CAMPUR ADUK

Thursday, November 12, 2020

REPOT

Dono sedang membaca artikel di jaringan internet di leptopnya tentang berita yang heboh banget tentang RUU Larangan Minuman Beralkohol.

"Larangan Minuman Beralkohol, ada bagusnya berita ini karena banyak minuman yang baik untuk tubuh. Ya permintaan pasar untuk minuman yang baik untuk tubuh meningkat. Minuman yang beralkohol di pasar jadi hancur lebur karena di larang. Kalau di negara lain, ya di boleh kan. Kadang manusia itu di beri pilihan yang baik. Minum yang baik untuk tubuh atau minuman yang dapat merusak tubuh. Bagi yang berpikir sehat banget, ya memilih minuman yang baik untuk tubuh dari pada minuman yang merusak tubuh. Memang ia sih, banyak orang yang ingin jadi gila dengan minuman yang tidak baik untuk tubuh, ya minuman beralkohol," kata Dono.

Dono terus membaca artikel tentang Larangan Minuman Beralkohol dari saru artikel ke artikel yang lain untuk mengetahui pola dari pemberitaan yang di beritakan di jaringan internet. Indro yang sedang nonton Tv bersama Kasino di ruang tengah.

"Kasino...apa pendapat mu tentang acara Pagi-Pagi Ambyar?!" kata Indro.

"Bagus aja sih. Ya heboh di buat seperti itu dan di sesuaikan dengan topik yang di angkat ini dan itu," kata Kasino.

"Oooooo bagus toh, jadi pujian toh," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Memang sih pendapatku....juga, acara Pagi-Pagi Ambyar ini bagus. Karena ada yang Gokilnya. Artis Nazar dan Dewi Persik, ya memang pembawaannya....gokil gitu. Tujuannya untuk menghidupkan suasana acara dan menyesuaikan topik yang di angkat ini dan itu," kata Indro.

"Tepat sekali," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

Kasino dan Indro terus asik nonton Tv dengan acara Tv yang bagus banget. Dono tetap membaca artikel di leptopnya, tapi sudah berganti topik yang di bacanya.

"Berita tentang artis Gisel masih terus berlanjut, seru juga....tentang vidio syur yang ini dan itu. Sampai Mantan suami Gading Martin....angkat bicara yang ini dan itu. Menarik juga. Heboh beritanya," kata Dono.

Dono terus membaca artikel di leptopnya yang ini dan itu. Kasino dan Indro tetap asik nonton Tv di ruang tamu.

"Kasino......cewek itu sebenarnya ingin apa yang di cari dari cowok?" kata Indro.

"Biasa sih perlindungan dan kenyamanan dalam hubungan. Tetap yang paling utama adalah urusan ekonomi di jamin. Ada juga cewek yang ikhlas banget, ya suami di perbolehkan menikah lagi," kata Kasino.

"Ada seperti itu Kasino dunia kenyataan, ya cewek yang ikhlas...suaminya menikah lagi!" kata Indro.

"Beneran ada," kata Kasino.

"Wah...bener-bener hati tuh cewek ikhlas banget. Pasti ahli agama ya Kasino!" kata Indro.

"Memang ahli agama yang berani seperti itu," kata Kasino.

"Suaminya mau menikah lagi apa enggak? Ya kan di bolehkan nikah lagi!" kata Indro.

"Suaminya, ya tidak mau menikah lagi. Alasannya sih sederhana. Satu istri aja repot dan juga masih bertanggungjawab pada anak juga, ya repot banget," kata Kasino.

"Kenyataannya.....memang repot ngurus satu istri dan juga anak," kata Indro.

"Memang kenyataan seperti itu," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus asik nonton Tv. Dono menghentikan baca artikelnya dan main game di leptopnya dengan penuh keasikkan.

"Kepinginnya dua cinta tetapi kenyataannya tetap satu saja. Satu aja sudah repot ngurusin maunya tuh cinta apalagi dua, ya lebih repot lagi. Tetap satu cinta," celoteh Dono.

Dono tetap asik main game di leptopnya.

Wednesday, November 11, 2020

DAKWAH

Dono duduk di ruang tamu, ya memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu yang ia sukai sesuai suasana hati saja 'Dengan Nafas-Mu'. 

Isi lagu yang di nyanyikan Dono dengan main gitar :

Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum kau memanggiku
Kembali padaMu
Menutup waktuku
Izinkan ku serukan namaMu
Sebelum nyawa dalam tubuhku
Kata ambil kembali Pada...Mu

Karena ku ta....hu
Hanyalah pada di....rimu
Tempatku mengadu
Tempatku mengeluh di dalam doaku

Dan demi nafas yang tahu telah kau hembuskan
Dalam kehidupan itu ku berjanji
Ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintahmu
Menja....uhi segala larangan...Mu
A....dalah sebaris doa ku untukMu

Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum kau memanggilku

Karya: Ungu

Dono menyelesaikan nyanyi lagunya dan main gitarnya. Gitar di taruh di meja. Dono mengambil Hp di meja. Dono segera main game di Hp-nya. Indro yang selesai nonton Tv di ruang tengah, ya ke ruang tamu. Indro duduk di sebelah Dono. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" saut Dono sambil menghentikan main game di Hp-nya. 

"Tumben nyanyiin....lagu 'Dengan Nafas-Mu'.....?!" kata Indro. 

"Suasana hati saja," kata Dono. 

"Suasana hati toh. Kali.....ada hal yang lain gitu?!" kata Indro. 

"Ada sih," kata Dono. 

"Apa itu?" kata Indro yang ingin tahu banget. 

"Biasalah.....kenangan di masa tuh lagu populer banget. Ya sering dinyanyikan anak-anak remaja, ya pake alat musik gitar. Keakraban saja," kata Dono. 

"Berarti banyak lagu-lagu yang populer di masanya mempengaruhi pergaulan remaja yang ini dan itu," kata Indro. 

"Banyak banget yang mempengaruhi keadaan. Sebuah lirik lagu itu menceritakan tentang ini dan itu, ya bagi yang sadar jadi masukkan ini dan itu. Bukan sekedar hiburan saja, tapi memperbaiki akhlak juga bisa. Jadi jalan dakwah...ya sampe gitu," penjelasan Dono. 

"Memang bener sih omongan mu Don. Banyak penyanyi.....yang berdakwah lewat lagu ini dan itu. Ya untuk memberitahuku tentang kebaikan ini dan itu," kata Indro. 

"Berdakwah....itu lewat apa saja yang penting kena ke umat untuk memperbaiki akhlak umat yang ini dan itu. Kalau pinter nyanyi kan bisa saja rezeki lewat menyanyi, ya seperti artis zaman sekarang ini yang menang di ajang perlombaan menyanyi," kata Dono. 

"Contoh yang baik untuk remaja di jalan kebaikan untuk mengangkat derajat diri dan keluarga, ya lewat menyanyi," kata Indro. 

"Raihlah mimpi di kala muda. Ketika tua nikmati apa yang telah di raih kala muda," kata Dono. 

"Benar Don. Raih mimpi di kala muda, di kala tua.....menikmati semua hasil di kala muda," kata Indro menegaskan omongan Dono. 

"Sudahlah....jangan di bahas lagi. Aku mau lanjutin main game!" kata Dono. 

 "Iya," kata Indro. 

Indro pun bergerak ke dapur untuk masak mie rebus, ya laper gitu. Dono, ya asik main game di Hp-nya. Kasino sedang sibuk di kamar, ya sedang mengetik di leptopnya.....ya kerjaannya Kasino. 

"Banyak orang pinter yang berdakwah lewat lagu ini dan itu, ya dari awal perkembangan dakwah sampai sekarang," kata Indro. 

Ya masak mie rebus jadilah. Indro segera menaruh mie rebus di mangkok dan segera di bawa ke ruang makan untuk santap itu mie rebus.

BERITA KRIMINALITAS

Dono duduk di ruang makan sambil baca artikel di jaringan internet di leptopnya. 

"Corona lagi Corona lagi topik yang di beritakan. Jenuh juga ya," kata Dono.

Dono tetap membacanya untuk tahu perkembangan artikel yang beritakan tentang Corona yang ini dan itu. Indro sedang asik nonton Tv bersama Kasino di ruang tengah.

"Berita tentang kriminalitas ini terjadi di beberapa daerah ya," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Kejahatan selalu mengintai kita di mana-mana. Seperti teman makan teman.....tuh. Cerita kriminalitasnya yang di tayangkan Tv sekarang," kata Indro.

"Akhlaknya masih kacau. Teman di makan," kata Kasino.

"Akhlaknya memang masih kacau. Tapi kalau dunia kenyataan sih. Memang iya sih pergaulan yang menciptakan akhlak berubah. Contohnya : seorang pemuda yang tidak minum arak, eeee ketemu dengan temannya, ya pemuda yang minum arak dan juga agamanya beda lagi. Jadinya ya terpengaruh sih dengan keadaan, ya minum arak gitu. Ya teman itu pun mencuri uang temannya tersebut, hubungan perteman itu hanya berpura-pura saja. Teman makan teman," kata Indro.

"Kalau cerita kenyataan seperti itu sih banyak di mana-mana. Orang terlalu sering terkena pergaulan yang bebas, ya tampa aturan itu. Di lihat dari lingkungan juga sih, ya sukunya dan agamanya," kata Kasino.

"Berarti bener dong. Beberapa kabar di mana-mana lebih baik berteman dengan suku sendiri, ya keluarga.....agar aman sih," kata Indro.

"Ya.....bener sih harus suku sendiri. Tapi kan ada suatu penyakit kegilaan di pikiran manusia, ya seperti ini : aku senang kau celaka. Maksudnya? Satu suku sendiri aja bisa saling mencelakai juga, di lihat dari latar belakang sosial budaya perkembangan dari suku tersebut dari dulu sampai sekarang tentang pisikologis bawaan," kata Kasino.

"Penyakit manusia yang bisa mencelakai suku sendiri. Contohnya : Jawa menjatuhkan Jawa. Sama halnya cerita kriminalitas. Orang Jawa kaya, ya di curi hartanya sama orang miskin Jawa juga. Atau orang miskin Jawa, ya di aniyaya dengan orang kaya Jawa," kata Indro.

"Seperti itulah keadaan jika terjadi kriminalitas di lingkungan sendiri yang tidak di duga-duga. Padahal suku sendiri, ya kaum sendiri, kadang masih ada hubungan kerabat gitu. Maka itu kata lebih baik suku sendiri, ya belum tentulah jawabannya," kata Kasino.

"Akhlaknya manusia yang harus di benarkan, ya!" kata Indro.

"Ya memang harus di benar itu akhlak. Kewajiban bagi ahli agama yang membenarkan akhlak manusia, untuk menekan kriminalitas yang terjadi di lingkungan," kata Kasino.

"Berita seputar kriminalitas, ya sebagai contoh saja," kata Indro.

"Memang benar. Berita seputar kriminalitas....ya sebagai contoh saja. Agar manusia belajar tidak berbuat keburukan yang bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain," kata Kasino.

"Kenyataan tetap kenyataan. Memang semua manusia memahami sebagai contoh tuh berita kriminalitas. Kenyataan aslinya. Ya manusia yang akhlak buruk masih berkeliaran untuk membuat kerusakan di mana-mana," kata Indro.

"Kan....ada penegak hukum," kata Kasino.

"Polisi. Penegak hukum itu sih, kadang ya telah menangulangi persoalan di masyarakat. Contohnya : pencurian," kata Indro.

"Emang iya sih. Telat menanggulanginya. Maka itu. Polisinya adalah bagi setiap warga masyarakat yang mencegah kejahatan di mana-mana," kata Kasino.

"Pahlawan di masyarakat ternyata. Kalau begitu sih. Tidak di gaji. Beda dengan polisi yang di gaji, makan gaji buta....tuh polisi. Jika kejahatan di masyarakat di tanggulangi pahlawan yang memberantas kejahatan, ya kemungkinan besar sih aman sih. Contohnya : pencurinya tetangga sendiri yang menangkap pencuri tetangga sendiri, ya warga sekitar. Pahlawan yang menanggulangi kejahatan di lingkungan sendiri, warga sendiri. Agar lingkungan aman," kata Indro.

