CAMPUR ADUK

Tuesday, January 28, 2025

SAMSON AND HIS MIGHTY CHALLENGE

Setelah nonton Tv yang acaranya musik dangdut di chenel GARUDA TV, yaaa seperti biasa sih. Budi duduk santai di depan rumahnya, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Baca cerpen ah!" kata Budi. 

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik, ya di pilih-pilih dengan baik cerpen yang ingin di baca. Terpilihlah salah satu cerpen yang di baca Budi dengan baik gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Hercules berdebat dengan ayahnya Zeus yang berpikir bahwa putranya harus mengikuti jalan kebajikan. Sebaliknya, Hercules mengikuti jalan kesenangan yang membawanya ke kota Lydia. Di sana dia jatuh cinta dengan putri Omphale dan dia meminta izin dari ibunya Nemea untuk menikahinya. Meskipun Nemea sangat senang dengan gagasan memiliki setengah dewa sebagai suami untuk putrinya, Omphale bahkan tidak mau mendengarnya karena dia jatuh cinta dengan Inor sang pangeran barbar. Jadi pasangan itu menyusun rencana licik.

Mereka menyembunyikan teman kurcaci mereka di bawah patung Zeus dan dia memberi tahu Hercules bahwa untuk menikahi Omphale dia harus bertarung dengan pria paling berkuasa di dunia: Samson. Hercules setuju dan ratu mengirim utusan untuk memberi tahu Samson tentang pertarungan itu. Samson setuju, meskipun istrinya Delilah menganggap itu bukan ide yang baik karena suaminya menyukai wanita cantik. Jadi Delilah memotong rambutnya dan membuatnya lemah. Namun, utusan itu tidak mengetahui hal ini, dan dia berpikir bahwa istrinya tidak akan melepaskannya. Untuk kembali ke Lydia bersama Samson, dia menyewa pembuat onar Ursus yang baru saja kalah dalam pertarungan melawan Maciste untuk menculiknya.

***

Budi selesai baca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu.

"Nyanyi saja!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik dan bernyanyi dengan baik gitu. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"Kalau bulan bisa ngomongDia jujur tak akan bohongSeperti anjing melolongTiap hari ku teriakkanNamamu ya namamu
Kalau bulan bisa ngomongAda cinta yang terlaluAda rindu yang terlaluSemua serba terlaluPadamu ya padamu
Aku kehabisan kataDan hampir tak dapat bicaraDalam hati hanya ada rasaYang tak dapat kuwakilkanPada sajak lagu atau bunga
Demi kamu aku pamitSebentar aku ke langitAkan ku gendong rembulanKu kantongi bintang-bintangSegera ku bawa pulangUntukmu ya untukmu
Kalau bulan bisa ngomongSayang bulan tak bisa ngomongCoba kalau bisa ngomongDia pasti tak akan bohongTentang cinta cinta kita"

***

Budi selesai bernyanyi, ya gitar berhenti di mainkan, dan gitar di taruh di samping kursi gitu. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Baca koran saja!" kata Budi. 

Budi mengambil koran di bawah meja, ya koran di baca dengan baik gitu. Berita-berita di koran, ya banyak yang bagus-bagus dari berita luar negeri....Presiden Prabowo yang ke India urusan hubungan bilateral dua negara gitu, berita dalam negeri....berita program kerja pemerintahan tentang makan bergizi gratis bergulir dengan baik gitu, berita olahraga sepak bola, sampai berita tentang artis Arie Kriting dan Indah Permatasari gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya sepedah di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi. Karena Eko sudah datang, ya Budi berhenti membaca koran dan koran di taruh di meja gitu. Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu. 

"Eko...tumben bawa sepedah. Motor Eko apa lagi rusak?" kata Budi. 

"Motor aku tidak rusak. Aku bawa sepedah, ya tujuan sehat gitu," kata Eko. 

"Ooo tujuan Eko bawa sepedah, ya sehat toh. Olahraga!" kata Budi. 

"Bisa di bilang sih....bawa sepedah...olahraga," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Di meja ada koran gitu, ya Eko melihat koran dan foto di koran di tunjuk Eko dengan baik. 

"Gubernur terpilih Jawa Barat," kata Eko. 

Budi melihat foto di koran yang di tunjuk dengan baik sama Eko gitu. 

"Memang foto Gubernur terpilih Jawa Barat," kata Budi. 

"Dedi Mulyadi gitu," kata Eko. 

"Gubernur terpilih Jawa Barat...Dedi Mulyadi," kata Budi. 

"Manusia itu berjuang dengan baik pantang menyerah karena hidup ini penuh dengan kompetisi, yaaa sampai apa yang diinginkan tercapai dengan baik? Ya contoh Gubernur terpilih Jawa Barat...Dedi Mulyadi gitu," kata Eko. 

"Omongan Eko benerlah!" kata Budi. 

"Kata-kata bijak sih, ya usaha tidak mengkhati hasil," kata Eko. 

"Omongan Eko benarlah!" kata Budi. 

"Andai," kata Eko. 

"Andai berarti mau di kaitan dengan Gubernur terpilih Jawa Barat...Dedi Mulyadi, ya Eko?" kata Budi.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA, ya jadi di kaitan dengan Gubernur terpilih Jawa Barat...Dedi Mulyadi...tidak ada masalah kan Budi?" kata Eko. 

"Yaaa memang tidak ada masalah sih. Yaaa cuma bahan obrolan lulusan SMA," kata Budi. 

"Andai...aku dan Budi berada di Jawa Barat. Aku dan Budi sedang asik di warung kopi pemiliknya Mely gitu, ya sedang main catur sambil menikmati minum kopi dan gorengan gitu. Ya Mely seorang janda dengan anak satu bernama Adara gitu, ya balita gitu. Suami Mely meninggal karena penyakit jantung gitu. Gubernur terpilih Jawa Barat...Dedi Mulyadi turun ke lapangan untuk ngurusin urusan sosial masyarakat dan juga kesehatan gitu. Dedi Mulyadi mampir di warung kopi miliknya Mely dan ngobrol dengan baik sama Mely. Ternyata Mely punya masalah, ya hutang dalam menjalankan usaha warung kopi. Ya Dedi Mulyadi menolong Mely gitu. Mely senang di tolong sama Dedi Mulyadi karena urasan hutang Mely dengan Dika selesai gitu. Eko, Budi, ya dan orang-orang yang berada di warung kopi miliknya Mely, yaaa senang dengan Dedi Mulyadi, ya Gubernur terpilih Jawa Barat merakyat gitu. Dedi Mulyadi main catur dengan Budi gitu, ya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu," kata Eko. 

"Cerita andai Eko...bagus!" kata Budi. 

"Sekedar cerita saja sih. Dunia ini ada yang lebih baik cerita kan film, sinetron, dan cerita artikel di koran, yaaaa masih berkaitan dengan roda ekonomi," kata Eko.

"Aku paham omongan Eko!" kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Main kartu gaplek saja...Budi!" kata Eko. 

"Okey main kartu gaplek!" kata Budi. 

Budi mengambil kartu gaplek di bawah meja, ya kartu gaplek di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main kartu gaplek dengan baik gitu. 

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko. 

"Hidup ini tetap sama sih!" kata Budi. 

"Pendidikan tinggi tetap berkompetisi dengan baik dengan pendidikan tinggi lainnya, ya berkaitan ekonomi...jadi roda ekonomi berjalan dengan baik," kata Eko. 

"Realitanya memang begitu," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi dan Eko tetap asik main kartu gaplek gitu. 

Monday, January 27, 2025

KRISHNA AUR KANS

Budi duduk santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Nyanyi ah!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik dan bernyanyi dengan baik gitu. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"Tak sengaja lewat depan rumahmuKu melihat ada tenda biruDihiasi indahnya janur kuningHati bertanya pernikahan siapa
Tak percaya tapi ini terjadiKau bersanding duduk di pelaminanAir mata jatuh tak tertahankanKau khianati cinta suci ini
Tanpa undangan diriku kau lupakanTanpa putusan diriku kau tinggalkanTanpa bicara kau buatku kecewaTanpa berdosa kau buatku merana
Ku tak percaya dirimu tegaNodai cinta khianati cinta
Tak percaya tapi ini terjadiKau bersanding duduk di pelaminanAir mata jatuh tak tertahankanKau khianati cinta suci ini
Tanpa undangan diriku kau lupakanTanpa putusan diriku kau tinggalkanTanpa bicara kau buatku kecewaTanpa berdosa kau buatku merana
Ku tak percaya dirimu tegaNodai cinta khianati cinta
Tanpa undangan diriku kau lupakanTanpa putusan diriku kau tinggalkanTanpa bicara kau buatku kecewaTanpa berdosa kau buatku merana
Ku tak percaya dirimu tegaNodai cinta khianati cintaKu tak percaya dirimu tegaNodai cinta khianati cinta"

***

Budi selesai bernyanyi, ya gitar berhenti di mainkan dan gitar di taruh di samping kursi gitu. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. 

"Baca cerpen saja!" kata Budi. 

Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Raja iblis Kans memerintah sebagai seorang tiran atas Kerajaan Mathura dan bertujuan untuk menaklukkan dunia. Untuk mengakhiri pemerintahannya yang haus darah, para dewa memutuskan untuk menjelma di Bumi Wisnu, yaaa yang lahir dalam bentuk Krishna, yaaa putra Devaki, yaaa saudara perempuan Kans. 

Bayi itu, keponakan tiran, lahir di desa Vrindavan, yaaa di mana ia diadopsi oleh kepala desa, Nanda, yaaa yang membesarkannya dengan cara yang sama seperti putranya sendiri yang sedikit lebih tua, Balram. Krishna tumbuh dalam suasana hati yang baik dan menjadi anak laki-laki kecil yang nakal, yang membuat ibunya melihat semua warna dan selalu siap untuk mengerjai Gopi, yaaa para penggembala sapi yang mengawasinya.

Tetapi ia membedakan dirinya sendiri sejak awal dengan eksploitasi ajaibnya, dan musik serulingnya memikat pria dan binatang. Krishna terutama berteman dengan seorang gadis kecil seusianya, Radha, yaaa tetapi juga berteman dengan beberapa anak laki-laki, termasuk Madhumangal. Ia juga dapat mengandalkan bantuan monyet Dabiloba dan domba Hamsi. 

Krishna harus segera datang untuk menolong orang-orang di kerajaan dan menghadapi bahaya supranatural yang dikirim kepadanya oleh Kans, terutama para iblis Trinavarta, Bakasur, dan Putra. Namun, melihat Krishna dengan mudah mengalahkan setiap utusannya, Kans akhirnya menantangnya untuk berduel di coliseum ibu kotanya, yang mengakibatkan Krishna membunuhnya dan membebaskan orang tuanya dari penjara bawah tanah.

***

Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan di depan rumah Budi. Ya Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi dan kantong kresek plastik di taruh di meja dengan baik gitu. Di meja ada anglo di atasnya ada tekok kaleng gitu. 

"Isi kantong kresek plastik apa Eko?" kata Budi. 

"Kopi," kata Eko. 

"Kopi toh. Beli kan Eko...kopinya?" kata Budi. 

"Beli lah kopinya di warung," kata Eko. 

"Kopi yang di beli Eko...beda dengan kopi yang aku minum. Kopi yang aku minum...mereknya Luwak White Koffie," kata Budi, ya sambil menunjukkan kopi sasetan yang di minum. 

"Kopi...Luwak White Koffie....yang di minum Budi...enak rasanya, ya sesuai dengan iklannya," kata Eko. 

Budi menaruh kopi sasetan di meja gitu, ya Budi berkata "Memang sih...rasa kopi Luwak White Koffie yang aku minum enak sesuai dengan iklannya gitu."

"Aku ingin selera yang berbeda gitu. Jadi aku membeli kopi yang berbeda di warung," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Eko mengeluarkan kopi sasetan dari kantong kresek plastik dan kopi di tunjukkan pada Budi, ya Eko berkata "Kopi yang aku beli di warung...kopi Torabika Cappuccino."

"Kopi Torabika Cappuccino toh!" kata Budi. 

Eko mengambil gelas dan sendok. Kopi sasetan di buka dengan baik sama Eko, ya isinya di masukkan ke dalam gelas dan bungkusnya di buang ke tong sampah gitu. Tekok kaleng di ambil Eko, ya tekok yang berisi air panas di tuangkan dengan baik, ya air panas masuk ke gelas gitu. Cukup terisi air panas dan tekok di taruh di anglo gitu. Eko mengaduk dengan baik kopi dengan sendok. Kopi jadi, ya di minum kopinya. 

"Emmm....enak kopinya sesuai dengan iklannya," kata Eko. 

"Nama juga kopi di jual pada konsumen. Pastinya...rasa kopinya enak," kata Budi. 

Eko selesai minum kopi, ya gelas berisi kopi di taruh di meja gitu. 

"Omongan Budi bener sekali," kata Eko. 

"Ngomongin merek kopi, ya sama mengiklan kopi dengan baik, ya kan Eko?" kata Budi. 

"Bisa iya mengiklankan, ya bisa juga tidak gitu.....karena aku dan Budi...cuma konsumen yang baik yang menikmati minum kopi yang enak gitu," kata Eko. 

"Aku dan Eko...cuma konsumen yang menikmati minum kopi yang enak," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Kopi berkaitan dengan ekonomi," kata Budi. 

"Memang kopi berkaitan dengan ekonomi," kata Eko. 

"Bermacam-macam merek kopi yang ada di Indonesia maupun di negara lain. Kompetisi terjadi dengan baik urusan kopi," kata Budi. 

"Memang kompetisi terjadi urusan kopi," kata Eko. 

"Roda ekonomi di jalan dengan baik sama manusia demi hidup ini," kata Budi. 

"Realitanya memang begitu," kata Eko. 

"Yaaa hasil dari apa yang di usahakan? Yaaa rezeki masing-masing," kata Budi. 

"Yaaa memang hasil, ya rezeki masing-masing," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Main permainan ular tangga saja Budi!" kata Eko. 

"Okey. Main permainan ular tangga saja!" kata Budi. 

Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja gitu. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu. 

"Ngomong-ngomong Budi, yaaa apa kabar Daniel sekarang Budi?" kata Eko. 

"Daniel, ya kabarnya baik," kata Budi. 

"Kabar Daniel baik toh," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Aku dan Budi...biasakan ngomongin baik dan buruk perilaku manusia yang tinggal di kota Bandar Lampung, ya Lampung?" kata Eko. 

"Memang biasa sih...ngomongin perilaku baik dan buruk manusia," kata Budi. 

"Bahan obrolan juga, ya berdasarkan informasi dari Daniel juga sih...tentang baik dan buruk perilaku manusia yang tinggal di kota Bandar Lampung, ya Lampung gitu," kata Eko. 

"Memang sih, ya informasi dari Daniel...jadi bahan obrolan tentang baik dan buruk perilaku manusia," kata Budi. 

"Apa yang di obrolin tidak bisa mengubah keadaan Budi?" kata Eko. 

"Manusia banyak yang tinggal di kota Bandar Lampung, ya Lampung gitu. Suku ini dan itu. Memang sih...apa yang di obrolin tidak bisa mengubah keadaan?. Contohnya : Aku dan Eko ngobrol tentang perilaku manusia yang begini dan begitu. Ketika Aku dan Eko berbaur dengan masyarakat di lingkungan masyarakat sana dan sini, ya aku dan Eko mendapatkan kejadian yang inilah dan itulah terjadi di lingkungan masyarakat," kata Budi. 

"Manusia dan manusia," kata Eko. 

"Hidup ini tetap harus berhati-hati dalam menjalankan hidup ini. Manusia yang berperilaku buruk, ya pandai berbaur di lingkungan mana pun," kata Budi. 

"Hati-hati," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi. 

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

Eko dan Budi, ya asik main permainan ular tangga gitu. 

"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko. 

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi. 

"Budi mau cerita toh!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko. 

"Begini ceritanya!" kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Rakha yang berasal dari Cirebon ke kota Jakarta untuk kuliah di Universitas yang ada di kota Jakarta gitu. Ya Rakha tinggal di kosan, ya pemilik Andre....orang Betawi asli gitu. Ya Andre menjalankan rumah tangganya dengan baik sama Ayu gitu. Ariel Tatum dan Mala anaknya Andre dan Ayu gitu. Ya Ariel Tatum kerja di perusahaan PT. CAHAYA gitu. Sedangkan Mala menjalankan sekolah SMA gitu. Rakha tinggal di kota Jakarta dengan baik, ya kuliah dengan baik di Universitas gitu. Memang Rakha tertarik dengan Ariel Tatum karena kecantikannya dan kebaikan Ariel Tatum gitu. Ya Ariel Tatum sedang dekat dengan cowok yang bernama Maxim gitu. Ya Maxim kerja di perusahaan PT. SINAR gitu. Hubungan yang di jalankan Maxim dan Ariel Tatum dari teman, ya sampai jadian gitu. Rakha yang tahu bahwa Ariel Tatum sudah jadian dengan Maxim, ya jadi Rakha memendam rasa sukanya sama Ariel Tatum dengan baik gitu. Mala di sekolah SMA, ya punya teman dekat bernama Adara gitu. Pertemanan yang di jalankan Adara dan Mala baik gitu. Dika memang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Dika suka dengan Adara, ya jadi Dika menulis puisi untuk Adara. Puisi yang di tulis Dika, ya ingin di berikan pada Adara gitu, ya puisi di masukkan ke amplop gitu. Ketika amplop itu mau di berikan pada Adara, ya amplop jatuh dan Dika mencari amplop tersebut. Mala menemukan amplop, ya tidak tahu siapa yang punya gitu. Karena penasaran dengan isinya Mala membaca isinya. Mala terkesan dengan puisi yang tidak di ketahui siapa yang membuatnya gitu?. Mala yang suka menyanyi dan main gitar, ya puisi tersebut di buat arasemen musiknya gitu. Dika tidak menemukan amplop yang berisi puisi, ya jadi di buat baru saja gitu. Hubungan Ariel Tatum dan Maxim mulai merenggang gitu. Ariel Tatum berpikir dengan baik, ya mungkin Maxim sibuk urusan kerja gitu. Ariel Tatum dan Rakha memang berteman baik gitu. Suatu hari, ya Ariel Tatum mau kondangan ke temannya yang bernama Mahalini. Ya Mahalini menikah dengan Rizky gitu. Ariel Tatum membutuhkan Rakha untuk teman untuk menghadiri pernikahan Mahalini. Rakha dan Ariel Tatum ternyata kesasar ke acara pernikahan orang lain gitu. Ariel Tatum penasaran dengan nama orang yang menikah, ya namanya Maxim gitu. Ariel Tatum memeriksa dengan baik gitu. Ternyata Ariel Tatum kaget banget sih....bahwa Maxim menikah dengan Luna gitu. Ya Luna teman kerja Maxim gitu. Ariel Tatum bersama Rakha meninggal tempat tersebut sih. Hati Ariel Tatum hancur karena Maxim menikah dengan Luna. Maxim menikah dengan Luna, ya karena Maxim kebablasan hubungan dengan Luna gitu. Ariel Tatum sempat sih menghadiri pernikahan Mahalini gitu. Di rumah Ariel Tatum bersedih sih karena Maxim. Rakha mengerti sih sakit hatinya Ariel Tatum karena Maxim menikah dengan Luna gitu. Ariel Tatum tidak mau berlarut dengan kesedihan jadi fokus kerja saja gitu. Dika berhasil memberikan amplop yang berisi puisi pada Adara gitu. Ya Adara senang sih dapat puisi dari Dika gitu. Hubungan Dika dan Adara berjalan dengan baik dan jadian deh. Rakha memang memendam rasa sama Ariel Tatum. Hubungan Rakha dan Ariel Tatum baik sih. Ariel Tatum sibuk banget dengan urusan kerjaannya gitu. Rakha sadar sih, ya kemungkinan tidak bisa bersama Ariel Tatum gitu. Hubungan Rakha dan Mala dekat sih. Pada akhirnya Rakha dan Mala jadian, ya keduanya sering jalan bareng sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di kota Jakarta tujuannya happy-happy gitu. Romeo teman kerja Ariel Tatum gitu. Sebenarnya telah lama sih, ya Romeo suka dengan Ariel Tatum. Sekarang sih, ya Ariel Tatum jomlo gitu jadi Romeo memberanikan diri untuk jadian sama Ariel Tatum. Usaha yang di jalankan Romeo untuk jadian dengan Ariel Tatum berhasil gitu. Ariel Tatum menerima Romeo, ya karena luka di hati Ariel Tatum karena Maxim telah sembuh gitu. Romeo dan Ariel Tatum menjalankan hubungan kisah cinta dengan baik, ya sering jalan bareng ke tempat-tempat yang baik yang ada di kota Jakarta gitu tujuannya happy-happy gitu. Kisah cinta Romeo dan Ariel Tatum berjalan dengan baik dan ada rencana menikah gitu. Mala ikutan acara perlombaan musik di Tv gitu, ya untuk menyalurkan hoby menyanyi dan main musik gitar gitu. Dika, Adara, dan begitu juga teman-teman satu sekolah SMA....mendukung Mala yang ikut lomba menyanyi di acara Tv gitu. Mala berusaha dengan baik di perlombaan menyanyi sampai menyanyikan sebuah lagu dari puisi yang Mala temukan. Kaget bukan main Dika dan Adara bahwa puisi yang di buat Dika untuk Adara di nyanyian Mala di perlombaan musik gitu. Mala dalam perlombaan menyanyi hanya berhasil menjadi juara dua karena yang juara pertama memang luar biasa kualitas nyanyi gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi. 

"Cerita yang bagus!" kata Eko. 

"Sekedar cerita saja!" kata Budi. 

"Kisah cinta," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Lika liku kisah cinta tokoh Rakha!" kata Eko. 

"Begitulah ceritanya!" kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi dan Eko tetap asik main permainan ular tangga gitu. 

CAMPUR ADUK

DUSHMAN DUNIYA KA

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus di chenel TVRI World, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan r...

CAMPUR ADUK