CAMPUR ADUK

Wednesday, August 21, 2019

KEBIASAAN MASYARAKAT

Indro asik nonton Tv yang acaranya bagus banget sambil menikmati minum kopi yang buatan sendiri. Dono pun baru pulang dari urusan kerjaannya dan mengucap salam masuk rumah "Asalamualaikum".

Sontak Indro menjawab "Waalaikumsalam".

Dono pun langsung duduk bersama Indro dan menaruh kotak berisi kue martabak keju dan berkata "Indro....cobain kue martabak kejunya".

"Iya," saut Indro.

Indro pun mengambil kue martabak di dalam kotak satu potong dan segera di makannya.

"Enak...Don..kuenya," kata Indro yang masih mengunyah.

"Iya," saut Dono.

Dono pun mulai menuang cangkir kosong dengan tekok berisi kopi....setelah itu di minum kopi tersebut.

"Enak....kopi buatan kamu...Indro," puji Dono.

"Iya," saut Indro.

Dono dan Indro menikmati tontonan Tv dengan penuh kesantaian. Indro pun berpikir setelah melihat tontonan Tv berkata ke Dono "Apa tanggapan kamu tentang para pejabat yang di tangkap KPK?".

"Apa...ya? Penegakan hukumnya sih udah bener. Siapa yang melanggar aturan kan di tangkap sama pihak yang punya wewenang untuk menangkap tersangka. Walau masalahnya kecil atau besar. Ya sudahlah bagus-bagus aja!!!" kata Dono.

"Bagaimana dampak di lingkungan masyarakat tentang para pejabat di tangkap KPK?" tanya Indro.

"Dampaknya...ya? Cenderung kecil lah. Cuma masyarakat yang punya kepentingan saja....yang punya kaitan dengan para pejabat yang di tangkap KPK. Contohnya saat pejabat dateng kelingkungan kita...ini tujuan mengambil hati rakyat di lingkungan sekitar tujuannya agar bisa terpilih lagi. Tapi... Kan ada anak buah pejabat itu yang di bayar untuk menghimpun kekuatan di lapisan masyarakat secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Eee...tahu-tahu orang di belain...itu melanggar aturan sistem kerja pemerintahan. Akhirnya kecewa.....ya gak jauh sih RT kita sendirikan ikutan juga. Maka ketika dateng pejabat kelingkungan kesini.... nunduknya RTnya ada maunya. Masyarakat lain biasa-biasa aja. Begitu...kebiasaan kerjaan satu individu dan menjadi kelompok maka di sebut masyarakat berkepentingan," penjelasan Dono yang panjang dan ribet.

"Kalau begitu di simpulkan...dampak gak begitu mengena ke pihak tidak ikutan. Pantes kamu...tahu Don...karena kerjaan kamu penulis.. jadi survei di lingkungan masyarakat. Padahal masyarakat yang di teliti gak tahu kalau...kamu mengumpulkan bahan-bahan untuk tulisan," kata Indro.

"Ya...begitulah kerjaan aku. Sebenarnya bukan pekerjaan pokok jadi penulis....cuma hoby aja.....menulis," kata Dono.

"Iya ...aku...tahu Don," kata Indro.

Indro pun kembali fokus nonton Tv begitu juga Dono. Kasino pun baru pulang dari kerjaannya dan langsung masuk rumah tak lupa mengucap salam "Asalamualaikun".

"Waalaikumsalam," jawab Dono dan Indro bersamaan.

Kasino pun langsung duduk bersama Dono dan Indro. Melihat kue dan kopi segera Kasino menuang cangkir kosong dengan kopi dari tekok....baru kue martabak diambil.

Dono dan Indro terkejut ulahnya Kasino.

"Laper Kasino?" tanya Dono.

"Iya," saut Kasino.

Kasino menikmati kue dan kopi sambil asik menonton tontonan Tv yang bagus. Ketiganya terbawa suasana tontonan yang bagus banget. Beberapa lama Dono beranjak duduknya untuk berbenah diri dan mengetik lagi di kamarnya. Kasino pun ikutan juga berbenah diri dan segera mengerjakan pembukuan di kamarnya.

Indro tetap santai nonton Tv. Ketika acara Tv di ganti oleh Indro berkenaan berita tentang masalah di Papua langsung berkata keras ke Dono yang sibuk ngetik di kamar "Don....gimana tanggapan kamu...mengenai masalah di Papua...yang jadi heboh di beritakan sana sini?".

Dono kaget dan segera menjawab dengan suara keras agar di dengar Indro "Aku...malas membahasnya. Lagi sibuk ngetik. Sebenarnya....masalahnya gak begitu rumit amat kok....tapi simpel untuk di selesaikan. Karena ada peraturan yang di tegakan bila ada yang melanggar...tampa pandang bulu...dia pejabat atau bukan...dia pribumi atau warga asing nama lainya warga pendatang".

"Kalau...begitu sih. Gak ada masalah apa-apa?! Cuma heboh di Tv. Aku di sini adem-adem aja. Aku...sendiri punya guru ngaji...orang Papua....yang mengajarkan kebaikan harus berjalan berdampingan dengan penuh keseimbangan, keselarasan dan bersinambungan," kata Indro ngoceh sendirian.

Dono meneruskan ketikannya di leptopnya. Sedangkan Indro santai nonton Tv sambil minum kopi dan makan kue martabak.

SABILA

Langit yang cerah sekali ketika Dono memandangnya. Hari ini Dono tidak ada kegiatan yang benar-benar menyibukkan dirinya. Dono pun duduk bersama Sabila di ruang tamu.

"Sabila yang cantik," kata Dono.

Dono terus mengucapkan "Cantik" pada Sabila. Terlihat Cantik benar Sabila di pandang Dono. 

Terkadang Dono mencium pipi kiri dan kanannya Sabila dengan lembut banget. Eeee...Indro buru-buru masuk ke dalam rumah dan melihat ulah Dono yang berdua-duaan sama Sabila dengan mersa banget.

Indro melupakan juga urusan kerjanya sejenak yang pulang mengambil berkas penting.....untuk ikutan dekat sama Sabila. Seperti biasa Indro memuji Sabila "Cantik" terus menerus.

Kadang jawab adalah Dono "Terimakasih Indro".

"Bukan kamu...Don, tapi Sabila," kata Indro.

"Iya.....aku tahu!!!" saut Dono.

Sabila hanya diam melihat ulah Dono dan Indro yang berebut ingin memberikan cinta dan kasih sayang sama Sabila. Indro pun mencium pipi kiri dan kanan Sabila dengan lembut....setelah itu inget dengan kerjaan untuk mengambil berkas di kamar yang ketinggalan baru deh berangkat ke kantor lagi.

Sabila dan Dono kembali bermersaan dengan baik. Kasino pun segera masuk ke rumah dan melihat Sabila....langsung mendekati. Seperti biasa Kasino memuji Sabila "Cantik".

Tetap saja Sabila diam. Kasino kembali memuji Sabila lagi "Cantik" tak lupa juga mencium pipi kiri dan kanannya Sabila dengan lembut dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dono pun iri melihat perhatian berlebihan pada Sabila jadi...ikut mencium pipi kiri dan Sabila dengan cinta dan kasih sayang. 

Baru deh bertanya Dono ke Kasino "Kenapa Kasino pulang padahal masih pagi?".

Kasino pun memberikan jawabannya yang cukup memuaskan Dono "Ketinggalan dokumen...yang penting."

"Oooo. Kok sama urusannya dengan Indro ada barang penting yang ketinggalan," kata Dono.

Kasino segera ke kamarnya untuk mengambil dokumen.....itu langsung berangkat ke kantor. 

Dono kembali cuma berduan aja dengan Sabila. Dono menjaga Sabila dengan penuh rasa kasih sayangnya.

Cukup lama Dono berbagi cerita dengan Sabila....walau Sabila hanya diam saja. Dateng seorang cewek cantik langsung masuk ke dalam rumah dan menggendong Sabila dengan penuh kasih sayang.

Cewek cantik itu adalah Mbaknya Dono yang menitipkan Sabila ponakannya untuk di jagain sebentar karena urusan cukup ribet. Mbak Dono pun berkata "Terimakasih Dono...karena telah menjaga baik Sabila".

"Iya," saut Dono.

Sabila pun pergi dengan Ibunya. Seperti biasa sang Ibu memegang tangan kanan Sabila dan di lambai-lambai...sang Ibu berkata "Da...da...Om Dono", lalu Dono pun melambaikan tangan juga dan berkata "Da...da...Sabila......nanti kita main lagi sama Om."

Sabila pun pergi di bawa Ibunya pulang ke rumahnya. Dono sendiri lagi...setelah bayi Sabila yang di momongnya udah di bawa Ibunya. Segera Dono mengambil leptopnya di kamarnya dan mulai mengetik di ruang tengah sambil menikmati minum susu coklat kesukaannya Dono.

Tuesday, August 20, 2019

PERMAINAN

Seperti biasa Dono asik minum kopi di teras depan sambil memandang langit malam indah bertabur bintang. Indro baru pulang dari urusannya kencan dengan Saskia.

Indro pun langsung duduk bersama Dono sambil menuangkan tekok berisi kopi ke gelas. Baru menikmati kopi enak buatan Dono.

"Enak," kata Indro.

"Indro gimana kencan kamu hari ini?" tanya Dono.

"Baik-baik aja....Don. Oh iya apa tanggapan kamu penampilan Rara penyanyi dangdut?" kata Indro.

"Bagus-bagus aja. Cantik terlihat di lihat dari layar kaca televisi," kata Dono.

"Kalau Selfi?" tanya Indro.

"Bagus. Cantik sesuai penampilannya...terlihat auranya...dari percaya dirinya," kata Dono.

"Gimana dengan....Weni?"tanya lagi Indro.

"Bagus. Sesuai dengan karakter dirinya...ya..jadinya cantiklah pembawaannya," kata Dono.

"Gimana....kalau....dengan Aulia?" tanya Indro.

"Bagus dan cantik. Kaya Putri Raja," kata Dono.

"Jadi...cantik semuanya toh. Udah ah mainannya," kata Indro.

"Jadi...cuma sebatas itu permainannya. Biasanya nanya tentang tanggapan penampilan cowoknya penyanyi dangdut," kata Dono.

"lagi males aja. Kurang seru. Kan...aku cowok," kata Indro.

"Oh...begitu," saut Dono.

Dono dan Indro menikmati kopinya dengan baik sambil menikmati suasana yang tenang banget. Sampai Kasino pulang dari urusannya kerjaannya dan duduk bersama Dono dan Indro menikmati kopi enak buatan Dono.

Seperti biasa Dono nanya urusan kerjaan Kasino yang ini dan itu. Kasino pun menerangkan dengan cukup seperti biasanya. Suasana makin larut makin menyenangkn ketiganya untuk ngobrol. Kopi di cangkir pun habis begitu juga di tekok di tenggak ketiganya.
Dono, Kasino dan Indro mengakhiri pembicaraannya dengan penuh nilai persahabatan yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.

SI KUCING KESAYANGAN

Tupai berlari dengan sangat cepat sekali untuk mengambil kacang di atas meja di halaman belakang. Tinggal satu jengkal lagi untuk mengambil kacang. Kucing sudah di hadapan Tupai.

Waspada Tupai untuk menghadapi Kucing penjaga rumah. Mulai Kucing untuk mengeluarkan kukunya yang tajam dan menggeseknya di meja....tanda untuk menyerang Tupai.

Saat kaki depan di lancarkan ke depan Tupai. Terlihat kuku yang tajam mau merobek muka Tupai. Langsung dengan cepat Tupai menghindari serangan Kucing dengan membuat tolakan ke belakang dan langsung segera berbalik untuk berlari secepat mungkin menuju pohon yang rindang.

"Aku selamat," kata Tupai.

Kucing tidak mengejar Tupai.....cuma nakut-nakutin aja. Kucing pun menjilatin bulu kakinya. Tupai pun menyusun rencana untuk mendapatkan kacang di atas meja. Sambil membuat teropongan dari daun agar terus mengawasin Kucing di atas meja.

Seorang gadis cantik pemilik rumah membuka pintu belakang dan berkata "Puss" untuk mencari Kucing kesayangannya. Sang gadis melihat Kucing kesayangannya di atas meja. Segera sang gadis untuk menghampiri Kucing kesayangannya, lalu menggendongnya dan bawa masuk sambil berkata "Kucing kesayangan aku".

Kucing pun masuk ke dalam rumah bersama gadis sambil di elus-elus bulu Kucing. Tupai pun senang karena tidak ada yang menjaga kacang di atas meja. Segera turun dari pohon Tupai untuk menuju meja yang ada kacangnya.

Tupai dapet kacang langsung segera memakannya.

"Enak," kata Tupai.

Tupai menghabiskan kacang yang ada di meja tersebut. Setelah itu Tupai seperti biasa mencari makan lagi karena perutnya belum kenyang dengan mencoba masuk rumah lewat jendela yang terbuka. Tupai pun melihat kacang dalam bungkus plastik di atas meja makan. Rasa senang menemukan makan kesukaannya.
Dengan berhati-hati masuk rumah agar tidak ketahuan dengan Kucing penjaga rumah. Sampai di meja makan. Tupai segera memakan kacang dengan lahapnya sampai perutnya kenyang setelah itu kembali ke dalam sarangnya di pohon yang rindang.

***

Sang gadis pemilik rumah membuka pintu depan rumahnya karena ada tamu yang memencet bel rumah dan Kucing di taruh di sofa setelah di pangkunya sambil di elus-elus bulunya.

"Hay...Selfi. Ayo kita berangkat  ke tempat teman kamu yang mengundang kamu....pesta ulang tahunya. Kan gak enak kalau telat."

"Ayo berangka..dari tadi aku nungguin..kamu....Don."

Selfi pun berjalan bareng dengan Dono. Pas di depan pintu mobil. Dono membukan pintunya untuk Selfi dan sambil berkata "Silakan tuan Putri".

"Iya," saut Selfi.

Selfi masuk mobil dan pintu di tutup pelan-pelan oleh Dono. Baru deh Dono masuk mobil dan membawa mobil dengan baik menuju rumah temannya Selfi yang ulang tahun adalah Rara.

***

Terdengar suara gaduh di dapur. Kucing bangun dari tidur-tiduran di sofa menuju dapur. Tikus masih asik makan sisa makan yang terjatuh di lantai. Mata Kucing melihat dengan tajem keberadaan Tikus yang asik makan. Dengan pelan-pelan melangkah untuk bisa menangkap Tikus.

Tikus tidak sadar kalau di incar oleh Kucing. Hampir selangkah lagi Kucing mau menyerang. Tikus pun merasakan kehadiran Tikus dan menoleh ke samping. Kucing sudah ketahuan Tikus segera langsung menyerang untuk menerkam Tikus dengan mulut yang menganga dan terlihat taring yang tajam-tajam yang siap merobek kulitnya Tikus.

Tanpa berpikir panjang Tikus berlari dan melupakan makan yang enak tersebut. Kucing mengejar Tikus kesana-kesini sampai gak tentu arahnya sampai masuk lubang di balik dinding menuju sarangnya. Kucing tidak bisa mendapatkan Tikus agak sedikit kesal banget. Lalu sang Kucing kembali ke tempat ia bersantai di ruang tamu di atas sofa.

Tikus pun lebih baik menghindari masalah lebih baik bersembunyi di dalam sarangnya dan memakan makan yang di simpannya di sarangnya.
Kucing tetap tenang bersantai di atas sofa menunggu majikannya pulang ke rumah.

***

Sampai di tempat ulang tahun Rara. Seperti biasanya Selfi langsung menemui Rara untuk memberi selamat karena telah bertambah umurnya dan sekaligus memberikan kado. Dono pun mendampingi Selfi. Ketiganya ngobrol bersama layaknya teman yang akrab.
Sampai Dono bertemu kawan lama yang sudah lama tak jumpa. Dono segera menghampiri teman lamanya dan membiarkan Selfi dan Rara ngobrol bersama.

Seperti biasa Dono bersalaman dan berpelukan dengan teman baiknya Denias pemuda dari Papua yang merantau ke Jakarta dengan satu tujuan yang tidak berubah "Menuntut Ilmu sampai jadi orang sukses".

Dono pun paham dengan pola pikir Denias yang memegang teguh tujuannya karena permintaan orang tuanya. Kadang Dono pun bertanya tentang keadaan keluarga Danias di Papua. Seperti biasa Denias bercerita apa adanya keadaan keluarganya di kampung halaman.

Kadang Denias bertanya hubungan dengan Selfi dan Rara dengan rumor yang berkembang di kalangan teman-teman. Dono pun menanggapinya dengan tenang dan tidak terbawa arus yang akan membuat keruh dari permasalahan. Denias pun mengerti dengan perinsip hidup Dono yang sebenarnya "Tidak ingin melukai perasaan orang yang di sukai". Maka itu Dono tetap menyembunyikan sesuatu tentang perasaan hatinya tetap berjalan di antara Selfi dan Rara.

Dono pun kembali untuk ngobrol dengan Selfi dan Rara dan membiarkan Denias ngobrol dengan teman yang lain. Seperti biasanya asik ngobrol Dono, Selfi dan Rara sampai waktu juga untuk berpisah.

Dono dan Selfi berpamitan pulang ke Rara. Dengan baik Rara mengizinkan temannya karena sebenarnya acara pun sudah selesai juga. Dono dan Selfi keluar dari rumah Rara menuju mobil dan segera di bawa dengan Dono menuju rumah Selfi.

Rara pun merasa lega dengan acara ulangtahun berjalan baik. Walau ada pola pembicaraan yang menyudutkan hubungan Rara, Dono dan Selfi. Padahal di dalam hati Rara tidak peduli urusan tentang cinta ini dan itu yang akan mengganggu hubungan perteman dengan Dono dan Selfi....yang sebenarnya tujuan Rara adalah hanya satu yaitu "Membahagiakan orangtuanya dulu", maka itu Rara berjuang menggapai mimpinya.

***

Sampai di rumah Selfi. Dono pun segera mengantarkan Selfi sampai di depan pintu rumahnya setelah itu berpamitan untuk pulang. Selfi pun masuk ke dalam rumahnya setelah Dono pergi dari rumah Selfi dengan membawa mobilnya dengan baik menuju tujuan pulang ke rumah Dono.
Selfi melihat keadaan rumahnya berantakan banget....padahal baru di tinggalkan sebentar. Selfi tahu yang membuat ulah seperti biasanya membuat berantakan rumah adalah Kucing kesayangan Selfi seperti biasa mengejar Tikus yang nakal.

Selfi pun mulai merapihkan tempat-tempat yang berantakan ulah dari si Kucing baru deh Kucing di panggil untuk di berikan makan di tempat makannya karena Selfi lupa memberi makan Kucingnya....sebelum ia pergi ke tempat ulang tahun Rara.

Baru deh Selfi berbenah diri baru istirahat di kamarnya. Di dalam kamarnya Selfi seperti biasa menulis kegiatan hari ini di buku diarinya dan juga rahasia hatinya siapa yang di sukai Selfi?.
Kucing senang dengan memakan makanan yang di berikan majikannya. Baru setelah itu seperti biasa istirahat di sofa ruang tamu untuk tidur.

***

Sampai di rumah Dono. Seperti biasa Dono duduk bersama teman-temannya Kasino dan Indro untuk ngobrol sambil minum kopi buatan Indro yang enak. Indro pun bertanya seperti biasa tentang urusan Dono jalan dengan Selfi?. Dono dengan santai menjelaskan semuanya berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Indro pun mengerti Dono hanya berteman dengan Selfi....walau ada rasa dengan Selfi. Tapi tetap Kasino pun ingin tahu kejelasan hubungan Dono dengan Rara. Dono tidak bisa berkata lebih kalau urusan Rara karena permintaan Rara yang sebenarnya adalah "Jalan masing-masing karena Rara mengejar sesuatu demi dirinya dan orang tuanya".

Kasino pun baru paham kalau maunya Rara seperti itu, begitu juga dengan Indro. Walau sebenarnya Dono mengajak Selfi jalan bareng....yang di takutin adalah rasa cemburu Rara. Untung saja Dono di saat ulang tahun Rara....tidak ada timbul yang gak enak urusan cinta yang ruwet tapi sebenarnya simpel banget.