"Kenyataan memang kenyataan seperti itulah," kata Kasino.

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lagi. Fokus nonton aja!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv yang berita tentang kriminalitas yang ini dan  itu. Dono menghentikan baca artikel tentang Corona ini dan itu. Mulai Dono mulai mengetik di leptopnya.

"Seperti biasanya seputar keadaan di rumah saja...ceritanya," kata Dono.

Dono terus mengetik di leptopnya, ya menceritakan keadaan rumah yang ini dan itu.

Tuesday, November 10, 2020

HEBOH BERITANYA


Dono di ruang makan sedang membaca artikel di jaringan internet di leptopnya.

"Berita yang heboh.....Habib Rizieq Shihab.....pulang ke Indonesia toh," kata Dono.

Dono terus membaca profil Habib Rizieq Shihab untuk mengecek beberapa data-data  berita yang tersebar di berapa jaringan media yang memberitakan ini dan itu.

"Ooooooo berita sesuai dengan keadaan....toh, walau ada beberapa bumbu penyedap untuk menarik di baca toh," kata Dono.

Dono terus membaca artikel ini dan itu di jaringan internet di leptopnya. Indro yang selesai memasak pisang goreng, ya satu piring di bawa ke ruang makan dan di taruh di meja.

"Don, gorengan," kata Indro.

"Iya," saut Dono.

Dono menghentikan baca artikel di leptopnya dan mengambil pisang goreng di meja, ya segera di makannya.

"Enak pisang gorengnya....Indro," kata Dono.

"Iya," saut Indro, ya sambil makan pisang goreng.

Keduanya menikmati makan pisang goreng dan minum teh. 

"Don.....yang heboh sekarang ini berita tentang Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia," kata Indro.

"Iya, aku tahu itu. Aku membacanya di artikel di berbagai jaringan di internet di leptop ku," kata Dono.

"Ooooo lagi baca toh. Habib Rizieq Shihab itu pengikutnya banyak juga...., terkenal lagi," kata Indro.

"Memang beritanya seperti itu. Kalau kenyataannya aku tidak tahu. Aku tidak pernah memeriksain sampai dunia kenyataan, cuma dunia maya aja. Contohnya : aku baca datanya di jaringan internet yang ini dan itu saja," kata Dono.

"Anak cewek Habib Rizieq Shihab itu, cantik ya...Don," kata Indro.

"Iya...anak cewek Habib Rizieq Shihab...memang cantik," kata Dono.

"Andai......andai....Don, seperti biasanya permainan saja. Aku mendapatkan anak cewek......Habib Rizieq Shihab yang cantik itu. Apa pendapatmu...Don?" kata Indro.

"Pendapatku....ya tidak ada masalah sih. Asalkan ceweknya mau dan Habib Rizieq Shihab setuju dengan kamu.....Indro," kata Dono.

"Dapet cewek bidadari surga itu menyenangkan....ya Don," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Tapi...Don, jika seadainya di buat seperti ini Don. Anak cewek.......Habib Rizieq Shihab yang cantik itu. Sukanya sama kamu Don!" kata Indro.

"Jadi seadainya suka dengan aku toh. Sebenarnya sih tidak ada masalah sih suka sama aku. Tapi pasti aku tolak. Alasannya sih sederhana sih. Anak cewek.....Habib Rizieq Shihab itu lebih baik tidak memilih aku. Ya....orang cacat di sukai. Lebih baik pilih yang sempurnalah," kata Dono.

"Kenyataannya seperti itu. Cacat di pilih. Lebih baik yang sempurnalah yang di pilih," kata Indro yang mengikuti maunya Dono.

"Yang aku takutin....adalah sebenarnya. Cewek itu belum bisa tulus menerima kekurangan ku yang cacat," kata Dono.

"Iya...juga ya. Dono bisa mendengarkan suara gaib dan melihat yang gaib....jadi tahu kebenaran yang di sembunyikan," kata Indro

"Kadang...hidup itu aku memilih tidak bangun di dunia ini. Lebih baik tidur selamanya dan di jaga para malaikat yang menunjukkan kebenaran yang menceritakan rahasia tentang dunia ini yang sebenarnya dari awal sampai sekarang," kata Dono

"Itu sih rahasia Dono. Di bawa sampai mati....itu lebih baik. Dunia ini lebih baik misteri. Antara benar ataukah tidak. Kejujuran atau kah kebohongan belaka," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Sudahlah Don ngobrolnya. Cuma permainan seadainya saja. Kenyataannya tetap tidak mungkinlah. Orang biasa-biasa mendapatkan bidadari yang cantik, ya mustahil. Apalagi Dono menjelaskan tentang cacat, ya tidak mungkin lagi. Aku mau nonton Tv aja!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Indro setelah minum teh, ya ke ruang tengah untuk menonton Tv. Dono pun kembali membaca artikel di leptopnya. Kasino sedang sibuk kerja di kantornya. Selang berapa saat. Dono selesai membaca artikel di leptopnya dan leptop di matikan. Dono ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro, ya yang di tonton sinetron bertemakan cinta.

PERANG BELUM SELESAI BUNG


Dono di ruang makan asik baca artikel tentang Nabi Isa di leptopnya. Indro  di ruang tengah sedang asik baca artikel tetang sejarah kemerdekaan Indonesia, ya memperingati hari Pahlawan 10 November di jaringan internet di Hp-nya. Kasino di ruang tamu sedang menonton film-film sejarah kemerdekaan Indonesia di jaringan internet pake leptopnya.

"Oooo begitu ceritanya," kata Dono.

Dono terus membaca artikelnya dengan baik di leptopnya. 

"Sejarah kemerdekaan yang menarik," kata Indro.

Indro terus membaca artikel sejarah kemerdekaan Indonesia dengan baik banget. 

"Bagus film-film sejarah kemerdekaan untuk membangkitkan semangat juang yang berapi-api, ya mengusir penjajah dari tanah air Indonesia," kata Kasino.

Kasino terus nonton film di leptopnya. Sekitar satu jam lebih beberapa menit berlalu. Dono tetap membaca artikel yang lainnya di leptopnya. Kasino selesai nonton film sejarah kemerdekaan Indonesia, ya main game di leptopnya. Indro menghentikan baca artikel sejarah kemerdekaan Indonesia di Hp-nya. Indro pun ke ruang makan. Duduk Indro dan berkata "Don."

Dono berhenti membaca artikel di leptopnya dan berkata "Apa?"

"Sedang asik baca apa Don, di hari Pahlawan ini,10 November?!" kata Indro. 

"Asik baca artikel Nabi saja," kata Dono.

"Kok asik baca artikel Nabi?!" kata Indro.

"Suasana hati ku ingin baca artikel tentang Nabi," kata Dono.

"Ooooo begitu," kata Indro.

Indro pun ingin memastikan artikel yang di baca Dono dengan melihat di leptopnya.

"Nabi Isa, banyak bener artikel yang di buka," kata Indro.

"Cuma ingin tahu saja, pola pemikiran manusia membuat cerita ini dan itu tentang Nabi Isa," kata Dono.

"Sama aja sih Don, cerita dari dulu sampai sekarang tentang Nabi Isa," kata Indro.

"Memang sama aja sih. Cuma pendapat berdasarkan ini dan itu, ya menarik di baca," kata Dono.

"Memang Dono tujuannya baca artikel Nabi Isa mencermati tentang apanya?!" kata Indro.

"Tetang pengkhianatan, ya sampe Nabi Isa di Salip, nama lainnya Yesus," kata Dono.

"Oooo versi cerita Kristen yang sedang di cermati Dono toh," kat Indro.

"Hidup di dunia ini banyak orang, ya sifat pengkhianatan ini dan itu. Maka itu hidup perang melawan keburukan belum selesai," kata Dono.

"Memang perang belum selesai bung, kalau untuk berperang menghadapi keburukan yang ini dan itu. Banyak contoh yang ini dan itu, salah satunya contohnya sih : seperti pengurus mesjid, ya mencuri uang infak.....kaya cerita kriminalitas di Tv," kata Indro.

"Seperti itulah....contoh pengkhianatan terjadi di zaman sekarang ini," kata Dono.

"Kalau di zaman kemerdekaan Indonesia sampai pembentukan negeri ini. Banyak penghianatan ini dan itu. Kacau di mana-mana," kata Indro.

"Bersatu itu susah. Kalau bercerai berai itu mudah. Contohnya : konfik terjadi di beberapa daerah tentang pernyataan kemerdekan ini dan itu, ya bentuk pengkhianatan pada persatuan yang di kukuhkan pada negeri ini," kata Dono.

"Berarti benar-benar perang belum selesai. Ahli agama penting dalam bentukan akhlak untuk generasi melenial saat ini. Agar mencegah pengkhianatan yang ada di dalam maupun di luar untuk meruntuhkan persatuan di negeri ini," kata Indro.

"Zaman ini banyak organisasi ini dan itu. Basisnya ini dan itu pula. Harus bisa menjaga persatuan itu organisasi untuk kebaikan negeri ini. Kalau sampai menciptakan koflik ini dan itu, ya bentuk pengkhianatan pada persatuan ini dan itu," kata Dono.

"Aku mengerti Don. Aku mau nonton Tv aja!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan baca artikel di leptopnya. Indro, ya pindah duduk ke ruang tengah untuk nonton Tv. Ya Tv di hidupkan Indro pake remot dan di pilihlah chenel yang menarik acaranya. Indro memilih nonton sinetron tema cinta. Indro asik nonton Tv. Kasino terus main game di leptopnya. 

Selang berapa saat Dono selesai baca artikelnya dan berkata "Selesai juga baca artikelnya, waktunya makan," kata Dono.

Dono pun mematikan leptopnya dan ke dapur untuk membuat mie rebus. Beberapa saat, mie rebus pun jadi. Dono menyantap mie rebus di ruang makan.

"Benar omongan Indro, Perang Belum Selesai Bung.....di zaman melenial ini pentingnya pembentukan akhlak yang baik. Semua ahli agama harus membimbing dengan baik umatnya agar persatuan itu tetap terjaga dengan baik, supaya terhindar dari kehancuran ini dan itu," kata Dono.

Dono terus asik makan mie rebusnya.

Sunday, November 8, 2020

SESUAI KEADAAN

Keadaan memang seperti biasanya di suatu pasar. Manusia sibuk dengan rencana masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dono duduk di apotik di pasar, ya seperti kebiasaannya saat SMA, seusai pulang sekolah. Dono bersantai sambil melihat keadaan semuanya degan baik. Keadaan berubah terus menerus dengan gejala yang terjadi, ya ekonomi, ya kesehatan dan banyak lagi. Dono sambil mendengar musik dari Hp-nya, ya pake headset dan lagu yang di dengarkan Dono berganti-ganti sesuai viralnya musik, jadi yang di dengarkan musik dangdut yang di nyanyikan artis Happy Asmara.

Dono memang memakai masker untuk melindungi dirinya dari Covid-19, ya mengikuti anjuran pemerintahan demi kesehatan ini dan itu. Dono pun bangun dari duduknya di apotik. Berjalan Dono di pinggirang pertokoan. Dono bertemu dengan Yoga, yang kerja di sebuah toko. Dono menghentikan mendengarkan musik di Hp-nya. Dono, ya ngobrol dengan Yoga sekedar obrolan  yang ini dan itu dan juga perkembangan pasar yang ini dan itu. Yoga banyak menceritakan perkembangan pasar yang ini dan itu, ya setelah Dono pergi ke kota lain untuk bekerja. 

Dono pun mengerti lebih jauh lagi pergolakan terjadi di pasar karena di cerita Yoga. Dono pun melanjutkan perjalannya, ya Yoga pun melanjutkan kerjaanya. 

"Kota ini banyak berubah, manusia di kota ini mengubah keadaan sesuai dengan keinginan dan harapan mereka semua untuk hidup di muka bumi ini," celoteh Dono dengan suara samar.

