CAMPUR ADUK

Sunday, November 19, 2023

PAN'S LABYRINTH

Eko duduk di depan rumahnya, ya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan. 

"Emmm. Baca cerpen saja!" kata Eko. 

Eko mengambil buku di meja, ya buku di buku dengan baik dan cerpen di baca dengan baik karena ceritanya menarik gitu. 

Isi cerita yang di baca Eko :

Dalam dongeng, ya Putri Moanna, yang ayahnya adalah raja dunia bawah, mengunjungi dunia manusia, di mana sinar matahari membutakannya dan menghapus ingatannya. Dia menjadi fana dan akhirnya mati. Raja percaya bahwa pada akhirnya, rohnya akan kembali ke dunia bawah, jadi dia membangun labirin, yang bertindak sebagai portal, di seluruh dunia sebagai persiapan untuk kembalinya dia.

Pada tahun 1944 Francoist Spain, ya Ofelia yang berusia sepuluh tahun bepergian dengan ibunya Carmen yang sedang hamil tetapi sakit-sakitan untuk bertemu Kapten Vidal, ayah tirinya yang baru. Vidal, putra seorang komandan terkenal yang meninggal di Maroko, ya sangat percaya pada Falangisme dan telah ditugaskan untuk memburu pemberontak republik. Serangga tongkat besar, yang diyakini Ofelia sebagai peri, membawa Ofelia ke labirin batu kuno, tetapi dia dihentikan oleh pengurus rumah tangga Vidal, Mercedes, yang diam-diam mendukung saudara laki-lakinya Pedro dan pemberontak lainnya. Malam itu, serangga muncul di kamar tidur Ofelia, di mana ia berubah menjadi peri dan membawanya melalui labirin. Di sana, dia bertemu dengan seorang faun, yang percaya bahwa dia adalah reinkarnasi dari Putri Moanna. Dia memberinya sebuah buku dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan menemukan di dalamnya tiga tugas yang harus diselesaikan agar dia mendapatkan keabadian dan kembali ke kerajaannya.

Ofelia menyelesaikan tugas pertama — mengambil kunci dari perut katak raksasa — tetapi menjadi khawatir tentang ibunya, yang kondisinya memburuk. Faun memberi Ofelia akar mandrake, ya menginstruksikannya untuk menyimpannya di bawah tempat tidur Carmen dalam semangkuk susu dan secara teratur memasoknya dengan darah, yang tampaknya meringankan penyakit Carmen. Ditemani oleh tiga pemandu peri dan dilengkapi dengan sepotong kapur ajaib, Ofelia kemudian menyelesaikan tugas kedua — mengambil belati dari sarang Pale Man, monster pemakan anak-anak. Meskipun diperingatkan untuk tidak mengkonsumsi apa pun di sana, dia makan dua buah anggur, membangunkan Pale Man. Dia melahap dua peri dan mengejar Ofelia, tapi dia berhasil melarikan diri. Marah karena ketidaktaatannya, faun itu menolak memberi Ofelia tugas ketiga.

Selama waktu ini, Ofelia menjadi sadar akan kekejaman Vidal dalam memburu para pemberontak. Setelah dia membunuh dua petani lokal yang ditahan karena dicurigai membantu pemberontak, Vidal menginterogasi dan menyiksa seorang pemberontak yang ditahan. Dia meminta Dokter Ferreiro untuk merawat tawanan, yang kemudian di-eutanasia oleh Ferreiro atas desakan pemberontak itu sendiri. Menyadari bahwa Ferreiro adalah kolaborator pemberontak, Vidal membunuhnya. Vidal kemudian menangkap Ofelia merawat akar mandrake, yang dia anggap delusi. Carmen setuju dan melemparkan akarnya ke dalam api. Dia segera mengalami kontraksi yang menyakitkan dan meninggal saat melahirkan putra Vidal.

