CAMPUR ADUK

Saturday, January 20, 2018

WARUNG KOPI

Siang hari di sebuah bengkel mobil. Dono sedang istirahat makan siang di warung dekat bengkel. Dengan asik makan gorengan dan segelas kopi, Indro menghampiri Dono. 

"Woy...makan...sendiri.....," ujar Indro.

"Saya laper Indro..........abisnya banyak kerjaan tadi.......jadi saya butuh energi baru," kata Dono.

"Oh....gitu...sebenarnya saya juga," kata Indro.

Indro pun memesan segelas kopi kepada Ibu pemilik warung. Dengan senang hati Ibu pemilik warung menyajikan minuman kopi yang di pesan Indro. Dengan penuh antusias Indro menyeruput kopi panas.

"Enakkkkkkk..banget......kopinya," kata Indro.

Ibu pemilik warung mendengar ocehan Indro menjadi senang sekali. Terlihat dari wajahnya memerah.

"Nah...loooo..Indro...apain Ibu Minah.......jadi salah tingkah?," tanya Dono.

"Gak..saya..apa-apain? cuma muji.....kopinya buatannya....kok," ujar Indro berusaha menjelaskan.

"Itu....sih sama aja........kamu memuji....kopi buatan Ibu Minah enak dan legit....., ya gak Ibu Minah," kata Dono.

"Ya.......," saut Ibu Minah.

"Emang....enak kok..ngapin saya bohong sih....," kata Indro menjelaskan sebenarnya.

"Iya..saya..tahu enak....kok.....kaya banyak filosofi kopi di dalamnya,"  ngacok Dono.

"Filosofi kopi......apa saya gak salah denger?," kata tegas Indro.

"Gak salah denger..........., ya...kan Ibu...Minah," kata Dono.

"Bener........filosofi kopi," saut Ibu Minah.

"Filosofi kopi kaya orang intelek saja......padahal yang aslinya makna dari sebuah minuman kopi saja...kalau ngomong yang lebih spesifik lagi....lah. Dan itu juga nama sebuah film lagi," ujar Indro berusaha menjelaskannya.

"Iya saya orang awam....tidak tahu.....makna dari kopi...yang saya tahu kopi itu pahit........dasarnya kalau di tambah gula jadi manis. Kaya perjalan hidup saya sepi kalau gak ada pasangan yang memberikan cinta dan kasih sayang....yang bisa mengugah perasaan," kata Dono yang cukup dalam.

"Itu tahu.........., ya..kan..Ibu Minah," kata Indro.

"Iya..bener..hidup lebih berarti kalau punya pasangan. Saling mengisi antara satu dan lainnya," saut Ibu Minah memberi sedikit nasehat.

Terlihat oleh pandangan Dono dari jauh saat pembicaraan masih asik.

"Bener.......bener...pucuk di cinta ...gadis pun dateng," kata Dono sedikit melongo.

"Apa...maksudnya..makna kata-kata kamu ......Dono?," tanya Indro.

"Lihat di ujung sana ada...cewek cantik Indrooooooo," kata Dono.

Indro dan Ibu Minah melihat cewek cantik di tunjuk Dono.

"Iya....cantik," saut Indro.

"Bener  cantik anak gadis itu," ujar Ibu Minah.

"Jadi saya mau dekin ahhhhhh," kata Dono.

"Dono....kamu tidak takut jatuh cinta?," tanya Indro.

"Siapa takut......saya berani kok....., ah itu sih nama sinetron siapa takut jatuh cinta ?," kata Dono.

"Itu tahu........," kata Indro.

"Sebenarnya sih..........saya yang takutin bukan takut jatuh cintanya, tapi Jodoh Wasiat Bapak," kata Dono.

"Wah..............Dono...jangan bawa-bawa...Bapak dong....pamali tahu," kata Indro.

"Iya..itu..benar nak Dono....pamali..., Ibu sih takut....karena orang tua harus kita hormati. Apalagi amanahnya saat hidup dan meningalkan dunia yang fana ini," kata nasehat Ibu Minah.

"Saya sih tahu......Ibu Minah dan Indro. Tapi.....itukan judul sinetron Jodoh Wasiat Bapak," penjelasan Dono.

"Kalau itu...saya...aman.........gak ada dosa......," ujar Indro.

"Alhamdulilah.........Alloh masih bersama kita semua," kata Ibu Minah.

"Udahlah...ngomongnya......saya mau deketin gadis cantik itu," kata Dono.

"Ya..udah.....sana..........kami berdua dukung ..., ya kan Ibu Minah," kata Indro.

"Ya......sama," saut Ibu Minah.

Dono beranjak dari duduknya ingin menghampiri  gadis cantik. Tapi tiba-tiba Kasino dateng dan langsung berbicara dengan asik banget dengan gadis cantik yang di taksir Dono. 

"Siallllll...kalah cepet dengan Kasino," celoteh Dono.

Dono pun duduk kembali bersama Indro.

"Gak jadi Dono...nembak ceweknya?," tanya Indro.

"Gak....jadi.....Kasino duluan.....," kata Dono.

"Ya..udah...sabar...aja ....nanti juga ada gilirannya....selama janur kuning belum melengkung," kata Indro.

"Sudah tahu,"saut Dono sambil minum kopi dan gorengan.

"Ngambek dia..........," kata Indro.

"Cah..cilik.....," saut Ibu Minah.

Dono dan Indro asik menikmati makan siangnya di warung Ibu Minah. Kopi pun habis diminum Dono dan Indro, lalu keduanya segera membayar pesanan mereka dengan uang kontan. Ibu Minah senang dengan pelanggannya yang baik hati. Beranjaklah Dono dan Indro dari warung Ibu Minah ke bengkel melanjutkan pekerjaan mereka. 

Friday, January 19, 2018

MENOLONG TEMAN BAIK

Sore hari yang tenang di kediaman Kasino. Saat itu Kasino sedang memperbaiki mobil kesayangannya di bengkelnya. Lagi sibuk-sibuknya memperbaiki mobil kesayangannya dateng dua orang  menghampiri Kasino. 

"Kasino.......sibuk gak?" tanya Indro.

"Bisa liatkan......," jawab Kasino.

"Apa yang bisa saya bantu untuk menyelesaikan memperbaiki mobil kamu?," tanya Indro.

"Oh.......saya butuh kunci inggris.....di dalam kotak peralatan," kata Kasino memperbaiki mesin mobil," kata Kasino.

"Beres itu...," saut Indro.

Segeralah Indro mengambil kunci ingris di sebuah kotak peralatan. Sedangkan Dono lagi menyusun cangkir kosong di meja. Lalu teko yang berisi minuman di tuangkan ke dalam cangkir satu persatu. Segeralah Dono mengambil minuman tersebut dengan asik. Kunci ingris di temukan Indro lalu di berikan kepada Kasino.

"Nii....kuncinya," kata Indro.

"Iya.....terima kasih Indro," saut Kasino.

Segeralah Kasino memperbaikin mobil kesayangannya. Lalu Indro duduk di samping Dono.

"Enak Dono ...minumannya.........?," tanya Indro.

"Enakkkkkk," jawab Dono.

"Saya cobainlah...minuman Kasino," kata Indro.

"Gimana..........enak....kan," kata Dono.

"Emmmmm.....enak...banget....," saut Indro sambil menikmati minuman.

"Dasar bocah...belum di suruh...minum udah minum duluan," kata Kasino selesai memperbaiki mobilnya.

"Kasino...jangan pelitlah....kita teman," kata Dono.

"Iya..itu..benar," saut Indro.

"Ya.....udah....kalian berdua dateng ke bengkel saya mau apa?," tanya Kasino dengan tegas.

"Biasa....Dono.......minta kerjaan....abis dia penganguran," kata Indro.

"Iya.....Kasino....bener saya lagi ngangur....gak punya kerjaan," ujar Dono.

"Loh....bukannya...Dono punya kerjaan buat blog dan youtobe," kata Kasino.

"Susah.......Kasino.......... untuk menaikin reting penjualan segala cara tetap nihil," kata Dono.

"Itu...benar....Kasino....., karena banyak competetor yang hebat di bidang IT. Sedangkan Dono....kan amatiran....jadi....ya pekerjaaan itu iseng-iseng berhadiah," kata Indro.

"100% bener.......apa yang bilang Indro tentang persoalan saya," saut Dono.

Kasino mengambil minuman di meja. Setelah itu duduk santai meminumnya. 

"Enak...," kata Kasino.

"Bener.....kan...enak," saut Dono.

"Ya...jelas..enak......orang dia tuan rumah yang nyajiin miunan ini," kata Indro.

Kasino menaruh cangkir minuman di meja.

"Gak usah.......bahas panjang lebar urusan minuman...cuma white koffie saja," kata Kasino.

"Jadi....minuman ini namanya Kopi putih.....sejak kapan kopi hitam jadi putih?," kata Dono.

"Sejak saat ini...kopi hitam jadi putih.....jadi Top kan......," saut Indro.

"Ohhhhhh...begitu..........," saut Dono.

"Jadi.......apa yang saya bisa bantu?," tanya Kasino.

"Yang...tadi...nolong Dono....cariin kerjaan," kata Indro.

"Iya......saya tahu......, tapi kalian bahasnya malah kopi bukannya pekerjaan. Itu namanya pengalihan pembicaraan. Kaya iklan di televisi dan berbagai media.....untuk mempromosikan semua jenis produk," kata Kasino.

"Iya...Kasino.....kita berdua yang mengalihkan pembicaraan," kata Indro meluruskan suasana.

"Jangan marah gitu dong Kasino.......saya cuma iseng," saut Dono.

"Siapa yang marah?...., ya udah kamu Dono...saya beri kerjaan di bengkel saya. Tapi ingat jangan malas kerja.......karena saya juga membangun benkel mobil juga bersaing dengan bengkel yang lebih bonafit," kata Kasino.

"Ok.....siap Bos.....," kata Dono.

"Oh.....iya sedang kamu Indro.......kamu ada kerjaan gak.....?," tanya Kasino.

"Kalau saya.........emmmmmm...tidak kerjaan......Pengacara ( Penganguran Banyak Acara)," kata Indro sedikit nyeleneh.

"Itu..sih..sama aja..dengan saya....," saut Dono.

"Ya.......iya....lah...pekerjaan zaman sekarang susah. Pedagang aja berkompetisi demi mengais rezeki. Ya otomatis nyari geseran yang lain. Demi dapur ngebul......," kata Indro.

"Itu bener...kata Indro....zaman sekarang tidak pintar-pintar membaca  situasi, kita semua tidak bisa makan. Kalau ke jepit keadaan pastinya ya........nyolong pun jadi di setiap tetangga. Contoh kejadiannya ada di sekitar kita," kata Kasino.

"Itu....sih..gak usah di omongin......orang kecolongan saya. Tahu-tahu di usut malah lingkungan yang gak sehat. Alasan utama di lingkungan saya sih. Warganya miskin dan sekaligus penganguran. Sedangkan Warga yang kaya malah nyolongnya di sistem kerja baik pemerintahan maupun swasta. Demi memperkaya diri mereka," kata Dono mengungkap keadaan.

"Kacau...banget...ya....Dono............... keadaan kamu," saut Indro.

"Udah...gak..usah...di perpanjang...yang kehilangan di ikhlaskan saja..........namanya manusia tidak luput dari dosa," kata Kasino yang bijak.

"Sip.............lahhhhhhhhh," Dono dan Indro menjawab.

"Ayo...kita ke bengkel.......," ajakan Kasino.

"Beres......jalan...," saut Dono dan Indro.

Kasino membereskan semua minuman di meja di taruh di dalam rumah. Setelah itu Kasino beserta Dono dan Indro masuk ke dalam mobil. Dengan segeralah Kasino membawa mobil kesayanganya pergi tempat kerjaannya tidak jauh dari rumahnya. Dono dan Indro senang karena dapet pekerjaan dari sahabat baiknya.

SARAN TEMAN BAIK

Hari itu Dono terlihat murung di depan teras rumahnya. Indro melihatnya saat melintas di depan rumah Dono. Karena khawatir dengan keadaan Dono, maka bertamulah  Indro. 

"Permisi..........saya ingin bertamu, " kata Indro.

Karena terkejutnya Dono dengan perkataan Indro. Sontak Dono bangun dari tempat duduknya dan melihat siap yang bicara aneh.

"Oh...kamu..Indro.......kalau bertamu biasanya pake asalamualikum...dong.. ," kata Dono.

"Itukan ...yang biasa...yang inikan luar biasa," kata Indro.

"Luar biasa apaan? nyeleneh gitu..............kaya acara televisi yang selalu di buat-buat seapik mungkin orang berkesan. Antara bohong dan jujur mana yang tahu....saya cuma nonton," kata Dono.

"Kok.....tahu.........," saut Indro.

"Ya...tahulah..........kaya manusia bertelur ayam kampung atau ayam ras.....itu mah kebohongan belaka. Udah tahu...bohong di terusin oleh artis Irfan Hakim..............di tekan bahwa itu kejujuran," kata Dono.

"Tapi...itukan......benar..Dono.........vidionya.........unikkan," kata Indro.

"Unik vidionya ....kebodohan manusia, ......oh ia saya lupa...silakan duduk Indro," kata Dono.

"Ya......saya duduk di sofa yang empuk ini...," kata Indro.

"Sofa..apaan? cuma kursi kayu....," kata Dono.

"Biasa Dono.......majas perumpamaan," kata Indro.

"Oh.....iya...Bahasa Indonesia," saut Dono.

"Iya...ngomong-ngomong..........kenapa.....terlihat murung?" tanya Indro.

"Ini...saya buat video.....youtobe........tetap...saja..........penontonya sedikit...udah ngabisin uang lagi," kata Dono.

"Ya...jelas aja......Dono..............kamu penganguran...pingin dapet kerjaan yang intelek. Tapi bukan persoalan jaman sekarang yang pasti kompetisi pasarnya Dono. Banyak orang terkenal dari jenis bakat atau talenta yang masuk video di youtobe. Ada juga yang plagiat atau istilah copy video di edit ulang dengan segala cara..................tapi itu semua udah trennya...................di dunia saiber. Ya jelas saja kamu kalah.............penontonnya..........orang banyak yang berlomba-lomba dengan segala cara.....," penjelasan Indro  yang ribet.

"Jadi.....bagaimana selanjutnya agar saya cepat berhasil di youtobe?," tanya Dono.

"Sabar....sabar....sabar....dan usaha terus........menciptakan video yang menarik.... . Kadang yang baguspun kalah saing........Kaya itu perlombaan acara televisi di beberapa stasiun televisi. Kaya orang gila..........kan,"kata Indro.

"Gila...apaan...? cuma ngari makan," kata Dono.

"Ya...itu...maksudnya..............," sautnya Indro.

"Memang gila...sih........sama kerjanya..........harus kita mengatur pekerjaan..eh malah pekerjaan yang membuat kita lupa segalanya......," kata Dono.

"Seperti apa?," tanya Indro.

"Sholat........," jawab Dono.

"Itulah...jelas.......sekali.  Orang...islam, tapi tidak menegak peraturan agama........bagaimana?," kata Indro.

"Ya...Dosa...masing-masing," kata Dono.

"Maka hidup lebih banyak sia-siakan," kata Indro.

"Bener...juga...kaya .......manusia bertelur........ayam...bodoh banget....," kata Dono.

"Ya...itulah...maka urusan kamu......juga banyak sia-sia jua....buat video...itu," kata Indro.

"Astafirohulazim........iya juga......cuma iseng-iseng berhadiah," kata Dono.

"Jadi jelaskan.....," kata Indro.

"Ya...saya..gak galau lagi... Ooh iya  mau minum apa?," ujar Dono.

"Gak usah repot-repot lebih baik....kita main ke tempat Kasino...siapa tahu ada kerjaan?," kata Indro.

"Itu benar sekali..............tunggu sebentar saya ganti pakaian," kata Dono.

"Iya saya tunggu," jawab Indro.

Selang berapa saat Dono telah rapi dengan pakaian yang bagus. Berangkatlah dua sahabat ke rumah Kasino.

MEMINTA SARAN DARI TEMAN

Siang yang begitu cerah di pingiran jalan depan rumahnya. Kasino sedang duduk diam menunggu dagangan rambutan. Setiap warga yang lewat Kasino mulai menjajakan dagangannya. Dengan sabar Kasino menunggu daganganya. Sampai ketika Dono dateng menghampiri Kasino.

"Kasino.......kamu lagi sibuk gak?" tanya Dono.

"Engak..........juga sih.......cuma dagang biasa setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dapur di rumah," jawab Kasino.

"Oh...begitu, tapi saya isin mau ngomongnya..saat kamu lagi menjajakan dagangan kamu," kata Dono.

"Ah......isin-isin.......sama temen...ngomong aja....kalau saya sanggup nolong........ya saya tolong," kata Kasino.

"Ia...deh.......sebenarnya saya ingin main youtobe........bagaimana pendapat kamu?," kata Dono meminta saran.

"Bagus.....banget., tapi bagaimana dengan main blog kamu Dono," kata Kasino.

"Itu sih...bisa saya atasi dalam pembagian waktunya. Saya tertarik ingin main youtobe.....bisa eksis di tampil vidio saja," kata Dono.

"Kalau narsis-narsis san sih ok...ok ....lah Don, tapi kalau mencari keuntungan dari youtobe. Kamu harus belajar membuat vidio yang menarik supaya reting penonton banyak baru bisa di terima oleh adsens," kata Kasino.

"Oh...begitu.....jadi kalau bisa di terima adsens berapa banyak tontonan?," tanya Dono.

"10.000 ferifikasi selanjutnya 4000 jam di perhitungkan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak 1000 orang," kata Kasino.

"Itu...mah kaya tv cenel.....," kata Dono.

"Ya.....emang iya.......kemungkinan kamu terkenal dan dapat uang cepat dengan percepatan teknologi lah," kata Kasino.

"Benar juga...kan gak ngabisin uang...cuma sambilan. Kalau berhasilkan saya terkenal dan banyak uang," kata  Dono.

"Tapi ingat......semuanya bukan instan.....belaka kerja keras," saran Kasino.

"Saya cobalah....main youtobe......, oh ya kas saya coba rambutannya," kata Dono.

"Iya...silakan," kata Kasino.

Dono mengambil satu ikat di meja. Dengan santai menyantap rambutan yang manis. Indro pun dateng menghampiri Kasino dan Dono..

"Kasino....jualan mu masih banyak ya.....?" tanya Indro.

"Iya...nie ....minat warga di sini......sedikit banget....., tapi beda dengan dono udah abis dua iket," kata Kasino.

"Kalau Dono masalah makan sebakul juga kurang. Ya udah saya borong semua jualan kamu beserta apa yang di makan Dono," kata Indro.

"Banyak....uang kamu ......Indro.  sampe-sampe....makan geratis  mau kamu beli juga," kata Dono.

"Iya..bukan gitu.....namanya orang jualankan....ingin dapet untung bukan rugi," kata Kasino.

"Eh.....kalau urusan Dono......mah sudah sodakoh saya hari ini....," kata Kasino.

"Tuuuuuu......orang baikkan...panjang umur dan panjang rezekinya dunia dan akherat.......," kata Dono.

"Iya...deh..saya ngerah...kalau urusan dalam siar agama.........yang tua menang dan yang muda mengalah.... demi kebesaran.............. Allohhu Akbar," kata Indro.

"Amin.......................," jawab Dono dan Kasino.

Kasino segeram memasukan buah rambutan ke dalam kresek hitam. Lalu Indro segera mengeluarkan uang sesuai perjanjian jual beli. Kasino seneng sekali jualannya laku semuanya. Indro berpamitan dengan Dono dan Kasino pulang ke rumah. Sedangkan Dono membantu membereskan lapaknya Kasino. Setelah semua beres semuanya. Dono berpamitan pulang untuk main youtobe. Sedangkan Kasino beristirahat di dalam rumahnya menghilangkan segala keletihannya berjualan hari ini. Dengan segelas kopi untuk menghilangkan rasa hausnya dan duduk santai di depan rumah.

Thursday, January 18, 2018

BERBAGI DENGAN SAHABAT

Siang hari di pinggiran sungai. Dono sedang asik memacing. Dengan santai Dono menunggu umpan di makan ikan. Dono tetap membaca komik untuk menghilangkan kejenuhan dari memancing. Beberapa jam Dono menunggu di pinggiran sungai. Umpan pun belum juga di makan ikan. Padahal buku yang di baca Dono udah banyak.

"Jenuh amat........ya......," celoteh Dono.

Tiba-tiba datang Kasino menghampiri Dono dalam yang sedang sabar menunggu.

"Hai .....Dono.......udah dapet ikan?" tanya Kasino.

"Belum...........Kasino........," jawab Indro.

Kasino pun duduk di samping Dono dan mengambil beberapa buku komik. 

"Banyak komik yang kamu baca Dono.......," kata Kasino.

"Ia..........untuk menghilangkan kejenuhan dalam memancing," kata Dono.

"Oh...iya bagaimana dengan pekerjaan kamu menulis blog.....?," tanya Kasino.

"Itu...cuma.....iseng.........ya.... kalau bener dapat uang dari blog di alhamdulilahin," kata Dono.

"Saya lihat hasil tulisan kamu tidak begitu menjual," ujar Kasino.

"Itu sih....bener...sekali.....nama juga amatiran. Untuk meluangkan waktu kosong aja," kata Dono.

"Apa semua tulisan itu karya kamu?," tanya Kasino.

"Ya........engaklah.....kadang di adaptasikan dari karya orang lain. Kadang juga nama penulisnya tidak di masukan. Sengaja untuk mengetes aja apa reting penjualan  menguntung di pihak karya orang lain atau di pihak saya?," kata Dono.

"Berhasil......reting penjulan tulisan blognya...?," tanya Kasino.

"Enggak juga lah.....di komentarin baik dan buruk juga enggak. Dari pihak penulis karyanya di pakai saja lewat email.....saja enggak..........istilah kata di ambaikan...," kata Dono.

"Jadi selama ini...blog kamu tidak menghasilkan uang...........?," tanya Kasino.

"Nolllllllllllllllllllllllll................rupiah atau pun dolar. Saya sih sadar dengan kompetisi di bidang penulisan blog. Banyak tulisan orang lebih baik sampai di bukukan. Apalagi kalau ngocek di sosial media yang lain.........lebih gila...........gak pikir pake otak kalau nulis," kata Dono.

"Itu sih bener banget.......sosial media....penghubung untuk berinteraksi lebih jauh lagi tapi di persempit lewat teknologi. Tetap saja ada batasan hukum yang menaungi hak dalam memberikan infomasi yang baik. Untuk mencegah dari kontrafesi yang dapat mempengaruhi masyarakat. Pada akhirnya konflik makin banyak dan berkepanjangan," kata Kasino.

"Itu sih bener banget...........konflik di buat untuk meningkatkan reting penjualan di media apapun. Karena banyak cerita antara jujur dan bohong. Kaya sinetron tiap hari di tayangkan......... Banyak cerita yang masuk akal dan tidak masuk akal," kata Dono.

"Nama juga nyari uang................segala cara di gunakan untuk meningkat diri maupun kelompok," kata Kasino.

Asik dalam pembicaraan datenglah Indro dengan membawa sesuatu di dalam plastik kresek berwarna hitam.

"Woy...kalian berdua udah makan belum?," tanya Indro.

"Belum.......lagi nunggu dapet ikan........," jawab Dono.

"Saya juga belum jugalah," Jawab Kasino.

"Kebetulan nie....ada sedikit makan dari hasil penjulan saya......yang belum laku...lebih baik sa
ya sodakohin pada orang miskin seperti kalian," kata Indro.

"Ia...sih yang kaya.....ada kerjaan....kita berdua lagi ngangur gak ada kerjaan," kata Dono.

"Bener banget.....Indro...kaya.........ilmunya," saut Kasino.

Dono dan Kasino mengambil makan yang di suguhin Indro. Dengan segera Dono dan Kasino membuka bungkusan.

"Emmmmm...enak banget.......ikat bakar," kata Dono.

"Dono ......lebih enak ini...dari pada ikan di kali yang kamu pancing seharian," kata Kasino.

"Iya...lah.....kan udah di masak..., kalau ikan itu sih....masih diusahakan," kata Dono.

"Jangan...banyak ngomong.....kalau urusan makan...nanti keselek......ya udah saya tinggal dulu saya banyak urusan," saut Indro.

"Ia sekali lagi..terima kasih atas sodakohnya....," kata Kasino.

"Terima kasih banyak," saut Dono.

"Iya...sama-sama," jawab Indro.

Indro meninggalkan Dono dan Kasino yang sedang asik makan. Saat lagi asiknya dono menyantap makannya. Umpannya di makan ikan. Dono dengan sergap menaruh makanannya di rerumputan, lalu mengangkat pancingannya di tancap di tanah. Dengan sekuat tenaga Dono menarik tali pancingan sampai dapet ikan. Tapi tiba-tiba ikan makin berontak dengan sangat kuat. Dono mulai kewalahan.

"Kasino....tolongin.....nie..kayanya saya dapet ikan besar," kata  Dono.

"Iya....iya saya bantu," kata Kasino.

Kasino mulai menaruh makannya di rerumputan. Kasino memegang pancingan bersama Dono. Dengan sekuat tenaga berusaha menarik pancingan. Akhirnya dapet ikan yang sangat besar sekali.

"Hore...hore....saya dapet lele dumbo," kata Dono.

"Ikan lelenya besar banget. Sebesar paha Dono. Monster Ikan di daerah sini," kata Kasino.

"Saya seneng banget....yoooo....Kasino kita pulang hari juga sudang sore," kata Dono.

"Iya kita pulang......toh hasil kerja hari ini dapet ikan lele dumbo yang besar banget," kata Kasino.

"Iya Kasino tolong bantuan masukin buku-buku komik ke dalam kantong plastik," kata Dono.

"Beres...deh saya bantuin....dan juga sekalian makan saya juga belum abis di makan. Kalau di buang mubasir pemberian teman kita yang baik," kata Kasino.

"Itu....bener banget sekalian saja punya saya Kasino," kata Dono.

"Beres....," jawab Kasino.

Dono membawa ikan lelenya dengan di pangul. Kasino menyertai Dono dalam perjalan menuju pulang ke rumah. Sampai di pinggir jalan besar bertemu lagi dengan Indro dengan mengendarai motor.

"Kalian berdua...mau pulang saya anterin. Donnnnnn...ikan hasil tangkapan mu luar bias," kata Indro.

"Jelas..aja...saya sabar menunggunya," kata Dono.

"Itu sudah rezeki Dono....hari ini," saut Kasino.

Dono dan Kasino naik motor bututnya Indro. 

"Ayo jalan tukang..ojek pangkalan," kata Dono.

"Bukan tukang ojek pangkalan......Indro, tapi tukang ojek online," saut Kasino.

"Jadi kecepatan saiber lagi...," kata Dono.

"Jelaslah.......teknologi dan informasi mendukung untuk memudahkan mendapatkan pekerjaan jika berpikir positif," kata Indro.

"Ya..udah...jalan tukang ojek online...," kata Kasino.

"Beres........saya anter sampai tujuan dengan jaminan keselamatan," kata Indro.

"Sipppppppppppppp......," jawab Dono dan Kasino.

Indro mengendari motornya dengan hati-hati karena bonceng Dono dan Kasino di belakang. Terlihat mereka kaya tiga pentol korek api berjalan di jalan raya. Pingir jalan ada Ibu dan anak memandang mereka bertiga. 

"Itu...cacean.......," kata anak kecil berteriak pinggir jalan.

"Mana............mana? ," ujar Ibunya.

"Itu... yang lagi berjalan," kata anak kecil kembali.

"Iya...cabe-cabeannnnnnn...tapi udah uzur.....," saut Ibunya.

Ibu dan anak berjalan cepat menuju rumahnya dan mengabaikan Dono, Kasino dan Indro di atas satu motor. 

KEBODOHAN SESAAT

Waktu itu Awin sedang duduk di sofa depan ruang tamu. Dengan santainya Awin belajar buku tentang novel.  Hari makin panas sekali. Dilihat oleh Awin jam di dinding menunjukkan  13.00 WIB . Awin bergerak dari tempat duduknya lalu menaruh buku novelnya di meja ruang tamu. Masuk Awin ke ruang makan dan membuka lemari es. Mengambillah Awin sebotol air dingin lalu bergerak menuju ke rak mengambil piring untuk mengambil gelas.

Di atas meja makan Awin menuangkan air dingin di sebuah cangkir gelas. Dengan perlahan botol air dingin di taruh kembali ke lemari es. Diminumlah air es yang ada di dalam gelas. 

"Segernya air es ini...," kata Awin.

Kembali Awin ke ruang tamu, langsung duduk di sofa sambil membaca buku novel. Ketika hendak membaca terdengar suara di halaman depan 2 orang sedang berbincang. Awin mulai tertarik pembicaraan  tersebut. Mengupinglah Awin dengan tenang dari balik tembok. 

"Dono lebih baik kita mainan super admob aja di aplikasi kita.  Siapa tahu berhasil....meningkatkan keuangan kita,"  kata  Kasino.

"Jangan ah ...mainan tersebut. Apalagi klik iklan di jaringan nanti aplikasi saya di benet," kata Dono.

"Coba....dulu......siapa tahu bantu keuangan kita dalam permainan aplikasi?," kata tegas Kasino.

"Emmmmmm...gimana ya.........khawatir di benet sih.....," celoteh Dono berpikir panjang.

Datanglah Indro dalam perbincangan tersebut. Sedangkan Awin tetap saja menguping di balik tembok rumahnya.

"Kalian berdua......sedang membicarakan apa?," tanya Indro.

"Ini.......Kasino ..ngajak main super admob. Agar reting keungannya naik," kata Dono.

"Oh....begitu....tapi kalau di pikir sih bisa mnguntungkan jika benar main super admob," kata Indro.

"Tuuu....Indro aja ada pemikiran yang baik........," kata Kasino.

"Ok...lah saya ikut sajalah mainan aplikasi pake sistem super admob. Siapa tahu berhasil jadi jutawan," kata  Dono.

"Ayo...kita kerjakan......," saut Kasino.

"Tapi........kemungkinan di benet besarkan...kalau main iklan di satu sistem aplikasi. Kalau gak salah baca di satu situs terpercaya.......sih main klik pada ilkan rawan di teksi oleh adsens......pada akhirnya .......," kata Indro.

"Akhirnya...apa.....? tanya  Dono dan Indro.

"Di beri peringatan dulu selama 14 hari karena pelanggaran tersebut..............ya kalau selanjutnya kebijakan adsens itu sendiri yang pulihkan. Kemungkinan pelanggaran tidak sengajakan. Tapi kenapa mereka menciptakan sistem super admob...dengan sistem aplikasi lain untuk meningkatkan reting keuangan.........ini jebakan atau kah membantu?," kata Indro.

"Wah ...saya jadi bingung....nie.....gimana ya.........," kata Dono.

"Ya...coba..dulu.....siapa tahu menguntungkan?  kalau untungkan mainan kita di aplikasi tidak sia-sia. Jadi pekerjaan kita ada hasilkan," kata Kasino.

"Ya...udahlah saya coba. Dan juga cari pekerjaan juga susah...ya sudahlah coba dulu siapa tahu menguntungkan," kata Dono.

"Ya.....juga......siapa tahu?............kalau main rapih dan bersih berhasil mendapatkan keuntungan," kata Indro.

"Jadi...setujukan...semuanya?," tanya Kasino.

"Setuju.........," jawab Dono dan Indro.

Ketiga sahabat itu beranjak dari dari tempat diskusi ke rumah Dono. Sedang Awin pun kembali duduk di sofa sambil berpikir.

"Bener gak ya.......menguntungkan.........coba...lah siapa tahu?," celoteh Awin.

Awin bergegas ke kamarnya untuk mengambil leptop kesayangannya. Mulai menghidupkan leptopnya dan melakukan pekerjaan main aplikasi di meja makan. Dengan cepat Awin  mengejakan sistem yang di bicarakan ke tiga sahabat berbincang di luar. Awn terus antusias main aplikasinya berhari-hari dengan sistem admob. 

"Eh....bener....reting uangnya naik," celoteh Awin.

Awin  seneng dengan reting keuangannya.  Selang seminggu Awin mendengar kembali pembicaraan ke tiga sahabat di depan rumahnya.

"Benerkan......aplikasinya di berikan peringatan oleh adsens..karena main klik," kata Dono.

"Iya......ternyata situs yang saya baca...bener," kata Indro.

"Ya...nama juga usaha. dan juga untuk mengetahui situs yang benar zaman sekarang susah........," kata Kasino.

"Itu...benar...sekali.......karena banyak...bohongnya dari pada jujurnya....," kata Indro.

"Ia...sih....karena percepatan saiber.....mau apalagi......antara jujur dan bohong..lebih susah di dunia saiber....," kata Dono.

"Ya...udahlah...yang penting jadi pelajaran...aja...," kata  Kasino.

"Bener...jadi pelajaran aja....," saut Dono.

"Bener itu....jadi pelajaran aja.........," saut juga Indro.

Ke tiga sahabat tersebut pergi menjauh dari ke diaman Awin. Lalu Awin kembali memeriksanya di jaringan aplikasinya.

"Siallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll...............................saya di benet......................," terkejut Awin.

Semenjak itu Awin belajar dari kesalahanya. Dengan santai mulai merapihkan pekerjaannya di leptop ke sayangannya.

"Kali......ini saya main aman.....cuma ngetik dan  membuat gambar sendiri. Lebih aman dari pada ngambil dari situs lain. Hasilnya juga sama aja.....kan cuma hoby. Kalau layak di baca dan gambarnya ya menguntungkan. Walaupun hasilnya.....minim banget......Jadi saya berjanji tidak main-main lagi klik...klikkan.........lebih baik saya mainan sebentar...sesudah itu cara pekerjaan yang lebih menguntungkan. Mimpi....terlalu tinggi.....kalau bisa menggapainya............enak....bener............Kalau tidak lupakan saja........namanya mimpi di siang bolong........ kaya gak...miskin juga bisa jadikan," celotehan Awin.

Awin  menjalan kehidupan sehari-harinya dengan bertani.  Waktu senggangnya bermain aplikasi.

CAMPUR ADUK

YEH HAI JALWA

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di channel TVRI WORLD, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan ...

CAMPUR ADUK