CAMPUR ADUK

Tuesday, May 11, 2021

PEMUDA YANG POLOS

Dono di ruang tamu sedang baca statistik Blognya untuk melihat dengan baik reting bacaan pada cerpen yang telah di publikasikan di Hp-nya.

"Ini cerpen. Apa judul yang membuat reting baca naik, apa isi dari cerpen?" kata Dono.

Dono terus melihat dengan baik statistik reting baca. Indro selesai urusan dengan pekerjaan, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Terdengar suara toa dari mesjid tentang pemberitahuan pembagian zakat ke warga miskin kepada warga yang telah mendapatkan kupon. Dono mengabaikan pemberitahuan dari toa, ya sibuk melihat statistik reting bacanya. Indro juga mengabaikan toa pemberitahuan dari mesjid yang berkaitan dengan pembagian zakat.

Indro duduk, ya sambil melihat Dono yang sibuk melihat sesuatu di Hp-nya. 

"Dono," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono sambil berhenti melihat statistik reting baca di Hp-nya. 

"Lagi lihat apa di Hp. Sampe serius banget?!" kata Indro. 

"Lagi melihat data statistik reting baca cerpen yang telah di publikasikan. Aku penasaran saja. Apakah judul cerpen yang membuat reting baca naik dan apakah karena isi cerita cerpen padahal isi cerpen biasa aja gitu, ya beda dengan penulis cerpen kawakan yang penggemar banyak  kaya artis jadinya gitu?!" kata Dono. 

"Reting baca toh!" kata Indro. 

"Kemungkinan sih judul cerpen yang membuat reting baca naik," kata Dono yang berpikir panjang. 

"Mungkin Don!" kata Indro. 

"Mungkin," kata Dono. 

"Ooooo iya...Don. Aku ingin tahu sesuatu?!" kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Dono sering menulis cerita cerpen di kaitkan dengan artis. Jadi cerpen Dono mengikuti ke populeran dari artis dan hasilnya cerpen Dono jadi populer juga gitu?" kata Indro. 

"Mengekor kepopuleran dari artis demi tujuan cerpen populer juga. Aku tidak kepikiran sampai sana ya? Yang aku pikirkan cuma cerita saja dengan baik," kata Dono. 

"Dono pola pikirannya seperti pemuda yang polos ya. Padahal banyak di jaringan internet mengkaitkan ini dan itu dengan tujuannya Blog mereka terkenal dan juga kaya gitu," kata Indro. 

"Blog ku kan tidak ada iklannya dan di buat jauh dari standar gitu. Ya tidak mungkin lah tujuannya sama dengan Blog yang lain populer dan kaya," kata Dono. 

"Berarti cuma sekedar cerita. Konsep awal dan akhir. Dan tidak termasuk mengekor kepopuleran dari artis tujuannya jadi populer gitu. Beda dengan Blog yang lain yang punya kualitas luar biasa gitu. Baik sistem kerjanya individu maupun kelompok," kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game ah!" kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

Dono tidak melanjutkan melihat statistik reting baca di Hp-nya, ya jadi main game di Hp-nya. Indro telah asik main game di Hp-nya. Kasino selesai juga dengan kerjaan di kamarnya, ya pembukuan. Kasino keluar dari kamar ke ruang tengah untuk nonton Tv. Baru menghidupkan Tv pake remot. Terdengar suara adzan dari mesjid. Kasino mematikan Tv pake remot dan kebelakang untuk mengambil wudu. Dono dan Indro berhenti main game di Hp-nya, ya kebelakang untuk mengambil wudu. 

Kasino, Dono dan Indro telah mengambil wudu di belakang, ya bergerak ke kamar khusus untuk sholat. Seperti biasa ketiganya main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang kalah jadi imam sholat? Ternyata yang kalah adalah Indro. Segeralah melaksanakan sholat dhuzur dengan penuh khusukkan sampai selesai. 

Selesai sholat ketiganya, ya zikir dan doa. Setelah itu. Dono tetap di kamar khusus tempat sholat, ya baca Al-Qur-an. Kasino dan Indro ke luar dari kamar menuju ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk keduanya. Ya Indro menghidupkan Tv pake remot dan di pilih chenel acara Tv-nya berita ini dan itu. Indro dan Kasino, ya santai nonton berita

TUJUANNYA

Indro keluar dari kamarnya membawa kardus berisi benda-benda. Di ruang tamu, ya Indro menaruh benda-benda tersebut di meja.

"Aku mulai permainannya," kata Indro.

Indro pun menyembah tuh benda-benda sesuai ajaran agama gitu, ya ceritanya gitu. Kasino keluar dari kamar menuju ruang tamu, ya memang sih melihat Indro sedang menyembah-menyembah benda-benda.

"Indro bikin main lagi," kata Kasino.

Kasino yang tidak peduli ulah Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk Kasino di ruang tengah, ya mengambil remot di meja dan di hidupkan Tv. Kasino memilih chenel Tv yang menarik acaranya dan di pilih sinetron tema misteri gitu. Dono selesai urusannya di kamarnya, ya keluar dari kamar dan memang ke ruang tengah melihat Kasino sedang asik nonton Tv dengan acara sinetron misteri.

"Misteri yang bagus," kata Dono.

Dono pun bergerak ke ruang tamu. Kasino tetap asik nonton Tv sinetron misteri. Dono di ruang tamu, ya duduk di ruang tamu dan melihat ulah Indro sedang menyembah benda-benda di meja.

"Sampai kapan Indro menyembah benda itu?" kata Dono.

"Dono. Cuma mainan saja!" kata Indro.

"Ooooo cuma mainan saja toh. Jadi benda yang berjejer di meja. Ada miniantur kabah, salif, patung budha, patung dewa wisnu, dan banyak lainnya," kata Dono.

"Sebenarnya sih Don. Manusia menyembah benda ini, ya kenyataannya berdasarkan pandangan aku saja dalam pola pikir pendek gitu," kata Indro.

"Pandangan Indro. Kebiasaan manusia yang menjalankan ajaran agama, ya kenyataannya. Sedangkan Indro cuma contoh kecil saja!" kata Dono.

"Maksudnya itu Don!" kata Indro.

"Dapet apa dari menyembah dari benda-benda itu?" kata Dono.

"Ya tidak dapet apa-apa? Suara Roh pun tidak dapet gitu!" kata Indro.

"Agama sebenarnya tujuannya mengajarkan manusia untuk berjalan di muka bumi ini di jalan kebaikkan. Membina diri dengan baik, keluarga, teman dan orang lain," kata Dono.

"Aku paham tujuan agama yang berkembang di dunia ini untuk membimbing manusia di jalan kebaikan," kata Indro.

"Kalau tentang Roh, ya sebenarnya sih. Tergantung ilmu sih. Bagi yang bisa memahami ilmu, ya pasti bisa mendengarkan Roh dan akan di jelaskan kebenaran dari agama," kata Dono.

"Memahami ilmu toh sampai bisa mendengarkan Roh. Susah juga. Dengan jalan kesyirikan pun belum tentu, ya sampai aku menyembah patung setan sekali pun," kata Indro.

"Memang susah," kata Dono. 

"Kalau begitu udahan ah main ya!" kata Indro memasukan benda-benda ke dalam kardus. 

"Indro kelakuannya anak kecil," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game saja!" kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

Dono mengambil buku di bawah meja dan segera di bacanya dengan baik. Indro sudah asik main game di Hp-nya. Kasino masih asik nonton Tv karena memang sinetron misteri bagus gitu.

TERGANTUNG

Dono, Kasino dan Indro di mesjid, ya mengikuti acara i'tikaf di mesjid seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian gitu dengan remaja yang lain. Ketika waktu istirahat. Dono keluar dari mesjid ke rumah Joni yang dekat mesjid, sekedar urusan kerjaan, ya ngonrol dengan Joni dan minjem leptop untuk mengetik cerita di Blognya. Kasino dan Indro, ya keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid sambil memandang langit gelap bertabur bintang sambil minum kopi keduanya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Hari ini hari yang tenang," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Ooo iya Kasino boleh enggak ngobrol tentang cewek?" kata Indro.

"Masih bulan Ramadhan. Gimana ya?" kata Kasino berpikir panjang.

"Boleh nggak?" kata Indro.

"Ya....ya boleh!" kata Kasino.

"Boleh toh. Begini. Cewek itu lebih suka cowok yang umurnya di atas dirinya, sama dengan dirinya satu lagi di bawah dirinya?" kata Indro.

"Tergantung," kata Kasino.

"Tergantung, ya mati Kasino?" kata Indro bercanda.

"Siapa bunuh diri?" kata Kasino mengikuti permainan Indro.

"Ok. Cuma becanda kok," kata Indro.

"Aku paham," kata Kasino.

"Tergantung dari cewek toh," kata Indro.

"Kalau ceweknya statusnnya janda. Cowok di bawah umurnya ya di makan. Yang penting ada yang menyukainya gitu. Bobonya anget gitu jadinya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Kalau janda di makan tuh cowok di bawah umurnya," kata Indro.

"Cewek perawan tua pun jika dapet cowok di bawah umur, ya di makanlah," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek perawan tua dapet cowok di bawah umurnya, ya di makanlah. Nikah deh. Tidur tidak sendiri lagi. Bobonya anget gitu," kata Indro.

"Cewek sebenarnya paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Dirinya cewek itu jadi manja terhadap cowok di atas dirinya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Itu mah banyak cerita kenyataannya," kata Indro.