Dono pun berjalan dan berjalan di pinggir jalan. Dono pun bertemu dengan teman lama, Andi yang kerjaannya Sapol PP yang jaga pasar. Dono dan Andi ngobrol dengan, ya sekedar orbrolan tentang kerjaan Andi sebagai Sapol PP saja yang  ini dan itu. Kadang Andi bertanya tentang Dono yang ini dan itu. Hal biasanya Dono menceritakan dengan penuh sederhana banget. Andi pun melanjutkan kerjaannya mengawasi keadaan. Dono, ya melanjutkan perjalanan lagi. Dono berjalan di pinggir pertokoan.

Tak sangka tak di duga. Dono bertemu degan kawan lama lagi yang kerja Polisi. Dono ngobrol dengan Joni, ya petugas Polisi yang sambil mengawasi keadaan agar aman gitu. Seperti biasa Joni menceritakan tentang kerjaannya sebagai polisi yang ini dan itu kepada Dono. Kadang Dono menceritakan tentang dirinya ke Joni, ya seperti biasa sangat sederhana banget. Obrolan itu singkat banget. Joni harus menjalankan tugasnya, ya mengawasi keadaan agar aman. Dono melanjutkan perjalannya. Dono pun membeli buah apel yang ia sukai di tempat langganannya seperti biasanya. Indro yang selesai dengan urusannya, ya menghampiri Dono yang selesai beli buah. Indro membawa motor dengan baik, ya Dono duduk santai di belakang. Sampai di rumah. Dono membereskan belanjaannya dan di taruh di kulkas. 

Setelah itu Dono duduk di ruang tamu sambil makan satu buah apel, ya sambil mendengarkan musik di Hp-nya pade headset dan tetap lagu danggut yang lagi populer gitu....lagunya Happy Asmara. Indro sedang asik nonton Tv di ruang tamu, ya nonton chenel JTV dengan acara satsiun dangdut. Kasino selesai urusan kerjaannya, ya mengerjakan pekerjaannya di leptopnya di kamarnya. Kasino pun keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu.

"Don," kata Kasino.

"Apa?" kata  Dono sambil menghentikan mendengar musik di Hp-nya.

"Gimana dengan keadaan pasar?" kata Kasino.

"Ya seperti biasanya. Rame. Banyak yang jaga demi keamaan semuanya," kata Dono.

"Ooooo begitu. Beritanya sesuai dengan realita kenyataannya ya," kata Kasino.

"Memang sesuai dengan kenyataanlah berita ini dan itu," kata Dono.

"Oooo berita tentang artis Gisel yang lagi viral tentang ini dan itu...gimana Don?!" kata Kasino.

"Biasa berita artis ini dan itu. Kontrafersi semuanya yang ini dan itu," kata Dono.

"Ooooo seperti biasanya kalau cerita tentang artis yang ini dan itu," kata Kasino.

Kasino pun main game di Hp-nya. Dono tetap melanjutkan mendengark musik di Hp-nya. Indro, ya di ruang tengah masih asik nonton Tv. Keadaan lingkungan juga tenanglah.

Saturday, November 7, 2020

KODAR

Dono duduk di ruang tengah, ya nonton Tv. 

"Bagus....acara Tv-nya menghibur," kata Dono. 

Indro yang main game di Hp-nya, ya berhenti. Indro pun pindah duduknya dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Ya Indro pun duduk di sebelah Dono dan berkata "Bagus acara Tv-nya." 

"Iya," kata Dono. 

"Hidup ku ini menyenangkan bisa melihat dunia ini. Ya jadi bisa melihat yang cantik-cantik seperti penyanyi yang mengisi acara Tv," kata Indro. 

"Arah tujuan omongan Indro kemana?" tanya Dono. 

"Maksudnya....sih, aku lebih baik dari pada orang buta gitu," kata Indro. 

"Ooooo. Kalau begitu di syukurin aja bisa melihat dunia ini. Karena Tuhan Maha Pencipta membukakan penglihatan itu," kata Dono. 

"Memang aku syukurin aku bisa melihat dunia ini. Buta itu, kodarnya Tuhan Maha Pencipta...ya kan Don?!" kata Indro. 

"Iya, kodarnya. Penglihatannya tidak di buka kan," kata Dono. 

"Kenapa tidak di buka kan penglihatannya Don orang buta itu?!" kata Indro yang ingin tahu banget. 

"Susah untuk di jelaskan tentang orang buta itu, ya tidak bisa melihat," kata Dono. 

"Tapi Dono bisa melihat yang mustahil di lihat manusia yang lainnya. Gaib gitu," kata Indro. 

"Kalau itu sih penglihatannya dibukakan, ya bisa di bilang kodarnya saja," kata Dono. 

"Ya bener-bener rahasia. Pada hal nikmat melihat itu menyenangkan ya," kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

"Hidup memang perlu banyak di syukurin dengan kenikmatin ini dan itu, apalagi bisa bernyanyi dengan suara merdu seperti penyanyi," kata Indro. 

"Kalau itu sih bisa saja di bilang kodar nikmatnya orang yang bisa mengeluarkan suara merdu kan!" kata Dono. 

"Iya, kodar banget.....nikmat bisa mengeluarkan suara bagus, ya bicara. Beda dengan orang yang bisu, ya tidak bisa bicara," kata Indro. 

"Bisu pun, kodarlah....jawabannya," kata Dono. 

"Memang kodar itu si bisu. Enggak bisa di jelaskan sih. Nikmat berikutnya, ya bisa mendengarkan musik-musik yang bagus, ya pendengaran gitu. Beda dengan tuli tidak bisa mendengar gitu," kata Indro. 

"Kodar juga itu mah," kata Dono

"Kodar sih, ya termasuk Dono.....bisa mendengar suara yang tidak bisa di dengarkan manusia pada umumnya, ya gaib gitu," kata Indro. 

"Itu sih kodar saja....jawabannya," kata Dono yang tegas. 

"Iya aku mengerti. Kodar semuanya dari Tuhan Yang Maha Pencipta, maka manusia bisa melihat, bicara dan mendengar," kata Indro menegaskan omongan Dono. 

"Tepat sekali," kata Dono. 

Dono dan Indro, ya fokus nonton Tv yang acara yang bagus yang menyajikan penyanyi-penyanyi yang cantik dan juga suaranya merdu. Kasino di kamarnya yang sedang mengerjakan pekerjaannya. 

"Selesai juga kerjaan ku," kata Kasino. 

Kasino yang selesai dengan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya ke ruang tengah untuk nonton Tv. 

"Acara Tv yang bagus, penyanyi yang ngisi acara cantik-cantik dan suaranya merdu," kata Kasino. 

"Iya," saut Dono dan Indro bersamaan. 

Kasino pun duduk bersama Dono dan Indro, ya menonton Tv dengan acara Tv yang bagus banget di malam minggu yang tenang banget. 

Friday, November 6, 2020

TERSESAT

Indro sedang baca artikel di Hp-nya.

"Ooooo artikel ini menjelaskan sejarah perkembangan agama Kong Hu Cu di negara asalnya sampai tersebar di beberapa negara. Di Indonesia ada diskriminasi pada orang-orang China yang di kaitkan dengan komunismenya. Begitu toh!!!!" kata Indro. 

Indro terus membaca artikel di Hp-nya. Dono selesai nonton acara Tv di ruang tengah, ya Tv di matikan pake remot. Dono ke ruang tamu. Saat Dono duduk, ya Dono melihat Indro yang asik baca artikel di Hp-nya dan berkata "Indro sedang asik baca apa di Hp mu?". 

Indro menghentikan baca artikel di Hp-nya. 

"Ini....Don, baca artikel ajaran agama Kong Hu Cu," kata Indro. 

"Tumben baca artikel ajaran agama Kong Hu Cu, atau jangan-jangan pindah agama ya?!" kata Dono niat bercanda. 

"Bencanda...kan Don, omongan itu!" kata Indro. 

"Memang bercandalah. Mana mungkin Indro pindah agama. Pindah agama itu harus punya alasan jelas," kata Dono. 

"Iya juga ya. Kalau orang pindah agama itu....harus punya alasan yang jelas banget. Contohnya : seperti ini. Aku jatuh cinta pada gadis, ya orang China yang agamanya Kong Hu Cu. Jadi aku mengalah demi cinta dan pindah agama. Ya mengikuti ajaran agama gadis yang ku sukai. Alasan aku pindah karena jatuh cinta pada gadis, ya orang China....agamanya Kong Hu Cu," kata Indro. 

"Memang ada gadis China yang mau sama Indro?!" kata Dono yang niatnya bercanda sih. 

"Ya....tidak ada sih. Aku tidak pernah bergaul dengan orang China sih. Karakter keturunan orang-orang China di daerah sini... gimana Don, ya Dono kan pernah bergaul dengan orang China?!" kata Indro. 

"Ya.....ada yang baik dan juga yang buruk. Yang buruk ini.....berarti....ajaran agama Kong Hu Cu masih gagal membimbing umatnya....orang-orang China itu," kata Dono. 

"Kenapa gagal membimbing orang-orang China tuh ajaran Kong Hu Cu?" kata Indro. 

"Pembentukan akhlaknya, ya kurang sih. Penuh dengan tipu muslihat tuh orang-orang sih. Di lihat dari adat kebiasaan budayanya. Contohnya : Film-Film China yang menceritakan nilai - nilai kebiasaan budayanya yang buruk yang ini dan itu," kata Dono. 

"Seperti menipu, berjudi, minum arak, mencuri, merampok, main perempuan, dan banyak lagi," kata Indro. 

"Ya seperti itulah. Repot berurusan dengan orang China," kata Dono. 

"Berarti yang membimbing orang-orang China itu di jalan kebaikan itu banyak yang gagal dalam pembentukan akhlak toh," kata Indro. 

"Begitulah. Karena orang China itu....gilanya harta seisi dunia ini. Kalau bisa di makan semuanya, sampai mati pun di bawa tuh hartanya ke dalam kuburan," kata Dono. 

"Ooooo kaya di Film-Film China gitu ya toh," kata Indro. 

"Tidak jauh beda sih," kata Dono. 

"Kalau yang baiknya Don, ya berhasil membimbing orang China yang agamanya Kong Hu Cu?!" kata Indro. 

"Akhlaknya terbentuk dengan baik. Contohnya : sodakoh,  menolong orang yang butuh bantuan dan masih banyak lagi yang nilainya di jalan kebaikan," kata Dono. 

"Berarti bagus dong," kata Indro. 

"Memang bagus. Tetap saja...aku yang pernah bergaul dengan orang China, ya tetap merasakan kegelapan jiwa dari orang-orang China itu," kata Dono. 

"Jangan-jangan karena proses dari Ibadahnya orang China itu?!" kata Indro. 

"Mungkin sih?! Tapi yang bikin aku resah sih, ya orang China itu kalau tersesatnya sama seperti di Film-Film China. Ya mistis ini dan itu," kata Dono. 

"Kaya artis keturunan China, ya kerjaannya....di bidang mistis ini dan itu," kata Indro. 

"Seperti itulah," kata Dono. 

"Ya sudahlah Don...tidak perlu di bahas lagi. Cuma sekedar obrolan saja. Aku mau main game saja!" kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

Dono pun mengambil baca buku di meja dan segera di bacanya. Indro pun main game di Hp-nya. Kasino selesai mengerjakan pekerjaannya, ya keluar dari kamarnya dan segera ke ruang tengah untuk nonton Tv. Saat duduk, ya Kasino mengambil remot di meja dan di hidupkan tuh Tv. Kasino memilih chenel Tv yang menurutnya acaranya menarik. Kasino pun menonton Film yang bintangnya orang China.

"Gadis China, ya cantik-cantik ya," kata Kasino.

Kasino terus menonton Tv yang acara Film China, ya bagus.

Thursday, November 5, 2020

BERITA YANG MENARIK!

