak,” kata Budi.
“Ya realita kehidupan ini. Kata ahli agama sih “Iman itu naik dan turun”. Iman naik, ya tetap menjalankan aturan agama dengan baik. Sedangkan iman yang turun, ya bisa saja tidak menjalankan aturan agama….sampai lepas,” kata Eko.
“Benar omongan Eko. Iman itu naik dan turun. Ya jadi kembalikan pada orang-orang yang menyakini agamanya. Mau di jalankan aturan agama dengan baik atau tidak menjalankan,” kata Budi, ya menegaskan omongan Eko.
“Hidup ini penuh ujian bagi yang menjalankan keyakinan agama yang di yakini….agama Islam. Yang berat itu omongan dari orang-orang yang agama lain, ya data di ambil dari obrolan di masyarakat dari masyarakat yang tidak memahami tentang arti toleransi beragama,” kata Budi.
“Omongan-omongan agama lain. Ujian hidup. Nama juga orang-orang itu tidak memahami tentang ilmu agama dan juga nilai-nilai dari toleransi beragama,” kata Eko.
“Bener kata ahli agama “Lebih baik ngumpul dengan satu agama, ya jadi menjalankan agama lebih mudah dan juga baik. Iman jadi kuat”….,” kata Budi.
“Ngumpul dengan orang sholeh lebih baik karena paham agama dan juga tahu nilai-nilai dari toleransi beragama,” kata Eko.
“Omongan-omongan di masyarakat tentang agama ini dan itu, ya seperti permainan anak kecil yang menyudutkan agama satu dengan lainnya,” kata Budi.
“Ya…memang seperti permainan anak kecil saja. Maka itu kalau sudah dewasa, ya bersikap dewasa dalam menyikapi masalah di masyarakat. Omongan ini dan itu,” kata Eko menegaskan omongan Budi.
“Semua ini sekedar obrolan lulusan SMA,” kata Budi.
“Ya memang sekedar obrolan lulusan SMA saja. Beda dengan obrolan lulusan Universitas di acara Tv. Ya membahas ini dan itu, ya pokok masalah yang terjadi di masyarakat. Cerita kehidupan di negeri ini,” kata Eko.
“Kalau begitu…main catur saja!” kata Budi.
“Ok…main catur saja!” kata Eko.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas mejalah papan catur. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur.
“Menyukai cewek itu. Harus apa adanya,” kata Budi.
“Memang harus bisa menerima baik dan buruknya tuh cewek, ya jadinya apa adanya,” kata Eko.
Eko dan Budi main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.
Wednesday, March 30, 2022
PAWANG HUJAN
“Andai ada pawang hujan,” kata Budi.
“Pawang hujan untuk apa?” kata Eko.
Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
“Pawang hujan untuk menolak hujan yang turun dari langit. Keadaan yang tadinya hujan jadi cerah lagi,” kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
“Tujuannya pawang hujan ada untuk nolak hujan toh. Emmmm. Kalau aku ingat banget, ya ada sih pawang hujan di daerah sini. Tapi tetap tidak bisa menolak hujan. Ya keadaan tetap hujan, ya berarti ilmu gagal gitu,” kata Eko.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
“Pawang hujannya tidak bisa nolak hujan. Keadaan tetap hujan,” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Ilmu pawang hujannya sama apa enggak Eko…..dengan pawang hujan yang di beritakan di Tv?” kata Budi.
“Pawang hujan yang di beritakan di Tv. Ilmu, ya beda sih dengan pawang hujan yang ada di sini,” kata Eko.
Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.
“Ooooo ilmunya beda toh,” kata Budi.
“Kalau aku ingat sih….cerita film atau sinetron Monkey King, ya Sun Go Kong tentang pertandingan menurunkan hujan antara Biksu Tong dan juga Pendeta Siluman. Ya Pendeta Siluman, ya sakti sih. Pendeta Siluman bisa mengatur cuaca dengan baik dengan ilmunya, ya jadi bisa menurunkan hujan dengan ritual yang di jalankannya dengan baik. Berarti Pendeta Siluman, ya bisa menolak hujan, ya Pendeta Siluman di sebut pawang hujan juga sih. Sedang Biksu Tong, ya di bantu Sun Go Kong untuk menurunkan hujan dengan bantuan para Dewa pengatur cuaca. Ketika pertandingan di jalankan di hadapan raja. Sun Go Kong, ya mengatur permainan dengan ilmunya dengan bantuan para Dewa pengatur cuaca, ya agar Pendeta Siluman….gagal dalam menurunkan hujan. Biksu tong, ya berhasil menurunkan hujan dengan baik. Jadinya Biksu Tong menang dalam pertandingan menurunkan hujan, ya bantuan Sun Go Kong dan juga para Dewa pengatur cuaca,” kata Eko.
“Cerita menurunkan hujan. Antara Biksu Tong dan Pendeta Siluman. Cerita yang bagus sih,” kata Budi.
“Memang cerita Sun Go Kong bangus,” kata Eko.
Eko selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
“Mutan yang bisa mengatur cuaca. Strom. Film X-Man,” kata Budi.
Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
“Memang sih. Film X-Man. Mutan yang bisa mengatur cuaca, ya Strom,” kata Eko.
“Strom yang mampu mengatur cuaca, ya berarti bisa menurunkan hujan dan juga, ya bisa menolak hujan…..di sebut pawang hujan,” kata Budi.
Budi selesai makan bakwannya, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopinya lah.
“Pawang hujan,” kata Eko.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
“Aku punya cerita tentang pawang hujan,” kata Budi.
“Budi punya cerita tentang pawang hujan. Ya silakan Budi bercerita. Aku siap menjadi pendengar yang baik!” kata Eko.
“Baiklah aku cerita. Seorang cewek yang belajar dengan baik ilmu-ilmu ritual ini dan itu dari gurunya yang katanya gurunya hebat ilmu ritual ini dan itu. Cewek itu tetap menjalankan kehidupannya, ya seperti biasanya sih kerjaannya pedagang. Kadang ada orang-orang yang percaya dengan ilmu yang di pelajarin cewek itu. Maka itu cewek itu pun dapet kerjaan untuk membuat ritual-ritual ini dan itu, ya sampai dengan menolak hujan saat acara besar sih di lapangan sih. Cewek itu menjalankan kerjaan di acara pernikahan dan juga ada acara kuda lumping di lapangan gitu. Cewek itu mengatur ritual-ritual agar tidak hujan gitu. Cewek itu dengan baik menjalankan ritualnya. Ternyata hujan pun tidak bisa di tolak sih. Cewek itu gagal menolak hujan, ya membuat keadaan cuaca tidak cerah lah. Cewek itu murung karena gagal dengan ilmunya untuk menolak hujan. Cewek itu akhirnya tidak ingin menjalankan kerjaannya lagi jadi pawang hujan. Cewek itu, ya menjalankan kerjaannya seperti biasa dagang demi hidup ini. Ada orang-orang yang masih percaya dengan kemampuan tuh cewek sebagai pawang hujan yang hebat. Cewek itu mendapatkan kerjaan lagi untuk menolak hujan di acara konser musik yang di adakan di lapangan. Cewek itu sebenarnya tidak ingin menjalankan kerjaannya jadi pawang hujan, tapi karena keadaan butuh uang untuk hidup ini. Cewek itu menerima kerjaan jadi pawang hujan lagi. Cewek itu menjalankan kerjaanya dengan baik, ya ritual-ritual di jalankan dengan baik untuk menolak hujan di acara konser musik di lapangan gitu. Acara musik berjalan dengan baik. Tiba-tiba awan hitam telah ngumpul dan mau hujan. Cewek itu berusaha dengan baik dengan ritual-ritualnya agar hujan di tolak dan keadaan cuaca cerah lagi gitu. Air hujan mulai turun rintik-rintik. Ada seorang pemuda di tengah penonton yang sedang nonton konser musik di lapangan. Memang pemuda itu punya ilmu menolak hujan, ya bisa di bilang pawang hujan yang tidak menjalankan ritual ini dan itu. Pemuda itu membaca doa dengan baik untuk hujan di tolak dan keadaan cuaca jadi cerah lagi. Pemuda itu berhasil dengan doanya untuk menolak hujan. Cewek yang kerjaannya pawang hujan yang di bayar sama peyelenggara konser musik, ya merasa dirinya berhasil menolak hujan, ya keadaan cuaca menjadi cerah lagi. Penyelenggara konser musik seneng dengan kerja cewek yang kerjaannya pawang hujan tersebut….berhasil menolak hujan dan keadaan cuaca cerah gitu. Acara konser berjalan dengan baik, ya sampai selesai. Cewek itu berkata “Keberuntungan aku hari ini bisa menolak hujan. Entah esok hari…apa aku bisa menolak hujan di saat acara yang di adakan di lapangan?”. Setelah acara konser musik. Cewek itu menjalankan kehidupannya seperti biasa sebagai pedagang dan ia terkenal karena berhasil dengan ilmunya menolak hujan, ya di sebut pawang hujan gitu. Sampai cewek itu mendapatkan kerjaan lagi di acara pernikahan saja sih di lapangan gitu karena memang rumahnya yang punya hajat dekat dengan lapangan. Cewek itu menjalankan ritual-ritualnya dengan baik, ya untuk menolak hujan. Ternyata cewek itu gagal menolak hujan, ya keadaan cuaca tidak cerah lah. Cewek itu berkata “Kemarin-kemarin aku berhasil menolak hujan karena keberuntungan aku saja. Sekarang aku gagal menolak hujan”. Cewek itu menerima keadaan tidak bisa menolak hujan. Sampai acara pernikahan selesai. Cewek itu, ya seperti biasa menjalankan kehidupannya sebagai pedagang untuk hidup ini. Sedangkan jadi pawang hujan, ya cewek itu…..jadi jenuh dengan kegagalannya yang gagal menolak hujan. Begitu lah ceritanya,” kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
“Cerita yang bagus. Tentang pawang hujan,” kata Eko.
“Emmmm,” kata Budi.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
“Main catur saja!” kata Eko.
“Ok main catur!” kata Budi.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas mejalah papan catur. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan gorengan lah. Ya keadaan masih hujan sih.
PECEL ENAK
"Emmm rasa pecel ini enak," kata Budi.
