CAMPUR ADUK

Wednesday, August 14, 2019

END GAME

Sepulang sekolah Dono berjalan santai menuju ke rumahnya. Ya pada akhirnya Dono sudah di depan pintu rumahnya. Dono pun hendak membuka pintu rumahnya dan berkata dengan kebiasannya "Saya....pulang".

Setelah masuk kerumah dan menutup pintu depan. Keadaan berubah seperti di padang rumput yang luas.

"Di mana saya," kata Dono yang panik.

Dono mencoba membuka pintu depan rumah...tadinya, sekarang cuma pintu saja.

"Loh kok padang rumput yang terlihat harusnya halaman rumah," kata Dono yang bingung.

Dono pun berusaha berpikir keras apa yang terjadi pada dirinya dan berkata "Jangan saya pergi ke dunia lain. Dan pintu ini pintu ajaib. Kalau....begitu ulahnya...Doraemon."

Dono mencoba membenarkan pikirannya tapi dengan gejala yang ada kemungkinan ulah Doraemon. Maka Dono berteriak keras memanggil nama "Doraemon".

Ternyata Doraemon tidak ada yang ada. Dono pun murung. Seekor makluk seperti kucing berwarna biru mendekati Dono  dan berkata "Hay...kamu?"

Dono pun nyaut "Saya..yang kamu maksud?"

"Iya...kamu, siapa lagi?"

"Tapi kamu ini siapa?" tanya Dono.

"Oh..iya. Saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Gabriel...seorang penyihir yang hebat...dulunya. Tapi saya kalah oleh penyihir jahat Satan dan menyihir saya jadi seekor kucing. Kamu saya panggil dengan sihir terlarang untuk mendatangkan satria dari dunia lain untuk menolong saya," penjelasannya.

"Haaa....jadi ulah kamu...yang memanggil saya dateng ke dunia ini. Kalau begitu kembali saya ke dunia asal saya!" kata Dono.

"Itu...sih bisa saja. Asalkan kamu bisa mengalahkan Satan dan membalikkan wujud saya jadi manusia," kata Gabriel.

"Kayanya gak ada pilihan. Ok saya ikut mau kamu. Menjadi satria dan mengalahkan Satan," kata Dono yang optimis.

"Kalau begitu kita harus ke lembah kematian untuk mencabut pedang di sebuah batu untuk di gunakan sebagai senjata kamu melawan Satan," kata Gabriel.

"Iya...saya..ikutin mau kamu," kata Dono.

Dono dan Gabriel pun berjalan menuju lembah kematian. Sampai di lembah kematian Dono dan Gabriel berjalan penuh kehati-hatian. Dono awalnya berani jadi takut....sekujur bulu kuduknya merinding dengan keadaan lembah kematian yang sunyi senyap dan banyak tulang belulang binatang berserakan di mana-mana.

Saat di tengah lembah kematian ada sebuah pedang di tancapkan di batu. Dono dan Gabriel menghentikan perjalannya karena sampai ke tujuannya.
"Cabut pedang itu!" kata Gabriel.

"Iya," saut Dono.

Dono pun mencabut pedang tersebut dengan sekuat tenaganya. Tetap pedang tidak tercabut.

"Sudah banget pedang ini di cabut," kata Dono.

"Kayanya saya salah manggil orang...untuk di jadikan satria," kata Gabriel.

"Mungkin juga....saya tidak pantas jadi satria," kata Dono yang pesimis.

Tanah pun bergetar. Dono mulai panik karena perkiraannya adalah gempa bumi. Gabriel pun tenang dan waspada. Permukaan tanah mulai menonjol seperti gundukan dan keluarlah dari gundukan seekor ular besar....yang ingin memangsa Dono dan Gabriel.

Dono mulai panik karena melihat ular besar yang ingin memakan dirinya. Ular besar pun menyerang Dono, lalu Gabriel menyelamatkan Dono dari serangan tersebut. Gabriel  berusaha melawan ular besar tersebut dengan menggunakan tongkat di tangannya. Sang ular besar menghempaskan Gabriel dengan ekornya sampai tersungkur di tanah.

"Gabriel," teriak Dono.

Dono pun ingin membantu Gabriel yang bertarung melawan ular besar. Keberanian Dono pun membangkitkan semangat bertarungnya untuk melawan ular besar. Pedang yang tertancap di batu jadi terlepas dari batu dan terbang menuju Dono, segera pedang di pegang dengan baik oleh Dono.

Digunakan pedang tersebut oleh Dono untuk mengalahkan ular besar yang mau melahap Gabriel. Ular besar di tebas oleh Dono bagian dekat kepalanya dan jatuh ke tanah.

Dono pun berhasil membunuh ular besar dan menyelamatkan Gabriel.

"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Dono.

"Iya. Saya tidak apa-apa?! Kamu berhasil mencabut pedang tersebut. Ayo kita lanjutkan perjalan kita menuju istana di mana Satan tinggal!" kata Gabriel.

"Ayo...kita lanjutkan perjalan kita. Saya pasti bisa mengalahkan Satan dengan pedang ini," kata Dono yang optimis banget.

Dono dan Gabriel keluar dari lembah kematian. Semenjak ular besar di bunuh oleh Dono, lembah kematian menghilang menjadi taman bunga yang cantik.

Saat melanjutkan perjalan Dono dan Gabriel, di ikuti oleh seorang gadis cantik. Gabriel pun sadar ada yang mengikuti perjalannya. Saat bersantai untuk makan di pinggir sungai. Tiba-tiba Dono dan Gabriel meninggalkan makannya yaitu ikan bakar begitu saja dekat api ungun.
Orang mengikuti Dono dan Gabriel segera mendekati makan tersebut dan mengambilnya segera memakannya dan berusaha secepat mungkin agar tidak ketahuan. Dono dan Gabriel sudah ada di belakang orang tersebut.

"Dasar pencuri," kata Dono.

Orang tersebut yang sedang makan ikan bakar terkejut banget dan berusaha melarikan diri, tapi dihalangi oleh Dono dan Gabriel. Karena tidak bisa kemana-kemana meminta ampun sama Dono dan Gabriel sambil membuka krudung yang menutupi diri orang tersebut. Dono terkejut melihatnya karena seorang gadis cantik. Sedangkan Gabriel pun sudah tahu yang mengikutinya adalah seorang penjaga kembah kematian yang di kenal dengan peri bunga yang perwujudan cantik seperti manusia.

Dono dan Gabriel pun memaafkan kesalahan peri bunga tersebut dan berkenalan untuk mengetahui nama peri bunga tersebut. Dono pun peri cantik tersebut bernama Rara seperti nama temannya dan juga parasnya juga mirip banget. Setelah perut kenyang. Melanjutkan perjalan Dono, Gabriel dan Rara yang ingin ikut.
Perjalan menuju istana Satan masih cukup jauh. Sampai memasuki perbatasan pedesaan yang terdekat. Ada kejadian kejahatan seorang gadis yang berpenampilan lusuh di paksa untuk masuk ke dalam gerobak.
Warga desa tidak ada yang berani dengan para penjahat yang. Dono dan Gabriel tidak tinggal diam dengan kejahatan di depan matanya. Maka itu Dono dan Gabriel bertarung untuk mengalahkan para penjahat dan membebaskan para warga desa dari belenggu kejahatan yang merajalela.

Pertarungan sangat sengit sekali. Dono dan Gabriel berhasil menghajar para penjahat sampai tunggang langgang. Lalu Dono membebaskan gadis yang berpakaian lusuh tersebut sekaligus berkenalan. Ternyata sosok gadis yang di tolong Dono mirip dengan Selfi temannya dan juga namanya juga sama.
Karena warga desa sudah aman dari kejahatan, maka di jamulah Dono dan kawan-kawan di rumah kepala desa dan sekaligus untuk menginap satu hari karena hari sudah malem dan besok baru melanjutkan perjalannya.

Dono pun istirahat di kamarnya bersama Gabriel. Saat malam masih larut sekali.....Dono gak bisa tidur. Keluar dari kamar untuk duduk di depan rumah seperti kebiasaannya di rumah. Saat Dono memandangin langit yang indah bertabur bintang ada sosok cantik banget.

Rara menunjukkan pesona kecantikan layaknya peri bunga. Rara pun duduk di sebelah Dono untuk ngobrol sampai waktu ngantuk dateng dan segera kembali ke kamar masing-masing.
Pagi yang cerah. Mulai Dono dan kawan-kawan melanjutkan perjalannya. Ternyata Selfi ingin ikut dalam perjalan tersebut. Padahal Dono dan Gabriel melarangnya untuk ikut dalam perjalan tersebut karena berbahaya. Tetap Selfi karena alasan yang begitu sepontan "Saya suka sama Dono". Dono sebenarnya dengan maunya gadis seperti Selfi. Pada akhirnya Dono dan Gabriel ya...memperbolehkan Selfi ikut...termasuk Rara. Jadi Rara ada temen ngobrol....sama-sama cewek.

Karena perjalan masih jauh untung saja ada gerobak yang ditarik pakek kuda....yang di rampas dari para penjahat. Dono pun mengendalikan kudanya dengan baik agar gerobak berjalan dengan baik juga.
Sampai di tengah hutan belantara. Terdengar teriakan minta tolong. Dono menghentikan laju gerobaknya dan bergerak dengan cepat dengan bersama Gabriel mencari suara yang meminta pertolongan.

