CAMPUR ADUK

Saturday, March 23, 2019

ANALISA KEBIJAKAN

Siang hari yang cerah tak begitu panas. Indro baru pulang main dari rumah Saskia alias pacaran. Masuklah ke dalam rumah tak lupa Indro mengucap salam "Asalamualaikum."

"Waalaikum salam," jawab Kasino.

Indro langsung duduk di ruang tamu melihat Kasino yang sibuk mengetik.

"Kasino sibuk amat ngetiknya?" tanya Indro.

Kasino menghentikan ketikannya pada leptopnya.

"Gak sibuk juga. Cuma buat pembukuan keuangan hasil dagang  di kedai bulan ini. Dan hasilnya lumayan. Tetap ada yang kurang.....,"

"Daya beli...masyarakatnya....," Indro memotong omongan Kasino.

"Iya...bener sih. Maka itu harus berinovasi baru makan atau minuman biar ada nilai perubahan gitu. Tetap harga sama. Agar pelanggan tidak lari. Nanti usaha yang saya bangun susah payah dari nol bisa bangrut di tambah daya saing yang luar biasa sportifnya dari modal besar, menengah, dan kecil. Tambahan lagi inovasi mereka lebih mampu bersaing dari gejolak perubahan ekonomi," kata Kasino menceritakan kerjaannya.

"Kalau saya memberi masukan sih. Lihat kondisi dulu baru berinovasi takut gagal terjual itu barang," kata Indro.

"Saya tahu maksud mu Indro? Kalau saya pikir sih gimana kita jual ayam geprek...bagus gak ide saya...," kata Kasino yang meminta tanggapan.

"Bagus sih..tapikan kedai kamu itu temanya eneka makan mie kenapa jadi ayam geprek....? Keluar dari jalur. Saya sarankan mie ramen aja. Ada nilai khas dari bumbunya di inovasi aja ke mie ayam apa gitu? Biar orang lebih tertarik lagi dan daya beli tinggi. Keuntungan besar," kata Indro.

"Bagus juga ide kamu tentang bumbu mie ramen tapi ayam geprek tetap saya jalankan dan saya buka cabang lain untuk menilai prospek ke depannya bagus gak?" kata Kasino.

"Satu sudah repot apalagi dua...Kasino..cabang kedai...makan dengan tema beda lagi."

"Enggaklah...kamu bisa jadi orang kepercayaan saya untuk memajukan usaha baru saya dari pada kerja kamu pacaran aja. Gak penting tahu," kata Kasino.

"Penting Kasino...demi...masa depan...Kasino." kata Indro meyakini Kasino.

"Kenapa gak kamu nikahin Saskia aja? Kalau penting itu masa depan!" kata Kasino.

"Itulah..masalah....nya. Saskia minta mahar 500 juta," kata Indro.

"500 juta mahar untuk nikahin Saskia kaya artis aja atau anak Presiden aja. Kalau 500 ribu saya tolong. Padahal kalau 500 juta sih sudah saya gunakan untuk buat usaha lebih maju lagi," kata Kasino.

"Kasino gak usah di pikirkan Kasino yang bener itu 500 juta cinta ku pada Saskia mahar itu. Cuma becanda," kata Indro.

"Dasar...kadal....," kata Kasino.

"Apa itu Kasino?" tanya Indro.

"Ngadalin orang....alias ngerjain orang," kata Kasino.

"Yang benar buaya....(Bualan saya)," saut Indro.

"Iya...deh...menang kamu," kata Kasino.

"Sipp...saya menang.....horeeeee," kata Indro.

"Eeee....dasar anak kecil," kara Kasino.

"Yang...penting menang. Oh ya Kasino saya mau tanya bagaimana tanggapan debat ketiga Cawapres?" kata Indro yang mulai bertanya.

"Oh...itu. Males...jawabnya," kata Kasino.

"Kenapa males jawabnya....?" tanya Indro.

"Tanya ke Dono..aja!!!," kata Kasino pengalihan.

"Saya tanya Dono juga yang sibuk kerja di Batam. Eeee....males jawabnya tentang debat ketiga Cawapres. Alasannya tema yang di debat tentang pendidikan," kata Indro.

"Ya ..terang aja juga males ngurusin tentang pendidikan kan kamu tahu gimana Dono bisa dapet Wulan pun karena pendidikan," kata Kasino.

"Saya ingit tentang hubungan Dono dan Wulan kisah cintanya. Dono dan Wulan itu satu Universitas dan sama-sama dapetu Beasiswa untuk menyelesaikan kuliah. Setelah mendapat gelar S1 Dono tidak melanjutkan pendidikannya ke S2 sedangkan Wulan melanjutkan. Tapi ada cerita yang di sembunyikan Dono. Selama ini Dono mengalah demi Wulan padahal Wulan kalah IPKnya dari Dono yang mencapai 3 koma sekian dari Wulan. Ya ...cuma selisih koma berapa gitu. Kalau cewek di sayangin Dono itu jengkel di kalahkan lewat kepintaran. Sedangkan Wulannya berhasil menyelesaikan kuliah S2 dan mendapat gelar S2-nya. Ya....pada akhirnya Dono kalah total sama Wulan. Tetapi kenapa Dono gak melanjutkan kuliah jenjang S2..ya? Pada hal Dono anak berprestasi. Kalau di cari tahu. Selalu ditanya Dono....kenapa kamu tidak melanjutkan S2 kamu? Jawabannya.....males....!!!" kata Indro.

"Kan sudah tahu....jawabannya males. Karena Dono....sudah males duduk di bangku kuliah. Alias boring. Sama aja dengan saya," kata Kasino.

"Sama..juga saya. Jangan-jangan...ini cerita di ambil dari realita sebenarnya di lingkungan penulis," kata Indro.

"Bisa...jadi," saut Kasino.

"Jadi jawaban....masalah saya belum terjawab tentang debat ketiga Cawapres? Ayolah...Kasino!" kata Indro.