Dono dan kawan-kawan tidak membicarakan urusan Rara dan Selfi lagi lebih baik ngobrol urusan rubik yang lain sambil menikmati kopi yang enak.

***

Tupai lagi santai di sarangnya ke datangan tamu.....ya Tupai juga. Tupai mempersilakan Tupai untuk mempersilakan temannya masuk kesarangnya. Baru deh Tupai ngobrol dengan temannya untuk menghabisi waktu malam sambil menikmati makanan yang di bawa temannya.

Monday, August 19, 2019

LOST IN PAPUA

Indro dapet telpon dari keluarganya untuk segera ke rumah Kakeknya karena ada benda yang di wariskan....untuknya sebelum Kakek meninggal dunia.

Indro, Kasino dan Dono berangkat ke tempat kediaman rumah Kakeknya. Singkat waktu sampai di rumah Kakek. Lalu Indro menemui Pamannya dan segera di berikan warisan dari Kakeknya yang di taruh di dalam kotak kayu di dalam kamar Kakek.

Indro masuk kamar Kakek untuk memeriksa warisan apa yang di berikan padanya? Dengan pelan-pela Indro membuka kotak kayu sendirian di dalam kamar. Paman ngobrol dengan Dono dan Indro di ruang tamu sambil menikmati kopi hitam buatan Bibinya Indro.
Kotak kayu terbuka. Indro melihat sebuah tombak yang pegangan pada kayunya jadi dua.

"Jadi...ini warisan yang di wariskan oleh Kakek...untuk saya. Sebuah tombak yang pegangannya patah," kata Indro.

Indro mulai memegang tombak tersebut dengan tangan kanannya. Awalnya tidak terjadi apa-apa? Lama-lama terjadi fenomena yang terjadi pada Indro. Seakan-akan dirinya pindah ke dunia yang berbeda.

"Haaaaa!!!!....Di hutan belantara gimana bisa? Padahal aku....masih di dalam kamar," kata Indro yang terkejut dengan keadaannya.

Indro berusaha sabar menghadapi keadaan yang aneh dan berusaha mencari tahu dengan baik. Tapi ternyata nihil karena Hp secanggih apapun tidak ada sinyal....apapun? Jadi tidak bisa dapet solusi. Indro mulai kacau sampai di buangnya tombak yang di pegangnya di tanah dan berkata "Jangan-jangan gara-gara tombak warisan Kakek ini?".

Indro pun duduk di tanah. Lama-lama rebaan di tanah karena bosan dengan keadaannya. Ada ular piton yang merayap pelan-pelan menuju Indro.

"Kayanya aku...mencari manusia...yang tinggal di dalam hutan. Supaya...bisa menyelesaikan....masalah aku," kata Indro.

Indro telah memutuskan dan mengambil tombak di taruh di tanah di sebelah kanan. Di raba-raba oleh Indro keberadaan tombak. Lalu di peganglah ular piton....oleh Indro. Sontak Indro ketakutan dan melakukan langkah seribu.

Ketika teringat tombak peninggalan Kakek kembali ke tempat yang ada ular pitonnya. Indro pun berani menghadapi ular piton dan berhasil mengambil tombak. Perut Indro pun berbunyi....tanda lapar dan juga energi habis di gunakan lari mondar mandir gara-gara ular piton.

Indro melihat sekeliling hutan dengan jelas dan baik banget.

"Kayanya susah mencari makan di hutan ini. Oh...iya...ular piton aja jadi santapan makan siang aku dan sekaligus jadi perbekalan di jalan...untuk mencari jalan keluar dari hutan ini," kata Indro.

Indro pun dengan menangkap ular piton untuk ia santap sebagai makan siangnya. Dengan menggunakan tombak di penggal kepala ular dan badan ular di kulitin dengan baik oleh Indro baru deh di potong-potong.

Daging ular piton yang telah di potong-potong di tusuk kayu. Segeralah Indro membuat api unggun. Tapi karena gak ada korek api....Indro bingung membuat api unggun. Lalu Indro mencoba mengingat tentang tontonannya di Tv tentan jejak petualang membuat api tidak menggunakan korek api. Indro segera menbuat alat untuk menciptakan api dari kayu kering yang si serut oleh Indro pake tombak.

Lalu membuat busur dan batang kayu yang ujungnya di runcingkan. Alat tersebut  jadi. Mulai Indro menggeseknya di kayu yang kering untuk menciptakan panas. Kayu mulai panas akibat gesekan dan terciptalah percikan api baru di tambah serutan kayu untuk menghidupkan api menjadi besar dan di tiup Indro pelan-pelan agar api tambah membesar. Api pun jadi segeralah di kumpulkan kayu kering untuk untuk membuat api unggun. Baru deh panggang daging ular piton.

Dengan sabar Indro menunggu masakan daging ular pitonnya masak. Sampai hari mulai malam. Nyamuk hutan tambah banyak untung saja ada api unggun...nyamuk agak berkurang. Daging pun masak. Segera Indro menyantapnya untuk mengisi perutnya lapar.

Indro pun memakan daging ular piton dengan menyambung hidup di hutan belantara. Rasa haus pun muncul. Indro mencari air untuk minum. Lalu mencari batang bambu yang ada penyimpanan air karena celahnya berlubang. Dengan sabar mencarinya menemukan juga...lalu segera dibuka batang bambu itu pelan-pelan alias di congkel pake tombak dan air pun ngucur di tadah di daun lebar banget untuk di minum airnya....oleh Indro.

"Lumayan segar," kata Indro.

Indro mulai ngantuk dan segera tidur dekat api unggun. Agar tidak di ganggu oleh binatang hutan yang jahat. Hari pun berganti pagi segera Indro mulai perjalannya setelah sarapan daging ular piton lagi dan sisanya di bungkus pake daun dan di buat jadi tas pake pengikat kulit kayu.

Baru deng Indro berangkat. Mencari jalan keluar dari hutan. Saat perjalan bertemu sekor anjing hutan. Indro mengusirnya dengan batu dan anjing pun kabur. Baru beberapa langkah anjing dateng ada empat ekor.

"Kacau ini mah," kata Indro.

Indro pun segera berlari dan manjat pohon dengan terburu-buru sampe daging piton perbekalannya jatuh ke tanag dan di makan anjing hutan sampai habis perbekalan Indro. Setelah itu anjing hutan meninggalkan Indro karena perutnya sudah kenyang.

Indro pun kesel karena makannya untuk perbekalan di jalan di makan anjing hutan yang kelaparan. Semenjak kejadian itu Indro membuat senjata berupa panah dan busur untuk menjaga dirinya....kalau bertemu dengan kawan anjing hutan.

Perjalanan di lanjutin oleh Indro untuk mencari jalan keluar dari hutan belantara. Terdengar suara aliran air. Segeralah Indro berlari menuju suara aliran air yang terdengar.

Indro pun menemukannya langsung jebur ke sungai untuk mandi dan sekaligus minum airnya. Barulah mencari ikan di sungai dengan cara di tombak dan di panah dengan keuletan dan kesabaran tetap tidak mendapatkan ikan.

Indro mulai murung dengan usahanya. Tapi mencoba lagi untuk lebih tenang lagi dengan merasakan keadaan lingkungan. Lalu tombak di arahkan ke aliran sungai saat Indro melihat ikan bergerak sangat tenang.

"Dapet juga ikan," teriak Indro yang senang.

Indro yang senang banget dapet ikan dengan cara menombak...
segeralah buat api unggun untuk bakar ikan. Dengan sabar masakannya....pun matang juga langsung di makan oleh Indro dengan penuh kesenangan. Terkadang Indro terpikir dengan teman-temannya dan keluarganya yang mungkin mengkhawatirkan keadaannya.

Indro pun selesai juga makan ikannya baru melanjutkan perjalannya lagi. Ketika dari jauh melihat asap mengepul di langit....Indro dapet petunjuk untuk keluar dari hutan belantara.

Dengan berlari Indro untuk mendekati asap yang mengepul di langit tersebut. Karena ada manusia yang membuat api unggun di tengah hutan. Tapi tiba-tiba ada seorang cewek berkulih hitam berlari dengan cepat untuk menjauh dari kejaran anjing hutan.

Indro mulai memanah anjing satu persatu demi menyelamatkan cewek yang di kejar anjing hutan. Cewek pun selamat....tidak di kejar anjing lagi...karena semua anjing telah mati di panah Indro.
Lalu Indro menemui cewek tersebut untuk mencari solusi keluar dari hutan belantara. 

Cewek yang di tolong...Indro memang baik, tapi masalahnya Indro tidak bisa bahasa daerah orang Papua? Karena pernah nonton Tv...bahasa yang di gunakan mirip banget. Tambah pusing lagi di kepalanya Indro dengan keadaannya? Sedangkan cewek yang di tolong Indro mengajaknya untuk ke tempat tinggalnya. Ya...gak ada jalan lain jadi menerima tawaran cewek yang di tolong Indro.

Sampai di perkampungan orang pedalaman Papua. Indro di jamu makan dan minum dengan adat orang Papua karena sudah menolong anak kepala suku. Indro menerima kebaikan orang Papua yang baik padanya. Sampai seminggu lebih Indro hidup bersama orang pedalaman Papua. 

Walau ada solusi keluar dari hutan belantara harus berjalan satu minggu lebih menuju daerah yang telah berkembang alias kota.
Indro lebih baik memutuskan tinggal lebih lama dulu untuk belajar kehidupan bersama orang Papua karena sudah kepalang sudah jadi orang rimba. Makin lama tinggal bersama orang Papua...Indro bisa memahami bahasa...orang Papua dan juga berpakaian ala orang Papua...cuma beradaptasi lingkungan. Lalu Indro pun melihat ada sebuah tombak sama dengan miliknya yang di simpan di dalam rumah kepala suku. Mulai Indro mencari tahu tentang tombak tersebut.

Kepala suku pun menjelaskan bahwa tombak yang di simpan di dalam rumah kepala suku adalah tombak yang dikeramatkan. Konon ada sepasang menurut cerita kepala suku, tapi satu sudah di berikan oleh penjelajah jauh dari seberang pulau Papua tujuannya adalah nilai persahabatan.

Indro pun mengerti dengan cerita kepala suku. Lalu di berikanlah tombak milik Kakeknya Indro yang diwariskan padanya kepada kepala suku. Setelah tombak di pegang kepala suku....dengan baik. Indro pun kembali ke dunia asalnya.

"Aku di rumah," kata Indro.

Indro pun senang sekali kembali pulang karena misinya selesai mengembalikan tombak ke tempat asalnya. Indro pun keluar dari kamar Kakeknya untuk menemui Dono, Kasino dan Paman Indro yang asik ngobrol di ruang tamu.
Terkejut semuanya melihat keadaan Indro kaya orang pedalaman di Papua.

"Darimana kamu...Indro. Kumel, dekil dan item lagi?" tanya Dono.

"Papua," jawab Indro.

"Papua," kata Dono, Kasino dan Paman Indro bersamaan.

"Iya....dari Papua. Kalau gak percaya...ya....sudah. Aku mau mandi dulu. Mau menghilangkan bau...gak sedap pada tubuh aku," kata Indro.

Indro pun bergerak menuju kamar mandi untuk mandi. Dono, Kasino dan Paman Indro tidak percaya omongan Indro karena....yang mereka tahu...Indro cuma beberapa jam di dalam kamar Kakeknya Indro.

Saturday, August 17, 2019

KESATRIA GARUDA EVO

Hari sudah malam. Pekerjaan pun sudah selesai semuanya. Kasino menutup restorannya. Saat mau masuk ke dalam mobil Kasino menemukan sebuah mainan di jalan. Segera Kasino memungut mainan tersebut.

Kasino pun memeriksa mainan tersebut, ternyata mainan yang di temukan adalah action figur Kesatria Garuda Bima X. Lalu Kasino melilik sana ke sini tujuan mengembalikan ke pemiliknya. Tapi keadaan lingkungan sudah sepi banget. Jadi Kasino memutuskan menyimpan mainan tersebut dan berikan ke Dono dan Indro yang suka mengoleksi mainan actian figur.

Tiba-tiba tabir terselubuh mengenai Kasino dan memindahkan dirinya ke daerah lain.

"Kok...siang. Bukannya tadi masih malam," kata Kasino yang terkejut dengan keadaannya.

Kasino pun berusaha tenang menghadapi ujian dari keadaan yang menimpa dirinya. Semua tiba-tiba berlari menuju Kasino. Tambah bingung Kasino dengan keadaan yang sifatnya panik karena ada huru hara.

Monster Reptil mengamuk menghancurkan kota. Kasino terkejut banget karena monster Reptil mau mendekati dirinya. Seorang gadis cantik memegang tangan Kasino dan menariknya untuk berlari untuk menjauh dari monster Reptil.

Datenglah Kamen Rider Ziro 1 langsung bertarung menghadapi monster Reptil. Pertarungan sangat sengit antara di jalan kebaikan dan di jalan ke jahatan. Kasino melihat pertarungan sengit tersebut dari jauh. Tapi sang gadis yang baru di kenalnya mengajaknya untuk menjauh dari pertikaian.

Sampai di rumah sang gadis. Kasino mulai berkenalan dengan gadis yang baru di kenalnya. Kasino tahu nama gadis yang baru di kenalnya adalah Haruka dan juga Haruka pun tahu orang baru di kenalnya namanya Kasino.

Kasino di jamu dengan tradisi budaya Haruka. Lalu Kasino pun ngobrol tentang lingkungan tempat tinggal Haruka. Di ceritakanlah oleh Haruka tentang lingkungan tempat tinggalnya yaitu Jepang....ya...cukup panjang lebar. Yang membuat Kasino bingung kenapa dirinya bisa berinteraksi dengan warga Jepang pake bahasa Jepang.....padahal dirinya dari Indonesia?.

Haruka pun mengajak ke suatu tempat di mana berkumpul para manusia yang sedang berkumpul untuk menyatukan visi dan misi untuk mengalahkan para monster yang telah membuat kehidupan para manusia jadi kacau. Kasino hanya ikut-ikut saja mengikuti acara di sebuah ruangan yang cukup luas dan aman. Monster terlalu pintar untuk di kelabui. Di antara warga yang berkumpul tersebut berubah menjadi sosok yang menyeramkan menjadi monster Katak.

Haruka menarik tangan Kasino pun keluar dari gedung tersebut karena banyak warga yang berkumpul mati di bunuh monster Katak. Kasino dan Haruka berlari untuk menghindari bencana pada diri mereka berdua. Monster Katak mengejar Kasino dan Haruka. Dan Haruka pun di tangkap oleh monster Katak. Kasino mau menolong Haruka. Datenglah Kamen Rider Decade menghajar monster Katak dan berhasil menyelamatkan Haruka.

Muncuk lagi monster Gurita yang lebih mengerikan lagi menghancurkan kota. Haruka mengajak Kasino untuk pergi meninggalkan daerah kehancuran.

Kasino pun berkata dalam diri saat menggenggam mainan Kesatria Garuda Bima X "Seandainya...aku bisa bertarung dan menyelamatkan...masyarakat yang lemah dan tidak berdaya...dari kejahatan para monster."

Mainan pun bercahaya karena berensonasi dengan keinginan Kasino. Seketika mainan action figur Kesatria Garuda Bima X berubah menjadi sebuah sabuk kekuatan dan sebuah kartu berlambang Garuda.

"Jangan ini kekuatan baru dari Kesatria Garuda Bima X, tapi yang di tulis di kartu ini Api," kata Kasino.

Kasino segera memakai sabuk kekuatan dan memasukan kartu bergambar Garuda dan berkata "Berubah".

Terjadilah fenomena pada diri Kasino dan berubah menjadi Kesatria Garuda Api yang berwarna merah yang membara seperti api. Kasino pun bertarung menghadapi monster Gurita dengan kekuatan barunya. Kasino agak sedikit belum terbiasa menggunakan kekuatannya. Karena itu monster Gurita berhasil menjatuhkan Kasino dengan wujud Kesatria Garuda Api.

Kasino pun bangkit untuk mengalahkan monster Gurita dan menggunakan kartu bergambarkan sebuah pedang dan di masukkan ke dalam sabuk. Keluarlah dari sabuk sebuah pedang. Kasino menggunakan pedang untuk memotong tentakel monster Gurita dan langsung menebasnya menjadi dua.
Pertarungan pun selesai juga mengalahkan monster Gurita.

Dari Kesatria Garuda Api kembali ke wujud Kasino yang sebenarnya. Sabuk kekuatan pun berubah menjadi mainan action figur Kesatria Garuda Bima X.
Kamen Rider Decade berhasil mengalahkan monster Katak juga. 

Keadaan pun mulai tenang tidak ada serangan monster yang menghancurkan kota. Haruka pun menghampiri Kasino dan senang karena Kasino menjadi pahlawan yang mengalahkan monster jahat.

Haruka mengajak Kasino untuk pulang bersamanya. Sampai di rumah Haruka seperti biasanya Kasino di jamu dengan makan kas Jepang. Terkadang Kasino pun belajar juga masakan Jepang untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Suasana kehidupan pun berjalan normal-normal aja.

Sampai suatu ketika Kasino mengantarkan barang pesan pelanggan karena memesan makan dari kedai Haruka. Tanah berguncang dengan sangat hebat sekali seperti gempa bumi. Muncullah istana dari bawah tanah. Pintu gerbang terbuka dari istana.

Muncullah para monster yang mengerikan. Para Kamen Rider muncul semuanya untuk mengalahkan para monster yang ingin menghancurkan kota. Haruka yang khawatir dengan Kasino mencarinya.

Kasino hendak melihat pertarungan para Kamen Rider mengalahkan monster. Tapi Haruka menghalangi Kasino dengan alasan tidak ingin kehilangan Kasino.

Dalam hati Kasino berkata "Kenapa jadi dramatisir...gini...kan cuma melihat dari jauh...tidak akan mati kalau tidak bertarung?".

Haruka tetap menghalangi Kasino untuk tidak pergi dan mengambil mainan di tangan Kasino. Tiba-tiba Kasino terpental jauh masuk ke dalam tabir dan kembali Indonesia saat dirinya hendak memungut mainan Kesatria Garuda Bima X.

"Loh...aneh. Kayanya aku mengulangi kejadian ini. Apa yang terjadi yang sebenarnya ya?" kata Kasino.

Kasino melakukan lagi memungut mainan action figur Kesatria Bima X dan menaruhnya di mobil, lalu meninggalkan tempat tersebut. Sampai di rumah seperti biasa menjalankan kegiatan ngobrol sama Indro dan Dono. Tapi lama-lama Kasino melihat Kasino melihat bayangan Haruka dalam keadaan yang mengenaskan.
Kasino tambah bingung dengan keadaannya dan berkata dalam dirinya "Ini mimpi ataukah kenyataan?".

Kasino tetap biasa-biasa aja menjalankan kehidupan sehari-hari dan menganggap bayangan Haruka hanya ilusi semata saja. Tapi saat bicara dengan Dono yang senang mainan action figur "Seandainya....aku ada kesempatan jadi pahlawan super maka....aku benar-benar menjadi pahlawan super...demi melindungi yang lemah".

Kasino pun jadi mengerti omongan Dono. Lalu mengambil mainan action figur Kesatria Garuda Bima X di kamar dan berkata "Aku ingin kembali ke dunia....Haruka demi melindungi dirinya".

Mainan action figur bercahaya karena keinginan dari Kasino mengembalikan Kasino saat bicara dengan Haruka yang mengambil mainan dari tangan Kasino.

"Aku...mengerti ke khawatiran kamu...Haruka. Tapi...aku ingin bertarung demi melindungi kamu dan warga lain agar dunia kamu damai," kata Kasino.

Haruka pun mengerti dan memberikan mainan action figur ke Kasino. Keputusan Kasino sudah mantap bahwa dirinya lebih baik bertarung jika ada kekuatan dan mengubah kata hatinya yang sejenak ragu-ragu.
Sampai di tempat pertarungan Kasino segera berubah menjadi Kesatria Garuda Api. Langsung mengalahkan satu persatu monster dengan bekerjasama dengan para Kamen Rider dan masuk istana. Di aula Raja monster.