Budi terus makan pecel tersebut sampai habis sih, ya jadinya kenyang gitu. Kertas pembungkus pecel, ya di buang sama Budi ke tempat sampah lah. Budi pun mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Yang buat pecel. Orang cantik. Nama bagus lagi....Yeni, ya kaya nama penyanyi gitu," kata Budi.
Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi mengambil gitar yang di taruh di kursi. Budi segera memainkan gitarnya dan bernyanyi.
Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan judul 'Jika Cinta Dia' :
"Terlampau sering kau buang air mataku
Tak pernah kau tahu dalamnya rasa cintaku
Tak banyak inginku, jangan kau ulangi
Menyakiti aku sesuka kelakuanmu
Ku bukan manusia yang tidak berfikir
Berulang kali kau lakukan itu padaku
Jika cinta dia, jujurlah padaku
Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia, kucoba mengerti
Teramat sering kau membuat patah hatiku (patah hatiku)
Kau datang padanya, tak pernah ku tahu
Kau tinggalkan aku di saat kubutuhkanmu
Cinta tak begini, selama ku tahu
Tetapi ku lemah kar'na cintaku padamu
Jika cinta dia, jujurlah padaku
Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia, kucoba mengerti
Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku
Jika cinta dia, jujurlah padaku
Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia, kucoba mengerti
Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku
Jika cinta dia, kucoba mengerti
oh-oh-ho-oh
(Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu) ho-uh-uh
Jika cinta dia, kucoba mengerti
Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku"
***
Budi selesai menyanyikan lagu dan main gitarnya, ya gitar di taruh di kursi yang kosong. Budi mengambil gelas berisi kopi, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko sampai di rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko duduk bersama Budi. Ya Budi menaruh gelas berisi kopi di meja. Eko melihat gitar di kursi yang kosong, ya Eko berkata "Budi...abis main gitas dan juga bernyanyi ya?"
"Iya," kata Budi.
"Lagu apa di nyanyikan?" kata Eko.
"Jika cinta dia," kata Budi.
"Jika cinta dia.....toh. Jangan-jangan Budi lagi....suka pada cewek cantik gitu, ya maka itu menyanyikan lagu jika cinta dia?" kata Eko, ya niatnya becanda gitu.
"Ah...Eko. Kan cuma sekedar menyanyi saja. Jangan terlalu di kaitkan dengan urusan suka sama cewek," kata Budi.
"Ooooo sekedar saja toh," kata Eko.
Eko melihat makanan di piring, ya bau makanan itu seperti bau bumbu kacang gitu. Eko pun berkata "Budi jangan-jangan makanan yang di piring itu pecel?"
"Kok tahu. Dua bungkus makanan di piring itu pecel?" kata Budi.
"Bau...bumbu kacangnya itu," kata Eko.
"Ooooo karena bumbu kacang toh, ya memang sih tercium baunya sih bumbu kacang," kata Budi.
"Makanan pecel itu beli apa buat?" kata Eko.
"Beli lah," kata Budi.
"Ooooo beli. Penjualnya ibu-ibu apa gadis?" kata Eko.
"Nanyanya sampe segitunya. Mau tahu banget siapa penjual pecelnya? Ya gadis sih. Namanya Yeni," kata Budi.
"Oooooo gadis toh penjual pecelnya," kata Eko.
Eko pun mengambil satu bungkus pecel di piring, ya di makan dengan baik pecel lah.
"Gimana rasa pecelnya Eko?" kata Budi.
"Enak banget...pecelnya. Pinter yang buat pecelnya," kata Eko.
"Syukurlah...pecelnya enak," kata Budi.
"Budi....ada ketertarikan dengan penjual pecelnya. Ya Yeni itu?" kata Eko.
Eko masih asik makan pecel.
"Gimana ya?" Budi berpikir panjang banget.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Jujur saja lah ...Budi!" kata Eko.
"Ya....ada sih ketertarikan dengan Yeni, karena Yeni cantik dan juga baik perilakunya. Nama juga aku cowok, ya biasa terkesan dengan cewek yang cantik, baik, ya pekerja keras. Urusan kerja, ya tidak milih-milih sih. Yang penting mau usaha dengan baik. Jualan pecel saja termasuk jenis usaha yang baik," kata Budi.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Budi tertarik dengan Yeni toh. Hal yang wajar. Nama juga Budi....jomlo," kata Eko.
Eko terus menikmati makan pecelnya.
"Memang aku jomlo," kata Budi.
Abdul pun sampai di rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi. Abdul pun duduk bersama Budi dan Eko. Ya memang Abdul melihat Eko yang lagi asik makan pecel dan juga di meja di piring ada satu bungkus makan gitu.
"Makan pecel Eko," kata Abdul.
"Budi yang beli pecel," kata Eko.
Eko masih terus makan pecelnya.
"Aku ada rezeki lebih, ya beli pecel gitu," kata Budi.
"Jadi satu bungkus di piring. Untuk aku?" kata Abdul.
"Iya," kata Budi.
Abdul mengambil satu bungkus makanan pecel di piring, ya segera di makan pecelnya dengan baik sama Abdul. Eko selesai makan pecelnya, ya kenyang jadiny. Bungkus pecel, ya Eko buang ke tempat sampah. Eko pun minum aqua gelas lah.
"Pecelnya enak," kata Abdul.
Abdul terus makan pecel tersebut.
"Memang pecelnya enak. Yang buat....cewek cantik bernama Yeni," kata Eko.
"Yang buat cewek cantik. Pantes ulekan bumbu kacangnya mantep banget," kata Abdul.
"Nama juga usaha jualan pecel, ya Yeni," kata Budi.
"Di mana ada kemauan, ya pasti ada jalan. Usaha pecel pun, ya kalau di tekunin dengan baik....pasti menghasilkan keuntungan dari usaha yang di jalankan dengan baik," kata Abdul.
Abdul masih terus makan pecel.
"Ya...Abdul ngomong begitu kan. Karena Abdul....usaha juga kerjaannya," kata Budi.
"Emmmm," kata Abdul.
"Hidup di keadaan sekarang, ya harus pinter-pinter dalam memutuskan jalan hidup. Mau usaha, ya harus di jalankan dengan baik agar berhasil dari usahanya," kata Eko.
"Omongan Eko bener lah," kata Budi.
"Ya...Eko benerlah," kata Abdul.
Abdul terus makan pecel, ya sampai habis tuh pecel di makan Abdul, ya jadinya kenyang deh. Abdul membuang bungkus ke tempat sampah. Abdul pun minum aqua gelas.
"Kalau begitu kita main kartu remi saja!" kata Eko.
"Ok main kartu remi!" kata Budi.
"Main kartu remi!" kata Abdul.
Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya di kocok dengan baik kartu remi lah. Budi membagikan kartu remi dengan baik. Ketiganya main kartu remi dengan baik, ya dengan permainan kartu remi seperti biasanya cangkulan.
Monday, March 28, 2022
ANTARA BAIK DAN BURUK
"Eko," kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Apa?" kata Eko.
Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya kopi di minum dengan baik lah.
"Aku ingin tanggapan Eko tentang sesuatu," kata Budi.
Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Sesuatu apa?" kata Eko.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Hidup ini penuh orang baik apa orang buruk?" kata Budi.
"Gimana ya? Di bilang banyak baik, tapi kejahatan masih ada. Kalau di bilang buruk, ya yang menjalankan agama dengan baik dengan tujuan baik, ya ada," kata Eko.
"Pastinya Eko!" kata Budi.
"Pastinya. Lebih baik sih baik saja!" kata Eko.
"Baik. Karena kita ini termasuk orang-orang baik, ya kan Eko?" kata Budi.
"Realitanya memang begitu. Kita ini orang-orang baik," kata Eko.
Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan bakwan goreng.
"Orang buruk tetap saja ada di antara kita, ya hidup di lingkungan bermasyarakat," kata Budi.
Budi mengambil tahu isi di piring dan di makan dengan baik.
"Ya realitanya memang begitu. Tapi kita di ajarkan ilmu agama. Ya tidak boleh berburuk sangka sama orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat," kata Eko.
"Memang kita di ajarkan ilmu agama tidak boleh berburuk sangka pada orang-orang yang ada di lingkungan masyarakat. Tapi kalau kenyataannya seperti contoh : tong sampah saja di taruh di depan rumah, ya bisa hilang," kata Budi.
"Tong sampah di taruh di depan rumah bisa hilang. Berarti ada pencuri dong," kata Eko.
"Ya di lingkungan masyarakat, ya ada pencuri. Ahli pembohong untuk menutupi kelakukannya di hadapan masyarakat," kata Budi.
Budi selesai makan tahu isi satu buah, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.
"Hal kecil saja bisa hilang gimana hal yang besar. Kaya berita Tv tentang korupsi ini dan itu. Susah hidup di dunia ini, ya hidup di antara ahli-ahli pembohong menutupi kelakukannya di hadapan masyarakat," kata Eko.
Eko selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik. Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
"Hidup antara baik dan buruk. Mau di kata apa lagi?" kata Budi.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
"Memang hidup ini antara baik dan buruk," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Banyak cerita-cerita tentang keburukan manusia yang hidup di muka bumi ini. Maka itu kita yang di ajarkan dengan baik ilmu agama, ya tetap harus berjalan di muka bumi ini dengan jalan kebaikkan," kata Budi.
"Terus berjalan di jalan kebaikkan di muka bumi ini dengan tujuan demi kebaikan bersama," kata Eko.
"Emmmmm," kata Budi.
"Ngomong-ngomong. RT daerah sini. Masih mencari info ini dan itu dengan tujuannya mengikuti perintah orang-orang pejabat pemerintahan yang ini dan itu. Dengan tujuan ini dan itu?" kata Eko.
"Kaya masih sih," kata Budi.
"Kalau begitu sistem masih berjalan dengan baik demi masyarakat dan juga kepentingan orang-orang yang duduk di pemerintahan, ya pejabat," kata Eko.
"Ya...begitu lah," kata Budi.
"Sekedar obrolan lulusan SMA saja," kata Eko.
"Memang sekedar obrolan lulusan SMA," Budi.
"Main catur saja!" kata Eko.
"Ok...main catur saja!" kata Budi.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur lah. Budi dan Eko menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan lah.
