CAMPUR ADUK

Saturday, February 2, 2019

LIBURAN KE LUAR NEGERI

Minggu pagi yang indah Dono tetap duduk tenang di atas balkon lantai dua sambil mengetik dan menikmati indahnya pemandangan alam sekitarnya. Indro sedang asik menelpon di dalam kamar dan akhirnya keluar kamar untuk menemui teman kerjanya yang sudah menunggu di restoran. Sedngkan Kasino yang baru bangun dari tidurnya langsung ke kamar kecil untuk buang air kecil dan sekalian mandi pagi.

Dono terus mengetik dengan santai terkadang ada kiriman pesan singkat dari pacarnya lewat sms yang nanya in keadaannya dengan segera membalasnya dengan kata-kata yang baik menyenangkan hati kekasihnya. Kasino pun selesai mandi dan langsung berganti pakaian, lalu mendekati Dono sambil menggeret kursi ke blakon.

"Don...serius amat di hari libur ini?" tanya Kasino.

"Ah..gak juga. Ada ide saja di benak...maka saya tulis," jawab Dono.

Kasino pun membaca tulisan Dono yang sedang di ketiknya dengan seksama.

"Silfi........cinta terlarang..benaran Don?" tanya Kasino.

Dono pun menghentikan mengetiknya pada leptopnya.

"Beneran..sudah di tulis tuh," jawab Dono.

"Kaya...namanya sama dengan Silfi penyanyi dangdut," tanya Kasino kembali.

"Emang ia..sengaja," jawab Dono kembali

"Kamu..ingin menaikin nama penyanyi dangdut bernama Silfi itu atau mendomrengnya....untuk meningkatkan tulisan kamu?" tanya lagi Kasino.

"Ya..sebenarnya...sih saya..gak ada niat mendrompeng untuk menaikin reting tulisan saya. Cuma sekali comot aja di tulis langsung di konsep rapih baik dan buruknya agar menarik saja untuk di baca. Kalau pembacanya memahaminya..bahwa saya untuk menaikin nama artis tersebut biar saja. Hanya kebaikan sedikit dari semua kebaikan yang tanamkan di mana-mana. Toh saya tidak minta imbalan seperti mereka. Yang meningkatkan perkara kecil jadi besar untuk konsumsi publik agar terkenal dan populer," penjelasan Dono.

"Pinter kamu Don tidak terpengaruh keadaan. Semua acara di Tv itu adalah rekayasa semuanya demi mencari keuntungan. Segala cara di lakukan untuk agar bisa bertahan di dunia hiburan. Makanya semuanya adalah kebohongan belaka," kata Kasino.

"Saya..tahu..lah. Ada penyanyi menang di pertandingan pencariaan bakat tujuannya nilai seportifitas. Ternyata malah untuk menaikin suatu daerah yang lagi bangun pemerintah atau mengalami bencana alam dan di proses untuk di bangun kembali oleh banyak bantuan alias simpatik," kata Dono.

"Jadi kamu tahu..kalau semua terkosep rapih?" tanya Kasino.

"Iya. Dari awal sampai akhir....kelihatan semuanya...Kasino."

"Kalau..begitu..hidup..ini penuh kebohongan dan akhirnya jujur..ya..Don."

"Yo.i...itulah isi dunia ini.....Kasino."

Dono melanjutkan ngetiknya di leptopnya. Kasino bangun dari duduknya dan melihat lingkungan sekitar dari atas blakon lantai dua.

"Indah juga pemandangan di sini...ya Don. Jalan-jalan..Don."

"Nanti..saya selesaikan tulisan saya..Kasino."

"Ya..saya tunggu Don."

"Iya," saut Dono.

Dono terus mengetik dengan baik dan idenya tertuang di dalam tulisannya. Kasino pun memencet Hpnya main game dengan antusias. Cukup lama Dono mengetik dan akhirnya selesai juga.

"Beres Kasino," kata Dono.

"Selesai juga toh..nulisnya," saut Kasino yang masih main game di Hpnya.

"Ayo..kita jalan-jalan sekalian nyari makan," ajakan Dono.

"Tunggu..sebentar..Dono....... Ya....kalah. Ayo Don."

Dono menaruh leptopnya di dalam tasnya dengan baik. Kasino sudah di luar kamar baru Dono segera keluar dari kamar. Kasino langsung menutup pintu kamar dan di kunci dengan baik.

"Kita cari makan dulu ya," kata Kasino.

"Saya juga sudah laper?" kata Dono.

Dono dan Kasino berjalan menuju restoran. Saat menurunin tangga berpapasan lah Dono dan Kasino dengan Via Valen.

"Artis...," kata Dono dan Kasino bersamaan.

Dono dan Kasino langsung mengejar Via Valen untuk berfoto bersama pake Hpnya mereka berdua. Via Valen pun menerima dengan baik permintaan pengemarnya yaitu Dono dan Kasino. Lalu Kasino seperti biasanya iseng ingin tahu tentang berita yang hits memberitakan tentang Via Valen make karya orang. Awalnya Via Valen tidak mau bercerita dan menuduh Dono dan Kasino wartawan yang menginap di hotel di Singapura demi mencari berita tentangnya. Dono dan Indro langsung menjelaskan dengan seksama tentang mereka berdua pada Via Valen cuma penggemar saja.

Maka Via Valen pun sedikit bercerita tentang permasalahan dirinya. Dono dan Kasino dengan seksama mendengarkannya. Setelah itu baru Dono dan Kasino berpisah dengan Via Valen dan mengucapkan terima kasih. 

Dono dan Kasino menuju restoran untuk makan. Via Valen ke kamarnya. Di restoran Kasino memesan makan kesukaannya begitu juga dengan Dono. Pelayan restoran segera menyajikan makan dengan baik apa-apa yang di pesan Dono dan Kasino di meja.

"Waktunya makan," kata Dono.

"Iya..Makan," saut Kasino.

Dono menikmati makan yang enak begitu dengan Kasino. 

"Kasino ternyata...cerita Via Valen tadi...cuma untuk naikin reting namanya dan orang membuat perkara dengan dia. Cuma trik pemberitaan saja. Padahal kalau Via Valen tidak terkenalkan seperti penyanyi kampung lainnya tidak di perkarakan tentang penggunaan karya orang lain. Sampai ini dan itu ikutan andil untuk memenangkan yang membuat perkara untuk menjatuhkan Via Valen atau sebaliknya mengangkat namanya." kata Dono.

"Bener..Dono..cuma..trik dari meningkatkan popularitas..seorang artis di dunia hiburan. Di panggung politik juga sama...jadi artis..untuk menaikin popularitas...saja. Keuntungan demi keuntungan," saut Kasino menambahkan omongan Dono. 

Dono asik makan sampai kenyang dan Kasino juga dan tidak lupa membayarnya dengan uang pas. Barulah Dono dan Kasino jalan-jalan ke pantai menikmati indahnya pemandangan yang indah. Lalu Indro mendatangi Kasino dan Dono yang sedang main air.

"Gimana Dono dan Kasino..suka liburan di sini?" tanya Indro.

"Suka. Sih..deh," kata Dono sambil mengacungkan jempol.

"Terima kasih ya...Indro. Berkat kamu menang lotre sabun colek...kita liburan deh ke Singapura," kata Kasino.

"Iya..sama-sama," jawab Indro.

"Ngomong-ngomong..Indro itu judi gak kamu kok bisa dapet liburan di Singapura?" tanya Dono.

"Gak..judi Dono. Kasino cuma becanda. Yang bener itu saya ada urusan kerjaan di sini maka sekalian liburan kalian saya ajak untuk menemani saya. Toh semua yang bayar sponsor saya karena prospek kerja saya ke depan bagus," kata penjelasan Indro.

"Gak salah..nie anak di sekolahin Bapak dan Ibunya..untuk jadi orang sukses," pujian Dono.

"Yo.i....anak pinter bisa membaca situasi dan kondisi ekonomi dalam negeri dan luar negeri," pujian Kasino.

"Terima kasih atas pujian kalian berdua. Ayo kita jalan-jalan untuk menikmati makan dan minuman di daerah sini sampai puas dan menikmati lingkungannya. Jangan takut saya baru dapet bonus dari kerjaan saya," ajaka Indro.

"Ayo," jawab Dono dan Kasino bersamaan.

Dono, Kasino, dan Indro beranjak dari pantai menuju daerah yang bagus  menggunakan mobil sewaan untuk di kunjungi seharian penuh dan sambil melihat pemandangan yang indah dan indah sekali.


Karya: No

SELISIH PAHAM

Seorang pemuda bernama Tino dateng ke rumah temannya dengan terburu dan sembunyi-sembunyi masuk rumah Tatang. Dengan segera Tino menutup pintu dan jendela.

"Kenapa kamu seperti ini......Tino?" tanya Tatang sambil duduk minum kopi.

"Saya kesini ingin mengajak kamu menjalan proyek besar di  negara Filipina...Toni." kata Tatang yang duduk dekat Toni untuk lebih menyakini.

"Proyek apa membuat kita kerja sampai meninggalkan tanah kelahiran kita demi bekerja di negeri lain?" tanya Tatang kembali.

"Proyek...menuju surga kebenaran..," kata Toni.

"Gila..kamu..surga..kebenaran. Kamu mau jadi pembunuh demi.....menunjukkan kebenaran yang belum tentu kebenarannya," kata Tatang yang mulai menolak ajakan Toni.

"Jika kamu tidak mau di ajak gak apa-apa. Saya bisa jalan sendiri," kata Toni.

Toni beranjak dari duduknya dan meninggalkan Tatang begitu saja. 

"Toni...," panggilan Tatang.

"Apa...?" jawab Toni sambil membalikkan badan.

Tatang melempar cangkir yang berisi kopi panas ke arah Toni. Dengan reflek Toni menyelaknya serangan dadakan cangkir yang berisi kopi panas.

"Apa..maksudnya.ini?" tanya Toni.

"Saya..ingin mengetes kamu. Orang ahli bela diri seperti kamu bisa di terpengaruh dengan visi dan misi yang menyesatkan di benak kamu," kata Tatang.

"Jalan ini sudah saya pilih. Jadi jangan ikut campur. Sebagai teman saya masih menghormati kamu Tatang. Tapi jika jual saya beli," kata Toni.

"Baik..kalau mau kamu," kata Tatang menjawab tantangan dari Toni.

Tatang bangun dari tempat duduknya dan langsung menyerang Toni dengan sebuah serangan tinjuan. Toni pun menangkisnya dengan tangannya. Lalu Toni pun menyerang juga dengan tinjuan, tapi Tatang bisa mengelak dengan cepat dan membalas dengan serangan dadakan sebuah tinjuan ke wajah. Dengan sigap Toni menangkisnya dengan tangan kuat. Pertarungan antara Toni dan Tatang di ruang tamu makin sengit dan tidak ada yang mengalah.

Keinginan Toni yang kuat mengalahkan semuanya dan akhirnya Tatang jauh di lantai dan mengeluar luka dari mulutnya karena Toni meninjunya dengan sangat kuat di wajahnya.

"Jadi pendirian mu sudah kuat..untuk menjalankan misi kamu menghancurkan gereja demi hal yang kosong..Toni?" tanya Tatang kembali.

"Iya...saya sudah memutuskan jalan saya ini benar. Kamu tidak bisa diajak untuk di jalan kebenaran ini. Maka lebih baik saya jalan sendiri." kata Toni.

"Toni..kamu..sudah buta dan tuli. Yang benar..itu menyelamatkan manusia di muka bumi...ini dengan saling berdampingan. Bukan menunjukkan ini yang benar dan itu yang salah. Kamu masuk dalam fanatik tidak bisa menerima masukan orang lain. Maka pernyataan kamu adalah paling benar dan benar," penjelasan Tatang dengan sebaik mungkin.

"Saya..ingin..mendapatkan surga kebenaran itu dengan jalan yang saya pilih," kata Toni.

"Tetap..gila..jalan kamu..Toni. Demi kebenaran kamu membunuh. Sinting namanya jalan itu," kata Tatang.

"Kita..tidak sepaham lagi. Jadi kita akhiri persahabatan kita..ini," kata Toni.

Toni keluar dari rumah Tatang dengan sikap yang penuh keberanian. Sedangkan Tatang menanggis dengan sedih kehilangan sahabatnya yang salah jalan.

"Semoga Alloh SWT membuka jalan kebenaran yang terbaik pada dirimu Toni," kata Tatang.

Tatang pun bangun dari keadaannya dan meminta tetangganya untuk membantu membereskan rumah yang porak poranda akibat pertarungan 2 lelaki menunjukkan jalannya kebenarannya masing-masing. Toni pun pergi dengan misinya yang benar-benar extrim. Selang beberapa bulan. Tatang mendapatkan kabar dari nonton Tv saat di rumah pakde Joko tentang pengemboman di gereja yang ada di negara Filipina.

"Bodoh..dan bodoh..kamu..Toni. Jalan kamu salah.....," kata Tatang meneteskan air mata.

Pakde Joko melihat keadaan Toni yang menangis sambil menonton Tv.

"Nak..kenapa kamu?" tanya pakde Joko.

"Enggak..apa-apa pakde Joko!?" kata Toni sambil menghapus air matanya.

"Kalau ada masalah cerita..pada pakdek nak siapa tahu pakde mu ini bisa nolong."

"Gak..ada kok pakde," kata Tatang dengan santun.

Tatang pun meninggalkan rumah pakde Tatang dan tidak lupa mengucap salam "Alamualaikum." Pakde Joko menjawab dengan baik "Waalaikum salam."

Tatang pun hendak pulang ke rumah, tapi tidak jadi malah ke mesjid untuk sholat dhuzur dan sholat sunah yang lainnya untuk meminta petunjuk pada Alloh SWT tentang temannya Toni. Tatang terus melakukan niat nazarnya itu sampai terus menerus. Pada akhirnya saat Tatang duduk di depan teras sambil minum kopi. Datanglah seorang tamu yang benar-benar tidak di sangka oleh Tatang.

"Toni," panggilan Tatang.

"Ini saya," jawab Toni.

"Bukannya kamu adalah salah satu pengebom gereja di negara Filipina?" tanya Tatang.

"Bukan saya yang melakukan pengeboman gereja di negara Filipina. Pada saat negara Filipina saya kehilangan paspor dan berusaha mengurusnya begitu lama prosesnya dan misi saya pun berjalan juga tapi ketika saya melihat anak kecil menangis terjatuh di hadapan saya. Sontak saya sadar. Jalan saya salah..Tatang. Kamu yang benar," cerita Toni.

"Astafirohulazim. Alloh SWT telah membuka pintu kebenaran yang sebenarnya pada teman saya. Akhirnya pulang juga di hadapan saya dengan keadaan hidup dan tidak menjalankan hal bodoh demi kebenaran yang belum pasti," kata Tatang yang penuh rasa syukur.

Toni dan Tatang berpelukan.

"Terima kasih sudah menjadi sahabat baik saya," kata Toni.

"Iya....sama-sama. Sebagai sahabat baik selalu mengingatkan temannya agar kembali ke jalan yang paling benar dan di ridhoi oleh Alloh SWT," kata Tatang.

Toni dan Tatang melepaskan pelukannya. Seperti biasa Toni menunjukkan teknik silatnya untuk menantang Tatang. Dengan sigap Tatang menerima pantangan Toni. Terjadilah pertarungan yang sengit antara Tatang dan Toni di halaman depan. Semua orang menyaksikan pertarungan ke dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Sampai akhirnya keduanya draw dan semua orang bertepuk tangan dengan kehabatan Toni dan Tatang sebagai juara di kampungnya.


Karya: No

Friday, February 1, 2019

CEMBURU TANDANYA CINTA

Indro lagi asik maing game di Hpnya di ruang ramu sampai heboh dan berteriak "Saya menang mengalahkan lawan saya." Dono terkejut yang sedang serius mengetik di kamarnya. Akhirnya menghentikan kerjaannya dan mendatangi Indro yang sibuk sendirian di ruang tamu.

"Indro..join," kata Dono langsung duduk di ruang tamu.

"Ikut...main...nanti-nanti Dono lagi asik. Ya.......kalah Dono. Kamu sih ganggu saya."

"Saya..cuma iseng ganggu kamu Indro..abisnya..heboh sendiri."

"Ya..saya..kena..deh.....ahhhhhh," kata Indro yang nyeleneh.

"Bisa..kamu Indro. Main..yuk. Game on linenya," kata Dono yang mulai serius.

"Males....main..Dono. Nanti aja kalau mut...saya..dateng," kata Indro yang menaruh Hpnya di meja.

"Satu..sama ya," saut Dono.

"Yo.i," kata Indro.

Dono pun mulai mengelak nafas panjang sekali. Indro melihat tinggkah Dono yang sedikit aneh.

"Kalau ada masalah cerita dong?" tanya Indro.

"Sebenarnya gak ada sih. Cuma kalau punya uang 1 milyar Indro gunakan untuk apa?" tanya Dono.

"Kalau saya punya 1 Milyar. Saya sodakohin saja 1 Milyar pada orang miskin..Dono. Supaya terbebas dari kemiskinan."

"Baik..amet kamu Indro. Lalu untuk kamu Indro?" tanya Dono.

"Kalau saya..sih mengkhayal lagi. Toh tu uang 1 Milyar di omongin kamu kan cuma hayalan saja...Dono."

"Bisa..aja......kamua Indro. Padahal kamu tahu saya yang sebenarnya. Jika warisan saya kumpulkan jumlah lebih dari 1 Milyar," Dono mulai serius.

"Iya..deh anak orang kaya baru...," ledek Indro.

"Kaya..lama," saut Dono.

"Kaya..lama.......banget," kata Indro.

"Becanda Indro......."

"Tahulah...nyeleneh..ya..Don."

"Sudahlah..saya..mau melanjutkan kerjaan saya di kamar...Indro."

"Saya..mau main jajan...Don. Mau titip apa Don?"

"Peluk dan cium......," kata Dono yang nyeleneh.

"Duh..saya cinta..pada..mu...Don."

"Manisnya...Indri...eeeee Indro."

"Manis....ya. Cucok..kamu Don."

"Indro..jangan..terlalu jauh ah becandannya...nanti keterusan masuk rumah sakit jiwa."

"Iya...saya pergi..jajan dulu di warungnya Nabila. Asalamualaikum...Don."

"Waalaikum salam," jawab Dono.

Indro bergerak menuju warungnya Nabila. Dono menutup pintu dan segera masuk kamar untuk melanjutkan ketikannya. Sampai juga Indro di warung Nabila segera membeli gorengan yang banyak sambil ngobrol dengan asik. Tiba-tiba Indro melihat Saskia mau belanja ke warungnya Nabila. Dengan cepat-cepat Indro melarikan diri dan tidak lupa membayar gorengan pada Nabila.

"Itu kaya mas Indro," celoteh Saskia.

Saskia jojong membeli gorengan di warung Nabila.

"Seperti biasa..ya..Nabila saya beli gorengannya...jangan lupa cabenya yang banyak."

"Iya..mbak...Saskia."

Nabila langsung membungkuskan gorengan yang di pesan Saskia dan langsung Saskia membayarnya dengan uang pas.

"Ngomong-ngomong..kamu..tadi...ngobrol dengan mas Indro. Ngaku?" kata Saskia dengan tegas baget.

Nabila pun terpojok dan ketakutan dengan sikap Saskia.

"Iya..mbak.... tapi cuma beli jualan saya kok," pengakuan dari Nabila.

"Kamunya..gak salah. Cuma.....mas Indro..aja..yang ganjen.......gak bisa melihat cewek cantik," kata Saskia yang ketus.

"Tapi..kan hal..itu biasa," Nabila mencoba membela mas Indro yang menjadi pelanggannya setianya untuk beli gorengan.

"Biasa..kalau....mas Indro gak punya pasangan. Tapi masalahnya saya pacarnya. Jadi sedikit cemburulah ia main hati dengan yang lain," penjelasan Saskia.

"Oh..jadi..mbak cemburu. Benaran deh..mas Indro..takut sama mbak Saskia. Makanya tadi langsung kabur setelah belanja di sini," penjelasan Nabila.

"Tuh..orang takut salah. Malah main api dasar cowok. Ya..udah Nabila..terima kasih. Asalamualikum," kata Saskia.

"Waalaikum salam," jawab Nabila.

Nabila mulai mengolen adonan lagi dan mengoreng lagi. Saskia pun segera pulang kerumahnya dengan terburu-buru karena ada teman-temannya menunggu di rumah. Indro langsung masuk rumah dan duduk santai di ruang tamu.

"Hampir saya daprat Saskia. Makan gorengan aja..ah," celoteh Indro.

Selang berapa saat Saskia mengirimkan pesan singkat ke seluruh jaringan media sosial di pake Indro.

Isinya:

"Mas...Indro..main..di..api di belakang Saskia..dengan Nabila ya.....!?"

Indro langsung terkejut setelah membacanya pesan singkat lewat Hpnya.

"Saya..kena..batunya..deh," celoteh Indro.

Dono pun terkejut juga ketika memeriksa jaringan media sosialnya Facebook berkenaan dengan Indro yang ketahuan main api dengan cewek lain.

"Wah..kacau..Indro. Bikin heboh..aja......kalau bertengkar di jaringan media sosial," celoteh Dono.

Dono bergerak keluar dari kamar menuju ruang tamu.

"Indro..buat perkara dengan Saskia ya?" kata Dono sambil duduk.

"Iya...jojong..aja. Paling marahnya cuma satu hari," kata Indro.

"Oh..begitu. Gorengan ya..Indro," kata Dono sambil mengambil gorengan di meja.

"Yo.i. Dari..warungnya Nabila," kata Indro.

Saskia yang kesal langsung mengirim lagi pesan singkat ke jaringan sosialnya yang di pake Indro.

Isinya:

"Saskia...marah..sama..mas..Indro satu minggu."

Indro pun membaca pesan singkat tersebut lewat Hpnya. 

"Modar..saya.....marahnya 1 minggu. Gak bisa ngapel dong minggu depan. Kacau kalau cewek udah marah," kata Indro.

"Kalau sudah begitu....sih. Ya..diamin aja. Kamu lebih baik main game aja dengan saya," saran Dono.

"Saya lebih baik....main game aja. Diamin....Saskia. Nanti marahnya redup sendiri. Tapi kalau gak redup juga marahnya saya malah di putus sama...Saskia. Saya patah hati Don."

"Ituh..sih derita kamu Indro. Gorengan ini enak...buatan Nabila kan..Indro."

"Yo.i...Don," saut Indro.

Indro pun asik makan gorengan begitu juga dengan Dono sampai perut kenyang. Setelah itu Dono melanjutkan pekerjaannya mengetik di kamar sedang Indro main game di Hpnya dengan heboh banget.


Karya: No

PERJUANGAN CINTA

Hari yang cerah ini Budi sedang bersantai memandangi langit cerah di bawah pohon beringin yang rindang. Budi mulai menghitung burung yang terbang  di langit 1, 2, 3, dan seterusnya. Rasa perasaan senang terpancar dalam dirinya. Budi pun mulai bergerak dengan berlari menuju sebuah gereja tua. Segera Budi masuk ke dalam gereja tua tersebut dengan layak sebagai seorang katolik yang baik.

Pastur mulai berkotbah hari ini menceritakan tentang kehidupan yang ada sekeliling kita sampai semua umat harus menyakini jalan sebagai katolik benar. Budi sebagai anak kecil yang anjak remaja yang belajar memahami hidup mengamini saja. Usai juga acara di gereja. Budi bergerak keluar dari gereja beserta jamaah yang lang lain.

Budi pun berlari terus berlari dan bertemu dengan teman baiknya Melan di sebuah wihara.

"Hay..Melan," sapa Budi.

"Hay...Budi," jawab Melan.

Budi mendekati Melan yang sedang repot sekali di wihara untuk acara perayaan Imlek.

"Bisa..saya bantu," Budi menawarkan bantuan pada Melan.

"Boleh...tolong geser lilin besar ini bersama saya...ke sisi..sini," kata Melan mengarahkan sesuatu dengan baik.

"Ok..beres," saut Budi yang penuh semangat.

Melan dan Budi bekerja sama dengan baik mengatur lilin yang ada di wihara sampai semuanya sempurna dan tidak ada kesalahan sedikit pun. Lampion pun telah terpasang di langit-langit dengan baik. Semua orang melihat semua hasil yang bagus termasuk Budi dan Melan.

"Kaya..jadi..ni..merayakan Imlek," kata Budi.

"Iya..ini semua...berkat bantuan kamu. Semogan Tuhan membalasnya," kata Melan.

"Dewa....yang benar," saut Budi yang mencoba membenarkan omongan Melan.

"Iya.....Dewa. Tapi saya ingin....menghargai kamu...Budi. Semua..bantuan hari..ini. Kamu adalah orang Katolik," penjelasan dari Melan.

"Gak perlu..segitunya...Melan. Di bawa selaow saja..Melan. Kita hidup tolong menolong. Apalagi kamu teman baik saya," kata Budi.

"Ya..mau kamu begitu saya ikut," kata Melan.

Budi pun mengajak Melan untuk bermain setelah bantu-bantu di wihara untuk perayaan Imlek. Berjalan bersama melintasi pematang sawah sampai di kaki bukit dan ke duanya tiduran di rerumputan yang hijau.

"Indah..ya..Melan langit hari ini," kata Budi.

"Iya," saut Melan.

"Tapi....lebih indah lagi memandang kamu yang cantik," Budi yang menggoda Melan.

"Bisa..aja..kamu..Budi," saut Melan dengan tersipu malu.

Keduanya pun saling memandang dengan tatapan yang cukup lama. Budi punya niat mencium Melan. Sontak Melan bangun dari tidur-tiduran di rumput.

"Jangan..Budi...belum waktunya," penolakan Melan.

"Jika saya menyinggung kamu. Maaf kan saya," kata Budi yang menunduk malu.

"Iya saya maafkan," kata Melan.

Melan pun memegang tangan Budi dan menariknya bangun. Keduanya bermain lagi mengelilingi bukit dan menikmati indahnya alam sampai waktunya pulang. Budi pun mengantar Melan pulang di rumahnya. 

"Sampai besok..Budi," kata Melan.

"Sampai besok ..juga Melan," saut Budi.

Melan pun masuk rumahnya dan Budi pun pulang ke rumahnya dengan perasaan senang sekali. Keesokan harinya. Melan pun merayakan tahun baru Imlek dengan seluruh keluarganya dan teman-temannya di wihara. Budi melihat dari luar wihara perayaan itu dengan penuh ketenangan dan keharmonisan. Setelah menjalankan acara di wihara Melan baru menemui Budi di luar wihara. 

"Budi ikut..saya," ajakan Melan.

"Iya," saut Budi.

Budi mengikuti Melan dengan di pegang tangannya. Sampai di tempat yang sepi dan tidak ada orang keduanya.

"Budi.. Melan mau tanya. Apakah Budi sayang Melan?" 

Budi pun terkejut dengan omongan Melan. 

"Sebenarnya......."

"Sebenarnya..apa?" kata Melan memotong pembicaraan.

"Saya..memang sayang sama kamu.....," kata Budi yang masih berpikir ngomong apa?

Melan langsung menciup bibir Budi dengan cepat sekali.

"Itu..sudah cukup," kata Melan yang malu

Melan pun pergi meninggalkan Budi dengan berlari.

"Saya cinta...kamu...Budi..," teriak Melan yang senang di dalam dirinya.

Budi terkejut sekali.

"Iya...saya juga cinta..kamu..Melan," teriak Budi.

Hubungan Melan dan Budi berjalan dengan baik walau beda suku dan agama sampai mereka benar-benar matang atau dewasa. Waktu berjalan dengan semestinya maju ke depan begitu dengan Budi. Setelah selesai dari bangku kuliah Budi menyadari dirinya banyak potensi dan membangun diri dengan usaha. Sampai pada akhirnya Budi di jodohkan dengan orang tuanya yang sesuai dengan suku dan agamanya.

Budi tidak bisa bicara apapun kalau sudah perintah orang tua dan harus patuh. Dalam diri Budi bergejolak dengan hubungannya di bina dengan Melan sampai sekarang. Ketika Melan tahu Budi di jodohkan hati Melan mulai merasakan sakit. Budi ingin bersama Melan, tapi keadaan tidak memungkinkan sekali. Dan lagi ternyata Melan pun di jodohkan orang tuanya berdasarkan suku dan agama.

Budi mulai menyadari rasa yang di rasakan Melan yaitu pukulan batin. Karena Budi telah dewasa mulailah ia mengambil sikap dan di bantu oleh teman baiknya bernama Abduloh seorang muslim. Usaha Budi pun berhasil membuat kepercayaan pada orang tuanya dan orang tua Melan yaitu bertanggung jawab penuh nafkah lahir dan batin.

Selang waktu yang gak begitu lama akhirnya Budi pun melamar Melan untuk menyempurnakan jalan cinta mereka berdua dengan cara Melan di jadikan umat katolik untuk jalan yang baik dengan satu keyakinan agar hubungan tidak berbenturan beda agama dalam membangun rumah tangga. Melan pun menerimanya dengan yakin dan orang tua Melan pun merelakan jalan anaknya yang terbaik.

Budi pun bahagia dengan Melan dan mereka pun rebaan di rerumputan di kaki bukit sambil melihat langit.

"Langit..itu indah yang Melan," kata Budi.

"Iya," saut Melan.

"Lebih..indah lagi memandang kamu yang cantik," kata Budi menggombal.

Budi dan Melan pandangan dengan cukup lama. Dan akhirnya Budi mencium Melan dengan mersa selayaknya jalan kekasih yang benar yaitu suami istri. Setelah itu mereka seperti biasanya bermain seharian di menikmati alam sekitar dan waktu pun berganti dengan cepat. Melan pun di antar pulang ke rumahnya dan Budi pun ikut juga. Sampai di rumah mereka berdua di sambut dengan baik oleh orang tua Melan adalah orang tua Budi sekarang.


Karya: No

LEBIH BAIK MATI DARI PADA HIDUP

Dono duduk di kursi depan dengan keadaan bengong. Buaian kenangan di dalam benak Dono yang mengingat perjalan cintanya yang ironis. Air matanya mengalir di pipinya Dono. Indro pun terkejut dengan air mata Dono dan segera duduk di samping.
"Dono kenapa kamu menangis?" tanya Indro.

"Saya teringat cinta pertama saya..sungguh menyedihkan," saut Dono.

"Dono..yang sudah meninggal dan menghadap Alloh SWT ikhlaskan. Jalan yang terbaik itu orang yang kamu sayangi," saran Indro.

"Saya..tahu..Indro. Kematian lebih baik dari pada hidup kan," ujar Dono.

"Itu..kamu tahu......Don."

"Saya..tahulah. Saya belajar Al Quran dan seluruh hadistnya......Indro. Akherat dambaan semua orang. Karena mereka mendapatkan semua amalan mereka dibina dari bayi sampai ajal menjemput. Masalahnya..saya mengenangnya orang saya..cintai meninggal dunia ...lebih menyakitkan dari apa pun...ya...Indro."

"Jangan di ingat-ingat Dono. Orang yang telah meninggal jangan di ingat sampai meresap di dalam hati nanti air mata itu mengalir lagi. Ikhlas dan Ikhlas...saja. Kaya lagunya..Inul Daratista. Masa lalu biar masa lalu yang terpenting adalah sekarang masa depan....ya Don. Harus hidup dan jangan pasrah dengan keadaan dan berjuang sampai titik darah penghabisan. Kaya orang mengejar mimpi mereka menjadi kenyataan di segala bentuk bidang."

"Saya...sih tahu tentang menjalankan optimisme dalam menjalankan hidup. Tapi sekali mengenang orang yang kita cintai....air mata ini mengalir..ya Indro."

"Kalau gitu sih susah butuh waktu untuk melupakannya. Padahal kamu sudah ada penggantinya....untuk menjalankan hidup ini...Dono."

"Saya..tahu..tentang pacar baru saya. Tetapi..inilah masalahnya. Saya tidak ingin menyakitinya.....karena keadaan saya yang teringat dengan kenangan cinta pertama....Indro."

"Hidup jangan di bikin...sulit....buat menjadi senang nanti hilang sendiri...," saran Indro.

"Ok..saya..terima semua masukan kamu dan melupakan kenangan cinta pertama saya yang telah menghadap Alloh SWT...," Dono menerima saran Indro.

Dono menghapus air matanya dan berajak dari duduknya.

"Dono..mau..kemana?" tanya Indro.

"Saya..mau nonton film di bioskop sama Rara sudah janjian sih..Indro."

"Tapi..ingat..jangan.....kamu...menyinggung perasaan Rara..gak baik. Berkenaan dengan cinta pertama kamu. Buat Rara menjadi cinta pertama bukan cinta ke dua. Senangilah dia dengan sepenuh hati maka senang juga hatimu dan melupakan semua kenangan Wulan yang melekat pada diri mu...Dono."

"Beres....Terima kasih atas sarannya." kata Dono.

"Ya..sama-sama," saut Indro.

Dono pun bergerak keluar rumah.

"Don...," panggilan Indro.

"Apa?" saut Dono.

"Kunci," kata Indro sambil melempar kunci pada Dono.

"Terima..kasih...ya..Indro."

Dono langsung keluar rumah dan masuk mobil. Dengan membaca "Bismilahirohmanirohim" Dono menghidupkan mobilnya dan bawanya dengan baik menuju rumah Rara. Indro pun senang melihat temannya bahagia lagi dan menutup pintu rumah.

"Gara-gara..Dono saya lupa nawarin makan gorengan. Padahal..gorengan ini..enak. Ada pedagang baru yang cantik namanya Nabila," celoteh Indro.

Indro duduk di ruang tengah sambil menyetel Tv dan menonton acara musik dan sambil makan gorengan yang enak. 

"Gokil..acara...nya. Nyeleneh ....niiii," kata Indro.

Indro asik nonton Tv sampai tertawa terpingkal-pingkal karena melihat aksinya dari para artis yang menghibur para penonton di studio. Sedangkan Dono pun sampai di rumah Rara. Dengan penuh rasa bahagia Dono keluar dari mobil dan Rara sudah di depan teras rumah dengan cantik banget. 

"Dek..ayo," ajakan Dono.

"Ya..kak," jawab Rara.

Dono dan Rara langsung masuk mobil dan berangkat untuk nonton di bioskop dengan kesepakatan bersama nonton film PSP (Pancaran Sinar Petromars) dan OKB (Orang Kaya Baru) di salah satu mall di kota ini.


Karya: No

CAMPUR ADUK

SANGDIL SANAM

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di channel ANTV, ya Budi duduk dengan santai di depan rumahnya seda...

CAMPUR ADUK