Semua Kamen Rider bersiap menghadapi sang Raja Monster Komodo Dragon yang bertubuh besar banget. Para Kamen Rider menyerang Raja monster dengan teknik andalan. Sang Raja monster menangkisnya dan di balikkan dengan kekuatan dua kali lipat dan berakibat para Kamen Rider merasakan kekuatan hebat dari Raja monster.

Kasino pun baru mengerti omongan Haruka dengan khawatirannya pada dirinya....bisa mati dalam pertarungan. Tapi keputusan telah di putuskan tidak bisa lari dari pertarungan jadi Kasino melanjutkan pertarungan.
Tiba-tiba muncul kartu di hadapan Kasino yang bergambar perubahan Garuda. Segeralah Kasino memakai kartu tersebut dan berubah menjadi Kesatria Garuda Evo. Dengan kekuatan baru segeralah Kesatria Garuda Evo yang berwujut keemasan bertarung menghadapi Raja monster sampai tidak ada yang mau mengalah dalam pertarungan yang sangat sengit.

Sampai ada kesempatan yang paling tepat di tinju bertubi-tubi untuk menjebol pertahanan Raja monster sampai tidak berdaya. Baru deh Kesatria Garuda Evo bersama dengan para Kamen Rider menyerang dengan teknik tendangan langsung di tujukan Raja monster.

Setika juga Raja monster Komodo Dragon hancur berkeping-keping. Istana pun runtuh. Segera Kesatria Garuda Evo meninggalkan istananya para monster bersama para Kamen Rider menuju pintu keluar. Kerajaan monster telah hancur berkeping-keping dan kehidupan kembali benar-benar damai. Para Kamen Rider kembali ke dunianya masing-masing.

Kesatria Garuda Evo pun kembali menjadi Kasino setelah sabuk di pinggang di lepas menjadi main action figur Kesatria Garuda Bima X. Haruka pun dateng menemui Kasino langsung memeluknya sambil berkata "Terimakasih banyak telah berbuat banyak demi aku...dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan kamu".

"Iya....sama-sama. Tapi jangan begini!. Aku malu...tahu!!" kata Kasino.

"Oh...maaf," saut Haruka sambil melepaskan pelukannya ke Kasino.

"Karena urusan aku sudah selesai. Jadi aku ... kembali ke duniaku. Tepatnya di Indonesia. Jadi aku berikan mainan ini untuk kamu....Haruka," kata Kasino.

Haruka mengambil mainan yang di berikan padanya "Jadi mainan ini...untuk aku".

"Sampai jumpa lagi....Haruka. Terimakasih....atas segala-segalanya. Oh..iya. .masakan yang kamu buat enak banget," kata Kasino.

"Iya sama-sama. Teman terbaik," saut Haruka.

Kasino pun langsung masuk dalam tabir terselubung kembali ke dunianya....dimana Kasino sedang berada di dalam kamarnya. Seperti biasa Kasino keluar dari kamarnya menuju ke ruang tamu....untuk ngobrol dengan Dono dan Indro.

Haruka pun menjalani hidupnya lebih baik karena keadaan lingkungan damai dan juga selalu membawa main action figur Kesatria Garuda Bima X....untuk mengingat teman baiknya....Kasino dari Indonesia.

Friday, August 16, 2019

PERAYAAN 17 AGUSTUSAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Dono seperti biasa sibuk mengetik pake leptopnya di ruang tamu. Indro yang sudah beres urusannya menonton Tv acara pengibaran bendera 17 Agustusan, langsung bergerak duduk bersama Dono.

"Dono keluar yok!" kata Indro.

Dono menghentikan ketikannya.

"Keluar kemana?" tanya Dono.

"Nonton konser musik di lapangan.... Kan Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia," kata Indro.

"Ayo. Tapi aku ganti pakaian dulu. Oh iya....sekalian Kasino di ajak," kata Dono.

"Iya. Kasino....aku ajak keluar juga.Untuk nonton konser musik," kata Indro.

Dono segera mengeseve tulisannya baru deh di sutdown leptopnya. Bergerak Dono dari duduknya menuju kamarnya untuk menaruh leptop dan berganti pakaian. Kasino baru selesai mengerjakan pembukuannya di kamarnya dan duduk di ruang tamu. Indro pun mulai bicara ingin mengajak Kasino keluar rumah untuk nonton konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesian.

Kasino menerima ajakan Indro untuk nonton konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia. Beranjak dari duduklah Kasino untuk berganti pakaian.
Dengan sabar Indro menunggu teman-temannya di ruang tamu. Akhirnya keluar juga Dono dan Kasino.

"Indro kamu yang bawa mobilnya," kata Kasino sambil melempar kunci mobil ke Indro.

"Ok...siap," kata Indro.
Dono, Kasino, dan Indro keluar dari rumah. Tak lupa Dono mengunci pintu depan agar tidak masukin orang gak jelas. 

Ketiganya masuk mobil Kasino dan segera di bawa oleh Indro. Setelah mobil keluar. Kasino pun keluar dari mobil untuk menutup gerbang dan menguncinya agar tidak di masukin orang yang tidak jelas.

Setelah itu Kasino naik mobil. Indro pun membawa mobil dengan baik sampai tujuan. Lalu di parkirkan dengan baikjuga oleh Indro. Baru deh ketiganya keluar dari mobil dan melihat lapangan penuh dengan manusia.

"Cari makan yuk!" kata Dono.

"Ayo....!!!"jawab Kasino dan Indro bersamaan.

Ketiganya mencari tempat makan sambil asik nonton konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia. 

Akhirnya dapet tempat yang bagus untuk nonton sambil makan yang enak. Kasino langsung mesan tiga mangkok mie ayam dan minumnya es jeruk tiga gelas ke Mamang penjualnya.

Dono asik duduk sambil meneropong dengan alat yang di bawanya. Terlihat banget para artis yang mengisi acara. Indro pun ingin lihat juga dan minjem teropong ke Dono. Ya...Dono pun memberikan teropong yang di bawanya.

Indro asik melihat....para artis menyanyi di panggung. Makan dan minuman telah di meja. Kasino dan Dono asik menikmati makan dan minumnya. Indro pun sambil minum sambil juga asik meneropong para artis yang mengisi acara konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia.

Indro pun berkata "Dara cantik....mau nyanyi."

"Maksudnya....siapa Don yang di omongin Indro?" tanya Kasino.

"Aulia....lah," jawab Dono.

"Aulia....penyanyi...dangdut itu," kata Kasino.

Indro pun tetap asik menonton konser tersebut pake teropong. Dono dan Kasino sambil makan dan minum menikmati keramaian yang ada. Sampai makan dan minum selesai dinikmati Dono dan Kasino. Indro belum habis juga makan dan minumnya.

"Indro udah dulu....neropongnya....makan dulu mie ayamnya!" kata Kasino.
"Iya. Lupa....keasikan,"  kata Indro.

Teropong di kasih ke Dono dan Indro makan mie ayam yang enak beserta minum es jeruknya. Dono mau melihat konser pake teropong, tapi Kasino ingin lihat juga. Jadi kasihlah teropongnya Dono ke Kasino.

Segera Kasino meneropong acara konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia...yang di isi oleh para artis. Saat itu yang di lihat Rara lagi menyanyi. Kasino pun berkata "Rara...lagi menghibur para penonton di bawah panggung......dengan penampilan seperti biasanya."

"Oh...begitu," saut Dono.

"Berarti....bagus Dong...Kasino?" kata Indro.

"Iya," saut Kasino.

Indro pun selesai makan dan minumnya. Lalu teropong di kasih Dono. Karena sepakat yang bayar makan dan minuman adalah Kasino. Segera di bayarlah makan dan minuman dengan uang pas sama Kasino ke Manang penjualnya.

Ketiganya berjalan-jalan melihat keadaan masyarakat yang ikut meriahkan acara dengan ikut lomba ini dan itu. Tiba-tiba Indro menghilang di tengah keramaian. Dono dan Kasino mencari Indro layaknya mencari anak kecil yang hilang. Tahu-Tahu Indro membawa makan dan berikan ke Dono dan Kasino.

Dono dan Kasino menikmati makan cilok yang enak. Makin lama makin dekat ketiganya dengan panggung konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia. Lagi-lagi Indro menghilang di tengah keramaian. Dono dan Kasino mencari Indro.....kaya anak hilang.

Tahu-tahu Indro sudah di atas panggung konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia. Ikut perlombaan menyanyi. Indro pun antusias banget dengan perlombaan menyanyi tersebut....gak penting menang atau kalahnya yang penting adalah memeriahkan suasana Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia.

Saat menyanyikan lagu yang tetapkan perlombaan. Indro menyanyikannya dengan semangat yang berapi-api seperti pejuang kemerdekaan Indonesia mau berperang mengusir penjajah dari tanah air Indonesia.

Dono dan Kasino menonton penampilan Indro di antara penonton selalu memberikan tepuk tangan....karena keberanian Indro tampil diatas panggung. Namanya rezeki gak disangka-sangka Indro pun menang dan dapet hadiah. Tapi Indro ingin tampil lagi menyanyi jadi meminta pada hostnya. Ternyata di bolehkan. Kali ini Indro gak sendirian untuk tampil menyanyi.....memanggil teman-temannya keatas panggung. Segera Dono dan Kasino ke panggung.

Mulai ketiganya memegang alat musik andalan mereka. Indro menyanyikan lagu kemerdekaan dengan semangat berapi-api di iringi alat musik di main Dono dan Kasino.

Suana lebih semarak lagi dengan penuh kegembiraan memeriahkan Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia. Sampai syair lagu selesai di nyanyikan Indro. Baru deh untuk kenangan-kenangan Indro foto  bareng dengan para artis yang mengisi acara Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia...Dono dan Kasino ikutan juga.

Urusan foto-foto selesai dan di simpen baik di file penyimpanan di Hp ketiganya. Dono pun mengajak nyari makan lagi teman-temannya. Tapi Indro menghilang lagi. Dono dan Kasino membiarkan Indro menghilang.

