CAMPUR ADUK

Saturday, December 2, 2023

DAMSEL

Budi duduk santai di depan rumah sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Nyanyi saja. Dan main gitar!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik dan bernyanyi dengan baik gitu. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"… Bersinar kau bagai cahayaYang selalu beriku peneranganSelembut sutra, kasihmu 'kanS'lalu kurasa dalam suka dan duka
… Kaulah ibuku, cinta kasihkuTerima kasihku takkan pernah terhentiKau bagai matahari yang s'lalu bersinarSinari hidupku dengan kehangatanmu
… Bagaikan embun, kausejukkanHati ini dengan kasih sayangmuBetapa kau sangat berartiDan bagiku, kau takkan pernah terganti
… Kaulah ibuku, cinta kasihkuTerima kasihku takkan pernah terhentiKau bagai matahari yang s'lalu bersinarSinari hidupku dengan kehangatanmu
… Kaulah ibuku, cinta kasihkuPengorbananmu sungguh sangat berarti
… Kaulah ibuku, cinta kasihkuTerima kasihku takkan pernah terhentiKau bagai matahari yang s'lalu bersinarSinari hidupku dengan kehangatanmu
… Kaulah ibuku, cinta kasihkuTerima kasihku takkan pernah terhentiKau bagai matahari yang s'lalu bersinarSinari hidupku dengan kehangatanmu
… Sinari hidupku dengan kehangatanmu"

***

Budi selesai menyanyi, ya berhenti main gitar dan gitar di taruh di samping kursi gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi gitu. 

"Emmm," kata Eko. 

"Eko," kata Budi. 

"Apa?" kata Eko. 

"Aku ingin bercerita!" kata Budi. 

"Budi ingin bercerita toh!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Silakan Budi bercerita!" kata Eko. 

"Aku bercerita pake wayang," kata Budi. 

"Wayang," kata Eko. 

"Iya wayang buatan aku dari kardus," kata Budi. 

"Wayang buatan Budi dari kardus, ya nilai kreatifitasnya Budi," kata Eko. 

Budi mengambil wayang di bawah meja, ya tepatnya di dalam kotak kardus gitu. Wayang di mainkan dengan baik sama Budi dan bercerita dengan baik gitu. 

Isi cerita yang di ceritakan Budi pake wayang :

Raja pertama Aurea memimpin serangan sia-sia terhadap seekor naga yang berada di wilayahnya. Semua anak buah raja dibunuh, meninggalkan raja di bawah belas kasihan Naga. Berabad-abad kemudian, Elodie, putri remaja Lord Bayford, menerima lamaran dari Ratu Isabelle dari Aurea untuk menikahi putranya, Pangeran Henry. Atas desakan ayahnya, Elodie menyetujui pernikahan tersebut agar maharnya dapat membantu orang-orang miskin. Setibanya di Aurea, Elodie dan Henry awalnya tidak tertarik satu sama lain, namun mulai terikat karena mereka memiliki keinginan yang sama untuk bepergian. Ibu tiri Elodie, Lady Bayford, menjadi curiga terhadap motif Ratu Isabelle, menyebabkan dia dengan sia-sia memohon kepada Elodie untuk mengakhiri pertunangannya.

Setelah pernikahan, Elodie dan Henry mengambil bagian dalam ritual kuno di pegunungan, yang konon untuk merayakan persatuan mereka. Isabelle menggambarkan perjanjian antara raja pertama dan Naga, di mana dia harus mengorbankan ketiga putrinya untuk memastikan perdamaian antara rakyatnya dan naga. Setelah upacara di mana telapak tangan mereka dipotong dan disatukan, Henry membawa Elodie melintasi jalan sempit melewati sarang Naga, lalu atas perintah Isabelle melemparkannya ke jurang.

Sembuh dari kejatuhan, Elodie menyadari bahwa dialah pengorbanan sebenarnya. Dia melarikan diri dari Naga setelah kakinya terbakar, dan menemukan sebuah gua terang yang dipenuhi cacing sutra bercahaya, yang dia kumpulkan sebagai sumber cahaya. Elodie mencapai ruangan dengan catatan "Aman Di Sini Dia Tidak Dapat Menjangkau", nama-nama korban masa lalu, dan peta yang diukir di dinding. Dalam tidur Elodie, cacing menyembuhkan luka bakar di kakinya.

Elodie mengikuti peta sampai ke jalan buntu di jurang vertikal tinggi di lereng gunung. Dia menemukan sisa-sisa tukik naga yang mati, menjelaskan alasan pengorbanan kerajaan. Rombongan penyelamat yang dipimpin oleh Lord Bayford tiba. Naga membunuh mereka, termasuk Lord Bayford, tetapi gangguan tersebut memungkinkan Elodie melarikan diri dari gunung. Dia mengambil salah satu kuda regu penyelamat dan bersembunyi di bawah batu saat Naga membakar daerah sekitarnya dalam pengejaran yang gagal.

Elodie membuat pengalihan untuk mencapai Floria. Menyuruh adiknya untuk bersembunyi, dia menghadapkan Naga dan mencoba meyakinkannya bahwa mereka ditipu oleh para Aurean: dengan menggabungkan tangan mereka yang terpotong di pesta pernikahan, darah pengantin wanita dan bangsawan Aurean bercampur, membuat Naga memikirkan para putri. sebagai keturunan Aurean. Menolak untuk mempercayai Elodie, Naga menyatakan bahwa serangan raja pertama tidak beralasan, dan kemudian menyerangnya, tapi Elodie menipunya hingga membakar dirinya sendiri. Dengan belas kasihan Naga, dia meyakinkan Naga tentang kebenaran dan menyembuhkan keduanya dengan cacing bercahaya.

Elodie kemudian menyela pernikahan pengorbanan lain di istana, mengungkap pengkhianatan keluarga kerajaan Aurean. Elodie menyarankan pengantin baru dan keluarganya untuk melarikan diri, dan Naga membakar istana dengan semua bangsawan dan bangsawan Aurean di dalamnya. Beberapa hari kemudian, Elodie, Floria, dan Lady Bayford berlayar pulang, membawa perbekalan dan ditemani oleh Naga.

***

Budi pun selesai bercerita pake wayang.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi menaruh wayang yang terbuat dari kardus, ya di taruh di bawah meja tepatnya di taruh di dalam kotak gitu. 

"Budi bagus main wayangnya," kata Eko.

"Terima kasih...Eko....pujiannya," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Dunia ini, ya ada yang lebih baik dari aku, ya bercerita pake wayang gitu. Yang lebih baik itu, ya dalang ini dan itu gitu," kata Budi.

"Aku paham omongan Budi," kata Eko.

"Emmm," kata Budi. 

"Wayang salah satu budaya di negeri ini, ya harus di lestarikan dengan baik, ya masih berkaitan dengan ekonomi," kata Eko. 

"Ekonomi," kata Budi.

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Main permainan ular tangga Budi!" kata Eko. 

"Oke. Main permainan ular tangga!" kata Budi. 

Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan ular tanga di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu.

"Hidup ini tetap pilihan manusia yang menjalankan hidup ini," kata Budi.

"Yaaa realitanya begitu," kata Eko.

"A dan B," kata Budi.

"Apa maksudnya A dan B?" kata Eko.

"Keadaan yang penuh dengan kompetisi kepintaraan, ya jadi persaingan untuk mendapatkan kerjaan dari lulusan SMA dan lulusan Universitas. Jadinya. A, ya tetap tinggal di kota ini, ya tetap berusaha dengan kerjaan apa adanya demi hidup. B, ya meninggalkan kota ini, ya ke kota lain karena industrinya berkembang dengan baik dengan tujuan untuk mendapatkan kerjaan yang baik dan perubahaan hidup pun terjadi dengan baik," kata Budi.

"Demi masa depan, ya ada perubahan hidup ini. Milih jalan B dari pada A. Berdasarkan cerita orang-orang yang meninggalkan kota ini, ya memilih jalan B dengan baik," kata Eko.

"Keputusan manusia yang menjalankan hidup ini. Pilih B  dari pada A, ya demi masa depan," kata Budi.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA, ya kan Budi?" kata Eko. 

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko.  

"Emmm," kata Budi. 

Budi dan Eko asik main permainan ular tangga gitu. 

"A dan B," kata Eko. 

"Apa maksudnya Eko. A dan B?" kata Budi. 

"A, ya cewek zaman sekarang, ya suka dengan cowok yang kerja keras demi masa depan baik. B, ya cewek zaman sekarang, ya tidak suka dengan cowok tidak ada gunanya," kata Eko.

"Cewek memilih cowok toh. Pilih A dari pada B. Berdasarkan cerita orang-orang," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko tetap asik main permainan ular tangga gitu. 

Friday, December 1, 2023

LEAP!

Malam yang tenang dan keadaan lingkungan baik gitu. Ya Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Pada tahun 1880-an, Felicie yang berusia sebelas tahun, seorang gadis yatim piatu miskin yang bercita-cita menjadi seorang balerina, tetapi tidak memiliki pelatihan formal, melarikan diri dari panti asuhannya di pedesaan Brittany dengan sahabatnya, Victor, ya seorang penemu muda. Bersama-sama mereka pergi ke Paris, tetapi mereka segera berpisah, dan Victor menjadi office boy di bengkel Gustave Eiffel. Félicie menemukan jalannya ke Paris Opera, di mana penjaga menangkapnya tanpa izin. Dia diselamatkan oleh pembersih misterius dengan pincang, Odette, yang setuju untuk membiarkan Félicie tinggal bersamanya sampai dia berdiri. Odette bekerja untuk Opera dan untuk Régine Le Haut yang kejam dan angkuh, pemilik restoran kaya. Saat membantu Odette bersih-bersih, Félicie memata-matai putri Regine, Camille, berlatih balet. Camille melihat Félicie, menghinanya, dan melempar kotak musik berharga Félicie ke luar jendela, memecahkannya. Saat Félicie membawanya ke Victor untuk diperbaiki, dia mencegat tukang pos yang membawa surat dari Opera yang menerima Camille ke sekolah terkenal di Paris Opera Ballet sebagian karena koneksi ibunya. Dalam kemarahannya, Félicie menyembunyikan surat itu dan memutuskan untuk mengambil identitas Camille untuk masuk ke sekolah dan mengejar mimpinya.

Odette setuju untuk membimbing Félicie, yang kemudian mengetahui bahwa Odette adalah mantan balerina prima. Félicie merasa pelatihannya sangat sulit, tetapi dengan surat penerimaan Camille, dia berhasil menggantikannya di sekolah balet. Mérante, koreografer sekolah yang tepat, mengumumkan bahwa salah satu gadis dari kelas akan dipilih untuk menari peran Clara di The Nutcracker. Dia menolak penari terburuk di kelas setiap hari. Félicie meningkat setiap hari dan nyaris menghindari eliminasi, tetapi beberapa hari sebelum eliminasi terakhir, kebohongannya terungkap. Mérante memutuskan untuk menerima Camille ke dalam kelas, sementara juga membiarkan Félicie tinggal; meskipun pelanggaran Félicie serius, Mérante secara tidak sengaja melihat dia menari dengan penuh semangat di bar yang dia dan Victor kunjungi. Malam sebelum eliminasi terakhir, Félicie mengabaikan pelatihan untuk berkencan dengan Rudi, seorang anak laki-laki tampan dari sekolah, yang mengecewakan Odette. Victor melihat Félicie bersama Rudi dan menjadi cemburu; dia dan Félicie berdebat. Keesokan harinya, Félicie terlambat mengikuti audisi dan tidak dapat tampil dengan baik, sehingga bagian dari Clara pergi ke Camille.

Regine mengirim Félicie kembali ke panti asuhannya, di mana dia kehilangan semangatnya. Dia memiliki mimpi tentang menjadi bayi dalam pelukan mendiang ibunya, seorang balerina, yang memberinya kotak musik. Dia memutuskan untuk kembali ke Paris untuk membantu Odette dan meminta maaf kepada Victor. Saat membersihkan panggung, Félicie bertemu Camille, dan mereka terlibat dalam pertarungan tari yang disaksikan oleh semua siswa, Odette dan Mérante. Félicie melakukan grand jete di atas tangga, sementara Camille tidak bisa. Mérante mendekati kedua gadis itu dan bertanya kepada mereka mengapa mereka menari, yang diakui Camille bahwa dia menari hanya karena ibunya menyuruhnya, sementara Félicie berbicara dengan penuh semangat tentang tarian sebagai warisan dan hasratnya. Camille mengakui bahwa Félicie harus menari peran Clara.

Di dekat bengkel Eiffel, tempat Patung Liberty sedang dibangun, Félicie mengundang Victor ke pertunjukan. Régine yang sangat gila tiba dan mengejar Félicie hingga ke mahkota patung, tetapi Victor menyelamatkannya dengan bantuan dari Camille dan menjebak Régine di perancah. Tiba di Opera tepat pada waktunya, Félicie mengenakan sepatu pointe khusus Odette. Félicie mencium pipi Victor, dan dia tampil di The Nutcracker bersama balerina utama. 

***

Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Dunia ini. Luas banget, ya kan Eko?" kata Budi. 

"Memang dunia ini....luas banget dan banyak manusia," kata Eko. 

"Berarti hidup ini, ya tetap sama. Hidup ini, ya pilihan manusia yang menjalankan hidup ini," kata Budi. 

"Memang hidup pilihan manusia yang menjalankan hidup ini," kata Eko. 

"A dan B," kata Budi. 

"Apa maksudnya A dan B?" kata Eko. 

"A, ya suka. Dan B, ya tidak suka. Yaaa masih berkaitan dengan acara Tv yang ini dan itu," kata Budi. 

"Ooo A dan B berkaitan dengan acara Tv, ya penilaian penonton toh," kata Eko. 

"Penilaian," kata Budi. 

"Kemungkinan....kritik ini dan itu," kata Eko. 

"Ya kemungkinan....kritik dan itu. Nama juga penilaian penonton. A dan B," kata Budi. 

"Bagi yang belajar ilmu pendidikan Universitas. Kritik tujuannya membangun untuk lebih baik," kata Eko. 

"Bagi yang belajar pendidikan Universitas, ya tahu tentang tujuan kritik. Bagi yang tidak tahu, ya sudahlah tidak ada masalah," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA, ya kan Eko?" kata Eko. 

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi. 

"Main permainan ular tangga saja!" kata Eko.

"Ya oke main permainan ular tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu.

"A dan B," kata Eko.

"Apa maksudnya A dan B, ya Eko?" kata Budi.

"A, ya suka. Dan B, ya tidak suka. Berkaitan dengan gaya kepemimpinan, ya pemimpin yang sering muncul di Tv gitu," kata Eko.

"Penilaian penonton," kata Budi.

"Iya penilaian saja!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko dan Budi tetap asik main permainan ular tangga. 

CAMPUR ADUK

THE HURRICANE

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Keadaan sekitar lingkungan rumah Budi...baik sih. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bag...

CAMPUR ADUK