"Jawabannya ada pada jenjang pendidikan sarjana. Buku itu tentang Analisa Kebijakan yang isinya menganalisa semua kebijakan yang di keluarkan pemerintahan yang di jalankan atau masih proses perencanaan kaya visi dan misi yang di kemukakan para peserta debat ketiga Cawapres dan dilihat dua faktor yang paling rentan atau kompleks yaitu baik dan buruknya. Pada akhirnya di evaluasi kebijakan tersebut untuk menanggulangi kegagalan dalam mengeluarkan kebijakan atau memutuskan kebijakan tersebut di jalankan. Ya...kesimpulannya debat ketiga Cawapres di anggap berhasil atau sukses," penjelasan Kasino.

"Nah....kalau...begitu...pas kelop jawabannya. Jadi debat ketiga Cawapres dianggap sukses. Dilihat dari sudut pendidikan sarjana tepat pada mata kuliah analisa kebijakan," kata Indro.

Azan pun di kumandangan. Indro dan Kasino meninggalkan kerjaan dan melaksanakan sholat Azar.


Karya: No

Friday, March 22, 2019

CINTA BUNGA

Saat pulang ke rumah sehabis nonton acara hiburan di taman kota. Ryan dan Bunga jalan berdua-duaan dan berusaha Ryan untuk terus memuji Bunga yang selalu ingin meluluhkan hatinya. Saat Jalanan sepi Bunga menyuruh Ryan bernyanyi dengan mata tertutup. Ryan pun berani aja bernyanyi di tengah jalan sambil mata tertutup dan di jagain Bunga demi menyenangkan Bunga.

Ryan bernyanyi dengan penuh ke seriusan dengan tema lagu cinta tetap matanya tertutup sambil di pegang tangannya oleh Bunga dan berkata "Bernyanyinya sambil jalan saya tuntun".

Ryan mengikuti mau Bunga dengan mengangguk tanda "Iya". Bunga senang sekali mendengarkan Ryan bernyanyi. Lalu di suruh lagi Ryan untuk meningkat volume suara saat bernyanyi.

Karena permintaan Bunga. Ryan bernyanyi dengan power yang kuat sampai terhanyut dalam syair lagu dan mencapai nada-nada yang tinggi.

Bunga pun pergi dari samping Ryan. Sedang Ryan menyanyi penuh dengan penjiwaan sekali. Maka semua warga sekitar keluar dari rumah mendengar suara merdu seorang pemuda yang bernyanyi di tengah jalan sambil berjalan. Warga pun ramai sekali mulai mendekatin Ryan.

Ada mobil lewat dan hampir menyerempet Ryan.

"Woy....jalan pake mata. Buta loe...," kataBapapk-bapak yang marah.

Ryan kaget dengan ocehan tersebut dan hampir ketabrak mobil. Mata Ryan terbuka lebar dan di kucek-kucek.

"Haaa..saya...di kerjain," kata Ryan.

"Pergi dari...sini. Pura-pura buta. Guwe mau jalan tahu. Cepat menyingkir!" perintah Bapak-bapak yang makin tambah marahnya.

"Maaf...Pak. Saya yang salah," ujar Ryan dengan rendah hati.

Para warga sekitar gak ikut campur kalau ada konflik pertikaian dan balik masuk rumah mereka masing-masing. Ryan berjalan dan berlari ke sana ke sini mencari Bunga.

Bunga sedang duduk di pinggir taman melihat tingkah Ryan bodoh dan tertawa terpingkal-pingkal. Ryan mendatengi Bunga.

"Waah....saya..di kerjain. Di bikin malu dengan warga sekitar. Hampir saya celaka 13 dan hampir juga di bawa ke rumah sakit kalau gak selamat...ya......"

"Mati," saut Bunga langsung menjelaskan omongan Ryan.

"Iya...mati. Amit...amit jabang bayi...saya belum nikah..belum tahu rasa belah duren," kata Ryan yang sepontan.

"Hus..ngomong apa?" saut Bunga.

"Ngomong apa...ya..cuma ngelantur kok?!," kata Ryan yang berpura-pura.

Bunga langsung mencium pipinya Ryan sebelah kanan.

"Kalau mati karena cinta bolehlah...," kata Ryan.

Ryan ingin memeluk Bunga ternyata Bunga sudah berjalan jauh sekali.

"Gini...ni....kalau mencintai cewek pinter..kena..terus di kerjain. Tapi namanya cinta...bodok amat...yang penting dapet ciuman di pipi kanan tapi belum dapet pipi sebelah kiri dan terakhir bibir. Bunga saya cinta pada mu," kata Ryan.

Ryan mengejar Bunga. Sedangkan Bunga perasaannya senang sudah ngerjain kekasihnya. Ryan dan Bunga jalan bareng dan bercerita banyak hal dan sampai di rumahnya Bunga.

Sebelum berpisah Ryan ke Bunga berkata "Selamat malam Bunga. Mimpi yang indah. Mimpiin......saya..ya....ayang tercinta."

"Iya," jawab Bunga dengan lembut.

Bunga masuk rumahnya. Ryan pun berjalan pulang ke rumah dengan perasaan berbunga-bunga.


Karya : No

Monday, March 18, 2019

MABUK CINTA

Masa di masa era Presiden Soeharto menjabat periode pertama. Teknologi dan Informasi masih berkembang sesuai dengan rencana manusia dengan tujuaannya kemajuan negeri ini. Indro duduk pinggir sungai ciliwung di masa ini sungai ciliwung masih bagus banget di kategorikan tidak kotor gitu. Di masa depan sungai ciliwung banyak cerita yang menjelaskan di artikel sungai ciliwung kotor karena sampah dan selalu di proses dengan baik agar jadi bersih. Sebenarnya pokok masalah tentang sungai ciliwung sih karena manusia banyak dan pola pembuangan sampah di aliran sungai.

Indro memancing dengan baik banget. Kasino mencari Indro ke sana ke sini. Sampai Kasino bertemu dengan Dono yang sedang ngobrol asik dengan Fatimah janda muda yang kaya raya di depan rumahnya gitu. Kasino mendekati Dono sambil berkata sama Fatimah "Aku pinjem Dono sebentar!"

"Iya," kata Fatimah.

Kasino dan Dono ngobrol jarak dengan Fatimah sekitar dua meter, ya di pinggir jalan. Masa ini keadaan lingkungan sepi gitu, ya beda di masa depan rame karena manusia banyak gara-gara berkembang biak dan perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan jadi sukses di Ibukota Jakarta.

"Dono. Tahu keberadaan Indro?" kata Kasino.

"Kasino. Ganggu aja. Aku sedang pendekatan sama Fatimah. Urusan keberadaan Indro mana aku tahu. Emangnya aku Babysisternya Indro," kata Dono.

"Dono. Kamu kan teman Indro. Kemungkinan tahu keberadaan Indro," kata Kasino.

"Sedangkan Kasino juga temannya Indro. Kemungkinan yang tahu keberadaan Indro adalah Kasino lah," kata Indro.

"Kalau aku tahu tidak bertanya Dono!" kata Kasino yang tegas.

"Pokoknya aku tidak tahu keberadaan Indro!" kata Dono.

"Kalau begitu aku cari Indro lagi," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

Dono mendekati Fatimah lagi, ya biasa ngobrol gitu. Masa ini Kebanyakan cerita tentang cowok mendekati janda muda karena contohnya dari Nabi Muhammad mendapatkan Siti Khadijah, ya janda gitu. Kasino mencari Indro ke sana ke sini. Akhirnya ketemu sih. Indro sedang asik mancing di pinggiran sungai ciliwung, ya Kasino menghampiri Indro. Duduklah Kasino di sebelah Indro.

"Di cariin. Malah mancing di sini," kata Kasino.

"Kenapa aku di cariin?!" kata Indro.

"Biasa Indro ada kerjaan," kata Kasino.

"Kerjaan. Lagi asik mancing nie Kasino," kata Indro.

"Ikan yang di dapet juga ikan sepat," kata Kasino.

Indro dapet ikan lagi dari ia memancing. 

"Ini ikan lele yang aku dapet," kata Indro sambil menaruh ikan lele di ember.

"Iya deh ikan lele juga," kata Kasino.

"Ayo ke tempat kerjaan," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro beranjak dari pinggir sungai ciliwung, ya ke tempat kerjaan. Di jalan sih Indro berkata "Kok kerjaannya tidak di tawarkan ke Dono?"

"Maunya di tawain Dono. Tapi kerjaannya bukan bidang Dono. Jadi lebih baik Indro saja. Dan juga Dono lagi sibuk pedekate dengan Fatimah janda muda," kata Kasino.

"Oooo begitu," kata Indro.

Indro dan Kasino sampai juga di tempat kerjaan. Ya memang kerjaannya sih kerjaan mekanik benerin mobil yang rusak gitu. Pemilik mobilnya.....waaw cantik banget.

"Kasino. Harus bilang ada cewek cantik. Jadi aku cepet ke sini untuk membereskan kerjaan benerin tuh mobil yang rusak," kata Indro.

"Aku lupa kalau pemilik mobilnya....cewek cantik," kata Kasino.

Kasino dan Indro segera mengerjakan kerjaan membenarkan mobil yang rusak. Karena ada urusan, ya cewek cantik pemilik mobil pergi dengan temannya karena di jemput pake motor.

"Pemandangan yang cantik hilang deh," kata Indro.

"Sudah kerja," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus memperbaiki mobil sampai bener gitu. Setelah itu, ya istirahatlah Kasino dan Indro. Dono pun selesai urusannya dengan Fatimah, ya pulang ke rumah. Dono pun santai di rumah bersama Kasino dan Indro.

"Hari ini aku bahagia," kata Dono.

"Bahagia karena bertemu dengan Fatimah," kata Indro.

"Perawan banyak. Fatimah yang di dekatin Dono," kata Kasino.

"Nama juga cinta tidak memandang status janda atau perawan kan," kata Dono.

"Bener omongan Dono. Yang di mabuk cinta," kata Kasino.

"Di mabuk cinta," kata Indro.

"Kasino main catur," kata Dono.

"Ok main catur," kata Kasino.

Kasino dan Dono sepakat main catur. Indro, ya baca bukulah tujuannya menambah wawasan gitu.

Thursday, March 14, 2019

KEHIDUPAN BUNGA

Malam yang begitu tenang sekali. Aslan baru keluar dari kafe setelah makan dan minum bersama teman-teman SMA. Berjalan Aslan menuju mobil taxi yang di taruh di parkiran.

Aslan di dalam mobil taxi dengan sabar menunggu pelanggan yang telan mesen taxinya lewat on line. Selang beberapa saat masuklah seorang gadis cantik bersama seorang Bapak-bapak yang sedikit kacau ke dalam taxi Aslan.

"Jalan...!" perintah gadis cantik.

"Iya.....," jawab Aslan.

Aslan menjalankan mobil taxinya dengan baik sampai tujuan yang di arahkan gadis cantik. Sampai di tujuan sebuah rumah yang sangat besar Aslan minggir di depan pintu gerbang. Keluarlah Bapak-bapak dari taxi yang bersama gadis cantik.

Bapak-bapak itu mengeluarkan uang cukup banyak dari dompetnya.

"Ini bayaran untuk pelayanan kamu telah menemani saya," kata Bapak-bapak.

"Terima kasih ya...kalau butuh saya koling aja!" kata gadis cantik.

"Iya..," saut Bapak-bapak.

Gadis cantik menyuruh Aslan untuk jalan lagi untuk mengantar dia ke sebuah apartemen di tengah kota. Selang benerapa saat sampai juga di tempat tujuan gadis cantik. Segera gadis cantik membayar ongkos taxi ke Aslan.

"Terima kasih..non. Tapi ngomong-ngomong kerjaan nona apa?" kata Aslan bertanya karena ingin tahu.

"Apa yang kamu lihat tadi....itulah kerjaan saya," penjelasan Aslan.

Aslan mengerti pekerjaan gadis cantik tersebut seorang pelacur tapi tidak di ocehin cuma bicara dalam hatinya. 

Sang gadis cantik mulai menjauh. Tapi Aslan tertarik pada gadis tersebut dan keluar dari taxi dan mengejar gadis tersebut.

"Maaf kalau terlalu lancang. Tapi saya ingin berkenalan dengan nona. Nama saya Aslan," katanya.

"Saya...Bunga," sautnya.

"Bagus namanya...sesuai dengan orangnya!" pujian Aslan.

"Terima kasih pujiannya...tapi...saya tahu maksud...Aslan ingin meluluhkan hati saya. Semua pria itu buaya...," kata Bunga.

Mendengar omongan Bunga seketika Aslan bengong sejenak. Bunga meninggalkan Aslan begitu saja. Dalam hati Aslan berbicara "Niat saya ketahuan".

Aslan memilih pergi dari situ dan masuk ke dalam taxi dan di jalan dengan baik di bawa pulang ke rumah untuk istirahat karena telah kerja seharian demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Esok harinya. Aslan mulai menarik mobil taxinya lagi. Eee...ternyata Bunga pesan taxinya untuk mengantarkan dia ke tempat orang memesan pelayanannya.

Aslan jalannin hidup seperti biasa tidak perduli urusan pelanggannya yang penting urusan keuangannya lancar. Tapi lama-lama di jalani urusan oderen taxi on line mulai Aslan menaruh hati terhadap Bunga. Padahal sudah tahu pekerjaan Bunga.

Suatu ketika Aslan memberanikan mengungkapkan perasaannya ke Bunga. Tenyata di tolak sampai 2 kali dengan alasan bahwa Aslan sama dengan semua pria yang meminta pelayanan Bunga.

Aslan mulai kacau cinta di tolak sampai 2 kali. Akhirnya ketiga kalinya Aslan mengungkap pernyataan cinta ke Bunga saat itu ada pelanggannya Bunga. Ternyata Aslan di puji oleh pelanggannya Bunga bahwa ada laki-laki bodoh yang bisa menerima pelacur jadi kekasihnya demi mengubah jalan hidup orang yang cintainya.

Pelanggan Bunga membayar Bunga dengan tip yang cukup besar dan meninggalkan Bunga da Aslan begitu saja.

Bunga bukan senang dengan pengakuan cinta Aslan tapi di tamparnya.

"Kenapa harus saya yang kamu sukai masih banyak..gadis yang lebih baik dari saya," kata Bunga yang meneteskan air matanya.

"Saya..benar-benar mencintai kamu. Dengan penuh kejujuran bukan ke bohongan," kata Aslan yang terus meyakini Bunga.

"Benar..kata pelanggan saya..kamu bodoh. Cintamu adalah cinta buta," kata Bunga.

Aslan terdiam dengan omongan Bunga. Sedangkan Bunga meninggalkan Aslan begitu saja dan naik taxi yang lewat di daerah situ. Aslan pun tidak mengejar Bunga karena tidak memperpanjang masalah.

Aslan pun masuk mobil taxinya dan menjalankan kehidupannya seperti biasanya. Aslan tidak lagi mencari Bunga karena di tolak mentah-mentah tiga kali.

Seperti biasa Aslan berkumpul di kafe bersama teman-temannya SMA. Tak sengaja melihat pelayan baru di kafe itu adalah Bunga. Aslan menarik tangan Bunga di hadapan teman-temannya untuk berbicara di luar.

Dan teman-temannya Aslan membiarkan urusan Aslan dengan pelayan kafe. Aslan terus ingin mengungkapkan perasaannya sama Bunga dan tidak mau siapa Bunga yang sebenarnya yang terpenting bahwa Aslan cinta mati sama Bunga. Tapi Bunga sudah tahu dengan perasaan Aslan yang sesungguhnya karena itu Bunga berubah meninggalkan pekerjaannya yang buruk mencari pekerjaan yang baik untuk menjadi gadis yang baik-baik. Bunga pun menerima cinta Aslan.

Aslan pun bahagia karena cintanya di terima oleh Bunga. Langsung keduanya berpelukkan tanda jadian dan Bunga berkata "Dasar cowok bodoh."

Aslan mendengarkan baik-baik perkataan Bunga dan menjawab "Saya...bodoh karena cinta kamu."

Aslan dan Bunga melepaskan pelukannya dan membawa Bunga ke teman-temannya SMA di dalam kafe yang lagi asik makan dan minum. Aslan memperkenalkan kekasihnya yang dia cintai adalah Bunga ke teman-temannya. Semua menyambut hubungan baik antara Aslan dan Bunga dengan kemeriahan yang di adakan teman-teman SMAnya Aslan.

Bunga pun lebih sadar lagi bersama Aslan dan teman-temannya.

"Inilah..hidup yang sebenarnya....bersama orang baik yang saling mengisi satu dengan lain," kata hati Bunga.

Karena masih waktu kerja jadi Bunga melanjutkan pekerjaannya menjadi pelayan kafe dan meninggalkan Aslan bersama teman-temannya makan dan minum di dalam kafe dengan penuh kegembiraan.


Karya: No

Saturday, March 2, 2019

ARTIS

Kasino lagi asik mengetik di leptopnya di ruang tamu. Indro beranjak dari duduknya di ruang tengah selesai menonton acara sepakbola di Tv dan duduk di samping Kasino.

"Sibuk Kasino?" tanya Indro.

Kasino menghentikan ketikannya pada leptopnya.

"Ah...engak juga Indro."

"Ngomong-ngomong jadi artis itu enak ya...Kasino. Terkenal dan kaya...ya..Kasino."

"Jadi ....artis...terkenal dan kaya. Enak....sih...hidupnya gak kekurangan lagi. Tapi harus kerja keras mempertahan karier segala cara kalau gak tergerus oleh waktu. Generasi muda menggantikan yang tua. Zaman ini mudah menggunakan teknologi dan informasi. Kenyataannya tidak semua orang jadi artis terkenal dan kaya. Contohnya banyak vidio-vidio beredar di jaringan sosial manapun, tetap tidak menjadikan tokoh yang main di vidio  menjadi terkenal dan kaya alias biasa tuh. Jadi jawabannya adalah keberuntungan," kata Kasino yang panjang lebar.

"Benar kamu Kasino. Keberuntunganlah membuat mereka jadi terkenal dan kaya," saut Indro.

"Ya..sudahlah saya mau mengetik lagi...jangan di ganggu!" kata Kasino.

"Iya," jawab Indro.

Kasino mulai mengetik di leptopnya. Sedangkan Indro membaca tulisan Kasino pada Blog-nya.

"Kasino....kamu dapet komentar tentang tulisan kamu. Mulai deh terkenal tulisan kamu beda dengan Dono gak ada komentarnya. Tapi komentar pada Blog kamu lumayan pait ya...sakit gak Kasino?" kata Indro.

Kasino menghentikan ketikannya.

"Enggak...sakit. Biasa aja. Komentarnya tentang tulisannya memang pait, tetapi saya jadi motivasi saya untuk menulis lebih baik lagi. Kan kata-kata dalam komentar dan nama orang menulisnya walau kadang bisa juga nama samaran. Saya langsung mengatur ulang komentar tersebut jadi bahan cerita sesuai keinginan yang komentar pada tulisan saya. Jadi dianggap hadiah sebagai masukan  yang komentar pada Blog saya," penjelasan Kasino.

"Maksudnya? Jadi tokoh utama dalam tulisan dan nama orang yang komentar di pakai dan alur cerita sesuai si komentar...ya..Kasino," kata Indro.

"Iya...masa..saya harus jelaskan 2 kali. Kalau kamu sudah mengerti," saut Kasino.

"Jangan marah Kasino..kan becanda. Tapi kamu..orang baik. Padahal..komentarnya pait bener Kasino. Malah di bayar dengan kebaikan.....Yang komentar jadi artis deh..di tulisan Blog Kasino..... Beruntung banget di promosiin Kasino. Sama aja contohnya Rara penyanyi dangdut yang sering di tulis Dono jadi tokoh utama dalam tulisannya. Sama-sama di promosiin menjadi artis yang lebih terkenal lagi," kata Indro.

"Ya....bener kamu....Indro. Saya dan Dono menaikkan nama tokoh utama yang namanya di pakai contohnya si Rara penyanyi dandut yang di sukai Dono. Sama aja...promosi gratiskan," tambahan Kasino.

"Ya......nambah terkenal deh. Sudah di komentarin buruk malah di naikin namanya sama Kasino di tulis Blog-nya....namanya..Bunga. Entah Bunga yang mana?. Mungkin juga Bunga bakai!?," kata Indro.

"Mungkin juga!?" saut Kasino.

"Ya..sudahlah Kasino lanjutin tulisan...kamu. Saya mau main ke rumah Zaskia Gotik," kata Indro mulai beranjak dari duduknya.

"Indro..tunggu dulu. Zaskia Gotik...saya gak salah dengar?" tanya Kasino.

Indro langsung menjawab "Engak...salah saya ngomong."

"Dasarnya....nyeleneh. Selalu di kaitkan dengan artis padahal Saskia," kata Kasino.

"Kan....cuma becanda. Antara huruf Z dan S...aja," kata Indro.

"Iya cuma becanda. Sana...main ke rumah Saskia pacar kamu!" kata Kasino.

"Iya....Asalamualaikum," kata Indro.

"Waalaikum salam," jawab Kasino.

Indro membuka pintu depan dan berjalan menuju ke rumah Saskia. Kasino melanjutkan ketikannya di leptopnya. Selang beberapa saat tulisan Kasino di Blog-nya selesai dan segera di publikasikan.

"Beres juga. Sekarang waktunya mengerjakan yang lain," celoteh Kasino.

Kasino mulai mengecek pembukuaan hasil jualannya di kedainya dengan seksama di leptopnya.

"Ternyata bulan ini ada kenaikan penjualan produk mie ayam spesial dan ada penurunan dari baksonya. Kaya saya perlu inovasi baru untuk menaikan penjualan bakso dengan citra rasa lebih berbeda tapi modal produksi tetap. Sedang minum jus relatif setabil. Ok...beres semuanya," celoteh Kasino.

Kasino pun menyelesaikan pekerjaan pembukuaannya. Leptop di matikan dan di bawa masuk ke kamar dan setelah itu menyetel Tv di ruang tengah sambil minum kopi panas yang baru di buatnya di dapur. Dengan santai Kasino menonton acara Tv tentang wayang kulit yang di tayangkan chanel TVRI.


Karya : No

Monday, February 25, 2019

ANALISA

Kasino sedang santai minum kopi sambil nonton Tv. Indro baru pulang dari main ke rumah temannya bernama Riki dan langsung masuk rumah dan duduk bersama Kasino.

"Asik amat Kasino?" kata Indro.

"Iya lagi nikmatin hidup," saut Kasino yang asik minum kopi.

"Oh ya...Kasino..saya mau tanya sesuatu?" kata Indro.

"Apa itu?" kata Kasino.

"Masalah debat ke dua Pemilu Presiden, Apa pendapat kamu?" tanya Indro.

"Masalah debat Pemilu Presiden? Ah itu sih kelas sarjana. Lihat buku yang baru saya baca hari ini di taruh di meja!" kata Kasino.

"Iya buku?!" saut Indro.

"Iya.....buku?!" kata Kasino yang tegas.

Indro langsung mengambil buku yang dibaca Kasino di taruh di meja.

"Astafirohulazim....buku...ini. Buku tentang Gaya Kepemimpinan, Politik, Ekonomi, Pembangunan, Sosiologi, Teknologi dan Informasi, Psikologis, Bahasa Indonesia, Logika, dan Jenis Bela Diri," kata Indro.

"Apa tanggapan kamu Indro tentang buku itu?" tanya Kasino.