"Sama halnya cewek suka sama dengan cowok yang umurnya sama. Ceritanya pun lebih banyak sih," kata Kasino.

"Kalau sama umurnya sih memang banyak ceritanya," kata Indro.

Indro dan Kasino minum kopinya.

"Kemarin ada cerita tentang artis rambutnya gondrong, ya kita bahas dalam cerita kan?" kata Indro.

"Aku inget dengan baik. Ya iya sih. Kita ngobrol tentang artis yang rambutnya gondrong sih,"kata Kasino.

"Gaya penulis itu dari lulus SMA rambutnya gondrong kan?!" kata Indro.

"Penulis. Ya iya lah. Temannya penulis saja ada yang rambutnya gondrong. Tetap menetapi di jalan kebaikan, ya ibadah gitu," kata Kasino.

"Gaya boleh rambut gondrong. Yang penting ibadah jalan terus," kata Indro.

"Masuk yuk!" kata Kasino.

"Ayuk," kata Indro.

Indro dan Kasino masuk ke dalam mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Dono selesai urusan dengan Joni dan telah mempublikasikan cerita di Blognya. Dono dan Joni, ya kembali ke mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian.

ABSTRAK

Dono, Kasino dan Indro selesai buka puasa. Seperti biasa sih siapa yang mencuci piring dan gelas di tentukan dengan hompimpa dan suit? Tenyata yang kalah adalah Dono. Kasino dan Indro wudu di belakang. Setelah itu. Kasino dan Indro ke kamar untuk sholat magrib, ya nunggu Dono sih. Selesai mencuci piring dan gelas dan di taruh di rak, ya Dono wudu di belakang. Setelah itu. Dono ke kamar khusus untuk sholat. Dono, Kasino dan Indro, ya seperti biasa untuk menentukan imam sholat dengan permainan hompimpa dan suit. Yang kalah ternyata Indro. Jadi Indro jadi imam sholat.

Sholat magrib di jalankan dengan penuh ke khusukkan dengan baik banget, ya sampai selesai gitu. Ketiganya berzikir dan berdoa. Kasino selesai berzikir dan berdoa, ya keluar dari kamar khusus untuk sholat langsung menuju kamarnya untuk berbenah diri untuk berangkat ke mesjid. 

Dono dan Indro, ya selesai berzikir dan berdoa. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Cerpen di Blog mu Don. Aku baca tentang cerita ketentuan tanggal Idul Fitri?" kata Indro. 

"Ooooo itu. Emangnya ada masalah di tulis begitu?" kata Dono. 

"Kali aja ada masalah gitu?!" kata Indro. 

"Tenang Indro. Cerpen ku itu bentuk Abstrak beda dengan artikel. Dibuat apa pun hasilnya tetap nilai positif. Karena sekedar cerita saja. Hoby gitu," kata Dono. 

"Ya aku sih tahu sih. Abstrak bentuk cerpen Dono itu. Tentang penanggalan Idul Fitri itu?" kata Indro. 

"Sudah di bilangin tidak ada masalah. Karena aku tidak menulis tahun dari perayaan Idul Fitrinya," kata Dono. 

"Tahunnya toh. Iya juga ya. Cuma tanggal saja. Tahunnya tidak di tulis. Bener-bener Abstrak tuh Blog. Ya tidak ada masalah toh," kata Indro. 

"Tidak ada masalah. Abstrak cerpen gitu. Beda dengan artikel gitu ada dampaknya. Contoh : ada artikel tentang artis mati karena kesetrum artikel pada masa lampau cerita itu. Sampai masa depan tuh artikel jadi jawaban. bahwa di masa lalu artikel itu berita kebohongan di masa depan pun artikel itu kebohongan juga," kata Dono. 

"Aku pernah baca tuh artikel," kata Indro. 

"Maka itu. Cerpen ku tidak ada masalah. Abstrak. Beda dengan artikel berdampak ini dan itu," kata Dono. 

"Bener Don. Omongan mu!" kata Indro. 

"Kalau begitu. Kita mesjid!" kata Dono. 

"Iya," kata Indro. 

Indro dan Dono, ya keluar dari kamar khusus sholat ke kamar masing-masing untuk berbenah diri gitu. Setelah itu baru ketiganya berangkat ke mesjid dengan berjalan cepat. Sampai adzan isya di kumandangkan. Dono, Kasino dan Indro segera melaksanakan sholat isya bersama umat lainnya. 

Sholat isya berjalan dengan khusuk sampai selesai dan di lanjutkan sholat tarawih di jalankan khusuk sampai selesai. Baru deh acara i'tikaf gitu di mesjid.

KEBETULAN SAJA

Kasino sedang duduk di ruang tamu sambil main game di Hp-nya. Indro di ruang tengah sedang nonton Tv. Acara Tv, ya berita gitu.

"Beritanya masih seputar ini dan itu," kata Indro.

Indro terus menonton Tv dengan baik. 

"Ooooo beritanya tentang sidang isbat untuk menentukan lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh seperti biasanya," kata Indro.

Saat iklan di Tv. Indro beranjak dari duduknya di ruang tengah ke ruang tamu. Indro melihat kalender yang di pajang dinding di ruang tamu. 

"Lebaran jatuh pada tanggal 12 Mei toh," kata Indro.

Indro memastikan penanggalan lebaran di Hp-nya, ya jaringan internet gitu. Indro mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Jaringan internet menunjukkan lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei.

"Lebaran Idul Fitri. 12 Mei toh," kata Indro.

Indro membaca artikel-artikel tentang kaitkannya dengan tanggal penentuan lebaran Idul Fitri.

"Ooooo ada artikel. Yang menjelaskan Idul Fitri jatuh pada tanggal 13 Mei toh. PP Muhammadiyah," kata Indro.

Indro paham sih artikel di tulis begini dan begitu sih. Indro pun duduk di ruang tamu.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino berhenti main game di Hp-nya. 

"Besok kita lebaran ya Kasino?" kata Indro.

"Sebentar aku cek dulu. Maklum banyak urusan kadang lupa," kata Kasino

"Iya, aku mengerti," kata Indro.

Indro menunggu dengan baik. Kasino membuka jaringan internet di Hp-nya dan mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Muncul tanggal menentukan lebaran Idul Fitri, ya Kasino membaca dengan baik "Lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei."

"Jadi 12 Mei itu besok. Jadi besok lebaran Idul Fitri," kata Indro.

"Kalau besok lebaran, ya sholat Idul Fitri lah!" kata Kasino.

"12 Mei. Sebenarnya lebih baik 13 Mei," kata Indro.

"Kenapa dengan 12 Mei dan kenapa lebih baik 13 Mei?!" kata Kasino.

"12 Mei itu tanggal kelahiran penulis, ya termasuk ulang tahunnya penulis. Kalau besok lebaran, ya jadinya sama aja merayakan ulang tahun penulis. Maka itu lebih baik 13 Mei jadi tidak merayakan ulang tahunnya penulis dan juga lebih baik lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Indro.

"Ooooo gitu toh. 12 Mei ulang tahun penulis. Aku saja lupa. Jadi 12 Mei jatuhnya lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh, ya sekaligus merayakan ulang tahun penulis toh itu sih kebetulan saja. 13 Mei itu lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Kasino. 

"Saling berkaitan berdasarkan ketepatan waktu," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu kan," kata Kasino. 

"Jadi mengikuti aturan Pemerintah dalam menjalankan ibadah sholat Idul Fitri....besok atau besok lagi," kata Indro. 

"Seperti biasanya saja. Kita ini rakyat kecil di atur pemimpin yang memimpin negeri ini. Ikutin saja," kata Kasino. 

"Ikut saja. Nama juga rakyat kecil," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

"Kalau begitu aku kembali nonton Tv lagi!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino melanjutkan main game di Hp-nya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv, ya acara tetap berita ini dan itu. Sedangkan Dono di kamarnya, ya selesai mengetik di leptopnya dan hasil ketikan di simpan dengan baik. Dono melihat tanggal di leptopnya. 

"Hari ini tanggal 11 Mei. Besok 12 Mei itu 1 Syawal lebaran Idul Fitri," kata Dono. 

Dono pun berpikir sesuatu dengan baik. 

"Ooooo iya. 12 Mei itu ulang tahunnya penulis jadi kebetulan saja gitu dalam ketentuan waktu 12 Mei itu perayaan Idul Fitri 1 Syawal. Kaya ada yang aneh ya?" kata Dono. 

Dono membuka jaringan internet dengan baik banget di leptopnya, ya membaca artikel dengan baik yang ini dan itu. 

"Ooooo. Ada artikel menjelaskan tanggal 13 Mei lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh. Dari PP Muhammadiyah," kata Dono. 

Dono mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

Monday, May 10, 2021

MATI OBOR

Buka puasa seperti biasanya sih di rumah saja Dono, Kasino dan Indro. Setelah perut ketiga kenyang, ya seperti biasa main hompimpa dan juga suit untuk menentukan siapa yang akan nyuci piring dan gelas? Ternyata yang kalah mencuci piring dan gelas adalah Kasino. Dono dan Indro, ya wudu di belakang. Setelah itu Dono dan Kasino ke kamar khusus sholat, ya menunggu Kasino. Setelah selesai mencuci piring dan gelas dan telah di taruh di rak, ya Kasino wudu di belakang. Setelah itu, ya Kasino ke kamar khusus sholat. 

Seperti biasa Dono, Kasino dan Indro main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat? Ternyata yang kalah menjadi imam sholat adalah Indro. Segera ketiganya melaksanakan sholat magrib dengan penuh khusukkan, ya sampai selesai. Setelah zikir dan doa. 

"Kita terawih di mesjid," kata Indro.

"Ok," kata Dono.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino, Dono dan Indro, ya segera berbenah diri untuk pergi ke mesjid. Karena waktu sholat isya sudah dekat. Jadi ketiganya berjalan cepat menuju mesjid. Sampai di mesjid. Dono, Kasino dan Indro, ya segera melaksanakan sholat isya bersama umat yang lainnya karena memang adzan telah di kumandangkan dengan baik. Sholat isya pun berjalan dengan baik banget, ya khusuk gitu sampai selesai dan di lanjutkan dengan sholat tarawih. 

Seperti biasa sih sholat tarawih di jalankan dengan penuh khusukkan dengan baik. Sholat tarawih yang di laksanakan, ya sebelas rakaat. Setelah sholat tarawih. Memang acara i'tikaf akan di laksanakan. Dono masih di dalam mesjid, ya sedang ngobrol dengan Beni sekedar obrolan saja. Kasino dan Indro keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Apa pendapatmu dengan berita kematian seorang ustad?" kata Indro.

"Sebenarnya biasa aja sih. Tapi ada omongan orang tua yang aku inget sampai sekarang. Jangan mati obor," kata Kasino.

"Mati obor. Maksudnya Kasino?" kata Indro.

"Kematian ustad itu di sebut mati obor. Maka tidak boleh mati obor. Ya generasi selanjutnya harus melanjutkan perjuangan ustad tersebut demi membimbing manusia di jalan kebaikan. Demi dunia ini. Jika tidak ada ahli agama maka kehancuran terjadi. Yang sederhana sih tidak tahu antara halal dan haram," kata Kasino menjelaskan.

"Generasi sekarang ini banyak yang pinter dalam bidang agama. Berkat bimbingan para ustad," kata Indro.

"Tetap saja namanya umur tidak ada yang tahu. Contoh Dono saja. Umur masih muda tapi terkena ujian sakit yang parah dan hampir meninggal. Untung saja berkat amal dan ibadahnya, ya Dono panjang umur dan selamat dari ujiannya," kata Kasino.

"Ujian kematian. Malaikat maut," kata Indro.

"Setiap manusia telahir di muka bumi ini. Pasti ujiannya sama. Ujian kematian dengan segala bentuk kematian. Takdirnya seperti itu. Malaikat maut menjalankan tugasnya dengan baik mencabut nyawa manusia," kata Kasino.

"Berarti. Jika berita tentang artis komedi meninggal sama aja di sebut mati obor?" kata Indro.

"Sama aja di sebut mati obor," kata Kasino.

"Generasi komedi yang melanjutkan perjuangannya," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Masuk ke dalam mesjid. Acara i'tikaf di mulai!" kata Indro.

"Ayo," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya masuk mesjid dan duduk bersama remaja. Dono, ya sama duduk di antara remaja. Acara i'tikaf di laksanakan dengan baik seperti biasanya, ya baca Al-Qur'an secara bergantian.

Sunday, May 9, 2021

MEMAHAMI ILMU

Dono, Kasino dan Indro memang i'tikaf di mesjid dan seperti biasa acaranya baca Al-Qur'an secara bergantian. Saat waktu istirahat. Kasino asik makan dan minum dengan remaja lainnya. Indro sedang ngobrol dengan Heru urusan kerjaan sambil makan dan minum. Dono keluar dari mesjid dan duduk diam di teras depan mesjid sambil memandang langit gelap bertabur bintang, ya sambil minum teh. Roh muncul di atas kepala Dono, ya biasa dua Roh di kiri dan kanan.

"Menikmati keadaan," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Ketika waktu menyendiri selalu melihat langit bertabur bintang," kata Roh atau Setan.

"Kebiasaan dari kecil," kata Dono.

"Malam yang di muliakan," kata Roh atau Malaikat.

"Seperti biasanya kan," kata Roh atau Setan.

"Ganjil atau genap suatu hari. Tetap saja Tuhan maha ganjil dan maha mengenapkan segalanya bahwa Tuhan itu satu di muka bumi ini sang pencipta alam semesta Allah SWT," kata Dono.

"Yang memahami ilmu maka akan mengetahui kebenaran," kata Roh atau Malaikat.

"Seperti biasanya. Ilmu yang akan menunjukkan kebenaran," kata Roh atau Setan.

"Belajar dan belajar pada akhirnya memahami banyak ilmu sampai ilmu yang mustahil bagi manusia sekalipun. Ilmu kematian," kata Dono.

"Karena ilmu kematian.....dia dapat melihat aku. Setan di bisa di lihat. Luar biasa yang bisa mengungkap keberadaan ku," kata Roh atau Setan.

"Aku pun Malaikat bisa di lihat dia dengan baik. Ilmu kematian," kata Roh atau Malaikat.

"Seharusnya dia mati agar tidak mengukap rahasia," kata Roh atau Setan.

"Ilmu menyelamatkan dia dari kematian," kata Roh atau Malaikat.

"Kalau begitu sudahlah aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang.

"Pemuda yang pinter. Kalau begitu aku juga pergi!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

"Emmm," kata Dono.

Dono masuk ke dalam mesjid, ya berbaur dengan remaja lain sambil makan dan minum. Kasino pun keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid sambil memandang langit yang gelap bertabur bintang. Indro selesai obrolan dengan Heru, ya keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid di sebelah Kasino.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Ada-ada berita di Tv ya Kasino," kata Indro.

"Berita apa?" Kasino.

"Makan khas buatan daerah yang bahannya dari daging babi gitu," kata Indro.

"Hal biasa itu mah," kata Kasino.

"Memang biasa sih Kasino. Tapi jadi polemik gitu," kata Indro.

"Yang memahami ilmu agama yang sebenarnya menjelaskan aturan agama yang di yakini. Dari makan, minum, cara berpakaian yang baik, bicara dan bertingkah laku yang baik dalam bergaul di lingkungan. Maka tidak akan melanggar aturan," kata Kasino yang tegas.

"Aku si paham omongan Kasino. Ya nama juga berita. Sepele di bikin ruet," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro masuk ke dalam mesjid. Acara baca Al-Qur'an di lanjutkan dengan baik.

Saturday, May 8, 2021

POLA PIKIR MANUSIA

Kasino di halaman belakang sedang merawat tanaman di potnya dengan baik banget. Dono sedang baca buku dengan baik di ruang tamu. Indro dan Saskia sedang membicarakan urusan kerjaan gitu di rumah Saskia. Ya Saskia memang pacarnya Indro. Puasa di bulan Ramadhan gini urusan pacaran tidak di jalankan dengan baik, ya jaga jarak untuk mencegah hal-hal dari omongan orang yang dampak paling parah kan fitnah ini dan itu padahal kenyataannya tidak ada. Dengan menjaga jarak yang baik membungkam omongan orang yang kerjaannya menggunjing. Indro selesai urusan dengan Saskia, ya Indro pamit pulanglah sama Saskia.

Indro membawa motornya dengan baik banget menuju rumahnya. Tino yang kerjaannya sebagai  tukang rongsokan. Hari ini Tino dapet rezeki lagi, ya ada seorang Ibu-ibu, ya janda gitu namanya Ibu Maya yang menjual sepedah yang sudah rusak gitu berjumlah tiga buah dan sebuah kompor rusak. Indro lewat depan rumah Ibu Maya yang menjual sepedah rusak dan kompor yang rusak kepada tukang rongsokan. Ibu Maya dan Tino terjadi kesepakan harga gitu. Tino memberikan uang ke Ibu Maya.

"Alhamdulillah rezeki hari ini untuk menjalankan hidup ini," kata hati Ibu Maya memegang uang hasil dari jual sepedah dan kompornya.

Tino membawa tiga sepedah dan kompor rusak ke tempat Pak Abah. Ya Pak Abah menerima tiga sepedah dan kompor rusak dari Tino dengan kesepakan yang baik. Tino mendapatkan uang dari Pak Abah.

"Alhamdulillah rezeki hari ini," kata Tino.

Tino masih di jalan kebaikan pastinya ada jalan rezeki di bulan Ramadhan ini jika mau berusaha. Walau sebenarnya keadaan kehidupan Tino sederhana banget maklum kerjaan sebagai tukang rongsokan. Tino masih terus menjalankan kerjaannya dengan baik hari ini. 

***

Indro sampai di rumah. Motor di taruh di dalam rumah dengan baik sama Indro. Kasino masih merawat tanaman di halaman belakang. Indro duduk di ruang tamu bersama Dono yang asik baca buku.

"Dono," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.

"Tadi di jalan menuju rumah. Aku melihat Ibu-ibu menjual tiga buah sepedah rusak dan kompor rusak pada tukang rongsokan," kata Indro.

"Hal biasa itu mah. Setiap manusia hidup di muka bumi ini. Menjalankan kehidupan dengan rencana masing-masih dengan tujuannya, ya bertahan hidup dengan keadaan," kata Dono.

"Memang biasa sih. Kerjaan tukang rongsokan itu lebih baik dari pada kerjaan orang-orang yang meminta-minta dan juga orang-orang yang mencuri barang, ya kaya berita di Tv tentang pencurian sepedah gitu," kata Indro.

"Pola pikir manusia. Satu sisi berpikir positif. Di sisi lain berpikir negatif," kata Dono.

"Memang bener omongan Dono. Pola pikirnya manusia antara positif dan negatif. Sama hal urusan dengan ibadah," kata Indro.

"Kalau ibadah di nilai dari taqwa manusia yang menjalankan agama yang di yakininya," kata Kasino.

"Aku paham Dono. Kalau melihat perjalan masa lalu saat aku berteman sana sini sih. Ya ada yang tekun ibadah dan ada tidak tekun ibadahnya, ya agama sekedar cantelan saja di KTP gitu," kata Indro.

"Seberapa besar manusia menjalankan agama tetap saja di nilai manusia. Ceritanya tidak jauh beda dari dulu sampai sekarang," kata Dono.

"Samahal dengan agama lain kan Don?!" kata Indro.

"Sama saja," kata Dono.

"Berarti para ahli agama tetap harus gencar-gencarnya membimbing manusia agar menjalankan agama dengan baik dan tidak boleh lepas gitu," kata Indro.

"Ya kenyataanya sih. Rumah ibadah tetap tegah berdiri walau gonjang-ganjingnya di pengaruhi keadaan yang ini dan itu," kata Dono.

"Salah satu yang mempengaruhi proses ibadah adalah covid-19 kan?!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Manusia banyak karena berkembang biak terus demi mengisi dunia ini, ya menikmati hidup di muka bumi ini. Walau hitungan waktunya sebentar dan berusaha lama gitu," kata Indro.

"Emmm," kata Dono.

"Padahal hidup di dunia ini. Aslinya. Banyak kebohongan atau hoaks dari cerita masa lalu demi tujuan ini dan itu," kata Indro.

"Yang sadar mengetahui kebohongan. Yang tidak sadar tetap tidak mengetahui kebohongan yang di buat pada masa lalu dan sampai sekarang masih berjalan dengan baik," kata Dono.

"Di Tv sering banget menjelaskan ini dan itu untuk menyelesaikan pokok masalah tentang kebohongan atau hoaks ini dan itu," kata Indro.

"Eeeem," kata Dono.

"Ya sudahlah Don. Aku nonton Tv saja!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan baca bukunya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino telah selesai merawat tanaman di potnya, ya istirahat gitu. Kasino main game di Hp-nya dengan penuh keasikan gitu.

MUNGKIN

Usai baca Al Qur-an di kamar, ya Indro keluar dari kamarnya ke ruang tamu. Kasino selesai juga baca Al-Qur'an di kamarnya, ya keluar dari kamarnya ke ruang tamu. Kasino dan Indro duduk di ruang tamu, ya sepakat bernyanyi bersama dan yang bermain gitar adalah Indro. Lagu yang di nyannyikan Kasino dan Indro berjudul 'Mungkin' yang di populerkan sama Potret.

Isi lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro :
Mungkin
Aku bisa bercinta dengan kamu
Kendati kata-katamu selalu
Menusuk jantung
Melukaiku

Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah

Mungkin sang fajar
Dan sayap-sayap burung patah
Menyaksikan kita berseteru
Selalu tak pernah damai

Mungkin cintaku
Terlalu kuat dan menutupi
Jiwa yang dendam akan kerasmu
Sehingga kita bersama
Mungkin

Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah
Mungkin

Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah

Mungkin sang fajar
Dan…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyi.

"Indro lanjut lagu yang lain!" kata Kasino.

"Lagu apa?" kata Indro.

"Lagu Mungkinkah yang di populerkan Stinky," kata Kasino.

"Ok boleh. Lagu Mungkinkah," kata Indro.

Indro dan Kasino menyanyikan lagu judul 'Mungkinkah' yang di populerkan Stinky, ya tetap main gitar Indro.

Isi lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino :

Tetes air mata basahi pipimu
Di saat kita 'kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang

Mungkinkah kita 'kan selalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
'Tuk melepaskan semua kerinduanku

Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbersit tanya di hatiku
Akankah dirimu 'kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku

Mungkinkah kita 'kan selalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
'Tuk melepaskan semua kerinduanku
O-oh

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika…

***
Indro dan Kasino selesai menyanyikan lagu dengan baik.

"Indro gantian main gitarnya," kata Kasino.

"Ok. Boleh. Nieeee...gitarnya," kata Indro sambil memberikan gitarnya pada Kasino.

Kasino mengambil gitar dari tangan Indro dengan baik.

"Nyanyi lagu apa ya?" kata Kasino yang berpikir sambil menggenjreng gitar.

"Lagu Mungkin Nanti," kata Indro.

"Lagu Mungkin Nanti. Yang populerkan Noah," kata Kasino

"Itu maksud ku!" kata Indro.

"Ok," kata Kasino.

Kasino dan Indro bernyanyi bersama dengan baik dan juga Kasino memang main gitarnya baik gitu.

Isi lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro :

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Saat aku berkata
Mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua
Kuyakin inilah waktunya

Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyikan dan juga main gitar.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Jika aku menyukai artis, ya layaknya penggemar gitu. Memang aku memberikan perhatian pada tuh artis yang di idolakan bisa di sebut cinta penggemar pada idola dengan cara banyak hal seperti ikut dalam sosial media atau nonton acara artis itu live atau tidak live. Ketika waktu aku berganti menyukai artis yang lain. Jadi tuh artis pertama aku sukai itu merasa kehilangan sesuatu enggak ya?" kata Indro.

"Kalau di sederhanakan. Indro pacaran dengan cewek. Tiba-tiba Indro suka sama cewek lain. Maka tuh cewek pertama memang kehilangan sesuatu sih yaitu perhatian Indro berupa cinta dengan penuh kasih sayang banget," kata Kasino.

"Berarti kemungkinan ada ya?!" kata Indro.

"Mungkin saja jika perhitungan tepat. Kalau perhitungannya tidak tepat, ya tidak mungkinlah. Sekala perbandingannya saja 1 : 1000 sajalah," kata Kasino menjelaskan secara sistematik.

"Iya juga ya," kata Indro.

"Ada yang lain?" kata Kasino.

"Ada sih. Cewek jika pendidikan tinggi dan juga kaya, ya susah di dapatkan ya Kasino?" kata Indro.

"Memang sih cewek yang berpendidikan dan juga kaya susah untuk di dapatkan. Pola pikirnya tuh cewek memilih cowok yang terbaik, ya otomatis berpendidikan tinggi dan juga kaya. Sederajatlah. Tidak ingin mendapatkan cowok di bawah derajatnya," kata Kasino menjelaskan.

"Berarti. Cewek kaya dapetnya cowok kaya. Berarti orang miskin susah mendapat cewek kaya dong?!" kata Indro.

"Kalau orang miskin pinter bisa dapetin cewek kaya," kata Kasino.

"Di pelet dong Kasino," kata Indro.

"Mainan kelenik itu mah. Ya bener itu. Orang miskin harus berpendidikan dan dapat beasiswa untuk menunjang pendidikannya dengan baik sampai menjadi sarjana dan kerja di pemerintahan atau perusahaan jadi orang kaya kan. Baru deh dapetin cewek orang kaya yang di sukai. Jadinya sederajat dan juga orang miskin punya kualitas di dalam diri," kata Kasino.

"Sama dengan cerita tren sekarang. Orang miskin itu ikut lomba menyanyi dengan tujuan jadi juara pertama. Usaha berhasil mengangkat derajat dirinya. Pada akhirnya orang miskin jadi kaya dan bisa mendapatkan cewek kaya yang ia sukai," kata Indro.

"Benerlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Sudah Kasino. Ngobrolnya. Nonton Tv!" kata Indro.

"Ya," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya pindah duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Sedangkan Dono di kamarnya masih baca Al-Qur'an dengan baik banget.

Friday, May 7, 2021

BULAN

Kasino dan Indro duduk di ruang tamu sedang menyanyi bersama dan main gitar adalah Kasino. Lagu yang di nyanyikan berjudul 'Cinta Kita', ya lagu ini di populerkan oleh Inka Christie, Amy.

Lirik lagu 'Cinta Kita' yang di nyanyikan Kasino dan Indro :

Demi cintaku padamu
Ke mana pun kau 'kan kubawa
Walaupun harus kutelan
Lautan bara

Demi cintaku padamu
Ke gurun kuikut denganmu
Biarpun harus berkorban
Jiwa dan raga

Bulan madu di awan biru
Tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi
Hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta
Walau seribu duka
Kita takkan terpisah

Andai dipisah laut dan pantai
Tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara
Tak akan pudar sinaran cinta

Bulan madu di awan biru
Tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi
Hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta
Walau seribu duka
Kita takkan terpisah

Andai dipisah laut dan pantai
Tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara
Tak akan pudar…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyi.

"Kasino lanjut lagu lain," kata Indro.

"Lagu apa?" kata Kasino.

"Bulan Bintang lagunya Rhoma Irama gitu," kata Indro.

"Ooooo lagu Bulan Bintang. Ok," kata Kasino.

Kasino dan Indro menyanyikan lagu yang berjudul 'Bulan Bintang', ya bersamaan gitu tetap yang main gitar adalah Kasino.

Lirik lagu 'Bulan Bintang' yang di nyanyikan Kasino dan Indro :

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri
Bintang sepi menyendiri
Berselimut sunyi selalu mencari

Malam semakin kelam tanpa kau sang rembulan
Bintang sedih bermuram tanpa kau sang rembulan

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri

Naluriku berkata bulan masih ada
Dan menanti bintang dengan penuh damba
Kuyakin bulan juga gelisah merana
Dan menanggung rindu dalam penantian

Bulan bintang pun merindukanmu

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri
Bintang sepi mengendiri
Berselimut sunyi selalu mencari

Malam semangkin kelam tanpa kau rembulan
Bintang sedih bermuram tanpa kau sang rembulan
Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri

Narluriku berkata bulan masih ada
Dan menanti bintang dengan penuh…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyi.

"Kasino lanjut ke lagu yang lain," kata Indro.

"Lanjut ke lagu yang lain. Lagu apa?" kata Kasino.

"Lagu Bulan Bintang," kata Indro.

"Yang di nyanyikan lagu Bulan Bintang," kata Kasino.

"Yang ini lagunya Bulan Bintang yang menyanyikan Betrand Peto Putra Onsu," kata Indro.

"Ooooo lagu itu. Ok," kata Kasino.

"Kali ini aku yang main gitarnya Kasino," kata Indro.

"Boleh," kata Kasino sambil memberikan gitar ke Indro.

Indro mengambil gitar Kasino dan segera di mainkan gitar. Indro dan Kasino bernyanyi bersama gitu.

Lirik lagu 'Bulan Bintang' yang di nyanyikan Indro dan Kasino :

Bulan bintang yang bersinar
Temanilah langkahku
Menyusuri gemerlapnya kehidupan

Saat senang semua mendekat
Yang tak kenal pun jadi kawan
Aku terjebak dalam kehidupan
Semua yang mendekat tanpa ketulusan

Oh, Tuhan tunjukkan semua
Pada diriku teman yang setia
Memaniku apa adanya
Tanpa melihat aku ada apanya

Di mana teman setia seperti dulu
Saat aku susah
Menemaniku dengan ketulusan
Tanpa melihat arti ketenaran
Dan gemerlap bintang

Saat senang semua mendekat
Yang tak kenal pun jadi kawan
Aku terjebak dalam kehidupan
Semua yang mendekat tanpa ketulusan
(Tanpa ketulusan)

Oh, Tuhan tunjukkan semua
Pada diriku teman yang setia
Memaniku apa adanya
Tanpa melihat aku ada apanya…

***
Indro dan Kasino berhenti bernyanyi dan juga main gitar.

"Kasino apa pendapat mu dengan Bulan?" kata Indro.

"Bulan cantik di pandang maka ketika bulan purnama bersinar terang banget gitu," kata Kasino.

"Puitis banget kata-katanya," kata Indro.

"Biasa itu mah," kata Kasino.

"Gimana pendapat Kasino dengan artis bernama Bulan," kata Indro.

"Artis Bulan ya ? Ok sih cantik pembawaannya tuh artis Bulan. Terpesona aku memandang wajahnya yang manis gitu," kata Kasino.

"Terpesona toh kaya lagu gitu," kata Indro.

"Tren sekarang memang begitu. Terpesona," kata Kasino.

Dono ke ruang tamu, ya dari ruang tengah nonton Tv. 

"Lagi ngobrolin apa Kasino, Indro. Kayanya asik banget?" kata Dono sambil duduk di sebelah Kasino.

"Ngobrol Bulan," kata Kasino.

"Bulan...Don!" kata Indro.

"Bulan. Kaya lirik lagu. Bulan madu di atas pelangi," kata Dono.

"Lagu itu sih aku telah menyanyikan bersama Indro dengan judul Cinta Kita," kata Kasino.

"Bener Don. Sudah di nyanyikan. Lirik lagu....bulan madu di atas pelangi," kata Indro yang menegaskan.

"Bulan yang mana ya?" kata Dono.

"Artis namanya Bulan," kata Kasino.

"Artis Don. Bulan itu," kata Indro.

"Oooooo...iya. Artis Bulan. Aku nonton vidio Youtobe-nya. Salah satu lagu yang di nyanyikan Terpesona...," kata Dono.

"Terpesona kan memandang wajah Bulan yang manis gitu," kata Kasino.

"Ya memang terpesona memang wajah Bulan yang cantik," kata Indro.

"Ngomong-ngomong Bulan itu nyanyiin lagu Mamae," kata Dono.

"Lirik dari lagu Mamae. Ungkapan perasaan cewek yang tertarik pada cowok," kata Indro.

"Cewek selalu malu-malu kucing padahal mau," kata Kasino.

"Hal biasa itu kan," kata Dono.

"Memang biasa," kata Kasino.

"Emmm," kata Indro.

"Ya sudahlah lebih baik aku baca Al-Qur'an masih di bulan Ramadhan ini," kata Dono.

"Iya," kata Kasino dan Indro bersamaan.

Dono pindah duduknya di ruang tamu ke kamarnya untuk baca Al-Qur'an. Kasino dan Indro berhenti bernyanyi dan main gitar. Keduanya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Acara Tv memang bagus banget. Biasa berita seputar ini dan itu baik dalam negeri maupun luar negeri.

JALAN HALAL

Tino seorang pemuda baik kerjaannya tukang rongsokan, jalan pekerjaan yang halal. Tino dengan berteriak "Rongsokan", ya berkeliling ke sana ke sini dengan motornya untuk mencari rongsokan dari orang-orang yang ingin menjual barang bekasnya. Sampai di sebuah gang, ya sebutkan gang pisang. Tino masih sih berteriak "Rongsokan", ya dengan tujuan orang-orang mau menjual barang rongsokannya.

Sebuah rumah sederhana, ya Janda bernama Misla. Demi menjalankan kehidupan di tinggal Suami tercinta, ya Ibu Misla ingin menjual barang bekas dari buku-buku yang telah lusuh banget, koran-koran lama ya lusuh, plastik gelas dan botol yang memang di kumpulkan dengan tujuan untuk di jual gitu dan terakhir kardus yang cukup banyak sih.

Ibu Misla mendengar teriakan tukang rongsokan, ya keluar dari rumahnya dan memanggil tukang rongsokan. Tino di panggil Ibu-ibu yang ingin menjual rongsokannya.

Dalam hati Tino "Rezeki ku hari ini. Ada Ibu-ibu mau jual rongsokan."

Ibu Misla, ya negoisasi Tino si tukang rongsokan dengan tujuan harga barang rongsokan yang ingin di jual Ibu Misla. Tino dengan jujur menentukan harga barang tersebut. Ibu Misla sepakat harga barang dengan Tino si tukang rongsokan. Ibu Misla mengeluarkan barang-barang rongsokan dari rumahnya. Saat itu Indro yang membawa motor, ya lewat depan rumah Ibu Misla yang menjual barang rongsokan ke tukang rongsokan. Tetap Indro membawa motornya dengan baik menuju rumahnya. 

Tino mulai menimbang berat barang dengan baik dan setelah itu Tino memberikan uang pada Ibu Misla. Ya Ibu Misla menerima uang dari Tino si tukang rongsokan.

Dalam hati Ibu Misla "Alhamdullillah rezeki hari ini. Bisa di gunakan untuk melanjutkan kehidupan ini dengan baik dengan jalan kebaikan".

Ibu Misla masuk rumahnya, ya biasa beres-beres rumah. Tino si tukang rongsokan membawa barang rongsokan dengan motor ke tempat penampung barang rongsokan. Sampai di tempat penampungan rongsokan, Tino bertemu Pak Abah. 

"Tino hari barang yang mau di jual banyak juga," kata Pak Abah. 

"Alhamdullillah rezeki hari ini," kata Tino. 

Tino seperti biasa sepakat harga barang dengan Pak Abah. Ya Pak Abah memberikan uang ke Tino. Ya Tino menerima uang dari Pak Abah dengan baik.

Dalam hati Tino "Rezeki hari ini." 

Tino pun pulang ke rumahnya. Sampai di rumah Tino, ya istirahat dengan baik tetap harapan Tino esok hari seperti biasanya ada orang ingin menjual barang rongsokannya ke dirinya tujuannya kelancaran dari pekerjaan yang di jalankan dengan baik pastinya halal banget. Sebenarnya sih Ibu Misla mau menjual dua mesin jait yang rusak pada Tino si tukang rongsokan, ya Tino mau membeli tuh barang esok karena bawaannya sudah banyak hari ini. 

***

Indro sampai di rumah. Duduk di ruang tengah dan ngobrol dengan Kasino sambil nonton Tv. Indro bercerita tentang kerjaan tukang rongsokan pada Kasino. Ya seperti biasa Kasino menanggapi dengan baik cerita Indro. 

"Jalan rezeki manusia. Pastinya halal jalan pekerjaan tukang rongsokan," kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

"Jika orang-orang punya barang bekas tidak berguna lagi, ya lebih baik di jual. Tujuannya melancarkan jalan rezeki tukang rongsokan. Saling menguntungkan," kata Kasino. 

"Jalan kehidupan manusia. Realitanya," kata Indro. 

"Ooooo...iya Kasino. Aku mengulas obrolan pembicaraan yang semalam," kata Indro. 

"Tentang apa?" kata Indro. 

"Artis Maria Vania," kata Kasino. 

"Ooooo artis Maria Vania," kata Indro. 

"Nama juga jalan artis. Setiap penampilan artis adalah nilai jual....iklan berjalan. Jalan kehidupan manusia itu dalam mencari rezeki bermacam-macam yang penting jalan halal. Saling menguntungkan. Yang tidak boleh itu merugikan, ya tidak baik itu mah, " kata Kasino. 

"Bener sih omongan Kasino. Artis Maria Vania itu rajin olah raga menjaga bentuk tubuhnya sih, jadi terlihat waaaw gitu," kata Indro. 

"Sama halnya dengan artis Deddy Corbuzier yang suka olah raga jadinya tubuhnya waaaw berotot. Cewek-cewek melihat tubuh Deddy Corbuzier yang berotot gimana gitu?" kata Kasino. 

"Pandangan cewek melihat cowok. Sama halnya pandangan cowok melihat cewek. Hal biasa jika berpikir dengan pikiran yang sehat, ya tidak kotor gitu," kata Indro. 

"Pikiran kotor, ya cuci aja!" kata Kasino yang becanda. 

"Emangnya baju," kata Indro yang mengikuti becandaan Kasino. 

"Emmm," kata Kasino. 

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh!" kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro fokus nonton Tv, ya acaranya bagus banget gitu. Dono di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik banget karena memang masih bulan Ramadhan. 

TINGKAHNYA

Dono, Kasino dan Indro di mesjid menjalankan i'tikaf di mesjid dengan baik seperti biasa sih acaranya baca Al-Qur'an bergantian. Sampai waktunya istirahat. Dono menikmati makan dan minum bersama remaja sih. Kasino di teras mesjid, ya sambil makan dan minum.

"Malam ini tenang banget ya Kasino," kata Indro.

"Memang malam ini malam yang tenang banget," kata Kasino.

Kucing berjalan di teras mesjid, ya melewati Kasino dan Indro. Kucing masuk ke dalam mesjid dan tiduran gitu, ya biasa ulah kucing gitu.

"Kucing," kata Indro.

"Kucing kampung, ya biasa main di mesjid," kata Kasino.

"Aku cuma teringat dengan film Batman sih," kata Indro.

"Film Batman. Ada apa dengan film Batman?" kata Kasino.

"Sebenarnya tidak ada urusan dengan karakter Batmannya. Cuma karakter Catwoman," kata Indro.

"Cewek lagi," kata Kasino.

"Cuma karakter dalam film saja Kasino," kata Indro.

"Aku paham," kata Kasino.

"Catwoman itu ada sebuah adegan merayu Batman. Kaya artis Maria Vania gitu tingkahnya," kata Indro.

"Jadi obrolan di kaitkan ke artis Maria Vania, ya sudahlah. Tingkahnya. Kalau aku pikir dengan baik, ya seperti Catwoman merayu Batman sih," kata Kasino.

"Kata-kata yang terucap dari mulut Maria Vania. Bikin gimana gitu. Susah untuk di omongin sih," kata Indro.

"Kalau dari data Dono yang pernah meneliti tentang tingkah cewek yang menggoda cowok. Kaya Maria Vania. Gimana ya susah banget untuk di omongin," kata Kasino.

"Ya bisa di bilang dengan baik sih...hot banget," kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

"Sekedar saja obrolan cewek tadi," kata Indro.

"Aku paham. Cuma sekedar saja," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya masuk ke dalam mesjid untuk berbaur dengan remaja yang lainnya sedang makan dan minum. Dono keluar dari mesjid untuk melihat keadaan lingkungan dengan baik. Ya memang sih terdengar suara orang baca Al-Qur'an pake toa dari mesjid yang lain gitu. 

"Malam yang tenang banget bertabur bintang," kata Dono yang melihat langit yang gelap bertabur bintang gitu.

Dono mengambil Hp di sakunya dan membuka jaringan di internet untuk membaca artikel berita. Dengan seksama Dono membaca berita satu persatu dengan baik, ya ingin tahu perkembangan berita yang ini dan itu baik dalam negeri maupun luar negeri. Sampai Dono membuka jaringan Blog di Hp-nya.

"Memang aku membuat cerita di rumah sih. Apa aku mempublikasikan satu cerita dari Hp-ku ya?" kata Dono berpikir panjang dengan baik.

Dono memutuskan.

"Ok telah terpublikasi," kata Dono.

Dono tidak membaca lagi artikel di jaringan internet di Hp-nya, ya segera Hp di masukan ke dalam saku Dono. Bergerak Dono masuk ke dalam mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf. Acara baca Al-Qur'an di lanjutkan dengan baik, ya seperti biasa sih bergantian gitu.

Thursday, May 6, 2021

MELANGKAHI

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv dengan acara berita, ya baik berita dalam negeri maupun berita luar negeri.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Boleh enggak ngomongin tentang cewek?!" kata Indro.

"Ya bolehlah ngomongin tentang cewek!" kata Kasino.

"Begini Kasino. Sebuah cerita saja yang aku buat dan kaitkan dengan nama artis cuma sekedar cerita saja gitu," kata Indro.

"Iya, aku paham," kata Kasino.

"Ceritanya. Sebuah keluarga bahagia dengan kehidupan yang sederhana gitu. Di dalam keluarga ada ayah dan Ibu. Ada tiga cewek yang cantik jelita, ya anaknya. Anak pertama bernama Lesti. Anak kedua bernama Putri. Dan terakhir, ya anak ketiga bernama Rara. Tiga cewek ini inginnya cepat menikah gitu. Memang zaman sekarang cewek lebih banyak pendekatan dengan cowok agar cowoknya bereaksi untuk menyatakan suka sama cewek. Tiga cewek ini mendapatkan pasangan masing-masing. Lesti dengan Rizky. Putri dengan Hari. Dan Rara dengan Gunawan. Ternyata hubungan Rara dan Gunawan sekedar saja. Ada cowok yang menyukai Rara dan memberikan kepastian suatu hubungan menikah gitu. Cowok itu namanya baik siapa ya?" kata Indro.

"Faul saja!" kata Kasino.

"Boleh juga Faul. Aku lanjut ceritanya. Faul memberikan kepastian pada Rara, ya dinikahi gitu dan juga kedua belah pihak orang tua setuju semuanya. Masalahnya konfliknya adalah kakaknya Rara, ya Lesti dan Putri tidak mau di langkahi oleh adiknya," kata Indro.

"Memang sih. Kalau urusan Kakak beradik biasanya sih. Kakak duluan yang menikah. Tapi di cerita Indro ini, ya adiknya yang menikah duluan," kata Kasino.

"Jadinya Rara sebagai adik ya ribet juga dengan urusan Kakaknya harus menikah duluan. Padahal Rara telah menunda pernikahannya gitu dengan waktu yang Rara buat komitmen dengan Kakaknya, ya tiga bulan. Ternyata tetap saja pacarnya Lesti dan Putri tidak memberikan kepastian gitu," kata Indro.

"Memang sih urusan pacaran itu belum tentu akan jadi ke jenjang pernikahan. Masalah di cowok tidak bisa memberikan kepastian menikah pada cewek. Alasan paling utama sih, ya menafkahi tuh cewek. Untuk diri sendiri masih kurang, eeee ini di tambah beban baru. Takutnya mengecewakan orang tua dari pihak cewek," kata Kasino.

"Bener sih omongan Kasino. Masalah cowok yang paling utama, ya menafkahi tuh cewek. Padahal Lesti dan Putri, ya siap bekerja agar rumah tangganya berjalan dengan baik. Tetap Rizky dan Hari tidak mau juga. Biasa harga diri cowok gitu, ya sukses dulu baru menikah," kata Indro.

"Kalau keputusan cowoknya seperti itu mau di kata apa? Pada akhirnya kan tidak akan menikah secepat mungkin. Lesti dan Putri harus mengikhlaskan Rara untuk menikahi duluan. Dilangkahi gitu," kata Kasino.

"Seharusnya seperti itu. Mengikhlaskan Rara menikah duluan," kata Indro.

"Kaya cerita  ini. Ada kesamaan cerita film apa sinetron ya?!" kata Kasino berpikir panjang.

"Ya, Kasino kesamaan dalam ceritakan hal biasa kan!" kata Indro.

"Iya biasa sih," kata Kasino.

"Ooooo..iya Kasino. Aku ingin pendapatmu tentang lagunya artis Amanda Caesa...gimana?" kata Indro.

"Lagunya artis Amanda Caesa. Ya bagus sih," kata pujian Kasino.

"Bagus toh. Artis itu kerjaanya membuat karya yang baik. Artis itu membesarkan namanya sendiri dulu dengan baik. Setelah itu baru para penggemarnya membesarkan namanya dengan mengidolakannya dengan baik," kata Indro.

"Realitanya kan memang begitu. Penggemarlah yang membesarkan nama tuh Artis ketika karyanya di kagumi dengan baik," kata Kasino.

"Ya sudahlah Kasino. Cukup lah. Ngobrol tentang cewek. Sekedar saja!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di ruang tamu, ya baca Al-Qur'an dengan baik banget. Sampai waktunya. Ketiga berbenah diri untuk pergi ke mesjid untuk menjalankan kewajiban sebagai muslim yang baik, ya sholat jum'at gitu.

I'TIKAF DI MESJID

Dono, Kasino dan Indro menjalankan i'tikaf di mesjid seperti biasanya. Acara i'tikaf seperti biasa baca Al-Qur'an dan juga ada istirahat juga sih dengan makan dan minum bersama di mesjid biasa sih kebiasaan kelompok remaja keakraban gitu. Dono ke kamar Ustad Irfan bersama Indro sih. Indro ngobrol dengan Ustad Irafan, yang di obrolin sebenarnya tidak terlalu penting sih untuk di ceritakan sih tapi adalah saling menasehati dalam menjalankan hidup agar hidup berjalan dengan baik gitu, jauh dari ujian kehidupan yang penuh penderitaan. Maksudnya sebagai umat muslim yang baik saling tolong menolong sesama saudara seiman.

