CAMPUR ADUK

Thursday, June 21, 2018

RAMALAN

Pagi-pagi sekali Dono sudah bangun dan segera membereskan pakaiannya di masukkan dalam tas ransel. Dono  pun keluar dari kamarnya langsung ke ruang makan untuk sarapan. Dengan ligat Dono menenggak segelas susu di meja. Kasino pun keluar dari kamarnya dan melihat ulah Dono yang semaunya.

"Dono........itukan minuman saya...," teriak Kasino.

"Maaf Kasino.........saya minum abisnya....minuman ini ngangur di meja dan juga mengeledek saya.....agar segera di minum...saya," kata Dono.

"Bisa-bisa kamu Dono membela diri....," saut Kasino.

Indro pun dari dapur membawa banyak makan untuk sarapan pagi dan segera di taruh di meja makan.

"Ada apa sih pagi-pagi...ribut?" tanya Indro.

"Biasa...Dono bikin ulah lagi sabotase minuman orang.....," kata Kasino.

"Kebiasaan Dono...buruk inikan......sudah biasa...biarin..aja. Toh di lemari es banyak makan," kata Indro membela  Dono.

"Kan Kasino...biasa..jadi saya tidak bersalah...," saut Dono.

"Dono..jangan ngaut...aja...dengerin kelanjutannya..dari omongan Indro," ujar Kasino.

"Dono......yang baik...kebiasaan kamu yang kaya anak kecil..lebih baik buang jauh-jauh saja. Pekerjaan pemalas itu. Tinggal ngambil minuman di lemari es sana. Jangan mengambil hak orang lain yang belum di sodakohin....hukumnya haram tahu," kata nasehat Indro.

"Dengerin......ustad lagi...memberikan wejangan.....," ujar Kasino.

"Iya..deh..saya ..minta maaf ke dua kalinya ke pada Kasino...pemilik minuman yang enak ini. Abisnya saya laper sih," kata Dono.

"Makanya saya masak banyak....ayo kita makan!" ujar Indro.

"Makan...," saut Dono.

"Urusan makan...cepet banget Dono...kalau urusan makan malesnya bukan...main....dasar..kekanakkanakan sekali," kata Kasino.

Dono dengan cepat mengambil makan dan di taruh di satu piring. Indro pun geleng-geleng dengan ulah Dono yang terlihat seperti orang tidak makan seminggu. Kasino pun bingung dengan tingkah Dono lebih-lebih seperti anak kecil.

"Kok bisa..orang seperti Dono...ada yang menyukainya udah kaya bemo pikirannya pun seperti bocah cilik," celoteh Kasino.

"Itu..mah..Kasino....sudah rezekinya Dono. Ada yang gadis yang mau dengan Dono. Pada hal dulunya..banyak cewek yang di sukai Dono menolak. Eh..tiba-tiba..ada cewek lugu......suka sama Dono. Awal cerita Dono juga suka dengan gadis itu.........tapi karena Dono mencari kejujuran dari cewek yang menyukainya...akhirnya Dono menerima cinta cewek itu," cerita Indro.

"Bukannya yang nembak...cewek duluan.....," saut Kasino.

"Betul...sekali cewek duluan yang nembak saya. Karena kegantengan sayalah.....akhirnya saya mendapatkan pasangan hidup......Dek Wulan gadis yang baik hatinya," kata Dono dengan percaya diri sekali.

"Wulan ......saja..bagaimana dengan Zaskia...yang kamu kejar...sampai di tolak berkali-kali......cerita dong.....?" ujar Indro.

"Jalan cerita dengan Zaskia...gimana Dono?," saut Kasino dengan rasa ke ingin tahuan yang tinggi.

"Ah....urusannya ribet lah...... Kaya sinetron orang ketiga saja. Di sini mau di sana mau. Tidak punya kepastian dalam sikap saja. Padahal satu kan sudah cukup," kata Dono.

"Jadi..kamu mau..setia....nih..tidak mau noleh yang lain," saut Indro.

"Iya.....saya melupakan cinta pertama saya dan lebih baik cinta ke dua saya. Kaya sinetron aja...cinta kedua," ujar Dono.

"Jalan cerita cinta kamu seperti sinetron tahu.......," saut Kasino.

Dono menyelesaikan makan dan minumnya. Dengan segera Dono beranjak dari tempat duduknya.

"Saya..duluan..ya teman-teman saya mau tamasya......ke danau toba," kata Dono.

"Iya..sana........," saut Indro.

"Dono....lupa...sesuatu..kan," kata Kasino.

"Apa..Kasino?" tanya Dono.

"Cuci piring dan gelas setelah selesai makan. Karena di rumah ini tidak ada pembantu tahu," kata Kasino.

"Besok..aja..ya Kasino....masalahnya.......saya nanti telat wisatanya. Masalahnya tur ke danau tobanya saya dapet tiket gratis. Kan gak enak panitianya menunggu," kata Dono.

"Loe kok kita gak dia ajak Dono.........wisata?," tanya Kasino.

"Gimana ya........ masalahnya saya menang undiannya dari sabun colet cuma satu tiket. Lobi kan gak mungkin," penjelasan Dono.

"Kasino..itu sudah rezeki...Dono..Ikhlasan saja..kepergiannya..," saut Indro.

"Dalah-dalah..omongan mu itu Indro..ujungnya gak enak............kaya saya udah meninggal saja," kata Dono.

"Salah persepsi...Dono," saut Kasino.

"Oh...salah pengertian..toh," kata Dono.

"Dasar lemot.......," saut Indro.

"Kalau begitu saya pergi..dulu ya....Asalamualaikum," pamitan Dono.

"Waalaikum salam...," jawab Kasino dan Indro dengan lemah lembut.

Dono pun keluar dari rumah. Di depan gerbang Wulan sudah menunggu dengan baik. Dono pun menghampiri Wulan.

"Pagi Dek Wulan yang cantik...," sapa Dono yang manis.

"Pagi..Kak....," saut Wulan dengan kemayunya.

"Pagi-pagi...ini ada gerangan apa.....Dek Wulan menemui...Kak?," tanya Dono.

"Wulan mau bawain Kakak bekal di perjalan. Agar perut kakak kosong," kata Wulan dengan lebut sambil menyodorkan rantang makan.

"Terima kasih Dek Wulan yang cantik. Makannya pasti Kakak makan," kata Dono.

"Iya..sama-sama Kak. Oh iya...Kak. Kalau sampai sana banyak doa ya. Masalahnya perasaan Wulan gak serek deh kalau kakak naik kapal ke danau toba," kata Wulan.

"Iya....Kak Dono banyak doa. Terima kasih sudah mengingatkan," kata Dono.

"Kalau begitu Wulan permisi dulu...," ujar Wulan sambil naik motor.

"Hati-hati di jalan ya..Wulan," kata Dono sambil melambaikan tangan.

Dono pun berjalan dengan pasti menuju bis jemputan di persimpangan gang. Terlihat oleh Dono seorang pemuda seperti Roy anak indigo. Dono sedikit penasaran  ingin memastikan penglihatannya. Pemuda tersebut aneh sekali berbicara sendiri. Dono pun lebih penasaran lagi.

"Apakah pemuda ini sakit?" kata hati Dono bicara.

Dono pun menghampiri pemuda yang mirip dengan Roy anak indigo di acara Karma.

"Permisi.......apakah benar anda Roy?" sapa Dono sekaligus bertanya.

"Iya..saya Roy........ Saudara ini..bisa tahu dari mana?," tanya Roy.

"Orang terkenal...........sih di Tv....," saut Dono.

"Oh...begitu.....," ujar Roy.

"Kalau begitu saya permisi dulu......saya buru-buru..," kata Dono dengan lembut.

"Tunggu...dulu........ saya baru dapet penglihatan. Kapal yang membawa anda ke danau toba akan mengalami musibah. Malaikat kematian sudah mengelilingi kapal tersebut...... Anda jangan pergi ke sana," kata Roy.

Dono pun tercengang mengengarkan omongan Roy.

"Apa gak salah saya mendengarnya....tentang omongan kamu tadi Roy?" tanya Dono.

"Benaran..saya..melihatnya....malaikat maut sudah mengelilingi kapal yang akan di naikin saudara," kata tegas Roy.

"Kacau..urusannya...ini.....percaya gak percaya jadi bingung," kata hati Dono.

Roy makin terlihat aneh sekali. Terlihat dari raut mukanya dan keringat dingin berkucur dari tubuhnya.

"Sangat menakutkan..........setan ikut campur juga dalam pelayaran ke danau toba," kata Roy.

"Apakah..itu benar..Roy..?" tanya Dono.

"Iya..saya..melihatnya.........dengan jelas. Banyak pendosa di pelayaran tersebut. Setan senang sekali merasukin mereka untuk melakukan kehancuran di muka bumi ini," kata Roy.

"Wah...kacau..urusan ini. Kalau kata orang tua jika mau perjalan jauh ada yang memperingatkan sengaja atau tidak sengaja dalam hitungan tiga orang tandanya bener," kata hati Dono.

Dono sedikit bimbang sekali. Dengan cepat meneplon pihak pengadaan tur wisata ke danau toba. Dono pun memutuskan tidak mengikuti perjalan ke danau toba. Pihak mengadakan tur memaklumi permintaan Dono. Setelah itu Dono menutup telponnya.  

"Roy..terima kasih atas ramalannya," kata Dono.

"Iya...... Kalau begitu saya permisi dulu ada banyak urusan," kata Roy.

Roy pun meninggalkan Dono. Tiba-tiba sekilas mata Dono ada roh yang mengikuti dia.

"Astafirohulazim...........jangan-jangan roh itu lagi membimbing Roy. Karma apa yang di buat leluhurnya sampai tuh anak bisa melihat tabir ilahi," kata Dono dengan terkejut.

Dono yang sadar pergi meninggalkan tempat tersebut. Lalu memutuskan untuk main ke rumah Wulan. Sekalin nunggu waktu sholat dhuzur untuk meminta petunjuk dan menenangkan diri.

Di lain sisi Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv di rumah. Tiba-tiba ada sekilas info di salah satu chenel Tv. Dengan seksama Kasino  dan Indro memperhatikan berita tersebut. Ternyata berita tersebut memberitakan tentang kapal tenggelam di danau toba.

"Astafirohulazimmmmm...Dono.....," teriak Kasino dan Indro.

Kasino dan Indro terlihat panik sekali dengan berita tersebut. Karena rasa khawatirnya Kasino dengan segera menelpon Dono. Indro pun ikutan juga menelpon.

"Indro kok kamu..nelpon?," tanya Kasino.

"Oh..iya......saya panik saja...jadi mau menghubungi Dono," kata Indro.

"Ya...udah...saya..aja," saut Kasino.

Kasino dengan cepat menelpon Dono. Ternyata Dono pun mengangkatnya dengan cepat.
"Halo..Dono..kamu gak apa?" tanya Kasino.

"Gak..apa?" jawab Dono.

"Alhamdulilahhi robil alamin. Gimana dengan pelayaran kamu ke danau toba?" kata Kasino yang ingin tahu dengan keadaan Dono.

"Oh..saya tidak jadi ke wisata ke danau toba. Karena saya dapet nasehat dari beberapa sahabat yang baik yang mengingatkan saya. Jadi saya masih panjang umur di lindungi oleh Alloh SWT. Salah satunya Wulan orang yang mencintai saya," cerita Dono.

"Alhamdulilahhi robil alamin......Alloh SWT masih bersama kita semua. Sekarang kamu di mana Dono. Pulang cepet bikin khawatir saja," kata Kasino.

"Nanti ah..masih di rumah Wulan......," kata Dono.

"Ehhhhh....dasar.....orang lagi kasmaran. Cepatan nikah aja lebih baik dari pada pacaran......," kata Kasino.

"Iya..nanti kalau tabungan saya sudah cukup," saut Dono.

"Ya..udah..asalamualaikum," kata Kasino.

"Walaikum salam," jawab Dono.

Kasino pun menghentikan pembicaraan lewat Hpnya dan begitu dengan Dono. 

"Gimana Kasino dengan keadaan Dono....?" tanya Indro.

"Selamat..itu anak.......dari musibah di danau toba," kata Kasino.

"Alhamdulillahhi robil alamin.......," saut Indro.

Tiba-tiba suara azan di kumandangkan. Kasino dan Indro langsung mengambil wudu untuk melaksanakan  sholat azar di rumah. Sedangkan Dono dan Wulan pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat azar berjamaah.

Wednesday, June 20, 2018

KEBERSAMAAN

Kasino sedang asik duduk di sofa sambil nonton Tv acara pertandingan bola. Dono baru pulang dari main tempat Wulan dan segera duduk bersama  Kasino. Tiba-tiba terjadi serangan hebat sekali. Bola pun masuk ke dalam gawang. 

"Gollll," teriakan Kasino.

"Astafirohulazimmmmmm... antusias amat..nontonnya terbawa suasana...," saut Dono yang terkejut.

Kasino terus saja berteriak kegirangan sekali tim kebanggaan yang di sukainya berhasil menyetak gol di babak pertama. Dono terpengaruh suasana kegirangan Kasino sambil berteriak dengan penuh kegembiraan seperti para seporter di lapangan hijau yang membangkitkan semangat para pemain bola.

"Udah...dulu capek........ tahu dan juga saya laper...," kata Dono di iringi suara perut yang berbunyi.

"Dono...........cepat amat  capeknya. Kaya sudah tua aja. Yang semangat dong kaya anak muda....kaya saya...," kata Kasino.

"Ahhhh..bisa aja. Sebenarnya saya mau nemenin kamu santai nonton bola. Tapi saya capek nemenin pacar saya seharian," penjelasan Dono.

"Mau..cewek di ikutin......ya..capek sendiri...," saut Kasino.

"Capek gak ada masalah yang penting saya ...cinta mati sama Wulan," tegas Dono.

"Cinta mati....kalau mati beneran gimana?," tanya Kasino.

"Wah..itu...gak bisa omongin......pamali...... Kalau Alloh SWT  berkehendak orang saya sayangin  bersama saya...... aminin. Kalau Alloh SWT berkendak lain saya ...ikhlaskan," kata Dono sedikit murung dan menundukkan kepala.

"Entar dulu...kalau urusan masalah kematian..sih seperti pengalaman  si penulis saja," kata Kasino.

"Jangan masukin masalah si penulis.......... Dia orang setia pada satu cinta. Padahal cinta yang telah hilang karena Alloh SWT hanya mempertemukan dengan yang di cintai singkat banget," kata Dono sedikit menjelaskan.

Indro pun dateng di saat Kasino dan Dono asik bicara.  

"Woy.........heboh amat," sapa Indro.

"Indro..kamu ngagetin aja...," saut Dono.

"Iya..........bocak gak diajarkan pendidikan....jantungan tahu..," ujar Kasino.

"Gitu aja di ambil hati..... Ya udahlah jangan di bahas yang aneh-aneh...yang penting makan. Saya bawa nasi goreng tiga bungkus," kata Indro.

"Cihuyyyyyyyy......asik banget...kebetulan perut saya laper.....," kata Dono.

"Saya juga sama.....," saut Kasino.

"Ya udah ambil piring di dapur...!" perintah Indro.

"Beres bos.....," saut Dono yang antusias.

Dono segera ke dapur mengambil piring setelah dapet di berikan pada Indro. Dengan cepat Indro membagi jatah masing-masing pada sahabat karibnya.

"Kaya......bagi-bagi sembako...di kelurahan...," celoteh Kasino.

"Kan...kita orang miskin...yang butuh uluran tangan dermawan seperti Indro. Semoga Alloh SWT memudahkan segala rezekinya pada orang baik hatinya," kata Dono dengan tutur kata yang baik.

"Amin...," jawab Indro dan Kasino.

Dono tanpa pikir panjang langsung membuka bungkusan nasi goreng. Dengan lahap Dono menikmati makan malamnya. 

"Pelan-pelan Dono makannya..nanti keselek," kata Kasino.

"Iya.......," jawab Dono.

Baru di bilangin itu tiba-tiba Dono tersedak. Batuk-batuklah Dono. 

"Air.....air...," kata Dono dengan keadaan menahan sakit di tengorokannya.

Dengan cepat Indro dan Kasino memberikan minuman gelas di hadapan Dono. Disambutlah dengan ke dua tangan minuman yang di berikan padanya. Dengan cepat Dono meminum gelas sampai habis ke duanya.

"Alhamdulillahhhh..lega.....," kata Dono.

"Makanya kalau makan jangan seperti di kejar setoran saja....," nasehat Indro.

"Iya..... ," saut Kasino.

"Iya...deh..saya...yang salah. Tapi kan perut saya laper banget di tambah nasi goreng enak. Beli di mana sih Indro?" kata Dono.

"Mau tahu aja apa mau tahu baget?" saut Indro.

"Kan...itu sih sama aja Indro....," ujar Kasino.

"Iya..itu sih..sama..aja...Indro...cepetan kasih tahu...," kata Dono.

"Biasa...........saya sendiri yang masak....," kata Indro.

"Jadi...sisa jualan kamu Indro....  ngesel saya bertanya," kata Dono.

"Udah tahu Indro pedagang pandailah bersilat lidahnya....," saut Kasino.

Dono kembali menikmati nasi goreng sambil menikmati asiknya pertandingan bola. Kasino pun kembali terpengaruh suasana pertandingan bola. 

"Kasino yang menang siapa dalam pertandingan bola malam ini?" tanya Indro.

"Indonesia............2 kosong menjatuh kan Brazil..," kata Kasino nyeleneh.

"Haaaaa.. Indonesia...apa gak salah denger?" kata Indro.

"Gak salah Indro..........Itu gara-gara ada tendangan garuda...ya...otomatis menanglah...," saut Dono ikutan  nyeleneh.

"Maksudnya?" tanya Indro.

"Kalau di dunia khayalan Indonesia bisa menang melawan Brazil.....kalau kenyataan sih..........bisa gigit jari. Hidup lebih banyak hayalan aja....biar gak prustasi.....dengan realita kenyataan...... kaya sinetron kisah nyata," kata Kasino.

"Bener sekali..lebih baik khayalan dari kenyataan..pait...banget. Penulisnya juga merasakan kenyataan kalau cinta kandas di telan waktu karena orang di cintainya meninggal dunia di usia muda," saut Dono.

"Ya..udah..kalian yang menang deh.....saya ikutan.....nyeleneh kalian berdua," kata Indro.

"Gitu...dong.........yang muda ngalah sama yang tua. Kan kenyataan sih yang panjang umur kamu Indro," kata Kasino.

"Yang muda panjang........yang muda panjang........  umurnya....," saut Dono.

"Amin....," jawab Indro.

Dono, Kasino dan Indro kembali asik menonton pertandingan bola sampai larut malam.

Monday, June 18, 2018

ILMU KEBATINAN

Malam hari di pinggiran kota besar. Dono berjalan bersama Indro menuju rumah Kasino. Dono melihat sesuatu yang asing di lihat begitu juga Indro. Dengan seksama ke duanya memperhatikan orang yang berjalan menuju mereka berdua. Angin bertiup dengan sepoy di udara yang dingin. Dono tiba-tiba kelilipan. 

"Entar dulu Indro mata saya sakit ada benda masuk ke dalam mata saya.," kata Dono.

"Dono ada...ada aja kamu ini," saut Indro.

Di pinggir jalan Dono terus mengucek-ucek matanya yang sakit. Indro berusaha menolong Dono dengan meniup benda kecil yang menepel di matanya. Berkali-kali Indro meniup ke mata Dono. Hal hasil Dono sedikit mendingan dan mampu melihat kembali. Tapi ketika Dono melihat orang melewati mereka berdua jadi ketakutan sekali sampai menutup matanya. Indro melihat Dono jadi bingung.

"Kenapa kamu Dono?" tanya Indro.

"Saya lihat orang di ikutin setan....," jawab Dono sambil mejem.

Indro yang percaya omongan Dono mencoba memastikan melihat orang yang melewati mereka di pinggir jalan. Dengan seksama Indro memperhatikan orang berjalan yang hampir menjauh dari mereka berdua. 

"Dono..gak...ada..setannya...cuma manusia. Coba lihat lebih baik lagi," kata Indro.

"Beneran..ada..setan...emangnya saya bohong," saut Dono.

"Iya..saya tahu..kamu tidak berbohong, tapi coba pasti in sekali lagi. Apa kamu salah lihat karena mata mu sakit atau kah mata kebatinan kamu yang melihat dengan jelas..," saran Indro.

"Maksudnya.....?" tanya Dono.

"Apakah....cuma siwer saja....apakah benar kamu punya ilmu kebatinan?" kata Indro.

"Ilmu kebatinan sih memang ada dari keturunan nenek moyang......," kata Dono.

Dengan penuh keberanian Dono membuka matanya  mengikuti saran Indro. Dono memperhatikan orang berjalan yang hampir menjauh dari pandangan mereka berdua.

"Astaga...bener..saya melihatnya Indro," kata Dono.

"Beneran..kamu melihat setan....," saut Indro.

"Ia ...saya melihat setan yang mengikuti..... orang itu.... Wujudnya sangat menyeramkan sekali seperti gadis bergaun putih di belakangnya ada bolongnya," kata Dono.

"Maksudnya Sinderbolong...," kata Indro.

"Iya..Sinderbolong....... Dosa..apa yang di perbuat orang tersebut sampai karma buruk mengikuti dia?...," kata Indro.

"Penjahat kali..Indro...," kata Dono.

"Mungkin....., tapi jangan buruk sangka dulu. Siapa tahu tuh setan iseng mau ngerjain manusia?" kata Indro.

"Mungkin juga," saut Dono.

"Kalau begitu kita ke rumah Kasino," ajakan Indro.

"Ok....," jawab Dono.

Indro dan Dono membalikkan tubuhnya dan tidak memperhatikan orang yang di ikutin setan.  Ke duanya dengan santai berjalan santai menuju rumah Kasino. 

"Dono.....ngomong-ngomong kamu hebat bisa melihat setan sama seperti Roy si anak Indigo dalam acara Karma," kata puji Indro.

"Ah..biasa aja......tuh. Tapi saya awalnya takut memiliki bakat alami ini dapat melihat setan sampai gak tidur," kata Dono.

"Jadi sangat mengeramkan melihat setan ya. Untung saja tabir saya tertutup jadi tidak bisa melihat hal yang gaib," kata Indro.

"Kamu lebih beruntung dari saya. Kalau saya ......jika kemampuan ilmu kebatinan saya bangkit. Dengan sekuat tenaga saya harus bisa menenangkan diri agar bisa di kendalikan. Saya tidak mau jadi gila melihat hal gaib....menyeramkan sekali," kata Dono.

"Jadi....gimana kalau setannya tiba-tiba muncul di depan kamu Dono?" tanya Indro.

"Saya....berpura-pura jojong saja seperti kamu yang tabirnya tertutup," kata Dono.

"Maksudnya berpura-pura gak melihat....?" kata Indro.

"Betul....sekali....," saut Dono.

Karena asik ngobrol mereka berdua tidak terasa sudah sampai di depan rumah Kasino. Dono dan Indro langsung masuk ke dalam rumah Kasino tanpa sungkan-sungkan. Kasino pun telah menunggu temannya dari tadi untuk nonton acara pertandingan bola. Sampai-sampai Kasino menyiapkan makan kecil untuk teman-temannya. Dono dan Indro senang sekali nonton piala dunia bersama Kasino sampai larut malam.

Saturday, April 21, 2018

TEMAN LAMA

Siang hari di sebuah kafe pinggir jalan. Ilham sedang duduk asik minum kopi manis menunggu Mutiara dateng. Saat itu Joni masuk kafe melihat Ilham yang lagi santai. 

"Apa bener itu Ilham?" celoteh Joni.

Joni mulai mendekati Ilham. 

"Ilham........kan..," kata Joni.

"Ia saya Ilham...., Siapa kamu ya.......?" kata Ilham.

"Masa...gak kenal......teman SMA kamu.........Joni," katanya dengan lantang.

"Astafirohullazim ....Joni...yang badung itu...," kata Ilham.

"Iya..saya Joni yang badung. Giliran ulah saya..yang nakal inget. Giliran yang baik enggak," kata Joni.

"Maaf...deh....abisnya..yang terkenal badungnya...sih...saat SMA. Oh..saya lupa silakan duduk," kata Ilham.

"Iya..," saut Joni.

"Ngomong-ngomong udah...jadi orang hebat nie. Terlihat dari pakaiannya yang rapih," kata Ilham memuji sahabatnya.

"Ah.....kamu bisa aja Ilham. Saya cuma berusaha lebih keras lagi. Karena saya menyesal karena saat SMA nilai sekolah saya anjlok. Semenjak itu saya belajar untuk membimbing diri. Alhamdulliah .....dengan usaha keras saya benjadi pengusaha sukses," kata Joni.

"Hebat...banget.......," kata pujian Ilham.

Joni memanggil seorang pelayan kafe untuk memesan minuman. Sontak pelayan kafe langsung membawakan pesanan kebiasaan Ilham di meja tempat dia duduk.

"Loh.....cepet banget...," kata Ilham.

"Sebenarnya......Pak Joni ....adalah bos pemilik kafe ini...," kata pelayan kafe.

"Kamu ini membocorkan rahasia saya.......sana ke dalam saya ada urusan dengan teman lama. Jangan nimrung lagi.....," kata Joni sedikit becanda.

"Baik..bos....," jawab pelayan kafe.

"Jadi.......kamu ..bos kafe ini..... Baru tahu..usaha kamu.....Joni. Hebat...hebat...hebat. Anak badung bisa jadi orang sukses....," kata Ilham.

"Yang penting banyak berdo'a dan usaha...saja," kata Joni.

"Bener....bener.....bener .....Alloh SWT memberi petunjuk bagi...anak badung seperti kamu.......," kata Ilham yang santun.

"Ngomong-ngomong..........pekerjaan kamu sekarang apa...Ilham?," tanya Joni.

"Saya masih ngangur sekarang. Dulunya saya kerja, tapi di pecat. Gara-gara yang gak masuk akal," kata Ilham.

"Maksudnya.....di pecat sepihak...tanpa kejelasan apapun?," saut Joni.

"Ya..begitulah. Tapi saya tidak menyerah dan membangun usaha keluarga sama seperti kamu. Eh...malah kena musibah. Rumah makan hangus  ke bakar karena gas meledak," kata Ilham.

"Jadi...musibah..beruntun....ke kamu ya...Ilham. Yang sabar..ya...," kata Joni.

"Terima..kasih atas perhatian kamu...," kata Ilham.

"Gimana....kamu....kerja sama saya..?" saran Joni.

"Kerja...di kafe..ini.....," kata Ilham.

"Ya...gak...kerja di kafe..ini...tapi di perusahaan....lah....," kata Ilham.

"beneran.......Joni....," kata Ilham.

"Iya....beneran...siapa bilang bohongan.....," kata Joni.

"Alhamdulillah......saya dapet kerjaan......," kata Ilham.

Ilham dan Joni menyelesaikan minumnya di kafe. Lalu bergegas pergi ke kantor Joni dengan menggunakan mobil mewah. Saat Itu Mutiara baru dateng ke kafe tempat pertemuan dengan Ilham. Tapi ternyata Mutiara melihat Ilham pergi bersama sorang jentelmen muda dengan mobil mewah.

"Kak Ilham...mau pergi kemana..ya... ? Kan janjian temuan di kafe..ini..," celoteh Mutiara.

Mutiara langsung masuk ke dalam kafe di pinggir jalan. Lalu Mutiara bertanya pada pelayan di dalam kafe. Mutiara mendapatkan penjelasan yang cukup akurat dari pelayan kafe. Mutiara yang khawatir menjadi tenang perasaan hatinya. 

"Ternyata......Kak Ilham pergi dengan teman lamanya..," kata Mutiara.

"Maaf....Mbak.....ini ada sepucuk surat dari Mas yang Mbak tanyakan," kata pelayan kafe.

"Terima kasih..banyak.....," kata Mutiara.

"Iya...sama-sama," saut pelayan kafe.

Mutiara mengambil sepucuk surat dari pelayan kafe. Lalu segera Mutiara membacanya.

"Oh..Kak...Ilham meminta maaf.....karena menggagalkan pertemuan hari ini...," kata Mutiara setelah membaca sepucuk surat dari Ilham.

Mutiara keluar dari kafe dan pergi menuju ke tempat mengajarnya yang tidak jauh dari tempat kafe.

Saturday, April 14, 2018

KESUNGGUHAN HATI

Pagi yang cerah di sebuah rumah yang cukup besar. Saskia keluar dari rumah dengan membawa sebuah sapu. Dengan penuh percaya diri dan tenang Saskia mulai menyapu halaman depan. Dengan cermat mengumpulkan semua sampah  di satu tempat. Sampah telah terkumpul mulailah Saskia menggunakan serokan sampah untuk memasukkan ke dalam tong sampah.

"Selesai juga pekerjaan saya....," kata Saskia sambil mengusap keringat di keningnya.

Saskia pun bergerak masuk ke dalam rumah sambil membawa sapu. Tapi tiba-tiba tamu tidak di undang dateng dengan selonong masuk dan memanggil nama Saskia. Sontak Saskia membalikkan tubuhnya karena panggilan sebuah nama. 

"Toni......pagi-pagi bertamu," kata Saskia.

Toni membawa sebuah buket bunga dan coklat di tangannya. Dengan langkah cepat sudah di hadapan Saskia.

"Ini....untuk kamu buket bunga da coklat," kata Toni dengan percaya diri.

"Terima kasih.... atas buket bunganya dan coklat. Ngomong-ngomong pagi-pagi begini mau apa ke rumah saya?" kata ketus Saskia.

"Saya....ke sini biasa mau ngapel....mempung hari libur.................," kata Toni dengan penuh ketenangan.

"Oh..begitu....., tapi saya males meladen kamu," kata Saskia yang tegas.

Saskia langsung masuk ke dalam rumah dengan langsung menutup pintu rumah. Toni pun jadi bingung dengan ulah Saskia. Toni terlihat bodoh di teras depan sambil memanggil nama Saskia. Sedangkan Saskia segera bergerak ke kebelakang rumah untuk menaruh sapu. Sang Ibu Mira keluar dari kamar mendengar panggilan nama Saskia berulang kali.

"Jangan-jangan tamu....," kata Ibu Mira.

Ibu Mira melangkah menuju  ruang tamu. Lalu Ibu menyikap hordeng dan melihat jelas dari kaca seorang pemuda berdiri di depan teras rumah.

"Loh....itu Toni..temannya Saskia," celoteh Ibu Mira.

Saskia langsung mendatengin Ibunya. 

"Ibu..jangan bukain pintu....ya!," kata Mira.

"Kenapa...? Ini buket bunga dan coklat dari siapa?" tanya Ibunya.

"Ini semua dari dia...... ," kata Saskia.

"Oh...pacar....kamu.....," kata Ibunya.

"Bukan..pacar..cuma temen...," kata Saskia.

"Gimana dengan mas Doni......?" tanya Ibunya.

Saskia langsung duduk di sofa.

"Itulah..masalahnya......?" kata Saskia.

Sang Ibu Mira langsung duduk bersama Saskia.

"Aduh....aduh....anak Ibu yang cantik...lagi di perebutkan dua orang cowok.....nie ceritanya...," kata Ibunya.

"Ya..begitulah...," kata Saskia sambil makan coklat.

"Jadi....mana yang kamu tetapkan jadi pasangan kamu?" tanya Ibunya.

"Saya..juga...bingung.....," jawab Saskia.

"Di tes aja.........," saran Ibu.

"Ide..yang bagus tuh...Ibu.......untuk menunjukkan kesunguhan hati.....mereka berdua," kata Saskia.

Lalu Saskia membisik idenya ke telinga Ibunya. Dengan seksama Ibu Mira menangkap Ide dari Saskia. 

"Bagus juga ide kamu Saskia....," kata Ibunya.

Saskia langsung beranjak dari duduknya segera melihat Toni dari balik jendela kaca. Toni pun melangkah keluar dari rumah Saskia dengan kepala menunduk.

"Lagi-lagi.....saya di acuhkan Saskia....pujaan hati....," gerutu Toni.

Saskia pun kembali duduk bersama Ibunya.

"Toni..udah pulang......," kata Saskia.

"Kamu....keterlaluan mempermainkan hati cowok...... Udah jauh-jauh dateng bukan di suguhin minum. Eh.....malah di tinggal masuk. Udah itu hadiahnya....di makan. Sebenarnya suka atau engak sama Toni?" kata Ibu Mira.

"Sebenarnya....bukan gak suka. Cuma males ngurusin cowok yang kerjaan ngintilin saya. Hanya untuk kepastian dari saya," kata Saskia.

"Jadi ..itu masalahnya?" kata Ibunya.

Saskia pun masuk ke dalam kamarnya dengan membawa buket bunga. Ibu Mira dengan santai di ruang tamu sambil membaca majalah. Waktu begitu cepat sekali berputar perdetiknya. Saskia mulai menjalankan rencananya bersama Ibunya. Pertama Ibu Mira memberi kabar lewat telpon dengan keadaan Saskia yang terkena musibah. Toni dan Doni pun dateng ke rumah Saskia dengan menunjukkan simpatiknya.

Ibu Mira menyambutnya di ruang tamu dengan menceritakan kronologis sebenarnya. Doni dan Toni pun murung. Pada hal dari awal mereka berdua berselisih dan hampir jotos-jotosaan di depan rumah Saskia. Saat yang di tunggu telah tiba. Saskia keluar dengan kerucung menutupin wajahnya dan duduk bersama Ibunya.

"Sekarang....kalian bisa lihat sendirikan keadaan Saskia yang tertimpa musibah," kata Ibu Mira.

"Iya.....Ibu..," kata Doni.

"Iya..saya juga," saut Toni.

"Sekarang kalian berdua masih mau dengan saya. Dengan kecacatan seumur hidup yang akan saya derita. Dan juga akan membuat kalian malu seumur hidup kalian," kata Saskia.

"Maksudnya.....Saskia.....?"  kata Doni dan Toni bersamaan.

Saskia membuka kerudungnya yang menutupin wajahnya yang rusak parah. 

"Astafirohhulazim......," jawab Doni dan Toni.

"Bagaimana kalian masih mau dengan anak saya yang wajahnya sudah rusak karena musibah di serang orang yang tidak bertangung jawab?," kata Ibu Mira.

"Maaf....Ibu Mira...saya...tidak mau meneruskan hubungan dengan anak Ibu......," kata Doni yang tegas.

Sontak Saskia menangis di pelukan Ibunya karena omongan Doni. Ibu Mira mencoba untuk menenangkan Saskia. 

"Kalau begitu saya permisi dulu..," kata Doni.

"Iya..saya ...persilakan...," saut Ibunya.

Toni hanya diam dan membisu ketika melihat keadaan Saskia. 

"Saya....juga.....permisi pulang Ibu Mira dan Saskia," kata Toni.

"Iya...," jawab Ibu Mira dan Saskia.

Toni keluar dari rumah Saskia dengan menundukkan kepala. Sedangkan Doni dengan sikap jengkel dengan keadaan Saskia. Sedangkan Saskia dan Ibunya melihat ulah Toni dan Doni dari balik jendela kaca. Lalu segera mereka duduk bersama di ruang tamu.

"Gimana......Ibu...  Ekting...Saskia meyakinkan...," katanya.

"Iya..kamu berbakat jadi Artis.....seperti Saskia Gotik," kata Ibu Mira.

"Tapi...Ibu..Saskia Gotikkan penyayi dangdut... Sedangkan Saskia penyayi orkes keliling," kata Saskia.

"yang penting...... sama-sama penyayi dangdutnya. Sedangkan rezeki sudah ada yang ngatur. Yang penting banyak berusaha agar impian jadi kenyataan," nasehat Ibunya.

"Sip....deh...nasehat Ibu tersayang...," kata Saskia memeluk Ibunya tercinta.

"Jadi.....bener......ke dua cowok yang menyukai kamu....hanya melihat paras kecantikan kamu....bukan hati kamu," kata Ibu Mira.

"Ya...jelas...saja Ibu. Kebanyakan cowok..itu playboy.......pinter ganti-ganti pasangan. Doni sebenarnya...cowok yang gak setia, karena sudah punya gebetan yang lain nama Ningsih. Saya dapet infonya dari Juleha temannya Ningsih. Sedangkan Toni.....yang ngejer-ngejer Saskia dari jaman SMA sampai sekarang," kata Saskia.

"Jadi..yang sungguh.....Toni.......dalam pengejaran cinta," kata Ibu Mira.

"Ya..begitulah....., Tapi kenyataan terbuktikan sekarang. Cowok yang mengejar Saskia hanya menilai kecantikan Saskia saja," kata Saskia.

"Bener..kamu Saskia untuk mengetes ke dua cowok yang hanya menilai kecantikan wanita dari pasanya saja," kata Ibu Mira.

"Kalau begitu Saskia mau ke belakang dulu....menghapus semua mikap di wajah," katanya.

"Ya..udah..anak Ibu yang pinter dan cantik dari dalam dirinya," kata Ibunya menyanjung.

Saskia segera membersihkan diri di kamar mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai membersihkan diri Saskia melihat Ibunya sedang berbincang dengan Toni di ruang ramu. Saskia jadi salah tingkah. Lalu dengan cepat Saskia mengambil kerudung di kamarnya untuk menutupin parasnya yang cantik. Saskia langsung bergerak menuju ruang tamu untuk menyambut tamu. Saskia langsung duduk di samping Ibunya.

"Saskia......saya ke sini......mau menegaskan bahwa saya suka dengan kamu dari dulu sampai sekarang. Walau keadaan mu seperti apapun?. Saya bener-bener menerima kekurangan dan kelebihan kamu dengan lapang dada. Karena dasarnya saya cinta segala bentuk yang di ciptakan Alloh SWT. Alloh SWT menyertai saya dengan menunjukkan kebenaran pada saya. Alloh SWT menciptakan semua makluknya dengan kesempurnaan dan tidak kekurangan apa pun. Maka Setelah pulang dari rumah kamu saya Sholat Istiharoh untuk meningkatkan keyakinan saya bahwa saya benar cinta kamu dasarnya AlLoh SWT. Maha benar Alloh SWT dengan segala firmannya. Jadi Saya siap menerima keadaan kamu," kataToni yang bijaksana.

Saskia pun terkejut sekali dengan omongan Toni yang meyakinkan. Ibu Mira hampir meneteskan air mata terharu karena kepolosan dan kewibawaan seorang pemuda yang ahli ibadah. Saskia pun membuka kerudung yang menutup wajahnya yang cantik.

"Masa Alloh..........terkejut Toni melihat paras Saskia yang cantik.

Saskia pun menjelaskan semuanya di hadapan Toni dengan sebenarnya dengan ke saksian Ibu Mira. Akhirnya Toni pun di terima cintanya sama Saskia karen kesungguhan hatinya. Selang gak begitu lama Saskia dan Toni melangsungkan pernikahan dan tidak lupa mengundang Doni  rivalnya dalam merebut hati Saskia.  

CAMPUR ADUK

SANGDIL SANAM

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus film horor di channel ANTV, ya Budi duduk dengan santai di depan rumahnya seda...

CAMPUR ADUK