Kasino sedang duduk di ruang tamu, ya sedang baca artikel ini dan itu di leptopnya yang pake jaringan internetlah. Dono di ruang makan lagi menikmati makan mie goreng buatannya. Indro lagi asik nonton Tv di ruang tamu.

"Perkembangan politik Indonesia bagus berdasarkan berita yang aku tonton. Apalagi sekarang lagi proses Pilkada? Ya beritanya yang ini dan itu....jadinya menarik!" kata Indro.

Indro terus nonton Tv dengan penuh santai banget. 

"Berita politik di negara Amerika....bagus. Pemilu Presiden Amerika, beritanya bagus. Ya ada hal-hal yang kontrafesi beritanya yang ini dan itu, ya bagus sih. Ya serba serbinya kehidupan ini ada putih dan hitam. Jadinya sering di omongin orang, ya putih hitam atau sebaliknya hitam putih. Kaya papan catur. Catur perpolitikannya di Amerika ya bagus aja sih di nilai dari sudut padangana aku, ya belum tentu di sudut pandangan orang lain atau pun kelompok yang benar-benar terjun di bidang perpolitikan yang ini dan itu. Kalau orang pengamat politik yang ngomong di media ini dan itu, ya di sesuaikan data ini dan itu, jadi menguatkan omongannya," kata Kasino.

Kasino terus baca artikel ini dan itu di leptopnya. Dono selesai juga makan mie goreng. Dono, ya mencuci mangkok, sendok, garpu dan gelas yang abis di gunakan di belakang. Setelah itu di cuci bersih, ya di taruh di rak piring. Dono pun ke ruang tengah untuk nonton Tv. Indro meninggalkan tontonan di Tv, ya ke ruang tamu dan duduk bersama Kasino. Dono, ya mengganti chenel Tv yang di tonton Indro....pake remot Tv.

"Acara kartun aja!" kata Dono.

Dono menonton kartun di Tv dengan sangat santai banget. Indro, ya ikutan baca artikel yang di baca Kasino.

"Kasino....dari tadi aku ikutin baca artikel di leptop...tentang Pemilu Presiden Amerika?" kata Indro.

"Beritanya....yang lagi naik. Jadi trending topik, ya memang Pemilu Presiden Amerika," kata Kasino.

"Berita dengan Covid-19...gimana?!" kata Indro.

"Beritanya.....masih ada sih. Ya masih hal seperti ini dan itu saja," kata Kasino.

"Ya iya juga ya," kata Indro.

"Bagaimana proses.....Pemilu Amerika menurut Kasino?!" kata Indro.

"Bagus...aja sih. Intrik ini dan itu, ya biasalah Pemilu Amerika yang ini dan itu. Di Indonesia saja, ya  Pemilu banyak juga intrik yang ini dan itu. Namanya kemeriahan dari pesta rakyat yang berdemokrasi memilih pemimpin yang baik demi kemajuaan yang ini dan itu," kata Kasino.

"Jadi bagus toh, ya ada intrik ini dan itu. Suasana jadi menarik. Artikel yang di baca pun jadi menarik...kan Kasino!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Kasino pun menghentikan baca artikel di leptopnya. 

"Indro mau make leptop apa enggak?!" kata Kasino.

"Mau. Untuk main game," kata Indro.

"Ini  leptopnya," kata Kasino sambil memberikan leptopnya ke Indro.

Indro mengambil leptop yang di berikan Kasino. Indro segera membuka game on line di leptopnya Kasino. Sedangkan Kasino, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv.  Indro asik main game on line di ruang tamu.

"Acara Tv-nya bagus, ya menghibur diri," kata Kasino.

"Iya," kata Dono.

Dono dan Kasino, ya asik nonton acara Tv yang acaranya kartun yang menyenangkan keduanya.

PINDAH AGAMA

Dono duduk di ruang tamu sedang asik nonton Youtobe di Hp-nya. Indro, ya duduk di ruang tamu sedang baca artikel di Hp-nya.

"Beritanya.....selalu saja kontrafersi yang ini dan itu," kata Indro.

Indro menghentikan baca artikel di Hp-nya dan Hp di taruh di meja. Indro mengambil gelas teh di meja dan segera di minumnya.

"Emmmm enak," kata Indro.

Indro menaruh gelas teh di meja. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan nonton Youtobe di Hp-nya. 

"Ada berita yang ini dan itu, ya tentang orang pindah agama. Kenapa orang pindah agama, pada hal awalnya yakin bener agama yang di jalanin itu benar?" kata Indro. 

"Mungkin saja agama yang di jalanin itu tidak membuat dirinya tenang, maka pindah agama," kata Dono. 

"Masa cuma itu, kata 'tidak tenang' saja?!" kata Indro. 

"Ada sebuah cerita aku masih kecil, kenapa orang pindah agama? Karena agama yang di jalanin orang itu selalu di ejek sama anak-anak. Kata-kata seperti.......agama yang di jalanin kamu itu sesat, karena Nabi-nya di Tuhan kan," kata Dono. 

"Berarti hidup orang itu tidak tenang dong karena selalu di ejek, yang mengejek memang salah sih tapi cuma omongan anak-anak tidak perlu di ambil hati. Pada akhirnya menggoyahkan keyakinan dan pindah agama," kata Indro. 

"Seperti itulah orang pindah agama," kata Dono. 

"Ada yang lain ceritanya Don, tetang pindah agama!" kata Indro.

"Ada. Seperti ini ceritanya tentang cewek yang telah berumur dan ingin menikah. Jodohnya tidak dateng-dateng. Padahal di tungguin di agamanya sendiri yang ia yakinin. Tahu-tahu jodohnya dateng juga, ya dari agama lain. Cewek itu menerima tuh cowok, ya mengikuti agama si cowok. Jadi tuh cewek pindah agama," kata Dono.

"Cerita itu sih, kaya cerita artis....yang pindah agama gitu," kata Indro.

"Cerita kan ada kesamaan di mana-mana," kata Dono.

"Iya sih aku mengerti itu. Ada yang lain, don cerita tentang pindah agama!" kata Indro.

"Ada sih. Seperti ininya tentang cewek lagi. Ya sebenarnya ini cewek jalannya baik. Tapi karena pergaulan yang bebas tampa aturan. Cewek itu di perkosa cowoknya, tapi tuh cowok bertanggungjawab menikahi tuh cewek. Cowoknya pindah agama, ya mengikuti agama tuh cewek," kata Dono.

"Pindah agamanya gara-gara bertanggungjawab pada cewek yang di perkosa, tuh cowok. Pergaulan bebas tampa aturan. Kebiasaan anak muda yang ini dan itu," kata Indro.

"Maka itu muda dan mudi itu labil dari hawa nafsunya, jadi harus benar-benar di didik," kata Dono.

"Memang benar sih harus di didik benar-benar.  Contohnya : remaja yang ikut-ikutan demo ini dan itu. Ilmunya tidak tahu, ya cuma ikut-ikutan saja. Labil segala kelabilan remaja seperti itu," kata Indro.

"Banyak berita yang cerita tentang pemerkosaan ini dan itu. Ya semua karena labil di hawa nafsunya," kata Dono.

"Ya...kalau itu sih aku sering baca artikel tentang kriminal ini dan itu. Salah satunya pemerkosaan ini dan itu dengan jenis motif ini dan itu. Ada cerita yang lain Don, ya tentang pindah agama!" kata Indro.

"Ada sih. Ceritanya sih. Cowoknya pindah agama mengikuti agama tuh cewek tapi ternyata cuma bohongan saja, ya tujuannya sih ngambil sah nikahnya saja. Tuh cowok, ya balik ke agama lagi. Hidup berrumah tangga, ya di jalanin agama masing-masing sampai anak jadi. Ketika waktunya tiba, ya ceweknya menggugat cerai cowoknya dengan alasan agama dan juga ekonomi," kata Dono.

"Agama tuh cowok apa Don?" kata Indro yang ingin tahu banget.

"Lebih baik tidak aku sebutkan. Nanti menyinggung agama tersebut, kalau di publikasikan di Blog," kata Dono.

"Aku paham Don. Ya sudah Don, ngobrolnya bahas tentang orang-orang pindah agama. Aku mau nonton Tv!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono kembali nonton Youtobe di Hp-nya.

"Film Digimon ini bagus, ya kembali seperti masa kecil. Aku sering menontonnya. Film Digimon ini populer di masa kecil, ya tidak kecil-kecil banget sih, remajalah," kata Dono.

Indro pindah duduknya ke ruang tengah. Saat duduk, ya Indro mengambil remot di meja dan segera menghidupkan Tv. Indro pun memilih chenel yang menarik yang ia tonton.

"Sinetron aja ah!" kata Indro.

Indro menonton sinetron tema cinta yang jalan ceritanya bagus yang terpenting adalah artisnya, ya Indro sukai. Kasino sedang sibuk di dalam kamar, ya membuat pembukuan.

Wednesday, November 4, 2020

PEMIMPIN PILIHAN RAKYAT

Hujan turun rintik-rintik. Dono di dalam rumah sedang asik mengetik di leptopnya di ruang makan. Dono tiba-tiba berhenti mengetik dan berkata "Haaaa.....tetap saja berputar saja, ya....aneh?!". Dono pun melanjutkan mengetiknya di leptopnya dengan baik. Indro yang duduk di ruang tamu sedang main game di Hp-nya, ya berhenti karena mulai jenuh. Hp pun di taruh di meja, oleh Indro. Ya Indro mengambil gelas teh dan segera di minumnya.

"Emmmm enak," kata Indro.

Indro menaruh gelas teh itu di meja. 

"Hidup ini hanya perlu di nikmatin saja," kata Indro.

Indro pindah duduknya ke ruang makan. Dono masih sibuk mengetik. Indro duduk sambil berkata "Don."

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan mengetik di leptopnya.

"Banyak berita yang mengabarkan, ya aku baca di artikel ini dan itu tentang para pemimpin yang ini dan itu. Sebenarnya sejauh mana pemimpin yang di jagoin sama organisasi ini dan itu yang bisa mengerahkan masa sampai turun ke jalan. Apalagi....kalau organisasi basis agama? Wah beritanya kaya petir di siang bolong saja, jadi kaget gitu," kata Indro.

"Kalau itu sih sejauh apa manusia yang di jadikan pemimpin itu punya kemampuan yang luar biasa di atas kemampuan rata-rata manusia pada umumnya, ya menciptakan nilai kepemimpinan....jadi umatnya mengikuti saja, alias percaya. Ya namanya manusia kebiasaannya terlalu mengagung-agungkan manusia yang punya kehebatan ini dan itu. Contohnya saja : Nabi yang mengajarkan nilai kebaikan di ikuti umatnya berjalan di jalan kebaikan. Apalagi tuh Nabi punya mukjizat yang ini dan itu. Ya Nabi itu di angung-angungkan sama manusia karena kemampuannya ini dan itu," kat Dono.

"Kalau begitu, kebanyakan pemimpin di samakan dengan Nabi doh," kata Indro.

"Bisa di bilang begitu. Contohnya : calon Presiden yang ingin di pilih rakyat. Menciptakan nilai kepercayaan rakyat dan akhirnya di pilih jadi pemimpin untuk memimpin rakyat, ya Presiden terpilihlah," kata Dono.

"Maka itu banyak berita di masa lalu, ya kalangan rakyat kecil bicara tentang pemimpin yang di pilih adalah kesamaan dengan Nabi, ya bisa membawa nilai kebaikan gitu, kesejahteraan rakyat," kata Indro.

"Harapan rakyat kecil itu petolongan manusia yang baik dan bijaksana itu untuk menolong mereka yang miskin dalam kesusahan terbebas dari beban kemiskinannya. Contohnya : program kerja pemerintahan, ya sembako gitu. Data di dapatkan di masyarakat, ya nyampe sembako ini dan itu. Jadi terbantulah orang miskin, ya terbebas dari beban kemiskinan ini dan itu. Walau harapan yang paling besar sih, ya pekerjaan yang layak, hidup yang layak....sesuai dengan amanah UUD 1945," kata Dono.

"Jadi semua orang mengikuti jejak para Nabi untuk jadi pemimpin di muka bumi ini toh. Terkadang kalau terlalu mengagung-angungkan Nabi, maka bisa saja.....Nabi itu Tuhannya manusia itu sendiri dong," kata Indro.

"Pendapat seperti itu sering di omongin di mana-mana. Maka itu larangannya adalah Nabi...itu tidak boleh di beri wujudnya karena Nabi itu bisa di Tuhankan oleh manusia yang percaya dengan kemampuannya ini dan itu," kata Dono.

"Oooo sama halnya dengan beberapa ajaran yang Tuhannya wujudnya manusia. Bukan menyinggung ajaran agama lain, tapi kenyataannya memang benar. Tuhan itu wujudnya manusia kalau di ajaran agama lain," kata Indro.

"Ya memang benar sih omongan Indro," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Ya sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Aku mau nonton Tv!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan mengetik di leptopnya. Indro, ya pindah duduknya ke ruang tengah. Indro duduk sambil mengambil remot di meja dan segera menghidupkan Tv. Indro pun menonton acara Tv, ya seperti biasanya......berita ini dan itu. Dono terus mengetik di leptopnya. Kasino, ya masih sibuk dengan kerjaannya di tempat kerjaannya.

Monday, November 2, 2020

BENDA TASBIH

Indro keluar dari kamarnya sambil memegang benda tasbih dan duduk di ruang makan. Dono, ya lagi sibuk mengetik di leptopnya. Kasino sedang asik membaca komik di jaringan internet, ya di Hp-nya. Benda tasbih yang di  pegang Indro di taruh di meja. 

"Don, Kasino!" kata Indro.

Dono pun berhenti mengetik di leptopnya.

"Apa?" kata Dono.

Kasino, ya berhenti baca komik di jaringan internet di Hp-nya.

"Apa?" kata Kasino.

"Berita selalu saja demo ini dan itu, sebenarnya yang di cari manusia yang kerjaan demo itu apa sih?" kata Indro.

"Aku kirain mau bahas tentang masalah kisah cintamu Indro. Ini masalah tentang berita demo, yang sebenarnya sih....aku tidak peduli. Kalau demo masak, ya aku pedulilah. Bahan makan yang di buat dengan baik, ya menjadi makan yang enak. Contoh saja : daging sapi, yang di buat jadi bakso yang ini dan itu. Buat ngiler tuh bakso yang di buat. Rasanya emang enak sih. Aku merasa kepingin, ya beli aja bakso. Jadi tuh tontonan yang mempublikasikan tentang bakso, ya mempromosikan bakso itu enak. Jadinya bakso jadi viral dan permintaan di pasar tinggi deh. Laris manis lah penjual bakso," kata Dono.

"Malah demo masak yang bahas," kata Indro.

"Kan lebih baik demo masak dari pada demo yang mengemukakan pendapat di lapangan yang ini dan itu. Tujuannya aku sih mengerti sih. Seperti penolakan UU Cipta Kerja yang viral di mana-mana. Dan sekarang ini demo tentang karikatur Nabi Muhammad SAW yang di muat di media katanya dan juga penyataan Presiden Perancis, ya katanya sih....sampai-sampai demonya boikot produk Perancis. Hal biasa saja menurut aku," kata Kasino.

"Biasa aja. Apa karena ada animasi tentang cerita Nabi yang di tanyangkan di Tv, ya. Biasanya mempengaruhi jaringan yang ini dan itu. Gimana Don, ada dampak pengaruhnya atau tidak?" kata Indro.

"Ya, ada sih dampaknya. Ya meningkatkan tontonan animasi cerita Nabi," kata Dono.

"Gimana...dengan menurutmu Kasino?" kata Indro.

"Ada...sih dampaknya sih. Contohnya : berita artis yang menikah, ya di kabarkan lewat media apa pun?! Lalu di bicarakan orang sekitar kita. Termasuk kita juga sih, ya bahas ini dan itu. Jadi kan viral atau populer. Walau ada berita yang tidak sengaja di buat dan ada juga sengaja di buat......agar viral atau populer sih," kata Kasino.

"Jadi dampak ini dan itu ada pengaruhnya, bisa besar dan juga kecil. Seperti masa kuliah, ya pernyataan Presiden Indonesia yang ini dan itu, jadi bahas di setiap mata kuliah yang di pelajarin. Pro dan kontrallah di mahasiswa/i, tentang topik yang di bahas. Selalu ada kesimpulan yang baik....setelah di bahas, kaya talkshow saja," kata Indro.

"Oiiiiya Indro, benda tasbih itu beli atau di kasih?" kata Dono.

"Ooo benda tasbih ini," kata Indro memegang benda tasbih yang tadi di taruh di meja, "Benda tasbih ini di kasih teman yang orang tuanya pulang dari haji. Aku simpan dengan baik ini benda tasbih."

"Tasbih, kaya.....judul acara Tv saja," kata Dono.

"Memang...judul acara Tv, yang ada artisnya Lesti dan juga Ustad yang terkenal sih, ya artis juga sih....namanya Ustaz Subki Al Bughury," kata Indro.

"Benda yang di buat untuk membantu manusia dalam hal menghitung zikir, tasbih namanya," kata Kasino.

"Benda tasbih kadang di gunakan umat Islam, kadang juga tidak. Ya cukup dengan di hitung dengan jari sih kalau berzikir. Ajaran lain, ya ada sih pake benda tasbih contohnya kaya di film -film tentang biksu, ajaran Budha," kata Indro.

"Sebenarnya masalah berkembang di masyarakat, kontrafersi saja ya?!" kata Indro.

"Memang kontrafersi saja, yang ini lah dan yang itu lah. Pada akhirnya jadi bahasan di media apa pun?!" kata Dono.

"Kalau tidak buat kontrafersi, ya......makan apa yang kerja di media itu?" kata Kasino.

"Iya juga, ya makan apa tuh orang-orang media itu. Harus di kontrafersikan, ya jadi bahas gitu," kata Indro.

"Oiiiiya...aku ada kerjaan. Obrolannya sudah dulu ya!" kata Kasino.

"Iya," saut Dono dan Indro bersamaan.

Kasino ke kamarnya untuk mengerjakan pekerjaannya, ya biasalah pembukuan.

"Sejauh apa manusia membahas permasalahan yang berkembang di masyarakat, ya selisih ini dan itu?" kata Indro.

"Sejauh pokok masalah yang di angkat dan di proses sampai mendapatkan kesimpulan yang baik. Kata Indro tadi!" kata Dono.

"Iya juga ya. Jadi masalah demo ini dan itu. Pasti ada jalan keluar yang baik. Ya sudahlah aku mau nonton Tv!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan mengetiknya di leptopnya. Indro ke ruang tengah. Duduklah Indro sambil menaruh benda tasbih di meja dan mengambil remot Tv, ya segera menghidupkan Tv. Indro memilih chenel Tv yang acaranya bagus. Seperti biasa Indro, ya nonton acara berita ini dan itu. Santailah Indro nonton Tv. 

Sunday, November 1, 2020

MISTERINYA CERITA

Dono sedang duduk di ruang makan, ya mengetik di leptopnya. Terdengar suara hujan di luar rumah. Dono tetap serius mengetik sambil berkata "Titik titik hujan rintik". Indro yang selesai masak, ya rebus mantang. Sepiring mantang rebus di bawa Indro ruang makan dan berkata "Beras dan mie instan yang sering di konsumsi manusia. Padahal makan banyak. Mantang rebus ini, kabohidrat juga....ya baik juga". Sepiring mantang rebus di taruh di meja, ya Indro berkata ke Dono yang sibuk mengetik di leptopnya "Don, mantang rebusnya!".

Dono menghentikan mengetik di leptopnya dan berkata "Iya".

Dono mengambil mantang rebus di piring dan segera di makannya.

"Emmm....enak," kata Dono.

Indro, ya makan mantang rebus juga. 

"Oiya...jadi tulisan mu di Blog gimana?" kata Indro.

"Gimana....apa?" kata Dono.

"Ya.....tulisan yang di draf itu. Di publikasikan semuanya atau tidak?" kata Indro.

"Baik aku......publikasikan saja. Baik dan buruknya selalu aku terima. Contohnya komentar ini dan itu, ya hal biasa. Kritik yang membangun menjadikan diri ku jadi lebih baik," kata Dono.

"Kan....masalahnya bukan kritikan. Melain perintah suara gaib!" kata Indro.

"Iya...aku tahu. Tidak perlu di perjelaskan. Lagian segala sesuatu lebih baik di buat misteri, biar lebih menarik," kata Dono.

"Kebiasaan nulis cerita misteri, ya di kaitkan semuanya pada cerita yang lain.....jadinya misteri gitu. Benar atau tidaknya, ya hanya pembaca yang menilai," kata Indro.

"Ya aku akui deh," kata Dono.

Mantang habis di makan Dono, ya ngambil lagi di piring dan di makan lagi. Indro menuangkan tekok berisi teh di cangkir dan segera di minumnya.

"Enak teh ini," kata Indro.

Indro menaruh cangkir teh di meja.

"Don apa pendapatkan peserta KDI.....sudah sampai puncak penentukan juara satu, dua dan tiga. Apalagi...peserta grandfinal KDI, ya sudah ngisi acara di Dasyat 2020....pagi sih?!" kata Indro.

"Oooo itu. Ya pendapat ku seperti biasanya sih. Bagus aja. Segala acara Tv itu lebih baik di dukung lewat digital saja......kan mengikuti perkembangan zaman," kata Dono.

"Seperti biasanya," kata Indro.

"Ya....seperti biasanya lah," kata Dono yang tegas.

Dono mengambil cangkir tehnya dan meminumnya.

"Segernya......," kata Dono.

Dono menaruh cangkir teh di meja. Indro beranjak dari duduknya.

"Indro mau kemana?" kata Dono.

"Aku mau nonton Tv!" kata Indro.

"Jadi obrolan selesai toh?!" kata Dono.

"Iya," kata Indro.

"Ok," kata Dono.

Dono mengambil mantang rebus di piring dan memakannya. Indro ke ruang tengah untuk nonton Tv. Saat duduk, ya Indro mengambil remot di meja dan di hidupkan Tv. Indro pun memilih chanel yang menarik untuk mengetahui tentang perkembangan ini dan itu, ya chanel yang menanyangkan beritalah.

"Apa aku membuat cerita dengan tokoh cewek yang baru saja ya?!" kata Dono yang berpikir sambil makan matang.

Indro, ya santai di ruang tamu nonton berita ini dan itu, ya menariklah.

"Ide ceritanya seperti apa ya? Oooo begini saja. Cewek yang bernama Gita itu di deketin sama Danang, ya sampai pernyataan cinta ke Gita. Gita pun belum bisa menerima Danang, ya bukan di tolak tapi lagi berfikir dulu....karena di lihat umur Gita yang masih muda dan ingin menggapai semua impiannya di usia muda. Haviz dan Wahid ternyata menyukai Gita, ya teman dekatnya Gita, dan juga ada cowok misterius yang mengawasi Gita yang selalu mendukung karirnya Gita untuk menggapai semua impiannya. Cowok misterius itu, ya namanya Siapa ya? Ooooo ini saja, Satria. Pergolakan mendapatkan cinta Gita pun terjadi. Kaya....seru ceritanya. Pemenangnya siapa ya? Penuh dengan tanda tanya. Ya...baru ide saja sih. Aku lanjutin mengetik lagi!" kata Dono.

Dono mengambil cangkir teh dan meminumnya. 

"Segernya," kata Dono.

Dono pun menaruh cangkir teh di meja. Dono melanjutkan mengetiknya di leptopnya dan ide cerita yang baru pun di ketik Dono, tapi belum di kerjakan sepenuhnya di simpan dulu. Dono masih menyelesaikan kerjaannya  yang ia ketik di leptopnya. Indro tetap santai di ruang tengah nonton Tv.

"Beritanya menarik ini dan itu," kata Indro.

Indro tetap santai nonton Tv, ya beritalah. Kasino di tempat kerjanya, ya masih sibuk dengan kerjaannya.

Saturday, October 31, 2020

MENARIK!

Indro duduk di halaman belakang bersama Dono yang sedang baca buku. Indro, ya baca artikel di Hp-nya,  ya artikel yang di baca tentang pemerintahan masih kaitkan dengan politik dan juga gejala ini dan itu di dalam negeri, ya cenderung tentang demo ini dan itu. 

"Ibu Megawati, ya kritiknya tentang generasi melenial yang berkaitan dengan demo.....ya kena banget. Jadi masukan yang baik untuk pembentukan karakter dari pemuda melenial, harus kuat, tangguh dan pandai membaca keadaan berdasarkan data dan informasi yang di dapatkan. Ok menarik!" kata Indro. 

Indro membaca artikel berikutnya berkaitan seputar berita artis. 

"Berita artis, ya masih kontrafersi ini dan itu. Ok menarik!" kata Indro. 

Indro membaca artikel berikutnya berkaitan dengan Pilkada. 

"Debat.....Pilkadanya. Ok menarik!" kata Indro. 

Indro membaca artikel berikutnya berkaitan dengan olahraga. 

"Sepak bola....bagus hasil pertandingannya. Menarik!" kata Indro. 

Indro membaca artikel berikutnya berkaitan tentang berita paling kontrafersi, ya karikatur Nabi Muhammad SAW. 

"Bener-bener kontrafersi banget. Ya menarik aja di baca!" kata Indro. 

Indro pun menghentikan baca artikel di HP-nya, ya Hp di taruh di meja. Indro mengambil cangkir berisi teh dan segera di minum. 

"Enak teh ini," kata Indro. 

Dono menghentikan baca bukunya dan buku di taruh di meja. Dono mengambil cangkir berisi teh dan segera di minumnya. 

"Emmm....enak teh ini," kata Dono. 

Kasino, ya masih sibuk merawat tanaman di potnya dengan baik. Indro menaruh cangkir teh di meja, ya begitu juga Dono. 

"Artikel yang aku baca tentang tanaman hias terus di beritakan dengan baik," kata Indro. 

"Bagus dong. Jadi banyak orang yang mengenal tanaman hias yang ini dan itu," kata Dono. 

"Sampai harganya tuh tanaman hias....ya fantastis," kata Indro. 

"Ya baguslah harganya fantastis, jadi menarik di bacakan tuh artikel!" kata Dono. 

"Iya sih," kata Indro. 

Indro pun mengambil Hp-nya di meja dan segera main game di Hp-nya. 

"Hari minggu yang tenang," kata Dono. 

Dono pun mengambil Hp-nya di meja dan membuka Youtobe. 

"Nonton apa ya?!" kata Dono. 

Dono memilih vidio di Hpnya.

"Vidio tentang kisah cintanya Lesti dan Risky Billar, ya menarik!" kata Dono. 

Dono memilih vidio lagi. 

"Naruto....masih menarik!" kata Dono. 

Dono memilih vidio lagi. 

"One Piece.....menarik!" kata Dono. 

Dono memilih vidio lagi. 

"Kamen Rider Saber....menarik!" kata Dono. 

Dono memutuskan vidio yang menurut paling menarik, ya Film Digimon. Dono menonton Film Digimon dengan penuh kesantaian. Kasino, ya selesai juga merawat tanaman di potnya. Kasino pun mencuci tangannya pake sabun dan di bilas dengan air mengalir. Setelah itu. Kasino duduk bersama Dono dan Indro. Kasino menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan segera di minum. 

"Emmm enak teh ini," kata Kasino. 

Kasino pun menaruh cangkir teh di meja. Kasino mengambil Hp-nya di meja dan segera membuka artikel di jaringan internet, ya di Hp-nya. 

"Beritanya masih kontrafersi ini dan itu, menarik!" kata Kasino. 

Kasino, ya menghentikan baca artikel dan segera main game di Hp-nya. 

Beberapa jam kemudian..... 

Dono duduk di ruang tamu sedang asik mengetik di leptopnya. Kasino ke rumah Selfi, ya biasalah pacaran tapi cuma ngobrol aja di ruang tamu. Indro di ruang tengah, ya nonton Tv. Indro memilih data rekaman di Tv, yang di pilih adalah sinetron 'Pintu Berkah'. Indro santai nonton Tv karena bintangnya....adalah Janna LIDA.

Tuesday, October 27, 2020

SEPERTI BIASANYA


Dono duduk di ruang tamu sambil baca buku. Petugas PLN tetap seperti biasa dateng untuk memeriksa meteran listrik, setelah itu pergi dari rumah Dono, ya memeriksa meteran listrik rumah yang lain. Dono cuma melihat petugas itu dari balik jendela kaca. 

"Seperti biasanya," kata Dono. 

Dono terus membaca bukunya. Terdengarlah mobil yang berkeliling yang memberitahuku bahayanya virus corona dan jika sakit harus ke rumah sakit atau puskesmas, ya katanya gratis. 

Dono berhenti baca bukunya dan berkata "Masalah...virus corona belum selesai juga. Program Kesehatan di nomor satu kan demi kelangsungkan hidup manusia yang ingin umur panjang, ya menikmati hidup di dunia ini. Ya pemerintahan menyelesaikan satu persatu masalah Kesehatan yang datanya sudah tersebar dari Era Soeharto sampai...sekarang Era Joko Widodo," kata Dono. 

Dono pun menaruh buku di meja dan mengambil Hp-nya dan segera membuka jaringan internet untuk membaca artikel ini dan itu. 

"Berita hari ini masih seputar ini dan itu. Kontrafersinya....banyak juga. Pokok masalah yang makin naik, kemungkinan akan di bahas di program media apapun yang merencanakan agar program acara bagus. Semua ini demi hidup. Kerja dan kerja," kata Dono. 

Dono pun main game di Hp-nya. Indro pindah duduk dari ruang tengah, ya nonton Tv ke ruang tamu. Indro duduk di sebelah Dono. 

"Don, kenapa jarang menulis di Blog?" kata Indro. 

Dono pun berhenti main game di Hp-nya. 

"Kata suara gaib, aku di suruh berhenti....nulis di Blog. Jadi aku berhenti lah!" kata Dono. 

"Jadi berhenti nulis. Sementara waktu atau lama?" kata Indro. 

"Sementara waktu," kata Dono. 

"Don, yang kemarin di publikasikan ada foto artis Raranya di simpan di draf ya Don?" kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

"Kenapa?" kata Indro. 

"Aku merasa aneh aja setelah di publikasikan. Biasanya abstrak, jadi maksud dan tujuannya ketara gitu. Jadi aku simpan saja di draf. Lebih baik," kata Dono. 

"Oooooo begitu," kata Indro. 

"Sudahlah jangan di bahas lagi. Aku mau main game lagi!" kata Dono. 

"Iya," kata Indro. 

Indro pun kembali ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono pun asik main game di Hp-nya. 

"Acara Tv, ya sebenarnya seperti biasanya. Talkshow ini dan itu, ya kaya seminar di kampus ini dan itu membahas pokok masalah ini dan itu. Ya agak sedikit jenuh saja," kata Indro. 

Indro ya terus nonton Tv. Kasino di kamarnya, ya menyelesaikan pekerjaannya dan segera keluar dari kamarnya. Terdengar suara musik yang keras dari tetangganya yang nganggur dengan kebiasaannya mendengarkan musik untuk menghibur dirinya. 

"Kebiasaan tuh tetangga nyetel musik keras-keras," kata Kasino. 

Kasino, ya duduk di sebelah Indro untuk nonton Tv. 

"Ooooo acara Tv-nya seperti biasanya. Ganti Indro!" kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

Indro mengganti chenel Tv dengan remotnya dan di pilih chenel berita. 

"Berita hari ini tetap pokok masalahnya di lihat dari sisi daerah yang mengalami masalah yang ini dan itu," kata Kasino. 

"Menceritakan keadaan," kata Indro. 

"Lama-lama kaya di bangku kuliah saja ya...Indro, yang di bahas masalah ini dan itu dan cari solusi dengan teknik yang begini dan begitu," kata Kasino. 

"Iya, bener omonganmu Kasino," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

"Hidup masih di sibukkah dengan virus corona ini dan itu. Bosen juga ya!" kata Indro. 

"Memang bosen. Program acaranya di buat beginilah dan begitulah sampai jenuh sih," kata Indro. 

"Manjangin cerita. Mungkin sampe masa jabatan Presiden Joko Widodo, ya habis. Baru deh......masalah pemberitaan ini dan itu selesai. Sama hal seperti masa Presiden sebelum-sebelumnya yang ini dan itu. Sampai di bahas di bangku kuliahan yang ini dan itu," kata Kasino. 

"Di bangku kuliahan sih. Dosen dan Mahasiswa/i, ya jadinya ada bahan yang di bahas dengan pokok masalah berkembang saat ini yang di sesuaikan dengan mata kuliah yang di pelajari," kata Indro. 

"Jadi....jenuh banget. Kalau tahu permainannya tidak jauh beda," Kata Kasino. 

"Kadang lebih baik tidak kuliah. Jadi tidak tahu....apa-apa ini dan itu jadi rasa penasaran itu ada?!" kata Indro. 

"Iya juga sih. Tapi kalau tidak kuliah kita tidak tahu perkembangan yang terjadi sebenarnya," kata Kasino. 

"Cuma kerjaannya ikut saja kerja program kerja pemerintahan ini dan itu, tapi tidak tahu tujuannya kenapa program pemerintahan itu di buat? Sama seperti halnya Era Soeharto. Banyak pelanggaran dari amanah UUD 1945. Pada akhirnya....kena dampak permainan dari orang pemerintahan yang ini dan itu," kata Indro. 

"Ya sudahlah jangan di bahas lagi. Lebih baik nonton sinetron saja!" kata Kasino. 

"Iya," kata Indro. 

Indro mengganti chenel Tv pake remot, ya di ganti ke chenel yang acaranya sinetron. Indro dan Kasino asik nonton sinetron.

Sunday, October 25, 2020

RINDU

Dono asik duduk ruang tamu sedang mengetik di leptopnya, tiba-tiba Dono berhenti mengetik....ya berpikir panjang. 

"Kenapa aku membayangkan bunga mawar merah yang cantik, ya? Mungkin aku merindukan seseorang yang ku sukai," kata Dono. 

Dono pun berhenti mengetik di leptopnya, ya hasil ketikan yang belum jadi di simpan dengan baik. Leptop di matikan Dono. Bangunlah Dono dari duduk dan bergerak menuju kaca depan rumah. Gordeng pun di buka Dono untuk melihat lingkungan dari balik jendela. 

Terlihat sosok cantik di depan rumah. 

"Aku terkesan dengan kecantikannya," kata Dono. 

Dono bergerak lagi dan duduk di sofa. Diambillah buku di meja, oleh Dono....ya di bacanya dengan baik. Indro yang selesai memasak di dapur, ya membawa seiring tempe goreng ke ruang tamu. Piring di taruh di meja dan Indro berkata "Tempe goreng, Don!" 

"Iya," saut Dono. 

Dono berhenti baca bukunya dan mengambil tempe goreng di piring dan segera di makannya. 

"Emmmm enak, tempe goreng ini," kata Dono. 

Indro, ya menikmati makan tempe goreng. Dono pun terpikirkan sesuatu dan berkata "Kenapa aku membayangkan diri ku berada di gurun pasir, yang sedang berteduh di pohon kurma. Kaya menunggu seseorang?!" kata Dono. 

Indro mendengar omongan Dono, ya menanggapinya dengan berkata "Cuma khayalan saja. Mungkin ada seseorang yang Dono, rindukan." 

"Mungkin juga," kata Dono. 

Dono mengambil cangkir berisi teh di meja dan segera meminumnya. Indro, ya menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan segera meminumnya. 

"Enak teh ini," kata Indro. 

Indro pun menaruh cangkir teh di meja, ya begitu juga Dono. 

"Don, Blog mu itu di berikan gambar abstrak kan?!" kata Indro. 

"Iya, memang konsep awal sampai sekarang begitu," kata Dono. 

"Sekali-kali, ya sedikit perubahan gitu. Ya di ambil foto di jaringan internet dan di taruh di Blog mu Don. Ada kesan sesuatu gitu," kata Indro. 

"Maksud kesan sesuatu apa?" kata Dono. 

"Kalau di kasih foto, contoh ya cewek cantik yang sering jadi obrolan kita. Jadi kesan ya tidak bohongan gitu, yang baca akan menanggapinya dengan baik.....ya jujur alias beneran jadi objek obrolan kita," kata Indro. 

"Tujuannya....jujur toh. Boleh juga. Tapi bisa aja kan aku beri foto yang ku ambil di jaringan internet dan cuma di simpan saja, ya tidak dipublikasikan foto itu bersama tulisan," kata Dono. 

"Ya kalau itu sih terserah Dono," kata Indro. 

"Ya aku publikasikan dengan foto yang aku ambil dari jaringan internet. Jadi edisi sedikit berbeda dari konsep awal," kata Dono. 

"Don, masih merasa ada rasa yang aneh pada dirimu ya?!" kata Indro. 

"Iya, rasanya selalu memikirkan bunga," kata Dono. 

"Bunga adalah sebuah maksudnya tersembunyi? Biasanya cewek yang di sukai, ya terkesan saja sih. Mungkin Rara," kata Indro. 

"Mungkin.....bisa jadi. Rara aku pikirkan. Tapi kan Rara yang mana?!" kata Dono. 

"Rara yang jadi objek pembicaraan. Yang artis saja sekedar permainan seperti biasanya...kan. Jadikan fotonya bisa di taruh Blog, ya kesan jujur saja di tulisan," kata Indro. 

"Boleh juga," kata Dono. 

"Cinta itu anugrah bagi orang yang merasakan indahnya cinta. Menghargai cinta itu sendiri maka akan menghargai orang kita kasihi dengan baik. Jauh kan diri dari pertentangan yang akan merusak cinta. Pahamilah sesuatu yang bisa cinta itu terus bersama selamanya," kata Indro. 

"Kata-kata yang bermakna," kata Dono. 

"Ya sudah Don, aku mau main game di Hp ku," kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

Dono baca bukunya kembali. Indro, ya main game di Hp-nya dengan penuh keasikkan gitu. Kasino selesai menyelesaikan kerjaannya, ya keluar dari kamarnya dan ke ruang tengah untuk nonton Tv, ya biasa berita. 

"Ooooo beritanya ada yang heboh hari ini tentang kebakaran. Menarik di tonton," kata Kasino. 

Kasino terus nonton berita di Tv dengan santai. Dono lagi-lagi membayangkan sebuah bunga. 

"Kayanya aku rindu seseorang. Judul ceritanya lebih baik di kasih judul 'Rindu', saja," kata Dono. 

Dono terus baca bukunya. Indro memang mendengar celotehan Dono, ya diabaikan karena asik main game di Hp-nya. 

Saturday, October 24, 2020

RENCANA MANUSIA

Dono dan Indro duduk di halaman belakang sambil minum teh.

"Hidup ini tenang, ya," kata Indro, ya menaruh cangkir teh di meja. 

"Iya," kata Dono sambil menaruh cangkir teh di meja. 

"Hidup ini penuh dengan rencana manusia," kata Indro.

"Memang iya," kata Dono.

"Jika aku menanam cabe, ya di rawat baik-baik agar hasilnya sesuai dengan rencana aku. Hasil panen cabe melimpah. Kalau di hitung dari modal awal sampai hasil penjualan tuh cabe, ya harapan sih harga memang inginnya harga jual cabe tinggi, ya keuntungan. Supaya ada nilai kepuasaan dari hasil kerja," kata Indro.

"Itu kalau sesuai rencana. Kalau tidak sesuai rencanakan seperti ini : tanaman cabe, mati karena hama atau musim kemarau, ya tidak ada air. Kerugian total itu mah. Tapi jika tanaman cabe tumbuh dengan baik dan panen bagus, eeee harga jual cabe hancur di pasar. Kerugian dan kerugian," kata Dono.

"Ujian hidup. Ada sesuai rencana ada yang tidak sesuai rencana," kata Indro.

Indro pun mengambil cangkir teh di mejanya dan segera meminumnya, ya begitu Dono. Kasino selesai urusan kerjaannya, ya keluar dari kamar dan segera ke halaman belakang untuk merawat tanaman pot dengan baik. 

"Hubungan pria dan wanita, awalnya karena cinta menikah. Ketika proses waktu menjalankan rumah tangga, ya kandas karena tekanan ekonomi dan psikologis dari keduanya. Cerai," kata Indro sambil menaruh cangkir teh di meja.

"Ujian manusia yang berumah tangga," kata Dono sambil menaruh cangkir teh di meja.

"Menikah dasar cinta tetap saja cerai," kata Indro.

"Cinta itu anugrah. Bisa juga cinta itu kebodohan saja, maka hubungan pun bisa putus, alias cerai," kata Dono.

Dono mengambil gorengan di piring dan memakannya, ya begitu dengan Indro.

"Hidup jadi bintang, ya enak....jika sesuai rencana," kata Indro.

"Memang iya kalau sesuai rencana, enak," kata Dono.

"Penyanyi. Berusaha mencari rezeki dengan menghibur manusia sampai mengeluarkan album lagu yang menurutnya akan laku di pasaran. Kalau sesuai rencana, ya keuntungan besar. Tapi jika tidak sesuai rencana, ya kerugian total," kata Indro.

"Namanya juga rencana manusia. Sama halnya ketika orang yang mampu untuk jadi pemimpin, maka ikutlah dalam pemilu Pilkada. Kalau sesuai rencana, ya menang dan segera menjalankan program kerja yang telah di buat dengan baik untuk kepentingan orang banyak. Kalau tidak sesuai rencana, ya gagal total. Putus harapan dari apa yang di rencanakan tidak sesuai rencana," kata Dono.

"Hidup ini. Hanya dua hal. Berhasil sesuai rencana atau tidak berhasil karena gagal rencana," kata Indro.

Indro pun mengambil cangkir di meja dan segera meminum tehnya, ya begitu juga Dono. Kasino pun selesai membereskan pekerjaannya, ya merawat tanaman di potnya. Kasino mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, ya setelah itu duduk bersama Dono dan Indro. 

Dono menaruh cangkir tehnya di meja, ya begitu juga Indro. Kasino mengambil gorengan di piring, ya segera di makannya. 

"Enak gorengan ini," kata Kasino. 

"Aku mau main game di Hp-ku," kata Indro. 

Indro segera main game di Hp-nya. 

"Semua sesuai dengan rencana manusia," kata Dono.

"Aku setuju, sesuai rencana manusia," saut Indro sambil main game di Hp-nya. 

"Sesuai rencana manusia. Memang benar sih. Apa yang ku lakukan, ya sesuai rencana. Rencana manusia, ya aku," kata Kasino. 

Kasino, ya menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan segera meminumnya. 

"Aku mau main game aja!" kata Dono. 

Dono, ya segera main game di Hp-nya. Kasino, ya menaruh cangkir ya di meja. Kasino pun membaca artikel di jaringan internet di Hp-nya. 

"Berita hari ini. Ooooo sesuai dengan rencana manusia. Berhasil itu keuntungan bagi rencana sesuai. Ya tidak berhasil, berarti kerugian dari rencana yang gagal," kata Kasino. 

Dono dan Indro ya mendengar omongan Kasino, ya tetap diam saja karena asik main game di Hp. Kasino, ya berhenti baca artikel di Hp dan segera mengambil buku komik di meja dan di bacanya dengan baik. Ketiganya tetap menikmati keadaan lingkungan tenang di hari minggu. 

FILOSOFI KOPI

Kasino dan Dono sedang asik main catur di ruang tamu. Indro di ruang tengah, ya nonton Tv. Saat iklan di Tv, ya Indro nonton Youtobe di Hp-nya. Dengan seksama Indro menonton vidio yang ia tonton sampai selesai. 

"Bagus konsepnya di buat. Tema judul lagu yang di angkat bagus, ya 'Hikmah'. Isi ceritanya tentang cinta yang penuh intrik yang di kaitkan dengan filosofi kopi. Teknik pengambilan gambar....ok. Sipp semuanya!" kata Indro. 

Indro, ya menghentikan nonton Youtobe di Hp-nya. Indro ke dapur untuk buat kopi. Beberapa saat kopi, ya jadi. Indro me minum kopinya. 

"Enak kopi ini. Cinta itu....seperti rasa kopi, ya terkenang rasa yang enak dari rasa kopi itu sendiri, ya filosofi kopi....versi aku deh," kata Indro. 

Indro membawa segelas kopi ke ruang tengah sambil nonton Tv yang acaranya bagus banget. Dono dan Kasino selesai main caturnya yang menang Kasino. Dono pun melanjutkan kerjaannya mengetik di leptopnya di ruang tamu. Kasino, ya pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv. 

"Ngopi....Indro," kata Kasino, ya duduk di sebelah Indro. 

"Iya, Kasino. Aku ngopi," kata Indro. 

Kasino dan Indro, ya asik nonton Tv yang acara Tv-nya bagus. 

"Oiya....Kasino, apa pendapat mu lagu barunya Meli LIDA, yang judul ya 'Hikmah'....?" kata Indro. 

"Waduh aku belum nonton. Gimana aku menanggapinya," kata Kasino. 

"Beneran apa bohongan?!" kata Indro. 

"Bohongan," kata Kasino. 

"Bohongan toh," kata Indro. 

"Ok, aku tanggapin dengan baik. Lagunya Meli LIDA, ya bagus sih," kata Kasino. 

"Ooooo bagus toh," kata Indro. 

Indro minum kopinya.

"Sinetron....'Hati Yang Terluka', menarik jalan ceritanya," kata Kasino. 

"Memang menarik," kata Indro. 

"Kayanya....ada lagu lama. Ya judul lagunya 'Hati Yang Terluka', lagu itu pun terkenal di masanya sampai sekarang, karena memang bagus sih," kata Kasino. 

"Ooooo iya. Aku tahu itu. Memang bagus sih," kata Indro. 

"Astaga, aku ada kerjaan," kata Kasino. 

Kasino pun beranjak dari duduknya ke kamar, ya untuk mengerjakan kerjaannya. Indro tetap asik nonton Tv yang acaranya bagus gitu. Dono pun selesai mengetik di leptopnya, ya hasil ketukan di simpan dengan baik. Leptop pun di bawa ke kamar dan di taruh di meja belajar sama Dono. Ya Dono pun keluar kamar dan langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv. 

"Sinetron....Indro," kata Dono, ya sambil duduk bersama Indro. 

"Iya," kata Indro. 

"Ganti ya Indro, acara Tv-nya!" kata Dono. 

"Iya...gantilah!" kata Indro. 

Dono mengganti chenel Tv pake remot dan di pilih chenel Tv yang acaranya menarik. 

"Ada artis Maria Vania...toh di Semarak Indosiar" kata Indro. 

"Kok cuma artis Maria Vania, yang langsung terucap?" kata Dono. 

"Biasalah. Terkesan gitu. Cewek cantik yang sexy," kata Indro. 

"Ok....tidak ada masalah," kata Dono. 

Dono dan Indro, ya nonton Tv dengan penuh keasikan gitu. 

Thursday, October 22, 2020

PENYIMPANGAN

Dono di ruang tamu sedang mengetik di  leptopnya. Indro, ya di ruang tamu juga sedang baca artikel ini dan itu di Hp-nya.

"Hubungan sesama jenis yang ini dan itu. Artikel yang kontrafersi aja," kata Indro.

Indro, ya menghentikan baca artikelnya. 

"Don," kata Indro.

"Apa?" kata Dono, ya menghentikan mengetik di leptopnya.

"Aku baca artikel yang kontrafersi sih. Apa tanggapan hubungan sesama jenis itu?" kata Indro.

"Apa ya yang baik ya aku menanggapi artikel itu?!" kata Dono berpikir.

"Ya cuma sebatas obrolan saja. Kan Dono bisa mendengarkan dan melihat makluk halus, ya malaikat maut," kata Indro.

"Sebenarnya tidak perlu di tanggapi. Tapi baiklah. Pake ilmu psikologis, ya ilmu kejiwaan," kata Dono.

"Ilmu kejiwaan saja!" kata Indro.

"Manusia lahir itu...sebenarnya kodarnya jiwa memang di sesuaikan juga dengan tubuhnya. Kalau lahir laki, ya jiwanya laki. Begitu juga dengan cewek, ya lahir cewek, ya jiwanya cewek lah. Ada hal penyimpangan saat tumbuh menjadi dewasa. Ini lah yang paling riskan. Jadinya, ya cowok jadi cewek, ya cewek jadi cowok," kata Dono.

"Berarti jika cowok itu merasa dirinya cewek, ya pada akhirnya ia akan menyukai cowok karena memang nafsunya. Jadi menyalahi aturan. Begitu juga dengan cewek, ya merasa cowok, ya pada akhirnya menyukai cewek karena memang nafsunya. Jadi memang menyalahi aturan," kata Indro.

"Kalau masuk ke ilmu biologi. Ya hormon kedewasaannya, ya mempengaruhi pikirannya, jadi nafsunya itu berbahaya," kata Dono. 

"Kalau masuk ke ilmu agama Islam, ya larangan bagi cowok yang mengubah kodarnya jadi cewek dan juga cewek yang mengubah kodarnya jadi cowok," kata Indro. 

"Kegilaan di pikiran ini yang susah untuk di perhitungan, ya di pengaruhi hormon kedewasan ini. Kacau itu," kata Dono. 

"Jadi bagaimana mencegahnya dan mengobati ya?!" kata Indro. 

"Kalau masuk ilmu agama Islam, ya di hancurkan kaum yang menyukai sesama jenis. Jadi pake hukum Tuhan. Jika merusak dunia ini lebih jauh lagi, ya menciptakan wabah penyakit dan tidak mau berubah kembali ke kodarnya. Maka di bunuh lah orang-orang yang melakukan hubungan sesama jenis itu," kata Dono yang extrim. 

"Kalau halus tidak bisa digunakan maka lebih baik di tegaskan demi semua kembali ke kodarnya," kata Indro. 

"Tegas itu tidak bisa di gunakan. Ya menyalahi aturan hukum berdasarkan ilmu hukum yang telah di buat, ya tidak boleh main hakim untuk menyelesaikan masalah dengan menghilangkan nyawa orang," kata Dono. 

"Iya juga ya. Kita ini hidup di Negara yang menjujung tinggi hukum. Tidak bisa menggunakan cara ketegasan seperti itu. Kalau hukumnya buat. Berarti bisa di tegas kan dong!" kata Indro. 

"Bisa...di tegas kan. Dasarnya hukum telah di buat," kata Dono. 

"Gimana dengan ilmu gaib mu Don?!" kata Indro. 

"Ilmu gaib ku, yang bisa melihat dan mendengar makluk halus, ya bisa di bilang malaikat maut. Itu sih...lebih seperti melihat jiwa manusia itu sendiri. Maka itu aku jelaskan tadi. Lahir laki, ya jiwanya laki begitu juga lahir cewek, ya jiwanya cewek. Kodarnya setiap manusia terlahir di muka bumi ini....ketentuan Tuhan Maha Pencipta," kata Dono. 

"Mata mu itu bahaya Don, ya melihat jiwa," kata Indro. 

"Ya...kodarnya ilmu itu namanya," kata Dono. 

"Ya aku mengerti Don. Tidak di bahas lagi. Aku mau main game di Hp ku!" kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

Dono melanjutkan mengetik di leptopnya. Indro, ya asik main game di Hp-nya. Kasino sedang asik nonton Tv, ya acara Tv bagus banget.

Tuesday, October 20, 2020

KATA 'A' DI JALANINNYA 'A'

Indro sedang asik baca artikel di Hp-nya tentang pemerintahan. 

"Ooooo.....sudah satu tahun Joko Widodo dan Ma'ruf Amin...masa pemerintahannya toh," kata Indro. 

Indro baca artikel berikutnya, ya tentang olah raga. 

"Sepak bola juga....Ok. Menarik untuk di baca," kata Indro. 

Indro terus baca artikel lainnya tentang seputar berita artis. 

"Berita artis...masih seputar ini dan itu, ya menarik di baca lah," kata Indro. 

Indro, ya menghentikan baca artikel di Hp-nya. Indro berjalan menuju halaman belakang di mana Dono lagi santai duduk di halaman belakang sambil baca buku. 

Indro pun duduk dan berkata "Don." 

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya. 

"Apa pendapat mu....tentang satu tahun Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, yang katanya.....terwariskan hutang yang luar biasa sih ke tiap penduduk Indonesia," kata Indro. 

"Ooooo berita itu. Aku baca sih. Tidak masalah sih. Di pemerintahan banyak orang pinter. Tanganin aja dengan baik. Contohnya seperti ini. Teman aku minjem uang pada ku. Ketika waktunya di tagih tidak bayar, walau cara pembayarannya dengan kredit. Aku sabarin aja sampe teman ku itu bayar. Pada waktunya, ya teman ku punya uang karena kerja sih. Di bayar hutang tersebut. Tapi memang ada yang tidak bayar utang dengan kondisi, ya tidak punya kerjaan dan juga miskin...jadi aku ikhlas kan saja tuh hutang," kata Dono. 

"Kalau itu sih Don, itu cerita kenyataan penulis. Sampe ada yang meninggal yang hutangnya sama penulis, ya jadinya di ikhlas kan," kata Indro. 

"Kenyataan tetap kenyataan kan. Hidup itu tidak jauh dari hutang piutang yang ini dan itu dengan alasan ini dan itu. Urusan pemerintahan....biarkan saja orang yang menjalankan pemerintahan sesuai struktur yang telah di buat dengan baik. Kata pimpinan A..., ya A lah anak buah mengikuti perintah pimpinan itu," kata Dono. 

"Seharusnya begitu. Tapi ada yang menyalahkan aturan itu, ya kurang disiplin lah....namanya," kata Indro. 

"Apa lagi mau Pilkada serentak katanya? Ya serahkan saja itu pada orang-orang yang ingin duduk di pemerintahan. Sebagai orang biasa, ya rakyat kecil....ikutin aja permainan tersebut," kata Dono. 

"Ya...aku mengerti. Ikutin aturan yang di buat....namanya rakyat kecil, ya tidak punya keinginan untuk duduk di pemerintahan. Beda dengan orang-orang yang punya harapan lebih seperti ini 'Siapa tahu pemimpin yang aku dukung bisa mengubah nasif ku....yang sulit ini'," kata Indro. 

"Seperti itulah.....keadaan orang yang punya kepentingan pada pemimpin yang di pilih, berharap perubahan ini dan itu," kata Dono. 

"Yaaaa....semua perubahan itu kebanyakan sih pemimpin itu benar-benar mendengar suara hati rakyat kecil. Maka jalan pemerintahan jadi bagus," kata Indro. 

"Suara rakyat kan, kata orang tua bilang adalah suara Tuhan. Untuk mengetuk pintu hatinya pemimpin yang di pilih rakyat," kata Dono. 

"Orang tua itu banyak benernya....kalau memberi petunjuk ya," kata Indro. 

"Ya...begitulah ada nya," kata Dono. 

"Kalau begitu aku mau main game...ah!" kata Indro. 

"Ya," kata Dono. 

Dono kembali baca bukunya. Indro, ya asik main game di Hp-nya. Kasino, ya masih sibuk kerja di tempat kerjanya. 

NAKAL

Ujang remaja cupu yang hobynya baca buku. Ujang menyukai Milea, ya tetangga samping rumah. Setiap hari Milea main ke rumah Ujang sekedar bermain gitar, ya kesenangan Milea. Ketika Milea berkenalan dengan Joe, ya sampai jadian pacaran. Hubungan Ujang dan Milea jadi makin jauh. Ya Sebenarnya Ujang, jadi patah hati.

Ujang seperti biasa dengan kebiasaannya baca buku. Milea makin liar bersama Joe....sering ke Klub Malam demi menikmati musik yang di mainkan DJ. Joe mulai ingin mengambil keperawanan Milea alias mau memperkosanya dengan rencana Joe yang licik di tempat yang sepi.

Untungnya Milea bisa melawan Joe ya jadi selamat. Milea bersedih hatinya di kamarnya. Sampai-sampai orang tua ya bingung dengan ulah Milea. Joe tidak mendapatkan Milea, ya mulai memakai narkoba....yang di dapatkan dari Alex si pengedar narkoba.

Ujang mencari tahu apa yang membuat Milea bersedih hati. Info pun di dapet kan dari Ibu Milea, ya tentang keburukan Joe mau memerkosa Milea, tapi untungnya Joe gagal memerkosa Milea karena Milea melawan dan melarikan diri dari Joe. 

Ujang merasa marah karena Milea di buat bersedih karena ulah Joe. Ujang kebiasaannya anak baik-baik, ya kutu buku, ya menjadi remaja nakal. Mulai rencana Ujang, ya membuat bahan peledak yang menciptakan kebakaran. Satu hari penuh Ujang membuatnya.

"Sudah jadi. Waktunya....penghancuran," kata Ujang.

Ujang pun pergi Klub Malam di mana Joe biasa ngumpul dengan teman-temannya....menikmati musik yang di mainkan DJ. UJang sudah masuk di dalam Klub Malam, ya lewat belakang.

"Penghancuran di mulai," kata Ujang.

Ujang memasang di beberapa tempat peledak yang di atur pake jam. Ya Ujang ketahuan petugas yang menjaga Klub Malam agar aman, tapi Ujang langsung berpura-pura kaya orang mabuk untuk mengelabui petugas Klub Malam. Ya petugas Klub Malam pun membiarkan Ujang. 

Ujang bertemu dengan Joe, ya sedang main cewek dan juga make narkoba. Ujang, ya menghindari Joe agar rencana mulus. Tapi Joe mengenali Ujang dan hampir ketahuan petugas Klub Malam. Ujang yang membawa obat bius, jadi menyuntikan saat berpelukan untuk mengelabui petugas Klub Malam. 

Ya Joe yang pingsan di taruh di sofa. Ujang pun pergi dari Klub Malam. Ujang sudah ada di luar sambil melihat jam di tangannya dengan menghitung mundur "3,2,1,0." 

"Booom......," suara ledakan. 

"Rencana ku berhasil," kata Ujang. 

Ujang pun meninggalkan tempat tersebut, ya pulang ke rumah. 

Klub Malam, ya mengalami kehancuran dan juga kebakaran. Seorang yang ada di Klub Malam keluar dari semua, ya menyelamatkan diri. Polisi dateng untuk menyusut, ya terjadinya ledakan dan kebakaran di Klub Malam. Pemadam kebakaran, ya berusaha mematikan api yang membakar Klub Malam. Ambulan membawa orang-orang yang terluka ke rumah sakit. Ya termasuk Joe di bawa ke rumah sakit pake ambulan. Reporter TV segera memberitakan langsung kejadian ledakan dan kebakaran di Klub Malam. 

Ujang yang di rumah, ya menonton berita di Tv tentang Klub Malam yang di ledakan dan juga kebakaran. 

Milea menonton berita tentang Klub Malam diledakan dan kebakaran, yang sering ia datengin untuk menikmati musik yang di mainkan DJ. Ujang tidak mematikan Tv, ya tidak ingin nonton berita lagi. 

"Klub Malam kumpulan orang-orang berengsek," kata Ujang. 

Setelah kejadian Klub Malam yang hancur. Hubungan Ujang dan Melia makin sekat banget. Ujang pun menyatakan cinta ke Milea, ya di terima. Sedangkan Joe di penjara karena terbukti pemakai narkoba. 

CAMPUR ADUK

PARTNER

Malam hari. Bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti bia...

CAMPUR ADUK