Mercedes, yang diketahui sebagai mata-mata, mencoba melarikan diri bersama Ofelia, tetapi mereka tertangkap. Ofelia dikurung di kamar tidurnya, sedangkan Mercedes dibawa untuk diinterogasi dan disiksa. Mercedes membebaskan dirinya, dan menusuk Vidal dengan tidak mematikan dalam pelariannya untuk bergabung kembali dengan pemberontak. Faun, setelah berubah pikiran tentang memberi Ofelia kesempatan untuk melakukan tugas ketiga, kembali dan menyuruhnya untuk membawa saudara laki-lakinya yang baru lahir ke labirin untuk menyelesaikannya. Ofelia berhasil mengambil bayi dan melarikan diri ke labirin. Vidal mengejarnya saat pemberontak melancarkan serangan ke pos terdepan. Ofelia bertemu dengan faun di tengah labirin.

Faun menyarankan untuk mengambil sedikit darah bayi, karena menyelesaikan tugas ketiga dan membuka portal ke dunia bawah membutuhkan darah orang yang tidak bersalah, tetapi Ofelia menolak untuk menyakiti saudara laki-lakinya. Vidal menemukannya berbicara dengan faun, yang tidak bisa dilihatnya. Faun pergi, dan Vidal mengambil bayi itu dari pelukan Ofelia sebelum menembaknya. Vidal kembali ke pintu masuk labirin, di mana ia dikelilingi oleh pemberontak, termasuk Mercedes dan Pedro. Mengetahui bahwa dia akan dibunuh, dia menyerahkan bayi itu ke Mercedes, meminta agar putranya diberitahu tentang dia. Mercedes menjawab bahwa putranya bahkan tidak akan tahu namanya. Pedro kemudian menembak mati Vidal.

Mercedes memasuki labirin dan menghibur Ofelia yang sekarat. Tetesan darah Ofelia jatuh di tengah tangga batu spiral ke altar. Ofelia, berpakaian bagus dan tidak terluka, kemudian muncul di ruang singgasana emas. Raja dunia bawah memberitahunya bahwa, dengan memilih untuk menumpahkan darahnya sendiri daripada darah orang lain, dia lulus ujian terakhir. Faun memuji Ofelia atas pilihannya, memanggilnya sekali lagi sebagai "Yang Mulia". Ratu dunia bawah, ibunya, mengundang Ofelia untuk duduk di sebelah ayahnya dan memerintah di sisinya. Kembali di labirin batu, Ofelia tersenyum saat dia meninggal.

Akhir cerita, ya melengkapi kisah Putri Moanna, menyatakan bahwa dia kembali ke Dunia Bawah, memerintah dengan kebaikan dan keadilan selama berabad-abad, dan meninggalkan sedikit jejak waktunya di alam manusia, "hanya terlihat oleh mereka yang tahu ke mana harus mencari."

***

Eko selesai baca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja. 

"Emmm," kata Eko.

Eko menikmati minum kopi dan makan gorengan. Abdul datang ke rumah Eko, ya motor di parkirkan dengan baik di depan rumah Eko. Abdul duduk dengan baik dekat Eko.

"Ngomong-ngomong gimana kerjaan Eko. Kerjaan jadi buruh di perusahaan?" kata Abdul.

"Baik kerjaan ku jadi buruh di perusahaan," kata Eko.

"Baik toh!" kata Abdul.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Abdul. 

"Gimana kerjaan Abdul. Ya jadi pedagang di pasar?" kata Eko.

"Kerjaan ku baik," kata Abdul.

"Baik!" kata Eko.

"Urusan hubungan Eko dengan Purnama gimana....cerita kisah cinta?" kata Abdul.

"Baiklah. Abdul kisah cinta aku dengan Purnama," kata Eko. 

"Baik," kata Abdul. 

"Gimana dengan kisah Abdul dengan Putri?" kata Eko. 

"Kisah cinta aku. Penuh tanda tanya besar. Aku sibuk kerja jadi pedagang di pasar karena keadaan sebatas ilmu lulusan SMA, ya kota Bandar Lampung. Sedang Putri kuliah di kota Jakarta. Putri mungkin bisa mendapatkan cowok yang lebih baik dari aku di kota Jakarta, ya yang kaya dan ganteng seperti artis gitu. Aku dan Putri tidak ada ikatan apa pun, ya sebatas teman masa SMA," kata Abdul. 

"Kisah cinta yang penuh tanda tanya besar. Harapan masih ada ingin jadian Putri, ya Abdul?" kata Eko. 

"Harapan itu. Kalau jodoh. Perawan atau janda di terima," kata Abdul. 

"Cinta dan cinta," kata Eko. 

"Emmm," kata Abdul. 

"Emmm," kata Eko. 

"Ngomong-ngomong keinginan Budi masih ingin kerja di pemerintahan, ya tidak selamanya kerja jadi buruh di perusahaan?" kata Abdul.

"Ya masih sih keinginan Budi kerja di pemerintahan, ya tidak selama kerja jadi buruh. Maka itu. Budi masih belajar ini dan itu dengan baik, ya pengumpulan data ini dan itu dengan baik juga. Sampai Budi belajar memahami ajaran agama, ya enam ajaran agama yang berkembang di Indonesia," kata Eko.

"Budi berjuang demi keinginannya tercapai," kata Abdul. 

"Emmm," kata Eko. 

"Enam ajaran agama. Yang di yakini Budi cuma satu ajaran agama, ya Islam. Yang lima ajaran agama tujuan menghormati atau untuk pandai menempati diri di mana pun jika berada di ruang lingkup di lima ajaran tersebut," kata Abdul. 

"Kebanyakan manusia, ya cuma menghormati ajaran agama lain dari pada pandai menempati diri di ruang lingkup agama lain. Contoh : pemimpin yang beragama Islam, ya berada di acara ajaran agama Hindu karena di undang gitu. Pemimpin itu, ya tahunya ajaran agama Islam yang di anutnya tapi tidak tahu ajaran agama Hindu yang sifatnya khusus. Jadi sebatas menghormati, ya pemimpin tersebut. Beda jika belajar memahami ajaran agama Hindu, ya seperti Budi. Jadi Budi bisa menempati dirinya dengan baik di ruang lingkup ajaran agama Hindu dan menghormati dengan baik," kata Eko.

"Dua-duanya toh!" kata Abdul. 

"Emmm," kata Eko.

"Agama yang bener atau paling benar?" kata Abdul. 

"Ya itu sih. Jawabannya, ya seperti biasa, ya manusia yang dapat melampaui batasan manusianya, ya sampai mendengarkan Roh. Ya Roh menjelaskan kebenaran ini dan itu," kata Eko. 

"Aku paham omongan Eko!" kata Abdul. 

"Emmm," kata Eko. 

"Padahal keinginan Budi tersebut, ya sebatas jadi pegawai negeri dengan jabatan yang biasa aja. Jadi mana mungkin Budi jadi pemimpin, ya kan Eko?" kata Abdul. 

"Memang keinginan Budi cuma bisa jadi pegawai negeri saja. Jadi pemimpin, ya mana mungkin Budi bisa jadi pemimpin walau Budi pinter ini dan itu, ya karena kekurangan Budi adalah dari kekayaan dan bekingan. Maklum sisilah Budi dari keluarga miskin. Beda dengan orang-orang yang duduk di pemerintahan dengan latar belakang keluarga kaya dan bekingan ini dan itu," kata Eko. 

"Kebanyakan nasif orang pinter yang latar belakangnya keluarga miskin tidak punya bekingan ini dan itu, ya berhasil kerja di pemerintahan cuma jadi anak buah, ya dari pada jadi pemimpin," kata Abdul. 

"Emmm," kata Eko. 

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Abdul. 

"Aku paham omongan Abdul!" kata Eko. 

"Emmm," kata Abdul. 

Budi datang ke rumah Eko, ya motor di parkirkan dengan baik di depan rumah Eko. Budi duduk dengan baik, ya dekat Abdul dan Eko. 

"Abdul gimana keadaan kerjaan Abdul?" kata Budi. 

"Baik kerjaan aku!" kata Abdul. 

"Emmm," kata Eko. 

"Baik. Cuma itu saja?" kata Budi. 

"Yaaa kalau bahas latar belakang orang-orang kerja di pasar, ya punya toko berdasarkan suku ini dan itu. Ya seperti biasa kan obrolan kita, ya antara baik dan buruk. Antara paham agama dan tidak paham agama berdasarkan agama yang di yakini masing-masing berdasarkan sisilah suku keturunan," kata Abdul. 

"Kalau itu sih komplit banget," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Gimana kerjaan Budi dan kisah cinta Budi dengan Tasya?" kata Abdul. 

"Kerjaan aku jadi buruh di perusahaan baik. Ya kisah cinta aku dengan Tasya, ya baik. Aku beruntung dapet cewek yang baik seperti Tasya dan juga pengertian dengan keadaan aku," kata Budi. 

"Baik toh!" kata Abdul. 

"Sudah ngumpul, ya lebih baik main kartu remi saja!" kata Eko. 

"Oke. Main kartu remi!" kata Budi. 

"Oke. Main kartu remi!" kata Abdul. 

Eko mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Ketiganya main kartu remi dengan baik gitu. 

Saturday, November 18, 2023

THE HUNGER GAMES

Budi duduk di depan rumahnya, ya sedang menikmati keadaan sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Baca cerpen saja!" kata Budi. 

Budi mengambil buku di meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik yang ceritanya menarik. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Bangsa Panem di bagi menjadi 12 distrik, diperintah dari Capitol. Sebagai hukuman atas pemberontakan yang gagal, setiap distrik dipaksa untuk memilih dua peserta, satu laki-laki dan satu perempuan berusia antara 12 dan 18 tahun, untuk bertarung sampai mati dalam Hunger Games tahunan sampai hanya ada satu yang selamat. 

Katniss Everdeen yang berusia enam belas tahun dari Distrik 12 menjadi sukarelawan untuk menggantikan adik perempuannya Primrose di Hunger Games ke-74. Dia dan sesama peserta Peeta Mellark dikawal ke Capitol oleh pendamping mereka Effie Trinket dan mentor Haymitch Abernathy, satu-satunya pemenang Pertandingan yang masih hidup dari Distrik 12. Haymitch menekankan pentingnya mendapatkan sponsor, karena mereka dapat memberikan hadiah yang berpotensi menyelamatkan nyawa selama Pertandingan. Saat pelatihan, Katniss mengamati "Karier" (Marvel, Glimmer, Cato, dan Cengkeh), sukarelawan dari Distrik 1 dan 2 yang kaya yang telah berlatih untuk Olimpiade sejak usia dini. Selama wawancara televisi dengan Caesar Flickerman, Peeta mengungkapkan cintanya pada Katniss, yang awalnya dilihatnya sebagai upaya untuk menarik sponsor; dia kemudian mengetahui bahwa pengakuannya asli.

Di awal Pertandingan, Katniss mengambil beberapa perbekalan yang ditempatkan di sekitar Cornucopia, sebuah struktur di titik awal, dan lolos dari kematian. Separuh dari 24 peserta tewas dalam huru-hara awal, dan hanya 11, termasuk keempat Karier, yang bertahan di hari pertama. Katniss mencoba untuk menjauh dari yang lain, tapi Seneca Crane, Kepala Gamemaker, memicu kebakaran hutan untuk mendorongnya ke arah mereka. Dia bertemu dengan Karier, yang tampaknya bersekutu dengan Peeta, dan melarikan diri ke atas pohon. Peeta menyarankan Karier untuk menunggunya keluar. Keesokan paginya, Katniss melihat Rue, peserta wanita muda dari Distrik 11, bersembunyi di pohon terdekat. Rue menarik perhatiannya ke sarang tawon berbisa yang dimodifikasi secara genetik. Menggunakan pisau, Katniss menyebabkan sarang jatuh pada para Karier yang tidur di bawah; Glimmer mati, tapi yang lainnya kabur. Katniss menjadi bingung karena disengat beberapa kali. Peeta kembali dan menyuruhnya kabur.

Rue membantu Katniss pulih, dan mereka menjadi teman dan sekutu. Katniss menghancurkan persediaan yang ditimbun oleh Karier dengan meledakkan ranjau yang menjaga mereka, sementara Rue memberikan pengalih perhatian. Katniss kemudian menemukan dan membebaskan Rue dari jebakan, tetapi Marvel melemparkan tombak yang menusuk Rue. Katniss membunuhnya dengan panah. Dia menghibur Rue dengan bernyanyi untuknya dan, setelah dia meninggal, menghiasi tubuhnya dengan bunga, memicu kerusuhan di Distrik 11. Presiden Coriolanus Snow memperingatkan Crane tentang kerusuhan tersebut.

Haymitch membujuk Crane untuk mengubah aturan untuk mengizinkan dua pemenang asalkan mereka berasal dari distrik yang sama, menunjukkan bahwa ini akan menenangkan publik. Setelah pengumuman tersebut, Katniss menemukan Peeta yang terluka parah. Pengumuman lain menjanjikan bahwa apa yang paling dibutuhkan setiap orang yang selamat akan disediakan di Cornucopia keesokan paginya. Terlepas dari penentangan keras Peeta, Katniss pergi untuk mendapatkan obat untuknya, tetapi dia disergap dan dikalahkan oleh Clove, yang menertawakan kematian Rue dan bersiap untuk mengirimnya. Thresh, peserta laki-laki dari Distrik 11, sengaja mendengar dan membunuh Clove. Dia menyelamatkan Katniss sekali, demi Rue. Obatnya menyembuhkan Peeta dalam semalam.

Saat berburu makanan, Katniss mendengar sebuah meriam meledak, menandakan kematian. Dia berlari ke Peeta, yang tanpa disadari telah mengumpulkan buah nightlock yang mematikan. Mereka menemukan "Si Muka Rubah", peserta wanita dari Distrik 5, diracuni oleh nightlock yang dia kumpulkan setelah menonton Peeta. Crane kemudian melepaskan binatang yang dimodifikasi secara genetik yang membunuh Thresh dan memaksa Katniss, Peeta, dan Cato – tiga orang terakhir yang selamat – untuk naik ke atap Cornucopia. Cato mengunci Peeta dan menggunakannya sebagai tameng manusia melawan busur Katniss. Peeta mengarahkan Katniss untuk menembak tangan Cato, memungkinkan Peeta untuk melemparkannya ke binatang buas di bawah. Katniss membunuhnya dengan panah untuk mengakhiri penderitaannya.

Crane kemudian mencabut perubahan aturan yang memungkinkan dua pemenang untuk menang. Peeta mendesak Katniss untuk menembaknya, tapi dia meyakinkannya untuk makan nightlock berry bersama. Tepat sebelum mereka melakukannya, Crane dengan tergesa-gesa menyatakan mereka sebagai pemenang bersama. Setelah itu, Haymitch memperingatkan Katniss bahwa dia telah membuat musuh melalui tindakan pembangkangan ini. Snow mengunci Crane di sebuah ruangan dengan nightlock berry, setelah itu Presiden yang cerdik mempertimbangkan langkah selanjutnya.

***

Budi selesai baca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Nyanyi saja. Menghibur diri. Main gitar!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik dan bernyanyi dengan baik. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"Namaku cinta ketika kita bersamaBerbagi rasa untuk selamanyaNamaku cinta ketika kita bersamaBerbagi rasa sepanjang usiaHingga tiba saatnya aku pun melihatCintaku yang khianatCintaku berkhianat
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagiAku tenggelam dalam lautan luka dalamAku tersesat dan tak tahu arah jalan pulangAku tanpamu butiran debu
Namaku cinta ketika kita bersamaBerbagi rasa untuk selamanyaNamaku cinta ketika kita bersamaBerbagi rasa sepanjang usia
Hingga tiba saatnya aku pun melihatCintaku yang khianatCintaku berkhianat
MenepiMenepilahMenjauhSemua yang terjadiAntara kita
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagiAku tenggelam dalam lautan luka dalamAku tersesat dan tak tahu arah jalan pulangAku tanpamu butiran debu
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagiAku tenggelam dalam lautan luka dalam dalam luka dalamAku tersesat dan tak tahu arah jalan pulangAku tanpamu butiran debuButiran debu"

***

Budi selesai menyanyi, ya berhenti main gitar dan gitar di taruh di samping kursi.

"Emmm," kata Budi. 

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya mobil di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Hidup ini. Tetap pilihan manusia yang menjalankan hidup ini," kata Eko. 

"Realitanya begitu," kata Budi. 

"Yang terlihat dalam kehidupan sehari-harinya. Manusia yang taat pada aturan agama yang di yakini dan manusia yang tidak taat pada aturan agama yang di yakini," kata Eko. 

"Maka itu. Ahli agama selalu mengingatkan pada manusia yang tidak taat aturan agama yang di yakini, ya memberikan nasehat ini dan itu dengan baik," kata Budi. 

"Hidup di negeri di akui enam ajaran agama. Jadi para ahli agama menasehatin umat agama masing-masing dengan baik," kata Eko. 

"Contohnya : acara Tv tentang agama. Ya enam agama yang berkembang di Indonesia," kata Budi. 

"Contoh Budi tepat!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA, ya kan Budi?" kata Eko. 

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Aku mau cerita!" kata Budi. 

"Budi mau cerita toh. Yaaa aku mendengarkan cerita Budi dengan baik. Seperti mendengarkan sandiwara radio!" kata Eko. 

"Begini ceritanya!. Pak Sule dan Ibu Nunung, ya orang kaya yang baik yang selalu dermawan pada orang miskin dan anak yatim. Pak Sule dan Ibu Nunung, ya cerita beragama Hindu, ya taat pada aturan ajaran agama Hindu. Pak Sule dan Ibu Nunung memiliki anak bernama Abdul. Ya Abdul didik dengan baik sama kedua orang tua dan guru pendeta kuil ajaran Hindu yang bernama Ajiz. Pendeta Ajiz membimbing Abdul dengan baik, ya memahami ajaran Hindu dengan baik. Seorang anak yatim piatu bernama Putri, ya berteman dengan baik dengan Abdul. Pak Sule menjalankan bisnis usahanya di jalan baik gitu. Pak Jhon rekan bisnis Pak Sule. Pak Jhon membangun bisnis dengan cara kotor dengan baik, ya penting untung dan untung jadi kaya dan kaya. Sampai Pak Sule terjadi perselisihan dengan Pak Jhon urusan bisnis tentang sebuah lahan kepunyaan orang miskin. Pak Sule membela orang miskin dengan baik, ya jadi memutus hubungan kerja dengan Pak Jhon yang ketahuan main kotor gitu. Pak Jhon yang sakit hati, ya menyuruh anak buah bernama Lukas untuk membunuh Pak Sule dan keluarganya. Lukas melaksanakan perintah Pak John untuk membunuh Pak Sule dan keluarganya. Pak Sule dan Ibu Nunung meninggal di bunuh Lukas. Abdul di selamatkan sama Pak Parto. Ya Pak Parto kerja sama Pak Sule dan Ibu Nunung sebagai pelayan setia gitu. Pak Parto melapor ke kepolisian Lapor Pak!, ya tentang kasus pembunuhan. Ya Pak Andre mengusut kasus pembunuhan Pak Sule dan Ibu Nunung dengan baik dengan bantuan anak buahnya. Lukas di tangkap sama Pak Andika dan di bawa ke kantor polisi untuk di interogasi dengan baik dengan Pak Andre, Pak Surya, da Pak Wendy. Intrograsi berjalan dengan baik, ya Lukas memberitahu siapa yang memerintahkan dirinya membunuh Pak Sule dan Ibu Nunung adalah Pak Jhon. Pak Andre dengan anak buahnya segera menangkap Pak Jhon. Yaaa ada ceritanya penangkapan, ya terjadi pertarungan yang luar biasa menggunakan jurus-jurus para hewan dan juga batu tembak gitu. Pak Andre beserta anak buahnya berhasil mengalahkan Pak Jhon dengan anak buahnya. Pak Andre menangkap Pak Jhon beserta anak buah, ya di penjara atas kesalahannya gitu. Abdul di bimbing dengan baik sama pendeta Ajiz, ya agar bisa menerima kepergian untuk selama kedua orang tuanya. Waktu juga Abdul menerima keadaannya dengan baik. Abdul menjadi pemuda yang baik, ya menjalankan bisnis usaha dengan baik, ya di bantu Pak Parto pelayan setia gitu. Suatu ketika Abdul jatuh hati pada cewek yang cantik bernama Nia. Abdul masih berteman baik dengan Putri, ya teman masa kecil, ya Putri telah dewasa menjadi cewek cantik dan kerjaannya jadi guru yang mengajar anak-anak TK gitu. Abdul terbuai dengan kecantikan Nia. Ya Nia kerjaannya, ya model, penyanyi dan pemain film, ya di bilang sih artis terkenal gitu. Abdul terus berusaha jadian dengan Nia. Ya berhasil sih Abdul jadian sama Nia. Pacaran di jalankan sampai satu tahun Abdul dan Nia. Ya Abdul tetap berteman dengan baik sama Putri. Ketika Abdul ingin memutuskan menikah dengan Nia, ya meminta masukan pendeta Ajiz dan pelayan setia Pak Parto. Pendeta Ajiz dan Pak Parto memberikan masukan yang baik pada Abdul gitu. Abdul merasa perasaan hati, ya nyaman dengan Putri dari pada Nia. Abdul mencari tahu dengan baik, ya kenapa hal itu bisa terjadi pada hatinya?. Abdul pun paham apa yang ia inginkan dengan baik?. Nia ketahuan Abdul, ya menjalin hubungan cinta dengan penyanyi ganteng dan keren bernama Kier King. Abdul putus dengan Nia. Ya Nia menerima putus dari Abdul. Nia pun bersama dengan Kier King dengan baik. Hubungan Nia dan Kier King, ya di muat media ini dan itu, ya jadinya trending topik gitu. Abdul memutuskan bersama Putri. Ya Putri menerima Abdul dengan baik. Abdul dan Putri, ya jadian, ya menikah gitu. Pendeta Ajiz menikahi Abdul dan Putri dengan ajaran Hindu yang sakral gitu. Acara pernikahan ada lagu dan tarian. Bahagia ceritanya. Begitulah ceritanya!" kata Budi. 

"Cerita yang bagus!" kata Eko. 

"Sekedar cerita. Dunia ini ada yang lebih baik cerita dari pada aku. Yang lebih baik itu, ya sinetron atau film," kata Budi. 

"Aku paham omongan Budi!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Jadi ceritanya masih di kaitkan ajaran agama Hindu, ya kan Budi?" kata Eko. 

"Iya masih di kaitan ajaran Hindu. Ya cuma ikut-ikutan saja seperti acara Tv, ya film India dan sinetronnya gitu," kata Budi. 

"Ikut-ikutan. Tidak ada masalah sih!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Kisah cinta. Yang nyaman di hati," kata Eko. 

"Iya. Yang nyaman di hati," kata Budi. 

"Tokoh Abdul memilih tokoh Putri karena nyaman di hati," kata Eko. 

"Kisah nyata pun tentang kehidupan ini. Cowok memilih cewek yang di sukai karena nyaman di hati," kata Budi. 

"Realita kisah cinta yang baik," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Main permainan ular tangga Budi!" kata Eko. 

"Oke. Main permainan ular tangga!" kata Budi. 

Budi mengambil permainan ular tangga di bawah meja, ya permainan ular tangga di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu. 

CAMPUR ADUK

DUSHMAN DUNIYA KA

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di chenel TVRI World, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan r...

CAMPUR ADUK