Sampai di dekat air terjun ada seorang gadis cantik yang sedang di bawa paksa oleh satria berbaju besi.

"Lepaskan gadis tersebut!" kata Dono dengan tegas.

"Siapa kamu? Berani memerintah saya?" kata satria berbaju besi.

"Saya....cuma seorang petualang saja," kata Dono.

"Jadi... rakyat jelatah. Mau ikut campur urusan kaum bangsawan. Saya pangeran dari kerajaan Akengka nama Rahwana. Dan gadis ini calon istri saya," katanya.

"Rahwana. Penculikan gadis cantik seperti cerita Ramayana. Jangan....nama gadis tersebut adalah Sinta?" kata Dono.

"Bukan," saut Rahwana.

"Saya....Aulia. Saya putri dari kerajaan Britiniaraya," saut Aulia.

"Aulia...namanya kamu. Sama seperti nama teman saya dan juga parasnya juga mirip banget," kata Dono yang terkejut.

Dono ingin membebaskan putri Aulia dari Rahwana. Bersama Gabriel, Dono menyerang Rahwana. Ternyata para prajurit Rahwana keluar melindunginya. Mau gak mau Dono dan Gabriel untuk mengalahkan para prajurit Rahwan dengan pertarungan yang sangat sengit sekali.
Sampai pada akhirnya Dono dan Gabriel mengalahkan semua prajurit Rahwana dan memojokkan Rahwana dengan pedangnya Dono di arahkan ke lehernya. Rahwana yang ketakutan langsung kabur dari situ dengan tunggang langgang.
Dono berhasil membebaskan Aulia dari pangeran Rahwana yang memaksakan kehendaknya untuk niat menikahinya. Lalu Aulia pun di ajak Dono untuk ikut perjalanannya sekalian di antarkan kekerajaannya. 

Perjalanpun berlanjut menuju kerajaan Britiniaraya untuk memulangkan Aulia.
Perjalan pun memang memakan waktu yang panjang dan akhirnya sampai juga di kerajaan Britiniaraya. Dono dan kawan-kawan di sambut baik oleh Raja, Ayahandanya Aulia.

Karena masih ada persoalan yang harus di selesaikan dan cukup berbahaya, maka sekalian menitipi Rara dan Selfi ke Raja. Sedangkan Raja tidak ada masalah karena Aulia pun sudah akrab dengan Rara dan Selfi sebagai teman baik. Dono dan Gabriel melanjutkan perjalan menuju istana Satan dengan menunggani kuda yang di berikan oleh Raja sebagai hadiah.

Berhari-hari perjalan Dono dan Gabriel akhirnya sampai di  perbatasan di depan pintu gmistana Satan. Masuklah Dono dan Gabriel ke dalam istana setelah turun dari kuda masing-masing. Baru seratus langkah Dono dan Gabriel di serang satria dengan menggunakan pedang. Dono pun bertarung dengan satria berbaju besi tersebut dengan adu pedang sampai pada akhirnya bisa melepaskan topeng besinya. Dono terkejut lagi melihatnya "Haaa....cewek".

"Kebiasan mengendalin...orang dengan ilmu sihir jahat," kata Gabriel.

Dono pun mengalahkan satria tersebut sampai tidak berkutik lagi. Lalu Gabriel menyadarkan satria tersebut.

"Dimana saya?" kata satria.

"Istana Satan," kata Dono.

"Saya baru ingin...saya di kendalikan sihir Satan untuk menjadi anak buahnya," kata satria.

"Karena sudah terbebas sekarang....lebih baik kamu pergi dari sini! Tapi ngomong namamu siapa?" kata Dono.

"Putri," katanya.

Dalam hati Dono berkata "Putri sama dengan nama teman saya dan wajahnya pun mirip."

Putri pun meninggalkan istana Satan dengan segera. Dono dan Gabriel masuk lagi ke dalam istana. Di aula kerajaan. Satan sedang duduk disinggahsananya.
"Selamat datang Gabriel...kawan lama saya. Akhirnya kamu membawa bantuan juga untuk mengalahkan saya. Tapi apakah dia memampu mengalahkan saya?" kata Satan.

"Saya punya harapan tinggi...bahwa pemuda ini bisa mengalahkan kamu Satan," kata Gabriel.

"Iya...saya pasti bisa," saut Dono yang optimis.

"Baiklah....ayo serang saya!" kata Satan.

Satan pun beranjak dari duduk disinggahsananya. Dono pun mulai menyerang Satan dengan pedangnya. Tapi Satan menggunakan sihir kegelapannya mengendalikan Dono untuk di jadikan anak buahnya seperti satria Putri. Dono tidak bisa berkutik dengan sihir kegelapan Satan. Gabriel ingin menolong Dono, tapi tetap tidak bisa karena di hempaskan oleh sihirnya Satan ke dinding sampai tidak bisa bangun lagi dan pingsan.

Dono terus berjuang sekuat tenaga terbebas dari sihirnya Satan. Ternyata Dono tenggelam dalam kegelapan yang membalut dirinya seperti bola hitam. Dono merasa sudah kembali di dunianya dan bertemu dengan orangtuanya dan juga teman-temannya. Saat di ruangan. Dono di intrograsi oleh Rara, Selfi, Aulia, dan Putri dan berkata bersama-sama "Kenapa kamu....menyukai kami dan sering di tulis dalam tulisan di buku diari ini?"

Dono bingung dan bimbang, tapi akhirnya menjawab juga "Karena saya menyukai kalian berempat."

"Jadi kamu adalah cowok yang serakah mencintai kami," kata Rara, Aulia, Selfi dan Putri bersamaan.

"Saya...memang serakah dengan cinta. Saya ingin bersama kalian....berempat," kata Dono yang makin tenggelam dalam kegelapan.

"Kalau begitu....begitu kami akan berikan cinta kami pada kamu," kata Rara, Aulia, Selfi dan Putri
bersamaan.

"Iya...saya terima," Dono makin tenggelam dalam kegelapan.
Tiba-tiba cahaya ada setitik cahaya seperti kunang-kunang.

Dono mulai merasakan sesuatu pada setitik cahaya itu. Teringat Dono dengan ke pedihan dirinya di mana dia sedang berdiri tegak memandang langit.

"Saya...baru mengerti. Saya memang egois, serakah, bodoh dan takabur. Tapi saya....punya impian yang terbesar bukan cinta tapi harapan di masa depan untuk bisa lebih lama lagi melihat dunia. Karena...alasannya penyakit di dalam diri saya yang akan membunuh diri ini kapan...pun?" kata Dono.

Dono pun bangkit dari kegelapan meraih cahaya hidupnya. Rara, Aulia, Selfi dan Putri menghilang begitu juga dengan sihir kegelapan mengelimuti Dono. Kembalilah Dono ke dunia kenyataan yang penuh dengan cahaya harapan yang sebenarnya.
Satan terkejut dengan belenggu sihirnya yang sudah hampir membuat lawannya tunduk. Dono menyerang Satan dengan pedangnya dan bergerak dengan cepat sampai Satan tidak bisa melihat pergerakan musuhnya. Tahu-tahu pedang sudah di dada Satan.

"Matilah...kau Satan," kata Dono.

"Aaaaaah....," teriak Satan terakhir kalinya dan akhirnya mati.

Dono mencabut pedang dari tubuh Satan yang tergeletak di lantai dan segera menolong Gabriel. Seketika Gabriel kembali ke wujudnya sebagai manusia....tidak jadi kucing berwarna biru. Gabriel sadar dari pingsannya dan melihat Satan telah di kalahkan dan mati.
Pertarungan pun selesai.

Kehidupan Gabriel menjadi normal. Dono pun memutuskan untuk pulang ke dunianya, lalu tak lupa menyerahkan pedangnya ke Rara karena peri bunga yang selama ini menjaga pedang tersebut di lembah kematian. Baru deh berpamitan dengan Rara, Aulia, Selfi dan Putri untuk balik ke dunia asal Dono.

Gabriel pun menggunakan sihir terlarang lagi. Dono pun melewati pintu rumahnya selayaknya masuk rumah. Ternyata Dono sampai di tengah kerusuhan di Hongkong. Dono pun berteriak keras "Doraemon".

Gabriel pun sadar ada kesalahan teknik sihirnya saat memulangkan Dono. Maka Dono pun mengulang cara masuk ke dalam rumahnya karena Gabriel langsung dateng menemui Dono untuk memandunya pulang. Saat masuk rumahnya.....langsung dunia kembali seperti semula. Dono berada di rumahnya....tepatnya di tanah air Indonesia.

Dono pun menjalankan aktivitas seperti biasanya selayaknya pemuda yang normal dan melupakan penyakitnya yang masih menggerogotinya dan dapet membunuhnya sewaktu-waktu kambuh dan berakibat fatal.

KISAH SATRIA

Seorang putri kerajaan bernama Aulia mencari seorang satria yang hebat yang melindungi kerajaannya dari kehancuran. Dengan menyamar sang putri memakai baju besi layaknya seorang satria. Sampai pak di tempat bar. Semua orang ketakutan dengan keberadaan dengan satria berbaju besi yang tua banget.

Pemilik bar bingung dengan keadaan pengunjung barnya yang buru-buru keluar dari barnya. Karena ada pelanggan baru yang berpenampilan aneh, maka tetap di layanin. Tiba-tiba satria baju besi tua jatuh ke lantai dan membuat terkejut pemilil bar. Segera di tolong oleh pemilik bar. Setelah di buka penutup kepala yang terbuat dari besi ternyata seorang gadis cantik.

Pemilik bar lebih terkejut lagi. Di usahakan oleh pemilik bar untuk gadis tersebut siuman. Usaha pemilik bar berhasil dan gadis cantik terbangun dari pingsannya. Setelah melepaskan semua baju besinya yang membuat dirinya kepanasan saat memakainya dan akhirnya pingsan.

Baru setelah itu berkenalanlah gadis cantik dengan pemilik bar yang menolongnya. Pemilik bar baru tahu nama gadis cantik di tolongnya adalah seorang putri Aulia. Dan juga putri Aulia pun baru tahu kalau pemilik bar tersebut namanya sama dengan satria yang di cari dia bernama Peter.

Pintu pun di dobrak dengan para satria yang mengejar putri Aulia. Pada hal lagi asik ngobrol Peter dengan putri Aulia. Mau gak mau harus melindungi putri Aulia dari serangan mematikan dari dua satria jahat dengan menggunakan pedang.

Peter dengan cepat menghajar dua satria tersebut dengan meninjunya sampai pingsan keduanya dan pedang pun di rebut dari tangan dua satria tersebut.

Peter pun bersama putri Aulia keluar dari bar. Tiba-tiba ditinju Peter oleh satria bertubuh besar sampai terpental jauh dan berkata "Rasakan..kekuatan Ragul".

Ragul pun membawa putri Aulia dengan paksa dengan di bopong di pundaknya. Peter pun dari keadaannya berkata "Boleh juga...serangannya."

Peter pun berlari mencari putri Aulia dengan mendengar suara teriakannya. Tahu-tahu Peter di hadapan Ragul.

"Lepaskan putri Aulia!" kata Peter.

Ragul pun menjatuhkan putri ke tanah.

"Aduh...bukan begitu maksudny? Kamu....ini tidak bisa...memperlakukan seorang putri seperti itu!!!" kata Peter.

"Jangan banyak ngoceh," kata Ragul.

Ragul menyerang Peter dengan sebuah pedang yang di sabetin ke arahnya. Dengan santai Peter menghindari serangan Ragul. Malahan Peter mematahkan serangan Ragul dengan pukulan yang kuat kearah perutnya sampe senep.

Lalu Peter baru mengerahkan pukulan kuat lagi ke arah muka Ragul sampai terpental jauh dan menabrak kandang babi dan akhirnya jatuh di kumbangan babi.
Peter pun berhasil menyelamatkan putri Aulia. Pada akhirnya identitas asli Peter pun ketahuan ole putri Aulia ternyata Peter adalah satria yang pernah melindungi kerajaan. Semenjak saat itu Peter bersedia membantu putri Aulia untuk mengalahkan para satria yang ingin menggulingkan kerajaannya saat Ayahhanda putri Aulia.....sakit keras. Banyak  satria membelot yang ingin mengambil alih kekuasaan dengan cara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi demi menjadi seorang raja di kerajaan Britia.

Saturday, August 10, 2019

MIMPI

Malam yang begitu tenang sekali. Dono sedang asik minum kopi buatannya sendiri sambil memandang langit yang cerah dan apalagi besok lebaran idul adha. Ya pastinya Dono....kurban kambing dan sudah di titipkan di mesjid. Bejo teman bermain Dono pun dateng main ke rumah Dono setelah dari masjid.

"Asalamualaikum," kata Bejo.

"Waalaikumsalam," jawab Dono.

"Silakan duduk....Bejo," kata Dono.

"Iya....," saut Bejo.

Bejo pun duduk kursi rotan.

"Bejo...mau minum apa?" tanya Dono.

"Gak....usah repot...Don. Saya kesini cuma main aja. Oh..iya. Kenapa buru-buru pulang. Padahal masih takbiran di mesjid?" kata Bejo.

"Saya...ngantuk. Jadi ya... pulang aja. Sampe rumah buat kopi agar tidak ngantuk," penjelasan Dono.

"Oh...begitu. Selama kamu di Jakarta...apa impinan kamu sudah di dapet semuanya?" tanya Bejo.

"Kenapa....nanya begitu?" kata Dono.

"Bukan maksud  menyinggung....sih. Saya ingin tahu pandangan kamu aja. Karena banyak cerita....bahwa banyak orang kandas dengan mimpinya ingin jadi ini dan itu....sampai percintaannya...juga?" penjelasan Bejo.

"Memang....iya...kenyataan hidup....seperti itu. Tapi...pinter bersikap dewasa...aja. Terkadang  mimpi yang diinginkan tidak bisa jadi kenyataan. Ada dua faktor : satu....diri dan kedua lingkungan masyarakat.... mendukung atau tidak...untuk mencapai mimpi tersebut jadi kenyataan. Sebenarnya...ujian berat. Mental harus kuat. Kalau ingin mendapatkannya," penjelasan...Dono yang singkat dan padat.

"Jadi berarti kamu Don pernah gagal, tidak bisa menggapai mimpi....kamu Don?" tanya Bejo.

"Iya. Yang paling utama. Cinta yang telah lama meninggalkan saya. Harapan tinggi. Mimpi bersamanya. Tapi keadaan bercerita lain. Maka itu...semua jadi kenangan saja," kata Dono.

"Cinta...yang paling ironis dalam hidup kamu...Don?" kata Bejo.

"Ya....begitulah. Sudah di pegang...pada akhirnya lepas. Tapi....rasa sedih itu  sudah hilang. Karena qodar...tidak bisa di lawan. Yang harus pergi ya...harus pergi. Tidak bisa di tunda-tunda," kata Dono.

"Jadi...semua di simpulkan hanya sekedar mimpi bersama orang yang di cintai," kata Bejo.

"Begitu..lah," kata Dono.

"Kalau...pekerjaan atau usaha...Don?" tanya Bejo.

"Mimpi tidak bisa selamanya di gapai. Malau di usahakan sekeras apapun tidak akan berhasil. Jawabnya....sudah qodar rezekinya. Tapi di usahakan di lingkungan lain berhasil. Qodar rezekinya bukan satu lubang....situ aja tapi di lubang yang lain. Maka pinter-pinter membaca kesempatan," cerita Dono.

"Jadi...harus mengerti jalan yang di jalani. Kadang bukan di situ rezeki kita tapi di tempat lain," Bejo mencoba memahami omongan Dono.

"Tepat sekali," saut Dono.

"Ya...udahlah saya...pamit pulang. Saya mau istirahat...besok sholat id baru deh potong hewan kurban. Asalamualikum," kata Bejo.

"Waalaikumsalam," jawab Dono.
Bejo pun beranjak dari duduk menuju pulang ke rumahnya. Dono pun lagi asik minum kopinya menikmati indahnya malam yang bertabur bintang. Dono pun merasa sedih tentang impiannya yang yang kandas dan punya harapan. 

"Seandainya...mimpi itu jadi kenyataan...hari ini saya masih bersamanya. Walau...di gantikan....rasa tetap berbeda. Cinta....susah untuk dilupakan. Kalau...urusan menggapai mimpi....yang lain sudahlah....berhasil. Pada hal impian saya...cuma jadi...penulis. Itu pun sudah...tercapailah. Mimpi yang sederhana....tidak ngoyo. Tidak seperti orang-orang mimpi setinggi langit tidak sesuai dengan takaran diri....," celoteh Dono.

Dono pun masuk rumah dan menutup pintu rumahnya. Duduklah Dono sambil menonton Tv dengan acara yang di pilihnya. Hp pun berbunyi dan segera Dono memeriksanya.

"W.A. dari Rara."

Dono segera menjawabnya dengan di kirim ke kekasihnya karena Rara ingin mengetahui keadaan kekasihnya aja "Ya...saya lagi santai di rumah".

Selang berapa saat di jawab oleh Rara lagi dan Dono membacanya "Rara juga. Salam...juga untuk Ibu dari Rara bahwa kangen masakan Ibu".

Dono pun membalesnya dan segera di kirim dengan baik "Ya... Mas..sampaikan ke Ibu..maunya Rara".

Rara pun menerima pesannya Dono dengan baik dan mengirim pesan lagi "Selamat malam Mas Dono".

Dono pun menjawabnya dengan mengetiknya dan mengirimkan pesan tersebut ke Rara "Malem juga adek".

Dono menyelesaikan hubungan jarak jauh bersama Rara lewat W.A. Dono pun melanjutkan nonton Tvnya. Lagi-lagi teringat orang yang lama meninggalkannya "Dulu...kalau ada Wulan....setiap lebaran selalu aja ada kiriman ke rumah ini. Kini Wulan gak...ada. Rasanya sepi banget. Di gantikan yang terbaik untuk jalan masa depan. Yang lama lebih baik....jauh lebih pengertian. Bener-bener ironis jalan cinta....saya".

Dono pun memutuskan untuk tidur di kamarnya dan mematikan Tv yang di tontonnya. Esok harinya. Dono bangun pagi-pagi sekali untuk melaksanakan sholat Id bersama warga lingkungan rumah Dono. Setelah menjalankan sholat Id...baru mulai potong hewan kurban. Kambingnya...Dono pun segera di atur untuk proses pemotongan hewan kurban. Bersama Bejo dan Ustad Arifin. Hewan kurban milik Dono di sembelih.

Semua bekerja sama dengan baik dalam proses penyembelihan hewan kurban. Singkat waktu. Daging sudah di berjejer di terpal untuk masukkan ke dalam pelastik dan menunggu warga sekitar untuk dateng untuk mengambil daging yang jadi hak mereka yang telah mendapatkan kupon dari mesjid.

Urusan tersebut berjalan baik. Sampai hari berganti menjadi malam. Daging kurban pun di olah Dono yang di simpannya di lemari Es...untuk di jadikan sate. Bejo, Selamet dan Tarjo teman masa kecil Dono main ke rumah dan sekalian ikut merasakan masakan sate kambing buatan Dono. Suasana lebaran Idul Adha berjalan dengan baik dan juga Dono bersyukur masih di beri umur panjang sama ALLoh SWT bisa menikmati kebersamaan di hari yang penuh berkah bersama orang-orang baik di kampung halaman.


Karya : No

Friday, August 9, 2019

MISTERI WULAN

Wulan berlari sangat kencang sekali berusaha menjauh dari seseorang yang mengejarnya. Sampai pintu gerbang dan juga pintu terbuka.....segera Wulan untuk melewati pintu gerbang tersebut.

Rantan langsung mengikat kaki Wulan. Sosok yang mengejar Wulan pun terus menarik Wulan agar tidak melewati pintu gerbang tersebut.

Tapi Wulan berusaha keras untuk bisa terlepas dari rantai yang mengikat rantainya dan ingin melewati pintu gerbang tersebut.

"Kamu tidak bisa melarikan diri lagi...," kata Agul.

"Lepaskan....saya," teriak Wulan.

Wulan terus berontak. Agul melilitkan rantainya ke sekujur tubuh Wulan sampai tidak meronta lagi. Agul mau mengangkat Wulan dan di taruh di pundaknya untuk segera di bawa ke Raja...untuk di adili...karena melarikan diri dari raja siluman.

Haki langsung menyerang Agul dengan sebuah benda tumpul yang terbuat dari logam. Agul menahan serangan Haki dengan tangannya.

"Dasar pengganggu," Agul.

Haki menendang perut Agul dengan kuat. Agul melepaskan pegangan pada benda yang di pegang Haki.

"Boleh juga serangan kamu," kata Agul.

Wulan di jatuhkan dari pundaknya Agul ke lantai. Segera menyerang Haki. Pertarungan pun terjadi antara Agul dan Haki. Tapi ternyata Haki habis di hajar Agul sampai tidak bisa bangun lagi.

"Cuma....segitu kemampuan kamu....pengganggu," kata Agul.

Haki terus merasa kesakitan dengan serangan Agul. Mulai Agul mendekati Haki untuk niatnya menghajar Haki.....sampai tidak bangun lagi.

Haki menghitung langkah Agul. Sampai tepat di hadapan Haki....si Agul langsung menyerang dadakan langsung mengenai dada Agul dengan menancapkan pisau.

Tanpa berpikir panjang langsung menendang Haki.....sampai terpental jauh dan menabrak dinding.

Agul yang kesakitan karena dadanya tertusuk pisau di dadanya. Kekuatan Agul melemah. Rantai mengikat....Wulan pun terlepas.

"Cepat lari Wulan...," teriak Haki.

Wulan langsung segera berlari menuju pintu gerbang dengan melompat. Agul ingin menangkap Wulan dengan menggunakan rantainya, tapi ternyata Wulan berhasil keluar dari pintu gerbang antara dunia siluman dan manusia.

Agul gagal menangkap Wulan. Agul menarik pisau yang menusuk di dadanya dan segera di buang. Agul segera mendatangi Haki dengan penuh kekesalan banget dan segera menghajar Haki dengan rantainya dengan di pecutnya.

Haki meronta kesakitan sekali dan akhirnya pingsan dengan keadaan penuh luka dan dara pun mengalir di lantai. Agul pun menggerek Haki untuk di bawa ke hadapan raja siluman.

***

Wulan setelah melewati pintu gerbang langsung langsung muncul di sebuah telaga dan berusaha berenang untuk sampai di permukaan.

Wulan pun langsung menggeletakkan diri ke tanah.

"Saya berhasil. Terima kasih Haki....atas bantuannya. Sekarang....saya harus mencari...orang saya cintai," kata Wulan.

Wulan pun mulai berjalan menuju tujuannya dengan sedikit ilmu sihir mengubah penampilannya agar bisa berbaur dengan lingkungan sekitar selayaknya manusia....bukan siluman.


Karya : No

ANAK KAMBING DAN SERIGALA

Seekor anak kambing yang sangat lincah telah ditinggalkan oleh penggembalanya di atas atap jerami kandang untuk menghindari anak kambing itu dari bahaya. 

Anak kambing itu mencari rumput di pinggir atap, dan saat itu dia melihat seekor serigala dan memandang serigala itu dengan raut muka yang penuh dengan ejekan dan dengan perasaan yang penuh kemenangan, dia mulai mengejek serigala tersebut, walaupun pada saat itu dia tidak ingin mengejek sang Serigala, tetapi karena dia merasa serigala tersebut tidak akan dapat naik ke atas atap dan menangkapnya, timbullah keberaniannya untuk mengejek.

Serigala itupun menatap anak kambing itu dari bawah, "Saya mendengarmu," kata sang Serigala, "Dan saya tidak mendendam pada apa yang kamu katakan atau kamu lakukan ketika kamu diatas sana, karena itu adalah atap yang berbicara dan bukan kamu."

KEMERSAAN

Indro di ruang tamu sambil  menonton Youtobe di Hp-nya dengan baik banget. 

Billy yang berteman baik dengan Raffi yang terkenal banget dengan cap playboy atau nama lainnya buaya darat gitu, ya otomatis Billy mempengaruhi keadaan jadinya cap playboy juga. Banyak cerita perjalan kisah cinta Billy bersama cewek dan berakhir putus. Salah satu cerita yang terkenal sih kisah cinta Billy bersama Amanda cewek cantik dan pada akhirnya jadi mantan gitu. 

Saat Billy menyendiri di kamarnya untuk memikirkan proses perjalan hidupnya, ya kisah cinta. Moment kebersamaan dengan dengan mantan membuat hidup Billy bergairah seperti lagu  'Kemersaan'. Timbul rasa ingin bersama lagi dengan mantan, tapi tidak bisa lagi karena sebatas teman saja. 

Billy pun telah memutuskan untuk ke depannya lebih baik lagi, ya berhubungan dengan cewek agar tidak putus lagi. Billy pun telah dekat cewek cantik Memes. Dengan keputusan yang baik. Billy keluar dari kamarnya dan menjalankan aktivitas ya dan menjalin hubungan baik dengan Memes gitu, ya kisah cinta. 

***
Indro menghentikan menonton Youtobe di Hp-nya dengan baik. 

"Bagus vidio ini alur cerita kisah cinta," kata Indro. 

Indro pun lebih baik main game di Hp-nya. Kasino di ruang makan sedang nonton Youtobe di Hp-nya dengan baik. 

Samudra selesai urusan kerjaan, ya nelpon Cinta untuk main ke pantai. Cinta mau main ke pantai dan hubungan telponan pun berakhir. Samudra pun menjemput Cinta di rumahnya. Sampai di rumahnya. Lagi-lagi Samudra berurusan dengan Vina, ya Kakak tirinya Cinta yang suka sama Samudra. Ya Samudra dengan baik mengatai Vina. Cinta pun menemui Samudra dan segera pergi dari situ. 

Samudra membawa mobil dengan baik sampai ke pantai terdekat. Di pantai. Samudra dan Cinta menikmati keadaan pantai dengan baik banget. Moment keduanya memang mersa banget, ya nama juga orang pacaran dan juga kaya lagu 'Kemersaan'. 

Sampai hari berganti menjadi malam. Tetap Samudra dan Cinta menikmati malam minggu yang moment romantis bagi keduanya. 

***

Kasino selesai  nonton Youtobe di Hp-nya. 

"Bagus vidio ini kisah cintanya," kata Kasino. 

Kasino tidak melanjutkan nonton vidio yang lain, jadi main game di Hp-nya dengan baik. Dono di ruang tengah sedang nonton Youtobe Hp-nya dengan baik. 

Risky pemuda yang baik yang menjalin hubungan dengan Lesti dengan baik. Dari cerita urusan pertemanan sampai urusan kerjaan, ya Risky dan Lesti menjalankan dengan baik banget. Moment kemersaan keduanya terlihat jelas banget, ya seperti lagu 'Kemersaan'. 

***

Dono selesai nonton vidio tersebut dengan baik dan ke vidio lain. 