Tahu-tahu Indro bawa makan dan di berikan ke Dono dan Kasino. Ketiga menikmatin somay yang enak sambil jalan. Dono melihat penjual es dugan segera meminta tiga bungus ke Manang penjual. Segera di layanin pembelinya. Tiga bungkus es dugan di berikan ke Dono oleh Mamang penjual segera di bayar dengan uang pas oleh Dono.

Dua bungkus di berikan pada Kasino dan Indro. Ketiganya menikmati minum es dugan yang segar itu sambil berjalan menuju mobil. Hari makin menjelang magrib. Dono, Kasino dan Indro memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat. Segera ketiganya masuk mobil. Yang bawa mobil Indro dengan baik membawanya sampai ke rumah.

Ketiganya puas nonton konser musik Perayaan 17 Agustusan Kemerdekaan Indonesia dengan meriah.....banget.

PENYIHIR

Pagi-pagi sekali Dono berolah raga rutin untuk kebugaraannya. Rara berlatih juga sihirnya agar bisa di kendalikan dengan bersama Melinda....kakak tingkatnya dan satu asrama. Indro dan Kasino masih bersaing dalam penggunaan sihir mereka berdua dalam melatih sihir sampai energi sihir bola api...Indro yang di lemparkan ke Kasino di hempaskan dengan sihir putaran kilat petirnya. Bola api terbang menuju asrama....langsung menjebol dinding. Yang fatalnya mengganggu Komandan Yeki yang sedang asik buang hajat. Segera menyelesai urusannya Komandan Yeki.....dan memberikan hukuman ke Indro dan Kasino dengan pus up 500 kali.

Namanya hukuman dari Komandan Yeki dan memang Indro dan Kasino salah, maka di jalankan dengan baik. Selesai dari hukuman di berikan Komandan Yeki. Indro dan Kasino berhasil membentuk tubuh mereka berdua sispek abis....banget!!!. Komandan memperhatikan latihan Dono. Lalu mengajarkan teknik rahasia Komandan Yeki ke Dono....untuk meningkat sihirnya.

Latihan dari Komandan Yeki....memang berat sekali pada akhirnya Dono berhasil...menguasainya. Ketika di coba sihir anginnya....Dono, langsung menciptakan tornado yang besar tetapi di tendalikan dengan baik. Setelah tornado oleh Dono di hilangkan karena mulai menarik semua orang ke dalam pusaran.

Baru deh....istirahat Dono dari latihannya. Komandan Yeki kembali ke markasnya. Rara berhasil menguasai sihirnya karena berlatih keras di bantu Melinda. Seusai berlatih biasa Rara ingin menemui Dono yang mempunyai perasaan gitu?. Tapi Dono menganggap Rara biasa-biasa aja layaknya seorang teman. Kadang Rara kesal karena Dono menanggapinya....kurang sensitif jadi di tampar Dono oleh Rara.

Setelah itu Rara malu. Ya...Dono biasa aja...karena sudah biasa menghadapi cewek yang kesal dengan ulahnya padahal....Dono tidak mengerti perasaan Rara. Yang Dono tahu...adalah ingin menikahi Selfi kalau berhasil menjadi penyihir terhebat. Rara pun tahu...layaknya seorang teman dengan keinginan Dono.

Tetap saja Rara menganggap hal itu lumrah saja karena Dono yang menentukan pilihan gadis mana yang di pilihnya jadi pendamping hidupnya...ya...Selfi.

Komandan Yeki pun memanggil Rara, Dono dan Indro untuk menghadap di ruangannya pesan tersebut dari Boy. Dalam ruangan Komandan Yeki....Dono, Rara dan Indro di beri tugas untuk mengambil benda sihir di sebuah desa yang tidak jauh dari asrama.
Dono, Rara dan Indro melaksanakan tugas yang di berikan Komandan Yeki dengan terbang dengan menggunakan sapu sihir menuju desa yang di tuju. Sampai di sana ternyata warga desa ketakutan sekali di serang oleh penyihir jahat.

Indro langsung mengerahkan sihir apinya untuk mengalahkan para penjahat. Salah musuh terlalu kuat dengan sihir benang pengendali yang mengikat Indro dan di kendalikan. Dono mencoba menghancurkan musuh yang mengendalilan Indro. Tapi ternyata Dono di halangi oleh Indro yang di kendalikan musuh dengan sihir benang pengendali.

Dono kualahan menghadapi musuh sekaligus menghadapi teman. Rara menggunakan sihir airnya untuk mengatasi serangan Indro yang bertubi-tubi melempakan bola api. Dono pun punya kesempatan untuk mengeluarkan sihir anginnya ke lawan-lawannya sampai kalah satu persatu dan akhirnya pingsan. Barulah berusaha untuk menyelamatkan Indro dari musuh yang mengendalikannya.

Musuh meningkatkan sihir benang pengendali pada Indro untuk mengeluarkan sihir bola api yang besar banget dan di hempaskan ke Rara. Dengan sekuat tenaga menahan serangan bola api besar banget pake sihir air Rara yang luar biasa besar banget berbentuk lingkaran pelindung alias tameng. Kekuatan Rara kalah dengan kekuatan dari Indro. Bola api yang besar mau menghantam Rara setelah menjebol pertahanan.

Dono untung bertindak cepat menyelamatkan Rara dari hantaman bola api besar banget. Rara berada di bawah tanah dan Dono diatasnya. Rara senang di selamatkan Dono dari bahaya mengancam dirinya. Tapi Rara sadar posisnya yang membuat yang begitu tidak pantas....tiba-tiba wajah Rara memerah dan timbul rasa malu yang tinggi.

Rara pun memukul Dono untuk menjauh dari dirinya. Tapi Dono tidak peduli dengan pukulan Rara karena serangan berikutnya pun di lancarkan menghantam keduanya. Dono melindungi Rara agar tidak terluka.

Rara pun merasa aman di lindungi Dono. Saat ada celah segera Dono berlari menuju musuh yang mengengalikan Indro. Perhitungan tepat oleh Dono saat Indro melancarkan sihir apinya saat itu Dono mengindarinya menuju sasaran yang utama diseranglah musuh dengan serangan sihir tobak angin.

Langsung mengenai musuh dan terpental menabrak tembok rumah. Musuh pun melepaskan sihir benang pengendaliannya pada Indro. Dengan marahnya Indro di kendalikan musuh yang mau bangkit lagi.

Indro mengeluarkan sihir bola api yang besar banget di hempaskan ke musuhnya. Tapi musuh mengeluarkan sihir tameng benang untuk menghalangi serangan Indro. Dono pun melancarkan sihir anginnya ke bola api yang besar banget malah tambah besar dan langsung menghantam musuh karena perisai sihirnya hancur.
Indro senang telah mengalahkan musuh yang telah mengendalikannya. Setelah itu para polisi sihir menangkap para penjahat sihir dan segera di penjara. Indro pun menemukan batu sihir yang tersimpan di loteng pemilik kepala desa. Baru deh Dono, Indro dan Rara pulang ke asrama penyihir pake sapu sihir. 

Sampai di ruangan Komandan Yeki. Indro memberikan batu sihir ke Komandan Yeki dan menjelaskan bahwa tugas di jalan dengan baik.
Komandan Yeki senang dengan anak buahnya karena hasil kerjanya, lalu di berikan imbalan uang banyak kepada Indro, Dono dan Rara. Ketiganya senang dengan hasil kerjanya.
Dono pun minta izin ke Komandan Yeki untuk menemui sesesorang di kampung. 

Komandan Yeki memperbolehkan Dono untuk pulang kampung. Segeralah Dono berangkat. Indro seperti biasa berlatih lagi dengan Kasino untuk meningkat sihirnya.
Sedangkan Rara ingin tahu ulah Dono di kampung di ikutilah secara diam-diam. Tapi sebenarnya Rara resah kalau Dono menemui Selfi gadis yang ingin di nikahinya.

Sampai di kampung halaman. Dono memang menemui Selfi setelah urusan keluarga selesai. Kecurigaan Rara benar sekali pada Dono. Saat Dono mau mengucapkan sesuatu, lalu Rara muncul dengan mimik wajah marah. Dono ketakutan dengan sikap Rara yang menunjukkan aura gelapnya. Segera mungkin Dono menghindari Rara dan melupakan Selfi yang mau dilamarnya. Rara langsung melemparkan bola sihir air ke Dono karena marah dengan sikapnya Dono.

Dono pun kocar-kacir menghindari serangan Rara yang bertubi-tubi dan susah di perkirakan serangannya yang membabi buta. Dono pun memutuskan pulang ke asrama sihir menggunakan sapu sihir dan terbang.... melesat secepat kilat.

Wednesday, August 14, 2019

END GAME

Sepulang sekolah Dono berjalan santai menuju ke rumahnya. Ya pada akhirnya Dono sudah di depan pintu rumahnya. Dono pun hendak membuka pintu rumahnya dan berkata dengan kebiasannya "Saya....pulang".

Setelah masuk kerumah dan menutup pintu depan. Keadaan berubah seperti di padang rumput yang luas.

"Di mana saya," kata Dono yang panik.

Dono mencoba membuka pintu depan rumah...tadinya, sekarang cuma pintu saja.

"Loh kok padang rumput yang terlihat harusnya halaman rumah," kata Dono yang bingung.

Dono pun berusaha berpikir keras apa yang terjadi pada dirinya dan berkata "Jangan saya pergi ke dunia lain. Dan pintu ini pintu ajaib. Kalau....begitu ulahnya...Doraemon."

Dono mencoba membenarkan pikirannya tapi dengan gejala yang ada kemungkinan ulah Doraemon. Maka Dono berteriak keras memanggil nama "Doraemon".

Ternyata Doraemon tidak ada yang ada. Dono pun murung. Seekor makluk seperti kucing berwarna biru mendekati Dono  dan berkata "Hay...kamu?"

Dono pun nyaut "Saya..yang kamu maksud?"

"Iya...kamu, siapa lagi?"

"Tapi kamu ini siapa?" tanya Dono.