Dono meminjam leptopnya Ustad Irfan, ya zaman sekarang Ustad Melenial gitu memahami ilmu agama dengan baik dan juga memahami ilmu lainnya maksudnya teknologi dan informasi. Sebenarnya Ustad Irfan kuliahlah, ya bidangnya rahasia sih nama juga cerita tidak perlu di ceritakan kongrit apa bidang keilmuan yang di jalankan dengan baik dengan tujuannya sih masa depan yang baik gitu. Dono mengetik cerita di Blognya keadaan di mesjid dengan baik banget. Dono pun teringat sebuah lagu berjudul 'Purnama'. Memang sih lagu yang di nyayikan seorang penyanyi terkenal bagus banget, ya menyentuh di hati Dono seperti biasa artis Lesti gitu. Karena ada kaitan dengan Bulan, ya Dono memutuskan membuat cerita tentang Bulan.

"Seandainya aku bertemu dengan Dewi Bulan. Rasanya gimana gitu. Cantik Dewi Bulan seperti bidadari," kata Dono.

Isi cerita di ketik Dono.

Seorang pemuda yang baik hati pekerjaannya seorang tabib. Pemuda itu mencari tanaman obat-obatan di hutan karena persedian telah habis. Di hutan, ya pemuda menemukan banyak tanaman obat. Sampai  pemuda melihat seekor kelinci yang terjebak pada perangkap. Pemuda menolong seekor kelinci tersebut, ya membebaskan dari perangkap tersebut sih. Tahu-tahu seorang mendatangi pemuda itu dan meminta kelinci tersebut. Pemuda memang sadar banget bahwa perangkap yang di buat di hutan itu untuk orang yang mencari rezekinya menangkap binatang liar.

Demi kelinci itu, ya pemuda membelinya pada orang yang membuat perangkap jebakan. Orang tersebut pergi setelah memegang uang dari pemuda. Kelinci itu terluka pada kakinya. Pemuda membawa kelinci ke rumahnya untuk di obatin. Sampai di rumah. Segera kelinci di obatin dengan baik dan setelah itu membereskan obat-obatan yang di dapatkan di hutan.

"Hari lelah," kata Pemuda.

Pemuda pun menikmati makan dan minumnya dengan baik banget, ya kelinci di beri makan dan juga minum juga sih. Pemuda telah kenyang. Karena kehidupan di desa. Pemuda langsung istirahat tidur. Esok harinya. Pemuda menjalankan aktivitasnya dengan baik banget, jadi tabib dengan baik mengobatin pasien yang datang ke tempatnya untuk berobat. Kadang pemuda mendatangi ke tempat orang-orang sakitnya sudah parah dan tidak bisa dateng ke rumahnya. Karena tempat yang di datengin jauh bisa memakan waktu satu hari kadang dua hari. Kadang pemuda menginap di rumah kepala desa. Sekarang kehidupan pemuda tidak kesepian seperti dulu karena ada kelinci yang jadi teman baiknya gitu.

Saat di kamar. Memang pemuda ingin istirahat. Kelinci memang sudah sembuh dari luka di kakinya. Pemuda itu berkata pada kelinci "Aku mencintai mu" dan mencium kelinci. Sebenarnya pemuda hanya main andai-andai saja tidak serius tapi tulus gitu.

Terjadilah keajaiban pada kelinci. Ya kelinci melayang di udara dan berubah jadi seorang wanita yang cantik banget seperti bidadari, ya kaya Dewi gitu. Sebenarnya Dewi Bulan pun berterima kasih karena telah membebaskan kutukannya dari iblis. Dewi Bulan kalah bertarung dengan iblis dan berubah menjadi kelinci.

Pemuda memahami cerita dari Dewi Bulan tentang dirinya kalah melawan iblis dan berubah jadi kelinci. Dewi Bulan pun berterima kasih pada pemuda tersebut dengan membawanya main ke istana bulan. Pemuda memang senang banget melihat keindahan dunia ini dari langit karena terbang di bawa Dewi Bulan ke istananya di bulan. Di istana bulan, ya pemuda itu seneng juga sih melihat keindahan dari istana bulan gitu. 

Pemuda itu masih ada kerjaan menolong manusia yang butuh bantuannya karena sakit. Jadi pemuda cuma sebentar di istana bulan. Dewi Bulan mengantarkan pemuda pulang ke rumahnya. Dewi Bulan kembali ke istananya di bulan. Iblis dateng lagi ke istana, ya ingin bertarung dengan Dewi Bulan. Pertarung Dewi Bulan dan iblis sangat sengit banget. Dewa Matahari pun dateng menolong Dewi Bulan untuk mengalahkan iblis. Ya iblis di kalahkan dengan baik sama Dewa Matahari. Jadi kehidupan Dewi Bulan kembali tenang. Pemuda setiap istirahat di kamarnya sambil melihat ke langit dari balik jendelanya dengan tujuan sih melihat Bulan yang indah.

***

Dono selesai mengetik di leptop.

"Sekedar cerita saja," kata Dono

Dono segera mempublikasikan dengan baik  di Blognya.

"Beres," kata Dono.

Dono pun mematikan leptop dan mengucapkan terima kasih pada Ustad Irfan telah di pinjamkan leptop dengan baik gitu. Dono, Indro dan Ustad Irfan, ya keluar dari kamarnya Ustad Irfan ke mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf baca Al-Qur'an. Seperti biasa acara baca Al-Qur'an bergantian dengan baik. Sampai acara i'tikaf selesai.

Wednesday, May 5, 2021

PATUH ATAU TIDAK

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv, ya berita sih. 

"Beritanya tentang larangan mudik," kata Indro. 

"Memang begitulah beritanya," kata Kasino. 

"Tujuannya di larang mudik masih kaitannya menanggulangi covid-19," kata Indro. 

"Memang beritanya seperti itu dan memang kenyataan lingkungan masih urusan covid-19. Kalau keluar rumah kan pake masker gitu mengikuti anjuran yang iklan di Tv tentang covid-19," kata Kasino. 

"Memang kenyataan lingkungan sih memang sih pake masker. Tetap saja ada yang patuh pada aturan yang di tetapkan pemerintah ada juga tidak. Nama juga masyarakat," kata Indro. 

"Seperti contohnya : saat lampu merah kendaraan harus berhenti. Ternyata ada yang tidak patuh pada aturan, ya tetap jalan terus kendaraan menerobos lampu merah. Jadi melanggar peraturan yang di tetapkan," kata Kasino. 

"Contoh Kasino bener lah kalau urusan masyarakat ada yang patuh pada peraturan dan ada yang tidak patuh pada peraturan," kata Indro. 

"Manusia banyak, ya repot untuk di atur harus patuh pada peraturan. Kalau manusia sedikit mudah di atur," kata Kasino. 

"Ooooo...iya Kasino. Ada artis cowok yang berpenampilan rambut gondrong gitu. Apa lagi tren rambut gondrong?" kata Indro. 

"Mungkin tren dan mungkin juga sih artis rambutnya gondrong tuntutan pekerjaannya mengharuskan tuh artis berpenampilan rambut gondrong contohnya : artis Randa dan artis Vincent," kata Kasino. 

"Kemungkinan tuntutan kerjaan, ya mungkin sih artis cowok di tuntut berpenampilan rambut gondrong. Sama hal seperti artis cewek di tuntut berpenampilan hijab layak muslimah yang baik atau artis cewek di tuntut berpenampilan hot yang membuat mata memandangnya jadi terkesan dan kata yang keluar dari mulut cowok, ya cantik dan seksi," kata Indro. 

"Nama juga artis," kata Kasino. 

"Memang bener omonga Kasino. Nama juga artis. Nilai jual di dalam diri tuh artis tinggi, ya iklan berjalan sih," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Berita di Tv terus memberitakan tentang pokok masalah yang terjadi di masyarakat yang ini dan itu. 

"Kasino aku nonton vidio di Youtobe sih. Ada ustad yang terkenal sama aja di bilang artis juga sih, ya ceramah di gereja gitu," kata Indro. 

"Ustad ceramah di gereja. Wah seru juga tuh vidionya. Jadi kalau pastur ceramah di mesjid, ya seru juga kali di buat vidionya," kata Kasino. 

"Vidio kontraversi gitu jadinya," kata Indro. 

"Vidio kontraversi, ya menarik saja sih. Seperti contohnya : vidio anak remaja atraksi motor di jalan raya gitu di berita pernah di tayangkan di Tv gitu terlihat jadinya kontraversi. Kalau di tinjau siapa yang menonton tuh vidio? Pasti yang nonton anak remaja dan di contoh tuh vidio tersebut sama anak remaja. Data kerjanya Dono meninju di lapangan," kata Kasino. 

"Vidio kontraversi ternyata ada dampak buruknya sesuai vidio yang di publikasikan jadi contoh gitu," kata Indro. 

"Kenyataan penelitian seperti itu adanya," kata Kasino. 

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Sedangkan Dono di ruang tamu sedang baca Al-Qur'an dengan baik karena masih bulan Ramadhan gitu. 

MERENUNG

Dono di dalam kamarnya duduk termenung setelah baca Al-Qur'an. 

"Aku tetap semu," kata Dono. 

Roh pun muncul kiri dan kanan di atas kepala Dono, ya ukurannya kecil banget. 

"Seperti biasa dirinya hampa lagi," kata Roh atau Setan. 

"Bagi anak manusia yang bisa mengetahui kebenaran dari rahasia yang di sembunyikan orang-orang terdahulu demi membangun agama dengan tujuan kebaikan untuk menikmati hidup di muka bumi ini. Pasti dirinya merasa hampa," kata Roh atau Malaikat. 

"Tujuan ku telah tercapai," kata Dono. 

"Dengan mendengarkan omongan ku. Tujuannya dia telah tercapai," kata Roh atau Setan. 

"Kebanyak manusia tidak bisa mendengarkan suara Roh," kata Roh atau Malaikat. 

"Memang sih kebanyakan manusia tidak bisa mendengarkan suara Roh. Ya Ilmu memang tinggi sampai mendapatkan gelar Profesor di bidang agama tetap tidak bisa mendengarkan suara Roh," kata Roh atau Setan. 

"Kebanyakan manusia tidak bisa mendengarkan suara Roh karena tidak bisa mengembangkan ilmu. Beda dengan dia yang mempelajari semua agama tujuannya ingin membuktikan kebenaran agama yang di yakini manusia," kata Roh atau Malaikat. 

"Kebanyakan manusia itu cukup satu agama saja di yakini agar tidak tersesat dalam menjalankan agama yang di yakini. Memang menyesatkan itu aku," kata Roh atau Setan. 

"Dari zaman dulu sampai sekarang menyesatkan manusia....tetap Setan. Tugasnya begitu!" kata Roh atau Malaikat. 

"Ujian apa lagi ya? Sakit sudah. Cewek sudah. Harta sudah. Pekerjaan sudah. Pokoknya neraka penderitaan sudah aku berikan padanya. Tetap dia berhasil keluar dari ujian tersebut dengan selamat dengan baik," kata Roh atau Setan. 

"Aku yang membimbingnya agar kuat menjalankan hidup ini," kata Roh atau Malaikat. 

"Malaikat selalu begitu memberikan pemahaman yang baik untuk berjalan di muka bumi ini di jalan kebaikan," kata Roh atau Setan. 

"Aku paham omongan ke dua Roh," kata Dono. 

"Kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh atau Setan. 

"Aku juga sama!" kata Roh atau Malaikat. 

Dono berhenti merenung dan segera mengetik di leptopnya, ya membuat cerita yang baik. Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah. 

"Kasino," kata Indro

"Apa?" kata Kasino. 

"Apa manusia percaya dengan cerita Roh?" kata Indro. 

"Ya tergantung manusia," kata Kasino. 

"Berarti kebanyakan manusia itu. Percaya dengan apa yang ia pelajari dengan baik dan hasilnya adalah kelayakan hidup dengan baik," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu," kata Kasino. 

"Seperti itu ilmu agama," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv karena memang acara Tv bagus gitu, ya menghibur gitu. Dono tetap mengetik di leptopnya dengan baik banget. 

Tuesday, May 4, 2021

PERMAINAN MASA KECIL

Indro di ruang tamu sedang main game di Hp-nya. Kasino yang selesai urusan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Duduklah Kasino di ruang tamu, ya di sebelah Indro. Ya Indro yang tadi asik main game jadi berhenti gitu dan berkata "Kasino."

"Apa?" kata Kasino.

"Aku i'tikaf di mesjid kan. Rasa-rasanya aku dapet lailatul qadar," kata Indro.

"Masa?" kata Kasino.

"Beneran Kasino. Aku merasa tenang banget pokoknya dapet lailatul qadar itu," kata Indro yang menyakinkan omongan ke Kasino dengan baik banget.

"Kalau begitu sih aku dapet juga lailatul qadar," kata Kasino mengikuti alur permainan Indro.

"Beneran Kasino. Bahwa Kasino dapet lailatul qadar?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Malaikat Jibril turun dengan membawa ayat-ayat Al Qur'an pada Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia di jalan kebaikan gitu. Jadi malam itu istimewa banget lebih baik dari seribu bulan," kata Kasino menjelaskan.

"Kasino. Aku tidak salahkan mendengarkan omongan itu?!' kata Indro.

"Memang tidak salah," kata Kasino menegaskan dengan baik.

"Kalau begitu sih. Al-Qur'an itu yang aku baca dengan baik," kata Indro.

"Ya iyalah. Aku juga sama baca Al-Qur'an juga dengan baik," kata Kasino.

"Kaya permainan masa kecil kita ya. Dapet lailatul qadar atau tidak," kata Indro.

"Sampai dewasa kan di mainkan. Tidak ada masalah kan!" kata Kasino.

"Memang sih. Nama juga permainan. Yang pastinya Dono yang mendapatkan lailatul qadar karena Dono punya kemampuan bisa mendengarkan suara Roh," kata Indro.

"Dono memang bisa mendengarkan suara Roh. Kemungkinan dapet lailatul qadar dengan baik," kata Kasino.

"Pastinya ceritanya Dono tentang Roh. Ya tidak jauh beda di dalam Al-Qur'an. Bahwa Roh membimbing manusia untuk di jalan kebaikan atas perintah Allah SWT," kata Indro.

"Ya begitulah adanya cerita," kata Kasino.

"Oooooiya Kasino. Kabarnya daerah sini. Yang mendapatkan vaksin, ya orang tua gitu. Dua kali vaksin gitu," kata Indro.

"Aku juga dapet kabar itu tentang orang tua di vaksin. Berarti kerja pemerintahan tentang penanggulangan covid-19 berjalan sesuai dengan rencana dengan baik banget," kata Kasino.

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh Kasino. Lebih baik main catur aja!" kata Indro.

"Ayo!" kata Kasino.

Kasino dan Indro sepakat main catur. Indro mengambil papan catur di bawah meja dan segera menyusun pion catur di papan bersama Kasino. Keduanya mulai main catur dengan baik banget. Dono di ruang tengah, ya sedang nonton Tv dengan acara berita dengan seputar puasa di bulan Ramadhan gitu. 

ASAL

Seusai i'tikaf di mesjid. Dono, Kasino dan Indro di rumahlah. Pengurus mesjid seperti biasa membangunkan orang-orang untuk sahur gitu, ya pake toa gitu. Dono duduk di ruang makan sambil nonton vidio Youtobe di Hp-nya dan juga makan dan minum, ya sahur gitu. Kasino dan Indro, ya nonton Tv di ruang tengah sambil makan dan minum, ya sahur gitu. Vidio yang di tonton Dono di Hp-nya, ya Bucin Story.

"Asal (Asli Atau Palsu)," kata Dono.

Dono menonton vidio dengan baik di Hp-nya.

"Artis Dimas mirip dengan artis Raffi, ya cenderung di sebut Asal (Asli Atau Palsu). Dimas main sinetron cinta. Artis Anneth main juga," kata Dono.

Dono terus menonton alur cerita sinetron dengan baik banget, ya sambil makan dan minum....sahur gitu. 

"Acara sahur seger....ya bagus banget," kata Indro.

"Ya menghibur gitu," kata Kasino.

"Artis Amanda Caesa  yang sering di panggil Caca gimana hubungan dengan Billy ya?" kata Indro.

"Tonton saja dengan baik tuh acara komedinya. Gimana hubungan Caca dengan Billy?" kata Kasino.

"Baik-baik saja sih," kata Indro.

"Kenyataan begitu," kata Kasino.

"Jadi sekarang ini yang dekat dengan Caca. Artis Anrez toh!" kata Indro.

"Ceritanya kan memang begitu," kata Kasino.

"Cerita remaja. Memang menarik banget!" kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

Kasino dan Indro tetap fokus nonton Tv yang acara bagus banget sambil makan dan minum. Dono selesai nonton vidio Youtobe.

"Ceritanya bagus. Artis Dimas ternyata Influencer bersama artis Anneth toh!" kata Dono.

Dono tidak melanjutkan nonton vidio Youtobe di Hp-nya, ya asik makan dan minum....sahur gitu. Sampai waktu imsak di beritahukan dari toa mesjid dan juga Tv sih. Dono, Kasino dan Indro berhenti makan dan minumnya. Seperti biasa sih hompimpa dan suit ketiganya untuk memutuskan siapa yang mencuci piring dan gelas? Ternyata yang kalah adalah Indro. Segera Indro mencuci piring dan gelas di belakang. Dono dan Kasino, ya bersiap-siap untuk sholat subuh, ya sudah wudu sih keduanya dan masuk kamar yang khusus untuk sholat.

Adzan subuh di kumandangkan dari mesjid. Indro selesai mencuci piring dan gelas, ya di taruh tuh piring dan gelas yang bersih ke rak piring. Indro mengambil wudu dengan baik di belakang. Setelah itu segera ke kamar untuk sholat subuh berjamaah dengan Dono dan Kasino. Seperti biasa ketiganya hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam? Ternyata yang kalah adalah Kasino.

Sholat subuh pun di jalankan dengan khusuk, ya sampai selesai sih. Setelah itu zikir dan doa dengan baik ketiganya. Kasino dan Indro, ya ke kamar masing-masing untuk istirahat. Dono di kamar masih duduk merenung dengan baik.

"Aku ini membuat cerita cerpen, ya sekedar hoby saja. Bisa di bilang isi dari cerita yang di buat....jujur dan bohong berdasarkan data yang di ambil dari mana pun. Aku sadar banget," kata Dono.

Dono pun keluar dari kamar tempat sholat ke kamarnya untuk istirahat dengan baik karena lelah semalaman tidak tidur, ya di mesjid menjalankan i'tikaf demi mendapatkan lailatul qadar.

CAMPUR ADUK

DUNE

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus.....berita di Channel TVRI, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di d...

CAMPUR ADUK