Atta pemuda yang baik, ya menjalin hubungan dengan baik dengan Aurel. Dari urusan cerita pertemanan sampai urusan kerjaan, ya keduanya menunjukkan moment kemersaan yang baik banget kaya lagu 'Kemersaan'. Atta pun menjalankan niat baik ya, ya menikahi Aurel. Cerita lamaran Atta dan Aurel, ya bagus sih momentnya. 

***

Dono selesai nonton vidio tersebut dan tidak melanjutkan nonton vidio lainnya. Dono menaruh Hp-nya di meja dan menghidupkan Tv dengan remot, ya memilih chenel yang acaranya bagus. Dengan santai Dono menonton Tv dengan acara sinetron cinta karena memang trennya masih urusah percintaan gitu. 

HADIAH

Semua orang jika mendapatkan hadiah, pasti akan merasa senang, sekalipun hadiah itu berupa hadiah hiburan. Suatu ketika, Pak Ilman, guru Matematika di sekolahku, memberikan ulangan harian. Seperti biasa, Pak Ilman memberitahukan para siswa bahwa akan diadakan ulangan. Tentu saja, saya mempersiapkan diri baik-baik dengan belajar lebih giat.

Saat ulangan pun tiba. Benar juga, soal-soal yang saya pelajari banyak yang keluar. Wah, tentu saya sangat senang! Lagi pula, menurut saya, soal-soal itu cukup mudah. Rasanya, semua soal yang saya kerjakan dapat terjawab. Saya pun keluar ruangan dengan tenang.

Pada minggu berikutnya, Pak guru mengumumkan hasil ulangan. Pak Ilman menyebut teman saya, Fani, sebagai peraih nilai tertinggi ketiga. Kemudian, nilai terbaik kedua diraih oleh Lukman. Nah. ketika nama yang memperoleh nilai tertinggi disebutkan, saya sungguh kaget. Betapa tidak, sebab yang disebut adalah nama saya! Wah, ini jelas saya tidak duga sebelumnya!

Saya pun dipanggil ke depan. Pak Ilman memberikan hadiah kepada saya: sebuah bingkisan dengan sampul warna cokelat. Saya tidak tahu isinya. Pak Ilman meminta saya membuka bingkisan itu. Setelah saya buka perlahan-lahan, teman-teman semua tertawa. Ternyata, isinya adalah satu bungkus permen cokelat. Gelak tawa terdengar riuh di kelas. 

"Terima kasih, Pak," kata saya kepada beliau. Selanjutnya, permen itu  pun saya bagikan kepada teman-teman.

BIJI-BIJI BURUNG GEREJA

Di suatu lembah yang subur, sekelompok binatang hidup dengan aman dan nyaman. Mereka tidak pernah berkekurangan. Lembah itu menyediakan semua yang dibutuhkan para hewan. Sumber mata air yang segar, dan pohon-pohon yang selalu berbuah tanpa mengenal musim. Semua hewan hidup dengan bahagia.

Suatu hari bertemu lah seekor monyet dengan burung gereja yang sedang mematuk-matuk di tanah. “Apa yang sedang kau lakukan burung gereja?” tanya monyet. Burung gereja memandang monyet dan berkata, “aku sedang mengumpulkan biji-bijian.“ Mendengar jawaban burung gereja, monyet tertawa terbahak-bahak. “Ha ha ha, untuk apa kau mengumpulkan biji-biji itu? Lihatlah di selilingmu, begitu banyak buah-buahan yang bisa kau makan, kenapa kau malah mengumpulkan sesuatu yang dibuang?” Tapi burung gereja tidak menghiraukan perkataan monyet dan tetap mengumpulkan biji buah-buahan kemudian membawanya ke atas bukit.

Esok harinya, monyet bertemu lagi dengan burung gereja. Kali ini monyet membawa buah apel di tangannya. “Hai burung gereja, kau sedang mencari biji-bijian lagi ya? Pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya, ha ha ha“ ejek Monyet. Burung gereja hanya diam dan terus mengumpulkan biji-biji apel yang dibuang oleh monyet.
Suatu hari turun hujan deras berhari-hari, lembah itu tertutup oleh air, semua binatang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit. Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun ke lembah untuk mencari makanan, tetapi semua pohon tumbang tersapu air hujan, tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan.

“Aku lapar, mengapa tidak ada sama sekali buah yang bisa dimakan?” rintih monyet sambil melihat ke kanan dan kekiri berharap menemukan buah yang bisa dimakan. Setelah berjalan menyusuri lembah, Monyet bertemu lagi dengan burung gereja “Hai burung gereja, kau kan bisa terbang tinggi, bisakah kau tunjukkan padaku dimana ada buah yang bisa ku makan? aku lapar sekali “ tanya monyet. “Mari, pergi lah ke rumahku di atas bukit, kau akan menemukan buah yang bisa kau makan,“ ajak burung gereja. Karena tidak menemukan jalan lain lagi, monyet mengikuti burung gereja menuju ke atas bukit.

Betapa terkejutnya monyet melihat halaman rumah burung gereja penuh dengan pohon yang berbuah lebat. Pisang, apel, strawberry, mangga, dan banyak lagi yang lainnya. “Bagaimana bisa begitu banyak pohon buah tumbuh di halaman rumahmu?“ tanya monyet heran. “Sudah sejak lama aku mengumpulkan biji buah-buahan dan menanamnya di halaman rumahku. Aku menyiramnya dan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh, aku merawatnya setiap hari“ jawab burung gereja. “Oh, itulah sebabnya kenapa kau selalu mengumpulkan biji buah-buhan yang dibuang. Kenapa aku tidak berpikir untuk menanamnya sepertimu ya?”

Burung gereja juga memberi tahu hewan-hewan lain untuk mengambil buah-buahan di halaman rumahnya. Sejak saat itu, setiap kali mereka memakan buah, mereka menyisihkan biji-bijinya untuk ditanam kembali, agar mereka tidak kelaparan lagi.

ANJING YANG RAKUS

Adalah seekor anjing  mencuri sepotong  tulang yag besar di warung. Ia berlari kencang sekali sehingga tidak terkejar si tukang daging. Ia berlari ke ladang sambil membawa tulang di moncongnya. Ia ingin makan semuanya sendirian.

Anjing itu melewati sebuah sungai kecil. Ada sebuah jembatan sempit di atasnya. Ia berjalan di jembatan itu sambil melihat ke air. Ia melihat bayangannya sendiri di dalam air. Ia berpikir ada anjing lain dengan tulang di mulutnya. Anjing yang rakus itu berpikir tulang yang di mulut anjing itu lebih besar dari pada yang ia bawa.

Ia meloncat ke air untuk merebut tulang yang lebih besar dari anjing yang ia lihat tadi. Ia meloncat dengan sangat kuat sehingga tulang di mulutnya terlepas. Ia mencari di mana-mana tetapi tidak menemukan anjing yang lain. Bayangan tadi telah hilang.

Anjing yang bodoh itu pulang kelaparan dan kedinginan. Ia kehilangan tulang yang ia curi dari tukang daging dan tidak mendapatkan apa pun karena ia terlalu rakus.

TERKUNCI DI KELAS

Waktu itu, aku sedang mengobrol di kelas lesku. Karena pembatas kayu di depan pintu kelasku rusak, pintunya jadi susah di tutup. Akhirnya, kubiarkan saja pintunya tidak tertutup rapat. 

Tetapi, teman laki-lakiku sangat nakal. Dia terus berusaha menutup pintunya. Akhirnya, pintu tertutup. Namun, saat di coba di buka, pintunya tidak bisa di buka. Aku kira dia hanya bercanda. 

Ketika aku yang mencobanya, memang benar tidak bisa di buka. Aku dan teman-temanku langsung kebingungan. Temanku yang laki-laki itu malah hampir menangis. Dia langsung mengetuk pintu dengan sangat keras. Akhirnya, orang-orang yang di luar membukakan pintu itu. Untung saja....


Karya: Reina

TERANG BULAN

Yang namanya remaja, setiap ada kesempatan libur, pasti tak akan dilewatkan begitu saja. Selalu ada saja yang dikerjakan. Pada saat liburan, justru kreativitas mereka lebih menonjol. Mereka menciptakan kegiatan apa saja yang bisa menimbulkan keasyikan tersendiri. Yang kesemuanya itu akan segera dilupakan ketika mereka kembali menekuni buku sekolah. Memaksa diri belajar, meski pikiran tetap melayang.

Keasyikan kala liburan itu kadang menjadi mode, yang cepat mewadahi remaja. Sulit ditemukan siapa yang memulai, tetapi mudah mewabah hanya dengan satu orang saja yang memulai. Seperti sekarang, pas han Jumat, Irvan begitu gembiranya ketika baru menyadari bahwa besok ada tanggal merah. Berarti ada dua hari libur: Sabtu dan Minggu, Cukuplah buat bikin acara khusus, Maka, dia pun menghampiri Lupus yang lagi asyik menyalin pe-er kimia dan buku Utan.

"Hei, kamu pasti girang banget mendengar ide cemerlang saya kali  ini!" sahutnya sambil menepuk bahu Lupus. Lupus tak beraksi, terus mengerjakan pekerjaan rutinnya: nyalin pe-er . Dia memang nggak hobi bikin pe-er.

"Begini lho, Pus! Sabtu dan Minggu besok kan kita libur. Saya punya ide untuk mengisi hari-hari yang sangat bersejarah itu. Kamu tahu nggak, pada malam itu akan ada terang bulan. Nah, kita bisa berkemah di Pucak. Wah pasti rame deh!