SURGA DUNIA
"Langit malam ini begitu indah, ya kan Eko," kata Budi.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Ya memang langit malam ini, ya indah banget. Bintangnya berkelap kelip," kata Eko.
"Sejauh apa umur manusia. Hidup di muka bumi ini. Ya menikmati keindahan di dunia ini?" kata Budi.
"Ya sejauh manusia bisa menjaga dirinya dengan baik, ya menjauhin masalah yang berdampak fatal pada dirinya yang dapat menyebabkan kematian. Tetap saja yang paling utama adalah kesehatannya yang paling utama," kata Eko.
"Kesehatan paling utama toh. Maka program kerja pemerintahan menanggulangi kesehatan manusia, ya di jalankan dengan baik dan penuh dengan kesabaran dalam menangani masalah kesehatan manusia. Agar manusia bisa menikmati lebih lama lagi dunia ini dengan cara kebaikkan," kata Budi.
"Dunia ini surga dunia. Di nikmati dengan baik hidup ini. Dengan cara yang baik," kata Eko.
Eko pun membuat kopi lah. Ya kopi pun jadi, ya Eko menikmati minum kopi dengan baik.
"Enaknya kopi ini. Salah satu kenikmatan surga dunia ini," kata Eko.
"Memang salah satu kenikmatan surga dunia ini, ya kopi yang enak," kata Budi.
Eko pun menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya bakwan goreng di makan dengan baik. Eko mengambil tahu isi di piring dan di makan dengan baik, ya tahu isi lah.
"Enak tahu isinya. Beli apa buat Budi?" kata Eko.
"Beli Eko. Sama langganan aku lah," kata Budi.
"Ooooo beli toh," kata Eko.
"Berita Tv masih urusan tentang minyak goreng," kata Budi.
"Ya namanya berita Tv tentang minyak goreng. Ya jadinya di goreng terus tuh berita Tv sampai, ya ceritanya panjang sih," kata Eko.
"Orang miskin. Memang keadaan miskin, ya berharap sih mendapatkan bantuan untuk menanggulangi kemiskinannya. Dapet minyak goreng bersyukur banget," kata Budi.
"Memang bersyukur banget, ya orang miskin," kata Eko.
"Karena kemiskinan. Ya orang miskin, ya bisa bertindak bodoh dengan cara mencuri dan menipu," kata Budi.
Budi selesai makan bakwan gorengnya, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Itu sih orang miskin yang jauh dari ilmu agama," kata Eko.
Eko selesai makan tahu isi, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik lah kopi lah. Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Orang miskin yang paham ilmu agama, ya tidak mau melakukan tindakan mencuri dan menipu. Orang miskin paham agama, ya terus berusaha dengan baik, ya dengan usahanya agar hidupnya berubah gitu. Jadinya tidak miskin lagi," kata Budi.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Orang miskin jadinya antara yang baik dan buruk. Begitu juga dengan orang kaya, ya antara baik dan buruk," kata Eko.
"Memang hidup ini antara baik dan buruk......perilaku-perilaku manusia," kata Budi menegaskan omongan Eko.
"Main catur saja...Eko!" kata Budi.
"Ok...main catur!" kata Eko.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh papan catur di atas meja dengan baik lah. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur.
"Main catur. Apa bisa di sebut salah satu kenikmatan surga dunia, ya permainan gitu?" kata Budi.
"Ya bisa saja sih. Di bilang permainan catur, ya salah satu kenikmatan surga dunia, ya permainan," kata Eko.
"Bersama dengan orang yang di cintai. Ya termasuk dalam surga dunia ini, ya kan Eko?" kata Budi.
"Ya omongan Budi benar lah. Mencintai orang yang di sukai, ya termasuk dalam surga dunia ini. Maka itu hubungan dengan orang yang di sukai, ya di jaga dengan baik agar urusan kisah cintanya berjalan dengan baik," kata Eko.
"Tetap saja. Waktu yang memutuskan siapa duluan yang akan meninggal?" kata Budi.
"Kalau urusan dengan kematian sih. Itu sih sudah Takdir. Hidup ini sejenak kok. Maka surga dunia ini di nikmati dengan baik bersama orang yang di sukai," kata Eko.
"Emmmm," kata Budi.
Budi dan Eko, ya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.
KISAH CINTA
"Indro," kata Kasino.
Kasino duduk di sebelah Indro.
"Oooo Kasino," kata Indro.
Indro masih menikmati minum es cendolnya. Kasino membuka minuman botolnya yang rasa jeruk gitu. Indro melihat cowok dan cewek, ya jalan bareng di taman gitu.
"Kasino," kata Indro.
"Apa?" kata Kasino.
"Rasanya aku ingin bersama dengan Saskia. Ya karena melihat cowok dan cewek yang jalan bareng di sana!" kata Indro, ya sambil menunjukkan ke arah yang di omongkan.
"Indro. Kaya anak SMA saja," kata Kasino.
"Sinetron anak-anak SMA?" kata Indro.
"Iya," kata Kasino.
"Memang menarik sih sinetron anak-anak SMA sih," kata Indro.
"Ya begitulah cerita sinetron anak-anak SMA, ya di kemas dengan baik," kata Kasino.
"Kalau di zaman aku sekolah SMA sih. Boro-boro mikirin pacaran. Fokus sekolah dengan baik. Memang sih ada yang pacaran. Nama juga kisah cinta semasa SMA," kata Indro.
"Di zaman aku sekolah SMA. Aku, ya fokus sekolah. Pendidikan lebih nomor satu dari pada urusan kisah cinta," kata Kasino.
"Ketika aku kuliah. Ya mulailah menyukai cewek yang aku sukai," kata Indro.
"Penuh dengan pergolakan kisah cinta di masa kuliah kan Indro?" kata Kasino.
"Memang sih penuh dengan pergolakan kisah cinta sih. Aku berusaha mendapatkan cinta Saskia dengan baik. Setelah aku mendapatkan cinta Saskia, ya jadian. Hubungan kisah cinta itu berlangsung lama. Aku merasa boring dengan hubungan ku dengan Saskia, ya monoton gitu. Tidak rasa gereget lagi. Ternyata Saskia pun merasa boring juga. Jadi aku dan Saskia memutuskan satu permainan dengan baik, yaitu siapa yang merasa sakit duluan ketika orang di cintai, ya di sukai sama orang lain?. Aku bermain dengan baik, ya jalan bareng dengan cewek dan Saskia tahu itu. Begitu juga Saskia jalan bareng dengan cowok, ya aku pun tahu. Permainan itu berlangsung cukup lama sih. Sampai akhirnya hubungan aku dan Saskia putus. Yang sakit duluan ternyata Saskia memang, ya tapi dia diam selama ini. Membiarkan rasa sakit itu. Aku biasa saja sih. Mungkin karena aku....cowok, ya kurang sensitif dari pada cewek. Saskia mulai menjauh dari aku karena hubungan kita putus. Aku sadar dengan baik, ya kehilangan sosok orang yang aku cintai dengan baik. Aku pun memutuskan untuk kembali menyatukan kisah cinta ku kembali dengan Saskia. Ya pastinya bantuan Kasino dan Dono lah. Hubungan akhirnya kembali baik dengan Saskia," kata Indro.
"Indro benar-benar menetapkan satu cinta di hati, ya Saskia seorang di hati Indro. Begitu juga Saskia, ya menetapkan satu cinta di hati, ya Indro seorang di hati Saskia," kata Kasino.
"Sedangkan kisah cinta Kasino. Ya tetap biasa-biasa saja," kata Indro.
"Aku tidak tertarik menjalankan permainan apa pun. Ya jadinya kisah cinta ku dengan Selfi, ya biasa saja," kata Kasino.
"Kisah cinta Kasino dan Selfi, ya terlalu dewasa banget. Komitmen tetap kesetiaan di utamakan. Ya permainan tidak ada," kata Indro.
"Hidup ini kan pilihan dalam menjalankan kisah cinta," kata Kasino.
"Memang sih hidup ini pilihan sih dalam menjalankan kisah cinta," kata Indro.
"Sedang kisah cinta Dono. Ya bisa di bilang patah hati sih. Rara menikah dengan cowok pilihan orang tuanya Rara," kata Indro.
"Patah hati itu rasanya seperti apa?" kata Kasino.
"Sakit banget pokoknya," kata Indro.
"Serangan jantung," kata Kasino.
"Ya bisa di bilang begitu sih. Serangan jantung ringan," kata Indro.
Indro selesai minum es cendol, ya plastik di buang ke tong sampah lah dan juga Kasino selesai minum minuman botol, ya di buanglah botol minuma ke tong sampah.
"Pulang Kasino!" kata Indro.
"Ayo...pulang!" kata Kasino.
Kasino dan Indro beranjak dari duduknya di taman. Keduanya berjalan dengan baik menuju arah rumah, ya sambil melihat lingkungan dengan baik lah.
Sunday, March 27, 2022
JAGUNG BAKAR
Saturday, March 26, 2022
MISTERINYA CERITA
Roh pertama berkata "Seperti biasanya membuat cerita."
Dono pun berhenti dari mengetik di leptopnya dan mendengarkan omongan Roh. Roh ke dua pun muncul di atas kepalanya Dono.
Roh kedua berkata "Seperti biasanya sesuai dengan rencana kamu. Manusia itu penuh dengan rencana untuk melakukan kegiatan yang di inginkan".
"Seperti biasa aku di ganggu," kata Dono.
"Sebenarnya aku tidak ingin menggangu kamu. Karena kamu bisa mendengarkan suara-suara gaib karena ilmu mu. Jadi kamu mendengarkan omongan aku dan juga dia," kata Roh pertama.
"Aku sih golongan pengganggu. Kalau di bilang penggangu, ya benar sih. Banyak orang yang tersesat karena bisikan diri ku. Mungkin karena banyak manusia itu telahir bodoh. Maka jatuh pada kebodohan. Merasa diri manusia itu pinter padahal sebenarnya bodoh sih. Ribuan tahun di bodohin manusia dengan ilmu yang ini dan itu, ya tetap di jalankan sampai sekarang, ya tetap manusia itu bodoh," kata Roh kedua.
"Aku paham dengan baik, ya karena mendengarkannya dengan baik," kata Dono.
"Banyak manusia tidak bisa mendengarkan aku sih," kata Roh pertama.
"Memang banyak manusia juga tidak mendengarkan aku juga. Ya karena pendengaran mereka tertutup tertutup dengan baik," kata Roh kedua.
"Aku melihat semua ulah manusia yang di sembunyikan dengan baik. Walau sebenarnya manusia berusaha menyembunyikannya dari manusia lain dengan baik," kata Roh pertama.
"Aku juga melihat ulah manusia yang ini dan itu. Terkadang aku sesatkan dengan bisikan ini dan itu. Ya agar manusia itu menjadi buruk lebih jauh lagi. Hatinya menjadi gelap segelap mungkin," kata Roh kedua.
"Karena kamu mendengarkan aku bicara. Aku membimbing mu dengan baik di jalan kebaikan, ya demi kebaikan mu. Berjalan di muka bumi ini," kata Roh pertama.
"Omongan ku di dengarkan dengan baik juga. Jadinya percuma aku menyesatkan dirimu. Amalan mu banyak. Maka itu kamu dapat mendengarkan suara aku dengan baik," kata Roh kedua.
"Aku paham. Malaikat dan Setan," kata Dono.
"Kalau begitu. Aku pergi saja. Karena urusannya cuma membuat cerita saja," kata Roh kedua.
Roh kedua pergi dengan cara menghilang.
"Selama berjalan di jalan kebaikkan. Amalan itu tetap di katakan baik. Walaupun sekecil banget amalan itu. Tetap aku hitung dengan baik," kata Roh pertama.
"Emmmmm," kata Dono.
"Kalau begitu aku pergi juga," kata Roh pertama.
Roh pun pergi dengan cara menghilang.
Dono yang tidak lagi mendengarkan suara Roh, ya suara gaib gitu. Dono melanjutkan mengetiknya di leptopnya dengan baik.
"Manusia terkadang belum di sesatkan oleh Setan. Sudah tersesat sendiri karena kebodohannya," celoteh Dono.
Dono terus mengetik di leptopnya dengan baik. Indro yang berada di Jakarta, ya tepatnya di rumahnya. Indro duduk di halaman belakang sambil main game di Hp-nya. Kasino yang selesai merawat tanaman di potnya. Kasino pun duduk bersama Indro.
"Hari yang tenang," kata Kasino.
Kasino mengambil gelas yang berisi teh, ya di minum dengan baik. Memang Indro mendengarkan omongan Kasino dengan baik sih. Indro berhenti main game di Hp-nya.
"Memang keadaan hari ini tenang," kata Indro.
Kasino menaruh gelas berisi teh di meja.
"Ngomong-ngomong....gimana kabar Dono?" kata Kasino.
"Kabar Dono. Ya baik saja. Ada di rumahnya. Dono lagi asik seperti biasa. Mengetik di leptopnya. Membuat cerita ini dan itu, ya sesuai dengan keinginan Dono lah," kata Indro.
"Kabar Dono baik. Seperti biasa kerjaannya mengetik di leptopnya. Membuat cerita ini dan itu berdasarkan kehidupan sehari-hari yang di dapatkan ceritanya dari lingkungan masyarakat dan di sesuaikan dengan baik. Ya sesuai keinginan Dono," kata Kasino.
"Cerita Dono. Ya terkadang sekedar cerita saja," kata Indro.
"Ya memang realitanya begitu sih. Sekedar cerita saja," kata Kasino.
"Pasarnya masih....SMA. Karena ada cerita di Tv, ya tentang anak-anak sekolahan," kata Indro.
"Dono kan mengikuti pasar dari acara Tv saja. Kalau masih SMA, ya ceritanya terus di buat dengan baik di kaitkan dengan SMA lah," kata Kasino.
"Cerita misteri pun masih di tayangkan dengan baik di Tv. Ya acaranya bagus sih. Cuma?" kata Indro.
"Cuma apa Indro?" kata Kasino.
"Cerita Drakula kan yang di tayangkan di Tv. Identik banget dengan ajaran Kristen. Apa tujuannya menaikkan agama Kristen ya?" kata Indro.
"Ya menurut Indro. Tujuannya menaikan agama Kristen. Ya tidak ada masalahkan. Semua rencana manusia dengan tujuan ini dan itu," kata Kasino.
"Kontrafesi yang paling aku tidak suka. Ya orang Kristen ngaku jadi orang Islam. Orang Islam ngaku jadi orang Kristen. Ya begitu juga dengan agama lainnya," kata Indro.
"Kalau urusan itu sih. Tidak perlu di permasalahkan lah. Kan cuma kontrafesi saja," kata Kasino.
"Ya.....memang sih. Cuma kontrafesi. Seperti cerita tentang orang Islam menikah dengan orang Kristen di gereja. Jadi bahan obrolan manusia yang membahasnya berdasarkan keilmuan ini dan itu. Tetap saja dari dulu sampai sekarang, ya cuma gitu-gitu saja pembahasannya. Antara iya dan tidak," kata Indro.
"Nama juga manusia mencari rezeki dengan cara membahas sesuatu yang jadi permasalahan manusia. Ya jadinya antara iya dan tidak lah. Tetap kontrafersi lah," kata Kasino.
"Kalau begitu sih aku lanjut main game di Hp aku saja!" kata Indro.