"Ya...saya mengerti tentang isi buku tersebut. Berat banget untuk memahaminya," kata Indro.

"Berat kan. Itulah yang terjadi dari debat Pemilu Presiden. Kalau saya simpulkan sih. Ada banyak kekurangan dari ke duanya saat mengemukakan pendapat jadi fakta. Fakta jadi pendapat. Harus lebih baik lagi. Ada pun saling menjatuhkan dalam omongan sudah biasa dalam debat maka konteks paling baik pada buku jenis bela diri. Tujuannya lebih panas pertarungan antara juara bertahan dengan penantang. Jadi...Waaaw gitu," penjelasan Kasino.

"Bener-bener nyuruh orang perang itu mah," tambahan Indro.

"Emang perang pendapat jadi fakta dan fakta jadi pendapat. Biar seru.....debat Pemilu Presidennya. Agar menarik. Kan jadi sorotan publik seluruh Indonesia sampai negara lain. Bahwa kita ingin punya Presiden yang berkualitas membangun negeri ini," kata Kasino.

"Mau saya begitu. Biar lebih heboh lagi..debat antara Jokowi dan Prabowo merebut hati rakyat. Agar pesta rakyat ini lebih meriah dengan nilai Demokrasi Pancasila, UUD 1945, dan Sportifitas," tambahan Indro.

"Jadi sudah seiya dan sekata. Berarti masalah selesai. Debat ketiga.  Jokowi dan Prabowo lebih hebat lagi mengeluarkan semua kemampuaanya agar panas suasana. Sampe perang," kata Kasino.

"Setuju....kaya pertandingan bela diri," saut Indro.

Kasino kembali menikmati minum kopinya sambil nonton Tv acara sinetron Cinta Buta dan Indro pun ikutan minum kopi yang baru di buatnya di dapur baru duduk bersama Kasino nonton Tv.

"Oh iya Kasino...apa kabar Dono?" tanya Indro.

"Paling lagi sibuk ngaji setelah pulang dari kerjaannya di kota Batam," kata Kasino.

"Iya juga..ya....orang Dono anak pengajian. Dimana pun berada tetap mengaji," kata Indro.

"Bekal untuk di akherat," saut Kasino.

"Yo.i," saut Indro.

Indro menikmati kopi sambil nonton Tv begitu juga dengan Kasino.


Karya: No


Sunday, February 24, 2019

BERTAMU

Seorang anak laki-laki bernama Awin berjalan menuju lampu merah tepatnya jalan tamin. Menunggulah Awin di tortoar dengan penuh kesabaran sampai mobil angkot yang akan di naikinnya.

Mobil angkot pun muncul dan segera Awin mengacungkan tangan kanannya menghentikan mobil angkot. Sang sopir pun berhenti di samping Awin.

"Bang gudang garam ya!" kata Awin.

"Iya ...," saut sang sopir angkot.

Awin naik mobil angkot menuju gudang garam. Dengan sabar Awin di dalam angkot sampai berganti-ganti penumpang dan akhirnya sampai juga di tujuan Awin melihat dan berkata pada sopir "Minggir sopir."

Sang sopir angkot langsung berhenti sesuai permintaan penumpang. Awin segera turun dari angkot dan membayar dengan uang pas ke sopir angkot.

Awin mulai berjalan menuju jalan persimpangan untuk naik mobil angkot. Ternyata sudah ada mobil yang ngetem di persimpangan jalan. Segera Awin naik mobil angkot sampai daerah jalan mastur.  Dengan sabar Awin di dalam mobil angkot dan melihat perkembangan daerah sekitar lewat jendela kaca mobil angkot.

"Tiga tahun daerah ini banyak berubah," kata hati Awin.

Terlihat tujuan di mata Awin dan menyuruh pak sopir mingir!. Sontak pak sopir mengikuti perintah penumpangnya. Awin mulai turun dari mobil angkot dan membayar dengan uang pas.

"Sampai juga di jalan mastur," celoteh Awin.

Awin berjalan menuju rumah temannya bernama Eko. Ternyata Eko ada di rumahnya Awin di sambut baik.

"Eko...daerah sini banyak perubahan ya setelah kita lulus dari SMAN 11?" kata Awin.

Eko sedang menyajikan minuman air putih di meja dan langsung duduk.

"Iya begitulah. Tapi hidup gini- gini aja. Gak ada perubahan," kata Eko.

"Ya sudah jalan nasip  kita," saut Awin.

"Ngomong-ngomong apa angin apa kamu main ke daerah sini?" tanya Eko.

"Ah..cuma refesing aja ..Eko," kata Awin.

"Saya kirain minta kerjaan sama saya," kata Eko.

"Cuma main," kata Awin.

"Oh..begitu," saut Eko.

Awin dan Eko terus berbincang-bincang sampai azan di kumandangkan. Eko mengajak Awin untuk sholat di mesjid. Keduanya berjalan menuju mesjid dekat rumah. Tak sengaja bertemu denga Purnama teman Awin dan Eko, tapi tidak tegur sapa. Awin dan Eko pun melaksanakan sholat dzuhur di mesjid dengan penuh khusuk.

Awin pun duduk di luar mesjid selesai sholat begitu dengan Eko.

"Hidup gak ada perubahan," kata Awin.

"Bener kan gak ada perubahan. Saya tetap begini-gini aja. Untuk menyambung hidup jad tukang ojek on line awalnya tukang ojek pangkalan," cerita Eko.

"Sedang saya cuma warung di rumah aja. Ngomong-ngomong bagaimana kabar Purnama?" kata Awin.

"Orang kamu sukai saat SMA dulu. Sudah menikah dengan tetangga samping rumahnya namanya Sulaiman," penjelasan Eko.

"Cinta saya kandas deh," saut Awin.

"Ya terang aja. Jarak dan waktu mempengaruhi segalanya. Kamu dimana dia mana," kat Eko.

"Iya saya tahu. Tapi sebenarnya saya ingin mengubah nasip saya di kota ini," kata Awin.

"Mimpi. Kota Lampung apa yang bisa kita dapatkan dari kota ini. Cuma gede omongnya sama dengan piilnya suku asli Lampung. Tetap aja isu KKN para pejabat kota Lampung jadi ocehan lapisan ke lapisan paling bawah. Dan akhirnya mempengaruhi tekan sosial dan ekonomi," penjelasan Eko.

"Saya sendiri sadar jadi warga Lampung. Sampai banyak kabar lewat teman- teman kita yang merantau ke kota lain demi merubah nasip," saut Awin.

"Itulah hidup di kota Lampung terkenal dengan egonya....saja dan hasilnya nihil kan," tambahan Eko.

"Saya lebih sadar lagi cinta SMA pun kandas karena alasan kemiskinan dan juga banyak polemik di kota Lampung yang gak selesai. Dan pada akhirnya...hidup gak ada perubahaan bagi orang miskin," kata Awin.

"Ya..sudahlah..ayo ke rumah," ajak Eko.

"Ayo," saut Awin.

Awin dan Eko berjalan menuju rumahnya Eko. Sampai bertemu dengan kawan-kawan SMA di jalan dan bercerita banyak hal. Sampai waktunya Awin pulang ke rumah dan menyelesaikan misi main ke rumah teman baiknya saat SMA.

Seperti biasanya Awin melanjutkan hidupnya di rumah dengan usaha warung demi bertahan hidup di kota Lampung yang gak berubahnya di sektor perekonomiannya.


Karya: No

Wednesday, February 20, 2019

MIMPI INDAH

Dono duduk di pinggir pantai melihat deburan ombak yang bergulung-gulung sampai pesisir pantai.

"Rindu...," celoteh Dono.

Dateng seorang gadis cantik dan langsung duduk bersama Dono.

"Indah ya pemandanganya..mas....," kata Rara.

Dono terbangun dari lamunannya.

"Haaa...Rara," kata Dono sambil mengucek-ngucek matanya.

"Iya..saya...Rara..yang mas..Dono..sukai," penjelasan Rara.

"Tapi..mana..mungkin..saya jadian dengan Rara penyanyi dangdut?" kata Dono.

"Jika Alloh SWT berkehendak...gimana mas Dono...melancarkan hubungan cinta ini!?" penjelasan Rara.

Dono terkejut dengan omongan Rara.

"Astafirohulazim....bener juga kalau kehendak Alloh SWT..," kata Dono.

"Mas...Dono jangan di pikirin..ayo..kita..bermain dipinggir pantai," ajakan Rara sambil menarik tangan kiri Dono.

"Iya lebih baik saya..nikmati saja moment ini bersama....orang yang saya sukai," kata Dono.

Dono dan bermain kejar-kejaran di pinggir pantai sampai di hempas ke duanya oleh ombak dan seketika terbawa oleh ombak ke tengah lautan. Dono berhasil keluar dari arus laut muncul di permukaan dan berusaha stabil mengapung di air.

"Saya selamat...karena pandai berenang. Tapi di mana Rara......Rara...Rara,"  kata Dono sambil memanggil nama kekasihnya.

Dono terus mencari Rara sambil menyelam ke sana ke sini tak menemukan Rara dan sampai kehabisan nafas dan akhirnya Dono tenggelam di lautan luas demi mencari Rara. Kata hati Dono berkata "Saya...meninggalkan dunia..ini demi cinta."

Dono mengikhlaskan keadaanya meninggal di lautan yang luas.

"Dono...bangun," teriak Pak John Bosnya Dono.

"Iya.....Pak," jawab Dono.

"Jam segini tidur..kerja..tahu. Mau kamu saya di pecat!" kata Pak John.

"Enggak Pak. Saya minta maaf dengan keadaan saya yang tidur saat bekerja. Tapi kerjaan saya sudah beres..kok..Pak.  Bapak boleh mengeceknya...di dokumen laporan ini," kata Dono sambil menyerahkan berkas dokumen di map biru.

"Coba saya lihat," kata Pak John mengambil map biru.

Dengan seksama Pak John memeriksa kerjaan Dono.

"Bagus..sesuai dengan apa yang saya perhitungkan. Kerja kamu bagus untuk memajukan perusahaan ini. Kali ini saya maafkan kesalahan kamu yang sepele karena terbayarkan dengan kualitas kerja kamu. Ingat jangan di ulangi," kata Pak John.

"Iya ....Pak saya janji tidak akan mengulangi..kesalahan saya yang ketiduran saat jam kantor," kata Dono.

"Ya..sudah kerja..lagi!" perintah Pak John.

"Iya Pak," jawab Dono rendah diri.

Pak John keluar dari ruangan Dono dan mengecek anak buahnya lain. Dono langsung duduk di kursi kerjanya.

"Alhamdulilah selamat juga....saya dari keadaan. Ini karena nonton acara dangdut sampai larut malam. Tapi masalahnya kenapa saya bermimpi tentang Rara penyanyi dangdut...ya?.  Jangan-jangan.....saya benar menyukai Rara penyanyi dangdut. Tapi waktu dan jarak gak memungkinkan. Saya di Batam dia sekarang di Jakarta. Lupakan cuma mimpi," kata Dono.

Dono pun melanjutkan kerjaannya dengan cepat dan tepat agar hasilnya baik untuk meningkatkan kariernya di kantor.


Karya: No

Monday, February 11, 2019

MENUNGGU WAKTU

Siang begitu tenang  di kediaman Dono di pinggiran kota Jakarta. Dono telah sibuk memberes-beres bajunya dan masukkan ke dalam tas sekalian leptop yang di sering gunakan kerjaannya. Indro langsung masuk rumah dan lupa mengucap salam "Asalamualikum."

Dono yang lagi santai duduk di ruang tamu sambil minum kopi dan baca komik Detektif Conan langsung menjawab " Waalaikum salam."

Indro langsung duduk di ruang tamu.

"Don jadi kamu ke Batam?" tanya Indro.

"Jadi..ada urusan kerjaan sekalian keluarga di kota Batam," penjelasan Dono.

"Lama......kamu di Batam...Don."

"Ya..paling satu minggu..aja..Indro. Kamu baik-baik di rumah ya....jangan nangis di tinggal saya......," kata Dono.

"Iya....Don," saut Indro yang berpura-pura nangis.

"Kebiasan hiperbola....Indro."

"Yo.i. Saya anter Don ke bandara," kata Indro.

"Iya. Tapi nanti jam 3.00 WIB," kata Dono.

"Kalau gitu masih lama Don...."

"Yo.i. Saya lagi nyantai minum kopi nie. sambil baca buku komik Detektif Conan," kata Dono.

"Komik Detektif  Conan. Saya juga suka. Drama cintanya misteri jalan hidupnya misteri dan teknik infestigasinya sesuai dengan realita kenyataan seperti kepolisian untuk menangani kasus," penjelasan Indro.

"Kan....memang bekerja dengan kepolisian untuk menangani kasus yang tersembunyi atau susah untuk di ungkapkan," tambahan Dono.

"Memang bener sih Don. Tapi kalau di realita kenyataan tentang kasus di berita keriminalitas banyak yang tidak terungkap," kata Indro.

"Ya..karena susah untuk mengungkapkannya kebenaran yang di sembunyikan. Contohnya kemalingan di rumah ini. Pake polisi untuk menangkap penjahat. Eeee penjahatnya gak ketangkep. Akhirnya di ikhlaskan barang yang telah di curi. Alias sial. Selang waktu ada kebijakan dari RT dan RWnya untuk di adakan siskambling. Ya...sama aja. Saya juga yang mencari penjahatnya jadi polisi. Capek urusannya. Kalau di cari bener-bener...ternyata..tetangga sendiri. Makanya maling teriak maling di mana-mana dan berbalut menjadi orang suci di masyarakat padahal kerjaannya maling," cerita Dono.

"Bener Don....artinya kerja polisi itu banyak yang tidak bisa menangani kasus sampai selesai. Contohnya tentang penyiraman pada wajah Novel pake air keras....anggota KPK. Eeee..sampai sekarang beritanya..ya..gitu-gitu aja. Gak ada kejelasan alias nihil," kata Indro.

"Namanya juga..manusia walaupun sudah berkelompok. Bukan seperti Superhero kaya di komik-komik yang bisa menyelesaikan semua kasus dengan baik," kata Dono.

"Iya juga ya. Andai di Indonesia ini ada Superhero. Tapi Superhero yang angkat cerita yang masih saya inget sih seperti SARAS 008, Gundala Putra Petir, dan Jagoan Instan. Gatot Kaca dan masih banyak lagi," kata Indro.

"Masih inget...aja cerita Superhero Indonesia. Padahal untuk bersaing di industri dengan negara maju yang terus menerus mengeluarkan cerita Superhero yang bagus dan menarik dari ide cerita sampai pembentukan toko utama yang diangkat menjadi Pahlawan. Saya pun terhibur banget seperti Kamen Raider, Superman, Spiderman.....dan masih banyak lagi," kata Don.

"Iya..saya sama..Don. Kalau begitu saya balik dulu ke kerjaan ya. Nanti kira-kira jam 2 saya anter ke bandara," kata Indro.

"Saya..tunggu....Indro," kata Dono.

"Asalamualaikum," salam Indro.

"Waalaikum salam," jawab Dono.

Indro bergegas ke tempat kerjaannya membantu Kasino di kedai makanannya. Dono kembali santai minum kopi sambil baca komik. Tiba-tiba Hp berdering segera Dono mengangkatnya.

"Halo...Asalamualaikum."

"Waalaikum salam. Mas Dono mau ke Batam. Kok Rara gak di ajak..sih."

Dono pun sedikit berpikir dan mulai menjawab "Maaf Rara yang mana ya? Penyanyi dangdut atau Rara yang mas Dono cintai dengan penuh jiwa dan raga. Kalau saya cintai sih pasti saya ajak kalau urusan cuma main kalau ini urusannya kerjaan..ya...gak di ajak lah."

"Iiii..... mas Dono ribet lagi. Rara yang mas Dono cintai dengan sepenuh jiwa dan raga. Bukan Rara penyanyi dangdut. Kalau urusan kerjaan Rara sudah tahu. Pasti gak diajak,"  kata Rara yang jengkel.

"Marah..ya..dek," kata Dono.

"Gak.....Sebel...aja," saut Rara.

"Kan becanda. Guyon....dek," kata Dono.

"Guyon mas Dono keterlaluan......Rara di samakan dengan Rara penyanyi dangdut. Saya tidak suka," kata Rara yanng kesel.

"Marah.....ya. Mas Dono takut..di putusin sama...adek Rara," kata Dono.

"Enggak..ding. Cuma becanda. Guyon. Tapi cantikkan mana Rara atau Rara penyanyi dangdut," kata Rara.

Dono terkejut dengan omongan Rara dan mulai menjawabnya "Gimana ya.....sama-sama cantiknya. Cuma yang paling cantik Rara lah. Kan bisa menaklukkan hati pria yang siap menjaga, melindungi, dan mencintai kamu setiap  detik, menit, dan jam."

"Yes....Rara pemenang hatinya..mas Dono," kata Rara.

"Eeeeemm...Dasar Anak Kecil. Dasar jodoh gak jauh-jauh dari sifat saya," kata Dono.

"Yo.i. Udah dulu ya mas Dono. Rara ada kerjaan. Peluk dan cium untuk mas Dono tersayang. Jangan lupa hati-hati di jalan banyak doa perlindungan agar selamat. Asalamualikum," kata Rara.

"Waalaikum salam," jawab Dono sambil mematikan sistem pembicaraan pada Hpnya.

Dono kembali santai di ruang tamu sambil minum kopi dan baca komik Detektif Conan.


Karya: No

CAMPUR ADUK

SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS

Malam hari. Bulan di langit, ya bulan sabit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus berita di channel TVRI, ya Budi duduk dengan ...

CAMPUR ADUK