CAMPUR ADUK

Tuesday, July 26, 2022

THE PRINCESS AND THE FROG

Budi dan Eko duduk di depan rumah Budi, ya asik mendengarkan lagu-lagu yang bagus dari radionya Budi.

"Lagu-lagunya bagus, ya Eko?" kata Budi.

"Ya realita begitu," kata Eko.

"Salah satu penggerak ekonomi, ya musik, ya kan Eko?" kata Budi.

"Realitanya begitu," kata Eko.

Keduanya tetap asik mendengarkan musik-musik dari radio, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan gorengan lah.

"Eko. Apakah cewek dari orang tuanya kaya raya, ya ceweknya mau mengikuti cowok miskin dengan alasan cinta. Apalagi keturunan Lampung asli?" kata Budi.

"Relatif jawabannya dari pemahaman ilmu agama saja," kata Eko.

"Relatif toh. Ya kalau di pikirkan dengan baik memang relatif," kata Budi.

"Sejauh apa pemahaman agama tuh cewek keturunan Lampung asli dan juga orang tua, ya begitu juga kerabatnya?" kata Eko.

"Kalau itu sih mana aku tahu lah? Yang aku tahu sih cewek keturunan Lampung asli, ya masih kekeh pada budaya nenek moyangnya gitu. Ya alasan yang umum sih, ya menaikan budaya Lampung, ya agar tidak tergerus oleh waktu, ya perubahan zaman gitu," kata Budi.

"Budaya. Tujuannya ekonomi lokal," kata Eko.

"Omongan Eko benerlah. Budaya adalah salah satu penggerak ekonomi," kata Budi.

"Ilmu agama saja sudah jauh banget dengan pembuktiannya kebenarannya," kata Eko.

"Ya salah satunya cerita kita kan, ya tentang pemuda melampaui batasan sebagai manusia, ya mendengarkan Roh untuk di jelaskan kebenaran ini dan itu," kata Budi.

"Emmmmm," kata Eko.

"Sudah ah tidak perlu ngomongin cewek lagi. Lebih baik apa ya?" kata Budi.

"Biasanya artis!" kata Eko.

"Kalau artis sih. Ya beritanya artis lagi bahagia dengan keluarganya. Cerita bayi, ya anak," kata Budi.

"Emmmmmmmmm. Bayi, ya anak. Kaitannya ada dengan ekonomi," kata Eko.

"Kalau ngomongin ekonomi, ya barang-barang di pasar. Ya ada saja yang membelinya barang keperluan bayi, ya anak lah. Roda ekonomi berjalan dengan baik," kata Budi.

"Emmmmm," kata Eko.

"Kalau begitu lebih baik aku bercerita dengan wayang terbuat kardus bekas, ya kreatif. Sekedar cerita saja. Radio di matikan!" kata Budi.

"Aku jadi penonton yang baik!" kata Eko.

Budi telah mengambil wayang yang di taruh di kursi. Ya wayang pun di mainkan Budi dengan baiklah. Eko menonton pertunjukkan wayang Budi dengan baik lah.

Isi cerita yang di ceritakan Budi :

Tiana merupakan penghuni muda New Orleans tahun 1926. Sejak kecil, dia memiliki semangat dalam seni kuliner dan bekerja pada dua pekerjaan sekaligus untuk menghemat uang dan akhirnya membuka restoran sendiri. Charlotte La Bouff, teman masa kecil Tiana, mempekerjakannya untuk menyediakan minuman untuk pesta menyamar Mardi Gras yang diatur oleh ayahnya yang kaya, Eli La Bouff. Eli, Raja abadi dari Mardi Gras, berusaha untuk menyambut Pangeran Naveen dari Maldonia yang baru saja tiba, sebagai pelamar yang layak untuk putri kesayangannya. Tiana sangat senang akhirnya dapat membeli dan merenovasi sebuah pabrik gula tua menjadi restorannya.

Pangeran Naveen telah dicabut hak warisnya, miskin dan tidak terampil tetap berniat menikahi seorang wanita kaya daripada belajar berdagang. Dia dan pelayannya, Lawrence menemui Dr. Facilier, seorang dokter penyihir voodoo yang meyakinkan mereka bahwa dia dapat memperbaiki kehidupan mereka. Sebaliknya, Facilier mengubah Naveen menjadi katak dan memberikan Lawrence jimat voodoo, diisi dengan darah Naveen, apabila dipakai dapat mengubah penampilannya menjadi seperti Naveen. Facilier mempunyai maksud tertentu untuk Lawrence di bawah kedok Naveen, untuk menikahi Charlotte dan mendapatkan jalan ke kekayaan ayahnya.

Di pesta, Charlotte menggoda Lawrence saat Tiana mengetahui dia mungkin akan kehilangan pabrik karena ada penawar yang lebih tinggi. Tiana kemudian bertemu dengan Naveen, yang percaya bahwa Tiana adalah seorang putri karena kostum yang dipakainya, meminta Tiana untuk menciumnya dan mematahkan kutukan Facilier. Tiana setuju, tetapi dengan imbalan berupa uang yang dibutuhkan untuk mengalahkan pembeli lain. Namun bukan Naveen yang berubah menjadi manusia, malah Tiana yang berubah menjadi katak. Naveen dan Tiana melarikan diri ke sebuah rawa.

Lawrence kemudian melamar Charlotte, yang dengan gembiranya setuju, tetapi sihir Facilier habis dan Lawrence kembali ke bentuk aslinya. Facilier memberitahu Lawrence kalau mereka membutuhkan satu sampel darah pangeran untuk memperpanjang mantra, tetapi Facilier mengetahui bahwa Lawrence dengan bodoh telah melepasnya. Facilier berbalik kepada dewa voodoo untuk meminta bantuan dengan janji apabila Lawrence telah menikahi Charlotte, dia akan memiliki kuasa penuh atas New Orleans dan akan menawarkan nyawa penduduknya sebagai bayaran. Para dewa voodoo memberikan setan bayangan Facilier yang kemudian dikirim untuk mencari Naveen.

Di rawa, Tiana dan Naveen bertemu Louis, seekor buaya yang bermain terompet dan Ray, kunang-kunang Cajun. Louis dan Ray menawarkan untuk memimpin mereka menuju pendeta voodoo yang baik, Mama Odie, yang mereka percaya dapat membatalkan kutukan. Mama Odie memberitahu katak bahwa Naveen harus mencium seorang putri yang benar bagi mereka untuk menjadi manusia. Mereka memutuskan apabila Eli La Bouff adalah Raja Mardi Gras, maka Charlotte adalah seorang putri. Empat kawanan tersebut kembali ke New Orleans dalam rangka untuk menemukan Charlotte sebelum pesta Mardi Gras berakhir di tengah malam. Tiana dan Naveen menyadari bahwa mereka saling mencintai, tetapi sebelum mereka bisa mengakui perasaan mereka, Naveen tertangkap dan dibawa ke Facilier.

Sebelum Lawrence, ya menyamar sebagai Naveen dan Charlotte bisa menikah, Ray membantu Naveen melarikan diri dan mencuri jimat. Ray memberikan jimat kepada Tiana dalam rangka untuk menahan pelayan Facilier, tetapi Ray dibunuh oleh Facilier. Facilier kemudian menghadapi Tiana dan menawarkan untuk membuat restoran impiannya menjadi kenyataan dengan menukar jimat tersebut, tetapi Tiana menolak dan menghancurkannya. Roh-roh voodoo yang marah menuntut Facilier sebagai pembayaran atas janjinya dan menyeretnya ke neraka.

Tiana dan Naveen mengungkapkan cinta mereka satu sama lain dan menjelaskan situasi ke Charlotte, yang setuju untuk mencium Naveen. Sayangnya, jam sudah mencapai tengah malam sebelum dia bisa menciumnya, tetapi keduanya memutuskan bahwa mereka puas untuk hidup bersama sebagai katak. Setelah pemakaman Ray, Tiana dan Naveen dinikahi oleh Mama Odie. Karena status baru Tiana sebagai putri, mereka dikembalikan kembali ke bentuk manusia setelah mereka berciuman. Pasangan itu kembali ke New Orleans untuk merayakan dan dengan bantuan Louis, akhirnya Tiana dapat membeli dan membuka restoran baru.

***

Budi bercerita dengan wayang, ya cukup lama dan akhirnya selesai juga. Eko memuji pertunjukkan wayang Budi dan juga ceritanya bagus gitu. Budi menaruh wayang di kursi kosong lah. Ya keduanya melanjutkan acaranya main catur lah.

PUTRI SERINDANG BULAN


Budi dan Eko duduk di depan rumah Budi, ya sedang mendengarkan radionya Budi.

"Hidup ini singkat, ya di nikmati dengan baik. Salah satu mendengarkan lagu-lagu bagus dari radio, ya kan Eko?" kata Budi.

"Omongan Budi bener. Hidup yang singkat ini di nikmati dengan jalan baik. Hidup ini mudah, ya jangan di persulit dengan hal-hal yang memaksakan kehendak gitu, ya contohnya : ingin pergi ke luar negeri, ya maksain gitu demi liburan kaya orang kaya gitu dengan cara jual harta warisan atau merampok gitu, ya pada akhirnya masuk penjara gitu," kata Eko.

"Warisan siapa ya?" kata Budi berpikir panjang.

"Cuma contoh!" kata Eko.

"Aku paham omongan Eko," kata Budi.

"Ya kalau di pikir dengan baik. Kita ini harus mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang membuat lagu bagus, ya penyanyi gitu karena kita ini menikmati hidup singkat ini dengan mudah, ya cukup dari radio saja," kata Eko.

Budi mengambil bakwan gorengan  di piring, ya di makan gorengan dengan baik. 

"Omongan Eko bener lah. Ya sama aja kita harus berterima kasih pada petani yang menanam tanaman dengan baik dan hasil di jual di pasar, ya ekonomi berjalan dengan baik. Aku membeli bahan buat gorengan di pasar dan di masak dengan baik, ya aku makan sekarang ini. Bener-bener berterima kasih pada petani karena aku menikmati makan gorengan dengan baik. Menikmati hidup ini mudah dengan baik," kata Budi.

Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum kopi dengan baik.

"Menikmati minum kopi, ya berterima kasih pada petani kopi karena bisa menikmati hidup ini yang singkat. Menikmati dengan mudah," kata Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di taruh di meja. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum kopi dengan baik lah.

"Hidup benar-benar di nikmati dengan baik. Minum kopi yang enak. Bener omongan Eko. Harus berterima kasih sama petani kopi. Hidup ini jadi mudah," kata Budi.

"Eeemmmm," kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Kalau urusan cinta. Ada cerita cowok, ya jatuh cinta pada cewek yatim piatu. Cewek itu tinggal pada bibinya. Cowok itu senang pada cewek itu karena akhlak baiknya. Tak makan waktu lama dinikahi lah cewek itu. Bahagia deh. Ya intriknya sih cuma dari orang tua cowok gitu. Cowok bisa menyakini orang tuanya dengan ilmu agama gitu," kata Budi.

"Sesulit apa pun urusan cinta? Berserah dirilah pada Tuhan. Tuhan menolong ciptaannya," kata Eko.

"Doa dan usaha," kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

"Kalau begitu aku bercerita pake wayang terbuat dari kardus, ya kreatif. Cerita seperti biasanya. Jadi radio di matikan dengan baik!" kata Budi.

"Emmmmmmm. Aku jadi penonton yang baik!" kata Eko.

Budi mengambil wayang yang di taruh di kursi. Ya wayang di mainkan Budi dengan baik. Eko menonton pertunjukkan wayang Budi dengan baik.

Isi cerita yang di ceritakan Budi :

Alkisah dahulu kala di Bengkulu hidup tujuh perempuan bersaudara. Mereka merupakan putri Raja Wawang. Dari ketujuh bersaudara, Putri Serindang Bulan merupakan putri paling bungsu. Putri Serindang Bulan juga terkenal paling cantik. Telah banyak laki-laki ingin meminangnya tapi selalu ia tolak dengan alasan tidak ingin melangkahi keenam kakaknya. Keenam kakaknya sebenarnya berencana menikah setelah Serindang Bulan menikah. Mereka kemudian meminta agar Serindang Bulan Menikah terlebih dahulu.

“Wahai adikku, sudah banyak laki-laki ingin meminangmu. Segeralah menikah. Jangan kuatir, kami semua akan menyusul menikah.” ujar kakak tertua.

“Baiklah kakakku tersayang, Aku akan menikah. Aku berharap kakak semua cepat mendapat jodohnya.” Putri Serindang Bulan menyanggupi.

Raja Wawang kemudian segera menyebarkan berita bahwa putri bungsunya, Serindang Bulan, telah siap untuk menikah. Para pemuda merasa gembira. Tidak lama, seorang Pangeran Tampan datang menemui Raja Wawang untuk melamar Putri Serindang Bulan. Putri Serindang menerima pinangan sang Pangeran Tampan. Kemudian pihak Kerajaan segera menyiapkan pesta pernikahan meriah. Tiba-tiba kejadian aneh menimpa Putri Serindang Bulan. Menjelang pernikahan, wajahnya berubah menjadi buruk. badan sang putri juga dipenuhi penyakit kulit.

“Ada apa dengan tubuhmu, wahai Putri? Tubuhmu terkena penyakit kulit.” tanya Sang Pangeran keheranan.

“Aku juga tidak tahu. Saat bangun pagi, tiba-tiba wajahku menjadi buruk, tubuhku dipenuhi penyakit kulit.” ujar Putri Serindang Bulan.

Pangeran menjadi merasa kecewa sehingga memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka. Namun anehnya, setelah Pangeran Tampan tersebut pergi, wajah Serindang Bulan kembali cantik. Tubuh sang putri menjadi sehat seperti sedia kala. Setiap ada laki-laki melamar, maka wajah Serindang Bulan akan berubah menjadi buruk, namun akan kembali cantik apabila pernikahan dibatalkan. Hal ini terus terulang hingga sembilan kali. 

Pihak keluarga terutama keenam saudarinya merasa malu. Pada suatu hari, keenam saudari Serindang Bulan mengadakan rapat rahasia. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa mereka harus menyingkirkan Serindang Bulan karena dianggap sebagai sumber masalah bagi kerajaan. Salah satu dari mereka, yaitu Karang Nio, awalnya menolak untuk menyingkirkan Serindang Bulan. Karang Nio memang paling dekat dengan Serindang Bulan. Namun dengan penolakannya, justru Karang Nio mendapat tugas untuk menyingkirkan Serindang Bulan. 

Kelima kakaknya meminta bukti berupa setabung darah dan irisan bagian telinga Serindang Bulan, sebagai tanda ia telah menyingkirkannya. Dengan berat hati, Karang Nio memenuhi permintaan kakak-kakaknya. Pada suatu hari, Karang Nio mengajak Serindang Bulan berjalan-jalan. Awalnya Serindang Bulan tidak curiga namun, lama-kelamaan Serindang Bulan merasa takut karena Karang Nio mengajaknya masuk ke dalam hutan. Karang Nio terlihat sangat gelisah. Akhirnya ia berterus terang kepada Serindang Bulan bahwa ia mendapat tugas untuk menyingkirkannya.

“Kalau memang sudah menjadi keputusan kakak semua, maka lakukanlah tugasmu Kak.” kata Serindang Bulan sedih.

Karang Nio akhirnya memutuskan untuk mengelabui kakak-kakaknya. Ia menyembelih seekor anjing hutan. Darah anjing hutan ia simpan dalam tabung. Kemudian ia melukai kuping Serindang Bulan. Kuping putri serindang akan ia bawa sebagai bukti telah menjalankan tugasnya menyingkirkannya. Karang Nio menyuruh Serindang Bulan pergi menaiki rakit dari sungai Ulau Deus. Karang Nio segera kembali ke istana. Sesampainya di istana, ia menunjukan bukti setabung darah serta kuping Serindang Bulan pada kakak-kakaknya. 

Semua kakaknya merasa senang. Sementara di hutan, Serindang Bulan pergi menaiki rakit di sungai. Ia akhirnya turun di daerah Muara Setahun. Disana, Serindang Bulan memanjat tebing. Di atas tebing, sang putri membuat rumah untuk ia tinggali. Setahun telah berlalu semenjak Serindang Bulan pergi dari istana. Suatu ketika, sebuah perahu milik Raja Indrapura bernama Tuanku Raja Alam melewati Muara Setahun. Sang Raja melihat sinar kemilau dari atas bukit. Karena penasaran, Raja pun menepi kemudian turun dari perahu. 

Ia kemudian menaiki tebing sumber sinar kemilau tersebut. Setibanya diatas terbing, Raja melihat sebuah rumah. Sang raja mengetuk pintu rumah. Dari rumah tersebut keluarlah Serindang Bulan yang membuat Raja terkejut.

“Wahai gadis jelita, aku tidak menyangka jika cahaya di atas tebing ternyata berasal darimu.” kata Raja.

Setelah berkenalan, putri Serindang Bulan kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya. Cerita Serindang Bulan membuat Raja terharu kemudian mengajaknya untuk tinggal di Kerajaan Indrapura. Serindang Bulan pun menyetujuinya. Sesampainya di Kerajaan Indrapura, Sang Raja menggelar rapat. Sang Raja menceritakan masalah Serindang Bulan. Raja berkeinginan untuk meminang Serindang Bulan. Para Penghulu Kerajaan mengusulkan untuk melihat situasi selama tiga hari untuk melihat apakah wajah Serindang Bulan akan kembali berubah menjadi buruk. 

Setelah ditunggu selama tiga hari, ternyata wajah Serindang Bulan tetap cantik. Akhirnya para penghulu menikahkan Raja dengan Serindang Bulan. Para Penghulu meminta Raja untuk memberitahu wali Serindang Bulan. Raja kemudian mengirim utusan ke tempat Raja Wawang untuk memberitahu tentang rencara pernikahan Serindang Bulan dengan Raja Alam. Mendengar kabar tersebut, kakak-kakak Serindang Bulan kaget bukan main. Mereka menyalahkan Karang Nio karena dianggap gagal menyingkirkan Serindang Bulan.

“Sudahlah kakak-kakakku. Hentikan pertikaian kita. Sebaiknya mari kita sama-sama pergi menghadiri pernikahan Serindang Bulan.” ujar Karang Nio. 

Kakak-kakak Karang Nio akhirnya mengiyakan. Lalu berangkatlah keenam saudari tersebut. Sesampainya mereka di Kerajaan Indrapura, mereka langsung bertemu dengan Tuanku Raja Alam. Keenam saudari meminta mahar berupa emas sebagai syarat menikahi adik mereka, Serindang Bulan. Raja Alam menyetujui permintaan mahar dari keenam saudari tapi dengan satu syarat, mereka harus mengenali adik mereka sendiri, Serindang Bulan. Jika tidak, maka mereka semua akan dihukum. 

Raja kemudian menyiapkan enam orang gadis yang didandani dan wajahnya mirip Serindang Bulan. Mereka dihadapkan pada keenam saudari Serindang Bulan. Keenam saudari Serindang Bulan diminta untuk menunjukkan mana Serindang Bulan asli. Kelima saudari kebingungan karena tidak tahu Serindang Bulan asli. Tapi Karang Nio teringat bahwa ia pernah melukai telinga Serindang Bulan. Dan benarlah, ada satu gadis memiliki bekas luka di telinganya yang berarti dialah Serindang Bulan asli. Akhirnya putri serindang dengan Karang Nio berpelukan sambil menangis melepas rindu.

“Bagus. Berarti kalian masih mengenali Serindang Bulan. Aku akan memenuhi mahar dengan memberikan emas permintaan kalian. Saya anggap tidak ada lagi dendam diantara kalian.” kata Raja.

Akhirnya Tuanku Raja Alam menikahi Serindang Bulan. Sementara Keenam saudari mendapatkan setabung bambu berisi emas. Serindang Bulan sama sekali tidak menyimpan dendam kepada kakak-kakaknya. Meskipun ia telah menikah dan hidup terpisah dari kakak-kakaknya, namun ia masih sering mengirimi mereka hadiah.

***

Budi cukup lama main wayangnya dan akhirnya selesai juga. Ya Eko memuji pertunjukkan wayang Budi, ya begitu dengan ceritanya bagus gitu. Wayang pun di taruh di kursi sama Budi. Keduanya melanjutkan acara main catur lah. Abdul tidak  main ke rumah Budi, ya Abdul di rumahnya, ya tepatnya di ruang tengah. Abdul nonton Tv, ya acara sinetron yang bagus gitu ceritanya.

"Hidup ini singkat, ya dinikmati dengan baik," kata Abdul.

Teman Abdul nonton Tv, ya biasalah kopi dan juga makanannya gorengan lah.

CAMPUR ADUK

THE REQUIN

Malam hari. Bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....berita di channel TVRI, ya seperti biasa ...

CAMPUR ADUK