"Baca cerpen saja!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik gitu....Budi memilih-milih dengan baik cerpen yang mau di baca gitu dan akhirnya terpilihlah satu cerpen gitu...di baca dengan baik sama Budi gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Vasily Zaitsev muda diajari cara menembak senapan berburu oleh kakeknya, di Pegunungan Ural. Kemudian, setelah invasi Uni Soviet pada tahun 1941, Zaitsev adalah seorang prajurit di Tentara Merah dan dikirim ke garis depan Pertempuran Stalingrad pada tahun 1942. Dipaksa melakukan serangan bunuh diri tanpa senapan, dia bersembunyi sambil menembakkan tank. melumpuhkan sebuah mobil. Penghuninya, Komisaris Danilov, bersembunyi di antara banyak mayat, secara kebetulan di sebelah Vasily, yang menggunakan keahlian menembaknya yang luar biasa untuk membunuh tentara Jerman di dekatnya.
Nikita Khrushchev tiba di Stalingrad untuk mengoordinasikan pertahanan kota dan menuntut gagasan dari bawahannya tentang moral. Danilov, sekarang seorang letnan senior, menyarankan bahwa rakyat membutuhkan "contoh untuk diikuti" dan memberi mereka harapan. Ketika Khrushchev bertanya apakah dia mengenal pria seperti itu, Danilov merekomendasikan Zaitsev. Segera setelah itu, Danilov mulai menerbitkan kisah-kisah heroik tentang eksploitasi Vasily di surat kabar tentara.
Vasily dipindahkan ke divisi penembak jitu dan berteman dengan Danilov. Keduanya juga menjadi tertarik secara romantis pada Tania Chernovs, seorang warga Stalingrad dan swasta di milisi lokal. Karena takut akan keselamatannya, Danilov memindahkannya ke unit intelijen, seolah-olah menggunakan keterampilan bahasa Jermannya dalam menerjemahkan penyadapan radio.
Dengan penembak jitu Soviet mengambil korban yang meningkat pada pasukan Jerman, Mayor Jerman Erwin Konig dikerahkan untuk membunuh Vasily dan menghancurkan moral Soviet. Seorang penembak jitu terkenal dan kepala sekolah penembak jitu Angkatan Darat Jerman di Zossen, ia memikat Vasily ke dalam jebakan dan membunuh dua rekan penembak jitunya, tetapi Vasily berhasil melarikan diri. Ketika komando Tentara Merah mengetahui misi König, mereka mengirim mantan siswa König, Koulikov untuk membantu Vasily membunuhnya. König, bagaimanapun, mengalahkan Koulikov dan membunuhnya, mengguncang semangat Vasily. Khrushchev menekan Danilov untuk mengakhiri kebuntuan penembak jitu.
Sasha, seorang anak laki-laki muda Soviet, secara sukarela bertindak sebagai agen ganda dengan memberikan informasi palsu kepada König tentang keberadaan Vasily. Vasily memasang jebakan untuk König dan berhasil melukainya dengan bantuan Tania, yang datang untuk menyelamatkan Vasily. Selama upaya kedua, Vasily tertidur, dan log penembak jitunya dicuri oleh seorang tentara Jerman yang menjarah. Komando Jerman mengambil log sebagai bukti kematian Vasily dan berencana untuk mengirim pulang König, tetapi König tidak percaya bahwa Vasily sudah mati.
Jenderal Jerman mengambil tag anjing König untuk mencegah propaganda Soviet mengambil untung jika König terbunuh. König juga memberi sang jenderal Salib Jasa Perang yang diberikan secara anumerta kepada putra König, yang adalah seorang letnan di Divisi Infanteri ke - 116 dan terbunuh pada hari-hari awal pertempuran. Konig memberi tahu Sasha di mana dia akan berada selanjutnya, curiga bahwa bocah itu akan memberi tahu Vasily. Tania dan Vasily sementara itu jatuh cinta. Malam itu, Tania diam-diam pergi ke barak Soviet dan bercinta dengan Vasily. Danilov yang cemburu meremehkan Vasily dalam sebuah surat kepada atasannya.
Konig melihat Tania dan Vasily menunggunya di tempat penyergapan berikutnya, membenarkan kecurigaannya tentang Sasha. Dia kemudian membunuh bocah itu dan menggantung tubuhnya untuk umpan Vasily. Vasily bersumpah untuk membunuh König dan mengirim Tania dan Danilov untuk mengevakuasi ibu Sasha. Tania terluka oleh pecahan peluru dalam perjalanan ke perahu.
Berpikir dia sudah mati, Danilov menyesali kecemburuannya pada Vasily dan mengungkapkan kekecewaannya atas semangat komunisme sebelumnya. Menemukan Vasily menunggu untuk menyergap Konig, Danilov sengaja mengekspos dirinya untuk memprovokasi Konig untuk menembaknya dan mengungkapkan posisinya, mengorbankan hidupnya. Berpikir bahwa dia telah membunuh Vasily, Konig pergi untuk memeriksa tubuh dan kemudian dalam pandangan Vasily.
Menerima nasibnya, Konig berbalik menghadap Vasily, yang menembaknya tepat di matanya dan mengambil senapannya. Dua bulan kemudian, setelah Stalingrad dibebaskan dan pasukan Jerman menyerah, Vasily menemukan Tania dalam pemulihan di rumah sakit lapangan.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan keripik labu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.
"Keadaan di lapisan sosial masyarakat....tetap sama kan Budi, ya antara baik dan buruk perilaku manusia?" kata Eko.
"Berdasarkan pengumpulan data-data ini dan itu tentang lapisan sosial masyarakat sih, ya masih Eko....keadaan lingkungan sosial masyarakat antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Budi.
"Di Lampung," kata Eko.
"Ya di Lampung," kata Budi.
"Di daerah lain Budi?" kata Eko.
"Yaaa di daerah lain sih, ya tetap sih Eko....antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Budi.
"Di daerah lain....antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Yang baik sih tidak ada masalah sih," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Yang buruk ini masalah. Contoh sih sih orang miskin yang melakukan keburukan ini dan itu," kata Eko.
"Memang sih yang buruk...masalah sih. Contonya sih tepat sih...tentang orang miskin yang melakukan keburukan ini dan itu," kata Budi.
"Penegak hukum yang harus membereskan dengan baik orang-orang yang berkelakuan buruk di lapisan sosial masyarakat," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu Remi saja Budi!" kata Eko.
"Oke...main permainan kartu Remi!" kata Budi.
Budi mengambil kartu Remi di bawah meja, ya kartu Remi di kocok dengan baik dan kartu Remi di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main dengan baik sih kartu Remi gitu. Ya permainan yang di mainkan Eko dan Budi, ya cangkulan gitu.
"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Joko tinggal dengan baik di Jakarta, ya tinggalnya di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Dodo. Rumah tangga yang di jalankan Dodo dengan Niken...baik. Lisa anaknya Dodo dan Niken. Lisa menjalankan sekolah SMA dengan baik di Jakarta. Joko kerja dengan baik di perusahaan PT. CAHAYA. Pemilik perusahaan PT. CAHAYA adalah Bowo. Rumah tangga yang di jalankan Bowo dan Juleha baik sih. Joko suka membaca buku komik Svaha : The Sixth Finger, komik Dragon Ball, komik Doctor Strange, komik The New King of Comedy, dan komik Cinta yang Sama. Pendapat baik Joko tentang komik Svaha : The Sixth Finger, komik Dragon Ball, komik Doctor Strange, komik The New King of Comedy, dan komik Cinta yang Sama, yaaa ceritanya bagus, gambarnya bagus, dan karakter tokoh-tokohnya...bagus gitu. Joko memang berasal dari Bali. Jarwo dan Anggi adalah orang tuanya Joko. Ya Joko dan kedua orang tuanya memang beragama Hindu gitu. Jarwo menjalankan usaha toko pakaian di Bali gitu. Joko sering menelpon dengan baik sih kedua orang tuanya dengan Hp dengan tujuannya keadaan kedua orang tua gitu. Kedua orang tua senang sih keadaan Joko di Jakarta baik-baik saja. Joko senang sih dengan keadaan kedua orang tua di Bali baik-baik saja gitu. Joko biasa kemana-kemana sih pake motor. Cerita masa lalu sih, ya Joko di Jakarta hidup sendiri dan berjuang dengan baik sih untuk mendapatkan kerjaan yang baik gitu. Memang Jakarta penuh dengan kompetisi sih, ya Joko merasakan dengan baik sih...kompetisi urusan kerja gitu. Joko belum dapet kerjaan yang baik, ya Joko memang memutuskan dengan baik sih untuk jadi pengamen gitu. Pengalaman jadi pengamen pait sih, ya Joko harus berhadapan dengan preman. Preman berjumlah tiga orang, ya Joko memang kewalahan menghadapi preman gitu. Untung saja Joko di tolong dengan baik sih sama Juno yang kerjaannya sopir mobil Taxi. Juno dan Joko berkerja sama dengan baik mengalahkan preman gitu. Tiga preman di serahkan sama Joko dan Juno ke polisi dan polisi memasukkan ke tiga preman ke penjara gitu. Joko dan Juno berteman baik sih jadinya. Joko kerja jadi sopir mobil Taxi karena Juno. Joko tidak kerja pengamen, ya Joko kerja dengan baik sih sopir mobil Taxi. Sekarang ini, ya Joko kerja di perusahaan PT. CAHAYA, ya Joko cukup mengenang dengan baik sih masa lalu jadi pengamen dan sopir mobil Taxi gitu. Joko senang sih doanya di kabulkan sama Dewa, ya Joko kerja di perusahaan dan bisa membeli motor gitu dari gaji kerja di perusahaan gitu. Joko memang masih berteman dengan Juno sih. Juno memang masih kerja sopir mobil Taxi. Juno yang beragama Islam, ya Juno bersyukur dengan baik sih hasil dari kerja sopir mobil Taxi gitu. Juno memang menjalankan rumah tangganya dengan baik sih sama Eca Aura gitu. Ya Eca Aura kerjaannya menjalankan usaha warung di depan rumah gitu. Keadaan Eca Aura...hamil gitu. Joko dan Juno yang berteman baik, ya keduanya biasa sih ke Warkop. Pemilik Warkop adalah Jasmin. Ya Jasmin status janda gitu. Kenapa Jasmin janda? Karena Romi suami Jasmin, ya Romi meninggalkan Jasmin demi cewek kaya yang bernama Mawar gitu. Ya Mawar pemilik usaha dealer motor gitu. Joko dan Juno ngobrol dengan baik di Warkop tentang sepak bola yang di tayangkan di Tv gitu. Keinginan Joko dan Juno sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja Kementerian Hukum Republik Indonesia, ya masih berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi dan juga keamanan gitu. Obrolan Joko dan Juno sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Joko memang masih jomlo. Joko dan Juno memang suka sih dengan Jasmin karena Jasmin cantik dan perilakunya baik gitu. Joko kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAHAYA gitu. Juno kerja dengan baik sih sopir mobil Taxi gitu. Di perusahaan, ya Joko berteman dengan cewek yang bernama Diva. Ya Diva anaknya Robert dan Lia. Robert menjalankan usaha toko elektronik gitu. Diva dan kedua orang tuanya beragama Kristen gitu. Joko suka sih dengan Diva. Ya Joko yang beragama Hindu, ya Joko memikirkan dengan baik sih agamanya Diva yang Kristen gitu. Joko berpikir berkali-kali sih untuk jadian dengan Diva apa tidak?. Ketika Joko telah memantapkan diri untuk menyatakan cinta sama Diva, ya Joko harus menerima dengan baik sih kenyataan gitu...bahwa Diva jadian dengan John gitu. Ya John kerjaannya dokter di rumah sakit yang ada di Jakarta. John beragama Kristen. Ateng dan Mimi adalah orang tuanya John. Ateng menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Joko senang saja sih dengan kisah cinta Diva dengan John. Joko tetap berteman baik sama Diva dengan tujuannya urusan kerjaan di perusahaan...baik gitu. Ada acara musik dangdut gitu. Juno dan Joko ke acara dangdutan. Penyanyi dangdut yang mengisi acara dangdutan adalah Dewi dan Wika gitu. Semua orang suka dengan penyanyi dangdut Dewi dan Wika karena cantik gitu. Juno dan Joko menikmati dengan baik sih acara dangdutan yang bagus gitu, ya serta semua orang yang suka dengan musik dangdut gitu. Sampai acara musik dangdutan selesai, ya semua orang pulang ke rumah masing-masing gitu. Juno kerja dengan baik sih sopir mobil Taxi. Rumah tangga yang di jalankan Juno dengan Eca Aura baik sih. Joko kerja dengan baik sih di perusahaan PT. CAHAYA gitu. Joko berteman baik sih sama cewek yang bernama Ajeng. Ya Ajeng penjual jamu gendong. Joko sering beli jamu gendong Ajeng dengan tujuannya sehat gitu. Doyok dan Citra adalah orang tuanya Ajeng. Doyok kerjaannya penjual kerak telor gitu. Joko suka dengan Ajeng. Joko berpikir dengan baik sih urusan agama Joko yang Hindu dan agama Ajeng yang Islam gitu. Joko ada sih keinginan untuk urusan jadian dengan Ajeng gitu. Joko bertemu bertemu Lestari di jalan, ya pertemuan tidak sengaja gitu. Lestari teman masa SMP Joko di Bali gitu. Joko dan Lestari ngobrol dengan baik di kafe gitu. Lestari di Jakarta tinggal di rumah bibi Melati. Paman Andi, ya suami bibi Melati telah lama meninggal gitu. Melati menjalankan usaha toko pakaian gitu. Lestari memang membantu dengan baik sih usaha Melati. Lestari dengan Melati beragama Hindu, ya keduanya bersyukur dengan baik pada Dewa karena usaha toko pakaian Melati berjalan dengan baik. Joko dan Lestari tetap berteman baik gitu. Joko suka sih dengan Lestari. Ya Lestari suka sih dengan Joko. Lestari memang berdoa dengan baik sih pada Dewa, ya Lestari meminta jodoh yang baik dan satu agama dengan Lestari....Hindu. Joko suka dengan Ajeng dan Lestari gitu. Joko berpikir dengan baik sih untuk memilih antara Ajeng dan Lestari. Memang Joko berdoa dengan baik sih pada Dewa sih, ya Joko meminta dengan baik sih jodoh yang baik sih satu agama dengan Joko...Hindu dengan tujuannya rumah tangga di jalankan dengan baik gitu. Lestari memang di sukai dengan cowok yang bernama Roy. Ya Roy bule sih. Roy kerjaannya menjalankan usaha bengkel mobil dan motor gitu. Roy beragama Kristen gitu. Joko merasa sih bahwa pilihannya pada Lestari gitu. Roy yang suka dengan Lestari, ya Roy berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Lestari. Joko yang mengetahui dengan baik sih bahwa Lestari di sukai dengan Roy gitu. Joko dan Roy bersaing sih urusan jadian dengan Lestari gitu. Lestari suka dengan Joko gitu. Ya Joko dan Lestari jadian dengan baik gitu. Roy yang tidak bisa jadian dengan Lestari karena Joko, ya Roy fokus saja dengan kerjaannya menjalankan usaha bengkel mobil dan motor gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Joko dan Lestari gitu. Juno senang sih dengan kisah cinta Joko dan Lestari gitu. Ya Lestari senang sih bahwa Dewa mengabulkan doa Lestari mendapatkan jodoh yang baik dan satu agama dengan Lestari...Hindu. Joko benar-benar menyukai Lestari, ya jadi keduanya merencanakan menikah gitu. Joko memang senang sih Dewa mengabulkan doa Joko mendapatkan jodoh yang satu agama dengan Joko...Hindu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik sih tokoh Joko dengan tokoh Juno," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko, ya asik sih main permainan kartu Remi, ya cangkulan gitu.
"Orang-orang yang ingin perubahan hidup, ya tetap dengan baik meninggalkan Lampung ke daerah ini dan itu kan Budi?" kata Eko.
"Berdasarkan data ini dan itu sih, ya memang sih Eko tentang orang-orang Lampung meninggalkan dengan baik Lampung ke daerah ini dan itu dengan tujuannya perubahan hidup ini," kata Budi.
"Usaha di iringi dengan baik doa," kata Eko.
"Benerlah sih omongan Eko!" kata Budi.
"Berhasil di daerah lain," kata Eko.
"Ya bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan kartu Remi, ya cangkulan gitu.
No comments:
Post a Comment