"Oh..iya. Saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Gabriel...seorang penyihir yang hebat...dulunya. Tapi saya kalah oleh penyihir jahat Satan dan menyihir saya jadi seekor kucing. Kamu saya panggil dengan sihir terlarang untuk mendatangkan satria dari dunia lain untuk menolong saya," penjelasannya.

"Haaa....jadi ulah kamu...yang memanggil saya dateng ke dunia ini. Kalau begitu kembali saya ke dunia asal saya!" kata Dono.

"Itu...sih bisa saja. Asalkan kamu bisa mengalahkan Satan dan membalikkan wujud saya jadi manusia," kata Gabriel.

"Kayanya gak ada pilihan. Ok saya ikut mau kamu. Menjadi satria dan mengalahkan Satan," kata Dono yang optimis.

"Kalau begitu kita harus ke lembah kematian untuk mencabut pedang di sebuah batu untuk di gunakan sebagai senjata kamu melawan Satan," kata Gabriel.

"Iya...saya..ikutin mau kamu," kata Dono.

Dono dan Gabriel pun berjalan menuju lembah kematian. Sampai di lembah kematian Dono dan Gabriel berjalan penuh kehati-hatian. Dono awalnya berani jadi takut....sekujur bulu kuduknya merinding dengan keadaan lembah kematian yang sunyi senyap dan banyak tulang belulang binatang berserakan di mana-mana.

Saat di tengah lembah kematian ada sebuah pedang di tancapkan di batu. Dono dan Gabriel menghentikan perjalannya karena sampai ke tujuannya.
"Cabut pedang itu!" kata Gabriel.

"Iya," saut Dono.

Dono pun mencabut pedang tersebut dengan sekuat tenaganya. Tetap pedang tidak tercabut.

"Sudah banget pedang ini di cabut," kata Dono.

"Kayanya saya salah manggil orang...untuk di jadikan satria," kata Gabriel.

"Mungkin juga....saya tidak pantas jadi satria," kata Dono yang pesimis.

Tanah pun bergetar. Dono mulai panik karena perkiraannya adalah gempa bumi. Gabriel pun tenang dan waspada. Permukaan tanah mulai menonjol seperti gundukan dan keluarlah dari gundukan seekor ular besar....yang ingin memangsa Dono dan Gabriel.

Dono mulai panik karena melihat ular besar yang ingin memakan dirinya. Ular besar pun menyerang Dono, lalu Gabriel menyelamatkan Dono dari serangan tersebut. Gabriel  berusaha melawan ular besar tersebut dengan menggunakan tongkat di tangannya. Sang ular besar menghempaskan Gabriel dengan ekornya sampai tersungkur di tanah.

"Gabriel," teriak Dono.

Dono pun ingin membantu Gabriel yang bertarung melawan ular besar. Keberanian Dono pun membangkitkan semangat bertarungnya untuk melawan ular besar. Pedang yang tertancap di batu jadi terlepas dari batu dan terbang menuju Dono, segera pedang di pegang dengan baik oleh Dono.

Digunakan pedang tersebut oleh Dono untuk mengalahkan ular besar yang mau melahap Gabriel. Ular besar di tebas oleh Dono bagian dekat kepalanya dan jatuh ke tanah.

Dono pun berhasil membunuh ular besar dan menyelamatkan Gabriel.

"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Dono.

"Iya. Saya tidak apa-apa?! Kamu berhasil mencabut pedang tersebut. Ayo kita lanjutkan perjalan kita menuju istana di mana Satan tinggal!" kata Gabriel.

"Ayo...kita lanjutkan perjalan kita. Saya pasti bisa mengalahkan Satan dengan pedang ini," kata Dono yang optimis banget.

Dono dan Gabriel keluar dari lembah kematian. Semenjak ular besar di bunuh oleh Dono, lembah kematian menghilang menjadi taman bunga yang cantik.

Saat melanjutkan perjalan Dono dan Gabriel, di ikuti oleh seorang gadis cantik. Gabriel pun sadar ada yang mengikuti perjalannya. Saat bersantai untuk makan di pinggir sungai. Tiba-tiba Dono dan Gabriel meninggalkan makannya yaitu ikan bakar begitu saja dekat api ungun.
Orang mengikuti Dono dan Gabriel segera mendekati makan tersebut dan mengambilnya segera memakannya dan berusaha secepat mungkin agar tidak ketahuan. Dono dan Gabriel sudah ada di belakang orang tersebut.

"Dasar pencuri," kata Dono.

Orang tersebut yang sedang makan ikan bakar terkejut banget dan berusaha melarikan diri, tapi dihalangi oleh Dono dan Gabriel. Karena tidak bisa kemana-kemana meminta ampun sama Dono dan Gabriel sambil membuka krudung yang menutupi diri orang tersebut. Dono terkejut melihatnya karena seorang gadis cantik. Sedangkan Gabriel pun sudah tahu yang mengikutinya adalah seorang penjaga kembah kematian yang di kenal dengan peri bunga yang perwujudan cantik seperti manusia.

Dono dan Gabriel pun memaafkan kesalahan peri bunga tersebut dan berkenalan untuk mengetahui nama peri bunga tersebut. Dono pun peri cantik tersebut bernama Rara seperti nama temannya dan juga parasnya juga mirip banget. Setelah perut kenyang. Melanjutkan perjalan Dono, Gabriel dan Rara yang ingin ikut.
Perjalan menuju istana Satan masih cukup jauh. Sampai memasuki perbatasan pedesaan yang terdekat. Ada kejadian kejahatan seorang gadis yang berpenampilan lusuh di paksa untuk masuk ke dalam gerobak.
Warga desa tidak ada yang berani dengan para penjahat yang. Dono dan Gabriel tidak tinggal diam dengan kejahatan di depan matanya. Maka itu Dono dan Gabriel bertarung untuk mengalahkan para penjahat dan membebaskan para warga desa dari belenggu kejahatan yang merajalela.

Pertarungan sangat sengit sekali. Dono dan Gabriel berhasil menghajar para penjahat sampai tunggang langgang. Lalu Dono membebaskan gadis yang berpakaian lusuh tersebut sekaligus berkenalan. Ternyata sosok gadis yang di tolong Dono mirip dengan Selfi temannya dan juga namanya juga sama.
Karena warga desa sudah aman dari kejahatan, maka di jamulah Dono dan kawan-kawan di rumah kepala desa dan sekaligus untuk menginap satu hari karena hari sudah malem dan besok baru melanjutkan perjalannya.

Dono pun istirahat di kamarnya bersama Gabriel. Saat malam masih larut sekali.....Dono gak bisa tidur. Keluar dari kamar untuk duduk di depan rumah seperti kebiasaannya di rumah. Saat Dono memandangin langit yang indah bertabur bintang ada sosok cantik banget.

Rara menunjukkan pesona kecantikan layaknya peri bunga. Rara pun duduk di sebelah Dono untuk ngobrol sampai waktu ngantuk dateng dan segera kembali ke kamar masing-masing.
Pagi yang cerah. Mulai Dono dan kawan-kawan melanjutkan perjalannya. Ternyata Selfi ingin ikut dalam perjalan tersebut. Padahal Dono dan Gabriel melarangnya untuk ikut dalam perjalan tersebut karena berbahaya. Tetap Selfi karena alasan yang begitu sepontan "Saya suka sama Dono". Dono sebenarnya dengan maunya gadis seperti Selfi. Pada akhirnya Dono dan Gabriel ya...memperbolehkan Selfi ikut...termasuk Rara. Jadi Rara ada temen ngobrol....sama-sama cewek.

Karena perjalan masih jauh untung saja ada gerobak yang ditarik pakek kuda....yang di rampas dari para penjahat. Dono pun mengendalikan kudanya dengan baik agar gerobak berjalan dengan baik juga.
Sampai di tengah hutan belantara. Terdengar teriakan minta tolong. Dono menghentikan laju gerobaknya dan bergerak dengan cepat dengan bersama Gabriel mencari suara yang meminta pertolongan.

Sampai di dekat air terjun ada seorang gadis cantik yang sedang di bawa paksa oleh satria berbaju besi.

"Lepaskan gadis tersebut!" kata Dono dengan tegas.

"Siapa kamu? Berani memerintah saya?" kata satria berbaju besi.

"Saya....cuma seorang petualang saja," kata Dono.

"Jadi... rakyat jelatah. Mau ikut campur urusan kaum bangsawan. Saya pangeran dari kerajaan Akengka nama Rahwana. Dan gadis ini calon istri saya," katanya.

"Rahwana. Penculikan gadis cantik seperti cerita Ramayana. Jangan....nama gadis tersebut adalah Sinta?" kata Dono.

"Bukan," saut Rahwana.

"Saya....Aulia. Saya putri dari kerajaan Britiniaraya," saut Aulia.

"Aulia...namanya kamu. Sama seperti nama teman saya dan juga parasnya juga mirip banget," kata Dono yang terkejut.

Dono ingin membebaskan putri Aulia dari Rahwana. Bersama Gabriel, Dono menyerang Rahwana. Ternyata para prajurit Rahwana keluar melindunginya. Mau gak mau Dono dan Gabriel untuk mengalahkan para prajurit Rahwan dengan pertarungan yang sangat sengit sekali.
Sampai pada akhirnya Dono dan Gabriel mengalahkan semua prajurit Rahwana dan memojokkan Rahwana dengan pedangnya Dono di arahkan ke lehernya. Rahwana yang ketakutan langsung kabur dari situ dengan tunggang langgang.
Dono berhasil membebaskan Aulia dari pangeran Rahwana yang memaksakan kehendaknya untuk niat menikahinya. Lalu Aulia pun di ajak Dono untuk ikut perjalanannya sekalian di antarkan kekerajaannya. 

Perjalanpun berlanjut menuju kerajaan Britiniaraya untuk memulangkan Aulia.
Perjalan pun memang memakan waktu yang panjang dan akhirnya sampai juga di kerajaan Britiniaraya. Dono dan kawan-kawan di sambut baik oleh Raja, Ayahandanya Aulia.

Karena masih ada persoalan yang harus di selesaikan dan cukup berbahaya, maka sekalian menitipi Rara dan Selfi ke Raja. Sedangkan Raja tidak ada masalah karena Aulia pun sudah akrab dengan Rara dan Selfi sebagai teman baik. Dono dan Gabriel melanjutkan perjalan menuju istana Satan dengan menunggani kuda yang di berikan oleh Raja sebagai hadiah.

Berhari-hari perjalan Dono dan Gabriel akhirnya sampai di  perbatasan di depan pintu gmistana Satan. Masuklah Dono dan Gabriel ke dalam istana setelah turun dari kuda masing-masing. Baru seratus langkah Dono dan Gabriel di serang satria dengan menggunakan pedang. Dono pun bertarung dengan satria berbaju besi tersebut dengan adu pedang sampai pada akhirnya bisa melepaskan topeng besinya. Dono terkejut lagi melihatnya "Haaa....cewek".

"Kebiasan mengendalin...orang dengan ilmu sihir jahat," kata Gabriel.

Dono pun mengalahkan satria tersebut sampai tidak berkutik lagi. Lalu Gabriel menyadarkan satria tersebut.

"Dimana saya?" kata satria.

"Istana Satan," kata Dono.

"Saya baru ingin...saya di kendalikan sihir Satan untuk menjadi anak buahnya," kata satria.

"Karena sudah terbebas sekarang....lebih baik kamu pergi dari sini! Tapi ngomong namamu siapa?" kata Dono.

"Putri," katanya.

Dalam hati Dono berkata "Putri sama dengan nama teman saya dan wajahnya pun mirip."

Putri pun meninggalkan istana Satan dengan segera. Dono dan Gabriel masuk lagi ke dalam istana. Di aula kerajaan. Satan sedang duduk disinggahsananya.
"Selamat datang Gabriel...kawan lama saya. Akhirnya kamu membawa bantuan juga untuk mengalahkan saya. Tapi apakah dia memampu mengalahkan saya?" kata Satan.

"Saya punya harapan tinggi...bahwa pemuda ini bisa mengalahkan kamu Satan," kata Gabriel.

"Iya...saya pasti bisa," saut Dono yang optimis.

"Baiklah....ayo serang saya!" kata Satan.

Satan pun beranjak dari duduk disinggahsananya. Dono pun mulai menyerang Satan dengan pedangnya. Tapi Satan menggunakan sihir kegelapannya mengendalikan Dono untuk di jadikan anak buahnya seperti satria Putri. Dono tidak bisa berkutik dengan sihir kegelapan Satan. Gabriel ingin menolong Dono, tapi tetap tidak bisa karena di hempaskan oleh sihirnya Satan ke dinding sampai tidak bisa bangun lagi dan pingsan.

Dono terus berjuang sekuat tenaga terbebas dari sihirnya Satan. Ternyata Dono tenggelam dalam kegelapan yang membalut dirinya seperti bola hitam. Dono merasa sudah kembali di dunianya dan bertemu dengan orangtuanya dan juga teman-temannya. Saat di ruangan. Dono di intrograsi oleh Rara, Selfi, Aulia, dan Putri dan berkata bersama-sama "Kenapa kamu....menyukai kami dan sering di tulis dalam tulisan di buku diari ini?"

Dono bingung dan bimbang, tapi akhirnya menjawab juga "Karena saya menyukai kalian berempat."

"Jadi kamu adalah cowok yang serakah mencintai kami," kata Rara, Aulia, Selfi dan Putri bersamaan.

"Saya...memang serakah dengan cinta. Saya ingin bersama kalian....berempat," kata Dono yang makin tenggelam dalam kegelapan.

"Kalau begitu....begitu kami akan berikan cinta kami pada kamu," kata Rara, Aulia, Selfi dan Putri
bersamaan.

"Iya...saya terima," Dono makin tenggelam dalam kegelapan.
Tiba-tiba cahaya ada setitik cahaya seperti kunang-kunang.

Dono mulai merasakan sesuatu pada setitik cahaya itu. Teringat Dono dengan ke pedihan dirinya di mana dia sedang berdiri tegak memandang langit.

"Saya...baru mengerti. Saya memang egois, serakah, bodoh dan takabur. Tapi saya....punya impian yang terbesar bukan cinta tapi harapan di masa depan untuk bisa lebih lama lagi melihat dunia. Karena...alasannya penyakit di dalam diri saya yang akan membunuh diri ini kapan...pun?" kata Dono.

Dono pun bangkit dari kegelapan meraih cahaya hidupnya. Rara, Aulia, Selfi dan Putri menghilang begitu juga dengan sihir kegelapan mengelimuti Dono. Kembalilah Dono ke dunia kenyataan yang penuh dengan cahaya harapan yang sebenarnya.
Satan terkejut dengan belenggu sihirnya yang sudah hampir membuat lawannya tunduk. Dono menyerang Satan dengan pedangnya dan bergerak dengan cepat sampai Satan tidak bisa melihat pergerakan musuhnya. Tahu-tahu pedang sudah di dada Satan.

"Matilah...kau Satan," kata Dono.

"Aaaaaah....," teriak Satan terakhir kalinya dan akhirnya mati.

Dono mencabut pedang dari tubuh Satan yang tergeletak di lantai dan segera menolong Gabriel. Seketika Gabriel kembali ke wujudnya sebagai manusia....tidak jadi kucing berwarna biru. Gabriel sadar dari pingsannya dan melihat Satan telah di kalahkan dan mati.
Pertarungan pun selesai.

Kehidupan Gabriel menjadi normal. Dono pun memutuskan untuk pulang ke dunianya, lalu tak lupa menyerahkan pedangnya ke Rara karena peri bunga yang selama ini menjaga pedang tersebut di lembah kematian. Baru deh berpamitan dengan Rara, Aulia, Selfi dan Putri untuk balik ke dunia asal Dono.

Gabriel pun menggunakan sihir terlarang lagi. Dono pun melewati pintu rumahnya selayaknya masuk rumah. Ternyata Dono sampai di tengah kerusuhan di Hongkong. Dono pun berteriak keras "Doraemon".

Gabriel pun sadar ada kesalahan teknik sihirnya saat memulangkan Dono. Maka Dono pun mengulang cara masuk ke dalam rumahnya karena Gabriel langsung dateng menemui Dono untuk memandunya pulang. Saat masuk rumahnya.....langsung dunia kembali seperti semula. Dono berada di rumahnya....tepatnya di tanah air Indonesia.

Dono pun menjalankan aktivitas seperti biasanya selayaknya pemuda yang normal dan melupakan penyakitnya yang masih menggerogotinya dan dapet membunuhnya sewaktu-waktu kambuh dan berakibat fatal.

KISAH SATRIA

Seorang putri kerajaan bernama Aulia mencari seorang satria yang hebat yang melindungi kerajaannya dari kehancuran. Dengan menyamar sang putri memakai baju besi layaknya seorang satria. Sampai pak di tempat bar. Semua orang ketakutan dengan keberadaan dengan satria berbaju besi yang tua banget.

Pemilik bar bingung dengan keadaan pengunjung barnya yang buru-buru keluar dari barnya. Karena ada pelanggan baru yang berpenampilan aneh, maka tetap di layanin. Tiba-tiba satria baju besi tua jatuh ke lantai dan membuat terkejut pemilil bar. Segera di tolong oleh pemilik bar. Setelah di buka penutup kepala yang terbuat dari besi ternyata seorang gadis cantik.

Pemilik bar lebih terkejut lagi. Di usahakan oleh pemilik bar untuk gadis tersebut siuman. Usaha pemilik bar berhasil dan gadis cantik terbangun dari pingsannya. Setelah melepaskan semua baju besinya yang membuat dirinya kepanasan saat memakainya dan akhirnya pingsan.

Baru setelah itu berkenalanlah gadis cantik dengan pemilik bar yang menolongnya. Pemilik bar baru tahu nama gadis cantik di tolongnya adalah seorang putri Aulia. Dan juga putri Aulia pun baru tahu kalau pemilik bar tersebut namanya sama dengan satria yang di cari dia bernama Peter.

Pintu pun di dobrak dengan para satria yang mengejar putri Aulia. Pada hal lagi asik ngobrol Peter dengan putri Aulia. Mau gak mau harus melindungi putri Aulia dari serangan mematikan dari dua satria jahat dengan menggunakan pedang.

Peter dengan cepat menghajar dua satria tersebut dengan meninjunya sampai pingsan keduanya dan pedang pun di rebut dari tangan dua satria tersebut.

Peter pun bersama putri Aulia keluar dari bar. Tiba-tiba ditinju Peter oleh satria bertubuh besar sampai terpental jauh dan berkata "Rasakan..kekuatan Ragul".

Ragul pun membawa putri Aulia dengan paksa dengan di bopong di pundaknya. Peter pun dari keadaannya berkata "Boleh juga...serangannya."

Peter pun berlari mencari putri Aulia dengan mendengar suara teriakannya. Tahu-tahu Peter di hadapan Ragul.

"Lepaskan putri Aulia!" kata Peter.

Ragul pun menjatuhkan putri ke tanah.

"Aduh...bukan begitu maksudny? Kamu....ini tidak bisa...memperlakukan seorang putri seperti itu!!!" kata Peter.

"Jangan banyak ngoceh," kata Ragul.

Ragul menyerang Peter dengan sebuah pedang yang di sabetin ke arahnya. Dengan santai Peter menghindari serangan Ragul. Malahan Peter mematahkan serangan Ragul dengan pukulan yang kuat kearah perutnya sampe senep.

Lalu Peter baru mengerahkan pukulan kuat lagi ke arah muka Ragul sampai terpental jauh dan menabrak kandang babi dan akhirnya jatuh di kumbangan babi.
Peter pun berhasil menyelamatkan putri Aulia. Pada akhirnya identitas asli Peter pun ketahuan ole putri Aulia ternyata Peter adalah satria yang pernah melindungi kerajaan. Semenjak saat itu Peter bersedia membantu putri Aulia untuk mengalahkan para satria yang ingin menggulingkan kerajaannya saat Ayahhanda putri Aulia.....sakit keras. Banyak  satria membelot yang ingin mengambil alih kekuasaan dengan cara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi demi menjadi seorang raja di kerajaan Britia.

CAMPUR ADUK

SANGDIL SANAM

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di channel ANTV, ya Budi duduk dengan santai di depan rumahnya seda...

CAMPUR ADUK