Indro segera main game di Hp-nya dengan baik.
"Aku juga main game ah!" kata Kasino.
Kasino pun main game di Hp-nya dengan baiklah.
SIOMAY
Friday, March 25, 2022
JAGUNG REBUS
Thursday, March 24, 2022
MISTERI KEHIDUPAN
"Berita menarik-menarik," kata Budi.
Budi terus membaca korannya dengan baik. Eko sampai di rumah Budi, ya segera memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama Budi. Karena ada Eko, ya Budi berhenti baca koran dan koran di taruh di atas meja. Memang di meja ada gorengan sih di piring, ya jadinya Eko mengambil bakwan goreng. Ya bakwan goreng di makan dengan baik sama Eko. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.
"Aku punya cerita Eko," kata Budi.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Budi punya cerita saja!" kata Eko.
Eko terus makan bakwannya.
"Cerita tentang seorang pemuda yang berhasil dengan ilmunya, ya mendengar kan suara-suara roh.Ya memang roh menjelaskan banyak hal tentang kehidupan ini. Kenyataan kehidupan, ya manusia lebih senang yang pasti saja seperti contohnya : makan atau minuman. Pemuda paham dengan manusia-manusia yang tidak bisa mendengarkan suara-suara roh. Pemuda itu tetap di nyatakan pembohong karena tidak bisa di buktikan kebenaran tentang suara-suara roh, ya pada manusia-manusia yang lain. Ya sebenarnya pemuda itu, ya malas untuk mengajarkan ilmunya pada manusia-manusia lain karena resikonya terlalu berat, ya kematian lah. Maka itu lah pemuda itu cuma cerita saja seperti kebiasaan para pemuka agama menceritakan cerita tentang para nabi sampai dengan para dewa. Setiap cerita yang di ceritakan para pemuka agama, ya ada tujuannya untuk menasehati dan mengajarkan manusia berjalan di jalan kebaikkan. Pemuda itu terus mencari orang-orang yang memiliki kemampuan sama dengan dirinya dengan tujuannya, ya pemuda itu tidak di golongkan golongan pembohong. Inginnya pemuda itu masuk golongan kejujuran dari ilmunya yang dapat mendengarkan suara-suara roh yang membimbing dirinya di jalan kebaikkan. Pemuda itu sering menonton Tv dengan asik di rumahnya, ya menonton manusia-manusia yang punya kemampuan lebih dari ilmu pendidikan sampai mendapatkan gelar pendidikan yang tinggi banget dan juga kedudukan di pemerintahan, ya jadi pemimpin di negeri ini dan negeri lain. Pemuda itu pun belum mendapatkan petunjuk tentang manusia-manusia yang dapat mendengarkan suara-suara roh tersebut. Pemuda itu tetap saja menjalankan hidupnya seperti biasanya, ya sambil mencari manusia-manusia yang mampu mendengarkan suara-suara roh dan tujuannya pemuda itu masuk dalam golongan kejujuran. Begitulah ceritanya," kata Budi.
Ternyata Eko telah makan gorengan dua buah, ya karena mendengarkan cerita Budi lah. Eko membuat kopi dengan baik, ya semuanya telah di sediakan Budi di meja untuk membuat kopi lah. Eko pun berkata pada Budi "Cerita yang bagus."
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko selesai membuat kopinya dan segera di minum dengan baik kopi.
"Misterinya kehidupan ini," kata Eko.
Eko pun menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
"Memang misterinya kehidupan ini," kata Budi.
"Bagi yang memahami ilmu-ilmu pasti. Ya harus di buktikan dengan baik. Agar manusia percaya. Apalagi tentang ilmu-ilmu yang dapat mendengarkan suara-suara roh, ya harus bisa di buktikan dengan baik, ya agar manusia lain percaya gitu dengan ilmu-ilmu tersebut," kata Eko.
"Kalau tidak bisa di buktikan, ya bisa di bilang mitos saja kan, ya Eko?" kata Budi.
"Ya begitulah kenyataan hidup ini. Tidak bisa di buktikan dengan baik, ya bisa di bilang mitos saja," kata Eko.
"Karena manusia telah berhasil pergi keluar angkasa dengan kemajuan teknologi. Maka itu harus di buktikan. Ilmu-ilmu tingkat Universitas," kata Budi.
"Manusia-manusia yang berpendidikan tinggi yang belajar di Universitas, ya terus meneliti ini dan itu. Untuk membuktikan ini dan itu. Apakah benar semua atau kah salah?" kata Eko.
"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Sekedar bahan obrolan saja. Lebih baik kita main catur saja!" kata Budi.
"Ok main catur!" kata Eko.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan gorengan yang enak banget gitu.
WORTEL
CAMPUR ADUK
JAB PYAAR KISISE HOTA HAI
Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...
CAMPUR ADUK
-
1. Asal Usul Pangeran Jayakusuma Alkisah cerita, ada sebuah kerajaan yang besar di daerah Timur dengan rajanya yang bernama Prabu Braw...
-
Sekurang-kurangnya sepuluh atau lima belas orang, laki-laki dan perempuan, berdiri dalam satu deretan panjang, berbaris dari belakang dan...
-
Pagi indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon ceramah yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet m...











