CAMPUR ADUK

Sunday, December 17, 2023

ELF

Budi duduk santai di depan rumahnya, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Nyanyi ah. Main gitar!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik dan bernyanyi dengan baik. 

Lirik lagu dinyanyikan Budi :

"Ku pilih hatimu tak ada ku raguMencintamu adalah hal yang terindahDalam hidupku oh sayangKau detak jantung hatiku
Setiap nafasku hembuskan namamuSumpah mati hati ingin memilihmuDalam hidupku oh sayangKau segalanya untukku
Janganlah jangan kau sakiti cinta iniSampai nanti di saat ragakuSudah tidak bernyawa lagiDan menutup mata ini untuk yang terakhir
Setiap nafasku (setiap nafasku)Hembuskan namamu (hembuskan namamu)Sumpah mati (sumpah mati)Hati ingin memilihmu (ku milikmu)Dalam hidupku oh sayangKau segalanya untukku ooh
Janganlah jangan kau sakiti cinta iniSampai nanti di saat ragakuSudah tidak bernyawa lagiDan menutup mata ini untuk yang terakhir
Oh tolonglah jangan kau sakiti hati iniSampai nanti di saat nafaskuSudah tidak berhembus lagiKarena sungguh cinta ini cinta sampai mati
Tolonglah jangan kau sakiti cinta iniSampai nanti aku tidak bernyawa lagiDan menutup mata ini untuk yang terakhir
Oh tolonglah jangan kau sakiti hati iniSampai nanti di saat nafaskuSudah tidak berhembus lagiKarena sungguh cinta ini cinta sampai matiCinta sampai mati"

***
Budi selesai bernyanyi, ya gitar berhenti di mainkan dan gitar di taruh di samping kursi. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Baca cerpen saja!" kata Budi. 

Budi mengambil buku yang di taruh di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Pada Malam Natal, seorang bayi di panti asuhan merangkak ke dalam karung Sinterklas dan tanpa sadar dibawa kembali ke Kutub Utara. Setelah anak itu ditemukan di bengkel, para elf menamainya Buddy setelah label merek popoknya dan Papa Elf mengadopsinya. Buddy diterima oleh komunitas elf dan tumbuh dengan berpikir bahwa dia adalah elf, tetapi segera mengetahui bahwa dia benar-benar manusia. Papa Elf menjelaskan bahwa Buddy lahir dari pasangan Walter Hobbs dan Susan Wells, dan bahwa Susan mengangkatnya untuk diadopsi sebelum kematiannya. Walter sekarang bekerja sebagai penerbit buku anak-anak di Empire State Building di New York City, ya tidak menyadari keberadaan Buddy. Santa mengungkapkan bahwa Walter ada di Daftar Nakal karena keegoisannya, tetapi menyarankan Buddy dapat membantu menebus Walter.

Buddy melakukan perjalanan ke New York dan menemukan Walter di tempat kerja, tetapi Walter salah mengira dia sebagai pembawa pesan Natal dan membuatnya dikeluarkan. Buddy menuju ke department store Gimbels lokal dan bertemu Jovie, seorang karyawan yang tidak antusias dengan siapa dia langsung jatuh cinta. Mendengar bahwa Santa akan berada di toko keesokan harinya, Buddy mendekorasi ulang toko dalam semalam. Namun, setelah menyadari bahwa Gimbels Santa bukanlah barang asli, Buddy membuka kedoknya dan menyebabkan keributan di toko yang manajernya bubar.

Walter dengan enggan menyelamatkan Buddy dari kantor polisi dan membawanya untuk tes DNA, membenarkan bahwa Buddy adalah anak kandungnya. Dr Leonardo meyakinkan Walter untuk membawa pulang Buddy untuk bertemu ibu tirinya Emily dan saudara tiri Michael. Walter dan Michael terkesima oleh perilaku aneh Buddy, tetapi Emily bersikeras bahwa mereka merawatnya sampai dia "pulih". Michael mendekati Buddy setelah mereka mengalahkan sekelompok pengganggu dalam pertarungan bola salju dan mendorong Buddy untuk mengajak Jovie berkencan. Selama kencan, keduanya jatuh cinta.

Sementara itu, perusahaan penerbitan Walter gagal setelah buku terbaru mereka gagal. Bos Walter, Fulton Greenway, mengharapkan Walter untuk menyiapkan buku baru sebelum Malam Natal. Walter dan timnya mengamankan pertemuan dengan penulis buku laris anak-anak Miles Finch, tetapi Buddy menyela pertemuan itu dan menganggap Finch, yang memiliki dwarfisme, sebagai elf. Buddy secara tidak sengaja menghina Finch sebelum yang terakhir menyerangnya dan meninggalkan pertemuan, di mana Walter kehilangan kesabaran dan dengan kasar menolak Buddy. Patah hati, Buddy menulis catatan permintaan maaf di Etch A Sketch dan meninggalkan apartemen Walter.

Setelah menemukan buku catatan Finch yang penuh dengan ide, Walter dan timnya berebut untuk membuat buku untuk dilempar. Saat Walter bersiap untuk melempar buku itu ke Greenway, Michael tiba dan memberi tahu Walter tentang kepergian Buddy. Menyadari kesalahannya, Walter berhenti dari pekerjaannya dan berjalan keluar bersama Michael untuk mencari Buddy. Sementara itu, Buddy melihat kereta luncur Sinterklas jatuh di Central Park, ya menarik banyak orang. Santa menjelaskan bahwa mesin kereta luncur itu hilang dan tidak dapat terbang tanpanya karena kurangnya semangat Natal.

Buddy menemukan mesin dan bersatu kembali dengan Walter dan Michael. Walter meminta maaf kepada Buddy atas cara dia memperlakukannya dan menerimanya sebagai putranya. Setelah dia membawa mereka untuk bertemu Sinterklas, Michael mengambil daftar Sinterklas dan membacanya di depan kamera berita televisi yang berkumpul di luar taman, membuktikan bahwa Sinterklas itu nyata. Sekelompok Central Park Rangers, yang marah pada Santa karena menempatkan mereka di Daftar Nakal, mengejar kereta luncur saat Buddy mencoba memasang kembali mesinnya. Jovie memimpin kerumunan dan mereka yang menonton di televisi dengan menyanyikan " Santa Claus Akan Datang ke Kota", membangkitkan semangat Natal yang cukup untuk menggerakkan kereta luncur tanpa mesin.

Pada Natal berikutnya, Buddy menulis sebuah buku tentang hidupnya, yang menjadi buku terlaris dan memungkinkan Walter untuk mendirikan perusahaan penerbitannya sendiri. Buddy juga menikahi Jovie dan membawa putri mereka yang baru lahir Susie untuk mengunjungi Papa Elf.

***

Budi selesai baca cerpen, ya baca cerpen yang lain dengan judul Kehormatan di Balik Kerudung. 

Isi cerita yang baca Budi :

Syahdu adalah wanita yang berhati mulia namun keras hati. Ia tinggal bersama ibunya serta adiknya, Ratih. Meskipun mereka hidup dalam kesederhanaan, Syahdu sangat mencintai keluarganya.

Suatu ketika Syahdu berniat mengunjungi kakeknya yang tinggal di daerah lain. Dalam perjalanan dengan kereta, Syahdu bertemu Ifan, pemuda soleh namun berpikiran terbuka, dan cerdas. Ifan dan Syahdu pun berkenalan lebih akrab. Perkenalan yang pada akhirnya, diam-diam, menumbuhkan benih cinta di hati mereka masing-masing, tetapi terpendam.

Adalah Sofia, gadis sekampung dengan Ifan, yang jatuh hati pula pada Ifan, tetapi Ifan tak pernah menanggapi serius. Ifan tetap bersikap baik pada Sofia. Sementara Sofia yang mengetahui kedekatan Syahdu dan Ifan, bersikap toleransi walaupun dirinya takut kehilangan pria idaman seperti Ifan yang taat beragama.

Syahdu dihadapkan kenyataan pahit. Ibunya harus dirawat di rumah sakit dengan biaya besar. Syahdu dan Ratih, adiknya, bingung musti mencari biaya. Dalam situasi genting itu, mantan kekasih Syahdu yang masih berusaha mendapatkan kembali cinta Syahdu, menawarkan bantuan dana guna membiayai operasi ibunya dengan satu syarat, Syahdu harus bersedia menikah dengannya. Demi cinta kasihnya dengan ibunda, Syahdu pun menerima tawaran lelaki tersebut.

Mengetahui Syahdu sudah menikah, Ifan kecewa sekali. Marah. Merasa dikhianati. Ifan kemudian menikah dengan Sofia, gadis yang diam-diam mencintainya. Sofia adalah gadis solehah. Dan pada kenyataannya, Ifan merasa beruntung. Sofia menunjukkan ketulusan cintanya melalui pengabdiannya sebagai seorang istri. Betapa bersyukurnya Ifan.

***

Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Luas dunia ini, ya kan Eko?" kata Budi. 

"Realita begitu. Dunia ini luas," kata Eko. 

"Banyak manusia hidup di muka bumi ini," kata Eko. 

"Manusia banyak karena beranak pinak," kata Budi. 

"Jika terjadi keburukan di lingkungan sosial masyarakat. Contoh : kejahatan penipuan atau pencurian, ya berdasarkan cerita kenyataan. Ya orang yang melakukan kejahatan itu, ya belum tertangkap polisi karena pandai bersembunyi, ya berbaur dengan baik di lingkungan masyarakat menjadi orang baik-baik gitu. Pasti tidak akan mengubah apa-apa obrolan kita, ya kan Eko?" kata Budi. 

"Ya memang obrolan kita, ya tidak mengubah apa-apa?. Kenyataannya tetap kejadian juga di lingkungan lain atau daerah lain," kata Eko. 

"Jadi hidup ini. Tetap harus berhati-hati di lingkungan mana pun dan harus pandai-pandai berteman dengan siapapun?" kata Budi. 

"Hati-hati itu. Penting dalam menjalankan hidup ini," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Main permainan ular tangga saja!" kata Eko.

"Ya oke main permainan ular tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu.

"Untuk mencegah manusia berbuat buruk ini dan itu," kata Budi.

"Emmm," kata Eko. 

"Ahli agama. Ya 6 ajaran agama yang berkembang di Indonesia. Ahli agama, ya memberikan masukan yang baik pada pengikut yang mengikuti ajaran agama yang di yakin dengan tujuan membentuk akhlak manusia, ya agar menjauhkan diri dari hal-hal buruk yang dampaknya kerugian ini dan itu," kata Budi.

"Ya realitanya begitu kerjaan ahli agama itu," kata Eko.

"Tetap keputusan ada pada manusia yang menjalankan hidup ini," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Ya sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi. 

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

Eko dan Budi tetap asik main permainan ular tangga. 

Saturday, December 16, 2023

HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS

Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Film dimulai dengan memperlihatkan Voldemort yang berhasil mengambil tongkat Elder dari jasad nya Albus Dumbledore. Di waktu yang lain, Severus Snape kini menjadi kepala sekolah Hogwarts.

Di hari yang lain, Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Ia berusaha untuk mencegah Voldemort mengambilnya dari makam Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott’s. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcrux-nya.

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom.

Di Hogwarts, Profesor McGonagall memerintahkan seluruh pasukan, guru, staf, dan para siswa berjuang menghadapi Voldemort dan pasukan pelahap maut yang akan menyerang sekolah. Disisi lain, Harry telah mengetahui lokasi Mahkota Ravenclaw berada. Sementara di kamar rahasia, Ron dan Hermione berhasil menghancurkan Horcrux piala Hufflepuff dengan gigi Basilisk. Mengetahui Horcrux nya telah dihancurkan, Voldemort dan pasukannya segera menyerang Hogwarts. Seluruh siswa, staf, dan guru berjuang melawan Voldemort dan pasukannya. Setelah menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu berhasil dihancurkan. Disitu Harry memberitahu bahwa ular Voldemort adalah Horcrux terakhir. Dengan segera Harry, Ron, dan Hermione mencari Voldemort agar bisa membunuh ularnya.

Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort berhasil dibunuh oleh Harry setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand. Di akhir perang, Harry memberitahu Ron dan Hermione bahwa Voldemort mengira jika dia membunuh Snape, tongkat Elder akan berpihak padanya. Tapi ternyata tidak, yang pertama kali memojok Dumbledore di menara astronomi adalah Draco Malfoy, yang tak lama kemudian Harry sempat menyerang Draco. Hingga akhirnya tongkat tersebut ternyata berpihak pada Harry, bukan Voldemort. Harry yang memegang tongkat tersebut, memutuskan mematahkan tongkat itu dan membuangnya ke jurang besar dekat sekolah agar tongkat itu tidak di gunakan oleh penyihir jahat lain. Kini dunia sihir akhirnya kembali aman dan damai.

Akhir cerita, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasiun kereta api King’s Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.

***

Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Emmm," kata Budi. 

"Demi hidup ini," kata Eko. 

"Demi hidup ini...apa Eko?" kata Budi. 

"Harus belajar dengan baik, ya mengasah seluruh kemampuan demi masa depan yang diinginkan," kata Eko. 

"Belajar dan belajar. Demi masa depan yang diinginkan," kata Budi. 

"Cuma lulusan SMA," kata Eko. 

"Memang cuma lulusan SMA. Kerjaan buruh lagi," kata Budi. 

"Ya dapet kerjaan buruh di syukurin dengan baik demi hidup ini. Dari pada jadi pengemis atau penjahat," kata Eko.

"Sepintar-pintarnya kita memahami ilmu tingkat Universitas. Tetap tidak di pandang orang, ya kan Eko?" kata Budi. 

"Memang kita tidak akan di pandang orang, ya walau sepintar apapun. Yang di pandang orang, ya lulusan Universitas. Contoh : para pejabat pemerintahan," kata Eko. 

"Nasif," kata Budi. 

"Yaaa memang nasif berasal dari latar belakang keluarga miskin," kata Eko. 

"Orang tua tidak salah sih. Cuma keadaan saja. Miskin," kata Budi. 

"Rasa iri itu ada. Iri dengan orang-orang yang berasal dari latar belakang kaya. Orang-orang kaya, ya mendapatkan apa yang diinginkan mudah dengan baik," kata Eko. 

"Cuma iri saja dengan keadaan orang-orang kaya," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan ular tangga saja!" kata Eko.

"Ya oke main permainan ular tangga!" kata Budi.

Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu. 

"Budi masih ngumpulkan data ini dan itu, ya kemungkinan berkaitan dengan Universitas ini dan itu?" kata Eko. 

"Ya masih sih Eko. Aku mengumpulkan data ini dan itu. Secara umum, ya bahan obrolan kita. Ya kompetisi tetap sengit," kata Budi. 

"Kompetisinya sengit toh. Seperti biasa obrolan kita. Bisnis di bidang pendidikan tinggi, ya Universitas," kata Eko. 

"Memang bisnis," kata Budi. 

"Kepentingan manusia," kata Eko. 

"Memang kepentingan manusia. Sampai berkaitan dengan orang-orang pemerintahan," kata Budi. 

"Orang pemerintah ikut campur urusan Universitas dengan tujuan citra saja," kata Eko. 

"Citra baik penting demi nama baik dan karier di pemerintahan," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi dan Eko tetap asik main permainan ular tangga. 

CAMPUR ADUK

THE REQUIN

Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....berita di channel TVRI, ya seperti biasa ...

CAMPUR ADUK