TIGA BABI DAN SERIGALA

Dahulu kala, hiduplah seekor Ibu Babi dengan 3 orang anaknya. Anak yang sulung sangat malas dan mengabaikan pekerjaannya. Anak yang tengah sangat rakus, tidak mau bekerja dan kerjanya hanya makan. Anak bungsunya tidak seperti kakaknya, ia anak yang rajin bekerja.

Suatu saat Ibu Babi berkata kepada anak- anaknya, "Karena kalian sudah dewasa, kalian harus hidup mandiri dan buatlah rumah masing-masing".

Si bungsu berpikir rumah seperti apa yang akan didirikannya. Si sulung tanpa mau bersusah payah membuat rumahnya dari jerami. Si bungsu berkata, "Kalau rumah jerami nanti akan hancur bila ada angin atau hujan". "Oh iya ya! Kalau begitu aku akan membuat rumah dari kayu saja, supaya kuat jika ada angin", kata si tengah. Setelah selesai si bungsu kembali berkata, "kalau rumah kayu walau tahan angin tetapi akan hancur jika dipukul".

Si kakak menjadi marah, "Kau sendiri lambat membuat rumah dari batu batamu itu, jika hari telah sore serigala akan datang."

Si bungsu bertekad akan membuat rumah dari batu-bata yang kuat yang tidak goyah dengan angin atau serangan serigala. Malampun tiba, pada saat bulan purnama, si bungsu telah selesai. Esok harinya, si bungsu mengundang kedua kakaknya, lalu mereka pergi ke rumah ibu Babi.

"Hebat anak-anakku, mulai sekarang kalian hidup dengan mengolah ladang sendiri", ujar Ibu Babi. Kedua kakak si bungsu menggerutu. "Tidak ah, cape!," gerutu mereka. Menjelang senja telah tiba, mereka pamit kepada Ibu mereka. Dalam perjalanan, tiba-tiba seekor serigala membuntuti mereka.

"Aku akan memakan babi malas yang tinggal di rumah jerami itu", kata serigala.

Ketika sampai di depan pintu si sulung ia langsung menendang pintu. "Buka pintu!" teriaknya.

Si sulung terkejut dan cepat-cepat mengunci pintu. Tetapi serigala lebih cerdik. Ia langsung meniup rumah jerami itu sehingga menjadi hancur. Si sulung lari ketakutan ke rumah adiknya si Tengah yang terbuat dari kayu. Walaupun pintu telah dikunci, serigala langsung mendobrak rumah kayu itu hingga hancur. Serigala mendekat ke arah kedua anak babi yang sedang berpelukan karena ketakutan. Keduanya langsung lari dengan sekuat tenaga menuju rumah si bungsu.

"Cepat kunci pintunya!, nanti kita dimakan", kata si sulung.

Si bungsu dengan tenang mengunci pintu.

"Tak usah khawatir, rumahku tidak akan goyah," kata si bungsu sambil tertawa.

Ketika serigal sampai, ia langsung menendang, mendobrak berkali-kali tetapi malah si serigala yang badannya kesakitan. Serigala akhirnya menyerah dan kemudian langsung pulang. Sejak saat itu, ketiga anak babi ini hidup bersama, dan sang serigala tidak pernah datang lagi. Suatu hari, ketiga anak babi pergi ke bukit untuk memetik apel. Tiba-tiba Serigala itu muncul disana. Anak-anak babi langsung naik ke pohon menyelamatkan diri.

Serigala yang tidak dapat memanjat pohon menunggu di bawah pohon tersebut. Si bungsu berpikir, lalu ia berteriak, "Serigala, kaupasti lapar. Apakah kau mau apel?", si bungsu segera melempar sebuah apel.

Serigala yang sudah kelaparan langsung mengejar apel yang menggelinding.

"Sekarang ayo kita lari!".

Akhirnya mereka semua selamat. Beberapa hari kemudian, si serigala datang ke rumah si bungsu dengan membawa tangga yang panjang. Serigala memanjat ke cerobong asap. Si bungsu yang melihat hal itu berteriak, "Cepat nyalakan api di tungku pemanas!".

Si sulung menyalakan api, si bungsu membawa kuali yang berisi air panas. Serigala yang ada di cerobong asap, pantatnya kepanasan tak tertahankan. Malang bagi si serigala, ketika ia ingin melarikan diri, ia terpeleset dan jatuh tepat ke dalam air yang mendidih. "Waa!", serigala cepat-cepat lari.

Karena seluruh badannya luka, maka ia menjadi serigala yang telanjang. Sejak saat itu, ketiga anak-anak babi menjalani hidup dengan baik, dengan mengelola lading-ladang mereka. Si sulung dan si tengah sekarang menjadi rajin bekerja seperti si bungsu. Ibu babi merasa bahagia melihat anak-anaknya hidup

MIKAIL

Seorang pemuda yang berbaju putih  bernama Mikail berjalan di atas gedung bertingkat. Lalu Mikail pun lompat dari gedung bertingkat dengan beraninya. Keluarlah sayapnya Mikail dan terbang mengitari kota Jakarta dan turun di sebuah tempat yang sunyi dan tidak satu pun manusia yang tahu.

"Dunia ini benar indah," kata Mikail.

Mikail menyembunyikan sayapnya dan berbaur seperti biasanya. Keluar Mikail dari rimbunnya pepohonan.

"Hey..kamu...kenapa kamu keluar dari tempat itu. Jangan-jangan pencuri?" teriak Pak polisi yang sedang bertugas.

"Kacau urusan dengan manusia?" celoteh Mikail.

Mikail pun berlari dengan cepat berusaha menjauh dari Pak polisi.

"Kenapa saya harus berlari..saya bisa menggunakan sihir?" celoteh Mikail dalam posisi berlari.

Mikail langsung menghilang. Pak polisi mencari orang yang di kejarnya.

"Loh..hilang..kemana...orang tersebut. Jangan-jangan hantu......?" kata Pak polisi dengan langkah seribu.

Mikail pun membalikkan dirinya saat Pak polisi tidak mengejarnya. Dengan santai berjalan-jalan sambil melihat keramaian kota. Terjadilah suatu kejadian yang hampir membunuh anak kecil yang menyebrang di jalan raya yang ramai kendaraan. Mikail menolong anak kecil tersebu sampai menghentikan laju kendaraan mobil yang menabrak anak kecil.

Anak kecil selamat dan orang anak kecil berterimakasih ke Mikail telah menolong anaknya. Tapi para manusia yang lain memang bersimpat sama Mikail karena telah menolong anak kecil yang hampir ketabrak mobil.

Nama juga manusia langsung membicarakan kekuatan Mikail yang bisa menahan laju mobil dengan  kekuatannya. Karena sadar jadi bahan pembicaraan Mikail pun segera pergi dari tempat tersebut dan menggunakan sihirnya dan menghilang.

Tahu-tahu Mikail terbang di langit yang luas dengan sayapnya putihnya terus menyepak. Sampai di tempat yang sunyi untuk beristirahat.

"Lebih baik saya....di sini lebih tenang dan damai," kata Mikail.

Mikail menikmati padang rumput yang hijau sambil melihat para hewan bermain kesana-kesini.

PENDAPAT PUBLIK

Langit yang cerah sekali di kota Jakarta. Indro sedang asik duduk di teras depan rumahnya Saskia. Ya...nama anak muda ngapel...untuk menghilangkan rasa di hati yang resah. Karena Saskia belum pulang dari main ke rumah Nabila ya...di suruh nunggu dulu di teras depan. Dan juga...Embok Iyem sudah menyuguhi minuman yang anget kopi item dan kue. Pada hal Embok Iyem menyuruh Indro nunggu di dalem sekalian di siapkan makan malem karena tahu Indro baru pulang dari kantor. Cuma kangen ketemu...Saskia aja.

Indro cukup lama menunggu Saskia. Ya...boring Indro nelpon Kasino yang sedang di luar kota.

"Asalamualikum...Kasino...apa kabar mu?"

"Baik...banget. Saya..di sini lagi repot bantuin...Mbak saya usaha. Dagang gitu."

"Oh..begitu....jadi lama dong pulang ke Jakarta."

"Iya..gitu..deh. Sekarang keadaan kamu...Indro."

"Biasa...ngapel tempat Saskia."

"Kebiasan...orang lagi..kasmaran."

"Biarin..yang penting heppy. Oh..saya mau tanya tentang pemberitaan Rakernas PDI P apa pendapat kamu?"

"Oh...itu. Bagus-bagus aja sih....Indro."

"Bagaimana dengan....gaya pidato Ibu Megawati dalam pembukaan Rakernas PDI P......ya Kasino?"

"Dari dulu....sampe sekarang gak berubah.....ya...begitulah...adanya. Indro....."

"Oh..begitu?!" kata Indro.

"Udah...dulu...ngobrolnya ada kerjaan," kata Kasino mau memutuskan pembicaraan lewat telpon-telponan.

"Tunggu...dulu...Kasino...saya..nanya...sesuatu tentang artis Malaysia?"

"Maksudnya ....siapa Indro?"

"Yana....."

"Yana.... Baik budi pekertinya dan cantik pule orangnya."

"Jadi...sepakat..hari..yang cantik Yana..urusan memuji wanita."

"Sepakat."

"Sip.... Asalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Indro mematikan Hpnya hubungan telponan jarak jauh sama Kasino pun selesai. Lalu Indro kepikiran dengan Dono segera di telpon yang berada di kampung halamannya.

"Asalamualikum," kata Indro

"Waalaikumsalam," kata Dono.

"Dono lagi...ngapain?" tanya Indro.

"Lagi...nyantai aja sambil memandangin langit cerah di depan rumah sambil minum kopi...enak buatan sendiri," kata Dono.

"Apa...pendapat kamu dengan penyanyi dangdut yang mengisi acara Tv Jawa?" tanya Dono.

"Bagus.... penampilan penyanyi dangdut yang mengisi acara di Tv Jawa. Emangnya kenapa gitu....nanyanya?" kata Dono.

"Biasa....bahan omongan saja. Abisnya....saya suntuk....nunggu...orang," kata Indro.

"Yang...sabar...kalau urusan itu penting," saran Dono.

"Ya...udah dulu Don...ngobrol di telponnya. Orang yang saya tunggu sudah dateng. Asalamualaikum," kata Indro.

"Waalaikumsalam," kata Dono.

Indro mematikan Hpnya yang berkenaan hubungan telponan dengan Dono. Saskia menyambut Indro dengan baik dan akhirnya ngobrol juga di dalem....biasa lagi kasmaran. Saksia pun seneng di apelin sama Indro....pacar tercinta. Obrolan Indro dan Saskia tidak jauh-jauh urusan perasaan keduanya.

Sampai waktu juga...Indro pulang dari rumah Saskia dengan perasaan senang dan gembira....menuju rumahnya. Sampai di rumah Indro langsung tidur dengan nyenyak karena perasaannya bahagia banget. Sama aja dengan Saskia di kamarnya tidur nyenyak dengan perasaan bahagia.


Karya : No

MISTERI

Malam hari yang dingin karena   mau hujan. Dono bersama Rara di taman. Tapi naasnya sebuah pisau menusuk jantung Dono. Kasino dan Indro mencegah kejadian tersebut. Lalu Dono di hempaskan dengan pukulan kuat tangan kiri Rara.

Segera Kasino dan Indro menolong Dono dengan menangkapnya. Rara pun pergi dengan melewati tabir yang terselubung. Kasino dan Indro berusaha menyelamatkan Dono yang sakratul maut.

Dono yang bisa bertahan memberikan sebuah benda berupa kalung ke Kasino. Lalu Dono meninggal dunia. Kasino dan Indro gagal menyelamatkan Dono. Tidak jauh dari dari tempat Kasino dan Indro yang bersedih karena Dono di bunuh Rara....ada Dono yang lain yang melintasi waktu.

"Di masa ini saya meninggal. Tetap saja saya tidak tahu....siapa Rara yang sebenarnya," kata Dono.

Dono menekan alat di tangannya dan muncul tabir terselubung dan masuk kedalam aliran waktu. Sampai di tempat yang sama dan waktunya belum pertemuan antara Dono dan Rara di taman.
Segera Dono mencari Dono di masa tersebut. Ternyata Dono di masa ini sedang ngobrol dengan Kasino dan Indro di kafe. Setelah itu muncul makluk yang aneh terlihat di sebuah gang sepi dan berubah menjadi Rara.

"Waktu pertemuan kaya mau di mulai," kata Dono.

Dono pun segera bergerak untuk tidak ketahuan dengan Rara palsu. Saat di taman Rara sedang menunggu di Dono taman dan bertemu Rara palsu. Terkejut Rara melihat kembaran dirinya seperti cermin. Rara palsu menghujamkan pisau ke Rara. 

Dono langsung bergerak menembak Rara palsu dengan pistol plasma. Rara palsu menghindari serangan tembakan Dono. Rara palsu gagal membunuh Rara. Dono menyuruh Rara meninggalkan tempat tersebut.

Dono pun mengejar Rara palsu  sambil menembak pistol plasma. Rara palsu membuka tabir terselubung melintasi waktu dengan cepat berlari dan masuk ke dalam tabir selubung tersebut.
Sampai Dono di tempat yang sunyi senyap. Rara palsu berubah menjadi makluk mengerikan.

"Siapa...kamu sebenarnya?" tanya Dono.

"Saya....Monster waktu. Harus membunuh kamu karena....untuk mencegah kamu mendapatkan benda di tangan kamu tersebut untuk menghancurkan kaum saya....demi mencegah saya menguasai dunia manusia," kata Dono.

"Jangan-jangan kamu...Dajjal?" kata Dono.

"Kalau kamu menganggap begitu.....terserahlah," kata Monster waktu.

"Kalau...begitu saya akan menghabisi kamu....Dajjal," kata kasar Dono.

Dono menyerang Monster waktu dengan tembakan pistol plasma. Dengan cepat Monster waktu menghindari serangan Dono dan berusaha untuk menyerang Dono dengan cepat sekali sampai pistol plasma terlepas di tangan.

Monster waktu ingin menghujamkan pisau untuk membunuh Dono. Tapi ternyata Dono menembak Monster waktu karena sebenarnya Dono mengeluarkan senjata satu lagi di tangannya.

Monster waktu mati. Dono pun berhasil membunuh Monster waktu. Masa pun kembali semula. Dono pun menghilang karena berhasil menyelamatkan dirinya di bunuh oleh Monster waktu karena jam melintasi waktu yang di temukan di sebuah tempat sunyi saat meteor jatuh ke bumi. Dono pun bangun dari tidurnya.

"Ada aneh dengan mimpi saya. Saya menyelamatkan diri saya di waktu lain," celoteh Dono.

Dono tidak memperdulikan mimpinya dan segera berbenah diri untuk berangkat kerja. Tapi ternyata jam melintasi waktu ada di atas meja belajar Dono. Terlihat ganteng di kaca dan rapih Dono segera berangkat kerja dan saat membuka pintu bertemu denga Rara ke kasih hati yang berangkat bareng kerja karena rumahnya di sebelah Dono.


Karya : No

JENUH

Dono santai di ruang tamu sambil asik makan keripik singkong sambil memandang keluar lewat pintu rumah yang di buka lebar-lebar. Indro pun menghampiri Dono setelah membereskan kerjaannya di garasi membenerin motor yang mogok.

Indro pun duduk bersama Dono dan ikutan makan keripik pisang. Dono pun mulai ingin mengungkapkan sesuatu ke Indro "Indro gimana tanggapan kamu....jika semua tulisan saya....berbentuk cerpen tersebut di buat novel?"

"Gila...Don..cerpen kamu itu banyak banget. Kalau di buat novel ....apa kamu gak sakit kepala?" kata Indro.

"Sebenarnya....emang sakit kepala sih buat novel...karena harus menyusun penokohan dan alur ceritanya jauh lebih baik....agar lebih di pahami pembaca. Tapi kalau niat gak ada masalah....cuma kapan melakukannya masih saya pikirkan...waktunya itu harus fokus. Karena satu judul cerpen aja....diangkat menjadi novel butuh makan waktu banyak setelah di perhitungkan semuanya. Oh iya...apa tanggapan kamu...kalau saya buat tesis...?" kata Dono.

"Tambah gila...lagi kamu Don. Kuliah enggak. Mau nulis tesis," kata Indro.

"Sebenarnya....untuk nulis tesis...sih gak perlu kuliah. Cuma di pelajarin aja secara otodidak....pasti bisa...apalagi desertasi.......ya..kan Indro," kata Dono.

"Desertasi...aduh-aduh...Don...tambah....gila..itumah. Banyak orang mentok kuliah di sekripsinya....pada akhirnya mereka beli...ke orang-orang bisa buat sekripsi....ya...dosen...sih yang buat. Pada akhir...yang kuliah mahasiswanya atau kah dosennya...ya. Tapi...urusan uang sih memudahkan jalan...semuanya. Pada akhirnya cepat wisuda dan dapet ijazah dan kerja di pemerintahan dan swasta," kata Indro.

"Kalau...begitu bener dong beritanya...tentang kualitas pendidikan di Indonesia sekedar cepat kerja aja....gak perlu sakit kepala buat sekripsi, tesis dan desertasi," kata Dono.

"Ya...benerlah. Banyak duduk di pemerintahan dengan gelar S1 cara cepat mendapat ijazah untuk naik pangkat. Makanya....sistem kerja di pemerintahan itu.....kacau," kata Indro.

"Kalau...jenuh juga hidup ini kalau kenyataannya...cara untuk dapet jabatan di pemerintahan dengan uang lewat beli ijazah dengan presedur membeli mata kuliah yang di sepakatin harganya...agar cepat lulus," kata Dono.

"Jenuh..banget hidup ini. Banyak orang....jadi kaya dengan cara cepat lewat....cara itu semua dari dulu. Sekarang...sih gak tahu...masih di jalanin apa enggak?!" kata Indro.

"Ya...sudahlah...lebih baik...saya main....untuk menghilangkan kejenuhan...saya," kata Dono.

"Iya," saut Indro.

Dono pun ke garasi ngambil motornya untuk jalan-jalan untuk menghilangkan kejenuhannya. Indro kembali membereskan pekerjaan yang lain di gudang.


Karya : No

Thursday, August 8, 2019

BERMAIN

Tanah bergetar dengan sangat hebat sekali. Gunung Tangkupan Perahu pun terbelah jadi dua efek dari retakan dari tanah akibat gempa. Keluarlah sosok makluk yang sangat menyeramkan dari gunung Tangkupan Perahu yang terbelah jadi dua.

Gozila mengeluarkan energi panas dari dalam tubuhnya dan di semburkan api keberbagai arah  dan menciptakan kehancuran lebih parah lagi. Turunlah dari langit sebuah bola besi menuju bumi dan akhirnya menghantam tanah. Bola besi tersebut ternyata kapsul penyelamat alias pesawat asing luar angkasa. Dari pesawat tersebut keluar robot kuning berlambang autobot di dadanya dan bernama Bambel Bee.

Gozila makin mengamuk dengan mengeluarkan semburan api kemana-mana?. Bambel Bee langsung berlari menuju Gozila untuk mengalahkannya. Gozila menyerang Bambel Bee dengan semburan api. Dengan cepat Bambel Bee menghindari serangan Gozila dengan manufer melompat ke kanan dan berubah jadi mobil dan kembali berubah jadi robot dan menembak ke arah Gozila dengan tangan kanannya di ubah menjadi senjata basoka.

Serangan Bambel Bee ke Gozila tidak berefek apapun malahan Gozila makin marah dan menyemburkan api dari mulut dengan lebih dasyat lagi. Bambel Bee pun menahan serangan Gozila dengan sebuah tameng yang di ubah dari tangan kirinya.

Serangan Gozila memang hebat banget sampe akhirnya Bambel Bee terpental akibat tidak bisa menahan serangan semburan api Gozila. Efek serangan Gozila membuat Bambel Bee rusak dan jatuh ke tanah. Turun dari langit sebuah bola besi lagi dan membentur tanah. Keluarlah dari bola besi tersebut.....pemimpin dari para autobot....Optimus Pream. Melihat Bambel Bee yang terluka parah....Optimus Pream mau menolong anak buahnya sekaligus sahabat baiknya.

Gozila menyerang Optimus Pream dengan serangan dari ekornya yang sangat kuat. Segera Optimus Pream menghindari serangan Gozila dengan melompat ke kanan dan berubah menjadi mobil treler dan berjalan lalu berubah lagi menjadi robot dan menyerang Gozila dengan sebuah pedang di kanan dan sebuah tameng di tangan kiri untuk pertahanan.

Gozila menyemburkan api ke Optimus Pream. Dengan segera ditahan dengan tameng Optimus Pream. Susah payah Optimus Pream menahan serangan Gozila ada celah....juga saat Gozila mau mengeluarkan semburan api lagi. Optimus Pream menyerang Gozila dengan pedangnya ternyata di tahan dengan mulutnya....Gozila, lalu pedang di patahkan dengan gigi Gozila yang sangat kuat.

Mundurlah Optimus Pream dengan beberapa langkah. Segera Gozila menyemburkan api lagi ke Optimus Pream dan segera di tahan dengan tameng di tangan kirinya.

Gozila meningkatkan kekuatan semburan apinya sampai mementalkan Optimus Pream sampai rusak parah dan jatuh ke tanah. Gozila tambah beringas lagi dan menyemburkan api kemana-mana.

Dateng seorang pahlawan super Indonesia. Gundala ingin menghancurkan Gozila. Gundala sudah di hadapan Gozila dan hendak mengeluarkan kekuatan pamungkasnya Gundala.

Tubuh Gundala mengeluarkan energi yang besar banget seperti kilatan petir. Di Langit awan hitam berkumpul di bawah Gundala. Segeralah Gundala menyerang Gozila dengan kekuatan penuhnya yang menciptakan petir yang turun dari langit ke tubuh Gundala dan di arahkan ke Gozila.

Sambaran petir yang sangat dasyat tersebut langsung mengenai Gozila sampai menjebol dadanya dan akhirnya tumbang ke tanah.

***

Kasino baru pulang dari urusan kerjaanya dan masuk rumah segera mengucap salam "Asalamualaikum". Ya..segera di jawab Dono dan Indro yang asik main action figur "Waalaikumsalam".

Kasino pun duduk di sofa di ruang tamu bersama teman-temannya.

"Indro lanjut lagi mainnya!" kata Dono.

"Iya, sampe...mana tadi?" kata Indro.

"Sampe....Gundala mengeluarkan petir besar mengarah ke Gozila dan akhirnya Gozilanya...mati," kata Dono menceritakan.

"Tapi...Don....Gozilanya...udah mati....gimana?" tanya Indro.

"Ya...keluarkan monster yang lain dong!" kata Dono.

"Monster apa...ya? Oh...ini...saja Kingkong....!" kata Indro.

"Boleh juga...," kata Dono.

"Kalian berdua...ini..ngabisin uang untuk membeli mainan tersebut?" tanya Kasino.

"Gak ngabisin uang. Cukup ada saja. Nama juga hoby....ya gak Indro," kata Dono.

"Iya...Kasino...hoby kok," saut Indro.

"Oooo.....hoby dari kecil sampe dewasa...ini?" tanya Kasino lagi.

"Iya," jawab Dono dan Indro bersamaan.

"Kayanya ada yang aneh...main yang kamu pegang Don. 

Kaya...action figur Gundala yang terbaru?" kata Kasino.

"Iya, Gundala...action figur yang terbaru...saya susah payah mencari....mainan ini...untung ada toko yang menjual mainan ini...jadi saya koleksi...yang ukuran besar...kan. Sama tingginya dengan Gozila dan para autobot," kata Dono.

"Iya...sama sih. Ya...sudahlah mainlah....kalian berdua lanjutin aja mainnya. Saya baru inget ada kerjaan yang belum selesai. 

Jemput Selfi di tempat....kerjaannya sekalian ngajak makan malem," kata Kasino.

"Yang...lagi kasmaran," ledek Dono.

"Iya....bener...rasa di dalam dada berbunga-bunga," tambahan Indro.

"Terserah omongan kalian berdua. Asalamualaikum," kata Kasino dan bergerak keluar dari rumah.

"Waalaikumsalam," jawab Dono dan Indro bersamaan.

Dono dan Indro melanjutkan main boneka action figurnya. Indro pun mulai terlihat bingung dan ngomong sama Dono "Don...kalau Gundalanya...kalah sama Kingkong. Lalu yang mengalahkan Kingkong....siapa Don?"

"Gatot Kaca...," kata Dono.

"Gatot Kaca...lagi. Gak ada yang lain...Don?" kata Indro.

"Loh..begitu..Indro...saya belum memainkannya," kata Dono.

"Iya..sih belum di mainkan. 

Tapi...bosen ah. Cari permainan yang lain," kata Indro.

"Kaya...mentok cerita...kamu...ya Indro?" tanya Dono.

"Iya," jawab Indro.

"Kalau...begitu kita berhenti aja main action figur ini!" kata Dono.

"Iya," saut Indro.

Dono dan Indro menaruh mainnya di meja, lalu keduanya adik minum kopi yang masih anget dan juga gorengan. Indro teringat dengan tontonannya di Tv dan mulai ngomong sama Dono "Don...apa tanggapan kamu dengan penampilan Putri dan Rara ...di ajang lomba menyanyi dangdut?"

"Menurut...saya...bagus...aja.....Indro. Tambahan exspresi penjiwaan dapet sesuai dengan konsep yang telah di tetapkan dalam perlombaan tersebut.....berdasarkan padangan orang awam," kata Dono.

"Selanjutnya Don?" tanya Indro.

"Bagus," tegas Dono.

"Bagus...toh. Gimana...dengan acara di Tv Net yang di pandu oleh Desta, Vinsen dan kawan-kawan?" tanya Indro.

"Kok...nanya....ke topik yang lain. Biasanya antusias...dengan ajang lomba menyanyi dangdut?" kata Dono.

"Ya....gak maksud apa-apa sih. Cuma ingin tahu tanggapan kamu...aja. Kalau gak...di jawab gak apa-apa...sih?" kata Indro.

"Oh...gitu. Ya...sudah gak perlu saya jawab," kata Dono.

"Beneran gak di jawab deh," kata Indro yang murung.

"Ya...sudah...saya berikan tanggapan saya...tentang acara Desta, Vinsen dan kawan-kawan. Saya bagus dan lucu. Tambahan lagi....film yang di bintangin Desta dan Vinsen....saya udah nontonnya...ya tanggapan...saya sesuai dengan kerakter...pembawaan mereka berdua sih," kata Dono.

"Jadi Dono tanggapannya....bagus toh. Memang sih...lucu...dari pola pembawan Desta, Vinsen dan kawan-kawan di acara tersebut," tambahan Indro.

Azan Magrib di kumandangkan. Dono dan Indro mendengarkannya Azan Magrib tersebut. Segera keduanya membereskan semua mainan dan bawa masuk ke kamar mereka masing-masing. Setelah berganti pakaian koko Dono dan Indro di kamarnya...segeralah berangkat ke mesjid untuk melaksanakan sholat magrib secara berjamaah.


Karya : No

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK