CAMPUR ADUK

Saturday, September 4, 2021

RUMPIIN DATA YANG ADA DI MEDIA

Kasino selesai merawat tanaman di potnya di halaman belakang. Kasino duduk santai, ya setelah mencuci tangan pake sabun dan air mengalir.

"Keadaan yang tenang," kata Kasino.

Kasino menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan di minum lah teh.

"Emmmm enaknya teh ini," kata Kasino.

Kasino menaruh cangkir teh di meja dan mengambil keripik singkong di plastik, ya di meja dan segera di makan keripik singkong sama Kasino. Ya Kasino menikmati makan singkong dengan baik. Indro selesai urusan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya dengan membawa gitar. Indro langsung ke halaman belakang. Sampai halaman belakang, ya Indro duduk dengan baik sambil menggenjreng gitarnya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

Kasino mengambil cangkir berisi teh, ya di minumlah teh

"Apa tanggapan mu tentang orang yang membenci produk asing demi menaikan produk lokal. Tujuannya daya beli pada produk lokal naik dan menolong perekonomian di dalam negeri karena banyak terdampak karena alasannya pandemi covid-19?" kata Indro.

Kasino menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Yang ngomong itu berpikir dua kali apa enggak ya. Membenci produk asing?" kata Kasino.

"Kalau itu mana aku tahu. Kan aku dapetin dari jaringan media ini dan itu," kata Indro.

"Membenci produk asing kan fatal akibatnya. Karena ada orang yang menikah sama orang asing, ya bule dan punya anak lagi," kata Kasino.

"Iya juga ya. Ada orang yang menikah sama orang asing, ya bule dan punya anak lagi. Sama aja orang itu mencintai produk asing. Yang ngomong di media ini berpikir dua kali apa enggak ya?" kata Indro.

"Belum lagi investor, ya orang asing yang menamkan modalnya ke negeri ini. Jadinya bisa saja orang asing sakit hati, ya mencabut penaman modalnya," kata Kasino.

"Bisa juga sih jadi sakit hati dan menarik modalnya pada jenis usaha yang ada di negeri ini. Ya lebih baik menamkan modalnya di negerinya sendiri atau di negeri tidak membenci produk asing," kata Indro.

"Gimana dengan target pariwisata, ya orang asing yang dateng di negeri ini kalau produk asing di benci. Lebih baik tidak datenglah ke negeri ini hanya sekedar melihat keindahan negeri ini dan juga lebih baik menikmati keindahan negeri sendiri atau negeri lain yang tidak membenci produk asing," kata Kasino.

"Jadinya merambah kemana-mana karena benci produk asing. Kacau kacau," kata Indro.

"Produk asing juga di contoh dan di jual di negeri ini dengan nilai produk lokal. Itu pun menggerakkan ekonomi di dalam negeri jadi lebih baik. Jadi yang ngomong benci produk asing ini kaya orang aneh," kata Kasino.

"Mau gimana lagi. Omongan benci produk asing itu ada di jaringan media ini dan itu," kata Indro.

"Sudahlah tidak perlu di bahas panjang lebar!" kata Kasino.

"Iya. Aku tidak akan membahas lagi. Lebih baik main gitar dan menyanyikan lagu yang aku sukai dengan judul Widodari," kata Indro.

"Widodari," kata Kasino.

Kasino dan Indro menyanyi dengan baik, ya diiringi dengan main gitarnya Indro lah.

Lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro dengan judul 'Widodari' :

Tembangan sepele ku Tondo seneng marangmu
Karna ku terpuruk sendiri dalam hampa
Dan kau datang merubah cerita
Aku nemu widodari
Motomu kebak pelangi
Hadirmu dalam hidupku beriku warna
Dari kisah masa lalu yang pernah terluka
Ku pernah terjatuh
Ku pernah ditinggalkan
Pupus cerita tinggallah impian
Maha sempurna Tuhan
Kirimkan kau untukku kekasih yang tulus
Dan kisah kelam ku kini hilang terhapus
Sayang gondelono atiku
Yen takdire gandeng yo bakale gandeng
Tuhan terima kasih hadirkan penjaga hatiku
Yang selalu setia menemaniku
Ku pernah terjatuh
Ku pernah ditinggalkan
Pupus cerita tinggallah impian
Maha sempurna Tuhan
Kirimkan kau untukku kekasih yang tulus
Dan kisah kelam ku kini hilang terhapus
Sayang gondelono atiku
Yen takdire gandeng yo bakale gandeng
Tuhan terima kasih hadirkan penjaga hatiku
Yang selalu setia menemaniku
Sayang gondelono atiku
Yen takdire gandeng yo bakale gandeng
Tuhan terima kasih hadirkan penjaga hatiku
Yang selalu setia menemaniku

***

Kasino dan Indro berhenti bernyanyi dan Indro berhenti main gitarnya lah.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Pendidikan di jalankan dengan online dan tatap muka sama saja menggerakkan sektor ekonomi kan, ya kan Kasino?!" kata Indro.

"Kalau di pikirkan dengan baik. Semua pergerakan bidang pendidikan dengan bentuk apa pun, ya menggerakkan sektor ekomoni dengan baiklah," kata Kasino.

"Berarti sesuai dengan rencana," kata Indro.

"Iya ilah. Sesuai dengan rencana. Manusia yang hidup di muka bumi ini kan menggerakkan ekonomi dengan bidang apa pun. Tujuannya kelangsungan hidup di muka bumi ini," kata Kasino.

"Nyanyi lagi dan main gitar lagi ah!" kata Indro.

"Lagu apa yang di nyanyikan?!" kata Kasino.

"Lagu Los Dol!" kata Indro.

"Ooooo lagu Los Dol," kata Kasino.

Kasino dan Indro menyanyikan lagu dengan baik dengan diiringi main gitarnya Indrolah.

Lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro yang berjudul 'Los Dos' :

Los Dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane yen entek tak tukokne
Tenan, dek, elingo, yen mantan nakokno-
Kabarmu, tandane iku ora rindu
Nanging kangen keringet bareng awakmu
Tak gawe los dol, blas aku ra rewel
Nyanding sliramu sing angel disetel
Tutuk-tutukno chattingan karo wong liyo
Rapopo, aku ra gelo
Kok tutup-tutupi? Nomere mbok ganti
Firasat ati angel diapusi
Senajan mbok ganti tukang las
Bakul sayur lan tukang gas
Titeni, bakale ngerti (oh-ah-oh-eh)
Los Dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane yen entek tak tukokne
Tenan, dek, elingo, yen mantan nakokno-
Kabarmu, tandane iku ora rindu
Nanging kangen keringet bareng awakmu
Kok tutup-tutupi? Nomere mbok ganti
Firasat ati angel diapusi
Senajan mbok ganti tukang las
Bakul sayur lan tukang gas
Titeni, bakale ngerti (oh-ah-oh-eh)
Los Dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane yen entek tak tukokne
Tenan, dek, elingo, yen mantan nakokno-
Kabarmu, tandane iku ora rindu
Los Dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane yen entek tak tukokne
Tenan, dek, elingo, yen mantan nakokno-
Kabarmu, tandane iku ora rindu
Nanging kangen keringet bareng awakmu
Nanging kangen keringet bareng awakmu
Los Dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane yen entek tak tukokne
Tenan, dek, elingo, yen mantan nakokno-
Kabarmu, tandane iku ora rindu
Nanging kangen keringet bareng awakmu

***

Kasino dan Indro selesai menyanyikan lagu, ya Indro berhenti main gitarnya lah.

"Lagu yang kita nyanyikan memang benar bagus dan juga populer kan Kasino?!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Pinter yang buat lagu dan yang menyanyikan lagu yang baru kita nyanyikan sampai populer di masyarakat," kata pujian Indro.

"Memang pinter yang buat lagu dan juga yang menyanyikan lagu yang baru kita nyanyikan sampai populer di masyarakat," kata Kasino menegaskan omongannya Indro.

"Oooo iya Kasino. Kalau urusan politik gimana?!" kata Indro.

"Waduh urusan politik aku malas membahasnya. Aku bukan bidangnya. Lebih baik Indro nonton saja di Tv tentang politik. Nanti ada yang menjelaskan politik sama halnya dengan Dosen Universitas Ternama menjelaskan tentang politik sesuai dengan pendidikanlah!" kata Kasino.

"Ya sudahlah lah kalau begitu. Nanti aku nonton Tv-nya urusan politik. Urusan nyanyi dan main gitar udahan Kasino. Lebih baik main catur!" kata Indro.

"Main catur. Ok!!!" kata Kasino.

Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di ataslah papan catur. Indro menaruh gitar di samping tempat duduk. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget.

PEMIKIRAN EXTRIM

Indro duduk di halama belakang, ya sedang main gitar dan bernyanyi.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dengan judul 'Kehidupan' :

Ku kejar prestasi itu
Seribu langkah ku pacu
(Cepat lari) Ya, aku lari
(Cepat lari)
Tunggu ku tarik nafasku
Ku basuh dulu wajah ini
(Ayo lari) Hei, hei tunggu dulu
(Ayo lari)
Tak dapatkah sejenak
Hentikan ambisimu
Lihatlah peluhku
Tengoklah hatiku
1001 problema
Menyesak di dalam dada
(Apa itu?) Susu anakku
(Apa-pa itu?)
Tak kau hiraukan mereka
Walau mereka walau, walau, walau
(Walau apa?) Walaupun lapar
(Walau apa?)
Tak dapatkah sejenak
Hentikan ambisimu
Lihatlah peluhku
Tengoklah hatiku
Masih aku bertahan
Walau ku paksakan
Sampai batas waktu
Keadilan datang
Oo-oh
Pikirkan
Renungkan
Pikirkan
Bilakah mereka semua
Kau pikirkan
Tak kau hiraukan mereka
Walau mereka walau, walau, walau
(Walau apa?) Walaupun lapar
(Walau apa?)
Tak dapatkah sejenak
Hentikan ambisimu
Lihatlah peluhku
Tengoklah hatiku
Masih aku bertahan
Walau ku paksakan
Sampai batas waktu
Keadilan datang
Oo-oh- hu-wo
Pikirkan
Renungkan
Pikirkan
Renungkan
Pikirkan
Renungkan
Pikirkan
Pikirkan
Ooh
Renungkan (Renungkan)
Pikirkan (Pikirkan)
Renungkan (Ooh)
Pikirkan (Ooh)
Bilakah mereka semua
Kau pikirkan

***

Indro selesai main gitar dan bernyanyi. Kasino duduk dengan baik.

"Lagu yang bagus yang baru di nyanyikan Indro," kata Kasino.

"Memang yang membuat lagu dan mempopulerkan lagu, ya orang-orang yang pintar di bidangnya," kata Indro memuji.

"Aku pinjem gitarnya Indro. Aku ingin main dan juga bernyanyi!" kata Kasino.

Indro memberikan gitar pada Kasino sambil berkata "Nieee."

Kasino mengambil gitar dari tangan Indro dan mulai di genjreng gitar sama Kasino. Indro inget sesuatu dan  berkata "Kasino."

"Apa?" kata Indro.

"Aku telah bicara dengan Dono lewat vidio call. Tentang yang kemarin kita obrolin sih," kata Indro.

"Yang mana yang kita obrolin. Kan banyak yang kita obrolin?!" kata Kasino.

"Dono yang di angkat jadi Nabi sama Roh, ya di anggap ajaran tersesat, menyimpang dan juga penistaan agama karena kan tidak ada Nabi lagi. Kan Nabi terakhir Nabi Muhammad," kata Indro.

"Oooo masalah itu. Pasti kenanya keranah hukum berdasarkan Undang Undang yang telah di tetapkan dan di jalankan," kata Kasino.

"Dono langsung menggunakan Pemikiran Extrim-nya jika sampai dirinya masuk penjara karena persoalan seperti itu. Dono keluar dari ajaran Islam," kata Indro.

"Benar-benar Pemikiran Extrim. Keluar dari ajaran Islam. Jadi langsung menundukkan para Ulama," kata Kasino.

"Skak Mat!" kata Indro.

"Dalam permain catur, ya Skak Mat. Keputusan Dono yang menjalankan agama yang di yakininya," kata Kasino.

"Dono pun tidak akan masuk agama mana pun karena Dono telah mempelajari 6 agama yang berkembang di Indonesia. Bisa di bilang kecewa banget," kata Indro.

"Wau benar-benar Pemikiran Extrim," kata Kasino.

"Ya Dono tidak akan pernah menulis dan menyebarkan ilmunya pada siapa pun. Jadi rahasia ilmu awal dan akhir yang terkubur selama-lamanya," kata Indro.

"Jadi Dono. Menghilangkan data orang terpilih yang dapat menunjukkan kebenaran pada agama yang di yakini," kata Kasino.

"Mau gimana lagi. Dono telah memutuskan dengan Pemikiran Extrim," kata Indro.

"Ya sudahlah. Lebih baik aku nyanyi dan main gitar ah!' kata Kasino.

"Iya!" kata Indro.

Indro dan Kasino bernyanyi bersama dengan diiringi main gitar yang main Kasino lah.

Lirik yang di nyanyikan Indro dan Kasino yang berjudul 'Rumah Kita' :

Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan, tanpa lukisan
Beratap jerami beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini milik kita sendiri
Hanya alang-alang pagar rumah kita
Tanpa anyelir, tanpa melati
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman
Namun semua itu punya kita
Memang semua itu milik kita sendiri
Haruskah kita beranjak ke kota
Yang penuh dengan tanya?
Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita
Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita
Rumah kita
Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita
Rumah kita

***

Kasino dan Indro selesai menyanyi, ya Kasino selesai main gitarnya lah.

"Main catur saja Kasino!" kata Indro.

"Ok main catur!" kata Kasino.

Kasino menaruh gitar di samping tempat duduk. Indro mengambil papan catur di bawah meja dan papan catur di taruh meja. Indro dan Kasino main catur dengan baik banget.

Friday, September 3, 2021

CEWEK HAMIL

Kasino duduk di ruang tamu, ya sambil minum kopi, makan gorengan dan nonton Youtobe di Hp. Indro selesai urusan kerjaanya, ya keluar dari kamarnya.

"Buat kopi ah!" kata Indro.

Indro ke dapur untuk membuat kopi. Singkat saja. Kopi telah jadi. Indro meminum kopinya.

"Enak kopi ini," kata Indro.

Indro membawa gelas yang berisi kopi ke ruang tamu. Sampai di ruang mau, ya gelas berisi kopi di taruh di meja dan Indro duduk. Ada gorengan di piring di meja, ya segera di ambil gorengan sama Indro di makan dengan baik.

"Enak bakwan goreng ini," kata Indro.

Indro menikmati makan gorengan dan setelah itu mengambil gelas berisi kopi, ya di minum dengan baik. 

"Enak kopi," kata Indro.

Indro menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?!" kata Kasino menghentikan nonton Youtobe di Hp-nya.

"Tentang cewek Kasino," kata Indro.

"Cewek lagi. Kaya tidak ada obrolan lagi," kata Kasino.

"Aku ingin tanggapan Kasino. Tentang cewek yang hamil. Ya kehamilannya di sembunyikan dengan baik dan menikah," kata Indro.

"Cewek itu telah menikah. Awalnya hamil. Ya sudah urusan selesai," kata Kasino.

"Tanggapannya begitu amat Kasino?!" kata Indro.

"Cewek kan ada yang susah didik. Maka jatuh pada pergaulan. Hamil duluan. Minta tanggung jawab sama yang menghamili. Ya di nikahi dengan baik. Kadang cowoknya mengelak menghamili tuh cewek. Jadinya cewek yang hamil mendekati cowok yang polos untuk menikahinya," kata Kasino.

"Memang sih Kasino. Cewek ada yang susah didik. Cowok malah banyak yang susah di didik, ya berbuat ulah dari mencuri sampai menghamili anak orang dan juga ada yang main sama pelacur," kata Indro.

"Semuanya karena pergaulan yang bebas tanpa aturan," kata Kasino.

"Jauh dari agama kan Kasino," kata Indro.

"Agama. Atau sebenarnya alasan saja untuk menutupi kedok orang berbaut maksiat ini dan itu," kata Kasino.

"Iya juga ya. Banyak orang yang pacaran dan bertemu sembunyi-sembunyi untuk urusan pacaran pada akhirnya berbuat ini dan itu," kata Indro.

"Orang tua kan tahu. Mana cowok baik dan betanggung jawab. Cewek kan banyak yang lugu dan polos, ya jatuh pada cowok berengsek. Sampai-sampai tuh cewek berani membela cowok berengsek demi cinta yang membutakan segalanya tanpa ada logika dalam pikiran tuh cewek," kata Kasino.

"Kalau sudah hamil. Frustasi tuh cewek. Jalan buruk di jalanin atau jalan baik yang di jalanin. Maka bisa di bilang cewek itu pelacur," kata Indro.

"Hidup kan pilihan. Mau jalan baik silakan. Mau jalan buruk juga silakan," kata Kasino.

"Ada hukum di buat untuk menanggulangi masalah tentang ini dan itu. Ya sudahlah. Hidup ini pilihan. Mau jalan baik silakan. Mau jalan buruk juga silakan. Karena agama bisa saja di gunakan untuk kedok menyembunyikan kemaksiatan," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Kita ini pacaran kan Kasino?!" kata Indro.

"Iya pacaran," kata Kasino,

"Apa kita ini kena dosa juga juga?!" kata Indro.

"Dosa sih. Hubungan dengan lawan jenis tanpa status yang resmi, ya pacaran itu. Harusnya menikah statusnya," kata Kasino.

"Dosa. Dosa. Dosa," kata Indro.

"Kan memang ceritanya di buat begitu kaya orang pacaran. Aku punya pasangan, ya Selfi. Sedangkan Indro pasangannya Saskia," kata Kasino.

"Memang keputusannya di buat ceritanya aku dan Kasino menjalankan pacaran," kata Indro.

"Kalau urusan menikah, ya gampang di atur dengan baik. Di buat seperti ini saja. Aku telah menikah dengan Selfi. Ya aku tetap di rumah ini bersama Indro. Sedangkan Selfi di rumahnya bersama orang tuanya," kata Kasino.

"Pisah ranjang dong Kasino?!" kata Indro.

"Memang pisah ranjang. Bukan maksudnya cerai," kata Kasino.

"Ya aku paham Kasino. Cuma tinggal di rumah masing-masing. Omongan orang yang begini dan begitu tidak lah penting. Yang jalankan hidupkan Kasino dan Selfi. Aku juga pun bisa menjalankan seperti Kasino lah. Aku menikah dengan Saskia. Aku tetap tinggal di rumah ini dan Saskia, ya tinggal bersama orang tuanya," kata Indro.

"Jadi kita ini cowok yang baik dan bertanggungjawabkan, ya Indro?!" kata Kasino.

"Ya iyalah kita cowok yang baik dan bertanggung jawab dan tetap memberikan nafkah pada cewek yang kita nikahi, ya walau tidur di rumah masing-masing di sebut pisah ranjang. Beda dengan cowok yang jatuh pada pergaulan sampai menghamili cewek di luar nikah," kata Indro.

"Sudah ah membahas tentang cewek yang hamil duluan baru di nikahi sama cowoknya. Aku nonton Youtobe lagi!" kata Kasino.

"Iya Kasino. Aku main game saja di Hp ku!" kata Indro.

Indro main game di Hp-nya. Kasino nonton Youtobe dengan baik.

UANG ADALAH DEWA

Malam yang tenang dan gelap bertabur bintang di langit. Kasino dan Indro duduk di halaman belakang, ya sambil minum kopi dan makan keripik singkong yang enak banget.

"Kasino. Gak ada Dono kurang meriah ya?!" kata Indro.

Indro mengambil keripik singkong di plastik, ya di makan dengan baik.

"Iya lah. Biasa bertiga jadinya cuma berdua," kata Kasino.

Kasino mengambil keripik singkong di plastik, ya di makan dengan baik.

"Dono di Batam. Kadang aku ingin bertanya langsung tentang banyak hal sama Dono," kata Indro.

"Kan bisa vidio call. Sama aja bisa bertanya langsung dengan Dono," kata Kasino.

"Ya rasanya beda sih. Enakan ngobrol asik kaya kita ginilah.....Kasino," kata Indro.

Indro mengambil gelas berisi kopi di meja dan di minum dengan baik.

"Keputusan Dono di Batam. Sedangkan kita di Jakarta," kata Kasino.

Kasino mengambil gelas berisi kopi di meja dan di minum dengan baik. Indro menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Kalau negeri ini tidak di bangun dalam bentuk pemerintahan. Gimana ceritanya ya Kasino?!" kata Indro.

Kasino menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Waduh. Urusan pemerintahan. Malas bahasnya. Aku bukan bidangnya," kata Kasino.

"Kan gitu Kasino. Kalau ada Dono. Pasti di pertanyaan ku di jawab dengan baik sama Dono tentang pemerintahan," kata Indro.

"Saran ku sih Indro. Nonton saja di Tv tentang urusan pemerintahan. Pasti ada yang menjelaskan dengan baik urusan pemerintahan dengan baik," kata Kasino.

"Memang sih di Tv banyak orang pemerintahan menjelaskan ini dan itu tentang pemerintahan ini dan itu. Masalahnya pertanyaannya kalau negeri ini tidak di bangun dalam bentuk pemerintahan, ya gimana?!" kata Indro.

"Ya Indro kalau negeri ini tidak di bangun dengan bentuk pemerintahan, ya keterbelakangan semuanya ya miskin lah," kata Kasino.

"Miskin ini dan itu. Maka itu negeri ini di bangun dengan baik dalam bentuk pemerintahan," kata Indro.

"Segala hal butuh proses sampai pencapaian di sebut Good Government," kata Kasino.

Kasino mengambil keripik singkong di plastik, ya di makan dengan baik.

"Good Governmant. Apa sistem kerja pemerintahan era Presiden Joko Widodo sudah sampai pada Good Governmant?!" kata Indro.

Indro mengambil keripik singkong di plastik, ya di makan dengan baik.

"Rakyat kecil seperti aku sih. Aku anggap sih Good Governmant. Ya beda dengan penilaian orang lain dengan sudut penilaian ini dan itu, ya berdasarkan data yang valid gitu," kata Kasino.

"Penilaian Kasino, ya baik sih. Nama juga rakyat kecil. Beda dengan orang-orang artis yang ngomong seenak udelnya berkata ini dan itu dengan urusaan uang ini dan itu sampai urusan agama ini dan itu, ya berkaitan dengan seni ini dan itu.... menyindir pemerintahan berdasarkan cerita masa lalu yang banyak kontrafersinya dan sampai sekarang mungkin masih ada," kata Indro.

"Reting berita ini dan itu. Uang segalanya," kata Kasino.

"Uang adalah Dewa di ajaran agama lain," kata Indro.

"Maka itu banyak urat malunya hilang demi...uang," kata Kasino.

"Sudah ah Kasino ngobrolnya main game saja!" kata Indro.

"Ok. Aku main game saja!" kata Kasino.

Kasino main game di Hp-nya dengan baik. Indro main game dengan baik di Hp-nya.

Thursday, September 2, 2021

SENGAJA TIDAK SENGAJA MEMINTA MAAF PADA TUHAN

Indro duduk di halaman belakang bersama Kasino. Indro memainkan gitarnya dan juga bernyanyi. Kasino, ya ikut bernyanyi.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dan Kasino dengan julul 'Ratu Hatiku' :

Rontok jantungku saat aku melihatmu
Ramah sikapmu membuat aku melayang
Resah jiwaku bila aku tak bertemu
Rintihan kalbu, ingin ku memilikimu
Rembulan malam, sampaikan
Sampaikan kepadanya
Rahasia hatinya membuat aku penasaran
Rasa cintaku semakin dalam
Rindu ini pun menggebu-gebu
Bila hati ini t'lah kubuka
Ratunya dirimu, oh-oh
Ratu hatiku
Rontok jantungku saat aku melihatmu
Ramah sikapmu membuat aku melayang
Resah jiwaku bila aku tak bertemu
Rintihan kalbu, ingin ku memilikimu
Rembulan malam, sampaikan
Sampaikan kepadanya
Rahasia hatinya membuat aku penasaran
Rasa cintaku semakin dalam
Rindu ini pun menggebu-gebu
Bila hati ini t'lah kubuka
Ratunya dirimu, oh-oh
Rasa cintaku semakin dalam
Rindu ini pun menggebu-gebu
Bila hati ini t'lah kubuka
Ratunya dirimu
Rasa cintaku semakin dalam
Rindu ini pun menggebu-gebu
Bila hati ini t'lah kubuka
Ratunya dirimu, uh
Rasa cintaku semakin dalam
Rindu ini pun menggebu-gebu
Bila hati ini t'lah kubuka
Ratunya dirimu, oh-oh
Ratu hatiku

***

Indro berhenti main gitar dan bernyanyi. Kasino, ya berhenti bernyanyi lah.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?!" kata Kasino.

"Kalau ngomongin orang dosa kan....Kasino?!" kata Indro.

"Ngomongin orang, ya dosa sih. Kan bisa saja yang di omongin menjelekkan orang yang di omongkan jadinya fitnah," kata Kasino.

"Kalau di omongin bentuk pujian...gimana Kasino?!" kata Kasino.

"Pujian alakadarnya sih tidak masalah. Kalau pujiannya hiperbola. Contohnya : orang itu pinter main sepak bola. Ketika di uji coba ternyata orang itu, ya biasa-biasa saja main sepak bolanya. Secara halus menjatuhkan orang itu lewat pujian.. Dosa jadinya," kata Kasino.

"Oooooo aku inget. Tentang pujian yang di lakukan artis pada peserta lomba menyanyi dengan pujian ratu cengkok. Ketika waktunya tiba di uji. Peserta lomba menyanyi itu gagal menunjukkan kemampuan itu. Berarti pujian itu menjatuhkan peserta lomba menyanyi secara halus," kata Indro.

"Nama juga manusia. Berjalan di muka bumi ini berusaha hati-hati tetap saja jatuh pada jurang kesalahan," kata Kasino.

"Banyak orang ngomongin tentang Nabi yang ini dan itu. Begitu juga ngomongin Dewa dan Tuhan ini dan itu. Gimana Kasino...dosa apa enggak?!" kata Indro.

"Kalau ngomongin Nabi kan tujuannya Nabi itu menjadi contoh yang baik agar manusia berjalan di muka bumi di jalan kebaikkan seperti Nabi yang selalu tata beribadah pada Tuhan yang di sembah Nabi. Kalau ada tidak suka dengan Nabi, ya dari zaman awal ajaran di bentuk sampai sekarang sih. Sedangkan Dewa dan Tuhan, ya kan tujuannya menunjukkan kebenaran Tuhan yang di sembah manusia pada ajaran yang di ajarkan dan jalankan manusia di jalan kebaikan. Memang ada Dewa dan Tuhan, ya seperti cerita mitologi tentang Dewa yang menghancurkan ini dan itu. Pada akhirnya itu semua dianggap sekedar cerita dan obrolan saja kan. Maka itu ada lebih baik dari proses obrolan dari pada kena dosa, ya lebih baik diam dari pada bicara....ngomongin ini dan itu," kata Kasino menjelaskan.

"Repot jadinya," kata Indro.

"Orang sadar sih. Tetap meminta maaf pada Tuhan dari kesalahan di sengaja dan tidak sengaja dengan cara ibadah dengan cara keyakinan ajaran agama yang di jalankan masing-masing," kata Kasino.

"Gimana dengan Dono yang pernah membuat cerita tentang dirinya di angkat jadi Nabi sama Roh dan itu semua karena Dono mempelajari ilmu yang dapat menunjukkan kebenaran tentang ajaran awal dan akhir dari perjalanan manusia di muka bumi ini. Yang di khawatirkan, ya Dono itu menyimpang dan sesat dari ajaran dan juga penistaan agama karena Undang-Undangnya di tetapkan dan di jalankan dengan baik?!" kata Indro.

"Sebenarnya kan sudah di bilang. Sekedar bercerita saja. Urusan selesai dan juga telah meminta maaf. Ya urusan telah selesai semuanya. Tapi kalau naik lagi ceritanya, ya repot juga untuk menjelaskannya," kata Kasino.

"Kan repot juga," kata Indro.

"Kalau dengan cara seperti permainan ini. Aku adalan Nabi. Nama yang di berikan orang tua atau aku sendiri yang mengganti nama menjadi Nabi. Urusan jadi selesai. Dalam proses permainan ini," kata Kasino.

"Kalau di pikir dengan baik. Permainan Kasino, ya urusan selesai sih," kata Kasino.

"Dono di panggil para Ulama untuk memberikan keterangan tentang cerita yang di buat, ya pastinya Dono mengalihkan dengan urusan yang paling banyak dampaknya di masyarakat. Contoh : Mana yang benar dari NU dan Muhammadiyah, ya beserta Organisasi agama lainnya. Semua organisasi agama bicara Allah SWT Maha Benar dengan segala firmannya. Yang di tanya apa jawabnya apa? Padahal setiap organisasi agama menunjukkan kebenaran dari para pemimpin yang membentuk organisasi agama yang memecah belah kan mereka semua demi keputusan mereka membangun organisasi agama," kata Indro.

"Dono kan sudah bilang. Semua urusan organisasi agama, ya tidak jauh dari urusan Sosial dan Ekonomi," kata Kasino.

"Menjalankan hidup terjadi benturan karena ulah orang tua yang membangun ini dan itu," kata Indro.

"Maka itu. Pemerintah untuk menanggulangi semuanya dengan baik, ya agar tidak jadi konflik di satu agama beda organisasi agama. Maupun antar agama," kata Kasino.

"Jadi obrolan kita ini dosa apa tidak?!" kata Indro.

"Nama juga manusia. Di sengaja atau tidak segaja, ya lebih baik.....kita meminta maaf sama Tuhan dengan ajaran yang kita yakini dan di jalanin dengan baik," kata Kasino.

"Tuhan Maha Melihat dan Maha Mendengar," kata Indro.

"Emmmmmm," kata Kasino.

"Kalau begitu nyanyi lagi Kasino!" kata Indro.

"Ok. Lagu apa yang di nyanyikan?!" kata Kasino.

"Setia Untuk Selamanya," kata Indro.

"Ok," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya bernyanyi dengan baik dengan iringan gitar di mainkan Indro dengan baik lah.

Lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro dengan judul 'Setia Untuk Selamanya' :

Saat bintang bertahta
Dan rembulan tersenyum manja
Di saat malam itu, kau dan aku
Kita berbagi cerita
Bersenandung tawa dan canda
Mengucap janji setia, janji cinta
Hatimu dan hatiku
Telah menjadi satu
Bersatu dalam cinta
Semoga selamanya
Tak bosan-bosan aku memandangmu
Tak puas-puas aku merindumu
Begitu cantik sempurna dirimu
Begitu baiknya hatimu cintaku
Kita berbagi cerita
Bersenandung tawa dan canda
Mengucap janji setia, janji cinta
Hatimu dan hatiku
Telah menjadi satu
Bersatu dalam cinta
Semoga selamanya
Tak bosan-bosan aku memandangmu
Tak puas-puas aku merindumu
Begitu cantik sempurna dirimu
Begitu baiknya hatimu cintaku
Tak bosan-bosan aku memandangmu
Tak puas-puas aku merindumu
Begitu cantik sempurna dirimu
Begitu baiknya hatimu cintaku

***

Kasino dan Indro selesai menyanyikan lagu, ya Indro selesai main gitar.

"Kasino. Kita ini menyanyikan lagu sama aja mempopulerkan lagu kan?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Kita ini mempopulerkan lagu dan sekedar senang senang menyanyikan lagu yang populer dan juga kita kan menghormati dan menghargai yang membuat lagu dan yang menyanyikan lagu sampai populer," kata Kasino.

"Kalau begitu udahan ah nyanyi dan main gitar. Main catur saja Kasino!" kata Indro.

"Ok main catur!" kata Kasino.

Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja. Indro telah menaruh gitarnya di samping kursi. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget. 

DUA SIFAT

Malam bertabur bintang di langit. Kasino di halaman belakang sedang minum teh dan juga makan keripik singkong.

"Teh yang aku minum enak," kata Kasino.

Kasino menaruh cangkir berisi teh di meja dengan baik.

"Main gitar dan bernyanyi ah!" kata Kasino.

Kasino mengambil gitar di samping tempat duduknya dan segera di mainkan gitar dan bernyanyi.

Lirik lagu yang di nyanyikan Kasino yang berjudul 'Mati Lampu' :

Ah-ha
Ah-ha
Mati lampu, aduh gelapnya
Gelap-gelapan jadinya seperti siluman
Tiga minggu sudah berlalu
Disaat aku berdua waktu mati lampu
Hingga kenangannya sampai kini masih terasa
Malu tapi mau diriku disaat malam itu
Mati lampu, aduh gelapnya
Gelap-gelapan jadinya seperti siluman
Malam ini wajahmu terbayang
Kembali menerangi resahnya hatiku
Aku rindu ingin di sampingmu
Merasakan teduhnya kasih dan sayangmu
Aku takut mati lampu, mati pula cintamu
Aku takut mati lampu, mati pula cintamu
Mati lampu, aduh gelapnya
Gelap-gelapan jadinya seperti siluman
Tiga minggu telah berlalu
Disaat aku berdua waktu mati lampu
Hingga kenangannya sampai kini masih terasa
Malu tapi mau diriku disaat malam itu
Mati lampu, aduh gelapnya
Gelap-gelapan jadinya seperti siluman
Malam ini wajahmu terbayang
Kembali menerangi resahnya hatiku
Aku rindu ingin di sampingmu
Merasakan teduhnya kasih dan sayangmu
Aku takut mati lampu, mati pula cintamu
Aku takut mati lampu, mati pula cintamu
Mati lampu, aduh gelapnya
Gelap-gelapan jadinya seperti siluman

***

Kasino selesai main gitar dan menyanyikan lagu. Gitar di taruh di samping kursi sama Kasino. Cangkir di meja berisi teh, ya di ambil Kasino dan di minumnya dengan baik. 

"Memang rasa teh enak," kata Kasino.

Kasino menaruh cangkir berisi teh di meja dan segera mengambil keripik singkong di meja dan di makan dengan baik keripik singkong. 

"Main game aja!" kata Kasino.

Kasino main game di Hp-nya dengan baik. Indro selesai urusan dengan Saskia, ya vidio call lah. Indro ke beranjak dari duduknya dari ruang tamu ke halaman belakang. Sampai di halaman belakang, ya Indro mengambil gitar di samping Kasino dan segera duduk dengan baik.

"Nyanyi lagu apa ya?!" kata Indro berpikir dengan baik.

Indro akhirnya memutuskan sebuah lagu yang di sukainya. Gitar di genjreng sama Indro. Kasino berhenti main game di Hp-nya.

"Indro ingin bernyanyi dan main gitar," kata Kasino.

Indro main gitar dan bernyanyi dengan baik. Kasino, ya bernyanyi juga sih.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dan Kasino dengan judul 'Seperti Mati Lampu' :

Janganlah kau tanyakan besarnya cintaku
Ku persembahkan untukmu, hanya kepadamu
Oh dan janganlah kau ragukan luasnya cintaku
Yang putih tulus untukmu, hanya kepadamu
Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya
Tak sedalam cinta yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Tingginya langit tak setinggi kasih yang ku punya
Tak setinggi kasih yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Janganlah, kau tanyakan besarnya cintaku
Ku persembahkan untukmu, hanya kepadamu
Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya
Tak sedalam cinta yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang, bagai malam tiada berlalu
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang, bagai malam tiada berlalu
(Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
(Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu)
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang, bagai malam tiada berlalu
Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu
Cintaku tanpamu ya sayang, bagai malam tiada berlalu

***

Indro berhenti bermain gitar dan bernyanyi. Kasino, ya berhenti bernyanyilah.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Benci seorang cewek apa tanda dari cinta, ya Kasino?!" kata Indro.

"Benci tanda cinta. Benci...lama-lama jadinya dendam," kata Kasino.

"Kok jadinya dendam.Ya Kasino?!" kata Indro.

"Contohnya : aku benci sama Indro. Masa jadi cinta. Jijik banget. Cinta sama Indro. Laki sama laki. Jadinya sih lebih baik. Benci jadinya dendam. Aku dan Indro, ya rival dalam pertarungan," kata Kasino.

"Kasino. Itukan kalau cowok. Ini masalahnya yang aku tanyain urusannya cewek. Gimana Kasino?!" kata Indro.

"Ok....ok. Bencinya cewek, ya terkadang bukan cinta, tapi dendam. Karena di dalam diri cewek ada dua sifat. Antara baik dan buruk. Bisa di bilang sih sifat baik, ya malaikat. Sifat buruk, ya setan," kata Kasino.

"Jadi tergantung dominan mana yang muncul pada sifatnya cewek," kata Indro.

"Kalau orang tuanya mendidik baik anak ceweknya menjadi cewek sholeha, ya muncullah sifat malaikat. Kalau orang tua tidak bisa mendidik anak ceweknya, ya muncul deh sifat cewek yang buruk banget di sebut setan," kata Kasino.

"Banyak cerita tentang cewek yang karakternya jahat di sebut antagonis. Yang baik di sebut protagonis," kata Indro.

"Dalam memilih cewek untuk di jadikan kekasih, ya pilih dengan baik berdasarkan latar belakangnya dengan baik," kata Kasino.

"Omongan orang tua banyak benernya tentang milih cewek untuk di jadikan kekasih. Bibit, Bebet dan Bobotnya," kata Indro.

"Orang tua lebih dulu menjalankan dari kita. Ya lebih tahu banyak tentang perjalanan hidup ini dengan baik dari kita," kata Kasino.

"Cewek juga harus pinter juga memilih cowok yang di jadikan kekasih. Ya sifat cowok kan dua sifat juga, ya kan Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Cowok juga ada dua sifat juga. Baik dan buruk. Malaikat dan juga Setan," kata Kasino.

"Kalau urusan tentang demokrasi. Gimana Kasino?!" kata Indro.

"Tidak perlu di bahas. Cukup nonton di Tv saja. Banyak ahli di bidang yang tahu tentang demokrasi yang menjelaskan seperti Dosen di Universitas ternama!" kata Kasino.

"Ok tidak perlu di bahas. Main catur saja Kasino!" kata Indro.

"Ayok main catur!" kata Kasino.

Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan di taruhlah papan catur di atas meja. Indro telah menaruh gitar di samping kursi. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget.

Wednesday, September 1, 2021

BERSANDIWARA

Indro di halaman belakang sedang main gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Kasino selesai kerjaanya, ya ke luar dari kamarnya.

"Ke halaman belakang ah!" kata Kasino.

Kasino kehalaman belakang karena ada Indro yang terdengar sedang menyanyi dan main gitar.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro yang berjudul 'Panggung Sandiwara' :

Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya mudah berubah
Kisah Mahabrata
Atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?
Mengapa kita bersandiwara?

***

Indro selesai menyanyikan lagu dan main gitarnya. Kasino duduk dengan baik di halaman belakang.

"Lagu yang bagus yang Indro nyanyikan," kata Kasino.

"Lagunya memang bagus. Pinter yang buat lagunya dan yang mempopulerkan lagu, ya jadinya lagu sepanjang masa," kata pujian Indro.

"Memang hidup ini kadang bersandiwara," kata Kasino.

"Laaaa. Memang hidup kita bersandiwara. Kita kan cuma tokoh dalam cerita Blog Campur Aduk yang buat penulis. Jadi kita memerankan jadi apa pun berdasarkan keputusan penulis yang membuat cerita di Blog-nya," kata Indro menjelaskan.

"Ya....ya....ya," kata Kasino.

"Kasino. Cewek lugu dan polos itu. Berharap jadian bersama dengan cowok yang di sukai, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Apa lagi cewek itu jomlo," kata Kasino.

"Cewek sebegitu rapuhnya," kata Indro.

"Kadang cewek bisa menjalankan hidup seperti ini. Cewek itu sudah jadian sama cowok, ya sebenarnya bukan cowok yang di sukainya. Ya cewek menerima dengan baik cowok yang bersamanya dan berusaha melupakan cowok yang ia sukai itu. Hidup cewek itu bahagia sih walau awalnya terpaksa bersama cowok yang bersamanya," kata Kasino.

"Harapan tidak sesuai dengan kenyaataan," kata Indro.

"Maka itu. Cewek paling bahagia adalah cewek yang bersama dengan cowok yang di sukainya. Rahasia hati cewek hanya cewek itu yang tahu dan juga Tuhan," kata Kasino.

"Kalau di bicarakan kan cewek biasa-biasa saja. Bagaimana dengan cewek yang kerjaannya menjadi artis, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya. Mungkin ada kesamaan dengan sih dengan cewek yang biasa-biasa yang kita obrolin," kata Kasino.

"Mungkin toh!" kata Indro.

"Hidup jadi artis itu sudah enaklah. Terkenal di sukai banyak orang. Banyak orang yang ingin jadi artis, tapi kadang di pikirkan dua kali karena keadaan, ya menjadi orang biasa saja," kata Kasino.

"Iya jadi artis itu terkenal di sukai banyak orang. Tapi ada artis yang di omongin Netizen ini dan itu di jaringan sosial medianya. Jadi obrolan di media ini dan itu. Heboh!!!!" kata Indro.

"Hal biasa itu mah di omongin Netizen. Kalau Dono sih malah suka di omongin Netizen itu karena datanya di kumpulkan dengan baik dan menganalisa pola pikir manusia. Bahan telah di kumpulkan dengan baik, ya di buatlah cerita ini dan itu," kata Kasino.

"Dono mah. Baik di ambil jadi bahan cerita di Blog-nya, ya apalagi buruk di ambil juga jadi bahan di Blog-nya dengan baik. Di sesuaikan dengan keadaan saja!" kata Indro.

"Nama juga Dono!" kata Kasino.

"Oooo iya Kasino. Gimana dengan kisah cinta Dono, ya setelah putus dari Rara dan jadian dengan Ratna?!" kata Indro.

"Dono tetap menjalankan hubungannya dengan baik sama Ratna. Walau jarak hubungannya jauh sih. Ratna di Jakarta dan Dono di Batam sih!" kata Kasino.

"Hubungan jarak jauh. Bisa saja Ratna berpaling dari Dono, ya mendapatkan cowok yang lebih baik dari Dono. Sedangkan Dono, ya biasanya diam saja karena mengkhawatirkan dirinya saja dari pada orang lain," kata Indro.

"Kalau Ratna berpaling dari Dono, ya biarkan saja. Dono memang seperti biasanya menjaga dirinya agar umurnya tetap panjang," kata Kasino.

"Kasino. Main catur yuk!" kata Indro.

"Ayok!!!" kata Kasino.

Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh papan catur di atas meja. Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget. Sedangkan Dono, ya sedang bahagia bermain dengan ponakannya Sabila yang masih balita.

BERNYANYI RIANG GEMBIRA

Malam gelap bertabur bintang di langit. Ya Kasino duduk di halaman belakang sambil menikmati minum teh dan makan keripik singkong yang enak.

"Malam yang indah," kata Kasino.

Kasino mengambil gelas berisi teh di meja, ya di minum dengan baik. Indro selesai urusan kerjaanya, ya keluar dari kamarnya sambil membawa gitarnya. Indro ke halaman belakang karena ada Kasino. Indro duduk dengan baik di halaman belakang. Kasino menarug gelas berisi teh di meja.

"Mau main gitar dan bernyanyi Indro?!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

"Lagu apa yang ingin Indro nyanyikan?!" kata Kasino.

"Lagu paling populer sepanjang masa," kata Indro.

"Ooooo lagu populer toh!" kata Kasino.

"Aku mulai!" kata Indro sambil menggenjreng gitarnya.

Indro main gitarnya dengan baik sambil menyanyikan lagu dengan baik pula. Kasino ikut menyanyilah.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dan Kasino dengan judul lagu 'Sayang' :

Sayang, opo kowe krungu jerite atiku?
Mengharap engkau kembali
Sayang, nganti memutih rambutku
Ra bakal luntur tresnoku
Wes tak cobo nglalekke jenengmu soko atiku
Sak tenane ra ngapusi isih tresno sliramu
Pepuja neng ati nanging kowe ora ngerti
Kowe sing tak wanti-wanti malah jebul saiki
Kowe mblenjani janji
Jare sehidup semati nanging opo bukti
Kowe medot tresnoku demi wedokan liyo
Yowes ora popo Insya Allah aku iso, lilo
Meh sambat kalih sinten
Yen sampun mekaten
Merana uripku
Aku welasno, kangmas
Aku mesakno, aku
Aku nangis
Nganti metu eluh getih putih
Sayang, opo kowe krungu jerite atiku?
Mengharap engkau kembali
Sayang, nganti memutih rambutku
Ra bakal luntur tresnoku
Hari demi hari uwis tak lewati
Yen pancen dalane kudu kuwat ati
Ibarate sego uwis dadi bubur
Nanging tresno iki ora bakal luntur
Sak tenane aku iki pancen tresno awakmu
Ora ono liane sing iso dadi penggantimu
Wes kanggo awakmu seng cocok neng atiku
Nganti atiku njerit atimu ra bakal krungu
Meh sambat kalih sinten
Yen sampun mekaten
Merana uripku
Aku welasno, kangmas
Aku mesakno, aku
Aku nangis
Nganti metu eluh getih putih
Sayang, opo kowe krungu jerite atiku?
Mengharap engkau kembali
Sayang, nganti memutih rambutku
Ra bakal luntur tresnoku
Sayang, opo krungu tangise atiku
Mengharap kowe bali neng jero ati iki
Nganti rambutku putih tangis eluh dadi getih
Mbok yo gek ndang bali nglakoni tresno suci
Aku marang sliramu jok ragu neng atiku
Aku ra iso ngapusi sak tenane neng ati
Mung kanggo sliramu cintamu tetap abadi
Selamanya sampai akhir hayat ini
Meh sambat kalih sinten
Yen sampun mekaten
Merana uripku
Aku welasno, kangmas
Aku mesakno, aku
Aku nangis
Nganti metu eluh getih putih
Sayang, opo kowe krungu jerite atiku?
Mengharap engkau kembali
Sayang, nganti memutih rambutku
Ra bakal luntur tresnoku
Percoyo opo bebojomu
Cintamu 'kan tetap abadi

***

Indro selesai main gitar menyanyikan lagu yang bagus itu. Kasino berhenti menyanyikan lagu. Memang sih yang mempopuler kan lagu yang baru di nyanyikan Kasino dan Indro, ya benar-benar artis populer lah.

"Sayang aku benar-benar ada rasa rindu dengan kekasih hati ku," kata Indro.

"Masa?!" kata Kasino.

"Ya iyalah Kasino. Aku kan cinta sama Saskia," kata Indro.

"Saskia, ya Saskia yang mana. Saskia yang orang yang biasa-biasa saja atau Saskia....artis gitu?!" kata Kasino yang niatnya mainan saja Indro.

"Ya Saskia yang orangnya biasa-biasa aja. Pokok bukan artis lah!" kata Indro yang ikut permainan Kasino.

"Memang sih kalau menyukai seorang yang di cintai. Pasti merasakan rindu!" kata Kasino.

Kasino mengambil keripik singkong di plastik dan segera di makan dengan baik, ya keripik singkong yang enak itu.

"Rindu setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap hari ingin bersamanya," kata Indro.

"Kata-kata yang lebay banget," kata Kasino.

"Yang penting aku suka Kasino!' kata Indro.

"Ya aku paham," kata Kasino.

Kasino mengambil gelas berisi teh, ya di minum dengan baik. 

"Nyanyi lagi ah!" kata Indro.

Kasino menaruh gelas berisi teh di meja. Indro memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu. Kasino ikut menyanyikan lagu.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dan Kasino yang berjudul 'Bongkar' :

Kalau cinta sudah dibuang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Sabar, sabar, sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Penindasan serta kesewenang-wenangan
Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan
Di jalanan kami sandarkan cita-cita
Sebab di rumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta
O-o-oh!
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Penindasan serta kesewenang-wenangan
Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Di jalanan kami sandarkan cita-cita
Sebab di rumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar
Wo o ya o ya o ya bongkar

***

Indro selesai main gitar dan menyanyikan lagu. Kasino berhenti menyanyikan lagu.

"Lagu yang baru nyanyikan kita. Lagu sepanjang masa, ya Indro?!" kata Kasino.

"Iya. Yang mempopulerkan lagu yang baru kita nyanyikan memang pinter di bidangnya," kata Indro memuji.

"Indro main catur yuk!" kata Kasino.

"Ayolah. Main catur. Berhenti main gitar dan nyanyi!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan papan catur di taruh di atas meja. Kasino dan Indro, ya segera main catur dengan baik.

Tuesday, August 31, 2021

PERANG

Tentara merah berada di berada di kota yang di jaga ketat banget atas pertintah pemimpin. Tentara hijau memasuki kawasan daerah tentara merah. Salah satu prajurit hijau, ya menembak dengan tepat mengenai prajurit tentara merah. Tentara merah tahu di serang oleh tentara hijau karena ada prajurit merah yang mati di tembak. Perang pun di mulai dengan lengkap persenjataan dari teng, helikopter, pesawat tempur, kapal selam dan kapal perang. Kedua belah pihak terus berperang dengan menciptakan kehancuran di mana-mana, ya sampai satu kelompok menang.

Kasino selesai dengan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya menuju halaman belakang yang ada Indro. Sampai halaman belakang, ya Kasino duduk dengan baik dan melihat ulah Indro yang sedang main perang-perangan dengan mainan boneka prajurit hijau dan merah, ya beserta persenjataan yang mutahir saat ini.

"Indro," kata Kasino.

Indro yang asik main boneka prajurit, ya berhenti dari mainnya.

"Apa...Kasino?" kata Indro.

"Lagi asik main boneka prajurit, ya Indro," kata Kasino.

"Iya sih Kasino. Lagi asik main boneka prajurit," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Oooo iya Kasino. Perang itu menciptakan kehancuran di mana-mana ya?!" kata Indro.

"Ya iyalah," kata Kasino.

"Penyebab perang itu apa Kasino?!" kata Indro.

"Pertanyaan Indro kaya pertanyaan anak kecil yang beranjak dewasa. Perang itu penyebabnya apa? Ya salah satunya saja....agama saja!" kata Kasino.

"Agama. Perbedaan konsep dalam menjalakan kehidupan ini. Dengan tujuan menunjukkan kebenaran agama. Ya timbulnya konflik dan akhirnya perang," kata Indro.

"Yang menderita adalah orang-orang yang lemah seperti ibu-ibu dan anaknya yang masih kecil," kata Kasino.

"Berarti bisa di bilang keegoisan sesuatu untuk menunjukkan kebenaran," kata Indro.

"Egois bisa di bilang begitu," kata Kasino.

"Dulu. Para pejuang kemerdekaan. Berperang dengan tujuannya tidak ingin di jajah. Jadi berusaha keras melawan penjajah untuk hengkang dari tanah negeri ini," kata Indro.

"Kemerdekaan telah di jalankan dengan baik. Dengan mengisinya dengan nilai yang baik. Menjalankan pendidikan sampai menjadi pintar dan sukses dengan tujuannya membangun negeri ini jadi makmur dan jauh dari kemiskinan," kata Kasino.

"Perang yang sekarang. Katanya masih menanggulangi masalah penyakit-penyakit di masyarakat, ya agar masyarakat hidup sehat dan disiplin," kata Indro.

"Namanya program pemerintahan. Sebagai rakyat kecil. Ikut serta dalam program kerja pemerintahan. Agar program yang di jalankan sukses dalam pelaksaannya dengan baik," kata Indro.

"Memang kita ini rakyat kecil. Harus ikut aturan yang di buat pemerintahan demi kebaikan bersama," kata Indro.

"Kalau begitu aku main game saja!" kata Kasino.

Kasino main game di Hp-nya. Indro masih main boneka prajurit dan juga di foto-foto tuh mainan pake Hp untuk sekedar dokumentasi saja yang di simpan dengan baik di memori di dalam Hp.

AWAL MIMPI

Indro di ruang tamu sedang minum kopi sambil membaca buku sih. Kasino yang selesai mengerjakan kerjaannya di kamar, ya segera keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Kasino duduk dengan baik di ruang tamu.

"Tumben Indro baca buku?!" kata Kasino.

Indro berhenti membaca bukunya.

"Lagi ingin baca buku saja Kasino. Menambah wawasan keilmuan gitu," kata Indro.

"Oooooo gitu. Aku kirain Indro baca buku, ya mau nyusun makalah, skripsi atau tesis ya?!" kata Kasino.

"Kasino. Aku kan tidak menjalankan pendidikan lagi sudah selesai. Dan juga males melanjutkan pendidikan. Kalau aku jadi terjun di bidang pendidikan jadi dosen, ya penting sih melanjutkan pendidikan," kata Indro.

"Aku mengerti. Indro hanya sekedar membaca buku untuk meningkatkan wawasan keilmuan Indro saja," kata Kasino.

Kasino membuka Youtobe di Hp-nya, ya ingin menonton sesuatu sih. Indro mengambil gelas yang berisi kopi, ya di minum dengan baik.

"Acara vidio di Youtobe. Ada yang menarik," kata Kasino.

Kasino menonton vidio Youtobe yang menarik. Indro menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" saut Kasino sambil nonton vidio di Youtobe.

"Melupakan cinta itu susah ya?!" kata Indro.

Kasino menghentikan nonton vidio Youtobe.

"Melupakan cinta, ya susah sih. Kenangan manis bersamanya. Kalau sakit hati karena perselingkuhan, ya cinta cepat di lupakan dan mencari penggantinya dengan baik," kata Kasino.

"Pantes. Cewek kalau sudah tahu cowoknya selingkuh, ya ancang-ancang untuk mencari penggantinya untuk mengobati rasa sakit hatinya," kata Indro.

"Ya realitanya seperti itu," kata Kasino.

"Oooooo Kasino. Banyak cowok bermimpi menjadi kaya dan mendapatkan cewek cantik, ya sesuai dengan keinginan, ya Kasino?!" kata Indro.

"Bermimpi menjadi kaya dan ingin mendapatkan cewek cantik. Halu kali?!" kata Kasino.

"Kok jadinya halu sih Kasino. Aneh Kasino ini," kata Indro.

"Ngikutin gaya sekarang. Urusan mimpi jadi kaya dan juga dapetin cewek cantik yang di inginkan, ya halu lah," kata Kasino.

"Ngikutin gaya sekarang sih boleh. Tapi di jawab dulu pertanyaan ku?!" kata Indro.

"Ok. Ya memang sih. Awalnya mimpi dulu baru jadi kenyataan. Contoh : banyak sih. Salah satunya seperti ini saja. Cowok yang awal miskin, tapi punya mimpi jadi kaya tapi tidak diam. Cowok itu berusaha dengan memahami ilmu dan juga kerja keras dan akhirnya jadi kaya. Mendapat cewek yang di inginkan, ya kesampailah," kata Kasino menjelaskan dengan baik.

"Jadi realita kehidupan. Tidak halu lagi toh," kata Indro.

"Emmmmm," kata Kasino.

"Ujian kehidupan itu berat kan ya Kasino dalam menggapai masa depan baik?!" kata Indro.

"Memang ujiannya berat. Dari memahami ujian. Maka belajar dari ujian tersebut untuk menjadi seseorang yang tangguh bisa bertahan dalam bentuk ujian apa pun. Pada akhirnya keberhasilan di dapatkan dengan baik," kata Kasino.

"Tidak ada kata sukses tanpa kerja keras," kata Indro.

"Semua orang kerja keras untuk menggapai kesuksesan itu, ya jadinya kaya. Contohnya : banyak banget," kata Kasino.

"Sudah ah ngobrolnya. Aku lanjut baca bukunya!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino melanjutkan nonton vidio Youtobe di Hp-nya. Indro membaca bukunya dengan baik.

SEMAR

Doni kehilangan orang tuanya karena di bunuh pembunuh misterius. Polisi telah berusaha mengungkap pembunuhan orang tua Doni tetap nihil. Doni yang telah menjadi yatim piatu di didik sama paman Beno. Di sebuah rumah yang sederhana di desa. Doni tinggal dengan baik sama paman Beno. Doni setiap hari didik dengan baik sama paman Beno ilmu bela diri untuk menjaga diri. Sampai dewasa, ya Doni belajar dengan baik bela diri sama paman Beno.

Paman Beno ada urusan kerjaan di kota. Doni di ajak paman Beno ke kota. Sampai di kota. Doni dan paman Beno tinggal di rumah Doni yang selama ini di tinggalkan karena menjadi kenangan buruk bagi Doni, ya orang tua Doni di bunuh pembunuh misterius dan sampai sekarang belum tertangkap. Doni yang sudah mampu melupakan kenangan buruk pada dirinya, ya minta pada paman Beno untuk tinggal di kota saja. Paman Beno, ya mengiyakan permintaan Doni untuk tinggal di kota. Paman Beno mudah menjalankan urusan kerjaanya tinggal di kota. Doni yang telah lulus sekolah, ya melanjutkan pendidikannya, ya kuliah di Universitas ternama di kota Batavia. 

Doni menjalankan pendidikannya dengan baik. Sampai Doni terteman dengan baik dengan cewek cantik bernama Ratna. Hubungan Doni dengan Ratna, ya maunya sih ada jalinan cinta tapi ternyata Ratna sudah dekat dengan Iqbal dan kabarnya sih proses dalam jadian pacaran sih. Doni menjauhkan masalah dengan Iqbal takut terjadi pertengkaran yang gak penting mendapatkan cintanya Ratna.

Suatu ketika. Ratna dan Iqbal jalan bareng kesebuah kafe, ya bisa di bilang sih makan malem yang mewah sih. Kota Batavia terkenal dengan kejahatan merajalela pada malam hari, ya karena tingkat kemiskinan di kota Batavia memang tinggi maka banyak kejahatan seperti pencurian dan juga perampokan sampai pembunuhan. Doni sekedar ke kafe untuk menikmati keadaan malam di kota Batavia. Memang sih Doni melihat Iqbal bersama Ratna di kafe. Ya Doni jojong saja tidak memperdulikan urusan Iqbal dan Ratna.

Tiba-tiba. Mobil menabrak kafe, ya masuk ke dalam kafe. Keluar dari mobil, ya dua penjahat bertopeng yang melarikan diri dari kejaran polisi karena rem mobil blong, ya nabrak kafe lah. Salah satu penjahat menyandera Ratna. Iqbal mau menolong Ratna, ya di tinju mukanya sama penjahat.

"Sakit," kata Iqbal.

Iqbal mengeluarkan darah dari mulutnya, ya ternyata giginya patah karena di tinju sangat kuat sama penjahat. Doni ingin menolong Ratna, tapi Doni tidak ingin ketahuan sama Ratna. Doni mencari benda yang dapat menutupi wajahnya. Muncullah pahlawan yang di kenal dengan Valentine. Ya Valentine bertarung melawat penjahat. Pertarungan Valentine dengan penjahat sangat sengit banget. Doni menemukan topeng yang terpajang di dinding ada empat sih yaitu topeng Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Doni mengambil topeng Semar dan segera di pakainya.

"Waktu beraksi," kata Doni.

Doni bertarung dengan penjahat untuk menyelamatkan Ratna. Pertarungan sengit antara Doni dan Ratna. Valentine berhasil mengalahkan penjahat dan di borgol. Doni bertarung dengan baik demi Ratna yang di tolongnya. Doni menyalahkan penjahat dan di borgollah penjahat sama Valentine. Polisi pun menangkap dua penjahat tersebut. Wartawan ingin meliput kejadian tersebut Doni yang memakai topeng Semar, ya meninggalkan tempat tersebut. Valentine, ya meninggalkan tempat tersebut.

Iqbal dan Ratna pulang ke rumah masing-masing. Doni sampai di rumahnya.

"Apa aku harus menjadi pahlawan untuk memberantas kejahatan dan aku harus mengungkap siapa pembunuh orang tua ku?" kata Doni.

Doni memutuskan dengan baik, ya menjadi pahlawan. Setiap hari Doni melatih dirinya dengan baik. Sampai suatu ketika. Doni bertemu dengan penjahat saat dirinya berpatroli, ya malam-malam gitu. Doni melihat kejahatan terjadi di sebuah gedung di rampok sama penjahat yang membawa senjata. Doni masih berpikir dua kali "Jadi pahlawan apa tidak ya?!"

Para penjahat menggunakan senjata, ya membuat Doni ragu untuk bertindak. Muncul pahlawan kota, ya Valentine. Dengan beraninya Valentine menghadapi para penjahat. Doni memberanikan diri menjadi pahlawan. Topeng semar pun di pakai Doni. Doni mengeluarkan pistol peluru karetnya, untuk menghadapi penjahat. Penjahat terkena tembakan Doni, ya memang sakit sih peluru karet itu. Doni membuat jarak dengan penjahat, ya mendekat dan di hajarlah penjahat dengan di tinjuan mematikan dari Doni. Ya penjahat babak belur lah. Valentine telah mengalahkan beberapa penjahat, ya di borgol. polisi pun dateng untuk menangkap para penjahat. Wartawan berhasil mengambil gambar pahlwan baru dan sebarkan dengan baik pahlawan baru itu dengan nama sesuai dengan topeng yang di kenakan....Semar.

Doni selesai berpatroli, ya kembali rumahnya. Di rumah Doni menonton Tv dengan baik. Ternyata diri Doni terkenal dengan menjadi Semar, ya pahlwan baru kota. Doni menjalankan aktivitasnya dengan baik sebagai mahasiswa dan juga pahlawan bertopeng Semar. Sampai suatu ketika Doni menemukan bukti siapa pembunuh orang tuanya. Doni meminta paman Beno untuk ngusutnya. Memang paman Beno berhasil menangkap penjahat yang membunuh orang tua Doni dengan bantuan polisi. Ternyata penjahat itu teman kerja orang tua Doni. Keluarganya penjahat balas dendam sama paman Beno, ya salah satu keluarganya masuk penjara. Doni dengan menjadi Semar, ya menolong paman Beno yang di sekap di sebuah gudang, ya dianiya sama keluarga penjahat. 

Doni bertarung melawan para penjahat untuk menyelamatkan paman Beno. Doni mengalahkan satu persatu penjahat sampai tidak berdaya lagi, ya geletak di lantai. Setelah pertarungan dan semua penjahat di penjara sama polisi. Doni membuka topeng Semarnya di hadapan paman Beno.

"Doni ternyata selama ini Doni menjadi pahlwan bertopeng Semar," kata Paman Beno.

"Iya paman," kata Doni.

"Paman bangga dengan Doni," kata Paman Beno.

"Iya paman," kata Doni.

Doni masih menjadi pahlwan bertopeng Semar, ya untuk memberantas kejahatan di kota Batavia tapi tidak sendiri ada pahlawan yang paling populer sih Valentine. Sedang urusan cinta. Ratna tidak ada hubungan dengan Iqbal, ya Doni memberanikan diri menyatakan suka sama Ratna. Cinta Doni di terima dengan baik sama Ratna. Doni dan Ratna, ya pacaran lah.

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK