Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Keadaan lingkungan sekitar rumah Eko baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....Komedi di chenel TRANS7, ya Eko duduk dengan santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan keripik singkong.
"Baca cerpen saja!" kata Eko.
Eko mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.
Isi cerpen yang di baca Eko :
Selama gerhana matahari pada tahun 1986, Naina Shah muda, saat bepergian di kursi belakang mobil ayahnya yang berbasis di Inggris, terkena kaca dari kaca depan yang pecah saat terjadi kecelakaan, dan kehilangan penglihatannya. Orang tuanya tidak selamat, dan dia dibesarkan oleh nenek dari pihak ayah. Bertahun-tahun kemudian, Naina berhasil melakukan transplantasi kornea, dan mampu melihat.
Dia mengeluh tentang masalah penglihatan, melihat orang berkerudung, dan orang sekarat, yang didiagnosis oleh psikiater, Samir Patel, sebagai halusinasi. Tetapi ketika Naina melaporkan melihat orang lain di pantulan cerminnya, Sameer memutuskan untuk menyelidiki milik siapa sebenarnya kornea aslinya. Investigasi ini akan membawa mereka ke sebuah desa miskin di New Bhuj, Gujarat, di mana dia akan menemukan hidupnya terancam oleh penduduk desa yang bermusuhan yang percaya bahwa donor kornea matanya dikutuk.
Naina mempelajari kisah donornya, Khemi. Khemi lahir dengan kemampuan untuk melihat kematian seseorang yang akan segera terjadi, dan dikucilkan oleh masyarakat. Suatu malam, dia mencoba menyelamatkan desa dari kebakaran hebat, tapi tidak ada yang percaya padanya. Setelah kebakaran terjadi, penduduk desa yang sama menyalahkan Khemi atas bencana tersebut.
Khemi bunuh diri karena putus asa. Naina kembali ke Inggris, di mana dia gagal menyelamatkan orang dari api. Dalam kecelakaan itu, Naina sekali lagi kehilangan penglihatannya, tetapi dia tidak menyesalinya karena dia memiliki cinta dari Samir dan neneknya.
"Eko. Aku punya cerita. Ya ingin tanggapan Eko gitu!" kata Budi.
"Tanggapan aku. Cerita seperti apa?" kata Eko.
"Ya ceritanya begini!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Ada seorang cowok bernama Raffi saja. Ya Raffi seorang pemuda yang baik, ya kerjaannya pedagang di pasar gitu. Usaha yang berjalan dengan baik. Raffi bertemu dengan seorang cewek yang cantik, ya galak gitu. Cewek itu bernama Nagita. Ya Nagita kerjaannya pegawai di toko kelontong Pak Abdulah gitu. Raffi jatuh hati pada Nagita, ya jadi ingin jadian gitu. Awalnya sih penolakan dari Nagita gitu. Lama-lama Nagita luluh juga dengan Raffi. Keduanya menjalin cinta dengan baik dan segera menikah. Ya pernikahan diadakan sederhana gitu, ya bahagia gitu. Nagita tinggal di rumah Raffi yang sederhana dengan baik. Setelah menikah, ya Nagita tidak kerja lagi di toko Pak Abdulah. Rumah tangga di jalanin dengan baik banget gitu. Ya ada sih masalah sih, ya dari hal kecil sampai hal besar gitu, ya selisih paham dari keadaan dan karakter kepribadian keduanya gitu. Urusan rumah tangga, ya sampai punya anak bernama Rafatar. Kehidupan rumah tangga Raffi dan Nagita, ya berjalan dengan baik dengan adanya Rafatar gitu. Sampai Rafatar berumur lima tahun. Raffi ingin banget hubungan dengan Nagita, ya lebih baik seperti awal pernikahan gitu. Setiap mau di ajak main hubungan suami istri, ya Nagita selalu nolak Raffi. Ya Raffi tidak bisa ngapa-ngapain kalau di tolak Nagita, ya karena sikap Nagita yang keras pembawaannya gitu. Raffi ingin tersalurkan hasratnya pada Nagita, ya di usahakan dengan baik gitu. Nagita terus-menerus menolak Raffi gitu. Sampai-sampai Raffi di suruh cari cewek lain saja gitu. Raffi yang telah janji setia pada Nagita, ya saat pernikahan sampai sekarang karena hasrat tidak tersalurkan dan tolak Nagita dengan alasan ini lah dan itu lah, ya apa harus mendua?. Nagita membolehkan Raffi mencari cewek lain, ya minta saran sama Pak Abu. Ya Pak Abu malah nambahin, ya menyuruh Raffi menikah saja karena di bolehkan sama Nagita sebagai istri tua. Raffi pun mengikuti saran Pak Abu, ya menikah dengan cewek cantik yatim piatu bernama Nita. Raffi dan Nita menikah dengan baik gitu. Ya setelah menikah, ya Nita di bawa ke rumah Raffi untuk menemui Nagita. Di rumah, ya Nita di terima Nagita dengan baik, ya sebagai istri keduanya Raffi gitu. Nita senang di terima dengan baik sama Nagita gitu. Raffi pun melaksanakan malam pertama dengan Nita, ya dengan baik gitu. Nagita tidur bersama Rafatar. Malam pertama Raffi dengan Nita, ya berjalan dengan baik banget gitu. Kehidupan rumah tangga pun berjalan dengan baik, ya hasrat Raffi tersalurkan dengan baik pada Nita, ya istri muda gitu. Nita membantu pekerjaan rumah yang biasa di lakukan Nagita, ya jadi kerjaan Nagita ringan gitu. Nita menjalankan kehidupannya dengan baik. Saat Nita menjalankan aktivitasnya di luar rumah gitu. Raffi pulang kerja gitu, ya di rumah ada Nagita. Rafatar sedang main gitu. Nagita yang selalu mendengar hubungan Raffi dengan Nita, ya hasrat Nagita bangkit untuk berhubungan dengan Raffi. Ya Nagita melakukan hubungan dengan Raffi dengan baik, ya tapi tidak selembut ketika awal pernikahan atau seperti hubungan Raffi dengan Nita. Nagita, ya sikapnya itu yang buat Raffi bingung, ya keras mau menang sendiri. Hubungan Raffi dan Nagita selesai gitu. Tahu-tahu, ya Nita kecelakaan gitu, ya kakinya terkilir ketika membawa air gitu. Nita jadinya di rawat dengan baik di rumah. Nagita jadi berat lagi urusan ngurus rumah karena Nita sakit gitu. Raffi menerima keadaan Nita, ya yang sakit gitu. Kehidupan rumah tangga Raffi dengan istri pertama dan kedua berjalan dengan baik dan rukun gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus!" kata Eko.
"Sekedar cerita saja. Bahan obrolan lulusan SMA. Ya banyak cerita yang menarik dan bagus, ya lebih baik dari aku bercerita gitu, ya seperti sinetron dan film gitu," kata Budi.
"Aku paham omongan Budi!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Jadi di boleh nikah lagi sama istri tua. Enak itu mah urusannya," kata Eko.
"Ya memang ceritanya begitu," kata Budi.
"Kalau kehidupan kenyataan, ya susah untuk di bolehkan nikah lagi sama istri tua. Terkadang, ya suami itu lebih baik pura-pura di depan istri baik ini dan itu, ya di belakang nikah lagi atau selingkuh gitu demi menyalurkan hasrat yang tidak tersalurkan karena, ya biasa sih....terkadang di tolak istri, ya hasrat suami tidak tersalurkan dengan baik," kata Eko.
"Ya....hasrat," kata Budi.
"Cerita rumah tangganya, rukun antara istri pertama atau kedua, ya bagus sih ceritanya. Kalau kenyataan berdasarkan cerita orang-orang tentang kisah istri pertama dan kedua, ya ceritanya, ya ada yang baik dan buruk tergantung keadaan dari kondisi ini dan itu," kata Eko.
"Kenyataan tetap antara baik dan buruk, ya di pengaruhi kondisi ini dan itu," kata Budi.
"Kalau begitu. Main kartu gaplek saja!" kata Eko.
"Okey main kartu gaplek!" kata Budi.
Eko mengambil kartu gaplek di bawah meja, ya kartu di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Budi dan Eko, ya main kartu gablek dengan baik gitu.
"Setia atau mendua. Kisah kehidupan manusia," kata Eko.
"Pilihan manusia yang menjalankan hidup ini!" kata Budi.
"Ya antara baik dan buruk kehidupan ini," kata Eko.
"Ya kehidupan ini memang antara baik dan buruk," kata Budi.
"Bagi yang mampu, ya istri dua. Bagi yang tidak mampu, ya satu saja sudah cukup," kata Eko
"Bagi mampu," kata Budi.
"Urusannya....hasrat," kata Eko.
"Ya dari dulu sampai sekarang, ya banyak cerita ini dan itu. Urusannya hanya hasrat," kata Budi.
"Bagi yang ingin hasrat menggebu-gebu, ya beli obat kuat," kata Eko.
"Iklan obat kuat untuk meningkatkan hasrat," kata Budi.
"Namanya hidup ini. Manusia kerjaannya menjual barang ini dan itu yang berkaitan urusan manusia. Uang dan uang. Jika berjalan dengan baik usaha, ya ekonomi jadinya baik gitu," kata Eko.
"Tidak jauh-jauh urusan manusia, ya ekonomi di lancarkan dengan baik," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko dan Budi, yaaa asik banget sih main kartu gaplek gitu.
"Aku punya cerita Budi!" kata Eko.
"Eko...punya cerita toh!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Silakan Eko bercerita dengan baik!" kata Budi.
"Begini ceritanya!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Dodo tinggal dengan baik di Jakarta, ya tinggal dengan baik di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Doyok. Rumah tangga yang di jalankan Doyok dan Diana baik sih. Adit anaknya Doyok dan Diana. Ya Adit menjalankan sekolah SMA yang ada di Jakarta. Hobynya Adit sih main motor gitu. Ya Adit memang punya geng motor sih. Kalau Adit balapan motor liar, ya Doyok bertindak untuk tidak membolehkan Adit bawa motor gitu. Adit memang tidak balap motor sih. Adit memang berpacaran dengan Lisa. Ya Lisa satu kelas satu sekolahan SMA dengan Adit gitu. Lisa anaknya Sopo dan Melisa. Sopo menjalankan usaha toko pakaian gitu. Dodo memang berteman dengan Adit dan Lisa. Dodo kerjaannya tukang ojek pangkalan. Kerjaan tukang ojek pangkalan lebih baik dari pada kerjaan orang-orang yang mengemis di jalan dengan berpura-pura keadaan begini dan begitu sih. Dodo bersyukur dengan baik sih hasil dari kerjaan tukang ojek pangkalan gitu. Dodo memang suka membaca komik Kisah Kasih di Sekolah dan komik Kawin Gantung. Pendapat baik Dodo sih tentang komik Kisah Kasih di Sekolah dan komik Kawin Gantung, yaaa ceritanya bagus, gambarnya bagus, dan karakter tokoh-tokohnya bagus. Dodo berteman baik sama Temon. Ya Temon rumahnya dekat dengan rumah kontrakan Dodo. Temon kerjaannya tukang ojek pangkalan sama dengan Dodo. Ya Temon tinggal sendiri sekarang sih. Jarwo dan Melinda adalah orang tuanya Temon. Kedua orang tua Temon telah lama meninggal gitu. Hasil kerja tukang ojek pangkalan di syukurin dengan baik sih sama Temon. Ya Temon suka baca buku komik The Wailing, komik Kung Fu Hustle, komik Captain Marvel, komik Ultraman Ginga, dan komik Jodoh Boleh Diatur. Pendapat baik Temon tentang komik The Wailing, komik Kung Fu Hustle, komik Captain Marvel, komik Ultraman Ginga, dan komik Jodoh Boleh Diatur, yaaa ceritanya bagus, ya gambarnya bagus, dan karakter tokoh-tokohnya bagus gitu. Dodo dan Temon yang berteman baik, ya keduanya biasa ngobrol di depan rumah Temon. Yang di obrolin Dodo dan Temon sih tentang sepak bola yang di tayangkan di Tv. Keinginan Dodo dan Temon ngobrol dengan baik sih dengan Menteri Pertahanan tentang perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan film, sinetron, dan musik yang ada di Jakarta karena berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan keamanan gitu. Obrolan Dodo dan Temon sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Dodo dan Temon kerja dengan baik sih tukang ojek pangkalan gitu. Temon memang berteman dengan Jhon. Ya Jhon rumahnya cukup jauh dari rumah Temon. Ya Jhon kerjaannya sih usaha rumah makan gitu. Temon memang mengetahui dengan baik sih kebisaan Jhon...merokok gitu. Temon memang merokok sih, ya paling satu dan dua batang gitu. Kalau Jhon sih rokok bisa habis satu bungkus rokok. Temon yang berteman baik sama Jhon, ya Temon mengetahui dengan baik sih kebiasaan Jhon yang baru sih...rokoknya bau bunga melati. Jhon memberitahu Temon sih bahwa...usaha rumah makannya ada masalah gitu, ya jadi Jhon ke dukun tujuan rumah makannya laris gitu. Jhon di suruh dukun untuk biasa merokok bunga melati gitu. Temon memang mengerti dengan baik kalau ke dukun biasa sih di suruh merokok bunga kemenyan gitu. Temon baru tahu sih bahwa dukun menyuruhnya untuk merokok bunga melati sih. Temon memang meriksa dengan baik sih usaha rumah makan Jhon, ya Temon menyaksikan dengan baik sih bahwa usaha Jhon lancar gitu. Temon menyatakan dengan baik dukunnya hebat membuat usaha rumah makan Jhon laris manis. Jhon memang tetap sih merokoknya bunga melati gitu. Temon mengerti dengan baik tentang hidup ini, ya pilihan Jhon sih menggunakan ilmu dari dukun untuk melancarkan usaha rumah makan. Kalau usaha rumah makan Jhon tutup karena tidak ada beli, ya Jhon jadi pengangguran dan Jhon bermasalah sih dengan urusan hutang gitu, ya jadi siapa yang menolong?..sedangkan pemerintahan saja masih ada hutang luar negeri yang harus di bayar dengan baik sesuai dengan perjanjian gitu. Jhon memang berpacaran dengan Diva, ya Jhon ada keinginan sih untuk menikahi Diva. Ya Diva kerjanya penjual gorengan gitu. Temon menjalankan dengan baik sih kerjaan tukang ojek pangkalan gitu. Dodo dan Temon biasa sih ngobrol di depan rumah Temon. Yang di obrolin Dodo dan Temon sih tentang sepak bola dan musik yang di tayangkan di Tv. Keinginan Dodo dan Temon sih ingin ngobrol dengan baik sih sama Menteri Pertahanan tentang perusahaan-perusahaan properti yang ada di Jakarta berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan keamanan gitu. Obrolan Dodo dan Temon sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Dodo dan Temon kerja dengan baik sih tukang ojek pangkalan. Dodo merindukan dengan baik cewek yang di sukai bernama Devi. Ya Devi teman masa SMA...Dodo gitu di Palembang gitu. Dodo pada masa SMA...cuma memendam rasa sama Devi gitu. Dodo di Jakarta, ya berjuang dengan baik sih merubah nasif gitu. Temon dan Dodo berteman dengan cewek yang bernama Ajeng gitu. Ya Ajeng penjual jamu gendong gitu. Temon dan Dodo sering sih beli jamu gendongnya Ajeng gitu. Toto dan Mia adalah orang tuanya Ajeng. Toto penjual kerak telor gitu. Temon pernah di tolak sih sama dua cewek sih, ya Eca Aura dan Jasmin gitu. Temon sekarang suka dengan Ajeng. Dodo suka sih dengan Ajeng. Temon mengajak Dodo untuk bersaing sih urusan jadian dengan Ajeng. Dodo mengikuti saja sih maunya Temon untuk bersaing sih jadian dengan Ajeng gitu. Dodo yang berusaha dengan baik sih untuk kerja di perusahaan, ya akhirnya Dodo berhasil kerja di perusahaan PT. CAHAYA. Pemilik perusahaan adalah Widuri. Yang menjalankan perusahaan adalah Aditiya. Memang sih Aditiya dan Widuri...suami istri gitu. Dodo kerja dengan baik di perusahaan PT. CAHAYA, ya Dodo tidak kerja tukang ojek pangkalan gitu. Temon senang sih Dodo kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAHAYA gitu. Dodo bertemu dengan Devi di jalan, ya pertemuan tidak sengaja dan keduanya jadinya ngobrol dengan baik di kafe. Devi kerjaannya sekarang sih penyanyi dangdut dari satu panggung ke panggung lain gitu. Devi memilik kerja jadi penyanyi dangdut karena cita-cita Devi ingin jadi artis gitu. Devi merasakan dengan baik sih kompetisi sengit banget sih untuk jadi penyanyi dangdut terkenal yang di sukai banyak orang gitu. Devi di Jakarta tinggal di rumah paman Andre dan bibi Ayu. Andre menjalankan usaha bengkel mobil gitu. Dodo dan Devi pertemanannya baik sih. Dodo masih suka dengan Devi. Ya Dodo ingin jadian dengan Devi gitu. Urusan Dodo bersaing dengan Temon urusan jadian dengan Ajeng, ya Dodo mundur dari persaingan gitu. Temon yang berusaha dengan baik untuk jadian dengan Ajeng, ya berhasil sih karena Ajeng suka dengan Temon. Hubungan kisah cina di jalankan dengan baik sih Temon dan Ajeng gitu. Dodo senang sih dengan kisah cinta Temon dan Ajeng. Dodo yang berusaha dengan baik untuk jadian dengan Devi, ya Dodo berhasil jadian dengan Devi karena Devi suka dengan Dodo dari masa SMA di Palembang sampai sekarang gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Dodo dan Devi gitu. Temon dan Ajeng senang sih dengan kisah cinta Dodo dan Devi gitu. Dodo memberitahukan pada Temon, ya ada lowongan kerjaan di perusahaan PT. CAHAYA. Temon ingin perubahan urusan kerja jadi Temon melamar pekerjaan di perusahaan PT. CAHAYA. Karena memang rezeki Temon, ya jadi Temon kerja dengan baik di perusahaan PT. CAHAYA dan Temon tidak kerja tukang ojek pangkalan gitu. Dodo senang sih Temon kerja di perusahaan PT. CAHAYA. Ajeng senang sih Temon merubah nasifnya dari tukang ojek pangkalan berhasil kerja di perusahaan PT. CAHAYA. Kisah cinta Temon dan Ajeng tetap berjalan dengan baik sih. Dodo kisah cintanya dengan Devi tetap berjalan dengan baik sih. Begitulah ceritanya!" kata Eko.
"Cerita yang bagus," kata Budi.
"Sekedar cerita saja!" kata Eko.
"Kisah cinta," kata Budi.
"Ya memang cerita kisah cinta," kata Eko.
"Pertemanan yang baik tokoh Dodo dan tokoh Temon," kata Budi.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko dan Budi tetap asik sih main kartu gaplek gitu.
No comments:
Post a Comment