CAMPUR ADUK

Tuesday, November 12, 2019

TRAVELLING BY TRAIN

Dani and Winda are going to Surabaya for a holiday. Now they are at the waiting room in the station. Dani is standing at the ticket counter. He is busy buying a ticket for himself and his friend, Winda. Winda is watching the luggage. She is looking for a porter to take the luggage to the train. The suitcases are very heavy.

Some people are reading newspapers while waiting for the train. One train is coming in and another is ready to leave. Some people are boarding a train to leave.

Dani comes back with the tickets. He says that the fare isn't too expensive. They must wait a half hour until the train leaves. Luckily, the waiting room is not full of people. Dani and Winda can sit down and relax.

RAGUNAN ZOO

Ragunan Zoo is not only an entertaining place but also an educational place. It is located not too far away from the city centre of Jakarta. It is also a good place for people to escape from the stresses of daily life, to breathe fresh air.

The zoo's location is filled with shrubs, ornamental plants, and trees native to Indonesia. It is 135 hectares wide. Papayas, mangoes and bananas grown in the zoo are the meals of birds and primates. Grass cutting is food for elephants, hippos and bulls.

There are about 4, 000 animals, reptiles and birds living here. It needs Rp. 1 million per day to feed the animals. Seventy percent of these animals are the natives of Indonesia. Some of the protected animals are siamang, tapir, babi rusa, and anoa. There are many African animals, too, such as the hippos, zebras and giraffes and there are pair of white tigers which came from the United States.

KAFE COFFEE

Lewat racikan yang pas dan seduhan sang barista membuat kopi terasa manis meski tanpa gula.

Bagi anda pecinta kopi tidak ada salahnya menikmati secangkir kopi bersama orang terdekat, teman, kerabat, maupun sahabat di tempat nyaman dan menyenangkan. Salah satunya di Kafe Coffe. Di tempat ini selain menyajikan beragam pilihan kopi, Anda juga dapat menikmati berbagai makanan.

Salah satu menu kopi favorit di kedai kopi ini adalah coffe latte. Minuman ini perpaduan kopi susu dan kopi.

Lewat racikan yang pas dan seduhan sang barista membuat minuman ini terasa manis meski tanpa gula. Coffee latte sengaja disajikan tanpa gula sehingga pencinta kopi dapat menikmati rasa dan aroma kopi yang khas banget. Untuk menambah  nikmat serta keaslian cita rasa kopi robusta yang menggunakan teknik roasting (sangrai) dan grinders (digiling) di tempat.

"Untuk menjaga aroma dan rasa kopi, kami sengaja meng-roasting kopi secara bertahap, setelah disangrai, kopi didiamkan terlebih dahulu memimal dua hari. Kalau langsung diseduh kurang enak, aromanya tidak keluar," ujarnya pengelola Kafe Coffee.

Selain coffe latte, Kafe Coffee juga menyajikan beragam varian menu kopi dengan biji kopi pilihan. Seperti manual brew, vietnam dripper, dan chemex syphon. Selain kopi, beragam sajian kuliner gurih dan nikmat untuk menemani sajian kopi juga tersedia. Salah satunya, nachos cassva dan sauce black paper.

Kafe Coffe juga menyajikan beragam olahan steik. Seperti steak marlin with pumpin sauce dan import steak with coffee sauce yang memiliki rasa dan tampilan yang menggugah selera. Sesuai dengan namanya steik marlin menggunakan daging ikan marlin yang memiliki tekstur lembut di tambah dengan saus labu di atasnya, menambah gurih dan lezat ditambah dengan mast potato yang memiliki kandungan karbohidrat sebagai pelengkapnya.

Tidak lupa tambahan brokoli dan wortel sebagai pelengkap sayurannya. Steik marlin yang disajikan menggunakan hot plate ini membuat lemak  ikan meresap sampai ke dalam saat dibakar.

"Steik daging martin memiliki tekstur lebih lembut dibandingkan dengan daging sapi," katanya.

Lalu, import steik with coffe sauce menggunakan saus bambu kopi yang menimbulkan aroma gurih kopi. Dengan saus kopi, selain memiliki rasa gurih dan lezat, steik satu ini memiliki rasa sedikit pahit dari kopi. Import steik with coffe sauce yang menggunakan daging sapi di sajikan dengan sosis sapi dan mash potato, ditambah dengan vegetarian sebagai garnis sebagai pelengkapnya.

A VILLAGE OF TABOO

Kampung Naga is a part of the village of Neglasari. It is in the Salawu district, regency of Tasikmalaya, West Java. The peaceful and green village is only 500 metres from the main road between Garut and Tasikmalaya. To reach the place, people should go down a strairway of 350 steps. It leads from the side of highway to the place on the Ciwulan river. The village is located on a hillside by the river.

The population of the village keeps on dwindling. It means that the number of the people is gradually smaller and smaller. Many younger people have gove to find jobs at other places like Tasikmalaya, Bandung, Bogor, and Jakarta.

The "Kuncen" or village eider, Darodji, said there were 347 people in 1979. Ten years later there were 329 and in 1991 there were only 319 people which consisted of about 100 families.

Most of the Kampung Naga villagers are either farmers or farm labourers. They live very simply. They do not demand much. For example, the rich man in the village lives in a house which is not different from any other in the village. There is not television set, no bed with mattress, no sofa, not even a cupboard. They do not paint their house either.

The people of Kampung Naga believe that they are descendants of Eyang (Grandfather) Singaparna. He was believed as the person who created the village. There are a number of taboos in the Kampung Naga Society. These are known as the tilu basa, or the three taboos, which are pamali, teu hade and cadu.

Pamali is the 'small' taboos. For example: sleeping in front of a door, or mentioning the name of Eyang Singaparna. Teu Hade is more serious, for example to commit adultery. The most serious taboo is cadu, for example damaging the bumi ageung, which  is the community hall or defiling the grave of Eyang Singaparna.

Monday, November 11, 2019

DITIKAM ASMARA

Dono hanya diam di kafe sambil minum jus jeruk, tapi pandangan jauh ke jalan lebih tepatnya parkiran untuk melihat orang di cintainya sedang bicara dengan pria yang tidak di kenal Dono. Mulai Dono untuk menggunakan telponnya untuk memastikan apa yang di lihat ia di jalan? Saat nomor di yang di tuju adalah Rara. Dengan sabar Dono menunggu Rara menggangkat telponnya. Rara mengangkat telponnya, langsung di matikan oleh Rara.

Dono bener-bener memastikan semua dengan jelas semuanya dan berkata "Jadi bener Rara aku lihat."

Dono pun keluar dari kafe setelah membayar minumannya ke kasir. Rara masih asik bicara dengan orang ia kenalnya dari SMA, Joshua dan pada akhirnya di antar pulang ke rumahnya menggunakan mobil mewah. Dono pun sampai di rumah. Seperti biasa duduk santai di ruang tamu sambil minum teh dan baca buku. Indro pun pulang dari urusan kerjaannya dan biasa masuk rumah mengucap salam "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," jawab Dono.

Indro duduk di ruang tamu dan melihat keadaan Dono sedikit aneh, kaya ada masalah gitu. 

"Don, kamu ada masalah ya. Kok baca bukunya gak santai gitu. Terlalu serius," kata Indro.

"Ah gak. Aku tidak ada masalah," kata Dono.

"Bohong kamu Don. Terlalu serius gitu," kata Indro.

"Memang ada. Tapi jangan ikut campur dulu Indro urusan aku. Belum jelas masalahnya. Mungkin bisa salah sangka aja," kata Dono.

"Oh begitu. Kalau begitu aku nonton Tv aja deh," kata Indro.

"Iya," saut Dono.

Indro langsung ke ruang tengah dan menghidupkan Tv untuk menonton Tv. Dono tetap menonton membaca buku. Kasino pun pulang dan seperti biasa masuk rumah mengucap salam "Asalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Dono.

Kasino langsung ke kamarnya untuk berbenah diri karena capek seharian kerja baru deh istirahat nyantai untuk nonton Tv.

***
Rara sedang asik berbincang-bincang dengan Joshua seperti zaman masih di SMA dan juga penuh dengan keterbukaan, karena memang Rara pernah merasa sula dengan Joshua. Sedang Joshua juga memang punya rasa suka ke Rara, tetapi Joshua memilih Kelara. Kini Joshua sendiri tidak bersama lagi dengan Kelara. Rasa itu di dalam diri Joshua suka ke Rara masih ada. Karena hari makin malam jadi pembicaraan Rara dan Joshua berakhir juga.

***
Esok harinya. Dono seperti biasa menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Saat Dono duduk santai di kafe tepatnya jam makan siang asik main game on line di Hp. Eeee tak di sangka dan tak di duga bertemu dengan teman lamanya Renita. Dono pun langsung bincang-bincang dengan Renita dengan apa adanya jadinya akrab banget. Rara baru sampai di tempat kafe bersama Joshua dan melihat Dono bersama cewek dengan akrab banget. Rara pun memilih tidak makan siang di kafe tersebut ada Dono dan meminta Joshua ke kafe yang lain. Joshua pun mengikuti maunya Rara, jadi masuk mobil menuju kafe yang cukup jauh dari situ.

***
Dono pun akhirnya dapet kesepakatan dengan Renita untuk jalan bareng gitu saat malam mingguan. Rara yang masih di mobil bersama Joshua, merasa gelisa dan menelpon Dono. Berkali-kali di telpon oleh Rara, tetapi tidak di angkat oleh Dono. Rara kesal pun muncul di dalam diri Rara. Padahal saat itu Hpnya Dono mati karena lobet habis di mainkan game on line saat ia masih sendirian di kafe. 

Rara sampai di kafe juga bersama Joshua. Keduanya akrab banget sampai di luar kafe dan di dalam kafe. Saat itu Indro ada urusan kerjaan dengan temannya dan sedang ngobrol gitu di dalam kafe, tapi pojokan gitu. Jadinya Rara tidak melihat Indro, cuma Indro yang melihat Rara.

Indro pun memperhatikan Rara dengan temannya itu, pastinya pria yang tidak kenal Indro sama sekali. Dalam hati Indro berkata "Apa ini yang membuat Dono bersikap diam dan tidak mau cerita. Sebaiknya aku tidak ikut campur dulu. Dono bersikap tenang menghadapi urusan percintaannya dengan Rara."

Indro kembali serius dengan urusan dengan teman kerjanya. Rara santai ngobrol bareng sama Joshua sambil menikmati makan siangnya. Setelah dari kafe. Rara di ajak jalan-jalan ke Mall untuk belanja dan nonton bioskop. Saat moment yang cukup romantis di saat Rara di antar pulang oleh Joshua ke rumahnya masih di dalam mobil. Joshua menyatakan cintanya pada Rara. Terkejut Rara mendengar pernyataan cinta dari Joshua, tapi dengan berpikir baik-baik Rara tidak bisa menerima cinta Joshua karena ada seseorang yang di cintai Rara.

Joshua pun mengerti banget dengan kejujuran Rara dengan orang yang ia cintainya, jadi menerima dirinya di tolak. Sampai di rumah Rara. Joshua langsung pamitan pulang. Rara pun masuk rumah untuk beristirahat karena sudah seharian jalan dengan Joshua.

***
Dono seperti biasa duduk ruang tamu sambil baca buku dan minum teh. Kasino dan Indro sibuk main game Tekken 7 dengan sangat seru banget tidak ada mau mengalah. Sampai larut malam ketiganya istirahat di kamar masing-masing. Esok paginya seperti biasa Dono, Kasino dan Indro menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Sampai waktu makan siang. Dono santai di kafe untuk makan siang. Lagi-lagi Dono bertemu dengan Renita di kafe, ya jadinya ngobrol bareng lagi. Rara pun memang ke kafe dengan teman-temannya dan tak sangka dan tak duga bertemu dengan Dono dan cewek yang di ajak ngobrolnya kemarin. Rara pun tidak jadi makan di kafe tersebut bersama teman-temanya dan mencari kafe yang lain. Dalam hati Rara "Ditikam asmara, sakit..."

Rara pun menahan rasa di dalam hatinya, walau terkadang bercerita dengan teman-temannya di kafe dengan klise yang kaitannya urusannya pribadi gitu. Tetap Rara tidak plong juga perasaannya, tetap sakit di dalam hatinya dan kata hatinya berkata "Katanya setia, tapi jalan dengan cewek lain."

***
Malam minggu pun tiba. Dono pun mengajak Renita nonton bioskop karena memang janjian. Rara pun tak sengaja melihat lagi Dono akrab dengan cewek, saat itu Rara jarang bareng dengan Joshua nonton bioskop juga. Rara tetap mengawasi hubungan Dono dan ceweknya. Rasa di dalam hati membuat hati Rara terluka banget karena Dono terlalu akrab dengan ceweknya, maka itu Rara pun keluar dari bioskop padahal baru nontonnya setengah film. Joshua mengikuti maunya Rara dan juga Rara pun meminta Joshua untuk mengantarnya pulang kerumahnya. Joshua mengikuti maunya Rara, lagi dan lagi.

Sampai di rumah dan tepatnya di kamar. Rara uring-uringan.

"Kesel-kesel. Sakit hati ini. Mas Dono," kata Rara.

***
Seusai nonton bioskop. Dono mengantarkan Renita ke pulang ke rumahnya. Saat di depan rumah Renita. Mulai Renita menyatakan perasaannya sama Dono. Ya Dono seperti biasanya menganggap Renita seperti dulu dan sekarang hanya teman baik dan tidak bisa jadi kekasih. Renita mengerti dengan pendirian Dono tidak bisa menerima cintanya dan tetap menjadi teman baiknya. Dono pun pamitan pulang dengan Renita. Segera Dono pulang ke rumahnya sedangkan Renita masuk rumahnya.

***
Sampai di rumah. Dono masuk rumah dan tak lupa mengucap salam "Asalamualikum."

"Waalaikumsalam," jawab Kasino dan Indro.

Dono langsung duduk bersama Kasino dan Indro di ruang tengah untuk menonton Tv dengan acara yang bagus banget, menghibur ketiganya adalah lawak.

Sunday, November 10, 2019

HARI MINGGU

Dono segera balik ke rumah setelah sholat di mesjid. Sampai di rumah langsung mengucap salam saat masuk rumah "Asalamualaikum."

Indro yang sedang bersantai nonton Tv setelah sholat di rumah dan menjawab salamnya Dono "Waalaikumsalam."

Dono pun segera masuk rumah dan melihat Indro yang asik nonton Tv.

"Don, hari ini minggu 10 november... kan?" tanya Indro.

Dono pun duduk di sebelah Indro dan berkata "Ia memang minggu 10 november."

"Jadi bener dong. Hari ini acaranya hari pahlwanan. Pantes ada acara Tv berkaitan perjuangan pahlawan negeri ini yang mengusir penjajah. Oh iya Don. Ngomong-ngomong tadi pagi kamu ke mana Don?" kata Indro.

"Aku. Tadi pagi....kasih tahu gak ya," kata Dono.

"Kasih tahu dong Don," bujuk Indro.

"Ok lah aku kasih tahu. Aku ziarah ke makam kakek," kata Dono.

"Ziarah ke makam kakek toh," saut Indro.

Dono pun beranjak duduknya bersama Indro ke dapur untuk membuat teh. Setelah itu gelas teh di bawa ke halaman belakang. Dono pun santai di halaman belakang untuk menikmati keadaan sekitar yang tenang dan juga langit yang cerah bertabur bintang.

Indro pun mencari-cari Dono, Eeee tahu-tahu lagi nyantai di halaman belakang. Indro pun langsung membuat kopi di dapur, setelah itu langsung segera duduk bersama Dono yang menikmati keadaan sekitar di halaman belakang.

"Don kemarin ada penampilan Ega dan Rafli di Tv gitu. Bagus gak penampilannya?" tanya Indro yang ingin tahu pendapat Dono.

"Bagus sih...aku nontonnya. Eganya terlihat cantik dan serasi dengan Rafli yang di pasangkan untuk moment berdua yang romantis gitu, suami istri," kata Dono.

"Cemburu gak Don," kata Indro yang mulai meledek Dono.

"Cemburu gak salah itu omongan. Emangnya aku ada hubungan apa dengan Ega?!," kata Dono.

"Mana tahu, kali aja ada gitu," kata Indro.

"Bencanda nie yeee," kata Dono.

"Yo.i," kata Indro.

Indro pun beranjak duduk bersama Dono untuk kembali nonton Tv lagi. Ya Dono tetap santai di halaman belakang. Kasino sampai di rumah dan saat masuk rumah mengucap salam "Asalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawa Indro.

Kasino melihat Indro yang santai minum kopi sambil nonton Tv.

"Indro. Dono mana?" tanya Kasino.

"Biasa di halaman belakang," jawab Indro.

Kasino pun memberikan kue di dalam plastik ke Indro. Seperti biasa Indro seneng dengan kue pemberian Kasino. Baru nyantai di rumah sebentar, Kasino dapet telpon dari Selfi. Kasino pun segera meluncur ke rumah Selfi, karena urusan pribadi banget. Indro pun memaklumi keadaan Kasino, berkaitan dengan Selfi.
Dono pun selesai juga nyantai di halaman belakang, karena teh yang di buatnya habis di minumnya. Setelah gelas di cuci sampai bersih dan di taruh di rak piring, baru deh Dono duduk bareng bersama Indro untuk nonton Tv sambil makan kue dari Kasino.

Dono pun dapet telpon dari Rara. Ya seperti biasa karena urusan penting Dono pun langsung menyelesaikan pembicaraan di telponnya dan menuju rumah Rara. Indro ya seperti biasa mengerti urusan Dono dan Rara.
Indro yang sendirian di rumah tetap santai nonton Tv. Lama kelamaan bosen nonton acara Tv......Indro. Di ganti lah nonton Tv dengan main game petualangan yang di sukai Indro ya...jelas PS 4. Indro terus asik main game Ps 4- nya. Dono dan Kasino selesai juga dengan urusan kekasih mereka berdua dan segera pulang ke rumah.

Sampai di rumah seperti biasa Dono dan Kasino mengucap salam mau masuk rumah bersamaan "Asalamualaikum."
Indro yang asik main game mendengar salam dari Dono dan Kasino, segera menjawab "Waalaikumsalam."

Dono dan Kasino melihat Indro asik main game. Jadi ikutan main gamelah Dono dan Kasino, tetapi di ganti dengan permainan game yang lain agar lebih menarik. Ketiganya sepakat untuk maik game Tekken 7 dan juga mainnya bergantian bagi yang kalah dalam permainan game pertarungan di buat tiga babak. Dono, Kasino dan Indro terus bermain game dengan penuh kegembiraan.

Friday, November 8, 2019

DI PINGGIR JALAN

Hari cerah banget.Toha duduk di pinggir jalan sambil minum es cendol dan melihat keadaan  lingkungan sekitar yang ramai dengan manusia menjalankan aktivitas masing-masing.

Juru parkir sibuk mengatur motor di pinggir jalan. Toha pun berkata dengan samar "Enak juga kerjaan tukang parkir itu mudah dan akhirnya dapet uang. Padahal hasil dari parkiran kan tidak di setorin semua alias di makan sendiri."

Budi pun menghampiri Toha yang sedang duduk di pinggir jalan.

"Hay sobat sedang apa kamu," kata Budi.

"Sedang santai melihat lingkungan sekitar, tepatnya tukang parkir," kata Toha.

"Tukang parkir. Padahal ya tukang parkir itu tidak semuanya orang baik-baik loe," kata Budi.

"Bukan orang baik-baik, maksudnya penjahat," saut Toha.

"Ya...bisa di bilang begitu. Dulu aku pernah berteman tukang parkir, namanya Ilham masih suku batak. Awalnya memang Ilham itu baik, kerjaannya tukang parkir. Lama-lama ketahuan kalau dia itu preman, ya samaran tukang parkir. Jadi ya biang masalah kecurian di lingkungan ulah dia dan kawan-kawannya," cerita Budi.

"Jadi teman mu penjahat toh," saut Toha.

"Ya...begitu lah, tapi sayangnya Ilham tidak bisa di tangkap karena tidak bukti yang jelas untuk kejahatannya. Tapi ada suatu cerita dari Ilham sendiri bahwa dirinya pernah menjual narkoba," kata Budi.

"Beneran atau gak kalau teman mu Ilham itu penjual narkoba," kata Toha.

"Kalau di bilang benaran cerita Ilham penjual narkoba sih mana tahu. Orang itu kisahnya bukan di kota ini. Saat itu Aku merantau ke kota lain, hanya teman kenal di jalan. Tapi memang benar banyak penjahat di lingkungan berkedok orang baik-baik setiap kota yang pernah aku tinggalin sekalian usaha jualan gitu," kata Budi.

"Ya...sudah lah ceritanya. Lebih baik kita tidak membicarakan tukang parkir ini dan itu. Kalau memang kenyataannya tukang parkir itu penjahat ya...sudahlah. Dunia ini ada yang baik dan buruk. Pasti penilaian kamu Budi benerlah. Tukang parkir itu tidak semuanya orang baik-baik. Apalagi tukang parkir liar, yang ngakunya parkir resmi," kata Toha.

"Sudahlah. Obrolannya aku mau julan lagi keliling," kata Budi.

"Iya," saut Toha.

Budi mulai lagi mendorong gerobaknya untuk menjajakan jualan batagornya. Toha beranjak dari duduk di pinggir jalan dan mulai juga mendorong gerobal es cendolnya. Dengan sabar Budi dan Toha berjualan barang yang di jualnya dengan baik.

SEANDAINYA AGAMA TIDAK TERLAHIR

Pagi yang cerah sekali. Keadaan lingkungan tenang sekali. Dono santai di halaman belakang rumah sambil melihat burung yang bermain di sebuah pohon yang rindang dan juga berkicau.

Indro yang selesai memasak untuk sarapan pagi dan telah menyiapkan hidangan di meja makan dengan baik. Indro pun pergi segera menghampiri Dono di halaman belakang.

"Don....sarapan yuk!" ajakan Indro.

"Iya," kata Dono.

Indro melihat Dono yang telihat murung, kaya ada masalah. 

"Don. Kayanya kamu ada masalah," kata Indro.

"Sebenarnya bukan masalah. Cuma pikiran aja sih. Hal ini di mulai dari pemberitaan tentang masalah agama yang ini dan itu," kata Dono.

"Kalau pemberitaan tentang agama gak usah di pikirkan. Cuma sekedar saja," saran Indro.

"Maunya cuma sekedar. Seandainya agama tidak terlahir, hidup di dunia ini kayanya lebih baik. Karena perdebatan antara agama yang satu dan lain untuk menunjukkan kebenaran gak ada. Apalagi aliran sesat ini dan itu yang berkaitan dari penyimpangan agama pun gak ada," kata Dono.

"Kalau seandainya agama tidak terlahir ada benarnya sih manusia tidak meributkan agama ini benar agama itu benar. Perselisihan manusia tentang agama pun gak ada. Karena agama telah terlahir, ya terima nasif aja jalan agama yang di jalanin kaum masing-masing. Toh agama pun banyak mengajarkan kebaikan untuk menjalankan hidup," kata Indro.

"Ya itu benar sekali. Agama yang telahir di muka bumi telah mengajarkan banyak kebaikan pada manusia yang ingin hidup di jalan kebaikan. Tetap saja pokok masalahnya kembali lagi. Gara-gara agama terlahir jadi perselisihan antara agama satu dengan lain, karena jalan yang di jalanin manusia berbeda-beda sesuai pilihan manusia itu sendiri untuk hidup layak di dunia ini. Pada akhirnya menunjukkan kebenaran lagi dan lagi," kata Dono.

"Itumah sama aja bulet. Kembali ke pokok yang sama. Tidak ada penyelesaiannya. Ya udah lebih baik sarapan aja. Jangan di obrolin lagi urusan agama ini dan itu yang menunjukkan kebenaran masing-masing kaum di muka bumi. Runyem tahu," kata Indro.

"Ya, sarapan," kata Dono.

Dono dan Indro ke meja makan untuk sarapan. Ternyata eee ternyata Kasino sedang santai makan. Dono dan Indro segera menyantap makan di meja dengan penuh ketenangan. Setelah perut terisi penuh alias kenyang. Dono, Kasino dan Indro menjalankan aktivitas masing-masing dengan penuh tanggung jawab karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena beban hidup yang di jalanin ya....cukup berat sih, tetap saja di jalanin dengan penuh kecerian dan berusaha membuang beban masalah yang terjadi pada diri karena suatu keadaan yang tidak harapkan.

TUMBEN

Malam yang tenang sekali. Dono sedang duduk santai di halaman belakang rumah sambil melihat bintang di langit dan menikmati teh buatannya yang enak banget. Indro baru pulang dari urusan kerjaannya. Pintu pun di buka Indro dengan kunci untuk masuk ke rumah.  Saat di dalam rumah Indro tidak melihat Dono.

Maka Indro menelpon Dono. Segera Dono melihat Hpnya yang berdering yang di taruh di atas meja. Bukan membales jawaban lewat telpon, malah Dono berteriak dengan kencang "Indro aku di halaman belakang."

Sontak Indro kaget mendengar panggilan Dono dari halaman belakang dengan suara keras. Indro pun langsung bergegas ke halaman belakang. Melihat Dono yang santai minum teh. Indro yang bawa tohu buting langsung di taruh di meja dan sekalian di tawarkan ke Dono.

Dono pun mengambil tahu bunting di dalam plastik dan di berikan ke pada kucing yang dari tadi menemani Dono. Kucing memakan tahu bunting yang enak itu. Dono dan Indro senang melihat kucing yang suka makan tahu bunting. Dono pun makan tahu bunting dan memberikan pujian pada Indro "Enak nie tahu buntingnya dan juga masih anget."

"Iya. Seperti biasa beli tempat langganan. Nabila gitu," kata Indro.

"Oh, Nabila toh yang jual tahu bunting yang enak ini," kata Dono.

"Tumben Don...tidak nonton Tv?" tanya Indro.

"Lagi males nonton Tv. Mau menikmati alam sekitar sambil minum teh. Dan juga aku tidak sendiri. Di temani kucing," kata Dono.

"Jangan-jangan karena acara Tvnya bikin kamu boring alias jenuh gitu," kata Indro.

"Ya.....gaklah. Males nonton aja. Cari suasana yang lain aja," kata Indro.

"Kalau gitu aku tinggal sendirian ya. Aku mau nonton Tv. Awas di datengin kuntilanak kalau duduk sendirian di halaman belakang," kata Indro.

"Mau nakutin. Gak mempan Indro," kata Dono.

"Ya. Aku tahu," kata Indro.

Indro pun langsung menuju ruang tengah dan segera menghidupkan Tv. Dengan seksama Indro menonton acara Tv yang membuat dirinya terhibur. Kasino selesai juga urusan pekerjaannya dan segera pulang ke rumah. Sampai di rumah Kasino langsung mengucap salam untuk masuk rumah "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," jawab Indro.

Kasino pun duduk bersama Indro.

"Indro mana Dono, biasanya nonton Tv?" tanya Kasino.

"Lagi santai di halaman belakang," kata Indro.

"Di halaman belakang toh. Tumben tuh anak. Biasanya main ke rumah Rara gitu," kata Kasino.

"Kalau urusan dengan Rara sih.Tanya aja langsung ke orangnya. Kenapa gak main ke rumah Rara?" kata Indro.

"Kalau nanya ke Dono tentang Rara. Nanti aja deh," kata Kasino.

"Ya...udah. Lebih baik nonton Tv aja," kata Indro.

"Iya, nanti setelah aku makan malam dulu," kata Kasino.

Kasino ke dapur buat mie rebus. Dengan sabar Kasino membuat mie rebus. Jadi juga mie rebus. Kasino segera memakannya mie rebus buatannya di meja makan. Indro mencium bau mie rebus buatan Kasino jadi kepengen, jadi segera beranjak dari duduk menuju dapur untuk membuat mie rebus. Indro biasa membuat mie rebus duo karena untuk memuaskan rasa laparnya.

Mie rebus yang di buat Indro jadi juga dan segeralah Indro untuk menyantapnya di meja makan bersama Kasino. Indro merasa kurang rasa pedas pada mie rebus buatannya maka di tambah sambel ABC. Baru setelah itu mulai Indro memakannya mie rebus pedasnya.

"Enak dan hot," kata Indro.

Indro terus menikmati mie rebus yang pedas gitu. Kasino sudah selesai menyantap mie rebus segera mencuci mangkoknya sampai bersih, lalu di taruh di rak piring. Kasino pun duduk di ruang tengah untuk menonton Tv dengan mengganti chenel Tv yang di sukai Kasino yaitu animasi Jepang.

Indro pun selesai makan mie rebus yang pedas dan segera mencuci mangkok sampai bersih, lalu di taruh di rak piring. Indro pun ke ruang tengah untuk nonton bersama Kasino, walau sebenarnya Indro ingin nonton acara Tv yang lain. Pada akhirnya ikutan saja Indro apa yang di tonton Kasino.

Dono santai di halaman belakang, tiba-tiba melihat bintang jatuh di langit. Sebenarnya ingin berdoa ketika melihat bintang jatuh, tapi gak jadi. Kucing dateng satu lagi dan hendak bertarung dengan kucing menemani Dono dari tadi, jadi Dono melerai pertarungan kucing yang merebutkan daerah kekuasaan. Setelah itu Dono memberikan tahu bunting keduanya.

Dengan senangnya dua kucing menikmati tahu bunting dan juga melupakan pertarungan keduanya. Dono senang melihat kucing yang akur sampai berkata "Seandai saja manusia yang perang bisa di buat akur lagi seperti kucing. Maka hidup lebih berarti lagi. Perdamaian tercipta lagi. Manusia hidup berdampingan dengan baik."

Dono pun santai lagi minum tehnya sambil menikmati alam sekitar dan indahnya langit malam bertabur bintang.

Thursday, November 7, 2019

SUATU KEBIASAAN

Dono sedang asik membaca koran di ruang tamu sambil menikmati minum tehnya yang enak buatan sendiri. Indro sedang asik mengetik di leptop untuk menyelesaikan urusan kerjaannya. Dono telah selesai membaca semua berita di koran dan berkata "Tidak ada berubah di lihat dari sana sini, tetap gitu-gitu aja".

Donon meletakkan koran di meja dan membawa gelas tehnya untuk duduk di halaman belakang untuk menikmati suasana yang tenang dan santai. Indro pun selesai juga dengan urusannya, lalu membuat kopi di dapur. Setelah itu membawa gelas kopi ke tempat Dono berada.

Indro pun santai menikmati minum kopinya. Saat kopi di taruh di meja mulai Indro berbincang-bincang dengan Dono. Indro agak sedikit terkejut dengan omongan Dono "Hidup ini dunia permainan manusia saja".

Maka itu Indro pun mencari tahu apa gerangan yang terjadi pada diri Dono. 

"Don lebih sebenarnya kamu punya masalah atau tidak? Kalau ada cerita, mungkin aku bisa menolong!" kata Indro.

"Aku tidak punya masalah. Tadi habis baca koran, berita hari ini. Ya isinya cuma itu-itu saja. Lebih banyak menjelaskan sisi kebaikan dari berbagai sektor sih," kata Dono.

"Kalau cuma berita di koran sih. Itumah kerjaan orang-orang mencari makan. Ya pastinya sih lebih cenderung sisi baik lebih banyak. Sedang sisi buruk sih ya...seperti biasa sih....kritikan," kata Indro.

"Bener kamu Indro. Orang-orang nyari makan. Maka itu, ada berita di lingkungan kita contohnya kecelakaan gitu. Gak mungkin di liput oleh wartawan. Malahan yang di beritakan kecelakaan yang entah di mana. Malahan lebih baik meliput para pejabat karena wartawannya di panggil untuk membuatkan berita pencitraan pejabat, agar terkenal oleh masyarakat. Padahal kalau di baca berita tentang pejabat yang di masukkan berita di koran. Jenuh juga. Topik masalahnya gak berubah-berubah. Kadang lurus, kadang kusut dan kembali lurus. Jadinya bacanya boring...aja," kata Dono.

"Jangan ngomongin pejabat lah. Mereka hidup enak. Sedang kita berusaha bertahan dengan keadaan. Kebanyakan program kerja pejabat itu tidak sampai ke kita alias tidak terjamah," kata Indro.

"Ya memang bener kamu Indro. Banyak program kerjanya hasilnya tidak sampai ke kita. Paling kalau urusan infrastruktur bisa kita rasakan kalau yang lainnya..., sangsi lah," kata Dono.

"Astaga aku ada janji. Obrolannya kita lanjutin nanti Don. Aku mau menemui seseorang," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Indro segera minum kopi dan segera ke dapur untuk mencuci gelas kopinya dan di taruh di rak piring. Setelah itu Indro berganti pakaian di kamarnya. Baru deh berangkat ke tempat tujuannya. Dono tetap santai di halaman belakang sambil minum tehnya. Tiba-tiba Dono teringat sesuatu pekerjaan yang belum ia kerjakan. Ya berajaklah Dono dari duduknya di halaman belakang menuju kamarnya dan menghidupkan leptopnya.

Segera Dono mengetik pekerjaan dengan baik sampai selesai. Saat azan di kumandangkan. Dono mendengar azan. Pekerjaan pun selesai. Dono berbenah dirinya. Baru deh berangkat ke mesjid untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslim baik.

DUNIA PERMAINAN

Dono baru pulang dari mesjid, langsung bersantai di ruang tamu sambil baca buku. Indro pun menyelesaikan urusannya dengan Saskia alias kencan, langsung pulang ke rumah. Saat masuk rumah, Indro menyucap salam "Asalamuailakum".

"Waalaikumsalam," jawab Dono.

Indro pun duduk bersama Dono. Indro pun mengajak Dono main game PS 4. Sebenarnya Dono lagi males main game, tapi Indro bujuk Dono terus untuk main game. Jadinya Dono dan Indro pindah duduk dari tempat duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk menyetel game PS 4.

Tapi ketika Tv di setel terlihat acara musik dangdut. Dono dan Indro menonton Tv. Terkadang Indro mengganti acara lawak dan berita hari ini.

Baru deh ganti acara Tv ke game. Dono mulai memilih karakter yang ingin di mainkan begitu juga Indro memilih karakter yang di mainkan. Setelah di putuskan ke keduanya di mulailah game. Permain game seru banget sekali. Tiba-tiba program game mulai eror. Dono dan Indro sudah khawatir takut masuk ke dalam dunia game kaya di film-film.

Saat itu Kasino selesai urusannya mengetik di kamarnya pake komputer bututnya. Melihat Dono dan Indro yang ketakutan sekali kalau game menarik mereka berdua masuk ke dalam game. Kasino segera memeriksa PS 4. Ternyata cuma kabelnya aja dan segera di benarkan oleh Kasino. Dono dan Kasino main gamenya di lanjutin lagi. Kasino pun menuju ke dapur untuk makan karena laper gitu. 

Lagi asik main game. Listrik mati. Dono pun memeriksa lingkungan sekitar. Ternyata listrik mati hanya rumahnya Dono. Indro membantu Dono untuk memeriksa meteran. Kasino pun ikutan cari penyebab mati listrik. Kasino mendapat penyebanya dari lampu di kamar Kasino konselet, jadi segera di ganti lampunya. Baru deh Indro menghidupkan listrik dari meteran.

Dono dan Indro tidak melanjutkan main game di PS 4, lebih baik main game di Hp saja. Keduanya asik main game di Hp. Kasino selesai masaknya dan segera duduk di ruang tengah untuk menonton acara Tv. 

Setelah di pilih chenel Tv oleh Kasino, maka di tetapkan tontonan acara chanel yang menayangkan animasi Jepang. Sambil menikmati makanannya, sambil nontonlah Kasino.

Dono dan Indro sibuk main game di Hpnya sampai salah satu baterai Hp lobet yaitu Dono. Maka Dono tidak main game lagi di Hpnya lebih baik baca buku. Indro terus main game di Hpnya dengan penuh keasikkan karena merasa kembali kekanak-kanak. Di mana masa Indro kecil, Ayahnya membelikan game tetris dan segera di mainkan Indro seharian penuh, sampai level tertinggi pencapaian poin permainnya.

Wednesday, November 6, 2019

UNIVERSITY MUSIK DANGDUT

Hari yang tenang di kediaman Dono di pinggiran kota Jakarta. Dono selesai membuat teh di dapur segera di bawanya gelas yang berisi teh tersebut ke ruang tamu. Sambil menikmati teh buatannya sendiri mulai Dono mengetik di leptopnya untuk membuat cerita di Blognya karena memang ada ide yang mengalir deras yang ingin di tuangkan dalam bentuk tulisan berkaitan kenyataan hidup apa adanya, terkadang di hiperbola sedikit agar jauh menarik berdasarkan pendapat Dono sendiri.

Indro sibuk sekali karena kerjaan yang lumayan ia dapetkan dari temannya. Kasino seperti biasa sibuk dengan urusan kafenya yang di bangunnya dari nol. Kasino telah banyak inofasi untuk kafenya agar ramai, salah satunya sih musik yang mudah di terima pelanggannya yang senang berkunjung ke kafenya Kasino.
Indro pun menyelesaikan urusan pekerjaannya dan langsung balik pulang ke rumah. Ya seperti biasa Indro membeli makan di jalan seperti es dugan dan gorengan. Sampai di rumah. Seperti biasa Indro langsung mengucap salam masuk rumah "Asalamualaikum".

Dono yang asik mengetik langsung menjawab "Waalaikumsalam".

Indro pun duduk bersama Dono di ruang tamu sambil menawarkan makan dan minuman yang di belinya. Dono dengan hati menerimanya. Indro membuka Hpnya ingin melihat berita terbaru tentang keadaan lingkungan sekitarnya lewat jaringan sosial medianya.

Indro pun berkata melihat tontonannya di Hpnya "Dangdut Awards".

Indro pun bertanya ke Dono yang berkaitan dengan acara lomba musik dangdut. Dono menanggapinya dengan santai dan berkata "University Musik Dangdut".

Indro terkejut dengan perkataan Dono "University Musik Dangdut", lalu Indro bertanya lagi "Don kenapa kamu bilang University Musik Dangdut?"

Dono menghentikan mengetiknya dan mulai menjelaskan dengan baik ke Indro "Lomba menyanyi di adakan di media televisi secara terus menerus dan memberikan arahan pendidikan ke pada peserta dan masyarakat agar jauh lebih memahami musik dangdut tema musik yang di lombakan musik dangdut tujuannya untuk mendapat penyanyi yang bertalenta dengan kualitas yang baik. Maka kesimpulannya University Musik Dangdut, kalau lulus dari tempat pendidikan tersebut alias juara. Anggap saja mendapatkan gelar S1 jurusan musik dangdut."

"Kalau aku pikirkan dan memahami omongan kamu Don.  Ada benarnya. University Musik Dangdut. Pada akhirnya ada nilai penghargaannya dari pencapaian dari mereka bekerja keras untuk menghidupkan musik dangdut di Indonesia agar tidak redup yaitu Dangdut Awards," kata Indro.

"Itu mengerti. Toh juga. Dulu pernah di buat sinetronnya berkaitan dengan University Musik Dangdut. Yang tokoh wanitanya Ega," kata Dono.

"Bener juga. Aku nonton tuh sinetronnya. Jadi benerlah perlombaan musik dangdut jadinya lebih tempatnya sih di sebut University Musik Dangdut," kata Indro.

"Udah lah ngobrolnya. Aku mau mengetik lagi," kata Dono.

"Iya, silakan Dono. Aku mau nonton Tv," kata Indro.

Indro pun beranjak dari duduknya bersama Dono di ruang tamu ke ruang tengah untuk menonton Tv. Dono pun selesai mengerjakan ketikannya dan segera di simpan dengan baik baru deh leptop di bawa Dono untuk di taruh di kamar. Setelah itu Dono duduk bersama Indro untuk menonton Tv.

Suara azan di kumandangkan. Dono dan Indro mendengarnya, jadi berbenah diri keduanya ke mesjid. Saat di mesjid untuk melaksanakan sholat berjamaah Dono dan Indro bertemu Kasino. Ya seperti biasanya Dono, Kasino dan Indro khusuk melaksanakan sholat asar. Selesai sholat. Dono, Kasino dan Indro ngobrol di teras mesjid berkaitan dengan masalah pemakaian cadar bagi kaum wanita dan celana cingkrang bagi kaum laki-lagi.

Dono lebih bersifat netral pola pembicaraan yang di bicarakan bersama Kasino dan Indro pada akhirnya ketiganya sangat memahami pembicaraan yang mereka bicarakan dan tidak lagi memanjang cerita mereka. Kasino pun memutuskan untuk kembali ke tempat kerjaannya. Dono dan Indro pulang ke rumah.

Tuesday, November 5, 2019

JALAN-JALAN

Pagi yang cerah sekali. Pepy jalan-jalan di pinggiran kota Jakarta untuk menikmati hari liburnya yang tidak bekerja alias nganggur aja. Seorang tukang es cendol sedang berdiam di pinggir jalan untuk menjajakan jualannya. Pepy mendekati tukang es cendol.

"Pak es cendolnya satu!" kata Pepy.

"Iya, Mas," kata tukang es cendol.

Tukang es cendol yang senang karena jualannya di beli, segera menaruh es cendol ke dalam gelas plastik dan di berikan kepada Pepy yang bersabar menunggu. Pepy mengambil gelas plastik berisi es cendolnya dan membayar es cendol dengan uang pas.

"Alhamdulilah, laris manis," kata tukang es cendol menerima uang dari pembeli.

Pepy melanjutkan perjalannya sambil minum es cendol yang enak banget. Seorang pemuda keluar dari toko pakaian dan hendak masuk ke dalam mobilnya. Pepy merasa tahu siapa pemuda tersebut dan berkatalah dengan samar "Atta Halilintar".

Pepy segera mendekati Atta Halilintar. Terkejut sih Atta Halilintar di datengin Pepy.

"Mas, Atta Halilintar beneran kan. Artis terkenal," kata Pepy yang polos.

"Iya," kata Atta Halilintar.

"Mas, aku ingin foto bareng dengan sampean pake Hp aku. Karena kebetulan ketemu artis di jalan gitu," kata Pepy.

"Boleh-boleh," kata Atta Halilintar.

Pepy pun foto bareng dengan Atta Halilintar. Hasil foto di simpan baik-baik oleh Pepy di Hpnya. Pepy pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Atta Halilintar yang sudah mau foto bareng dengannya di pinggir jalan. Atta Halilintar pun senang bertemu dengan orang seperti Pepy yang ngefans dirinya. Atta Halilintar pun masuk mobilnya karena ada pekerjaan yang akan di jalankan hari ini.

Pepy berjalan-jalan di pinggir kota Jakarta. Terlihat dari kejauhan ada gerombolan orang dengan membawa kamera. Pepy segera mendekati karena di pikirannya "Stuting".

Dekat banget di antara orang-orang membawa kamera yang meliput seorang pejabat kota Jakarta. Pepy ingin memastikan siapa yang di liput. Eeeee ternyata Pak Anies Baswedan. Pepy ikutan meliput pejabat kota Jakarta dengan menggunakan Hpnya.  Setelah dapet rekaman yang baik di Hpnya Pepy, segera meninggalkan kerumunan itu. Pepy melanjutkan perjalannya menikmati hari liburnya dengan penuh kebahagian.

Saat perutnya mulai bunyi kreriuk, tanda perut Pepy lapar. Maka Pepy masuk ke dalam restoran untuk makan siang. Tak di sangka dan tak terduka Pepy ke temu dengan artis penyanyi dangdut Siti Badriah. Pepy segera mendekatinya Siti Badriah.

"Mbak, boleh foto bareng," kata Pepy yang polos banget-banget.

Siti Badriah mengiyakan foto bareng dengan orang yang tidak kenalnya. Pepy yang senang foto bareng dengan penyanyi dangdut kesukaannya. Siti Badriah pun senang dengan fans yang polos banget kaya Pepy. Setelah foto bareng dan hasil foto pun di simpan baik di Hpnya Pepy.Tak lupa Pepy mengucapkan terima kasih ke Siti Badriah karena sudah mau foto bareng dengannya.

Pepy pun meninggalkan Siti Badriah dengan teman-temannya yang baru dateng ke restoran untuk makan siang. Pepy mencari tempat untuk makan siang. Pepy sudah mendapat tempat baik si pojokan untuk santai makan siang dan segera memesan makanan ke pelayan, ya seperti biasa makan ke sukaannya ayam bakat dan minumnya es jeruk. Pelayan restoran segera menyiapkan pesan orang yang memesan makan. Pepy menunggu pesanan makannya yang di pesannya sambil mendengarkan musik dari Hpnya dan musik yang di dengarkan Pepy adalah lagu yang di nyanyikan Sule dan Shima yang judulnya "Terpisah Jarak dan Waktu".

Pesan pun dateng dan di taruh di meja. Pepy segera menyantap makannya dan juga tidak lupa mematikan musik di Hpnya. Pepy bener-bener menikmati makan siang yang enak banget sampai kenyang dan juga es jeruk yang segar banget. Setelah itu Pepy membayarnya ke kasir dengan uang pas. Pepy melanjutkan perjalannya.

Sampai di taman kota. Pepy pun bersantai di pinggiran taman untuk melihat keadaan taman kota. Cukup lama di taman kota, Pepy memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sampai di rumahnya. Pepy langsung istirahat di ruang tengah, lebih tepatnya tidur-tiduran di  sofa sambil nonton Tv dan memilih acara yang menghibur dirinya.

Pepy pun terus santai dan santai banget di rumah menikmati tontonan acara Tv yang di sukainya.

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK